Anda di halaman 1dari 81

RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................ i


DAFTAR ISI .............................................................................................
.................................................................................................................
ii
DAFTAR TABEL ...................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. vi

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ................................................................ I-1
1.2. Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Kudus.................. I-4
1.2.1. Geografi................................................................ I-4
1.2.2. Administratif .......................................................... I-5
1.2.3. Topografi .............................................................. I-6
1.3. Kondisi Umum Pembangunan Daerah Berkaitan dengan
Tujuan Pembangunan Milenium di Daerah....................... I-6
1.3.1. Status Capaian Kinerja Pelayanan Air Minum dan
Sanitasi................................................................. I-7
1.3.2. Kondisi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
Kabupaten Kudus Saat ini ................................... I-17
1.3.2.1. Aspek Teknis ........................................ I-17
1.3.2.2. Aspek Non Teknis................................. I-26
1.3.3. Hasil Telaahan Terhadap Kebijakan Daerah Yang
berimplikasi pada Kebutuhan Pelayanan AMPL ... I-26
1.3.4. Perkiraan Kebutuhan Investasi Pelayanan AMPL
Daerah.................................................................. I-28
1.4. Permasalahan dan Tantangan ......................................... I-32
1.4.1. Isu Strategis Kabupaten Kudus dalam Pencapaian
Target AMPL Tahun 2015....................................... I-32
1.4.2. Isu Strategis Pengembangan Sistem Penyediaan
Air Minum........................................................... ..... I-38

BAB II ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI PERCEPATAN PENCAPAIAN


TARGET 7C MDGS
2.1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran RPJMD Kabupaten
Kudus Tahun 2008 – 2013 ............................................... II-1
2.1.1. Visi ....................................................................... II-1

I-1
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

2.1.2. Misi ....................................................................... II-2


2.1.3. Tujuan ................................................................. II-3
2.1.4. Sasaran ................................................................ II-3
2.2. Tujuan dan Sasaran Pembangunan AMPL Tahun 2011 -
2015 ................................................................................. II-3

BAB III PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS RAD AMPL 2011-2015


3.1. Program Pengembangan SPAM ...................................... III-1
3.2. Program Pengembangan Kapasitas Sistem Air Minum ... III-2
3.3. Program Penurunan Kebocoran Air Minum ...................... III-5
3.4. Program Peningkatan Penerapan PHBS .......................... III-5
3.5. Program Penyediaan Kebutuhan Sanitasi ........................ III-6
3.6. Program Penguatan dan Pengembangan BPSPAMS..... .
III-6
3.7. Program Pengelolaan Lingkungan ................................... III-6
3.8. Program Pengendalian Pencemaran Lingkungan ............ III-7

BAB IV PEMANTAUAN DAN EVALUASI


4.1. Tujuan Pemantauan dan Evaluasi ................................... IV-1
4.2. Mekanisme Pemantauan dan Evaluasi ............................ IV-2

BAB V PENUTUP V-1

LAMPIRAN

I-2
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Jumlah Penduduk Kabupaten Kudus Tahun 2010 Beserta


Proyeksinya pada Tahun 2015 Menurut Kecamatan........... I-6
Tabel 1.2 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 14/PRT/M/2010
tentang SPM Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang ................................................................................. I-8
Tabel 1.3 Target SPM Air Minum Per Provinsi Tahun 2015 ................ I-9
Tabel 1.4 Target SPM Sanitasi Per Provinsi Tahun 2015 ................... I-9
Tabel 1.5 Data Akses Air Minum Kabupaten Kudus Tahun 2010 ........ I-10
Tabel 1.6 Jumlah Rumah Tangga Menurut Sumber Air Minum Tahun
2010 ................................................................................... I-10
Tabel 1.7 Cakupan Penduduk Kabupaten Kudus dengan Akses Air
Minum yang Layak Hasil Kinerja PDAM Kabupaten Kudus
Tahun 2010 ........................................................................ I-11
Tabel 1.8 Tingkat Pelayanan PDAM Kabupaten Kudus Tahun 2011 . I-12
Tabel 1.9 Data Sarana Sanitasi Dasar Kabupaten Kudus Tahun 2010 I-13
Tabel 1.10 Status Kinerja Pelayanan AMPL Kabupaten Kudus ............ I-15
Tabel 1.11 Perkiraan Target Kinerja AMPL Kabupaten Kudus Tahun
2015 ................................................................................... I-17
Tabel 1.12 Inventarisasi Sungai di Kabupaten Kudus ........................... I-18
Tabel 1.13 Tingkat Pelayanan Air Minum Kabupaten Kudus
Berdasarkan Penyelenggara Pelayanan Tahun 2010 ......... I-24
Tabel 1.14 Gambaran Pelayanan Air Minum dengan Sistem Jaringan
Perpipaan di Kabupaten Kudus Tahun 2010...................... I-24
Tabel 1.15 Tingkat Konsumsi Air Minum Kabupaten Kudus Tahun
2010 ................................................................................... I-25
Tabel 1.16 Gambaran Tingkat Kebocoran Air Minum pada Pelayanan
Sistem Jaringan Perpipaan di Kabupaten Kudus Tahun
2010 ................................................................................... I-25
Tabel 1.17 Tarif Pelayanan Air Minum Kabupaten Kudus Tahun 2010 . I-26
Tabel 1.18 Telaahan Terhadap Kebijakan Daerah Yang Berimplikasi
pada Kebutuhan Pelayanan AMPL ..................................... I-27
Tabel 1.19 Perkiraan Kebutuhan Investasi Air Minum Kabupaten
Kudus Tahun 2011 - 2015 .................................................. I-30
Tabel 1.20 Perkiraan Kebutuhan Investasi Sanitasi Kabupaten Kudus
Tahun 2011 - 2015 ............................................................. I-31
Tabel 1.21 Isu Utama Sektor AMPL Di Kabupaten Kudus .................... I-32

I-3
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Tabel 1.22 Permasalahan dan Solusi Tindakan Isu Air Minum di


Kabupaten Kudus ............................................................... I-33
Tabel 1.23 Permasalahan dan Solusi Tindakan Isu Penyehatan
Lingkungan di Kabupaten Kudus ........................................ I-34
Tabel 1.24 Kondisi AMPL Yang Diharapkan Di Kabupaten Kudus ........ I-35
Tabel 1.25 Matrik Hasil Analisis SWOT Sektor AMPL Di Kabupaten
Kudus ................................................................................. I-36
Tabel 1.26 Rekapitulasi Penambahan Cakupan Akses terhadap Air
Minum sampai dengan Tahun 2015.................................... I-39
Tabel 1.27 Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kabupaten Kudus sampai
dengan Tahun 2015 dengan Pelayanan PDAM .................. I-39
Tabel 2.1 Tujuan dan Sasaran Pembangunan AMPL Jangka
Menengah Kabupaten Kudus Tahun 2011 - 2015............... II-5
Tabel 2. 2 Arah Kebijakan Dan Strategi Pencapaian Target AMPL
Tahun 2011 - 2015 ............................................................. II-7
Tabel 3. 1 Matriks Program dan Kegiatan Prioritas Air Minum dan
Penyehatan Lingkungan Kabupaten Kudus Tahun 2011-
2015 Dalam Rangka Pencapaian Target 7c MDGs............. III-8

I-4
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Peta Administrasi Kabupaten Kudus ................................... I-5


Gambar 1.2 Peta Potensi Air Tanah ....................................................... I-22

I-5
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pada tahun 2010, Pemerintah Indonesia menetapkan sejumlah kebijakan
yang sangat mendukung percepatan kinerja pembangunan air minum dan
sanitasi, antara lain Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program
Pembangunan yang Berkeadilan (mencakup program Pro Rakyat, Keadilan
untuk Semua, Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium), Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal
Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, dan Surat Edaran Menteri
Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional Nomor 0445/M.PPN/11/2010 tanggal 24 Nopember
2010 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Aksi Daerah Percepatan
Pencapaian Target Millennium Development Goals (RAD MDGs).
Berdasarkan kebijakan tersebut, peningkatan kinerja pembangunan air
minum dan sanitasi menjadi salah satu prioritas nasional sampai dengan tahun
2015 mendatang. Dalam rangka memenuhi tanggung jawab pelaksanaan
prioritas nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus menyusun Rencana
Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD AMPL) sebagai
instrumen percepatan daerah dalam mencapai target Millennium Development
Goals, khususnya target 7C yaitu menurunkan hingga setengahnya proporsi
rumah tangga tanpa akses berkelanjutan terhadap air minum layak dan sanitasi
dasar hingga tahun 2015 serta merupakan instrumen pencapaian target Standar
Pelayanan Minimal Air Minum dan Air Limbah sesuai Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2010.
RAD AMPL Kabupaten Kudus merupakan dokumen daerah yang
berfungsi sebagai :
1. Rencana peningkatan kapasitas pelayanan air minum dan sanitasi yang
menerapkan pendekatan PAMSIMAS dan pendekatan kelembagaan
2. Instrumen kebijakan pengembangan pelayanan air minum dan sanitasi
jangka menengah daerah
3. “Channel” internalisasi program/kegiatan dengan pendekatan PAMSIMAS
ke dalam program/kegiatan SKPD yang menangani bidang AMPL
4. Acuan alokasi anggaran APBD/APBN/Sumber Dana Lain bagi
program-program peningkatan kinerja pelayanan AMPL
5. Acuan pelaksanaan replikasi program PAMSIMAS

I-6
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Penerapan RAD AMPL diharapkan memberikan hasil nyata bagi


Kabupaten Kudus yaitu dalam hal meningkatnya cakupan akses dan kualitas
pelayanan air minum dan sanitasi daerah sesuai target SPM dan target 7C
MDGs Tahun 2015 dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan dan
produktivitas masyarakat yang lebih baik. Ruang lingkup RAD AMPL mencakup :
1. Penyediaan air minum rumah tangga
2. Peningkatan cakupan penduduk yang menerapkan kebiasaan cuci tangan
pakai sabun (CTPS) dan bebas buang air besar sembarangan (BABS)
3. Pengelolaan limbah rumah tangga
4. Penanganan pengelolaan kebersihan makanan

Mengingat salah satu fungsi RAD AMPL ini adalah sebagai “channel”
internalisasi program/kegiatan dengan pendekatan PAMSIMAS ke dalam
program/kegiatan SKPD yang menangani bidang AMPL, maka program kunci
RAD AMPL adalah program-program yang berhubungan dengan :
1. Program peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan air minum
berbasis masyarakat
2. Program peningkatan akses penggunaan sarana dan prasarana sanitasi
yang layak
3. Program pemicuan perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
4. Program pengelolaan lingkungan
5. Program penguatan kelembagaan pengelolaan pelayanan air minum dan
sanitasi di tingkat masyarakat

Sistematika RAD AMPL mengikuti sistematika Rencana Aksi Daerah


Percepatan Pencapaian Tujuan MDGs yang dikeluarkan oleh Pemerintah, dalam
hal ini Badan Perencanaan Pembangunan Nasional melalui Surat Edaran
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional (Bappenas) Nomor 0445/M.PPN/11/2010 tanggal
24 Nopember 2010 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Aksi Daerah
Percepatan Pencapaian Target Millennium Development Goals (RAD MDGs).
Pada RAD AMPL, ditambahkan komponen penulisan yang memudahkan
Pemerintah Kabupaten untuk mengintegrasikan program dan kegiatan dalam
RAD AMPL ke dalam dokumen resmi perencanaan dan penganggaran daerah.

I-7
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Sistematika RAD AMPL adalah sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan; mengemukakan kondisi umum pembangunan Kabupaten


Kudus berkaitan dengan status capaian kinerja pelayanan air minum dan sanitasi
kabupaten berdasarkan indikator MDGs serta permasalahan dan tantangan yang
dihadapi dalam pelaksanaan berbagai kebijakan yang terkait dengan pencapaian
target AMPL sesuai indikator MDGs. Bab I disusun dengan outline sebagai
berikut :
1.1 Latar Belakang
1.2 Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Kudus
1.3 Kondisi Umum Pembangunan Daerah Berkaitan dengan Tujuan
Pembangunan Milenium di Daerah
1.3.1 Status Capaian Kinerja Pelayanan Air Minum dan Sanitasi
1.3.2 Kondisi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Kudus
Saat Ini
1.3.3 Hasil Telaahan Terhadap Kebijakan Daerah yang Berimplikasi
pada Kebutuhan Pelayanan AMPL
1.3.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Pelayanan AMPL Daerah
1.4 Permasalahan dan Tantangan
1.4.1 Isu Strategis Kabupaten Kudus dalam Pencapaian Target AMPL
Tahun 2015
1.4.2 Isu Strategi Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7C


MDGs; mengemukakan arah kebijakan dan strategi yang akan dilaksanakan
dalam upaya pencapaian target AMPL tahun 2015. Strategi dirumuskan
mengacu pada kegiatan nasional sebagaimana dituliskan dalam peta jalan
(roadmap) nasional percepatan pencapaian MDGs dan RPJMD. Uraian
kebijakan dan strategi selanjutnya menjadi dasar perumusan program pada bab
III. Bab II disusun dengan outline sebagai berikut :
2.1 Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran RPJMD Kabupaten Kudus Tahun 2008 -
2013
2.2 Tujuan dan Sasaran Pembangunan AMPL
2.2 Arah Kebijakan dan Strategi Pencapaian Target AMPL

Bab III Program dan Kegiatan Prioritas RAD AMPL Tahun 2011 - 2015;
mengemukakan program dan kegiatan yang dilakukan selama tahun
2011 - 2015 dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pembangunan AMPL
tahun 2015. Program dan kegiatan disusun berdasarkan arah kebijakan dan
strategi pada Bab II. Program SKPD maupun program lintas SKPD dilengkapi

I-8
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

dengan indikator kinerja untuk masing-masing kegiatan dalam program tersebut.


Bab III disusun dengan outline sebagai berikut :
3.1 Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
3.2 Pengembangan Kapasitas Sistem Air Minum
3.3 Penurunan Kebocoran Air Minum
3.4 Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
3.5 Penyediaan Kebutuhan Sanitasi
3.6 Penguatan dan Pengembangan BPSPAMS
3.7 Pengelolaan Lingkungan
3.8 Pengendalian Pencemaran Lingkungan

Bab IV Pemantauan dan Evaluasi; mengemukakan mekanisme pemantauan


dan evaluasi untuk mengetahui tingkat capaian target dari pelaksanaan
RAD AMPL. Mekanisme pemantauan dan evaluasi RAD AMPL menjelaskan
tanggung jawab masing-masing SKPD, waktu pelaksanaan, dan langkah tindak
lanjut. Bab IV disusun dengan outline sebagai berikut :
4.1 Tujuan Pemantauan dan Evaluasi RAD AMPL
4.2 Mekanisme Pemantauan dan Evaluasi RAD AMPL

Bab V Penutup; mengemukakan hal-hal yang berkaitan dengan upaya yang


dilakukan dalam rangka mendukung RAD AMPL, termasuk menggalang
partisipasi dari berbagai pihak.

Lampiran

1.2. Gambaran Umum Wilayah Kabupaten Kudus


1.2.1. Geografi
Secara geografis, Kabupaten Kudus merupakan salah satu Kabupaten
di Provinsi Jawa Tengah yang terletak pada posisi 110036' - 110050' Bujur Timur
dan 6051’ – 6016’ Lintang Selatan. Batas wilayah Kabupaten Kudus berbatasan
dengan bagian utara Kabupaten Jepara, bagian timur Kabupaten Pati, bagian
selatan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Pati serta bagian barat Kabupaten
Demak dan Kabupaten Jepara. Kabupaten Kudus terletak pada jalur strategis
nasional Semarang - Surabaya. Wilayah ini terletak 50 Km dari pusat kota
Semarang. Jarak terjauh dari barat ke timur adalah 16 Km dan dari utara ke
selatan 22 Km.

I-9
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

1.2.2. Administratif
Secara administratif, Kabupaten Kudus terbagi menjadi 9 Kecamatan
yang terdiri dari 123 desa, 9 kelurahan. Dengan luas wilayah 42.516 Ha, dimana
Kecamatan Dawe merupakan kecamatan paling luas dengan prosentase 20,19%
dari luas Kabupaten Kudus dan Kecamatan terkecil adalah Kecamatan Kota
yakni 2,46% dari luas Kabupaten Kudus.

Gambar 1. 1 Peta Administrasi Kabupaten Kudus

I-10
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

1.2.3. Topografi
Wilayah Kabupaten Kudus memiliki topografi yang beragam, yang
ditunjukkan dengan ketinggian wilayah berkisar antara 5 sampai 1.600 meter di
atas permukaan air laut. Wilayah yang memiliki ketinggian terendah, yaitu
5 meter di atas permukaan air laut berada di Kecamatan Undaan, sedangkan
wilayah dengan ketinggian tertinggi berada di Kecamatan Dawe, yang berupa
dataran tinggi dengan ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut.

1.3. Kondisi Umum Pembangunan Daerah Berkaitan dengan Tujuan


Pembangunan Milenium di Daerah
Kabupaten Kudus merupakan satu dari 35 Kabupaten yang terletak di
Provinsi Jawa Tengah. Dengan luas wilayah administrasi 425,16 km2, pada
tahun 2010 penduduk Kabupaten Kudus tercatat sebanyak 764.606 jiwa, dengan
jumlah penduduk terbesar berada di Kecamatan Jekulo. Adapun kecamatan
dengan kepadatan penduduk tertinggi adalah Kecamatan Kota, dengan
kepadatan penduduk 8,738 jiwa/km2. Dengan rata-rata tingkat pertumbuhan
penduduk per tahun sebesar 0,75 persen/tahun maka pada tahun 2015, jumlah
penduduk Kabupaten Kudus diperkirakan berjumlah 793.278 jiwa, dengan
jumlah penduduk terbesar di Kecamatan Jekulo dan kepadatan penduduk
tertinggi di Kecamatan Kota 9.065 jiwa/km2 pada tahun 2015. Jumlah penduduk
tahun 2010 dan proyeksi jumlah penduduk tahun 2015 menurut kecamatan
ditampilkan pada Tabel 1.1.

Tabel 1.1. Jumlah Penduduk Kabupaten Kudus Tahun 2010 Beserta


Proyeksinya pada Tahun 2015 Menurut Kecamatan
Proyeksi
Jumlah
Luas Jumlah Rata-Rata
Penduduk Kepadatan
No Kecamatan Wilayah 2 Penduduk pertumbuhan/
2 Tahun penduduk/km
(km ) Tahun tahun
2010
2015
1 Kec. Kaliwungu 32,71 90.219 2.758 93.602 0,75

2 Kec. Kota 10,47 91.489 8.738 94.920 0,75

3 Kec. Jati 26,30 97.291 3.699 100.939 0,75

4 Kec. Undaan 71,77 68.994 961 71.581 0,75

5 Kec. Mejobo 36,77 69.080 1.879 71.670 0,75

6 Kec. Jekulo 82,92 97.888 1.181 101.559 0,75

7 Kec. Bae 23,32 61.966 2.657 64.290 0,75

8 Kec. Gebog 55,06 93.491 1.698 96.997 0,75

9 Kec. Dawe 85,84 94.188 1.097 97.720 0,75

Total 425,16 764.606 1.798 793.278 0,75


Sumber: Kabupaten Kudus Dalam Angka 2011

I-11
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

1.3.1. Status Capaian Kinerja Pelayanan Air Minum dan Sanitasi


Tujuan ke 7 Pembangunan Milenium, khususnya target 7C menyebutkan
bahwa target 7C adalah menurunkan hingga separuhnya proporsi penduduk
tanpa akses terhadap air minum layak dan sanitasi layak pada tahun 2015.
Berdasarkan target 7C tersebut, maka indikator yang digunakan untuk mengukur
kemajuan pencapaian target 7C tersebut adalah sebagai berikut :

1. Proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap sumber air


minum layak, perkotaan dan perdesaan :
a. Proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap sumber air
minum layak - perkotaan;
b. Proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap sumber air
minum layak - perdesaan.
2. Proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap sanitasi layak,
perkotaan dan perdesaan :
a. Proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap sanitasi
layak - perkotaan;
b. Proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap sanitasi
layak - perdesaan.

Dalam Tujuan Pembangunan Milenium, definisi operasional akses air


minum layak adalah yang menggunakan sumber air minum layak seperti
sambungan air minum rumah tangga, lubang bor, sumur gali yang terlindungi,
mata air terlindung, tampungan air hujan. Sedangkan definisi operasional akses
sanitasi layak adalah yang menggunakan sanitasi dasar seperti toilet guyur/toilet
siram-guyur atau jamban, pipa saluran pembuangan, tangki septik atau jamban
lubang, jamban cemplung dengan ventilasi yang baik, jamban cemplung dengan
segel slab, atau toilet/jamban kompos.

Selanjutnya, Standar Pelayanan Minimal Sistem Penyediaan Air Minum


(SPM SPAM) tahun 2014 menyatakan bahwa indikator SPM SPAM adalah
tersedianya akses air minum yang aman melalui Sistem Penyediaan Air Minum
dengan jaringan perpipaan dan bukan jaringan perpipaan terlindungi dengan
kebutuhan pokok minimal 150 liter/orang/hari di wilayah perkotaan dan
60 liter/orang/hari di perdesaan, sedangkan SPM sanitasi tahun 2014
menyatakan bahwa indikator SPM bidang sanitasi adalah tersedianya sistem air
limbah setempat yang memadai (dengan target SPM 60%) dan tersedianya
sistem air limbah skala komunitas/kawasan/kota (dengan target SPM 5%).

I-12
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Akses aman terhadap air minum terdiri dari jaringan perpipaan dan bukan
jaringan perpipaan (BJP). Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bukan Jaringan
Perpipaan adalah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum Nomor 1/PRT/M/2009. SPAM Bukan Jaringan Perpipaan meliputi :
- Hidran umum
- Terminal air
- Mobil tangki air
- Penampungan air hujan
- Perlindungan mata air
- Sumur pompa tangan
- Sumur gali
- Instalasi Pengolahan Air (IPA) sederhana
- Saringan rumah tangga
- Destillator surya atap kaca
- Instalasi Pengolahan Air (IPA) reverse osmosis

Standar Pelayanan Minimal tingkat pelayanan air limbah setempat diukur


dari jumlah penduduk dengan tangki septik dan terlayani Instalasi Pengolahan
Limbah Tinja (IPLT) terhadap jumlah penduduk yang menggunakan tangki septik,
sedangkan Standar Pelayanan Minimal tingkat pelayanan sistem air limbah skala
komunitas/kawasan/kota diukur dari jumlah masyarakat yang memiliki akses
terhadap sistem jaringan dan pengolahan air limbah skala kawasan terhadap
jumlah penduduk di Kabupaten Kudus.

Tabel 1.2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2010


tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang
Standar Pelayanan Minimal Batas Waktu
Bidang/Sektor Pelayanan
Indikator Nilai Pencapaian

Sangat buruk Tersedianya akses air minum yang aman 40%


melalui Sistem Penyediaan Air Minum
Buruk 50%
dengan jaringan perpipaan dan bukan
Air Minum Sedang jaringan perpipaan terlindungi dengan 70%
kebutuhan pokok minimal 60/l/org/hari
Baik 80%
2014
Sangat Baik 100%

Tersedianya sistem air limbah setempat 60%


Air Limbah yang memadai
Sanitasi
Permukiman Tersedianya air limbah skala 5%
komunitas/kawasan/kota

I-13
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Target Standar Pelayanan Minimal air minum dan sanitasi masing-masing


provinsi ditunjukkan pada Tabel 1.3 dan 1.4. Dengan demikian, pembangunan
sektor air minum dan sanitasi di Kabupaten Kudus diharapkan dapat
berkontribusi dalam mencapai target Standar Pelayanan Minimal Provinsi Jawa
Tengah baik untuk air minum maupun untuk air limbah.

Tabel 1.3. Target Standar Pelayanan Minimal Air Minum Per Provinsi
Tahun 2015

Target SPM Air Minum Target SPM Air Minum


Provinsi Provinsi
(%) (%)
Nanggroe Aceh 50,00 Bali 75,00
Darussalam
Sumatera Utara 71,00 Nusa Tenggara 70,00
Barat
Sumatera Barat 70,00 Nusa Tenggara 70,00
Timur
Riau 70,00 Kalimantan Barat 72,00
Jambi 71,00 Kalimantan Tengah 52,00
Sumatera Selatan 70,00 Kalimantan Selatan 70,00
Bengkulu 50,00 Kalimantan Timur 73,00
Lampung 70,00 Sulawesi Utara 70,00
Kep. Bangka Belitung 52,00 Sulawesi Tengah 70,00
Kep. Riau 50,00 Sulawesi Selatan 70,00
DKI Jakarta 50,00 Sulawesi Tenggara 74,00
Jawa Barat 70,00 Gorontalo 70,00
Jawa Tengah 75,00 Sulawesi Barat 70,00
DI Yogyakarta 80,00 Maluku 71,00
Jawa Timur 73,00 Maluku Utara 70,00
Banten 45,00 Papua Barat 70,00
Papua 50,00
Sumber: Bappenas, 2011

Tabel 1.4. Target Standar Pelayanan Minimal Sanitasi Per Provinsi


Tahun 2015

Target SPM Target SPM Sanitasi


Provinsi Provinsi
Sanitasi (%) (%)
Nanggroe Aceh Darussalam 65.00 Bali 90.00
Sumatera Utara 65.00 Nusa Tenggara Barat 65.00
Sumatera Barat 65.00 Nusa Tenggara Timur 65.00
Riau 65.00 Kalimantan Barat 65.00
Jambi 65.00 Kalimantan Tengah 65.00
Sumatera Selatan 65.00 Kalimantan Selatan 65.00
Bengkulu 65.00 Kalimantan Timur 67.00
Lampung 65.00 Sulawesi Utara 79.00
Kep. Bangka Belitung 74.00 Sulawesi Tengah 65.00
Kep. Riau 65.00 Sulawesi Selatan 70.00
DKI Jakarta 90.00 Sulawesi Tenggara 65.00
Jawa Barat 65.00 Gorontalo 65.00
Jawa Tengah 68.00 Sulawesi Barat 65.00
DI Yogyakarta 90.00 Maluku 65.00

I-14
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Target SPM Target SPM Sanitasi


Provinsi Provinsi
Sanitasi (%) (%)
Jawa Timur 65.00 Maluku Utara 65.00
Banten 69.00 Papua Barat 65.00
Papua 65.00
Sumber: Bappenas, 2011

Hasil pembangunan sektor air minum di Kabupaten Kudus tahun 2010 diperlihatkan
pada pada Tabel 1.5, 1.6, 1.7 dan 1.8, sedangkan hasil pembangunan sektor sanitasi di
Kabupaten Kudus tahun 2010 ditunjukkan pada Tabel 1.9.

Tabel 1. 5 Data Akses Air Minum Kabupaten Kudus Tahun 2010


Akses
No. Jenis Akses Air Minum Prosentase (%)
(Jiwa)
1 Perpipaan

a. PDAM 137.982 18,05

b. PAMSIMAS 76.680 10,02

c. Sarana dan prasarana 9.600 1,26


Air Minum Perdesaan
2. Non Perpipaan (sumur gali) 195.347 25,55

3. Mata Air 15.921 2,08

Total Akses Air Minum di Kab. Kudus 435.530 56,96

Jumlah Penduduk 764.606

Sumber: Hasil Analisis Tim Penyusun RAD AMPL, 2012

Tabel 1. 6 Jumlah Rumah Tangga Menurut Sumber Air Minum Tahun 2010
No Kecamatan PDAM Sumur Sumur Mata Air Air
Bor Terlindung Terlindung Hujan
Kec. 121 401 16.634 - -
1
Kaliwungu
2 Kec. Kota 3.644 10.419 - -
11.777
3 Kec. Jati 672 11.091 - -
4 Kec. Undaan 3.716 221 6.333 - -
5 Kec. Mejobo 0 833 7.168 - -
6 Kec. Jekulo 52 2 11.601 2 -
7 Kec. Bae 2.035 145 10.703 - -
8 Kec. Gebog 2.658 453 9.970 4 -
9 Kec. Dawe 2.413 18 5.615 6 -
Jumlah 22.722 6.389 80.561 12
Sumber: Dinas Kesehatan 2012, Kantor Lingkungan Hidup 2012

I-15
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Tabel 1.7. Cakupan Penduduk Kabupaten Kudus dengan Akses Air Minum
Yang Layak Hasil Kinerja PDAM Kabupaten Kudus Tahun 2010
Perkotaan Perdesaan Total
(%) Thd
Sistem Jumlah Jumlah (%) Thd Jumlah (%) Thd Jumlah
Penduduk
Penduduk Penduduk Penduduk Penduduk Penduduk Penduduk
Kab.
Terlayani Perkotaan Terlayani Perdesaan Terlayani
Kudus

 PDAM 764.606 62.561 jiwa 18,04% 75.421 jiwa 18,05% 137.982 18,05%
jiwa jiwa
Sumber : PDAM Kabupaten Kudus, 2012

I-16
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Tabel 1. 8 Tingkat Pelayanan PDAM Kabupaten Kudus Tahun 2010


(Sumber: PDAM Kabupaten Kudus, 2012)

KAPASITAS PERKOTAAN (LITER /


JUMLAH PENDUDUK 2010 (JIWA) CAKUPAN PELAYANAN (JIWA)
DETIK)
STATUS
No INDIKASI TK.
PDAM PER PER PER PER TER INDIKASI
TOTAL TOTAL PRODUKSI KEBOCORAN
KOTAAN DESAAN KOTAAN DESAAN PASANG KAP.IDLE
(%)
1 2 3 4 5=3+4 6 7 8=6+7 9 10 11 = 9 - 10 12

Sehat 346.705 417.901 764.606 62.561 75.421 137.982 337 305 32 33

I-17
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Tabel 1.9 Data Sarana Sanitasi Dasar Kabupaten Kudus Tahun 2010

KALIWUNGU KOTA KUDUS JATI UNDAAN MEJOBO JEKULO BAE GEBOG DAWE

Jumlah Kabupaten
NGEMBAL KULON
WERGU WETAN

TANJUNGREJO
Sarana

PURWOSARI

GONDOSARI
KALIWUNGU

SIDOREKSO

NGEMPLAK

DERSALAM

REJOSARI
RENDENG

UNDAAN

MEJOBO

JEPANG
sanitasi Keterangan

JEKULO

GRIBIG

DAWE
JATI

BAE
dasar

JUMLAH KK
DIPERIKSA 1,893 2,360 3,162 1,581 1,300 2,589 1,404 1,452 938 1,202 1,766 1,192 1,262 852 1,369 2,536 793 3,475 2,779 33,905
JUMLAH KK
MEMILIKI 1,289 1,068 2,945 1,435 1,146 2,143 1,077 1,120 722 852 1,473 778 804 725 1,140 1,481 565 2,140 2,470 25,373
Jamban JUMLAH
SEHAT 1,060 719 2,822 1,197 1,026 1,785 953 895 622 712 1,261 681 630 690 959 1,109 517 1,742 2,143 21,523
% KK
MEMILIKI 68.09 45.25 93.14 90.77 88.15 82.77 76.71 77.13 76.97 70.88 83.41 65.27 63.71 85.09 83.27 58.40 71.25 61.58 88.88 74.84
% SEHAT 56.00 30.47 89.25 75.71 78.92 68.95 67.88 61.64 66.31 59.23 71.40 57.13 49.92 80.99 70.05 43.73 65.20 50.13 77.11 63.48

JUMLAH KK
DIPERIKSA 1,893 2,360 3,162 1,581 1,300 2,589 1,404 1,452 938 1,202 1,766 1,192 1,262 852 1,369 2,536 793 3,475 2,779 33,905
JUMLAH KK
MEMILIKI 1,503 1,902 3,119 1,502 1,152 1,878 1,478 1,221 689 983 1,417 868 803 720 1,106 1,995 352 2,277 1,882 26,847
Tempat JUMLAH
sampah SEHAT 1,266 1,498 2,768 1,317 1,022 1,578 1,348 1,090 620 864 1,189 740 575 556 595 1,483 302 1,986 855 21,652
% KK
MEMILIKI 79.3978 80.593 98.6401 95.003 88.615 72.5377 105.271 84.091 73.4542 81.78 80.2378 72.819 63.629 84.507 80.789 78.6672 44.388 65.5252 67.7222 79.18
% SEHAT
66.878 63.475 87.5395 83.302 78.615 60.9502 96.0114 75.069 66.0981 71.88 67.3273 62.081 45.563 65.258 43.462 58.4779 38.083 57.1511 30.7665 63.86

JUMLAH KK
DIPERIKSA 1,893 2,360 3,162 1,581 1,300 2,589 1,404 1,452 938 1,202 1,766 1,192 1,262 852 1,369 2,536 793 3,475 2,779 33,905
JUMLAH KK
MEMILIKI 1,142 1,364 2,891 1,467 1,159 1,774 952 1,205 630 836 1,532 778 779 570 1,236 1,652 494 2,292 1,609 24,362
Pengelol
aan air JUMLAH
limbah SEHAT 910 1,092 2,777 1,191 1,039 1,504 775 1,055 523 713 1,071 693 579 479 956 1,181 369 1,793 1,054 19,754
% KK
MEMILIKI 60.3275 57.797 91.4295 92.789 89.154 68.5207 67.8063 82.989 67.1642 69.551 86.7497 65.268 61.727 66.901 90.285 65.142 62.295 65.9568 57.8985 71.85

% SEHAT 48.0718 46.271 87.8242 75.332 79.923 58.0919 55.1994 72.658 55.7569 59.318 60.6455 58.138 45.88 56.221 69.832 46.5694 46.532 51.5971 37.9273 58.26
Rata-rata 61,87
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, 2011

BabI Pendahuluan I-18


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Status capaian kinerja pelayanan air minum dan sanitasi Kabupaten Kudus
dengan menggunakan indikator target 7C pada tahun 2010 adalah sebagai berikut :
1. 56,96% rumah tangga atau 435.530 jiwa telah memiliki akses berkelanjutan
terhadap sumber air minum layak, perkotaan dan perdesaan :
a. 59,74% rumah tangga atau 207.121 jiwa telah memiliki akses berkelanjutan
terhadap sumber air minum layak- perkotaan;
b. 54,65% rumah tangga atau 228.409 jiwa telah memiliki akses berkelanjutan
terhadap sumber air minum layak-perdesaan.
2. 61,87% rumah tangga atau 473.062 jiwa telah memiliki akses berkelanjutan
terhadap sanitasi layak, perkotaan dan perdesaan :
a. 70,44% rumah tangga atau 244.220 jiwa telah memiliki akses berkelanjutan
terhadap sanitasi layak-perkotaan;
b. 54,76% rumah tangga atau 228.842 jiwa telah memiliki akses berkelanjutan
terhadap sanitasi layak- perdesaan.

Status kinerja pelayanan air minum dan sanitasi Kabupaten Kudus tahun 2010
ditunjukkan pada Tabel 1.10.

BabI Pendahuluan I-19


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Tabel 1.10. Status Kinerja Pelayanan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan
Kabupaten Kudus
Target Target Target
Capaian Kabupaten Kab. SPM MDGs-
Capaian Provinsi (%) Capaian Nasional (%)
No Indikator (%) Kudus Provin Indonesia
(%) si (%) (%)
2008 2009 2010 2008 2009 2010 2008 2009 2010 2015 2014 2015
(a) (b) (c) (d) (e) (f) (g)
1 Cakupan
penduduk (%)
dengan akses
- - 56,96 - 61,46 46,50 47,71 53,26 78,48 75,00 68,87
air minum 58,08
yang layak

a. Perkotaan - - 59,74 - 47,38 48,00 48,20 49,82 59,87 79,87 - 75,29


77,33
b. Perdesaan - - 54,65 - 56,30 43,00 45,72 46,61 - 65,81
55,11

2 Cakupan
penduduk (%)
dengan akses
- - 61,87 - 57,00 48,60 51,19 55,00 80,94 68,00 62,41
sanitasi yang 53,96
layak

a. Perkotaan - 66,70 85,22


- - 70,44 - - 69,51 71,50 - 76,82
b. Perdesaan 77,38
- - 54,76 - - - 31,40 33,96 38,50 - 55,55
Sumber: MDGs Jateng dan Nasional , Hasil Analisis Tim Penyusun RAD AMPL, 2012

Pada indikator akses air minum layak, status capaian Kabupaten Kudus
tahun 2010 jika dibandingkan dengan capaian provinsi dan capaian nasional, maka
status capaian kinerja pelayanan air minum Kabupaten Kudus yang mencapai
56,96% walaupun telah melebihi status capaian nasional (53,26%) tetapi relatif
masih dibawah status capaian rata-rata provinsi (61,46%). Sedangkan jika
dibandingkan dengan target SPM provinsi Tahun 2014 (75%) dan target MDGs
Indonesia Tahun 2015 (68,87%), maka kinerja air minum Kabupaten Kudus pada
tahun yang sama masih perlu ditingkatkan agar minimal sama dengan target SPM
provinsi dan target MDGs Indonesia.
Pada indikator akses sanitasi layak, status capaian Kabupaten Kudus tahun
2010 jika dibandingkan dengan capaian provinsi dan nasional, maka status capaian
kinerja pelayanan sanitasi Kabupaten Kudus yang telah mencapai 61,87% relatif di
atas status capaian rata-rata provinsi (57%) dan capaian nasional (55%).
Sedangkan jika dibandingkan dengan dengan target SPM provinsi tahun 2014
(68%) dan target MDGs Indonesia Tahun 2015 (62,41%), maka kinerja pelayanan
sanitasi Kabupaten Kudus pada tahun yang sama perlu ditingkatkan agar minimal
sama dengan target SPM provinsi dan target MDGs Indonesia.

BabI Pendahuluan I-20


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Perkiraan Target Kinerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Kabupaten


Kudus Tahun 2015 berdasarkan Target MDGs

Penetapan target kinerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan tahun 2015
didasarkan pada kesepakatan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Kudus.
Target kinerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan tahun 2015 ditetapkan
dengan mempertimbangkan target SPM provinsi, hasil perhitungan/perkiraan target
7C MDGs di Kabupaten Kudus, dan hasil perkiraan kemampuan memobilisasi
pendanaan baik yang bersumber dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN,
masyarakat, dan dunia usaha.
Berdasarkan status kinerja AMPL tahun 2010, maka perkiraan target 7C MDGs
adalah sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1.11.

Tabel 1. 11. Perkiraan Target Kinerja AMPL Kabupaten Kudus Tahun 2015
Perkiraan Target
Target 7C Perkiraan Perkiraan 7C MDGs Kab
Capaian MDGs Target 7C Target 7C Kudus
No Indikator Provinsi MDGs MDGs-Kab Berdasarkan
Jateng Jateng Kudus Target 7C MDGs
Provinsi
2010 2015 2015 2015 2015
(g) (h) (i) = f+ ½(1- (j) = i x g/h
(a) (b) (f)
f)
1 Cakupan
penduduk (%)
56,96% 75% 80,71% 78,48% 72,93%
dengan akses air
minum yang layak
a. Perkotaan 59,74% 79,87%
b. Perdesaan 54,65% 77,33%
2 Cakupan
penduduk (%) 72% 82,88% 70,31%
dengan akses 61,87% 80,94%
sanitasi yang
layak
a. Perkotaan 70,44% 85,22%
b. Perdesaan 54,76% 77,38%
Sumber: Hasil Analisis Tim Penyusun RAD AMPL, 2012

Berdasarkan hasil analisis sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 1.11,


capaian kinerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan di Kabupaten Kudus
mencapai 56,96% pada air minum dan 61,87% pada sanitasi. Jika mengacu pada
target 7C MDGs yang ditetapkan nasional untuk Provinsi Jawa Tengah, maka target
7C MDGs untuk air minum dan sanitasi di Kabupaten Kudus diharapkan mencapai
72,93% dan 70,31% pada tahun 2015, sedangkan bila mengacu RAD MDGs
Provinsi Jawa Tengan Tahun 2011-2015 maka target Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan Tahun 2015 Kabupaten Kudus adalah 78,48% untuk air minum dan
80,94% untuk sanitasi, sehingga perlu upaya yang serius dalam penanganan
permasalahan di bidang air minum dan sanitasi di Kabupaten Kudus.

BabI Pendahuluan I-21


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

1.3.2 Kondisi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Kudus Saat
ini

1.3.2.1. Aspek Teknis


Unit Air Baku
Potensi sumber daya air di Kabupaten Kudus antara lain sungai, air tanah, mata air,
dan embung.
1. Sungai
Kondisi sungai-sungai di Kabupaten Kudus seperti kondisi sungai-sungai
pada umumnya, kuantitas air sungai melimpah pada musim penghujan
bahkan cenderung menyebabkan banjir di sekitar sungai sebaliknya di musim
kemarau kuantitas air sangat kecil bahkan beberapa sungai kering tidak berair.
Tabel 1.12 berikut ini memperlihatkan uraian secara fisik sungai-sungai yang
berada di Kabupaten Kudus.

Tabel 1. 12. Inventarisasi Sungai di Kabupaten Kudus


3
Lebar (m) Debit (m /dtk)
Kedalaman
No Nama Sungai Panjang
Permukaan Dasar (m) Maks Min
(km)
1 K. Jembertati 6,00 NA NA NA

2 K. Pesantren 8,00 NA NA NA

3 K. Muneng 6,00 NA NA NA

4 K. Pojok 9,00 NA NA NA

5 K. Tonam 2,00 9,00 7,00 4,00

6 K. Tumpang 5,00 5,00 3,50 4,50

7 K. Yitnokulon 4,00 8,00 5,20 5,00

8 K. Yitnowetan 4,00 8,00 6,00 4,50

9 K. Nolo 8,00 5,00 4,50 3,00

10 K. Perak 4,00 NA NA NA

11 K. Kuningan 2,00 13,50 11,50 4,00

12 K. Jaro 2,00 12,50 8,50 3,50

13 K. Jatipasean 4,00 10,00 6,00 4,50

14 K. Gajah 2,50 11,50 7,80 4,50

15 K. Kembang 2,00 10,00 10,00 4,50

16 K. Sundeng 8,00 15,00 10,50 5,00

17 K. Sekargading 1,00 13,00 10,00 4,20

18 K. Kauman 9,60 NA NA NA
(Jekulo)
19 K. Salaman 2,00 NA NA NA

20 K. Madat 8,00 2,50 2,50 2,00

21 K. Asemdoyong 9,00 NA NA NA

BabI Pendahuluan I-22


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

3
Lebar (m) Debit (m /dtk)
Kedalaman
No Nama Sungai Panjang
Permukaan Dasar (m) Maks Min
(km)
22 K. Buntung 6,50 NA NA NA

23 K. Setro 5,00 NA NA NA

24 K. Kencing 9,00 NA NA NA

25 K. Palelesan 3,50 NA NA NA

26 K. Tanjung 1,70 NA NA NA

27 K. Domas 3,00 2,50 2,50 2,75 35,06

28 K. Pagak 1,30 NA NA NA

29 K. Tampung 5,00 2,50 2,50 2,00 28,18

30 K. Tompe 5,00 2,50 2,50 2,00 28,18

31 K. Bilmbing 10,00 3,00 3,00 2,75 45,150

32 K. Serut 4,00 1,00 2,00 0,75 1,995

33 K. Celeng 6,00 2,50 2,50 2,50 30,000

34 K. Doro 7,00 2,50 2,50 2,00 28,188

35 K. Londo 2,00 20,00 8,00 5,00

36 K. Kadiman 1,50 20,00 8,00 3,00

37 K. Bupati 0,80 6,00 3,00 2,50

38 K. Bakinah 3,45 20,00 8,00 4,00

39 K. Jongso 1,00 15,00 8,00 3,00

40 K. Jungkemi 1,50 15,00 8,00 2,50

41 K. Kencing 2,00 10,00 5,00 3,50

42 K. Mati 1,50 10,00 5,00 2,50

43 K. Kauman 3,80 8,00 6,00 2,00

44 K. Gondang 3,50 4,00 2,00 1,50

45 K. Dosaran 2,50 4,00 2,00 1,50

46 K. Sitotok 1,20 4,00 2,00 1,50

47 K. Gandu 5,00 5,00 3,00 1,50

48 K. Bego 5,00 8,00 6,00 1,50

49 K. JU.1 6,00 20,00 10,00 3,00

50 S. Logung 25,50 20,00 10,00 7,00 88,00 -

51 S. Piji 27,40 20,00 10,00 6,00 105,00 -

52 S. Dawe 26,30 15,00 7,00 5,00 65,00 -

53 S. Gelis 29,00 25,00 15,00 8,00 377,00 -

54 S. Tumpang 29,00 12,00 6,00 4,00 - -

55 S. Serang 159,35 80,00 40,00 7,50 840,00 -

56 S. Wulan 49,15 50,00 30,00 6,00 700,00 -

BabI Pendahuluan I-23


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

3
Lebar (m) Debit (m /dtk)
Kedalaman
No Nama Sungai Panjang
Permukaan Dasar (m) Maks Min
(km)
57 S. Juana 62,70 30,00 20,00 5,00 553,40 -

58 SWD 1 20,56 40,00 20,00 4,00 180,00 -

59 SWD 2 23,73 40,00 20,00 4,00 405,00 -

60 S. Jaranan

61 S. Ngembalrejo

Keterangan : lebar dan kedalaman dihitung rata-ratanya


Sumber : Dinas Bina Marga, Pengairan, dan ESDM, 2012; BPSDA Seluna, 2012

2. Air Tanah
Air tanah atau yang sering disebut juga air bawah tanah (ABT) adalah air yang
terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah atau
Cekungan Air Bawah Tanah (CAT).
Berdasarkan data dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa
Tengah tahun 2008, potensi CAT Kudus sebesar 436,4 juta m3 (bebas) dan
10,7 juta m3 (tertekan). Peta potensi air tanah di Kabupaten Kudus dapat dilihat
pada gambar 1.2.
Pengguna ABT di Kabupaten Kudus sebanyak 206 buah dan industri besar
mendominasi jumlah pengguna ABT.
3. Mata Air
Mata air yang ada di wilayah Kabupaten Kudus antara lain :
a. Kecamatan Gebog :
- Song : 0,002 m3/detik
- Menawan : 0,0015 m3/detik
- Buton : 0,003 m3/detik
- Selo Bejo : 0,002 m3/detik
b. Kecamatan Dawe :
- Kajar : 0,002 m3/detik
- Montel : 0,002 m3/detik
- Rejenu : 0,0015 m3/detik
- Argo Jembangan : 0,002 m3/detik
- Tuk Songo : 0,003 m3/detik
- Kuwukan : 0,001 m3/detik
c. Kecamatan Jekulo
- Tanjung Rejo : 0,001 m3/detik
- Ngrangit : 0,001 m3/detik
BabI Pendahuluan I-24
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

4. Embung
Berikut adalah embung/waduk yang ada di Kabupaten Kudus :
- Waduk lapangan (Desa Gulang) Luas : 1 Ha
- Embung Ngemplak Luas : 8 Ha
- Embung Grinting (Desa Kirig) Luas : 3 Ha
- Embung Plumbungan (Desa Gondoharum) Luas : 3 Ha
- Embung Centuk (Desa Undaan Lor) Luas : 4 Ha

Sumber air baku bagi pelayanan air minum dan sanitasi di Kabupaten Kudus
diperoleh dari mata air, sumur gali, dan sumur bor, sedangkan air sungai dan air
hujan belum dimanfaatkan secara optimal. Total kapasitas sumber air baku tersebut
mencapai 108.737,82 liter/detik sedangkan yang telah dimanfaatkan oleh PDAM
mencapai 305 liter/detik.

Unit air baku adalah prasarana dan sarana pengambilan dan/atau penyedia
air baku, meliputi bangunan penampungan air, bangunan pengam-
bilan/penyadapan, alat pengukuran, peralatan pemantauan, sistem pemompaan,
dan/atau bangunan sarana pembawa serta perlengkapannya.

Unit air baku SPAM jaringan perpipaan saat ini berfungsi dengan cukup baik.
Hal ini ditunjukkan oleh tingkat pelayanan SPAM oleh PDAM yang telah mencapai
18,05% dari penduduk Kabupaten Kudus atau sekitar 137.982 jiwa.

Unit air baku SPAM bukan jaringan perpipaan saat ini berfungsi dengan cukup
baik. Hal ini ditunjukkan oleh akses masyarakat terhadap air bersih memanfaatkan
sumur gali sebesar 25,55% dari jumlah penduduk kabupaten.

BabI Pendahuluan I-25


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Gambar 1. 2 Peta Potensi Air Tanah

BabI Pendahuluan I-26


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Air baku di Kabupaten Kudus tersebut di atas digunakan untuk :


1. Rumah tangga baik melalui sumur penduduk maupun melalui layanan
PDAM
2. Industri, baik industri kecil, menengah maupun besar di mana industri
menggunakan air untuk kebutuhan dapur, MCK, dan/atau proses industri
3. Bidang pariwisata, melalui hotel, losmen, penginapan, restoran/rumah
makan, kolam renang, dan wisata air
4. Pertanian, digunakan untuk pengairan, perikanan, dan peternakan
5. Kesehatan, digunakan untuk keperluan rumah sakit dan pelayanan
kesehatan yang lain.

Unit Produksi
Unit produksi adalah prasarana dan sarana yang dapat digunakan untuk mengolah
air baku menjadi air minum melalui proses fisik, kimiawi dan/atau biologi, meliputi
bangunan pengolahan dan perlengkapannya, perangkat operasional, alat
pengukuran dan peralatan pemantauan, serta bangunan penampungan air minum.
Unit produksi SPAM jaringan perpipaan saat ini berfungsi dengan baik. Hal ini
ditunjukkan oleh kapasitas produksi PDAM terpasang sebesar 337 liter/detik.

Unit Distribusi
Unit distribusi adalah sarana untuk mengalirkan atau mendistribusikan air minum
sampai unit pelayanan tanpa dan/atau melalui jaringan perpipaan sampai ke
pelanggan.
Unit distribusi SPAM PDAM jaringan perpipaan saat ini berfungsi dengan dengan
baik. Hal ini ditunjukkan oleh jumlah distribusi air bersih yang mencapai 7.063.524
m3 per tahun.

Unit Pelayanan
Unit pelayanan adalah sarana untuk mengambil air minum langsung oleh
masyarakat yang terdiri dari sambungan rumah, hidran umum, mobil tangki air,
terminal air.
Jangkauan unit pelayanan SPAM PDAM Kabupaten Kudus berupa jaringan
perpipaan saat ini telah menjangkau 18,05% penduduk Kabupaten Kudus.
Pelayanan air minum melalui perpipaan Kabupaten Kudus diselenggarakan oleh
PDAM dan PAMSIMAS. Tingkat pelayanan air minum pada masing-masing
penyelenggara tersebut ditunjukkan pada Tabel 1.13 dan 1.14.

BabI Pendahuluan I-27


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Tabel 1.13. Tingkat Pelayanan Air Minum Kabupaten Kudus Berdasarkan Penyelenggara Pelayanan Tahun 2010
% Jumlah
% Jumlah
Kapasitas Jumlah Pelanggan
Sistem (Perpipaan Jenis Sumber Kapasitas Sistem Kapasitas Pelanggan
No Penyelenggara Sumber Air Baku Pelanggan/ Terhadap
atau Non Perpipaan) Air Baku (l/dt) Pelayanan (Jiwa) Terhadap Total
(l/dt) Pemanfaat (Jiwa) Kapasitas
Penduduk
Pelayanan
1 PDAM Perpipaan ABT 337,00 305,00 146.400 137.982 94,25 18,05
2 BPSPAMS Perpipaan ABT 86,36 71,78 81.745 76.680 93,80 10,02
Mata Air 26,40 23,10
JUMLAH 449,76 399,88 228.145 214.662 94,03 28,07
Sumber : PDAM Kabupaten Kudus, 2012; BPMPKB, 2012

Tabel 1.14. Gambaran Pelayanan Air Minum dengan Sistem Jaringan Perpipaan di Kabupaten Kudus Tahun 2010

Jam
Jumlah Sambungan Jumlah Sambungan Kebutuhan Non Operasi
Kapasitas Produksi Saat Ini
No Penyelenggara Kapasitas Terpasang (l/dt) 3 Kebutuhan Domestik (unit) Domestik (unit) Pelayanan
Produksi (l/dt) (m )
(jam/hari)
SR KU KU TA HU
1 PDAM 337,00 305,00 7.063.524 22.750 13 0 0 0 23

2 BPSPAMS 112,76 94,88 - 6.243 66 0 0 0 24

JUMLAH 449,76 399,88 7.063.524 28.993 79 0 0 0 47

Sumber : PDAM Kabupaten Kudus, 2012; BPMPKB, 2012

BabI Pendahuluan I-28


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Tingkat Konsumsi Air Minum

Tingkat konsumsi air minum di Kabupaten Kudus adalah 88 liter/orang/hari di


perkotaan dan 75 liter/orang/hari di perdesaan. Tingkat konsumsi air untuk
kebutuhan domestik di perkotaan dan perdesaan serta kebutuhan non domestik
ditampilkan pada Tabel 1.15.

Tabel 1.15. Tingkat Konsumsi Air Minum Kabupaten Kudus Tahun 2010
Jumlah Tingkat Konsumsi Air Minum Standar Konsumsi Air Minum
No Penggunaan
Penduduk (jiwa) (liter/orang/hari) (liter/orang/hari)
1 Domestik
346.705 88 150
perkotaan
2 Domestik
417.901 75 120
perdesaan
3 Non domestik 40,5 (15% x kebutuhan
13,2
domestik)
Rata-rata 58,73
Sumber : PDAM Kabupaten Kudus, 2012

Berdasarkan Tabel 1.15 dapat disimpulkan bahwa tingkat konsumsi air minum di
perkotaan dan perdesaan masih di bawah standar konsumsi air minum. Hal ini
disebabkan oleh kesadaran dan kebiasaan masyarakat untuk menggunakan air
secara hemat. Sedangkan untuk kebutuhan non domestik, tingkat konsumsi air
minum sebesar 13,2 liter/orang/hari masih rendah bila dibandingkan dengan standar
komsumsi air minum non domestik sebesar 40,5 liter/orang/hari.

Tingkat Kebocoran Air


Tingkat kebocoran air PDAM tahun 2010 adalah 33%. Tingkat kebocoran air pada
penyelenggara pelayanan air minum perpipaan ditampilkan pada Tabel 1.16.

Tabel 1.16. Gambaran Tingkat Kebocoran Air Minum Pada Pelayanan Sistem
Jaringan Perpipaan di Kabupaten Kudus Tahun 2010

Jumlah
Kapasitas Kapasitas Produksi Jumlah Tingkat
air yang
No Penyelenggara Terpasang Produksi Saat Ini Distribusi Kebocoran
Terjual
(l/dt) (l/dt) (l/dt) (l/dt) Air (%)
(l/dt)
1 PDAM 337 305 7.063.524 6.922.248 4.658.496 33
Sumber: PDAM Kabupaten Kudus, 2012

BabI Pendahuluan I-29


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

1.3.2.2. Aspek Non Teknis

Kelembagaan
Kelembagaan pengelolaan SPAM terdiri dari PDAM dan BPSPAMS.

Pengaturan
Pengelolaan SPAM di Kabupaten Kudus berpedoman pada Peraturan Daerah
Nomor 9 Tahun 2005 tentang Perusahaan Daerah Kabupaten Kudus dan
Pembentukan Asosiasi BPSPAMS Kab. Kudus “TIRTA KUDUS” berdasarkan Akta
Notaris Lianty Achwas, SH Nomor 38 tanggal 13 Oktober 2011 .

Pembiayaan
Dalam pengelolaan SPAM di Kabupaten Kudus, para penyelenggara menetapkan
tarif air minum sebagaimana dikemukakan pada Tabel 1.17.

Tabel 1.17. Tarif Pelayanan Air Minum Kabupaten Kudus Tahun 2010
Sistem
(Perpipaan Tarif/liter Kemampuan Tarif Memenuhi (beri √ pada
No Penyelenggara
atau Non Rp. kolom yang sesuai)
Perpipaan)
Operasional Pemeliharaan Recovery
1 PDAM Perpipaan 1.650   

2 BPSPAMS *) Perpipaan Bervariasi   -


tergantung
kesepakatan warga
yang ditetapkan
dengan peraturan
desa
*) Keterangan : Tidak semua sarpras air minum yang dikelola BPSPAM dilakukan operasional dan
pemeliharaan karena tergantung kemampuan warga.
Sumber: PDAM Kabupaten Kudus, 2012; BPMPKB, 2012

1.3.3 Hasil Telaahan Terhadap Kebijakan Daerah Yang berimplikasi pada


Kebutuhan Pelayanan AMPL
Pemahaman terhadap Kebijakan kebijakan yang berimplikasi terhadap
pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan secara umum dapat
dituangkan dalam Tabel 1.18.

BabI Pendahuluan I-30


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Tabel 1.18. Telaahan Terhadap Kebijakan Daerah Yang Berimplikasi Pada


Kebutuhan Pelayanan AMPL
Dokumen Pengaruh
Alternatif Tindakan
Kebijakan Kebijakan yg Dinilai Kebijakan
No yang Perlu
yang Berpengaruh terhadap
Dilakukan
Direview Pelayanan AMPL
Meningkatkan derajat  Sosialisasi & penyuluhan
Meningkatnya derajat
1 RPJMD kesehatan masyarakat  Edukasi
kesehatan masyarakat
 Promosi
 Meningkatkan
Meningkatkan kualitas kualitas kesehatan  Penyuluhan kesehatan
kesehatan masyarakat masyarakat dan pemberdayaan
dengan pemberdayaan dan  Meningkatkan masyarakat
partisipasi masyarakat partisipasi  Penyehatan lingkungan
secara aktif masyarakat secara dan permukiman
aktif
Meningkatkan akses Meningkatkan kualitas
pelayanan kesehatan bagi kesehatan masyarakat  Pelayanan kesehatan
masyarakat utamanya terutama masyarakat penduduk miskin
masyarakat miskin miskin
 Penyediaan sarana air
 Memberikan
bersih dan sanitasi dasar
kemudahan
Meningkatkan kualitas dan terutama bagi
terhadap akses air
kuantitas sarana dan masyarakat miskin
minum layak
prasarana dasar permukiman  Pengembangan kinerja
 Memberikan
secara kualitatif dan pengelolaan air minum
kemudahan
kuantitatif dan air limbah
terhadap akses
 Advokasi kepada
sanitasi layak
legislatif

 Peningkatan peran serta


masyarakat dalam
pelindungan dan
konservasi Sumber Daya
Air
 Pengelolaan
keanekaragaman hayati
dan ekosistem
Sebagai upaya
Pengelolaan dan konservasi  Konservasi Sumber Daya
menjamin ketersediaan
Sumber Daya Air dan Air dan pengendalian
air baku untuk air
Lingkungan Hidup kerusakan sumber-
minum
sumber air
 Pengendalian kerusakan
hutan dan lahan
 Peningkatan konservasi
daerah tangkapan air dan
sumber-sumber air
 Rehabilitasi hutan dan
lahan.

 Pemantauan kualitas
lingkungan
Pengendalian dampak Mengurangi
lingkungan pencemaran lingkungan  Pengkajian dampak
lingkungan

Sumber: Hasil Analisis Tim Penyusun RAD AMPL, 2012

BabI Pendahuluan I-31


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

1.3.4 Perkiraan Kebutuhan Investasi Pelayanan Air Minum dan Penyehatan


Lingkungan Daerah
Perkiraan kebutuhan investasi pelayanan Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan daerah bertujuan untuk mengetahui perkiraan investasi yang akan
diperlukan dalam rangka pencapaian target 7C MDGs. Dengan adanya perkiraan
ini, diharapkan pemerintah daerah dapat mempersiapkan strategi pendanaan dan
pilihan program/kegiatan yang lebih efektif dan efisien dalam mencapai kinerja yang
ditargetkan.
Angka hasil perkiraan investasi merupakan ancar-ancar biaya yang
diperlukan daerah sebagai pertimbangkan dalam peningkatan alokasi anggaran
APBD untuk Air Minum dan Penyehatan Lingkungan dan pertimbangan dalam
perumusan program dan kegiatan yang diusulkan untuk didanai APBD provinsi dan
APBN, juga dunia usaha/perbankan, dan masyarakat.
Terdapat berbagai metoda perhitungan untuk memperkirakan kebutuhan
investasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan suatu daerah. Metoda perhitungan
yang digunakan pada dokumen Rencana Aksi Daerah – Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan Kabupaten Kudus ini relative sederhana, yaitu dengan menggunakan
biaya per satuan unit (unit cost) tambahan akses sampai dengan tahun 2015
mendatang. Data-data yang diperlukan adalah:
1. Data jumlah penduduk tahun 2010
2. Data jumlah penduduk perkotaan tahun 2010
3. Data jumlah penduduk perdesaan tahun 2010
4. Data proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2015
5. Data proyeksi jumlah penduduk perkotaan pada tahun 2015
6. Data proyeksi jumlah penduduk perdesaan pada tahun 2015
7. Data proporsi rumah tangga (atau proporsi penduduk) yang telah mengakses
air minum dan sanitasi.
8. Biaya per satuan unit (unit cost) investasi air minum berbasis lembaga.
9. Biaya per satuan unit (unit cost) investasi air minum berbasis masyarakat.

Tambahan akses sampai dengan tahun 2015 dihitung berdasarkan


target 7C MDGs Kabupaten Kudus, baik pada air minum dan sanitasi. Berdasarkan
tambahan akses tersebut, investasi air minum dihitung dengan menggunakan
pendekatan kelembagaan, pendekatan pemberdayaan masyarakat, dan
kombinasi antara pendekatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat.
Penerapan pendekatan penghitungan investasi air minum didasarkan pada hasil

BabI Pendahuluan I-32


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

pemetaan atas besar tambahan akses yang dapat dipenuhi dengan pendekatan
kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, dan kombinasi keduanya.
Investasi sanitasi dihitung dengan menggunakan pendekatan berbasis
masyarakat, baik di perkotaan maupun di perdesaan. Tabel perkiraan kebutuhan
investasi air minum dan sanitasi dapat dilihat pada Tabel 1.19 dan 1.20.

BabI Pendahuluan I-33


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Tabel 1.19. Perkiraan Kebutuhan Investasi Air Minum Kabupaten Kudus Sampai Dengan Tahun 2015

Tambahan Akses sd Biaya Investasi


No Indikator Tahun 2010 Tahun 2015 Kebutuhan Investasi sd 2015 (Rp)
Tahun 2015 per Unit (Rp)

Formula Data Formula Hasil Formula Hasil Formula Hasil


(A) (B) (C) (D) (E) (F) (G) (H) (I) (J) (K)
1 Jumlah 764.606 793.278
penduduk
(jiwa)
1.a Perkotaan 45,34 346.705 359.672
(jiwa)
1.b Perdesaan 54,66 417.901 433.606
(jiwa)
2 Jumlah 435.530 F3XF1 622.564 F2-D2 187.034 K2.a+ K2.b 217.160.820.000
penduduk
dengan akses
air minum
layak (jiwa)
2.a Perkotaan 207.121 F3.aXF1.a 287.270 F2.a-D2.a 80.149 Biaya/KK 160.298.000.000
(jiwa)* (pendekatan
kelembagaan) H2.aX I2.a
2.000.000/SR
2.b Perdesaan 228.409 F3.bXF1.b 335.294 F2.b-D2.b 106.885 532.000/Jiwa H2.bX I2.b 56.862.820.000
(jiwa)* (pendekatan
berbasis
masyarakat)
3 Cakupan (D2):(D1) 56,96 (D3)+(0.5X(1-D3) 78,48 21,52
penduduk
dengan akses
air minum
layak (%)
3.a Cakupan di (D2.a):(D1.a) 59,74 (D3.a)+(0,5X(1-D3.a) 79,87 20,13
perkotaan
(%)
3.b Cakupan di (D2.b):(D1.b) 54,65 (D3B)+(0,5X(1-D3.b) 77,33 22,68
perdesaan
(%)

BabI Pendahuluan I-34


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Tabel 1.20. Perkiraan Kebutuhan Investasi Sanitasi Kabupaten Kudus Sampai Dengan Tahun 2015

Tambahan Akses sd Biaya Investasi Kebutuhan Investasi s.d 2015


No Indikator Tahun 2010 Tahun 2015
Tahun 2015 per Unit (Rp) (Rp)

Formula Data Formula Hasil Formula Hasil Formula Hasil


(A) (B) (C) (D) (E) (F) (G) (H) (I) (J) (K)
1 Jumlah 764.606 793.278
penduduk
(jiwa)
1.a Perkotaan 45,34 346.705 359.672
(jiwa)
1.b Perdesaan 54,66 417.901 433.606
(jiwa)
2 Jumlah 473.062 F3XF1 642.079 F2-D2 169.017 K2.a+ K2.b 25.352.550.000
penduduk
dengan akses
sanitasi layak
(jiwa)
2.a Perkotaan 244.220 F3.aXF1.a 306.512 F2.a-D2.a 62.292 150.000/jiwa 9.343.800.000
(jiwa)* (pendekatan
berbasis H2.aX I2.a
masyarakat)
2.b Perdesaan 228.842 F3.bXF1.b 335.567 F2.b-D2.b 106.725 150.000/jiwa H2.bX I2.b 16.008.750.000
(jiwa)* (pendekatan
berbasis
masyarakat)

3 Cakupan (D2):(D1) 61,87 (D3)+(0,5X(1-D3) 80,94 19,07


penduduk
dengan akses
sanitasi layak
(%)
3.a Cakupan di (D2.a):(D1.a) 70,44 (D3.a)+(0,5X(1- 85,22 14,78
perkotaan D3.a)
(%)

3.b Cakupan di (D2.b):(D1.b) 54,76 (D3B)+(0,5X(1- 77,38 22,62


perdesaan D3.b)
(%)

BabI Pendahuluan I-35


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Total perkiraan kebutuhan investasi air minum dan sanitasi Kabupaten


Kudus pada tahun 2011-2015 adalah Rp. 217.160.820.000,- + Rp.
25.352.550.000,- = Rp. 242.513.370.000,- dalam 5 tahun atau Rp.
48.502.674.000,- per tahun, terdiri dari :
a. Tambahan akses air minum dan sanitasi perkotaan, investasi yang
diperlukan adalah Rp. 160.298.000.000,- + Rp. 9.343.800.000,- = Rp.
169.641.800.000,- dalam 5 tahun atau Rp. 33.928.360.000,- per tahun.
b. Tambahan akses air minum dan sanitasi perdesaan, investasi yang
diperlukan adalah Rp. 56.862.820.000,- + Rp. 16.008.750.000,- = Rp.
72.871.570.000,- dalam 5 tahun atau Rp. 14.574.314.000,- per tahun.
Pada tahun 2011, alokasi anggaran yang bersumber dari dana APBN
(Dana Alokasi Khusus) dan APBD Kabupaten Kudus untuk program/kegiatan Air
Minum dan Penyehatan Lingkungan di Kabupaten Kudus sebesar Rp.
5.699.954.000,- Alokasi anggaran sebagaimana dijelaskan di atas bila
dibandingkan dengan hasil perhitungan kebutuhan investasi air minum dan
sanitasi menunjukkan perlunya pemerintah daerah maupun pemerintah pusat
untuk lebih memperhatikan dan memprioritaskan pembangunan bidang air
minum dan sanitasi, di samping itu perlunya peran serta dunia usaha/swasta dan
masyarakat dalam pembangunan di bidang air minum dan sanitasi.

1.4. Permasalahan dan Tantangan


1.4.1. Isu Strategis Kabupaten Kudus dalam Pencapaian Target Air Minum
dan Penyehatan Lingkungan Tahun 2015
Secara umum permasalahan utama sektor Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan di Kabupaten Kudus masuk dalam dua kategori besar, yakni sub
sektor air minum dan sub sektor penyehatan lingkungan. Hal itu terlihat dalam
Tabel 1.21.

Tabel 1.21. Isu Utama Sektor Air Minum dan Penyehatan


Lingkungan
Di Kabupaten Kudus
ISU AIR MINUM ISU PENYEHATAN LINGKUNGAN
1. Masih banyak penduduk yang belum 1. Masih banyak masyarakat yang belum
terlayani air minum yang layak terakses terhadap sanitasi dasar seperti:
jamban, sarana pengolahan air limbah.
2. Sumber – sumber air di daerah hulu
belum dikelola secara baik. 2. Pemahaman masyarakat akan pentingnya
sanitasi terhadap kesehatan masih
3. Sumber air baku masih mengandalkan kurang.
potensi air bawah tanah dan belum
mengoptimalkan sumber air baku yang 3. Kesadaran masyarakat terhadap Pola
lain antara lain sungai dan air hujan. Hidup Bersih dan Sehat masih rendah.

4. Pemahaman masyarakat akan


kebutuhan air minum layak terhadap

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-36
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

kesehatan masih kurang

Sumber: Hasil Analisis Tim Penyusun RAD AMPL, 2012

Dari permasalahan pokok tersebut, permasalahan Air Minum dan Penyehatan


Lingkungan di Kabupaten Kudus diklasifikasikan ke dalam aspek-aspek
permasalahan, baik di sektor Air Minum maupun Penyehatan Lingkungan
sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1.22 dan 1.23.
Tabel 1.22. Permasalahan dan Solusi Tindakan Isu Air Minum Di
Kabupaten Kudus
No Aspek Permasalahan dan Tantangan Solusi Tindakan
Keberlanjutan

1. Pendanaan  Masih terbatasnya bantuan dana untuk  Perlunya peningkatan sarana air minum.
sarana air minum dari Pemerintah
Daerah.

 Tarif air minum belum Full Cost


Recovery (FCR)

 Di musim kemarau sebagian


masyarakat terpaksa membeli air
minum.

2. Teknologi  Belum ada teknologi yang menilai  Pemerintah Kabupaten Kudus perlu
kualitas air yang dikonsumsi memonitor kualitas air yang dikonsumsi
masyarakat walau masyarakat masyarakat berupa pemantauan kualitas
menyadari air yang dikonsumsi sudah air.
tercemar

 Tidak ada pilihan teknologi untuk


mencegah rembesan WC masyarakat
ke sumur

3. Kelembagaan  Pelayanan air minum oleh PDAM  PDAM telah memperluas jaringan dan
belum menjangkau ke seluruh pelayanan penyediaan air.
masyarakat.
 Tim Pokja AMPL sering melakukan
 Masyarakat belum mempunyai melakukan penyuluhan tentang air
kelembagaan yang solid yang minum
mengurusi air
 Kinerja Tim Pokja AMPL telah tercantum
dalam Surat Keputusan Bupati Kudus
sebagai bentuk dukungan Pemerintah
Kabupaten Kudus dalam pembangunan
sektor air minum.

 Telah terbentuk BPSPAMS/LKM


(Lembaga Keswadayaan Masyarakat) di
desa-desa lokasi PAMSIMAS untuk

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-37
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

No Aspek Permasalahan dan Tantangan Solusi Tindakan


Keberlanjutan

mengelola air minum layak.

 Mengajak masyarakat di desa-desa


lokasi penyediaan air minum perdesaan
non PAMSIMAS untuk bergabung dalam
Asosiasi BPSPAMS

4. Lingkungan  Banyak sumur berdekatan dengan  Penyuluhan yang sering dilakukan oleh
Septictank Tim Pokja tentang bahaya membangun
sumur yang terlalu dekat dengan
 Lingkungan masih tercemar
septictank mengubah mindset
masyarakat menjadi lebih baik.

 Dinas Kesehatan selaku anggota tim


Pokja AMPL secara optimal melakukan
penyuluhan intensif tentang keterkaitan
kualitas air dengan lingkungan

5. Sosial  Masih terdapatnya sarana air minum  Banyak sarana sumur bor untuk
yang belum memenuhi syarat air masyarakat umum di Kabupaten Kudus
minum layak baik melalui bantuan Pemerintah
maupun swadaya masyarakat.
 Di musim kemarau warga tidak harus
mengambil air jauh dari tempat
tinggalnya karena telah ada bantuan
sarana air minum.
 Masyarakat mulai sadar untuk menjaga
kelestarian sumber air.
 Masyarakat telah mempunyai kesadaran
tinggi tentang air sebagai benda
ekonomi, sehingga lebih bisa berhemat
dalam menggunakan air untuk
kebutuhan sehari-hari.

Sumber: Hasil Analisis Tim Penyusun RAD AMPL, 2012

Tabel 1.23. Permasalahan dan Solusi Tindakan Isu Penyehatan Lingkungan


di Kabupaten Kudus
No Aspek Permasalahan dan Tantangan Solusi Tindakan
Keberlanjutan

1. Pendanaan  Anggaran Pemerintah Kabupaten Kudus  Alokasi anggaran Pemerintah Kabupaten


untuk sanitasi relatif kecil Kudus untuk sanitasi sudah mulai
meningkat tiap tahunnya

 Mencari dukungan pendanaan dengan


sumber dana selain APBD antara lain
APBN, Corporate Social Responbility
(CSR), dan sumber dana lain.

2. Teknologi  Teknologi bidang sanitasi hanya  Truck sampah jumlahnya mulai


terbatas pada pembangunan septik ditambah.
tank.
 Pilihan teknologi sanitasi sudah dimulai
diperkenalkan oleh Pemerintah
Kabupaten Kudus terutama melalui
Dinas Kesehatan.

 Telah tersedianya teknologi pengolahan

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-38
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

No Aspek Permasalahan dan Tantangan Solusi Tindakan


Keberlanjutan

sampah melalui open dumping.

3. Kelembagaan  Belum ada peraturan tentang sanitasi  Tim Pokja AMPL sering melakukan
melakukan penyuluhan tentang sanitasi.

 Kinerja Tim Pokja telah tercantum dalam


Surat Keputusan Bupati Kudus sebagai
bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten
dalam pembangunan sektor sanitasi dan
penyehatan lingkungan.

 Telah terbentuk LKM (Lembaga


Keswadayaan Masyarakat) di desa-desa
yang mengurusi tentang sanitasi.

4. Lingkungan  Lingkungan masih tercemar karena  Telah terbangun IPAL


limbah mentah langsung dibuang ke
 Dinas Kesehatan secara optimal
sungai dan selokan tanpa diolah terlebih
melakukan penyuluhan intensif tentang
dahulu.
keterkaitan PHBS masyarakat.
 Sarana sanitasi dasar yang layak
 Program bantuan sarana sanitasi telah
jumlahnya masih terbatas jumlahnya
ditambah bagi masyarakat.
sehingga masyarakat sering buang hajat
di kebun, sawah maupun sungai.

5. Sosial  PHBS masyarakat masihsangat rendah.  Penyuluhan secara intensif yang sering
dilakukan oleh Tim Pokja AMPL sedikit
demi sedikit mulai dapat merubah
perilaku hidup yang tidak sehat.

Sumber: Hasil Analisis Tim Penyusun RAD AMPL, 2012

Di samping solusi tindakan terhadap permasalahan dan tantangan sektor Air


Minum dan Penyehatan Lingkungan, Tim Penyusun RAD AMPL juga menyusun
tabel kondisi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan yang diharapkan,
sebagaimana dijelaskan pada Tabel 1.24.

Tabel 1.24. Kondisi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Yang


Diharapkan Di Kabupaten Kudus
No Aspek Keberlanjutan Kondisi AMPL yang diharapkan

1 Pendanaan  Tersedianya dana untuk pembangunan TPA di setiap Kecamatan


 Tersedianya dana untuk pembangunan sumur Bor di setiap desa
 Tersedianya subsidi air minum bagi warga desa yang rawan air
 Tersedianya dana pinjaman untuk pembangunan sarana sanitasi masyarakat
2 Teknologi  Adanya standarisasi teknologi MCK
 Masyarakat diperkenalkan teknologi pengadaan air minum yang murah
 Tersedianya pilihan teknologi pengolahan sampah
 Tersedianya teknologi perpipaan air minum sederhana
 Tersedianya pilihan AMPL bagi masyarakat
3 Kelembagaan  Adanya Perda yang mengatur Pembangunan dan pengelolaan AMPL
berbasis masyarakat
 Adanya lembaga masyarakat yang mengelola AMPL
 Berfungsinya PDAM
 Adanya dinas yang memonitor kualitas air
 Terbentuknya kelembagaan masyarakat yang mengurusi AMPL di setiap
kelurahan/desa
 Adanya rencana kerja AMPL daerah

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-39
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

No Aspek Keberlanjutan Kondisi AMPL yang diharapkan

4 Lingkungan  Tidak ada lagi industri (home industry) yang mencemari sumber air dan
lingkungan
5 Sosial 
Adanya penghargaan bagi pengelola AMPL yang baik

Pemasyarakatan AMPL dari tingkat Kecamatan sampai dengan tingkat rukun
tetangga (RT)
 Setiap rumah, sekolah dan sarana publik memiliki sarana AMPL
 PHBS sejak usia dini
 Adanya pelatihan rutin bagi masyarakat tentang AMPL
 Penyuluhan yang berkelanjutan tentang AMPL
Sumber: Hasil Analisis Tim Penyusun RAD AMPL, 2012

Dari permasalahan yang telah diuraikan di atas, langkah selanjutnya


adalah menentukan isu strategis sektor Air Minum dan Penyehatan Lingkungan.
Isu strategis merupakan hasil analisis terhadap permasalahan dan tantangan
yang ada. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode SWOT. Faktor-faktor
yang dianalisis adalah kondisi internal dan eksternal, sebagaimana ditunjukkan
pada Tabel 1.25.

Tabel 1.25. Matrik Hasil Analisis SWOT Sektor Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan Di Kabupaten Kudus
Kekuatan Kelemahan
Internal
 Keberadaan Pokja AMPL  Pelayanan masyarakat di bidang air minum dan
 Pimpinan daerah yang akomodatif sanitasi kurang optimal
 Motivasi untuk maju  Anggaran AMPL masih rendah
 Koordinasi antar stakeholders AMPL belum
optimal
Eksternal
Kesempatan  Inovasi kebijakan pembangunan AMPL  Meningkatkan sinergi partisipasi elemen
 Demokratisasi dan daerah pelaku dalam pembangunan AMPL yang
desentralisasi efektif dan berkelanjutan
 Sinkronisasi regulasi kebijakan
 Tersedianya
pembangunan AMPL daerah  Meningkatkan koordinasi antar stakteholders
potensi
AMPL
pembangunan  Optimalisasi pelayanan dan akses
AMPL daerah pembangunan sarana dan prasarana  Peningkatan fasilitas dalam mengembangkan
 Daya dukung AMPL daerah konsep swakelola masyarakat dalam
lembaga pembangunan AMPL daerah
kemasyarakatan  Efektifitas dan keberlanjutan
tinggi pembangunan sarana dan prasarana
AMPL daerah
 Kebijakan yang
berorientasi
pengentasan
kemiskinan
 Tingginya tingkat
toleransi antar
umat beragama
Ancaman  Meningkatkan sinergi partisipasi elemen  Mengelola segala kuantitas potensi menjadi
 Tercemarnya pelaku dalam melestarikan sumber air berkualitas
sumber air baku baku
 Membuka ruang partisipasi multi pihak seluas-
 Rendahnya
 Meningkatkan kampanye dan pendidikan luasnya untuk peningkatan kualitas Sumber
kesadaran tentang
PHBS Daya Manusia
PHBS
 Penolakan

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-40
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Kekuatan Kelemahan
Internal
 Keberadaan Pokja AMPL  Pelayanan masyarakat di bidang air minum dan
 Pimpinan daerah yang akomodatif sanitasi kurang optimal
 Motivasi untuk maju  Anggaran AMPL masih rendah
 Koordinasi antar stakeholders AMPL belum
optimal
Eksternal
terhadap  Meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi  Belajar dari pengalaman sukses AMPL daerah
kebijakan AMPL program pembangunan AMPL daerah lain
daerah
 Pembentukan Pokja AMPL daerah

Sumber: Hasil Analisis Tim Penyusun RAD AMPL, 2012

Hasil formulasi isu strategi dirumuskan dari analisa kondisi eksternal dan
internal dengan mempertimbangkan hasil kajian pendalaman kebijakan nasional
dan strategi pelaksanaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis
Masyarakat Kabupaten Kudus melalui hasil pelatihan/lokakarya yang telah
dilaksanakan serta perumusan permasalahan dan prioritas permasalahan Air
Minum dan Penyehatan Lingkungan yang ada.
Formulasi rumusan isu strategi mempunyai hubungan erat atau
berpengaruh langsung terhadap pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan
sebelumnya. Ada tiga isu strategis yang berhasil diformulasikan untuk menjadi
dasar penyusunan strategi pencapaian RAD AMPL yaitu :

1. Tercemarnya sumber air baku

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat


penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas
manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus
kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi.
Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-41
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Kemanfaatan terbesar danau,


sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air
minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah.
Salah satu penyebab pencemaran air adalah sampah organik seperti air
comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air
yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat
berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. Di lingkungan Kabupaten Kudus
sumber pencemaran air berasal dari industri, terutama dari home industry
(industri rokok dan gula) yang membuang berbagai macam polutan seperti toksin
organik, minyak, nutrien dan padatan tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu
sehingga mencemari perairan umum seperti sumur, air tanah dan sungai.
Pembuangan itu sudah dilakukan dalam waktu lama dan selama ini
menjadikan air sungai tercemar. Jika musim hujan, barangkali pencemaran itu
tidak begitu mengganggu karena limbah terdorong ke sungai oleh gelontoran air
hujan. Namun jika kemarau seperti sekarang, dipastikan limbah itu akan
membuat sungai semakin kotor dan berbau. Karena setiap hari terus ditumpahi
limbah rokok dan limbah gula.

2. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan


sehat (PHBS)

Indikator rendahnya kesadaran PHBS masyarakat di Kabupaten


Kudus dapat dilihat dari presentasi kepemilikan MCK/jamban
masyarakat dari

keseluruhan total keluarga yang ada di Kabupaten Kudus. Secara kasat mata
dalam keseharian di beberapa kelurahan di Kecamatan Kabupaten Kudus masih
kita jumpai sebagian warga masih melakukan Buang Air Besar (BAB) di
sembarang tempat dan membuang sampah seenaknya, terutama pada daerah
yang dilalui drainase sekunder atau terdapat sungai/kali.
Pemberlakuan PHBS sebaiknya memang harus dilakukan sejak dini serta
terus disosialisasikan kepada lapisan masyarakat dan sekolah-sekolah. Peran
serta keluarga dan sekolah sangat besar dalam menumbuhkan sikap berprilaku
hidup minum dan sehat, begitu juga dari peran lembaga-lembaga keagamaan
dapat dioptimalkan mengingat dampak dan bahaya yang diakibatkan oleh
rendahnya kesadaran untuk berperilaku hidup minum dan sehat.

3. Kondisi Sumber Air Baku

Kondisi sumber air baku di Kabupaten Kudus terutama saat memasuki


musim kemarau terancam pencemaran lebih parah oleh limbah industri kertas

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-42
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

dan home industry. Hal ini disebabkan karena limbah industri kertas dari industri
besar maupun rumah tangga yang mengandung bahan kimia, mengendap di
sungai.
Limbah cair berdampak pada kesehatan manusia baik pengaruh langsung
maupun tidak langsung terhadap kesehatan. Air limbah yang masuk ke dalam
saluran drainase/sungai mengakibatkan air sungai tidak lagi berfungsi sesuai
peruntukannya, akibat dari pencemaran air adalah :
a. Air tidak dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan jika dimanfaatkan
maka diperlukan pengolahan khusus yang menyebabkan peningkatan biaya
pengoperasian dan pemeliharaan sungai.

b. Air menjadi penyebab timbulnya penyakit. Dengan banyaknya zat pencemar


yang ada di dalam air, menyebabkan menurunnya kadar oksigen di dalam
air tersebut. Beberapa jenis ikan maupun tumbuh-tumbuhan yang ada di
dalam air akan mati karena kekurangan oksigen. Hal ini akan menyebabkan
keseimbangan rantai makanan terganggu. Di samping itu, bila bakteri-bakteri
mati, maka proses pembersihan diri secara alamiah yang seharusnya terjadi
menjadi terhambat, sehingga jika air sungai meresap ke air tanah maka air
tanah akan tercemar dan tidak sehat.

1.4.2. Isu Strategis Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum


Sampai dengan Tahun 2010, cakupan penduduk dengan akses air minum
layak di Kabupaten Kudus adalah 56,96% dari total penduduk. Untuk mencapai
target MDGs 2015, Kabupaten Kudus pada tahun 2015 perlu menambah
cakupan ini sehingga 78,48% penduduk memiliki akses terhadap air minum
yang
layak dan berkelanjutan. Rekapitulasi penambahan cakupan akses terhadap air
minum sampai dengan Tahun 2015 dan proyeksi kebutuhan air minum sampai
dengan 2015 ditunjukkan pada Tabel 1.26 dan 1.27.

Tabel 1.26. Rekapitulasi Penambahan Cakupan Akses Terhadap Air Minum


Sampai Dengan Tahun 2015
Tahun

No Uraian 2010 2015

1 Cakupan Penduduk dengan akses air minum layak (%) 56.96 78.48

2 Cakupan Penduduk Perkotaan dengan akses air minum layak (%) 59.74 79.87

3 Cakupan Penduduk Perdesaan dengan akses air minum layak (%) 54,65 77,33

4 Jumlah Penduduk dengan akses air minum layak (jiwa) 435.530 622.564

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-43
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

5 Jumlah Penduduk Perkotaan dengan akses air minum layak (jiwa) 207.121 287.270

6 Jumlah Penduduk Perdesaan dengan akses air minum layak (jiwa) 228.409 335.294

7 Tambahan penduduk dengan akses air minum layak (jiwa) - 187.034

8 Tambahan penduduk perkotaan dengan akses air minum layak (jiwa) - 80.149

9 Tambahan penduduk perdesaan dengan akses air minum layak (jiwa) - 106.885

Sumber: Hasil Analisis Tim Penyusun RAD AMPL, 2012

Tabel 1.27. Proyeksi Kebutuhan Air Minum Kabupaten Kudus sampai


dengan Tahun 2015 Dengan Pelayanan PDAM

Tahun
No Indikator Satuan
2011 2012 2013 2014 2015

A Kependudukan

1 Jumlah penduduk Jiwa 769.904 775.347 780.775 786.240 793.278

2 Tingkat pelayanan % 19,75 20,76 21,00 21,60 22,79

3 Penduduk terlayani Jiwa 152.094 165.612 180.612 195.612 210.612

4 Jumlah penduduk per SR Jiwa 6 6 6 6 6

B Kebutuhan Domestik

1 Jumlah SR Unit 25.102 27.602 30.102 32.602 35.102

2 Pemakaian per orang Lt/hari 88 94 100 120 130

3 Kebutuhan air SR Lt/det 160,07 188,01 218,13 283,50 330,67

4 Kebutuhan Domestik Lt/det 111,53 128,26 147,50 177,00 212,40

C Kebutuhan Non Domestik

15% dari Kebutuhan Lt/det 16,73 19,24 22,12 26,55 31,86


Domestik

Total Kebutuhan Non Lt/det 16,73 19,24 22,12 26,55 31,86


Domestik

Tahun
No Indikator Satuan
2011 2012 2013 2014 2015

D Kebutuhan air total Lt/det 288,33 335,51 387,75 487,04 574,93

E Kehilangan air

% Kehilangan air % 32,3 30,1 28,4 27,2 25,0

Jumlah kehilangan air Lt/det 93,13 100,99 110,12 132,48 143,73

F Kebutuhan air rata-rata Lt/det 320,63 365,61 416,15 514,24 599,93


(D+E)

G Kebutuhan hari
maksimum

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-44
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Tahun
No Indikator Satuan
2011 2012 2013 2014 2015

- Faktor koefisien 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2

- Kebutuhan air Lt/det 3,85 4,39 4,39 6,17 7,20

H Kebutuhan jam puncak

- Faktor koefisien 1,75 1,75 1,75 1,75 1,75

- Kebutuhan air Lt/det 5,61 6,40 7,28 9,00 10,50

Sumber: Analisis PDAM Kabupaten Kudus, 2012

Dalam rangka memenuhi proyeksi kebutuhan air sampai dengan tahun


2015 tersebut, maka isu strategis pengembangan SPAM Kabupaten Kudus yang
akan ditangani sampai dengan tahun 2015 mendatang adalah sebagai berikut :
1. Aspek Teknis
- Jaringan perpipaan
a) Pemenuhan kebutuhan unit air baku
b) Pemenuhan kebutuhan unit produksi
c) Pemenuhan kebutuhan unit distribusi
d) Pemenuhan kebutuhan unit pelayanan
- Bukan jaringan perpipaan
Pada sistem bukan jaringan perpipaan, isu strategis pada aspek teknis
yaitu dalam mengubah pelayanan bukan jaringan perpipaan belum
terlindungi menjadi pelayanan bukan jaringan perpipaan terlindungi.

2. Aspek Non Teknis


Dalam pengembangan SPAM, Kabupaten Kudus dihadapkan pada
sejumlah isu terkait non teknis. Isu-isu strategis terkait aspek non teknis
yang akan ditangani sampai dengan tahun 2015, yaitu :
- Kelembagaan (penyelenggara pelayanan), termasuk isu perluasan
pelayanan air minum dengan penyelenggara oleh kelompok
masyarakat/koperasi, diantaranya adalah BPSPAMS.
- Pembiayaan, termasuk isu pelibatan partisipasi masyarakat dan dunia
usaha/swasta dalam pembangunan SPAM perdesaan berbasis
masyarakat.

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-45
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-46
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

BAB II
AR AH K E B I J AK AN D AN S T R AT E G I
P E R C E P AT A N P E N C AP AI AN
T AR G E T 7 C M D G s

1.5. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran RPJMD Kabupaten Kudus Tahun
2008 - 2013

1.2.4. Visi
Visi merupakan gambaran menantang tentang keadaan masa depan
yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan Pemerintah Daerah
Kabupaten Kudus, Visi merupakan pandangan kedepan menyangkut kemana
harus dibawa dan diarahkan agar dapat berkarya secara konsisten dan tetap
eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Berdasarkan kondisi nyata Kabupaten
Kudus dengan berbagai kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan saat ini,
dan yang akan datang, serta dengan memperhitungkan modal dasar yang
dimiliki, maka Visi Kabupaten Kudus Tahun 2008 – 2013 adalah :
TERWUJUDNYA KUDUS YANG SEJAHTERA
Sejahtera mengandung arti tercukupinya kebutuhan secara
utuh/sempurna dan menyeluruh/merata dalam arti adil, baik lahir maupun batin,
fisik dan non fisik, serta mengandung arti cukup sandang, pangan dan papan
(kebutuhan dasar manusia), aman, tentram dan damai. Aman mengandung
makna bebas dari bahaya, ancaman dan gangguan, baik lokal, regional, nasional
maupun internasional. Selain itu juga mencerminkan keadaan tentram, tidak ada
rasa takut dan khawatir. Damai mengandung arti tidak terjadi konflik, tidak ada
kerusuhan, keadaan tidak bermusuhan, rukun dalam sistem negara hukum.
Visi ”Terwujudnya Kudus yang Sejahtera” tersebut di atas, yang diartikan
sejahtera baik lahir maupun batin, aman, tenteram dan damai, selaras dengan
Visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten
Kudus tahun 2005 – 2025 yaitu KUDUS YANG RELIGIUS, MAJU DAN ADIL.
Karena pada dasarnya penyusunan RPJMD berpedoman pada RPJPD. Apabila
dicermati, konotasi Visi pada RPJPD dan RPJMD terdapat benang merahnya.
Konotasi Visi RPJPD adalah :
Religius mengandung arti bahwa masyarakat diharapkan memiliki
ketaatan pada agama dalam melaksanakan pembangunan yang berorientasi
pada kemajuan dan keadilan, berkaitan dengan itu religius dipakai sebagai dasar
filosofi yang menjiwai pelaksanaan pembangunan secara berkesinambungan
dalam segala bidang.

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-47
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Maju artinya bahwa pelaksanaan pembangunan daerah senantiasa


dilandasi dengan keinginan bersama untuk mewujudkan masa depan yang lebih
baik secara fisik maupun non fisik didukung oleh sumber daya manusia yang
unggul dan berdaya saing tinggi, berperadaban tinggi, profesional serta
berwawasan ke depan yang luas. Maju tercermin dari terbentuknya daerah yang
mandiri dengan segenap potensinya namun tetap mengedepankan pentingnya
kerjasama dan sinergitas.
Adil berarti tidak ada diskriminasi dalam bentuk apapun, baik antar
individu, kelompok, gender maupun wilayah. Sebagai pelaksana dan penggerak
pembangunan sekaligus obyek pembangunan, rakyat mempunyai hak baik
dalam melaksanakan maupun menikmati hasil pembangunan. Pembangunan
haruslah dilaksanakan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Oleh karena itu
pelaksanaan pembangunan di Daerah harus mendasarkan pada rasa keadilan.
Keadilan harus tercermin pada semua aspek kehidupan. Semua mempunyai
kesempatan yang sama dalam meningkatkan taraf hidup dalam memperoleh
lapangan pekerjaan, pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, mengemukakan
pendapat, melaksanakan hak politik, mengamankan daerah serta perlindungan
dan memiliki rasa aman.

1.2.5. Misi
Untuk mewujudkan Visi Kabupaten Kudus ditempuh melalui Misi
Pembangunan Kabupaten Kudus yang dirumuskan sebagai berikut :
1. Meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dengan prioritas
ekonomi rakyat, perlindungan usaha, perluasan kesempatan kerja dan
berusaha.
2. Mewujudkan wajib belajar 12 tahun yang terjangkau dan berkualitas.
3. Mewujudkan pelayanan kesehatan dasar gratis.
4. Mewujudkan perlindungan dan bantuan sosial bagi masyarakat.
5. Mewujudkan pemerataan pembangunan berlandaskan penataan ruang dan
berwawasan lingkungan.
6. Mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance).
7. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang bermoral, beretika dan
berbudaya.
8. Meningkatkan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat.
9. Meningkatkan kehidupan berpolitik, bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara secara demokratis.

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-48
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

1.2.6. Tujuan
Tujuan adalah pernyataan tentang apa yang perlu dicapai untuk
mencapai/mewujudkan visi, misi dan mengatasi isu yang dihadapi. Idealnya
tujuan dirumuskan berasaskan pendekatan spesifik, terukur, dapat dicapai,
realistis dan berorientasi hasil dan jangka waktu pencapaian yang jelas.
Perumusan tujuan diharapkan dapat menciptakan iklim yang kondusif
untuk mengoptimalkan kinerja pemerintah daerah dan dapat mencerminkan
arah dan prioritas: memberikan indikasi kearah perumusan sasaran, kebijakan
dan program, berorientasi kedepan serta mudah dipahami. Untuk
merealisasikan pelaksanaan Misi Pemerintah Kabupaten Kudus, perlu ditetapkan
tujuan pembangunan daerah (goal) yang akan dicapai dalam kurun waktu lima
tahun ke depan.
Tujuan pembangunan daerah ini ditetapkan untuk memberikan arah
terhadap pembangunan kabupaten secara umum. Disamping itu juga dalam
rangka memberikan kepastian operasionalisasi dan keterkaitan terhadap peran
misi yang telah ditetapkan.

1.2.7. Sasaran
Sasaran merupakan gambaran keadaan yang akan terwujud setelah
tujuan misi tercapai. Dengan kata lain sasaran adalah kondisi yang ingin dicapai
secara nyata dalam rumusan yang lebih spesifik, dan terukur setiap tahunnya
dalam kurun waktu 5 (lima) tahun. Indikator sasaran merupakan hal-hal yang
dapat dijadikan penunjuk tentang keberhasilan atau kegagalan pencapaian target
yang telah ditentukan pada tahun yang bersangkutan. Sasaran pembangunan
daerah yang ingin dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Kudus selama kurun
waktu lima tahun sesuai dengan tujuan pembangunan yang telah ditetapkan
dalam RPJMD Kabupaten Kudus Tahun 2008 – 2013

1.6. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Air Minum dan Penyehatan


Lingkungan Tahun 2011 - 2015

Peningkatan kapasitas pelayanan bidang air minum dan sanitasi sampai


dengan tahun 2015 di Kabupaten Kudus bertujuan untuk :

1. Meningkatkan cakupan akses air minum yang layak dan berkelanjutan


2. Meningkatkan cakupan akses sanitasi yang layak dan berkelanjutan
3. Meningkatkan kinerja teknis dan pengelolaan PDAM
4. Meningkatkan cakupan penduduk yang memahami dan menerapkan PHBS.

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-49
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Adapun sasaran yang ditargetkan tercapai sampai dengan tahun 2015 adalah
sebagai berikut :
1. Meningkatnya cakupan akses air minum yang layak dan berkelanjutan dari
56,96% menjadi 78,48%
2. Meningkatnya cakupan akses sanitasi yang layak dan berkelanjutan dari
61,87% menjadi 80,94%
3. Meningkatnya kapasitas unit produksi sebesar 110 liter/detik setiap tahunnya
4. Meningkatnya cakupan penduduk yang menerapkan PHBS dari 64%
menjadi 78%

Pernyataan tujuan dan sasaran dilengkapi dengan tabel pentahapan pencapaian


sasaran Tahun 2011-2015 yang ditunjukkan pada Tabel 2.1.

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-50
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Tabel 2. 1 Tujuan dan Sasaran Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Jangka Menengah Kabupaten Kudus
Tahun 2011 - 2015
INDIKATOR TARGET KINERJA PADA TAHUN
NO. TUJUAN SASARAN
KINERJA 2011 2012 2013 2014 2015
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1. Tercapainya target Meningkatnya cakupan Cakupan rumah
Proporsi rumah rumah tangga dengan tangga dengan akses 61,36% 65,76% 70,16% 74,56% 78,48%
tangga dengan akses berkelanjutan berkelanjutan
akses berkelanjutan terhadap air minum layak,
terhadap air minum
terhadap air minum perkotaan dan perdesaan
layak
layak, perkotaan dari 56,96% pada tahun
dan perdesaan 2010 menjadi 78,48 %
pada tahun 2015

2. Tercapainya target Meningkatnya cakupan Cakupan rumah


Proporsi rumah rumah tangga dengan tangga dengan akses 65,91% 69,14% 72,37% 76,60% 80,94%
tangga dengan akses berkelanjutan berkelanjutan
akses berkelanjutan terhadap sanitasi dasar,
terhadap sanitasi
terhadap sanitasi perkotaan dan perdesaan
dasar, perkotaan dan
dasar, perkotaan dari 61,87% pada tahun
dan perdesaan 2010 menjadi 80,94%
perdesaan
pada tahun 2015

3. Meningkatkan Meningkatnya cakupan Cakupan rumah


kesadaran penduduk yang tangga yang 67% 70% 73% 76% 78%
masyarakat untuk memahami dan menerapkan PHBS
memahami dan menerapkan PHBS 64%
menerapkan PHBS pada tahun 2010 menjadi
78% pada tahun 2015

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-51
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

2.3 Arah Kebijakan dan Strategi Pencapaian Target Air Minum dan
Penyehatan Lingkungan Tahun 2011 - 2015

Berdasarkan tujuan dan sasaran peningkatan pelayanan Air Minum dan


Penyehatan Lingkungan Kabupaten Kudus Tahun 2011 - 2015, maka arah
kebijakan dan strategi yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Memprioritaskan perluasan cakupan pelayanan air minum dan
penyehatan lingkungan pada perkotaan dan pedesaan.
2. Menerapkan pendekatan berbasis masyarakat untuk perluasan cakupan
akses air minum dan sanitasi yang layak dan berkelanjutan.
3. Menggalang kerjasama pendanaan dengan dunia usaha bagi perluasan
akses air minum dan sanitasi.
4. Menggalakkan program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) bagi
desa yang mempunyai tingkat cakupan akses sanitasi rendah.
5. Menggalakkan kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
6. Meningkatkan pengelolaan dan pengawasan sumber daya air untuk
menjamin kuantitas, kualitas, dan kontinuitas pasokan air baku.
7. Meningkatkan koordinasi lintas program dan lintas pelaku pembangunan
air minum dan sanitasi melalui penguatan peran Pokja AMPL/Sanitasi.
8. Meningkatkan alokasi APBD Kabupaten untuk memenuhi kebutuhan
investasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Kabupaten Kudus
dalam rangka pencapaian target 7C MDGs dan mengupayakan dukungan
pendanaan dari APBD provinsi, APBN, CSR, dan masyarakat.

Berdasarkan delapan arah kebijakan dan strategi tersebut di atas, maka


program dan kegiatan prioritas Air Minum dan Penyehatan Lingkungan
Kabupaten Kudus Tahun 2011 - 2015 adalah sebagaimana ditunjukkan pada
Tabel 2.2.

Bab II Arah Kebijakan dan Strategi Percepatan Pencapaian Target 7c MDGs II-52
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Tabel 2. 2 Arah Kebijakan dan Strategi Pencapaian Target Air Minum dan
Penyehatan Lingkungan Tahun 2011 - 2015
Sasaran AMPL Arah
N
Tahun 2011- Kebijakan Program Kegiatan
o
2015 dan Strategi

1 Meningkatnya Meningkatkan 1. Program 1. Penyediaan sarana air


kualitasdan jangkauan Lingkungan bersih dan sanitasi dasar
kuantitas sarana layanan Sehat terutama bagi masyarakat
dan prasarana irigasi, air Perumahan miskin
perumahan dan bersih dan 1. Penyediaan prasarana
permukiman sanitasi dan sarana air minum
yang layak huni 2. Program bagi masyarakat
dan sehat Pengemban berpenghasilan rendah
gan Kinerja 2. Pengembangan Teknologi
Pengelolaan Pengolahan Air Minum
Air Minum dan Air Limbah
dan Air 3. Fasilitasi Pembinaan
Limbah Teknik Pengolahan Air
Minum
4. Pengembangan Sistem
Distribusi Air Minum
5. Rehabilitasi/pemeliharaan
sarana dan prasarana air
minum
1. Pembangunan/Peningkata
n Infrastruktur

3. Program 1. Pembangunan Sarana


Pengemban dan Prasarana Air Bersih
gan Wilayah Perdesaan
Strategis 1. Peningkatan Distribusi
dan Cepat Penyediaan Air Baku
Tumbuh

4. Program
Pembangun
an
Infrastruktur
Perdesaan
5. Program
Penyediaan
dan
Pengelolaan
Air Baku
2 Meningkatnya Peningkatan 1. Program 1. Pengembangan Media
derajat kualitas Promosi Promosi dan Informasi
kesehatan kesehatan Kesehatan Sadar Hidup Sehat
masyarakat masyarakat dan 2. Penyuluhan Masyarakat
dengan Pemberdaya Pola Hidup Sehat
pemberdayaa an 3. Monitoring, Evaluasi dan
n dan Masyarakat Pelaporan
partisipasi
masyarakat
secara aktif 1. Pengkajian
mandiri Pengembangan

Bab III Program dan Kegiatan Prioritas RAD AMPL Tahun 2011-2015 III- 53
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Sasaran AMPL Arah


N
Tahun 2011- Kebijakan Program Kegiatan
o
2015 dan Strategi

Lingkungan Sehat
2. Program 2. Penyuluhan Menciptakan
Pengemban Lingkungan Sehat
gan 3. Sosialisasi Kebijakan
Lingkungan Lingkungan Sehat
Sehat 4. Monitoring, Evaluasi dan
Pelaporan

3 Meningkatnya Pengelolaan 1. Program 1. Peningkatan peran serta


pengelolaan dan dan Perlindunga masyarakat dalam
konservasi konservasi n dan perlindungan dan
Sumber Daya Sumber Daya Konservasi konservasi Sumber Daya
Alam – Alam dan Sumber Air
Lingkungan Lingkungan Daya Alam 2. Konservasi Sumber Daya
Hidup Hidup Air dan pengendalian
kerusakan sumber-
sumber air
3. Pengendalian kerusakan
hutan dan lahan
4. Peningkatan konservasi
daerah tangkapan air dan
sumber-sumber air
5. Koordinasi Pengelolaan
Konservasi SDA
6. Pengendalian Dampak
Perubahan Iklim
7. Pengendalian dan
Pengawasan
Pemanfaatan SDA
2. Program
Rehabilitasi 1. Rehabilitasi hutan dan
dan lahan
Pemulihan
Cadangan
Sumber
Daya Alam
4 Meningkatnya Pengendalian 1. Program 1. Koordinasi Penilaian Kota
pengendalian dampak Pengendalia Sehat Adipura
pencemaran lingkungan n 2. Pemantauan kualitas
lingkungan Pencemara lingkungan
n dan 3. Peningkatan Peringkat
Perusakan Kinerja Perusahaan
Lingkungan (Proper)

1. Pengujian kadar polusi


limbah padat dan limbah
cair
2. Program 2. Monitoring, Evaluasi dan
Penin Pelaporan

Bab III Program dan Kegiatan Prioritas RAD AMPL Tahun 2011-2015 III- 54
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Sasaran AMPL Arah


N
Tahun 2011- Kebijakan Program Kegiatan
o
2015 dan Strategi

gkata
n
Penge
ndalia
n
Polusi
5 Meningkatnya Mendorong 1. Program 1. Penyelenggaraan
keterlibatan partisipasi Peningkatan Diseminasi Informasi
masyarakat masyarakat Keberdayaa bagi Masyarakat Desa
n 2. Hibah kepada
dalam proses dalam Masyarakat BPSPAMS
penyelenggaraa perencanaan, Perdesaan 3. Hibah kepada Pengelola
n pemerintahan pelaksanaan, Sarpras Sanitasi
dan dan Berbasis Masyarakat
pembangunan pengawasan
pembangunan

6. Meningkatnya Meningkatkan Program Koordinasi Perencanaan Air


koordinasi dan koordinasi dan Perencanaan Minum, Drainase dan
sinergisasi sinergisasi Pengembangan Sanitasi Perkotaan
Kota-Kota
dengan pembangunan Menengah dan
pemangku Besar
kepentingan
(stakeholders)

Bab III Program dan Kegiatan Prioritas RAD AMPL Tahun 2011-2015 III- 55
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

BAB III
PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS
RAD AMPL TAHUN 2011-2015

Berdasarkan isu strategis, arah kebijakan dan strategi pencapaian target


Air Minum dan penyehatan Lingkungan (AMPL), maka program dan kegiatan
prioritas Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) di Kabupaten Kudus
Tahun 2011 - 2015 adalah sebagai berikut :

3.1. Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)


Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) diprioritaskan
pada Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa
dan Jaringan Pengairan Lainnya serta Program Penyediaan dan
Pengelolaan Air Baku, antara lain diarahkan pada :

a. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan


Jaringan Pengairan Lainnya
1. Kegiatan Perencanaan Pembangunan Jaringan Air Bersih/Air Minum
- Penyusunan Masterplan dan DED Kawasan IKK
b. Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku
1. Kegiatan Peningkatan Distribusi Penyediaan Air Baku
a. Pengembangan unit air baku
(a) DED SPAM Regional Dadi Muria (Bendung Klambu)
(b) UKL/UPL SPAM Regional Dadi Muria (Bendung Klambu)
(c) Jaringan transmisi dan distribusi air minum SPAM Regional
Dadi Muria (Bendung Klambu)
(d) DED SPAM Embung Logung
(e) UKL/UPL SPAM Embung Logung
(f) Jaringan transmisi air baku dan Instalasi Pengolahan Air Sistem
Penyediaan Air Minum (IPA SPAM) Embung Logung.

Bab III Program dan Kegiatan Prioritas RAD AMPL Tahun 2011-2015 III- 56
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

b. Pengembangan unit produksi


(a) Instalasi Pengolahan Air Sistem Penyediaan Air Minum (IPA
SPAM) Embung Logung
(b) Pengembangan Teknologi Pengolahan Air Minum dan Air
Limbah
(c) Fasilitasi Pembinaan Teknik Pengolahan Air Minum
(d) Operasi dan Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Sistem
Penyediaan Air Minum (IPA SPAM), jaringan transmisi dan
distribusi di Kabupaten Kudus
(e) Jaringan Distribusi Umum (JDU) dan Instalasi Pengolahan Air
Sistem Penyediaan Air Minum (IPA SPAM) Regional Dadi
Muria (Bendung Klambu)
(f) Jaringan Distribusi Umum (JDU) dan Instalasi Pengolahan Air
Sistem Penyediaan Air Minum (IPA SPAM) Embung Logung
c. Pengembangan unit distribusi
(a) Jaringan Distribusi Pembagi (JDB) dan Sambungan Rumah
(SR) SPAM Regional Dadi Muria (Bendung Klambu)
(b) Jaringan Distribusi Pembagi (JDB) dan Sambungan Rumah
(SR) SPAM Embung Logung.
d. Pengembangan unit pelayanan
(a) Pemasangan jaringan pipa distribusi DN 50-100 mm
e. Penambahan kapasitas produksi
2. Kegiatan Fasilitasi Pembinaan Teknik Pengolahan Air Minum
a. Training Staff
b. Pembinaan Penyehatan PDAM (Bantek/Banpro/Bantuan Mene-
nejemen)

3.2. Pengembangan Kapasitas Sistem Air Minum


Pengembangan kapasitas sistem air minum diprioritaskan pada
Program Lingkungan Sehat Perumahan, Program Pengembangan Kinerja

Bab III Program dan Kegiatan Prioritas RAD AMPL Tahun 2011-2015 III- 57
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah, Program Pembangunan


Infrastruktur Perdesaan, Program Pengembangan Wilayah Strategis dan
Cepat Tumbuh, serta Program Perencanaan Pengembangan Kota-kota
Menengah dan Besar, antara lain diarahkan pada :

a. Program Lingkungan Sehat Perumahan


1. Kegiatan Penyediaan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Dasar
terutama bagi Masyarakat Miskin

(a) Pengembangan kapasitas pelayanan perkotaan dan Ibu Kota


Kecamatan (IKK)
 Pembangunan/Peningkatan SPAM IKK Kecamatan Mejobo,
Jekulo, Gebog, Undaan, Bae, Dawe, Jati, Kaliwungu, dan
Kota
 Pembangunan/Peningkatan SPAM di Kawasan
RSH/Rusunawa
 Penyediaan Air Minum di Kawasan Rusunawa
 Penyediaan Air Minum di Kawasan Pasar Bitingan dan
sekitarnya.
 Pembangunan/peningkatan SPAM di Kawasan Kumuh (IKK
Bakalan Krapyak, Rendeng, Tumpangkrasak, Jati Wetan
dan Ploso)
b. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air
Limbah
1. Kegiatan Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Minum bagi
Masyarakat Berpenghasilan Rendah
(a) Pengembangan kapasitas pelayanan perdesaan
 Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat
(PAMSIMAS)
 Pembangunan/Peningkatan SPAM di Desa Rawan Air
(Lokasi Kutuk, Kecamatan Undaan)
 Pembangunan/Peningkatan SPAM di Desa Rawan Air
(Kecamatan Undaan, Kecamatan Dawe, Kecamatan
Kaliwungu)

Bab III Program dan Kegiatan Prioritas RAD AMPL Tahun 2011-2015 III- 58
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

 Pembangunan/ Peningkatan SPAM di Desa Rawan Air


(Kabupaten Kudus)
 Pengembangan Air Minum di Kecamatan Mejobo
2. Kegiatan Pengembangan Teknologi Pengolahan Air Minum dan
Air Limbah
 Penyusunan Data Base Titik Air

3. Kegiatan Fasilitasi Pembinaan Teknik Pengolahan Air Minum


a. Training Staff
b. Pembinaan Penyehatan PDAM (Bantek/Banpro/Bantuan
Menejemen)
4. Kegiatan Pengembangan Sistem Distribusi Air Minum
 Penyusunan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum
(RISPAM)
c. Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan
1. Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih
Perdesaan
(a) Pengembangan kapasitas pelayanan perdesaan
 Prasarana dan Sarana Air Bersih Desa Ngemplak dan
Karangrowo, Kecamatan Undaan
 Prasarana dan Sarana Air Bersih Desa Cranggang
Kecamatan Dawe
 Prasarana dan Sarana Air Bersih Desa Kandangmas
Kecamatan Dawe
 Prasarana dan Sarana Air Bersih Desa Garung Kidul
Kecamatan Kaliwungu
 Prasarana dan Sarana Air Bersih Desa Papringan
Kecamatan Kaliwungu
 Prasarana dan Sarana Air Bersih Desa Gulang Kecamatan
Mejobo
 Prasarana dan Sarana Air Bersih Desa Payaman
Kecamatan Mejobo
 Prasarana dan Sarana Air Bersih Desa Kesambi
Kecamatan Mejobo

Bab III Program dan Kegiatan Prioritas RAD AMPL Tahun 2011-2015 III- 59
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

 Prasarana dan Sarana Air Bersih Desa Kutuk Kecamatan


Undaan
 Prasarana dan Sarana Air Bersih Desa Berugenjang
Kecamatan Undaan
 Prasarana dan Sarana Air Bersih Desa Klumpit Kecamatan
Gebog
 Prasarana dan Sarana Air Bersih Desa Bulung Kulon
Kecamatan Jekulo
 Prasarana dan Sarana Air Bersih Desa Pladen Kecamatan
Jekulo
 Prasarana dan Sarana Air Bersih Desa Hadipolo
Kecamatan Jekulo
 Prasarana dan Sarana Air Bersih Desa Tanjungrejo
Kecamatan Jekulo
d. Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh, yang
diarahkan pada Kegiatan Pembangunan/Peningkatan Infrastruktur
e. Program Perencanaan Pengembangan Kota-Kota Menengah dan
Besar, yang diarahkan pada Kegiatan Koordinasi Perencanaan Air
Minum, Drainase dan Sanitasi Perkotaan

3.3. Penurunan Kebocoran Air Minum


Penurunan kebocoran air minum diprioritaskan pada Program
Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah, antara lain
diarahkan pada :

a. Kegiatan Rehabilitasi/pemeliharaan Sarana dan Prasarana Air Minum


(1) Rehabilitasi jaringan distribusi lama DN. 150-250 mm
(2) Rehabilitasi jaringan transmisi 350 mm
(3) Rehabilitasi jaringan tersier DN 40-100 mm

3.4. Peningkatan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)


Peningkatan penerapan PHBS diprioritaskan pada Program
Pengembangan Lingkungan Sehat, serta Program Promosi Kesehatan dan
Pemberdayaan Masyarakat, antara lain diarahkan pada :

a. Program Pengembangan Lingkungan Sehat

Bab III Program dan Kegiatan Prioritas RAD AMPL Tahun 2011-2015 III- 60
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

(1) Kegiatan Pengkajian Pengembangan Lingkungan Sehat


(a) Penyelenggaraan klinik sanitasi di puskesmas
(b) Pengawasan kualitas air minum perpipaan (PDAM)
(c) Advokasi Pelaksanaan STBM (Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat) dan kampanye STOP BABS (Buang Air Besar
Sembarangan)
(2) Kegiatan Penyuluhan Menciptakan Lingkungan Sehat
(3) Kegiatan Sosialisasi Kebijakan Lingkungan Sehat
(4) Kegiatan Monitoring, Pelaporan dan Evaluasi
b. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
(1) Kegiatan Pengembangan Media Promosi dan Informasi Sadar
Hidup Sehat
(2) Kegiatan Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat
(3) Kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

3.5. Penyediaan Kebutuhan Sanitasi


Penyediaan kebutuhan sanitasi diprioritaskan pada Program
Pengembangan Lingkungan Sehat serta Program Pembangunan
Infrastruktur Perdesaan, yang diarahkan pada :

a. Program Pengembangan Lingkungan Sehat yang diarahkan pada


Kegiatan Peningkatan Sanitasi Dasar
b. Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan yang diarahkan
pada Kegiatan Penataan Lingkungan Permukiman Penduduk
Perdesaan.

3.6. Penguatan dan Pengembangan Badan Pengelola Sarana Penyediaan


Air Minum dan Sanitasi (BPSPAMS)
Pengembangan BPSPAMS diprioritaskan pada Program Peningkatan
Keberdayaan Masyarakat Perdesaanan, antara lain diarahkan pada :

a. Kegiatan Penyelenggaraan Diseminasi Informasi bagi Masyarakat


Desa
(1) Penguatan kelembagaan BPSPAMS
(2) Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sarana dan
prasarana air minum dan sanitasi

Bab III Program dan Kegiatan Prioritas RAD AMPL Tahun 2011-2015 III- 61
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

(3) Monitoring dan evaluasi kinerja BPSPAMS

3.7. Pengelolaan Lingkungan


Pengelolaan lingkungan diprioritaskan pada Program Perlindungan
dan Konservasi Sumber Daya Alam serta Program Rehabilitasi dan
Pemulihan Cadangan Sumber Daya Alam, antara lain diarahkan pada :

a. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam


1. Kegiatan Peningkatan peran serta masyarakat dalam perlindungan
dan konservasi SDA
2. Kegiatan Konservasi Sumber Daya Air dan Pengendalian Kerusakan
Sumber-Sumber Air
3. Kegiatan Peningkatan Konservasi Daerah Tangkapan Air dan
Sumber-sumber Air
4. Kegiatan Pengendalian Kerusakan Hutan dan Lahan
5. Kegiatan Koordinasi Pengelolaan Konservasi SDA
6. Kegiatan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim
7. Kegiatan Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan SDA
b. Program Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber Daya Alam
1. Rehabilitasi hutan dan lahan.

3.8. Pengendalian Pencemaran Lingkungan


Pengendalian pencemaran lingkungan diprioritaskan pada Program
Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup serta
Program Peningkatan Pengendalian Polusi, antara lain diarahkan pada :

a. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup


1. Kegiatan Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura
2. Kegiatan Pemantauan Kualitas Lingkungan
3. Kegiatan Peningkatan Kinerja Perusahaan (Proper)
b. Program Peningkatan Pengendalian Polusi
1. Kegiatan Pengujian kadar polusi limbah padat dan limbah cair
2. Kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

Bab III Program dan Kegiatan Prioritas RAD AMPL Tahun 2011-2015 III- 62
RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Tabel 3.1. Matriks Program dan Kegiatan Prioritas Air Minum dan
Penyehatan Lingkungan Kabupaten Kudus Tahun 2011 - 2015
Dalam Rangka Pencapaian Target 7C MDGs

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 63


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Target Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan (000)


Kondisi SKPD Penangung
Kode Program/ Kegiatan Indikator Kinerja 2011 2012 2013 2014 2015 Sumber Dana
Kinerja Awal Jawab
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

I PENGEMBANGAN SISTEM
PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM)
1 03 xx 24 Program Pengembangan dan
Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa
dan Jaringan Pengairan Lainnya
1 03 xx 24 02 Kegiatan Perencanaan Pembangunan Tersusunnya - 2 dokumen 150.000 - - - - - - - - APBD Kab Dinas Cipkataru
Jaringan Air Bersih/Air Minum Masterplan dan DED
IKK
- Penyusunan Masterplan dan DED
Kawasan IKK
1 03 xx 25 Program Penyediaan dan
Pengelolaan Air Baku
1 03 xx 25 06 Kegiatan Peningkatan Distribusi Meningkatnya - 2 paket 5.000.000 2 paket 5.000.000 2 paket 5.000.000 2 paket 5.000.000 2 paket 5.000.000 APBN, APBD PDAM, Satker
Penyediaan Air baku distribusi penyediaan Kab PKPAM
air baku

a Pengembangan unit air baku

b Pengembangan unit produksi

c Pengembangan unit distribusi

d Pengembangan unit pelayanan

e Penambahan kapasitas produksi

PENGEMBANGAN KAPASITAS
SISTEM AIR MINUM
1 04 xx 16 Program Lingkungan Sehat
Perumahan
1 04 xx 16 02 Kegiatan Penyediaan Sarana Air Bersih Meningkatnya - - - 4 lokasi 2.000.000 4 lokasi 2.000.000 4 lokasi 2.000.000 4 lokasi 2.000.000 APBN, APBD Dinas Cipkataru
dan Sanitasi Dasar terutama bagi kualitas dan kuantitas Kab
Masyarakat Miskin sarana air bersih dan

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 64


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Target Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan (000)


Kondisi SKPD Penangung
Kode Program/ Kegiatan Indikator Kinerja 2011 2012 2013 2014 2015 Sumber Dana
Kinerja Awal Jawab
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

sanitasi dasar

1 03 xx 27 Program Pengembangan Kinerja


Pengelolaan Air Minum dan Air
Limbah
1 03 xx 27 01 Kegiatan Penyediaan Prasarana dan Tersedianya BOP 1 keg 1 keg 115.125 1 keg 295.700 1 keg 300.000 1 keg 300.000 1 keg 300.000 APBD Kab Dinas Cipkataru
Sarana Air Minum bagi Masyarakat Pamsimas dan keg
Berpenghasilan Rendah penyediaan
penyehatan
lingkungan
1 03 xx 27 03 Kegiatan Pengembangan Teknologi Tersusunnya data - 1 Kec 100.000 - - - - 1 Kab 300.000 - - APBD Kab Dinas Cipkataru
Pengolahan Air Minum dan Air Limbah base titik air
1 03 xx 27 05 Kegiatan fasilitasi Pembinaan Teknik Terfasilitasinya - 1 IKK 600.000 - - - - 1 IKK 600.000 1 IKK 600.000 APBD Kab Dinas Cipkataru
Pengolahan Air Minum pembinaan teknik
pengolahan air
minum, pemasangan
jaringan perpipaan
1 03 xx 27 06 Kegiatan Pengembangan Sistem Tersusunnya - - - - - 1 dokumen 350.000 - - - - APBD Kab Dinas Cipkataru
Distribusi Air Minum RISPAM

1 03 xx 30 Program Pembangunan
Infrastruktur Perdesaan
1 03 xx 30 03 Kegiatan Pembangunan Sarana dan Meningkatnya - 1 keg 133.400 5 lokasi 3.955.852. 5 lokasi 3.000.000 5 lokasi 3.000.000 5 lokasi 3.000.000 APBN, APBD Dinas Cipkataru
Prasarana Air Bersih Perdesaan kualitas dan kuantitas Kab
sarpras air bersih
perdesaan
1 03 xx 29 Program Pengembangan Wilayah
Strategis dan Cepat Tumbuh
1 03 xx 29 02 Kegiatan Pembangunan/Peningkatan Meningkatnya 4 lokasi - - - - 5 lokasi 2.000.000 5 lokasi 2.000.000 5 lokasi 2.000.000 APBN, APBD Dinas Cipkataru
Inrastruktur kualitas dan kuantitas Kab
sarpras sanitasi dan
air minum
a Pembangunan sanitasi
b Pembangunan sarpras air minum

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 65


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Target Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan (000)


Kondisi SKPD Penangung
Kode Program/ Kegiatan Indikator Kinerja 2011 2012 2013 2014 2015 Sumber Dana
Kinerja Awal Jawab
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

xx xx xx xx xx Kegiatan Penyediaan Air Minum dan Meningkatnya 12 9 9 10 10


Sanitasi Berbasis Masyarakat kualitas dan kuantitas
13 Lokasi 2.502.500 1.732.500 1.732.500 1.925.000 1.925.000 APBN BPMPKB
(PAMSIMAS) sarpras air munum Lokasi Lokasi Lokasi Lokasi Lokasi
dan sanitasi
5 1 4 Belanja Hibah
5 1 4 06 Hibah Program PAMSIMAS 12 Lokasi 62 Lokasi 14 lokasi 577.500 12 lokasi 907.500 10 lokasi 467.500 10 lokasi 467.500 10 lokasi 467.500 APBD Kab BPMPKB

1 06 xx 19 Program Perencanaan Pengembangan


Kota-Kota Menengah dan Besar
1 06 xx 19 09 Kegiatan Koordinasi Perencanaan Air Tersusunnya - 2 dokumen 135.000 4 dokumen 100.000 3 dokumen 460.000 2 100.000 2 100.000 APBD Kab BAPPEDA
Minum, Drainase dan Sanitasi Perkotaan perencanaan strategi
air minum dan dokumen dokumen
sanitasi

III PENURUNAN KEBOCORAN AIR


MINUM
1 03 xx 27 Program Pengembangan Kinerja
Pengelolaan Air Minum dan Air
Limbah
1 03 xx 27 07 Kegiatan Rehabilitasi/pemeliharaan Meningkatnya - 4 lokasi 1.281.700 - - 4 lokasi 1.500.000 4 lokasi 1.500.000 4 lokasi 1.500.000 APBN, APBD Dinas Cipkataru,
Sarana dan Prasarana Air Minum kualitas dan kuantitas Kab PDAM
sarpras air minum

IV PENINGKATAN PENERAPAN
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN
SEHAT
1 02 xx 21 Program Pengembangan Lingkungan
Sehat
1 02 xx 21 01 Kegiatan Pengkajian Pengembangan Terjaminnya kualitas 1 keg - - - - 3 keg 100.000 3 keg 120.000 3 keg 130.000 APBD Kab DKK
Lingkungan Sehat air minum dan
meningkatnya jumlah
lokasi yang
melaksanakan STBM
dan STOP BABS
a Penyelenggaraan klinik sanitasi di
puskesmas
b Pengawasan kualitas air minum
perpipaan (PDAM)

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 66


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Target Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan (000)


Kondisi SKPD Penangung
Kode Program/ Kegiatan Indikator Kinerja 2011 2012 2013 2014 2015 Sumber Dana
Kinerja Awal Jawab
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

c Advokasi STBM (Sanitasi Total Berbasis


Masyarakat) dan kampanye STOP BABS
(Buang Air Besar Sembarangan)
1 02 xx 21 02 Kegiatan Penyuluhan Menciptakan Tersosialisasikannya 2 keg - - - - 2 keg 30.000 2 keg 40.000 2 keg 50.000 APBD Kab DKK
Lingkungan Sehat lingkungan sehat
kepada masyarakat

1 02 xx 21 03 Kegiatan Sosialisasi Kebijakan Tersosialisasikannya 3 keg - - 1 keg 20.000 3 keg 60.000 3 keg 60.000 3 keg 60.000 APBD Kab DKK
Lingkungan Sehat kebijakan lingkungan
sehat

1 02 xx 21 04 Kegiatan Monitoring, evaluasi dan Terpantaunya 2 keg 2 keg 30.000 3 keg 24.900 3 keg 25.000 3 keg 30.000 3 keg 40.000 APBD Kab DKK
pelaporan lingkungan sehat

1 02 xx 19 Program Promosi Kesehatan dan


Pemberdayaan Masyarakat

1 02 xx 19 01 Kegiatan Pengembangan Media Promosi Terpromosikannya 3 keg 2 keg 10.000 - - 2 keg 20.000 2 keg 20.000 2 keg 20.000 APBD Kab DKK
dan Informasi Sadar Hidup Sehat Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat melalui
media cetak
1 02 xx 19 02 Kegiatan Penyuluhan Masyarakat Pola Tersosialisasikannya 2 keg 6 keg 25.000 1 keg 5.750 5 keg 30.000 5 keg 30.000 5 keg 30.000 APBD Kab DKK
Hidup Sehat Pola Hidup Sehat
kepada masyarakat
1 02 xx 19 05 Kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Terpantaunya 1 keg - - 1 keg 9.000 1 keg 10.000 1 keg 10.000 1 keg 15.000 APBD Kab DKK
Pelaporan pelaksanaan promosi
pola hidup sehat

V PENYEDIAAN KEBUTUHAN SANITASI


1 02 xx 21 Program Pengembangan Lingkungan
Sehat

1 02 xx 21 05 Kegiatan Peningkatan sanitasi dasar Terwujudnya 1 keg - - - - 1 keg 50.000 5 keg 250.000 5 keg 250.000 APBD Kab, DKK
peningkatan kualitas CSR
dan kuantitas sanitasi
dasar
1 03 xx 30 Program Pembangunan
Infrastruktur Pedesaan

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 67


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Target Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan (000)


Kondisi SKPD Penangung
Kode Program/ Kegiatan Indikator Kinerja 2011 2012 2013 2014 2015 Sumber Dana
Kinerja Awal Jawab
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

1 03 xx 30 01 Kegiatan Penataan Lingkungan Tertatanya - - - 8 lokasi 3.193.227 5 lokasi 2.000.000 5 lokasi 2.000.000 5 lokasi 2.000.000 APBN. APBD Dinas Cipkataru
Permukiman Penduduk Perdesaan lingkungan Kab
permukiman
perdesaan

VI PENGUATAN DAN PENGEMBANGAN


BADAN PENGELOLA SARANA
PENYEDIAAN AIR MINUM DAN
SANITASI (BPSPAMS)
1 22 xx 15 Program Peningkatan Keberdayaan
masyarakat Perdesaan
1 22 xx 15 03 Kegiatan Penyelenggaraan Diseminasi Pemberdayaan
Informasi Bagi Masyarakat Desa BPSPAMS dan
Pengelola Sarpras
Sanitasi Berbasis 130 lokasi 165 lokasi
Masyarakat dan - - - - - 62 lokasi 105.000 125.000 150.000 APBD Kab BPMPKB
Monev kinerja
BPSPAMS dan
Pengelola sarpras
Berbasis Masyarakat
5 1 4 Belanja Hibah

5 1 4 06 Hibah kepada BPSPAMS Penguatan 115 lokasi


kelembagaan - - - - - 62 lokasi 62.000 100 lokasi 100.000 115.000 APBD Kab BPMPKB
BPSPAMS
5 1 4 06 Hibah kepada Pengelola Sarpras Sanitasi Penguatan 50 lokasi
Berbasis Masyarakat Kelembagaan
- - - - - - - 30 lokasi 30.000 50.000 APBD Kab BPMPKB
Pengelola Sarpras
Berbasis masyarakat
VII PENGELOLAAN LINGKUNGAN

1 08 xx 17 Program Perlindungan dan Konservasi


Sumber Daya Alam
1 08 xx 17 14 Kegiatan Peningkatan peran serta Terbinanya siswa/i ttg 200 siswa/i 200 siswa/i 25.000 - - 200 siswa/i 30.000 200 siswa/i 35.000 200 siswa/i 40.000 APBD Kab KLH
masyarakat dalam perlindungan dan lingkungan hidup
konservasi SDA

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 68


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Target Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan (000)


Kondisi SKPD Penangung
Kode Program/ Kegiatan Indikator Kinerja 2011 2012 2013 2014 2015 Sumber Dana
Kinerja Awal Jawab
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

1 08 xx 17 01 Kegiatan Konservasi Sumber daya air Teridentifikasikannya - - - - - 8mata air 50.000 8 mata air 50.000 8 mata air 50.000 APBD Kab KLH
dan pengendalian kerusakan sumber- sumber-sumber daya
sumber air air di kab. Kudus

1 08 xx 17 07 Kegiatan Peningkatan konservasi Penanaman pohon - - - - - 2 lokasi 100.000 2 lokasi 100.000 2 lokasi 100.000 APBD Kab KLH
daerah tangkapan air dan sumber- dan bangunan sipil
sumber air teknis pada lokasi
mata air-mata air
,peningkatan debit
sumber sumber air
permukaan,
sosialisasi upaya
pemanenan air
hujan dengan
membangun sumur
resapan, biopori
dan Penampungan
Air Hujan (PAH)
1 08 xx 17 06 Kegiatan Pengendalian kerusakan Berkurangnya lahan - - - - -- 1 lokasi 25.000 1 lokasi 25.000 1 lokasi 25.000 APBD Kab KLH
hutan dan lahan kritis

1 08 xx 17 09 Kegiatan Koordinasi pengelolaan Meningkatnya - - - - - 2 keg 12.000 2 keg 15.000 2 keg 15.000 APBD Kab KLH
konservasi SDA koordinasi
pengelolaan LH di
Kab. Kudus
1 08 xx 17 05 Kegiatan Pengendalian dampak Terkendalinya iklim 2 keg 2 keg 166.565 2 keg 1.095.340 2 keg 200.000 2 keg 200.000 2 keg 200.000 APBD KLH
perubahan iklim mikro Prov,APBD Kab
1 08 xx 17 08 Kegiatan Pengendalian dan Meningkatnya - - - - - 2 lokasi 25.000 2 lokasi 30.000 2 lokasi 30.000 APBD Kab KLH
pengawasan pemanfaatan SDA pengendalian dan
pengawasan
terhadap
pemanfaatan SDA
1 08 xx 18 Program Rehabilitasi dan Pemulihan
Cadangan Sumber Daya Alam
1 08 xx 18 03 Kegiatan Rehabilitasi hutan dan lahan Peningkatan 2 keg 2 keg 57.750 2 keg 1.070.000 2 keg 100.000 2 keg 150.000 2 keg 150.000 APBD KLH
konservasi sumber Prov,APBD Kab
daya air

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 69


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Target Capaian Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan (000)


Kondisi SKPD Penangung
Kode Program/ Kegiatan Indikator Kinerja 2011 2012 2013 2014 2015 Sumber Dana
Kinerja Awal Jawab
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

VIII PENGENDALIAN PENCEMARAN


LINGKUNGAN
1 08 xx 16 Program Pengendalian Pencemaran
dan Perusakan Lingkungan Hidup
1 08 xx 16 01 Kegiatan Koordinasi Penilaian Kota Perbaikan kualitas 1 paket 1 paket 100.000 1 paket 130.000 1 paket 150.000 1 paket 160.000 1 paket 175.000 APBD Kab KLH
Sehat Adipura lingkungan perkotaan

1 08 xx 16 03 Kegiatan Pemantauan Kualitas Terpantaunya 1 paket 1 paket 1.081.620 1 paket 1.434.989 1 paket 1.500.000 1 paket 1.750.000 1 paket 2.000.000 DAK, APBD KLH
Lingkungan kualitas lingkungan di Kab
kab. Kudus
1 08 xx 16 09 Kegiatan Peningkatan Peringkat Pembinaan proper, 1 paket - - - - 1 paket 150.000 1 paket 175.000 1 paket 175.000 DBHCHT, KLH
Kinerja Perusahaan (Proper) pembinaan APBD Kab
masyarakat sekitar
industri, tersedianya
data kualitas perairan
umum dan sumber
air
1 08 xx 20 Program Peningkatan Pengendalian
Polusi
1 08 xx 20 03 Kegiatan Pengujian kadar polusi Terpantaunya 5 lokasi - - - - 5 lokasi 30.000 5 lokasi 50.000 5 lokasi 60.000 APBD Kab KLH
limbah padat dan limbah cair kualitas Lingkungan
di Kab. Kudus
1 08 xx 20 06 Kegiatan Monitoring, evaluasi dan Tersedianya data 27lokasi 28 lokasi 14.000 - - 28lokasi 15.000 28lokasi 17.000 28 lokasi 20.000 APBD Kab KLH
pelaporan tentang palaporan
pelaksanaan
dokumen lingkungan

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 70


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

BAB IV
PEMANTAUAN DAN EVALUASI

4.1 Tujuan Pemantauan dan Evaluasi

Tujuan pemantauan dan evaluasi program pencapaian target MDGs bidang


air minum dan sanitasi adalah untuk mengetahui seberapa jauh kegiatan yang
dilaksanakan telah sesuai atau menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan,
atau untuk mengetahui tingkat kesenjangan antara keadaan yang telah dicapai
dengan keadaan yang dikehendaki atau yang seharusnya dapat dicapai,
sehingga dengan demikian dapat diketahui tingkat efektivitas dan efisiensi
kegiatan yang telah dilaksanakan, untuk selanjutnya dapat diambil langkah-
langkah yang tepat guna meningkatkan tingkat efektivitas dan efisiensi kegiatan
seperti yang dikehendaki. Secara garis besar, tujuan pelaksanaan pemantauan
dan evaluasi program pencapaian target MDGs bidang air minum dan sanitasi
adalah sebagai berikut :
a. Menilai kemajuan pelaksanaan program percepatan pencapaian target MDGs
bidang air minum dan sanitasi.
b. Mengetahui kendala-kendala dan permasalahan yang ditimbulkan oleh pe-
laksanaan program dan kegiatan pembangunan air minum dan sanitasi.
c. Mengukur keluaran, hasil, manfaat, dan dampak pelaksanaan program dan
kegiatan pembangunan air minum dan sanitasi.
d. Sebagai umpan balik untuk peningkatan perencanaan dan pelaksanaan pem-
bangunan khususnya pembangunan air minum dan sanitasi di Kabupaten
Kudus untuk periode sekarang maupun yang akan datang.
Ada dua manfaat utama dilakukannya pemantauan dan evaluasi program
pencapaian target MDGs bidang air minum dan sanitasi yaitu :
1. Manfaat terkait dengan operasional adalah sebagai berikut :
a. Dapat digunakan untuk mengetahui cara yang tepat untuk mencapai target
MDGs bidang air minum dan sanitasi yang dikehendaki dan dapat
digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kritis yang sangat
menghambat keberhasilan kegiatan program percepatan pencapaian target
MDGs bidang air minum dan sanitasi yang dilakukan.

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 71


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

b. Dapat digunakan untuk melakukan perubahan-perubahan modifikasi dan


supervisi terhadap kegiatan/program percepatan pencapaian target MDGs
bidang air minum dan sanitasi yang dilaksanakan.
c. Dapat digunakan untuk mengembangkan tujuan-tujuan serta analisis
informasi yang bermanfaat bagi pelaporan kegiatan.
2. Manfaat terkait dengan kebijakan adalah sebagai berikut :
a. Berdasarkan hasil evaluasi, dapat dirumuskan kembali, strategi percepatan
pencapaian target MDGs bidang air minum dan sanitasi, pendekatan, serta
asumsi-asumsi yang digunakan.
b. Untuk menggali dan meningkatkan kemampuan pengetahuan tentang hu-
bungan antar program dan kegiatan pembangunan air minum dan sanitasi,
yang sangat bermanfaat bagi peningkatan efektifitas dan efisiensi kegiatan
di masa-masa mendatang.

4.2 Mekanisme Pemantauan dan Evaluasi

Kegiatan pemantauan dan evaluasi program pencapaian target MDGs


bidang air minum dan sanitasi pada dasarnya dilakukan oleh semua pelaku atau
pemangku kepentingan (stakeholders). Pemantauan dan evaluasi oleh lembaga
pemerintah dilakukan secara internal oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD) terkait, untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kebijakan dan
program, serta mengukur dampak kebijakan dan program pencapaian target
MDGs bidang air minum dan sanitasi. Kegiatan pemantauan dan evaluasi
program pencapaian target MDGs bidang air minum dan sanitasi dapat juga
dilakukan secara independen oleh Lembaga Non Pemerintah seperti LSM
ataupun Perguruan Tinggi. Hasil Pemantauan dan evaluasi, baik yang dilakukan
oleh Lembaga Pemerintah maupun Lembaga Non Pemerintah diverifikasi dan
dikonsolidasikan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Penyusunan Rencana Aksi
Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Kabupaten Kudus agar
dihasilkan laporan pemantauan dan evaluasi yang sistematis.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pemantauan
dan evaluasi, yaitu :
1. Pelaku pemantauan dan evaluasi adalah semua pelaku/stakeholders yang
berkepentingan terhadap pencapaian target MDGs bidang air minum dan
sanitasi di Kabupaten Kudus. Dengan kata lain, pelaku pemantauan dan
evaluasi dalam kebijakan dan program pencapaian target MDGs di Kabupaten

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 72


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Kudus adalah pemantau bagi dirinya sendiri dan bagi pelaku lain. Dengan
demikian diharapkan dapat terlaksananya prinsip-prinsip transparansi,
akuntabilitas, dan partisipatif. Pokja Sanitasi/AMPL bertanggung jawab
mengkoordinasikan hasil pemantauan dan evaluasi yang dilakukan oleh
masing-masing stakeholders/SKPD.
2. Obyek pemantauan dan evaluasi adalah semua kebijakan dan program yang
terkait dengan upaya pencapaian target MDGs bidang air minum dan sanitasi
di Kabupaten Kudus. Oleh karena itu, kegiatan pemantauan dilaksanakan
sejak awal dimulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
program terkait, dan dilakukan oleh seluruh stakeholders di Kabupaten Kudus.
3. Sarana pemantauan dan evaluasi kebijakan dan program pencapaian target
MDGs bidang air minum dan sanitasi adalah segenap sarana yang dimiliki
oleh masing-masing stakeholders, selaras dengan semangat kerelawanan
dan keikutsertaan, sehingga para stakeholders dapat mempergunakan
metode dan alat mereka sendiri untuk dikompilasikan hasilnya dan dikaji
bersama sebagai dasar perbaikan dan program pencapaian target MDGs
bidang air minum dan sanitasi selanjutnya.
4. Metode pemantauan dan evaluasi terhadap kebijakan dan program pencapai-
an target MDGs bidang air minum dan sanitasi ditentukan oleh masing-masing
pihak, sesuai dengan kapasitas dan mekanisme kerja masing-masing dengan
semangat memperbaiki kebijakan dan program pencapaian target MDGs
bidang air minum dan sanitasi yang sedang berjalan.
Kegiatan pemantauan dan evaluasi program pencapaian target MDGs
bidang air minum dan sanitasi ini dapat dibagi menurut waktu pelaksanaannya
sebagai berikut :
1. Pemantauan pada saat program berjalan, kegiatan ini dilakukan setiap 3 (tiga)
bulan sekali.
2. Evaluasi tahunan, dilakukan setiap akhir tahun anggaran untuk mengetahui
pencapaian target-target tahunan yang telah disusun.
3. Evaluasi akhir (summative evaluation), dilakukan pada akhir periode rencana
aksi ini yaitu tahun 2015.

Dengan demikian kegiatan pemantauan dan evaluasi bukan merupakan


kegiatan yang sekali saja dilakukan pada saat akhir program/kegiatan tetapi
kegiatan yang bisa dilakukan sesuai tahapan yang dilaksanakan.

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 73


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

BAB V
PENUTUP

Tujuan pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan yang ditargetkan


tercapai pada tahun 2015 dapat dijadikan sebagai salah satu pemacu dan semangat untuk
dapat melakukan upaya yang lebih baik dalam mensejahterakan masyarakat di bidang air
minum dan penyehatan lingkungan. Penanggulangan permasalahan air minum dan
penyehatan lingkungan bukanlah masalah yang harus diselesaikan oleh Pemerintah
Kabupaten Kudus saja, tetapi juga oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pihak
swasta, dan seluruh masyarakat Kabupaten Kudus yang menjadi sasaran.
Pemerintah Kabupaten Kudus terus berupaya mendukung dan melaksanakan
pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan. Komitmen tersebut telah tertuang di
dalam dokumen-dokumen perencanaan baik jangka panjang, menengah maupun tahunan,
dengan melaksanakan berbagai program dan kegiatan serta berbagai sumber dana melalui
strategi penanganan baik langsung maupun tidak langsung.
Terkait dengan sosiokultural masyarakat, upaya pengembangan Air Minum dan
Penyehatan Lingkungan tidak akan berhasil apabila tidak diimbangi dengan program
penyadaran masyarakat yaitu sebuah upaya untuk mengurangi atau bahkan menghapuskan
mental dan budaya miskin dengan jalan memberikan pemahaman dan memberikan
semangat kepada masyarakat agar berusaha untuk bangkit dari kemiskinan dengan
melakukan kerja keras dan membiasakan diri untuk malu menerima bantuan sebagai orang
miskin.
Koordinasi diantara stakeholders maupun instansi sangat perlu dioptimalkan,
terutama dalam hal penentuan target dan sasaran program / kegiatan Air Minum dan
Penyehatan Lingkungan secara berjenjang dari tingkat Kabupaten, Kecamatan,
Desa/Kelurahan sampai ke tingkat kelompok sasaran. Hal ini dilakukan melalui mekanisme
musrenbang dalam siklus perencanaan dan penganggaran tahunan daerah.
Dalam rangka mencapai tujuan Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan perlu didukung oleh upaya penciptaan tata pemerintahan yang baik, yaitu
sebuah tata pemerintahan yang mengedepankan hubungan sinergi antara elemen-elemen
pemerintah, swasta dan masyarakat dengan melibatkan masyarakat itu sendiri berdasarkan
prinsip-prinsip partisipasi, akuntabilitas, transparansi, dan mengutamakan kepentingan
masyarakat.

Pelaksanaan Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan ini
memerlukan dukungan dan peran serta seluruh pelaku pembangunan dari kalangan
pemerintah, DPR/DPRD, perguruan tinggi, organisasi dan lembaga swadaya masyarakat,
swasta serta lembaga lainnya. Keterlibatan dan dukungan ini diharapkan terus berlanjut
sampai pada pelaksanaan Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 74


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

dan evaluasi pencapaian hasil Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan. Keterlibatan seluruh pelaku pembangunan diharapkan akan mendorong
terbangunnya sebuah kesamaan cara pandang, kesepakatan dan sinergi dalam melakukan
upaya Percepatan Pencapaian Target Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Kabupaten
Kudus.
Dokumen Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Kabupaten
Kudus merupakan acuan bagi seluruh pelaku pembangunan Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan baik di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat dalam melakukan upaya
peningkatan kinerja pelayanan air minum dan sanitasi Kabupaten Kudus sampai dengan
tahun 2015 mendatang. Dokumen Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan
Lingkungan Kabupaten Kudus ini terbuka untuk perubahan/penyesuaian berdasarkan hasil
pemantauan dan evaluasi pelak-sanaannya. Dokumen Rencana Aksi Daerah Air Minum dan
Penyehatan Lingkungan Kabupaten Kudus diharapkan mampu menjadi pemandu arah bagi
peningkatan kapasitas dan kinerja pelayanan air minum dan sanitasi Kabupaten Kudus
menuju sasaran yang telah disepakati bersama oleh stakeholders.

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 75


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 76


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

LAMPIRAN
MATRIKS MDGS KABUPATEN KUDUS TAHUN 2011-2015

SUMBER PELAK-
INDIKATOR / CAPAIAN TARGET ANGGARAN (dalam jutaan) PENDANA KET
NO PROGRAM / KEGIATAN AN SANA
OUTPUT 2010
2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

TARGET 7C : Menurunkan
hingga setengahnya proporsi
rumah tangga tanpa akses
berkelanjutan terhadap air
minum layak dan sanitasi hingga
tahun 2015

7,8 Proporsi rumah tangga dengan


akses berkelanjutan terhadap air
minum layak

7,9 Proporsi rumah tangga dengan


akses berkelanjutan terhadap
sanitasi dasar yang layak

I Program Pengembangan Kinerja


Pengelolaan Air Minum dan Air
Limbah

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 77


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

1 Penyediaan Prasarana dan Tersedianya 12 Desa 15 10 10 15 15 115,11 80,00 80,00 120,00 135,00 APBD, Dinas
Sarana Air Minum Bagi sarana dan APBN Ciptakaru
Masyarakat Berpenghasilan prasarana air
Rendah minum bagi
masyarakat
berpenghasilan
rendah melalui
Program
PAMSIMAS

2 Pengembangan Teknologi Penyusunan data 0 paket 1 1 1 1 1 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 APBD Dinas
Pengolahan Air Minum dan Air base titik air Ciptakaru
Limbah

3 Fasilitasi Pembinaan Teknik Terpenuhinya 1 paket 1 0 1 1 1 600,00 0,00 500,00 500,00 500,00 APBD, Dinas
Pengolahan Air Minum pelayanan APBN Ciptakaru
kebutuhan air
bersih di IKK

II Program Pengembangan
Wilayah Strategis dan Cepat
Tumbuh

1 Pembangunan/Peningkatan Terbangunnya 5 Paket 5 2 2 2 3 5.000,00 1.000,00 100,00 1.000,00 1.500,00 APBD Dinas
Infrastruktur sarana dan Ciptakaru
prasarana air
bersih dan
sanitasi
permukiman

III Program Pembangunan


Infrastruktur Perdesaan

1 Penataan lingkungan Terbangunnya 2 paket 5 5 5 5 5 1.852,40 1.800,00 1.850,00 1.900,00 2.000,00 DAK, Dinas
permukiman penduduk sarana dan APBD, Ciptakaru
perdesaan prasarana APBN
sanitasi
permukiman
perdesaan

2 Pembangunan Sarana dan Fasilitasi 89 lokasi 90 90 95 100 100 133,40 135,00 145,00 150,00 150,00 APBD, Dinas
Prasarana Air Bersih Perdesaan pembangunan APBN Ciptakaru
sarana dan
prasarana air
bersih perdesaan
dan
Terbangunnya
sarana sanitasi
infrastruktur

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 78


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

perkotaan
melalaui PNPM
Mandiri
Perkotaan

3 Rehabilitasi/Pemeliharaan Tersedianya 2 paket 4 5 5 5 5 1.281,70 1.500,00 1.500,00 1.500,00 1.500,00 DAK, Dinas
Sarana dan Prasarana Air infrastruktur air APBD, Ciptakaru
Bersih Perdesaan bersih perdesaan BANGUB
di daerah rawan
air bersih

IV Program Pengembangan
Lingkungan Sehat

1 Pengkajian Pengembangan
Lingkungan Sehat

a Penyelenggaraan klinik sanitasi Jumlah klinik 19 buah 0 19 19 19 19 0,00 30,00 30,00 30,00 30,00 APBD DKK
di puskesmas sanitasi

b Pengawasan kualitas air minum Jumlah titik 0 sampel 0 200 200 200 200 0,00 15,00 15,00 15,00 15,00 APBD DKK
perpipaan (PDAM) sampel yang
diawasi kualitas
air minum

c Advokasi dan kampanye STOP Jumlah desa 36 desa 14 0 0 0 0 312,00 0,00 0,00 0,00 0,00 APBN DKK Untuk
BABS (Buang Air Besar yang tahun
Sembarangan) mendeklarasikan 2012-
STOP BABS 2015
masuk
kegiatan
IV.1.d

d Advokasi Pelaksanaan STBM Jumlah desa 0 desa 0 12 12 12 12 0,00 180,00 180,00 180,00 180,00 APBD DKK
(Sanitasi Total Berbasis yang
Masyarakat) dan kampanye melaksanakan
STOP BABS STBM dan STOP

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 79


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

BABS

2 Penyuluhan Menciptakan Jumlah peserta 350 orang 0 350 350 350 350 0,00 30,00 30,00 30,00 30,00 APBD DKK
Lingkungan Sehat penyuluhan

3 Sosialisasi Kebijakan Jumlah peserta 169 orang 0 200 200 200 200 0,00 30,00 30,00 30,00 30,00 APBD DKK
Lingkungan Sehat sosialisasi

4 Monitoring, evaluasi dan Jumlah lokasi 18 lokasi 30 30 30 30 30 30,00 30,00 30,00 30,00 30,00 APBD DKK
pelaporan yang dipantau

V Program Upaya Kesehatan


Masyarakat

1 Peningkatan Kesehatan
Masyarakat

a Advokasi Pelaksanaan STBM Jumlah desa 0 desa 8 0 0 0 0 110,00 0,00 0,00 0,00 0,00 APBD DKK Untuk
(Sanitasi Total Berbasis yang tahun
Masyarakat) melaksanakan 2012-
STBM 2015
masuk
kegiatan
IV.1.d

b Pengawasan kualitas air minum Jumlah titik 0 sampel 100 0 0 0 0 7,50 0,00 0,00 0,00 15,00 APBD DKK Untuk
perpipaan (PDAM) sampel yang tahun
diawasi kualitas 2012-
air minum 2015
masuk
kegiatan
IV.1.b

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 80


RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN KABUPATEN KUDUS

Bab IV - Pemantauan dan Evaluasi IV - 81