Anda di halaman 1dari 12

ANATOMI DAN FISIOLOGI KELENJAR PARATIROID

Selvianti, Widodo Ario Kentjono

Dep/SMF Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok


Bedah Kepala dan Leher
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya

PENDAHULUAN Melihat pentingnya kelenjar


Sir Richard Owen, seorang paratiroid dan pesatnya perkembangan
kurator dari London Zoological ilmu kedokteran saat ini, maka kami
Garden, pada tahun 1849 melakukan ingin mempelajari lebih jauh tentang
otopsi pada seekor Rhinoceros (badak) kelenjar paratiroid. Tujuan makalah ini
yang diberikan kepada London Zoo dibuat adalah untuk menguraikan
oleh pemerintah India. Deskripsi Sir tentang anatomi dan fisiologi kelenjar
Owen tentang struktur misterius yang paratiroid dalam hubungannya dengan
ia temukan didaerah leher Rhinoceros homeostasis kalsium tubuh.
mengarah kepada struktur normal dari
kelenjar paratiroid, “…..a small, ANATOMI
yellow, glandular body…….attached to Umumnya, manusia
the thyroid at the point where the vein mempunyai 4 buah kelenjar paratiroid
emerge ”.1,2 yang terletak di daerah leher, 2 buah di
Anton Wolfer, pada tahun 1879 bagian superior dan 2 lagi di bagian
mendokumentasikan adanya hubungan inferior, dorsal dari kelenjar tiroid.3,4
antara tiroidektomi total dan terjadinya Bentuk kelenjar paratiroid normal
tetani pada pasien yang dioperasi oleh adalah kecil, ovoid, flat dan berwarna
C.A. Theodor Billroth.1 kecoklatan sampai agak kuning.3,5,6
Deskripsi mengenai kelenjar Ukurannya bervariasi antara 5 – 7 mm
paratiroid pada manusia pertama kali (panjang) x 3 – 4 mm (lebar) x 0,5 – 2
dilakukan oleh Ivar Sandstrom, mm (tebal) dengan berat masing-
mahasiswa kedokteran dari Uppsala masing kelenjar berkisar antara 30 – 50
Swedia, tahun 1880. Ia menyarankan mg.1,3,6 Gambar 1 menunjukkan
agar struktur tersebut diberi nama “ kelenjar paratiroid yang terletak di
glandulae parathyroidae “. Saat itu, dorsal kelenjar tiroid, 2 buah di bagian
fungsi struktur glandulae superior dan 2 buah di bagian inferior.
parathyroidea belum diketahui.1,2
Friedrich von Recklinghausen
pada tahun 1891 menggambarkan
suatu penyakit fibrokistik pada tulang
yang terjadi akibat hiperparatiroidisme.
Sedangkan asosiasi antara
hiperparatiroid dengan osteitis fibrosa
kistik ( von Recklinghausen’s disease )
dideskripsikan pertama kalinya oleh
Askanazy tahun 1903.1 Penentuan
kadar kalsium serum dapat dilakukan
pada tahun 1909 dan selanjutnya dapat
dipastikan adanya hubungan antara
level kalsium serum dengan kelenjar Gambar 1. Kelenjar paratiroid (4
paratiroid.1 buah) terletak di dorsal kelenjar tiroid.7
158
terjadi diferensiasi jaringan paratiroid
Embriologi yang berasal dari bagian dorsal epitel
Kelenjar paratiroid berasal dari endoderm kantong faringeal ketiga.9
jaringan endodermal kantong faringeal Bagian ventral kantong faringeal
(pharyngeal pouches wall).5,6 Kantong berkembang menjadi kelenjar timus.
faringeal berasal dari arkus faringeal. Awalnya kedua bagian ventral dan
Perkembangan arkus faringeal lebih dorsal saling berhubungan dengan
lanjut menjadi kantong faringeal dinding faringeal, namun pada minggu
terjadi pada minggu kelima gestasi ketujuh gestasi terjadi diskoneksi
ditunjukkan pada Gambar 2(A). antara dinding ventral dan dorsal
Selanjutnya epithelium kantong terhadap dinding faringeal.8,9 Kelenjar
faringeal mengalami diferensiasi timus lalu bergerak menuju kaudal dan
menjadi bakal organ seperti yang medial, diikuti oleh kelenjar paratiroid,
terlihat pada Gambar 2(B). kemudian terjadi diskoneksi antara
Berdasarkan embriologi, kelenjar paratiroid dengan timus. Selanjutnya
paratiroid dibagi menjadi kelompok kelenjar paratiroid inferior menetap
superior dan kelompok inferior. pada permukaan posterior kelenjar
tiroid, biasanya pada bagian luar
kapsul fibrosa kelenjar tiroid.8,9
Kelenjar paratiroid superior
juga dikenal dengan parathyroid
fourths karena berasal dari lateral
kantong faringeal keempat yang
berdiferensiasi pada minggu gestasi
kelima dan keenam.5,8 Pada minggu
ketujuh gestasi terjadi diskoneksi
paratiroid dengan dinding faringeal.8
Kemudian sambil bergerak kearah
kaudal, paratiroid menempel pada
kelenjar tiroid untuk mencapai posisi
final pada permukaan posterior
kelenjar tiroid dan menetap sebagai
kelenjar paratiroid superior.8,9 Gambar
3 menunjukkan lokasi perpindahan
kelenjar tiroid, paratiroid dan jaringan
sekitarnya serta perkiraan lokasi
kelenjar paratiroid setelah migrasi
terjadi.
Gambar 2. (A) Perkembangan arkus Kelenjar paratiroid superior
faringeal menjadi kantong umumnya terletak lebih posterior dan
faringeal lebih medial daripada paratiroid
(B) Diferensiasi kantong inferior, biasanya pada permukaan
faringeal menjadi bakal dorsal kelenjar tiroid diluar kapsul
organ.3 fibrosa tiroid.8 Karena jarak migrasi
antara kelenjar paratiroid superior yang
Kelenjar paratiroid inferior juga lebih pendek daripada paratiroid
dikenal dengan parathyroid thirds inferior maka paratiroid superior
karena berasal dari bagian lateral mempunyai lokasi yang lebih konstan
kantong faringeal ketiga (wing of the daripada paratiroid inferior.5,8,11
third pharyngeal pouch).5,8 Pada Sekitar 80% kelenjar paratiroid
minggu kelima dan keenam gestasi, superior terdapat pada bagian
159
posterolateral kelenjar tiroid, tepat Variasi lokasi kelenjar paratiroid
diatas dari ujung terminal arteri inferior terhadap sekitarnya
tiroidea inferior dekat artikulus ditunjukkan pada Gambar 4(B) dengan
krikotiroid. Sedangkan 20% sisanya jumlah dalam persentase.
berlokasi pada bagian posterolateral Sekitar 1–15 % individu
dari pole atas lobus tiroid, bagian ditemukan adanya kelenjar paratiroid
posterior mediastinum, atau melekat supernumerary atau berjumlah lebih
pada parenkim tiroid.3,11 Pada Gambar dari 4 buah yang kemungkinan
4(A) dapat dilihat variasi lokasi berhubungan dengan fragmentasi
kelenjar paratiroid superior terhadap jaringan lobulus timus pada saat
jaringan sekitarnya yang ditampilkan migrasi berlangsung.3,8,11 Jumlah
dalam persentase. kelenjar paratiroid kurang dari 4 buah
juga didapatkan pada sekitar 3%
individu yang mungkin disebabkan
oleh kegagalan diferensiasi atau
terjadinya atrofi pada fase awal
perkembangan.8

Gambar 3. (A) dan (B) Migrasi


kelenjar tiroid, paratiroid dan
sekitarnya. (C) Perkiraan lokasi
kelenjar paratiroid setelah migrasi.10

Kelenjar paratiroid inferior


mempunyai lokasi yang lebih
bervariasi daripada paratiroid
superior.1,5,11 Sekitar 40 - 60% terdapat
pada bagian bawah pole tiroid, 40%
lagi berada di sekitar lidah timus atau
di thyrothymic ligament dan 20% Gambar 4. (A) Variasi lokasi
sisanya mempunyai lokasi yang lebih kelenjar paratiroid superior terhadap
bervariasi antara lain pada lateral sekitarnya(B) Variasi lokasi kelenjar
kelenjar tiroid, mediastinal timus, paratiroid inferior terhadap sekitarnya.3
beberapa cm dari sternal notch, bahkan Frekuensi ditampilkan dalam bentuk
pada keadaan yang jarang bisa persentase
mencapai carotid sheath atau setinggi
bifurkasi arteri karotis komunis.1,5,8,11

160
Vaskularisasi Inervasi
Suplai arteri untuk kelenjar Persarafan kelenjar paratiroid
paratiroid superior dan inferior berasal terutama berasal dari sistem saraf
arteri tiroidea inferior dan anastomosis otonom.6 Saraf parasimpatis berasal
antara arteri tiroidea superior dan arteri dari cabang nervus vagus (nervus
tiroidea inferior.5 Kadang suplai arteri laringeus rekuren) sedangkan saraf
juga bisa berasal dari arteri tiroidea simpatis dari percabangan trunkus
superior, arteri tiroidea ima dan simpatik pars servikalis yang
anastomosis pembuluh arteri yang membentuk ganglion simpatis
menyuplai laring, trakea dan esofagus.3 superior, medial dan inferior.5,6 Cara
Pembuluh darah vena yang mengaliri kerja saraf otonom dalam
kelenjar paratiroid adalah pembuluh hubungannya dengan sekresi kelenjar
vena tiroidea superior, medius dan paratiroid belum diketahui secara pasti
inferior, menyatu dengan vena namun diperkirakan bahwa sebagian
jugularis interna, vena inominata dan besar pengaruh adalah pada pembuluh
vena brakiosefalik.3,6 Gambar 5 darah dan tingkat perfusi kelenjar.6
menampilkan vaskularisasi kelenjar Gambar 6 menampilkan vaskularisasi
paratiroid yang berasal dari arteri kelenjar paratiroid yang berasal dari
tiroidea inferior, arteri tiroidea superior arteri tiroidea superior dan inferior,
dan struktur sekitarnya, dilihat dari serta inervasi kelenjar paratiroid
posterior. melalui nervus laringeal rekuren dan
struktur disekitarnya dilihat dari lateral
kanan.

Gambar 5. Vaskularisasi kelenjar paratiroid (arteri tiroidea superior dan


inferior) dan struktur disek

161
Gambar 6. Vaskularisasi (arteri tiroidea superior dan inferior)
dan inervasi (nervus laringeus rekuren) kelenjar
paratiroid dan struktur sekitarnya.12

FISIOLOGI yang semakin meningkat proporsinya


Gambaran Histologi dalam kelenjar seiring dengan
Pada anak-anak, kelenjar pertambahan usia.3 Pada manusia
paratiroid terdiri dari gugusan sel dewasa, kelenjar paratiroid tersusun
parenkim, dinamakan ‘chief cells’, dari jaringan parenkim dan stroma,
yang dibatasi septa jaringan penunjang termasuk sel lemak.3 Stroma terdiri
dan terbentang dari tepi kapsula dari jaringan kapiler sinusoidal dengan
sampai kedalam kelenjar.3,11 Sekitar pulau-pulau sel sekretori tersebar
usia 6 tahun, terbentuk sel oksifil diantara jaringan lemak.7
(oxyphil cells) yang kemungkinan Sel kelenjar paratiroid dewasa
berasal dari chief cells.5 Pada awal terdiri dari 2 tipe yaitu ‘chief cell’ atau
pubertas, muncul jaringan adipose, ‘principal cell’ (predominan dalam
kelenjar paratiroid) dan sel oksifil
(oxyphil cell).14 Chief cell berukuran
kecil dengan nukleus vesikular dan
sitoplasma yang ‘poorly staining’ dan
terdiri dari granula sekretoris,

162
kompleks Golgi berukuran besar serta reseptor khusus yang terdapat baik di
sejumlah mitokondria.5,11,15 Chief cell dalam maupun di permukaan sel
berfungsi mensekresi hormon target.14
paratiroid (PTH) dari sitoplasma PTH merupakan suatu peptida
kedalam kapiler secara eksostosis.5 rantai lurus (straight-chain peptide)
Oxyphil cell, berukuran lebih besar dengan berat molekul ± 9500 Dalton,
dari chief cell (merupakan turunan dari terdiri dari 84 asam amino dan waktu
chief cell) namun berjumlah lebih paruh 2-5 menit.1,16-19 Aktivitas
sedikit, mempunyai nukleus yang biologik PTH terdapat pada rantai
‘deeply staining’ dan sitoplasma terminal NH2 dari 34 asam amino
granular eosinofilik.5,7,15 Hingga saat pertama, juga dikenal sebagai ‘the
ini, fungsi oxyphil cell belum diketahui amino (N) terminal’ dengan waktu
secara pasti.4,14 Histologi kelenjar paruh 2 menit dan berguna dalam
paratiroid dengan pewarnaan pemeriksaan radioimmunoassay untuk
Hematoksilin Eosin (HE) yang PTH.1,16,17 Terminal C dari PTH
menunjukkan chief cell dan oxyphil (rantai 35 – 84) atau disebut ‘carboxyl
cell dapat dilihat pada Gambar 7. (C) terminal’ mempunyai waktu paruh
30 menit namun inaktif secara
biologik.1
Sintesis PTH terjadi di ribosom
chief cell sebagai preproPTH yang
terdiri dari 115 asam amino,
selanjutnya 25 asam amino dipecah
dari preproPTH membentuk proPTH
dengan 90 asam amino. ProPTH
selanjutnya menuju aparatus golgi,
kemudian 6 asam amino dipecah dan
membentuk PTH dengan 84 asam
amino yang disimpan dalam vesikel
sekretoris untuk disekresikan
kemudian.16,17 Proses sintesis PTH
dalam ribosom chief cell diilustrasikan
pada Gambar 8. Setelah sekresi, maka
PTH secara cepat dimetabolisme di
hati dan ginjal menjadi beberapa
fragmen kecil, salah satunya adalah
Gambar 7. Histologi kelenjar rantai amino 1 – 34 yang mempunyai
paratiroid (pewarnaan aktivitas biologik.5 Fragmen lainnya
HE) menunjukkan yaitu terminal-C PTH yang tidak
oxyphil cell (panah biru) berinteraksi dengan reseptor PTH
dan chief cell (panah selanjutnya diekskresikan tubuh
merah).13 melalui ginjal.4 Degradasi PTH
intraselular diatur oleh level kalsium
Struktur, Sintesis, dan Sekresi ekstraselular dimana pada serum
Hormon Paratiroid kalsium yang rendah akan
Chief cell kelenjar paratiroid menghambat degradasi PTH, agar
memproduksi Hormon Paratiroid ( dapat dicapai kadar PTH yang cukup
Parathormon / Parathyrin / PTH). sebelum biosintesis terpenuhi,
PTH kemudian masuk ke aliran darah demikian juga sebaliknya.4,19
menuju sel target tertentu, diikat oleh

163
sekresi maksimal pada kadar
kalsium 7,5 mg/dl.4,16 Dengan
kata lain, stimulus primer bagi
sekresi PTH adalah penurunan
kadar kalsium plasma sedangkan
inhibitor sekresi PTH adalah
peningkatan kalsium plasma.
Regulasi ini akan menjaga
fluktuasi kadar kalsium plasma
dalam batas normal.20 Hubungan
antara sekresi PTH dengan kadar
kalsium plasma digambarkan
dalam bentuk grafik yang dapat
dilihat pada Gambar 10.
Mekanisme sekresi PTH
dapat dijelaskan sebagai berikut,
membran sel chief mempunyai sensor
Gambar 8. Produksi prekursor PTH Ca2+ ( calcium-sensing receptor
oleh kelenjar paratiroid, / CaSR ) yang dapat mendeteksi
preproPTH, dipecah penurunan konsentrasi kalsium
16,19
menjadi proPTH ekstraseluler. CaSR berpasangan
kemudian PTH.3 dengan adenilsiklase ( melalui protein
Pada manusia dengan fungsi Gs ). Apabila terjadi penurunan
ginjal normal, level serum PTH konsentrasi kalsium ekstraseluler maka
berkisar antara 10 – 65 pg/ml.4 adenilsiklase teraktivasi dan
Kalsium (Ca2+) merupakan regulator mengkatalisis konversi ATP menjadi
utama bagi sekresi hormon paratiroid.1 cAMP. Setelah melewati sejumlah
Faktor lain yang dikatakan turut proses fosforilasi, maka terjadi
berpengaruh dalam sekresi PTH antara eksostosis PTH dari vesikel sekretoris
lain: katekolamin dan derivat amin kedalam aliran darah.16,19
biogenik lainnya, prostaglandin (16a),
kation (Litium dan
Magnesium), Fosfat dan
Transforming Growth
Factor Alpha (TGFα).19
Gambaran perputaran
(turnover) kalsium dan
fosfat rata-rata setiap
hari diilustrasikan pada
Gambar 9. Apabila
konsentrasi Ca2+ plasma
total berada dalam batas
normal (10 mg/dl) atau
lebih, maka PTH akan
disekresikan pada
tingkat basal / kadar
rendah. Sebaliknya bila
konsentrasi plasma kalsium lebih Gambar 9. Perputaran (turnover) rata-
rendah dari 10 mg/dl, sekresi PTH rata kalsium dan fosfat pada orang
meningkat dan akan mencapai kadar normal.3

164
Gambar 10. Hubungan antara sekresi
PTH dengan kadar kalsium plasma12
Gambar 11. Mekanisme selular kerja
Mekanisme Kerja Hormon PTH pada tubulus proksimal ginjal.16
Paratiroid
Target organ tempat kerja PTH Ikatan PTH pada reseptor
adalah tulang, ginjal (efek langsung) mengaktifkan adenilsiklase, terjadi
dan intestinal (efek tak langsung konversi ATP ke cAMP yang
melalui vitamin D).3,16-19 Kerja PTH mengaktivasi sejumlah protein kinase
pada ginjal dan tulang terjadi melalui dan protein intrasel terfosforilasi dan
sistem adenilsiklase dimana PTH mengakibatkan penghambatan
menstimulasi aktivitas adenilsiklase transport Na+-Fosfat pada membran
dan meningkatkan kadar cyclic 3’,5’ - lumen tubulus. Akibatnya sejumlah
AMP pada ginjal dan tulang. fosfat diekskresi, terjadi fosfaturia.
Mekanisme ini dipicu oleh ikatan PTH Sebagai tambahan, cAMP yang
pada reseptor PTH di ginjal dan diproduksi juga berdifusi kedalam urin
tulang.17 untuk meningkatkan ekskresi fosfat.16
Kerja PTH yang kedua adalah
Mekanisme kerja PTH pada ginjal meningkatkan reabsorpsi kalsium pada
Ginjal merupakan organ sentral tubulus proksimal, Loop of Henle
bagi pengaturan keseimbangan kalsium asenden, tubulus distal dan tubulus
dan PTH memegang peranan penting kolektivus, juga melalui mekanisme
dalam pengaturan ini.19 Kerja PTH adenilsiklase.16,18,19 Tujuannya adalah
pada ginjal melalui 2 cara yaitu untuk meningkatkan kadar kalsium
menghambat reabsorpsi fosfat dan plasma dan melengkapi kerja PTH
menstimulasi reabsorpsi kalsium.16 pada tulang.16 Reabsorpsi kalsium
Gambar 11 menggambarkan pada tubulus proksimal serta Loop of
mekanisme selular kerja PTH pada Henle berkaitan dengan transpor Na+
tubulus proksimal ginjal. PTH sedangkan reabsorpsi pada tubulus
menghambat kotransporter Na+- Fosfat distal tidak terikat oleh Na+ dan
pada tubulus kontortus proksimal yang langsung dipengaruhi oleh PTH.3
mengakibatkan reabsorpsi fosfat PTH juga meningkatkan
terhambat sehingga terjadi formasi enzimatik vitamin D aktif pada
fosfaturia.16,18,19 ginjal.20 Konversi 25-hydroxyvitamin D
menjadi metabolit aktif 1,25-
dihydroxyvitamin D3 (1,25-(OH)2D3)
terjadi melalui aktivasi enzim 1-
hidroksilase pada tubulus proksimal
ginjal. Vitamin D3 (kolekalsiferol)
dibentuk di kulit ketika prekursor
165
kolesterol, 7-dehydroxycholesterol Secara keseluruhan, efek PTH
terpapar sinar ultraviolet. Aktivasi pada tulang adalah untuk
terjadi ketika substansi tersebut meningkatkan resorpsi tulang,
mengalami hidroksilasi pada hati melepaskan kalsium – fosfat kedalam
(lewat 25-hydroxylation) dan ginjal cairan ekstraseluler dimana fosfat akan
(melalui 1-hydroxylation).18 Selain itu, membentuk kompleks dengan kalsium
sekresi PTH juga meningkatkan sehingga membatasi peningkatan kadar
ekskresi bikarbonat, kalium dan asam kalsium terionisasi dalam plasma, serta
amino pada ginjal serta menurunkan dalam pembentukan tulang kembali
ekskresi amonia, magnesium dan asam (bone remodelling). Sebagai
tertitrasi.17 koordinasi lanjutan, ada mekanisme
untuk mengeliminasi kelebihan fosfat
Mekanisme kerja PTH pada tulang dalam tubuh yang diperankan oleh
Kerja PTH pada tulang ginjal.16
mencakup ketiga tipe sel tulang yaitu
osteosit, osteoblas yang bertanggung Mekanisme kerja PTH pada usus
jawab bagi formasi tulang dan Kerja PTH pada absorpsi
osteoklas yang bertanggung jawab kalsium usus terjadi secara tidak
terhadap resorpsi tulang. Awalnya, langsung yaitu PTH menstimulasi
PTH menstimulasi osteolisis osteosit enzim 1α-hidroksilase pada ginjal yang
yang mengakibatkan disolusi bertanggung jawab dalam
permukaan tulang dan kalsium pembentukan vitamin D3 aktif.16
bergerak dari cairan kanalikular tulang Kalsium diabsorpsi secara aktif oleh
menuju osteosit kemudian ke cairan sel epitel usus halus dan sintesis
ekstraseluler.16 Fase ini disebut juga protein transpor pada sel usus
fase cepat (rapid phase), karena terjadi membutuhkan vitamin D3 aktif.20
dalam beberapa menit.18 Pada fase Vitamin D3 aktif meningkatkan
selanjutnya, terjadi lebih lambat absorpsi kalsium usus halus dengan
(dalam beberapa hari) dan terbagi cara menstimulasi pembentukan
menjadi 2 komponen.16,18 Pertama, calcium-binding protein ( calbindin-D3
PTH (secara sinergis dengan vitamin ) pada sel epitel usus.5,18
D) menstimulasi osteoklas untuk
meningkatkan resorpsi tulang serta Pengaturan Sekresi Hormon
melepaskan kalsium dan fosfat Paratiroid
kedalam cairan ekstraseluler. Bagian Pada manusia dengan fungsi
organik dari matriks tulang (terutama ginjal normal, kadar PTH serum
kolagen tipe I) juga diresorbsi dan berkisar antara 10 – 65 pg / ml. Kadar
komponen kolagen utama yaitu PTH serum terutama diatur oleh kadar
hidroksiprolin (hydroxyproline) turut kalsium serum.4 Faktor lain yang
dilepaskan kemudian diekskresikan mempengaruhi sekresi PTH yaitu 1,25-
lewat urin.16,18 Kedua, terjadi Dihydroxyvitamin D3. Kadar 1,25-
proliferasi osteoklas ( reseptor PTH Dihydroxyvitamin D3 yang cukup akan
pada membran osteoklas matur sangat menghambat produksi PTH secara
sedikit didapatkan). Aktivasi dan langsung dengan cara mengurangi
proliferasi distimulasi oleh pelepasan ekspresi PTH dan konversi preproPTH
sitokin oleh osteoblas – osteosit menjadi PTH.4 Secara lebih jelas,
teraktivasi atau oleh diferensiasi mekanisme umpan balik (feedback)
prekursor osteoklas prematur yang sekresi PTH dapat dilihat pada Gambar
memiliki reseptor PTH dan reseptor 12.
vitamin D pada permukaan
membrannya.18
166
Gambar 12. Mekanisme umpan balik (feedback) bagi sekresi hormon
paratiroid.4
(+)= efek stimulasi; (-) = efek inhibisi.

Pada individu normal, kelenjar kelenjar paratiroid terutama untuk


paratiroid dapat mendeteksi produksi hormon paratiroid yang
hipokalsemia kemudian memberikan berkaitan erat dengan pengaturan
respon berupa sintesis dan sekresi kalsium tubuh. Target organ hormon
PTH. PTH kemudian menuju target paratiroid adalah tulang, ginjal dan
organ dan juga menstimulasi produksi usus dengan tujuan akhir yaitu
vitamin D3 agar dapat memobilisasi meningkatkan kadar kalsium plasma
kalsium untuk mencapai konsentrasi (ekstraseluler). Pada tulang, hormon
kalsium serum yang normal. Bila paratiroid berfungsi untuk
serum kalsium kembali normal maka meningkatkan resorpsi tulang,
terjadi feedback negatif ke kelenjar stimulasi osteoklas dan pembentukan
paratiroid untuk menekan pelepasan tulang kembali. Di ginjal, hormon
PTH.4 paratiroid berfungsi untuk
meningkatkan reabsorpsi kalsium serta
RINGKASAN mengurangi reabsorpsi fosfat. Selain
Kelenjar paratiroid merupakan itu juga membantu konversi vitamin
salah satu organ yang terletak di leher, D3 aktif melalui aktivasi enzim 1α-
terdiri dari 4 buah kelenjar, 2 di bagian dihidroksilase. Di usus, hormon
superior dan 2 di bagian inferior, paratiroid berperan secara tidak
dorsal dari kelenjar tiroid. Fungsi langsung untuk meningkatkan absorpsi
kalsium, dengan bantuan vitamin D3.
Pengaturan produksi hormon paratiroid
ditentukan oleh mekanisme umpan
balik yang melibatkan target organ,
kadar kalsium plasma serta vitamin D3
aktif.

167
DAFTAR PUSTAKA
1. UGC. Thyroid and Parathyroid. 9. Wright D. Anatomy of The
2006. Citation available at: Pharynx and Oesophagus. In :
http://osp.mans.edu.eg/tmahdy/De Scott-Brown’s Otolaryngology. 5th
ntal/Thyroid_Parathyroid_Text.pd ed. Vol 1. British : Butterworth &
f. Accessed11/02/2008. Co Ltd, 1987 : 250.
2. Modarai B, Sawyer A, Ellis H. 10. Kaplan EL, Angelos P. Surgery of
The Glands of Owen. 2004. the Thyroid Gland. 2004. citation
Citation available at: available at :
www.jrsm.org/cgi/content/full/97/ www.thyroidmanager.org/Chapter
10/494.Accessed 11/02/2008. 21/ch01s04.html.Accessed
3. Mulholland MW, Lillemoe KD, 26/2/2008.
Doherty GM, et al. Chapter 78 11. Goode AW. The Parathyroid and
Parathyroid Glands. 2006. Citation Adrenal Glands. In : Bailey
available at : Surgical Textbook [DVD-ROM].
http://osp.mans.edu.eg/tmahdy/han 2002 : 467.
dy_resources/Dental/parathyroid_t 12. Netter FH. Parathyroid Glands. In
ext.pdf. Accessed 11 / 02/ 2008. Netter Interactive Atlas of Human
4. Semin D. Renal Dynamics. Anatomy for Isilo [DVD-ROM].
Examining Secondary 3rd ed. 2002 : 128-129.
Hyperparathyroidism and The 13. Anonymous. Parathyroid Lab 22.
Role of Active Vitamin D in Histology online. 2006. Citation
Chronic Kidney Disease. 2007. available at:
Citation available at : http://www3.umdnj.edu/histsweb/l
http://renalcme.org/program_resou ab22/lab22parathyroid.html.Acces
rces/RC601 Module 2.pdf. sed 26/2/2008.
Accessed11/2/2008. 14. Anonymous. Wikibooks.
5. Hendrix RA. Diseases of The Parathyroid Gland.2007. citation
Thyroid and Parathyroid Glands. available at :
In : Ballenger’s http://en.wikibooks.org/wiki/Hum
Otorhinolaryngology Head and an_Physiology/The_endocrine_sys
Neck Surgery. 16th ed. New York : tem. Accessed 3/3/2008.
BC Decker Inc, 2003 : 1470 – 15. VCU Department of Pathology.
1472. Parathyroid Gland and Calcium
6. Graney DO, Hamaker RC. Metabolism. 2005. Citation
Thyroid / Parathyroid. In : available at :
Cumming’s Otolaryngology Head http://www.pathology.vcu.edu/edu
and Neck Surgery. 3rd ed. Vol 3. cation/endocrine/endocrine/parath
Missouri : Mosby-Year Book Inc, yroid. Accessed 3/3/2008.
1998 : 2445-2449. 16. Costanzo LS. Regulation of
7. Bredenkamp JK, Shiel Jr, William Calcium and Phosphate
C. Parathyroid Glands. 2004. Homeostasis. 1998. Citation
Citation available at : available at :
http://medicinenet.com.Accessed2 www.uib.no/med/avd/physiol/tens
8/2/2008. tad/forelesninger/pdf/CA.pdf.
8. Kay DJ. Embryology of The Accessed 2/2/2008.
Thyroid and Parathyroids. 2007. 17. Toriumi DM, Kerth JD.
Citation available at : Physiology of the Thyroid and
www.emedicine.com/ent/topic534. Parathyroid Glands. In : Paparella
htm.Accessed 2/2/2008. MM, Shumrick DA, eds.
168
Otolaryngology 3rd ed. Vol I. available at :
Philadelphia : WB Saunders Co, www.endotext.org/parathyroid/par
1991 : 411 – 413. athyroid4/parathyroidframe4.htm.
18. Carter WB. Parathyroid Accessed 26/2/2008.
Physiology. 2005. Citation 20. Seeley, Stephens, Tate.
available at : Parathyroid Glands. Endocrine
www.emedicine.com/ent/topic539. Glands. 2003. Citation available
htm. Accessed 2/2/2008. at:
19. Goltzman D. Approach to www.blogsua.com/pdf/18Endocri
Hypercalcemia. 2005. Citation neGlands.pdf. Accessed 2/2/2008.
21.

169

Beri Nilai