Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum Laboratorium Lingkungan II

ANALISA ZAT PADAT

Nama : Teddy Gunawan


NPM : 20151220029
Tgl. Praktikum :
Tgl. Penyerahan Lap. :
Asisten : Amira Larasati

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERITAS KEBANGSAAN BANDUNG
2018
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................................... 0


BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
1.1 Tujuan Praktikum .................................................................................. 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................... 2
2.1 Tinjauan Pustaka .................................................................................... 2
BAB III BAHAN,ALAT,DAN PROSEDUR PRAKTIKUM ..................................... 4
3.1 Bahan ....................................................................................................... 4
3.2 Alat........................................................................................................... 4
3.3 Prosedur Praktikum ............................................................................... 5
BAB IV HASIL , PEMBAHASAN, DAN KESIMPULAN ........................................ 6
4.1 Hasil Pengamatan ................................................................................... 6
4.2 Pembahasan ............................................................................................. 6
4.3 Kesimpulan .............................................................................................. 7
BAB V DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 8
LAMPIRAN .................................................................................................................... 9
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Praktikum

Tujuan dari penelitian ini yakni menentukan kadar zat padat total ,zat padat terlarut dan
zat padat terendapkan di dalam sampel air peruntukan.

1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Pustaka

TDS (Total Dissolve Solid) yaitu ukuran zat terlarut (baik itu zat organic maupun
anorganic, mis : garam, dll) yang terdapat pada sebuah larutan. TDS meter
menggambarkan jumlah zat terlarut dalam Part Per Million (PPM) atau sama dengan
milligram per Liter (mg/L). Umumnya berdasarkan definisi diatas seharusnya zat yang
terlarut dalam air (larutan) harus dapat melewati saringan yang berdiameter 2
micrometer (2×10-6 meter). Aplikasi yang umum digunakan adalah untuk mengukur
kualitas cairan biasanya untuk pengairan, pemeliharaan aquarium, kolam renang, proses
kimia, pembuatan air mineral, dll. Setidaknya, kita dapat mengetahui air minum mana
yang baik dikonsumsi tubuh, ataupun air murni untuk keperluan kimia (misalnya
pembuatan kosmetika, obat-obatan, makanan, dll) (Insan, 2007).
Zat padat tersuspensi (Total Suspended Solid) adalah semua zat padat (pasir, lumpur,
dan tanah liat) atau partikel-partikel yang tersuspensi dalam air dan dapat berupa
komponen hidup (biotik) seperti fitoplankton, zooplankton, bakteri, fungi, ataupun
komponen mati (abiotik) seperti detritus dan partikel-partikel anorganik. Zat padat
tersuspensi merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia yang heterogen, dan
berfungsi sebagai bahan pembentuk endapan yang paling awal dan dapat menghalangi
kemampuan produksi zat organik di suatu perairan (Tarigan et al, 2003).
Total padatan terlarut merupakan bahan-bahan terlarut dalam air yang tidak tersaring
dengan kertas saring millipore dengan ukuran pori 0,45 μm. Padatan ini terdiri dari
senyawa-senyawa anorganik dan organik yang terlarut dalam air, mineral dan garam-
garamnya. Penyebab utama terjadinya TDS adalah bahan anorganik berupa ion-ion
yang umum dijumpai di perairan. Sebagai contoh air buangan sering mengandung
molekul sabun, deterjen dan surfaktan yang larut air, misalnya pada air buangan rumah
tangga dan industri pencucian (Anonim, 2010).
Total padatan terlarut (Total Dissolved Solid) adalah bahan-bahan terlarut (diameter <
10 -6 mm) dan koloid (diameter < 10 -6 mm - < 10 -3 mm) yang berupa senyawa kimia
dan bahan-bahan lain yang tidak tersaring pada kertas saring berdiameter 0,45 µm
(Vanho, 2010).

2
Analisis zat padat dalam air sangat penting bagi penentuan komponen-komponen air
secara lengkap, juga untuk perencanaan serta pengawasan proses-proses pengolahan
dalam bidang air minum maupun dalam bidang air buangan (Alaerts,1984).

3
BAB III BAHAN,ALAT,DAN PROSEDUR PRAKTIKUM

3.1 Bahan

 Sampel air
 Aquadest

3.2 Alat

 Cawan penguap (mulut besar)


 Cawan pijar (mulut kecil)
 1 lembar kertas saring bebas abu
 Timbangan
 Desikator
 Oven

4
3.3 Prosedur Praktikum

1. Siapkan Air yang akan diamati

2 buah
2. Siapkan timbangan,cawan pijar,cawan penguap pada
saat sebelum dipanaskan dan ditimbang pada saat
Cawan penguap mulut besar
sebelum dipanaskan.
1 buah
3. Panaskan oven 600 C dan masukan cawan pijar dan
cawan penguap ke dalam oven tersebut selama 1 jam.
4. Lalu siapkan gelas ukur,air sample,corong,kertas
Cawan pijar
saring, dan gelas kimia.
5. Kemudian masukan kertas saring yang di dapat ke
1 buah
dalam corong,lalu masukan juga air sample kedalam
gelas ukur.
Kertas saring
6. Ambil cawan yang sudah di oven tersebut
menggunakan arloji dan penjepit erush
7. Cawan pijar dimasukan kedalam desikator selama 5
menit,lalu cawan penguap ditimbang kembali dengan
UNIT
g

0
MAX : 10000 g
/T
timbangan ,setelah cawan penguap di timbang,lalu
Timbangan timbang kembali cawan pijarnya dan masukan oven
kembali selama 10 menit dengan suhu 105 C dan
diangkat lalu ditaruh dicawan petri.
00.00 C

8. Diambilkan kurang lebih 5 menit


9. Lalu masukan sample air tersebut kedalam cawan
Oven penguap.
10. Setelah cawan penguap diisi air sample tersebut,lalu
taruh cawan penguap tersebut keatas pemanas heater.
11. Masukan kertas saring yang bekas lalu masukan
sample air ke gelas ukur.Masukan kembali cawan pijar
yang sudah diisi dengan kertas saring tersebut kedalam
oven selama satu jam dengan suhu 600 C
Desikator
12. Masukan kedalam desikator lalu ditimbang
13. Lalu cawan penguap ditimbang kembali
14. Buka cawan pijar yang berisi kertas saring dan sample
ditimbang kembali

5
BAB IV HASIL , PEMBAHASAN, DAN KESIMPULAN

4.1 Hasil Pengamatan

KET Data Pengamatan Hasil Pengamatan


a. Berat Cawan Penguap 57,660 gr
b. Berat Cawan Pijar 29,130 gr
c. Berat Kertas Saring 0,80 gr
d. Berat Cawan Penguap + Sample 58,090 gr
e. Berat Cawan Pijar + Kertas saring + 30,011 gr
Sample

4.2 Pembahasan

Praktikum analisis zat padat kali ini, sampel yang digunakan adalah sampel cair
yang berasal dari air genangan di kawasan kampus , Bandung. Kondisi air berwarna
keruh. Setelah dilakukan percobaan, terlihat bahwa nilai TSS dan TS pada sampel
begitu besar apabila dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
Pencemaran Air.Dalam perhitungan nilai TSS sampel yang didapatkan sebesar 8100
mg/L Dalam praktikum analisis zat padat ini, metode yang digunakan adalah
gravimetri, sehingga hal terpenting dalam praktikum ini adalah proses penimbangan.

Total zat padat yang terlalu tinggi pada air genangan akan menyebabkan kualitas air
menjadi buruk, menimbulkan terjadinya berbagai reaksi, dan mengganggu

estetika. Zat padat yang tersuspensi atau TSS mempunyai dampak buruk terhadap
kualitas air karena mengurangi penetrasi matahari ke dalam badan air, kekeruhan air
meningkat yang menyebabkan gangguan pertumbuhan bagi organisme.

Apabila ditinjau dari kondisi eksistingnya, tingginya nilai TSS dapat dipengaruhi oleh
faktor pencemar baik secara alami maupun ulah manusia yang menyebabkan adanya zat
padat baik yang larut maupun yang tersuspensi.

6
4.3 Kesimpulan

Dari hasil percobaan dari air sample yang diteliti maka didapat kandungan sebagai
berikut
TS = 43000 Mg/L
TSS = 8100 Mg/L

7
BAB V DAFTAR PUSTAKA

1. Insan, 2007. TDS Meter. (Online). (Http://insansainsprojects.wordpress.com/tds-


meter, diakses pada tanggal 23 Juni 2013).

2. Tarigan, M.S. dan Edward. 2003. Kandungan Total Zat Padat Tersuspensi
(Total Suspended Solid) Di Perairan Raha, Sulawesi Tenggara. MAKARA,
SAINS, VOL. 7, NO. 3. LIPI.

3. Vanho, S. 2010. Pengujian Mutu Air dan Limbah. (Online). (Http://stevevanho-


indblogz.blogspot.com/2010/05/pengujian-mutu-air-dan-limbah.htm, diakses
pada tanggal 23 Juni 2013).
4. Alaerts dan Sri Sumestri. 1984. Metode Penelitian Air. Surabaya: Usaha
Nasional

8
LAMPIRAN

9
10