Anda di halaman 1dari 137

Nama : YUNAIS ADSMI

NIM : G2C1 17 085


Mata Kuliah : Kesehatan Global
Tugas : Review Jurnal

TUGAS REVIEW JURNAL

Judul PREDIKSI DARI PRAKTIK PRAKTIK YANG


BEHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN PENYAKIT
DEMAM BERDARAH DIANTARA MAHASISWA ASING
( INTERNASIONAL) DI UNIVERSITI PUTRA MALAYSIA,
SERDANG
Jurnal International Journal of Public Health and Clinical Sciences
e-ISSN : 2289-7577.
Volume &halaman Vol. 3:No. 5
Tahun September/October 2016
Penulis Rao G1, Minhat HS2, Hayati KS2
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menentukan praktik dan faktor yang
mempengaruhi terkait pencegahan demam berdarah di kalangan
siswa internasional di Universiti Putra Malaysia, Serdang.
Metode penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional,
pemilihan sampel menggunakan cluster sampling sebanding dengan
ukuran sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner yang divalidasi dan dikelola
sendiri yang terdiri dari enam bagian yaitu faktor sosio-demografi,
pengetahuan, sikap, pengaruh media massa, riwayat demam
berdarah dengue dan praktik-praktik terkait pencegahan Dengue .
Data dianalisis menggunakan Statistik IBM untuk Ilmu Sosial
(SPSS) versi 21.0 terdiri dari analisis deskriptif, bivariat dan
multivariat dan tingkat signifikansi ditetapkan P <0,05
Hasil penelitian Sebanyak 641 responden dilibatkan dengan tingkat tanggapan
95,7%. Mean usia responden adalah 33,41 ± 6,56 tahun. Mayoritas
responden adalah orang Asia (74,6%), laki-laki (65,5%), menikah
(61,5%), memiliki pengetahuan yang rendah (45,9%), menunjukkan
Sikap negatif (51,6%) dan menunjukkan praktik yang baik terkait
dengan praktik pencegahan demam berdarah (53,7%). Prediksi
signifikan untuk praktik yang buruk adalah sikap negatif terhadap
praktik (AOR = 3,705, 95% CI = 2,532–5,421, P <0,001), pengaruh
media massa yang rendah terhadap praktik (AOR = 0,274, 95% CI
= 0,188-0,999, P <0,001), pengetahuan Rendah (aOR = 0,169, 95%
CI = 0,090 – 0,319, P <0,001) dan pengetahuan yang baik tentang
demam berdarah (aOR = 0,439, 95% CI = 0,234 - 0,825, P <0,010).

Kesimpulan Studi ini menemukan bahwa 53,7% siswa internasional memiliki
praktik yang baik terkait dengue pencegahan demam meskipun
pengetahuan dan sikap negatif yang buruk. Faktor-faktor yang
signifikan terkait dengan praktik yang terkait dengan pencegahan
demam berdarah adalah jenis kelamin, status perkawinan,
pengetahuan tentang demam berdarah, sikap terhadap demam
berdarah, pengaruh media massa terhadap berlatih dan riwayat
demam berdarah sebelumnya. Sedangkan prediktor terkait dengan
praktik yang buruk terhadap pencegahan demam berdarah adalah
sikap terhadap demam berdarah. Sementara itu responden yang
menikah atau bercerai, memiliki pengetahuan sedang atau miskin
tentang demam berdarah dan a rendahnya pengaruh media massa
terhadap praktik adalah pelindung terhadap praktik yang buruk
terkait dengan pencegahan demam berdarah. Oleh karena itu, sikap
positif harus dibudayakan oleh mengekspos siswa internasional
dengan pengetahuan yang memadai melalui media massa untuk
mempertahankan praktek pencegahan yang baik.
Kekuatan Kekuatan dari penelitian ini adalah Ukuran sampel yang digunakan
dalam penelitian ini (N = 641) dan tingkat respons (95,7%) lebih
tinggi dibandingkan dengan penelitian serupa lainnya. Selain itu, ini
Penelitian menggunakan kuesioner yang divalidasi dengan
konsistensi internal yang baik.
Kelemahan Penelitian ini pasti diartikan secara hati-hati karena ada beberapa
batasan potensial. Yang paling jelas adalah desain penelitian itu
sendiri yang merupakan studi cross-sectional. Dimana Hasil yang
diukur dalam penelitian ini adalah dilakukan dalam waktu singkat,
itu hanya 'snapshot' dari perkiraan prevalensi di komunitas, pada
periode waktu tertentu. Kedua, kuesioner untuk penelitian ini adalah
diadopsi dari (Chanyasanha et al, 2014) yang merupakan studi
perilaku pencegahan infeksi demam berdarah di kalangan ibu
rumah tangga di Kolombo, Sri Lanka, sedangkan penelitian ini
meneliti tentang mahasiswa internasional yang memiliki tingkat
pendidikan yang berbeda. Ketiga adalah metode pengumpulan data.
Kuesioner self-administered yang dikelola sendiri, oleh karena itu
mungkin ada bias informasi karena responden cenderung
memberikan jawaban yang diinginkan secara sosial.

Tugas review jurnal 2


Judul Analisis Pengaruh Efektivitas Penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Terhadap
Produktivitas Kerja Karyawan (Studi Kasus Plant 11 PT
Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk Citeureup)
Jurnal Jurnal Manajemen dan organisasi
Volume &halaman Vol. 1 Nomor 2
Tahun 2010
Penulis Riestiany,Dhewi, Mangkuprawira
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan SMK3 dan
menganalisis efektivitasnya dalam mengurangi angka kecelakaan
kerja, menganalisis tingkat produktivitas kerja karyawan,
menganalisis pengaruh penerapan SMK3 terhadap produktivitas
kerja karyawan, serta memberikan solusi alternatif agar
pelaksanaan SMK3 dapat berjalan lebih baik lagi di P-11 PT ITP.
Subjek penelitian 134 orang dari tiga departemen unit kerja yaitu Production
Departement, Mechanic Departemen, dan Electrical Department.
Metode penelitian Wawancara dan pemberian kuesioner dengan penentuan sampel
proporsional random sampling
Hasil penelitian  Analisis Pengaruh Efektivitas SMK3 Terhadap Produktivitas
Kerja Karyawan Pada analisis Regresi Linear Sederhana
peubah independen yang digunakan adalah SMK3 yang dilihat
dari tingkat keseringan kecelakaan kerja (IFR) dan tingkat
keparahan kecelakaan kerja (ISR). Untuk peubah dependen
yang digunakan adalah tingkat produktivitas kerja karyawan
P-11 PT ITP dari tahun 2000-2007. Pada perhitungan besarnya
pengaruh peubah independen terhadap peubah dependen
ditetapkan peubah IFR sebagai X1 dan ISR sebagai X2
sedangkan produktivitas kerja karyawan sebagai Y.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh persamaan regresi linear
sebagai berikut:
 Y = 5.109-0,286X1 ………………… (12)
 Peubah IFR (X1) memiliki t hitung -4,531 dengan tingkat
nyata 0,004. Hal ini berarti signifikansi t < 0,05, sehingga
dapat disimpulkan peubah tingkat keseringan kecelakaan
berpengaruh nyata terhadap produktivitas kerja karyawan.
Nilai koefisien beta -0,286 dan bentuk hubungan negatif
berarti semakin kecil tingkat keseringan kecelakaan, maka
semakin tinggi pengaruhnya terhadap produktivitas kerja
karyawan. Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai R 0,880,
berarti korelasi antara peubah dependen (Y) dengan peubah
independen (X) adalah positif yang berarti terdapat hubungan
antara peubah dependen dan peubah independen. Dari nilai
Adjusted R Square (koefisien yang telah disesuaikan)
menunjukkan nilai sebesar 0,736 yang berarti bahwa peubah
X1 mampu menjelaskan model sebesar 73,6% sedangkan
sisanya 26,4% dijelaskan oleh peubah lain di luar dari peubah
yang diteliti. Peubah ISR (X2) tidak masuk ke dalam
persamaan regresi tersebut karena nilai signifikan X2 lebih
besar dari 0,05 (5%) yaitu 0,718, maka tingkat keparahan
kecelakaan (ISR) tidak nyata mempengaruhi produktivitas
kerja karyawan. Hal ini cenderung dipengaruhi oleh tingkat
kecelakaan yang tergolong parah adalah minimal 2 hari.
Meninjau dari karakteristik karyawan, lost time 2 hari
merupakan hal yang wajar sehingga pekerjaan dapat
digantikan oleh orang lain dan tidak mengganggu
produktivitas kerja plant. Dapat disimpulkan bahwa IFR
secara nyata mempengaruhi produktivitas kerja karyawan. Jika
IFR berada pada tingkat 0, maka produktivitas kerja karyawan
5,109 ton. Untuk itu PT ITP mengambil tindakan dengan
mengantisipasi tingkat IFR, agar tetap berada pada tingkat 0
dengan terus meningkatkan mutu dan kuantitas pelaksanaan
SMK3, terutama untuk menekan IFR. IFR cenderung
dipengaruhi oleh tindakan karyawan yang lalai dalam bekerja
(unsafe action), sehingga mengakibatkan kecelakaan terjadi,
dalam hal ini PT ITP, khususnya P-11 agar lebih baik dalam
menerapkan standar SMK3 yang selama ini sudah dijalankan,
terutama dari kebijakan lingkungan yang dibuat, perencanaan,
penerapan dan operasi, pemeriksaan, tindakan koreksi dan
pencegahan, tinjauan manajemen, serta perbaikan yang
berkelanjutan. Hal tersebut merupakan model SMK3 yang
diterapkan di PT ITP.
kesimpulan Adapun kesimpulan dari penelitism ini :
PT ITP telah menerapkan SMK3 berdasarkan standar OHSAS
18001 dan Permenaker No. 05/MEN/1996. Penerapan tersebut
dilakukan baik, sehingga mendapat penghargaan Golden Flag dari
PT. Sucofindo sejak tahun 2000. Tingkat keseringan kecelakaan
IFR dan Tingkat keparahan kecelakaan ISR dari P-11 cenderung
menurun hingga tahun 2007 sejak pertama kali beroperasi tahun
2000 dan telah mencapai zero accident pada tahun 2006 dan 2007.
Pelaksanaan SMK3 di P-11 telah berjalan dengan baik dan efektif
mengurangi angka kecelakaan kerja, terutama dengan penggunaan
APD. Selain itu, Karyawan P-11 sangat merasakan manfaat dari
pemeriksaan kesehatan rutin. Tingkat produktivitas kerja
karyawan P11 PT ITP selalu berada di atas standar yang
ditetapkan dan tingkat produktivitas tersebut cenderung meningkat
dari tahun 2000-2007. Hal ini menunjukkan bahwa P-11 telah
beroperasi secara efektif dan efisien. Tingkat keseringan
kecelakaan IFR secara nyata mempengaruhi tingkat produktivitas
kerja karyawan -0,286 dan berpengaruh negatif, sehingga dapat
dikatakan semakin kecil tingkat frekuensi kecelakaan, maka
semakin tinggi tingkat produktivitas kerja karyawan PT ITP.

Tugas review jurnal 3


Judul Kajian yuridis terhadap pelaksanaan asuransi kesehatan di
semarang ( studi kasus pada pt. Askes (persero) cabang
semarang
Jurnal Jurnal Ekonomi STIE Haji Agus Salim Bukittinggi
Volume &halaman Vol. XIV/ 2
Tahun 2013
Penulis Nurhayati
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian 1. Untuk mengkaji dan menganalis pelaksanaan pembayaran
klaim asuransi kesehatan jika terjadi klaim yang lebih
besar jumlahnya dari yang dipertanggungkan.
2. Untuk mengkaji upaya apa saja yang dilakukan oleh PT.
Askes (Persero) Cabang Semarang apabila klaim tidak
terpenuhi.
Subjek penelitian PT. Askes (Persero) Cabang Semarang
Metode penelitian Metode yang digunakan yaitu yuridis empiris yaitu suatu
penelitian yang menekankan pada fakta-fakta yang diperoleh
dari hasil penelitian yang didasarkan pada metode ilmiah
serta juga berpedoman pada teoriteori hukum dan
perundangan yang ada.
Hasil penelitian  Berdasarkan pembahasan hasil penelitian dapat
ditemukan :(1). Proses pelaksanaan pembayaran klaim
asuransi kesehatan jika terjadi klaim yang lebih besar dari
yang dipertanggungkan mempunyai 2 (dua) cara yaitu
dengan klaim perorangan dan klaim kolektif, sehingga
peserta dapat mengetahui proses pelaksanaan klaim (2).
Untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan PT.
Askes (Persero) apabila kliam tidak terpenuhi. PT. Askes
(Persero) berupaya untuk memberikan asuransi sosial
kepada peserta asuransi kesehatan , tetapi peserta harus
mengetahui hak dan kewajibannya serta mengikuti
prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh PT.
Askes (Persero). Pemerintah harus lebih banyak
menyediakan dana kesehatan karena semakin tingginya
biaya kesehatan..
kesimpulan Dari uraian- uraian diatas dan pembahasan pada hasil
penelitian yang dilakukan dikantor PT. Askes (Persero)
Cabang
Semarang dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Pelaksanaan pembayaran klaim asuransi kesehatan yang
lebih besar jumlahnya dari yang dipertanggungkan harus
sesuai dengan verifikasi PT. Askes (Persero) Cabang
Semarang sehingga hal tersebut tidak merugikan peserta
asuransi kesehatan maupun PT. Askes (Persero) Cabang
Semarang.
2. Upaya PT. Askes (Persero) Cabang Semarang untuk
mencegah kenaikan biaya pelayanan kesehatan
memperoleh perhatian yang serius. Pada dasarnya dikenal
dengan pendekatan ekonomi yaitu pendekatan yang
mengupayakan agar semua pihak sadar biaya, maksudnya
memberikan batas /limit tertenru atas biaya atau
sebaliknya perusahaan asuransi kesehatan memberikan
batas biaya maksimum yang ditanggung oleh perusahaan
asuransi kesehatan sehingga tidak menimbulkan klaim
yang tidak bisa dipenuhi.

Tugas review jurnal 4


Judul Menilai keefektifan asuransi kesehatan berbasis masyarakat
di pedesaan Burkina Faso
Jurnal BMC Health Services Research/research article/2012
Volume &halaman 9 Halaman
Tahun 2012
Penulis Sennen Hounton et al,
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah berusaha untuk berkontribusi
pada perdebatan efektivitas skema jaminan kesehatan
berbasis masyarakat dengan menilai dampak dari skema
asuransi kesehatan berbasis masyarakat Nouna dalam
meningkatkan pemanfaatan layanan kesehatan yang
berkualitas dan pengurangan mortalitas dan morbiditas.

Subjek Penelitian Populasi didistribusikan di sekitar 9.500 rumah tangga dan


terdiri dari 65% dari orang-orang pedesaan dan 35% dari
orang-orang kota semi-perkotaan Nouna. Populasi pada
dasarnya muda dengan anak-anak kurang dari 15 tahun yang
mewakili sekitar 48% dari total populasi, dan hanya 6,2% di
atas 60 tahun. Penduduk kebanyakan adalah petani subsisten
dan / atau penjaga ternak. Buta huruf sangat tinggi, lebih dari
80%.
Metode penelitian Metode Survei dan ekstraksi data dilakukan dari April hingga
Desember Mei 2007. Data dikumpulkan dari bulan April
hingga Desember 2007 dari Sistem Pengawasan Demografis
Nouna tentang kematian secara keseluruhan, pemanfaatan
layanan kesehatan, karakteristik rumah tangga, jarak ke
fasilitas kesehatan, keanggotaan dalam Nouna CBHI. Kami
menganalisis perbedaan dalam mortalitas secara keseluruhan
dan pengukuran proses kesehatan ibu yang dipilih antara
anggota dan non-anggota skema asuransi.
Hasil penelitian Setelah disesuaikan untuk kovariat tidak ada perbedaan yang
signifikan dalam mortalitas secara keseluruhan antara rumah
tangga yang tidak dapat menjadi anggota (karena daerah
mereka belum tercakup oleh skema melangkah terjepit), non-
anggota tetapi rumah tangga yang bisa menjadi anggota
( daerah tertutup tetapi tidak terdaftar), dan anggota skema
asuransi. Risiko kematian secara keseluruhan meningkat
secara signifikan dengan jarak ke fasilitas kesehatan (35%
lebih di luar kota Nouna) dan dengan tingkat pendidikan
(37% lebih rendah ketika setidaknya pendidikan sekolah
dasar dicapai dalam rumah tangga).

Kesimpulan Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik dalam


mortalitas secara keseluruhan antara anggota dan bukan
anggota. Tingkat pendaftaran tetap rendah, dengan bias
seleksi. Adalah penting bahwa asuransi kesehatan berbasis
masyarakat, kebijakan biaya pengecualian dan asuransi
kesehatan nasional dievaluasi pada pencegahan kematian dan
morbiditas berat, bukan pada tingkat drop-out, bias seleksi,
seleksi terbalik dan pembayaran katastropik hanya untuk
perawatan kesehatan. Perlindungan sosial yang efektif akan
membutuhkan asuransi kesehatan nasional.
Tugas review jurnal 5
Judul EFEKTIVITAS BIAYA INTERVENSI FARMAKOLOGIS
DAN PSIKOSOSIAL UNTUK SKIZOFRENIA
Jurnal Biomed central/Cost Effectiveness and Resource
Allocation/2011
Volume &halaman 9 Halaman
Tahun 2011
Penulis Phanthunane et al.
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menentukan paket pengobatan
yang optimal, termasuk intervensi obat dan non-narkoba,
untuk skizofrenia di Thailand.
Metode penelitian Model Markov digunakan untuk mengevaluasi efektivitas
biaya antipsikotik tipikal, risperidone generik, olanzapine,
clozapine dan intervensi keluarga. Hasil kesehatan diukur
dalam tahun hidup yang disesuaikan dengan kecacatan. Kami
mengevaluasi manfaat intervensi dengan memperkirakan
perubahan keparahan penyakit, dengan mempertimbangkan
potensi efek samping. Biaya intervensi termasuk biaya
perawatan rawat jalan, biaya rawat inap serta waktu dan biaya
perjalanan pasien dan keluarga. Ketidakpastian dievaluasi
menggunakan simulasi Monte Carlo. Analisis sensitivitas dari
kisaran biaya yang diharapkan dari risperidone generik
dilakukan.

Hasil penelitian  Risperidon generik lebih hemat biaya daripada tipikal jika
dapat diproduksi kurang dari 10 baht per 2 mg tablet.
Risperidone adalah pengobatan termurah dengan biaya
obat yang lebih tinggi diimbangi oleh biaya rumah sakit
yang lebih rendah dibandingkan dengan tipikal.
Kombinasi perawatan yang paling efektif adalah
kombinasi risperidone (intervensi dominan).
Menambahkan intervensi keluarga memiliki rasio
efektivitas biaya tambahan sebesar 1.900 baht / DALY
dengan probabilitas 100% dari hasil kurang dari ambang
batas untuk intervensi yang sangat efektif dari satu kali
PDB atau 110.000 baht per DALY. Mengobati paling
parah sepertiga pasien dengan clozapine daripada
risperidone memiliki rasio efektivitas biaya tambahan
320.000 baht / DALY dengan probabilitas lebih dari 50%
dari hasil di bawah tiga kali PDB per kapita.
Kesimpulan Ada argumen ekonomi yang baik untuk merekomendasikan
risperidone generik sebagai pengobatan lini pertama dalam
kombinasi dengan intervensi keluarga. Karena interval
ketidakpastian menunjukkan penambahan clozapine dapat
didominasi dan ada efek samping yang serius, mengobati
pasien berat dengan clozapine disarankan hanya untuk pasien
yang tidak menanggapi risperidone dan hanya dengan adanya
sistem pemantauan efek samping yang lebih ketat daripada
saat ini. .
Tugas review jurnal 6
Judul Efektivitas biaya linaclotide dibandingkan dengan antidepresan
dalam pengobatan sindrom iritasi usus dengan konstipasi di
Skotlandia
Jurnal Europian Journal Health Economic /2016
Volume &halaman
Tahun 2016
Penulis Mark Fisher, Andrew Walker, Meritxell Falque´s, Miguel
Moya, Mark Rance, Douglas Taylor, eandro
Lindner3/SCOTLANDIA
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah :
1. Penelitian ini berusaha untuk menentukan efektivitas biaya
linaclotide dibandingkan dengan anti depresan untuk
pengobatan orang dewasa dengan IBS-C sedang sampai
berat yang sebelumnya telah menerima antispasmodik dan /
atau laksatif

2. Model Markov diciptakan untuk memperkirakan


biaya dan QALY selama jangka waktu 5 tahun dari
perspektif NHS Scotland

Subjek penelitian Penggunaan sumber daya NHS dan biaya terkait penyakit untuk
setiap keadaan
kesehatan diperkirakan dari wawancara dokter Skotlandia
dalam kombinasi dengan biaya Referensi NHSII dalam
penggunaan klinis sampai
Oktober 2006 ketika digantikan oleh Roma III)
Metode penelitian KUALITATIF/PASIEN
Hasil penelitian penelitian ini berhasil tidak menunjukkan biaya medis yang
terkait dengan IBS dan melakukannya tidak mencerminkan
praktek medis Skotlandia. Dengan tidak adanya literatur yang
tersedia untuk memfasilitasi pemilihan model struktur, dokter
dan ekonom kesehatan independen berbasis di Skotlandia
dikonsultasikan untuk memberikan masukan untuk model
termasuk peristiwa klinis utama yang seharusnya termasuk,
pola\ perawatan khas, serta model desain dan validasi

kesimpulan Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu :


QALY versus antidepresan. Berdasarkan analisis sensitivitas
probabilistik, kemungkinan bahwa linaclotide efektif biaya
pada kesediaan untuk membayar sebesar £ 20.000 per QALY
adalah 73%. Linaclotide dapat menjadi pengobatan yang efektif
biaya untuk orang dewasa dengan IBS-C sedang sampai berat
yang sebelumnya telah menerima antispasmodik dan / atau
laksatif di Skotlandia.
Tugas review jurnal 7

Judul OnabotulinumtoxinA dalam pengobatan kandung kemih terlalu


aktif: analisis efektivitas biaya versus perawatan suportif
terbaik di Inggris dan Wales
Jurnal Europian J ournal Health Econ
Volume & halaman VOL.8/83-88
Tahun 2007
Penulis La´szlo´ Gula´csi/
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian UNTUK MEMGETAHUI perawatan suportif terbaik (BSC)
dibandingkan dengan BSC saja dalam manajemen kandung
kemih idiopatik yang overaktif pada pasien dewasa yang tidak
ditangani secara adekuat dengan antikolinergik. BSC termasuk
bantalan inkontinensia dan, untuk proporsi pasien,
antikolinergik dan / atau kadang-kadang intermiten kateterisasi
bersih.
Subjek penelitian BSC termasuk bantalan inkontinensia dan, untuk proporsi
pasien,antikolinergik dan / atau kadang-kadang intermiten
kateterisasi bersih. Model Markov lima negara digunakan
untukmemperkirakan total biaya dan hasil selama periode 10
tahun
Metode penelitian Literatur review
Variabel :
Ekonomi kesehatan dan tehnologi
Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa onabotulinumtoxinA
dikaitkan dengan biaya yang lebih rendah dan
manfaat kesehatan yang lebih besar daripada BSC dalam kasus
dasar, dengan analisis sensitivitas probabilistik
menunjukkan kemungkinan 89% bahwa rasio keefektifan biaya
tambahan akan turun di bawah £ 20.000
kesimpulan Kesimpulannya, onabotulinumtox- inA tampaknya
merupakan pengobatan hemat biaya untuk kandung kemih
terlalu aktif dibandingkan dengan BSC saja
Tugas review jurnal 8
Judul Kesehatan yang setara, kerja yang setara? Peran tunjangan cacat
dalam pekerjaan setelah mengontrol status kesehatan
Jurnal Europian J ournal Health Econ/ 2014
Vol./ Hal. -
Tahun 2014
Penulis Eva Maria Lopez Frutos • Judit Vall Castello / span
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan Penelitian Tujuan utama dari makalah ini adalah untuk
menilai, setelah memperhitungkan perbedaan
dalam kondisi penonaktifan dan status
kesehatan yang dihasilkan, apakah menerima
manfaat menghambat semua penerima
manfaat dari bekerja, atau hanya sekelompok
individu tertentu yang cacat
Subjek Penelitian kami menganalisis dua efek potensial yang dihasilkan dari
perbedaan antara sertifikat cacat dan manfaat DI dengan
memodelkan bersama kemungkinan menerima manfaat DI dan
prospek bekerja
Metode penelitian variabel manfaat adalah regresi endogen karena heterogenitas
yang tidak dapat diamati6 yang memiliki efek langsung pada
keputusan untuk bekerja serta pada kemungkinan menerima
pensiun.

Oleh karena itu, untuk memperhitungkan endogenitas antara


penerimaan manfaat dan pekerjaan, kami memperkirakan probit
bivariat rekursif yang secara eksplisit memodelkan seleksi pada
unobservable. Dengan demikian, kami memperkirakan secara
simultan probabilitas bekerja dan probabilitas
Hasil penelitian Hasil kami menunjukkan bahwa probabilitas bekerja adalah 5%
lebih rendah (efek pengobatan rata-rata, ATE) bagi mereka yang
tidak mampu yang menerima manfaat. Namun, ketika kami
melakukan estimasi untuk individu dengan tingkat gangguan
yang berbeda, efek disinsentif dari manfaat hanya signifikan
untuk individu dengan tingkat gangguan paling ringan (33-44%)
yaitu mereka yang berada di ambang batas dinonaktifkan
kesimpulan Untuk bersama-sama memperkirakan (setelah mengendalikan
karakteristik kesehatan dari kondisi penonaktifan dan untuk
faktor-faktor yang tidak teramati) kemungkinan menerima
manfaat disabilitas dan kemungkinan bekerja, kami
menggunakan database individu yang baru dirilis dengan
sertifikat kecacatan

Tugas review jurnal 9

Judul Komentar untuk: Biaya ketidakpatuhan terhadap terapi anti-


hipertensi di lima negara Eropa
Jurnal Europian J ournal Health Econ
Vol./ Hal. -
Tahun 2015
Penulis Afschin Gandjour/ England, France, Germany, Italy, and Spain)
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan Penelitian tujuan ini, model memprediksi risiko 10 tahun untuk kejadian
kardiovaskular berdasarkan persamaan risiko Framingham.
Dalam hal biaya, ini mempertimbangkan biaya obat dan rawat
inap.
Subjek Penelitian hipertensi di lima negara Eropa (Inggris, Perancis, Jerman,
Italia, dan Spanyol
Metode penelitian Metode : retrospektif
Variabel : biaya dan kepatuhan terapi anti hipertensi
Hasil penelitian Oleh karena itu, perawatan BP di Italia mengarah pada
peningkatan bersih biaya. Kami mendapatkan hasil yang sama
untuk negara-negara lain. Oleh karena itu, dari bacaan itu tidak
jelas bagaimana penulis-nya datang dengan temuan mereka
tentang tabungan dari kepatuhan perbaikan. Hasil ini juga
bertentangan dengan hasil analisis efek-tivitas biaya pada
perawa-tan BP yang dilakukan di Inggris dan Jerman meng-
gunakan persamaan risiko Framing-ham juga: mereka tidak
menunjukkan peng-hematan kecuali untuk perawatan pasien
berisiko tinggi
kesimpulan

Tugas review jurnal 10

Judul Memprioritaskan penelitian layanan kesehatan: perspektif


ekonomi
Jurnal Europian J ournal Health Econ/ 2016
Volume & halaman -
Tahun 2016
Penulis Afschin Gandjour/ Frankfurt am Main, Germany
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan panduan
untuk pengaturan prioritas proyek HSR berdasarkan teori
ekonomi.
Subjek penelitian terletak pada teori ekonomi dan, khususnya, cabang ekonomi
kesejahteraannya
Metode penelitian Metode Analisis konseptual
Hasil penelitian Hasil Berdasarkan teori ekonomi, peran HSR adalah untuk
mendeteksi dan mengurangi asimetri informasi, eksternalitas
negatif, dan bahaya yang disebabkan oleh persaingan dan
insentif yang tidak sesuai untuk kompetisi. Hirarki proyek
HSR disediakan; mengikuti prinsip etika bahaya ('tidak
membahayakan'), deteksi dan pencegahan bahaya akan
menerima prioritas tertinggi di antara proyek-proyek HSR
kesimpulan Kesimpulan Menyepakati bahwa persaingan berharga dalam
mencapai efisiensi dan kualitas perawatan (dan karena itu
menyetujui asumsi teori ekonomi) berarti menerima peran
HSR dalam mendeteksi kegagalan pasar dan hirarki HSR
seperti yang disarankan. Ketidaksepakatan akan membutuhkan
konsep koheren alternatif untuk meningkatkan efisiensi dan
kualitas perawatan.

Tugas review jurnal 11

Judul Efektivitas jamsostek dalam memberikan Perlindungan hukum


terhadap tenaga kerja
Jurnal Jurnal Ilmiah Abdi Ilmu
Volume &halaman Vol. 5 No.1
Tahun 2012
Penulis Siti Nurhayati
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui pelaksanaan Undang-Undang Nomor 3
Tahun 1992 tentang Jamsostek pada perusahaan swasta
Kota Medan.
2. Untuk mengetahui hambatan-hambatan dalam pelaksanaan
Jamsostek pada perusahaan swasta.
3. Untuk mengetahui upaya mengoptimalkan Jamsostek dalam
memberikan perlindungan hukum terhadap tenaga kerja.
Subjek penelitian Pihak-pihak yang terlibat langsung dengan penyelenggaraan
Program Jamsostek yaitu: peserta (pengusaha dan tenaga kerja),
Badan Penyelenggara dan Departemen Tenaga Kerja
Metode penelitian deskriptif-analitis preskriptif dengan pendekatan yuridis
normatif dan yuridis sosiologis
Hasil penelitian hasil penelitian yang diungkapkan oleh responden atau
informan adalah telah melakukan upaya-upaya untuk
meningkatkan pelayanan dan kepesertaan program Jamsostek di
Medan sebagai berikut:
1. Meningkatkan koordinasi fungsional dengan
instansi/lembaga terkait dalam rangka sosialisasi program
Jamsostek yang bertujuan untuk memberikan pemehaman
kepada pengusaha dan pekerja agar lebih mengerti hak dan
kewajibannya.
2. Secara khusus telah dilakukan kerjasama antara Kantor
Wilayah I PT. Jamsostek (Persero). Kantor Wilayah
Departemen Tenaga Kerja Propinsi Sumatera Utara dengan
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam rangka pembinaan
dan penyuluhan hukum.
3. Berperan aktif dan tanggap untuk menyelesaikan tuntutan
pekerja terhadap program Jamsostek baik yang
disampaikan oleh Depnaker PT. Jamsostek (Peersero)
selaku badan penyelenggara dan tuntutan terhadap
perusahaan.
4. Memberikan pelayanan terbaik dengan sistem jemput bola
dalam hal pembayaran yaitu membayarkan jaminan
langsung ke alamat tenaga kerja Mengadakan penyuluhan
langsung melalui petugas lapangan kepada perusahaan-
perusahaan baik bagi yang sudah maupun belum
memenuhi ketentuan program Jamsostek.
5. Mengadakan publikasi program Jamsostek melalui media
cetak, elektronik, poster dan brosur..
kesimpulan Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu :
1. Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang
Jamsostek pada perusahaan swasta di Kota Medan sudah
berjalan dengan baik, walaupun disana-sini masih terdapat
kekurangan atau belum sepenuhnya berjalan pelaksanaan
Jamsostek terhadap kepesertaan program Jamsostek bila
dibandingkan dengan penduduk dan angkatan kerja masih
minim antara lain disebabkan masih adanya perusahaan
wajib daftar, tetapi belum daftar, perusahaan yang wajib
menjadi peserta hanya mendaftarkan sebahagian
upah,sebahagian tenaga kerja dan sebahagian program.
2. Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan Jamsostek pada
perusahaan swata di Kota Medan dan upaya
penyelesaiannya bahwa banyak pihak-pihak yang belum
membrikan dukungnan sepenuhnya terhadap keberadaan
program Jamsostek untuk memberikan perlindungan yang
mendasar kepada pekerjadan terkesan tanggung jawabnya
hanya di PT. Jamsostek (Perssero) selaku badan
penyelenggara, tetapi sebenarnya melibatkan berbagai pihak
termasuk aparat pemerintah di Kota Medan. Upaya
penyuluhan dan pembinaan sudah dilakukan, tetapi masalah
penegakan hukum belum sebagaimana yang diamanatkan
dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992.

Tugas review jurnal 12

Judul Effectiveness of a simplified cardiopulmonary resuscitation


training program for the non-medical staff of a university
hospital
Jurnal Scandinavian Journal of Trauma, Resuscitation and Emergency
Medicine/ original research
Volume & halaman -
Tahun 2014
Penulis Hirose et al.
Reviewer YUNAIS ADSMI

Tujuan penelitian Untuk menguji efektivitas program pelatihan cardiopulmonary


resuscitation (CPR) yang disederhanakan untuk staf non-medis
yang bekerja di rumah sakit universitas.
Subjek penelitian Pihak-pihak yang terlibat langsung dengan penyelenggaraan
Program pelatihan cardiopulmonary resuscitation (CPR) yaitu:
peserta (staf non-medis), di rumah sakit universitas
Metode penelitian Metode Desain studi Ini adalah penelitian observasional
prospektif yang disetujui oleh Komite Etik Universitas Osaka
Graduate School of Medicine. Tinjauan institusional
Dewan mengabaikan perlunya informed consent. Kami
melakukan survei peserta yang menghadiri program pelatihan
CPR ini dari September 2011 hingga Maret 2013. Itu
memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam program ini
adalah non-medis staf yang bekerja di rumah sakit universitas
kami.

Hasil penelitian Dari September 2011 hingga Maret 2013, 161 peserta
menghadiri program ini. Kami mengevaluasi dada
teknik kompresi di 109 peserta ini. Jumlah kompresi dada
peserta yang dikirim setelah program.
versus yang sebelumnya secara signifikan lebih besar (110,8 ±
13,0 / menit vs 94,2 ± 27,4 / menit, p <0,0001), gangguan dada
kompresi secara signifikan lebih pendek (0,05 ± 0,34 detik / 30
detik vs 0,89 ± 3,52 detik / 30 detik, p <0,05), kedalaman rata-
rata kompresi dada secara signifikan lebih besar (57,6 ± 6,8
mm vs 52,2 ± 9,4 mm, p <0,0001), dan proporsi
kompresi dada tidak lengkap <5 cm di antara semua kompresi
dada menurun secara signifikan (8.9 ± 23.2% vs
38,6 ± 42,9%, p <0,0001). Dari 159 peserta yang menanggapi
survei kuesioner setelah program, the
proporsi peserta yang menjawab ‘Saya dapat memeriksa
tanggapan,’ ‘Saya dapat melakukan kompresi dada,’ dan ‘Saya
dapat benar-benar atau saya pikir saya dapat menggunakan
AED ’meningkat dibandingkan sebelum program tersebut
(81,8% vs 19,5%, 77,4% vs 10,1%,
84,3% vs 23,3%, masing-masing).
kesimpulan Program pelatihan CPR 45-menit yang disederhanakan
menggabungkan instruksi dan latihan dalam kompresi dada
dan AED gunakan peningkatan kualitas CPR dan sikap
terhadap CPR dan penggunaan AED dari staf non-medis
bekerja di rumah sakit universitas. Studi lebih lanjut untuk
mengungkapkan interval optimal untuk melakukan pelatihan
CPR program untuk menjaga kualitas CPR dan positif sikap
terhadap CPR dan penggunaan AED diperlukan.

Tugas review jurnal 13


Judul Cost-effectiveness of models for prevention of vertical HIV
transmission – voluntary counseling and testing and choices of
drug regimen
Jurnal Cost Effectiveness and Resource Allocation
Vol./ Hal. 10.1186/1478-7547-3-7
Tahun 2005
Penulis Yot Teerawattananon*1,3, Theo Vos2, Viroj
Tangcharoensathien1 and
Miranda Mugford3
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan Penelitian 1. untuk menilai efektivitas biaya empat Terapi antiretroviral
(ART) diberikan selain konseling dan tes sukarela (VCT)
2. untuk mencegah penularan HIV dari ibu-ke-bayi :
a) Zidovudine (AZT);
b) Nevirapine (NVP);
c) kombinasi AZT untuk peserta antenatal dini dan
NVP untuk kedatangan terlambat; dan
d) digabungkan administrasi AZT dan NVP dan untuk
menilai keefektifan biaya tambahan menambahkan
kedua Sesi VCT pada kehamilan lanjut.
Subjek Penelitian Efektivitas biaya model untuk pencegahan HIV vertikal
transmisi - konseling dan tes dan pilihan obat sukarela.
Metode penelitian Desain & Metode :
Model studi menggunakan kohort hipotetis dari 100.000
kehamilan sebagai model pembelajaran. Biaya dan hasil
parameter didasarkan pada pengaturan Thailand. Kombinasi
satu dan dua sesi VCT dan empat terapi antiretroviral Regimen
(ART) mengarah pada delapan opsi kasus yang
dipertimbangkan dalam model. Analisis biaya dilakukan dari
perspektif Kementerian Kesehatan Masyarakat (MOPH) sebagai
pemerintah Thailand membayar semua biaya untuk VCT, ART,
dan makanan pengganti. Kami mengukur hasil program sebagai
biaya bersih pembayar sektor publik, jumlah kasus pediatrik
Infeksi HIV dihindari, dan biaya per infeksi HIV pada anak
dihindari.
Efektivitas biaya setiap intervensi dihitung sebagai (IC + AC-
HC) / IA, di mana IC adalah intervensi program biaya, biaya
perawatan kesehatan tambahan karena NVP resistensi, HC
biaya perawatan kesehatan seumur hidup dari HIV bayi yang
terinfeksi (atau offset biaya), dan IA jumlah HIV infeksi
dihindari oleh intervensi.
Hasil penelitian Kombinasi administrasi AZT dan NVP adalah pilihan obat yang
paling efektif biaya. Satu sesi VCT dengan AZT + NVP
mencegah 337 kasus infeksi pada 556 USD per kasus,
sementara dua VCT dengan rejimen obat yang sama mencegah
16 kasus tambahan dengan biaya 1.266 USD per infeksi
dihindari. Rasio efektivitas biaya tambahan bergerak dari 1VCT,
AZT + NVP ke 2VCT, AZT + NVP adalah 16.000 USD per
kasus tergantikan, yang jauh lebih rendah dari yang disarankan
nilai ambang batas untuk infeksi HIV dihindari di Thailand.
Analisis ketidakpastian multivariat mendukung temuan,
menunjukkan bahwa pada ambang 35.000 USD, 2VCT, AZT +
NVP lebih disukai daripada VCT lainnya dan strategi obat.
kesimpulan Intervensi untuk mencegah penularan HIV dari ibu-ke-bayi
adalah hemat biaya. Biaya lebih lanjut dan efek negatif dari
resistensi obat, tidak mungkin melebihi manfaat sosial
mengurangi penularan HIV. Model ini menunjukkan bahwa
rejimen obat baru adalah biaya-efektif pilihan dalam sistem
kesehatan Thailand pada ambang yang diterima saat ini untuk
mengadopsi teknologi kesehatan.

Tugas review jurnal 14


Judul : 4 Reimbursement of malaria chemoprophylaxis for travellers
from Europe to Sub-Saharan Africa: Cost-effectiveness
analysis from the perspective of the French
national health insurance system
Jurnal Health Policy
Vol./ Hal. 88 page 186–199
Tahun 2008
Penulis Thierry Pistone a,b,c,d,∗, Micha¨el Schwarzinger a,b, Pierre
Chauvin a,b,
Khaled Ezzedine c, Marie-Catherine Receveur c,d, F´elix
Djossou d,
Mahinda Siriwardana a,b, Bernard Larouz´e a,b, Denis
Malvyc,d
a INSERM, U707, Paris F-75012, France
b Universit´e Pierre et Marie Curie-Paris 6, UMR-S 707, Paris
F-75012, France
c Centre Ren´e Labusqui`ere, Centre de M´edecine Tropicale,
EA 3677,
Universit´e Victor Segalen Bordeaux 2, France
d Sant´e Voyages, Service de M´edecine Interne et des Maladies
Tropicales,
Centre Hospitalo-Universitaire, Bordeaux F-33075, France
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan Penelitian Untuk menganalisis, dari perspektif FHS, efektivitas biaya
penggantian biaya MC 65% (MC 65%) untuk wisatawan
Perancis, di bawah asumsi bahwa penggantian ini akan
menyebabkan peningkatan jalan untuk MC (malaria
chemoprophylaxis) dikembangkan dengan variabel yang
diperoleh dari literatur, termasuk kejadian malaria di kalangan
wisatawan tanpa adanya MC
Subjek Penelitian Malaria; Chemoprophylaxis; Prophylaxis; Travellers; Africa;
Cost; Effectiveness; Health insurance; Review
Metode penelitian 1. Model pohon keputusan :
Pohon keputusan, diringkas dalam Gambar. 1, dimodelkan
menggunakan aplikasi perangkat lunak DATA4.0 (TREEAGE
SoftwareTM) untuk memperkirakan biaya dan efektivitas dua
strategi, yaitu MC 0% MC 65%. Setiap terminal simpul pohon
sesuai dengan nilai 1 jika malaria dikontrak dan 0 jika tidak, dan
juga untuk nilai biaya, dengan mempertimbangkan biaya yang
berbeda disebabkan oleh serangkaian peristiwa yang mengarah
ke itu titik akhir dari model. Variabel yang digunakan dalam
model adalah probabilitas dari cabang yang berasal dari node
kesempatan dari pohon keputusan dan biaya medis. Perkiraan
variabel, datang dari tinjauan literatur [3,4,8-10,13,15,17-552],
dirangkum dalam Tabel 1. Rincian lengkap perkiraan tersedia
berdasarkan permintaan. Medis biaya telah dinyatakan dalam
Euro (D) di tahun ini publikasi data tanpa diskon untuk inflasi.
Studi ini menyelesaikan analisis efektivitas biaya (CEA).
Interval keyakinan pada 95% (95% CI) adalah dibangun oleh
simulasi Monte Carlo berdasarkan segitiga distribusi semua
parameter model. Itu analisis dilakukan dari sudut pandang
FHS.
2. Populasi penelitian
Arah G´en´erale de l'Aviation Civile (DGAC, Otoritas
Penerbangan Sipil Perancis) melaporkan 1,434,675 perjalanan
dari Perancis ke SSA pada tahun 2005 [1].
Rata-rata lama tinggal 2 minggu (ALS) dianggap,
sesuai dengan data yang dipublikasikan sebelumnya
[13,17-21,31,53].
Hasil penelitian Biaya dan efek dari dua strategi, MC 0% dan MC 65%
MC 65% mengarah ke probabilitas yang lebih rendah yang
signifikan terjangkit malaria per wisatawan (p = 0,2674% vs.
0,4406%) dan biaya lebih tinggi yang signifikan per wisatawan
dari MC 0% (Tabel 5). Analisisnya, diterapkan pada 1.434.675
wisatawan dari Perancis yang tinggal di SSA pada tahun 2005,
memungkinkan perkiraan biaya tahunan (Euro, D), dan efek
tahunan (jumlah kasus malaria) dari dua strategi. Ekstrapolasi
dari tingkat kematian, diperkirakan oleh CNREPIA di 5.4 ‰
[3], memungkinkan perkiraan efek tahunan kedua strategi dalam
hal jumlah kematian karena malaria (Tabel 5). Biaya bersih MC
65% (biaya MC 65% dikurangi biaya MC 0%).
Dari analisis kami adalah efek menguntungkan dari strategi
penggantian MC tentang pencegahan malaria yang diimpor
(diperkirakan di 2485 kasus malaria dicegah per tahun) dan
pada kematian terkait (diperkirakan pada 13 terkait malaria
kematian dicegah per tahun). Apalagi yang bertambah cost of
reimbursement strategy menunjukkan positif dampak efektivitas
biaya.
Hanya dua studi telah mempertimbangkan minimisasi biaya
dalam penggunaan MC di antara para pelancong Barat dan
menyimpulkan bahwa MC efektif biaya dari Inggris perspektif
sosial [55] (termasuk biaya terkait kematian) dan dari perspektif
sosial Jerman atau Swiss [56]. Untuk saat ini, bagaimanapun,
tidak ada CEA atau penggantian MC untuk wisatawan telah
dibuat dari perspektif sistem asuransi kesehatan.
kesimpulan Dengan 5.000-6.000 kasus malaria per tahun, menghasilkan
dalam 20-30 kematian - 95% di antaranya diimpor dari SSA
- Prancis berada di puncak daftar negara-negara Barat
dipengaruhi oleh malaria yang diimpor. Dibandingkan dengan
sebelumnya keputusan yang dibuat oleh pembuat keputusan
kesehatan masyarakat Perancis, Analisis efektivitas biaya ini
seharusnya mendukung penggantian biaya untuk wisatawan
yang diasuransikan oleh FHS dan sesekali mengunjungi SSA.

Tugas review jurnal 15


Judul Cost-effectiveness of enzyme replacement therapy with
alglucosidase alfa in classic-infantile patients with Pompe
disease
Jurnal Kanters et al. Orphanet Journal of Rare Diseases
Volume & halaman Vol. 9 hal 75
Tahun 2014
Penulis Tim A Kanters1,2*, Iris Hoogenboom-Plug2, Maureen PMH
Rutten-Van Mölken1, W Ken Redekop1, Ans T van der Ploeg2
and Leona Hakkaart1
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Penyakit Pompe infantil adalah penyakit metabolik yang
langka. Pasien umumnya tidak bertahan hidup pada tahun
pertama kehidupan. Terapi penggantian enzim (ERT) telah
terbukti memiliki efek besar pada kelangsungan hidup pada
penyakit Pompe infantil. Namun, biaya terapi sangat tinggi.
Tujuan dari penelitian ini adalah : untuk menilai efektivitas
biaya penggantian enzim terapi pada penyakit Pompe infantil.
Subjek penelitian Penyakit Pompe, Bayi, Terapi penggantian enzim, Efektivitas
biaya, Kualitas lifeyears yang disesuaikan
Metode penelitian Model simulasi pasien digunakan untuk membandingkan biaya
dan efek ERT dengan biaya efek terapi suportif (ST). Model
diisi dengan data tentang kelangsungan hidup, kualitas hidup
dan biaya. Untuk kedua lengan model, data tentang
kelangsungan hidup diperoleh dari literatur internasional.
Selain itu, kelangsungan hidup seperti yang diamati di antara
20 pasien Belanda klasik-infantil, yang semuanya menerima
ERT, digunakan. Kualitas hidup diukur menggunakan EQ-5D
dan diasumsikan sama pada kedua kelompok perlakuan. Biaya
termasuk biaya ERT (yang bergantung pada anak-anak
berat badan), infus, biaya pemanfaatan perawatan kesehatan
lainnya, dan perawatan informal. Batas waktu seumur hidup
digunakan, dengan Siklus waktu 6 bulan.
Hasil penelitian Hasil: Harapan hidup secara signifikan lebih lama pada
kelompok ERT dibandingkan pada kelompok ST. Rata-rata, ST
menerima pasien dimodelkan untuk tidak bertahan hidup
setengah tahun pertama kehidupan; sedangkan harapan hidup
pada pasien ERT adalah dimodelkan menjadi hampir 14 tahun.
QALY inkremental seumur hidup adalah 6,8. Biaya
inkremental diperkirakan menjadi € 7.0 juta, yang terutama
terdiri dari biaya perawatan (95%). Biaya inkremental per
QALY diperkirakan € 1,0 juta (kisaran sensitivitas analisis: €
0,3 juta - € 1,3 juta). Biaya tambahan per tahun yang diperoleh
adalah diperkirakan € 0,5 juta.
kesimpulan Biaya tambahan per rasio QALY jauh di atas nilai ambang
konvensional. Hasil dari analisis sensitivitas univariat dan
probabilistik menunjukkan kekokohan hasil.
Tugas review jurnal 16
Judul Utilization of long-term care services under the public long-term
care insurance program in Korea: Implications of a subsidy
policy
Jurnal Health Policy
Volume & Halaman 111 (2013) 166-174
Tahun 2013
Penulis Hongsoo Kim , Soonman Kwon , Nan-He Yoon ,
Kyung-Rae Hyun
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal 23 Juni 2018
Tujuan Penelitian Penelitian ini menguji pola dan faktor yang terkait dengan
pemanfaatan jangka panjang (LTC) publik di antara penerima
LTCI yang lebih tua di Korea, dengan perhatian khusus pada
kebijakan untuk mensubsidi pembayaran bersama dari populasi
berpenghasilan rendah
Subjek Penelitian sampel target dari penelitian ini adalah orang Korea berusia 65
dan lebih tua, kami melakukan sampling acak sistematis 5% dari
penerima yang lebih tua (n = 280.290) menggunakan database
asuransi kesehatan, dan memperoleh data mereka untuk usia,
jenis kelamin, pendapatan, lokasi residen, dan jumlah kondisi
kronis. Untuk pengguna LTC di antara sampel acak pada tahun
2010 di bawah LTCI publik, kami mengambil data tentang
penggunaan LTC (jenis layanan, jumlah rata-rata bulanan
pembayaran asuransi, dll.) Dan kebutuhan perawatan (tingkat
dan kondisi komorbid) dari database klaim LTCI dan LTC
membutuhkan basis data penilaian, masing-masing, dan
menggabungkannya dengan data asuransi kesehatan pengguna
LTC. Sekitar 0,6% dari sampel telah kehilangan data dalam
variabel kunci untuk analisis, sehingga sampel analitik akhir
termasuk 278.472 orang Korea yang lebih tua, 5,6% (n =
15,611) di antaranya adalah pengguna LTC pada tahun 2010.
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Survey dengan
menggunakan sampel representatif nasional 5% dari 280.290
orang lanjut usia yang berusia 65 tahun atau lebih yang
diperoleh dari database klaim LTCI nasional 2010, kami
memeriksa faktor sosio-demografi dan kesehatan yang terkait
dengan keputusan penggunaan layanan, jenis layanan yang
dipilih, dan intensitas penggunaan layanan
Hasil Penelitian Sekitar 5,48% dari orang dewasa yang lebih tua pada tahun 2010
memanfaatkan LTC yang disediakan di bawah LTCI publik
Korea, di antaranya sekitar 26,1% menerima subsidi.
Dibandingkan dengan rekan-rekan mereka, pengguna bersubsidi
lebih mungkin berpenghasilan rendah, perempuan, dan hidup
sendiri. Mereka lebih cenderung memilih perawatan yang
dilembagakan dan membelanjakannya ke batas manfaat bulanan
mereka sambil membayar pembayaran bersama yang lebih
rendah. Faktor-faktor yang terkait dengan pola dan intensitas
pemanfaatan LTC tidak sama antara pengguna bersubsidi dan
non-subsidi.
Kesimpulan Temuan menyiratkan kebijakan subsidi mempromosikan
kesetaraan akses ke layanan LTC publik. Evaluasi lebih lanjut
diperlukan pada dampak kebijakan pada efektivitas pemanfaatan
LTC oleh masyarakat yang terpinggirkan secara sosial.

Tugas review jurnal 17

Judul Community-based health insurance and access to maternal


health services: Evidence from three West African countries
Jurnal Social Science & Medicine
Volume & Halaman 66 (2008) 2460-2473
Tahun 2008
Penulis Kimberly V. Smith, Sara Sulzbach
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal 23 Juni 2018
Tujuan Penelitian Untuk memeriksa hubungan antara keanggotaan CBHI dan
akses ke perawatan kesehatan ibu sektor formal di tiga negara
Afrika Barat.
Subjek Penelitian Kami menggunakan survei rumah tangga baru-baru ini di tiga
negara Afrika Barat (Senegal, Mali, dan Ghana)
Metode Penelitian survei
Hasil Penelitian Meskipun dukungan dan proliferasi skema CBHI di wilayah ini,
bukti empiris tentang bagaimana CBHI mempengaruhi akses ke
perawatan kesehatan, khususnya layanan kesehatan ibu, sangat
terbatas. Kami menggunakan survei rumah tangga baru-baru ini
di tiga negara Afrika Barat seperti Senegal, Mali, dan Ghana
untuk memeriksa hubungan antara keanggotaan CBHI dan akses
ke perawatan kesehatan ibu sektor formal.
Kesimpulan Kami menemukan bahwa keanggotaan dalam skema CBHI
secara positif terkait dengan penggunaan layanan kesehatan ibu,
terutama di daerah di mana tingkat pemanfaatan sangat rendah
dan untuk perawatan yang lebih terkait dengan pengiriman yang
lebih mahal. Temuan kami menunjukkan, bagaimanapun, bahwa
keanggotaan dalam skema CBHI tidak cukup untuk
mempengaruhi perilaku kesehatan ibu e itu adalah
dimasukkannya perawatan kesehatan ibu dalam paket manfaat
yang membuat perbedaan. Sementara banyak pertanyaan tetap
tentang CBHI, penelitian ini memberikan bukti awal yang
menunjukkan bahwa CBHI adalah mekanisme sisi permintaan
yang potensial untuk meningkatkan akses perawatan kesehatan
ibu. Namun, intervensi sisi penawaran yang saling melengkapi
untuk meningkatkan kualitas dan akses geografis ke perawatan
kesehatan juga penting untuk meningkatkan hasil kesehatan di
wilayah ini.
Tugas review jurnal 18
Judul Health insurance and health-seeking behavior:
Evidence from a randomized community-based
insurance rollout in rural Burkina Faso
Jurnal Social Science & Medicine 75 (2012) 595e603
Volume & Halaman 75 (2012) 595-603
Tahun 2012
Penulis Paul Jacob Robyn , Günther Fink, Ali Sié , Rainer
Sauerborn
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal 23 Juni 2018
Tujuan Penelitian Tujuan utama meningkatkan akses ke fasilitas kesehatan
berbasis jasa
Subjek Penelitian Data yang digunakan dikumpulkan melalui Survei Rumah
Tangga Nouna HDSS, yang pertama kali dilaksanakan pada
tahun 2000, dan direstrukturisasi pada tahun 2003 agar lebih
sesuai dengan kebutuhan pemantauan di sekitar peluncuran CBI
pada tahun 2004 (De Allegri et al., 2008). Mengingat bahwa
penelitian berlangsung di dalam area DSS, kerangka sampling
yang diperbarui sudah ada untuk semua desa dan kota yang
termasuk dalam sampel. Untuk masing-masing dari 33
kelompok, 30 rumah tangga dipilih dari kerangka sampling
rumah tangga melalui sampling acak sederhana.
Metode Penelitian Survei
Hasil Penelitian Temuan kami menyiratkan bahwa gagasan dasar asuransi secara
mekanis meningkatkan perawatan profesional berbasis fasilitas
belum tentu benar secara empiris, dan kemungkinan bergantung
pada sejumlah besar faktor kontekstual yang mempengaruhi
pencarian kesehatan. perilaku dalam rumah tangga dan
masyarakat.
Kesimpulan Meskipun kami menemukan hubungan yang umumnya positif
antara afiliasi CBI dan pencarian pengobatan, kami tidak dapat
menolak nol bahwa pengenalan asuransi kesehatan tidak
memiliki efek pada pencarian pengobatan secara umum, dan
pemanfaatan perawatan profesional berbasis fasilitas,
khususnya. Rendahnya tingkat kepuasan penyedia perawatan
kesehatan, kualitas perawatan yang dirasakan buruk oleh
pendaftar, dan ambiguitas dalam tingkat cakupan paket manfaat
CBI tampaknya telah berkontribusi terhadap hasil yang lemah
ini. Temuan kami menyiratkan bahwa gagasan dasar asuransi
secara mekanis meningkatkan perawatan profesional berbasis
fasilitas belum tentu benar secara empiris, dan kemungkinan
bergantung pada sejumlah besar faktor kontekstual yang
mempengaruhi perilaku pencarian kesehatan dalam rumah
tangga dan masyarakat.

Tugas review jurnal 19


Judul Estimating Willingness-to-Pay for health
insurance among rural poor in India by
reference to Engel’s law
Jurnal Social Science & Medicine
Volume & Halaman 75 (2013) 67-73
Tahun 2013
Penulis Binnendijk, David M. Dror, Eric Gerelle, Ruth Koren
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal 23 Juni 2018
Tujuan Penelitian Penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi jangkar yang
koheren untuk estimasi lokal WTP tanpa harus bergantung pada
survei rumah tangga di setiap implementasi CBHI. Dengan
menggunakan data yang dikumpulkan pada tahun 2008e2010 di
antara rumah tangga miskin pedesaan di enam lokasi di India
(total 7874 rumah tangga), kami menemukan bahwa di semua
lokasi, IPA dinyatakan sebagai persentase pendapatan menurun
dengan pendapatan rumah tangga. Ini mengingatkan hukum
Engel tentang pengeluaran makanan. Kami memeriksa beberapa
kemungkinan jangkar: pendapatan keseluruhan, pendapatan
diskresioner dan pengeluaran makanan.
Subjek Penelitian Kami menggunakan data dari survei rumah tangga yang kami
lakukan di daerah pedesaan di enam lokasi India. Dua dilakukan
pada tahun 2008 di distrik Warangal dan Karimnagar di Andhra
Pradesh; tiga tahun 2009 di distrik Kalahandi, Khorda dan
Malkangiri di Odisha; dan yang terakhir pada tahun 2010 di
distrik Gaya di Bihar. Survei ini membentuk bagian dari studi
dasar sebelum meluncurkan proyek pembangunan di antara
anggota Organisasi Non-Pemerintah lokal (LSM), dan lokasi
dipilih sesuai kesepakatan dengan LSM lokal pelaksana: CDF di
Andhra Pradesh; Yayasan Madhyam di Odisha (terdiri dari 11
LSM akar rumput: Parivartan, PUSPAC, SOMKS, SDS, ODC
(Malkangiri), Yayasan Mahashakti, DAPTA, Lok Yojana,
Sanginee (Kalahandi), MVPS, DSS (Khorda)) dan BASIX di
Bihar.
Metode Penelitian Survei
Hasil Penelitian Dengan menggunakan data yang dikumpulkan pada tahun 2008-
2010 di antara rumah tangga miskin pedesaan di enam lokasi di
India (total 7874 rumah tangga), kami menemukan bahwa di
semua lokasi, IPA dinyatakan sebagai persentase pendapatan
menurun dengan pendapatan rumah tangga. Ini mengingatkan
hukum Engel tentang pengeluaran makanan. Kami memeriksa
beberapa kemungkinan jangkar: pendapatan keseluruhan,
pendapatan diskresioner dan pengeluaran makanan. Kami
membandingkan WTP yang dinyatakan sebagai persentase
jangkar ini, dengan menghitung Koefisien Variasi (untuk variasi
antar-komunitas) dan indeks Konsentrasi (untuk variasi intra-
komunitas). Koefisien variasi adalah 0,36, 0,43 dan 0,50 untuk
WTP sebagai persen dari pengeluaran makanan, pendapatan
keseluruhan dan pendapatan diskresioner, masing-masing. Di
semua lokasi indeks konsentrasi untuk WTP sebagai persentase
pengeluaran makanan adalah yang terendah. Dengan demikian,
pengeluaran makanan memiliki hubungan yang paling konsisten
dengan WTP dalam setiap lokasi dan di enam lokasi. Temuan-
temuan ini menunjukkan bahwa seperti makanan, asuransi
kesehatan dianggap sebagai kebutuhan yang baik bahkan oleh
orang yang berpenghasilan sangat rendah dan tidak memiliki
pengalaman sebelumnya dengan asuransi kesehatan. Kami
menyimpulkan bahwa tingkat IPA dapat diperkirakan
berdasarkan pengeluaran makanan masing-masing komunitas,
dan bahwa informasi ini dapat diperoleh di mana saja tanpa
harus melakukan survei rumah tangga.
Kesimpulan Pemahaman pertama dan paling mencolok yang diperoleh
melalui studi ini di enam lokasi di India adalah bahwa WTP
untuk asuransi kesehatan dapat diperkirakan sebagai persentase
pengeluaran makanan rata-rata di masyarakat sasaran. Hal ini
terkait dengan temuan penting kedua bahwa hubungan antara
pendapatan dan pengeluaran makanan mirip dengan hubungan
antara pendapatan dan WTP untuk asuransi kesehatan,
menunjukkan bahwa bahkan orang miskin di pedesaan, dengan
sedikit uang, pendidikan atau pengalaman dengan asuransi
(kesehatan) menganggap kesehatan asuransi sebagai barang
kebutuhan (mirip dengan makanan). Pengeluaran rata-rata pada
makanan dapat berfungsi sebagai rangkaian data yang lebih baik
untuk estimasi WTP untuk asuransi kesehatan daripada
pendapatan keseluruhan atau pendapatan diskresioner. Ketiga,
perhitungan rinci menunjukkan bahwa tingkat WTP untuk
asuransi kesehatan berbasis masyarakat (CBHI) adalah sekitar
4,5% dari pengeluaran makanan di enam lokasi yang kami
pelajari di India. Penelitian lebih lanjut dapat memverifikasi
apakah persentase yang sama berlaku di mana saja; tetapi kami
mengharapkan hubungan dengan pengeluaran makanan untuk
menawarkan yang terbaik di tempat lain juga. Akhirnya, analisis
yang dijelaskan dalam artikel ini sangat menyarankan bahwa
adalah mungkin untuk memperkirakan WTP untuk asuransi
kesehatan tanpa harus melakukan survei rumah tangga untuk
mendapatkan data penting terlebih dahulu; satu-satunya sumber
data yang dibutuhkan adalah informasi tentang pengeluaran
makanan rata-rata di masyarakat. Kami menyampaikan bahwa
ini dapat diperoleh melalui metode penelitian yang lebih murah
dan lebih cepat, seperti diskusi kelompok fokus dengan
masyarakat sasaran atau, jika cukup akurat, sumber data yang
ada. Ini berarti bahwa akan lebih mudah, lebih cepat, dan lebih
murah untuk menerapkan CBHI di antara penduduk miskin
pedesaan (di India) daripada sebelumnya, karena salah satu
kebutuhan penting yang diperlukan untuk melakukan baseline
dihindarkan oleh metode baru yang disajikan dalam artikel ini.

Tugas review jurnal 20

Judul Provider payment methods and health worker


motivation in community-based health insurance: A
mixed-methods study
Jurnal Social Science & Medicine
Volume & Halaman 108 (2014) 223-263
Tahun 2014
Penulis Paul Jacob Robyn, Till Bärnighausen, Aurélia Souares,
Adama Traoré, Brice Bicaba, Ali Sié, Rainer Sauerborn
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal 23 Juni 2018
Tujuan Penelitian Untuk menyelidiki bagaimana petugas kesehatan yang bekerja
di fasilitas yang dikontrak oleh CBHI melihat metode
pembayaran penyedia yang digunakan oleh CBHI
Subjek Penelitian Untuk menganalisis hubungan ini, kami melakukan 23
wawancara mendalam dan survei kuantitatif dengan 98 pekerja
kesehatan yang bekerja di zona intervensi CBHI. Wawancara
kualitatif mendalam mengidentifikasi bahwa tingkat
pembayaran kapitasi yang tidak memadai, jadwal pembayaran
kapitasi yang tidak memadai, dan kurangnya mekanisme
pembayaran untuk penggantian biaya layanan dianggap sebagai
sumber yang signifikan dari ketidakpuasan pekerja kesehatan
dan hilangnya motivasi yang terkait dengan pekerjaan.
Metode Penelitian kualitatif dan kuantitatif
Hasil Penelitian penurunan kualitas perawatan karena metode pembayaran
penyedia CBHI merupakan sumber stres dan ketegangan peran
profesional yang signifikan bagi pekerja kesehatan. Petugas
kesehatan merasa bahwa lima perubahan berikut karena metode
pembayaran penyedia yang diperkenalkan oleh CBHI
menghambat kemampuan mereka untuk memenuhi peran dan
tanggung jawab profesional: (i) peningkatan volatilitas finansial
fasilitas kesehatan, (ii) ketidakpuasan dengan biaya yang
memenuhi syarat untuk ditutupi oleh kapitasi ; (iii) peningkatan
stok obat; (iv) dukungan finansial dan materiil terbatas dari
CBHI; dan (v) kurangnya mekanisme untuk meningkatkan
motivasi penyedia untuk mendukung CBHI. Untuk mengatasi
tantangan ini dan meningkatkan penyerapan CBHI dan hasil
kesehatan pada populasi yang ditargetkan, model pembiayaan
dan pemberian layanan kesehatan di zona penelitian harus
direformasi.
Kesimpulan Dalam studi ini, kami mengkonfirmasi bahwa dalam konteks
jaminan kesehatan berbasis masyarakat, metode dan tingkat
pembayaran penyedia secara langsung mempengaruhi kepuasan
dan motivasi pekerja kesehatan. Dalam kasus Nouna tertentu,
metode pembayaran penyedia CBHI merupakan sumber
ketegangan yang substansial antara tuntutan yang saling
bersaing yang ditempatkan pada pekerja kesehatan, yang
menyebabkan ketegangan peran. Penting untuk memeriksa
apakah fenomena ini juga dapat diidentifikasi dalam pengaturan
lain. Para pekerja kesehatan mengalami peningkatan ketegangan
peran ketika pembela layanan kesehatan, melalui perubahan
dalam sistem pembayaran penyedia, memberi insentif pada
perilaku tertentu yang dilihat oleh petugas kesehatan sebagai
bersaing dengan tuntutan yang lebih sah oleh pasien mereka,
rekan mereka dan fasilitas kesehatan, dan masyarakat pada
umumnya. Berdasarkan bukti empiris dalam pengaturan lain,
pengalaman subyektif dari regu peran petugas kesehatan
mempengaruhi hasil obyektif dalam sistem kesehatan, seperti
kinerja pekerja kesehatan dan retensi pekerjaan. Pembuat
kebijakan kesehatan dengan demikian harus bekerja untuk
mengurangi ketegangan peran, misalnya melalui komunikasi
dan koordinasi inisiatif kebijakan oleh beragam aktor dalam
sistem

Tugas review jurnal 21


Judul Provider payment methods and health worker
motivation in community-based health insurance: A
mixed-methods study
Jurnal Social Science & Medicine
Volume & Halaman 108 (2014) 223-263
Tahun 2014
Penulis Paul Jacob Robyn, Till Bärnighausen, Aurélia Souares,
Adama Traoré, Brice Bicaba, Ali Sié, Rainer Sauerborn
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal 23 Juni 2018
Tujuan Penelitian Untuk menyelidiki bagaimana petugas kesehatan yang bekerja
di fasilitas yang dikontrak oleh CBHI melihat metode
pembayaran penyedia yang digunakan oleh CBHI
Subjek Penelitian Untuk menganalisis hubungan ini, kami melakukan 23
wawancara mendalam dan survei kuantitatif dengan 98 pekerja
kesehatan yang bekerja di zona intervensi CBHI. Wawancara
kualitatif mendalam mengidentifikasi bahwa tingkat
pembayaran kapitasi yang tidak memadai, jadwal pembayaran
kapitasi yang tidak memadai, dan kurangnya mekanisme
pembayaran untuk penggantian biaya layanan dianggap sebagai
sumber yang signifikan dari ketidakpuasan pekerja kesehatan
dan hilangnya motivasi yang terkait dengan pekerjaan.
Metode Penelitian kualitatif dan kuantitatif
Hasil Penelitian penurunan kualitas perawatan karena metode pembayaran
penyedia CBHI merupakan sumber stres dan ketegangan peran
profesional yang signifikan bagi pekerja kesehatan. Petugas
kesehatan merasa bahwa lima perubahan berikut karena metode
pembayaran penyedia yang diperkenalkan oleh CBHI
menghambat kemampuan mereka untuk memenuhi peran dan
tanggung jawab profesional: (i) peningkatan volatilitas finansial
fasilitas kesehatan, (ii) ketidakpuasan dengan biaya yang
memenuhi syarat untuk ditutupi oleh kapitasi ; (iii) peningkatan
stok obat; (iv) dukungan finansial dan materiil terbatas dari
CBHI; dan (v) kurangnya mekanisme untuk meningkatkan
motivasi penyedia untuk mendukung CBHI. Untuk mengatasi
tantangan ini dan meningkatkan penyerapan CBHI dan hasil
kesehatan pada populasi yang ditargetkan, model pembiayaan
dan pemberian layanan kesehatan di zona penelitian harus
direformasi.
Kesimpulan Dalam studi ini, kami mengkonfirmasi bahwa dalam konteks
jaminan kesehatan berbasis masyarakat, metode dan tingkat
pembayaran penyedia secara langsung mempengaruhi kepuasan
dan motivasi pekerja kesehatan. Dalam kasus Nouna tertentu,
metode pembayaran penyedia CBHI merupakan sumber
ketegangan yang substansial antara tuntutan yang saling
bersaing yang ditempatkan pada pekerja kesehatan, yang
menyebabkan ketegangan peran. Penting untuk memeriksa
apakah fenomena ini juga dapat diidentifikasi dalam pengaturan
lain. Para pekerja kesehatan mengalami peningkatan ketegangan
peran ketika pembela layanan kesehatan, melalui perubahan
dalam sistem pembayaran penyedia, memberi insentif pada
perilaku tertentu yang dilihat oleh petugas kesehatan sebagai
bersaing dengan tuntutan yang lebih sah oleh pasien mereka,
rekan mereka dan fasilitas kesehatan, dan masyarakat pada
umumnya. Berdasarkan bukti empiris dalam pengaturan lain,
pengalaman subyektif dari regu peran petugas kesehatan
mempengaruhi hasil obyektif dalam sistem kesehatan, seperti
kinerja pekerja kesehatan dan retensi pekerjaan. Pembuat
kebijakan kesehatan dengan demikian harus bekerja untuk
mengurangi ketegangan peran, misalnya melalui komunikasi
dan koordinasi inisiatif kebijakan oleh beragam aktor dalam
sistem

Tugas review jurnal 22


Judul Pengeluaran Kesehatan Bencana dan Pemiskinan Rumah Tangga
Pedesaan di China: Peran Apa yang diberikan Skema Asuransi
Kesehatan Koperasi Baru?
Jurnal Social Science & Medicine
Volume & Halaman Vol 9, Page 1-9
Tahun 2014
Penulis Ye Li., Qunhong Wu, Chaojie Liu, Zheng Kang., Xin Xie., Hui
Yin., Mingli Jiao, Guoxiang Liu, Yanhua Hao, Ning Ning
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal 23 Juni 2018
Tujuan Penelitian Untuk menentukan apakah Skema Asuransi Koperasi Baru
(NCMS) berkaitan dengan penurunan tingkat pengeluaran
kesehatan katastropik dan pengurangan pemiskinan untuk biaya
pengobatan di rumah tangga pedesaan Cina.
Subjek Penelitian -
Metode Penelitian Analisis sampel perwakilan nasional 38.945 rumah tangga
pedesaan (129.635 orang) dari Survei Layanan Kesehatan
Nasional 2008 telah dilakukan. Model regresi logistik
menggunakan indikator biner, pengeluaran kesehatan
katastropik sebagai variabel dependen. Konsumsi rumah tangga,
karakteristik demografi, skema asuransi kesehatan, dan penyakit
kronis sebagai variabel independen.
Hasil Penelitian Persentase yang lebih tinggi dari rumah tangga yang mengalami
pengeluaran kesehatan katastropik dan pemiskinan medis
berkorelasi dengan peningkatan kebutuhan perawatan kesehatan.
Sementara rumah tangga dengan status sosial ekonomi yang
lebih tinggi memiliki tingkat pengeluaran kesehatan katastropik
yang sama dibandingkan dengan masyarakat miskin. Rumah
tangga yang tercakup oleh NCMS memiliki tingkat pengeluaran
kesehatan katastrofik dan pemiskinan medis yang sama seperti
mereka yang tidak memiliki asuransi kesehatan.
Kesimpulan Meskipun cakupan lebih dari 95%, NCMS telah gagal dalam
mencegah pengeluaran kesehatan bencana dan pemiskinan
medis. Diperlukan peningkatan paket manfaat, dan perlu
mempertimbangkan mekanisme kontrol biaya yang efektif di
sisi penyedia.

Tugas review jurnal 23


Judul Analisis efektivitas biaya umum dari intervensi dalam
mengurangi penyakit kardiovaskular di Buenos Aires, Argentina
Jurnal Cost Effectiveness and Resource Allocation
Volume & Halaman Vol.7, Page 1-10
Tahun 2009
Penulis Adolfo Rubinstein, Sebastián García Martí, Alberto Souto,
Daniel Ferrante and Federico Augustovski
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal 23 Juni 2018
Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan menggunakan analisis GCE untuk
mengidentifikasi intervensi yang paling efisien untuk
menurunkan CVD.
Subjek Penelitian -
Metode Penelitian Enam intervensi individu (pengobatan hipertensi,
hiperkolesterolemia, berhenti merokok dan strategi klinis
gabungan untuk mengurangi 10 tahun Risiko CVD) dan dua
intervensi berbasis populasi (kerja sama antara pemerintah,
asosiasi konsumen dan ruang roti untuk mengurangi garam
dalam roti, strategi pendidikan massa untuk mengurangi
hipertensi, hiperkolesterolemia dan obesitas) dipilih untuk
analisis. Perkiraan keefektifan dimasukkan ke dalam model usia
dan jenis kelamin tertentu untuk memprediksi dampaknya dalam
hal DALY yang ditimbang usia dan diskonto yang disimpan
(usia hidup yang disesuaikan dengan kecacatan). Untuk
menerjemahkan kejadian CVD yang disesuaikan dengan usia
dan jenis kelamin ke dalam perubahan kesehatan, kami
menggunakan perangkat lunak model risiko yang dikembangkan
oleh WHO (PopMod). Biaya jasa diukur dalam peso Argentina,
dan diskon pada tingkat tahunan sebesar 3%. Dampak anggaran
yang berbeda dieksplorasi.

Hasil Penelitian Rasio efektivitas biaya rata-rata dalam peso argentina (ARS $)
per DALY untuk intervensi yang berbeda adalah: (i) lebih
sedikit garam dalam roti $ 151; (ii) kampanye media massa $
547; (iii) terapi kombinasi obat yang diberikan kepada subyek
dengan 20%, 10% dan 5% risiko CVD global, $ 3.599, $ 4.113
dan $ 4.533, masing-masing; (Iv) tekanan darah tinggi (HBP)
menurunkan terapi $ 7,716; (v) penghentian tembakau dengan
bupropion $ 33.563; dan (iv) terapi penurun kolesterol tinggi
dengan statin $ 70,994.

Kesimpulan Terhadap ambang pendapatan rata-rata per kapita di Argentina,


dua intervensi berbasis populasi yang dipilih (menurunkan
asupan garam dan pendidikan kesehatan melalui kampanye
media massa) plus strategi polypill yang dimodifikasi yang
menargetkan orang dengan risiko 20% atau lebih besar adalah
biaya efektif. Penggunaan metodologi ini di negara-negara
berkembang dapat membuat keputusan alokasi sumber daya
kurang intuitif dan lebih didorong oleh bukti.

Tugas review jurnal 24


Judul Desain komparatif dari efektivitas evaluasi program pengobatan
berhenti merokok berbasis masyarakat yang disesuaikan secara
budaya dan standar untuk perokok LGBT
Jurnal Matthews et al. BMC Psychology
Volume & Halaman 2:12
Tahun 2014
Penulis Alicia K Matthews, Elizabeth A McConnell, Chien-Ching Li,
Maria C Vargas and Andrea King
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal -
Tujuan Penelitian Penelitian ini menjelaskan protokol untuk uji coba efektivitas
komparatif program berhenti merokok berbasis bukti,
Keberanian untuk Berhenti, terhadap versi budaya yang
disesuaikan untuk perokok LGBT, dan meneliti peran variabel
psikososial budaya tertentu pada hasil penghentian.
Subjek Penelitian -
Metode Penelitian Untuk menguji efektivitas dari intervensi penghentian merokok
yang ditargetkan secara budaya dan standar, penelitian ini
menggunakan desain 2 arm block acak, dan uji kontrol (RCT).
Peserta LGBT dewasa (n = 400) diacak pada salah satu dari dua
program yang masing-masing terdiri dari enam sesi program
kelompok yang disampaikan di pusat komunitas dan delapan
minggu dari nikotin transdermal. Empat sesi konseling
individual via telepon pada minggu ke-2, 5, 7, dan 9, pada saat
risiko terbesar untuk kambuh. Pengukuran hasil studi
dikumpulkan pada awal, 1, 3, 6, dan 12 bulan setelah tanggal
berhenti.
Hasil Penelitian Hasil primer adalah udara karbon monoksida yang sudah habis
yang diverifikasi 7 hari prevalensi-titik berhenti pada setiap
periode pengukuran. Hasil sekunder menilai perubahan dalam
mengidam, gejala penarikan, berhenti merokok self-efficacy, dan
kepatuhan pengobatan. Selain itu, staf studi meneliti peran
variabel psikososial budaya tertentu pada hasil penghentian
menggunakan analisis jalur.
Kesimpulan Menentukan keberhasilan pendekatan yang spesifik secara
budaya dan standar untuk berhenti merokok adalah masalah
kritis yang dihadapi di lapangan saat ini. Studi ini memberikan
model untuk pengembangan dan implementasi intervensi
berhenti merokok yang disesuaikan secara budaya untuk para
peserta LGBT dan membahas kesenjangan di lapangan dengan
memeriksa peran variabel-variabel budaya psikososial yang
terkait dengan hasil-hasil penghentian.

Tugas review jurnal 25

Judul Efektivitas Penerapan Jaminan Kesehatan Nasional Melalui


BPJS Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Di Kota
Padang
Jurnal TINGKAP
Volume & Halaman Vol. X No. 2
Tahun Th. 2014
Penulis Nora Eka Putri
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal -
Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan
program JKN melalui BPJS dalam pelayanan kesehatan
masyarakat miskin di Kota Padang.
Subjek Penelitian -
Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan campuran
dengan menggunakan metode eksplanatif sekuensial melalui
penyebaran kuisioner kepada responden dan dilanjutkan dengan
wawancara kepada petugas BPJS Kota Padang.
Hasil Penelitian Dari penelitian ini diketahui bahwa variabel efektivitas
penerapan JKN melalui BPJS mempunyai hubungan sangat kuat
dengan pelayanan kesehatan masyarakat miskin di Kota Padang.
Dari hasil wawancara diketahui bahwa efektivitas penerapan
JKN melalui BPJS bagi pelayanan kesehatan masyarakat miskin
di Kota Padang belum efektif.
Kesimpulan Efektivitas tersebut tidak saja dilihat dari target kuantitatif
namun juga aspek kualitas pelayanan pelayanan kesehatan yang
dilihat dari aspek responsivitas, kesopanan kredibilitas, dan
akses.
Tugas review jurnal 26
Judul Efektivitas Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Terhadap
Pengetahuan Dan Sikap Rumah Tangga Usaha Pertanian Non
PBI Di Kabupaten Jember Tahun 2015
Jurnal IKESMA
Volume & Halaman Volume 11
Tahun 2015
Penulis Abu Khoiri
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal -
Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas sosialisasi
program JKN terhadap pengetahuan dan sikap keluarga petani.
Subjek Penelitian -
Metode Penelitian Jenis penelitian adalah deskriptif observasional dimana peneliti
melakukan wawancara dan pengisian kuesioner serta melakukan
pengukuran pada beberapa variabel yang sedang diteliti tanpa
memberikan intervensi terhadap obyek penelitian. Penelitian
dilakukan di 3 (tiga) kecamatan yang memiliki jumlah rumah
tangga usaha pertanian tertinggi di Kabupaten Jember, pada
bulan Agustus 2015. Variabel dalam penelitian adalah
pengetahuan responden, sikap, dan sumber informasi.
Hasil Penelitian Dari penelitian ini diketahui bahwa variabel efektivitas
penerapan JKN melalui BPJS mempunyai hubungan sangat kuat
dengan pelayanan kesehatan masyarakat miskin di Kota Padang.
Dari hasil wawancara diketahui bahwa efektivitas penerapan
JKN melalui BPJS bagi pelayanan kesehatan masyarakat miskin
di Kota Padang belum efektif.
Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 40 responden
(45,4%) memiliki pengetahuan tentang adanya program jaminan
kesehatan. Dari 40 responden, hanya 20% yang mengetahui
bagaimana mekanisme pendaftaran, 22,5 % mengetahui
mekanisme pembayaran, dan 20% mengetahui cara
memanfaatkan layanan kesehatan dalam program jaminan
kesehatan. Sumber informasi yang paling banyak (52,5%)
adalah orang yang ada di sekitarnya (dari mulut ke mulut). Sikap
mayoritas responden menolak menjadi peserta program jaminan
kesehatan (68,9%).

Tugas review jurnal 27


Judul Efektivitas Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Terhadap
Pengetahuan Dan Sikap Rumah Tangga Usaha Pertanian Non
PBI Di Kabupaten Jember Tahun 2015
Jurnal IKESMA
Volume & Halaman Volume 11
Tahun 2015
Penulis Abu Khoiri
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal -
Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas sosialisasi
program JKN terhadap pengetahuan dan sikap keluarga petani.
Subjek Penelitian -
Metode Penelitian Jenis penelitian adalah deskriptif observasional dimana peneliti
melakukan wawancara dan pengisian kuesioner serta melakukan
pengukuran pada beberapa variabel yang sedang diteliti tanpa
memberikan intervensi terhadap obyek penelitian. Penelitian
dilakukan di 3 (tiga) kecamatan yang memiliki jumlah rumah
tangga usaha pertanian tertinggi di Kabupaten Jember, pada
bulan Agustus 2015. Variabel dalam penelitian adalah
pengetahuan responden, sikap, dan sumber informasi.
Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 40 responden
(45,4%) memiliki pengetahuan tentang adanya program jaminan
kesehatan. Dari 40 responden, hanya 20% yang mengetahui
bagaimana mekanisme pendaftaran, 22,5 % mengetahui
mekanisme pembayaran, dan 20% mengetahui cara
memanfaatkan layanan kesehatan dalam program jaminan
kesehatan. Sumber informasi yang paling banyak (52,5%)
adalah orang yang ada di sekitarnya (dari mulut ke mulut). Sikap
mayoritas responden menolak menjadi peserta program jaminan
kesehatan (68,9%).
Kesimpulan Kesimpulan bahwa sosialisasi program jaimnan kesehatan
sebagai bagian dari komunikasi kebijakan berjalan kurang
efektif, terutama pada aspek transmisi, kejelasan, dan
konsistensi.

Tugas review jurnal 28


Judul Social/economic costs and quality of life in patients with
haemophilia in Europe
Jurnal Eur J Health Econ
DOI 10.1007/s10198-016-0782-/ original paper/2016
Volume &halaman Tidak Ada
Tahun 2016
Penulis M. Cavazza et al
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan beban
ekonomi dari perspektif masyarakat dan kualitas hidup terkait
kesehatan (HRQOL) pasien hemofilia di Eropa.
Subjek penelitian Pasien dengan hemofilia dari Bulgaria, Prancis, Jerman,
Hongaria, Italia, Spanyol, Swedia, dan Inggris. Data dalam
penelitian tentang demografi karakteristik, pemanfaatan sumber
daya kesehatan, perawatan informal, hilangnya produktivitas
tenaga kerja dan HRQOL
Metode penelitian Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional
Hasil penelitian Adapun hasil dari penelitian ini yaitu
1. Dari 401 kuesioner yang dimasukkan dalam penelitian,
dimana 339 dikumpulkan dari pasien dengan hemofilia
dan 62 dari pengasuh.
2. Dilaporkan biaya tahunan per orang yang terendah di
Bulgaria (€ 6,660) dan tertinggi di Jerman (€ 194.490).
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan besar dari
setiap negara dalam rata-rata biaya tahunan per pasien
pada tahun 2012 dan peran biaya dalam pengobatan.
Dianalisis disebagian besar Negara (Hungaria, Italia,
Spanyol dan Jerman) hampir 90% biaya perawatan
kesehatan untuk biaya obat-obatan.

kesimpulan Dalam penelitian ini telah menunjukkan bahwa hemofilia


terkait dengan beban ekonomi yang besar dan terganggunya
HRQOL.(kualitas hidup). Studi tentang biaya penyakit dan
HRQOL sangat penting untuk penderita / pasien hemofilia
karena masa depan penyakit ini cenderung berubah dengan
perkembangan inovatif baru dalam perawatan.

Tugas review jurnal 29


Judul Social/economic costs and health-related quality of life in
patients with Duchenne muscular dystrophy in Europe
Jurnal Eur J Health Econ
DOI 10.1007/s10198-016-0782-/ original paper/2016
Volume &halaman Tidak Ada
Tahun 2016
Penulis M. Cavazza et al./ Europe
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
Sosial / biaya ekonomi dan kesehatan terhadap mutu dari hidup
di pasien dengan kekurangan gizi di Eropa

Subjek penelitian Pasien dengan kekurangan Gizi dari Eropa. Data dalam
penelitian tentang ,kualitas hidup,biaya masyarakat,beban
sosial,penyakit langkah dan kekurangan gizi.
Metode penelitian Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional
Hasil penelitian Sebanyak 422 angket termasuk dalam pembahasan; 268 yang
dikumpulkan dari pasien dengan DMD dan 154 dari caregivers.
Tahunan rata-rata merugikan per orang pada 2012 terbentang
dari €7657 di Hongaria ke €58,704 di Perancis. Langsung
bukan biaya healthcare adalah komponen utama dari biaya utuh
dan kekhawatiran informal adalah pengarah utama dari bukan
healthcare berharga.
Biaya diperlihatkan untuk membedakan di antara anak-anak
dan dewasa. Dengan hormat ke HRQOL dari pasien dewasa,
EQ - 5D VAS membuat skore dan EQ - 5D nilai daftar isi buku
adalah 50.5 dan 0.24, berturut-turut.

kesimpulan Dalam penelitian ini telah menunjukkan bahwa tiap


tahunan rata-rata merugikan per pasien dengan DMD di
delapan Negeri Eropa, mengadopsi satu perspektif
kemasyarakatan, dan untuk pengetahuan ini adalah kita yang
pertama belajar dengan perspektif lebih luas.

Tugas review jurnal 30


Judul The burden of type 2 diabetes in Serbia and the cost-
effectiveness of its management
Jurnal Eur J Health Econ 8:97–103
DOI 10.1007/s10198-006-0012-7/original paper/2007
Volume &halaman Tidak Ada
Tahun 2007
Penulis V. Bjegovic Et Al./ Serbia
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang
manifestasi klinis,dampak dari DM pasien penderita Diabetes
Melitus di Serbia.
Subjek penelitian Pasien dengan penderita Diabetes Melitus dari Serbia. Data
dalam penelitian tentang Petunjuk klinis , Beban dari penyakit,
efektivitas yang merugikan.
Metode penelitian Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional
Hasil penelitian Kelaziman dari kencing manis di Serbia mungkin sedikit
banyak lebih tinggi dibandingkan ditaksir oleh et al Raja. untuk
Yugoslavia. Dia menaksir untuk 2000 di Yugoslavia kesana-sini
320,000 kasus; oleh tahun 2025, 391,000 adalah diharapkan.
Kita menghitung 360,433 kasus untuk tahun 2000.
Kalau perawatan medis dipertimbangkan di bawah kondisi
ideal di aplikasi penuh Serbia dari perancangan 1 seperti
dinyatakan di NSGDM—8,031 DALYs dapat ditabung dengan
satu pengurangan biaya potensial pada waktu yang sama 1.2
milyar dinar (HIF hargai).

kesimpulan Dalam penelitian ini telah menunjukkan bahwa kondisi ideal di


aplikasi penuh Serbia dari perancangan 1 seperti dinyatakan di
NSGDM—8,031 DALYs dapat ditabung dengan satu
pengurangan biaya potensial pada waktu yang sama 1.2 milyar
dinar (HIF hargai).

Tugas review jurnal 31


Judul The determinants of health care expenditure: a reexamination
Jurnal Applied Economics Letters / 2014
Volume &halaman Tidak Ada
Tahun 2014
Penulis D. Cantarero and S. Lago-Pen˜as / Spanish region
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang
Determinan dari pembelanjaan kesehatan pelayanan: satu
pemeriksaan bandingan.
Metode penelitian Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional
Hasil penelitian Di artikel ini, determinan utama dari per kapita kesehatan
pelayanan pembelanjaan di daerah Bahasa Spanyol dianalisa.
Hal hidup bersama dari beberapa model berhubungan dengan
derajat dari desentralisasi pembelanjaan dan perbuatan sistem
pembiayaan Spanyol satu kasus bentuk tunggal.

Sesuai dengan daftar pustaka, model kita adalah berlandaskan


dua faktor utama: struktur kapita pendapatan per dan
demografis. Seperti kontrol variabel, dua indikator phisik dan
satu proksi untuk perubahan teknologi diliputi.

Akhirnya, elastisitas pendapatan dari pembelanjaan kesehatan


umum berpengaruh significant mengubah bergantung kepada
pemasukan dengan variabel lain, spesifikasi dan ekonometrik.

kesimpulan Dalam penelitian ini telah mencatat bahwa perkembangan GDP


regional akan diterjemahkan ke dalam pembelanjaan kesehatan
pelayanan lagi di daerah menikmati otonomi bea cukai lebih
tinggi. Untuk alasan itu, hanyalah di daerah dengan otonomi bea
cukai ketinggian, satu positif (walau tidak terlalu kuat) hubungan
di antara pendapatan regional dan pembelanjaan umum
ditemukan. Sementara satu perdagangan berjangka banyak pada
pemencaran regional mungkin diadakan hipotesa, kita harus
menunggu beberapa tahun agar memperluas contoh.

Tugas review jurnal 32


Judul The hidden economic burden of air pollution-related morbidity:
evidence from the Aphekom project
Jurnal Eur J Health Econ
DOI 10.1007/s10198-015-0748-z/original paper/2015
Volume &halaman Tidak Ada
Tahun 2015
Penulis O. Chanel et al./Europe
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang
Pengotoran udara, Akibat kesehatan, Penilaian ekonomi dan
Lalu lintas lokal pajanan terkait
Metode penelitian Penelitian ini menggunakan studi kasus case control
Hasil penelitian Di artikel ini, Kita membandingkan kesehatan saat ini
mempengaruhi dengan itu mungkin, hypothetically, jadilah
memperoleh kalau pajanan ke NRTP dengan sama rendah untuk
hidup itu dekat dengan sibukkan jalan seperti ini adalah untuk
hidup itu lebih jauh jauh, dan kalau konsentrasi arti tahunan
dari keduanya PM10 dan NO2—taken seperti pencatat dari
udara perkotaan umum pollution—were tidak ada lebih tinggi
dibandingkan 20 lg / m3. Mengembalikan satu penilaian dari €
0.55 juta (95 % 0–0.95 CI), HIA berlandaskan akibat akut
sendirian bertanggungjawab hanyalah tentang 6.2 % opname
tahunan membebankan menghitung dengan cara menyeluruh[€
8. 81 juta (95 % 3–14.4 CI)], dan untuk tentang 0.15 % beban
ekonomi yang keseluruhan dari pengotoran udara berhubungan
CDs[€ 370 juta (95 % 106–592 CI)].
kesimpulan Dalam penelitian ini telah menunjukkan bahwa Keadaan tidak
sehat mempengaruhi dampak dengan demikian sistem kesehatan
lebih secara langsung dan betul-betul dibandingkan tadi
meyakini. Penemuan ini mungkin memperjelas luas penuh dari
bermanfaat bagi dari apapun kesehatan umum atau CDs
lingkungan melibatkan kebijakan sehubungan dengan dan
diperburuk oleh satu faktor umum

Tugas review jurnal 33

Judul Analisis efektivitas biaya pengobatan demam tifoid anak


Menggunakan kloramfenikol dan seftriakson di Rumah Sakit
fatmawati jakarta tahun 2001 – 2002
Jurnal Makara, kesehatan
Volume &halaman Vol. 8, No. 2
Tahun 2004
Penulis Musnelina,L,Dkk
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk
membandingkan biaya pengobatan demam tifoid anak antara
antibiotika kloramfenikol dengan antibiotika seftriakson,
serta membandingkan efektivitas dari masing-masing obat
tersebut’
Subjek penelitian 1. Pasien demam tifoid anak yang dirawat inap di
Bagian Kesehatan Anak Rumah Sakit Fatmawati
Jakarta selama periode Januari 2001– Desember 2002.
2. Pasien demam tifoid anak yang diberikan antibiotika
kloramfenikol atau seftriakson.
3. Pasien demam tifoid anak yang dinyatakan sembuh
dari demam tifoid oleh dokter.
4. Pasien dengan Usia: 1 – 15 tahun
Metode penelitian Adapun metode dari peneltian ini yaitu cross - sectional
dengan melihat data sekunder yang diambil dari catatan
medis/rekam medis pasien demam tifoid anak yang menjalani
rawat inap di Bagian Kesehatan Anak Rumah Sakit
Fatmawati selama periode Januari 2001 – Desember 2002.
Hasil penelitian 1. Pada hasil pengujian - t dengan batas kepercayaan (CI)
95% menunjukkan adanya perbedaan secara bermakna
terhadap efektivitas biaya pengobatan antara pasien demam
tifoid yang menggunakan antibiotika kloramfenikol dengan
pasien demam tifoid yang menggunakan antibiotika
seftriakson.
2. Hasil analisis efektivitas biaya pengobatan demam tifoid
anak dengan pengobatan antibiotika kloramfenikol sebesar
Rp. 1.182.350,84,- per pasien dengan lamanya hari rawat
inap rata-rata sebanyak 6,598 hari. Hasil analisis
efektivitas biaya pengobatan demam tifoid dengan
antibiotika seftriakson sebesar Rp. 1.005.670,39,-
perpasien dengan lamanya hari rawat inap rata-rata
sebanyak 4,408 hari

kesimpulan Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu :


Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap
analisis efektivitas biaya antara pasien demam tifoid anak yang
menggunakan antibiotika kloramfenikol dengan pasien demam
tifoid anak yang menggunakan antibiotika seftriakson yang
dirawat inap di Bagian Kesehatan Anak Rumah Sakit
Fatmawati Jakarta pada periode waktu Januari 2001 –
Desember 2002 dapat disimpulkan bahwa rata-rata lamanya
hari rawat inap pada pasien demam tifoid anak yang
menggunakan kloramfenikol adalah 6,598 hari, sedangkan
rata-rata lamanya hari rawat inap pada pasien demam tifoid
anak yang menggunakan seftriakson adalah 4,408 hari. Secara
farmakoekonomi Seftriakson lebih efektif biaya dibandingkan
dengan kloramfenikol pada pengobatan demam tifoid anak.
Selain itu dapat terlihat jelas adanya perbedaan secara
bermakna terhadap efektivitas dan efisiensi pengobatan
demam tifoid anak antara kloramfenikol dan seftriakson..

Tugas review jurnal 34


Judul Kualitas penerima jamkesmas di RSUD Ibnu Sina Gresik
Jurnal Kebijakan dan manajemen publik
Volume &halaman Volume 1 no 1
Tahun 2013
Penulis Merry Martha Mahayu Prana
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Adapun Yang Menjadi Tujuan Penelitian Ini Adalah Untuk
mengetahui seberapa jauh pelayanan kesehatan yang
diberikan kepada penerima jamkesmas di Indonesia pada
umumnya dan di Rumah Sakit Umum Daerah Ibnu Sina
Gresik Pada khususnya .
Subjek penelitian Pasien Penerima Jamkesmas yang berkunjung ke RSUD Ibnu
Sina Gresik.
Metode penelitian Adapun metode dari peneltian ini adalah Kualitatif dengan
Variabel independen
 Pelayanan publik
 Pelayanan kesehatan
 Kualitas pelayanan
 Pelayanan jamkesmas
Hasil penelitian Pelayanan jamkesmas di RSUD Ibnu SIna Gresik secara
menyeluruh telah berjalan dengan baik,yabng dimaksud baik
adalah pelnaggan telah merasa cukup puas dengan pwelyanan
yang ada.
Proses pelayanan klesehatan yang berkualitas terdiri dari
beberapa dimensi yaitu tangible, reliability, responsiveness,
copmtence, courtesy, credibility, security, acces,
communication, understand
kesimpulan Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu :
Berdasarkan 10 indikator diatas,bahwa pelayanan jamkesmas
di RSUD Ibnu Sina Kab Gresik telah cukup baik dan
memenuhu stnadar kulaitas pelayanan,namun masih ada
beberapa kekurangan yang harus diperbaiki seperti pada
dimensi tangible atau fasilitas fisik seperti kamar kelas III
yang masih kurang memenhi kebutuhan pasien

Tugas review jurnal 35

Judul Efisiensi dan efektivitas layanan pada satuan Pelayanan satu


atap kota bekasi
Jurnal files without this message by purchasing novaPDF printer
(http://www.novapdf.com)
Volume &halaman files without this message by purchasing novaPDF printer
(http://www.novapdf.com)
Tahun
Penulis Kurniawati Mulyanti
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui seberapa jauh tingkat efektivitas dan efisiensi
kinerja Unit pelayanan Satu Atap dari Perspektif keuangan
dan kepuasan pelanggan.
Subjek penelitian SPSA Kota Bekasi
Metode penelitian Metode Penelitiannya adalah dengan Kuesioner BSCA
Hasil penelitian Efektivitas dan efisiensi kinerja Unit Pelayanan Satu Atap
dalam penelitian ini diukur dari dua perspektif yaitu
perspektif kepuasan pengguna. Efektifitas kepuasan pengguna
dilihat dari skor jawaban pengguna yang menilai beberapa
dimensi mutu layanan yakni meliputi tangibles,
reliability,responsiveness, assurance dan empathy
kesimpulan Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut:
1. Dari perspektif keuangan, kinerja pelayanan SPSA Kota
Bekasi telah dilakukan dengan efektif tercermin dari
pencapaian target penerimaan SPSA rata-rata sebesar
95,55%. Sedangkan dari perspektif pengguna tingkat
kesesuaian antara harapan pengguna dengan kinerja yang
dilakukan SPSA kota Bekasi rata-rata mencapai 91,91%.
2. Pelayanan yang dilakukan oleh SPSA Kota Bekasi telah
dilakukan secara efisien, tercermin.

Tugas review jurnal 36


Judul Cost-Effectiveness of Opportunistic Screening and Minimal
Contact Psychotherapy to Prevent Depression in Primary
Care Patients
Jurnal Plos One
Volume &halaman Volume 6 issue 8
Tahun 2011
Penulis Van den Berg M,et.al
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian To estimated the costs and benefits of opportunistic screening
in general practice and treatment with minimal contact
psychotherapy for individuals with sub-threshold depression
to prevent the incidence of depressive disorders in those
individuals
Subjek penelitian All persons in the target population are screened and those
with sub-threshold depression receive minimal contact
psychotherapy.
Metode penelitian Metode :Epidemiological modelling combines available
evidence from
different sources and enables predictions of future costs and
benefits
Variabel:
 Cost-Effectiveness
 Minimal Contact Psychotherapy
Hasil penelitian Probabilistic sensitivity analysis was employed to study the
effect of uncertainty in the model parameters. From the health
care perspective the incremental cost-effectiveness ratio was J
1,400 per DALY, and from the societal perspective the
intervention was cost-saving. Although the estimated
incremental costs and effects were surrounded with large
uncertainty, given a willingness to pay of J 20,000 per DALY,
the probability that the intervention is cost-effective was
around 80%.
Kesimpulan This modelling study showed that opportunistic screening in
primary care for sub-threshold depression in combination
with minimal contact psychotherapy may be cost-effective in
the prevention of major depression

Tugas review jurnal 37


Judul Cost-Effectiveness of Interventions to Promote Physical
Activity: A Modelling Study
Jurnal Plos medicine
Volume &halaman Volume 6 issue 7
Tahun 2009
Penulis Cobiac,LJ,et.al
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian To evaluate the cost-effectiveness of interventions to promote
physical activity.
Subjek penelitian Australian population.
Metode penelitian Metode : Intervention and Modelling Health Outcomes and
Cost
Variabel independen : Cost-Effectiveness
Hasil penelitian Based on current evidence of intervention effectiveness, the
intervention programs that encourage use of pedometers
(Dominant) and mass media-based community campaigns
(Dominant) are the most cost-effective strategies to
implement
and are very likely to be cost-saving. The internet-based
intervention program (AUS$3,000/DALY), the GP physical
activity prescription program (AUS$12,000/DALY), and the
program to encourage more active transport
(AUS$20,000/DALY), although less likely to be cost-saving,
have a high probability of being under a AUS$50,000 per
DALY threshold. GP referral to an exercise physiologist
(AUS$79,000/DALY) is the least cost-effective option if high
time and travel costs for patients in screening and consulting
an exercise physiologist are considered.

Kesimpulan Intervention to promote physical activity is recommended as


a public health measure. Despite substantial variability in the
quantity and quality of evidence on intervention
effectiveness, and uncertainty about the long-term
sustainability of behavioural changes, it is highly likely that
as a package, all six interventions could lead to substantial
improvement in population health at a cost saving to the
health sector.

Tugas review jurnal 38


Judul Healthcare Costs Associated With Cardiovascular Events In Patients
With Hyperlipidemia Or Prior Cardiovascular Events: Estimates From
Swedish Population-Based Register Data
Jurnal Europe Journal Health Economic
Volume & Halaman
Tahun 2015
Penulis S. Hallberg, S. R. Gandra, K. M. Fox, J. Mesterton, J. Banefelt, G.
Johansson, , L.-A. Levin, , P. Sobocki.
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal 5 Juni 2018
Tujuan Penelitian Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memperkirakan biaya
perawatan kesehatan kejadian penyakit kardiovaskular (CV) kejadian
(infark miokard, tidak stabil angina, revaskularisasi, stroke iskemik,
TIA, gagal jantung) pada pasien dengan hiperlipidemia atau yang
menderita penyakit CV sebelumnya.
Subjek Penelitian Sebanyak 96.256 pasien diidentifikasi untuk dimasukkan dalam
penelitian ini. Dari jumlah tersebut, 14.008 (14,6%) mengalami
kejadian CV selama waktu pemaparan. Hasil dinilai untuk 12.604
(90,0%) pasien yang ditemukan berdasarkan karakteristik pada kriteria
inklusi (yaitu, pasien dengan kejadian baru selama waktu pemaparan)
dan kontrol yang sesuai (yaitu, pasien tanpa kejadian baru selama
waktu pemaparan) diikuti untuk perhitungan HRU dan biaya secara
paralel dari tanggal indeks. Di antara pasien dengan kejadian CV baru,
6881 dari pasien termasuk memiliki riwayat CVD utama, 3226 pasien
termasuk dalam kelompok dan kohort risiko PJK setara sisa 2497
pasien dengan risiko rendah / tidak diketahui. Sama banyak pasien
tanpa kejadian CV baru dimasukkan sebagai kontrol, hal ini membuat
kelompok total ukuran dua kali lebih besar (13.796 pasien dalam
sejarah utama CVD, 6448 pasien dalam kelompok dan kohort risiko
PJK setara 4994 pasien dalam kohort risiko rendah / tidak diketahui).
Metode Penelitian Penelitian kohort berbasis populasi retrospektif dilakukan
menggunakan registrasi nasional Swedia dan rekam medis elektronik.
Pasien dengan hiperlipidemia atau dengan penyakit CV sebelumnya
telah dibagi menjadi tiga kohor berdasarkan Tingkat risiko CV: riwayat
penyakit kardiovaskular utama (CVD), penyakit jantung koroner (PJK)
setara risiko, dan risiko rendah / tidak diketahui.
Hasil Penelitian kejadian CV menghasilkan peningkatan biaya 3 tahun masa tindak
lanjut, dengan sebagian besar biaya terjadi di tahun pertama setelah
terdiagnosis. Peningkatan rata-rata biaya pasien dengan riwayat CVD
utama (n = 6881) adalah € 8588 selama 1 tahun setelah kejadian. Ini
mirip dengan pasien dengan risiko PJK (n = 3226; € 6663) dan pasien
dengan risiko rendah / tidak diketahui (n = 2497; € 8346). Stroke
iskemik menghasilkan yang tertinggi Biaya 1 tahun untuk pasien
dengan riwayat CVD utama dan Pasien dengan risiko CHD (€ 10.194
dan € 9823, masing-masing); serangan iskemik transien di terendah (€
3917 dan € 4140). Biaya tambahan tetap tinggi di semua kohor selama
tiga tahun tindak lanjut, dengan biaya menjadi yang tertinggi dalam
kelompok riwayat CVD utama.
Kesimpulan Biaya perawatan kesehatan dari kejadian-kejadian CV sangat penting
dan bervariasi menurut tiper penyakit. Biaya tambahan tetap tinggi
selama beberapa tahun setelah timbulnya penyakit.
Tugas review jurnal 39
Judul Is health capital formation good for long-term economic growth? –
Panel Granger-causality evidence for OECD countries

Jurnal Journal of Macroeconomics


Volume & Halaman Vol.32 314–325
Tahun 2010
Penulis Jochen Hartwig
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal 6 Juni 2018
Tujuan Penelitian Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meninjau kembali
pertanyaan apakah pembentukan modal kesehatan merangsang
pertumbuhan PDB di negara-negara kaya dengan menerapkan
metodologi empiris baru: kerangka Granger-kausalitas panel
Subjek Penelitian Negara-negara OECD
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan database dari negara-negara OECD dan
menggunakan metodologi panel Granger-Causality
Hasil Penelitian Tidak ada bukti yang ditemukan dalam data OECD bahwa baik
pembentukan modal kesehatan melalui pengeluaran perawatan
kesehatan atau peningkatan harapan hidup Granger-menyebabkan
pertumbuhan PDB per kapita dengan tanda positif.
Kesimpulan Tidak ada bukti perawatan kesehatan menyebabkan pertumbuhan
PDB per kapita dengan menggunakan metodologi panel Granger

Tugas review jurnal 40


Judul Social/economic costs and health-related quality of life in patients with
histiocytosis in Europe

Jurnal Europe Journal Health Economic


Volume & Halaman
Tahun 2016
Penulis Georgi Iskrov, dkk
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal 6 Juni 2018
Tujuan Penelitian Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan beban
ekonomi dari perspektif kemasyarakatan dan kualitas hidup terkait
kesehatan (HRQOL) pasien dengan histiocytosis di Eropa.

Subjek Penelitian Sebanyak 134 pasien dengan histiositosis (35 Prancis, 32 Jerman, 30
Italia, 24 Spanyol, 7 Bulgaria, 4 Inggris dan 2 Swedia) mengisi
kuesioner.
Metode Penelitian Penelitian crosssectional dan menggunakan kuesioner yang diisi para
responden.
Hasil Penelitian Biaya tahunan rata-rata berkisar antara € 6832 hingga € 33.283 antar
negara, tahun referensi menjadi 2012. Perkiraan biaya perawatan
kesehatan langsung berkisar dari € 1698 hingga € 18,213; biaya bukan
perawatan kesehatan langsung berkisar dari € 2936 hingga € 17,622
dan hilangnya produktivitas tenaga kerja berkisar antara € 1 hingga €
8855. Skor EQ-5D rata-rata untuk pasien histiocytosis dewasa
diperkirakan di antara 0,32 dan 0,85, dan rerata analog visual EQ-5D
skor diperkirakan antara 50,00 dan 66,50.

Tugas review jurnal 41


Judul Costs and benefits of home care for the elderly versus residential care:
a comparison using propensity scores

Jurnal Europe Journal Health Economic


Volume & Halaman
Tahun 2014
Penulis Lucy Kok, Caroline Berden, dan Klarita Sadiraj
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal 6 Juni 2018
Tujuan Penelitian Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya dan
tunjangan perawatan di rumah untuk lansia dibandingkan dengan
tempat tinggal perawatan dengan menggunakan perbandingan skor
kecenderungan.

Subjek Penelitian Sebanyak 1.717 lansia mengisi survey


Metode Penelitian Penelitian survey data primer dan sekunder
Hasil Penelitian Perawatan perumahan untuk lansia dengan karakteristik yang sama
adalah € 11.350 per tahun lebih mahal daripada perawatan di rumah.
Terutama, biaya perawatannya lebih tinggi dalam perawatan
perumahan.

Kesimpulan Biaya perawatan dirumah pada lansia lebih tinggi daripada di tempat
tinggal perawatan khusus lansia.

Tugas review jurnal 42


Judul Social/economic costs and health-related quality of life in patients with
juvenile idiopathic arthritis in Europe
Jurnal Europe Journal Health Economic
Volume & Halaman
Tahun 2016
Penulis Kuhlmann, dkk
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tanggal 6 Juni 2018
Tujuan Penelitian Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk untuk menentukan beban
ekonomi dari perspektif kemasyarakatan dan kualitas hidup terkait
kesehatan (HRQOL) pasien dengan juvenile idiopathic arthritis (JIA)
di Eropa.

Subjek Penelitian Sebanyak 162 pasien (67 Jerman, 34 Swedia, 33 Italia, 23 Inggris, 4
Prancis, dan 1 Bulgaria) mengisi kuesioner.
Metode Penelitian Studi cross-sectional dari pasien dengan JIA dari Jerman, Italia,
Spanyol, Perancis, Kerajaan Inggris, Bulgaria, dan Swedia. Data
tentang karakteristik demografi, pemanfaatan sumber daya kesehatan,
perawatan informal, hilangnya produktivitas tenaga kerja, dan HRQOL
dikumpulkan dari kuesioner yang diisi oleh pasien atau pengasuh
mereka. HRQOL diukur dengan EuroQol Kuesioner 5 domain (EQ-
5D-5L).
Hasil Penelitian Biaya perawatan berkisar antara € 18.913 hingga € 36,396 (tahun
referensi:2012). Perkiraan biaya perawatan kesehatan langsung
berkisar dari € 11.068 hingga € 22.138; biaya non-perawatan langsung
berkisar dari € 7837 hingga € 14,155 dan kerugian produktivitas
tenaga kerja berkisar dari € 0 hingga € 8715. Biaya juga terbukti
berbeda antara anak-anak dan orang dewasa. Nilai rata-rata indeks EQ-
5D untuk pasien JIA diperkirakan antara 0,44 dan 0,88, dan skor rata-
rata skala analog visual EQ-5D adalah diperkirakan antara 62 dan 79.

Kesimpulan Hasil proyek BURQOL-RD mengukuhkan eksistensinya beban sosio-


ekonomi yang disebabkan oleh idiopatik remaja arthritis di Eropa.
Meskipun perawatan kesehatan terkait JIA dan biaya non-kesehatan
bervariasi di seluruh negara, perkiraan besarnya biaya tinggi.
Dibandingkan dengan studi sebelumnya, hasil kami menunjukkan
peningkatan yang luar biasa biaya perawatan kesehatan tahunan untuk
pasien JIA.
Tugas review jurnal 43
Judul Health care expenditure and economic growth: Quantile panel-type
analysis
Jurnal ELSEVIER
Volume & Halaman 14 halaman (1536–1549)
Tahun 2011
Penulis Kuan-Min Wang
Tujuan Penelitian Untuk mengeksplorasi kausalitas antara peningkatan pengeluaran
perawatan kesehatan dan pertumbuhan ekonomi.
Subjek Penelitian Penelitian ini menggunakan total data pengeluaran perawatan
kesehatan internasional dari 31 negara dari tahun 1986 hingga 2007.
Australia, Austria, Belgium, Canada, Czech Republic, Denmark,
Finland, France, Germany, Greece, Hungary, Iceland, Ireland, Italy,
Japan, Korea, Luxembourg, Mexico, Netherlands, New Zealand,
Norway, Poland, Portugal, Republic of China (Taiwan), Slovak
Republic, Spain, Sweden, Switzerland, Turkey, the United Kingdom,
and the United States;
Metode Penelitian Secara empiris prosedur dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama
adalah analisis regresi panel dan yang kedua adalah kuantil analisis
regresi.
Hasil Penelitian Estimasi regresi panel mengungkapkan bahwa, pertumbuhan
pengeluaran akan menstimulasi pertumbuhan ekonomi; Namun,
pertumbuhan ekonomi akan mengurangi pertumbuhan pengeluaran.
Berkenaan dengan estimasi regresi kuantil, ketika pertumbuhan
ekonomi adalah kuantitatif, di negara-negara dengan tingkat
pertumbuhan rendah, pengaruh pertumbuhan pengeluaran pada
pertumbuhan ekonomi berbeda. Di negara-negara dengan tingkat
menengah dan tinggi pertumbuhan ekonomi, pengaruh pertumbuhan
pengeluaran terhadap pertumbuhan ekonomi adalah positif; ketika
perawatan kesehatan pertumbuhan pengeluaran adalah kuantil,
pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap pertumbuhan pengeluaran
lebih berbeda.
Kesimpulan Di masa depan, model ini dapat digunakan untuk menganalisis dan
membandingkan ekonomi atau negara regional yang berbeda di
seluruh dunia. Bahkan, metode inferensial baru-baru ini dapat
digunakan semi-parametrik dan non-parametrik dalam regresi
kuantitatif untuk menghindari kemungkinan model mispesifikasi.
Tugas review jurnal 44

Judul Costs of care for people with dementia just before and after nursing
home placement: primary data from eight European countries
Jurnal Eur J Health Econ
Volume & Halaman 19 halaman
Tahun 2014
Penulis Ansgar Wu¨bker, Sandra M. G. Zwakhalen, David Challis, Riitta
Suhonen, Staffan Karlsson, Adelaida Zabalegui, Maria Soto, Kai Saks,
Dirk Sauerland
Tujuan Penelitian Untuk membandingkan biaya untuk orang dengan demensia (PwD)
yang beresiko untuk menerima perawatan di pusat kesehatan (HC)
dengan biaya untuk PwD yang baru menerima perawatan institusional
jangka panjang (ILTC) di delapan negara Eropa. Penekanan khusus
ditempatkan pada perbedaan dalam pola biaya di seluruh pengaturan
dan negara, pada prediktor utama biaya dan secara komprehensif
penilaian biaya dari perspektif kemasyarakatan.
Subjek Penelitian 2.014 orang dengan demensia dan pengasuh utama mereka yang
tinggal di rumah atau di fasilitas ILTC.
Metode Penelitian Wawancara menggunakan kuesioner terstruktur.
Biaya perawatan dinilai dengan pemanfaatan sumber daya di
instrumen demensia. Keparahan demensia diukur dengan pemeriksaan
status mental mini standar. Ketergantungan ADL dinilai menggunakan
indeks Katz, gejala neuropsikiatrik menggunakan persediaan
neuropsikiatrik (NPI) dan komorbiditas menggunakan Charlson.
Analisis deskriptif dan model regresi multivariat digunakan untuk
memperkirakan biaya rata-rata di kedua pengaturan. Tautan log
digeneralisasikan secara linier. Model dengan asumsi biaya distribusi
gamma telah diterapkan mengidentifikasi driver biaya perawatan
demensia yang paling penting.
Hasil Penelitian Di semua negara biaya untuk penyandang disabilitas dalam pengaturan
Health Care (HC) adalah secara signifikan lebih rendah dibandingkan
dengan biaya ILTC. Rata-rata Biaya ILTC sebesar 4.491 Euro per
bulan dan 1,8 lipat lebih tinggi dari biaya HC (2,491 Euro). Hubungan
biaya antara pengaturan berkisar antara 2,4 (Swedia) hingga 1,4
(Inggris). Biaya dalam pengaturan ILTC didominasi oleh biaya panti
jompo (di rata-rata 94%). Dalam pengaturan HP, pemberian perawatan
informal adalah kontributor biaya paling penting (rata-rata 52%).
Secara keseluruhan biaya negara dalam pengaturan HC meningkat
kuat dengan penyakit kerasnya. Biaya prediktor terpenting adalah ADL
kemerdekaan di semua negara, kecuali Spanyol dan Perancis di mana
keparahan NPI adalah penggerak biaya yang paling penting. Sebuah
standar peningkatan penyimpangan dalam kemandirian ADL
diterjemahkan rata-rata menjadi penurunan biaya sekitar 22%.
Kesimpulan Transisi ke ILTC tampaknya meningkatkan total biaya perawatan
demensia dari perspektif kemasyarakatan. Pencegahan penempatan
perawatan jangka panjang mungkin mengurangi biaya untuk sistem
kesehatan Eropa. Namun, kesimpulan ini tergantung pada negara, pada
metode penilaian untuk pengasuhan informal dan pada tingkat
kerusakan.
Tugas review jurnal 45

Judul Costs of dengue in three French territories of the Americas: an


analysis of the hospital medical information system (PMSI) database
Jurnal Eur J Health Econ
Volume & Halaman 7 halaman
Tahun 2015
Penulis M. Uhart, C. Blein, M. L’Azou, L. Thomas, L. Durand
Tujuan Penelitian Untuk menilai beban ekonomi rawat inap untuk demam berdarah dari
2007 hingga 2011 di tiga wilayah Perancis dari Amerika yang endemik
dengue (Perancis Guiana, Martinique, dan Guadeloupe).
Subjek Penelitian Penelitian ini menggunakan data pada rawat inap terkait dengue yang
didapat dari Sistem Informasi Medis Perancis (Program de Me
´dicalisation des Syste`mes d & Informasi, PMSI) yaitu sebuah
database rumah sakit mediko-administrasi yang lengkap yang
mencakup semua rumah sakit umum dan swasta di Perancis serta
orang-orang di Wilayah Perancis.
Metode Penelitian Data diekstraksi dari database administrasi rumah sakit nasional
Perancis, Program de Me´dicalisation des Syste`mes d & Informasi
(PMSI). Jumlah tetap dan yang sesuai jumlah pasien rawat inap
ditentukan menggunakan kode ICD-10 khusus penyakit. Associated
biaya rumah sakit diperkirakan dari perspektif pembayar,
menggunakan tarif resmi Prancis.
Hasil Penelitian Secara keseluruhan, 4183 pasien (usia rata-rata 32 tahun; 51% laki-
laki) dirawat di rumah sakit karena demam berdarah, disesuaikan
dengan 4574 yang tinggal di rumah sakit. Di hampir semua rumah
sakit tetap (98%; 4471), yang penyakit secara medis dikelola dan lama
rata-rata tinggal adalah 4,3 hari. Biaya rata-rata per menginap adalah €
2522, sama ke total biaya rumah sakit sebesar € 11,5 juta selama 5
tahun dinilai. Mayoritas rawat inap (80% dari pasien) dan biaya terkait
(75% dari total biaya rumah sakit) terjadi selama dua epidemi.
Kesimpulan Dengue berat dikaitkan dengan signifikan biaya rumah sakit yang
meningkat selama wabah.
Analisis ini adalah langkah pertama dalam estimasi beban ekonomi
global demam berdarah di Guyana Prancis, Martinique dan
Guadeloupe, tiga wilayah Prancis di Benua Amerika di mana demam
berdarah endemik. Untuk menyajikan yang lengkap beban ekonomi,
biaya rawat jalan juga perlu untuk dikumpulkan serta biaya tidak
langsung yang terkait dengan infeksi dengue. Namun, biaya rawat inap
dilaporkan dalam penelitian ini sudah menyoroti dampak ekonomi
demam berdarah, terutama selama epidemi.

Tugas review jurnal 46

Judul The influence of the economic crisis on the association between


unemployment and health: an empirical analysis for Spain
Jurnal Eur J Health Econ
Volume & Halaman 10 halaman
Tahun 2013
Penulis Rosa M. Urbanos-Garrido, Beatriz G. Lopez-Valcarcel
Tujuan Penelitian Untuk memperkirakan dampak (terutama jangka panjang)
pengangguran secara keseluruhan dan kesehatan mental penduduk usia
kerja Spanyol dan untuk memeriksa apakah dampak pengangguran
terhadap kesehatan telah meningkat atau telah marak sebagai
konsekuensi dari krisis ekonomi.
Subjek Penelitian Microdata dari survei kesehatan nasional Spanyol (SNHS) untuk dua
periode: 2006 (sebelum dimulainya krisis) dan 2011–2012 (selama
krisis)
Variabel Penelitian Status buruh, Kesehatan secara keseluruhan, Kesehatan mental, Risiko
kesehatan mental jangka pendek (Indeks Goldberg), Pendidikan,
Daerah (otonom komunitas), Kondisi kronis
Metode Penelitian Menerapkan teknik pencocokan cross-sectional untuk memperkirakan
rata-rata pengobatan efek pengangguran pada kesehatan yang dinilai
sendiri / Self Assessed Health (SAH) pada tahun terakhir, masalah
mental pada tahun lalu dan pada risiko kesehatan mental dalam jangka
pendek. Juga digunakan metode estimasi perbedaan-dalam-perbedaan
antara dua periode untuk memeriksa apakah dampak pengangguran
pada kesehatan tergantung pada konteks ekonomi.
Hasil Penelitian Pengangguran memiliki dampak negatif yang signifikan pada SAH
dan kesehatan mental. Dampak ini khususnya tinggi terjadi untuk
pengangguran jangka panjang. Sehubungan dengan berdampak pada
kesehatan mental, efek negatif secara signifikan memburuk dengan
krisis ekonomi. Untuk model lengkap, perubahan dalam efek
pengangguran jangka panjang pada masalah mental dan risiko
kesehatan mental, masing-masing, 0,35 (CI 0,19-0,50) dan 0,20 (CI
0,07-0,34).
Kesimpulan Kecemasan dan stres tentang masa depan terkait dengan pengangguran
bisa berdampak besar pada kesehatan perorangan. Mungkin perlu
untuk mencegah kesehatan memburuknya kelompok rentan seperti
pengangguran, dan juga untuk memantau risiko kesehatan tertentu
yang muncul resesi, seperti masalah psikologis.
Tugas review jurnal 47

Judul A review of economic evaluation models for cardiac resynchronization


therapy with implantable cardioverter defibrillators in patients with
heart failure
Jurnal Eur J Health Econ
Volume & Halaman 14 halaman
Tahun 2015
Penulis F. Tomini, F. Prinzen, A. D. I. van Asselt
Tujuan Penelitian Untuk secara sistematis meninjau model keputusan yang mengevaluasi
efektivitas biaya CRT-D untuk pasien dengan DBD, membandingkan
struktur dan masukan dari model-model ini dan mengidentifikasi
faktor-faktor utama mempengaruhi ICER untuk CRT-D.
Subjek Penelitian Populasi yang dipertimbangkan dalam studi yang dipilih adalah usia
dewasa (berusia 18 tahun ke atas) memenuhi syarat untuk implantasi
CRT. Kriteria kelayakan dalam semua studi sebagian besar terkait
dengan pedoman untuk implantasi CRT pada pasien yang menderita
gagal jantung.
Variabel Penelitian Status buruh, Kesehatan secara keseluruhan, Kesehatan mental, Risiko
kesehatan mental jangka pendek (Indeks Goldberg), Pendidikan,
Daerah (otonom komunitas), Kondisi kronis
Metode Penelitian Strategi pencarian Medline yang komprehensif (Ovid), Embase (Ovid)
dan EconLit mengidentifikasi delapan model efektivitas biaya untuk
mengevaluasi CRT-D terhadap optimal terapi farmakologis (OPT)
dan / atau CRT-P.
Hasil Penelitian Studi ekonomi yang dipilih berbeda dalam hal struktur model, jalur
perawatan, horizon waktu, dan sumber data efikasi. CRT-D ditemukan
menghemat biaya bila dibandingkan dengan OPT tetapi efektivitas
biayanya menjadi dipertanyakan bila dibandingkan dengan CRT-P.
Kesimpulan Efektivitas biaya CRT-D dapat meningkat tergantung pada
peningkatan semua tingkat kematian dan penyebabnya. Tingkat
kematian HF pada pasien yang menerima CRT-D, biaya perangkat, dan
masa pakai baterai. Khususnya, studi masa depan perlu menyelidiki
tingkat mortalitas jangka panjang dan identifikasi pasien CRT-P yang
akan mendapatkan hasil maksimal, dalam hal harapan kehidupan dari
perawatan dengan CRT-D.
Tugas review jurnal 48

Judul The Direct Medical Cost Of Type 2 Diabetes


Jurnal Epidemiology/health services/psychosocial
Volume &halaman volume 26 halaman 8
Tahun 2003
Penulis Michael brandle, MD, dkk (Brandle and Associates)
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Untuk menggambarkan biaya medis, perawatan, komplikasi,
dan komorbiditas. yang terkait langsung dengan diabetes tipe
2
Subjek penelitian Adapun subjek dari penelitian ini yaitu dari 1.364 dengan
diabetes tipe 2 yang merupakan anggota organisasi
pemeliharaan kesehatan Michigan.
Karakteristik demografi, durasi diabetes, perawatan diabetes,
kontrol glikemik, implikasi, dan komorbiditas dinilai dari
survei tahunan dan tinjauan grafik medik.
Pemanfaatan sumber daya dan biaya dinilai menggunakan
klaim asuransi kesehatan.
Studi ini ditinjau dan disetujui oleh Universitas Indonesia
Michigan Institutional Review Board. Semua subyek terdaftar
di komersial,Medicare, atau program perawatan yang dikelola
Medicare ditawarkan oleh organisasi pemeliharaan kesehatan
Michigan (HMO).
Subjek penelitian ini terdiri dari pekerja, lansia,miskin, dan
populasi cacat di Michigan Tenggara. Subjek yang memenuhi
syarat yaitu menderita diabetes dan berusia 18 tahun,tidak
hamil, tinggal di komunitas, terus menerus terdaftar dalam
rencana kesehatan setidaknya 18 bulan, memiliki setidaknya
satu klaim untuk layanan kesehatan, dan dapat memberi
informasi,menyetujui dan menanggapi survey dalam bahasa
Inggris atau Spanyol.
Pada peneltian ini Diabetes tipe 2 didefinisikan sebagai
menderita diabetes sebelumnya 30 tahun tanpa insulin saat ini
dan pengobatan atau menderita setelah 30 tahun dengan atau
tanpa perawatan insulin saat ini.
Survei pasien dilakukan melalui wawancara telepon dan
dibantu komputer atau secara tertulis, dan abstraksi rekam
medis digunakan untuk menilai karakteristik demografis,
perawatan diabetes, kontrol glikemik, komplikasi,dan
komorbiditas. Variabel demografis termasuk usia, jenis
kelamin, ras, usia saat menderita diabetes, durasi diabetes,
BMI,pendapatan rumah tangga, dan pendidikan

Metode penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui
wawancara telepon dan dibantu komputer atau secara
tertulis, dan abstraksi rekam medis dengan cara sampelnya
diacak
Hasil penelitian 1. Dari 1.364 subjek dengan diabetes tipe 2 berdasarkan
karakteristik yang disajikan dalam Tabel 1,Usia rata-
rata adalah 66 tahun dan durasi median diabetes 8
tahun. Lebih dari 50% dari subyek mengalami
obesitas (BMI 30 kg / m2).Lima persen subyek
diobati dengan diet dan atau olahraga saja, lebih dari
60% dengan obat antidiabetik oral, dan ketiga dengan
insulin
2. Pada table 2 tentang karakteristik demografik
mengenai Umur, lamanya diabetes, HbA1c,
pendidikan, pendapatan rumah tangga, merokok,
hiperkolesterolemia, retinopati, neuropati,dan riwayat
amputasi, tidak terkait /tidak ada hubungan dengan
peningkatan biaya medis tahunan
3. Biaya medis langsung tahunan untuk subjek dengan
diet yang dikendalikan pada penderita DM tipe 2
adalah $ 1.700 untuk pria kulit putih dan $ 2.100
untuk wanita kulit putih.
kesimpulan Pada biaya medis untuk penderita diabetes tipe 2, pengobatan
insulin dan komplikasi diabetes memiliki dampak yang
substansial.
Perkiraan yang disajikan dalam model ini dapat digunakan
untuk menganalisis efektivitas biaya intervensi untuk diabetes
tipe 2.

Tugas review jurnal 49


Judul Costs Assocated with the Primary Prevention of type 2
Diabetes mellitus in the Diabetes Prevention Program
Jurnal Epidemiologi health services physcosocial research
Volume &halaman volume 26 halaman 1
Tahun 2003
Penulis The Diabetes Prevention Program Research Group
Tujuan penelitian Untuk menggambarkan biaya dari program pencegahan
diabetes intervensi untuk mencegah atau menunda diabetes
tipe 2
Subjek penelitian Adapun subjek dari penelitian ini yaitu deskripsi biaya yang
terperinci dan akurat harus membantu system kesehatan daAn
pembuat kebijakan untuk menerjemahkan hasil dari DPP
menjadi praktik kesehatan klinis dan masyarakat yang efisien.
Data –data ini juga akan memberikan dasar untuk studi
tentang efektivitas biaya interupsi DPP.
Metode penelitian Menggambarkan biaya medis langsung, biaya nonmedis
lansung dari placebo, metforminn, dan intervensi gaya hidup
intensif selama periode studi 3 tahun DPP. Penggunaan dan
biaya sumber daya diringkas dari perspektif system kesehatan
yang besar dan masyarakat. Biaya penelitian tidak termasuk.
Hasil penelitian Biaya medis langsung dari tes laboratorium untuk
mengidentifikasi satu subjek dengan toleransi glukosa
terganggu adalah 139 dolar. Lebih dari 3 tahun, biaya medis
langsung dari intervensi adalah 79 dolar per peserta dalam
kelompok plasebo, 2.542 dolar dalam kelompok metformin,
dan 2.780 dolar pada kelompok gaya hidup. Biaya perawatan
medis langsung diluar DPP adalah 272 dolar lebih sedikit per
peserta dalam kelompok metformin dan 432 dolar lebih
sedikit pada kelompok gaya hidup dibandingkan dengan
kelompok placebo. Biaya nonmedis langsung adalah 9 dolar
lebih sedikit per peserta dalam kelompok metformin dan
1445 dolar lebih besar pada kelompok gaya hdup
dibandingkan dengan kelompok placebo. Biaya tidak
langsung adalah 230 dolar lebih besar per peserta dalam
kelompok metformin n kurang 174 dolar pada kelompok gaya
hidup dibandingkan dengan kelompok placebo. Dari
perspektif sisem kesehatan, biaya intevensi metformin
relative terhadap intervensi placebo adalah 2191 dolar per
peserta dan biaya intervensi gaya hidup adalah 2269 dolar per
peserta selama 3 tahun. Dari perspektif masyarakat, biaya
intervensi metformin relative terhadap inntervensi placebo
adalah 2412 dolar per peserta dan biaya intervensi gaya hidup
adalah 3540 dolar per peserta selama 3 tahun.
kesimpulan Intervalensi metformin dan gaya hidup dikaitkan dengan
biaya tambahan sederhana dibandingkan dengan intervensi
placebo. Evaluasi biaya relative terhadap manfaat kesehatan
akan menentukan nilai dari intervensi ini untuk system
kesehatan dan masyarakat

Tugas review jurnal 50


Judul Financial catastrophe and poverty impacts of out-of- pocket
health payments in turkey
Jurnal Eur J Health Econ/
Volume &halaman DOI 10.1007/s10198-014-0567-7 original paper
Tahun 2014
Penulis H.O”zgen Narci et al.
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Untuk menentukan prevalensi pembayaran kesehatan
katastropik, memeriksa factor – factor penentu pengeluaran
bencana, dan menilai dampak kemiskinan dari pembayaran
saku (oop).
Subjek penelitian Adapun subjek dari penelitian ini yaitu data mengenai semua
pengeluaran, terutama pembayaran kesehatan, mencakup
periode 1bulan. Survey ini dilakukan pada sampel yang
diambil dari populasi yang tidak dilembagakan setiap bulan
selama tahun tersebut dengan menggunakan sampling cluster
bertingkat dua. Studi ini mencakup total 62.886 rumah tangga
dengan data yang sesuai untuk tahun tahun studi. Bobot yang
disediakan oleh turkstat diterapkan pada setiap data tahun
untuk menghasilkan repsentative nasional.
Metode penelitian Data berasal dari survey anggaran rumah tangga 2004-2010.
Pengeluaran kesehatan katastropik dideinisikan oleh
pembayaran kesehatan sebagai presentase pengeluaran
konsumsi rumah tangga dan pengeluaran untuk membayar
pada satu set ambang batas. Dampak proverty dievaluasi oleh
jumlah kepala kemiskinan dan kesenjangan kemiskinan
sebelum dan sesudah pembayaran kesehatan.
Hasil penelitian Presentase rumah tangga yang menghabiskan pengeluaran
konsumsi dan kapasitas untuk membayar mereka meningkat
dari tahun 2004 hingga 2010, terlepas dari ambang batas yang
digunakan. Rumah tangga dengan pangsa lebih dari 40 %
pengeluaran kesehatan baik dalam pengeluaran konsumsi
maupun kapasitas untuk membayar kurang dari 1% di
sepanjang tahun. Namun, ketika serangkaian pembaur
potensial diperhitungkan, penelitian ini menemukan risiko
yang meningkat secara statistic signifikan untuk ambang
terendah dan penurunan risiko untuk ambang tertinggi pada
tahun 2010 relatif terhadap tahun dasar. Pendapatan rumah
tangga, ukuran, pendidikan, senior dan di bawah 5 tahun
anggota lama tahun, asuransi kesehatan, anggota penyandang
cacat, pembayaran untuk perawatan dan penyelesaian rawat
inap juga merupakan predictor yang signifikan secara statistic
dari pengeluaran kesehatan bencana. Jumlah kepala proverty
keseluruhan berada dibawah1%. Kesenjangan kemiskinan
mencapai maksimum 0,098%, dengan peningkatan
keseuruhan pada tahun 2010 dibandingkan tahun 2004.
kesimpulan Malapetaka dan kemiskinan meningkat dari 2004 hingga
2010. Namun, mengingat bahwa realisasi beberapa kebijakan
baru-baru ini akan mempengaruhi beban keuangan
pembayaran OOP pada rumah tangga, temuan penelitian ini
perlu direplikasi.
Tugas review jurnal 51
Judul Cost – effectiveness of prevention and treatment of the
Diabetic Foot
Jurnal Epidemiology / health service/ physcosocial research
Volume &halaman volume 27 halaman 4
Tahun 2004
Penulis Ortegon dkk
Tujuan penelitian Untuk memperkirakan kesehatan seumur hidup dan efek
ekonomi pencegahan dan pengobatan kaki diabetes yang
optimal sesuuai dengan standar internasional dan untuk
menentukan biaya yang efektif dari intervensi ini di Belanda.
Subjek penelitdian Adapun subjek dari penelitian ini yaitu cohort 10.000 pasien
dengan diabetes tipe 2 yang baru di diagnosis diikuti melalui
model secara individual selama masa hidup mereka. Hasil
klinis yang diukur adalah harapan hidup, QALY, dan insiden
ulkus kaki dan amputasi. Hasil ekonomi yang diteliti adlah
rata-rata biaya total seumur hidup yang diharapkan dan rasio
biaya efektivitas incremental.
Metode penelitian Sebuah model markov berbasis risiko dikembangkan untuk
mensimulasikan onset dan perkembangan penyakit kaki
diabetic pada pasien dengan diabetes tipe 2 yang baru di
diagnosis yang dikelola dengan hati-hati sesuai pedoman
untuk masa hidup mereka.
Hasil penelitian Dibandingkan dengan perawatan saat ini, perawatan berbasis
guideline menghasilkan peningkatan harapan hidup,
perolehan kualitas hidup yang disesuaikan per tahun
(QALYs), dan mengurangi insiden komplikasi kaki. Biaya
seumur hidup pengelolaan kaki diabetes setelah perawatan
berbasis pedoman menghasilkan biaya per QALY yang
diperoleh sebesar 25.000 dolar, bahkan untuk tingkat
perawatan kaki pencegahan serendah 10%. Biaya efektifitas
bervariasi sangat bervariasi tergantung pada tingkat
pengurangan ulkus kaki yang di capai.
Kesimpulan Manajemen kaki diabetes sesuai dengan perawatanb berbasis
pedoman meningkatkan kelangsungan hidup, mengurangi
komplikasi kaki diabetic dan biaya efektif dan bahkan
penghematan biaya dibandingkan dengan perawatan standar.

Tugas review jurnal 52


Judul Improving the prediction model used in risk equalization cost
and diagnostic information from multiple prior years
Jurnal Eur J Health econ / DOI.10.1007/s10198-014-0567-7
Volume &halaman volume original paper
Tahun 2014
Penulis S. H. C. M van veen et al
Tujuan penelitian Untuk menggambarkan biaya medis, perawatan, komplikasi,
dan komorbiditas. yang terkait langsung dengan diabetes tipe
2
Subjek penelitian Penelitian ini terdiri dari individu yang terdaftar, untuk
sebagian atau setaun penuh, di masing-masing 4tahun. (N =
13,8 juta ). Untuk orang – orang itu ami memiliki tiga jenis
informasi berikut untuk seiap tahun : 1. Informasi demografis,
termasuk usia, jenis kelamin, wilayah sumber pendapatan,
dan status social ekonomi. 2. Informasi diagnostic, termasuk
DCGs dan PCGs, berdasarkan rawat inap dan sebelumnya
dan penggunaan sebelumnya dari obat yangderesepan masing
– masing dan informasi biaya untuk beberapa jenis perawatan
Metode penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data
administrasi dan data survey kesehatan.
Hasil penelitian Kami menganalisa data dari 13,8 juta individu di Belanda
pada periode 2006-2009. Pertama, kami menunjukkan bahwa
ada potensi untuk menigkatkan model kinerja prediksi baik di
tingkat populasi dan subkelompok dengan memperluas
mereka dengan pengatur resiko berdasarkan biaya dan / atau
diagnostic informasi dari beberapa tahun sebelumnya. Kedua
kami menunjukkan bahwa model- model yang diperluas ini
tidak cukup mengimbangi asuransi.
Kesimpulan Studi ini telah mengeksplorasi model yang digunakan dalam
RE dalam skema asuransi kesehatan yang kompetitif.
Penelitian ini menghasilkan dua distribusi penting. Pertama,
hal ini menunjukkan bahwa kinerja prediksi model yang saat
ini digunakan dapat ditingkatkan dengan memperluas model
ini dengan pengatur resiko berdasarkan informasi biaya dan
diagnostic dari beberapa tahun sebelumnya. Kontribusi kedua
dari penelitian ini adalah bahwa anda juga dapat
menggunakan model untuk menguragi biaya kecacatan pada
semua individu dalam biaya perawatan kesehatan. Prediksi
tetap untuk kelompok individu dengan status kesehatan
umum yang buruk, yang memliki tiga atau lebih penyakit atau
kondisi kronis atau yang menggunakan gigi palsu lengkap.

Tugas review jurnal 53


Judul Biaya sosial / ekonomi dan kualitas hidup terkait
kesehatan pasien mucopolysaccharidosis dan perawat
mereka di Eropa
Jurnal Eur J Health econ / DOI.10.1007/s10198-014-0567-7
Volume &halaman volume original paper
Tahun 2014
Penulis enzim lisosom
Tujuan penelitian
Subjek penelitian -
Metode penelitian Desain penelitian dan subjek Sebuah survei cross-sectional
dilakukan melibatkan orang yang didiagnosis dengan MPS
dan pengasuh informal utama mereka. Semua pasien dan
perawat diberitahu tentang tujuan penelitian dandata
kerahasiaandan diminta untuk menyatakan pemahaman
mereka dari kondisi studi dan kesepakatan untuk
berpartisipasi. Survei itu benar-benar anonim, seperti pasien
dihubungi oleh organisasi pasien mereka (PO). Kuesioner
tersedia secara online di situs web BURQOL-RD
(www.burqol-rd.org). Organisasi pasien di masing-masing
negara merekrut pasien untuk berpartisipasi dalam penelitian
melalui saluran informasi mereka yang biasa (tautan ke
kuesioner diberikan melalui e-mail). Kuesioner tidak
termasuk data identifikasi (nama, alamat, e-mail) dan
tanggapan dikirim secara elektronik langsung ke database
penelitian. Dalam kasus-kasus sporadis di mana versi
paperbased dari kuesioner diterapkan, input data elektronik
dilakukan oleh PO. Kerja lapangan dilakukan antara
September 2011 dan Agustus 2013.
Hasil penelitian Kami menemukan bahwa MPS memiliki dampak
yang signifikan pada HRQOL pasien dan perawat mereka
tanpa memandang negara. Dalam hal berjalan berkeliling,
melakukan perawatan diri dan melakukan kegiatan biasa, 21,
30, dan 29%, masing-masing, pasien MPS tidak dapat
melakukan hal-hal ini. Selain itu, 12, 7, dan 8%, masing-
masing, mengalami kesulitan yang parah di bidang ini,
mencerminkan karakter melemahkan yang kuat dari MPS.
Sejumlah besar pasien MPS melaporkan nyeri atau
ketidaknyamanan sedang (47%) dan kecemasan atau depresi
(34%). Skor utilitas yang disimpulkan dari EQ-5D jelas lebih
rendah dari norma populasi yang cocok untuk usia di semua
negara. Hilangnya kemampuan fungsional juga dikonfirmasi
oleh indeks Barthel, dengan skor rata-rata dalam rentang
ketergantungan yang parah di semua negara.
kesimpulan Sepengetahuan kami, penelitian ini adalah yang pertama
untuk menilai biaya penyakit dan HRQOL pasien dengan
MPS dalam survei multi-negara. Hasil kami menyoroti bahwa
beban sosioekonomi MPS adalah substansial di berbagai
wilayah Eropa baik dalam hal biaya sosial dan kerusakan
HRQOL. Riset kami adalah perintis dalam beberapa aspek.
Pertama, itu adalah yang pertama untuk menilai biaya
langsung perawatan kesehatan dan non-perawatan kesehatan
dan kehilangan produktivitas tenaga kerja terkait dengan
MPS. Kedua, di samping penilaian pasien HRQOL dari MPS,
status kesehatan pengasuh informal utama juga dieksplorasi.
Ketiga, baik indeks Barthel dan kuesioner wawancara beban
Zarit digunakan untuk pertama kalinya di MPS dalam
penelitian ini. Keempat, ini adalah analisis pertama dari
hubungan antara hasil HRQOL beragam dan waktu perawatan
informal. Terakhir, tetapi tidak sedikit, penelitian kami
bertujuan untuk memfasilitasi dan mempromosikan
penyelidikan lebih lanjut di MPS dan penyakit langka
lainnya. Kami percaya bahwa pengetahuan yang lebih luas
tentang aspek klinis dan ekonomi penyakit langka dapat
memberikan dukungan yang signifikan untuk peningkatan
perawatan pasien. Penelitian kami bertujuan untuk melayani
tujuan itu.

Tugas review jurnal 54


Judul Biaya medis langsung disebabkan diabetes mellitus tipe 2:
sebuah studi berbasis populasi di Catalonia, Spanyol
Jurnal Ekonomi Kesehatan
Volume &halaman Hal. 123
Tahun 2015
Penulis Manel Mata-Cases,
Marc Casajuana,
Josep Franch-

Nadal,Aina Casellas,

Conxa Castell, Irene


Vinagre, D´ıdac
Mauricio,
Bonaventura Bol
´ıbar
Tujuan penelitian Untuk memperkirakan biaya perawatan kesehatan terkait
dengan pasien dengan diabetes tipe 2 dibandingkan dengan
subyek non-diabetes dalam basis data perawatan primer
berbasis populasi melalui analisis retrospektif dampak
ekonomi selama
2011, termasuk 126.811 pasien dengan diabetes tipe 2 di
Catalonia, Spanyol

Subjek penelitian Semua pasien berusia antara 31 dan 90 dengan diagnosis


T2DM [Kode Penyakit Klasifikasi Internasional (ICD) E11,
E14] yang terlihat pada perawatan primer pada tahun 2011
dimasukkan, dan semua variabel yang tercatat selama 2011
dimasukkan dalam penelitian mengikuti kriteria yang sama
dengan penelitian sebelumnya. Selanjutnya, pencocokan
individu diterapkan di mana, untuk setiap pasien diabetes,
satu pasien tidak didiagnosis dengan diabetes dimasukkan,
dan dicocokkan pada jenis kelamin, usia (perbedaan
maksimum 2 tahun), dan dokter yang mengelola. Untuk ini,
kami menggunakan sampling acak sederhana tanpa
penggantian: semua pasien non-diabetes yang cocok dengan
pasien diabetes individu dipilih, dan nomor acak ditugaskan
untuk masing-masing. Setelah ini, subjek dengan nomor acak
terendah dipilih, dan dihapus dari populasi kontrol sehingga
tidak dapat dipilih lagi. Subyek dalam kelompok yang tidak
hidup pada akhir penelitian tidak dimasukkan dalam analisis.

Metode penelitian Menggunakan sampling acak sederhana tanpa penggantian:


semua pasien non-diabetes yang cocok dengan pasien
diabetes individu dipilih, dan nomor acak ditugaskan untuk
masing-masing. Setelah ini, subjek dengan nomor acak
terendah dipilih, dan dihapus dari populasi kontrol sehingga
tidak dapat dipilih lagi. Subjek dalam kelompok yang tidak
hidup pada akhir penelitian tidak dimasukkan dalam analisis.

Hasil penelitian Usia rata-rata dari populasi non-diabetes dan T2DM adalah
67,5 tahun [standar deviasi (SD) = 11,6], dan 67,6 tahun (SD
= 11,7), masing-masing. Pada kedua kelompok, sedikit lebih
dari setengah (53,5%) adalah laki-laki. Durasi median T2DM
adalah 6,2 tahun (kisaran interkuartil 3,2-9,6), dan rata-rata
7,2 tahun (SD = 5,8). Pasien dengan DMT2 rata-rata lebih
gemuk, dan memiliki lebih banyak hipertensi dan kondisi
terkait diabetes daripada kelompok kontrol (Tabel 1).
Konsumsi semua sumber daya meningkat pada kelompok
T2DM (Tabel 1). Perkiraan biaya tahunan per orang di T2DM
kelompok adalah € 3110.1 [95% interval kepercayaan (CI)
3065.8–3154.3, median € 1548.2; 25 persentil: € 825,5; 75
persentil: € 2883,4] dan € 1803,4 (95% CI 1759,6-1847,3,
median € 730; 25 persentil: € 261; 75 persentil: € 1601) pada
kelompok non-diabetes. Biaya tahunan adalah 72,4% lebih
tinggi pada kelompok T2DM. Variabel dengan dampak
terbesar pada biaya keseluruhan dalam kelompok T2DM
adalah rawat inap (41,9%), obat-obatan (29,7%), dan
kunjungan perawatan primer (18,5%). Rawat inap dan
pengobatan menghasilkan sekitar 70% dari perbedaan dalam
total biaya tahunan antara kedua kelompok. Dua variabel lain
yang menunjukkan perbedaan besar antara kelompok adalah
rujukan spesialis dan tes diagnostik, meskipun mereka
mewakili sebagian kecil pengeluaran. Menurut jenis kelamin
(Sumber Daya Online, Tabel S2), total biaya tahunan lebih
tinggi pada pria, terutama pada kelompok T2DM: € 3143.8
(95% CI 3080.2–3207.4) pada pria vs. € 3071,2 (95% CI
3010.5–3132.0) pada wanita. Variabel dengan perbedaan
gender terbesar antara kedua kelompok adalah rawat inap,
dengan peningkatan biaya dalam kelompok T2DM sebesar €
246,9 (95% CI 472,6-621,6) pada pria dan € 448,9 (95% CI
354,9-542,9) pada wanita.
Kesimpulannya ada peningkatan progresif dalam biaya
dengan peningkatan usia untuk semua kelompok umur,
meskipun pada pasien non-diabetes
kesimpulan Sepengetahuan kami, penelitian ini adalah yang pertama
untuk menilai biaya penyakit dan HRQOL pasien dengan
MPS dalam survei multi-negara. Hasil kami menyoroti bahwa
beban sosioekonomi MPS adalah substansial di berbagai
wilayah Eropa baik dalam hal biaya sosial dan kerusakan
HRQOL. Riset kami adalah perintis dalam beberapa aspek.
Pertama, itu adalah yang pertama untuk menilai biaya
langsung perawatan kesehatan dan non-perawatan kesehatan
dan kehilangan produktivitas tenaga kerja terkait dengan
MPS. Kedua, di samping penilaian pasien HRQOL dari MPS,
status kesehatan pengasuh informal utama juga dieksplorasi.
Ketiga, baik indeks Barthel dan kuesioner wawancara beban
Zarit digunakan untuk pertama kalinya di MPS dalam
penelitian ini. Keempat, ini adalah analisis pertama dari
hubungan antara hasil HRQOL beragam dan waktu perawatan
informal. Terakhir, tetapi tidak sedikit, penelitian kami
bertujuan untuk memfasilitasi dan mempromosikan
penyelidikan lebih lanjut di MPS dan penyakit langka
lainnya. Kami percaya bahwa pengetahuan yang lebih luas
tentang aspek klinis dan ekonomi penyakit langka dapat
memberikan dukungan yang signifikan untuk peningkatan
perawatan pasien. Penelitian kami bertujuan untuk melayani
tujuan itu.

Tugas review jurnal 55


JUDUL BIAYA KEPATUHAN RENDAH
TERHADAP TERAPI ANTI-HIPERTENSI
DI LIMA NEGARA EROPA

JURNAL Eur J Health Econ

VOLUME/ HALAMAN Hal. 123

TAHUN 2014

PENULIS F. S. Mennini, A. Marcellusi, J. M. Graf


von der Schulenburg, A. Gray, P. Levy,

P. Sciattella, M. Soro, G. Staffiero,

J. Zeidler, A. Maggioni, R. E. Schmieder

TUJUAN Beban keuangan untuk sistem kesehatan Uni


Eropa yang terkait dengan penyakit
kardiovaskular (CV) telah diperkirakan
menjadi hampir € 110 miliar pada tahun 2006,
sesuai dengan 10% dari total pengeluaran
perawatan kesehatan di seluruh Uni Eropa
atau rata-rata € 223 biaya per kapita per tahun.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk
memperkirakan biaya yang berkaitan dengan
hipertensi dan dampak ekonomi dari
meningkatnya kepatuhan terhadap terapi anti-
hipertensi di lima negara Eropa (Italia,
Jerman, Perancis, Spanyol dan Inggris).

METODE PENELITIAN Sebuah model probabilistik berdasarkan


prevalensi dikembangkan untuk
memperkirakan biaya dan konsekuensi dari
CV, menggunakan persamaan risiko untuk
memperkirakan risiko kejadian kardiovaskular
berdasarkan pada Framingham Heart Study.
Model ini mensimulasikan riwayat alami
penyakit, di mana pasien yang tinggal di
masing-masing negara yang termasuk dalam
analisis mungkin atau mungkin tidak
hipertensi. Pasien hipertensi (BP C 140/90)
mungkin atau mungkin tidak didiagnosis
dengan hipertensi. Model mengasumsikan
bahwa semua pasien yang terdiagnosis
dirawat dan kepatuhan terhadap pengobatan
(didefinisikan sebagai sejauh mana pasien
bertindak sesuai dengan interval yang
ditentukan dan dosis rejimen dosis adalah
pendorong utama bagi pasien untuk mencapai
tekanan darah terkontrol (BP \ 140/90) dan
akibatnya probabilitas yang lebih rendah
mengalami peristiwa kardiovaskular.

HASIL perkiraan jumlah dan biaya semua peristiwa


CV yang berkaitan dengan hipertensi untuk
setiap negara dan dikumpulkan di seluruh
lima negara. Selama rentang waktu 10 tahun,
total hampir 8,6 juta peristiwa CV
diprediksikan berdasarkan data demografi,
epidemiologi, dan kepatuhan saat ini (32%
diperkirakan terjadi di Jerman, 20% di
Perancis dan Italia, dan 15 dan 12% di
Spanyol dan Inggris, masing-masing). Total
biaya kejadian CV yang disebabkan hipertensi
diperkirakan melebihi € 51,3 miliar selama
rentang waktu 10 tahun (kisaran € 5.0
di Inggris dan € 17,1 di Jerman).
Mempertimbangkan hanya biaya yang terkait
dengan diagnosis dan pasien yang diobati,
biaya obat diperkirakan, rata-rata, untuk
mewakili 37% (berkisar 10% di Inggris dan
71% di Spanyol) dari total biaya penyakit dan
bagian yang tersisa digolongkan ke rumah
sakit. Di Italia, biaya total yang terkait dengan
pasien hipertensi yang didiagnosis dan diobati
sebesar € 6,4 miliar (CI 95%: € 5,5-7,2 miliar)
diperkirakan selama 10 tahun. Demikian pula,
di Perancis, biaya yang terkait dengan
hosplitalisation diperkirakan € 3,3 miliar (CI
95%: € 3,0-3,7 miliar) dan total pengeluaran
untuk subjek yang didiagnosis sebesar € 5,7
miliar (CI 95%: € 4,9-6,5 milyar). Total biaya
yang terkait dengan pasien yang didiagnosis
jauh lebih tinggi di Jerman dan Spanyol
daripada di negara lain. Di Jerman, di mana
prevalensi hipertensi dan subjek yang
didiagnosis keduanya tinggi, pengeluaran total
diperkirakan € 13,8 miliar (CI 95%:€ 11,9-
15,7 miliar). Di Spanyol, biaya tinggi yang
terkait dengan pasien hipertensi disebabkan
oleh total biaya obat € 7.0 milyar (CI 95%: €
6.3–7.8 milyar), lebih tinggi dari apapun
negara lain dan sekitar tiga kali biaya rawat
inap (€ 2,8 miliar, CI 95%: € 2,5–3,2 miliar).
Di Inggris, biaya obat hanya € 0,2 miliar (CI
95%: € 0,2–0,3 miliar) sangat rendah, sesuai
dengan 4,7% dari total pengeluaran terkait
dengan perawatan hipertensi dan biaya rawat
inap. Biaya obat yang lebih rendah ini
mencerminkan proporsi obat generik yang
tinggi dalam total obat yang digunakan, dan
harga generik yang rendah di Inggris.
KESIMPULAN Akhirnya,penelitian ini memperkirakan
bahwa, dengan meningkatkan hingga 70%
kepatuhan terhadap pengobatan di semua
negara, adalah mungkin untuk mengurangi
biaya perawatan kesehatan langsung untuk
hipertensi sekitar € 332 juta (CI 95%: - € 319
sampai -346) (Lampiran D, Tabel D.3) sama
dengan 82.235 lebih sedikit acara CV (24.058
di Italia, 7.870 di Jerman, 18.870 di Spanyol,

24,855 di Perancis dan 6.553 di Inggris)

Tugas review jurnal 56


Judul Cost-effectiveness of a multifactorial
fracture prevention program for elderly
people admitted to nursing homes

Jurnal Ekonomi Kesehatan

Volume/ Halaman Hal. 123

Tahun 2014

Penulis Dirk Mu¨ ller, Lisa Borsi, Claudia


Stracke, Stephanie Stock, Bjo¨ rn
Stollenwer

Tujuan Penelitian Fraktur terkait jatuh menyebabkan biaya


sosioekonomi tinggi, kematian prematur dan
kehilangan kualitas hidup. Orang yang lebih
tua yang tinggal di panti jompo atau dirawat
di rumah sakit memiliki peningkatan risiko
terjatuh. Insiden jatuh di antara lansia yang
tinggal di panti jompo dilaporkan sekitar tiga
kali lebih tinggi dari lansia yang tinggal di
masyarakat, menyamai tingkat 1,5 jatuh per
tempat tidur per tahun. Sementara sebagian
besar patah tulang terkait jatuh dilaporkan
untuk pinggul dan ekstremitas atas, dampak
sosioekonomi terbesar dari hasil jatuh dari
patah tulang pinggul. Di Jerman, jumlah
fraktur panggul dan biaya perawatan
langsung diperkirakan akan meningkat
menjadi 156.000 patah tulang (osteoporosis)
dan 4 miliar euro (€) pada tahun 2020.

Tujuan penelitian ini adalah untuk


mengetahui apakah Pencegahan fraktur
multifaktorial efektif dalam mencegah fraktur
di panti jompo

Subjek Penelitian Pasien panti jompo

Metode Penelitian Metode Kami melakukan analisis biaya


utilitas menggunakan Model simulasi
berbasis Markov untuk membangun
efektivitas program pencegahan kejatuhan
multifaset dari perspektif asuransi kesehatan
wajib (SHI) dan asuransi perawatan jangka
panjang (LCI). Tingkat jatuh digunakan
untuk memperkirakan konsekuensi klinis dan
ekonomi akibat patah tulang pinggul dan
ekstremitas atas. Ketajaman hasil dinilai
menggunakan analisis sensitivitas
deterministik dan probabilistic

Hasil Hasil Dibandingkan dengan tidak ada


pencegahan program pencegahan
multifaktorial untuk penghuni panti jompo
menghasilkan rasio efektivitas biaya € 21.353
per tahun hidup yang disesuaikan dengan
kualitas. Total biaya untuk SHI / LCI akan
menghasilkan € 1,7 juta per tahun. Hasilnya
terbukti kuat mengikuti analisis sensitivitas
deterministik dan probabilistik.

Tugas review jurnal 57


Judul Pedoman metodologi untuk melakukan
evaluasi ekonomi intervensi perawatan
kesehatan di Hongaria: proposal Hongaria
untuk standar metodologi
Jurnal Eur J Health Econom

Volume/ Halaman Hal. 196-206

Penulis Á. Szende, Z. Mogyorósy, N. Muszbek, J. Nagy, G.

Pallos, C. Dózsa

1 Medtap International, Amsterdam,The Netherlands

2 University of York,York, UK · 3 Ministry of Finance,

Budapest, Hungary

4 Information Centre for Healthcare (GYÓGYINFOK),

Szekszárd, Hungary

5 Ministry of Health, Budapest, Hungary · 6 National

Health Insurance Fund, Budapest, Hungary

Tujuan Penelitian Ada tekanan yang meningkat pada


pemerintah Eropa Tengah dan Timur untuk
membendung biaya perawatan kesehatan dan
untuk memperkenalkan alat untuk
mendukung keputusan pengeluaran
perawatan kesehatan publik yang rasional dan
transparan. Hongaria adalah salah satu negara
pertama di kawasan ini yang menggunakan
kriteria efektivitas biaya dalam pengambilan
keputusan keuangan layanan kesehatan.
Sebagai bagian dari pedoman metodologis
proses ini sekarang telah dikembangkan
untuk memandu evaluasi ekonomi kesehatan
masa depan yang dilakukan di negara ini.
Proyek pengembangan pedoman Hungaria
konsisten dengan dua tren internasional yang
signifikan: meningkatnya penggunaan studi
ekonomi kesehatan dalam pengambilan
keputusan di seluruh dunia dan kebutuhan
masing-masing negara untuk
mengembangkan pedoman mereka sendiri
daripada menggunakan standar global
seragam versi.

Tujuan penelitian yaitu sebagai Panduan


metodologi untuk memberikan panduan
kepada produsen, sponsor dan penyedia
layanan kesehatan yang mempersiapkan
evaluasi ekonomi kesehatan untuk
mendukung pengajuan untuk mengamankan
penggantian untuk barang dan jasa yang
disediakan dari dana publik di bawah kendali
Dana Asuransi Kesehatan Nasional atau
Pemerintah Hungaria.
Subjek Penelitian produsen, sponsor dan penyedia layanan
kesehatan
Kelebihan Banyaknya keterlibatan para ahli dari
kementerian yang berpartisipasi, lembaga
perawatan kesehatan dan akademis,
perusahaan konsultan dan perusahaan
farmasi. Perwakilan dari semua fakultas
medis utama, Ruang Kesehatan Hongaria,
asosiasi perawat, asosiasi manajer layanan
kesehatan, dan asosiasi produsen lokal dan
internasional
Kekurangan Metodologinya kurang terperinci

Tugas review jurnal 58


Judul Choice of statistical model for cost-
effectiveness analysis

and covariate adjustment: empirical


application of prominent models and
assessment of their results

Jurnal Ekonomi Kesehatan

Volume/ Halaman Hal. 123

Tahun 2015

Penulis Theodoros Mantopoulos, Paul M.

Mitchell, Nicky J. Welton,Richard

McManus,

Lazaros Andronis

Subjek Penelitian Pasien penderita Hipertensi

Metode Penelitian model linier Bayesian

Kelebihan Keuntungan relatif dari mengadopsi metode


Bayesian adalah bahwa distribusi di luar
normal dapat diberikan untuk biaya dan efek
yang menghasilkan pendekatan yang lebih
fleksibel untuk estimasi.

fakta bahwa penyq1esuaian kovariat dapat


mengurangi variasi dan memberikan
perkiraan keefektifan biaya yang lebih akurat,
bahkan ketika kovariat seimbang
Kekurangan kekurangan dalam teknik pengacakan,
sejumlah kecil peserta, atau hanya kebetulan,
dapat menyebabkan ketidakseimbangan
dalam kovariat awal

Tugas review jurnal 59


Judul Restorisasi Program Asuransi Kesehatan Anak-anak

Inisiatif Ukuran Kualitas Tindakan : Bergerak Maju untuk


Meningkatkan Pengukuran, Perawatan, dan Hasil Anak dan
Remaja

Jurnal Bergerak Maju untuk Meningkatkan Pengukuran, Perawatan,


dan Hasil Anak dan Remaja

Volume &halaman 11:S1–S10

Tahun 2011

Penulis Denise Dougherty, PhD; Jeffrey Schiff, MD, MBA; Rita


Mangione-Smith, MD, MPH

Reviewer YUNAIS ADSMI

Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyediakan


informasi yang berguna tentang masalah seputar inti awal dan
konsep untuk bergerak maju menuju peningkatan kesehatan
anak-anak langkah-langkah kualitas perawatan, kualitas
perawatan kesehatan anak-anak, dan hasil kesehatan anak &
remaja.

Subjek penelitian Adapun subjek dari penelitian ini yaitu

• keamanan

• ketepatan waktu,

• efektivitas,

• kesetaraan,

• efisiensi,

• pemusatan pasien,

• koordinasi perawatan,

•kemampuan infrastruktur sistem pengiriman perawatan


kesehatan

Metode penelitian Adapun metodenya yaitu dengan cara proses publik terbuka
yang dikombinasikan dengan informasi bukti metodologi
evaluasi

Hasil penelitian  Menetapkan prioritas untuk pengukuran masa depan


secara klinis topik atau pengaturan tidak akan cukup
untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan arahan dari
undang-undang CHIPRA pengukuran yang berlaku di
semua Medicaid dan Jenis program CHIP (misalnya,
perawatan terkelola, biaya-untuk-layanan) dan mampu
mengidentifikasi perbedaan berdasarkan ras, etnis,
sosioekonomi status, dan kebutuhan perawatan kesehatan
khusus. Upaya untuk identifikasi ukuran inti awal
menggunakan persyaratan CHIPRA mengidentifikasi
sejumlah masalah metodologis penting untuk peningkatan
dan pengembangan pengukuran di masa mendatang,
termasuk 1) kebutuhan untuk mengukur spesifikasi yang
dapat dinilai kualitas di seluruh pembayar, penyedia,
program, dan pasien populasi, dan 2) kebutuhan untuk
memastikan bahwa data diperlukan menganalisis rasial,
etnis, sosioekonomi, dan kesehatan khusus perawatan
perlu disparitas dikumpulkan secara konsisten (di luar
perbedaan yang diidentifikasi oleh fokus pada
ketidakadilan di hasil kesehatan, sebagaimana dicatat di
atas)tantangan metodologis — untuk memanfaatkan
sebaik-baiknya teknologi informasi kesehatan yang
muncul untuk kualitas pengukuran-sangat penting untuk
meningkatkan kelayakan ukuran inti. Yang keempat
adalah kebutuhan untuk mengukur kualitas layanan
perawatan kesehatan di luar tradisional sistem pemberian
perawatan medis (misalnya, rumah sakit dan dokter /
perawat kantor-kantor) ke dalam dan di seluruh terapi
khusus layanan seperti kesehatan mental, nutrisi, terapi
fisik, dan layanan rehabilitasi lainnya (mis., pidato).
Mengalamatkan masalah ini mungkin menjadi prioritas
tinggi untuk CHIPRA Program Pengukuran Kualitas
Pediatrik (PQMP). Untung, PQMP dapat membangun
upaya-upaya baru dan berkelanjutan di beberapa area ini
(misalnya, upaya yang dilakukan untuk mengidentifikasi
perbedaan ras dan etnis; lebih dari satu dekade
pengalaman dengan survei berbasis dan langkah-langkah
lain untuk mengidentifikasi anak-anak dengan kebutuhan
perawatan kesehatan khusus; dan penggunaan kesehatan
elektronik catatan untuk mengukur kualitas)
Kesimpulan Adapun kesimpulan dari penelitian ini Meningkatkan
perawatan kesehatan anak-anak untuk manfaat kesehatan
anak-anak dan kesejahteraan remaja memiliki keduanya
singkat implikasi jangka panjang untuk anak-anak, keluarga,
dan masyarakat luas. Meskipun pengukuran kualitas tidak
cukup, mencapai peningkatan dalam kesehatan anak-anak
adalah tak dapat dipisahkan terkait dengan pengukuran
kualitas kesehatan perawatan yang dikirimkan. Komentar
dalam suplemen ini memberikan perincian tambahan tentang
seberapa kritisnya untuk melampaui pengukuran untuk
peningkatan kualitas berkelanjutan.

Tugas review jurnal 60


Judul Insurance sector dynamics: towards transformation into
learning organization

Jurnal The Learning Organization

Volume &halaman Vol. 14 No. 6

Tahun 2007

Penulis Gopalakrishna Barkur,et al

Reviewer YUNAIS ADSMI

Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh
lima faktor penting pada kualitas layanan di sektor asuransi.

Subjek penelitian Adapun subjek dari penelitian ini yaitu

• pengalaman masa lalu

• kebutuhan pribadi,

• komunikasi eksternal,

• dari mulut ke mulut,

• klien aktif memiliki pengaruh signifikan terhadap layanan

• kualitas sektor asuransi

Metode penelitian Adapun metodenya yaitu berdasarkan metodologi dinamika


system (based on system dynamics methodology)

Hasil penelitian  Fleksibilitas, kepekaan dan kemampuan beradaptasi


adalah persyaratan mendasar dari sektor jasa modern. Di
pasar yang didorong pelanggan saat ini, persyaratan ini
sangat penting lebih dari sebelumnya. Filosofi dasar
Organisasi Pembelajaran adalah membuat fitur-fitur ini
dibangun di dalam sistem pemerintahan itu sendiri.
 Dalam tulisan ini upaya telah dilakukan untuk mengubah
Sektor Asuransi menjadi Organisasi Pembelajaran. Untuk
mulai dengan, parameter kunci yang memengaruhi
kualitas Layanan, mis. Pengalaman masa lalu,
kebutuhan pribadi, komunikasi eksternal, dan Word of
mouth telah dianalisis menggunakan System Dynamics.
Hasilnya menunjukkan bahwa parameter ini memiliki
pengaruh signifikan terhadap kualitas Layanan dari
sektor Asuransi. Menggambar pada kesimpulan dari hasil
simulasi, kerangka telah diusulkan untuk mengidentifikasi
komponen kunci dari Organisasi Pembelajaran di Sektor
Asuransi.
 Hasil dari penelitian ini dapat langsung diterapkan di
sektor asuransi untuk meningkatkan kualitas layanan,
karena menyediakan sarana untuk mengubah
pengetahuan diam-diam dalam organisasi menjadi
bentuk eksplisit. Sistem manajemen pengetahuan,
sebagai komponen dari organisasi pembelajaran,
bertindak sebagai gudang pusat pengetahuan organisasi
dan memungkinkan penyedia layanan untuk
meminimalkan "kesenjangan kualitas layanan" sebagai
praktik terbaik, pengalaman masa lalu, dan solusi untuk
masalah-masalah kejadian umum akan tersedia untuk
penggunaan umum
Kesimpulan Adapun kesimpulan dari penelitian ini menggunakan
pendekatan dinamika sistem untuk peningkatan kualitas
pelayanan di sektor asuransi. Penelitian ini memiliki nilai
yang sangat besar untuk sektor asuransi, karena
pertumbuhannya merupakan fungsi dari kualitas layanan.

Tugas review jurnal 61


Judul Kualitas Pelayanan Kesehatan Penerima Jamkesmas Di
Rsud Ibnu Sina Gresik

Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik

Volume &halaman Vol. 1 No. 1

Tahun 2013

Penulis Merry Martha Mahayu Prana

Reviewer YUNAIS ADSMI

Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas
pelayanan kesehatan bagi penerima kartu sehat di RSUD
Ibnu

Sina kabupaten Gresik. Untuk mengetahui kualitas layanan


kesehatan, penelitian ini menggunakan dimensi kualitas
layanan yang disertakan sepuluh indikator, nyata, keandalan,
responsif, kompetensi, kesopanan, kredibilitas, keamanan,
akses, komunikasi, pemahaman.

Subjek penelitian Adapun subjek dari penelitian ini yaitu

• pelayanan publik

• pelayanan kesehatan,

• kualitas pelayanan,

• Administrasi Kepesertaan Jamkesmas


Metode penelitian Adapun metodenya yaitu metode penelitian kualitatif dengan
tipe deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan
menggunakan mendalam wawancara, observasi dan
dokumentasi

Hasil penelitian  Berdasarkan hasil penelitan di lapangan, RSUD Ibnu


Sina Kabupaten Gresik masih belum dapat memenuhi
kriteria ini. Jumlah fasilitas kamar kelas III masih
belumdapat menampung jumlah pasien yang cukup
banyak, hingga akhirnya beberapa pasien terpaksa harus
dirawat di lorong. Ketidaknyamanan ini tentu
mempengaruhi nilai kepuasan penerima pelayanan atau
dalam hal ini pasien.
 Menurut Zeithaml, salah satu indikator yang digunakan
dalam mengevaluasi suatu kualitas jasa adalah bukti fisik
atau tangibles yang mana indicator ini meliputi fasilitas
fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi.
Dan dalam hal ini RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik
memiliki peran untuk memberikan fasilitas yang baik yaitu
fasilitas fisik secara mendasar seperti ruang tunggu,
ruang rawat inap yang cukup, peralatan medis, dan lain-
lain, serta fasilitas penunjang dalam pemberian layanan,
dan bukan hanya member tetapi juga memahami apa
yang dibutuhkan oleh pasien sehingga pemberian sarana
dan prasarana tidak menjadi hal yang sia-sia dan dapat
dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Kesimpulan Adapun kesimpulan dari penelitian ini kesimpulan yang
dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah bahwa kualitas
pelayanan kesehatan terhadap penerima Jamkesmas di
Rumah Sakit Umum Daerah Ibnu Sina Kabupaten Gresik
telah cukup baik dan telah hampir memenuhi standar dalam
sepuluh indikator kualitas pelayanan yang diteliti oleh
penulis. Namun, masih terdapat kekurangan - kekurangan
yang masih harus diperbaiki dalam beberapa indikator
terutama dalam dimensi Tangibles atau fasilitas fisik
terutama kamar kelas III bagi pasien jamkesmas yang masih
sangat kurang memenuhi kebutuhan pasien

Tugas review jurnal 62


Judul Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan Demam Tifoid Anak
Menggunakan Kloramfenikol Dan Seftriakson Di Rumah
Sakit Fatmawati Jakarta Tahun 2001 – 2002

Jurnal MAKARA, KESEHATAN,

Volume &halaman Vol. 8 No. 2

Tahun 2004

Penulis Lili Musnelina, A Fuad Afdhal, Ascobat Gani, Pratiwi


Andayani

Reviewer YUNAIS ADSMI

Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan biaya


pengobatan demam tifoid anak antara antibiotika
kloramfenikol dengan antibiotika seftriakson, serta
membandingkan efektivitas dari masing-masing obat
tersebut.

Subjek penelitian Adapun subjek dari penelitian ini yaitu

• MDR Salmonella typhi

• Seftriakson,

• penyakit infeksi bakteri,

Metode penelitian Adapun metodenya yaitu Penelitian cross - sectional dengan


melihat data sekunder yang diambil dari catatan medis/rekam
medis pasien demam tifoid anak yang menjalani rawat inap di
Bagian Kesehatan Anak Rumah Sakit Fatmawati selama
periode Januari 2001 – Desember 2002.

Hasil penelitian  Pada hasil pengujian - t dengan batas kepercayaan (CI)


95% menunjukkan adanya perbedaan secara bermakna
terhadap efektivitas biaya pengobatan antara pasien
demam tifoid yang menggunakan antibiotika
kloramfenikol dengan pasien demam tifoid yang
menggunakan antibiotika seftriakson.
 Hasil analisis efektivitas biaya pengobatan demam tifoid
anak dengan pengobatan antibiotika kloramfenikol
sebesar Rp.1.182.350,84,- per pasien dengan lamanya hari
rawat inap rata-rata sebanyak 6,598 hari. Hasil analisis
efektivitas biaya pengobatan demam tifoid dengan
antibiotika seftriakson sebesar Rp. 1.005.670,39,-
perpasien dengan lamanya hari rawat inap rata-rata
sebanyak 4,408 hari.
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap
analisis efektivitas biaya antara pasien demam tifoid anak
yang menggunakan antibiotika kloramfenikol dengan pasien
demam tifoid anak yang menggunakan antibiotika seftriakson
yang dirawat inap di Bagian Kesehatan Anak Rumah Sakit
Fatmawati Jakarta pada periode waktu Januari 2001 –
Desember 2002 dapat disimpulkan bahwa rata-rata lamanya
hari rawat inap pada pasien demam tifoid anak yang
menggunakan kloramfenikol adalah 6,598 hari, sedangkan
rata-rata lamanya hari rawat inap pada pasien demam tifoid
anak yang menggunakan seftriakson adalah 4,408 hari.
Secara farmakoekonomi Seftriakson lebih efektif biaya
dibandingkan dengan kloramfenikol pada pengobatan demam
tifoid anak. Selain itu dapat terlihat jelas adanya perbedaan
secara bermakna terhadap efektivitas dan efisiensi
pengobatan demam tifoid anak antara kloramfenikol dan
seftriakson.

Tugas review jurnal 63


Judul Keefektifan Pelaksanaan Mekanisme Komplain Dalam
Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya

Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik

Volume &halaman Vol. 1 No. 1


Tahun 2013

Penulis Honny Nur Afidah

Reviewer YUNAIS ADSMI

Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dijawab masalah
tentang bagaimana mekanisme komplain di RSU Haji
Surabaya. Untuk mengetahui bagaimana mekanisme
pengaduan bias memperbaikinya, digunakan 4 indikator
efektif penanganan teori prinsip keluhan pelanggan
berdasarkan Tjiptono yang dapat diakses,empati, responsif,
dan keadilan.

Subjek penelitian Adapun subjek dari penelitian ini yaitu

• pelayanan medis

• attitude

• kebersihan

• Administrasi/manajemen

Metode penelitian Adapun metodenya yaitu metode kualitatif dan menggunakan


deskriptif tipe penelitian. Lokasi penelitian ini berada di RSU
Haji Surabaya. Teknik dalam menentukan informan
menggunakan teknik dari purposive.
Hasil penelitian Sebagian besar keluhan mampu diatasi oleh resolusi yang
diberikan staf pada garis lini (front line). Namun pada
beberapa kasus, penyampai keluhan tidak akan pernah puas
apabila masalah yang mereka hadapi belum terselesaika
dengan petugas yang lebih senior dari staf pada garis lini
(NSW Ombudsman`s Complaints Handling Guidelines,
2010). Dalam hal penanganan keluhan pelanggan RSU Haji
Surabaya, apabila komplain pelanggan tidak bisa diselesaikan
secara internal di bagian Humas, maka complain tersebut
akan dikoordinasikan dengan unit yang terkait dengan
komplain tersebut. Jika komplain tersebut bersifat kompleks,
maka bagian Humas akan mengkoordinasikannya dengan
dengan bidang yang berkaitan dengan komplai tersebut.
Selain itu, RSU Haji Surabaya juga memiliki konsultan
hukum yang mendampingi dan membantu memberikan
pertimbangan untuk permasalahan yang dianggap kompleks.
Apabila keluhan pelanggan tersebut belum juga terselesaikan,
maka penyelesaian keluha akan diselesaikan oleh Pimpinan
RSU Haji Surabaya

Kesimpulan Mekanime komplain di RSU Haji Surabaya berjalan secara


efektif. Hal ini ditunjukkan oleh aspek accessible, empathy,
dan fairness dalam menangani keluhan pelanggan berjalan
secara optimal dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Hal
itu dapat dilihat dari tersedianya berbagai saluran penampung
keluhan dan info mengenai cara untuk menyampaikan
keluhan tersebut, kesediaan petugas dalam menangani
keluhan pelanggan, sikap dan kepahaman petugas terhadap
mekanisme penanganan komplain pelanggan, serta adanya
upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan adil
sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Sementara
pada aspek responsiveness RSU Haji Surabaya memiliki
komitmen berkaitan dengan respon time kinerja dalam
menangani keluhan yang masuk, namun masih ditemukan
adanya ketidakmerataan dalam penanganan keluhan
pelanggan terkait dengan masalah waktu dan ketanggapan
petugas dalam menagani keluhan.

TUGAS REVIEW JURNAL 64


Judul Socioeconomic position and the risk of spontaneous abortion: a
study within the Danish National Birth Cohort
Jurnal Scandinavian Journal of Trauma, Resuscitation and Emergency
Medicine/ original research
Volume & halaman -
Tahun 2012
Penulis Norsker, Filippa NyboeEspenhain, LauraMorgen, Camilla
Schmidt Andersen, Per Kragh Andersen, Anne-marie Nybo
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
antara faktor-faktor sosial ekonomi dengan keadian abortus
spontan. Faktor-faktor dari sosial ekonomi disebutkan dalam
tujuan.
Subjek penelitian wanita hamil yang terdaftar dalam Denmark National Birth
Cohort berjumlah 89.829 orang
Metode penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah cohort study dengan
menggunakan 89.829 subyek yang datanya terdaftar
dalam Denmark National Birth Cohort. Penelitian dengan
melihat data wanita yang tercatat dalamDenmark National Birth
Cohort, sedangkan data faktor-faktor sosial ekonomi diambil
dari register nasional. Selain itu, penelitian dilakukan dengan
wawancara melalui telepon.
Hasil penelitian Hasil Penelitian: Wanita dengan pendidikan <10 tahun memiliki
resiko abortus spontan lebih besar bila dibandingkan dengan
wanita yang pendidikan >12 tahun (HR 1,19 95% Cl 1,05-
1,34). Kejadian abortus spontan lebih meningkat terjadi pada
wanita dengan penghasilan rendah (HR antara 1,09 dan 1,15)
dibandingkan penghasilan tinggi, namun tidak jauh berbeda.
Secara umum, tidak ada hubungan yang signifikan secara
statistic antara pekerjaan dengan resiko abortus spontan, namun
kelompok wanita tidak bekerja memiliki peningkatan abortus
spontan bila dibandingkan dengan yang bekerja (HR 1,32 (95%
Cl 0,82-2,13))
kesimpulan Tingkat pendidikan dan penghasilan berbanding terbalik terkait
dengan resiko abortus spontan. Kemungkinan besar faktor yang
mempengaruhi abortus spontan adalah non-kausal. Dari hasil
penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan
dengan posisi social, seperti lingkungan dan perilaku dapat
mempengaruhi aborsi spontan.

TUGAS REVIEW JURNAL 65


Judul ( Sebuah Model Kontijensi : Hubungan Antara Strategi,
Ketidakpastian Lingkungan dan Pengukuran Kinerja :
dampaknya pada Kinerja Organisasi )
Jurnal International Business Review. 13 (2004) p.485 – 502
Volume & halaman -
Tahun 2012
Penulis Zahirul Hoque (2004), School of Law and Business, Charles
Darwin University, Darwin, NT 0909, Australia
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Untuk mengetahui lebih lanjut penggunaan ukuran non
keuangan dalam evaluasi kinerja yang gunakan dalam : a)
Prioritas Strategi dan kinerja organisasi dan b) ketidakpastian
lingkungan dan kinerja organisasi.
Subjek penelitian
Metode penelitian Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui surat
kepada 100 CEO secara random sampling pada perusahaan
manufaktur di Selandia Baru yang berasal dari data New
Zealand Business Who’s Who edisi tahun 1994. Kriteria sampel
utama yang digunakan adalah perusahaan yang memiliki
minimal 100 orang karyawan. Tingkat partisipasi atas kuesioner
yang kembali sebanyak 52%.

Pengukuran Variabel :

Strategi bisnis : mengunakan pengukuran terhadap 2 pilihan


strategi yang ekstrim yaitu : prospector dan defender (Miles &
Snow. 1978). Responden diberikan gambaran tentang pilihan
strategi yang menekankan tingkat derajat dari perusahaan
kepada penggunaan strateginya selama 3 tahun terakhir.
Pengukuran menggunakan skala Likert : 1 (defender ) s/d 5
(prospector). Sama yang digunakan oleh penelitian Chenhall
dan Langfield smith (1998) dan Ittner et al (1997).

Ketidakpastian Lingkungan : penelitian ini menggunakan 8


item ketidakpastian lingkungan yaitu : (1) tindakan pemasok,
(2) keinginan pelanggan, selera dan preferensi, (3) kegiatan
pasar pesaing, (4) diregulasi dan globalisasi, (5) aturan
pemerintah, (6) lingkungan ekonomi, (7) hubungan industrial,
(8) teknologi produksi dan teknologi informasi. Sama yang
digunakan oleh penelitian Gordon dan Narayanan (1984) dan
Govindarajan (1984). Responden diberikan pertanyaan dengan
5 skala likert : 1 (dapat diprediksi) s/d 5 (sangat tidak dapat
diprediksi).

Pilihan Manajemen dan penggunaan Pengukuran Non


Keuangan : Penelitian ini menggunakan 13 item pengukuran
kinerja non keuangan, mengikuti penelitian sebelumnya
(Abernethy & Lilis 1995; Ittner et al 1997; Kaplan & Norton
1996; Lynch & Cross 1991, dan Perera et al 1997. 13 item
tersebut menyangkut :

1) Efisiensi atau produktifitas penggunaan tenaga kerja dan


bahan baku.

2) Proses improvisasi dan re engenering.

3) Pengantar produk baru

4) Pelatihan & pengembangan karyawan


5) Kepuasan pelanggan

6) Pengiriman yang tepat waktu

7) Hubungan dengan pemasok

8) Hubungan ditempat kerja

9) Keselamatan dan kesehatan kerja

10) Pangsa pasar

11) Jaminan biaya perbaikan

12) Respon waktu terhadap pelanggan

13) Kepuasan karyawan

Ke 13 item ini diukur dengan menggunakan skala likert ( 1 s/d


5), 1( perhatiannya kecil) s/d 5 (perhatiannya besar)
Hasil penelitian Hipotesis 1 hipotesisnya adalah pengaruh tidak langsung dari
prioritas strategis (X1) terhadap kinerja organisasi (X4) yang
melalui penggunaan pengukuran non-keuangan (X3). Hasil
yang disajikan menunjukkan korelasi nol-order koefisien positif
antara prioritas strategis dan kinerja organisasi (R14 ¼ 0:31, p
<0:05). Korelasi yang diamati terdiri dari efek langsung positif
tetapi tidak signifikan antara prioritas strategis dan kinerja
organisasi (P41 ¼ 0:03, ns) ditambah pengaruh tidak langsung
yang signifikan (p42r12 Þ ¼ p43r13 0:27, p <0:05) prioritas
strategis
pada kinerja organisasi melalui pengukuran kinerja non-
keuangan, oleh karena itu, H1 diterima.
Hipotesis 2 hipotesisnya adalah pengaruh tidak langsung
ketidakpastian lingkungan (X2) pada organisasi (X4) melalui
ukuran kinerja non-keuangan (X3). Hasil pengujian sehubungan
dengan hipotesis ini menunjukkan adanya hubungan yang
signifikan antara
ketidakpastian lingkungan dan kinerja organisasi (R34 ¼ 0:001,
ns).
Korelasi yang diamati terdiri dari pengaruh langsung tidak
signifikan dari ketidakpastian lingkungan pada kinerja (p42 ¼
0:001, ns) ditambah signifikan pada pengaruh tidak langsung
(p41r12 Þ ¼ p43r23 00:02, ns) dari ketidakpastian lingkungan
terhadap kinerja yang melalui penggunaan ukuran kinerja non-
keuangan. Oleh karena itu, tidak memberikan dukungan
terhadap Hipotesis 2, dimana H2 ditolak.
kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara strategi
bisnis perusahaan, lingkungan eksternal, penggunaan langkah-
langkah dalam evaluasi kinerja, dan kinerja organisasi melalui
penelitian survei dari 52 perusahaan manufaktur di Selandia
Baru.
Seperti yang diharapkan, hasil menunjukkan tidak ada
hubungan langsung antara unit bisnis strategi dan kinerja
organisasi. Sebaliknya, hubungan antara dua variabel muncul
secara signifikan tidak langsung, sebagaimana hipotesis. Hasil
signifikan dan positif ditemukan dalam hubungan antara
strategi dan penggunaan manajemen terhadap pengukuran non
finansial terhadap evaluasi kinerja. Hasil ini menunjukkan
bahwa strategi unit bisnis adalah suatu pendahuluan penting
dari evaluasi kinerja, desain sistem dan penggunaan
pengukuran non-keuangan adalah penting bagi kinerja
organisasi. Bukti ini konsisten dengan pandangan bahwa
kesesuaian dengan prioritas strategis dan pilihan pengukuran
kinerja dalam evaluasi kinerja sangat penting untuk
meningkatkan kinerja organisasi (Govindarajan & Gupta, 1985;
Ittner et al, 1997;. Lynch & Cross, 1991; Simons, 1987, 1995).
Sebaliknya, hasil pengujian path model tidak memberikan
dukungan untuk hipotesis hubungan positif antara
ketidakpastian lingkungan dan kinerja organisasi melalui
penggunaan ukuran kinerja non-keuangan.
Bukti ini tidak konsisten dengan pandangan bahwa ketika
perusahaan mengalami kesulitan dalam meramalkan kejadian
masa depan, ketergantungan lebih besar terhadap penggunaan
indikator
non-keuangan dalam evaluasi kinerja perusahaan. Selain itu,
hubungan signifikan antara ketidakpastian lingkungan, ukuran
kinerja dan kinerja organisasi tidak membenarkan temuan studi
yang ada dalam hubungan antara ketidakpastian lingkungan dan
desain MAS (Chenhall & Morris, 1986; Chong & Chong, 1997;
Gordon & Naryanan, 1984; Ezzamel, 1990; Govindarajan,
1984; Gul & Chia, 1994; Mia, 1993).

TUGAS REVIEW JURNAL 66


Judul Competitiveness In Higher Education: A Need For Marketing
Orientation And Service Quality
Jurnal Economics & Sociology Journal;
Volume & halaman Vol. 5 Issue 2, p23
Tahun 2012
Penulis Penulis dalam penelitian ini Helena Štimac dan Mirna Leko
Šimić adalah Dosen Fakultas Ekonomi yang berasal Instusi
yang sama yaitu EFO, Osijek, Kroasia (University Of Osijek
Faculty Of Economics) yang merupakan salah satu kampus
bisnis terbaik di Kroasia
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian sudah dijelaskan secara rinci dalam
jurnal. Laporan penelitian telah mengikuti langkah-langkah
yang seharusnya yaitu : dimulai dari judul penelitian, nama
penulis, abstrak (konteks, tujuan penelitian, pengaturan dan
desain, bahan dan metode, analisis statistik, hasil, kesimpulan,
dan kata kunci), pendahuluan, bahan dan metode, hasil,
pembahasan, kesimpulan dan citation.
Subjek penelitian
Metode penelitian Metodologi penelitian yang digunakan menggunakan
pendekatan kuantitatif menurut penelaah telah sesuai dengan
tujuan penelitian, terutama penelitian ini adalah penelitian
analisa komparatif multi situs dengan sampel tiga (3) institusi
pendidikan di 3 negara di Eropa Timur yaitu Osijek, Kroasia -
EFO, Ljubljana, Slovenia - FELU dan Szeged, Hongaria -
GTK).
Instrumen yang digunanakan adalah kuesioner, berdasarkan
tujuan dari penelitian dan informasi apa yang ingin
dikumpulkan menurut penelaah instrumen yang digunakan
sudah sesuai.
Pengujian reliability dan validitas instrumen sudah dijelaskan
dalam penelitian ini yaitu angket/kuisioner
Namun karena tujuan khusus lain penelitian ini merupakan
penelitian multi-budaya adalah untuk menentukan apakah ada
perbedaan spesifik di berbagai negara. Penelaah menawarkan
penggunaan 5 (lima) pendekatan kualitatif creswell yang terdiri
dari Biografi, Etnografi, Fenomenologi, Studi Kasus dan
Grounded Theory. Dapat mengungkap masalah lebih dalam
dibandingkan dengan mengunakan pendekatan kuantitatif,
khususnya pada penelitian ini.
Hasil penelitian Hasil Penelitian dalam penelitian ini sudah dapat disimpulkan
bahwa tujuan dari penelitian sudah tercapai.
Kekurangan penelitian ini adalah bahwa penelitian hanya
dilakukan pada tiga institusi dari 3 negara yang berbeda.
Sehingga kurang dapat mengungkap faktor-faktor lain yang
mungkin bisa menjadi salah satu variable yang relevan dalam
penelitian ini.
Selain itu perlu ditambahkannya framework penelitian dalam
artikel ini, agar langkah-langkah penelitian dapat tergambarkan
dengan baik.
kesimpulan Kelebihan dalam penelitian ini secara umum antara lain adalah
isi kesimpulan peneliti merupakan jawaban dari tujuan
penelitian dan menggunakan metodologi yang tepat,selain itu
kesimpulan yang ditawarkan cukup ringkas dan jelas.
Kekurangannya adalah peneliti kurang memberikan
rekomendasi kepada instansi terkait yang berhubungan dengan
penelitiannya dan tidak mencantumkan saran yang merupakan
harapan peneliti. Menurut penelaah rekomendasi sebaiknya
diberikan kepada peneliti selanjutnya mengenai variabel-
variabel apa yang tidak diteliti dalam penelitian ini
Pemilihan ketiga sampel atau perguruan tinggi dalam penelitian
ini juga tidak diberikan penjelasan yang logis dan ilmiah,
terlebih obyek penelitiannya adalah perguruan tinggi,
dimungkinkan untuk memberi penjelasan atas alasan dipilihnya
lembaga/institusi dalam penelitian ini karena terdiri dari 3
negara yang berbeda tentunya akan ada diferensiasi, baik secara
kultur ataupun secara etik
Masukan untuk peneliti untuk dimensi service quality
sebenarnya ada beberapa kajian yang dapat dijadikan
pertimbangan antara lain Dimensi dari kualitas pelayanan yang
telah dijabarkan oleh para ahli terdahulu,
Kemudian dikelompokkan dan disimpulkan ulang oleh
Parasuraman, Zeithaml dan Berry (2009) menjadi lima dimensi
yang digunakan sebagai tolak ukur dalam menentukan kualitas
pelayanan dalam organisasi, yaitu sebagai berikut: Reliability,
Assurance, Tangible, Empathy, dan Responsiveness

TUGAS REVIEW JURNAL 67


Judul Mutu Pelayanan Kesehatan Berdasarkan Dimensi Dabholkar di
Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD Bojonegoro
Jurnal Economics & Sociology Journal;
Volume & halaman Volume 1 Nomor 2 April-Juni 2013
Tahun 2013
Penulis Alfi Febriana Rahmawati, Stefanus Supriyanto
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian sudah dijelaskan secara rinci dalam
jurnal. Laporan penelitian telah mengikuti langkah-langkah
yang seharusnya yaitu : dimulai dari judul penelitian, nama
penulis, abstrak (konteks, tujuan penelitian, pengaturan dan
desain, bahan dan metode, analisis statistik, hasil, kesimpulan,
dan kata kunci), pendahuluan, bahan dan metode, hasil,
pembahasan, kesimpulan dan citation.
Subjek penelitian
Metode penelitian Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional.
Penelitian dilakukan di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo
Bojonegoro pada bulan Oktober 2012 - Juli 2013. Populasi
penelitian ini adalah seluruh pasien yang terdaftar di Ruang
Rawat Inap Penyakit Dalam selama minggu kedua Bulan Mei
2013. Jumlah sampel dihitung dengan simple random sampling
dengan kriteria inklusi pasien berusia 17-65 tahun dan dalam
keadaan sadar, bersedia dan mampu melakukan komunikasi
secara verbal serta memiliki kondisi kesehatan yang membaik
atau sembuh. Dengan perhitungan tersebut diperoleh sampel
sebesar 37 pasien.
Penelitian menganalisis kualitas pelayanan di rawat inap
dengan melakukan penilaian mutu pelayanan berdasarkan
Dimensi Dabholkar. Teknik analisis data dimulai dengan
menghitung mean rating tingkat kepentingan. Analisis data
dilanjutkan dengan menghitung nilai mean rating kepuasan
pada masing-masing variabel dimensi mutu dabholkar.
Hasil penelitian 1) Dimensi Fisik
Tabel 1. Distribusi Nilai Mean Rating Kepuasan Pasien
Berdasarkan Dimensi Fisik
Berdasarkan tabel 1, isu yang ditemukan dalam dimensi fisik
atau yang memiliki nilai rating kepuasan < 4 adalah variabel
kelengkapan peralatan medis, kemenarikan tatanan ruang rawat
inap, kebersihan ruang rawat inap, serta ketersediaan petunjuk
nama ruangan. Prioritas isu mulai dari mean rating kepuasan
terendah hingga tertinggi yaitu kebersihan ruang rawat inap,
kelengkapan peralatan medis dan kemenarikan tatanan ruang
rawat inap, ketersediaan petunjuk nama ruangan, sehingga
prioritas rekomendasi yang diberikan adalah pemantauan
kinerja petugas kebersihan oleh pihak rumah sakit setiap hari,
advokasi dan komunikasi kepada PEMDA Bojonegoro
termasuk DPR untuk mengalokasikan dana pengadaan CT Scan
oleh pihak rumah sakit, pihak rumah sakit mengubah warna
ruangan yang semula cream menjadi hijau agar terkesan sejuk,
serta membuat tulisan papan nama ruangan menjadi lebih besar.
(2) Dimensi Reliabilitas
. Distribusi Nilai Mean Rating Kepuasan Pasien Berdasarkan
Dimensi Reliabilitas
Berdasarkan tabel 2, isu yang ditemukan dalam dimensi
reliabilitas atau yang memiliki nilai rating kepuasan < 4 adalah
variabel kecepatan pelayanan medis dan ketepatan data rekam
medis. Prioritas isu mulai dari mean rating kepuasan terendah
hingga tertinggi yaitu kecepatan pelayanan medis, ketepatan
data rekam medis, sehingga prioritas rekomendasi yang
diberikan adalah pihak manajemen rumah sakit memperbaiki
kebijakan dokter jaga yang semula hanya satu dokter menjadi
semua dokter yang berjaga setiap hari, pihak manajemen rumah
sakit melakukan seleksi awal kepada para peserta magang
terutama di bagian rekam medis.
(3) Dimensi Interaksi Personal
Tabel 3. Distribusi Nilai Mean Rating Kepuasan Pasien
Berdasarkan Dimensi Interaksi personal
Berdasarkan tabel 3, isu yang ditemukan dalam dimensi
interaksi personal atau yang memiliki nilai rating kepuasan < 4
adalah semua variabel. Prioritas isu mulai dari mean rating
kepuasan terendah hingga tertinggi yaitu kemudahan dokter
ditemui, perhatian dokter kepada pasien, keramahan dokter
kepada pasien atau kesopanan dokter kepada pasien, kejelasan
informasi yang diberikan dokter, sehingga prioritas
rekomendasi yang diberikan adalah dokter melayani pelayanan
pasien via telepon atau email saat sedang tidak berada di rumah
sakit, pihak rumah sakit melakukan evaluasi terhadap
interpersonal communication skill khususnya aspek perhatian,
keramahan serta kesopanan yang dimiliki dokter secara rutin
dengan cara voting penilain pasien, sehingga dokter yang
memiliki interpersonal communication skill kurang akan
diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan yang diadakan
oleh pihak rumah sakit, dokter berkomunikasi dengan pasien
menggunakan bahasa daerah setempat (bahasa jawa).
(4) Dimensi Pemecahan Masalah
Tabel 4. Distribusi Nilai Mean Rating Kepuasan Pasien
Berdasarkan Dimensi Pemecahan Masalah
Berdasarkan tabel 4, isu yang ditemukan dalam dimensi
pemecahan masalah atau yang memiliki nilai rating kepuasan <
4 adalah semua variabel. Prioritas isu mulai dari mean rating
kepuasan terendah hingga tertinggi yaitu kecepatan dokter
dalam mengatasi masalah pasien, kesabaran dokter dalam
menangani keluhan pasien, kesediaan dokter dalam membantu
mengatasi masalah pasien, sehingga prioritas rekomendasi yang
diberikan adalah pihak rumah sakit perlu memperbaiki
kebijakan jumlah dokter jaga yang semula hanya satu dokter
menjadi semua dokter, pihak rumah sakit melakukan evaluasi
terhadap interpersonal communication skill khususnya
kesabaran yang dimiliki dokter secara rutin dengan melakukan
voting penilain pasien, sehingga dokter yang memiliki
interpersonal communication skill kurang akan diberikan
kesempatan untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh
pihak rumah sakit.

(5) Dimensi Kebijakan


Tabel 5. Distribusi Nilai Mean Rating Kepuasan Pasien
Berdasarkan Dimensi Kebijakan
Berdasarkan tabel 5, isu yang ditemukan dalam dimensi
pemecahan masalah atau yang memiliki nilai rating kepuasan <
4 adalah semua variabel. Prioritas isu mulai dari mean rating
kepuasan terendah hingga tertinggi yaitu ketersediaan ruang
tunggu keluarga pasien rawat inap, kenyamanan tempat parkir,
kejelasan prosedur administrasi, ketepatan jam berkunjung,
sehingga prioritas rekomendasi yang diberikan adalah pihak
rumah sakit menyediakan tempat khusus bagi keluarga pasien
yang menunggu, pihak rumah sakit merenovasi tempat parkir
dengan menambahkan atap dan dan lantai berbahan paving
serta renovasi bangunan tempat parkir roda empat menjadi
bangunan bertingkat dua, pihak rumah sakit perlu memperbaiki
kebijakan prosedur administrasi agar lebih jelas dan tidak
berbelit, pihak rumah sakit lebih mempertegas kebijakan
pelaksanaan jam berkunjung dan memberikan teguran untuk
keluarga yang menjenguk diluar jam berkunjung yang telah
ditentukan.
kesimpulan Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, semua variabel
dimensi fisik, reliabilitas, interaksi personal, pemecahan
masalah, serta kebijakan dinilai penting oleh pasien. sedangkan
variabel yang dinilai tidak memuasakan pasien sekaligus
menjadi isu mutu pelayanan meliputi dimensi fisik.

TUGAS REVIEW JURNAL 68


Judul ANALISIS PENILAIAN KINERJA RUMAH SAKIT
DENGAN PENERAPAN BALANCED SCORECARD (STUDI
KASUS RUMAH “ABC”)
Jurnal Jurnal Sistem Informasi (JSI),
Volume & halaman VOL. 3, NO. 1, April 2011, Halaman 327-335
Tahun 2011
Penulis Fathoni1, Inda Kesuma S
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui
kinerja Rumah Sakit
“ABC” pada tahun 2009 berdasarkan target dan realisasi
program kerja dengan menggunakan balanced scorecard.
Subjek penelitian
Metode penelitian Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional.
Penelitian dilakukan di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo
Bojonegoro pada bulan Oktober 2012 - Juli 2013. Populasi
penelitian ini adalah seluruh pasien yang terdaftar di Ruang
Rawat Inap Penyakit Dalam selama minggu kedua Bulan Mei
2013. Jumlah sampel dihitung dengan simple random sampling
dengan kriteria inklusi pasien berusia 17-65 tahun dan dalam
keadaan sadar, bersedia dan mampu melakukan komunikasi
secara verbal serta memiliki kondisi kesehatan yang membaik
atau sembuh. Dengan perhitungan tersebut diperoleh sampel
sebesar 37 pasien.
Penelitian menganalisis kualitas pelayanan di rawat inap
dengan melakukan penilaian mutu pelayanan berdasarkan
Dimensi Dabholkar. Teknik analisis data dimulai dengan
menghitung mean rating tingkat kepentingan. Analisis data
dilanjutkan dengan menghitung nilai mean rating kepuasan
pada masing-masing variabel dimensi mutu dabholkar.
Hasil penelitian Hasil Penelitian dalam penelitian ini sudah dapat disimpulkan
bahwa tujuan dari penelitian sudah tercapai.
.
kesimpulan Berdasarkan analisis keempat perspektif, yaitu perspektif
keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis
internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan Rumah
Sakit “ABC” yang dijadikan indikator penilaian kinerja Rumah
Sakit “ABC” dapat dikatakan baik. Penilaian tersebut
didasarkan hasil analisis balance scorecard yang memberikan
nilai 65,5% dari seluruh variabel penilaian kinerja memberikan
hasil yang baik, sesuai dengan target yang telah ditentukan
bahkan terdapat beberapa variabel yang melebihi dari target
yang telah ditentukan. Sedangkan 27,5% dari variabel yang
dinilai, terjadi peningkatan namun belum mencapai target dan
terdapat 6,9% variabel penilaian yang yang mengalami
penurunan. Secara keseluruhan peningkatan kinerja pada
Rumah
Sakit ”ABC” meningkat sebesar 93% dari seluruh variabel yang
dianalisis.

TUGAS REVIEW JURNAL 69


Judul Membangun Basis Bukti untuk Pengambilan Keputusan di
Kanker Pengobatan Genomik Menggunakan Penelitian
Efektif Komparatif
Jurnal Jurnal Sistem Informasi (JSI),
Volume & halaman VOL. 3, NO. 1, April 2011, Halaman 327-335
Tahun 2011
Penulis Fathoni1, Inda Kesuma S
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian -.
Subjek penelitian
Metode penelitian Kami mencari Pubmed untuk literatur terbaru tentang CER, dan
mencari kutipan artikel ini untuk mengidentifikasi publikasi
tambahan yang relevan dengan CER. Kami juga
mempertimbangkan artikel tambahan yang tidak diidentifikasi
melalui pencarian ini, tetapi diketahui oleh penulis. Kami
memilih kategori metodologi berikut untuk dipertimbangkan:
sintesis bukti, uji klinis komparatif prospektif, penelitian
observasional, ekonomi kesehatan dan pemodelan keputusan,
dan keterlibatan pemangku kepentingan. Kami
mengembangkan deskripsi dari pendekatan ini sebagaimana
diterapkan pada CER berdasarkan tinjauan literatur dan
pengalaman penulis. Kami kemudian mengidentifikasi
serangkaian studi kasus aplikasi genom kanker payudara untuk
memperjelas pertanyaan CER dan metode yang mungkin untuk
mengatasinya. Kami memilih kanker payudara karena relevansi
kesehatan masyarakat penyakit, dan karena kebanyakan aplikasi
genom saat ini dalam praktek klinis. Kami menggunakan
kerangka ACCE (Validitas analitik, validitas klinis, utilitas
klinis, dan implikasi Etis, hukum dan sosial) 16 sebagai titik
awal untuk mengidentifikasi dan mengatur informasi yang akan
kami abstrak pada studi kasus. Akhirnya, kami mengidentifikasi
tantangan khusus untuk menggunakan pendekatan CER ini
untuk melakukan penelitian berbasis genom.
Hasil penelitian Hasil kami disajikan dalam tiga bagian: 1) identifikasi
pertanyaan kunci untuk aplikasi CER dalam genom kanker, 2)
ilustrasi pertanyaan kunci menggunakan contoh dari aplikasi
genom kanker payudara, dan 3) pendekatan metodologis umum
untuk menangani pertanyaan-pertanyaan kunci.
Aplikasi genom dapat menjangkau seluruh rentang
penyakit, mulai dari identifikasi risiko hingga diagnosis dan
manajemen pasien. Tabel 1 menunjukkan contoh aplikasi
konvensional dan genom dalam konteks kanker payudara untuk
setiap kategori tes. Kami menyediakan tabel ringkasan contoh
pertanyaan kunci untuk aplikasi genom kanker payudara yang
membahas penilaian risiko [Tabel 2] dan keputusan pengobatan
[Tabel 3].
Validitas klinis adalah hubungan antara prediktor
(misalnya, genotipe, profil, atau status riwayat keluarga) dan
fenotipe klinis. Prediktor diidentifikasi dengan menyelidiki
target.
Studi observasional: desain penelitian observasional
adalah pendekatan yang berharga dan saling melengkapi untuk
RCT.34,35,49 Desain ini sangat berguna ketika akan menjadi
tidak etis atau tidak layak untuk melakukan RCT. Sebagai
contoh, Habel dan rekan (2006) 50 melakukan penelitian
kontrol kasus retrospektif untuk mengevaluasi hubungan antara
hasil jangka panjang (risiko kematian kanker payudara) dan
Nilai Kambuh Oncoty-peDX. Penelitian sebelumnya
berdasarkan RCT tidak dapat mengevaluasi hasil ini dan
menggunakan hasil jangka pendek bukan termasuk tingkat
kekambuhan jauh sebagai ukuran primer.51,52 Keterbatasan
utama dengan desain penelitian observasional adalah
kemungkinan bias membingungkan karena perbedaan yang
tidak dapat dijelaskan antara kelompok paparan , yang tidak
dikontrol melalui pengacakan. Salah satu pilihan adalah
menggunakan pendekatan penyesuaian risiko, seperti skor
kecenderungan atau variabel instrumental. Namun, tidak seperti
pengacakan, pendekatan ini tidak dapat mengontrol untuk
kovariat yang tidak terukur atau tidak sempurna, sehingga sisa
pembaur masih ada. Desain observasional kurang tunduk pada
bias ketika tidak ada hubungan antara penugasan pengobatan
dan tanggapan pengobatan dan dapat menyumbangkan
informasi penting tentang dampak dunia nyata yang tidak
diantisipasi yang melengkapi RCT.

kesimpulan Berdasarkan analisis keempat perspektif, yaitu perspektif


keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis
internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan Rumah
Sakit “ABC” yang dijadikan indikator penilaian kinerja Rumah
Sakit “ABC” dapat dikatakan baik. Penilaian tersebut
didasarkan hasil analisis balance scorecard yang memberikan
nilai 65,5% dari seluruh variabel penilaian kinerja memberikan
hasil yang baik, sesuai dengan target yang telah ditentukan
bahkan terdapat beberapa variabel yang melebihi dari target
yang telah ditentukan. Sedangkan 27,5% dari variabel yang
dinilai, terjadi peningkatan namun belum mencapai target dan
terdapat 6,9% variabel penilaian yang yang mengalami
penurunan. Secara keseluruhan peningkatan kinerja pada
Rumah
Sakit ”ABC” meningkat sebesar 93% dari seluruh variabel yang
dianalisis.

TUGAS REVIEW JURNAL 70

Judul Efektivitas faktor eksternal untuk mengurangi risiko


dehidrasi pada lansia yang tinggal di perawatan
perumahan
Jurnal Scandinavian Journal of Trauma, Resuscitation and Emergency
Medicine/ original research
Volume & halaman -
Tahun 2012
Penulis Norsker, Filippa NyboeEspenhain, LauraMorgen, Camilla
Schmidt Andersen, Per Kragh Andersen, Anne-marie Nybo
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian -
Subjek penelitian -
Metode penelitian Tinjauan sistematis, mengikuti pedoman Cochrane
Collaboration (http://www.cochrane.org/) bertujuan untuk
mengidentifikasi intervensi yang efektif dan faktor yang dapat
dimodifikasi yang meningkatkan status hidrasi dan / atau
asupan cairan pada orang tua (≥ 65 tahun) yang tinggal di
perawatan perumahan yang bisa minum secara lisan
(http://www.crd.york.ac.uk/Prospero/ display_ record, asp? ID
= CRD42OI 2003100).
Tigabelas database elektronik digeledah sejak awal hingga 30
September 2013 dalam semua bahasa, dengan pencarian
tambahan dari para penulis kunci, daftar referensi ulasan dan
makalah yang disertakan. Menggunakan cIri- yang telah
ditentukan teria, dua peninjau secara independen memilih studi
untuk dimasukkan, data abstrak dan validitas yang dinilai.
Hasil penelitian dibandingkan dengan rumah tidak mencari keuntungan,
sementara di Amerika Serikat (AS) ada tidak ada perbedaan.
Studi pada risiko bias yang lebih tinggi melaporkan tingkat
dehidrasi yang lebih rendah setelah penerapan Instrumen
Penilaian Residensial (AS), makan dalam pengaturan yang
kurang terlembagakan (AS, Inggris), makan dengan orang lain
(AS) atau penggunaan peralatan makan merah kontras tinggi
dibandingkan dengan putih (AS). Tidak ada efek yang terlihat
untuk jumlah residen yang ada di ruang makan, alokasi posisi
tempat duduk yang tetap, tingkat kebisingan, posisi asisten
makan, jenis agen pengental yang digunakan, pelatihan staf
atau staf: rasio penduduk (Kanada, Irlandia, AS). Namun,
penelitian-penelitian ini kecil sehingga efek yang bermanfaat
mungkin terlewatkan. Intervensi multi-komponen di Jerman,
Jepang, Taiwan dan AS (termasuk peningkatan ketersediaan,
minat dan pilihan minuman, pendidikan, bantuan dengan
minum dan toilet) dikaitkan dengan peningkatan asupan cairan
ketika putaran minuman antara makanan diperkenalkan.
kesimpulan Ada beberapa intervensi yang menjanjikan untuk meningkatkan
asupan cairan di rumah perawatan, tetapi uji coba terkontrol
acak terkontrol dengan kualitas tinggi diperlukan untuk
mengkonfirmasi keampuhan mereka.
TUGAS REVIEW JURNAL 71

Judul Dokumen pedoman Efektivitas (EGD) untuk Uji coba


pengobatan Tiongkok: dokumen konsensus
Jurnal -
Volume & halaman -
Tahun -
Penulis -
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian -
Subjek penelitian -
Metode penelitian Pengembangan Efektivitas Bimbingan Dokumen (EGD)
mengikuti proses konsensus terstruktur dan yang telah
ditetapkan, yang termasuk survei online pra-lokakarya (April
2012), sebuah lokakarya konsensus (19 Mei 2012 di Portland,
OR, USA), dan tiga ronde Delphi tertulis (Agustus 2012,
Januari 2013 dan Mei 2013) menggunakan komentar tertulis
untuk menyelesaikan dokumen.
Banyak pemangku kepentingan dilibatkan dalam proses
konsensus untuk EGD ini untuk menyeimbangkan aspek
validitas internal dan eksternal dalam rekomendasi. Peserta
lokakarya memiliki latar belakang berikut: satu pasien CM, satu
perwakilan asuransi kesehatan, sembilan ahli di CM dengan
pengalaman di kedua praktik CM dan penelitian CM (dua dari
China, dua dengan latar belakang Cina yang tinggal di AS,
empat dari AS, dan satu dari Inggris), dan 6 ahli metodologi
(dengan latar belakang dalam penelitian klinis, statistik atau
epidemiologi, 5 di antaranya dengan pengalaman dalam
penelitian CM). Pertemuan konsensus menggunakan presentasi,
diskusi kelompok besar dan adaptasi metodologi kafe dunia.
Metode kafe dunia, seperti yang dikembangkan oleh Brown dan
Ishak, adalah format yang sederhana, efektif, dan fleksibel
untuk memfasilitasi dialog kelompok besar [8]. Ini telah
digunakan dalam pengembangan EGD sebelumnya [9] untuk
mendorong dialog kolaboratif, berbagi pengetahuan, dan
partisipasi masyarakat dalam pengaturan yang melibatkan
banyak kelompok pemangku kepentingan.
Keterlibatan ahli semakin diperluas dengan melibatkan
sembilan ahli penelitian CM internasional yang tidak
berpartisipasi dalam lokakarya, tetapi yang berkontribusi pada
survei dan kedua putaran Delphi. Proses konsensus diselesaikan
setelah umpan balik dari semua peserta lokakarya dan ahli
peninjau eksternal.

Hasil penelitian Hasil proses konsensus disajikan dalam dua bagian: I)


Menggunakan data yang tersedia, II) rekomendasi untuk studi
klinis masa depan.
I) Menggunakan data yang tersedia
1) Catatan Kesehatan Klinis
a) Data dari catatan kesehatan klinis penting dan dapat
sangat berguna untuk menghasilkan hipotesis untuk percobaan
acak di masa depan, mengidentifikasi pola diagnostik umum
dan intervensi yang menjanjikan, membantu
rekrutmen untuk studi prospektif, mengkorelasikan diagnosis
CM dengan hasil, dan memberikan informasi tentang
karakteristik pasien dan intervensi dalam perawatan biasa.
b) Potensi CER berdasarkan catatan kesehatan klinis yang
mendokumentasikan penggunaan CM (misalnya, Kaiser
Permanente California [10,11], Administrasi Veteran [12])
membutuhkan lebih banyak eksplorasi. Nilai catatan tersebut
bergantung pada struktur dokumentasi dan ketersediaan data
tentang hasil pengganti yang bermanfaat seperti kunjungan, hari
libur kerja, penggunaan narkoba, dan / atau biaya.
kesimpulan -

TUGAS REVIEW JURNAL 72


Judul Dokumen pedoman Efektivitas (EGD) untuk Uji coba
pengobatan Tiongkok: dokumen konsensus
Jurnal -
Volume & halaman -
Tahun -
Penulis -
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian -
Subjek penelitian -
Metode penelitian Pengembangan Efektivitas Bimbingan Dokumen (EGD)
mengikuti proses konsensus terstruktur dan yang telah
ditetapkan, yang termasuk survei online pra-lokakarya (April
2012), sebuah lokakarya konsensus (19 Mei 2012 di Portland,
OR, USA), dan tiga ronde Delphi tertulis (Agustus 2012,
Januari 2013 dan Mei 2013) menggunakan komentar tertulis
untuk menyelesaikan dokumen.
Banyak pemangku kepentingan dilibatkan dalam proses
konsensus untuk EGD ini untuk menyeimbangkan aspek
validitas internal dan eksternal dalam rekomendasi. Peserta
lokakarya memiliki latar belakang berikut: satu pasien CM, satu
perwakilan asuransi kesehatan, sembilan ahli di CM dengan
pengalaman di kedua praktik CM dan penelitian CM (dua dari
China, dua dengan latar belakang Cina yang tinggal di AS,
empat dari AS, dan satu dari Inggris), dan 6 ahli metodologi
(dengan latar belakang dalam penelitian klinis, statistik atau
epidemiologi, 5 di antaranya dengan pengalaman dalam
penelitian CM). Pertemuan konsensus menggunakan presentasi,
diskusi kelompok besar dan adaptasi metodologi kafe dunia.
Metode kafe dunia, seperti yang dikembangkan oleh Brown dan
Ishak, adalah format yang sederhana, efektif, dan fleksibel
untuk memfasilitasi dialog kelompok besar [8]. Ini telah
digunakan dalam pengembangan EGD sebelumnya [9] untuk
mendorong dialog kolaboratif, berbagi pengetahuan, dan
partisipasi masyarakat dalam pengaturan yang melibatkan
banyak kelompok pemangku kepentingan.
Keterlibatan ahli semakin diperluas dengan melibatkan
sembilan ahli penelitian CM internasional yang tidak
berpartisipasi dalam lokakarya, tetapi yang berkontribusi pada
survei dan kedua putaran Delphi. Proses konsensus diselesaikan
setelah umpan balik dari semua peserta lokakarya dan ahli
peninjau eksternal.

Hasil penelitian Hasil proses konsensus disajikan dalam dua bagian: I)


Menggunakan data yang tersedia, II) rekomendasi untuk studi
klinis masa depan.
I) Menggunakan data yang tersedia
1) Catatan Kesehatan Klinis
a) Data dari catatan kesehatan klinis penting dan dapat
sangat berguna untuk menghasilkan hipotesis untuk percobaan
acak di masa depan, mengidentifikasi pola diagnostik umum
dan intervensi yang menjanjikan, membantu
rekrutmen untuk studi prospektif, mengkorelasikan diagnosis
CM dengan hasil, dan memberikan informasi tentang
karakteristik pasien dan intervensi dalam perawatan biasa.
b) Potensi CER berdasarkan catatan kesehatan klinis yang
mendokumentasikan penggunaan CM (misalnya, Kaiser
Permanente California [10,11], Administrasi Veteran [12])
membutuhkan lebih banyak eksplorasi. Nilai catatan tersebut
bergantung pada struktur dokumentasi dan ketersediaan data
tentang hasil pengganti yang bermanfaat seperti kunjungan, hari
libur kerja, penggunaan narkoba, dan / atau biaya.
kesimpulan -

TUGAS REVIEW JURNAL 73

Judul Fasilitas dan Peralatan sebagai Prediktor Pelayanan


Pengiriman Kesehatan yang Efektif di Rumah Sakit
Pemerintah Negara Bagian Terpilih di Oyo, Nigeria
Jurnal -
Volume & halaman -
Tahun -
Penulis -
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Penelitian ini berusaha untuk menguji dampak fasilitas dan
peralatan sebagai prediksi pemberian perawatan kesehatan yang
efektif di rumah sakit pemerintah negara bagian terpilih di Oyo.
Subjek penelitian -
Metode penelitian Desain penelitian survei deskriptif digunakan untuk penelitian
ini. Desain ini dipilih hanya karena melibatkan penyelidikan di
mana data laporan diri dikumpulkan dari sampel dengan tujuan
menggambarkan populasi pada beberapa variabel yang menarik
(Osuala 1993; Best 1986; Awosika 1992).
Hasil penelitian Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa fasilitas,
peralatan dan kecukupan fasilitas dan peralatan secara statistik
signifikan dan memprediksi layanan pemberian perawatan
kesehatan yang efektif sementara Ketersediaan fasilitas dan
peralatan ditemukan tidak signifikan dan tidak dapat
memprediksi layanan pemberian perawatan kesehatan yang
efektif. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa fasilitas,
peralatan dan kecukupan fasilitas dan peralatan sebenarnya
memprediksi layanan pemberian layanan kesehatan yang efektif
sementara ketersediaan fasilitas dan peralatan tidak
memprediksi layanan pemberian layanan kesehatan yang
efektif.
kesimpulan -

TUGAS REVIEW JURNAL 74


Judul Dampak Kebijakan Pelayanan Kesehatan Gratis Terhadap
Kepuasan Pasien Dalam Menerima Pelayanan Kesehatan
Puskesmas Di Kota Ambon
Jurnal -
Volume & halaman -
Tahun -
Penulis -
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Membuat Perencanaan yang baik dalam pengusulan insentif serta
kompensasi kepada Pemerintah Daerah baik dalam bentuk
material maupun non material sebagai alat motivasi petugas.
Subjek penelitian -
Metode penelitian Jenis Penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus4. Data
yang disajikan secara kualitatif diskritif. Data primer yang
diperoleh melalui wawancara mendalam yang sudah disiapkan
alat bantu pedoman wawancara, serta diskusi kelompok terarah
Hasil penelitian Kinerja petugas tidak maksimal pada pelayanan gratis tersebut,
petugas bekerja normatif-normatif saja tanpa menunjukan
prestasi/hasil kerja yang baik, ini diakibatkan karena tidak
didukung dengan insentif atau kompensasi khusus untuk petugas
kesehatan, Pemberian tunjangan khusus daerah harus merata pada
semua petugas kesehatan. Fasilitas penunjang perlu disiapkan
untuk kelancaran pelayanan gratis seperti logistik serta tata ruang
puskesmas . Kesimpulan: Tingkat kepuasan masyarakat masih
jauh dari harapannya ditinjau dari segi akses pelayanan, dalam
arti masyarakat belum puas dengan pelayanan gratis yang
diterima dari puskesmas.

kesimpulan -Tingkat kepuasan masyarakat masih jauh dari harapannya


ditinjau dari segi akses pelayanan, dalam arti masyarakat belum
puas dengan pelayanan gratis yang diterima dari puskesmas.
TUGAS REVIEW JURNAL 75
Judul Customer satisfaction and loyalty in a digitalenvironment: an
empirical test
Jurnal - Journal of Consumer Marketing23/7 (2006) 445–457q
Volume & halaman - Marketing23/7 (2006) 445–457q
Tahun -2006
Penulis Jean Donio, Paola Massari, dan Guiseppina Passiante
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara sikap (attitude), perilaku
(behavior) dan profitabilitas (profitability) konsumen.
Memahami lebih dalam hubungan antara sikap loyal konsumen
(keyakinan konsumen yang konsisten terhadap merek yang
dibeli), perilaku loyal konsumen (pola pembelian di masa
lampau) dan profitabilitas. Hubungan antara kepuasan
konsumen, loyalitas konsumen dan profitabilitas- dianalisa pada
level konsumen.
Subjek penelitian -
Metode penelitian Penelitian dilakukan terhadap Sektor agrifood Perusahaan Italia
yang menjual produk makanan melalui direct marketing
(telepon, media televisi, surat katalog, internet). Barang dikirim
ke rumah. Data yang digunakan didapat melalui survey dan
database perusahaan.

- Skala Likert 1 – 5 : sangat tidak setuju – sangat setuju.


- Data perilaku membeli diambil dari database
perusahaan periode December 2002-June 2004 (ada
4,397 konsumen yang melakukan pembelian ulang
minimal satu kali dalam 1 tahun)
- Konsistensi internal skala penilaian dipastikan
menggunakan perhitungan Cronbach’s coefficient alpha
dan item analysis (korelasi keseluruhan item dan antar
item, Spector, 1992)
- Analisa SPSS untuk Factor Analysis, Cluster Analysis,
ANOVA, canonical correlation analysis, multiple
regression, path analysis, dan t-tests

Hasil penelitian ini memberikan bukti bahwa Indeks Loyalitas (Loyalty Index)
dapat memberi manajer dukungan yang cukup untuk melakukan
segmentasi pasar
kesimpulan - - Terdapat hubungan customer satisfaction – the
customer attitudinal loyalty – the customer behavioural
loyalty – the customer profitability.
- Mengembangkan loyalitas konsumen termasuk
memperhatikan leading indicator yang berupa sikap
(keinginan untuk membeli kembali, kesediaan memberi
rekomendasi, dan tindakan pasar yang lain) dan lagging
indicator yang berupa perilaku (pembelian kembali,
volume atau frekuensi pembelian, pengembalian,
hutang, komplaindan interaksi, retensi dan usia
konsumen).
- Terdapat hubungan antara sikap dan perilaku. Berarti
pengukuran sikap dapat digunakan untuk mengestimasi
profitabilitas konsumen, yang akhirnya dapat digunakan
untuk membangun strategi pemasaran, misalnya
memelihara keunggulan harga dan atau menyediakan
jasa tambahan untuk menambahkan nilai.

TUGAS REVIEW JURNAL 76


Judul MEMBANGUN SISTEM INFORMASI KESEHATAN
PUSKESMAS CIBAREGBEG”
Jurnal - Journal of Consumer Marketing23/7 (2006) 445–457q
Volume & halaman -
Tahun -
Penulis Gilar Gumilar Sulung Bagja
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Tujuan dari pembangunan sistem informasi
kesehatan puskesmas Cibaregbeg ini adalah diantaranya untuk :

a) Menghilangkan yang dihadapi puskesmas Cibaregbeg dalam


pencatatan data yang tidak teratur. b) Dapat membuat laporan
dengan cepat karena datanya sudah ada di database yang
dimasukan setiap harinya diantaranya laporan kunjungan pasien
harian dan dan kunjungan pasien bulanan laporan data penyakit
bulanan(LB1), laporan data pegawai (LSD 2), laporan data
barang inventarismedis dan pelayanan kesehatan puskesmas
(LSD 3) dan laporan data obat.

c) Mempermudah dan mempercepat pencarian data pada saat


user ingin memperoleh data. Dengan begitu diharapkan waktu
yang dibutuhkan user untuk mengakses data lebih cepat dan
efisien
Subjek penelitian -
Metode penelitian 1. Analisis dan Perancangan

Perangkat lunak yang digunakan untuk membangun


aplikasi adalah dengan Borland Delphi 7.0 karena
perangkat lunak ini merupakan bahasa pemrograman
yang berbasiskan window sesuai dengan aplikasi yang
akan dibangun. Sedangkan untuk membangun basis data
menggunakan SQL Server 2000 karena perangkat lunak
merupakan perangkat lunak pembangun basis data yang
sesuai dengan perangkat lunak pembangun aplikasi
Borland Delphi 7.0

Perangkat keras yang digunakan untuk


mengimplementasikan sistem adalah sebagai berikut: 1.
Processor 2.8 Mhz, 2. RAM 256 MB, 3. Hard Disk
20 GB, 4. CD ROM Drive, 5. CPU yang dilengkapi
dengan LAN Card dan HUB untuk jaringan. Perangkat
lunak yang digunakan untuk mengimplementasikan
sistem adalah, sebagai berikut: 1. Sistem operasi
Windows XP, 2. Microsoft SQL Server 2000
Hasil penelitian Keterlambatan informasi yang diperlukan dapat menyebabkan
tertundanya pencapaian tujuan, adanya kejenuhan sumber daya
manusia yang mengolah data sehingga informasi yang disajikan
menjadi tidak akurat lagi serta pelaksanaan SIK yang masih
manual dari proses pengumpulan data sampai perekapan data
akan mengalami keterlambatan. SIK yang masih manual juga
menyebabkan adanya perbedaan data antara data yang terdapat
di pusat dan yang ada di Puskesmas.

Dengan dibangunnya sistem informasi kesehatan puskesmas ini


dapat memudahkan dalam pencatatan pelayanan kesehatan
puskesmas. Memudahkan petugas pendaftaran dalam
menentukan nomor medical record pasien, sehingga tidak
terjadi pembuatan nomor medical record yang sama pada
pasien yang berbeda. Mempercepat dalam pembuatan laporan,
baik laporan harian, bulanan maupun tahunan. Memberikan
kemudahan bagi pegawai maupun dokter dalam proses
pencarian data, baik data pasien, data obat, maupun data
pegawai dengan cepat dan tepat.
Kesimpulan - .

TUGAS REVIEW JURNAL 78


Judul Sistem Informasi Pelayanan (BPJS) berbasis web
Jurnal Jurnal Tekn ik A
Volume & halaman - Vol 6 No 2 September 2014
ISSN No. 2085 -0859
Tahun -2014
Penulis Syaifudin Ramdhani
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Untuk membuat suatu sistem atau implementasi Sistem
Informasi Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
(BPJS) secara efektif dan efesien.
Subjek penelitian -
Metode penelitian
-
Hasil penelitian 1. Prosedur yang di terapkan sesuai dengan kemampuan
masyarakat.
2. Langkah langkah yang di terapkan tidak sulit
3. Website yang Mudah di akses
4. User dapat memilih dan mendapatkan informasi yang
diinginkan tentang layanan kesehatan
5. Menggunakan bahasa program PHP dan MYSQL
Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak lansung
maupun tidak langsung masyarakat terhadap penerapan sistem
informasi BPJS di kota Lamongan ini, serta mengetahui
Keaktifan masyarakat di kota Lamongan.

TUGAS REVIEW JURNAL 97


Judul Biaya Diabetes, komplikasi Ginjal dan Kaki:
tinjauan metodologis

Jurnal Roger A. Rodby, MD


Volume & halaman
Tahun
Penulis
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Menurut pertimbangan metodologis, di antara 44 studi
yang dipilih, 20 (46%) memperoleh skor''Ya''on setidaknya
enam dari sembilan item. Berikut 5 item yang rinci dalam studi
Ulasan: pendekatan epidemiologi (59% dari studi
menggambarkannya), perspektif (75%), jenis biaya (98%),
sumber data aktivitas (91%) dan penilaian biaya (59%).
Definisi penyakit dan penyajian hasil dirinci dalam studi yang
lebih sedikit (masing-masing 50 dan 46%). sisi lain, analisis
sensitivitas hanya dilakukan pada 14% studi, dan biaya diskon
dalam 7%. Mengenai definisi komplikasi, komite membaca
berasumsi bahwa International Classification of Disease (ICD)
9 atau 10 adalah alat yang relevan untuk penamaan penyakit
dan komplikasinya secara tepat, tetapi tidak memberikan
definisi klinis. Sebuah konsensus internasional dapat
dikembangkan berdasarkan ICD yang dilengkapi dengan
definisi klinis. Memang, dalam studi yang dipilih, DR dan DFU
didefinisikan dengan referensi internasional (IDF dan
rekomendasi IWGDF, masing-masing) sedangkan DKD tidak.
Namun, referensi nasional USA adalah yang paling umum
digunakan untuk mendefinisikan DKD

TUGAS REVIEW JURNAL 98


Judul Keefektifan Biaya lrbesartan dalam Pengobatan Pasien
Hipertensi dengan Nefropati Diabetes Tipe 2
Jurnal Roger A. Rodby, MD
Volume & halaman - Vol 6 No 2 September 2014
ISSN No. 2085 -0859
Tahun -2014
Penulis Syaifudin Ramdhani
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian .
Subjek penelitian -
Metode penelitian
-Markov dibangun untuk mensimulasikan pengobatan pasien
hipertensi tipe 2 DM dengan nefropati terang yang serupa
dengan yang terdaftar di IDNT. Itu berjalan lebih dari 3,, IO-,
dan cakrawala waktu 25 tahun menggunakan l-tahun siklus
dengan probabilitas transisi dan biaya yang berasal langsung
dari data IDNT. Analisis ekonomi dilakukan dari perspektif
sistem perawatan kesehatan
Hasil penelitian Sebanyak 1715 pasien yang terdaftar dalam persidangan antara
Maret 1996 dan Feh- ruary 1999. Persidangan berakhir pada 31
Desember 2000. Pasien khas DM selama 15 tahun, berusia 59
tahun, memiliki kreatinin serum 1,7 mg. / dL, dan diekskresikan
rata-rata 4 g / d total protein urin. 6,10 Rata-rata waktu untuk
acara pertama adalah 2,6 tahun.6 Durasi IDNT hampir 5 tahun,
dengan panjang rata-rata pasien follow-up 2,9 tahun.6 Waktu
median dari DSC ke ESRD untuk setiap pengobatan.
kesimpulan Model kami memprediksi bahwa irbesartan, ketika diberikan
kepada pasien dengan DM tipe 2 dan nefropati terbuka, akan
meningkatkan harapan hidup dan mengurangi biaya perawatan.
Berdasarkan hasil ini, irbesartan dapat memiliki potensi untuk
secara substansial mengurangi beban klinis dan ekonomi pasien
dengan tipe 2 nefropati diabetik.

TUGAS REVIEW JURNAL 99


Judul Biaya mengelola anemia pada penyakit ginjal stadium
akhir:pengalaman lima pusat dialisis Prancis
Jurnal Roger A. Rodby, MD
Volume & halaman
Tahun
Penulis
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-
faktor yang berhubungan dengan tingginya biaya pengobatan
anemia pada pasien hemodialisis. Di antara faktor-faktor ini,
dampak fluktuasi siklik dalam kadar hemoglobin dinilai.Para
pasien dari kohort saat ini sebanding dengan pasien
hemodialisis di Perancis: pada tahun 2009, data tentang anemia
yang meliputi 77% dari populasi hemodialisis Perancis
melaporkan tingkat rata-rata (SD) Hb pasien dialisis pada 11,3
(1,4) g / dL. Karakteristik pasien mirip dengan pasien dari
Survei Eropa pada Manajemen Anemia yang dilakukan pada
tahun 2003.
Subjek penelitian -
Metode penelitian
penelitian observasional retrospektif
Hasil penelitian Karakteristik pasien hemodialisis Karakteristik dari lima
unit berbeda: dua unit swasta dan tiga unit rumah sakit. Dari
Januari sampai Desember 2009.830 pasien hemodialisis
diidentifikasi dan 636 dimasukkan (77%); Usia rata-rata mereka
(SD) adalah 66,6 (14,9) tahun dan 59,4% adalah laki-laki.
Zaman usia juga berbeda dari 61 (16) di pusat 1 hingga 73 (13)
di pusat lima. Durasi tindak lanjut dalam penelitian ini adalah
10-12 bulan untuk 57% pasien dan 7-9 bulan untuk 23% pasien.
Kondisi komorbiditas dinilai sebagai diabetes (10-34%),
penyakit kardiovaskular (dari 18 hingga 35%), kanker (dari 5
hingga 15%) dan komorbiditas lainnya (dari 28 menjadi 58%).
Kategori Fluktuasi adalah kategori Hb tahunan yang paling
sering, termasuk 68,9% pasien (Ideal, 18,7%; Tinggi, 9,6%;
Rendah, 2,8%). Sepanjang tahun, 88 kematian (13,8%),
bervariasi dari 7 hingga 18% menurut masing-masing pusat,
dan 22 transplantasi dilaporkan (3,5%). Tingkat rawat inap
berbeda: 40% pasien dirawat di rumah sakit selama tahun 2009
untuk periode amean 14,4 hari, dengan variasi penting: 19%
pasien di pusat 1 dan 55% di pusat 2. Kecukupan diagnosis
dinilai dengan rata-rata Kt / di 1,36 (0,85), dan status gizi
mereka dengan tingkat albumin pada 38,5 (2,7) g / L, dengan
77-89% lebih dari 35 g / L dan 10-23% lebih rendah dari 35 g /
L menurut pusat.Pasien menjalani 123,6 sesi hemodialisis rata-
rata pada tahun 2009 (median, 144). Lama sesi dialisis adalah 4
jam untuk 92% pasien, dengan masing-masing 4% untuk waktu
yang lebih lama atau lebih pendek. Pasien dialisis baru
(didefinisikan sebagai sesi hemodialisis pertama pada bulan
November atau Desember 2008 atau pada tahun 2009) adalah
16,8% dari total populasi. Perbandingan dengan sisa populasi
menunjukkan bahwa pasien dialisis baru memiliki tingkat Hb
yang lebih rendah (rata-rata, 11,1 vs 11,6 g / dL; p \ 0,0001) dan
lebih sering dalamRendah dan kategori HbFluktuasi (7,5 dan
77,6% vs 1,9 dan 67,1%, masing-masing; p = 0,0002).Hanya
3,5% pasien yang tidak diobati untuk anemia, 91,4% diobati
dengan ESA, 74,2% dengan besi intravena, dan 14,9%
ditransfusikan. Perlakuan yang paling sering atau asosiasi
perawatan anemia adalah (1) ESA plus besi intravena (59,9%),
(2) ESA saja (15,9%), dan (3) ESA plus intravena ditambah
transfusi besi (9,6%).
kesimpulan dalam penelitian ini, yang mengevaluasi biaya langsung
pengelolaan anemia di lima pusat dialisis, ESA menyumbang
90% dari total biaya meskipun dengan perbedaan besar. Faktor-
faktor utama yang memprediksi biaya 1 tahun perawatan
anemia adalah pusat, pasien dalam kategori Hb Rendah, dan
durasi dialisis kurang dari 2 tahun. Ucapan Terima Kasih Para
penulis ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan mereka
Isabelle Wannepain, Philippe Petit dan Francis Beauvais.
Penelitian ini didanai oleh Vifor Pharma.

TUGAS REVIEW JURNAL 100


Judul Analisis biaya bedah kaki ortopedi: dapatkah
analgesia regional rawat jalan berkelanjutan
memberikan standar perawatan yang sama untuk
kontrol nyeri pasca operasi di rumah tanpa biaya
bergeser?
Jurnal Roger A. Rodby, MD
Volume & halaman
Tahun
Penulis
Reviewer YUNAIS ADSMI
Tujuan penelitian Penggunaan anestesi regional (dibandingkan dengan umum)
pada operasi ekstremitas atas dan bawah baru-baru ini dikaitkan
dengan analgesia dan kepuasan pasien yang lebih baik, insiden
mual dan muntah pasca operasi yang lebih rendah,
berkurangnya beban sumber daya di ruang pemulihan, dan
waktu yang lebih cepat untuk debit rumah. Penggunaan single-
shot serta anestesi regional kontinu dalam pengaturan ambulant
terus meningkat didorong oleh program bedah fast-track. Aspek
ekonomi anestesi regional sebelumnya telah dilaporkan dalam
publikasi sebelumnya
Subjek penelitian -
Metode penelitian
penelitian observasional retrospektif
Hasil penelitian Sebanyak 163 pasien yang terdaftar, dan tidak ada dari 30
pasien yang memenuhi kriteria inklusi untuk perawatan hari
perawatan menolak partisipasi dalam penelitian. Oleh karena
itu, 133 pasien dirawat sesuai dengan protokol.Dengan
demikian, data dari 163 pasien tersedia untuk analisis karena
tidak ada pasien yang hilang dalam tindak lanjut. Karakteristik
populasi dan bedah tidak berbeda antara kelompok-kelompok.
Rata-rata, lama tinggal adalah 1,89 (SD 1,56) hari untuk
pasien rawat inap, dan fase intra-operatif berlangsung selama
46 (SD 1,86) menit tanpa perbedaan antara kelompok (0 \ 0,05).
Semua pasien memenuhi kriteria untuk melewati ruang
pemulihan dan langsung dibuang ke klinik rumah sakit atau
bangsal ortopedi sesuai dengan alokasi kelompok pasien.
Semua pasien dari kelompok luar berhasil dikeluarkan dari
klinik rumah sakit tanpa perlu analgesia penyelamatan,
sementara dua pasien ingroup membutuhkan oxycodone selama
tiga jam pertama pasca operasi.
kesimpulan -

Subjek penelitian -
Metode penelitian

Hasil penelitian Presentasi hasil harus konsisten dengan tujuan dan metode
penelitian. Selanjutnya, tabel atau deskripsi yang memberikan
biaya total dan biaya terpilah termasuk berbagai item (misalnya
rawat inap, rawat jalan, obat-obatan, transportasi, bantuan
rumah), dengan penjelasan yang jelas tentang mereka,
dianjurkan.
kesimpulan -