Anda di halaman 1dari 3

CARA KERJA PRAKTIKUM 3 BIOFARMASETKA

ABSORBSI OBAT SECARA IN SITU

Alat:

1. Toples
2. Lap, tissue
3. Alat bedah
4. Kanula
5. Penggaris besi
6. Alat gelas

Bahan:

1. Asam Fenofibrat
2. Larutan NaCl 0,9% (Cairan Serosal)
3. Larutan Dapar Fosfat pH 6,8
4. Aqua bebas CO2
5. KH2PO4
6. NaOH
7. NaCl

Rangkaian Cara Kerja

1. Pembuatan Aqua Bebas CO2 masing masing kelompok 2 L (Dibuat H-1 Praktikum)
2. Pembuatan Larutan Dapa Fosfat pH 6,8 dengan Aqua Bebas CO2 (Dibuat saat praktikum)
3. Pembuatan Larutan NaCl 0,9 % dengan Aquadest (Dibuat saat praktikum)
4. Pembuatan Larutan Induk Asam Fenofbrat (1000 ppm 1000 mL)
5. Pembiusan tikus dengan kloroform
6. Percobaan absorbsi Asam Fenofibrat secara in Situ (Blanko,100,200,300,400,500 ppm 100
mL)
7. Pembacaan serapan sample Asam Fenofibrat (298 nm)
8. Perhitungan absorbsi Asam Fenofibrat secara in vitro
1. Pembuatan Aqua Bebas CO2
Aqua bebas CO2 dibuat hari Minggu 7 Oktober 2018 sebanyak 2 L per kelompok. Pembuatan
dapat dilakukan di Lab Farmasi Fisika dengan kompor yang tersedia (Boleh menggunakan
panci / erlenmeyer). Aquadest dipanaskan hingga mendidih, setelah muncul gelembung,
diamkan beberapa saat hingga gelembung hilang, masukkan ke dalam jerigen dan ditutup
rapat.

2. Pembuatan Larutan Dapar Fosfat pH 6,8


NaOH sebanyak 0,8960 gram dan KH2PO4 sebanyak 6,805 gram ditimbang seksama, masing
masing dilarutkan dan dicukupkan hingga 1000 mL dengan aqua bebas CO2 (USP, 2007).

3. Pembuatan Larutan NaCl 0,9%


NaCl sebanyak 900 miligram ditimbang dan dilarutkan dalam 100 mL aquadest. Larutan NaCl
0,9% 100 mL dibuat per kelompok.

4. Pembuatan Larutan Induk Asam Fenofibrat


Asam fenofibrat sebanyak 100 mg ditimbang seksama dan dilarutkan dengan larutan dapar
fosfat pH 6,8, kemudian dicukupkan hingga 1000 ml.
5. Percobaan absorbsi Asam Fenofibrat secara in Vitro

Tikus untuk percobaan dipuasakan selama 24 jam dan tetap diberi minum

Tikus dibius dengan kloroform, tidak sampai mati, kemudian dibedah bagian perutnya dan usus
dikeluarkan

Usus diukur sepanjang 15 cm di bawah lambung (pylorus) lalu dimasukkan jarum infus, lalu diukur 20
cm dari jarum infus tsb, dimasukkan kanula

Ukur kecepatan infus 5 cc per menit

Cairan serosal dialirkan melalui infus untuk membersihkan usus tikus sambil

Setelah dibersihkan dengan caran serosal, ganti isi infus dengan larutan sample yg sudah diisi
sebanyak 100 mL cairan mukosal (Larutan Dapar Fosfat pH 6,8) yang mengandung Asam Fenofibrat
(dapar fosfat 6,8 tanpa obat,100,200,300,400,500 ppm 100 mL)

Cairan serosal disampling pada waktu awal (sebeum dialirkan) dan sesudah ditampung (Cairan yang
keluar melalui kanula)

Cairan yang telah disampling dibaca serapannya dengan Spektrofotometer UV pada panjang
gelombang antara 270-320 nm (298 nm)

Hasil absorbansi dihitung untuk menentukan permeabilitas usus dan absorbsi obat secara in situ