Anda di halaman 1dari 12

STEP 1

1. INA CBGs : sebuah model pembayaran yg diguakan bpjs kesehatan untuk mengklaim yg
ditagih oleh rumah sakit, dengan sistem pembayaran sistem paket.
2. SJSN : sistem jaminan sosial nasional , suatu tata cara penyelenggaraan program jaminan
sosial oleh beberaa badan penyelenggaran jaminan sosial.
3. Analisis unit cost : mendapat informasi mengenai perencanaan anggaran, pengendalian
biaya, penetapan biaya, penetapa harga, penetapan subsidi, serta membantu pengambilan
keputusan.

STEP 2

1. Definisi dari manajemen akutansi dan keuangan secara umum?


2. Definisi dari manajemen akutansi dan keuangan Rumah sakit?
3. Apa saja prinsip-prinsip manajemen keuangan?
4. Apa saja fungsi manajemen keuangan?
5. Bagaimana memanage keuangan RS secara efisien?
6. Definisi unit cost dan manfaat unit cost?
7. Apa saja prinsip dari SJSN?
8. Apa tujuan dari SJSN?
9. Apa saja program dari SJSN?
10. Jelaskan organ dari SJSN?
11. Undang undang yg mengatur tentang SJSN?
12. Bagaimana sistem pembayaran menggunakan tarif INA CBGs?
13. Apa saja keuntungan dari penggunaan INA CBGs?
14. Bagaimana cara anlisis unit cost agar RS tidak merugi?
15. Ruang lingkup BPJS?
16. bagaimanacara penentuan tarif rumah sakit?
17. Bagaimana cara mengatur pengeluaran rumah sakit?

STEP 3
1. Definisi dari manajemen akutansi dan keuangan secara umum?
Definis manajemen keuangan : bagaimana merencanakan dan memperoleh biaya atau dana
dengan cara efisien agar mencegah peningkatan pembayaan dan pembocoran yg tdk
berguna.
Suatu proses mendapatkan uang dan pengeluaran seminim mungkin.

Akuntansi : Salah satu pokok kegiatan dalam memanajemen keuangan yg terdiri dari
kegiatan mencatat mengklasifikan dan menyimpulkan semua kegiatan yg menyangkut
keuangan.
2. Definisi dari manajemen akutansi dan keuangan Rumah sakit?
Manajemen akuntasi : poses akumulasi dari komunikasi, proyeksi data ekonomis yg
berhubungan dengan posisi keuangan dan operasional yg dihasilkan suatu RS

Ruang lingkup : laporan hasil usaha (mencari laba tapi buka tujuan utama), neraca(konidisi
keungan sutau tanggal tertentu), laporan kas RS ( informasi arus kas / kas masuk dan keluar
selama periode tertentu yg berasal dari investasi dan pendanaan)

Manfaat akuntansi RS : sebagai sumber info untuk pengemabilan keputusan dan


perencanaan rumah sakit.
Ada 2 pihak : internal : manajer RS (untuk operasiona rs / evaluasi, acuan utk mengambil
tindakan yg diperlukan bila terjadi kondisi yg tdk menguntungkan rs.

Pihak eksternal : pembayaran pihak ketiga (asuransi kesehatan , lembaga pemberi pinjaman,
donatur)
Manajemen keuangan!!
3. Apa saja prinsip-prinsip manajemen keuangan?

Dalam prakteknya, Manajemen Keuangan Adalah tindakan yang diambil dalam rangka
menjaga kesehatan keuangan organisasi. Untuk itu, dalam membangun sistem manajemen
keuangan yang baik perlulah kita untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip manajemen
keuangan yang baik. Ada 7 prinsip dari manajemen keuangan yang harus diperhatikan.

1. Konsistensi (Consistency)
Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu ke waktu. Ini tidak
berarti bahwa sistem keuangan tidak boleh disesuaikan apabila terjadi perubahan di
organisasi. Pendekatan yang tidak konsisten terhadap manajemen keuangan merupakan
suatu tanda bahwa terdapat manipulasi di pengelolaan keuangan.

2. Akuntabilitas (Accountability)
Akuntabilitas adalah kewajiban moral atau hukum, yang melekat pada individu, kelompok
atau organisasi untuk menjelaskan bagaimana dana, peralatan atau kewenangan yang
diberikan pihak ketiga telah digunakan. NGO mempunyai kewajiban secara operasional,
moral dan hukum untuk menjelaskan semua keputusan dan tindakan yang telah mereka
ambil. Organisasi harus dapat menjelaskan bagaimana dia menggunakan sumberdayanya
dan apa yang telah dia capai sebagai pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan
dan penerima manfaat. Semua pemangku kepentingan berhak untuk mengetahui
bagaimana dana dan kewenangan digunakan.

3. Transparansi (Transparency)
Organisasi harus terbuka berkenaan dengan pekerjaannya, menyediakan informasi berkaitan
dengan rencana dan aktivitasnya kepada para pemangku kepentingan. Termasuk
didalamnya, menyiapkan laporan keuangan yang akurat, lengkap dan tepat waktu serta
dapat dengan mudah diakses oleh pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Apabila
organisasi tidak transparan, hal ini mengindikasikan ada sesuatu hal yang disembunyikan.

4. Kelangsungan Hidup (Viability)


Agar keuangan terjaga, pengeluaran organisasi di tingkat stratejik maupun operasional harus
sejalan/disesuaikan dengan dana yang diterima. Kelangsungan hidup (viability) merupakan
suatu ukuran tingkat keamanan dan keberlanjutan keuangan organisasi. Manager organisasi
harus menyiapkan sebuah rencana keuangan yang menunjukan bagaimana organisasi dapat
melaksanakan rencana stratejiknya dan memenuhi kebutuhan keuangannya.

5. Integritas (Integrity)
Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, individu yang terlibat harus mempunyai
integritas yang baik. Selain itu, laporan dan catatan keuangan juga harus dijaga integritasnya
melalui kelengkapan dan keakuratan pencatatan keuangan

6. Pengelolaan (Stewardship)
Organisasi harus dapat mengelola dengan baik dana yang telah diperoleh dan menjamin
bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara
praktek, organisasi dapat melakukan pengelolaan keuangan dengan baik melalui : berhati-
hati dalam perencanaan stratejik, identifikasi resiko-resiko keuangan dan membuat system
pengendalian dan sistem keuangan yang sesuai dengan organisasi.

7. Standar Akuntansi (Accounting Standards)


Sistem akuntansi dan keuangan yang digunakan organisasi harus sesuai dengan prinsip dan
standar akuntansi yang berlaku umum. Hal ini berarti bahwa setiap akuntan di seluruh dunia
dapat mengerti sistem yang digunakan organisasi

4. Apa saja fungsi manajemen keuangan?


 Mencari dana : pasien umum, bpjs
 Menggunakan dana : investasi cth alkes
 Pembagian laba
 Perencanaan, analisis dan pengendalian kegiatan

 Planning, bugdeting,controlling, auditing, reporting.


5. Bagaimana memanage keuangan RS secara efisien?
 Peningkatan efisiensi
 Sistem pembayaran : mengendalikan supply induce dan demand
 Standarisasi pelayanan
 Pembinaan promosi dan penyuluhan kesehatan :upaya sistematis dan terencana
promotif preventif dan edukatif
 Intervensi teknis : menganalisan biaya dengan unit cost
 Penggunaan sistem case mix : ttg penyakit yg dirawat di rs
 Hospital invesment controll : menghindari investasi yg tdk optimal , harus uji
kelayakan terlebih dahulu
 akt
6. Definisi unit cost dan manfaat unit cost?
Unit cost : biaya yg dihiutng untuk satuan produk layanan dengan cara membagi total costt
dengan jumlah / kualitas ouput
Rumus : Total cost / total output

ABC
Primer : langsung berhubungan dengan prdouk pelayanan
Sekunder : konsumsi dari aktivitas primer

Manfaat : sebagai dasar pengacuan utk tarif baru, analisis biaya pelayanan, dasar utk
penyusunan anggaran dari pemerintah, alat advokasi kepada pemangku kebijakan.
7. Apa saja prinsip dari SJSN?

UU SJSN Pasal 4 menetapkan sembilan prinsip SJSN.

PRINSIP KEGOTONG-ROYONGAN

Kebersamaan antar peserta dalam menanggung beban biaya jaminan sosial, yang diwujudkan
dengan kewajiban setiap peserta membayar iuran sesuai dengan tingkat gaji, upah, atau
penghasilan.

PRINSIP NIRLABA

Pengelolaan usaha yang mengutamakan penggunaan hasil pengembangan dana untuk


memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh peserta.

PRINSIP KETERBUKAAN

Mempermudah akses informasi yang lengkap, benar, dan jelas bagi setiap peserta.

PRINSIP KEHATI-HATIAN

Pengelolaan dana secara cermat, teliti, aman, dan tertib.

PRINSIP AKUNTABILITAS

Pelaksanaan program dan pengelolaan keuangan secara akurat dan dapat


dipertanggungjawabkan.

PRINSIP PORTABILITAS

Memberikan jaminan secara berkelanjutan meskipun peserta berpindah pekerjaan atau tempat
tinggal dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

PRINSIP KEPESERTAAN WAJIB

Mengharuskan seluruh penduduk untuk menjadi peserta jaminan sosial yang dilaksanakan
secara bertahap.

PRINSIP DANA AMANAT

Iuran dan hasil pengembangannya merupakan dana titipan dari peserta untuk digunakan
sebesar-besarnya bagi kepentingan peserta jaminan sosial.

PRINSIP HASIL PENGELOLAAN DANA JAMINAN SOSIAL NASONAL


DIPERGUNAKAN SELURUHNYA UNTUK PENGEMBANGAN PROGRAM DAN
UNTUK SEBESAR-BESAR KEPENTINGAN PESERTA.

Hasil pengembangan aset jaminan sosial dimanfaatkan untuk kepentingan peserta jaminan
sosial.

8. Apa tujuan dari SJSN?

SJSN adalah program Negara yang bertujuan untuk memberi perlindungan dan kesejahteraan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui program ini, setiap penduduk diharapkan dapat memenuhi
kebutuhan hidup dasar yang layak apabila terjadi hal-hal yang dapat mengakibatkan hilangnya atau
berkurangnya pendapatan, karena menderita sakit, mengalami kecelakaan, kehilangan pekerjaan,
memasuki usia lanjut, atau pensiun.

9. Apa saja program dari SJSN?

UU SJSN menetapkan 5 (lima) program jaminan sosial, yaitu:

1. JAMINAN KESEHATAN 


Adalah program jaminan sosial yang diselenggarakan secara nasional dengan tujuan untuk
menjamin agar peserta dan anggota keluarganya memperoleh manfaat pemeliharaan
kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.4

2. JAMINAN KECELAKAAN KERJA 


Adalah program jaminan sosial yang diselenggarakan secara nasional dengan tujuan
menjamin agar peserta memperoleh manfaat pelayanan kesehatan dan santunan uang tunai
apabila ia mengalami kecelakaan kerja atau menderita penyakit akibat kerja. 5

3. JAMINAN HARI TUA 


Adalah program jaminan sosial yang diselenggarakan secara nasional dengan tujuan untuk
menjamin agar peserta menerima uang tunai apabila memasuki masa pensiun, mengalami
cacat total tetap, atau meninggal dunia.6

4. JAMINAN PENSIUN 


Adalah program jaminan sosial yang diselenggarakan secara nasional dengan tujuan untuk
mempertahankan derajat kehidupan yang layak pada saat peserta mengalami kehilangan atau
berkurang penghasilannya karena memasuki usia pensiun atau mengalami cacat tetap total.7

5. JAMINAN KEMATIAN

Adalah program jaminan sosial yang diselenggarakan secara nasional dengan tujuan untuk
memberikan santunan kematian yang dibayarkan kepada ahli waris peserta yang meninggal
dunia.

10. Jelaskan organ dari SJSN?

Untuk penyelenggaraan SJSN dibentuk dua organ SJSN, yaitu Dewan Jaminan Sosial Nasional
(DJSN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

1. DEWAN JAMINAN SOSIAL NASIONAL (DJSN)

Adalah dewan yang dibentuk dengan UU SJSN untuk perumusan kebijakan umum dan sinkronisasi
penyelenggaraan SJSN.

DJSN bertanggung jawab kepada Presiden.

Keanggotaan DJSN sebanyak 15 (lima belas) orang terdiri dari empat unsur, yaitu:

1. (1) pemerintah (5 orang),

2. (2) organisasi pemberi kerja (2 orang),

3. (3) organisasi pekerja (2 orang), dan

4. (4) tokoh/ahli yang memahami bidang jaminan sosial (6 orang).

Dalam melaksanakan tugasnya, DJSN dibantu oleh Sekretariat Dewan yang dipimpin oleh seorang
Sekretaris yang diangkat dan diberhentikan oleh Ketua DJSN.

ENAM TUGAS DJSN

Dalam rangka melaksanakan fungsinya sebagai perumusan kebijakan umum dan sinkronisasi
penyelenggaraan SJSN, DJSN bertugas:

(1) melakukan kajian dan penelitian yang berkaitan dengan penyelenggaraan jaminan sosial8
(2) mengusulkan kebijakan investasi Dana Jaminan Sosial Nasional9

(3) mengusulkan anggaran jaminan sosial bagi penerima bantuan iuran dan tersedianya anggaran
operasional kepada Pemerintah10

(4) memberikan konsultasi kepada BPJS tentang bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban
pengelolaan program11

(5) menerima tembusan laporan pengelolaan tahunan dan laporan keuangan tahunan yang telah
diaudit oleh akuntan publik untuk penyampaian pertanggungjawaban tahunan BPJS kepada
Presiden12

(6) mengajukan kepada Presiden usulan anggota pengganti antarwaktu Dewan Pengawas dan/atau
anggota Direksi BPJS13

WEWENANG DJSN

Untuk menjamin terselenggaranya program jaminan sosial dan kesehatan keuangan BPJS, DJSN
berwewenang melakukan pengawasan, monitoring dan evaluasi penyelenggaraan program
jaminan sosial.14

2. BADANPENYELENGGARAJAMINANSOSIAL(BPJS)

Adalah badan hukum yang dibentuk dengan UU BPJS untuk menyelenggarakan program jaminan
sosial.

UU No. 24 Tahun 2011 membentuk dua BPJS, yaitu:

(1) BPJS Kesehatan, berfungsi menyelenggarakan program jaminan kesehatan.

(2) BPJS Ketenagakerjaan, berfungsi menyelenggarakan program jaminan kecelakaan kerja,


jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun.

BPJS bertanggungjawab kepada Presiden. Organ BPJS terdiri dari Dewan Pengawas dan Direksi.
Anggota Direksi BPJS diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Presiden menetapkan Direktur
Utama.

BPJS diawasi oleh pengawas internal dan pengawas eksternal. Pengawasan internal dilaksanakan
oleh organ BPJS, yaitu Dewan Pengawas dan sebuah unit kerja di bawah Direksi yang bernama
Satuan Pengawas Internal.

Pengawasan eksternal dilaksanakan oleh badan-badan di luar BPJS, yaitu DJSN, Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

TUJUH TUGAS BPJS

Dalam rangka melaksanakan fungsi sebagai penyelenggara program jaminan kesehatan sosial
bagi seluruh penduduk Indonesia, BPJS Kesehatan bertugas:15

(1) menerima pendaftaran Peserta JKN;

(2) memungut dan mengumpulkan iuran JKN dari Peserta, Pemberi

Kerja, dan Pemerintah;

(3) menerima bantuan iuran dari Pemerintah;


(4) mengelola dana jaminan sosial untuk kepentingan Peserta;

(5) mengumpulkan dan mengelola data Peserta JKN;

(6) Membayarkan manfaat, dan/membiayai pelayanan kesehatan

sesuai dengan ketentuan program jaminan sosial;

(7) memberikan informasi mengenai penyelenggaraan program

jaminan sosial kepada Peserta dan masyarakat.

DELAPAN WEWENANG BPJS

Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut, BPJS Kesehatan berwewenang untuk:16

(1) menagih pembayaran iuran;

(2) menempatkan dana jaminan sosial untuk investasi jangka pendek dan jangka panjang dengan
mempertimbangkan aspek likuiditas, solvabilitas, kehati-hatian, keamanan dana, dan hasil yang
memadai;

(3) melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas kepatuhan Peserta dan Pemberi Kerja dalam
memenuhi kewajibannya;

(4) membuat kesepakatan dengan fasilitas kesehatan mengenai besar pembayaran fasilitas
kesehatan yang mengacu pada standar tarif yang ditetapkan oleh Pemerintah;

(5) membuat atau menghentikan kontrak kerja dengan fasilitas kesehatan;

(6) mengenakan sanksi administratif kepada Peserta atau Pemberi Kerja yang tidak memenuhi
kewajibannya;

(7) melaporkan Pemberi Kerja kepada instansi yang berwenang menangani ketidakpatuhannya
dalam membayar iuran atau dalam memenuhi kewajiban lain sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan;

(8) melakukan kerja sama dengan pihak lain dalam rangka penyelenggaraan program jaminan
sosial.

DUA HAK BPJS17

Dalam melaksanakan kewenangannya, BPJS berhak untuk:

(1) memperoleh dana operasional untuk penyelenggaraan program yang bersumber dari dana
jaminan sosial dan/atau sumber lainnya;

(2) memperoleh hasil monitoring dan evaluasi penyelenggaraan program jaminan sosial dan
DJSN setiap 6 (enam) bulan.

SEBELAS KEWAJIBAN BPJS18

Dalam melaksanakan tugasnya, BPJS berkewajiban untuk:

(1) memberikan nomor identitas tunggal kepada Peserta;


(2) mengembangkan aset dana jaminan sosial dan aset BPJS untuk sebesar-besarnya kepentingan
Peserta;

(3) memberikan informasi melalui media massa cetak dan elektronik 
mengenai kinerja, kondisi
keuangan, serta kekayaan dan hasil 
pengembangannya;

(4) memberikan manfaat kepada seluruh Peserta sesuai dengan UU 
SJSN;

(5) memberikan informasi kepada Peserta mengenai hak dan kewajiban 
untuk mengikuti ketentuan
yang berlaku;

(6) memberikan informasi kepada Peserta mengenai prosedur untuk 
mendapatkan hak dan
memenuhi kewajibannya;

(7) memberikan informasi kepada Peserta mengenai saldo jaminan 
hari tua dan pengembangannya
1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun;

(8) memberikan informasi kepada Peserta mengenai hak pensiun 1 
(satu) kali dalam 1 (satu) tahun;

(9) membentuk cadangan teknis sesuai dengan standar praktikum 
aktuaria yang lazim dan berlaku
umum;

(10)melakukan pembukuan sesuai dengan standar akuntansi yang

berlaku dalam penyelenggaraan jaminan sosial;


(11) melaporkan pelaksanaan setiap program, termasuk kondisi

keuangan, secara berkala 6 (enam) bulan sekali kepada Presiden dengan tembusan kepada DJSN.
11. Undang undang yg mengatur tentang SJSN?

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24


TAHUN 2011 TENTANG
BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL

12. Bagaimana sistem pembayaran menggunakan tarif INA CBGs?

INA-CBG’s adalah suatu sistem klasifikasi pasien yang memiliki empat karakteristik utama,
yaitu 1) pengumpulan secara teratur data pasien keluar perawatan (terutama data tentang
karakteristik pasien, pelayanan, serta pemberi layanan) yang digunakan untuk
mengklasifikasikan pasien menjadi (2) kelompok-kelompok pasien (Kode INA-CBG’s), yang
(3) secara klinis bermakna dan (4) secara ekonomi homogen atau mengonsumsi sumber daya
yang relatif sama besar.

Keunggulan INA-CBG’s

Selain memudahkan perencanaan dan pengalokasian anggaran program JKN, sistem


pembayaran ini juga memudahkan pihak rumah sakit dari segi perencanaan (planning),
pengelolaan (management), pengukuran keluaran (output) dan pembandingan
(benchmarking). Penerapan sistem INA-CBG’s juga dapat mendorong pihak rumah sakit
untuk dapat melakukan pelayanan kesehatan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan
kompetensinya.

Apa yang Mempengaruhi Besaran Biaya INA-CBG’s?

Tarif INA-CBG’s dalam program JKN berbasis pada data costing 137 RS Pemerintah dan RS
Swasta serta data coding 6 juta kasus penyakit. Ada sejumlah aspek yang mempengaruhi
besaran biaya INA-CBG’s, yaitu diagnosa utama, adanya diagnosa sekunder berupa penyerta
(comorbidity) atau penyulit (complication), tingkat keparahan, bentuk intervensi, serta umur
pasien.

Bagaimana Pelayanan Kesehatan Dibayar dengan Sistem Ini?

Tarif INA-CBG’s dibayarkan per episode pelayanan kesehatan, yaitu suatu rangkaian
perawatan pasien sampai selesai. Dengan pola INA-CBG’s, paket pembayaran sudah
termasuk: 1) konsultasi dokter, 2) pemeriksaan penunjang, seperti laboratorium, radiologo
(rontgen), dll, 3) obat Formularium Nasional (Fornas) maupun obat bukan Fornas, 4) bahan
dan alat medis habis pakai, 5) akomodasi atau kamar perawatan, 6) biaya lainnya yang
berhubungan dengan pelayanan kesehatan pasien. Komponen biaya yang sudah termasuk
ke dalam paket INA-CBG’s, tidak dibebankan kepada pasien.

Apa Strategi yang Bisa Dilakukan RS untuk Mengefektifkan Implementasi INA-CBG’s?

Pertama, membangun pemahaman yang seragam antara manajemen rumah sakit beserta
profesional medis dan seluruh staf rumah sakit mengenai konsep INA-CBG’s dan
meningkatkan pelayanan yang berorientasi pada pasien.

Kedua, meningkatkan efisiensi biaya pelayanan kesehatan dengan cara: 1) patuh terhadap
clinical pathway dan standar prosedur operasional RS, 2) mengutamakan Fornas dan
compendium pada pelayanan obat serta alat kesehatan, 3) melakukan efisiensi pada tingkat
input, proses dan output dari pelayanan dengan membangun tim pelayanan, melakukan
standarisasi dalam penggunaan farmasi dan penunjang, serta melakukan pembagian jasa
dengan metode remunerasi.
Ketiga, melakukan tinjauan post-claim. Selain itu juga pihak rumah sakit diharapkan
meningkatkan kualitas coding melalui peningkatan kualitas dan kepatuhan pencatatan dan
kelengkapan rekam medis, serta peningkatan kompetensi petugas rekam medis atau coder.

13. Apa saja keuntungan dari penggunaan INA CBGs?


Keuntungannya : biasanya dberi dana diatas standart diagnosis itu sendiri.
14. Bagaimana cara anlisis unit cost agar RS tidak merugi?
15. Ruang lingkup BPJS?

Ruang Lingkup

Pasal 6

(1) BPJS Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf a
menyelenggarakan program jaminan kesehatan.

(2) BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf b
menyelenggarakan program:

jaminan kecelakaan kerja;

jaminan hari tua;

jaminan pensiun; dan

jaminan kematian.

16. bagaimanacara penentuan tarif rumah sakit?


17. Bagaimana cara mengatur pengeluaran rumah sakit?
18. Mengapa terjadi perbedaan biaya antara bpjs dengan tarif rumah sakit
19. Bagaimana manajemen aset dan pelaporan?
20.

STEP 4

SJSN

BPJS DJSN

INA CBGs
Unit cost

Anda mungkin juga menyukai