Anda di halaman 1dari 24

DESAIN

PENELITIAN

CHRISTINA, M.Kep

1
PENGERTIAN DESAIN
RISET
Rencana penelitian yang disusun
sedemikian rupa sehingga peneliti dapat
memperoleh jawaban terhadap
pertanyaan penelitian

2
PRINSIP PENENTUAN
DESAIN

– Apakah dilakukan intervensi dalam penelitian atau hanya


pengamatan tanpa intervensi
– Apakah pengamatan dilakukan sewaktu (cross sectional)
atau ada follow up dalam jangka waktu tertentu
(longitudinal)
– Apakah akan dilakukan studi retrospektif (meneliti
peristiwa yg sudah berlangsung) atau prospektif (mengikuti
subjek untuk meneliti peristiwa yg belum terjadi)
Desain Penelitian

Observasional Eksperimental

Deskriptif : Analitik :
1. Pra eksperimental
- Sensus - Cross sectional
2. Quasy eksperimental
- Survey - Case control
3. True eksperimental
- Studi Kasus - Cohort
DESKRIPTIF

Metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan


utama untuk membuat gambaran tentang suatu
keadaan secara objektif
Contoh :
- Survey ttg sikap para petugas kesehatan terhadap
pasien yg dirawat di ICU
- Pesepsi pasien yang datang ke pengobatan alternatif
sangkal putung
- Gambaran klinis dan lab penderita nefrotik sindrom
CIRI PENELITIAN
DESKRIPTIF

– Bersifat menyajikan potret keadaan yang bisa mengajukan


hipotesis
– Tidak perlu kelompok pembanding
– Tidak mencari penyebab suatu masalah
– Mengumpulkan data
– Penyusunan laporan
PENELITIAN SURVEY

– Penelitian survey merupakan kegiatan penelitian yang


mengumpulkan data pada saat tertentu dengan tiga tujuan
penting yaitu :
1. Mendeskripsikan keadaan alami yang hidup saat ini
2. Mengidentifikasi secara terukur keadaan sekarang untuk
dibandingkan
3. Menentukan hubungan sesuatu yang hidup di antara
kejadian spesifik
STUDI KASUS

– Meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang


terdiri dari unit tunggal (satu org, kelp penduduk yang
terkena suatu masalah dll)
– Contoh :
 Studi lapangan mengenai kebudayaan kelp masyarakat
terpencil
 Studi mengenai seorang anak yang mengalami
keterlambatan belajar
CROSS SECTIONAL

– Variabel sebab atau resiko dan akibat atau kasus yang


terjadi pada objek penelitian diukur dan dikumpulkan
secara simultan, sesaat atau satu kali saja dalam satu kali
waktu dan tidak ada follow up
– Contoh :
> Hubungan kebiasaan memakai obat nyamuk semprot
dengan kejadian batuk kronik berulang pada anak balita
CASE CONTROL

– Penelitian analitik yang menyangkut bagaimana variabel


bebas/faktor resiko dipelajari dengan menggunakan
pendekatan retrospektif
– Contoh : hubungan malnutrisi pada anak balita dan
perilaku pemberian makanan oleh ibu
COHORT

– Merupakan penelitian prospektif


– Mempelajari dinamika korelasi antara faktor resiko dan
efek melalui pendekatan longitudinal kedepan
– Penelitian dibagi menjadi 2 kelp yaitu kelp resiko dan kelp
tanpa resiko, kemudian kedua kelp diikuti sampai batas
waktu tertentu untuk menentukan ada tidaknya efek yang
diteliti
– Contoh : hubungan kanker paru dengan merokok
PRA EKSPERIMENTAL

– Tidak ada unsur random dalam pemilihan kelompok dan


atau kelp kontrol
– Terdiri dari :
 Post test only design
 One group pre test – post test
 Static group comparism
Post test Only Design

– Dalam rancangan ini perlakuan atau intervensi telah


dilakukan kemudian dilakukan pengukuran atau post test
– Dalam rancangan ini tidak ada kontrol
– Rancangan ini tidak mempunyai dasar untuk melakukan
komparasi, oleh sebab itu kesimpulan yg diperoleh perlu
dianalisa lebih dalam lagi

Eksperimen Post Test


(X) (O2)
One Group Pretest - Postest

– Tidak ada kelp kontrol dalam rancangan ini.


– Tidak ada jaminan bahwa perubahan yg terjadi pada
variabel dependent karena intervensi atau perlakuan
Pre test Perlakuan Post test

O1 X O2
Static Group Comparism

– Rancangan ini seperti rancangan post test only design


tetapi dengan menambahkan kelp kontrol
Perlakuan Post Test

Kelp
Eksp X O2
Kelp
Kontrol - O2
Quasi Eksperimen

– Syarat-syarat penelitian eksperimen tidak cukup memadai


– Tidak adanya randomisasi yang berarti pengelompokan
anggota sampel pada kelompok ekperimen dan kelp
kontrol tidak dilakukan dengan random atau acak
– Kontrol terhadap variabel yang berpengaruh terhadap
eksperimen tidak dilakukan
– Bertujuan untuk memperoleh informasi yg merupakan
perkiraan bagi informasi yg dapat diperoleh dng
eksperimen yg sebenarnya
True Experiment

– Menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab akibat


dng cara mengenakan kepada satu atau lebih kelp
eksperimen satu atau lebih kondisi perlakuan dan
membandingkan hasilnya dng satu atau lebih kontrol yg
tidak dikenai kondisi perlakuan
– Menuntut pengaturan variabel-variabel dan kondisi
eksperimental secara tertib, ketat, baik dengan kontrol atau
manipulasi langsung maupun dengan pengaturan secara
random
Pre-Postest With Control
Group

– Dilakukan randomisasi
– Sulit dilakukan dilapangan krn sulit untuk randomisasi

Pre Test Perlakuan Post Test

Kelp Eks O1 X O2
Kelp
Kontrol O1 - O2
Postest Only Control Group
Design

– Tidak dilakukan pre test pada rancangan ini, krn kasus telah
dirandomisasi baik pada kelp eksperimen maupun kelp
kontrol
Perlakuan Posttest
Kelp
Eksp X O2
Kelp
Kontrol - O2