Anda di halaman 1dari 2

Aplikasi bioteknologi lingkungan digunakan untuk menyejahterakan hidup manusia

terhadap lingkungannya. Hal tersebut diantaranya meliputi membersikan lingkungan yang


tercemar polutan dan pencegahan masuknya polusi ke lingkungan atau pencegahan kerusakan
alam.

Dalam memperbaiki lingkungan dari limbah yang sulit terurai, dapat digunakan
mikroorganisme sebagai pengurai. Salah satunya, selulosa adalah komponen utama limbah
pertanian (Petre dan Petre, 2013). Dalam menangani hal tersebut, budidaya jamur mycelia yang
terendam adalah metode yang menjanjikan yang dapat digunakan dalam proses bioteknologi
baru untuk memperoleh zat-zat farmasi antikanker, antivirus, immuno-modulasi, dan anti-
sklerotik dari biomassa jamur. (Breene, 1990).

Selain diolah menjadi zat-zat farmasi, selulosa juga dapat digunakan untuk membuat
bahan bakar. Konsep menggunakan bahan tanaman sebagai sumber bahan bakar dapat
digunakan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Untuk memproduksi
etanol, dilakukan pretreatment lalu dihidrolisis secara hidrolisis kimia atau enzimatik dan
kemudian difermentasi menjadi etanol (Philbrook dkk, 2013)

Contoh aplikasi bioteknologi dalam mencegah polusi diantaranya dalam menghadapi


isu globalisasi, banyak penelitian yang dikembangkan mengenai mitigasi gas CO2 . salah
satunya adalah pemanfaatan fotosintesis mikroorganisme Cyanobacterium synechococcus sp.
yang telah direkayasa genetik dalam membentuk plastik biodegradable polihidroksialkanoat
(PHA). PHA adalah biopolimer yang terakumulasi oleh berbagai mikroorganisme. (Miyasaka
dkk, 2013).

Selain itu, bioteknologi lingkungan juga dapat diaplikasikan dalam mencegah


punahnya flora. Menurut Tasheva dan Kosturkova (2013), mikropropagasi dianggap memiliki
aspek komersial dan ekonomis terbesar untuk propagasi cepat dan konservasi ex situ tanaman
obat langka, endemik, dan terancam punah.

Mikropropagasi sendiri adalah perbanyakan vegetatif dari tanaman dalam kondisi in


vitro (dalam wadah kaca dalam kondisi yang dikendalikan) yang mengarah ke pengembangan
banyak tanaman dari jaringan yang dipotong dan mereproduksi potensi genetik dari tanaman
donor awal (Tasheva dan Kosturkova, 2013).

Gambar 1. Mikropropagasi in vitro Gentiana lutea L. pada MPl medium (Tasheva dan Kosturkova,
2013)
Daftar Pustaka

Miyasaka, Hitoshi dkk. 2013. Polyhydroxyalkanoate (PHA) Production from Carbon Dioxide
by Recombinant Cyanobacteria. Rijeka: InTech

Petre, Marian dan Violeta Petre. 2013. Environmental Biotechnology for Bioconversion of
Agricultural and Forestry Wastes into Nutritive Biomass. Rijeka: InTech

Philbrook, Amy dkk. 2013. Biochemical Processes for Generating Fuels and Commodity
Chemicals from Lignocellulosic Biomass. Rijeka: InTech

Tasheva, Krasimira dan Georgina Kosturkova. 2013. Role of Biotechnology for Protection of
Endangered Medicinal Plants. Rijeka: InTech