Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN KEGIATAN

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)


STIMULASI PERSEPSI MENGONTROL HALUSINASI

A. Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk sosial yang hidup berkelompok dimana satu dengan
yang lainnya saling berhubungan untuk memenuhi kebutuhan sosial. Kebutuhan
sosial yang dimaksud antara lain rasa menjadi milik orang lain atau keluarga,
kebutuhan pengakuan orang lain, kebutuhan penghargaan orang lain dan kebutuhan
pernytaan diri.
Secara individu selalu berada dalam kelompok, sebagai contoh individu
berada dalam satu keluarga. Dengan demikian ada dasarnya individu memerlukan
hubungan timbal balik, hal ini bisa melalaui kelompok.
Penggunaan kelompok dalam praktek keperawatan jiwa memberikan dampak
positif dalam upaya pencegahan dalam upaya pencegahan, pengobatan atau terapi
serta pemulihan kesehatan seseorang. Meningkatnya penggunaan kelompok
terapeutik, modalitas merupakan bagian dan memberikan hasil yang positif terhadap
perubahan perilaku pasien/klien, dan meningkatkan perilaku adaptif dan mengurangi
perilaku maladaptive.
Program terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu asuhan keperawatan
dengan gangguan jiwa tidak hanya difokuskan pada aspek psikologis, fisik dan sosial
tetapi juga kognitif. Ada beberapa terapi modalitas yang dapat diterapkan salah
satunya adalah Terapi Aktivitas Kelompok.
Beberapa keuntungan yang diperoleh individu atau klien melalui terapi
aktivitas kelompok melalui dukungan (support), pendidikan meningkatkan
pemecahan masalah, meningkatkan hubungan internasional dan juga
meningkatkan uji realitas (reality testing) pada klien dengan gangguan orientasi
realitas. Terapi aktifitas kelompok sering digunakan dalam praktek kesehatan
jiwa, bahkan dewasa ini terapi aktivitas kelompok merupakan hal yang penting
dari keterampilan terapeutik dalam keperawatan. Terapi kelompok telah diterima
profesi kesehatan.
Pimpinan kelompok dapat menggunakan keunikan individu untuk mendorong
anggota kelompok untuk mengungkapkan masalah dan mendapatkan bantuan
penyelesaian masalahnya dari kelompok, perawat juga adaptif menilai respon klien
selama berada dalam kelompok.
B. Pengertian Halusinasi
Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan sensori persepsi yang dialami
oleh pasien dengan gangguan jiwa. Pasien merasakan sensasi berupa suara,
penglihaan, pengecapan, perabaan, atau penghidupan tanpa stimulus nyata (Budi
Anna Keliat, 2011)
Halusinasi adalah persepsi yang salah (misalnya tanpa stimulus eksternal) atau
persepsi sensori yang tidak sesuai dengan relitas/kenyataan seperrti melihat
bayangan atau suara-suara yang sebenarnya tidak ada. Pencerapan tanpa adanya
rangsang apapun dari panca indra, dimana orang tersebut sadar dan dalam keadaan
terbangun yang disebabkan oleh psikotik, gangguan fungsional, organic atau
histerik. (Wijayaningsih, 2015)
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Adapun tujuan dari TAK stimulasi persepsi adalah pasien mempunyai
kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang diakibatkan oleh paparan
stimulus kepadanya.
2. Tujuan khusus:
a. Pasien dapat mengenal halusinasi
b. Pasien dapat mengontrol halusinasi dengan menghardik.
c. Pasien dapat mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dengan
orang lain.
d. Pasien dapat mengontrol halusinasi dengan aktivitas terjadwal.
D. Metode
Diskusi dalam Kelompok
E. Media dan Alat
a. Papan nama sejumlah pasien dan terapis dalam TAK.
b. HVS
c. Spidol
F. Setting Tempat

P P F P P

L
O
CL

P P F P P

Keterangan Gambar :
1. L : Leader = Menik Arisa
2. CL : Co Leader = Diana Novita Sari
3. F : Fasilitator = 1) Roudhotun Nikmah
2) Zahratan Nuur Awaliyah
3) Diah Saptarini
4. O : Observer = Astika Yuli Widarani
5. P : Pasien
G. Pembagian Tugas
1. Peran Leader
a. Memimpin jalannya kegiatan
b. Menyampaikan tujuan dan waktu permainan
c. Menjelaskan cara dan peraturan kegiatan
d. Memberi respon yang sesuai dengan perilaku klien
e. Meminta tanggapan dari klien atas permainan yang telah dilakukan
f. Memberi reinforcement positif pada klien
g. Menyimpulkan kegiatan (Lilik, 2011)
2. Peran Co-Leader
a. Membantu tugas leader
b. Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader
c. Mengingatkan leader tentang kegiatan
d. Bersama leader menjadi contoh kegiatan
3. Peran Observer
a. Mengobservasi jalannya acara
b. Mencatat jumlah klien yang hadir
c. Mencatat perilaku verbal dan non verbal selama kegiatan berlangsung
d. Mencatat tanggapan tanggapan yang dikemukakan klien
e. Mencatat penyimpangan acara terapi aktivitas
f. Membuat laporan hasil kegiatan
4. Peran Fasilitator
a. Memfasilitasi jalannya kegiatan
b. Memfasilitasi klien yang kurang aktif
c. Mampu memotivasi klien untuk kesuksesan acara
d. Dapat mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi dari dalam /luar
kelompok
5. Peran Pasien
Kriteria Pasien:
a. Klien yang kooperatif dengan riwayat halusinasi, waham, ilusi
b. Klien dengan gangguan stimulasi persepsi: halusinasi sudah dapat
berinteraksi dengan orang lain
c. Klien yang sehat secara fisik dan bertoleransi terhadap aktivitas
d. Klien tidak membahayakan diri dan orang lain
e. Klien yang telah diberitahu oleh terapis sebelumnya
f. Klien dapat berkomunikasi verbal dengan baik (Lilik, 2011)
TAK STIMULASI PERSEPSI MENGONTROL HALUSINASI
SESI I : Mengenal Halusinasi

A. Tujuan
1. Klien mengenal halusinasi
2. Klien mengenal waktu terjadinya halusinasi
3. Klien mengenal frekuensi halusinasi
4. Klien mengenal perassan bila mengalami halusinasi
B. Waktu dan Tempat
Hari dan Tanggal : Senin, 12 November 2018
Waktu : 10.00 WIB
Tempat : Ruang Flamboyan RSJ Menur Surabaya
C. Setting
1. Kelompok berada diruang yang tenang
2. Klien duduk melingkar
D. Alat
1. Sound system
2. Spidol
3. Kertas HVS 9 lembar
4. Bola kertas
E. Metode
1. Diskusi
2. Tanya jawab
F. Langkah – langkah kegiatan
1. Persiapan
a. Memilih klien sesuai dengan indikasi yaitu klien dengan perubahan sensori
persepsi; halusinasi
b. Membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Salam terapeutik: terapis mengucapkan salam
b. Evaluasi validasi : terapis menanyakan perasaan peserta hari ini
c. Kontrak :
1) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan
2) Terapis menjelaskan aturan main:
a) masing masing klien memperkenalkan diri nama, nama
panggilan
b) jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok, harus
meminta izin pada terapis
c) lama kegiatan 45 menit
d) setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
3. Kerja
a. Terapis memperkenalkan diri (nama dan nama panggilan). Terapis
meminta klien dan terapis lainnya memperkenalkan nama dan nama
panggilan dengan menjalankan bola kertas dan musik, pada saat musik
berhenti, terapis ataupun klien yang memegang bola kertas, maka orang
tersebutlah yang memperkenalkan diri, dan seterusnya secara bergantian
sampai semua orang sudah memperkenalkan diri. Bola kertas berjalan
atau jalan memutar searah jarum jam.
b. Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu
masing-masing klien membagi pengalaman tentang halusinasi yang
mereka alami dengan menceritakan :
1) Isi halusinasi
2) Waktu terjadinya
3) Frekuensi halusinasi
4) Perasaan yang timbul saat mengalami halusinasi.
c. Meminta klien menceritakan halusinasi yang dialami dengan
menjalankan bola kertas dan musik, pada saat musik berhenti, klien yang
memegang bola kertas yang menceritakan halusinasi yang dialami
dan seterusnya secara bergantian sampai semua klien sudah menceritakan
halusinasinya. Bola kertas berjalan atau jalan memutar searah jarum jam.
d. Saat setelah cerita selesai terapis mempersilakan klien lain untuk bertanya
sebanyak-banyaknya 3 pertanyaan.
e. Lakukan kegiatan (b) sampai semua klien selesai mendapat giliran.
4. Terminasi
a. Evaluasi
1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan anggota
kelompok
b. Rencana tindak lanjut
1) Terapis menganjurkan kepada peserta jika mengalami
halusinasi segera menghubungi perawat atau teman lain .
c. Kontrak yang akan datang
1) Terapis membuat kesepakatan dengan klien kegiatan TAK
berikutnya yaitu belajar mengontrol halusinasi.
2) Terapis membuat kesepakatan dengan klien waktu dan tempat
TAK berikutnya.
G. Evaluasi dan dokumentasi
Aspek yang dinilai
Menyebutkan Menyebutkan Menyebutkan Menyebutkan
No. Nama Pasien Isi Halusinasi Waktu Frekuensi Perasaan bila
Halusinasi Halusinasi Halusinasi
timbul
1. Fati’ah √ √ √ √
2. Sadilem √ √ √ √
3. Reni √ √ √ √
4. Firda Ayu √ √ √ √
5. Tri Yuni √ √ √ √
6. Novita √ √ √ √
7. Ruli √ - - √
8. Chalimatus - - - -
Evaluasi Hasil :
1. Dari 8 peserta yang diajak atau diundang, 7 peserta mau hadir mengikuti kegiatan
TAK
2. Waktu pelaksanaan kegiatan TAK seharusnya dimulai pukul 10.00 WIB, namun baru
bisa dimulai pukul 10.15 WIB karena kendala kurang maksimalnya persiapan dari
kelompok dan susahnya mengumpulkan pasien karena merupakan kegiatan pertama
yang dilakukan oleh kelompok.
3. Dari 7 peserta yang hadir 6 diantaranya kooperatif mengikuti kegiatan sampai selesai
dan mau menceritakan halusinasinya (Isi, waktu, frekuensi, perasaan saat terjadi
halusinasi), sedangkan 1 diantaranya menganggap halusinasinya nyata dan susah
untuk diajak komunikasi dan kurang kooperatif.
4. Evaluasi dari pembimbing ruangan : secara keseluruhan sudah bagus, semua anggota
kelompok lebih aktif lagi dan semua anggota kelompok juga memperkenalkan diri,
karena tadi ada yang terlewat tidak memperkenalkan diri.
5. Leader sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan SOP.
6. Fasilitator sudah menjalankan tugasnya dengan baik mungkin lebih aktif lagi.
7. Observer sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan mungkin lebih membaur dan
teliti dalam menilai kegiatan TAK.
TAK STIMULASI PERSEPSI MENGONTROL HALUSINASI
SESI II: Mengontrol Halusinasi: menghardik

A. Tujuan
1. Klien dapat menjelaskan cara yang selama ini dilakukan mangatasi
halusinansi .
2. Klien dapat memahami dinamika halusinasi.
3. Klien dapat memahami cara menghardik halusinasi .
4. Klien dapat memperagakan cara menghardik halusinasi.
B. Waktu dan Tempat
Hari dan Tanggal : Rabu, 14 November 2018
Waktu : 10.00 WIB
Tempat : Ruang Flamboyan RSJ Menur Surabaya
C. Setting
1. Klien duduk melingkar .
2. Kelompok di tempat yang tenang.
D. Alat
Sound system, laptop, dan bola kertas
E. Metode
1. Diskusi
2. Tanya jawab.
3. Stimulasi.
F. Langkah langkah kegiatan
1. Persiapan
a. mempersiapkan alat
b. mempersiapkan tempat pertemuan.
2. Orientasi
a. Salam terapeutik : terapis mengucapkan salam .
b. Evaluasi/validasi:
1) Terapis menanyakan perasaan klien hari ini.
2) Terapis menanyakan pengalaman halusinasi yang telah terjadi
c. Kontrak
1) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan
2) Terapis menjelaskan aturan main
a) Lama kegiatan 45 menit.
b) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal dan akhir.
c) Jika akan meninggalkan kelompok ,klien harus meminta
izin
3. Kerja
a. Terapis meminta massing masing klien menceritakan Apa yang dilakukan
jika mangalami halusinasi dan apakah itu bisa mengatasi halusinasinya
dengan menjalankan bola kertas dan musik, pada saat musik berhenti,
terapis ataupun klien yang memegang bola kertas, maka orang tersebutlah
yang menceritakan apa yang dilakukan jika mengalami halusinasi, dan
seterusnya secara bergantian sampai semua orang sudah menceritakan.
Bola kertas berjalan atau jalan memutar searah jarum jam.
b. Setiap selasai klien menceritakan pengalamanya, terapis memberikan
pujian dan mengajak peserta lain memberikan tepuk tangan .
c. Terapis menjelaskan cara mengatasi halusinasi dengan menghardik
halusinasi saat halusinasi muncul .
d. Terapis memperagakan cara menghardik halusinasi
e. Terapis meminta masing masing klien memperagakan menghardik
halusinasi dimulai dari peserta disebelah kiri terapis berurutan searah
jarum jam sampai semua peserta mendapatkan giliran
f. Terapis memberikan pujian dan megajak semua klien bertepuk tangan
saat setiap klien selesai memperagakan menghardik halusinasi
4. Terminasi
a. Evaluasi
1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
b. Rencana tindak lanjut
Terapis menganjurkan klien untuk menerapkan cara yang
sudah dipelajari jika halusinasi muncul
c. Kontrak yang akan datang
Terapis membuat kesepakatan dengan klien TAK berikutnya yaitu
belajar mengontrol halusinasi dengan cara lain dan terapis membuat
kesepakatan tempat dan waktu.
G. Evaluasi dan Dokumentasi
Aspek yang dinilai
Menyebutkan Menyebutkan Menyebutkan Memperagakan
cara yang efektifitas cara menghardik
Nama Pasien
No. selama ini cara mengatasi halusinasi
TAK
digunakan mengatasi halusinasi
mengatasi halusinasi dengan
halusinasi menghardik
1. Fati’ah √ √ √ √
2. Sadilem √ √ √ √
3. Reni √ √ √ √
4. Firda Ayu √ √ √ √
5. Tri Yuni √ √ √ √
6. Novita √ √ √ √
7. Ruli √ - √ √

Evaluasi Hasil :
1. Dari 7 peserta yang diundang, semua dapat hadir dalam kegiatan TAK
2. Kegiatan TAK yang seharusnya dimulai pukul 10.00 WIB, baru dapat dimulai pukul
10.30 WIB karena masih ada kegiatan lain yang belum selesai.
3. Dari 7 peserta 6 diantaranya aktif mengikuti kegiatan TAK, 1 diantaranya masih
menganggap bahwa halusinasinya itu nyata.
4. Evaluasi dari pembimbing ruangan : secara keseluruhan sudah bagus, semua anggota
kelompok lebih aktif lagi dan sempat lupa tidak menggunakan sound system.
5. Leader sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan SOP.
6. Fasilitator sudah menjalankan tugasnya dengan baik mungkin lebih aktif lagi.
7. Observer sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan mungkin lebih membaur dan
teliti dalam menilai kegiatan TAK.
TAK STIMULASI PERSEPSI MENGONTROL HALUSINASI
SESI III: Menyusun jadwal kegiatan

A. Tujuan
1. Klien dapat memahami pentingnya melakukan aktivitas untuk mencegah
munculnya halusinasi
2. Klien dapat menyusun jadwal aktivitas dari pagi sampai tidur malam
B. Waktu dan Tempat
Hari dan Tanggal : Sabtu, 17 November 2018
Waktu : 10.00 WIB
Tempat : Ruang Flamboyan RSJ Menur Surabaya
C. Setting
1. Klien duduk melingkar mengelilingi meja
2. Lingkungan tenang dan nyaman
D. Alat
1. Kertas HVS 9 lembar
2. Spidol
3. Kertas kecil-kecil warna-warni
4. Kertas bergambar
E. Metode
1. Diskusi
2. Latihan
F. Langkah – langkah kegiatan
1. Persiapan
a. Terapis mempersiapkan alat dari tempat TAK
b. Terapis membuat kontrak dengan klien
2. Orientasi
a. Salam terapeutik : terapis mengucapkan salam
b. Evaluasi / validasi :
1) Terapis menanyakan keadaan klien hari ini
2) Terapis menanyakan pengalaman klien menerapkan cara menghardik
halusinasi
c. Kontrak:
1) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan
2) Terapis menjelaskan aturan peraminan
a) Klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
b) Jika klien ingin meninggalkan kelompok harus meminta izin kepada
terapis
c) Waktu TAK adalah 90 menit
3. Kerja
a. Terapis menjelaskan langkah-langkah kegiatan
b. Terapis membagikan kertas satu lembar dan masing – masing sebuah
spidoluntuk masing – masing klien
c. Terapis menjelaskan pentingnya aktivitas yang teratur dalam mencegah
terjadinya halusinasi
d. Terapis memberi contoh cara menyusun jadwal dengan menggambarkannya
di kertas HVS
e. Terapis meminta masing – masing klien menyusun jadwal aktivitas dari
bangun pagi sampai dengan tidur malam
f. Terapis membimbing masing – masing klien sampai berhasil menyusun
jadwal
g. Terapis memberikan pujian kepada masinng – masing klien setelah berhasil
menyusun jadwal
h. Kegiatan Hiburan : Terapis meminta klien menempelkan kertas-kertas kecil
pada kertas bergambar dengan warna sesuai dengan keinginan klien.
4. Terminasi
a. Evaluasi
1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah bisa menyusun jadwal
2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
b. Tindak lanjut : terapis menganjurkan klien melaksanakan jadwal aktivitas
tersebut
c. Kontrak yang akan datang
1) Terapis membuat kesepakatan dengan klien TAK berikutnya
2) Terapis membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK
G. Evaluasi dan Dokumentasi

Aspek yang Dinilai


Menyebutkan pentingnya
No. Nama Pasien Membuat jadwal
aktivitas mencegah
kegiatan harian
halusinasi
1. Fati’ah √ √
2. Reni √ √
3. Firda Ayu √ √
4. Tri Yuni √ √
5. Novita √ √
6. Ruli √ √

Evaluasi Hasil :
1. Dari 7 peserta yang diundang 6 diantaranya dapat hadir dan 1 diantaranya sudah
pulang.
2. Kegiatan TAK dimulai pukul 10.00 WIB.
3. Dari 6 peserta semua aktif mengikuti kegiatan TAK dan ada beberapa peserta
yang butuh bimbingan dari fasilitator.
4. Evaluasi dari pembimbing ruangan : secara keseluruhan sudah bagus, semua
anggota kelompok aktif dan dapat menghidupkan suasana kegiatan TAK.
5. Leader sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan SOP.
6. Fasilitator sudah menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan SOP.
7. Observer sudah menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan SOP.
Dokumentasi
TAK Stimulasi Persepsi Mengontrol Halusinasi
Sesi 3: Menyusun jadwal kegiatan Harian
TAK STIMULASI PERSEPSI MENGONTROL HALUSINASI
SESI IV: Mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap
A. Tujuan
1. Klien memahami pentingnya bercakap-cakap dengan orang lain
2. Klien menerapkan cara menghubungi orang lain ketika mulai mengalami
halusinasi
B. Waktu dan Tempat
Hari dan Tanggal : Senin, 19 November 2018
Waktu : 09.00 WIB
Tempat : Ruang Flamboyan RSJ Menur Surabaya
C. Setting
1. Tempat TAK di ruangan yang tenang dan nyaman.
2. Klien duduk melingkar
D. Alat
1. Spidol
2. Lembar Observasi
3. Kertas HVS
4. Laptop
5. Sound System
E. Metode
1. Diskusi kelompok
2. Simulasi
F. Langkah-langkah kegiatan
1. Persiapan
a. Terapis mempersiapkan alat dan tempat TAK
b. Terapis membuat kontrak dengan klien
2. Orientasi
a. Salam; terapi mengucapkan salam ke klien
b. Evalusi/validasi;
1) Terapis menanyakan kabar klien hari ini;
2) Terapis menanyakan pengalaman klien mengontrol halusinasi setelah
menerapkan 3 cara lainya
c. Kontrak
1) Terapi menjelaskan tujuan TAK
2) Terapi menjelaskan waktu kegiatan
3) Terapi menjelaskan aturan main
3. Kerja
a. Terapi menjelaskan pentingnya berbincang dengan orang lain untuk
mengatasi halusinasi.
b. Terapi meminta kepada klien situasi apa yang sering dialami sehingga
mengalami halusinasi. Klien secara bergantian bercerita
c. Terapi memperagakan becakap cakap dangan orang lain jika ada tanda
halusinasi muncul
d. Klien meminta memperagakan hal yang sama secara bergantian.
e. Terapi memberikan pujian kepada klien setiap selesai memperagakan
f. Kegiatan Hiburan : Terapi meminta klien menulis beberapa keinginan pada
kertas kosong lali kertas tersebut dilipat menjadi pesawat dan diterbangkan
secara bersama-sama dan di iringi musik.
4. Terminasi
a. Evalusi;
1) Terapi menyakan perasaan klien setelah selesai mengikuti TAK
2) Terapi memberikan pujian atas kebersihan kelompok
b. Tindak lanjut
1) Terapi menganjurkan klien untuk menerapkan bercakap cakap dengan
orang lain bila mulai mengalami halusinasi
2) Mendorong klien untuk memulai bercakap cakap bila ada klien lain yang
mulai mengalami halusinasi
c. Kontrak yang akan datang;
1) Terapi menyepakati kegiatan TAK berikutnya
2) Terapi menyapakati tempat dan waktu TAK berikutnya.
G. Evaluasi dan dokumentasi

Aspek yang dinilai


Nama Menyebutkan pentingnya Menyebutkan Memperagakan
No.
Pasien bercakap-cakap ketika halusinasi cara bercakap- saat mulai
muncul cakap percakapan
1. Fati’ah √ √ √
2. Reni √ √ √
3. Firda Ayu √ √ √
4. Tri Yuni √ √ √
5. Novita √ √ √
6. Ruli √ √ √

Evaluasi Hasil :
1. Dari 6 peserta yang diundang dapat hadir semua.
2. Kegiatan TAK dimulai pukul 09.30 WIB.
3. Dari 6 peserta semua aktif mengikuti kegiatan TAK dan ada beberapa peserta yang
butuh bimbingan dari fasilitator.
4. Evaluasi dari pembimbing : secara keseluruhan sudah bagus, semua anggota kelompok
aktif dan dapat menghidupkan suasana kegiatan TAK, kegiatan sesuaikan dengan
rencana kegiatan, jangan lupa dokumentasikan kegiatan, dan juga sesuaikan dengan job
desc masing-masing.
5. Leader sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan SOP.
6. Fasilitator sudah menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan SOP.
7. Observer sudah menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan SOP.
Dokumentasi
TAK Stimulasi Persepsi Mengontrol Halusinasi
Sesi 4: Mengontrol Halusinasi dengan Bercakap-cakap
DAFTAR PUSTAKA

Budi Anna Keliat, A. (2005). Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta:
EGC.
Budi Anna Keliat, S. M. (2011). Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas. Jakarta:
EGC.
Lilik. (2011). Keperawatan Jiwa. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Wati. (2011). TAK Stimulasi Persepsi: Halusinasi. Universitas Sumatera Utara.
Wijayaningsih, K. S. (2015). Panduan Lengkap Praktek Klinik Keperawatan Jiwa.
Jakarta: Trans Info Media.