Anda di halaman 1dari 11

SOAL DAN PEMBAHASAN HUBUNGAN LINEAR

PENERAPAN EKONOMI

Contoh soal fungsi permintaan


Bu Evi seorang penjual daging ayam di pasar tradisional. Pada saat tingkat harga Rp. 9000,00 per kg, jumlah
daging ayam yang diminta 200 kg. Ketika harga daging ayam naik menjadi Rp. 11.000,00 per kg, jumlah daging
ayam yang diminta menurun menjadi 150 kg. Pertanyaan :
Berdasarkan uraian tersebut, bagaimana fungsi permintaan daging ayam di pasar?Gambarkan bentuk kurva
permintaan !
Jawaban :
Di ketahui :
P1 : Rp. 9000,- Q1 : 200 kg
P2 : Rp. 11.000,- Q2 : 150 kg
Di tanya : Fungsi Permintaan ?
Bentuk kurva permintaan ?
Jawab :
Cara 1 :
P – P1 = Q – Q1
P2 – P1 Q2 – Q1
P – 9.000 = Q – 200
11.000 -9000 150 – 200
P – 9000 = Q – 200
2000 – 50
– 50 P + 450.000 = 2000 Q – 400.000
2000 Q = – 50 P + 450.000 + 400.000
2000 Q = – 50 P + 850.000
Q = -1/4 P + 425
Cara 2 :
P – P1 = Q – Q1
P2 – P1 Q2 – Q1
P – 9.000 = Q – 200
11.000 -9000 150 – 200
P – 9000 = Q – 200
2000 – 50
– 50 P + 450.000 = 2000 Q – 400.000
– 50 P = 2000 Q – 400.000 – 450.000
-50 P = 2000 Q – 850.000
P = -40 Q + 17.000
Maka dapat dimisalkan jika
P=0Q=0
Q = -1/4 P + 425 P = -40 Q + 17.000
= -1/4 (0) + 425 = – 40 (0) + 17.000
= 425 = 17.000

Gambar kurva

Contoh soal fungsi penawaran

Di toko buah Segar Makmur sebuah semangka dengan harga Rp 4.000 hanya mampu menjual sebanyak 100
buah, dan pada saat harga semangka Rp 5.000 perbuah mampu menjual semangka lebih banyak menjadi 200
buah. Pertanyaan :
Rumuskan fungsi penawarannya!
Gambar kurva penawarannya?
Jawab :
Diketahui : P1 = 4.000 Q1 = 100 buah
P2 = 5.000 Q2 = 200 buah
Ditanya :
Fungsi penawaran…?
Kurva…?
Jawab :

P – P1 = Q – Q1
P2 – P1 Q2 – Q1
P – 4.000 = Q – 100
5.000 – 4.000 200 – 100
P – 4.000 = Q – 100
1.000 100
( P – 4.000 ) 100 = ( Q – 100 ) 1.000
100P – 400.000 = 1000Q – 100.000
1000 Q = – 300.000 + 100P
Q = 1/1000 (–300.000 + 100P )
Q = –300 + 0,1 P
Jadi fungsi penawarannya adalah Q = – 300 + 0,1 P

Kurva

Contoh soal keseimbangan pasar

Fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Qd = 13 – P , sedangkan fungsi
penawarannya ditunjukkan oleh persamaan Qs = –8 + 2P. Terhadap barang tersebut dikenakan pajak sebesar
Rp 6,- per unit. Pertanyaan :
Bagaimana keseimbangan sebelum pajak?
Bagaimana keseimbangan setelah pajak?
Berapa pajak yang ditanggung oleh konsumen, pajak yang ditanggung produsen dan pajak yang diterima
pemerintah?
Jawab :
Diketahui : Qs = –8 + 2P Qd = 13 – P t = 5
Ditanya :
Pe dan Qe?
P’e i dan Q’e?
tk…? tp…? T…?
Jawab :
keseimbangan pasar
Qd = Qs
13 – P = –8 + 2P
–P – 2P = –8 ¬ –13
–3P = –21
P = –21/ ¬ –3
P=7

Q = 13 – P
Q = 13 – 7
Q=6
Jadi Pe = 7 dan Qe = 6

Penawaran sebelum pajak : Qs = –8 + 2P


Penawaran sesudah pajak : 2P = Qs + 8
P = 0,5 Qs + 4 + 6
P = 0,5 Qs + 10
2P = Qs + 20
Qs = 2P – 20
Persamaan permintaan tetap : Qd = 13 – P
Keseimbangan pasar
Qd = Qs
13 –P = 2P – 20
3P = 20 + 13
P = 33 / 3
P = 11
Q = 13 – P
Q = 13 – 11
Q=2
Jadi P’e = 11 dan Q’e = 2
Pajak yang ditanggung konsumen
tk = P’e – Pe
tk = 11 – 7
tk = 4
Pajak yang ditanggung produsen
tp = t – tk
tp = 6 – 4
tp = 2
pajak yang diterima pemerintah
T = Q’e x t
T=2x6
T = 12
Jadi tk = 4, tp = 2 , dan T = 12
Kurva
Contoh soal pengaruh pajak-proporsional terhadap keseimbangan pasar

Fungsi permintaan suatu barang ditunjukan oleh persamaan P =12 – Q sedangkan fungsi penawarannya P= 2 +
0,25Q. Kemudian pemerintah mengenakan pajak sebesar 20%.
Hitunglah harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan tanpa pajak serta dengan pajak!
Jawab
Permintaan : P = 12 – Q Q = 12 – P
Penawaran : P = 2 + 0,25Q Q = -8 + 4P

Keseimbangan sebelum pajak


Qd =Qs
12 – P = -8 +4P
12 + 8 = 4P + P
20 = 5P
4=P
Atau Qd = 12 – P
Q = 12 – 4
Q=8
Penawaran sesudah pajak dengan t =20% =0,20
P = 2+ 0,25Q+0,20P
P – 0,20P =2 + 0,25Q
0,80P = 2 + 0,25Q
P = 2,5 + 0,3125Q
Atau
0,80P – 2 = 0,25Q
3,2P – 8 = Q
-8 + 3,2P =Q

Keseimbangan pasar
Qd =Qs
12 – P = -8 + 3,2P
12 + 8 = 3,2P + P
20 = 4,2P
4,76 = P

Q = 12 –P
Q= 12 – 4,76
Q = 7,24
Jadi sesuadah pajak P’e = 4,76 dan Q’e = 7,24
Dalam hal ini besarnya pajak yang diterima oleh pemerintah dari setiap unit barang adalah t x P’e = 0,20 x 4,76 =
0,952

Maka grafiknya dapat digambarkan sebagai berikut

Contoh soal pengaruh pajak-subsidi terhadap keseimbangan

Fungsi penerimaan akan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Pd = 10 – Q, sedangkan fungsi
penawarannya Ps = 4 + 2Q. Jika pemerintah memberikan subsidi sebesar 3 atas setiap unit barang yang
diproduksi,
Berapa harga keseimbangan barang sebelum disubsidi,
Setelah disubsidi, berapa bagian yang dinikmati oleh konsumen
Berapa bagian yang dinikmati produsen,bagian yang dibayarkan oleh pemerintah?
Jawab:
Diket: Pd = 10 – Q
Ps = 4 + 2Q
S = 3 Berarti P’s = 4 +2P – 3
P’s = 4 -3 + 2P
P’s = 1 + 2P
Keseimbangan sebelum subsidi
Pd = Ps
10 – Q = 4 + 2Q
10 – 4 = 2Q + Q
6 = 3Q
3Q = 6
Q=2

Pd = 10 – Q jadi ( P,Q ) = ( 8,2 )


= 10 – 2
=8
Keseimbangan setelah subsidi
Pd = P’s P’s = 1 + 2Q
10 – Q = 1 + 2Q = 1 + 2.3
10 – 1 = 2Q + Q = 7
9 = 3Q
3 = Q jadi ( P’,Q’) = (7,3)
Bagian subsidi yang dinikmati oleh konsumen:
Sk = P – P’e
=8–7
=1
Bagian subsidi yang dinikmati oleh produsen:
Sp = s – sk
=3–1
=2
Bagian subsidi yang dibayarkan leh pemerintah
S = Q’e x s
=3x3
=9
Maka grafiknya dapat di gambarkan sebagai berikut :

Contoh soal fungsi konsumsi

Fungsi konsumsi masyarakat suatu Negara ditunjukkan oleh C=15 + 0,4 Yd. Jika pemerintah menerima dari
masyarakat pembayaran pajak sebesar 20 dan pada tahun yang sama memberikan pada warganya pembayaran
alihan sebesar 10, berapa konsumsi nasional seandainya pendapatan nasional pada tahun tersebut sebesar
150? Berapa pula tabungan nasional ?
Jawaban :
Yd = Y – T + R
= 150 – 20 + 10
= 120
C = 15 + 0,4 Yd
= 15 + 0,4 ( 120 )
= 63
S = Yd – C
= 120 – 63
= 57

Contoh soal Fungsi biaya


Biaya tetap yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan sebesar 50.000,-.sedangkan biaya variabelnya
ditunjukkan oleh persamaan VC = 200Q.Tunjukkan persamaan dan kurva biaya totalnya! Berapa biaya total yang
dikeluarkan jika perusahaan tersebut memproduksi 400 unit?

Jawaban:
FC = 50.000
VC = 200Q
C = FC + VC
= 50.000 + 200Q
Biaya total = C
C = FC + VC
= 50.000 + 200.400
= 50.000 + 80.000
= 130.000
Kurva
Contoh soal fungsi penerimaan
Harga jual produk yang dihasilkan oleh perusahaan RP.400 per unit. Tunjukkan persamaan dan kurva
penerimaan total perusahaan tersebut.Berapa besar penerimaannya bila terjual sebanyak 650 per unit.
Jawaban:
Diket: P = RP.400
Ditanya: persamaan dan kurva penerimaan total dan dan besar penerimaan bila Q = 650
Jawab:
R=PxQ
R = 400.Q
R = 400Q
Bila Q = 650, maka R = P.Q
R = 400.650
R = 260.000

kurva penerimaan total

Contoh soal Analisis pulang pokok


Andaikan suatu biaya total yang dikeluarkan perusahaan ditunjukkan oleh persamaan C = 3000 + 200Q dan
penerimaan totalnya R = 400Q. Pada tingkat produksi berapa unit perusahaan ini berada dalam posisi pulang
pokok ? apa yang terjadi jika ia memproduksi sebanyak 500 unit ?
Jawaban
Diket : C = 3000 + 200Q, R = 400Q
Ditanya : Tingkat berapa break-even (ulang pokok) ?
Apa yang terjadi jika Q = 500 ?
Jawab
IT = R – C
Pulang pokok = IT = 0, R – C = 0
R=C
400Q = 3000 + 200Q
400Q – 200Q = 3000
200Q = 3000
Q = 3000 / 200 = 150
Jika Q = 500, maka
R = 400 (500) = 200.000
C = 3000 + 200Q\
= 3000 + 200 (500)
= 3000 + 100.000
= 130.000
Keuntungan = 200.000 – 130.000
= 70.000
Kurva pulang pokok

Contoh soal Fungsi Anggaran

Pendapatan seorang konsumen sebesar Rp. 1000.000,- sedangkan harga barang x adalah Rp. 200,- dan harga
barang y Rp. 1000,- .
Tentukan fungsi anggaran konsumen tersebut jika konsumen membelanjakan seluruh pendapatannya untuk
barang x !
Berapa jumlah barang x dapat dibeli jika jumlah barang sebanyak 200
unit ?
Buatlah bentuk kurva anggaran !

Jawaban :
Di ketahui :
M = 1000.000
Px = 2000
Py = 1000 Di tanya :
Fungsi anggaran jika konsumen membelanjakan pendapatannya untuk barang x ?
Berapa a jumlah barang x dapat dibeli jika jumlah barang sebanyak 200 unit ?
Bentuk kurva anggaran !
Jawab :
M = x.Px + y.Py
1000.000 = x.2000 + y.1000
1000.000 = 2000x + 1000y
Jika semua pendapatan di belanjakan untuk barang x ( y = 0 ), maka jumlah x yang dapat di beli yaitu :
X = M/Px
= 1000.000/2000
= 500 unit
Kalau X = 200 unit
M = x.Px + y.Py
1000.000 = (200).(2000) + (y).(1000)
1000.000 = 400.000 + 1000 y
1000 y = 1000.000 – 400.000
1000 y = 600.000
y = 600.000/1000
y = 600 unit

Contoh soal Fungsi Tabungan

Konsumsi masyarakat suatu negara ditunjukkan oleh persamaan C= 50 + 0,2 Y. Bagaimana fungsi tabungannya
dan berapa besar konsumsi jika tabungan sebesar 30?
Jawab :
Diketahui : C= 50 + 0,2 Y.
Ditanya : fungsi tabungan, besar konsumsi dan angka penggandanya?
Jawab :
S=Y–C
S = Y – ( 50 + 0,2 Y )
S = Y – 50 – 0,2 Y
S = – 50 + 0,8 Y
Jika S = 30
30= – 50 + 0,8 Y
0,8Y = 80
Y = 80 / 0,8
Y = 100
Maka C = Y – S
C = 100 – 30
C = 70
Angka penggandanya adalah
k = 1 ¬¬¬¬__
1–c
k = 1 ___= 1,25
1 – 0,2

Jadi fungsi tabungannya adalah S = – 50 + 0,8 Y , besar konsumsinya C = 70, dan angka penggandanya adalah
1,25

kurva

Contoh soal Pendapatan Disposable


Fungsi konsumsi masyarakat suatu Negara ditunjukkan oleh C=15 + 0,4 Yd. Jika pemerintah menerima dari
masyarakat pembayaran pajak sebesar 20 dan pada tahun yang sama memberikan pada warganya pembayaran
alihan sebesar 10, bwrapa konsumsi nasional seandainya pendapatan nasional pada tahun tersebut sebesar
150? Berapa pula tabungan nasional ?
Jawaban :
Yd = Y – T + R
= 150 – 20 + 10
= 120
C = 15 + 0,4 Yd
= 15 + 0,4 ( 120 )
= 63
S = Yd – C
= 120 – 63
= 57

Contoh soal Fungsi Pajak

Bila di ketahui Tx = 3000 + 0,15 Y dan pendapatan nasional 100.000.


Tentukan fungsi pajak !
Gambarlah bentuk kurva !
Jawaban :
Di ketahui :
Tx = 3000 + 0,15 Y
Y = 100.000
Di Tanya :
Tx ?
Gambar Kurva !

Jawab :

Tx = 3000 + 0,15 Y
= 3000 + 0,15 ( 100.000)
= 3000 + 15.000
= 18.000
Gambar Kurva :

Contoh soal fungsi Investasi

Permintaan akan investasi ditunjukan oleh I = 150 – 300i. Berapa besarnya investasi pada saat tingkat suku
bunga bank yang berlaku setinggi 15% dan berapa pula investasi bila tingkat bunga tersebut 25%?
Jawab
I = 150 – 300i Jika i = 25% = 0,25
Jika i = 15% = 0,15 I = 150 – 300i
I = 150 – 300 (0,15) I = 150 – 300 ( 0,25)
I = 150 – 45 I = 150 – 75
I =105 I = 75
Gambar grafiknya sebagi berikut:

Contoh soal fungsi Impor

Diketahui suatu negara impor otonomnya 500 dan marginal propensity to importnya 0,25. Berapa nilai importnya
jika pendapatan nasional sebesar 1000?

Jawab
M = Mo + mY
M = 500 + 0,25Y
M = 500 + 0,25 (1000)
M = 500 + 250
M = 750
kurva

Contoh soal Pendapatan Nasional

Berapakah pendapatan nasional suatu negara jika konsumsi otonom masyarakatnya sebesar 800, MPS = 0,8,
investasi yang dilakukan oleh sektor badan usaha sebesar 500 dan pengeluaran pemerintahnya sebesar 250.
Sedangkan nilai ekspor dan impor masing- masing 275 dan 125?
Jawab :
Diketahui : Co= 800 MPS= 0,8 I= 500
G = 250 X= 275 M = 125
Ditanya : Pendapatan nasional ( Y ) ?

C= Co + cY MPS= 0,8
C= 800 +0,2Y s=0,8 jadi c=1– 0,8 = 0,2

Y = C + I + G + ( X – M)
Y= 800+0,2Y+500+ 250 + ( 275 – 125 )
0,8Y = 1700
Y= 2125
Angka Pengganda

Konsumsi masyarakat suatu negara di tunjukan oleh persamaan


C = 1000 + 0.75Yd, Investasi dan pengeluaran pemerintah masing-masing sebesar 2000 dan 1000. Pajak yang
diterima dan pembayaran alihan yang dilakukan oleh pemerintah masing-masing dicerminkan oleh T = 500 +
0,25 Y dan R = 100 + 0,05 YJika nilai ekspornya 1250 dan impornya di cerminkan oleh M = 700 + 0,10 Y,
hitunglah pendapatan nasional negara tersebut. Hitung pula konsumsi, tabungan, pajak, pembayaran alihan dan
nilai impornya. Berapa pendapatan nasional yang baru seandainya pemerintah menaikan pengeluaran menjadi
sama seperti nilai ekspor ?
Jawaban :
Di ketahui :
C = 1000 + 0,75 Y X = 1250
I = 2000 M = 700 + 0,10 Y
G = 1000 R = 100 + 0,05
T = 500 + 0,25 Y
Di Tanya :
Yd ? d. T ? g. Y’ ?
C ? e. R ?
S ? f. M ?
Jawab :

Yd = Y – T + R
= Y – 500 – 0,25 Y + 100 + 0,05 Y
= 0,80 Y – 400
Sehingga :
C = 1000 + 0,75 Y
= 1000 + 0,75 (0,80 Y – 400 )
= 1000 + 0.60 Y – 300
= 700 + 0,60 Y
Y = C + I + G + ( X – M)
= 700 + 0,60 Y + 2000 + 1000 + ( 1250 – ( 700 + 0,10 )
= 700 + 0,60 Y + 2000 + 1000 + 1250 – 700 -0,10
= 4250 + 0,50 Y
0,50 Y = 4250
Y = 8500
Jadi , Pendapatan Nasional adalah 8500
Yd = 0,80 Y – 400
= 0,80 ( 8500 ) – 400
= 6800 – 400
= 6400
C = 100 + 0,75 Yd
= 100 + 0,75 (6400)
= 100 + 4800
= 5800
S = Yd – C
= 6400 – 5800
= 600
T = 500 + 0,25 Y
= 500 + 0,25 ( 8500 )
= 500 + 2125
= 2625
R = 100 + 0,05 Y
= 100 + 0,05 ( 8500 )
= 100 + 425
= 525
M = 700 + 0,10 Y
= 700 + 0,10 ( 8500 )
= 700 + 850
= 1550

∝ =1-c+ct-cr+m
= 1 – 0,75 + 0,75 ( 0,25) – 0,75 (0,05) + 0,10
= 1 – 0,75 + 0,1875 – 0,037 + 0,10
= 1 – 0,5
= 0,5

kG=1/∝
= 1 / 0,5
=2
G ‘ = X = 1250, bearti ∆ G=G’-G=1250-1000=250
∆ Y= kG x ∆ G = 2 x 250 = 500
Y‘=Y+∆Y
= 8500 + 500
= 9000

Contoh soal Analisis ISLM

Perekonomian sutau negara dijelaskan sebagi berikut


C = 40 + 0,6Yd, I = 80 -4r, Ms = 200 Lt = 0,25Y, Lj = 0,15Y dan L2 = 160 – 4r.
Buatlah analisis IS LM nya!

Jawab :
Kurva IS
Y = C+I
Y = 40 + 0,6(Y – Tx + Tr) + 80 – 4r
Y = 40 + 0,6Y + 80 – 4r
Y = 120/0,4 – 4/0,4r
Y = 300 – 10r
Jadi persamaan kurva IS, Y = 300 – 10r

Kurva LM
Ms = L1 + L2
200 =( 0,25Y + 0,15Y) + 160 – 4r
200 = 0,40Y + 160 – 4r
0,4Y = 200 -160 + 4r
Y = 40/0,4 + 4/0,4r
Y = 100 + 10r
Jadi persamaan kurva LM, Y= 100 + 10r

Kurva IS = Kurva LM
300 – 10r = 100 + 10r
20r = 200
r = 200/20
r = 10

Y = 300 – 10(10)
Y = 300 – 100
Y = 200
Contoh soal Keseimbangan pasar kasus dua macam barang

Permintaan akan suatu barang X ditunjukkan oleh persamaan Qdx = 7 – 2Px + 4Py, sedangkan fungsi
penawarannya Qsx = -3 + 4Px, sementara itu permintaan akan barang Y ditunjukkan oleh persamaan Qdy = 8 –
3Py + 2Px, sedangkan penawarannya Qsy = -2 + 5Py. Berapa harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan
yang tercipta di pasar untuk masing-masing barang tersebut ?
Jawaban :
Diketahui : Qdx = 7 – 2Px + 4Py
Qsx = -3 + 4Px
Qdy = 8 – 3Py + 2Px
Qsy = -2 + 5Py
Ditanya : harga keseimbangan dan jumlah keseimbangan pasar?
Jawab :
Keseimbangan pasar X :Qdx = Qsx
7 – 2Px + 4Py = -3 + 4Px
-2Px – 4Px + 4Py = -3 – 7
-6Px + 4Py = -10
Keseimbangan pasar Y : Qdy = Qsy
8 – 3Py + 2Px = -2 + 5Py
-3Py + 2Px – 5Py = -2 – 8
-8Py + 2Px = -10
Dari (1) dan (2)
-6Px + 4Py = -10 1 -6Px + 4Py = -10
-8Py + 2Px = -10 3 6Px – 24Py = -30 +
-20Py = -40
Py = 2
2Px – 8Py = -10
2Px -8(2) = -10
2Px – 16 = -10
2Px = -10 + 16
2Px = 6
Px = 3
Qdx = 7 – 2Px + 4Py Qdy = 8 – 3Py + 2Px
= 7 – 2(3) + 4(2) = 8 – 3(2) + 2(3)
=7–6+8=8–6+6
=9=8
Jadi, :
Px equilibrium = 3 Py equilibrium = 2
Qx equilibrium = 9 Qy equilibrium = 8
(Px , Qx) = ( 3 , 9 ) (Py , Qy) = ( 2 , 8 )

Contoh soal Pengaruh pajak- spesifik terhadap keseimbangan pasar

Fungsi permintaan akan suatu barang ditunjukkan oleh persamaan Qd = 13 – P , sedangkan fungsi
penawarannya ditunjukkan oleh persamaan Qs = –8 + 2P. Terhadap barang tersebut dikenakan pajak sebesar
Rp 6,- per unit. Pertanyaan :
Bagaimana keseimbangan sebelum pajak?
Bagaimana keseimbangan setelah pajak?
Berapa pajak yang ditanggung oleh konsumen, pajak yang ditanggung produsen dan pajak yang diterima
pemerintah?
Jawab :
Diketahui : Qs = –8 + 2P Qd = 13 – P t = 5
Ditanya :
a.Pe dan Qe?
b.P’e i dan Q’e?
c.tk…? tp…? T…?
Jawab :

keseimbangan pasar
Qd = Qs
13 – P = –8 + 2P
–P – 2P = –8 ¬ –13
–3P = –21
P = –21/ ¬ –3
P=7

Q = 13 – P
Q = 13 – 7
Q=6
Jadi Pe = 7 dan Qe = 6

Penawaran sebelum pajak : Qs = –8 + 2P


Penawaran sesudah pajak : 2P = Qs + 8
P = 0,5 Qs + 4 + 6
P = 0,5 Qs + 10
2P = Qs + 20
Qs = 2P – 20
Persamaan permintaan tetap : Qd = 13 – P
Keseimbangan pasar
Qd = Qs
13 –P = 2P – 20
3P = 20 + 13
P = 33 / 3
P = 11
Q = 13 – P
Q = 13 – 11
Q=2
Jadi P’e = 11 dan Q’e = 2
Pajak yang ditanggung konsumen
tk = P’e – Pe
tk = 11 – 7
tk = 4
Pajak yang ditanggung produsen
tp = t – tk
tp = 6 – 4
tp = 2
pajak yang diterima pemerintah
T = Q’e x t
T=2x6
T = 12
Jadi tk = 4, tp = 2 , dan T = 12
Kurva

Anda mungkin juga menyukai