Anda di halaman 1dari 4

Materi Pelatihan Asesor Kompetensi 2018

Dalam pelatihan Asesor Kompetensi ada beberapa istilah yang akan sering kita
gunakan, yakni:
o Asesor (orang yang melakukan asesmen),
o Asesmen (Kegiatan merencanakan, melaksanakan, dan mengkaji ulang uji
kompetensi), serta
o Asesi (Pihak yang dijadikan objek asesmen, biasanya: mahasiswa)

Selama melaksanakan pelatihan asesor kompetensi, dokumen yang harus disiapkan:

 Dokumen role play (map merah),


 tugas mandiri (map kuning),
 ACA (Asesmen Calon Asesor) (map hijau) dan dokumen permohonan menjadi
asesor (map biru).
 Setiap dokumen terdiri dari 15 format (tapi tidak semua format dipersiapkan,
hanya yang diperlukan saja yang kita siapkan). Untuk dokumen permohonan
menjadi asesor (map biru) sudah disediakan panitia pelatihan.

Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat melalui pengujian kompetensi. Sedangkan


sertifikat adalah bukti pengakuan tertulis atas hasil uji kompetensi tertentu. Metodologi
asesmen oleh BNSP, sedangkan teknisnya oleh LSP. Asesor kompetensi bekerja atas
perintah dan tanggung jawab LSP. Dalam hal uji kompetensi atas BNSP, asesor
kompetensi bekerja atas perintah dan tanggung jawab terhadap BNSP.

Struktur Standar Kompetensi : Kode Unit, Judul Unit, Deskripsi Unit, Elemen
Kompetensi, Kriteria Unjuk Kerja, Batasan Variabel, Panduan Penilaian

Adapun formulir asesmen terdiri dari:

 MMA = menentukan pendekatan, Merencanakan dan Mengorganisasi asesmen,


 MPA = menentukan fokus perangkat asesmen, kebutuhan perangkat,
merancang dan mengembangkan perangkat, meninjau dan mengujicoba
perangkat asesmen,
 MAK = menerapkan lingkungan asesmen, mengumpulkan bukti, mendukung
asesi, membuat keputusan asesmen, merekam dan melaporkan keputusan
asesmen, meninjau proses asesmen

Ada beberapa cara yang dapat kita gunakan untuk mengumpulkan informasi,
diantaranya dengan tes lisan, wawancara, observasi, ataupun portopolio.
- Tes lisan biasanya digunakan untuk mengetahui pengetahuan,
- Wawancara digunakan untuk menggali pengalaman.
- Observasi dilakukan dengan cara siswa melaksanakan dan diperhatikan oleh
asesor,
- Portofolio dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumen lalu di analisis.

Kata kerja, Jenis Bukti dan Metode Perangkat:


Motorik : Langsung
Observasi Demonstrasi CLO (Ceklist Observasi)
Kognitif : Tambahan
 Lisan = DPL (Daftar Pertanyaan Lisan)
 Tertulis = DPT (Daftar Pertanyaan Tertulis)
 LJT (Lembar Jawaban Tertulis)
 KJT (Kunci Jawaban Tertulis)

Adapun sifat bukti terdiri dari VATM: Valid, Asli, Terkini dan Memadai. Apabila bukti
yang dikumpulkan dari Asesi – terpenuhi – maka asesi dinyatakan kompeten, apabila
seluruh unit kompetensi belum tuntas, maka boleh dikeluarkan skill paspor

Terdapat 5 dimensi kompetensi, yakni :


1. Task skill (TS) = mengerjakan satu pekerjaan.
2. Task Management Skill (TMS) = mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu
waktu.
3. Contigency Mangement Skill (CMS) = kemampuan merespon kejadian ireguler,
menyelesaikan masalah.
4. Job Role Environment Skill (Jress) = Bekerja sesuai SOP atau harapan lingkungan
kerja.
5. Transfer Skill (TrS) = Kemampuan meningkatkan kinerja dengan bekerja di
lingkungan yang berbeda. (BUKAN antara mobil matic dan manual !!!)

Dalam melaksanakan asesmen, terdapat 4 prinsip asesmen, yakni:


1. Valid (menguji apa yang harus diuji),
2. Reliable (konsisten, perangkat yang dibuat harus bisa digunakan oleh siapa saja
dengan hasil yang sama),
3. Fleksibel (disesuaikan dengan kebutuhan asesi, mis. OBK),
4. Fair, adil memberikan kesempatan dan fasilitas yang sama

Berikut adalah susunan role play:


1. Asesi datang ke LSP untuk registrasi, dari LSP dikasih formulir APL 01, APL 02,
SKKNI. Petugas LSP menghubungi asesor, membuat janji, asesi pulang.
2. (Tahap Pra Asesmen) Asesi datang dengan membawa APL 01, APL 02 yang
sudah terisi, dengan ijasah dan cv, serta sertifikat, verifikasi APL 1, meyakinkan
SKKNI, menyampaikan MMA, prosedur banding, APL 2 sambil menilai bukti-
bukti, VAT, VATM, MMA, apakah setuju dengan perencanaan, berjanji memegang
rahasia, jika ok di ttd.
3. (Tahap Pelaksanaan Asesmen) Hari ketiga datang dan melaksanakan tes.
Pastikan asesi nyaman, tanya kesiapan, konfirmasi tes gimana, Tes lisan
(langsung diperoleh hasilnya), tes tulis (minta waktu untuk mengerjakan), asesi
dipersilakan untuk istirahat, praktek observasi ke lab atau ruang praktek ada
TPD, dan asesor mengamati sambil mengisi CLO.
4. Setelah selesai WAJIB diberi rekomendasi Kompeten atau Belum Kompeten. Jika
belum kompeten diberikan solusi.
5. Form umpan balik.
6. Kalau tidak terima lakukan banding.
7. Kalau kompeten, menjelaskan penerbitan sertifikat.
8. Asesi pulang, asesor mengisi MAK 05, pelaporan
4 Penilaian Lanjutan (PL) biasanya diberikan kesempatan sekali lagi, jika gagal
boleh mengikuti ujikom pada level yang lebih mudah, K, BK. Adapun tahapannya
terdiri dari pra asesmen, asesmen, keputusan, dan pelaporan.

Contoh ROLE PLAY


1. Selamat siang, saya Bayu Wiro, Asesor di LSP P1 PPNS, maaf kalau boleh tau ini
dengan saudara/i siapa?.
2. Baik mas Yogi ada yang bisa saya bantu?.
3. LSP P1 PPNS dapat membantu mas Yogi untuk mendapatkan sertifikat uji
kompetensi, beberapa hari yang lalu Anda sudah datang kesini dan memperoleh
2 formulir yakni APL 01 dan APL 02, betul ya? baik apa formulirnya sudah diisi
lengkap?, apakah Anda juga sudah membawa bukti-bukti seperti fotokopi nilai
KHS sebagai lampiran?.
4. Baik, sebelumnya kita akan melaksanakan Pra Asesmen terlebih dahulu, kegiatan
Pra asesmen ini dianggap perlu, yakni konsultasi sebelum dilaksanakan asesmen
atau tes yang nanti akan adek laksanakan. Baik saya mulai dari dokumen APL 1,
dengan mas Yogi Setiawan betul ya? lahir dimana? Tanggal berapa? Alamat
rumah di ,,,,,, betul ya? saya akan menjelaskan mengenai penilaian bukti bukti,
yang pertama adalah valid, asli, terkini, dan memadai, valid artinya sesuai, saya
lihat bahwa secara bukti sudah valid, aspek keaslian, saya sudah meyakini
dokumen dapat dibuktikan keasliannya, dan secara aspek terkini juga sama.
5. Boleh saya lanjutkan? Selanjutnya saya akan memverifikasi formulir APL 2, baik
sudah Anda isi, saya melihat Anda merasa kompeten, dan dari bukti-bukti yang
Anda berikan maka saya merekomendasikan untuk Asesmen selanjutnya.
6. Selanjutnya saya akan sedikit menjelaskan tentang SKKNI, dimana SKKNI adalah
standar kompetensi yang digunakan di LSP P1 PPNS ini. Silakan mas Yogi sambil
membaca isi dari SKKNI ini. SKKNI ini terdiri dari Kode Unit, Judul Unit,
Deskripsi Unit, Elemen Kompetensi, Kriteria Unjuk Kerja, Batasan Variabel,
Panduan Penilaian. Apakah Anda sudah memahami tentang SKKNI ini?
7. Baik, kita akan membahas tentang perencanaan asesmen. Kita akan
menggunakan jenis bukti langsung dan jenis bukti tambahan, adapun metode
yang akan kita gunakan adalah metode tes lisan, tes tulis, dan observasi
demonstrasi. Tes lisan disini nanti saya akan mengajukan pertanyaan mengenai
materi uji dan langsung dijawab oleh mas Yogi. Pada saat menjawab lisan, akan
saya rekam ya. Sedang tes tulis, nanti Anda akan mengerjakan soal uraian, dan
harus mengisi di lembar jawaban yang sudah tersedia, dan terakhir ada tes
praktek. Jadi kalau boleh saya simpulkan, tes yang akan Anda ikuti ada tiga, yakni
tes lisan tes tulis, dan praktek. Sampai disini ada mungkin pertanyaan?
h. Selanjutnya saya akan membahas tentang peralatan dan perlengkapan uji yang
sudah kami sediakan disini, yakni lembar soal, lembar jawaban, alat tulis, dan
printer, kertas, dan kalkulator. Maaf sebelumnya, apakah mas Yogi ada
kebutuhan khusus? apakah mas Yogi ada pertanyaan?.
8. Setelah nanti saya selesai memeriksa hasil tes, saya akan memberikan
keputusan, yakni berupa rekomendasi apakah Anda ini dinyatakan kompeten,
belum kompeten, atau perlu adanya penilaian lanjutan. apabila nanti ade
keberatan dengan proses asesmennya, ade boleh mengajukan banding, dengan
mengisi form banding. Ini formulir bandingnya sudah kami persiapkan. (MAK
03).
9. Saya berjanji akan menjaga kerahasiaan, saya tidak akan membocorkan nya,
kecuali kepada pihak pihak tertenu yang berkepentingan. Apakah mas Yogi
sudah setuju dengan perencanaan asesmen kita ini? Baik kalau sudah, saya
persilakan mas Yogi untuk menandatangani formulir ini. Dengan demikian
asesmen akan dilaksanakan pada …(Pra Asesmen Selesai, Asesi Pulang).
10. Hari ketiga datang dan melaksanakan tes. Pastikan asesi nyaman, tanya
kesiapan, konfirmasi tes gimana, Tes lisan (langsung diperoleh hasilnya), tes
tulis (minta waktu untuk mengerjakan), asesi dipersilakan untuk istirahat,
praktek observasi ke lab atau ruang praktek ada TPD, dan asesor mengamati
sambil mengisi CLO.
11. Setelah selesai WAJIB diberi rekomendasi Kompeten atau Belum Kompeten.
12. Jika belum kompeten diberikan solusi.
13. Asesi mengisi formulir umpan balik.
14. Kalau Asesi tidak terima lakukan banding.
15. Kalau kompeten, menjelaskan penerbitan sertifikat.
16. Asesi pulang, asesor mengisi MAK 05 dan MAK 06, pelaporan

Berikut adalah chek list formulir asesmen yang harus disiapkan dimulai dari
perencanaan hingga tahap pelaporan.

Tahap Pra Asesmen:

1. Form APL 01 Permohonan Sertifikasi Kompetensi.


2. Portofolio Asesi.
3. Form APL 02 Asesmen Mandiri (untuk menentukan apakah asesi bisa
melanjutkan asesmen atau tidak).
4. Copy Skema sertifikasi dan Standar Kompetensi.
5. FR-MMA. Merencanakan dan Mengorganisasikan Asesmen.
6. FORM MAK.03 Formulir Banding.
7. Form MAK 01 Form Persetujuan Asesmen

Pelaksanaan Asesmen:

8. FORM MPA 01 Menentukan Fokus Perangkat Asesmen.


9. MPA 02 Merancang dan Mengembangkan Perangkat Asesment.
10. FORM MPA PERANGKAT ASESMEN :
1) Daftar Cek Verifikasi Portofolio (MPA 02.1).
2) Observasi Demonstrasi (MPA 02.2).
3) Pertanyaan Lisan (MPA 02.3).
4) Tertulis (MPA 02.4).
5) Wawancara .
6) Laporan Pihak Ketiga .
7) Kerja Proyek .
11. FR-MPA.03 Meninjau dan Meng-Ujicoba Perangkat Asesmen

Memberikan Keputusan:
12. FORM MAK.02 Keputusan dan Umpan Balik Asesmen.
13. FORM MAK.04 Umpan Balik Asesment

Pelaporan:
14. FR-MAK.05 Formulir Laporan Asesmen.
15. FR-MAK.06 Meninjau Proses Asesmen