Anda di halaman 1dari 3

Membuat Lead Magnet yang Mampu

Mendapatkan 10x Lipat Subscriber


Dibanding Optin Form Biasa

Kalau anda menaruh form pendaftaran email (optin form) begitu saja di website, konversi
pendaftarannya paling-paling hanya 0.5-1%.

Artinya dari 1000 pengunjung hanya 5-10 orang yang bergabung.

Sangat kecil…

…padahal 1000 pengunjung per hari itu tidak sedikit.

Untungnya ada 1 trik psikologi yang bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan persentase
tersebut hingga 1000% atau 10x lipat.

Inilah lead magnet.

Apa itu lead magnet?

Lead magnet adalah sesuatu yang kita tawarkan secara gratis kepada para prospek supaya
mereka mau memberikan informasi kontaknya. Kontak yang dimaksud bisa berupa email, nomor
telepon, dan/atau alamat. Lead magnet juga sering disebut Opt-in Bribe.

Sederhananya, seperti barter.

Lalu mengapa lead magnet bisa meningkatkan konversi hingga sedemikian besarnya?
Jawabannya ada di dalam buku dari Dr. Robert Cialdini yang berjudul “Influence: The
Psychology of Persuasion”.

Di dalam buku ini disebutkan ada 6 prinsip yang bisa mempengaruhi seseorang untuk
mengambil tindakan.

Salah satunya adalah “Reciprocity” (timbal balik).

Artinya seseorang akan lebih rela untuk memberikan/melakukan sesuatu kepada kita apabila kita
yang terlebih dahulu memberikan/melakukan sesuatu kepada mereka.

Itulah kenapa lead magnet sangat efektif.

Karena kita memberikan sesuatu yang berharga duluan kepada mereka, jadi mereka juga punya
alasan untuk memberikan informasinya kepada anda.

Sekilas tentang direct marketing dan email marketing

Ada satu pertanyaan lagi yang belum terjawab.

Ngapain sih kita minta kontak mereka? Buat apa sih kita susah payah meminta alamat email
mereka?

Padahal tinggal pasang iklan aja kan pembeli juga nanti datang sendiri, lalu beli. Ngapain repot-
repot?
Memang tidak salah…

…tapi pasti akan jadi lebih tidak optimal dibandingkan kalau anda melakukan ini.

Lagipula kalau anda sering pengusaha atau marketer, sudah pasti anda ingin mengeluarkan biaya
sekecil-kecilnya untuk mendapatkan pendapatan sebesar-besarnya.

Untuk itulah ada strategi yang bernama Direct Marketing.

Artinya strategi pemasaran dimana kita bisa menghubungi prospek secara langsung. Bukan
dengan memasang spanduk iklan yang diperlihatkan kepada banyak orang sekaligus.

Misalnya dengan SMS, telepon, atau surat.

Dengan memiliki kontaknya, maka pemasaran yang kita lakukan bisa berkelanjutan sampai
mereka menjadi kustomer atau sampai mereka memutuskan tidak tertarik.

Jadi ada 2 manfaatnya:

Lebih murah dan lebih efektif.

Nah, di era digital seperti sekarang ini, sarana yang digunakan dalam strategi direct marketing
semakin beralih ke email…karena ternyata lebih murah, fleksibel, dan efektif.

Makanya kita sebut dengan email marketing.

Ini beberapa statistik terkait email:

 Berdasarkan survei BPS, aktivitas email di Indonesia mencapai 95,75% dari pengguna
internet (Antara News)
 Email 40x lipat lebih efektif untuk mendapatkan klien baru daripada Facebook dan
Twitter (McKinsey & Company)
 81% dari orang yang terbiasa belanja online mengaku bahwa email yang diterima bisa
mempengaruhi mereka untuk membeli (eMarketer)