Anda di halaman 1dari 4

Apa itu penyakit hati (penyakit liver)?

Oleh Lika Aprilia Samiadi

Penyebab

Apa penyebab penyakit hati?

Ada banyak penyebab dan beberapa yang utama menyebabkan penyakit hati adalah:

Infeksi

Parasit dan virus dapat menginfeksi hati, menyebabkan peradangan dan mengurangi fungsi hati.
Virus yang menyebabkan kerusakan hati dapat menyebar melalui darah atau urin, makanan atau
air yang terkontaminasi, atau bersentuhan dekat dengan orang yang terinfeksi. Jenis yang paling
umum dari infeksi hati adalah virus hepatitis, termasuk:

 Hepatitis A
 Hepatitis B
 Hepatitis C

Kelainan sistem kekebalan tubuh

Penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang bagian-bagian tertentu dari tubuh
(autoimun) dapat mempengaruhi hati Anda. Contoh penyakit hati autoimun meliputi:

 Autoimmune hepatitis
 Primary biliary cirrhosis
 Primary sclerosing cholangitis

Genetika

Ada gen abnormal yang diturunkan dari salah satu atau kedua orang tua Anda dapat
menyebabkan berbagai zat untuk menumpuk dalam hati Anda, yang mengakibatkan kerusakan
hati. Penyakit hati genetik meliputi:

 Hemochromatosis
 Hiperoksaluria dan oxalosis
 Penyakit Wilson

Lainnya

Tambahan, penyebab umum dari penyakit hati termasuk:

 Penyalahgunaan alkohol kronis


 Lemak terakumulasi dalam hati (penyakit hati berlemak nonalkohol).

Siapa yang berisiko terkena penyakit hati?

Orang dengan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit hati termasuk:

 Penggunaan alkohol berat


 Penyuntikan obat menggunakan jarum bersama
 Tato atau tindikan
 Transfusi darah sebelum tahun 1992
 Terpapar darah dan cairan tubuh orang lain
 Hubungan seks tanpa kondom
 Paparan bahan kimia tertentu atau racun
 Diabetes
 Obesitas
 Tingginya kadar trigliserida dalam darah Anda.

Tanda dan Gejala

Apa saja gejala penyakit hati?

Tanda dan gejala penyakit liver termasuk:

 Kulit dan mata yang tampak kekuningan (jaundice)


 Nyeri perut dan bengkak
 Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
 Kulit yang gatal
 Warna urin gelap
 Warna feses pucat, atau berdarah
 Kelelahan kronis
 Mual atau muntah
 Kehilangan selera makan
 Kecenderungan untuk mudah memar.

Kapan saya harus ke dokter?

Buatlah janji dengan dokter Anda jika Anda memiliki tanda-tanda persisten atau gejala yang
membuat Anda khawatir. Cari perhatian medis segera jika Anda memiliki sakit perut yang sangat
parah sehingga Anda tidak bisa tinggal diam.
Diagnosis

Menemukan penyebab dan tingkat kerusakan hati sangatlah penting dalam


membantu pengobatan.

Dokter Anda mungkin memulai dengan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik secara
menyeluruh.

Dokter mungkin merekomendasikan:

 Anda harus melakukan tes darah. Itu berarti sekelompok tes darah yang disebut tes fungsi hati
dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit hati. Tes darah lainnya bisa dilakukan untuk
mencari masalah hati tertentu atau kondisi genetik.
 Atau Anda akan melakukan tes pencitraan. Dalam tes ini, CT scan, MRI dan USG bisa
menunjukkan kerusakan hati.
 Jaringan Anda akan dianalisis dengan mengangkat sampel jaringan (biopsi) dari hati Anda untuk
mendiagnosa penyakit hati. Biopsi hati yang paling sering dilakukan dengan menggunakan jarum
panjang yang dimasukkan melalui kulit untuk mengambil sampel jaringan. Kemudian dianalisis di
laboratorium.

Pengobatan

Apa pengobatan untuk penyakit hati?

Pengobatan untuk penyakit hati tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan penyakit hati
Anda. Untuk overdosis parasetamol (juga dikenal sebagai acetaminophen overdosis), pengobatan
dengan membalikkan efek parasetamol. Jika penyebabnya adalah infeksi virus seperti hepatitis,
dokter akan meresepkan obat untuk mengobati infeksi dan memonitor hati Anda secara teratur.
Beberapa masalah hati dapat diobati dengan mudah dengan modifikasi gaya hidup, seperti
menghentikan penggunaan alkohol atau menurunkan berat badan yang mungkin menjadi bagian
dari program kesehatan Anda. Tapi masalah hati lain mungkin harus diobati dengan obat atau
mungkin memerlukan operasi. Selain itu, pengobatan untuk penyakit hati yang menyebabkan
gagal hati mungkin memerlukan transplantasi hati.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit hati?

Ada banyak komplikasi penyakit hati. Ketika hati Anda mulai gagal, organ lain menjadi
terpengaruh. Berikut adalah beberapa komplikasi dari gagal hati akut:

 Edema serebral: Ini adalah cairan yang berlebihan dalam otak yang dapat menyebabkan tekanan
di otak dan mencegah otak dari mendapatkan oksigen.
 Gangguan perdarahan: Karena hati bertanggung jawab untuk memproduksi faktor pembekuan
darah, gagal hati akut akan menyebabkan perdarahan yang tidak terkontrol, biasanya di saluran
pencernaan.
 Infeksi: Anda menjadi lebih berisiko untuk infeksi, terutama infeksi saluran pernapasan dan
saluran kencing
 Gagal ginjal: Bila hati gagal, ginjal akan bekerja lebih keras dan sulit untuk mengelola
penyaringan racun dalam tubuh. Ini bisa menjadi organ berikutnya yang gagal.

Komplikasi dapat dicegah dengan mengelola risiko dan perkembangan kondisi Anda. Penting
untuk berbicara dengan dokter Anda untuk menemukan cara untuk mencegah komplikasi ini.

Hidup Dengan Penyakit Hati

Bagaimana cara mengelola penyakit hati saya?

Jika Anda memiliki penyakit hati, hati Anda akan melakukan tugasnya dengan lebih mudah dan
dapat memperbaiki beberapa kerusakan hati jika Anda memiliki pola makan yang sehat. Diet
yang tidak sehat dapat membuat kerja hati Anda lebih keras dan dapat menyebabkan banyak
kerusakan itu.

Bicarakan dengan dokter Anda tentang jenis diet yang terbaik untuk Anda sehingga Anda
mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat.

Rekomendasi umum untuk pasien dengan penyakit hati yang berat meliputi:

 Makan karbohidrat dalam jumlah besar. Karbohidrat harus menjadi sumber utama kalori dalam
diet ini.
 Makan asupan lemak dalam jumlah sedang, seperti yang ditentukan oleh dokter. Peningkatan
karbohidrat dan lemak membantu mencegah pemecahan protein dalam hati.
 Memiliki sekitar 1 gram protein per kilogram berat badan. Ini berarti bahwa orang dengan 154-
pound (70 kilogram) harus makan 70 gram protein per hari. Ini tidak termasuk protein dari
makanan dan sayuran bertepung. Seseorang dengan hati yang rusak parah mungkin perlu
makan lebih sedikit protein. Bicarakan dengan dokter Anda tentang kebutuhan protein Anda.
 Konsumsi suplemen vitamin, terutama vitamin B kompleks.
 Mengurangi jumlah garam yang Anda konsumsi (biasanya kurang dari 1500 miligram per hari)
jika Anda mempertahankan cairan.