Anda di halaman 1dari 2

Nama : Fachru Razi

NIRM : 04.1.17.0983
Mata Kuliah : Perencanaan dan Pembangunan Wilayah Pedesaan

Pada perkuliahan dengan mata kuliah yang bersangkutan sebelumnya telah


dipresentasikan menenai “Konsep, Kebijakan, Program, Strategi, Konsep dan Perencanaan
Pembangunan Wilayah Pedesaan” oleh pemateri saudara Ariyanto. Berkaitan dengan hal
tersebut dilakukan penarikan kesimpulan tentang apa yang telah disampaikan dalam bentuk
resume, sebagai berikut :
1. Dalam Konsep hingga Perencanaan dilakukan sejumlah program pendekatan dari
segala unsur lembaga dan sosial dalam memberikan pemahaman terhadap
masyarakat dan bersifat persuasif kepada masyarakat untuk bersama-sama
membangun desa.
2. Keempat strategi pembangunan desa (strategi pertumbuhan, kesejahteraan, responsif
dan terpadu) sebenarnya bukanlah suatu metode penelitian untuk menentukan
strategi mana yang lebih baik untuk diterapkan, namun lebih merujuk ke pola adaptasi
ekologi masyarakat yang sifatnya menyesuaikan dengan keadaan desa yang
dibangun dan sesuai dengan kemauan masyarakat desa itu sendiri.
3. Dengan melakukan tahapan perencanaan yang sesuai dan terarah, semua
pendekatan dan kebijakan yang dibentuk mengacu pada pemberdayaan masyarakat,
kemudian pembangunan kerja sama dengan pihak luar lalu terakhir mengarah pada
untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa hingga memiliki produk
yang berdaya saing.
4. Intinya perencanaan wilayah desa harus mengarah pada mensejahterakan
masyarakat desa, namun tetap dalam koridor norma adat sosial dan budaya serta
pancasila yang berlaku di Indonesia.
Kebijakan pemerintah dalam UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, konsep yang
dikemukakan adalah semangat kekeluargaan, kebersamaan dan kegotongroyongan dengan
memberikan desa otonomi khusus yang disebut village self planning dimana masyarakat desa
menyusun sendiri rencana pembangunan desa dengan bantuan danan yang diberikan oleh
pemerintah yang berjalan dengan transparansi program kepada masyarakat desa dan dalam
pengawasan pemerintah.
Jika ditarik ke pembangunan pertanian tidak akan lepas dari pembangunan desa
seutuhnya, sebab sebagian besar desa di Indonesia masi memiliki lingkup pertanian yang
menjadi andalan pembangunan desa. Pembangunan pertanian akan bergantung pada
pendekatan spasial (tata ruang) dan sektoral (BUMDes).
Kumpulan Istilah dan Definisi Kata

1. Desa – Pedesaan
Istilah desa (village) dan pedesaan (rural) memiliki perbedaan yang ditemukan pada UU
No. 5 tahun 1979, bahwa istilah desa hanya mencakup wilayah dan keadaan lingkungan
geografisnya seperti iklim, jenis tanah dan suhu. Sedangkan kata pedesaan digunakan
untuk menyatakan suatu kesatuan wilayah yang lengkap dengan permasalahan
sosialnya dan konsep budayanya.
2. Pengertian Wilayah
Bersumber dari wikipedia, wilayah adalah sebuah daerah yang dikuasai atau menjadi
teritorial dari sebuah kedaulatan. Pada masa lampau, seringkali sebuah wilayah dikelilingi
oleh batas-batas kondisi fisik alam, misalnya sungai, gunung, atau laut. Sedangkan
setelah masa kolonialisme, batas-batas tersebut dibuat oleh negara yang menduduki
daerah tersebut, dan berikutnya dengan adanya negara bangsa, istilah yang lebih umum
digunakan adalah batas nasional.
3. Pembangunan – Pertumbuhan – Pemerataan
a. Pembangunan, merupakan kesatuan konsep pertumbuhan dan pemerataan yang
terjadi terus menerus di suatu wilayah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
b. Pertumbuhan, merupakan proses naiknya tingkat kualitas hidup sejumlah
masyrakatnya dengan mengabaikan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
c. Pemerataan, merupakan tahap penyebaran program perbaikan kualitas hidup
masyarakat secara merata ke setiap bagian wilayah dalam cakupan otonomi yang
sama.
Standar Nasional dalam Menyatakan Keadaan “Sejahtera” dan “Kemiskinan”

1. Sejahtera, ukuran sejahtera di Indonesia secara nasional ditetapkan berdasarkan nilai


UMR (Upah Minimum Regional) dan jaminan hari tua yang dimiliki oleh setiap orang
maupun setiap pendapaatan suatu keluarga dalam memenuhi kebutuhannya. Karena
nilai UMR per provinsinya berbeda-beda maka setiap data per provinsi dikumpulkan dan
diolah kembali untuk menentukan angka kesejahteraan nasional.
2. Kemiskinan, secara angka BPS mengungkapkan ukuran kemiskinan ditetapkan
berdasarkan angka dari tiap daerahnya yaitu Rp.401.000 per kapita per bulannya. Secara
konseptual BPS membedakan kemiskinan menjadi kemiskinan relatif dan kemiskinan
absolut. Kemiskinan relatif merupakan kondisi miskin karena pengaruh kebijakan
pembangunan yang belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat sehingga
menyebabkan ketimpangan pada distribusi pendapatan. Standar penilaian kemiskinan
secara absolut merupakan standar kehidupan minimum yang dibutuhkan untuk
memenuhi kebutuhan dasar yang diperlukan, baik makanan maupun non makanan.