Anda di halaman 1dari 11

MODUL PERKULIAHAN

MANAJEMEN
KONSTRUKSI
Project Risk Management

Fakultas Program Studi e-learning Kode MK Disusun Oleh

11
Fakultas Teknik Program Studi 81004 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM
Perencanaan dan Teknik Sipil
Desain

Abstrak Kompetensi
Modul ini memberikan pengetahuan kepada Mahasiswa mengetahui dan memahami
mahasiswa mengenai pengertian dan fungsi pengertian manajemen proyek, unsur-unsur
manajemen, pengertian proyek, manajemen yang terlibat dan hubungan kerja diantara
proyek, unsur-unsur yang terlibat serta mereka.
hubungan kerja diantaranya mereka

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


1 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
1. PENDAHULUAN

Segala sesuatu yang dilakukan dalam bisnis akan mengandung resiko. Organisasi
yang baik adalah yang dapat memilih aktifitas dengan resiko yang paling rendah atau dengan
kata lain memilih resiko yang dapat dikendalikan . Melakukan aktifitas dengan resiko sangat
rendah berarti organisasi tersebut terlalu konservatif atau berhati – hati dan cenderung
membatasi pertumbuhannya. Kita dapat menilai juga bahwa pada resiko kecil maka
keuntungan atau pertumbuhannya pun juga akan kecil. Sebaliknya, pada resiko besar, maka
kemungkinan akan bertumbuh besar namun potensi gagal besar juga.
Project risk management bertujuan untuk meningkatkan kemungkinan kejadian yang
positif dan mengurangi kemungkinan kejadian yang negatif. Project risk management,
ditampilkan dalam gambar 11-1, meliputi proses sebagai berikut :

a. Perencanaan pengendalian resiko (Plan risk management), meliputi proses penentuan


bagaimana melaksanakan pengendalian resiko sebuah proyek
b. Identifikasi resiko (Identify risks), menentukan resiko mana yang akan berdampak pada
proyek dan mengetahui karakteristiknya. Salah satu cara untuk identifikasi resiko adalah
pelajaran dari proyek terdahulu.
c. Melakukan analisa resiko kualitatif, yaitu proses menentukan prioritas resiko untuk
aktifitas yang akan datang dengan cara mereview kemungkinan terjadi dan dampaknya.
Cara untuk analisa ini antara lain penggolongan jenis resiko dan tingkat urgensinya,
penggolongan resiko berdasarkan kemungkinan terjadinya dan besar kecil dampak yang
diakibatkannya
d. Melakukan analisa resiko kuantitatif, yaitu proses analisa numeris terhadap akibat suatu
resiko pada proyek. Cara untuk analisa ini antara lain pengumpulan data resiko yang
pernah terjadi, analisa sensitifitas, decision tree analysis, tornado diagram, Monte Carlo
analysis
e. Merencanakan penanggulangan resiko (risk mitigation), yaitu proses pemilihan alternatif
dan langkah untuk meningkatkan kesempatan positif dan mengurangi ancaman bagi
proyek. Caranya antara lain dengan risk assessment, risk audit, technical performance
measurement dan lain - lain
f. Kontrol resiko, yaitu proses implementasi rencana penanggulangan resiko, menelusuri
resiko yang mungkin terjadi, identifikasi resiko baru dan evaluasi efektifitas
penanggulangan resiko dalam proyek.

Resiko proyek adalah kejadian yang tidak tentu (uncertain) yang memiliki dampak positif
maupun negatif pada scope pekerjaan, schedule, biaya atau kualitas. Langkah terbaik adalah

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


2 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
mengetahui sedini mungkin adanya potensi resiko yang akan timbul sehingga dapat
merencanakan beberapa alternatif untuk menanggulanginya. Organisasi mempunyai persepsi
yang berbeda – beda dalam menghadapi resiko, tergantung dari keberaniannya mengambil
resiko, toleransi terhadap dampak yang ditimbulkannya dan batas finansial yang dipersiapkan
untuk menghadapi resiko tersebut.

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


3 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
2. PLAN RISK MANAGEMENT

Perencanaan manajemen resiko adalah proses bagaimana kita melaksanakan


pengelolaan resiko dalam sebuah proyek. Salah satu manfaat dari perencanaan ini adalah
mengkomunikasikan rencana pengelolaan resiko kepada stakeholder, agar mendapat
persetujuan dan dukungan apabila resiko benar terjadi . Risk management plan
menjelaskan bagaimana suatu resiko akan ditangani secara tersruktur, meliputi elemen
sebagai berikut :

a. Metodologi penanganan resiko, meliputi cara penanggulangan dan data yang


digunakan
b. Penanggungjawab untuk masing – masing resiko yang akan terjadi, lengkap
dengan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya
c. Anggaran harus dicadangkan untuk menanggulangi resiko di kemudian hari
d. Periode pengamatan resiko perlu direncanakan sesuai dengan dugaan seberapa
sering resiko tersebut akan terjadi
e. Kategori resiko bukan hanya kecelakaan kerja, tetapi bermacam – macam aspek
bisa menjadi resiko kegagalan proyek. Salah satu cara untuk memetakan jenis –
jenis resiko adalah menggunakan Risk Breakdown Structure (RBS)

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


4 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
3. IDENTIFIKASI RESIKO

Identifikasi resiko adalah proses menentukan resiko yang mungkin berdampak pada
proyek dan mencatat karakteristiknya. Keberhasilah identifikasi ini ditentukan oleh kumpulan
data dari resiko yang pernah terjadi dan kemampuan untuk mengantisipasinya. Resiko proyek
harus dicatat dalam risk register, yaitu sebuah daftar dari seluruh resiko yang mungkin
terjadi, akar masalahnya, kategori dan respons yang diperlukan. Risk register adalah output
utama dari proses identifikasi resiko. Risk register akan terus bertambah menjadi sebuah data
bank seiring dengan bertambahnya kejadian di proyek. Makin banyak risk register, maka
makin besar kemungkinan untuk mengantisipasinya.

Berbagai macam bentuk resiko antara lain :

a. Resiko disain, yaitu resiko yang terkandung dalam disain dan material yang dipilih
b. Resiko eksternal, termasuk di dalamnya terkait perijinan dan instansi pemerintahan
c. Resiko lingkungan, dampak lingkungan yang diakibatkan oleh pembangunan proyek
d. Resiko keuangan, segala aktifitas proyek sepanjang project life cycle yang dapat
berakibat tambahan biaya
e. Resiko konstruksi meliputi kecelakaan kerja dan kegagalan bangunan
f. Resiko manajemen proyek meliputi seluruh penyimpangan dari rencana manajemen
proyek
g. Resiko alam terkait dengan cuaca dan bencana alam

Untuk masing – masing resiko yang terdaftar dalam risk register harus dibuat estimasi
biayanya untuk diperhitungkan dalam anggaran penanggulangan resiko. Beberapa teknik
identifikasi resiko adalah sebagai berikut :

a. Analisa dokumen, yaitu mempelajari dokumen proyek (perencanaan proyek, asumsi,


kontrak dll) untuk membandingkan antara rencana awal dan hasil akhir. Perbedaan di
antara keduanya dapat dicermati sebagai potensial resiko yang mungkin terjadi pada
proyek berikutnya
b. Analisa asumsi. Setiap resiko proyek yang teridentifikasi selalu berdasar pada hipotesis,
skenario atau asumsi. Analisa ini meneliti sejauh mana kebenaran asumsi yang diambil
sesuai dengan kondisi
c. Diagram fishbone / diagram ishikawa, yaitu cara mengurai sebab dan akibat dari sebuah
resiko.
d. Analisa SWOT berguna untuk mengetahui kondisi proyek ditinjau dari segi kekuatannya
(strength), kelemahannya (weakness), kesempatan (opportunity) dan ancama (threat).

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


5 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
4. ANALISA RESIKO KUALITATIF

Analisa resiko kualitatif adalah proses menentukan prioritas resiko berdasar


kemungkian terjadinya dan dampak yang diakibatkannya. Proses ini menganalisa setiap
resiko yang tercatat dalam risk register. Dalam hal ini dapat digunakan probability and impact
matrix (PIM) untuk membuat rangking dan prioritas. Analisa ini tentunya akan berubah dengan
adanya penambahan data resiko. Dengan adanya pencatatan resiko baru, bisa jadi prioritas
suatu resiko akan bergeser. Urutan cara analisa kuantitatif sebagai berikut :

a. Tentukan ranking terjadinya resiko dan analisa dampak (risk probability and impact
assessment). Analisa kejadian resiko mengivestigasi suatu resiko yang akan terjadi,
sedangkan analisa dampak resiko menginvestigasi dampak apa saja yang akan berakibat
pada target proyek (schedule, anggaran, kualitas ). Keduanya diberi score (nilai) sesuai
dengan definisi pada rencana penanggulangan resiko. Nilai tinggi diberikan pada resiko
dengan prioritas yang tinggi pula

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


6 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
b. Matriks kejadian dan dampak resiko (Probability and Impact Matrix), terlihat dalam contoh
matriks di bawah ini.

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


7 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
Tabel di atas menunjukkan kombinasi dari tingkat kejadian dan dampak yang dapat
digunakan untuk menentukan tingkat resiko rendah, sedang atau tinggi. Dengan demikian
respons manajemen dapat pula dikategorikan sebagai berikut :
1. Resiko negatif berupa ancaman (threat)
 Resiko tinggi (warna merah) adalah prioritas utama dan memerlukan
response yang cepat dan sangat hati – hati
 Resiko rendah (warna hijau) adalah cukup dimonitor saja dan dialokasikan
sebagai cadangan
2. Resiko positif berupa kesempatan (opportunity)
 warna merah adalah prioritas utama untuk dikejar karena akan
mendatangkan keuntungan paling tinggi dan dapat dicapai dengan mudah
 warna hijau mengindikasikan kesempatan yang cukup dimonitor saja

Kita juga perlu menguji seberapa baik sebuah resiko dimengerti dan seberapa baik pula
data – data empiris yang digunakan sebagai identifikasi resiko. Risk breakdown structure
(RBS) adalah cara yang banyak dipakai untuk menyusun identifikasi resiko secara

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


8 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
terstruktur. Resiko yang paling mungkin terjadi dalam waktu dekat tentu saja memerlukan
perhatian yang mendesak daripada resiko lain yang terjadi dalam jangka panjang.

5. ANALISA RESIKO KUANTITATIF

Analisa resiko kuantitatif adalah sebuah cara numerik dalam memperkirakan


kemungkinan terjadinya resiko, berdasar evaluasi secara simultan terhadap seluruh
dampak yang teridentifikasi dan resiko yang dapat diperhitungkan. Analisa ini
dilakukan terhadap resiko yang sudah ditentukan prioritasnya melalui analisa kualitatif.
Namun demikian pada kasus tertentu analisa kuantitatif tidak dapat dilaksanakan
karena kurangnya data secara numerik. Pada kondisi demikian, maka pengalaman
(expert judgement) dapat digunakan untuk mengkonversi data kualitatif menjadi
kuantitatif.
Beberapa cara analisa kuantitatif antara lain sebagai berikut :
a. Sensitivity analysis. Analisa ini menentukan resiko mana yang paling besar
berdampak terhadap proyek. Bentuk tipikal dari analisa ini adalah berupa diagram
tornado yang menunjukkan perbandingan relatif dampak dari berbagai resiko
dengan tingkat ketidakpastian yang beragam.
b. Expected monetary value analysis (EMV), yaitu sebuah konsep statistik yang
menghitung rata – rata keluaran dalam kondisi ketidakpastian (uncertainty). EMV
opportunity menghasilkan nilai positif sedangkan pada threat akan menghasilkan
nilai negatif. Biasanya analisa ini menggunakan decision tree analysis
c. Modeling and simulation. Simulasi resiko proyek menggunakan model yang
mengubah ketidakpastian menjadi dampak pada proyek. Simulasi ini biasanya
menggunakan teknik monte carlo. Dalam simulasi, sebuah pemodelan proyek

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


9 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
dihitung secara iterasi dengan cost estimate atau durasi sebagai input. Sebagai
contoh pada analisa biaya – resiko, simulasi menggunakan cost estimates.
Sedangkan pada analisa schedule – resiko, digunakan network diagram dan
estimasi durasi.

6. RESPONS TERHADAP RESIKO

Respons terhadap resiko (plan risk respons) adalah proses pembuatan


alternatif dan rencana kerja untuk mengembangkan kesempatan (opportunity) dan
mengurangi kerugian / ancaman (threats). Tujuan utama proses ini adalah mencari
solusi terhadap resiko – resiko sesuai dengan prioritasnya. Respon ini adalah sebuah
alternatif yang disusun berdasarkan analisa kualitatif dan / atau kuantitatif.
Pengambilan keputusan ini harus sesuai dengan prioritas resiko, efisien dalam biaya,
realistis, disetujui pihak terkait dan dilaksanakan oleh orang yang kompeten.
Terdapat empat strategi untuk menentukan respons terhadap resiko negatif,
sebagai berikut :
a. Avoid (menghindar), yaitu strategi yang diambil untuk menghilangkan ancaman
(threat) atau melindungi proyek dari dampak resiko. Konsekuensi strategi ini
adalah jadwal mundur dan penambahan biaya
b. Transfer (melimpahkan resiko), yaitu strategi yang diambil untuk melimpahkan
resiko kepada pihak lain. Contohnya resiko biaya yang ditransfer ke pihak asuransi
atau penggunaan jenis kontrak fixed price adalah mengalihkan resiko kepada
kontraktor. Sebaliknya jenis kontrak cost plus fee adalah mengalihkan resiko
kepada pemberi tugas
c. Mitigate (mengurangi), yaitu strategi yang diambil untuk mengurangi dampak
resiko. Sebagai contoh mengalokasikan biaya cadangan akan mengurangi resiko
tersendatnya proyek
d. Accept (menerima), yaitu strategi yang diambil untuk menghadapi resiko yang
terjadi. Dalam hal ini, tim proyek tidak melakukan tindakan apapun sampai resiko
yang sudah diperkirakan benar – benar terjadi. Contoh yang biasa dilakukan
adalah menganggarkan sejumlah biaya untuk menghadapi resiko, memberikan
waktu lebih banyak pada proyek, menempatkan sumberdaya manusia lebih
banyak untuk cadangan

Terdapat empat strategi untuk menentukan respons terhadap resiko positif,


sebagai berikut :
a. Exploit (memastikan terjadi), yaitu strategi yang diambil untuk memastikan dampak
positif tersebut dapat terjadi. Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


10 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id
ketidakpastian (uncertainty). Contoh penugasan tim khusus untuk menyelesaikan
tugas dengan cepat
b. Enhance (meningkatkan), yaitu strategi yang diambil untuk meningkatkan dampak
positif yang akan terjadi. Contoh adalah penambahan tenaga kerja agar pekerjaan
dapat selesai lebih cepat
c. Share (membagi), yaitu strategi yang diambil untuk membagi kesempatan
(opportunity) kepada pihak lain yang lebih kompeten agar lebih banyak manfaat /
dampak positif yang dapat diambil lagi. Contoh strategi partnership, joint ventures,
joint operation
d. Accept (menerima), yaitu strategi yang diambil untuk mengambil dampak positif
yang terjadi tanpa melakukan usaha ekstra.

7. KONTROL RESIKO

Kontrol resiko adalah proses penerapan rencana respons terhadap suatu resiko,
menelusuri resiko yang teridentifikasi, monitoring resiko susulan, identifikasi resiko baru
dan evaluasi efektifitas penanggulangan resiko. Tujuan utama kontrol resiko adalah
meningkatkan efisiensi dari penanganan resiko sepanjang project life cycle. Contoh dari
aktifitas ini adalah audit resiko, penilaian kinerja penanggungjawab resiko dan analisa tren
terjadinya suatu resiko.

DAFTAR PUSTAKA

1. Ervianto,W.I., Teori Aplikasi Manajemen Konstruksi, Yogyakarta : Andi Offset.


2. H. N. Ahuja, S. M. AbouRizk dan D. S.P.1994,Project Management: Techniques in Planning and
Controlling Construction Projects, NewBYork: John Wiley and. Sons.
3. I. Soeharto, 1995, Manajemen Proyek dari Konseptual sampai Operasional, Jakarta: Erlangga.
4. A Guide to The Project Management Body of Knowledge, fifth edition, Project Management
Institute Inc, 2013

2017 Manajemen Konstruksi Pusat Bahan Ajar dan eLearning


11 Ir. Ernanda Dharmapribadi, MM http://www.mercubuana.ac.id