Anda di halaman 1dari 2

2.

3 bahan baku biokerosin

Biokerosin dapat diproduksi dari minyak nabati. Bahan yang berpotensi di Indonesia untuk dijadikan
bahan baku pembuatan biokerosin salah satunya adalah minyak kelapa. Minyak kelapa merupakan
minyak yang diperoleh dari kopra (daging buah kelapa yang dikeringkan). Kandungan minyak dalam
kopra mencapai 63-65%. Minyak kelapa sebagaimana minyak nabati lainnya merupakan senyawa
trigliserida yang terdiri berbagai asam lemak. Sekitar 90% asam lemak jenuh. Selain itu dalam minyak
kelapa yang belum dimurnikan juga terdapat kandungan sejumlah kecil komponen bukan lemak seperti
fosfatida, gum, sterol (0,06-0,08%), tokoferol (0,003%), dan asam lemak bebas (<5%) dan sedikit protein
dan karotine. Sterol berfungsi sebagai stabilizer dalam minyak dan tokoserol sebagai antioksidan.

Minyak kelapa akan melalui proses transesterifikasi terlebih dahulu dan menjadi ester. Reaksi minyak
kelapa dengan alkohol menghasilkan metil ester. Metil ester merupakan ester asam lemak yang dibuat
melalui proses esterifikasi dari asam lemak dengan metanol. Pembuatan metil ester ada empat macam
cara yaitu pencampuran dan penggunaan langsung, mikroemulsi, pirolisis (thermal cracking), dan
transesterifikasi yang merupakan reaksi antara trigliserida (lemak atau minyak) dengan metanol untuk
menghasilkan metil ester dan gliserol.

Metil ester yang dihasilkan dari proses transesterifikasi kemudian di destilasi untuk mendapatkan fraksi
biokerosin. Menurut Bowyer et al (2006) perlakuan secara fisik maupun kimiawi terhadap pembuatan
biokerosin dari biomassa menghasilkan senyawa aromatik yang sedikit dan bebas kandungan sulfur.
Penggunaan biokerosin sebagai bahan bakar memilki beberapa keunggulan diantaranya dapat mereduksi
kadar emisi CO2 yang dihasilkan sangat rendah, sumber bahan baku dapat diperbaharui, emisi NOx yang
dihasilkan sangat rendah sebesar 10 dB. Sedangkan menurut sudrajat (2006) kekurangan biokerosin
diantaranya densitas densitas dan viskositas lebih besar dari minyak tanah,minyak bersifat asam,nilai
kalor lebih rendah daripada minyak tanah dan kadaran kotoran cenderung lebih besar dari minyak tanah.

Biokerosin dari minyak kelapa dapatdiperoleh dari destilasi metil esternya dengan suhu antara 47 dan
114oC pada 2 torr (2,67 hPa) atau 273 – 349oC pada tekanan atmosferikdengan hasil 81,8 wt%
berdasarkan FAME kelapa dan meninggalkan produk bawah sebesar 12,6 wt.%. Rentang titik didih ini
100oC lebih tinggi dibandingkan dengan rentang titik didih kerosin yang berkisar antara 175- 185oC pada
tekanan atmosferik.

2.4 proses pembuatan biokerosin

Biokerosin dapat diperoleh dari proses distilasi. Distilasi merupakan suatu proses pemisahan dua atau
lebih komponen zat cair berdasarkan pada titik didih. Secara sederhana destisi dilakukan dengan
memanaskan/menguapkan zat cair lalu uap tersebut didinginkan kembali supaya jadi cair dengan
bantuan kondensor. Distilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yang didasarkan atas perbedaan titik
didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadi uap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini
didinginkan pada pendingin ini, uap mengembun manjadi cairan murni yang disebut destilat. Distilat
dapat digunakan untuk memperoleh pelarut murni dari larutan yang mengandung zat terlarut misalnya
destilasi air laut menjadi air murni .
Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara
memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk. Prinsip dasar dari destilasi adalah
perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang
memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan
mengembun dan menetes sebagai zat murni (destilat). Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair,
yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadi uap. Uap ini
adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada pendinginan ini, uap mengembun manjadi cairan
murni yang disebut destilat.

Untuk menurunkan titik didihnya dapat dilakukan distilasi vakum, dimana distilasi vakum adalah distilasi
yang tekanan operasinya 0,4 atm (≤300 mmHg absolut). Proses distillasi dengan tekanan dibawah
tekanan atmosfer, proses vakum digunakan untuk bahan baku yang memiliki titik didih atmosfer tinggi
atau perubahan kimia pada suhu mendekati titik didih atmosfer mereka. Suhu bahan sensitif (seperti
beta karoten) juga memerlukan distilasi vakum untuk menghapus pelarut dari campuran tanpa merusak
produk. Alasan lain penyulingan vakum digunakan adalah bahwa dibandingkan dengan penyulingan uap
ada tingkat yang lebih rendah residu membangun. Hal ini penting dalam aplikasi komersial dimana
transfer suhu diproduksi menggunakan penukar panas.

2.5 Keunggulan Biokerosin

1. Biokerosin lebih hemat bila dibandingkan dengan minyak tanah dan gas, karena biokerosin 1 liter bisa
bertahan 3 jam pemakaian dan salah satu keunggulannya adalah tingkat keamanannya yang tinggi anti
meledak sehingga aman untuk pemakaian rumah tangga maupun UKM. Bio Kerosin ini dengan nyala api
biru tanpa asap jadi ramah lingkungan. Biokerosin bisa dipakai untuk kompor minyak tanah biasa jadi
tanpa ganti kompor, harga Biokerosin jauh di bawah minyak tanah, Rp. 6500 untuk pulau jawa.

2. Hemat, karena 1 liter biokerosin bisa dipakai selama 150 menit, sedangkan 1 liter minyak tanah
menggunakan kompor 16 sumbu hanya bertahan 60 menit & gas LPG tabung 3 Kg hanya bertahan
selama 3 jam.

3.. Aman, biokerosin aman anti meledak karena biokerosin memakai kompor minyak tabung terpisah.
Tetapi jika tidak memiliki kompor minyak tabung terpisah, bisa juga memakai kompor sumbu minyak
tanah/ kompor tabung yg di pompa.

Anda mungkin juga menyukai