Anda di halaman 1dari 4

Anaerobik :

1. Kelebihan

a. Sesuai untuk mengolah air limbah dengan konsentrasi BOD lebih tinggi dan untuk kapasitas
menengah sampai besar.
b. Menghasilkan biogas (70-90 % CH4).
c. Tidak membutuhkan energi untuk oksidasi
d. Membutuhkan area lebih kecil
e. Lumpur yang dihasilkan sedikit.

2. Kekurangan

a. Temperatur air limbah harus dijaga sekitar 20-35 C


b. Setelah diolah dalam sistem anaerobik effluen perlu diolah lagi secara aerob sebelum di buang
ke badan penerima untuk mereduksi parameter NH4
c. Tidak sesuai untuk mengolah air limbah dengan konsentrasi nitrat dan atau sulfat tinggi.
d. Pengoperasian cukup rumit karena sangat tergantung pada temperatur dan pH air limbah.

Teknologi yang digunakan pada pengolahan limbah secara anaerob:

1) Sistim Anaerobic Filter


Anaerobic Filter (atau dikenal juga dengan sebutan Fixed Bed atau Fixed Film Reactor)
mempunyai prinsip yang diharapkan untuk memoroses bahan bahan yang tidak
terendapkan dan bahan padat terlarut (dissolved solid) dengan cara mengkontakkan
dengan surplus mikro organisme. Mikro organisme tersebut akan menguraikan bahan
organic terlarut (dissolved organic) dan bahan organik yang terdispersi (dispersed organic)
yang ada didalam limbah.
yang dimaksudkan sebagai filter adalah media dimana bakteri dapat menempel dan
limbah dapat mengalir/Iewat diantaranya. Selama aliran ini kandungan organik akan
diuraikan oleh berbagai bakteria dan hasilnya adalah pengurangan kandungan organik
pada effluent. Media yang digunakan bermacam macam tetapi Media yang baik luas
permukaannya (surface area) kira kira 100 – 300 m2 per m3 volume yang ditempatinya.
Teknologi pengolahan limbah secara aeerob:

1) Lumpur aktif
Saat ini, proses lumpur aktif sering digunakan pada penanganan limbah hasil dari reaktor
anaerob. Sistem ini diduga dapat mengurangi konsumsi energi serta menghasilkan sedikit
sisa lumpur. Tujuan dari penanganan dengan proses lumpur aktif diantaranya adalah
penghilangan BOD, nitrifikasi, serta denitrifikasi. Pada penghilangan BOD, umpan limbah
dimetabolisme oleh mikroba pada lumpur aktif sebagai substrat sehingga terkonversi
menjadi biomassa, air, karbon dioksida, dan gas lainnya. Pada proses nitrifikasi, terjadi
oksidasi ammonia menjadi nitrit dan nitrat oleh bakteri. Sedangkan proses denitrifikasi,
nitrit dan nitrat terkonversi menjadi gas, khususnya adalah gas nitrogen.

Biomassa terpisah pada tangki sedimentasi sekunder sehingga mengalami flokulasi dan
pengendapan. Hal ini menyebabkan bakteri, protozoa, dan mikroorganisme lain
membentuk floc makroskopis sehingga dapat tersedimentasi. Pelekatan
mikroorganisme ini dibantu oleh matriks polisakarida yang dihasilkan oleh mikroba
tersebut.

Gambar 1. Flok Lumpur Aktif (Prasetyan, 2017)

Gambar 2. Ilutrasi Pengolahan Limbah dengan Lumpur Aktif (Prasetyan, 2017)


(PDF) Pengolahan Air Limbah dengan Metode Lumpur Aktif dan Karbon Aktif. Available
from:
https://www.researchgate.net/publication/312378060_Pengolahan_Air_Limbah_denga
n_Metode_Lumpur_Aktif_dan_Karbon_Aktif [accessed Nov 08 2018].
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DENGAN METODE BIOLOGIS Ir.Latar Muhammad Arief, MSc Dosen FKM,
Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Univ Esa Unggul