Anda di halaman 1dari 7

A.

Latar Belakang
Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan masyarakat, berbagai upaya
dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada termasuk yang ada di
masyarakat. Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) diantaranya adalah
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), Polindes (Pondok Bersalin desa), Desa Siaga. Posyandu
merupakan salah satu bentuk UKBM yang paling dikenal di masyarakat. Posyandu
menyelenggarakan minimal 5 program prioritas yaitu kesehatan ibu dan anak, keluarga
berencana, perbaikan gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Untuk memantau
perkembangannya, Posyandu dikelompokkan ke dalam 4 strata posyandu yaitu Pratama, Madya,
Purnama dan Mandiri. Pada tahun 2008, jumlah Posyandu sebanyak 2.297 buah. Jumlah ini
meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2007 dan 2006 yang sebanyak masingmasing 1898
dan 1888 Jika dibandingkan dengan jumlah desa dan kelurahan, maka rasio Posyandu terhadap
desa/ kelurahan adalah 1,55 artinya 2 Posyandu melayani 3 desa. Polindes yang merupakan salah
satu bentuk peran serta masyarakatdalam rangka mendekatkan pelayanan kebidanan, melalui
penyediaan tempat pertolongan persalinan da pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk
keluarga berencana. Polindes ini juga dikelompokkan ke dalam 4 strata atau tingkat
perkembangannya yaitu Pratama, Madya, Purnama dan Mandiri. Jika pada tahun 2006 jumlah
Polindes sebanyak 425 dan pada tahun 2007 sebanyak 463, maka pada tahun 2008, jumlah
Polindes sebanyak 444 yang berarti partisipasi masyarakat berkurang. Rasio Polindes terhadap
desa/kelurahan tahun 2008 adalah 0,3 artinya 3 unit polindes untuk 10 desa/kelurahan.
BAB II
PEMBAHASAN

Definisi
UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Manusia) adalah salah satu wujud nyata peran
serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Kondisi ini ternyata mampu memacu
munculnya berbagai bentuk UKBM lainya seperti Polindes, POD (pos obat desa), Pos UKK (pos
upaya kesehatan kerja),TOGA (taman obat keluarga), dana sehat, dll.

Tujuan Terbentuknya UKBM


1. Meningkatnya jumlah dan mutu UKBM
2. Meningkatnya kemampuan pemimpin/Toma dalam merintis dan mengembangkan UKBM
3. Meningkatnya kemampuan masyarakat dan organisasi masyarakat dalam penyelenggaraan
UKBM
4. Meningkatnya kemampuan masyarakat dan organisasi masyarakat dalam menggali,
menghimpun dan mengelola pendanaan masyarakat utk menumbuhkembangkan UKBM
Sasaran
a. Individu/Toma berpengaruh
b. Keluarga dan perpuluhan keluarga
c. Kelompok masyarakat : generasi muda, kelompok wanita, angkatan kerja, dll
d. Organisasi masyarakat: organisasi profesi, LSM, dll
e. Masyarakat umum: desa, kota, dan pemukiman khusus

Upaya Pemberdayaan Bersumber Daya masyarakat ( UKBM )


Pos Pelayanan Terpadu ( Posyandu )
Posyandu merupakan jenis UKM yang paling memasyarakatkan dewasa ini. Posyandu
yang meliputi lima program prioritas yaitu: KB, KIA, Imunisasi,dan penanggulangan
Diare.terbukti mempunyai daya ungkit besar terhadap penurunan angka kematian bayi . sebagai
salah satu tempat pelayanan kesehatan masyarakat yang langsung bersentuhan dengan
masyarakat level bawah , sebaiknya posyandu digiatkan kembali seperti pada masa orde baru
karena terbukti ampuh mendeteksikan permasalahan gizi dan kesehatan di berbagai
daerah.permasalahan gizi buruk anak balita, kekurangan gizi, busung lapar dan masalah
kesehatan lainnya menyangkut kesehatan ibu dan anak akan mudah dihindari jika posyandu
kembali diprogramkan secara menyeluruh .
Kegiatan posyandu lebih di kenal dengan sistem lima meja yang, meliputi :
1. Meja 1 : Pendaftaran
2. Meja 2 : Penimbangan
3. Meja 3 : Pengisian Kartu Menuju Sehat
4. Meja 4 : Penyuluhan Kesehatan pembarian oralit Vitamin A ,dan tablet besi
5. Meja 5 : Pelayanan kesehatan yang meliputi imunisasi, pemeriksaan kesehatan dan
pengobatan,serta pelayanan keluarga berencana.
Pondok Bersalin Desa ( Polindes )
Pondok bersalin desa merupakan wujud peran serta masyarakat dalam pemeliharaan
kesehatan ibu dan anak . UKBM ini dimaksudkan untuk menutupi empat kesenjangan dalam
KIA ,yaitu kesenjangan geografis ,kesejangan informasi, kesenjangan ekonomi dan kesenjangan
sosial budaya.
Keberadaan bidan ditiap desa diharapkan mampu mengatasi kesenjangan geografis,
sementara kontak setiap saat dengan dengan penduduk setempat diharapkan mampu mengurangi
kesenjangan informasi. Polindes dioperasionalkan melalui kerja sama antara bidan dengan dukun
bayi , sehingga tidak menimbulkan kesenjangan sosial budaya,sememtara tarif pemeriksaan ibu
,anak dan melahirkan yang ditentukaN dalam musyawarah LKMD diharapkan mampu
mengurangi kesenjangan ekonomi.

Pos Obat Desa ( POD )


Pos obat desa merupakan wujud peran serta masyarakat dalam hal pengobatan sederhana.
Kegiatan ini dapat dipandang sebagai perluasan kuratif sederhana, melengkapi kegiatan preventif
dan promotif yang telah di laksanakan di posyandu.
Dalam implementasinya POD dikembangkan melalui beberapa pola di sesuaikan dengan stuasi
dan kondisi setempat .
Beberapa pengembangan POD itu antara lain :
POD murni, tidak terkait dengan UKBM lainnya.
a. POD yang di integrasikan dengan Dana Sehat ;
b. POD yang merupakan bentuk peningkatan posyandu:
c. POD yang dikaitkan dengan pokdes/ polindes ;
d. Pos Obat Pondok Pesantren ( POP ) yang dikembangkan di beberapa pondok pesantren

Bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM )


Bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang lain adalah sebagai berikut
1. Suatu karya bhakti Hasuda (SBH) merupakan bentuk partisipasi generasi muda khususnya
pramuka dalam bidang kesehatan.
2. Upaya Kesehatan Gizi Masyarakat Desa (UKGMD), merupaka wujud peran serat masyarakat
dalam bidang kesehatan gigi dan mulut.
3. Pemberantasan Penyakit Menular melalui pendekatan pembangunan kesehatan masyarakat
desa(P2M-PKMD) merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam penangulangan penyakit
menular yang banyk di derita penduduk setempat.
4. Desa percontohan kesehatan lingkungan (DPKL), merupakan wujud peran serta masyarakat
dalam program menyediakan air bersih dan perbaikan lingkungan pemukiman. Melalui kegiatan
ini diharapkan cukupan penyediaan air bersih dan rumah sehat menjadi semakin tinggi.
5. Pos kesehatan pondok pesantren (Poskestren), merupakan wujud partisipasi masyarkat pondok
pesantren dalam bidang kesehatan. Biasanya dalam poskestren ini muncul kegiatan, antara lain
pos obat pondok pesantren (POP), santri hasada ( kader kesehatan di kalangan santri), pusat
informasi kesehatan di pondok pesantren, dan upaya kesehatan lingkungan di sekitar pesantren.
6. Karang Werda, merupakan wujud peran serta masyarakat dalam upayakesehatan usia lanjut,
misalnya pos pembina terpadu lansia (posbindu lansia atau posyandu usila).
7. Dan masih banyak lagi bentuk UKBM yang lain

Peran Serta Masyarakat Tentang Upaya (UKBM)


Wujud Peran Serta Masyarakat
Dari pengamatan pada masyarakat selama ini ada beberapa wujud peran serta masyarakat dalam
pembangunan kesehatan pada khususnya dan pemabangunan nasional pada umumnya. Bentuk-
bentuk tersebut adalah sebagai berikut :
a. Sumber Daya Manusia
setiap insan dapat berpartisipasi aktif dalam pembanguanan masyarakat. Wujud insan yang
menunjukkan peran serta masyarakat dibidang kesehatan antara lain sebagai berikut.
1) Pemimpin masyarakat yang berwawsan kesehatan
2) Tokoh masyarakat yang berwawasan kesehatan, baik tokoh agama, politisi, cendikiawan,
artis/seniman, budayaan, pelawak dan lain-lain.
3) Kader Kesehatan, yang sekarang banyak sekali ragamnya misalnya : kader Posyandu, kader
lansia, kader kesehatan lingkungan, kader kesehatan gigi, kader KB, dokter kecil, saka bakti
husada, santri husada, taruna husada, dan lain-lain.
b. Institusi/lembaga/organisasi masyarakat
bentuk lain peran serta masyarakat adalah semua jenis institusi, lembaga atau kelompok kegiatan
masyarakat yang mempunyai aktifitas dibidang kesehatan. Beberapa contohnya adalah sebagai
berikut.
1) Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM). Yaitu segala bentuk kegiatan
kesehatan yang bersifat dari, oleh dan untuk masyarakat, seperti :
 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
 Pos Obat Desa (POD)
 Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK)
 Pos kesehatan di Pondok Pasantren (Pokestren)
 Pemberantasan Penyakit Menular dengan Pendekatan PKMD (P2M-PKMD)
 Penyehatan Lingkungan Pemungkiman dengan Pendekatan PKMD (PLp-PKMD) sering disebut
dengan desa pencontohan kesehatan lingkungan (DPKL).
 Suka Bakti Husada (SBH)
 Taman Obat Keluarga (TOGA)
 Bina Keluarga Balita (BKB)
 Pondok Bersalin Desa (Polindes)
 Pos Pembinaan Terpadu lanjut usia (Posbindu Lansia/Posyandu Usila)
 Pemantau dan Stimulasi Perkembangan Balita (PSPB)
 Keluarga Mandiri
 Upaya Kesehatan Mesjid
2) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mempunyai kegiatan dibidang kesehatan. Banyak
sekali LSM yang berkiprah dibidang kesehatan, aktifitas mereka beragam sesuai dengan
peminatannya.
3) Organisasi Swasta yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, ruamh
bersalin, balai kesehatan Ibu dan anak, balai pengobatan, dokter praktik, klinik 24 jam, dan
seabaginya.
c. Dana
Wujud lain partisipasi masyarakat adalah dalam bentuk pembiayaan kesehatan seperti dana
sehat, asuransi kesehatan, jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat, dan berbagai bentuk
asuransi dibidang kesehatan. Secara umum jenis-jenis partisipasi pemberdayaan kesehatan
masyarakat adalah sebagai berikut;
1) Berbagai bentuk dana sehat seperti dana sehat pola PKMD (Pembangunan Kesehatan
Masyarakat Desa), dana sehat pola UKS< (Upaya Kesehatana Sekolah), dana sehat pondok
pasantren, dana sehat pola KUD (Koperasi Unit Desa), dana sehat yang dikembangkan oleh
LSM, dan dana sehat organisasi/kelompok lainnya (Supir angkot, tukang becak dan lain-lain);
2) Asuransi kesehatan oleh PT Asuransi Kesehatan Indonesia, dengan sasaran para pengawai
negeri sipil, pensiunan, dan sebagaian karyawan swasta atau pengawai pabrik;
3) Jaminan sosial tenaga kerja (termasuk pemiliharaan kesehatan) khusunya bagi para pekerja
Perusahaan swasta;
4) Asuransi kesehatn swasta atau badan penyelenggara jaminan pemeliharaan kesehatan
Masyarakat (Bapel JPKM0), seperti asuransi kesehatan yang dikelola PT tugu mandiri, PT
Bintang Jasa, dan lain-lain.
d. Wujud Lain
Masih ada bentuk peran serta masyarakat selain di atas, antara lain :
1) Jasa Tenaga
2) Jasa Pelayanan
3) Subsidi silang

Lingkup Peran Serta Masyarakat


Ruang lingkup peran serta masyarakat (PSM) menjadi sangat luas bahkan tidak terbatas. Namun
demikian, untuk memudahkan dalam pembinaan, lingkup PSM dapat dikelompokkan menjadi
a. Upaya Kesehatana Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh masyarakat
umum.
b. Upaya Kesehatan Tradisional (UKESTRA)
c. Upaya Kesehatan Kerja (UKK)
d. Upaya Kesehatan Dasar Swasta (UKDS)
e. Kemitaraan LSM dan dunia usaha.
f. Dan sehat/jaminan pemeliharaan kesehatan Masyarakat (JPKM)
g. Peran wanita pembangunan kesehatan
h. Peran generasi muda dalam pembangunan keseahatan
i. Kader kesehatan.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pemberdayaan masyarakat adalah sebagai subjek sekaligus objek dari sistem kesehatan.
Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos
Pelayanan Terpadu), Polindes (Pondok Bersalin desa), Desa Siaga. Posyandu merupakan salah
satu bentuk UKBM yang paling dikenal di masyarakat. dalam dimensi kesehatan, pemberdayaan
merupakan proses yang dilakukan oleh masyarakat (dengan atau tampa campur tangan pihak
luar) untuk memperbaiki kondisi lingkungan, sanitasi dan aspek lainnya yang secara langsung
maupun tidak langsung berpengaruh dalam kesehatan masyarakat.
Kondisi ini ternyata mampu memacu munculnya berbagai bentuk UKBM lainya seperti
Polindes, POD (pos obat desa), Pos UKK (pos upaya kesehatan kerja),TOGA (taman obat
keluarga), dana sehat, dll
Program pemberdayaan yang akan mempengaruhi kualitas hidup adalah pemberdayaan
masyarakat miskin. Faktor ini akan mampu memutuskan ketinggalan rakyat baik dari segi
pendidikan, ekonomi maupun kesehatan. Fektor lain yang akan menjamin penguatan daya tawar
dan akses guna mendukung masyarakat untuk memperolah dan memamfaatkan input sumber
daya yang dapat meningkatkan kegiatan ekonomi adalah melakukan penguatan lembaga dan
organisasi masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

 AKK..DR.Dr.AzrulAzwar M.P.H 1996.Pengantar Administrasi Kesehatan.Bina rupa


Aksara: Jakarta