Anda di halaman 1dari 4

NAMA : CHINTHIA RAMDHANTI PUTRI

NIM : 1507114946
KELAS : S1 TEKNIK KIMIA KELAS A

13.7 For the refrigerant CH3CHF2, carry out a preliminary process synthesis to
create at least one promising process flowsheet. Begin with a literature and patent
search to select raw materials and the principal reaction paths.

PROSES PEMBUATAN DIFLOUROETHANE


1. Reaksi Pembuatan CH3CHF2 (difluoroethane)
Bahan baku yang digunakan untuk sintesis difluoroethane adalah vinyl
chloride, asam flourida, dan katalis SnCl4. Reaksi yang terjadi pada proses sintesis
difluoroethane adalah sebagai berikut :
CH2=CHCl + HF CH3CHClF
CH3CHClF + HF CH3CHF2 + HCl
CH2=CHCl + HCl CH3CHCl2
CH3=CHCl2 + HF CH3CHClF + HCl
2. Sifat Fisika dan Kimia Bahan Baku
Tabel 1. Sifat Fisika dan Kimia Bahan Baku
Rumus Molekul C2H3Cl HF SnCl4
Berat molekul (g/mol) 62,498 20,01 260,5
Wujud Liquefied gas, gas, tidak gas, tidak
tidak berwarna berwarna berwarna
Viskositas pada 20oC (mPa.s) 1,1
o 3
Densitas pada 20 C (g/cm ) 0,91
Tekanan uap pada 20 oC
3,4 3.3 18
(mmHg)
Titik didih pada (oC) -14 108 114.1
o
Titik lebur ( C) -153,7 -36,11 -33
Flash point (oC) -78
o
Vapor density pada 20 C
8 1.97 9
(kg/m3)

3. Deskripsi Proses Pembuatan CH3CHF2 (difluoroethane)


Bahan baku Vinyl chloride dan asam flourida , dan katalis SnCl4 dialirkan
kedalam reaktor (R-100) melalui pipa. Tekanan dan temperatur reaktor (R-100)
diatur sebesar 2 bar dan 50oC. Keluaran reaktor dialirkan pada reflux column (T-
100). Keluaran reflux column (T-100) yaitu 60% difluoroethane, 30% HCl, dan
10% HF yang diumpankan pada distilation column (D-100) untuk memisahkan
HCl.
Aliran bottom distilation column diumpankan kedalam reaktor (R-101)
yang bertujuan untuk meningkatkan yield difluoroethane. Perlakuan di reaktor (R-
101) sama dengan perlakuan pada reaktor (R-100). Keluaran reaktor (R-101)
dialirkan pada reflux column (T-101). Difluoroethane yang terbentuk akan
diumpankan pada distilation column (D-101) untuk memisahkan difluoroethane
dengan heavy fraction yang keluar bada bottom. Aliran bottom di recycle menuju
reflux column (T-100). Heavy fraction pada reaktor (R-100) dan reaktor (R-101)
akan dibersihkan secara teratur melalui pipa pembersih.

4 Patent Manufacturing Diflouroethane


Suatu proses untuk menghasilkan 1,1-difluoroetana (CH3 CHF2 atau
HFC-152a) dalam reaksi yaitu dengan cara mengurangi pembentukan bahan
dengan titik didih tinggi. Langkah pertama yaitu menambahkan setidaknya satu
HCl atau HF ke kloroetena (CH2 ═CHCl) untuk mendapatkan setidaknya satu
dari 1,1-dichloroethane (CH3 CHF2) atau 1-chloro-1-fluoroethane (CH3 CHClF).
Langkah kedua yaitu mengubah 1,1-dichloroethane atau 1-chloro-1-fluoroethane
menjadi 1,1-difluoroethane. Dalam proses konvensional untuk membuat HFC-
152a ada trade-off antara tingkat produksi HFC-152a dan pembentukan bahan-
bahan titik didih tinggi yang minimal. Meminimalkan pembentukan bahan titik
didih tinggi merupakan hal penting untuk produksi industri karena bahan-bahan
tersebut dapat mengganggu katalis, mengisi ruang reaktor, menurunkan hasil
produk yang diinginkan, dan harus diperlakukan untuk dibuang.
Penemuan ini berhubungan dengan proses pembuatan HFC-152a, yang
memiliki laju pembentukan tar yang berkurang dalam proses fluorinasi, yang
dicapai dengan menggunakan proses dua langkah yang disebutkan diatas. Bahan
awal yang terdiri dari kloroetena diubah menjadi satu atau lebih intermediet jenuh,
seperti 1,1-dichloroethane (HCC-150a) atau 1-kloro-1-fluoroetana (HCFC-151a),
di bawah kondisi yang meminimalkan pembentukan tar. Produk akhir yang terdiri
dari 1,1-difluoroetana (HFC152a) kemudian diproduksi dengan mengontakkan
setidaknya satu intermediate dan hidrogen fluorida sementara di hadapan katalis
yang terdiri dari timah tetrahalide. Konversi kloroetena dapat setidaknya sekitar
95%, dan hasil dari boiler dan ter yang tinggi dapat dikurangi hingga kurang dari
sekitar 0,5% berat berdasarkan pada kloroetena yang diumpankan ke reaktor.

Gambar Laju Alir Pembuatan Diflouroethane


Gambar diatas adalah skema dari sistem peralatan yang mencakup putaran
pompa yang dapat digunakan untuk mempraktekkan satu aspek dari proses
inventif pembuatan diflouroethane.
Tingkat produksi HFC-152a yang tinggi dapat dicapai dengan
menggunakan proses fase cair terkatalisis inventif. Proses inventif terdiri dari
proses untuk membuat 1,1-difluoroetana dalam reaksi dua langkah yang
meminimalkan pembentukan ter. Pada langkah pertama dari proses inventif,
kloroetena (CH2 ═CHCl atau vinil klorida) dihidrolisis dalam kondisi yang
meminimalkan pembentukan tar untuk membentuk satu atau lebih intermediet
yang terdiri atau terdiri dari 1,1-dichloroethane dan 1-kloro-1-fluoroetana . Pada
langkah kedua dari proses, paling tidak sebagian atom klorin pada struktur 1,1-
dichloroethane dan / atau 1-chloro-1-fluoroethane digantikan dengan atom-atom
fluorin untuk menghasilkan 1,1-difluoroetana. Jika diinginkan, laju produksi 1,1-
difluoroetana dapat ditingkatkan dengan meningkatkan suhu reaksi, misalnya,
hingga sekitar 95 C., sambil mempertahankan pembentukan tar ke tingkat yang
sangat rendah.