Anda di halaman 1dari 17

NASKAH PUBLIKASI

PENGARUH TERAPI MUROTTAL SURAH AR-RAHMAN


TERHADAP SKOR PENGKAJIAN LUKA (MUNGS)
DAN PENGKAJIAN STRES (DASS) PADA
PASIEN DIABETES MELLITUS
DI KLINIK KITAMURA
PONTIANAK

MUCHLIS ALATAS
NIM I1032131001

PROGRAM STUDI NERS


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2017
PENGARUH TERAPI MUROTTAL SURAH AR-RAHMAN
TERHADAP SKOR PENGKAJIAN LUKA (MUNGS)
DAN PENGKAJIAN STRES (DASS) PADA
PASIEN DIABETES MELLITUS
DI KLINIK KITAMURA
PONTIANAK

Muchlis Alatas*, Suriadi**, Ichsan Budiharto**


*Mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Tanjungpura,
**Dosen Program Studi Keperawatan Universitas Tanjungpura

ABSTRAK

Latar Belakang : Stres memiliki dampak negatif pada penyembuhan luka karena stres
mempengaruhi imunitas seluler. Imunitas seluler memiliki peranan penting dalam
regulasi penyembuhan luka melalui produksi dan regulasi sitokin pro-inflamasi dan anti-
inflamasi. Terapi murottal dipercaya dapat menurunkan tingkat stres yang dapat
menurunkan skor luka.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh terapi murottal surah Ar-Rahman terhadap skor
pengkajian luka dengan MUNGS dan pengkajian stress dengan DASS pada pasien
diabetes mellitus.
Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan pre eksperiment pre test and
post test without control pada 16 resonden yang mengalami stres dan luka kaki diabetik.
Instrumen murottal yang digunakan dalam penelitian ini yaitu surah Ar-Rahman.
Pengkajian skor stres menggunakan DASS dengan menggunakan uji wilxocon.
Pengkajian skor luka menggunakan MUNGS dengan menggunakan uji t berpasangan.
Dengan nilai p < 0,05.
Hasil : Rata-rata median skor stres dengan DASS pretest 11,50 posttest 8,00 ditunjukan
oleh uji wilcoxon yang memberikan nilai signifikan p = 0,000. Mean dari skor pengkajian
luka MUNGS 7,75 pada tindakan ke-1 dengan standar deviasi 2,90 nilai mean dari skor
pengkajian luka 7,43 pada tindakan ke-4 dengan standar deviasi 3,28 yang di tunjukan
oleh uji t berpasangan yang memberikan nilai p = 0, 683.
Kesimpulan : Adanya pengaruh terapi murottal surah Ar-Rahman terhadap skor stres dan
tidak ada pengaruh terapi murottal surah Ar-Rahman terhadap skor luka.

Kata Kunci : Stres, Diabetes Mellitus, Murottal


Referensi : ( 2007-2017)
THE EFFECTS OF MUROTTAL SURAH AR-RAHMAN THERAPY
ON THE SCORES OF WOUND ASSESSMENT (MUNGS)
AND STRESS ASSESSMENT (DASS) IN PATIENTS WITH
DIABETES MELLITUS AT THE KITAMURA CLINIC
PONTIANAK

Muchlis Alatas *, Suriadi **, Ichsan Budiharto **


*Student of Nursing Study Program at Tanjungpura University,
**Lecturer of Nursing Study Program at Tanjungpura University

ABSTRACT

Background: Stress has a negative impact on wound healing because it affects cellular
immunity. Cellular immunity has an important role in the regulation of wound healing
through the production and regulation of pro-inflammatory and anti-inflammatory
cytokines. The Murottal therapy is believed to reduce stress levels which can
subsequently reduce the wound score.
Aim: To find out the effects of Murottal Surah Ar-Rahman on the wound assessment
scores with MUNGS and stress assessment with DASS in patients with diabetes mellitus.
Method: Quantitative research using pre experiment pre-test and post-test without
control on 16 respondents who had stress and diabetic foot wound. The Murottal
instrument used in this research was Surah Ar-Rahman. The stress scores were assessed
using DASS with the wilcoxon test. The wound scores were assessed using MUNGS using
paired t-test, with value of p < 0.05.
Results: The average median stress score with DASS in the pretest was 11.50, posttest
8.00 indicated by the wilcoxon test that resulted in a significant value of p = 0.000. The
mean score of the wound assessment using MUNGS was 7.75 in the 1st treatment with the
standard deviation of 2.90; the mean score of the wound assessment was 7.43 in the 4th
treatment with the standard deviation of 3.28 which is indicated by paired t-test resulting
in the value of P = 0.683.
Conclusion: There is an effect of the murottal surah Ar-Rahman therapy on the stress
scores and no effect of the murottal surah Ar-Rahman therapy on the wound scores.

Keywords: Stress, Diabetes Mellitus, Murottal


Reference: (2007-2017)
PENDAHULUAN peningkatan pada bulan November 2016
Kejadian diabetes didunia yaitu sejumlah 140 dan mengalami
semakin meningkat. Prevalensi global peningkatan lagi pada bulan Desember
DM tahun 2011 terdapat 366 juta kasus, 2016 sejumlah 162 kasus.
sedangkan tahun 2012 meningkat Komplikasi diabetes ada
menjadi 371 juta kasus, dan mengalami bermacam-macam. Salah satunya yang
peningkatan lagi menjadi 382 juta kasus paling sering dijumpai adalah Infeksi
tahun 2013. Indonesia menempati urutan Kaki Diabetik. Infeksi Kaki Diabetik
ke-4 jumlah penderita DM terbesar di adalah infeksi yang terjadi di daerah
dunia, yaitu sebanyak 8,4 juta, setelah ekstremitas bawah, penderita yang
India (31,7 juta), Cina (20,8 juta), dan mengalami akan merasakan mati rasa di
[1]
Amerika Serikat (17,7 juta). daerah ekstremitas, tidak menyadari
[4]
Prevalensi peningkatan diabetes adanya luka di kakinya. Sekitar 5-7%
melitus (DM) di Indonesia terjadi orang dengan penyakit diabetes telah
peningkatan di 17 provinsi. Prevalensi menderita Diabetic Foot Ulcer (DFU)
diabetes yang terdiagnosis dokter dan sekitar 25% penderita diabetes akan
tertinggi pada usia ≥ 15 tahun terdapat di mengalami DFU selama sisa hidupnya.
Yogyakarta (2,6%), dan prevalensi Komplikasi luka kaki diabetik juga tinggi
diabetes yang terdiagnosis dokter atau pada pasien diabetes di Asia. Diperlukan
gejala tertinggi pada usia ≥ 15 tahun pengobatan yang tepat untuk
terdapat di Sulawesi Tengah (3,7%). [2] menanganinya. [5] [6] [7]
Kejadian diabetes di Kalimantan Setiap 19 menit ada satu orang di
Barat mengalami peningkatan dari dunia yang harus diamputasi akibat
jumlah penderita diabetes yang infeksi kaki diabetik. Luka kecil, lalu
dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Kota terinfeksi yang menyebabkan luka infeksi
Pontianak (2015) sejumlah 872 kasus, kaki diabetik dan bila tidak dirawat akan
sedangkan tahun 2016 sejumlah 999 menjadi ganggren. Hal ini terjadi karena
[3]
kasus. Berdasarkan studi pendahuluan kurangnya perawatan luka sejak dini.
di Klinik Kitamura Pontianak, pada Perawatan luka berfungsi untuk
Januari 2017. Didapatkan hasil penyembuhan luka dan infeksi tidak
prevalensi/kejadian tertinggi luka terbuka menyebar ke organ lain. Bila menyebar
pada anggota gerak bawah, pada tiga ke pembuluh darah akan terjadi sepsis
bulan terakhir, bulan Oktober 2016 yang mengakibatkan kematian. Tetapi
sejumlah 163 kejadian, mengalami
jika perawatan luka dilakukan sejak dini, Stres dapat memicu aktivasi
maka efek tersebut tidak akan terjadi. [4] HPA (Hipothalamus, pituitary
Manajemen Diabetic Foot Ulcer adrenocortical) aksis. Aktivasi HPA
(DFU) terdiri dari komponen penting (Hipothalamus, pituitary adrenocortical)
yaitu; Mengobati proses penyakit yang aksis dapat meningkatkan sekresi
mendasari, memastikan suplai darah hormone kortisol yang diproduksi oleh
yang cukup, perawatan luka lokal korteks adrenal sehingga dengan kata
(termasuk pengendalian infeksi), tekanan lain, stres dapat meningkatkan sekresi
[8]
kaki. Terapi murottal termasuk hormon kortisol oleh korteks adrenal.[14]
kedalam majemen Diabetic Foot Ulcer Hasil penelitian pada manusia dan hewan
(DFU) yaitu memastikan suplai darah telah menunjukkan bahwa stres
[8] [9]
yang cukup. psikologis menyebabkan penundaan
Mendengarkan suara spiritual substansial dalam penyembuhan luka.
khususnya mendengarkan ayat suci Al- Sehingga stres telah terbukti memiliki
Qur’an (murottal) sangat baik untuk dampak negatif dalam penyembuhan
[10]
kesehatan. Surah Ar-Rahman luka.[15]
memiliki durasi 11 menit 19 detik dengan Berdasarkan penelitian yang
tempo 79,8 beat per minute (bpm). dilakukan Hakim S, (2013) 92%
Tempo 79,8 bpm merupakan tempo yang penderita ulkus kaki diabetikum
[16]
lambat. Tempo yang lambat mempunyai mengalami stress ringan. Sedangkan
kisaran antara 60 sampai 120 bpm. berdasarkan penelitian Astuti, (2014)
Tempo lambat itu sendiri 31% penderita ulkus kaki diabetikum
merupakan tempo yang seiring dengan mengalami stres berat, 40% mengalami
detak jantung manusia, sehingga jantung stres sedang, dan 18% mengalami stres
akan mensinkronkan detaknya sesuai ringan. Sebesar 72% responden tersebut
dengan suara. Selain itu, terapi murottal menyatakan dirinya stres akibat
surah Ar-Rahman juga merupakan terapi ketakukan terhadap luka yang lama
tanpa efek samping yang aman dan sembuh.[17] Berdasarkan penelitian
[11]
mudah dilakukan. Terapi murottal Setyoningrum (2013), 60% penderita
lebih efektif dibandingkan dengan ulkus kaki diabetikum merasa malu dan
mendengarkan musik dalam menurunkan selalu sendiri, tidak dapat berkumpul dan
stres, bahkan terapi ini memiliki bersosialisasi dengan masyarakat karena
pengaruh dalam stabilitas tanda-tanda luka yang dideritanya. Penderita ulkus
vital. [12] [13] kaki diabetikum menjadi mudah marah
dan tersinggung jika ada seseorang yang sehingga dapat menurunkan sekresi
menanyakan kondisi kesehatannya, hormon kortisol dan merupakan salah
kondisi gula darahnya, dan kondisi satu hormon yang memperlambat proses
lukanya. Penderita tersebut merasa stres penyembuhan luka.[15] [19]
Berdasarkan
dan takut, bahkan membatasi aktifitas uraian diatas, maka perlu dilakukan
sehari-harinya.[18] penelitian berkaitan dengan “pengaruh
Salah satu upaya untuk terapi murottal surah Ar-Rahman
mengatasi kecemasan pasien luka kaki terhadap skor pengkajian luka pada
diabetik yaitu dengan menggunakan pasien diabetes melitus di Klinik
terapi murottal yang diharapkan dapat Kitamura Pontianak”.
mengurangi kecemasan dan stres

METODE dilakukan oleh perawat ahli dibidang


Penelitian ini merupakan luka, memberikan terapi murottal surah
penelitian kuantitatif, dengan desain pre Ar-Rahman 1 hari sekali dalam 14 hari.
eksperiment. Penelitian ini bertujuan Populasi dalam penelitian ini
untuk mengungkapkan adanya hubungan adalah semua pasien yang mengalami
sebab akibat antara variabel. Penelitian luka kaki diabetik di klinik kitamura
yang digunakan adalah dengan Pontianak. Teknik sampling pada
pendekatan pre test and post test without penelitian ini menggunakan teknik non
control yaitu desain yang hanya probability dengan Purpose sampling,
memberikan perlakuan pada satu yaitu sesuai dengan kriteria inklusi dan
kelompok intervensi tanpa pembanding. eksklusi yang berjumlah 16 orang
Penelitian dilakukan selama 14 resonden yang mengalami luka kaki
hari berturut-turut dan kemudian diabetik.
melakukan pengkajian stres dengan Kriteria inklusi pada penelitian
instrumen Depression Anxiety Stress ini yaitu: mampu berkomunikasi dengan
Scale (DASS) sebelum dan sesudah, baik, beragama Islam, responden dengan
melakukan pengkajian luka 4 kali dalam luka kaki diabetik grade 2-4 skala
14 hari dengan instrumen Maceration Wagner. Kriteria eksklusi pada penelitian
Undermining Necrotic Granulation ini yaitu: tidak sadarkan diri, responden
Symptoms (MUNGS) sebelum dan yang memiliki keterbatasan pendengaran,
sesudah diberikan intervensi yang komplikasi penyakit lain.
Variabel independen pada Inkontenensia “KITAMURA” Pontianak
penelitian ini adalah skor pengkajian luka yang beralamat di Jl. K. H. Wahid
Maceration Undermining Necrotic Hasyim No. 144 Pontianak. Penelitian
Granulation Symptoms (MUNGS) dan dilakukan setelah melalui tahapan studi
pengkajian stres Depression Anxiety pendahuluan dan usulan proposal
Stress Scale (DASS). Variabel dependen penelitian dimulai dari tanggal 28 Mei
pada penelitian ini adalah terapi murottal. sampai 21 Juni 2017.
Penelitian ini dilakukan di Klinik
Spesialis Perawatan Luka, Stoma dan

HASIL
Tabel 1. Karakteristik responden berdasarkan, usia, jenis kelamin, lama DM,
lama luka (n=16)
Karakteristik f %
Usia < 44 4 25
44-55 4 25
56-65 7 43,8
66-75 0 0
>75 1 6,3

Jenis Kelamin Laki-laki 9 56,3


Perempuan 7 43,8

Lama DM <8 tahun 12 75


8 tahun 1 6,3
>8 tahun 3 18,8

Lama Luka <6 bulan 13 81,3


>6 bulan 3 18,3
Sumber data primer (2017), telah diolah

Berdasarkan tabe l rentang usia lebih tinggi yang didapat dari hasil
responden dalam penelitian ini yaitu skrining stres dan luka kaki diabetik yaitu
paling banyak antara (56-65 tahun) 9 responden (56,3 %). Kejadian lama
sebanyak 7 responden (43,8%). Jumlah riwayat DM terbanyak pada < 8 tahun
responden laki-laki lebih banyak dari dengan jumlah 12 responden (75%).
pada responden perempuan dikarenakan Lama luka terjadi terbanyak < 6 bulan
jumlah populasi dari responden laki-laki dengan jumlah 13 responden (81,3%).
Tabel 2. Karakteristik responden berdasarkan tingkat stres pada pasien yang
mengalami luka kaki diabetik sebelum dan sesudah intervensi
Pretest Posttest
Tingkat stres
S f % f %
u Normal 0 0 7 43,8
m Ringan 3 18,8 3 18,8
b Sedang 5 31,3 5 31,3
e Berat 6 37,5 1 6,3
r Sangat Berat 2 12,5 0 0
data primer (2017), telah diolah

Berdasarkan tabel 2 didapatkan (37,5 %) sedangkan tingkat stres paling


kondisi stres pada pasien yang rendah adalah stres sangat berat sebanyak
mengalami luka kaki diabetik sebelum 2 responden (12,5 %). Tingkat stres pada
dan sesudah dilakukannya terapi murottal posttest paling tinggi adalah tidak stres
surah Ar-Rahman menggunakan atau normal sebanyak 7 responden (43,8
Depression Anxiety Stress Scale (DASS) %) sedangkan tingkat stres paling rendah
didapatkan hasil skor yang bervariasi. adalah stres berat sebanyak 1 responden
Tingkat stres pada pretest paling tinggi (6,3 %).
yaitu stres berat sebanyak 6 responden

Tabel 3. Karakteristik skor pengkajian luka pada pasien luka kaki diabetik
sebelum dan sesudah intervensi
Skor Luka
No. Responden
Tindakan 1 Tindakan 2 Tindakan 3 Tindakan 4
1 9 8 8 8
2 4 5 5 5
3 13 13 11 11
4 3 3 4 3
5 6 4 4 4
6 5 5 6 8
7 10 3 3 2
8 8 6 5 6
9 8 8 9 11
10 5 8 8 8
11 9 9 8 7
12 6 2 6 5
13 10 10 9 10
14 7 7 9 6
15 8 13 13 13
16 13 13 12 12
Sumber data primer (2017), telah diolah

Berdasarkan tabel 3 didapatkan dengan skor 13 sebanyak 2 orang


skor pengkajian luka kaki diabetik responden. Pada tindakan pengkajian
sebelum dan sesudah intervensi tindakan luka ke 4 tertinggi yaitu dengan skor 13
pengkajian luka ke 1 tertinggi yaitu sebanyak 1 orang responden.

Tabel 4 Hasil uji wilxocon pengkajian skor stres sebelum dan sesudah terapi murottal
surah Ar-Rahman
Sum
Variabel Skor Median (Min-max) p Value
ber
Sebelum 11,50 8,00-17,00 data
prim
0,000
er
Sesudah 8,00 6,00-16,00 (201
7),
telah diolah

Berdasarkan tabel 4 di atas dari terapi murottal surah Ar-Rahman yaitu


16 responden, dikatakan ada pengaruh 8,00 dan memiliki nilai min-max 6,00-
terapi murottal surah Ar-Rahman jika p < 16,00 didapatkan nilai p = 0,000.
0,005 dan didapatkan hasil median skor Berdasarkan data diatas dapat
stres sebelum dilakukan terapi murottal disimpulkan bahwa Ha diterima dan ada
surah Ar-Rahman yaitu 11,50 dan pengaruh pengkajian stres pada pasien
memiliki nilai min-max 8,00-17,00. Dan diabetes melitus di klinik “KITAMURA”
median skor sres sesudah diberikan Pontianak.

Tabel 5. Hasil uji t berpasangan pengkajian luka dengan MUNGS tindakan


ke 1 dan tindakan ke 4
Variabel f Mean ± SD p Value

Skor luka 1 16 7,75 ± 2,90


0, 683
Skor luka 4 16 7,43 ± 3,28

Sumber data primer (2017), telah diolah

Berdasarkan tabel di atas dari 16 didapatkan hasil mean skor pengkajian


responden, dikatakan ada pengaruh terapi luka kaki diabetik hari pertama yaitu 7,75
murottal surah Ar-Rahman terhadap dengan standar deviasi 2,90. Mean skor
pengkajian luka jika p < 0,005 dan pengkajian luka hari ke empat yaitu 7,43
dengan standar deviasi 3,28 didapatkan ada pengaruh terapi murottal surah Ar-
nilai p = 0,683. Rahman terhadap skor pengkajian luka
Berdasarkan data diatas dapat pada pasien diabetes melitus di klinik
disimpulkan bahwa Ha ditolak dan Tidak “KITAMURA” Pontianak.

PEMBAHASAN Berdasarkan hasil yang didapat


Berdasarkan hasil yang jumlah responden laki-laki lebih banyak
didapatkan dalam penelitian ini dari pada responden perempuan
menunjukkan usia responden yang dikarenakan jumlah populasi dari
mengalami luka kaki diabetik paling responden laki-laki lebih tinggi yang
banyak adalah usia 56-65 tahun sebanyak didapat dari hasil skrining pada saat
7 responden (43,8%) usia < 44 tahun penelitian di klinik kitamura yang
sebanyak 4 responden (25%) dan usia 44- mengalami luka kaki diabetik yaitu 9
55 tahun sebanyak 4 responden (25%) responden (56,3 %). Berdasarkan hasil
serta usia >75 tahun sebanyak 1 wawancara dari 9 responden laki-laki
responden (6,3%). Pada status pretest rata-rata diantaranya pernah merokok
didapatkan hasil usia 56-65 tahun bahkan 2 diantara 9 responden yang
mengalami stres sedang yaitu sebanyak 4 mengalami luka kaki diabetik masih aktif
orang responden dari 12 responden dan merokok dan sulit untuk berhenti.
pada status posttest didapatkan hasil usia Pada status pretest di dapatkan
56-65 tahun mengalami stres normal hasil untuk jenis kelamin laki-laki yang
yaitu sebanyak 5 orang responden dari 13 mengalami stres sedang sebanyak 3
responden. Pada umumnya pasien DM orang responden dari 9 responden, untuk
mengalami stres karena memperoleh jenis kelamin perempuan didapatkan
informasi bahwa penyakit ini sulit untuk hasil masing-masing 2 responden
disembuhkan dan pasien harus menjalani mengalami stres ringan, sedang, berat
diet ketat untuk menjaga gula darahnya, dari 7 responden. Pada status posttest di
karena jika tidak akan terkena banyak dapatkan hasil untuk jenis kelamin
komplikasi, pasien akan merasa perempuan yang mengalami stres normal
penderitaannya tak kunjung selesai dan sebanyak 4 orang responden dari 7
selalu terbayang masa depan yang responden, untuk jenis kelamin laik-laki
suram.[20] didapatkan hasil masing-masing 3
responden mengalami stres ringan,
sedang, berat dari 9 responden. Hal ini di pemeriksaan dan di diagnosa mengalami
karenakan faktor-faktor resiko yang penyakit DM pada saat pengukuran gula
dapat menyebabkan terjadinya diabetes darah. Pada status pretest di dapatkan
mellitus adalah ciri perseorangan. Ciri hasil lama DM < 8 tahun sebanyak 5
perseorangan yang mempengaruhi orang responden mengalami stres sedang,
timbulnya diabetes mellitus adalah umur, 5 orang responden mengalami stres
jenis kelamin, dan ras. Pada umumnya normal dan pada status posstest di
kebiasaan hidup seseorang laki-laki dapatkan hasil lama DM < 8 tahun
dengan konsumsi gula, kegemukan atau sebanyak 5 orang responden mengalami
makan berlebihan, stres atau ketegangan stres normal.
jiwa, kebiasaan merokok, minum alkohol Sebaliknya pada responden yang
dan obat-obatan sehingga akan memicu kejadian DM > 8 tahun sudah
[21]
terjadinya diabetes mellitus. mengetahui penyakit yang di alami
Penelitian ini juga memaparkan mereka lebih berhati-hati terhadap
kejadian lama DM. Berdasarkan hasil makanan yang mereka konsumsi dengan
yang didapat kejadian lama DM mengurangi konsumsi makanan yang
terbanyak yaitu <8 tahun sebanyak 12 terlalu banyak mengandung glukosa,
responden. Selain itu kejadian lama DM melakukan pengecekan gula darah rutin,
selama 8 tahun sebanyak 1 responden membatasi aktivitas yang menyebabkan
dan kejadian lama DM >8 tahun terjadinya penekanan pada kaki yang
sebanyak 3 responden. Hal ini mengalami luka, melakukan perawatan
dikarenakan pada responden dengan luka rutin sesuai yang di jadwalkan oleh
kejadin DM < 8 tahun belum mengetahui petugas kesehatan. Semakin lama
penyakit yang di deritanya mereka responden menderita diabetes mellitus
mengetahui adanya penyakit DM pada maka responden akan mempunyai
saat terjadi nya luka di kaki yang berawal pengetahuan dan pengalaman yang
dari luka kecil yang berasal dari gesekan paling baik dalam hal diet sehingga akan
benda tumpul, sepatu yang digunakan patuh terhadap diet yang dianjurkan.
terlalu sempit menyebabkan melepuh, Menurut Sukmadinata dalam Phitri
tertusuk duri, paku, jarum dan lainnya. (2013) seseorang yang lama menderita
Setelah terjadi luka dan penyakit akan mampu merespon penyakit
membesar responden tersebut baru tersebut dengan rajin mengikuti
melalukan perawatan ke petugas pengobatan. [21]
kesehatan dan setelah didapatkan hasil
Penelitian ini menunjukkan Pengkajian luka dilakukan empat kali
responden yang mengalami luka kaki dalam dua minggu didapatkan hasil lama
diabetik terbanyak < 6 bulan sebanyak 13 luka < 6 bulan yang mengalami
responden yaitu (81,35%) serta penurunan sebanyak 5 responden, skor
responden yang mengalami kejadian luka luka menetap sebanyak 2 responden dan
kaki diabetik > 6 bulan sebanyak 3 yang mengalami peningkatan skor luka
responden yaitu (18,3%). Hal ini di sebanyak 4 responden. Lama luka > 6
karenakan responden yang kejadian luka bulan yang mengalami penurunan skor
kaki diabetik < 6 belum mengetahui luka sebanyak 1 responden, skor luka
panyakit yang di alaminya, sehingga menetap sebanyak 3 responden dan skor
mereka lebih rentan terkena luka di luka yang mengalami peningkatan
karenakan kadar glukosa di dalam darah sebanyak 1 responden.
yang mengalami peningkatan. Rata-rata Terjadinya peningkatan atau
dari responden mengatakan luka yang di penurunan skor luka disebabkan oleh
alami berawal dari luka kecil karena berbagai faktor diantaranya kurang
tertusuk paku, kayu, dan pemakaian nutrisi untuk membantu proses
sepatu yang sempit. Ada salah satu penyembuhan, tingkat stres, tidak nafsu
responden yang merendam kaki dengan makan, sulit berhenti merokok,
air panas di karenakan kaki nya terasa penggantian perban luka yang tidak
sangat dingin, sehingga menyebabkan teratur, terlalu banyak penekanan pada
kemerahan dan melepuh dan akhirnya kaki yang mengalami luka. Lamanya
bertambah besar. menderita ulkus dapat terjadi karena
Pada status pretest di dapatkan peningkatan kadar gula darah yang tidak
hasil lama luka < 6 bulan masing-masing terkontrol disertai dengan gangguan
mengalami stres sedang yaitu sebanyak 5 metabolisme lipid dan yang lainnya.
orang responden, stres berat sebanyak 5 Kondisi hiperglikemia membuat
orang responden dan pada status posttest beberapa glukosa dirubah menjadi
di dapatkan hasil lama luka < 6 bulan sorbitol oleh enzim aldose reductase.
sebanyak 5 orang responden yang Peningkatan konsentrasi sorbitol
mengalami stres normal. Pada pasien menyebabkan peningkatan osmolalitas di
dengan neuropati perifer, penting untuk dalam sel yang membentuk jenis reactive
memperhatikan tekanan pada kaki atau oxygen, dan pada akhirnya menyebabkan
alas kaki yang digunakan karena , disfungsi sel.[22]
berisiko terhadap tekanan pada kaki.[8]
Hasil uji wilcoxon didapatkan sensitif. Namun setelah diberikan terapi
dengan nilai p = 0,000. Ada pengaruh murottal, koping individu responden
terapi murottal surah Ar-Rahman perlahan diperbaiki melalui proses terapi
terhadap skor stres pada pasien diabetes murottal. Setelah 14 hari intervensi
mellitus di kilinik kitamura Pontianak. penurunan skor stres responden cukup
Hasil observasi terdapat beberapa tanda signifikan, berada pada rentang antara 6-
dan gejala stres pada responden seperti 10.
sulit untuk bernafas, bereaksi berlebihan Berdasarkan hasil (12,5%)
terhadap suatu situasi, banyak responden mengalami stres sangat berat
menggunakan energi saraf atau terlalu dengan rentang skor 17+. Pemberian
banyak pikiran, gelisah, sulit rileks, terapi murottal diberikan selama 14 hari
toleran terhadap suatu hal dan sensitif. berturut-turut selama ± 11 menit. Terapi
Terdapat tanda dan gejala lain seperti murottal dilaksanakan sesuai dengan
pusing, malu dengan keadaan luka yang jadwal yang telah dibuat dengan
dideritanya seperti takut lukanya berbau, responden. Responden mendengarkan
kehilangan nafsu makan, sulit untuk terapi murottal secara bebas baik
memulai tidur dan terbangun di malam menggunakan head phone dan dengan
hari. Lovibond dalam Kinantie (2012) audio. Setiap responden yang terdiri dari
membagi stres dalam beberapa tingkat 16 orang akan memiliki kesempatan yang
menurut seringnya respon dirasakan dan sama pada saat mendengarkan terapi.
mengganggu kesimbangan. Lazarus & Terapi murottal dapat memberikan efek
Folkum dalam kinanti (2012) relaksasi pada responden. Responden
menyatakan terdapat tiga hal yang dapat mengungkapkan perasaannya lewat
berhubungan dengan stres, yaitu stimulus terapi yang diberikan sehingga dapat
(stresor), respon, dan proses.[23] terjadi penurunan stres.
Berdasarkan hasil (37,5%) Hasil uji t berpasangan
responden mengalami stress berat berada didapatkan nilai p = 0,683. Hasil
pada rentang skor 13-16 karena pada penelitian dikatakan ada pengaruh terapi
skor stres tersebut masih mengalami jika p < 0,05. Artinya tidak ada pengaruh
perubahan skor stres. Sebelum diberikan terapi murottal surah Ar-Rahman
terapi murottal merasa bereaksi terhadap skor pengkajian luka pada
berlebihan terhadap situasi, terlalu pasien diabetes mellitus di kilinik
banyak pikiran, gelisah, sulit untuk kitamura Pontianak. Bedasarkan
rileks, malu dengan keadaan luka dan observasi pada saat penelitian
berlangsung ada 4 diantara 16 responden demam, bau luka, pusing, sering
yang tidak berkonsentrasi pada saat terbangun di malam hari, gelisah, satu
pemberian intervensi berlangsung seperti diantara responden mengatakan tidak
mengajak peneliti untuk berbicara. nafsu makan, dikarena stres yang
Berdasarkan observasi pada saat tindakan dialaminya yang membuatnya tidak nafsu
pengkajian dilakukan pada saat peneliti untuk makan dan terus memikirkan
bertanya kepada responden mengenai kesembuhan luka. Kebanyakan penderita
keadaan, terdapat berbagai tanda dan ulkus kaki diabetikum mengalami stres
gejala yang di temukan selama penelitian karena ketakutan akibat luka lama
berlangsung seperti, nyeri pada luka, sembuh.[17]

IMPLIKASI KEPERAWATAN dapat diterapkan kedalam ilmu


Salah satu manfaat dari terapi keperawatan, walaupun terapi murottal
murottal surah Ar-Rahman adalah untuk tidak berpengaruh terhadap skor
menurunkan skor stres pada pasien pengkajian luka dengan harapan dapat
diabetes mellitus dengan memberikan membantu proses kesembuhan luka pada
efek rileksasi sehingga terapi murottal ini pasien diabetes mellitus.

dan setelah tindakan paling banyak


KESIMPULAN tingkat ringan (43,8%).
1. Jenis kelamin pada penelitian ini 3. Sebelum tindakan skor luka
terbanyak adalah responden yang terbanyak yaitu 8 sebanyak 3
berjenis kelamin laki-laki (56,3%). responden (18,8%) dan setelah
Rata-rata usia terbanyak 56-65 tahun tindakan skor luka terbanyak yaitu 8
(43,8%) dengan lama DM < 8 tahun sebanyak 3 responden (18,8%).
(75%) dan lama luka < 6 bulan 4. Ada pengaruh terapi murottal surah
(81,3%). Ar-Rahman terhadap tingkat
2. Sebelum tindakan skor stres paling kecemasan
banyak pada tingkat berat (37,5%) 5. Tidak ada pengaruh terapi murottal
surah Ar-Rahman terhadap skor luka.

DAFTAR PUSTAKA
1. AHA. Diabetes Prevalence. Kesehatan Kementrian
American Diabetes Association. Kesehatan RI.
(2016). 3. Dinkes Pontianak. Profil
http://www.diabetes.org/?referrer Kesehatan Kota Pontianak Tahun
=https://www.google.co.id/ 2016: Situasi Derajat Kesehatan
diakses pada 23 Maret 2016. 2016. Pontianak; 2016.
2. RISKESDAS. (2013). Riset 4. Nabyl, RA. (2009). Cara mudah
Kesehatan Dasar. Badan mencegah dan mengatasi
Penelitian Dan Pengembangan diabetes mellitus. Yogyakarta:
Aulia Publishing.
5. Ramachandran A, et al. 2012. Keperawatan Vol 1 Edisi 4.
Trends in prevalence of diabetes Jakarta: Salemba Medika.
in Asian countries. Wolrd 13. Sara S, Mohammad H. (2013).
Journal of Diabetes. 15; 3(6): Effect of Quran and Music on
110-117. Anxiety in Patiens during
6. Singh S, et al. 2013. Diabetic Endoscopy. Knowledge and
Foot Ulcer – Diagnosis and Health 8(2): 67-70.
Management. Clinical Research 14. Boonen, E., Vervenne, H.,
on Foot and Ankle. 1:120. Meersseman, P., Andrew, R.,
7. Chadwick P, et al. 2013. Best Mortier, L., Declercq, P. E.,
Practice Guidelines: Wound Berghe, G. V. D. (2013).
Management in Diabetic Foot Reduced Cortisol Metabolism
Ulcer. Wounds International. during Critical Illness. The New
London, UK. England Journal of Medicine,
8. International Best Practice 368(16), 1477-1488. doi: 10.
Guidelines. (2013). Wound 1056
Management in Diabetic Foot 15. Suriadi. (2015). Pengkajian
Ulcers. Wounds International. Luka dan Penanganannya. Edisi
London: Wounds International. 1. 69-70. Jakarta: Sagung Seto.
Available from: www. 16. Hakim S. (2013). Gambaran
woundsinternational.com Kualitas Hidup dan Tingkat
9. Mottaghi, ME, Esmaili, R & Stres Penderita Ulkus Diabetik.
Rohani, Z. (2011). Effect of Universitas Hasanudin.
quran recitation on the level of 17. Astuti. Hubungan Tingkat Stres
anxiety in athletics. Quran and Dengan Penyembuhan Luka
Medicine. Vol 1, No. 1, pp. 1-4. Diabetes Melitus. Universitas
10. Safara M, Sumatera Utara; 2014.
Samanesadatsadidpoo. (2014). 18. Setyoningrum IA, Armiyati Y,
The Effect of Spiritual Music on Astuti R. (2013). Tingkat
Health in Different Religions. depresi berdasarkan derajat
Delhi Psychiatry Journal ulkus diabetik pada pasien ulkus
17:(1):134-137. diabetes melitus yang berobat di
11. Mayrani, E. D. dan Hartati, E. rsud kota semarang. Universitas;
(2013). Intervensi Terapi Audio 19. Faridah Virgianti Nur. (2015).
Murottal Surah Ar-Rahman Terapi Murottal (Al-Qur’an)
Terhadap Perilaku Anak Auti. Mampu Menurunkan Tingkat
Jurnal Keperawatan. Kecemasan Pada Pasien Pre
Soedirman. 8(2), 69-76. Operasi Laparatomi. Jurnal
12. Potter PA, Perry AG. (2006). Keperawatan; Jawa Timur. Vol.
Buku Ajar Fundamentar 6, (1).
http://ejournal.umm.ac.id/index. AM. Parikesit Kalimantan
php/keperawatan/article/view/28 Timur. Jurnal Keperawatan
54 diakses pada tanggal 14 Medikal Bedah. Vol 1. No. 1.
Februari 2017. 22. Fauci, A.S. (2008). Harrison’s:
20. Wohpa N. (2015). Deskripsi dan Principles of internal medicine
Manajemen stres pada penderita (17th ed). New York: Mc Graw
Diabetes Melitus di RSUD Hill.
Muwardi. Universitas 23. Kinantie O. A., Hernawaty T.,
Muhammadiyah Surakarta. Hidayati N. O. (2012).
21. Phitri H. E., Widyaningsih. Gambaran Tingkat Stres Siswa
(2013). Hubungan Antara SMAN 3 Bandung Kelas XII
Pengetahuan Dan Sikap Menjelang Ujian Nasional 2012.
Penderita Diabetes Mellitus Fakultas Ilmu Keperawatan
Dengan Kepatuhan Diet Universitas Padjadjaran.
Diabetes Mellitus Di RSUD