Anda di halaman 1dari 7

Afra Widi Wardani

1524301022
4A TRKI
Rancangan Alat Industri

KERNEL SILO

1. Pengertian Silo

Silo adalah struktur yang digunakan untuk menyimpan bahan curah (bulk
materials). Silo umumnya digunakan di bidang pertanian sebagai penyimpan biji-
bijian hasil pertanian dan pakan ternak. Di luar bidang pertanian, silo digunakan
untuk menyimpan batu bara, semen, potongan kayu, dan serbuk gergaji. Ada tiga
jenis silo yang banyak digunakan hingga saat ini, yaitu tipe menara, bunker, dan
karung.

Dalam memuat bahan curah ke dalam silo, diperlukan mekanisme elevator


biji-bijian seperti konveyor (konveyor sabuk, konveyor udara, konveyor ember),
auger, dan hopper tergantung pada jenis bahan curah yang dimuat. Pengisian
dilakukan dari tingkat paling atas, sehingga yang masuk lebih dulu akan berada di
bawah. Sedangkan pengambilan bahan curah dilakukan dari bawah.

Tergantung pada bahan yang dimuat, pengendalian lingkungan di dalam


bisa bervariasi. Pengendalian kadar air di udara diperlukan dan disesuaikan
dengan kadar air kesetimbangan bahan jika menginginkan waktu penyimpanan
yang lama. Pengendalian jenis dan kadar gas di dalam silo diperlukan jika bahan
mudah bereaksi dengan gas tertentu seperti oksigen. Pengendalian kadar gas juga
diperlukan jika silo digunakan untuk proses fermentasi, aerob maupun anaerob.

2. Kernel Silo (Silo Inti Kelapa Sawit)

Inti kelapa sawit atau palm kernel, merupakan buah tanaman kelapa sawit
yang telah di pisahkan dari daging buah dan tempurungnya serta selanjutnya di
keringkan. Kandungan minyak yang terkandung di dalam inti sekitar 50% dan

1
kadar airnya 20%. Setelah dikeringkan pada kernel dryer kandungan minyak
dalam inti minimal 46% dan kadar air maksimal 7%. (PTPN IV, 2010)

Pada umumnya Perkebunan Kelapa Sawit menggunakan kernel dryer atau


kernel silo sebagai alat pengering inti kelapa sawit. Kernel silo berbentuk silinder
yang dilengkapi dengan steam heater sebagai pemanas yang menghembuskan uap
panas. Udara panas dihembuskan ke dalam kernel silo melalui pipa yang terdapat di
tengah silinder dari bawah ke atas dan disebarkan ke seluruh dinding kernel silo.

Kernel silo merupakan tempat pengeringan inti kelapa sawit, sehingga


kadar air yang terkandung dalam inti kelapa sawit dapat dikurangi. Kadar air yang
terdapat pada inti kelapa sawit dapat menyebabkan penurunan mutu sehingga
kadar air tersebut harus dikurangi dengan cara pengeringan di dalam kernel silo.

Data-data teknik kernel silo :

 Terdapat 3 unit kernel silo dengan masing-masing berkapasitas 50 m3.


 Dinding terbuat dari besi pelat setebal 5 mm dan diperkuat dengan besi propil
siku.
 Bagian bawah berbentuk kerucut dan dilengkapi dengan pintu pengeluaran
lengkap dengan pintu sorong yang terbuat dari besi pelat setebal 3 mm.
 Pada bagian sisi dilengkapi dengan lubang ventilasi.
 Terdapat satu buah fan di masing-masing silo yang berfungsi untuk
menghembuskan udara yang akan melalui heater sehingga dihasilkan uap
panas.
 Fan dengan tipe centrifugal fan dengan kapasitas 20000 m3 udara per jam
dengan 150 mm wg pada putaran kipas 1350 rpm.

2
Gambar 1. Kernel Silo

Kernel Silo pada Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit berfungsi sebagai


tempat penampungan dan pengeringan inti kernel sebelum disimpan di Bulk Silo.
Kernel yang sudah terpisah dari cangkang masih mengandung air sekitar 12%
dimasukkan kedalam silo pengeringan atau kernel dryer untuk diturunkan kadar
airnya hingga mencapai 7%. Kernel (inti kelapa sawit) yang berasal dari
pemisahan di clay bath didistribusikan kedalam unit kernel silo untuk dilakukan
proses pengeringan. Pada kernel silo ini inti kelapa sawit akan dikeringkan dengan
menggunakan udara panas dari steam heater yang dihembuskan dari fan kernel
silo ke dalam kernel silo. Pengeringan dilakukan pada temperature 50 - 70°C
dengan lama pengeringan berkisar 14-15 jam. Pengeringan yang baik adalah
kandungan air 7% serta kandungan minyak lebih besar dari 49%. Kernel yang
telah dikeringkan dibawa ke kernel bulk silo melalui dry kernel transport fan.

Temperatur pada kernel silo harus dijaga sesuai dengan temperatur yang
telah ditentukan. Apabila temperatur panas terlalu tinggi, maka kernel akan
menjadi gosong dan kadar air menjadi rendah. Kadar air kernel yang terlalu
rendah dapat menyebabkan kardar kernel berubah warna. Dan bila temperatur
panas terlalu rendah maka kadar air akan menjadi tinggi. Jika kadar air dalam

3
kernel tinggi maka kernel akan berjamur, kadar minyak kernel tinggi, dan kadar
minyak yang diperoleh lebih rendah sehingga dapat menurunkan mutu. Mutu
kernel pada kernel silo sangat menentukan, karena mutu kernel adalah menjadi
satu perhatian yang serius bagi para konsumen. Maka dari itu kandungan yang
diperlukan adalah kandungan air (moisture) sesuai dengan standard yang
ditentukan 7%, kandungan kotoran (dirt content ) yang sesuai standard 6%, dan
kernel pecah 15%.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dari kernel silo, antara lain :


1. Temperatur
2. Waktu pemasakan
3. Kulitas dan kuantitas
4. Kondisi dan kebersihan heater
5. Suplai steam
6. Kondisi blower atau fan
7. Kebersihan kisi-kisi dalam kernel silo

2.1 Operasional Kernel Silo

a. Fungsi kernel silo adalah untuk mengeringkan inti basah sampai kadar air
kurang dari 7%, standar inti produksi adalah : kadar air 7%, kotoran 6% dan
inti pecah 15%.
b. Kapasitas silo berbeda antara 1—50 t per unit, ukuran popular adalah 20-
30t/unit dan tipe vertical.
c. Kadar air di inti basah yang masuk ke kernel silo di antara 12-15%.
d. Satu vertical kernel silo butuh dua-tiga heater dan suhu udara panas harus
antara 50-70°C.
e. Waktu pengeringan memerlukan waktu 14-15 jam tergantung pada kesediaan
steam di pabrik, suhu yang terlalu tinggi akan menghasilkan inti yang
dikeringkan pada lapisan luar keluar minyak namun masih basah di dalam, ini
akan menurunkan kandungan minyak inti dan dapat menurunkan harga inti
yang di pasarkan.

4
f. Pengeringan yang kurang baik dan tidak merata akan menyebabkan penurunan
kualitas inti selama saat penyimpanan.
g. Silo inti selalu hampir penuh untuk mencapai waktu pengeringan yang cukup.
h. Jangan terlau banyak diturunkan feeding inti dari silo inti basah, pengontrolan
feeding masuk di kontrol dengan baik untuk menghindari inti produksi basah.

2.2 Perawatan pada Kernel Silo

Perawatan kernel silo dan peralatannya menjadi peranan yang sangat


penting dalam menjaga kondisi mesin dan peralatan agar dapat beroperasi dengan
baik saat diperlakukan. Mesin-mesin pada kernel silo dan peralatan yang
digunakan dalam kualitas dan waktu cukup tinggi akan cepat mengalami
kerusakan apabila selalu mengabaikan bentuk-bentuk perawatan peralatan itu
sendiri. Kerusakan kecil hingga kerusakan besar dapat mengahambat aktifitas
pabrik yang akhirnya akan mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk
memperbaiki atau penggantian mesin dan peralatan.

Adapun perawatan pada kernel silo dan peralatannya dapat dilakukan


sebagai berikut :

 Kernel silo harus tetap berisi penuh minimal 80% dari kemampuan
tampung silo.
 Setelah pemakaian kernel silo selama setahun, silo harus dikosongkan dan
dibersihkan minimal setiap setahun sekali.
 Setiap silo harus dipasang temperature gauge pada heater untuk
memonitoring suhu udara panasnya.
 Suhu udara harus dijaga secara manual atau otomatis mengunakan
thermostat kontrolel yang dipasang di inlet steam pipa ke heater.
 Sebaiknya memasang wire mesh 8-10 mesh di inlet heater untuk
memisahkan kotoran, mesh ini harus di bersihkan setiap hari.
 Heater harus dibersihkan setiap 1 bulan sekali, gunakan brush kawat dan
angina dari kompresor untuk membersihkan heater.

5
 Pengontrolan discharging keluar lebih baik mengunakan secara manual,
dibandingkan secara otomatis.
 Silo rawan kebakaran, bersihkan kisi-kisi feeder dari fiber untuk mencegah
terjadinya kebakaran di silo.
 Apabila silo terbakar, segera turunkan semua isi silo, lakukan pembersihan
dari kotoran atau fiber yang menyebabkan timbulnya kebakaran.
 Lebih baik memasang 1 pipa di atas silo dengan slang yang sten-by siap
untuk digunakan sewaktu-waktu.

Adapun tujuan dari perawatan ini adalah sebagai berikut :


a. Untuk memperpanjang usia kegunaan asset (yaitu setiap bagian dari suatu
tempat kerja, bangunan dan isinya).
b. Menjaga agar mesin selalu dalam keadaan stabil, sehingga dapat
mempermudah kelancaran operasi.
c. Kemampuan produksi dapat dipenuhi sesuai dengan rencana target produksi
yang diinginkan.
d. Menekan biaya yang serendah-rendahnya.
e. Dapat mengetahui kerusakan sedini mungkin, sehingga kerusakan yang fatal
dapat segera diketahui.
f. Menciptakan kondisi kerja yang aman pada suatu mesin yang sedang
beroperasi.
g. Menjamin keselamatan personil dalam menggunakan fasilitas, sehingga
operator dapat bekerja secara optimal, aman dan nyaman.

Jadi tujuan perawatan dapat juga disimpulkan bahwa perawatan


merupakan kombinasi berbagai aktifitas dalam pencegahan kerusakan mesin dan
peralatan agar umurnya dapat bertahan lebih lama.

6
DAFTAR PUSTAKA

(Wikipedia : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Silo) diakses pada tanggal 22


September 2018

http://repo.polinpdg.ac.id/2502/1/ALFI_SERAN__1301011021.pdf diakses pada


tanggal 22 September 2018

https://www.slideshare.net/zuhalistiadi/makalah-optimasi-jadi diakses pada


tanggal 22 September 2018