Anda di halaman 1dari 2

1.

Dexamethasone
 Merk dagang : Cortidex, Oradexon
 Dosis
Dewasa : Oral, infus, dan suntikkan dalam bentuk natrium fosfat:
0,75-9 mg per hari dalam dosis yang terbagi setiap 6-12 jam.
Anak : Asma eksaserbasi: Oral, infus, suntik : 0,6 mg/kg sekali
(maksimum dosis: 16 mg)
 Parameter farmakokinetik:
Absorbsi :
Serum puncak : 1-2 hari (PO); 8 hari (IM)
Distributisi
Vd : 2L/kg
Metabolisme
Dimetabolisme di hati
Eliminasi
Waktu paruh : 1,8 – 3,5 hari
Ekresi : urine dan feses
 Mekanisme kerja : Dexamethasone tidak terikat melintasi membran sel dan
berikatan dengan afinitas tinggi terhadap reseptor glukokortikoid sitoplasma
spesifik. Kompleks ini berikatan dengan unsur-unsur DNA (elemen respons
glukokortikoid) yang menghasilkan modifikasi transkripsi dan, karenanya sintesis
protein untuk mencapai penghambatan infiltrasi leukosit di lokasi peradangan,
gangguan dalam fungsi mediator respon inflamasi, penekanan respons imun
humoral, dan pengurangan edema atau jaringan parut. Tindakan antiinflamasi
dexamethasone dianggap melibatkan protein penghambatan fosfolipase A2,
lipocortin, yang mengontrol biosintesis mediator ampuh peradangan seperti
prostaglandin dan leukotrien.
 Efek samping : Badan terasa lelah atau lemas, gangguan pola
tidur, sakit kepala, vertigo, keringat berlebihan, jerawat, kulit kering menipis serta
gampang memar
 Interaksi :
Agar dapat bekerja secara efektif, dexamethasone tidak dianjurkan untuk
dikonsumsi bersamaan dengan obat phenytoin, fenobarbital, rifampicin, suplemen
vitamin A, tetrasiklin dan antibiotik lainnya, tiazid, ephedrine, barbiturat,
primidon. Dexamethasone juga dapat mengubah efek obat pengencer darah oral,
serta menurunkan efek obat hipoglikemik oral dan salisilat.

2. Hidokortison
 Merk Dagang : Calacort, Dermacoid, Fartison, Berlicort, Cortigra, Enkacort,
Lexacorton, atau Steroderm.
 Dosis :
 Parameter Farmakokinetik
 Mekanisme Kerja
 Efek Samping : Gangguan penglihatan, pembengkakan dan peningkatan
berat badan, gangguan pernapasan, jerawat, depresi dan gangguan
perilaku, diikuti dengan kejang-kejang, muntah darah atau feses disertai
darah.

 Interaksi :

Obat antiinflamasi nonsteroid; dapat meningkatkan risiko ulkus peptis dan


perdarahan saluran pencernaan.

Antimuskarinik dan salisilat; dapat menurunkan serum plasma baik


antimuskarinik maupun salisilat.

Carbamazepine, phenytoin, pirimidone, barbiturat, atau rifampicin; dapat


menurunkan kinerja hydrocortisone.

Estrogen dan obat kontrasepsi oral; dapat meningkatkan efek dari


hydrocortisone.

Ciclosporin dan kortikosteroid; dapat saling menghambat dan


meningkatkan kosentrasi plasma.