Anda di halaman 1dari 4

Kesalahan Struktural yang Umum Ditemui pada Bangunan

Posted on February 10, 2015 by Admin in Architectaria, Architectural


Elements, Architecture, Building Material, Civil Engineering and Planning,
Healthcare, Ideas, Materials, Properti, Structural Engineering, Tips Rumah

Faktor-faktor penyebab kerusakan struktural bangunan: desain yang buruk,


beban yang terlalu berat, cacat konstruksi, dan perencanaan pondasi yang
tidak stabil.

Ada beragam alasan yang menyebabkan sebuah bangunan mengalami


kerusakan struktural, bisa kesalahan struktural karena human error, atau
kesalahan struktural karena faktor alam. Kerusakan tersebut memiliki tingkatan
yang bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan berat yang
berpotensi menyebabkan keruntuhan. Sebenarnya, kesalahan – kesalahan
struktural tersebut bisa dicegah atau minimal diminimalkan sehingga
dampaknya tidak terlalu besar. Meski begitu memang ada beberapa jenis
kesalahan struktural yang tidak tertangani kontraktor.

Beberapa penyebab kesalahan struktural bangunan bisa dideteksi setelah


dilakukan investigasi yang menyeluruh terhadap keseluruhan bangunan. Faktor
penyebab kerusakan struktural bangunan antara lain seperti yang disebutkan di
bawah ini.

Desain yang buruk

Salah satu penyebab paling sering kegagalan struktural pada bangunan adalah
desain bangunan yang buruk, misalnya teknisi atau desainer melakukan
kesalahan perhitungan atau kesalahan komputasional tatkala proses mendesain
bangunan. Tak hanya itu, hal ini mungkin terjadi karena data yang dimasukkan
tidak akurat, pemilihan material yang buruk, atau pengabaian terhadap faktor –
faktor yang bisa mempengaruhi tekanan pada bangunan.

Kesalahan yang menyangkut perhitungan ini menjadi tanggung jawab teknisi,


terutama teknisi sipil. Sebab, teknisi sipil lah yang bertugal membuat blue print
dan design plan sebuah bangunan.

Beban yang terlalu berat

Sebuah bangunan didesain agar tahan pada kondisi tertentu, tergantung fungsi
dan lingkungan di sekelilingnya. Saat kondisi – kondisi tersebut melampaui
batas, hal ini bisa menimbulkan kesalahan struktural. Misalnya, sebuah atap
bangunan sudah didesain untuk menahan air hujan dengan intensitas sedang,
dan saat hujan deras, otomatis atap akan cukup sulit untuk menahan beban,
terlebih jika atap tidak dilengkapi dengan sistem drainase yang cukup baik,
sehingga genangan air banyak menumpuk di atap yang memberikan beban
tambahan pada atap. Hal ini akan diperparah bila terjadi hujan abu. Tumpukan
abu dan material pasir serta bebatuan berpotensi menyebabkan atap tak mampu
menahannya, hingga menyebabkan roboh.

Maka dari itu, bangunan yang berlokasi di area yang rawan bencana, misalnya
bencana longsor, anging putting beliung, atau abu vulkanik, sebaiknya struktur
bangunan dan struktur atap dibuat lebih solid. Struktur bangunan yang solid
akan mampu mencegah atau minimal mengurangi dampak kerusakan bangunan
tatkala bencana – bencana tersebut datang tiba – tiba.

Cacat konstruksi

Cacat konstruksi biasa terjadi saat kontraktor menggunakan material yang salah
atau tidak tepat pada konstruksi rumah atau bangunan. Biasanya, mandor atau
building inspector akan segera mengetahui kesalahan ini sehingga bisa langsung
diperbaiki sebelum proses konstruksi benar – benar selesai. Namun, jika
building inspector lengah dalam mencermati cacat konstruksi ini, cacat
konstruksi baru akan diketahui setelah pembangunan hampir selesai.

Dampak yang terjadi akibat cacat konstruksi ini adanya pateri yang buruk (bad
welds), pasir yang masih mengandung terlalu banyak garam untuk dijadikan
beton, bad riveting dan inferior steel.

Pondasi yang tidak stabil

Sebuah struktur bangunan yang didesain dan dibangun dengan baik tapi berada
pada kondisi pondasi yang tidak stabil bisa menyebabkan kesalahan konstruksi.
Salah satu contoh bangunan dengan pondasi yang buruk dan mengakibatkan
kesalahan yang fatal adalah Menara Condong Pisa, Italia. Fondasi yang buruk
menyebabkan bangunan condong beberapa derajat karena permukaan tanah di
bawahnya bergerak.

Perubahan posisi (displacement) mengubah distribusi tekanan pada bangunan,


sehingga konstruksi dan desain bangunan berubah dari rencana awal, dan tak
lagi layak untuk difungsikan karena bisa runtuh sewaktu – waktu.

Salah Satu Bentuk Kerusakan Pada Bangunan

Kesalahan struktural karena faktor alam

 Pondasi retak atau jebol karena desakan akar pohon

Di samping kesalahan – kesalahan struktural yang disebabkan human error, ada


juga kesalahan struktural yang disebabkan faktor alam, misalnya retaknya
pondasi bangunan akibat desakan akar pohon. Pohon yang ditanam di area dekat
pondasi lama – lama akan tumbuh besar. Seiring pertumbuhan pohon, akar juga
akan semakin panjang dan semakin luas dalam mencari sumber air dan nutrisi
untuk bertahan hidup.

Hal ini membuat akar terus berekspansi. Meski ukurannya tak seberapa, kadang
akar bisa menekan sangat kuat hingga mampu menjebol pondasi. Pondasi yang
sudah retak ini berpotensi menyebabkan runtuhnya bangunan jika tidak segera
diatasi.

 Dinding rapuh karena lumut

Dinding yang dekat dengan sumber air atau wilayah genangan air berpeluang
untuk ditumbuhi lumut. Lumut – lumut ini jika dibiarkan terus akan mengikis
materi pada dinding hingga menyebabkan dinding keropos hingga tak mampu
menahan beban. Akibatnya, dinding bisa berpotensi roboh, terlebih saat ada
goncangan dasyat seperti gempa.

Cara mengatasinya yakni membersihkan lumut pada dinding tersebut secara


berkala, lalu menjaga dinding agar tetap kering dan tidak lembab, serta menutup
potensi genangan atau rembesan air di sekitar dinding.

Untuk Anda yang berada diwilayah JABODETABEK dan membutuhkan jasa


arsitek, desain interior dan jasa kontraktor untuk membangun/merenovasi
rumah, silahkan menghubungi kami melalui nomor: 081229400888,
087710400888, 021-83836281, atau 0251-9195383 (Bogor).

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca
artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini
melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca
artikel dari architectaria.com melalui email).