Anda di halaman 1dari 43

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/ Semester : XI/2
Materi Pokok : Fluida Dinamis
Alokasi Waktu : 3 x 4 Jam Pelajaran

A. Kompetensi Inti

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.


KI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsive dan pro-aktif) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, procedural dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkretdan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagad raya
melalui pengamatan fenomena alam fisis dan pengukurannya.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam
melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi.
3.7 Menerapkan prinsip fluida dinamik dalam teknologi
1) Mendiskripsikan Pengertian fluida ideal dan Azas kontinuitas
2) Menggunakan persamaanfluida ideal dan Azas Kontinuitas untuk
menyelesaikan permasalahan
3) Menjelaskan dan memformulasikan asas bernoulli
4) Menunjukkan hubungan antara tekanan, kecepatan, dan ketinggian titik yang
ditinjau dalam fluida sederhana
5) Mendeskripsikan prinsip bernoulli
6) Menganalisis berbagai akibat-akibat asas bernoulli
7) Menghitung asas Bernoulli suatu fluida
8) Menjelaskan penerapan prinsip Bernoulli dalam teknologi
9) Menyebutkan contoh penggunaan Azas Kontinuitas dan Hukum Bernoulli
dalam kehidupan
10) Menggunakan persamaan pada Azas Kontinuitas dan Hukum Bernoulli untuk
menyelesaikan permasalahan

4.7 Memodifikasi ide/gagasan proyek sederhana yang menerapkan prinsip dinamika fluida
1) Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang menerapkan prinsip fluida
ideal dan Azas Kontinuitas
2) Merancang dan membuat tiruan aplikasi Azas Bernoulli (alat venturi,
kebocoran air, atau sayap pesawat)
3) Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang menerapkan prinsip Azas
Kontinuitas dan Hukum Bernoulli

C. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mendiskripsikan Pengertian fluida ideal dan Azas kontinuitas
2. Siswa dapat menggunakan persamaanfluida ideal dan Azas Kontinuitas untuk
menyelesaikan permasalahan
3. Siswa dapat menjelaskan dan memformulasikan asas bernoulli.
4. Siswa dapat menunjukkan hubungan antara tekanan, kecepatan, dan
ketinggian titik yang ditinjau dalam fluida sederhana
5. Siswa dapat mendeskripsikan prinsip bernoulli.
6. Siswa dapat menganalisis berbagai akibat-akibat asas bernoulli.
7. Siswa dapat menghitung asas Bernoulli suatu fluida.
8. Siswa dapat menjelaskan penerapan prinsip Bernoulli dalam teknologi.
9. Siswa dapat menyebutkan contoh penggunaan Azas Kontinuitas dan Hukum
Bernoulli dalam kehidupan
10. Siswa dapat menggunakan persamaan pada Azas Kontinuitas dan Hukum
Bernoulli untuk menyelesaikan permasalahan
11. Siswa dapat Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang menerapkan
prinsip fluida ideal dan Azas Kontinuitas
12. Siswa dapat merancang dan membuat tiruan aplikasi azas Bernoulli (alat
venturi, kebocoran air, atau sayap pesawat)
13. Siswa dapat merencanakan dan melaksanakan percobaan yang menerapkan
prinsip Azas Kontinuitas dan Hukum Bernoulli

D. Materi Pembelajaran
 Fluida deal adalah fluida yang inkompresibel, artinya fluida yang kerapatannya
(massa jenisnya) sulit diubah dan tidak memiliki gesekan dalam (viskositas).
 Konsep awal mengenai fluida dinamis tentang debit yaitu jumlah air yang mengalir
setiap waktu atau boleh diartikan banyaknya volume air yang mengalir setiap waktu.
 Persamaan kontinuitas menunjukkan bahwa jika penampang pipa lebih besar, maka
kelajuan fluida ketika melalui penampang tersebut lebih kecil, atau sebaliknya ketika
penampang pipa lebih kecil, maka kelajuan fluida ketika melalui penampang tersebut
menjadi lebih besar.
 Asas Bernoulli menyatakan bahwa perubahan tekanan dalam fluida mengalir, juga
dipengaruhi oleh perubahan kecepatan alirannya.
 Prinsip Bernoulli menerangkan bahwa mengapa sayap pesawat udara menghasilkan
gaya angkat
 Persamaan statis menyatakan beda tekanan antara dua titik dalam fluida diam,
bergantung pada ketinggian fluida yang diapit oleh kedua titik.
 Penerapan azas kontinuitas pada kehidupan sehari-hari salah satunya adalah pada saat
mengisi bak mandi, air mengalir melalui pipa besar menuju ke pipa yang lebih kecil pada
bagian keran
 Alat Penyemprot Serangga bekerja berdasarka prisip bernoulli yaitu tekanan pada
udara yang bertiup dengan laju tinggi diatas tabung vertikal penyemprot serangga, lebih
kecil daripada tekanan udara normal yang bekerja pada permukaan cairan di dalam botol
tersebut
 Daya angkat pesawat terbang bekerja berdasarka prisip bernoulli yaitu ketika
bergerak dalam arah horizontal, suku energi potensial dalam persamaan Bernoulli akan
hilang karena ketinggian permukaan fluida akan sama dimana-mana.
 Venturimeter adalah alat yang digunakan untuk menentukan kecepatan aliran zat cair.
 Pipa pitot digunakan untuk mengukur kecepatan aliran fluida dalam pipa yang
biasanya digunakan untuk mengukur laju fluida berbentuk gas
 Menara air merupakan bak penampungan air dengan keran air yang dapat
memancarkan air melalui sebuah lubang, baik di dasar maupun di ketinggian tertentu

E. Metode Pembelajaran
a. Pendekatan : Scientific
b. Metode : tanya jawab, demontrasi, percobaan, dan diskusi
c. Model : Cooperative Learning
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media : Power point dan Video Pembelajaran, stopwatch,
mistar
2. Alat/Bahan :
 Untuk eksperimen I : botol aqua, sepet, selang, stopwatch, mistar, serbet,
ember
 Untuk eksperimen II : Pipa Venturi, wadah air, stopwatch, mistar
 Untuk eksperimen III :Botol plastik, mistar, fluida, stopwatch
3. Sumber Belajar :
 Suparmin. 2014. Fisika Peminatan Matematika dan Ilmu Alam: untuk
SMA/MA Kelas XI. Surakarta: Mediatama
 Rosyid, Muhammad. 2008. Kajian Konsep Fisika 2 untuk Kelas XI SMA dan
MA. Jakarta: Platinum.
 Siswanto.2009.Kompetensi Fisika Untuk SMA Kelas XI.Jakarta:Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
 Widodo, Tri.2009.Fisika Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta:Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
 Lembar Kerja Siswa (LKS)
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
 Pertemuan I

I. Pendahuluan
1. Mengucapkan salam pembuka dan berdoa.
2. Guru melakukan presensi pada pertemuan hari ini.
3. Siswa mengumpulkan tugas pada pertemuan sebelumnya (jika ada)
Fase 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
4. Siswa mengamati demontrasi dan menjawab pertanyaan yang terkait dengan
konsep fluida saat pemberian motivasi dengan meminta beberapa siswa melakukan
demonstrasi di depan kelas misalnya:
- Andaikan kalian sedang membuka kran air di kamar mandi. Menurut kalian
bagaimana jenis aliran air pada saat membuka kran? Coba jelaskan!
5. Siswa lain memerhatikan pemberian informasi tentang indikator pembelajaran
dan tahapan pembelajaran untuk mencapai indikator tersebut.

II. Kegiatan Inti


Fase 2. Menyajikan informasi
1. Siswa mengamati demontrasi dan mendengarkan penjelasan serta
menyumbangkan pendapat jika diberikan pertanyaan terkait dengan materi fluida
ideal, asas kontinuitas beserta penerapannya, dan asas bernoulli beserta penerapannya.
2. Siswa mencatat data hasil demontrasi yang dilakukan oleh guru.
3. Guru meminta siswa mengadakan percobaan mengenai materi yang
dijelaskan.

Fase 3. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar


4. Siswa secara mandiri membentuk kelompok yang masing-masing kelompok
terdiri dari 4-5 orang siswa untuk melakukan kegiatan diskusi.
5. Siswa dibagikan lembar kerja siswa (LKS).

Fase 4. Diskusi kelompok


6. Siswa melakukan percobaan

7. Siswa berdiskusi secara intensif untuk memecahkan masalah yang terdapat


pada lembar kerja siswa (LKS) dengan rasa ingin tahu dan tanggung jawab serta
selalu aktif dalam menyumbang pendapat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
8. Siswa selama mengerjakan LKS (diskusi) dibimbing dan diobservasi oleh
guru
Fase 5. Evaluasi
9. Salah satu kelompok menggunakan kesempatan untuk mempresentasikan hasil
diskusi kelompoknya dan kelompok lain menjadi pendengar yang baik agar dapat
memberi pendapat saat diminta guru.
Fase 6. Memberikan apresiasi
10. Kelompok yang mampu menunjukkan penampilan terbaik dalam proses
diskusi kelas diberikan apresiasi.
11. Siswa melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar yang telah
berlangsung.

12. Siswa menggunakan kesempatan untuk bertanya jika masih ada konsep yang
belum jelas atau belum dimengerti selama proses pembelajaran.
C. Penutup
13. Siswa menyimpulkan proses pembelajaran yang dibimbing oleh guru, yaitu:
1. Fluida ideal adalah fluida yang inkompresibel, artinya fluida yang
kerapatannya (massa jenisnya) sulit diubah dan tidak memiliki gesekan dalam
(viskositas).

2. Persamaan kontinuitas dinyatakan sebagai berikut.


A 1 v 1= A2 v 2
Perkalian Av merupakan laju aliran volume (volume fluida yang melalui titik tertentu
setiap sekon) disebut dengan debit.
V
Q= =Av
t

14. Siswa diberikan pertanyaan dalam bentuk kuis sebanyak satu soal yang
ditayangkan melalui powerpoint dan dikumpul pada pertemuan berikutnya.
15. Kegiatan pembelajaran berakhir dan memberikan salam.

 Pertemuan Kedua:
I. Pendahuluan/Kegiatan Awal
1. Mengucapkan salam pembuka dan doa
2. Guru melakukan presensi
Fase 1. Guru Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.
3. Siswa memerhatikan pemberian informasi tentang indikator pembelajaran dan
tahapan pembelajaran untuk mencapai indikator tersebut
II. Kegiatan Inti
Fase 2. Menyajikan informasi
4. Siswa mengamati video mengenai asas Bernoulli yang tertera pada slide, dan
mendengarkan penjelasan serta menyumbangkan pendapat jika diberikan pertanyaan
terkait dengan konsep asas bernoulli.
5. Siswa mencatat hasil demonstrasi.
Fase 3. Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok belajar
6. Siswa membentuk kelompok yang anggotanya heterogen
7. Siswa membaca dan menggali informasi dari LKS yang diberikan guru
Fase 4. Diskusi kelompok
8. Siswa melakukan kegiatan praktikum sesuai dengan petunjuk praktikum di
LKS yang bertujuan membuktikan kecepatan alir pada pipa venturi.
9. Siswa dalam anggota kelompok mempresentasikan hasil praktikum melalui
kegiatan diskusi.
10. Siswa menyimak pemaparan guru dan melakukan diskusi dengan saling
melakukan tanya jawab untuk mengkontruksi pemahaman tentang asas bernoulli yang
telah dipelajari.
Fase 5. Evaluasi
11. Siswa memberikan dan menjelaskan contoh-contoh mengenai penerapan asas
bernoulli dalam kehidupan sehari-hari.
12. Siswa mengerjakan kuis mengenai asas bernoulli.

Fase 6. Memberikan apresiasi


13. Kelompok yang mampu menunjukkan penampilan terbaik dalam proses
diskusi kelas diberikan apresiasi.
14. Siswa melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar yang telah
berlangsung.
15. Siswa menggunakan kesempatan untuk bertanya jika masih ada konsep yang
belum jelas atau belum dimengerti selama proses pembelajaran

III. Penutup

16. Siswa bersama guru menyimpulkan materi yang telah dibahas secara
keseluruhan
17. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam dan doa.

 Pertemuan Ketiga:

I. Pendahuluan
1. Mengucapkan salam pembuka dan berdoa.
2. Guru melakukan presensi pada pertemuan hari ini.
3. Siswa mengumpulkan tugas pada pertemuan sebelumnya (jika ada)

Fase 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa


4. Siswa mengamati demontrasi dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh
guru terkait dengan penerapan Azas Kontinuitas dan Azas Brounlli dalam kehidupan
saat pemberian motivasi dengan cara menunjuk dua-empat siswa untuk aktif
melakukan kegiatan demontrasi misalnya:

a. Apakah kalian pernah menggunakan obat nyamuk semprot atau parfum?


b. Menurut kalian bagaimanakah prinsip kerja yang diterapkan oleh alat
penyemprot nyamuk atau parfum?
5. Siswa memerhatikan pemberian informasi tentang indikator pembelajaran dan
tahapan pembelajaran untuk mencapai indikator tersebut.

II. Kegiatan Inti


Fase 2. Menyajikan informasi
6. Siswa mengamati demontrasi dan mendengarkan penjelasan serta
menyumbangkan pendapat jika diberikan pertanyaan terkait dengan penerapan Azas
Kontinuitas dan Azas Brounlli dalam kehidupan.
7. Siswa mencatat data hasil demontrasi yang dilakukan oleh guru.

Fase 3. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar


8. Siswa secara mandiri membentuk kelompok yang masing-masing kelompok
terdiri dari 4-5 orang siswa untuk melakukan kegiatan diskusi.
9. Siswa dibagikan lembar kerja siswa (LKS).
Fase 4. Diskusi kelompok
10. Siswa melakukan percobaan
11. Siswa berdiskusi secara intensif untuk memecahkan masalah yang terdapat
pada lembar kerja siswa (LKS) dengan rasa ingin tahu dan tanggung jawab serta
selalu aktif dalam menyumbang pendapat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
12. Siswa selama mengerjakan LKS (diskusi) dibimbing dan diobservasi oleh
guru.
Fase 5. Evaluasi
13. Salah satu kelompok menggunakan kesempatan untuk mempresentasikan hasil
diskusi kelompoknya dan kelompok lain menjadi pendengar yang baik agar dapat
memberi pendapat saat diminta guru.
Fase 6. Memberikan apresiasi
14. Kelompok yang mampu menunjukkan penampilan terbaik dalam proses
diskusi kelas diberikan apresiasi.
15. Siswa melakukan refleksi terhadap proses belajar mengajar yang telah
berlangsung.
16. Siswa menggunakan kesempatan untuk bertanya jika masih ada konsep yang
belum jelas atau belum dimengerti selama proses pembelajaran.

III. Penutup .
16. Siswa menyimpulkan proses pembelajaran yang dibimbing oleh guru mengenai
penerapan Prinsip Kontinuitas dan Hukum Bernoulli dalam kehidupan
17. Siswa diberikan pertanyaan dalam bentuk kuis sebanyak satu soal yang
ditayangkan melalui powerpoint dan dikumpul pada pertemuan berikutnya.
18. Kegiatan pembelajaran berakhir dan memberikan salam.

H. Penilaian
1. Jenis/Teknik Penilaian
 Penilaian kompetensi sikap dilakukan melalui beberapa teknik, diantaranya
observasi prilaku, pertanyaan langsung, Laporan pribadi.
 Penilaian kompetensi pengetahuan:
- Tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda dan/ uraian
- Penugasan dalam bentuk tugas individu
 Penilaian kompetensi keterampilan dilakukan melalui skala penilaian

2. Bentuk Instrumen (terlampir)


LEMBAR KERJA SISWA I
I. Tujuan : keterampilan menggunakan alat ukur stopwatch, mistar,
mikronmeter sekrup
II. Alat dan Bahan :
1. Satu buah botol air mineral 1500ml
2. Satu buah stopwatch
3. Satu buah mistar
4. Satu buah sepet
5. Satu buah selang
6. Satu buah ember
7. Satu buah serbet

III. Langkah Kerja :


1. Siapkan alat dan bahan percobaan
2. Mengkalibrasi stopwatch.
3. Mengukur panjang serta diameter selang dan botol
4. Catat dalam tabel hasil pengamatan seperti berikut:

Mistar Mikrometer
Sekrup

Panjang botol

Diameter selang

Panjang selang
IV. Pertanyaan:
1. Alat apa yang digunakan dalam mengukur diameter selang?
2. Alat apa yang digunakan dalam panjang selang?
3. Bagaimana cara menghitung besarnya diameter dengan menggunakan micrometer
sekrup?

LEMBAR KERJA SISWA II

A. Judul Percobaan:
Praktikum Pipa Venturi
B. Tujuan Percobaan:
Menentukan kecepatan alir fluida
C. Landasan Teori:

Selain teorema Torricelli, persamaan Bernoulli juga bisa diterapkan pada kasus khusus lain yakni
ketika fluida mengalir dalam bagian pipa yang ketinggiannya hampir sama (perbedaan ketinggian
kecil). Untuk memahami penjelasan ini, amati gambar di bawah:

Pada gambar di atas tampak bahwa ketinggian pipa, baik bagian pipa yang penampangnya
besar maupun bagian pipa yang penampangnya kecil, hampir sama sehingga diangap
ketinggian alias h sama. Jika diterapkan pada kasus ini, maka persamaan Bernoulli berubah
menjadi:

Ketika fluida melewati bagian pipa yang penampangnya kecil (A2), maka laju fluida
bertambah (ingat persamaan kontinuitas). Menurut prinsip Bernoulli, jika kelajuan fluida
bertambah, maka tekanan fluida tersebut menjadi kecil. Jadi tekanan fluida di bagian pipa
yang sempit lebih kecil tetapi laju aliran fluida lebih besar.
Ini dikenal dengan julukan efek Venturi dan menujukkan secara kuantitatif bahwa jika laju
aliran fluida tinggi, maka tekanan fluida menjadi kecil. Demikian pula sebaliknya, jika laju
aliran fluida rendah maka tekanan fluida menjadi besar.
D. Alat dan Bahan:
1) Pipa Venturi,
2) Ember air,
3) stopwatch,

4) mistar

E. Langkah Kerja:

1) Menyusun / merangkai alat dan bahan seperti pada gambar di bawah ini:

2) Meletakkan rangkaian pada posisi horizontal / datar!


3) Mengukur air ke dalam gelas ukur dengan volume 15 L dan tuangkan air ke dalam
ember. (lubang pada ujung pipa ditutup)
4) Membuka penutup lubang saluran tadi setelah itu menunggu sampai aliran airnya
konstan, kemudian di ukur kenaikan air pada kedua pipa kapiler untuk h1 dan h2 .
5) Ulangi langkah 3 dan 4 dengan volume air yang berbeda.
6) Catat hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan

Tabel 1. Data Hasil Pengamatan

Ketinggian (h) Laju air


(cm) Volume1 Volume2 Volume3
h1
h2
h1 – h2

F. Teknik Analisis Data:


Adapun teknik analisis data yang digunakan, yaitu:
1. Melengkapi tabel hasil pengamatan
2. Menghitung luas penampang pada masing-pipa dengan menggunakan rumus:
2
A=π r
3. Menghitung kecepatan alir fluida pada penampang pertama dengan menggunankan
persamaan:

√( )
2 gh
v 1=
A1 2
−1
A2

Dengan ketidakpastian
√( )
2 gh
v 1=
A1 2
−1
A2
2gh
v 12 = 2
( A A 2−2 )−1
1

Dengan menggunakan persamaan:


' '
v .u −u v
2
v
v =( A12 A 2−2) −1
u=2 g h

|
∂ v ( ( A 1 A2 ) −1 ) . ( 2 g )−( 2 g h ) .( 0)
|
2 −2

= 2
∂h (( A 2 A −2 )−1 ) 1 2

∂v
∂h
=
| (2 g )
( ( A 12 A2−2 )−1 )
2
|
∂v
∂ A1
=
| ( ( A12 A 2−2 )−1 ) . ( 0 )−( 2 g h ) . (2 A 1 A2−2−0)
( ( A 12 A2−2 )−1)
2
|
| |
−2
∂ v −4 g h (A 1 A 2 )
=
∂ A 1 (( A 2 A −2 ) −1 )2
1 2

∂v
∂ A2
=
| ( ( A12 A 2−2 )−1 ) . ( 0 )−( 2 g h ) .( A 12 . 2 A 2−3−0)
(( A 12 A 2−2 )−1 )
2
|
| |
2 −3
∂ v −4 g h (A 1 A 2 )
= 2
∂ A2 ( ( A 2 A −2 )−1 )
1 2

∂v ∂v ∂v
∆ v 2= ∆ h+ ∆ A 1+ ∆ A2
∂h ∂ A1 ∂ A2

| |( | |( |
−4 g h (A 12 A 2−3 )
|(
2 (2 g) −4 g h( A 1 A2−2 )
∆v = 2
∆ h+ 2
∆ A 1+ 2
∆ A2
( A 12 A2−2 )−1 ) ( A 12 A2−2 )−1 ) ( A12 A 2−2 )−1 )
Dengan Kesalahan Relatif adalah sebagai berikut:
∆v
K R= 1 x 100
v1
4. Menghitung kecepatan alir fluida pada penampang kedua dengan
menggunankan persamaan:
A
v 2= 1 . v 1
A2

Dengan ketidakpastian
A1 A 1 v1
v 2= . v 1=
A2 A2
Dengan menggunakan persamaan:
v .u' −u v '
v2
v =A 2
u= A 1 v 1
∂v ∂v
∆ v 22 = ∆ A 1+ ∆ A2
∂ A1 ∂ A2

∆ v 22 =
| | |
A 2 . v 1− A 1 v 1( 0)
A 22
∆ A 1 +
A 22 |
( A 2) ( 0 )− A1 v 1 (1)
∆ A2

2
∆ v2 =
| | | |
A2. v1
A 22
∆ A1+
−A 1 v1
A 22
∆ A2

Dengan Kesalahan Relatif adalah sebagai berikut:

∆ v2
K R= x 100
v2
5. Menghitung Keakuratan dari percobaan yang dilakukan dengan persamaan:
K eakuratan=100 −K R
G. Pertanyaan:
1. Hitung berapa kecepatan alir fluida pada penampang pertama!
2. Hitung berapa kecepatan alir fluida pada penampang kedua!
3. Apakah yang dapat anda simpulkan dari hasil percobaan anda?

Lembar Kerja Siswa III

I. Judul : Percobaan azas Bernaulli Sederhana


II. Tujuan Percobaan :
 Menerapkan Azas Bernaulli dalam menentukan kecepatan aliran air
dari dinding kebocoran
 Menentukan waktu tempuh untuk mencapai jarak terjauh
 Menggunakan prinsip-prinsip azas Bernaulli dalam menyelesaikan
permasalahan

III. Alat dan Bahan


 Botol bekas yang telah di beri lubang sebanyak 5
 Mistar
 Stopwatch
 Penyumbat lubang kebocoran
 Air

IV. Langkah-langkah percobaan


1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan
2. Tutuplah lubang kebocoran pada botol dengan penyumbat, kemudian
isilah botol tersebut tengan air seperti gambar di bawah

3. Bukalah satu persatu penyumbat lubang kebocoran pada botol,


sehingga air dapat keluar.
4. Amatilah apa yang terjadi.
5. Ukurlah jarak dan waktu tempuh yang diperlukan air untuk mencai
jarak terjauh.
Tabel hasil pengamatan

No H h2 h1(H- h2) X

Dengan:
H : Jarak lubang dari dasar botol
h2 : jarak lubang dengan tanah
h1 : Jarak lubang dengan permukaan fluida
X : jarak yang ditempuh air saat keluar dari lubang kebocoran
V. Pertanyaan
1. Hitunglah kecepatan dan waktu yang diperlukan air saat keluar dari
lubang kebocoran!
2. Buktikan bahwa jarak jatuh air dapat ditentukan dengan persamaan
X =2 √ h1 h2 dengan menggunakan perhitungan !
3. Bagaimana simpulan yang diperoleh dari percobaan?

MEDIA
I. Nama Media
 Stopwatch
 Mistar

II. Deskripsi

 Stopwatch

Stopwatch adalah alat untuk mengukur waktu. Stopwatch dirancang untuk


memulainya dengan menekan tombol diatas dan berhenti sehingga suatu waktu detik
ditampilkan sebagai waktu yang berlalu. Kemudian dengan menekan tombol yang sama
untuk yang kedua kali kemudian memasang lagi stopwatch pada nol.
Fungsi Stopwatch adalah sebagai alat yang digunakan untuk mengukur lamanya
waktu yang diperlukan dalam suatu kegiatan, misalnya berapa lama seorang perenang
mencapai jarak 100 meter, atau berapa lama seorang pelari mencapai jarak 1 km, dsb.

Gambar Stopwatch

 Mistar
Untuk mengukur panjang benda biasanya digunakan mistar. Terdapat beberapa
jenis mistar sesuai dengan skalanya. Mistar yang skalanya terkecil 1 mm disebut mistar
berskala mm, sedangkan mistar yang skala terkecilnya 1 cm disebut mistar berskala cm.
Mistar yang biasa digunakan adalah mistar berskala mm. Satu skala terkecil mistar ini
adalah 1 mm atau 0,1 cm. Oleh karena itu, ketelitian mistar berskala mm adalah 1 mm
atau 0,1 cm.
Gambar Mistar

Ketika mengukur panjang dengan menggunakan mistar, posisi mata hendaknya


berada pada tempat yang tepat, yaitu terletak pada garis yang tegak lurus mistar. Garis ini
ditarik dari titik yang diukur. Jika posisi mata berada di luar garis tersebut, panjang benda
yang diukur akan terbaca lebih kecil atau lebih besar dari nilai yang sebenarnya.
Akibatnya, pengukuran menjadi kurang teliti dan terjadilah kesalahan pengukuran.
Kesalahan semacam ini dikenal dengan istilah kesalahan paralaks.

III. Cara Menggunakan

 Stopwatch

Adapun prosedur penggunaan stopwatch analog adalah sebagai berikut:

1. Menyiapkan stopwatch yang akan digunakan untuk mengukur.


2. Memastikan stopwatch dalam keadaan nol atau terkalibrasi.
3. Menekan tombol start untuk memulai pengukuran waktu, maka jarum besar
pada lingkaran besar akan berjalan.
4. Satu putaran penuh jarum besar pada lingkaran detik sama dengan 60 detik.
Jadi satu kali putaran penuh jarum besar sama dengan satu menit. Apabila jarum
besar sudah berputar satu kali putaran penuh, maka jarum kecil akan berada pada
angka satu pada lingkaran kecil.
5. Menekan tombol stop untuk mengakhiri pengukuran waktu.
6. Membaca hasil pengukuran.
7. Untuk mengulangi pengukuran maka menekan tombol start/stop 1 kali dan
jarum akan kembali ke nol.

 Mistar

Cara Mengukur dengan mistar yaitu :


1. Meletakkan benda yang akan diukur pada tepi skala mistar.
2. Memastikan bahwa benda telah sejajar dengan mistar dan salah satu ujung
benda tepat berada di angka nol (0).

3. Kemudian baca skala mistar yang terletak di ujung lain benda (bukan ujung
yang di titik nol mistar).

BAHAN AJAR
I. Topik : Fluida Dinamis
II. Kompetensi Inti (KI)
KI.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI.2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI.3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI.4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara
efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
III. Kompetensi Dasar
1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagad raya
melalui pengamatan fenomena alam fisis dan pengukurannya.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam
melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi.
3.7 Menerapkan prinsip fluida dinamik dalam teknologi
4.7 Memodifikasi ide/gagasan proyek sederhana yang menerapkan prinsip dinamika fluida
IV. Indikator
1) Mendiskripsikan Pengertian fluida ideal dan Azas kontinuitas
2) Menggunakan persamaanfluida ideal dan Azas Kontinuitas untuk
menyelesaikan permasalahan
3) Menjelaskan dan memformulasikan asas bernoulli
4) Menunjukkan hubungan antara tekanan, kecepatan, dan ketinggian titik yang
ditinjau dalam fluida sederhana
5) Mendeskripsikan prinsip bernoulli
6) Menganalisis berbagai akibat-akibat asas bernoulli
7) Menghitung asas Bernoulli suatu fluida
8) Menjelaskan penerapan prinsip Bernoulli dalam teknologi
9) Menyebutkan contoh penggunaan Azas Kontinuitas dan Hukum Bernoulli
dalam kehidupan
10) Menggunakan persamaan pada Azas Kontinuitas dan Hukum Bernoulli untuk
menyelesaikan permasalahan
11) Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang menerapkan prinsip fluida
ideal dan Azas Kontinuitas
12) Merancang dan membuat tiruan aplikasi Azas Bernoulli (alat venturi,
kebocoran air, atau sayap pesawat)
13) Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang menerapkan prinsip Azas
Kontinuitas dan Hukum Bernoulli

V. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mendiskripsikan Pengertian fluida ideal dan Azas kontinuitas
2. Siswa dapat menggunakan persamaanfluida ideal dan Azas Kontinuitas untuk
menyelesaikan permasalahan
3. Siswa dapat menjelaskan dan memformulasikan asas bernoulli.
4. Siswa dapat menunjukkan hubungan antara tekanan, kecepatan, dan
ketinggian titik yang ditinjau dalam fluida sederhana
5. Siswa dapat mendeskripsikan prinsip bernoulli.
6. Siswa dapat menganalisis berbagai akibat-akibat asas bernoulli.
7. Siswa dapat menghitung asas Bernoulli suatu fluida.
8. Siswa dapat menjelaskan penerapan prinsip Bernoulli dalam teknologi.
9. Siswa dapat menyebutkan contoh penggunaan Azas Kontinuitas dan Hukum
Bernoulli dalam kehidupan
10. Siswa dapat menggunakan persamaan pada Azas Kontinuitas dan Hukum
Bernoulli untuk menyelesaikan permasalahan
11. Siswa dapat Merencanakan dan melaksanakan percobaan yang menerapkan
prinsip fluida ideal dan Azas Kontinuitas
12. Siswa dapat merancang dan membuat tiruan aplikasi azas Bernoulli (alat
venturi, kebocoran air, atau sayap pesawat)
13. Siswa dapat merencanakan dan melaksanakan percobaan yang menerapkan
prinsip Azas Kontinuitas dan Hukum Bernoulli

VI. Uraian Materi

1. Fluida deal
Fluida deal adalah fluida yang inkompresibel, artinya fluida yang kerapatannya (massa
jenisnya) sulit diubah dan tidak memiliki gesekan dalam (viskositas). Terdapat dua jenis
aliran fluida, sebagai berikut.
a) Aliran lurus atau laminar (laminar flow), yaitu jika aliran lancer sehingga
lapisan fluida yang saling berdekatan mengalir dengan lancar.
b) Aliran turbulen (turbelen flow), yaitu aliran dengan cirri laju aliran cukup
tinggi, dan melingkar-lingkar seperti pusaran air (arus eddy) sehingga aliran menjadi
kacau dan tidak teratur.

Untuk membedakan kedua jenis aliran ini, tinjaulah gerakan air. Ketika kamu membuka
kran air di kamar mandi, saat air jatuh kebak mandi alirannya laminar. Namun, ketika air
sudah berada di dalam bak mandi, aliran air akan berubah tidak teratur (turbulen).
Berdasarkan penjelasan di atas, ciri-ciri fluida ideal di antaranya alirannya tunak laminar,
inkompresibel, dan tidak mengalami gesekan baik dengan lapisan fluida disekitarnya
maupun dengan dinding tempat yang dilaluinya (nonviskos).
Pada aliran tunak kecepatan aliran partikel fluida pada setiap titik konstan terhadap
waktu, sehingga partikel-partikel fluida yang lewat pada suatu titik akan bergerak dengan
kecepatan dan arah yang sama, lintasan yang ditempuh oleh aliran fluida ini dinamakan
garis arus. Nama lain dari garis arus adalah aliran berlapis atau aliran laminer. Pada aliran
turbulen ditandai dengan adanya aliran yang berputar, adanya partikel yang bergerak
dengan arah yang berlawanan dengan arah laju fluida secara keseluruhan.
2. Debit Air

Konsep awal mengenai fluida dinamis tentang debit. Debit air merupakan jumlah air
yang mengalir setiap waktu atau boleh diartikan banyaknya volume air yang mengalir
setiap waktu. Berdasarkan pengertian diatas, rumus empiris dari debit air adalah

V
Q=
t
Keterangan :
Q = Debit Air (m3/s)
V = Volume Air (m3)
t = Waktu (sekon)

3. Persamaan kontinuitas dinyatakan sebagai berikut.

Karena fluida ideal bersifat inkompresibel, maka persamaan yang di dapat sebagai berikut.

A 1 v 1= A2 v 2
Keterangan:
A1 = Luas penampang 1 (m2)
A2 = Luas penampang 2 (m2)
v1 = Kecepatan aliran di A1 (m/s)
v2 = Kecepatan aliran di A2 (m/s)
Persamaan di atas menunjukkan bahwa jika penampang pipa lebih besar, maka
kelajuan fluida ketika melalui penampang tersebut lebih kecil, atau sebaliknya ketika
penampang pipa lebih kecil, maka kelajuan fluida ketika melalui penampang tersebut
menjadi lebih besar. Dari persamaan tersebut terlihat bahwa hasil kali laju alir (v) dengan
luas penampang (A) selalu memiliki nilai yang tetap.
4. Asas Bernoulli
Asas Bernoulli menyatakan bahwa perubahan tekanan dalam fluida mengalir, juga
dipengaruhi oleh perubahan kecepatan alirannya.
1
p+ ρ v 2 + ρg z =k onstan
2
Persamaan ini menunjukkan hubungan antara tekanan, kecepatan, dan ketinggian
titik yang ditinjau dalam fluida sederhana yang bergerak sekaligus.
5. Prinsip Bernoulli
Prinsip Bernoulli menerangkan bahwa mengapa sayap pesawat udara menghasilkan
gaya angkat. Udara yang meluncur di atas bagian atas sayap yang melengkung harus
menempuh jarak yang lebih jauh daripada udara yang meluncur di bawah sayap. Karena
itu, udara di atas sayap meluncur lebih cepat. Kecepatan yang bertambah ini menyebabkan
tekanan udara di atas sayap menjadi lebih rendah. Tekanan bawah sayap yang lebih besar
menyebabkan sayap terangkat.

6. Akibat-Akibat Asas Bernoulli

a. Fluida statis
Pada fluida diam, kondisi v =0 pada sembarang titiknya. Berarti persamaan
Bernoulli yang memenuhi kondisi tersebut adalah:
p1+ ρg z 1= p2 + ρg z 2
p1− p2=ρg ( z 2−z 1 )
Persamaan diatas menyatakan “Beda tekanan antara dua titik dalam fluida diam,
bergantung pada ketinggian fluida yang diapit oleh kedua titik”.
b. Daya angkat pesawat terbang
Ketika bergerak dalam arah horizontal, suku energi potensial dalam persamaan
Bernoulli akan hilang karena ketinggian permukaan fluida akan sama dimana-mana.
Sehingga diperoleh persamaan Bernoulli berbentuk:
1
p+ ρ v 2=k onstan
2
Artinya “Kecepatan fluida yang makin besar akan diimbangi dengan turunnya tekanan
fluida dan sebaliknya”. Prinsip ini digunakan untuk menghasilkan daya angkat pesawat:
“Perbedaan kecepatan aliran udara pada sisi atas dan sisi bawah sayap pesawat, akan
menghasilkan gaya angkat pesawat”.

7. Penerapan Prisip Kontinuitas dan Prinsip Bernoulli dalam Kehidupan Sehari – hari
a) Penerapan azas kontinuitas pada kehidupan sehari-hari salah satunya adalah
pada saat mengisi bak mandi, air mengalir melalui pipa besar menuju ke pipa yang
lebih kecil pada bagian keran. Terdapat perbedaan luas antara mulut keran dengan
pipa, sehingga aliran kecepatan air pun berbeda. Akan tetapi debit air yang mengalir
tetap sama. Itulah yang dimaksud dengan asas kontinuitas.

Gamabar 1. Perbedaan luas permukaan pada pipa.

Kita ketahui bahwa dalam hal ini debit air merupakan salah satu komponen
yang akan kita bahas lebih lanjut. Yang dimaksud dengan debit air adalah jumlah air
yang mengalir pada setiap satuan waktu.
Berdasarkan pengertian diatas, rumus empiris dari debit air adalah:
Q = V/t
Keterangan.
Q = Debit Air (m^3/s)
V = Volume (m^3)
t = waktu (s)
Jika kita hubungkan dengan kecepatan aliran air dan luas penampang pipa dan
mulut kran maka persamaan diatas dapat dirubah menjadi:
V = A .h
Q = A . h/t
Q = A.v
Keterangan.
A = luas penampang (m2)
v = kecepatan aliran air (m/s)

b) Alat Penyemprot Nyamuk


Alat penyemprot nyamuk atau Penyemprot Racun Serangga hampir sama prinsip
kerjanya dengan penyemprot parfum. Jika pada penyemprot parfum Anda menekan
tombol, maka pada penyemprot racun serangga Anda menekan masuk batang penghisap
pada tabung racun serangga.

Sehingga persamaan bernouli menjadi:

1 1
P1+ ρV 12 + ρg h1=P2 + ρV 22+ ρg h2
2 2
1 2
0+ ρg h1= ρV 2 + ρg h2
2
1
g h1= V 22+ g h2
2

1 2
g ( h1−h 2) = V 2
2

1
g h= V 22
2

Dengan demikian maka cairan obat nyamuk akan naik setinggi h dan
menyemprot karena pengaruh kecepatan V 22 .

Gambar 2. Skema alat penyemprot

c) Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang


Gaya Angkat Sayap Pesawat Terbang juga merupakan salah satu contoh Hukum
Bernoulli. Bentuk sayap pesawat terbang sedemikian rupa dibuat sehingga garis arus
aliran udara yang melalui sayap pesawat adalah tetap (streamline).
Penampang sayap pesawat terbang memiliki bagian belakang yang lebih tajam
dan sisi bagian yang yang atas melengkung dariapada sisi bagian bawahnya. Bentuk
ini menyebabkan kecepatan aliran udara di bagian atas lebih besar dari pada di bagian
bawah. Dan persamaan bernouli kita dapatkan:
1 1
P1+ ρ. V 12+ ρg h1=P2 + ρ .V 22 + ρg h2
2 2

Dan dengan gaya angkat pesawat terbang:

1
F1 + F 2= ρA ( V 22−V 12 )
2

Gambar 3. Bentuk sayap pesawat terbang.

d) Venturimeter

Venturimeter adalah alat yang digunakan untuk menentukan kecepatan aliran zat
cair. Dengan memasukkan venturimeter ke dalam aliran fluida dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan bernouli berdasarkan selisih ketinggian air atau air raksa.

Gambar 4. Prinsif kerja venturimeter


Pada gambar di atas tampak bahwa ketinggian pipa, baik bagian pipa yang
penampangnya besar maupun bagian pipa yang penampangnya kecil, hampir sama
sehingga diangap ketinggian alias h sama. Jika diterapkan pada kasus ini, maka
persamaan Bernoulli berubah menjadi:
1 1
P1+ ρ P V 1 + ρg h1=P2 + ρ P V 2 + ρg h2 → h1 =h2
2 2

1 1
P1+ ρ P V 1=P2 + ρ P V 2
2 2
Sehingga pada saat fluida melewati bagian pipa yang penampangnya kecil
(A2), maka laju fluida bertambah (ingat persamaan kontinuitas). Menurut prinsip
Bernoulli, jika kelajuan fluida bertambah, maka tekanan fluida tersebut menjadi kecil.
Jadi tekanan fluida di bagian pipa yang sempit lebih kecil akan tetapi laju aliran fluida
akan menjadi lebih besar.Peristiwa ini dikenal dengan nama efek Venturi yang
menujukkan secara kuantitatif bahwa jika laju aliran fluida tinggi, maka tekanan
fluida menjadi kecil.
e) Pipa Pitot

Pipa pitot digunakan untuk mengukur kecepatan aliran fluida dalam pipa.
Biasanya pipa ini digunakan untuk mengukur laju fluida berbentuk gas. Pipa pitot
dilengkapi dengan manometer yang salah satu kakinya tegak lurus aliran fluida
sehingga V2 = 0. Ketika air mengalir terjadi perbedaan ketinggian (h) raksa dengan
masa jenis ρr pada kedua pipa manometer. Dalam hal ini berlaku h1=h2
sehingga ρg h1=ρg h2 . Persamaan benouli pada pipa pitot adalah sebagai berikut:
1 1
P1+ ρV 12 + ρg h1=P2 + ρV 22+ ρg h2
2 2

1
P1+ ρV 12=P2
2

1 2
P1+ ρV 1 =P1 ρr g h
2

1
ρV 12 =ρr g h
2

Dengan demikian kecepatan aliran fluida dalam pipa pitot adalah:

V 1=
√ 2 ρr g h
ρ

f) Menara Air
Menara air merupakan bak penampungan air dengan keran air yang dapat
memancarkan air melalui sebuah lubang, baik di dasar maupun di ketinggian tertentu.
Kecepatan air di permukaan sama dengan nol karena air diam tidak bergerak.
P1=P2=¿ tekanan udara luar. Selisih ketinggian air dipermukaan dengan air di
dasar.
1 2 1 2
P1+ ρV 1 + ρg h1=P2 + ρV 2 + ρg h2
2 2

1
0+ ρg h1=P 2+ ρV 22 + ρg h2
2

1 2
g h1= V 2 + g h2
2

1
g h1−g h2= V 22
2

1 2
V =g ( h1−h 2)
2 2

1 2
V =g h
2 2

2
V 2 =√ 2 g h

Persamaan tersebut tidak lain adalah persamaan gerak jatuh bebas. Jarak jatuhnya
fluida di ukur dari titik proyeksi lubang air dihitung dengan menggunakan persamaan
gerak lurus beraturan, yaitu:
X =V 2 . t
Sedangkan waktu jatuh fluida:
1
h= g t 2
2

t=
√ 2h
g
EVALUASI
I. Teknik Penilaian
 Penilaian kompetensi sikap dilakukan melalui beberapa teknik, diantaranya
observasi prilaku, pertanyaan langsung, Laporan pribadi.
 Penilaian kompetensi pengetahuan:
- Tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda dan/ uraian
- Penugasan dalam bentuk tugas individu
 Penilaian kompetensi keterampilan dilakukan melalui skala penilaian

II. Alat Evaluasi

1. Penilaian Sikap Peserta didik

Untuk penilaian kompetensi sikap pada pertemuan I, II, dan III dilakukan melalui
observasi prilaku, pertanyaan langsung, ataupun melalui pertanyaan pribadi, dengan
contoh format penilaian sebagai berikut:

Penilaian
No Aspek yang dinilai
1 2 3 4 5
1 Keterbukaan
2 Ketekunan Belajar
3 Kerajinan
4 Tenggang Rasa
5 Kedisiplinan
6 Kerjasama
7 Ramah dengan Teman
8 Hormat pada Orang Tua
9 Kejujuran
Keterangan:

1 = sangat kurang

2 = kurang konsisten

3 = mula konsisten

4= konsisten

5 = selalu konsisten

2. Untuk Penilaian Kompetensi Pengetahuan


Untuk penilaian kompetensi pengetahuan di setiap pertemuannya dilakukan melalui kuis
dengan soal berupa objektif dan/ essay.
Kuis 1
Waktu : 20 menit
 Tes pilihan ganda

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!


1. Berikut ini yang tidak merupakan sifat-sifat dari fluida ideal adalah ...
A. Fluida bersifat non viskos
B. Alirannya bersifat turbulen
C. Fluida bersifat inkompresibel
D. Aliran fluida bersifat irrotasional.
2. Aliran fluida ketika melalui suatu penampang menurut asas kontinuitas akan berperilaku
sebagai berikut:
A. Ketika melalui penampang yang lebih besar maka kelajuannya akan menjadi lebih
besar
B. Ketika melalui penampang yang lebih besar maka kelajuannya akan tetap
C. Ketika melalui penampang yang lebih kecil maka kelajuannya akan menjadi lebih
besar
D. Ketika melalui penampang yang lebih kecil maka kelajuannya akan menjadi lebih
kecil
3. Aliran air pada saat melalui pipa dengan luas permukaan penampang 2 cm2 adalah 30 m/s.
Berapakah kelajuan aliran air pada saat melalui pipa dengan luas penampang 6 cm2?
A. 10 m/s C. 30 m/s
B. 20 m/s D. 40 m/s
4. Menurut Bernoulli, tekanan fluida ketika mengalir melalui sebuah penampang yang
luasnya lebih kecil daripada luas penampang sebelumnya adalah ...
A. Lebih tinggi C. Tetap
B. Lebih rendah D. Tidak beraturan
5. Salah satu contoh pemanfaatan persamaan Bernoulli adalah, kecuali ...
A. Alat penyemprot nyamuk C. Tabung venturi
B. Karburator mobil D. Tabung pipa U

 Tes essay
1. Berapakah kelajuan aliran fluida yang mula-mula kelajuannya 25 m/s bila luas
penampang alirnya berkurang dari 5 cm2 menjadi 1 cm2?

2. Pada sebuah sungai bawah tanah air mengalir dari hulu ke hilir. Kita anggap sungai
berbentuk lingkaran dengan diameter bagian hulu sebesar 6 m dan bagian hilir 10 m. jika
kelajuan aliran air pada sungai bagian hulu sebesar 10 m/s, maka hitunglah kelajuan
aliran air pada sungai bagian hilir!
Kuis II
Waktu : 20 menit
 Tes Pilihan Ganda
1. Venturimeter merupakan alat pengukur ....
a. kecepatan sepeda motor
b. kecepatan aliran zat cair
c. tekanan gas
d. kekentalan air
e. tekanan udara
2. Menurut Bernoulli, tekanan fluida ketika mengalir melalui sebuah penampang
yang luasnya lebih kecil daripada luas penampang sebelumnya adalah ….
a. Lebih tinggi
b. Lebih rendah
c. tetap
d. tidak beraturan
e. lurus
3. Debit aliran air dalam saluran yang berdiameter 2m dan mengalir dengan
kecepatan 5 m/s adalah....
a. 10 m/s
b. 20 m/s
c. 30 m/s
d. 40 m/s
e. 50 m/s
4. Salah satu contoh pemanfaatan persamaan Bernoulli adalah, kecuali ...
a. Alat penyemprot nyamuk
b. Karbulator mobil
c. Tabung venture
d. Tabung pipa U
e. Sayap pesawat
5. Pesawat terbang dapat mengangkasa karena....
a. gaya angkat mesin pesawat terbang
b. titik berat pesawat terbang di belakang
c. perbedaan kecepatan aliran udara diatas dengan dibawah pesawat terbang
d. perubahan momentum pesawat terbang
e. berat udara yang dipindahkan lebih besar daripada berat pesawat terbang

Esai

1. Sebuah tangki terbuka berisi air setinggi H. Pada jarak h dari permukaan air
dibuat sebuah lubang kecil, sehingga air memancar dari lubang itu. Berapa jauh air
yang keluar dari tangki mengenai tanah?
2. Air mengalir melalui sebuah pipa yang berbentuk corong. Garis tengah lubang
corong tempat air masuk 30cm, sedangkan garis tengah lubang corong tempat air
keluar 15cm. Letak pusat lubang pipa yang kecil lebih rendah 60cm daripada pusat
lubang yang besar. Kecepatan aliran air dalam pipa itu 140 liter/s, sedangkan
tekanannya pada lubang yang besar 77,5 cmHg. Berapakah tekanannya pada lubang
yang kecil?
Kuis III
Waktu : 20 menit

1. Air mengalir melalui pipa mendatar dengan luas penampang pada masing-
masing ujungnya 200mm2 dan 100mm2. Bila air mengalir dari panampang besar
dengan kecepatan adalah 2 m/s, maka kecepatan air pada penampang kecil adalah ….
a. 4 m/s
b. 2 m/s
c. 1 m/s
d. ½ m/s
e. ¼ m/s

2. Suatu fluida ideal mengalir di dlaam pipa yang diameternya 5 cm, maka kecepatan
aliran fluida adalah ….
a. 10,5 m/s
b. 15 m/s
c. 18 m/s
d. 30 m/s
e. 32 m/s
3. Sebuah selang karet menyemprotkan air vertikal ke atas sejauh 4,05 meter. Bila luas
ujung selang adalah 0,8 cm2, maka volume air yang keluar dari selang selama 1 menit
adalah … liter
a. 43,2
b. 37,5
c. 31,5
d. 26,4
e. 15,1

4. Minyak mengalir melalui sebuah pipa bergaris tengah 8 cm dengan kecepatan rata-rata
3 m/s. Cepat aliran dalam pipa sebesar ….
a. 15,1 m3/s
b. 151 liter/s
c. 1,51 liter/s
d. 1,51 m3/s
e. 1,51 m3/s
5. Air mengalir kedalam sebuah bak dengan debit tetap 0,5 liter/s. Jika bak tersebut
berukuran 1x1x1 m3, maka bak tersebut akan penuh dalam waktu … menit.
a. 33,3
b. 3,33
c. 333
d. 36,3
e. 3,45

 essay

1. Ahmad mengisi ember yang memiliki kapasitas 20 liter dengan air dari sebuah kran
seperti gambar berikut!
Jika luas penampang kran dengan diameter D2 adalah 2 cm2 dan kecepatan aliran air
di kran adalah 10 m/s tentukan:
a) Debit air
b) Waktu yang diperlukan untuk mengisi ember
2. Pipa saluran air bawah tanah memiliki bentuk seperti gambar berikut!

Jika luas penampang pipa besar adalah 5 m2 , luas penampang pipa kecil adalah 2 m2 dan
kecepatan aliran air pada pipa besar adalah 15 m/s, tentukan kecepatan air saat mengalir
pada pipa kecil!

3. Untuk Penilaian Kompetensi Keterampilan


Penilaian kompetensi keterampilan dilakukan melalui kegiatan percobaan, mulai dari
merangkai alat, data yang diperoleh, hingga mengolah hasil percobaan tersebut.

III. Kunci Jawaban


a) Untuk Kuis I

Tes Pilihan Ganda:


1. B
2. C
3. A
4. B
5. D
*) Untuk soal pilihan ganda, benar skor 2 dan salah skor 0
Essay
NO Pembahasan Skor
A 1 v 1= ADiketahui
2 v2 : A1 = 5 cm2 5
A2 = 1 cm2
A1 5c m
2
m
v 2= . v 1 = .25 =125 m/ s
2 v1 = 25 m/s
A2 1c m s
Ditanya : v2 = ?
1.
Jawab :

Jadi, kecepatan aliran fluida menjadi 125 m/s


A 1 V 1 Diketahui: d1 = 10 m 5
A2 d2 = 6 m
v1 = 10 m/s
πd 1
2 Ditanya: v2 = ...?
2
πd 2
Jawab:
6
( )
1 0 A1V1 = A2V2
2.
V2 =

= v1

2
=

= 3,6 m/s

Jadi, kelajuan aliran air di sungai bagian hilir sebesar 3,6 m/s

Skor Total 10

Skor yang diperoleh


Nilai = × 100
Skor maksimal
b) Kuis 2
Pilihan Ganda
1. B
2. B
3. A
4. D
5. C

*) Untuk soal pilihan ganda, benar skor 2 dan salah skor 0

Essay

NO Pembahasan Skor
1 1.2 Persamaan 1Bernoulli:
2 5
P1+ ρv1 + ρg H=P2 + ρv 2+ ρg ( H −h )
2 2
1
ρg H= ρv 22+ ρg ( H −h )
2

1 2
ρv =ρg H −ρg ( H−h )
2 2
Gerak jatuh bebas:
1 2
v =g H−g ( H −h )
2 2
Gerak lurus berubah beraturan arah mendatar:
1 2
v =g ( H−H + h )
2 2
v 2= √ 2 g h

1
h= g t 2
2

t=
√ 2(H −h)
g
s=v .t

s= √ 2 g h
√ 2(H−h)
g
s= √ 4 h(H −h)
1.
r 1=15 c m 1. Diketahui: 5
r 2=7,5 c m
(h1−h2)=60 c m
P1=77,5 c mHg
Jawab:
Q 2=140 L/s
Q 2= A2 V 2

1 40=π (7,5)2 V 2

1 40000
V 2= =793 c m/ s
π (7,5)2
A 1 V 1=A 2 V 2
2 2
π 1 5 V 1=π (7,5) 7 93
V 1=198 c m/s
1 1
P1+ ρv21 + ρg h=P 2+ ρv 22 + ρg h
2 2

1
P2=P1 + ρ ( v 21−v 22 ) + ρg(h1−h2 )
2

1
P2=77,5+ ( 1 982−7 932 ) +980(60)
2
P2=59,9 c mHg
2.

Skor Total 10

Skor yang diperoleh


Nilai = × 100
Skor maksimal

c) Kuis 3

Objektif
1. Diketahui:
A1 = 200 mm2= 2.10-4m2
A2 = 100mm2= 10-4m2
v1= 2 m/s
ditanyakan v2 = …. ?
jawab:
Q1 = Q2
A1v1 = A2V2
v2 = A1v1/A2 = 2.10-4.2/10-4 = 4m/s
Jawaban : (a) 4m/s
2. jawaban:

Pembahasan:
Diketahui:
d = 5 cm = 5.10-2 m
r = 2,5 cm = 2,5.10-2 m
v = 32 m/s
Ditanya: v = …?
Jawab:
Karena memiliki besar diameter yang sama, maka kecepatan aliran fluida
besarnya sama, yaitu 32 m/s.
Jawaban : (e)
3. jawaban

Diketahui:
h = 4,05 m
A = 0,8cm2 = 8.10-5m2
t = 1menit = 60 sekon
ditanya: V = ….?
Jawab
Ep = m.g.h = ½ mv2
v = √2.g.h = √2.10.4,05 = 9 m/s
Q = A.v = 8.10-3.9 = 7,2.10-4 m3/s
V = Q.t = 7,2.10-4.60 = 432.10-4m3 = 43,2 L
Jawaban: (a)
4. jawaban:

Q = π.R2.v
= 3,14.16.10-4.3
= 0,151 m3/s
= 151 liter/s
Jawaban : (b)
5. Diketahui

Q = 0,5 liter/s = 5.10-4 m3/s


V = 1m3
A = 1m2
Ditanyakan: t = …. ?
Jawab:
t = V/Q = 1/5.10-4
= 2000 s
= 33,3 menit
Jawaban: (a)
*) Untuk soal pilihan ganda, benar skor 2 dan salah skor 0

Essay
NO Pembahasan Skor

1. Diketahui : 5
A2 = 2 cm2 = 2 x 10−4 m2
v2 = 10 m/s
Pembahasan :
a) Debit air
Q = A2v2 = (2 x 10−4)(10)
Q = 2 x 10−3 m3/s
b) Waktu yang diperlukan untuk mengisi ember
V = 20 liter = 20 x 10−3 m3
Q = 2 x 10−3 m3/s
t=V/Q
t = ( 20 x 10−3 m3)/(2 x 10−3 m3/s )
t = 10 sekon
2. Diket : V1: 15 m/s 5
A1: 5 m
A2: 2 m
Persamaan kontinuitas:
A1v1 = A2v2
(5)(15) = (2)v2
v2 = 37,5 m/s
Skor Total 10

Skor yang diperoleh


Nilai = × 100
Skor maksimal
IV. Rubrik Penilaian

1. Rubrik Penilaian Sikap Peserta Didik


Rubrik penilaian untuk penilaian sikap pada pertemuan I, II, dan III adalah sebagai berikut:
Sikap
Hormat pada Orang Tua
Ramah dengan Teman
Ketekunan Belajar

Tanggung Jawab
Tenggang Rasa

Menepati Janji
Keterbukaan

Kedisiplinan

Kepedulian
Kerjasama

Kejujuran
Kerajinan
No

Nama
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
Keterangan:
Skala penilaian sikap dibuat dengan rentang antara 1 s.d 5
1 = sangat kurang
2 = kurang konsisten
3 = mulai konsisten
4 = konsisten
5 = selalu konsisten

Skor yang diperoleh


Nilai = × 100
Skor maksimal
2. Rubrik Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Rubrik penilaian yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap di setiap pertemuannya,
dengan jumlah soal seperti yang terlihat pada kuis, dengan berpedoman pada kurikulum yang
berlaku adalah:

 Untuk soal objektif, setiap jawaban benar bernilai 2 dan jawaban salah bernilai
0
 Untuk soal essay setiap jawaban lengkap bernilai 5, dan untuk jawaban yang
kurang lengkap nilainya di bawah 5 sesuai dengan apa yang dikerjakan siswa
Sehingga nilainya diperoleh dengan
Skor yang diperoleh
Nilai = × 100
Skor maksimal

3. Rubrik Penilaian Kompetensi Keterampilan

Lembar Penilaian Kompetensi Keterampilan


Penilaian
No Aspek yang Dinilai
1 2 3
1 Merangkai Alat
2 Pengamatan
3 Data yang diperoleh
4 Kesimpulan

Untuk rubrik penilaian kompetensi keterampilan di setiap pertemuannya adalah sebagai


berikut:
Penilaian
Aspek yang dinilai
1 2 3
Merangkai alat Rangkaian alat Rangkaian alat Rangkaian
tidak benar benar, tetapi alat benar,
tidak rapi atau rapi, dan
tidak memperhatik
Pengamatan Pengamatan memperhatikan Pengamatan
Pengamatan an
tidak cermat, tetapi cermat dan
mengandung bebas
cermat
Data yang diperoleh Data tidak interpretasi
Data lengkap, interpretasi
Data lengkap,
lengkap tetapi tidak terorganisir,
terorganisir, dan ditulis
atau ada yang dengan benar
salah tulis