Anda di halaman 1dari 24

1

POLITIK TRANSAKSIONAL DAN MOU POLITIK,LA MENJADI PEMENANGNYA


(PILKADA KABUPATEN BANYUASIN 2018)

DEMOKRASI PANCASILA LALU TERBILANG RAPUH MELEPUH HARGA DIRI ANAK NEGERI
MAMPU TERBELI SUJUD DI KAKI SANG ZIONIS KAPITALIS

Roni Paslah, Kepala MBM dan biro media Tribunus.co.id , Petisi.co wilayah Sumsel, Pemerhati Pemerintah Penggiat Korupsi yang
tinggal di Kabupaten Banyuasin Sumsel

Pelaksanaan demokrasi di Indonesia didasarkan pada asas-asas pokok demokrasi untuk


memperkokoh jalannya proses demokrasi itu sendiri. Demokrasi dianut oleh negara kita adalah
demokrasi Pancasila yang terdiri dari 10 asas dasar yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan
Demokrasi Pancasila. Adapun asas-asas yang menjadi dasar dalam pelaksanaan asas-asas
demokrasi pancasila itu adalah sebagai berikut.

1. Asas Kerakyatan
Pelaksanaan demokrasi Pancasila dilakukan berdasarkan asas kerakyatan. Asas kerakyatan ini
mempunyai makna bahwa proses demokrasi dilakukan oleh rakyat dan untuk rakyat. Jadi, demokrasi
Pancasila dilakukan semata-mata untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia, bukan untuk
kepentingan golongan atau kelompok tertentu. Tujuan penggunaan asas kerakyatan adalah untuk
meminimalisir dampak ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat akibat adanya proses
demokrasi Pancasila.

2. Asas Kemufakatan
Seperti yang kita ketahui, sebagai negara yang mempunyai ciri-ciri negara demokrasi, segala
keputusan yang dihasilkan dalam proses demokrasi harus melalui proses musyawarah. Proses
musyawarah dalam mengambil keputusan ini ditujukan untuk mencari sebuah kata sepakat dalam
membicarakan keputusan. Dalam kehidupan berdemokrasi, kata sepakat ini biasa disebut dengan
mufakat. Jadi, pelaksanaan demokrasi Pancasila di Indonesia dilakukan berdasarkan musyawarah
mufakat. Hasil dari musyawarah mufakat harus diterima, dihormati, dan dilaksanakan oleh semua
pihak yang terlibat dalam musyawarah mufakat tersebut.

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
2

3. Asas Kedaulatan Rakyat


Asas kedaulatan rakyat dalam pelaksanaan demokrasi Pancasila dalam asas kedaulatan rakyat ini
menjunjung tinggi penuh kekuasaan rakyat terhadap jalannya proses demokrasi. Asas kedaulatan
rakyat meyakini bahawa kekuasaan tertinggi dalam sistem pemerintahan presiden sialpresidensial
dan parlementer berada di tangan rakyat. Maka dari itu, pelaksanaan demokrasi Pancasila
didasarkan pada kehendak rakyat dan mempertimbangkan kepentingan rakyat. Asas kedaulatan
rakyat juga terdapat pada prinsip-prinsip demokrasi Pancasila yang menekankan hal yang sama.

4. Asas Kekeluargaan
Pelaksanaan demokrasi Pancasila dilandaskan pada asas kekeluargaan. Pernyataan ini mempunyai
makna bahwa setiap orang yang turut berpartisipasi dalam proses demokrasi dipandang sebagai
keluarga. Oleh karena itu, dalam menghadapi perbedaan yang terjadi dalam proses demokrasi, tiap
anggota keluarga setidaknya dapat menghadapi perbedaan dengan menggunakan kepala dingin agar
tidak menjadi penyebab konflik sosial di dalam anggota keluarga. Asas kekeluargaan juga
menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan persatuan sebagai bentuk implementasi nilai-nilai
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari khususnya pada proses pelaksanaan demokrasi.

5. Asas Kekuatan Mayoritas


Perlu kita ketahui bersama, kata mayoritas dalam asas ini tidak diartikan sebagai kelompok atau
golongan tertentu yang mempunyai anggota terbanyak dalam sistem demokrasi era reformasi. Kata
mayoritas ini mengacu kepada keberadaan suara terbanyak dalam melakukan suatu musyawarah
dalam pelaksanaan asas-asas demokrasi pancasila di Indonesia. Sebagai perwujudan pelaksanaan
demokrasi, pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak dalam voting merupakan hasil akhir
dari sebuah perundingan atau permusyawaratan. Suara terbanyak dalam pengambilan keputusan
inilah yang disebut dengan kekuatan mayoritas. Dengan adanya kekuatan mayoritas, maka hasil
yang diperoleh dalam proses demokrasi harus mengacu pada suara terbanyak dan harus dihormati
oleh semua pihak tanpa terkecuali.

6. Asas Minoritas
Kelompok-kelompok dalam pelaksanaan demokrasi Pancasila terdiri dari kelompok mayoritas dan
kelompok minoritas. Dalam pelaksanaan demokrasi, kedua kelompok ini mempunyai makna
kedudukan warga negara. Hak-hak yang dimiliki oleh kelompok minoritas dalam proses demokrasi
harus diperhatikan. Kelompok-kelompok mayoritas juga tidak boleh menekan atau mengintervensi
kelompok minoritas untuk tunduk terhadap kelompok-kelompok mayoritas. Sebagai negara yang
menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila, proses demokrasi harus mengakomodasi semua
kelompok tanpa terkecuali dan tidak diperkenankan adanya intervensi antar kelompok. Kelompok
minoritas mempunyai kesempatan yang sama seperti kelompok mayoritas dalam pelaksanaan
demokrasi.

7. Asas Penjaminan HAM


HAM (Hak Asasi Manusia) dalam pelaksanaan demokrasi Pancasila dijamin oleh pemerintah. Setiap
masyarakat yang ikut dalam proses demokrasi Pancasila mempunyai hak asasi yang dapat
diperjuangkan karena Indonesia menjaminnya atas dasar hukum HAM. Sebagai negara yang
menjunjung tinggi demokrasi, setiap warga negara Indonesia mempunyai hak untuk menyampaikan
aspirasinya melalui cara-cara yang mereka inginkan. Negara tidak boleh menghalang-halangi atau
bahkan menutup kebebasan penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh warga negara karena dijamin
dalam undang-undang, iaitu UUD 1945 pasal 28. Dalam proses demokrasi, terdapat hubungan antara
demokrasi dan HAM itu sendiri. Hubungan ini merupakan hubungan yang erat karena perwujudan
HAM yang dimiliki oleh warga negara Indonesia dapat dilakukan salah satunya dalam proses
demokrasi.

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
3

8. Asas LUBER JURDIL


Asas LUBER JURDIL dalam pelaksanaan demokrasi Pancasila mempunyai arti bahwa proses
demokrasi harus dilakukan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Asas LUBER
JURDIL dalam pelaksanaan sistem pemilu di negara kita ini langsung mempunyai makna bahwa
proses demokrasi di Indonesia harus dilaksanakan secara langsung dengan melibatkan semua
elemen masyarakat dalam memberikan aspirasi yang tidak boleh diwakilkan oleh orang lain.

Kata umum mempunyai makna bahwa pelaksanaan demokrasi bersifat universal yaitu dapat
diikuti oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
● Kata bebas mempunyai makna bahwa setiap masyarakat yang mengikuti proses demokrasi
mempunyai kebebasan dalam mengutarakan aspirasinya tanpa adanya tekanan dari pihak
lain.
● Kata rahasia mempunyai makna bahwa setiap warga negara berhak merahasiakan
aspirasinya kepada orang lain jika dirasa perlu.
● Kata jujur mempunyai makna bahwa proses pelaksanaan demokrasi harus dilakukan secara
jujur.
● Kata adil mempunyai makna bahawa proses pelaksanaan demokrasi harus adil bagi semua
pihak dan golongan.

9. Asas Persamaan
Asas persamaan dalam pelaksanaan demokrasi Pancasila mengakui bahwa setiap warga negara
mempunyai kedudukan yang sama ketika mengikuti proses demokrasi. Tidak ada perbedaan yang
membatasi satu orang dengan yang lainnya ketika warga negara turut serta dalam proses demokrasi.
Asas persamaan dalam demokrasi diperkuat dengan adanya landasan hukum persamaan kedudukan
warga negara di Indonesia. Hal ini berarti bahwa tidak boleh ada perlakukan khusus bagi golongan
atau kelompok tertentu dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

10. Asas Toleransi


Pelaksanaan demokrasi Pancasila di Indonesia juga didasarkan pada asas toleransi. Asas toleransi
ini mengedepankan rasa toleran terhadap pandangan yang berbeda dari golongan atau kelompok
tertentu. Melalui asas ini, semua perbedaan yang muncul dalam proses demokrasi harus dihargai
agar tidak terjadi konflik dalam masyarakat yang dapat menimbulkan dampak tertentu. Penerapan
asas toleransi dalam proses pelaksanaan demokrasi juga merupakan salah satu dari penerapan
Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Itulah beberapa penjelasan mengenai asas-asas yang terdapat dalam pelaksanaan demokrasi
Pancasila di Indonesia.
https://docs.google.com/document/d/1wvMZLhHkH9ody3EqtGX34UunbxoiZdTknFmIDuy4ZZA/edit?u
sp=drivesdk

MBM,GPMBM,OPABB dan APPB. Canangkan Masyarakat Banyuasin Mengecam, Menolak


Keras atas ke tidak Netralannya Penyelenggara (KPU,Panwaslu dan ASN) dalam Pilkada
Serentak Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan

Banyuasin 01 Juli 2018


Nomor surat : 001/SMB/lV/Vl/2018
Lampiran :Terlampir.
Perihal : Pilkada Kabupaten Banyuasin Sumsel Diluar dari Asas Demokrasi Pancasila.

Kepada Yth :

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
4

1. Mahkamah Konstitusi RI (MK)


2. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu RI (DKPP)
3. Badan Pengawas Pemilu RI (Bawaslu)
4. Menteri Dalam Negeri RI

Di

JAKARTA

Bersama dengan surat ini kami masyarakat banyuasin Sumatera Selatan Sampaikan. Kepada Sang
pemegang keAdilan. Begitu banyak waktu yang kami buang, begitu juga penderitaan masyarakat
kami kabupaten banyuasin. Sudah 16 tahun menjadi kabupaten Banyuasin namun kita lihat sama-
sama dimana Kabupaten BANYUASIN itu.
Kami masyarakat Banyuasin tidak butuh pujian dan segudang prestasi dan predikat seperti saat ini.,
Tapi nyatanya kami masyarakat kabupaten banyuasin sangat tragis dan menyedihkan.
Bahkan pujian dan prestasi itu suatu alasan kemiskinan dan kesenjangan sosial yang terjadi pada
masyarakat kami di Kabupaten Banyuasin ini. “Yang kami butuhkan ialah Kesetaraan dalam
Kehidupan Secara Ekonomi dan Hukum.
“Maka dengan ini atas nama Masyarakat Banyuasin Sumatera Selatan yang Tergabung dalam :
1. Masyarakat Banyuasin Menggugat (MBM)
2. Gabungan Pemuda Masyarakat Banyuasin Menggugat (GPMBM)
3. Ormas Pemuda Adat,Budaya Kabupaten Banyuasin(OPABB)
4. Asosiasi Pemberdaya Pertanian Kabupaten Banyuasin (APPB)

Dengan Nama Allah Tuhan yang Maha Esa Saya Mewakili Seluruh Masyarakat Kabupaten
Banyuasin Sumatera Selatan.
1. MBM,
2. GPMBM,
3. OPABB Dan
4. APPB.
Nama : Roni Paslah
No.identitas,(KTP) : 1607111203820002
Alamat : Dusun 1 RT/RW : 04/01 Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten
Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.
No Kontak : +6282280023160
Alamat Email : mbm.menggugat99@gmail.com

Mengingat kondisi bangsa yang seperti ini disertai Pemilukada yang merupakan Pesta Demokrasi
rakyat di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan tidak lagi sesuai dengan Asas-asas demokrasi
pancasila hal itu sudah sangat jelas, dan Nyata.
Inilah yang di maksud Komunisme ketika Hak kemerdekaan warga negara tidak diindahkan dan
kedaulatan tidak lagi ditangan rakyat. Politik Transaksional dan balter menjadi suatu alternatif. “Anak
negeri dan Alat negara menjadi budak Penguasa”
Batin ini menjerit tapi kemana tempat diri ini mengadu dan mencurahkan rasa’ yang sangat sakit dan
perih ini..?? setiap saat dan waktu kami berjuang untuk minta keadilan, namun kami hanya mampu
sebatas inisaja. Kami tidak bisa berbuat apa-apa.
Bagaimana kami mau berbuat.?? Untuk makan sehari-hari sajah kami sudah sangat susah, belum
lagi biaya anak sekolah dan balita kami yang butuh nutrisi.

Kemana lagi kami harus mencari, kalau ladang-ladang kami habis dikuasai oleh perusahaan-
perusahaan perkebunan, secara paksa. Belum lagi sungai tempat kami minum memasak untuk
kebutuhan rumah tangga, sudah dicemari oleh lalu-lalang tongkang batu bara. Disungai musi bukan

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
5

hanya itu sungai musi bagi kami merupakan tempat kami mencari nafka (nelayan tangkap ikan
tradisional) akibat aktifitas tongkang batu bara kami tidak dapat menangkap ikan seperti dulu lagi
ditambah lagi harga karet yang merupakan produk komoditi mayorita di kabupaten banyuasin ini
malah tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah baik dari sarana dan prasarana sama sekali
tidak ada keterlibatan pemerintah, begitu juga di bidang pertanian padi lalu harus apa lagi inisuda
sungguh tidak manusiawi lagi hidup hanya untuk makan (hewan) kami masyarakat banyuasin saat ini.
Duhai gusti Allah bukakan lah pintu qalbu para toko-toko adat,Agama dan pemuda di bangsa ini. Saat
nyalah untuk melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat (AMPERA) di Bumi Putra Sriwijaya ini.
https://mykonlinedotblog.wordpress.com/2017/11/27/fakta-sektor-pertanian-di-kabupaten-banyuasin-
sum-sel/amp/

https://www.scribd.com/document/361191625/Dokumen-Media-Petisi-co-Mengenai-Dampak-Dari-
Tambang-Batu-Bara

Atas nama demokrasi kami Mengecam dan Menyayangkan atas Tindakan KPUD Banyuasin,
Panwaslu Banyuasin, Kelima Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, dan Oknum ASN yang
dikomandoi langsung oleh Ir. SA Suprionoh. sebagai Bupati Banyuasin. yang sudah mencederai
pesta demokrasi rakyat dari dasar dan asas bangsa ini PANCASILA dan UUD,45. Pesta demokrasi
rakyat yang dijadikannya’Suatu ajeng prosesi arena Pertunjukan sirkuit saja"
Pelanggaran yang terstruktur sistematis dan masif. Politik transaksional dan MoU politik, la
pemenangnya (pilkada banyuasin 2018).
Kompromi Itu hak dan terserah mereka tapi KKN yang dilakukannya” yang sangat menjadi masalah
dan Penderitaan Kami masyarakat Kabupaten Banyuasin. Mereka-mereka yang terlibat disana
(pilkada) semuanya mendapat keuntungan yang berlimpah ruah dari hasil loobie-loobie politik yang
mereka lakukan itusemua menjadi beban yang akan kami pikul dan bayar. Dari tetesan keringat
hinggah kucuran darah kami Masyarakat Kabupaten Banyuasin. Saat ini dan yang akan datang.

Jurus,Modus dan Tahapan Kejahatan yang Terjadi di Pilkada 2018 Kabupaten Banyuasin
Sumatera Selatan
http://www.tribunus.co.id/2017/12/terkait-pilkada-banyuasin-seorang-warga.html?m=1

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
6

MODUS DAN METODE :


1.Tahapan pendanaan :
Diduga Keras Sumber pendanaan dari Setiap (5) Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten
Banyuasin Sumsel Periode 2018-2023 dari hasil KKN tahun Anggaran 2017-2018 APBD Kabupaten
Banyuasin.
a. http://petisi.co/hutang-pamkab-banyuasin-kepada-kontraktor-mencapai-rp-90-m/
Hutang Pemkab Banyuasin kepada pihak ke 3 Senilai Rp 170.M
b. http://www.tribunus.co.id/2018/06/aleh-aleh-piradprd-banyuasin-boyong.html
Dana Aspirasi,Pira 45 DPR Tahun 2017-2018… 1,5 M X 45 Anggota DPR :
c. http://petisi.co/semua-pihak-diminta-ikut-mengawasi-keuangan-kabupaten-banyuasin
Dana Desa bersumber dari APBD Banyuasin Tahun anggaran 2017 yang merupakan janji
politik Mantan Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian dan ini sudah masuk di dalam Peraturan
Daerah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah RPJMD Kab Banyuasin
Rp 400.000.000 X 304 desa :Rp… Setiap desa Se Kabupaten Banyuasin.
d. http://www.tribunus.co.id/2018/04/kebablasan-anggaran-titipan-pemegang.html?m=1 Tiga
tahun Pembangunan jembatan Mangkrak Kebablasan Anggaran Titipan Pemegang
Kekuasaan, Pembagunan Proyek Jembatan Rantau Bayur Mangkrak.
e. Kemungkinan besar pilkada Kab Banyuasin Sum-Sel di dalangi DPR RI, PT.AMML, PT.
R6B dan PT (SAP) Surya Agro Persada, PT PROVIDENT AGRO Tbk.
Diduga Hasil lobei Balter Lahan perkebunan Di wilayah Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten
Banyuasin Sumatera Selatan.
https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/09/10/kawasan-hutan-dan-
fungsinya-kabupaten-banyuasin-sumatera-selatan/?preview=true
"866 PAKET PEKERJAAN MAUPUN PENGADAAN PENUNJUKAN LANGSUNG (PL)
KABUPATEN BANYUASIN SUMSEL TAHUN ANGGARAN 2018"
http://amperarakyatri.blogspot.com/2018/11/866-paket-pekerjaan-maupun-pengadaan.html

http://www.tribunus.co.id/2018/12/866-paket-pl-alternatif-kkn-add.html?m=1

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
7

2. Kepercayaan Publik
http://petisi.co/beberapa-ls-dinilai-subordinasi-dan-aktor-politik-praktis/&hl=id-ID
3. Modus yang akan dimainkan
http://petisi.co/warga-3-kecamatan-keluhkan-ktp-bodong/&hl=id-ID
http://www.tribunus.co.id/2018/03/pemerintah-tidak-mampu-menjamin.html?m%3D1&hl=id-ID
4. Penggelembungan Suara merupakan hal yang pokok untuk melancarkan aksi.
http://petisi.co/ditemukan-3774-pemilih-ganda-dan-tak-masuk-dps/
http://www.tribunus.co.id/2018/04/kebenaran-tudingan-berita-hoax-terkait.html?m%3D1&hl=id-ID
http://petisi.co/dindukcapil-banyuasin-terima-12-ribu-blangko-ktp-elektronik-dari-kemendagri/&hl=id-ID
5. Sang Panglima memberikan Instruksi dan mengukur Seberapa jauh kesiapan.
http://www.tribunus.co.id/2018/06/kpudpanwaslu-dan-pemkab-banyuasin-rapat.
6. Untuk menutupi penggelembungan suara Anak dibawah umur (pelajar kelas 1,2 SMP di bikinin E
KTP)
http://www.tribunus.co.id/2018/06/diduga-panwaslu-kpuddisdukcapil-dan.html?m=1
Diduga untuk Kepentingan Paslon, Disdukcapil Buatkan E-KTP Anak SMP http://petisi.co/diduga-
untuk-kepentingan-paslon-disdukcapil-buatkan-e-ktp-anak-smp/
7. Money Politik dan kotak Segel dibuka Pada saat kotak suara di PPK dan C1 yang berhologram
diisi sesuai dengan keinginan.
Inidilakukan oleh Paslon nomor urut 05.
“C1 yang berhologram sengaja tidak tidak diberikan oleh KPU,Panwaslu C1 yang berhologram diisi
oleh orang yang di khususkan bertujuan supaya hasilnya sesuai dengan apa yang sudah disepakati
(setiap kotak suara)
http://www.tribunus.co.id/2018/07/pilkada-banyuasin-dianggap-rusak-dan.html?m=1
http://bongkarnews.com/4-pasang-calon-bupati-banyuasin-tolak-hasil-pilkada/
8. KPUD Umumkankan Suara terbanyak.
Sama halnya umum Pasangan calon yang terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin
Periode 2018-2023
http://www.tribunus.co.id/2018/07/resmi-lima-komisioner-tandatangani.html?m=1
http://www.tribunus.co.id/2018/06/kecurangan-pilkada-kab-banyuasin.html?m=1
http://www.tribunus.co.id/2018/07/pilkada-banyuasin-dianggap-rusak-dan.html
C1 Untuk KPPS sengaja dikosongkan oleh KPPS Biar Diisi isi sesuai dengan keinginan.
“Cara Membongkar Kotak untuk mengisi C1 yang Berhologram microtest sesuai dengan keinginan.,
hampir di 19 kecamatan dibuka secara diam diam yang bukan pada waktunya dan Wewenang Nya.
https://www.scribd.com/document/364872795/Kabupaten-Banyuasin-Dalam-Angka-Tahun-2017

Hasil Pemilihan Rial :


1. Agus Yudiantoro-Hazuar Bidui : 22,036. suara.
2. Arkoni-Hazwar Hamid : 125,742. suara
3. Buya Husni – Supartijo : 48,797. suara
4. Syaiful Bakhri-Agus Salam : 26,144. suara.
5. Askolani-Slamet : 116,223. suara.
TOTAL : 338,942. suara.
DPT : 572,784 mata pilih.

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
8

Demokrasi rakyat hanyalah suatu ajeng prosesi,arena pertunjukan sirkuit saja"


Inilah akar dari permasalahan khususnya di Kabupaten Banyuasin Sumsel Prestasi bisa diBeli
Jabatan suda pasti bisa di Loobie Lalu Buat apa dan Untuk Apa..SIii.Pemegang Kedaulatan.
https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/07/07/hasil-perolehan-suara-rieal-5-
paslon-bupati-dan-wakil-bupati-kab-banyuasin-sum-sel-2018-2023/
https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/07/05/demokrasi-pancasila-lalu-terbilang-
rapuh-melepuh-harga-diri-anak-negeri-mampuh-terbeli-sujut-di-kaki-sang-sionis-kapitalis/
http://www.tribunus.co.id/2018/07/pilkada-banyuasin-dianggap-rusak-dan.html?m=1
http://bongkarnews.com/4-pasang-calon-bupati-banyuasin-tolak-hasil-pilkada/
http://www.tribunus.co.id/2018/07/resmi-lima-komisioner-tandatangani.html?m=1

https://www.scribd.com/document/364872795/Kabupaten-Banyuasin-Dalam-Angka-Tahun-2017
Dalam waktu singkat ini sangat banyak sekali, keganjilan di Disdukcapil Kabupaten Banyuasin ada
Motif apa di balik semua ini.???
Sebelumnya Dinas Dukcapil khususnya Kab Banyuasin dan beberapa disdukcapil yang berada di
wilayah Provinsi Sumatera Selatan hampir 4 bulan kehabisan blangko sehingga warga sempat
tertunda yang mau bikin KTP.
https://www.facebook.com/100017189268310/videos/250793622170278/
Sepertinya saat ini baru jelas terlihat apa tujuan Disdukcapil Kab Banyuasin Waktu lalu menurut
sumber-sumber. hampir 3 sampai 5 ribuan di setiap kecamatan di 19 kecamatan di Kabupaten
Banyuasin yang masuk DPT sementara 3-5 ribu tersebut ganda, orangnya tidak ada (meninggal
dunia,pindah,bekerja di luar daera dll), belum cukup umur dan sebagainya.
Atau dalam satu suara (mata pilih) mempunyai 2 sampai 3 hak pilih besar kemungkinan dengan
nama yang sama dan tanggal lahir sama nomor nik KTP sama hanya alamatnya saja yang berbeda
itu artinya satu mata pilih tersebut sekali coblos untuk tiga suara.

1. Di tempat tempat yg tertentu desa/lurah atau RT:RW Warga tidak dapat memberikan
suaranya karena tidak adanya surat Undangan dari PPS dan KPPS,
2. dan ada lagi waktu masih panjang warga masih banyak belum memilih namun KPPS nya
sudahsuda umumkan masa pencoblosan suda berakhir TPS ditutup.
3. Banyak ditemukan Satu TPS 500 hingga 800 mata pilih sementara setiap TPS hanya
diperbolehkan hanya 350 suara dan itu sudah pasti tidak mungkin melebihi karena sesuai
data penduduk yang tinggal di tempat tsb.
Sehingga angka tersebut (golput) berkemungkinan mata pilih ini menjadi keuntungan salah satu
Paslon.

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
9

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
10

http://www.tribunus.co.id/2018/06/diduga-panwaslu-kpuddisdukcapil-dan.html?m=1

http://petisi.co/dindukcapil-banyuasin-terima-12-ribu-blangko-ktp-elektronik-dari-kemendagri/&hl=id-ID

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
11

http://petisi.co/warga-3-kecamatan-keluhkan-ktp-bodong/&hl=id-ID

http://www.tribunus.co.id/2018/03/pemerintah-tidak-mampu-menjamin.html?m%3D1&hl=id-ID

http://www.tribunus.co.id/2018/06/kpudpanwaslu-dan-pemkab-banyuasin-rapat

Diduga untuk Kepentingan Paslon, Disdukcapil Buatkan E-KTP Anak SMP http://petisi.co/diduga-
untuk-kepentingan-paslon-disdukcapil-buatkan-e-ktp-anak-smp/

http://petisi.co/ditemukan-3774-pemilih-ganda-dan-tak-masuk-dps/&hl=id-ID

http://petisi.co/warga-3-kecamatan-keluhkan-ktp-bodong/&hl=id-ID

http://www.tribunus.co.id/2018/04/kebenaran-tudingan-berita-hoax-terkait.html?m%3D1&hl=id-ID

http://petisi.co/beberapa-ls-dinilai-subordinasi-dan-aktor-politik-praktis/&hl=id-ID

http://www.tribunus.co.id/2018/06/empat-paslon-bup-dan-wabup-tuntut-hasil.html?m=1

http://www.tribunus.co.id/2018/06/kecurangan-pilkada

Kecurangan Pilkada Kab Banyuasin Ditengarai Secara Kolektif Oleh ASN

BANYUASIN, TRIBUNUS.CO.ID - Kecurangan Pemilahan Umum Kepala Daera (Pemilukada) di


Kabupaten Banyuasin suda di luar kewajaran sesuai dalam Pasal 2 huruf f UU No. 5/2014 ditegaskan
bahwa setiap pegawai ASN tidak boleh berpihak dari segala pengaruh mana pun dan tidak memihak
pada kepentingan siapa pun. Hal yang sama diatur dalam UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016,"

M Amin (70 th) Selaku Tokoh Agama Desa Salek Jaya saat di temui kamis (28/6/2018) mengatakan,
Oknum anggota BPD desa Salek Jaya yang merupakan bagian dari ASN (Aparatur Sipil Negara)
telah mengumpulkan warga di balai desa bagi2 uang Rp.80.000,- kaos berlambang PDIP dan satu
buah cangkir.

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
12

“Yo,pak benar kami dikumpulkan Oleh oknum (hd) Anggota BPD Salek Jaya membagikan kaos,uang
dan cangkir di balai desa Salek Jaya Kec,Air Salek mengajak masyarakat untuk mencoblos calon
Bupati No.5 Askolani dan Selamat Soemantono,”Jelasnya.

Senada juga disampaikan oleh Widi dan Sukar”bendahara Masjid Darul Mukminin Desa Purwosari
Kecamatan,Makarti Jaya telah menerima uang sebesar Rp.10.000.000,- yang dibagikan oleh Tim
Calon Wakil Bupati No.5 Selamed Soemantono Saptu (23/6/2018) dalam masa tenang,pengakuan
ketua dan bendahara Masjid Darul Mukminin.

“Mereka dipanggil ke BKB (benteng kuto besak) (pelabuhan speed boat)untuk mengambil uang
tersebut dengan tujuan ajak masyarakat pilih Paslon Bupati No.5 Solmed, katanya.
Ditengarai Secara Kolektif Oleh ASN yang dimotori oleh Bupati Banyuasin Ir. SA. Supriono secara
terang terangan menggerakkan seluruh ASN seperti Para Guru-guru Camat Kepala Desa Untuk
memenangkan kan Paslon No 05 Askolani,Slamet, namun pihak Panwaslu belum melakukan
tindakan yang berarti.

Kuasa Hukum Arkoni.Md Afifuddin.SH saat ditemui media ini Jumat (29/6/2018)
mengatakan,”Ya,benar saat ini kami telah menerima laporan dari masyarakat di beberapa Kecamatan
dan Tim Komid,kami juga lagi mengumpulkan data terutama surat pernyataan,BB Uang,rekaman dan
gambar yang akan kami ajukan di Polres,Panwas,Bawaslu maupun MK nanti,”Pungkasnya.

Langka awal hari ini Jumat 29/6/2018 kami akan melaporkan masalah ini di Panwaslu Banyuasin dan
Gakkumdu (anggota penegak hukum terpadu) kami akan melakukan perlawanan terhadap
kecurangan pemilu mulai dari Money Politic sampai ASN,”jelasnya,(rn)

PILKADA BANYUASIN, MERUSAK DAN MENCEDERAI KONSTITUSIONAL DALAM


BERDEMOKRASI PANCASILA

Politik transaksional dan MoU Politik, la pemenangnya (pilkada banyuasin 2018)

BANYUASIN,TRIBUNUS.CO.ID - Politik transaksional dan MoU Politik, la PemenangNya (pilkada


banyuasin 2018) Pemilihan Umum Kepala Daera (pemilukada) di Kabupaten Banyuasin Sumatera

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
13

Selatan Sudah mencederai Demokrasi Pancasila yang sama-sama kita ketahui Demokrasi Pancasila
mempunyai 10 (sepuluh) asas pokok dimana salah-satunya menyatakan Demokrasi Terpimpin
dimana Kedaulatan itu sepenuhnya di tangan Rakyat.

Kartel Politik, Terdapat penggelembungan suara yang dilakukan oleh Paslon No.5 Askolani dan
Selamat Soemantono di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dikatakan oleh saksi
Paslon nomor urut 3 yang diwakili Ismail Fauzih didampingi Adnan menyatakan keluar dari ruangan
rapat KPU Banyuasin Rabu (4/7), setelah membeberkan penggelembungan suara di sejumlah TPS
pada Pemilukada 27 Juli 2018 lalu.

Keterlibatan ASN dalam Prosesi Pilkada ini sangat dominan sumber dari bermacam-macam masalah
seperti many politik dan kecurangan yang lain seperti di tempat-tempat yg tertentu desa/lurah atau
RT:RW Warga tidak dapat memberikan suaranya karena tidak adanya surat Undangan dari PPS dan
KPPS.

Dan ada lagi waktu masih panjang warga masih banyak belum memilih namun KPPS nya sudahsuda
umumkan masa pencoblosan suda berakhir TPS ditutup,lalu banyak ditemukan Satu TPS 500 hingga
800 mata pilih sementara setiap TPS hanya diperbolehkan hanya 350 suara dan itu sudah pasti tidak
mungkin melebihi karena sesuai data penduduk yang tinggal di tempat tsb.

“C1 yang Berhologram microtestm yang seharusnya dari TPS C1 yang berhologram tersebut suda
terisi hasil dan perolehan secara rinci dari setiap tempat pemilihan suara (TPS) yang ada C1 yang
berhologram tersebut dari TPS kosong belum terisi.

“Dengan cara Membongkar Kotak untuk mengisi C1 yang Berhologram microtest sesuai dengan
keinginan, hampir di 19 kecamatan kotak suara dibuka secara diam diam oleh (oknum PPK) yang
bukan pada waktunya dan wewenangnya yang bertujuan merubah hasil pemilihan.

Walk Out dilakukannya, setelah Ketua KPU Kabupaten Banyuasin Dahri tidak memberikan
kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan saksi Paslon nomor 3 Buya-Supartijo
yakni Ismail Fauzih yang menyebut bahwa sejumlah TPS di wilayah Banyuasin telah terjadi
penggelembungan suara hingga merugikan Paslon 1,2,3 dan 4 di Pemilukada Banyuasin.

Temuan Ismail, seperti di TPS 2 Desa Tanjung Kepayang Kecamatan Banyuasin III Paslon 1 =13,
Paslon 2= 60, Paslon 3 =65, Paslon 4=106, Paslon 5=269, suara sah= 513 dan suara tidak sah =10
jumlah DPT=335, cadangan=8, DPT 343 dan suara Ilegal =180. Selain itu, di TPS 3 Desa Saleh Jaya
Kecamatan Air Salek bahwa Paslon 1=168, Paslon 2 =87, Paslon 3 =10, Paslon 4 = 9, Paslon 5 =
168, suara sah= 442, suara tidak sah=22, DPT=316, cadangan=8, DPT=324 dan suara ilegal =140.

“Karena tidak ditanggapi untuk apa kami mengikuti proses rekapitulasi perhitungan suara di KPU,
sebab hasilnya tidak benar. Dari data Form C1 KWK di sejumlah TPS cukup valid ditandatangani
saksi-saksi, disinyalir ada penggelembungan suara di TPS,”katanya.

Ditanya apakah Paslon nomor 3 Buya-Supartijo akan menggugat di Mahkamah Konstitusi (MK)
adanya masalah ini. Ismail Fauzih belum bisa memastikan upaya yang akan ditindaklanjuti pihaknya
kedepan.”Lihat saja nanti, upaya kami terkait hal ini,”ucapnya.Ketua KPU Banyuasin Dahri belum bisa
menjelaskan permintaan saksi Paslon nomor 3, untuk menanggapi hal itu. “Maaf saat ini masih dalam
rapat pleno Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel. Jadi, saya belum bisa menangani,”katanya
singkat seraya melanjutkan rapat pleno.
Pantauan di lapangan, perhitungan suara hanya dihadiri saksi paslon nomor 5, sedangkan tiga saksi
Paslon lain diantaranya Paslon nomor 1,2 dan 4 tidak hadir,dikarenakan sudah mengetahui kalau
pilkada banyuasin banyak kecurangan,mulai dari terlibatnya ASN yang motori oleh pejabat

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
14

Banyuasin,praktek money Politic sampai pada penggelembungan suara,”kata Kadir saksi paslon No.2
Arkoni dan Azwar Hamid.
Walau demikian suasana perhitungan suara di KPU Banyuasin berjalan aman dan kondusif.
Setidaknya ada 500 personel Polri/TNI yang berjaga mengamankan rapat pleno tersebut,walau tidak
ada aksi demo dari 4 Paslon namun dipastikan 4 Paslon akan menempuh jalur Hukum dikarenakan
pilkada Banyuasin banyak mengarah pada pidana dan pelanggaran pemilu,(rn).

Resmi, Lima Komisioner Tandatangani Hasil Rekapitulasi Perolehan Suara Untuk Pilkada Banyuasin
2018

Hasil Rekapitulasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin yang disahkan KPU
Banyuasin APPB

BANYUASIN,TRIBUNUS.CO.ID - Hasil rekapitulasi Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten pada


pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin tahun 2018 di Kantor KPUD Banyuasin, Kamis (5/7)
tepat pukul 24.00 dini hari sah dan sudah ditandatangani lima Komisioner KPU Banyuasin yakni
Dahri, Salinan, Maulidi, Ida Royani dan Agus Suprianto.

Dengan disaksikan PPK, Panwaslu Kabupaten, Panwaslu Kecamatan dan saksi Paslon Nomor 5 dan
saksi paslon nomor 2. Sedangkan saksi paslon nomor 1, 3 dan 4 tidak hadir.

Dari hasil rekapitulasi yang disahkan KPU Banyuasin ini, Paslon calon Bupati dan Wakil Bupati
Banyuasin nomor urut 5 H Askolani-H Slamet unggul dengan 131.593 suara atau 34.09 persen.

Pasangan Solmet unggul dibandingkan paslon nomor 2 Arkoni-Hazwar Hamid 99.481 suara, dengan
selisih suara keduanya 32.112 suara.
Kemudian disusul, paslon nomor 3 Buya Husni-Supartijo 80.321 suara, paslon nomor 4 Syaiful
Bakhri-Agus Salam 39.749 suara dan paslon nomor 1 Agus Yudiantoro-Hazuar Bidui 34.787 suara.
Dengan jumlah suara sah 385.931 suara.

Pasangan Solmet, unggul di 12 Kecamatan yakni Talang Kelapa 22.596 suara, Banyuasin II 5.244
suara, Sumber Marga Telang 2.944 suara, Makarti jaya 5.203 suara, Muara Padang 5.723 suara,
Muara Sugihan 10.044 suara, Air Saleh 8.058 suara, Suak Tapeh 2.865 suara, Rambutan 8.200

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
15

suara, Air Kumbang 5.699 suara, Pulau Rimau 7.479 suara dan Tungkal Ilir 5.433 suara.

Sedangkan Arkoni-Hazwar Hamid unggul di empat Kecamatan yakni Tanjung Lago 6.208 suara,
Muara Telang 5.544 suara, Rantau Bayur 9.173 suara dan Betung 9.320 suara.

Pasangan Buya Husni - Supartijo unggul di dua Kecamatan yakni Banyuasin III 10.145 suara dan
Sembawa 5.174 suara.
" Hasil rekapitulasi sah, sudah ditandatangani oleh lima komisioner, "kata Ketua KPU Banyuasin
Dahri
Terkait adanya saksi paslon yang enggan membubuhkan tanda tangan formulir rekapitulasi hasil
penghitungan suara, saat pleno tingkat kabupaten. Dahri menegaskan, hal itu tidak menghambat
pelaksanaan pleno penetapan hasil Pilkada Banyuasin.
"Tidak jadi malasmalasa, tidak akan menghambat pelaksanaan pleno. Itu haknya mereka, kita
sebelumnya sudah memberikan undangan," tuturnya.
Terkait masih ada paslon yang melaporkan dugaan pelanggaran Pilkada, Dahri menyatakan, hal itu
diluar rana KPUD. Sehingga tidak akan menghambat tahapan yang digelar KPU.
"Untuk pelanggaran, itu rananya Panwaslu dan Gakkumdu. Tidak akan menghambat jalannya pleno,"
tandasnya.(rn)

http://www.tribunus.co.id/2018/07/resmi-lima-komisioner-tandatangani.html?m=1

Mengecam dan menyayang kan atas tindakan KPUD Banyuasin Panwaslu Banyuasin, Kelima
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati dan Oknum ASN yang sudah Mencederai Pesta Demokrasi
Rakyat dari Dasar dan Asas Bangsa ini PANCASILA dan UUD,45. Pesta Demokrasi rakyat yang
dijadikannya (ASN) suatu ajeng Prosesi arena Pertunjukan Sirkuit Saja" Pelanggaran yang
Terstruktur Sistematis dan Masif Politik transaksional dan MoU Politik, la pemenangnya (pilkada
banyuasin 2018)
Tidak hanya dari Paslon yang kalah saja bisa tuntut masala tersebut dari semua Elemen masyarakat
pun bisa tuntut kalau itu hanya sandiwara, atau MoU Politik antara semua Paslon Ke-05 Pasangan
Calon Bupati dan Wakil Bupati, di sini yang sangat dirugikan adalah Masyarakat yang dituntut tidak
independennya Penyelenggara Pemilukada (Banyuasin Sumsel).
Ini artinya tidak berjalannya sistem pemerintahan yang Demokrasi Pancasila (terpimpin).

Tuntutan tersebut bukan sesuda pilkada namun tuntutan tersebut jauh sebelum Pilkada, jadi bukan
berarti keberpihakan terhadap salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati, namun ini kami masyarakat
mau betul2 mencari pemimpin yang terbaik untuk Kab Banyuasin yang kami cintai ini.
Sudah 16 tahun usia Kab Banyuasin namun apa yang dapat kita lihat yang ada hanya kata2 pujian
dan segudang prestasi. Itu kami masyarakat banyuasin tidak harapkan namun, yang kami harapkan
adalah Kesetaraan jenjang kehidupan secara Ekonomi dan Hukum.

Modusnya
C1 Untuk TPS Sengaja tidak di Isi atau di
Kosongkan Oleh KPPS guna C1 yang BerHologram tersebut diisi oleh Orang Orang Khusus untuk
memenangkan salah satu Calon sesuai MoU Para mereka mereka (Lima Pasangan Calon) dengan
cara Membongkar Kotak untuk mengisi C1 yang Berhologram microtest sesuai dengan keinginan.,
hampir di 19 kecamatan kotak suara dibuka secara diam diam yang bukan pada waktunya dan
Wewenang Nya.
Hasil Pemilihan Rial :
1. Agus Yudiantoro-Hazuar Bidui : 22,036. suara
2. Arkoni-Hazwar Hamid : 125,742. suara
3. Buya Husni - Supartijo : 48,797. suara

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
16

4. Syaiful Bakhri-Agus Salam : 26,144. suara


5. Askolani-Slamet : 116,223. suara.

TOTAL : 338,942. suara


DPT : 572,784 mata pilih

https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/07/07/hasil-perolehan-suara-rieal-5-
paslon-bupati-dan-wakil-bupati-kab-banyuasin-sum-sel-2018-2023/

Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati
Banyuasin tahun 2018 di Kantor KPUD Banyuasin, Kamis (5/7) tepat pukul 24.00 dini hari sah dan
sudah ditandatangani lima Komisioner KPU Banyuasin yakni Dahri, Salinan, Maulidi, Ida Royani dan
Agus Suprianto.

Dengan disaksikan PPK, Panwaslu Kabupaten, Panwaslu Kecamatan dan saksi Paslon Nomor 5 dan
saksi paslon nomor 2. Sedangkan saksi paslon nomor 1, 3 dan 4 tidak hadir.
https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/07/05/demokrasi-pancasila-lalu-terbilang-
rapuh-melepuh-harga-diri-anak-negeri-mampuh-terbeli-sujut-di-kaki-sang-sionis-kapitalis/

Ini Hasil Dari KPUD Banyuasin :


Dari hasil rekapitulasi yang disahkan KPU Banyuasin ini, Paslon calon Bupati dan Wakil Bupati
Banyuasin nomor urut 5 H Askolani-H Slamet unggul dengan 131.593 suara atau 34.09 persen.
Pasangan Solmet unggul dibandingkan paslon nomor 2 Arkoni-Hazwar Hamid 99.481 suara, dengan
selisih suara keduanya 32.112 suara.
Kemudian disusul, paslon nomor 3 Buya Husni-Supartijo 80.321 suara, paslon nomor 4 Syaiful
Bakhri-Agus Salam 39.749 suara dan paslon nomor 1 Agus Yudiantoro-Hazuar Bidui 34.787 suara.
Dengan jumlah suara sah 385.931 suara.

Pasangan Solmet, unggul di 12 Kecamatan yakni Talang Kelapa 22.596 suara, Banyuasin II 5.244
suara, Sumber Marga Telang 2.944 suara, Makarti jaya 5.203 suara, Muara Padang 5.723 suara,
Muara Sugihan 10.044 suara, Air Saleh 8.058 suara, Suak Tapeh 2.865 suara, Rambutan 8.200
suara, Air Kumbang 5.699 suara, Pulau Rimau 7.479 suara dan Tungkal Ilir 5.433 suara.
Sedangkan Arkoni-Hazwar Hamid unggul di empat Kecamatan yakni Tanjung Lago 6.208 suara,
Muara Telang 5.544 suara, Rantau Bayur 9.173 suara dan Betung 9.320 suara.
Pasangan Buya Husni - Supartijo unggul di dua Kecamatan yakni Banyuasin III 10.145 suara dan
Sembawa 5.174 suara.

"Hasil rekapitulasi sah, sudah ditandatangani oleh lima komisioner, "kata Ketua KPU Banyuasin Dahri
Terkait adanya saksi paslon yang enggan membubuhkan tanda tangan formulir rekapitulasi hasil
penghitungan suara, saat pleno tingkat kabupaten. Dahri menegaskan, hal itu tidak menghambat
pelaksanaan pleno penetapan hasil Pilkada Banyuasin.
"Tidak jadi malasmalasa, tidak akan menghambat pelaksanaan pleno. Itu haknya mereka, kita
sebelumnya sudah memberikan undangan," tuturnya.

Terkait masih ada paslon yang melaporkan dugaan pelanggaran Pilkada, Dahri menyatakan, hal itu
diluar rana KPUD. Sehingga tidak akan menghambat tahapan yang digelar KPU.
"Untuk pelanggaran, itu rananya Panwaslu dan Gakkumdu. Tidak akan menghambat jalannya pleno,"
tandasnya.(rn)

PEROLEHAN SUARA HASIL PILKADA BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN BANYUASIN SUMSEL
2018 KE-5 PASLON SETIAP PASANGAN PERHITUNGAN KPUD BANYUASIN :

Paslon No 05 : Askolani-Slamet :

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
17

1.Talang Kelapa 22.596 suara


2. Banyuasin II 5.244 suara
3. Sumber Marga Telang 2.944 suara
4. Makarti Jaya 5.203 suara
5. Muara Padang 5.723 suara
6. Muara Sugihan 10.044 suara
7. Air Saleh 8.058 suara
8. Suak Tapeh 2.865 suara
9. Rambutan 8.200 suara
10. Air Kumbang 5.699 suara
11. Pulau Rimau 7.479 suara dan
12. Tungkal Ilir 5.433 suara.
Total 131.593 suara

Paslon No 02 : Arkoni-Hazwar Hamid :


1. Tanjung Lago 6.208 suara
2. Muara Telang 5.544 suara
3. Rantau Bayur 9.173 suara dan
4. Betung 9.320 suara.
Total 99.481 suara.

Paslon No 03 : Buya Husni - Supartijo :


1. Banyuasin III 10.145 suara
2. Sembawa 5.174 suara.
Total 80.321 suara.

Paslon No 04 : Syaiful Bakhri-Agus Salam : 39.749 suara.

Paslon No 01 : Agus Yudiantoro-Hazuar Bidui :34.787 suara.

DARI PEROLEHAN SUARA DARI KE-5 PASLON DITETAPKAN PASANGAN NOMOR


URUT 05 PASANGAN ASKOLANI,SLAMET SEBAGAI PASLON SUARA TERBANYAK
DAN TERPILIH SEBAGAI BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN BANYUASIN
PERIODE 2018-2023.

http://www.tribunus.co.id/2018/07/pilkada-banyuasin-dianggap-rusak-dan.html?m=1
http://bongkarnews.com/4-pasang-calon-bupati-banyuasin-tolak-hasil-pilkada/
http://www.tribunus.co.id/2018/07/resmi-lima-komisioner-tandatangani.html?m=1
Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah dimulai pada 1 Juli 2018 dengan pendaftaran calon
anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Seluruh partai politik mulai mengajukan
calon-calon mereka untuk merebut simpati rakyat pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

Dari pengamatan secara kasat mata, Pemilu 2019 masih menempatkan orang-orang berduit sebagai
calon-calon utama wakil rakyat. Hal ini merupakan konsekuensi langsung dari penerapan demokrasi
liberal yang mulai berlaku sejak era Orde Baru atau sejak Presiden RI pertama Soekarno
dilengserkan dan era demokrasi terpimpin berakhir.

Mereka yang tampil adalah orang-orang yang mengandalkan uang dan jaringan untuk berpolitik,
bukan orang-orang yang memiliki gagasan, teruji keberpihakannya terhadap rakyat dan memiliki
program-program perjuangan. Meski segelintir orang berkantong lemah ada yang dipasang untuk
mencalon, namun faktanya kelak hanya mereka yang berduit dan elit-elit partai politik saja yang

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
18

memiliki peluang untuk terpilih.

Demokrasi liberal mendorong orang-orang berduit bersedia mengeluarkan uang besar untuk membeli
suara rakyat yang terhimpit kemiskinan. Harapannya ketika terpilih mereka dapat menikmati gaji
besar, fasilitas mewah, jalan-jalan ke luar daerah, atau dana tunjangan yang melimpah.

Akibat dari demokrasi orang-orang berduit ini, wakil rakyat yang dilahirkan adalah mereka yang
sebenarnya tak memiliki kecakapan dalam memimpin. Pengabdiannya hanya ditujukan kepada apa
yang bisa membuat mereka semakin kaya, bukan kepentingan rakyat yang memilihnya.

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, belum lama ini menyebutkan, karena sistem demokrasi seperti ini,
telah ada begitu banyak kepala daerah dan anggota legislatif yang terjerat dalam kasus korupsi.
Menurutnya, sistem ini kurang pas dan harus dikaji kembali. Bila tidak, maka orang-orang baik akan
terancam punah di negeri ini.
Namun masifnya penerapan demokrasi liberal saat ini bukan tanpa harapan.
Apalagi dalam Pemilihan Bupati Banyuasin 2018 kemarin, demokrasi liberal ini tetap memberikan
celah bagi orang-orang dengan keberpihakan yang jelas dan tegas kepada rakyat.

Pun demikian, bukan berarti demokrasi liberal tersebut tak perlu dikoreksi. Celah-celah demokrasi
liberal tersebut harus dimanfaatkan agar upaya untuk menciptakan keadilan di lapangan ekonomi
dapat tercipta dengan tampilnya elit-elit politik alternatif yang mampu memanfaatkan kondisi saat ini
untuk berkuasa.
Kelak ketika elit-elit politik alternatif ini mampu mencapai kekuasaan tertinggi, demokrasi liberal ini
hendaknya kembali dibuang ke keranjang sampah sebagaimana mantan Presiden Sukarno pernah
melakukannya pada tahun 1959 dan mulai menerapkan demokrasi gabungan dari sila keempat
Pancasila, yakni musyawarah mufakat dan sila kelima, yakni berorientasi pada perwujudan
kesejahteraan sosial.

Demokrasi baru ke depan harus berbasiskan pada kesetaraan seluruh rakyat di lapangan ekonomi
serta membuka partisipasi rakyat seluas-luasnya dalam pengambilan setiap kebijakan publik.
MBM,GPMBM,OPABB Dan APPB. Canangkan Masyarakat Banyuasin Mengecam, Menolak Keras
atas ke tidak Netralannya ASN dalam Pilkada Serentak Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan.
1. Masyarakat Banyuasin Menggugat (MBM)
2. Gabungan Pemuda Masyarakat Banyuasin Menggugat (GPMBM)
3. Ormas Pemuda Adat,Budaya Kabupaten Banyuasin(OPABB)
4. Asosiasi Pemberdaya Pertanian Kabupaten Banyuasin (APPB)

Mengecam dan menyayang kan atas tindakan Oknum ASN yang sudah Mencederai Pesta
Demokrasi Rakyat dari Dasar dan Asas Bangsa ini PANCASILA dan UUD,45. Pesta Demokrasi
rakyat yang dijadikannya (ASN) suatu ajeng Prosesi arena Pertunjukan Sirkuit Saja” Pelanggaran
yang Terstruktur Sistematis dan Masif.

Terlepas dari pengawasan Panwaslu dan ke 5 paslon masih banyak lagi yang mendikte setiap TPS
Se-Kab Banyuasin.

Tidak hanya dari Paslon yang kalah saja bisa tuntut masala tersebut dari semua Elemen masyarakat
pun bisa tuntut kalau itu hanya sandiwara, atau MoU Politik antara semua Paslon Ke-05 Pasangan
Calon Bupati dan Wakil Bupati, di sini yang sangat dirugikan adalah Masyarakat yang dituntut tidak
independennya Penyelenggara Pemilukada (Banyuasin Sumsel).

Ini artinya tidak berjalannya sistem pemerintahan yang Demokrasi Pancasila (terpimpin)

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
19

https://docs.google.com/document/d/1bIvMtvSPdRwDycL3kxWzYJJGKAXZhpmk8usdhFDtFic/edit?us
p=drivesdk

Tuntutan tersebut bukan sesuda pilkada namu tuntutan tersebut jauh sebelum Pilkada, jadi bukan
berarti keberpihakan terhadap salah satu paslon
https://docs.google.com/document/d/1bIvMtvSPdRwDycL3kxWzYJJGKAXZhpmk8usdhFDtFic/edit?us
p=drivesdk
Bupati dan Wakil Bupati, namun ini kami masyarakat mau betul2 mencari pemimpin yang terbaik
untuk Kab Banyuasin yang kami cintai ini.
Sudah 16 tahun usia Kab Banyuasin Namun apa yg dapat kita lihat yg ada hanya kata2 pujian dan
segudang prestasi itu kami masyarakat banyuasin tidak harapkan namun yang kami harapkan adalah
Kesetaraan jenjang Kehidupan secara Ekonomi dan Hukum.

Video ini mencerminkan kemiskinan Masyarakat kab banyuasin Sumsel, Akibat dari
kesemena,menaan Pejabat dan lemah nya penegakan Hukum di Kab Banyuasin Sumsel.
Video Kesemrawutan Tata Kota dan Pusat Pasar Kota kabupaten Banyuasin Sumsel..
https://www.youtube.com/watch?v=-V1Q8QbbYT8
Pelayanan PDAM Banyuasin Dinilai Buruk
http://brt.st/4VzB
http://beritanda.com/index.php/video/9432-yek-karim-potret-kemiskinan-di-banyuasin
http://detiksumsel.com/habiskan-anggaran-miliaran-pdam-sukajaya-tak-bermanfaat-bagi-masyarakat

Dengan kondisi bangsa seperti ini Pemilukada tidak lagi sesuai dengan Asas-asas demokrasi
Pancasila sudah sangat jelas, dan Nyata inilah yang dimaksud Komunisme ketika hak kemerdekaan
warga Negara terabaikan
kedaulatan tidak lagi ditangan rakyat. Politik Transaksional dan balter menjadi suatu alternatif” Anak
negeri dan alat negara menjadi budak Penguasa.

“Batin ini menjerit tapi kemana tempat diri ini mengadu dan mencurahkan rasa yang sangat sakit dan
perih ini..??
Dengan menyebut Nama Allah Tuhan yang maha Esa Wahai Pemuda Pemudi Anak Negeri Saat ini
Kita Diper tatang kan” Ayooh mari kita tunaikan Drama Bakti Pada Ibu Pertiwi … Kita Tidak akan
tunduk pada ke Zaliman Penguasa Jangan takut dan Gentar Untuk melangkah Selamanya Kita Akan
Selalu Seperti ini kalau kita hanya berdiam diri hanyalah ber Alibi HARGA DIRI ANAK NEGERI
SEDANG DI UJI.
Toko-toko Adat,Agama dan Pemuda saatnya kita melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat
(AMPERA) di Bumi Putra Sriwijaya ini.

Politik Transaksional dan MoU Politik, La PemenangNya (Pilkada Banyuasin 2018) Demokrasi
rakyat hanyalah suatu ajeng prosesi,arena pertunjukan sirkuit saja

Inilah akar dari permasalahan khususnya di Kabupaten Banyuasin Sumsel Prestasi bisa diBeli
Jabatan suda pasti bisa di Loobie Lalu Buat apa dan Untuk Apa..SIii.Pemegang Kedaulatan
Sebelum ini terjadi jauh sebelum ini saya atas nama masyarakat Banyuasin Menggugat Suda
berkirim surat Pada Bapak Menteri Dalam Negeri.

Supaya adanya perbaikan namun yang terjadi lebih Parah daripada yang sudah kami prediksikan
kami masyarat hanya mauh bertanya masih Berlaku tidak kah lagi hukum di NKRI Ini biar kami
masyarakat jelas.

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
20

Pelanggaran Money Politik di diskwalipikasi keterlibatan ASN tindakannya pemecatan menambah


jumlah pemilih tetap dengan tujuan untuk memenangkan salah satu Calon Bupati dan Wakil Bupati ini
Pidana Berat mengelabui saksi-saksi dengan Formulir C1 yang berhologram diisi sesuai dengan
keinginan oknum yg sudah diatur sedemikian rupa.

Untuk menghasil kan pilkada sesuai dengan Kesepakatan bersama beberapa orang saja
KPU,Panwaslu,kelima Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Kas daerah habis terkuras
pembangunan fisik sudah 2 tahun ini bisa dibilang hanya formalitas belaka Bagi bagi uang untuk
loobie menghantarkan menduduki kursi orang Nomor 1 di Banyuasin (KKN) dan Pelanggaran HAM
terhadap Hak terhadap setiap Warga negara berupa merampas hak kemerdekaan.
https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/07/12/inila-akar-dari-permasalahan-
khususnya-kabupaten-banyuasin-sumsel-prestasi-bisadi-beli-jabatan-sudapasti-bisadi-lobie-lalu-
buatapauntuk-apa-sii-pemegang-kedaulatan/
Tidak ada pilihan lain tiba saat nya kita sudah sampai massa dan titik yang harus memperkuat :
https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/03/09/sriwijaya-suda-tidak-berasah-lagi-
di-mana-sultan-dan-diraja-sriwijaya-ku-yang-sumber-dari-sejarah-dan-adat-istiadat-bumiputra-
nusantara-negara-indonesia/amp/
Biodata si penulis :
https://t.co/e6MSIEVcZT?amp=1
https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/07/12/inila-akar-dari-permasalahan-
khususnya-kabupaten-banyuasin-sumsel-prestasi-bisadi-beli-jabatan-sudapasti-bisadi-lobie-lalu-
buatapauntuk-apa-sii-pemegang-kedaulatan/
https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/07/08/demokrasi-orang-orang-berduit/
Tidak ada pilihan lain tiba saat nya kita sudah sampai massa dan titik yang harus memperkuat :
https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/03/09/sriwijaya-suda-tidak-berasah-lagi-
di-mana-sultan-dan-diraja-sriwijaya-ku-yang-sumber-dari-sejarah-dan-adat-istiadat-bumiputra-
nusantara-neg
Dokumen laporan :
https://id.scribd.com/document/383804313/Pilkada-Kab-Banyuasin
https://nusantarakujaya21727943526.wordpress.com/2018/07/14/dokuman-bukti-kejahatan-pilkada-
di-kabupaten-banyuasin-sum-sel-2018/?preview=true

Berselang Beberapa hari Setelah Pilkada Kabupaten Banyuasin Sumsel Usai diumumkan oleh KPU
Paslon Suara terbanyak atau pemenangnya yang dimenangkan oleh Paslon nomor urut 05 Pasangan
Askolani,Slamet dari partai PDIP Bupati, Bupati dan Wakil Bupati yang terpilih, 304 Kepala Desa, 19
Camat beserta Sekcam, Kepala Kejaksaan Negeri, Kapolres, Seluruh Kepala Dinas Sekda, 45 DPRD
Kabupaten Banyuasin Dll Diterbangkan ke Bali selama satu minggu dengan Alasan Pelatihan namun
informasi yang didapatkan Untuk kepentingan Politik untuk hadapi Pilpres 2019 dan Untuk sepakati
Lakukan KKN ADD dari APBN APBD Kab Banyuasin.
http://petisi.co/diduga-politik-balas-budi-kades-di-banyuasin-giliran-terbang-ke-bali/
https://tribunus-antara.com/2018/08/01/politik-balas-budi-hebat-bimtek-para-kades-kabupaten-
banyuasin-di-bali.html
Biodata si penulis :
https://t.co/e6MSIEVcZT?amp=1

Demikianlah Surat laporan ini Kami buat sangat banyak rasanya yang tidak kami tuliskan dalam
laporan ini masalah yang ada di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Akhir kalam Kami
Masyarakat Banyuasin Ucapkan Dimana tanggung jawabnya dan kami tunggu Tindakannya.

Banyuasin ,01 Juli 2018


MBM,GPMBM,OPABB,APPB

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
21

RONI PASLAH
(Koordinator Pelaksana)

SURAT PENGADUAN PELANGGARAN KODE ETIK DAN KORUPSI KOLUSI DAN NEPOTISME

Banyuasin 13 Desember 2017


Nomor : 001/MR-MBM/Xlll/2017
Perihal : Tindak Kejahatan Konstitusi
Lam : Terlampir

Kepada Yth :
1. Menteri Dalam Negeri Ri,
2. Menteri Hukum dan HAM Ri,
3. KPK Ri,
4. DKPP Ri
5. Bawaslu Ri dan
6. Dewan Pers Ri

Di

JAKARTA

Assalamuāalaikum Warahmatullahi Wabarakatuhā teriring doa dan salam semoga ALLAH S.W.T.
tuhan yang maha Esa Insa Allah senan tiasa mencurah kan rahmatān hidayah,taufik dan nikmatnya
kepada kita semua dalam setiap saat.
dan tak henti-hentinya Shalawat dan salam beserta rasa syukur yang tak,terhingga kepada
Junjungan kita : Nabi Besar Baginda Nabi Muhammad S.A.W. yang telah menyelamat kan kita dari
Alam yang gelap gulita menjadi Alam yang terang benderang,Rahmatan Lil,Alamin.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Bapak perkenankan saya menyampaikan
permasalahan di Kabupaten Banyuasin Sumsel yang harus segera mungkin ditindaklanjuti mengingat
masih ada waktu untuk memperbaiki ini semua.

Dengan cara memberikan contoh yang betul betul konsisten atas penegakkan hukum.
Permasalahan nya Kentalnya Nuansa Politik keberpihakan Oknum KPUD Banyuasin Sumsel
terhadap salah satu Calon Bupati dan Wakil Bup serta tingginya potensi KKN di tubuh KPU karna
Mereka-merasa Kebal Hukum mengingat semuanya mempunyai kepentingan :

http://www.tribunus.co.id/2017/12/potensi-kknpelaksanaan-launcing-pilkada.html?m=1
http://www.tribunus.co.id/2017/12/terkait-pilkada-banyuasin-seorang-warga.
Masalah ini saya sudah sampai kan pada Pihak penegak hukum yang ada di Kab Banyuasin Sumsel
namun sepertinya ada sesuatu lain hal sehingga penegakkan hukum di wilayah hukum
1. Polres Banyuasin
2. Kejaksaan Negeri Banyuasin
3. Polda Sumsel dan
4. Kejaksaan Tinggi Sumsel.

Kami nilai tidak mencerminkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Saya sangat Optimis

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
22

Kalau masalah ini berlarut larut sehingga Oknum KPU merasa Kebal Hukum kemungkinan besar
Pemilukada 2018 Tidak terselenggara Sebagaimana mestinya, yang sukses dan berKualita dan
masalah ini kita sudah sampaikan pada Kapolres Banyuasin Kepala kejaksaan Negeri Banyuasin dan
Kapolda Sumsel.
Demikian surat ini kami buat dengan Segala harapan Bapak Menteri Dalam Negeri Ri,Menteri Hukum
dan HAM RI, KPK RI, DKPP RI, Bawaslu RI, dan Dewan Pars RI.

Menghulur kan tangan meluang kan waktu dan sesegerah mungkin Mengambil tindakan yang tegas
demi Bangsa dan Negara, Teriring doa Jazakumullah Ahsanal Jazaā.
Wassalamuāalaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Banyuasin 13 Desember 2017


Masyarakat Banyuasin Menggugat

Roni Paslah

KPUD Banyuasin Sumsel melanggar Etika dan berpotensi melakukan KKN serta menimbulkan
kegaduhan Krusial Sesuai dengan pengelolaan Barang dan jasa pemerintah Setiap pekerjaan atau
proyek pekerjaan melalui proses pelelangan di LPSE.

Diduga Komisi Pemilihan Umum Daerah KPUD Banyuasin Sumsel menggunakan Keuangan Negara
dengan menunjuk salah satu mitra itu artinya tidak mengacu ke Peraturan Presiden Republik
Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dengan nilai proyek
pekerjaan Rp : 2.50.000.000,00
Proyek launching pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin di Pilkada tahun
2018.Proyek pekerjaan dikerjakan oleh salah satu perusahaan media massa ia itu Sumatera Ekspres
(SUMEKS) atasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.
https://www.scribd.com/document/367370137/Surat-Edaran-Asn-pns-untuk-tidak-terlibat-di-politik

https://www.scribd.com/document/367308752/peraturan-dkpp-nomor-3-tahun-2017

https://id.scribd.com/document/369493376/2018-01-12-Posisi-Media-Imparsialitas-Wartawan-Dlm-
Pemilukada-1

https://www.scribd.com/document/369267992/Undang-undang-Republik-Indonesia-Nomor-11-Tahun-
1966

https://www.scribd.com/document/369267378/743-Pers-Hukum-Ham-Buku-Pak-Bagir-Fix

Pelanggaran Etika Pers Ada Apa Dengan KPUD Banyuasin terhadap Perusahaan Media Massa
SUMATERA EKSPRES (SUMEKS) Pemberian,Imbalan Yang mengikat bertujuan mempengaruhi
Sumeks sebagai media massa Pemberitaan jelas kredibilitas Sumeks.

Sebagai media Massa di pertanyakan..??


Ironisnya dari dana Rp:70,5.M tersebut KPU harus cari cara untuk meng habis kannya dengan Surat
Pertanggungjawaban (SPJ) dalam Even yang sangat besar ini iaitu Pesta Demokrasi Rakyat
Pemilukada Banyuasin 2018 Kenapa KPU tidak menggunakan Gedung Graha kan tidak Bayar.

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
23

Dengan menggunakan Event Organizer (EO) Media Sumeks (pihak kedua/ pelaksana) KPU
Banyuasin tidak perlu repot2 tinggal ngedil kannya saja berapa uang yang kami dapat kan kata KPU,
Sangat jelas Kentalnya Nuansa politik di Oknum2 KPU ini sangat bermasalah tegasnya.
Seperti yang suda di beritakan :
1.http://www.tribunus.co.id/2017/12/terkait-pilkada-banyuasin-seorang-warga.html
1. http://www.tribunus.co.id/2017/12/potensi-kknpelaksanaan-launcing-pilkada.html?m=1
2. http://petisi.co/mengapa-kepala-daerah-melakukan-korupsi-kolusi-dan-nepotisme
3. https://id.scribd.com/document/368444464/Surat-Pengaduan-Untuk-Kemendagri-
kemenkumham-Dkpp-dewan-press-Ri
4. http://petisi.co/diguyur-hujan-lebat-undangan-launching-pilkada-banyuasin-2018-kocar-kacir
5. http://www.tribunus.co.id/2017/12/potensi-kknpelaksanaan-launcing-pilkada.html?m=
6. http://www.tribunus.co.id/2017/12/warga-menolak-dan-mengaku-dirinya-tidak.html#.Wje5Zp-
GX98.facebook
7. https://id.scribd.com/document/368444625/Surat-Pengaduan-Pemalsuan-1-5Surat-
pemalsuan-tanda-tangan-terkait-dukungan-pasangan-calon-bupati-dan-wakil-bupati-
menemu-jalur-independen
8. http://petisi.co/9-ppk-kpud-kabupaten-banyuasin-dipanggil-panwaslu
9. http://petisi.co/kpud-banyuasin-gelar-sosialisasi-peraturan-dan-tahapan-pilkada-2018/
10. http://www.tribunus.co.id/2017/12/panwaslu-pangil-enam-ppk-kecamatan-atas.html?m=1
11. https://sangrajalangit99.wordpress.com/2017/10/28/dana-pilkada-segera-cair-kpud-
banyuasin-rp-70-m-pagaralam-rp276-m/?preview=true
12. https://www.scribd.com/ā¦/SK-KPU-No-1-Juknis-Pelaksanaan-Anggaran-TA-2017
13. https://id.scribd.com/document/362846012/Peraturan-Tentang-Tahapan-Dan-Jadwal-Pilkada-
2018
14. https://id.scribd.com/document/362829272/1-Materi-Mendagri-KPU
15. http://www.tribunus.co.id/2017/12/potensi-kknpelaksanaan-launcing-pilkada.html?m
16. https://sangrajalangit99.wordpress.com/2017/12/11/pilkada-kabupaten-banyuasin
17. https://id.scribd.com/document/367893627/62357-ID-Peran-Serta-Proses-Identifikasi-
Laborato
18. https://id.scribd.com/document/368443056/Surat-Pengaduan-Pelanggaran-Ham-Hak-
Institusi-Seorang-Warga-Negara-Dalam-Mendapat-Perlindungan-Hukum-Serta-Kesetaraan-
Di-Mata-Hukum
https://id.scribd.com/docum

PILKADA KABUPATEN BANYUASIN

Pilkada Kab Banyuasin itu milik orang kabupaten banyuasin buka orang luar dari banyuasin dan Hak
masyarakat Banyuasin untuk mengetahui, mengawal, menyukseskan dan memastikan Pesta
Demokrasi dalam konteks pilkada Kab Banyuasin yang betul betul LUBER dan berKualitas Sesuai
dengan Asas demokrasi di negara kita ini.

Guna menentukan arah dan kemajuan Kabupaten Banyuasin 5 tahun kedepan ini semua sudah
menjadi hak,kewajiban dan tanggung jawab Seluruh masyarakat Kabupaten Banyuasin tidak
diperbolehkan main selap selip yang terjadi dan masih terjadi sampai saat ini.

Pejabat, entah di bidang apapun Itu merupakan suatu Objek untuk mengorientasikan peraturan dan
per UU,ngan sebagai Aplikasi tolak-ukur, menjadi doktrin dari keadilan bagi seluruh Rakyat Indonesia
Perwujudan dari otonomi daera tidak dibenarkan satu orangpun atas kebijakan terlepas dari
kepentingan dan kemauan Masyarakat yang secara turun temurun Sudah dan akan mendapat kan
Beban,penderitaan serta dampak dari wilaya yang mereka tinggali.

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk
24

Dikemas dalam istilah Hak Asasi Manusia (HAM) Untuk mewujudkan hak hak tersebut.
PANCASILA dan UUD,45
UU No. 39/1999 HAM
https://mykonlinedotblog.wordpress.com/2017/08/29/deklarasi-perserikatan-bangsa-bangsa-tentang-
hak-hak-masyarak

● https://sangrajalangit99.wordpress.com/2017/10/30/masyarakat-banyuasin-butuh-alam-nyata-
bapak-bupati/

http://petisi.co/mengapa-kepala-daerah-melakukan-korupsi-kolusi-dan-nepotisme/

https://docs.google.com/document/d/1eSmSuknVJyDwkPckUSLUVDXFRXp7mGfeSEhYXgx
VM7g/edit?usp=drivesdk

KECURANGAN TERSTRUKTUR, SISTEMATIS, DAN MASIF PILKADA


KABUPATEN BANYUASIN 2018

Demokrasi rakyat yang dijadikan nya Suatu Ajeng Prosesi arena Pertunjukan Sirkuit
Belaka’ Pelanggaran yang Terstruktur Sistematis dan Masif Politik Transaksional dan
MoU Politik, La PemenangNya (Pilkada Banyuasin 2018)

DEMOKRASI PANCASILA LALU TERBILANG RAPUH MELEPUH HARGA DIRI


ANAK NEGERI MAMPU TERBELI SUJUD DI KAKI SANG ZIONIS KAPITALIS

https://docs.google.com/document/d/18Il0ZSijpog1x-
aeso6uO5TI5J2xMK3y2JUy4bmvZOs/edit?usp=drivesdk