Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Perusahaan


Dalam olahraga bola besar seperti sepakbola, futsal, bola basket dan bola voli
pasti menggunakan peralatan dan perlengkapan untuk menunjang kegiatan olahraga
tersebut seperti kostum, bola, sepatu dan aksesoris lainnya yang dapat menunjang
kegiatan olahraga tersebut.
Kedepannya saya berencana akan membangun usaha distro “H-Sport”
dengan memiliki outlet yang menetap pada suatu tempat yang strategis guna
mendekatkan hubungan saya terhadap konsumen dan tempat lokasi penjualan
prooduk distro “H-Sport”
1.2 Latar Belakang Wirausaha
Dengan meningkatnya Olahraga di Indonesia merupakan peluang baru untuk
memulai usaha toko olahraga. Demam sepak bola melanda dimana-mana ketika tim
Sepak bola kita bermain sangat bagus dan menjadi juara. Apalagi sekarang makin
maraknya olahraga futsal dimana-mana. Sehingga semakin membuka kita untuk
membuka usaha toko olahraga.
Suatu proyek agar tujuannya dapat dicapai se-efektif mungkin, maka suatu
rencana harus di lakukan sebelum proyek tersebut terlaksana. Perencanaan tersebut
meliputi rencana penting agar dapat menghadapi masa yang akan datang serta
perubahan-perubahan yang akan terjadi. Alasan memilih membuka usaha peralatan
olahraga adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum yang semakin
banyak terutama dalam kebutuhan olahraga sepak bola dan futsal yang semakin
marak di kalangan masyarakat. Pemilihan tempat untuk usaha ini juga sangat
menentukan, karena jika pemilihan tempat tersebut tidak tepat maka tidak akan
memberikan hasil yang maksimal. Karena itu dalam memilih tempat yang strategis
yang dekat dengan jangkauan konsumen.Karena banyaknya permintaan dari
masyarakat untuk permintaan pakaian olah raga dilingkungan tempat
saya belajar.Maka saya memutuskan untuk membuka toko peralatan olahraga
dilingkungan saya.Sehingga masyarakat di sekitar tidak perlu jauh jauh mencari
peralatan ataupun perlengkapan olahraga lagi.
Mempertimbangkan untuk masa yang akan datang usaha ini akan cukup
menguntungkan karena permintaan akan peralatan ataupun perlengkapan olahraga
akan selalu bertambah banyak,terkecuali jika nantinya di daerah tempat toko
peralatan saya akan ada toko peralatan olahraga lain yang menjadi saingan usaha,
saya sudah mempersiapkan hal tersebut yaitu dengan memberikan pelayanan yang
lebih baik,harga yang bersaing serta tempat yang nyaman.
1.3 Tujuan Penyusunan Studi Kelayakan Usaha
Tujuan pembangunan took sport ini yaitu sebagai berikut :
a. Agar konsumen di daerah sekitar rumah saya tidak perlu jauh jauh untuk
membeli barang barang olahraga.
b. Memberi kepuasan yang lebih terhadap konsumen.
c. Mampu membuka lapangan pekerjaan bagi kalangan pengangguran.
d. Mencari keuntungan dari permasalahan yang ada di sekitar lingkungan.
BAB II

ASPEK PEMASARAN

2.1 Daerah Pemasaran


Daerah pemasarannya ialah daerah yang minat terhadap olahraga sangat menggebu
gebu sehingga sangatlah cocok untuk di dirikan toko Sport
2.2 Pasar Sasaran
Dalam bisnis ini pasar sasaran yang kami masuki ialah pasar monopolistic
competition dimana terdapat banyak took took yang menawarkan berbagai jasa
sejenis. Namu took yang saya rencakan merupakan usaha yang bergerak dibidang
perdagangan alat olahraga berbagai macam peraltan olahraga dengan berbagai jenis
merk.
2.3 Harga Jual
Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menentapkan harga
berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana kami mencari keuntungan
yang relative sehingga dapat menjalankan usaha secara bertahap untuk
meningkatkan pangsa pasaar.
2.4 Volume Penjualan
Ini di rencanakan akan menghasilkan penjualan sebanyak 300 juta selama 1 tahun.
2.5 Sistem Penjualan & Pembayaran
Sistem penjualan yang akan digunakan ialah :
1. Bagian pengelola order
2. Pengelola barang ( Gudang Barang Jadi )
3. Bagian pengelola keuangan ( Bagian keuangan )
2.6 Saluran Distribusi
Jika ini berhasil mendapatkan keuntungan 300-500 juta maka akan di buka cabang
ke luar Madura agar menambah keuntungan yang lebih besar.
2.7 Promosi
Beberapa kegiatan promosi yang dilakukan adalah dengan melalui promosi
- Meedia massa cetak
- Leaflet.
- Mulut ke mulut.
2.8 Analisa Pesaing
1. Identifikasi Pasar
Dalam melakukan identifikasi pesaing, anda harus memperhatikan hal-hal
berikut ini:

a. Brand competitors: Perusahaan-perusahaan yang menawarkan produk/jasa


yang sama bagi konsumen yang sama dengan harga yang sama.
b. Product form: Perusahaan-perusahaan lain yang membuat dan menawarkan
competitors kategori produk/jenis produk/kelas produk yang sama.
c. Generic competitors: Perusahaan-perusahaan lain yang menawarkan
produk/jasa untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang sama.
d. Desired competitors: Perusahaan-perusahaan lain yang menawarkan
produk/jasa untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang sama.
2. Identifikasi Strategi Pesaing
Dalam melakukan identifikasi strategi pesaing ini, anda perlu memperhatikan
juga beberapa hal berikut ini:
a. Semakin mirip strategi suatu perusahaan dengan produk yang sejenis, maka
semakin bersaing.
b. Dalam suatu industri, pesaing-pesaing dalam industri yang bersangkutan
dikelompokan dalam grup-grup. Setiap grup melakukan strategi yang
berbeda dengan grup yang lain.
3. Objek pesaing
Melakukan analisis terhadap objek pesaing diawali asumsi bahwa setiap
pesaing mempunyai objective mix dengan bobot yang berbeda. Anda harus
mengetahui bagaimana pesaing memberi bobot pada:
a. Profitabilitasnya
b. Pertumbuhan market share-nya
c. Cashflow-nya
d. Leadership dalam teknologinya.

Dengan demikian anda bisa melihat apakah objek pesaing mendominasi dalam
penguasaan segmen produk. Sehingga anda bisa memosisikan objek dari produk
anda.
4. Penilaian Kekuatan dan Kelemahan Pesaing
Anda harus mulai mengumpulkan data-data kunci tentang kekuatan dan
kelemahan pesaing bisnis anda. Seperti:
a. Penjualan
b. Market Share
c. Profit Margin
d. Cashflow
e. Investasi baru
BAB III
ASPEK OPERASI
3.1 Gambaran Produk
Jenis jenis produk yang akan di rencanakan adalah sebagai berikut :
a. Jersey Bola
b. Baju Olahraga
c. Perlengkapan Sepak Bola
d. Perlengkapan Futsal
e. Perlengkapan Renang
f. Perlengkapan Lari
g. Dan lain lain
3.2 Lokasi Tempat Usaha
Lokasi tempat usaha sendiri di rencanakan di Kecaatan Ketapang Kabupaten
Sampang, Madura. Tepatnya ini akan di bangun di pinggir jalan antar Kabupaten.
3.3 Proses Produksi
Proses produksi melalui supplyer.
3.4 Kapasitas Produksi
Untuk kapasitas sendiri tergantung dari uang keluar dan uang masuk.
3.5 Tata Letak
Untuk tata letaknya sendiri menggunakan prinsip sebagai berikut :
1. Pemilihan barang display
Menggantung beberapa produk (sebagai contoh) dan sisanya dilipat
dibawahnya, dan mengurutkan baju yang di gantung sesuai gradasi warna.
2. Ambience dan layout
Pencayhayaan yang tepat
3. Window display atau focal point
Meletakkan barang favorit yang berguna untuk menarik konsumen masuk ke
dalam toko.
4. Pemilihan manekin
Mempatkan manekin (patung orang) pada tempat yang efektif sehingga
konsumen tertarik untuk masuk kedalam toko.
BAB IV
ASPEK SDM & YURIDIS
4.1 Struktur Organisasi
Struktur Organisasinya sebagai berikut :

Owner

Pelayan
Kasir Security
Toko

4.2 Spesifikasi Jabatan


Spesifikasi Jabatan terdiri dari :
1. Owner
2. Kasir
3. Pelayan Toko
4. Security
4.3 Uraian Tugas
1. Owner
Orang yang membiayai proyek
2. Kasir
Orang yang mengurus transaksi konsumen
3. Pelayan Toko
Orang yang melayani konsumen disaat konsumen sedang mencari barang yang
diinginkan
4. Security
Orang yang menjaga keamanan konsumen
4.4 Program Pelatihan & Pengembangan
1. Pelatihan dan pengembangan keahlian
Merupakan pelatihan dalam mengindentifikasi kekurangan atau kebutuhan
melalui penilaian yang jeli berdasakan pada sasaran yang diidentifikasi dalam
penilaian.
2. Pelatihan dan Pengembangan Ulang
Merupakan memerikan pelatihan keahlian keahlian yang mereka butuhkan
untuk menghadapi tuntutan kerja yang berubah ubdah,
3. Pelatihan dan Pengembangan Lintas Fungsional
Merupakan pelatihan untuk melakukan aktivitas kerja dalam bidang lainnya
selain yang di tugaskan.
4. Pelatihan dan Pengembangan Tim
Merupakan pelatihan bekerjasama untuk menyelesaikan pekerjaan demi tujuan
Bersama dalam sebuah tim kerja.
5. Pelatihan dan Pengembangan Kreatifitas
Merupakan pelatihan tenaga kerja yang diberikan peluang untuk mengeluarkan
gagasan sebebas mungkin yang berdasarkan pada penilaian rasional.
4.5 Sistem Balas Jasa
Dalam system balas jasa :
1. Jika barang yang diterima konsumen mengalami kerusakan maka dari pihak
kami akan mengganti rugi dengan barang yang baru
2. Menerima koplain konsumen jika karyawan karyawann yang melayani tidak
professional.
4.6 Perizinan
Karena bisnis ini merupakan sejenis property jadi mengharuskan untuk
memiliki Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) yaitu surat yang diperlukan untuk
menjalankan suatu usaha.Surat ini dikeluarkan oleh Instansi Pemerintah yaitu
melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota atau wilayah domisili
perusahaan tersebut.
BAB V
ASPEK LINGKUNGAN
5.1 Program Pencegahan Limbah Pabrik
Setiap jenis industri mempunyai karakteristik limbah cair dan padat yang
specifik,yang berbeda dengan jenis industri lainnya, sedangkan limbah yang
dihasilkan dari toko yang saya rencakan menghasilkan limbah plastik dan limbah
kertas. Maka dari itu program pencegahan limbahnya yaitu :
1. Limbah kertas di jadikan bahan kreativitas
2. Untuk limbah plastik bias di daur ulang
5.2 Penanggulangan Limbah
Penangulangannya hamper sama dengan pencegahan yaitu:
1. Pengumpulan sampah kertas
2. Di ubah menjadi barang kreatif yang mendapatkan harga jual.
BAB VI
ASPEK KEUANGAN
6.1 Besarnya Kebutuhan Modal Usaha
Peralatan:
1. Meja dan Kursi Rp 5.000.000,00
2. Hanger Rp 400.000,00
3. Kaca Rp 500.000,00
4. Rak Pakaian Rp 7.000.000,00
5. Rak Sepatu Rp 4.000.000,00
6. Mesin Kasir Rp 2.000.000,00
7. Meja Kasir Rp 1.000.000,00
8. Manequine Rp 1.000,000,00
9. Keranjang Bola Rp 1.500.000,00
10.Tempat Sampah Rp 100.000,00
11.Peralatan Kebersihan Rp 300.000,00
12.Toilet Set Rp 3.000.000,00
13.Air Conditioner Rp 3.000.000,00
14.Sound Sistem Rp 2.000.000,00
15.Renovasi Tempat Rp 15.000.000 +
16.Total Modal Awal Rp 45.800.000,00
6.2 Sumber Modal
Untuk modal awal, ini akan menggunakan uang pribadi
6.3 Proyeksi Aliran Kas
Saya tanamkan modal pada bank tertentu alias bekerjasama.
6.4 Net Present Value (Nilai Bersih)
Rencana Biaya pemasukan :
Pendapatan perhari Rp 1.000.000,00
Pendapatan perbulan Rp 30.000.000,00
Pendapatan pertahun Rp 300.000.000,00
Rencana biaya pengeluaran :
Penyusutan peralatan Rp. 762.916,66
Sewa tempat Rp. 10.000.000
Gaji Pegawai Security Rp. 5.000.000
Pegawai toko Rp. 11.000.000
Kasir Rp. 4.400.000
Listrik dan Telepon Rp. 2.000.000,00
Jumlah Rp. 33.162.916,66
6.5 Analisa Titik Pulang Pokok
Toko mempunyai kondisi titik pulang pokok suatu produknya yaitu volume
penjualan (produk) 20 jersey pada harga Rp.350.000 perbuah. Bila penjualan
kurang dari 20 jersey maka toko tidak akan mendapatkan laba. Sebaliknya, jika
penjualan lebih dari 20 jersey maka perusahaan mendapatkan laba.
6.6 Ikhtisari Laba Rugi
Perhitungan laba/rugi yaitu dengan menghitung selisih dari pendapatan dengan
pengeluaran.
Laba/Rugi = Pendapatan – pengeluaran
= Rp 75.000.000 – Rp 33.162.916,66
= Rp 41.837.084,66
= Laba – (Laba x Pajak)
= Rp. 41.837.084,66 – (Rp 41.837.084,66 x 20%)
= Rp. 41.837.084,66 – Rp. 8.367.416,932
= Rp. 33.469.667
BAB VII
KESIMPULAN
Dari hasil analisis beberapa faktor, usaha toko perlatan olahraga ini mampu
memberikan hasilyang sangat baik dan layak untuk dijalankan. Karena kebutuhan
masyarakat akan barang-barangolahraga semakin banyak serta persaingan yang belum
terlalu kompetitif,sehingga kodisi tersebutakan baik untuk di jadikan peluang usaha dan
untuk mendapatkan keuntungan.