Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Meningkatnya sektor perekonomian di bidang bisnis, perdagangan,


dan jasa di Kota Makassar tidak diimbangi dengan pertumbuhan fasilitas bagi
para pelaku bisnis. Semakin banyaknya permintaan terhadap lahan pada
kawasan strategis membuat nilai lahan semakin tinggi sehingga banyak para
pelaku bisnis yang menjadikan rumah tinggal sebagai kantor atau wadah untuk
menjalankan aktivitasnya.
Dengan adanya kantor sewa yang sesuai dengan kebutuhan serta
kondisi perekonomian di Kota Makassar, diharapkan dapat menjadi wadah
bagi para pelaku bisnis di Makassar guna menjalankan kegiatannya. Dalam
perancangan kantor sewa di Makassar ini, ada beberapa langkah-langkah yang
digunakan yaitu gagasan, pengumpulan data, analisis, sintesis, rancangan
awal, dan pengembangan rancangan.
Kantor sewa yang dirancang menggunakan pendekatan arsitektur
modern sebagai cermin kegiatan perekonomian yang modern pada saat ini.
Kantor merupakan wadah bagi para pelaku bisnis untuk menjalankan
kegiatannya. Kantor merupakan pendukung utama pada kegiatan bagi pelaku
bisnis, karena selain wadah untuk kegiatannya, kantor juga dapat menjadi citra
atau kelas bagi bisnis karena bisnis adalah kegiatan yang bersifat komersial
sehingga untuk menunjukkan citra yang menjual para pelaku bisnis
membutuhkan kantor yang mendukung dari citra bangunan yang baik maupun
fasilitas yang tersedia. Namun, tingginya permintaan terhadap ruang tidak
dapat diimbangi dengan keterbatasan persediaan lahan. Hal ini memicu
peningkatan nilai lahan, terutama di lokasi-lokasi startegis seperti pusat-pusat
kota atau di area-area dengan aksesibilitas tinggi.

1
1.2 RUMUSAN MASALAH
Dalam laporan ini penulis mencoba merumuskan persoalan dalam bentuk
pertanyaan :
1. Bagaimana kebutuhan akan sarana perkantoran terhadap perkembangan
masarakat makassar?
2. Bagaimana perkembangan industri real estate di kota makassar?
3. Bagaimana perkembangan kantor sewa di kota makassar?
1.3 TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui dan menganalisis kebutuhan masyarakat dan aspek-
aspek lainnya akan sarana perkantoran.
2. Untuk mengetehui perkembangan industri real estate yang terjadi di kota
makassar.
3. Untuk mengetahui laju perkembangan pembangunan kantor sewa di kota
makassar.
1.4 RUANG LINGKUP PEMBAHASAN
Ruang lingkup ini meliputi pertumbuhan industri real estate berupa
terhadap pola hidup dan kebutuhan masyarakat makassar akan sarana
perkantoran untuk para pelaku bisnis.
1.5 SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Penulisan Laporan ini terdiri dari beberapa bab, dimana masing-
masing bab membahas masalah tersendiri ini sebagai berikut :
BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang, identifikasi
permasalahan objek, maksud dan tujuan, batasan masalah, dan bagaimana
sistematika penulisannya.
BAB II LANDASAN TEORITIS
Bab ini menjelaskan suatu landasan teori dari suatu penelitian tertentu atau
karya ilmiah sering juga disebut sebagai studi literatur atau tinjauan pustaka.
BAB III PEMBAHASAN
Dalam bab ini menjelaskan mengenai perkembangan industri real
estate berupa paertemen sebagai hunian terhadap pola hidup atau gaya hidup
masyarakat setempat di kota makassar.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Pengertian Rental Office

Kantor sewa atau Rental Office berasal dari kata “kantor” dan “sewa”
yang masing-masing memiliki pengertian, yaitu:

 Kantor

Bangunan yang dipakai untuk bekerja yang berkenaan dengan urusan


administrasi (Santoso, 2002:297). Wadah segala sesuatu tentang
penerimaan(receiving). Pendokumentasian (recording), dan fasilitas
informasi serta perlindungan aset perusahaan yang menjamin bahwa bisnis
atau usaha perusahaan itu dapat dipantau dan diperhitungkan (receiving).
(Guedes, 1979, hal 107)

 Sewa

Menurut W.J.S Poerwodarminto dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia


adalah pemakaian sesuatu dengan membayar uang. Pemakaian,
peminjaman sesuatu dengan membayar uang, yang boleh dipakai (Santoso,
2002:526).

Dari definisi suku kata diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian
dari kantor sewa adalah ruang atau bangunan/gedung sebagai tempat untuk
melaksanakan kegiatan administrasi bagi setiap perusahaan atau pemakai,
yang pengadaannya dimaksudkan untuk disewakan kepada
perusahaan/pemakai dalam jangka waktu tertentu pula sesuai kesepakatan
bersama antara pemakai (penyewa) dengan pemilik (pengelola). Atau dapat
juga kami artikan sebagai bangunan atau wadah bagi kegiatan pekerja kantor
yang dapat dipergunakan oleh siapapun yang berminat dengan cara
membayar harga.

3
II. II Fungsi Rental Office

1. Sebagai wadah untuk menampung beberapa perusahaan yang belum


mempunyai kantor sendiri.
2. Sebagai tempat melakukan transaksi bisnis dengan pelayanan
profesional serta lembaga dalam bentuk usaha komersial.
3. Sebagai tempat menampung perusahaan yang bergerak dibidang
industri pemasaran. Dan bukan untuk memproduksi atau mengolah
barang mentah atau setengah jadi menjadi barang jadi, tetapi untuk
memasarkan hasil industri yang sudah jadi.
4. Mempermudah para konsumen (pengguna jasa) karena lokasi kantor
yang sudah jelas dan terdapat beberapa jenis kegiatan yang dapat
sekalian dilakukan.
II. III Ruang Lingkup Kegiatan Rental Office/Kantor Sewa
Secara umum pihak – pihak yang melakukan kegiatan di dalam kantor
sewa adalah sebagai berikut:
1. Pihak pengelola yang melaksanakan tugas administratif dan tugas
operasional bangunan, termasuk peralatan gedung dan pelayanan
kepada penyewa. Termasuk dalam kelompok ini adalah manajer dan
staf administrasi, dibantu divisi–divisi seperti bagian pemasaran,
enginering, kebersihan dan lain sebagainya.
2. Pihak penyewa yang melakukan kegiatan bisnis dan ruang menempati
ruang yang disewanya. Dalam termasuk dalam kelompok ini adalah
penyewa (tenant beserta relasinya).

II. IV Jenis dan Klasifikasi Rental Office

1. Menurut Penyewa
Departemen umum dan tenaga listrik dirjen cipta karya
membedakan kantor sewa menurut usaha penyewa yang ada di
dalamnya menjadi dua jenis:

4
 Usaha Sejenis
Yaitu merupakan bangunan kantor sewa yang di sewa oleh
sekelompok usaha yang sejenis. Bagi investor hal ini sangat
menguntungkan, karena memiliki cavative market/pangsa pasar
yang pasti, sehingga mampu memperbesar occupancy rate/tingkat
hunian. Sedangkan bagi penyewa keuntungannya adalah
kemudahan komunikasi antar lembaga dalam rental office, dan
kemudahan pembagian akomodasi peruahaan–perusahaan penyewa
yang masih tergabung dalam suatu kelompok perusahaan tersebut.
Kelemahan dari sistem tersebut adalah tidak dapat diterapkan dalam
sistem perencanaan kantor sewa. Karena kebutuhan kondisi –
kondisi khusus yang harus dipenuhi. Kondisi tersebut antara lain
kriteria jenis kegiatan yang terintegrasi, serta tersedianya
investor/penyewa yang memiliki kepentingan yang sama.
 Mixed Use/Campuran
Merupakan kantor sewa dengan latar belakang bidang usaha yang
berlainan jenis atau campuran, paling banyak karena fleksibel.
Dalam bangunan tersebut para penyewa berasl dari bermacam–
macam latar belakng jenis usaha. Jenis ini lebih banyak di dapat
dalam praktek sehari – hari, karena sifatnya murni bisnis tanpa ada
ikatan tertentu di belakangya. Kelebihan jenis ini adalah pihak
penyewa lebih leluasa dalam memilih kantor sewa yang lebih sesuai
dengan kebutuhannya. Sedangkan kelemahannya adalah sering
timbul kesulitan–kesulitan dalam pelayanan dan tata tertib karena
terdapat bermacan–macam perusahaan dengan jenis berbeda–beda.
2. Menurut kelas bangunan
Menurut kelas bangunan, terdapat dua jenis pengklasifikasian rental
office/kantor sewa, yaitu:

5
Tabel Klasifikasi Kantor Sewa Berdasarkan Jumlah Lantai

Jumlah Lantai Kelas

< 21 lantai AI

13 – 20 lantai AII

9 – 12 lantai B

5 – 8 lantai C

4 lantai D

Sumber : S.K.Gub DKI Jakarta No.28 Tahun 1977

 Berdasarkan Kelengkapan dan Kualitas yang Tersedia


Kelengkapan fasilitas dan utilitas pada suatu bangunan kantor sewa
merupakan syarat utama, dan akan memperlancar aktifitas dalam
kantor sewa sesuai fungsinya. Berdasarkan S.K.Gub DKI Jakarta
No.208 Thun 1977, fasilitas dan utilitas yang ada pada rental office
antara lain:
1. Listrik
2. Air minimum
3. Telepon
4. Genset
5. Pemeliharaan gedung
6. Publik toilet
7. Elevator
8. Fire detection
9. Air condition
10. Keamanan
11. Cark park
12. Cleaning
13. Telex
14. Utility room

6
15. Kafetaria
16. Bank
17. Loby dan atau koridor

Keterangan :

a) No. 1 sampai dengan No. 11 adalah fasilitas umum yang harus


disediakan mengingat banguan kantor sewa kelas 1 merupakan
bangunan bertingkat banyak dan mementingkan kelancaran kerja.
Mengingat bahwa bangunan kantor sewa kelas 1 yang bersifat
komersial.
b) No. 15 sampai dengan No.17 merupakan fasilitas pelengkap yang
dapat digunakan oleh penyewa umum.
Penilaian klasifikasi kantor sewa berdasarkan kelengkapan fasilitas
dan utilitas ditampilkan dalam tabel berikut ini:

Kelengkapan Kantor Sewaan Berdasarkan Kelengkapan Fasilitas Utilitas

No JUMLAH NILAI KELAS

1. 90 -100 1

2. 80 – 89 2

3. 60 – 79 3

4. < 60 4

Sumber : S.K.Gub DKI Jakarta No.208 Thun 1977

II. V Administrasi dan pengelolaan rental office

Tujuan usaha kantor sewa yaitu menuju suatu keberhasilan dan


kelancaran kegiatannya membutuhkan sarana administrasi dan pengelolaan
yang tetap. Pengamatan dari berbagai rental office di dapatkan bahwa dalam
setiap divisi struktur organisasi pengelolaan rental office terdiri atas:

7
1) Divisi teknik, yang meliputi bidang–bidang mekanikal dan
elektrikal, kontruksi dan perawatan bangunan.
2) Divisi keuangan dan umum yang meliputi bidang–bidang
akutansi dan administrasi umum.
3) Divisi pemasaran yang meliputi bidang–bidang periklanan,
perjanjian sewa (fix rental) dan pelayanan pada penyewa.

Rental office di Indonesia dalam melakukan kegiatan


administrasi dan pengelolaannya memiliki kecenderungan untuk
menggunakan jenis organisasi fungsional. Di dalam organisasi fungsional ini
digunakan tenaga–tenaga ahli untuk memberikan pengarahan kepada
pelaksana. Pekerja dipimpin oleh beberapa atasan dan melaksanakan
pengawasan kepada pekerja secara terpisah menurut keahlian masing–
masing.

DEWAN DIREKTUR

GENERAL MANAGER

MANAGER UMUM
MANGER PEMASARAN MANAGER TEKNIK
DAN KEUANGAN

PEKERJA / KARYAWAN PEKERJA / KARYAWAN


PEKERJA / KARYAWAN

Struktur Organisasi Fungsional Rental Office Secara Umum

8
II. VI Prinsip dan Pertimbangan Perancangan Kantor Sewa
1. Faktor Kunci Sukses Perkantoran Mencapai Target Pasar
Di dalam produk properti perkantoran untuk mencapai target
pasar ada beberapa faktor yang menjadi kunci suskesnya. Beberapa
faktor tersebut adalah (Marlina, 2008):
1) Fleksibilitas ruang
2) Tingkat hunian
3) Harga sewa
4) Service charge
5) Citra/image.
2. Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi merupakan salah satu faktor pengendali
rancangan bangunan karena bangunan tersebut dijadikan barang
komoditi. Yang termasuk dalam faktor ekonomi adalah hal-hal sebagai
berikut (Marlina, 2008):
1) Analisis kebutuhan ruang
2) Permodalan dan pengembalian modal
3) Penyewaan kantor sewa.
3. Faktor Konstruksi
Seperti bangunan komersial lainnya, rancangan bangunan
kantor sewa memperhitungkan aspek efisiensi dan efektivitas. Dua
aspek ini akan berdampak pada beberapa hal, di antaranya (Marlina,
2008):
1) Perancangan yang efisien dari segi pembiayaan.
2) Penataan ruang yang efisien dengan pengertian memaksimalkan ruang
sewa yang dapat menghasilkan keuntungan, minimal 60% dari luas
total harus dapat disewakan.
3) Efektif dalam arti bangunan yang dirancang harus sesuai dengan
fungsi
yang diwadahi sehingga meminimalkan ruang-ruang non-fungsional.
4) Penataan ruang, jalur-jalur sirkulasi dan fasilitas layanan harus merata
agar dapat memenuhi tuntutan semua penyewa.

9
II. VII Kriteria Lokasi Kantor Sewa
Lokasi menjadi peranan penting agar kantor sewa dapat diminati
oleh pihak pasar. Lokasi yang baik akan menunjang fungsi bangunan itu
sendiri. Dalam pemilihan lokasi kantor, terdapat beberapa factor yang
perlu dipertimbangkan yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli.
Menurut Quible (1996), ada tiga faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
menentukan lokasi kantor, antara lain:
 Faktor keuangan
 Faktor operasional
 Faktor karyawan.
Sementara itu, Prajudi (1982) dalam memilih lokasi kantor
menyatakan factor yang perlu diperhatikan antara lain faktor:
 Dekat dengan gedung perkantoran umum
 Dilalui oleh kendaraan umum
 Merupakan pusat kegiatan finansial
 Dekat dengan gedung pemerintahan.

10
BAB III
DESKRIPSI OBYEK

III.1. Sejarah singkat Industri Property dan Real Estate


Industri real estate dan property pada umumnya merupakan dua hal
yangberbeda. Real estate merupakan tanah dan semua peningkatkan permanen
diatasnya termasuk bangunan-bangunan, seperti gedung, pembangunan jalan,
tanahterbuka, dan segala bentuk pengembangan lainnya yang melekat secara
permanen.
Menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia pengertian
mengenaiindustri real estate tercantum dalam peraturan Penanaman Modal Dalam
Negeri(PMDN) No.5 Tahun 1974 yang mengatur tentang industri real estate.
Dalamperaturan ini pengertian industri real estate adalah perusahaan property
yangbergerak dalam bidang penyediaan, pengadaan, serta pematangan tanah
bagikeperluan usaha-usaha industri, termasuk industri pariwisata. Sedangkan
definisi
property menurut SK Menteri Perumahan Rakyat No.05/KPTS/BKP4N/1995, Ps1
ayat 4. Properti adalah tanah hak dan atau bangunan permanen yang menjadiobjek
pemilik dan pembangunan.. Dengan kata lain, properti adalah industri realestate
ditambah dengan hukum-hukum seperti sewa dan kepemilikan.
Perusahaan property dan real estate merupakan salah satu sektor
industriyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perkembangan industri
propertydan real estate begitu pesat saat ini dan akan semakin besar di masa yang
akandatang. Hal ini disebabkan oleh semakin meningkatnya jumlah
penduduk,sedangkan supply tanah bersifat tetap. Diawal tahun 1968, industry
property dan real estate mulai bermunculan dan mulai tahun 80-an, industri
property dan real
estate sudah mulai terdaftar di BEI. Adapun jumlah perusahaan property dan
realestate yang terdaftar di BEI pada tahun 2010 berjumlah 40 perusahaan.
Mengingatperusahaan yang bergerak pada sektor property dan real estate tersebut
adalahperusahaan yang sangat peka terhadap pasang surut perekonomian, maka
seiring

11
perkembangannya sektor property dan real estate dianggap menjadi salah
satusektor yang mampu bertahan dari kondisi ekonomi secara makro di Indonesia.
Terbukti dengan semakin banyaknya sektor property dan real estate
yangmemperluas landbank (asset berupa tanah) melakukan ekspansi bisnis, dan
hinggatahun 2014 sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia
(BEI) bertambah menjadi 44 perusahaan.

III.II. Perkembangan Perusahaan Industri Property dan Real Estate


Industri property dan real estate merupakan bidang yang
menjanjikanuntuk berkembang di Indonesia, karena potensi jumlah penduduk
yang besardengan rasio pemilikan rumah yang masih rendah. Perkembangan
perusahaanproperty dan real estate sangat bergantung pada modal yang diperoleh
dariinvestor. Oleh karena itu, perusahaan property dan real estate harus
dapatmenunjukkan kinerja dan kondisi perusahaan yang baik dan selalu
bertumbuh atau
berkembang, sehingga investor percaya untuk tetap berinvestasi dan caloninvestor
tertarik untuk menanamkan modalnya.
Berikut ini disajikan data mengenai perkembangan harga
sahamperusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek
Inonesia
periode tahun 2010-2014.

12
Berdasarkan data yang disajikan pada gambar 2.1, indeks harga
sahamperusahaan sektor property dan real estate mengalami perkembangan
dalamkurun waktu lima tahun, yaitu selama periode 2010-2014. Dengan
meningkatnya
harga saham tersebut diharapkan para investor dapat menangkap peluang
dalammenanamkan modalnya untuk berinvestasi pada sektor tersebut.
Bisnis property dan real estate adalah bisnis yang dikenal memiliki
karakteristik cepat berubah (volatile), persaingan yang ketat, persisten, dan
kompleks. Kenaikan harga properti disebabkan karena harga tanah yangcenderung
naik, supply tanah besifat tetap sedangkan demand nya akan selalubertambah
besar seiring dengan pertambahan jumlah penduduk sertabertambahnya kebutuhan
manusia akan tempat tinggal, perkantoran, pusatperbelanjaan, taman hiburan dan
lain-lain. Sudah selayaknya apabila perusahaan pengembang mendapatkan
keuntungan yang besar dari kenaikan harga property tersebut, dan dengan
keuntungan yang diperoleh maka perusahaan pengembang dapat memperbaiki
kinerja keuangannya sehingga dapat menaikkan harga saham.

13
Sejak akhir tahun 2008 setelah terjadinya badai krisis keuangan
khususnyasektor properti di Amerika, perkembangan industri properti saat ini di
Indonesiamenunjukkan pertumbuhan yang sangat meyakinkan. Hal ini ditandai
denganmaraknya pembangunan perumahan, apartemen, perkantoran dan
perhotelan. Disamping itu, perkembangan sektor properti juga dapat dilihat dari
menjamurnyareal estate di kota-kota besar. Dari perspektif makro ekonomi,
industri propertimemiliki cakupan usaha yang amat luas sehingga kemajuan bisnis
properti padagilirannya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan
terbukanyalapangan kerja. Properti juga menjadi indikator penting kesehatan
ekonomisebuah Negara, sebab industri ini yang pertama memberi sinyal jatuh atau
sedangbangunnya perekonomian sebuah Negara.

III.III Bidang Usaha Property dan Real Estate


Bidang usaha dari sektor property dan real estate meliputi berbagaimacam
bentuk, mulai dari hard assets (apartemen, mall, gedung perkantoran,hotel,
maupun perumahan), surat utang, saham, hingga private equity.
Keuntungan yang diperoleh bermacam-macam, tergantung dengan
tipeinvestasinya, bisa berupa arus kas yang stabil (recuring income), capital gain,
imbal hasil suku bunga, dan dividen (Michael Riady, 2009:14).
Di dalam perusahaan properti terbagi kedalam tiga bagian, yaitu
propertiberwujud, properti tidak berwujud dan surat berharga. Properti berwujud
dibagimenjadi dua bagian, yaitu real properti yang merupakan
perusahaanpengembangan tanah, bangunan, dan lain-lain. Sedangkan personal
properti yangmeliputi mesin, peralatan, perlengkapan, dan funitur, barang
bergerak, peralatanoperasioanal, dan perhiasan. Properti tidak berwujud meliputi
goodwill, hak paten,franchise, merek dagang, hak cipta, dan proses kepemilikan.
Adapun suratberharga meliputi saham, investasi, deposito, dan piutang
dagang.Properti, baik itu apartemen, mall, gedung perkantoran, hotel,
maupunperumahan, mempunyai siklus masing-masing. Ada kalanya properti
tersebutsedang booming, namun ada kalanya juga pasarnya kemudian jenuh
karena sudahoversupply. Misalnya, kehadiran strata mall yang mengalami
booming padasekitar tahun 2004-2005, kemudian lambat laun mengalami

14
kejenuhan akibatsudah oversupply. Dengan demikian investor perlu menentukan
upaya strategisdalam memprediksi bentuk investasi pada properti mana yang
lebihmenguntungkan. Untuk properti jenis office, industrial dan hotel, kriteria
supayabooming adalah dalam kondisi sebagai berikut: stabilitas politik yang
baik,kepastian hukum, regulasi yang pro-bisnis, insfrastruktur, banyak turis,
sertakeamanan dan kedamaian terjamin. Kemudian untuk properti jenis mall,
makasupaya booming kriterianya antara lain: terdapat ekspansi baik domestik
maupunritel, tingkat pengangguran rendah, konsumsi yang tinggi, berkembangnya
creditcard, serta permintaan akan lifestyle. Sementara itu, property residential
bisabooming karena memang itu kebutuhan dasar, atau dari meningkatnya
kebutuhanpara ekspatriat akan tempat tinggal.
Di bawah ini adalah nama-nama perusahaan property dan real estate
yangdijadikan sampel dalam penelitian ini sebanyak 23 perusahaan yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesisa untuk periode tahun 2010-2014 adalah sebagai berikut:
1. APLN ( Agung Podomoro Land Tbk )
2. ASRI ( Alam Sutera Realty Tbk)
3. BAPA ( Bekasi Asri Pemula Tbk )
4. BCIP ( Bumi Citra Permai Tbk )
5. BSDE ( Bumi Serpong Damai Tbk )
6. CTRA ( Ciputra Development Tbk )
7. CTRP ( Ciputra Property Tbk )
8. CTRS ( Ciputra Surya Tbk )
9. COWL ( Cowell Development Tbk )
10. DUTI ( Duta Pertiwi Tbk )
11. FMII ( Fortune Mate Indonesia Tbk )
12. GMTD ( Gowa Makassar Tourism Development Tbk )
13. DILD ( Intiland Development Tbk )
14. JRPT ( Jaya Real Property Tbk )
15. KIJA ( Kawasan Industri Jababeka Tbk )
16. LPCK ( Lippo Cikarang Tbk )
17. LPKR ( Lippo Karawaci Tbk )
18. MKPI ( Metropolitan Kentjana Tbk )

15
19. MDLN ( Modernland Realty Tbk )
20. PWON ( Pakuwon Jati Tbk )
21. RDTX ( Roda Vivatex Tbk )
22. SMRA ( Summarecon Agung Tbk )
23. SMDM ( Suryamas Dutamakmur Tbk )

III.IV Industri Real Estate di Kota Makassar


PT. Gowa Makassar Tourism Development, Tbk merupakan salah
satuperusahaan yang bergerak di bidang pengembangan properti dan real estate.
Perusahaan ini terletak dan beroperasi di kota Makassar, propinsi Sulawesi
Selatan. PT. Gowa Makassar Tourism Development, Tbk pertama kali didirikan
pada tahun 1991 atas hasil kolaborasi pemerintah kota Makassar, pemerintah
kabupaten Gowa, pemerintah propinsi Sulawesi Selatan, dan pihak swasta. Seiring
perjalanan waktu PT. Gowa Makassar Tourism Development, Tbk resmi menjadi
perusahaan publik pada tahun 2000, dan merupakan perusahaan properti pertama
yang telah go public di kawasan Indonesia timur.
PT. Gowa Makassar Tourism Development, Tbk memiliki tujuan
usahayaitu mengembangkan kawasan Tanjung Bunga menjadi kawasan perkotaan
(township) wisata pantai yang berkualitas, ramah lingkungan dan nyaman untuk
tinggal, menuntut ilmu, berekreasi, berusaha, bekerja serta menguntungkan bagi
pemegang saham, investor, pemerintah daerah, dan masyarakat pada umumnya.
Kegiatan utama PT. Gowa Makassar Tourism Development, Tbk
adalahmengembangkan kawasan terpadu pariwisata, bisnis dan komersial, dan
pemukiman di kota Makassar dan kabupaten Gowa, propinsi Sulawesi Selatan.
PT. Gowa Makassar Tourism Development, Tbk sendiri memulai
kegiatanoperasinya secara komersial pada tahun 1997, dan produk dari PT. Gowa
Makassar Tourism Development, Tbk antara lain berupa lahan siap bangun,
rumah hunian dan tanah, serta taman rekreasi dan restoran.
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri properti,
perkembangankinerja PT. Gowa Makassar Tourism Development, Tbk tentunya
tidak terlepas dari perkembangan industri properti di Indonesia. Perkembangan
PT. Gowa Makassar Tourism Development, Tbk sendiri jika dikaitkan dengan

16
pertumbuhan industri properti di Indonesia juga menunjukkan perkembangan
yang baik. Pada tahun 2005 dan tahun 2006, industri properti dihadapkan dengan
beberapa kondisi yang secara langsung dapat mempengaruhi perkembangannya.
Kondisi-kondisi tersebut antara lain seperti naiknya tingkat inflasi dan nilai suku
bunga pinjaman bank yang dapat menyebabkan turunnya minat investor untuk
berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri
properti, namun pada tahun-tahun tersebut, PT. Gowa Makassar Tourism
Development, Tbk justru mengalami peningkatan kinerja. Kemudian memasuki
tahun 2007, industri properti mulai menunjukkan perkembangan dengan
maraknya kembali industri properti karena nilai rupiah kembali cenderung
menguat dan tingkat suku bunga yang cenderung menurun. Hal tersebut
berdampak baik bagi PT. Gowa Makassar Tourism Development, Tbk karena
perusahaan terus mengalami pertumbuhan pada tahun 2007. Selanjutnya di tahun
2008, 2009 dan 2010, industri properti terus bertumbuh demikian pula dengan PT.
Gowa Makassar Tourism Development, Tbk sebagai salah satu perusahaan yang
bergerak dalam bidang industri properti yang juga terus menunjukkan
perkembangan perusahaannya.

17
BAB IV
PEMBAHASAN

IV.1 Pemilihan Lokasi Rental Office

Berada diantara Jl Metro Tanjung Bunga dan Jl Danau Tanjung Bunga

Lokasi Rental Office

Sumber: google maps

Pemilihan lokasi pembangunan Rental Office ini cukup strategis dimana


lokasinya sangat memudahkan akses ke segala arah misalnya ke pusat hiburan,
pusat perbelanjaan, layanan kesehatan, serta sekolah dan universitas.

18
Site plan Rental Office dengan luas lokasi : 5.5 hectares

Sumber: google plani meter

Tampak lokasi dari jalan raya

Upper Hils

TSM

Lokasi

Sumber : google earth 3d

19
IV.II Gambaran Kondisi Penyediaan Fasilitas Umum

1. Fasilitas Pendidikan
Kedekatan dengan fasilitas umum seperti fasilitas pendidikan
adalah salah satu faktor yang dapat digunakan dalam pemilihan lokasi
apartemen atau hunian. Hal ini dapat dilihat dari jarak kedekatan antara
fasilitas pendidikan dengan lokasi apartemen. Terdapat beberapa fasilitas
pendidikan di sekitar lokasi pembangunan apartemen, antara lain Sekolah
Alam Bosowa, SMAN 14 Makassar dan Universitas Atmajaya.
2. Fasilitas Kesehatan
Fasilitas kesehatan adalah salah satu fasilitas yang sangat penting.
Fasilitas kesehatan adalah suatu tempat yang digunakan untuk
menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif,
kuartif, maupun rehabilitative.Terdapat beberapa fasilitas kesehatan yang
tersebar di sekitar Lokasi Kantor Sewa, antara lain Rumah Sakit Siloan
Makassar, Puskesmas Panambungan dan Puskesmas Dahlia.

3. Fasilitas Perdagangan dan Jasa


Fasilitas Perdagangan dan Jasa merupakan fasilitas dimana
terjadinya sebuah kegiatan ekonomi, dimana kebutuhan para masyarakat
dapat dijual/dibeli. Terdapat beberapa fasilitas perdagangan dan jasa yang
dibangun dekat lokasi Apartemen, Trans Studio Mall, Mall Graha Tata
Cemerlang (GTC) dan banyak perdagangan dan jasa berjenis tunggal deret
maupun ruko yang berada disekitar lokasi Kantor Sewa guna melengkapi
kebutuhan.

20
SITE PLAN

Kantor Sewa

21
22