Anda di halaman 1dari 6

https://www.cermati.

com/artikel/tips-
memilih-saham-terbaik-dengan-
analisis-fundamental-dan-teknikal
rbaik dengan Analisis Fundamental
dan Teknikal
Edited by Cermati.com • 7 Maret 2017

17

Sudah menjadi informasi umum kalau saham adalah salah satu pilihan investasi yang
memberikan keuntungan yang besar (high return). Keuntungannya diberikan dalam
bentuk capital gain maupun dividen. Memang dari segi keuntungan, saham merupakan
investasi yang menggiurkan. Namun, di balik keuntungan tersebut tersimpan risiko capital
loss.
Tentunya investasi saham sangat berbeda dengan instrumen investasi lainnya, seperti
properti, tabungan berjangka, deposito, emas, obligasi, ataupun reksa dana. Tiap-tiap
investasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, di antara beragam
instrumen investasi tersebut, yang memberikan untung besar dalam waktu singkat ialah
investasi saham.
Baca Juga: Jenis-Jenis Saham yang Wajib Diketahui
Investor Pemula
Pentingnya Memahami Pergerakan Saham
Memantau Pergerakan Saham via teropongbisnis.com

Bagi Anda yang ingin berinvestasi saham, hal pertama yang harus dilakukan adalah
memahami saham dengan membaca pergerakan saham secara keseluruhan yang disebut
dengan indeks. Di Indonesia ada banyak sekali saham yang ditawarkan. Akan tetapi, tidak
semua saham tersebut layak dibeli.

Ada beberapa cerminan yang dapat dipakai dalam membaca pergerakan harga saham, antara
lain Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Pefindo25, dan IDX30. Rata-rata semua yang
disebutkan tadi memiliki komposisi indeks yang hampir sama. Hanya sebagian saham yang
tidak masuk di dalamnya. Dari semua itu, IHSG merupakan acuan pokok yang digunakan
dalam mengetahui pergerakan harga saham di Indonesia.

Terkait dengan pemilihan saham, banyak pakar yang menyarankan agar memilih saham-
saham yang mengisi indeks yang telah disebutkan di atas. Alasannya cukup jelas. Sebab kita
bisa memilih berbagai macam saham yang cukup baik dengan berbagai macam kriteria pada
indeks-indeks tersebut.

Ambil Keputusan Jual Beli Saham dengan


Analisis Fundamental dan Teknikal
Dalam investasi saham, ada dua analisis yang dilakukan, yaitu analisis fundamental dan
analisis teknikal. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mendapatkan saham yang paling
bagus. Kedua analisis tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda satu
sama lain. Intinya, semua analisis, baik analisis fundamental maupun teknikal, dimaksudkan
untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya dan sedalam-dalamnya mengenai instrumen
investasi yang ada.

Apa Itu Analisis Fundamental?

Analisis Fundamental Saham via stockpickingservice.org

Sesuai dengan namanya, boleh dikatakan analisis fundamental merupakan analisis mendasar
untuk menggali informasi meliputi kondisi ekonomi, industri secara keseluruhan, dan kondisi
perusahaan. Teknik analisis ini cenderung mempertimbangkan kinerja dan proyeksi
perusahaan untuk memperkirakan harga saham.

Metode awal yang biasa digunakan adalah terlebih dahulu menjaring saham-saham yang
diperkirakan memiliki kelayakan. Ini bisa dilakukan dengan langkah top-down, yaitu
melakukan pengamatan yang dimulai dari kondisi ekonomi makro, sektor industri, sampai
perusahaan. Atau bisa juga dilakukan sebaliknya yang diistilahkan buttom-up, yaitu
melakukan pengamatan yang dimulai dari perusahaan, sektor industri, sampai kondisi
ekonomi makro.
Pada praktiknya, ada beberapa hal yang wajib diketahui investor mengenai perusahaan yang
menerbitkan saham tersebut. Meskipun bisa diketahui lewat tabel yang dikeluarkan
perusahaan, investor juga bisa menggali informasi tentang unsur finansial dan transparansi
perusahaan tersebut. Unsur finansial yang perlu diperhatikan, misalnya pendapatan per
saham, nilai buku ekuitas, nilai buku saham, ataupun rasio pengeluaran. Semuanya itu
nantinya akan dibutuhkan untuk menilai apakah saham tersebut baik atau jelek.

Mengenai transparansi informasi, perusahaan telah mempersiapkannya dalam laporan


tahunan. Dalam laporan tersebut, termuat seluruh aktivitas perusahaan selama satu tahun.
Akan tetapi, biasanya laporan tahunan ini terkadang sulit untuk dipahami. Intinya, dengan
adanya laporan tahunan, Anda bisa mempelajari macam-macam hal, seperti kelemahan dalam
struktur manajemen, informasi laba, dan informasi semacamnya.

Tips Memilih Saham yang Baik Berdasarkan


Analisis Fundamental
Dari analisis yang dilakukan dengan analisis fundamental, yang perlu diperhatikan adalah
acuan untuk menentukan baik atau jeleknya saham. Berikut ini adalah kriteria-kriteria yang
bisa digunakan sebagai acuan,

1. Memiliki kapitalisasi pasar >Rp500 miliar.


2. Emiten yang memiliki model bisnis yang jelas dan baik.
3. Perusahaan konsisten dalam meningkatkan laba/saham dari kuartal ke kuartal.
4. Perusahaan tidak memiliki utang yang lebih besar dari Debt Equity Ratio (DER).
5. Saham menjadi market leader.
6. Price Earning Ratio (PER) rata-rata tidak jauh berbeda.
Apa Itu Analisis Teknikal?
Analisis Teknikal Saham via thestreet.com

Kalau analisis fundamental cenderung lebih pada analisis faktor-faktor mendasar, analisis
teknikal justru menekankan pada penggunaan data historis mengenai perubahan harga saham,
volume perdagangan, dan indikator pasar lainnya. Sebenarnya, analisis teknikal umum
digunakan pada bursa saham, bursa komoditas, atau pasar lainnya yang dipengaruhi
permintaan dan penawaran.

Dengan menggunakan analisis teknikal, analis ataupun investor lebih memanfaatkan data-
data pasar, seperti harga saham, pasokan, dan permintaan pada masa lalu serta volume
perdagangan. Data volume perdagangan ini sering menjadi pertimbangan khusus dalam
mencari gambaran umum tentang kondisi pasar untuk lebih mudah dalam memprediksi tren
harga selanjutnya.

Volume perdagangan biasanya juga berhubungan dengan kenaikan ataupun penurunan harga
saham. Istilah yang cukup dikenal adalah bearish, yaitu pola pasar dengan penurunan harga
yang diikuti oleh volume penjualan yang tinggi. Metode yang digunakan dalam analisis
teknikal bisa bermacam-macam. Namun, pada umumnya, para analis memanfaatkan
metode moving average (MA), double top/double down, head & shoulder,
triangle, dan support level & resistance level. Semua teknik tersebut nantinya diperlukan
untuk mengambil keputusan yang wajib dilakukan ketika muncul kesempatan untuk membeli
atau menjual saham.
Tips Memilih Saham yang Baik Berdasarkan
Analisis Teknikal
Selain metode fundamental, melalui analisis teknikal, kita juga bisa memilih saham-saham
yang bagus untuk diinvestasikan dengan mengacu pada kriteria-kriteria berikut.
1. Memilih saham dengan arah chart dominan >45°.
2. Tidak membeli saham yang 80% sideways.
3. Hanya memilih saham yang memiliki tingkat volatilitas yang tinggi dan
secara liquid diperdagangkan setiap hari.
4. Pilih perusahaan yang memiliki jumlah saham beredar di pasar cukup banyak. Ini
mengindikasikan bahwa floating share kepemilikan emiten tidak lebih dari 40%.
5. Memiliki jumlah lot yang cukup banyak sehingga harga saham tersebut tidak mudah
dipermainkan.

Baca Juga: Belajar Investasi Reksa Dana Saham dengan


Modal Rp100 ribu, Mau?
Maksimalkan Penggunaan Metode yang Ada
Dilihat dari tingkat kesalahan, analisis teknikal lebih riskan karena memiliki peluang
pembacaan yang keliru. Meskipun demikian, jika kita disiplin dalam menerapkan prinsip-
prinsip yang telah disebutkan di atas maka tingkat akurasinya juga bisa tinggi. Sebenarnya,
analisis teknikal tidak cocok bagi orang yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu yang
panjang. Sementara analisis fundamental sangat diperlukan untuk menggali informasi tentang
seluk-beluk perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Gabungan dari kedua analisa di
atas jika dipahami dan dilakukan dengan benar akan memberikan imbal balik investasi yang
maksimal.