Anda di halaman 1dari 8

NURSING CARE PLAN PADA PASIEN DENGAN

FRAKTUR DISERTAI JOURNAL

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah


Keperawatan Medikal Bedah II

DISUSUN OLEH
Kelompok V :
Asep Novi Taufik
Faradilla Miftah Suranata
Nur Afni Wulandari Arifin
Riza Ginanjar
Yestiani Norita Joni

PROGRAM MAGISTER KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
JAKARTA
2017
NURSING CARE PLANS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR

DIAGNOSA TUJUAN DAN KRITERIA


NO INTERVENSI JOURNAL
KEPERAWATAN HASIL
1 Resiko tinggi terhadap  menunjukkan mekanika 1. Pertahankan tirah baring/ekstremitas sesuai
trauma (diagnosa tubuh yang meningkatkan indikasi. Berikan sokongan sendi diatas dan
tambahan) stabilitas pada sisi fraktur dibawah fraktur bila bergerak/membalik.
 menunjukkan 2. Letakkan papan di bawah tempat tidur atau
pembentukan kalus/mulai tempatkan pasien pada tempat tidur ortopedik
penyatuan fraktur dengan Traksi
tepat 3. Pertahankan posisi/integritas traksi (contoh
Buck, Dunlop, Person, Russel)
4. Bantu meletakkan beban di bawah roda tempat
tidur bila diindikasikan.
2 Nyeri akut berhubungan  menyatakan nyeri hilang, 1. Lakukan dan awasi latihan rentang gerak a. Excursion of bone-patella tendon-
dengan agen pencedera menunjukkan tindakan pasif/a bone grafts during the flexion –
fisik (trauma), spasme santai; extension movement in anterior
otot, gerakan fragmen  mampu berpartisipasi cruciate ligament reconstruction:
tulang, edema dan cedera dalam Comparison between isometric and
pada jaringan lunak, alat aktivitas/tidur/istirahat anatomic reconstruction techniques
traksi/imobilisasi, stress, dengan tepat, (25 September 2014)
ansisetas.  menunjukkan b. Reliability of two goniometric
Gejala dan tanda mayor : penggunaan methods of measuring active
Subjektif : keterampilan relaksasi inversion and eversion range of
Mengeluh nyeri dan aktifitas terapeutik motion at the ankle (10 Maret 2006)
Objektif : sesuai indikasi untuk
Tampak meringis situasi individual.
Bersikap protektif
(mis. Waspada, posisi
menghindari nyeri)
Gelisah
Frekuensi nadi 2. Bebat/buat spalk sesuai kebutuhan a. Pengaruh pembidaian terhadap
meningkat penurunan rasa nyeri pada pasien
Sulit tidur fraktur tertutup (Desember 2015)
Gejala dan tanda minor : 3. Dorong menggunakan teknik manajemen a. Indirect reduction technique using a
Subjektif : - stress, contoh relaksasi progresif, latihan distraction support in minimally
Objektif : napas dalam, imajinasi visualisasi. Sentuhan invasive percutaneous plate
Tekanan darah terapeutik osteosynthesis of tibial shaft
meningkat fractures (6 Agustus 2015)
Pola napas berubah b. Efektifitas Relaksasi Nafas Dalam
Nafsu makan berubah Dan Distraksi Baca Menurunkan
Proses berpikir Nyeri Pasca Operasi Pasien Fraktur
terganggu Femur (2 November 2014)
Menarik diri c. Pengaruh teknik relaksasi guided
Berfokus pada diri imagery terhadap penurunan nyeri
sendiri pada pasien pasca operasi fraktur di
Diaforesis rsud dr. Moewardi Surakarta
(2010).
4. Lakukan kompres dingin/es 24-48 jam a. Efektifitas Kompres Dingin
pertama dan sesuai keperluan. Terhadap Penurunan Intensitas
Nyeri Pada Pasien Fraktur Di Rsud
Ungaran (2014)
3. Risiko disfungsi  mempertahankan perfusi 1. Pertahankan peninggian ekstremitas yang
neurovaskuler perifer jaringan dibuktikan cedera kecuali dikontraindikasikan dengan
berhubungan dengan dengan terabanya nadi, meyakinkan adanya sindrom kompartemen.
penurunan/interupsi kulit hangat/kering, 2. Dorong pasien untuk secara rutin latihan
aliran darah ; cedera sensasi normal,sensori jari/sendi distal cedera
vaskuler langsung, edema biasa, tanda vital stabil, 3. Bebat/buat spalk sesuai kebutuhan a. Pengaruh pembidaian terhadap
berlebihan,pembentuka dan haluaran urine adekuat penurunan rasa nyeri pada pasien
trombus untuk situasi individu fraktur tertutup (Desember 2015)
mempertahankan perfusi 4. Siapkan untuk intervensi bedah (contoh
jaringan dibuktikan fibulektomi/fasiotomi) sesuai indikasi
dengan terabanya nadi,
kulit hangat/kering, 5. Berikan kaus kaki antiembolik/tekanan
sensasi normal,sensori berurutan sesuai indikasi
biasa, tanda vital stabil,
dan haluaran urine adekuat
untuk situasi individu
4. Resiko Gangguan mempertahankan fungsi 1. Instruksikan dan bantu dalam latihan nafas
Pertukaran Gas pernapasan adekuat, dalam dan batuk.
berhubungan dengan dibuktikan oleh tak adanya 2. Berikan tambahan O2 bila diindikasikan
perubahan aliran dispnea/sianosis, frekuensi
darah/emboli lemak pernapasan dan GDA dalam
batas normal.
5. Gangguan mobilitas fisik 1. Meningkatkan 1. Instruksikan pasien untuk/bantu dalam a. Excursion of bone-patella tendon-
Kerusakan rangka /mempertahankan rentang gerak pasien/aktif pada eksremitas bone grafts during the flexion –
neuromoskuler: nyeri mobilitas pada tingkat yang sakit dan yang tak sakit extension movement in anterior
/ketidaknyamanan; terapi paling tinggi yang cruciate ligament reconstruction:
restriktif(imobilisasi mungkin Comparison between isometric and
tungkai) yang ditandai 2. Mempertahankan posisi anatomic reconstruction techniques
dengan: fungsional (25 September 2014)
Gejala dan Tanda Mayor 3. Meningkatkan b. Reliability of two goniometric
Subjektif kekuatan/fungsi yang sakit methods of measuring active
Mengeluh sulit dan mengkompensasi inversion and eversion range of
menggerakan bagian tubuh motion at the ankle (10 Maret 2006)
eksremitas 4. Menunjukan tehnik yang 2. Dorong penggunaan latihan isometrik mulai a. Effectiveness of acupressure versus
Objektif mampu melakukan dengan tungkai yang tak sakit isometric exercise on pain, stiffness,
Kekuatan otot aktivtas and physical function in knee
menurun osteoarthritis female patients
(2014).
Rentang gerak (ROM) 3. Instruksikan/dorong menggunakan trapeze
menurun dan “pasca-posisi” untuk tungkai bawah.
Gejala dan Tanda Minor 4. Bantu/dorong perawatandiri/kebersihan
Subjektif (contoh mandi, mencukur)
Nyeri saat bergerak
Enggan melakukan 5. Berikan/bantu dalam mobilisasi dengan kursi
pergerakan roda, kruk tongkat, segera mungkin.
Merasa cemas saat Instruksikan keamanan dalam menggunakan
bergerak alat mobilitas.
Objektif 6. Berikan diet tinggi protein, karbohidrat,
Sendi kaku vitamin dan mineral
Gerakan tidak
terkoordinasi
Gerakan terbatas
Fisik lemah
6. Gangguan integritas  Menyatakan 1. Masase kulit sekitar akhir gips dengan
kulit/Jaringan ketidaknyamanan hilang alcohol;
berhubungan dengan  Menunjukan
Cedera tusuk ; fraktur perilaku/tehnik untuk
terbuka ; bedah mencegah tehnikuntuk
perbaikan; pemasangan mencegah kerusakan
traksi pen; kawat, sekrup. kulit/memudahkan
Perubahan sensasi, penyembuhan sesuai
sirkulasi; akumulasi indikasi
ekskresi/secret.  Menunjukan
Imobilisasi fisik yang perilaku/tehnik untuk
ditandai dengan : mencegah kerusakan
Gejala dan Tanda Mayor kulit/memudahkan
Subjektif : (Tidak penyembuhan sesuai
tersedia) indikasi.
Objektif  Mencapai penyembuhan
luka sesuai
Kerusakan jaringan waktu/penyembuhan lesi
dan/atau lapisan kulit terjadi.
Gejala dan Tanda Minor
Subjektif : (Tidak
tersedia)
Objektif
Nyeri
Perdarahan
Kemerahan
Hematoma