Anda di halaman 1dari 1

Intestine

Secara makroskopis usus tampak mengalami hemoragi pada beberapa lokasi


setelah dilakukan pemeriksaan secara mikroskopik tampak adanya hemoragi
pada lapisan epitel mukosa dan lamina propia (Gambar 4.6). Selain itu juga
tampak adanya akumulasi sel radang pada di dekat daerah nekrosis. Nekrosis
yang terjadi adalah jenis nekrosis liquefaktif yang ditandai dengan kerusakan
dan kematian sel dengan bentukan dan batas yang tidak jelas dengan disertai
dengan sel radang disekitarnya. Nekrosis merupakan proses kematian sel atau
kematian kelompok sel yang masih merupakan bagian dari organisme hidup
dengan penyebab yang bervariasi. Nekrosis dapat terjadi karena bahan beracun,
aktivitas mikroorganisme, defisiensi pakan, gangguan metabolisme, dan lain
lain. (Nadrah, 2012). Pada nekrosis liquefaktif, puing-puing jaringan mati
dicerna ke dalam massa cairan. Hal ini biasanya terkait dengan infeksi yang
berbeda, baik jamur maupun bakteri. Setelah jaringan tertentu mengalami
nekrosis liquefaktif karena aktifitas enzimatik, jaringan yang terinfeksi akan
benar-benar dicerna. Hal ini mengakibatkan terbentuknya lesi yang
mengandung nanah, cairan buram tebal yang dihasilkan oleh sel yang terinfeksi.
Terdapat beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap terjadinya nekrosis
liquefaktif, yaitu aktifitas enzim (protease, Dnases, lisosom), dan denaturasi
protein selular. Nekrosis liquefaktif dapat disebabkan karena adanya infeksi
mikroba yang ditandai dengan adanya akumulasi sel radang.