Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH MANAJEMEN PENDIDIKAN

“Sistem Pendidikan Nasional”

Diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pendidikan

Dosen Pengampu : Sarjono., S.Pd., M.M.Pd

Disusun Oleh:

Tesya Amelia (2016020002)

FISIKA 5A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN ( FITK )

UNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN JAWA TENGAH DI WONOSOBO

2018
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan adalah suatu sistem dimana proses pengajaran terjadi


didalamnya. Pendidikan juga sangat diperlukan untuk mencerdaskan anak
bangsa agar dapat memajukan bangsanya. Oleh sebab itu dalam
menyelenggarakan pendidikan memerlukan suatu kesatuan yang
mengaturnya. Tujuannya adalah untuk memperoleh proses pendidikan yang
berjalan dengan terstruktur.

Namun, faktanya sistem pendidikan yang ada sekarang ini,


khususnya di indonesia ternyata masih belum mampu sepenuhnya
menjawab kebutuhan dan tantangan global untuk masa yang akan datang.
Program pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan yang selama ini
menjadi fokus pembinaan masih menjadi masalah yang menonjol dalam
dunia pendidikan di Indonesia. Salah satunya masalah internal yang
mendasar dan bersifat komplek, selain itu pula bangsa Indonesia masih
menghadapi sejumlah problematika yang sifatnya berantai sejak jenjang
pendidikan mendasar sampai pendidikan tinggi.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa upaya untuk membangun


sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi, berwawasan ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta bermoral dan berbudaya bukanlah suatu
pekerjaan yang gampang, semua itu memerlukan partisipasi yang strategis
dari berbagai komponen, seperti: Pendidikan awal di keluarga, kontrol
efektif dari masyarakat dan pentingnya penerapan sistem pendidikan yang
berkualitas oleh Negara.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud sistem pendidikan nasional?

2. Apa tujuan dan fungsi sistem pendidikan nasional?


3. Bagaimana penyelenggaraan sistem pendidikan nasional?

4. Apa saja visi dan misi sitem pendidikan nasional?

5. Bagaimana prinsip penyelenggaraan sistem pendidikan nasional?

6. Apa saja komponen-komponen dan sarana komponen-komponen sistem


pendidikan nasional

7. Bagaimana sistem pendidikan nasional di indonesia?

C. Tujuan

1. Mengetahui sistem pendidikan nasional

2. Mengetahui fungsi dan tujuan sistem pendidikan nasional

3. Mengetahui visi dan misi sistem pendidikan nasional

4. Agar mengetahui bagaimana sebenarnya penyelenggaraan sistem


pendidikan nasional yang benar

5. Mengetahui prinsip penyelenggaraan sistem pendidikan nasional

6. Mengetahui komponen-komponen dan sarana penunjang komponen-


komponen sistem pendidikan nasional

7. Mengetahui sistem pendidikan Indonesia saat ini


BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Sistem Pendidikan Nasional

a. Pengertian Sistem

Istilah sistem berasal dari bahsa Yunani “systema”, yang berarti


sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara
teratur dan merupakan suatu keseluruhan. Zahara Idris mengemukaka n
bahwa sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen-
komponen atau elemen-elemen atau unsur-unsur sebagai sumber-
sumber yang mempunyai hubungan fungsional yang teratur, tidak
sekedar acak, yang saling membantu untuk mencapai suatu hasil
(product).

Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1984-1985)


setiap sistem mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

a) Tujuan

b) Fungsi-fungsi

c) Komponen-komponen

d) Interaksi atau saling berhubungan

e) Penggabungan yang menimbulkan jalinan perpaduan

f) Proses transformasi

g) Umpan balik untuk koreksi

h) Daerah batasan dan lingkungan1

b. Pendidikan Sebagai Suatu Sistem

1 Fuad Ihsan, Dasar-Dasar Kependidikan, Jakarta:Rineka Cipta, 2008, hal 107-108.


Pendidikan merupakan usaha untuk mencapai suatu tujuan
pendidikan. Suatu usaha pendidikan menyangkut tiga unsur pokok,
yaitu unsur masukan, unsur proses usaha itu sendiri, dan unsur hasil
usaha.

Masukan usaha pendidikan ialah peserta didik dengan berbagai


ciri-ciri yang ada pada diri peserta didik itu (antara lain, bakat, minat,
kemampuan,keadaan jasmani). Dalam proses pendidikan terkait
berbagai hal, seperti pendidik, kurikulum, gedung sekolah, buku,
metode mengajar, dan lain-lain, sedangkan hasil pendidikan dapat
meliputi hasil belajar setelah selesainya suatu proses belajar mengajar
tertentu.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan pula


bahwa “pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur -
unsur tujuan/sasaran pendidikan, peserta didik, pengelola pendidikan,
struktur/jenjang, kurikulum dan peralatan/fasilitas. 2

c. Pengertian Sistem Pendidikan

Yang dimaksud dengan sistem adalah jumlah keseluruhan dari


bagian-bagiannya yang saling bekerja sama untuk mencapai hasil yang
diharapkan bedasarkan kebutuhan yang telah ditanamkan.

Secara teoritis , suatu sistem pendidikan terdiri dari komponen-


komponen atau bagian-bagian yang menjadi inti dari proses pendidikan.
Adapun komponen atau faktor-faktor tersebut terdiri dari:3

1. Tujuan

2Ibid., hal. 110.


3Lihat Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, PT Al-Ma’arif,
Bandung, 1986, hal. 19, Tadjab, Perbandingan Pendidikan, Karya Abditama, Surabaya, 1994, hal.
33.
Tujuan disebut juga cita-cita pendidikan yang befungs i
untuk memberikan arah terhadap semua kegiatan dalam proses
Pendidikan

2. Peserta Didik

Fungsinya adalah sebagai objek yang sekaligus sebagai


subjek pendidikan.

3. Pendidik

Berfungsi sebagai pembimbing pengaruh, untuk


menumbuhkan aktivitas peserta didik dan sekaligus sebagai
pemegang tanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan.

4. Alat Pendidikan

Maksudnya adalah segala sesuatu yang dapat digunakan


untuk mencapai tujuan pendidikan yang berfungsi untuk
mempermudah atau mempercepat tercapainya tujuan pendidikan.

5. Lingkungan

Lingkungan berfungsi sebagai wadah atau lapangan


terlaksananya proses pendidikan.

d. Sistem Pendidikan Nasional

Menurut Sunarya, Pendidikan nasional adalah sistem pendidikan


yang berdiri di atas landasan dan dijiwai oleh falsafah hidup suatu
bangsa dan tujuannya bersifat mengabdi kepada kepentingan dan cita-
cita nasional bangsa tersebut.

Sementara itu, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,


merumuskan bahwa pendidikan nasional ialah suatu usaha yang
membimbing para warga negara Indonesia menjadi Pancasila, yang
berpribadi, berdasarkan akan Ketuhanan berkesadaran masyarakat dan
mampu membudayakan alam sekitar.
Dalam Undang-undang RI No. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional pada Bab I Pasal 2 berbunyi: Pendidikan Nasional
adalah pendidikan yang berakar dari pada kebudayaan bangsa Indonesia
dan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dasar ini dapat dilihat dari
Pembukaan UUD 1945 alinea 4 batang tubuh UUD 1945 Bab XIII Pasal
31.4

Berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan


Nasional, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak
mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa
dan negara. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 yang berakar pada nilai- nilai agama, kebudayaan nasional
Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Sistem
pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pen didikan yang
saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan
nasional.5

B. Dasar Pendidikan Nasional

Pancasila menjadi dasar sistem nasional dalam rangka


mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai termaktub dalam Pembukaan
UUD 1945 dan Pancasila sehingga pendidikan nasional Indonesia adalah
pendidikan Pancasila. Melalui sistem pendidikan nasional diharapkan setiap
rakyat Indonesia mempertahankan hidupnya, mengembangkan dirinya dan
secara bersama-sama membangun masyarakatnya. Pendidikan di Indonesia
mempunyai landasan ideal adalah Pancasila, landasan konstitusional ialah
UUD 1945, dan landasan operasional ialah ketetapan MPR tentang GBHN.

4 Ibid., hal. 114-115.


5 Budi Wahyono, “Definisi dan Dasar Pendidikan Nasional”,
http://www.pendidikanekonomi.com/2012/12/defin isi-dan-dasar-sistem-pendidikan.ht ml
a. Landasan Ideal

Dalam Undang-Undang Pendidikan No. 4 Thun 1950 tentang


Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran Sekolah pada Bab III Pasal 4
tercantum bahwa landasan ideal pendidikan dan pengajaran ialah
membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat
dan Tanah Air.

b. Landasan Konstitusional

Pendidikan Nasional didasarkan atas landasan


konstitusional/Undang-Undang Dasar 1945 pada Bab XIII Pasal 31
yang berbunyi:

Ayat 1 : Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran.

Ayat 2 : Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu


sistem pengajaran nasional yang ditetapkan dengan Undang-Undang.

Pasal 32 berbunyi: Pemerintah memajukan kebudayaan nasional


Indonesia.

Dalam pembukaan UUD 1945 dapat dilihat bahwa pemerintah:

1. Memajukan kesejahteraan umum.

2. Mencerdaskan kehidupan bangsa.

3. Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,


perdamaian abadi dan kaedilan sosial.

c. Landasan Operasional

Dalam GBHN 1988 dirumuskan tujuan pendidikan, yaitu untuk


membentuk manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang
Maha Esa, berbudi pekerti luhur, bekepribadian, berdisiplin, bekerja
keras dan tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil
serta sehat jasmani dan rohaani.

Berikut ini dikemukakan Ketetapan MPR tentang GBHN sejak


tahun 1966-1988 sebagai landasan operasional pendidikan nasional dan
tujuan pendidikan nasional.

1. TAP MPRS No. XXVII/1966 Bab II Pasal 3

2. TAP MPR No. IV / MPR/1973

3. TAP MPR No. IV / MPR/ 1978

4. TAP MPR No. II / MPR/1983

5. TAP MPR No. II / MPR/1988

6. Bab II Pasal 4 UU RI No. 2 Tahun 1989.6

C. Unsur- Unsur Pokok dan Asas-Asas Pelaksanaan Pendidikan


Nasional

a) Unsur-unsur Pokok

Unsur-unsur pokok Pendidikan Pancasila terdiri dari Pendidikan


Moral Pancasila berdasarkan Pedoman Penghayatan dan Pengamala n
Pancasila, pendidikan agama, pendidikan watak dan kepribadian,
pendidikan bahasa, pendidikan jasmani, pendidikan kesenian,
pendidikan ilmu pengetahuan, pendidikan keterampilan, pendidikan
kewarganegaraan, dan pendidikan kesadaran bersejarah.

b) Asas-asas Pelaksanaan

Pendidikan Nasional dilaksanakan dengan memperhatikan asas-


asas pelaksanaan seperti berikut:

1. Asas semesta menyeluruh dan terpadu

6 Fuad Ihsan, Dasar Dasar Kependidikan, hal. 119-124.


2. Asas pendidikan seumur hidup

3. Asas pendidikan berlangsung dalam lingkungan rumah tangga,


sekolah dan masyarakat

4. Asas tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan


pemerintah

5. Asas keselarasan dan keterpaduan dengan ketahanan nasional dan


wawasan nusantara

6. Asas Bhineka Tunggal Ika

7. Asas keselarasan, keserasian, keseimbangan dan kebulatan yang


utuh dalam seluruh kegiatan pendidikan.

8. Asas manfaat, adil dan merata yang memandang manusia Indonesia


seutuhnya tanpa deskriminasi antara rakyat kota, desa, daerah-
daerah, suku-suku bangsa, jennis kelamin, agama, dan lain-lain.

9. Asas Ing Ngarso Sung Tuludo, Ing Madya Mangun Karso dan Tut
Wuri Handayani

10. Asas mobilitas, efisiensi dan efektivitas, yang memungkinka n


kesempatan yang seluas-luasnya bagi manusia Indonesia
untuk memperoleh pendidikan.

11. Asas kepastian hokum

Pada asas pendidikan di atas, pendidikan nasional diharapkan


memungkinkan setiap rakyat Indonesia mempertahankan hidupnya,
mengembangkan dirinya, dan secara bersama-sama membangun
masyarakatnya.7

D. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Nasional

7 Ibid., hal. 124-126.


Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangka n
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, agar
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman
dan bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.8

Fungsi pendidikan nasional sebagai berikut:

a. Alat membangaun pribadi, pengembangan warga negara,


pengembangan kebudayaan, dan pengembangan bangsa Indonesia.

b. Menurut Undang-Undang RI No. 2 Tahun 1989 Bab II Pasal 3


“Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan
serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat bangsa Indonesia
dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional”.

E. Visi dan Misi Sistem Pendidikan Nasional

• Visi Sistem Pendidikan Nasional:

Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat


dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia
berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan
proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

• Misi Sistem Pendidikan Nasional:

1. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperole h


pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia.

2. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa


secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka
mewujudkan masyarakat belajar.

8 Rahayu Pratiwi Kusuma, “Maklah Sistem Pendidikan Nasional”,

http://www.pendidikanekonomi.com/2012/defin isi-dan-dasar-sistem-pendidikan.h ml.


3. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan
untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral.

4. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga


pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahua n.
keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar
nasional dan global.

5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraa n


pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara
Kesatuan Republik Indonesia.9

F. Prinsip Penyelenggaran Pendidikan Nasional

1. Pendidikan nasional diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan


serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi
hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan
bangsa.

2. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistematik


dengan sistem terbuka dan multimakna.

a. Pendidikan sistem terbuka: fleksibilitas pilihan dan waktu


penyelesaian program lintas satuan dan jalur Pendidikan.

b. Pendidikan multimakna: proses pendidikan yang diselenggaraka n


dengan berorientasi pada pembudayaan, pemberdayaan,
pembentukan watak dan kepribadian, serta berbagai kecakapan
hidup.

G. Komponen- Komponen dan Sarana Penunjang Komponen-Kompo ne n


Sistem Pendidikan Nasional

1. Komponen-komponen sistem pendidikan nasional

9 Zhalabe: Reading Is Fundamental, “Visi dan Misi Pendidikan Nasional”,

http://zhalabe.blogspot.com/2012/03visi-dan-misi-pendidikan-nasional.ht ml#.UaTB_dlVMZY.
Pendidikan nasional merupakan suatu proses yang dimaksudkan
untuk membentuk sejumlah kemampuan manusia Indonesia dari
berbagai tingkat usia dan golongan yang meliputi: kemampaun
kepribadian dan moralitas, kemampuan intelektual, kemampuan sosial
kemasyarakatan, kemampuan vokasional, kemampuan jasmani dan
kemampuan-kemampuan lainnya. Untuk mewujudkan tujuan yang
beraneka ragam tersebut diperlukan satuan-satuan dan jalur-jalur pen-
didikan yang merupakan komponen-komponen sistem pendidikan
nasional. Komponen-komponen sistem pendidikan nasional tersebut
dapat dibagi dalam dua golongan besar yaitu satuan pendidikan sekolah
dan satuan pendidikan luar sekolah.

a) Satuan Pendidikan Sekolah

Satuan Pendidikan Sekolah merupakan bagian dari sistem


pendidikan yang bersifat formal, berjenjang dan berkesinambunga n.
Berdasarkan jenjang dan sifatnya, pendidikan sekolah dibagi
menjadi dua kelompok yaitu:

Dilihat dari jenjangnya

Pendidikan sekolah dapat dibagi menjadi Pendidikan Dasar,


Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi.

1) Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandas i


jenjang pendidikan menengah.

2) Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar.

3) Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah


pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan
diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang
diselenggarakan oleh pendidikan tinggi.

Dilihat dari sifatnya


Pendidikan sekolah dapat diklasifikasikan lagi menjadi
pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa,
pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan
akademik dan pendidikan profesional.

a) Satuan pendidikan luar sekolah

Satuan pendidikan luar sekolah terdiri dari pendidikan


dalam keluarga, pendidikan melalui kelompok-kelompok
belajar, kursus-kursus, dan satuan-satuan pendidikan lain yang
sejenis.

2. Sarana Penunjang Komponen-Komponen Sistem Pendidikan

Keberhasilan komponen-komponen sistem pendidikan dalam


menunaikan fungsinya juga tergantung pada adanya beberapa sarana
penunjang yang ikut membantu berfungsinya komponen-kornpone n
atau satuan-satuan pendidikan tersebut. Beberapa di antara sarana
penunjang dalam sistem pendidikan kita adalah: kurikulum, tenaga
kependidikan, sumberdaya pendidikan dan pengelolaan.

a. Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan


mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu ( UU No. 20 tahun 2003 pasal
1 ayat 19 ). Kurikulum disusun sebagai alat untuk mewujudkan
tujuan pendidikan nasiona1.Kurikulum pada semua jenjang dan
jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai
dengan satuan pendidikan, potensi, potensi daerah, dan peserta
didik. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam
kerangka negara kesatuan Republik Indonesia dengan
memperhatikan : peningkatan iman dan taqwa; peningkatan akhlak
mulia; peningkatan potensi,kecerdasan, dan minat peserta didik;
keragaman potensi daerah dan lingkungan; tuntutan pembanguna n
daerah dan nasional; tuntutan dunia kerja; perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni; agama; dinamika perkembangan
global; persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. (UU No. 20
thn 2003 pasal 36).

b. Tenaga Pendidik

Tenaga kependidikan merupakan ujung tombak usaha


perwujudan tujuan pendidikan. Tugas pokok mereka adalah
menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih, meneliti,
mengembangkan, mengelola, dan/atau memberikan pelayanan
teknis dalam bidang pendidikan. Mereka terdiri dari tenaga-tenaga
pendidik, pengelola satuan pendidikan, penilik, penga-was, peneliti
dan pengembang dalam bidang pendidikan, pustakawan, laboran,
dan teknisi sumber belajar. Mereka seharusnya merupakan orang-
orang yang profesional yang menguasai tugasnya dan memilik i
dedikasi dalam melaksanakan tugasnya.

c. Sumber Daya Pendidikan

Berhasilnya suatu satuan pendidikan dalam menuna ika n


fungsinya perlu ditunjang dengan penyediaan sumberdaya
pendidikan yang meliputi: gedung dan perlengkapannya, sumber
belajar seperti buku-buku dan alat-alat bantu mengajar dan dana
yang memadai.

H. Jalur Pendidikan

Jalur Pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk


mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai
dengan tujuan pendidikan. Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal,
nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan
memperkaya.Jalur pendidikan terdiri atas:

1. Pendidikan Formal
Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan
berjenjang yang terdiri atas:

a) pendidikan dasar

b) pendidikan menengah

c) pendidikan tinggi

d) Pendidikan Dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandas i


jenjang pendidikan menengah. Setiap warga negara yang berusia tujuh
sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.

Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggara nya


wajib belajar bagi setiap warga negara yang berusia 6 (enam) tahun pada
jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.

a) Pendidikan dasar berbentuk:

Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau


bentuk lain yang sederajat; serta Sekolah Menengah Pertama (SMP)
dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.

b) Pendidikan Menengah

Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar.


Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan
pendidikan menengah kejuruan.

Pendidikan menengah berbentuk:

• Sekolah Menengah Atas (SMA),

• Madrasah Aliyah (MA),

• Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan


• Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang
sederajat.

c) Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah


pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan
diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang
diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Perguruan tinggi dapat berbentuk:

• Akademi

• Politeknik

• Sekolah Tinggi

• Institut

• Universitas

Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggaraka n


pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat.Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program
akademik, profesi, dan vokasi.

2. Pendidikan Nonformal

Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan diluar pendidikan


formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.
Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang
memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti,
penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka
mendukung pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan nonformal sendiri
berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan
pada penguasaan pengetahuan dan ketrampilan fungsional serta
pengembangan sikap dan kepribadian profesional.
Pendidikan nonformal meliputi:

• pendidikan kecakapan hidup,

• pendidikan anak usia dini,

• pendidikan pemberdayaan perempuan,

• pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja

Satuan pendidikan nonformal terdiri atas:

• lembaga kursus,

• lembaga pelatihan,

• kelompok belajar,

• pusat kegiatan belajar masyarakat, dan

• majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.

Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang


memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan
sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja,
usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi.

Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil


program pendidikan formal setelah melalui proses penilaia n
penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau
Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.

3. Pendidikan Informal

Pendidikan Informal adalah jalur pendidikan keluarga dan


lingkungan. Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh
keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan
nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar
nasional pendidikan.

I. Sistem Pendidikan Indonesia Saat Ini

Sistem pendidikan yang telah berlangsung saat ini masih cenderung


mengeksploitasi peserta didik, indikator yang digunakanpun cenderung
menggunakan indikator kepintaran, sehingga secara secara nilai dirapot
maupun ijazah tidak serta merta menunjukkan peserta didik akan mampu
bersaing maupun bertahan di tengah gencarnya industrialisasi yang
berlangsung saat ini.

Sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana sistem


pendidikan di Indonesia menciptakan anak bangsa yang memilikisensitifitas
terhadap lingkungan hidup yang krisis sumber-sumber kehidupan, serta
mendorong terjadinya sebuah kebersamaan dalam keadilan hak. Sistem
pendidikan harus lebih ditunjukan agar terjadi keseimbangan terhadap
ketersediaan sumber daya alam serta kepentingan-kepentingan ekonomi
dengan tidak meninggalkan sistem sosial dan budaya yang telah dimilik i
oleh bangsa Indonesia.

Peserta didik harus mampu menghadapi tantangan global. Namun


dari pernyataan tersebut hanyalah harapan belaka yang belum terelalia s ir.
Hal ini ditandai dengan masih tingginya angka pengangguran intelektual di
Indonesia merupakan pekerjaan rumah bagi para pelaku pendidikan di
Indonesia, apalagi peserta didik yang hanya mengenyam di bangku
pendidikan sekolah dasar (SD). Bahkan masyarakat yang hidup di wilayah
perdalaman Indonesia yang sulit terjangkau transportasi seperti suku dayak
dalam tidak tersentuh pendidikan nasional. Mereka hanya belajar dari alam
sehingga pendidikan yang didapat juga sangat terbatas. Jadi tidak mungk in
peserta didik mampu menghadapi tantangan gobal.
Begitu pula, sistem pembelajaran yang diterapkan di sekolah para peserta
didik hanya duduk, mendengar ceramah dari guru, dan membuat infor mas i
menumpuk dalam benak siswa tetapi tidak tahu apa yang akan dilakukan
dengan segala yg tersimpan dalam otaknya. Kejadian seperti ini terus
berlanjut hingga di Perguruan Tinggi (PT) lebih terfokus pada bagaimana
menyiapkan para mahasiswa yang cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan.
Hampir semua PT menerapkan sistem pembelajaran yang kurang efektif.
Para mahasiswa diupayakan cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan, tapi
ternyata pada kenyataan di lapangan tidak demikian.

Persaingan produk dunia sedemikian beratnya, industri masa depan


adalah industri yg terus menerus menciptakan kreasi dan nilai plus produk.
Sementara siswa tidak didik untuk berkompetisi di dalam aktivitas produk,
tetapi malah digalakan kompetisi test tertulis angka dan kalimat-kalimat.
Siswa kita hanya terlatih berkompetisi cerdas cermat, tetapi kompetisi
kreasi anak sekolah amat jarang.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Istilah sistem berasal dari bahsa Yunani “systema”, yang berarti


sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur
dan merupakan suatu keseluruhan. Pendidikan nasional adalah pendidikan
yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai- nilai agama, kebudayaan
nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Sistem
pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling
terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan di Indonesia mempunyai landasan ideal adalah Pancasil,
landasan konstitusional ialah UUD 1945, dan landasan operasional ialah
ketetapan MPR tentang GBHN

Visi Pendidikan Nasional: terwujudnya sistem pendidikan sebagai


pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua
warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas
sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu
berubah. Misi Pendidikan Nasional: Mengupayakan perluasan dan
pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh
rakyat Indonesia; Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak
bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka
mewujudkan masyarakat belajar; Meningkatkan kesiapan masukan dan
kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan
kepribadian yang bermoral; Meningkatkan keprofesionalan dan
akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu
pengetahuan. keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan
standar nasional dan global; Memberdayakan peran serta masyarakat dalam
penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
B. Saran

Mengingat sistem pendidikan di Indonesia yang semakin terpuruk


dan banyak anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah, seharusnya
pemerintah harus tanggap terhadap hal tersebut, seperti menambah
anggaran pendidikan dalam APBN, meningkatkan kesejahteraan Guru,
menambah infrastruktur sekolah, mencanangk an wajib belajar 12 tahun,
serta memperbaiki sistem pendidikan yang terkesan carut-marut yang pada
akhirnya semakin membingungkan peserta didik.

Perbaikan mutu pendidikan juga sangat diperlukan, karena di era


globalisasi seperti sekarang ini yang menuntut kemajuan pendidikan di
negara kita.Sistem pendidikan yang tangguh juga sangat diperlukan untuk
memajukan peserta didik yang tangguh pula. Peran besar pemerintah juga
sangat diperlukan untuk memajukan mutu pendidikan di pedalaman
Indonesia, yang sekarang terkesan diabaikan. Pada intinya, semuanya
dimulai dari perbaikan sistem pendidikan, mutu pendidikan serta anggaran
pendidikan yang maksimal.
DAFTAR PUSTAKA

Ihsan. Fuad, Dasar Dasar Kependidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

Budi Wahyono., “Defenisi dan Dasa Sistem Pendidikan Nasional”,


http://www.pendidikanekonomi.com/2012/12/definisi-dan-dasar-sistem-
pendidikan.html

http://ilhamberkuliah.blogspot.co.id/2016/03/makalah-sistem-pendidikan-
nasional.html

http://www.ilmusahid.com/2016/08/makalah-sistem-pendidikan-
nasional.html

Rahayu Pratiwi Kusuma,, “Makalah Sistem Pendidikan Nasional”,


http://www.pendidikanekonomi.com/2012/definisi-dan-dasar-sistem-
pendidikan.hml.

Zhalabe: Reading Is Fundamental, “ Visi dan Misi Pendidikan Nasional),


http://zhalabe.blogspot.com/2012/03/visi-dan- misi-pendidikan-
nasional.html#.UaTB_dIVMZY

Anda mungkin juga menyukai