Anda di halaman 1dari 5

TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA

TAHUN AKADEMIK 2018/2019

BAB 1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Aspal merupakan bahan utama dalam perkerasan jalan. Aspal memiliki sifat
viskoelastis yaitu sifat untuk mencair pada suhu tinggi dan memadat pada suhu
rendah. Sifat yang dimiliki aspal tersebut merupakan hal utama yang menjadikan
aspal sebagai bahan utama dalam perkerasan jalan karena dapat mengikat bahan-
bahan pencampur perkerasan jalan

Seiring meningkatnya dinamika pembangunan dan bertambah pesatnya mobilisasi


barang, maka meningkat pula pertumbuhan lalu lintas di jalan. Seiring dengan
meningkatnya beban dan frekuensi lalu lintas, maka teknologi perkerasan jalan
juga harus terus berkembang. Untuk memenuhi tuntutan globalisasi dalam hal
prasarana jalan di Indonesia, maka usaha-usaha untuk meningkatkan mutu jalan
terus ditingkatkan agar didapat hasil yang optimal. Suatu ruas jalan harus dapat
memberikan rasa aman dan nyaman kepada penggunanya, baik dari struktur
maupun dari tekstur permukaan jalan tersebut.

Perkerasan jalan yang baik adalah perkerasan jalan yang mampu menahan
beban lalu lintas. Perkerasan jalan yang digunakan di Indonesia terdiri dari
beberapa jenis. Perkerasan jalan yang paling banyak digunakan di Indonesia
adalah lapisan aspal beton atau Laston (AC/Asphalt Concrete). Lapisan aspal
beton banyak digunakan karena jenis perkerasan ini memiliki nilai stabilitas
dan fleksibilitas yang baik.

Umumnya campuran aspal keras berfungsi sebagai pengikat dan agregat berperan
sebagai tulangan sehingga aspal dan agregat menjadi satu kesatuan masa yang
padat dan kuat. Kekuatan perkerasan lapisan beton aspal diperoleh dari kualitas
agregat yang digunakan dan dari struktur agregat yang saling mengunci
(interlocking), menghasilkan geseran internal yang tinggi dan saling melekat
bersama lapis tipis aspal diantara butiran agregat.

Fachrul Wajdi Karim (2411161011) 1-


TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

Agregat berperan penting dalam pembentukan lapis perkerasan, dimana daya


dukung perkerasan jalan ditentukan sebagian besar oleh karakteristik agregat.
Gradasi merupakan salah satu sifat agregat yang berpengaruh terhadap kualitas
campuran aspal. Setiap jenis campuran aspal untuk lapisan perkerasan jalan
mempunyai gradasi agregat tertentu. Gradasi agregat dinyatakan dalam persentase
lolos atau persentase tertahan, yang dihitung berdasarkan berat agregat dengan
menggunakan satu set saringan agregat.

Agregat kasar, agregat halus, agregat sedang, bahan pengisi (filler),dan aspal
merupakan bahan-bahan pencampur lapisan aspal beton. Bahan-bahan
pencampur ini harus memiliki karakteristik yang sesuai dengan persyaratan
yang sudah ada agar perkerasan jalan aspal beton memiliki stabilitas dan
fleksibilitas yang baik.

Perkerasan jalan merupakan lapisan perkerasan yang terletak diantara lapisan tanah
dasar dan roda kendaraan yang berfungsi memberikan pelayanan kepada sarana
transportasi, diharapkan selama masa pelayanan tidak terjadi kerusakan yang
berarti. Bahan dan material pembentuk lapisan perkerasan jalan adalah agregat
sebagai material utama yang berpengaruh terhadap daya dukung lapisan
permukaan jalan dan aspal sebagai bahan pengikat agregat agar lapisan perkerasan
kedap air. Kondisi ini menyebabkan campuran beraspal tersebut tidak dapat
dihamparkan pada lokasi pembangunan jalan karena suhu campuran berada
dibawah suhu penghamparan dan pemadatan.

Menurut ketentuan campuran beraspal yang telah mengalami penurunan suhu


tidak dapat digunakan lagi, tetapi kenyataan yang banyak terjadi di lapangan
adalah penghamparan tetap dilakukan dan diikuti dengan tahap selanjutnya
yaitu pemadatan. Lapisan beton aspal (Laston) adalah lapisan permukaan
konstruksi perkerasan lentur jalan yang mempunyai nilai struktural. Lapisan
tersebut terdiri dari agregat kasar, agregat halus, bahan pengisi (filler) dengan
aspal keras. Laston memiliki tingkat fleksibelitas yang tinggi sehingga
penempatan langsung di atas lapisan seperti lapisan aus (AC-Wearing Course),
Fachrul Wajdi Karim (2411161011) 1-
TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

membuat lapisan ini rentang terhadap kerusakan akibat temperatur yang tinggi
dan beban lalu lintas berat. Jenis kerusakan yang sering terjadi pada Laston
adalah pelepasan butiran dan retak, disamping hal tersebut, kerusakan jalan
juga karena terlalu tingginya viskositas aspal keras saat pencampuran dengan
agregat akibat tidak berjalannya pengendalian mutu di AMP sehingga
temperatur aspal tidak terkontrol, dari permasalahan diatas, perlu dilakukan
penelitian dengan melakukan uji laboratorium tentang “Kinerja Aspal
Pertamina Pen 60/70 pada Campuran Aspal Panas AC-WC“ dengan mengacu
pada Spesifikasi beton aspal campuran panas 2010.
Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap pengaruh pemanasan pada
campuran lapis aspal beton, yaitu Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC).
Untuk mengetahui hal tersebut dilakukan penelitian terhadap peningkatan suhu
standar maksimal sebesar 160 oC (Bina Marga, 2010). Dengan variasi suhu 125
o
C, 135 oC, 145 oC,155 oC 160 oC, Menggunakan aspal keras penetrasi 60/70, dan
hasilnya akan dibandingkan dengan parameter Marshall yang mengacu kepada
Spesifikasi Bina Marga, 2010.

1.2 Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dan tujuan dari praktikum perkerasan ini yaitu :
1 Diharapkan mahasiswa dapat mengetahui pengaruh variasi temperatur
pada proses pencampuran terhadap campuran aspal panas (asphalt
hotmix) terhadap parameter Marshall dengan acuan kepada Spesifikasi
Bina Marga, 2011;
2 Untuk mengetahui secara detail bagaimana karakteristik dari bahan
campuaran aspal panas terhadap penggunaannya dalam kontruksi jalan
raya, baik mutu, kualitas, komposisi dan campurannya.
3 Mengetahui pembebanan maksimum (stabilitas) campuran aspal yang
direncanakan

Fachrul Wajdi Karim (2411161011) 1-


TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

4 Mengetahui klasifikasi agregat halus dan kasar yang harus dipenuhi


dalam merencanakan campuran aspal yang nantinya akan di aplikasikan
di lapangan
5 Diharapkan Mahasiswa dapat mengetahui parameter perancangan
perkerasan jalan;

1.3 Ruang Lingkup dan Batasan Masalah


Batasan masalah praktikum ini adalah untuk mengetahui pengaruh peningkatan
variasi suhu pada proses pencampuran aspal beton terhadap karakteristik Marshall
dengan melakukan proses pengujian di laboratorium. Ruang lingkup dan batasan
masalah pada praktikum perkerasan ini adalah :
1. Tipe campuran yang digunakan adalah Asphalt Concrete - Wearing
Course (AC-WC) bergradasi halus yang di batasi oleh batas tengah (batas
ideal) dan batas atas dengan menggunakan spesifikasi umum Bina
Marga, 2011.
2. Penelitian ini memfokuskan variasi suhu penggorengan 125 oC, 135 oC,
145 oC,155 oC 160 oC.
3. Perkiraan kadar aspal optimum (Pb) yang digunakan dengan variasi
perkiraan kadar aspal optimum, yaitu: -1; -0,5; Pb; +0,5; +1,0.
4. Filler yang digunakan merupakan semen portland.
Bahan pengikat yang digunakan adalah aspal PEN 60/70.
Menentukan sifat-sifat material untuk campuran aspal, yaitu :
1. Agregat halus (pasir)
2. Agregat kasar (kerikil)
3. Aspal
Untuk perencanaan campuran aspal, yaitu :
1. Menentukan komposisi bahan berdasarkan kegunaan campuran
aspal sebagai lapisan dalam konstruksi perkerasan jalan.
2. Menentukan kadar aspal yang optimum dari suatu campuran aspal
dan agregat.

Fachrul Wajdi Karim (2411161011) 1-


TS3149 – PRAKTIKUM BAHAN PERKERASAN JALAN RAYA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

3. Memeriksa ketahanan (stabilitas) campuran aspal dengan menggunakan


alat Marshall.

1.4 Metodologi Praktikum


Metodelogi pada pengujian dan penyusunan laporan praktikum ini ialah Studi
literature yaitu mempelajari teori-teori yang berkaitan dengan ruang lingkup dan
pelaksanaan praktikum, sehingga diperoleh pengetahuan dasar untuk mengetahui
kesesuaian antara teori dengan hasil praktikum juga pengujian, pengujian
dilakukan untuk mengetahui kesesuaian antara teori dan hasil praktikum.

1.5 Sistematika Pelaporan


Sistematika penulisan terdiri dari bab-bab yang tebagi menjadi beberapa sub bab,
yang penguraiannya sebagai berikut.
BAB I Pendauluan
Bab ini terdiri dari latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup dan batasan
masalah, metodologi praktikum dan sistematika pelaporan.

BAB II Teori Penunjang Praktikum


Bab ini terdiri dari uraian proyek, data kegiatan proyek (baik data umum maupun
data teknis proyek), uraian struktur organisasi proyek.

BAB III Uraian Pelaksanaan Praktikum


Bab ini menjelaskan tentang uraian mengenai pelaksanaan praktikum perkerasan
jalan mulai dari pemeriksaan penetrasi bahan-bahan bitumen yaitu modul 1
sampai pemeriksanaan kadar lumpur yaitu modul 14.

BAB IV Penutup
Bab ini merupakan penutup dari semua pembahasan yang berisi kesimpulan dan
saran dari laporan yang sudah dibuat penulis.

Fachrul Wajdi Karim (2411161011) 1-