Anda di halaman 1dari 11

PT Combiphar

Jl. Raya Caringin No.383, Kertajaya, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Bara
PENGOLAHAN LIMBAH B3 (BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN) DI INDUSTRI FARMASI
Type Industri
Jumlah Karyawan
Jenis Produksi
Sanitasi
a.Pengelolaan Sampah
b.Saluran Air Limbah
c. Tempat sampah
d.Gudang penyimpanan sampah B3

PERSYARATAN TEKNIS PENGOLAHAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN Kep – 03 / Bapedal /09 / 1995

1. Lokasi
1.1. Untuk pengolahan di dalam lokasi penghasil, lokasi pengolahan disyaratkan :
a. Merupakan daerah bebas banjir
b. Jarak antara lokasi pengolahan dan lokasi fasilitas umum minimal 50 meter.
1.2 Persyaratan lokasi pengolahan limbah B3 di luar lokasi penghasil adalah :
a. Merupakan daerah bebas banjir;
b. Pada jarak paling dekat 150 meter dari jalan utama/jalan tol dan 50 meter untuk jalan lainnya;
c. Pada jarak paling dekat 300 meter dari daerah pemukiman, perdagangan, rumah sakit, dan Fasilitas umum lainnya
d. Pada jarak paling dekat 300 meter dari garis pasang naik laut, sungai, daerah pasang surut, kolam, danau, rawan, mata air dan sumur pendu
e. Pada jarak paling dekat 300 meter dari daerah yang dilindungi (cagar alam, hutan lindung dan lain-lainnya).
2. Fasilitas Pengolahan Limbah B3
2.1. Sistem Keamanan Fasilitas Sistem keamanan yang diterapkan dalam pengoperasian fasilitas pengolahan limbah B3 sekurang-k
a. Memiliki system penjagaan 24 jam yang memantau, mengawasi dan mencegah orang yang tidak berkepentingan masuk ke lokasi;
b. Mempunyai pagar pengaman atau penghalang lain yang memadai dan suatu system untuk mengawasi keluar masuk orang dan kendaraan m
lain;
c. Mempunyai tanda yang mudah terlihat dari jarak 10 meter dengan tulisan “Berbahaya” yang dipasang pada unit/bangunan pengolahan dan
Berkepentingan Dilarang Masuk” yang ditempatkan di setiap pintu masuk ke dalam fasilitas dan pada setiap jarak 100 meter di sekeliling lok
d. Mempunyai penerangan yang memadai di sekitar lokasi.
2.2. Sistem Pencegahan Terhadap Kebakaran Untuk mencegah terjadi kebakaran atau hal lain yang tak terduga di fasilitas pengola
a. Memasang system arde (Electrikal Spark Grounding)
b. Memasang tanda peringatan, yang jelas terlihat dari jarak 10 meter, dengan tulisan : “Awas Berbahaya”, “Limbah B3 (mudah terbakar, …,
Merokok !”
c. Memasang peralatan pedeteksi bahaya kebakaran yang bekerja secara otomatis selama 24 jam terus menerus, berupa: (a) Alat deteksi peka
deteksi peka panas (heat sensing alarm),
d. Tersediannya system pemadam kebakaran yang berupa : (a) Sistem permanen dan otomatis, dengan menggunakan bahan pemadam air, bu
jumlah da mutu sesuai kebutuhan; (b) Pemadam kebakaran portable dengan kapasitas minimum 10 kg untuk setiap 100 m2 dalam ruangan ;
e. Menata jarak atau lorong antara kontainer – kontainer yang berisi limbah B3 minimum 60 cm sehingga tidak mengganggu gerakan orang,
pengendali/pencegah tumpahan limbah, dan peralatan untuk menghilangkan kontaminasi ke semua arah di dalam lokasi;
f. Menata jarak antara bangunan-bangunan yang memadai sehingga mobil pemadam kebakaran mempunyai akses menuju lokasi kebakaran.
2.3. Sistem pencegahan Tumpahan Limbah
a. Fasilitas pengolahan limbah B3 harus mempunyai rencana, dokumen dan petunjuk teknis operasi pencegahan tumpahan limbah B3 yang m
terhadap fasilitas pengolahan, dan (b) Sistem tanda bahaya peringatan dini yang bekerja selama 24 jam dan yang akan memberi tanda bahaya
(level control).
b. Pengawas harus dapat mengidentifikasi setiap kelainan yang terjadi, seperti malfungsi, kerusakan, kelalaian operator, kebocoran atau tump
limbah dari fasilitas pengolahan ke lingkungan. Program ini juga harus menyangkut terlepasnya limbah dari fasilitas pengolahan ke lingkung
mekanisme tanggap darurat;
c. Penggunaan bahan penyerap (absorbent) yang sesuai dengan jenis dan karakteristik tumpahan limbah B3.
2.4. Sistem Penangulangan Keadaan Darurat. Fasilitas pengolahan limbah B3 harus mempunyai system untuk mengatasi keadaan
Persyaratan minimum untuk system tanggap darurat antara lain:
a. Ada koordinator penanggulangan keadaan darurat, yang bertanggungjawab melaksanakan tindakan-tindakan yang harus diakukan sesuai d
darurat yang terjadi;
b. Jaringan komunikasi atau pemberitahuan kepada : (a) Tim penangulangan keadaan darurat, (b) Dinas pemadam kebakaran, (c) Pihak kepo
kesehatan, (e) Sekolah, rumah sakit dan penduduk setempat, (f) Aparat pemerintah terkait setempat;
c. Memiliki prosedur evakuasi bagi seluruh pekerja fasilitas pengolahan limbah B3.
d. Mempunyai peralatan penanggulangan keadaan darurat;

e. Tersedianya peralatan dan baju pelindung bagi seluruh staf penanggulangan keadaan darurat di lokasi, dan sesuai dengan jenis limbah B3 y

f. Memiliki prosedur tindakan darurat pengangkutan;


g. Menetapkan prosedur untuk penutupan sementara fasilitas pengolahan;
h. Melakukan pelatihan bagi karyawan dalam penanggulangan keadaan darurat yang dilakukan minimal dua kali dalam setahun.
2.5. Sistem Pengujian Peralatan
a. Semua alat pengukur, peralatan operasi pengolahan dan perlengkapan pendukung operasi harus diuji minimum sekali dalam setahun;
b. Hasil pengujian harus dituangkan dalam berita acara yang memuat hasil uji coba penanganan system keadaan darurat. Informasi tersebut h
pengolahan limbah B3.
2.6. Pelatihan Karyawan
Perusahaan wajib memberikan pelatihan secara berkala kepad karyawan yang meliputi :
A. Pelatihan dasar, diantaranya;
a. Pengenalan limbah; meliputi jenis limbah, sifat dan karakteristik serta bahayannya terhadap lingkungan dan manusia, serta tindakan pence
b. Peralatan pelindung: menyangkut kegunaan dan penggunaannya;
c. Pelatihan untuk keadaan darurat: meliputi kebakaran, ledakan, tumpahan, matinya listrik, evakuasi, dan sebagainnya;
d. Prosedur inspeksi;
e. Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K);
f. Peralatan keselamatan kerja (K3);
g. Peraturan perundangan-undangan tentang pengolahan limbah B3.
B. Pelatihan khusus
a. Pemeliharaan peralatan pengolahan dan peralatan penunjangnya;
b. Pengoperasian alat pengolahan dan peralatan penujangnya;
c. Laboratorium;
d. Dokumentasi dan pelaporan;
e. Prosedur penyimpanan dokumentasi dan pelaporan.
3. Persyaratan Penanganan Limbah B3
a. Melakukan pengolahan, terhadap limbah B3 harus dilakukan uji analisa kandungan/parameter fisika dan/atau kimia dan/atau biologi guna
proses pengolahan limbah B3 tersebut untuk kandungan/parameter fisika dan/atau kimia dan/atau biologi yang terkandung dalam limbah B3

b. Menentukan pilihan proses pengolahan limbah B3 yang dapat memenuhi kualitas dan baku mutu pembuangan dan/atau lingkungan yang d
: Farmasi
: 500
: Obat-obatan
Dilokasi Sebaiknya
Truk sampah dan TPS ü
Tersedia ü
5 jenis ü
1 ruangan ü

memenuhi tidak memenuhi

ü
ü

ü
ü
ü
ü
ü

ü
ü

ü
ü

ü
ü

ü
ü
ü

ü
ü
ü
ü
ü
ü
ü

ü
ü

ü
ü
ü
ü
ü
ü
ü

ü
ü
ü
ü
ü

ü
V. PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN PASAR

A. Lokasi

1. Lokasi sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang setempat (RUTR)

2. Tidak terletak pada daerah rawan bencana alam seperti: bantaran sungai, aliran lahar, rawan longsor, banjir dsb

3. Tidak terletak pada daerah rawan kecelakaan atau daerah jalur pendaratan penerbangan termasuk sempadan jalan

4. Tidak terletak pada daerah bekas tempat pembuangan akhir sampah atau bekas lokasi pertambangan

5. Mempunyai batas wilayah yg jelas, antara pasar dan lingkungannya

B. Bangunan

1. Umum

Bangunan dan rancang bangun harus dibuat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

2. Penataan Ruang dagang

a. pembagian area sesuai dengan jenis komoditi, sesuai dengan sifat dan klasifikasinya seperti : basah, kering, p

b. pembagian zoning diberi indentitas yg jelas


c. tempat penjualan daging, karkas unggas, ikan ditempatkan di tempat khusus
d. setiap los (area berdasarkan zoning) memiliki lorong yg lebarnya minimal 1,5 meter

e. setiap los/kios memiliki papan identitas yaitu nomor, nama pemilik dan mudah dilihat

f. jarak tempat penampungan dan pemotongan unggas dengan bangunan pasar utama minimal 10 m atau dibat

11

g.

3. Ruang Kantor Pengelola


a. Ruang kantor memiliki venilasi minimal 20 % dari luas lantai
b. Tingkat pencahayaan ruangan minimal 200 lux

c. Tersedia ruangan kantor pengelola dengan tinggi langit2 dari lantai sesuai ketentuan yang berlaku

d. Tersedia toilet terpisah bagi laki2 dan perempuan


e. Tersedia tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun dan air yang mengalir

4. Tempat Penjualan Bahan Pangan dan Makanan


a. Tempat penjualan bahan pangan basah

1. mempunyai meja tempat penjualan dengan permukaan yang rata dengan kemiringan yg cukup shg tidak menimbulkan genangan air
minimal 60 cm dari lantai dan terbuat dari bhn tahan karat dan bukan dari kayu

2. penyajian karkas daging harus digantung

3. alas pemotong (telenan) tidak terbuat dari bahan kayu, tidak mengandung bahan beracun, kedap air dan mu

4. pisau untuk memotong bahan mentah harus berbeda dan tidak berkarat

5. tersedia tempat penyimpanan bahan pangan, seperti : ikan dan daging menggunakan rantai dingin (cold chai

6. tersedia tempat untuk pencucian bahan pangan dan peralatan


7. tersedia tempat cuci tangan yg dilengkapi dg sabun dan air yg mengalir

8. saluran pembuangan limbah tertutup, dg kemiringan sesuai ketentuan yg berlaku sehingga memudahkan alira

9. tersedia tempat sampah kering dan basah, kedap air, tertutup dan mudah diangkat

10. tempat penjualan bebas vektor penular penyakit dan tempat perindukannya, seperti : lalat, kecoa, tikus, nya

b. Tempat penjualan bahan pangan kering

1. mempunyai meja tempat penjualan dengan permukaan yg rata dan mudah dibersihkan, dengan tinggi minima

2. meja tempat penjualan terbuat dari bahan yg tahan karat dan bukan dari kayu

3. tersedia tempat sampah kering dan basah, kedap air, tertutup dan mudah diangkat

4. tersedia tempat cuci tangan yg dilengkapi dg sabun dan air yg mengalir

5. tempat penjualan bebas binatang penular penyakit (vektor) dan tempat perindukannya (tempat berkembang

c. Tempat Penjualan Makanan Jadi/Siap Saji


1. tempat penyajian makanan tertutup dengan permukaan yg rata dan mudah dibersihkan, dengan tinggi minimal 60 cm dari lantai dan te
2. tersedia tempat cuci tangan yg dilengkapi dg sabun dan air yg mengalir

3. tersedia tempat cuci peralatan dari bahan yg kuat, aman, tidak mudah berkarat dan mudah dibersihkan

4. saluran pembuangan air limbah dari tempat pencucian harus tertutup dengan kemiringan yg cukup

5. tersedia tempat sampah kering dan basah, kedap air, tertutup dan mudah diangkat

12

6. tempat penjualan bebas vektor penular penyakit dan tempat perindukannya, seperti : lalat, kecoa, tikus, ny

7. pisau yg digunakan untuk memotong bahan makanan basah/matang tidak boleh digunakan untuk makanan ke

5. Area Parkir
a. Adanya pemisah yg jelas pada batas wilayah pasar

b. Adanya parkir yg terpisah berdasarkan jenis alat angkut, seperti : mobil, motor, sepeda, andong/delman dan becak

c. Tersedia area parkir khususu untuk pengangkut hewan hidup dan hewan mati
d. Tersedia area bongkar muat khusus yg terpisah dari tempat parkir pengunjung

e. Tidak ada genangan air

f. Tersedia tempat sampah yg terpisah antara sampah kering dan basah dalam jumlah yg cukup, minimal setiap radius 10

g. Ada tanda masuk dan keluar kendaraan secara jelas, yg berbeda antara jalur masuk dan keluar

h. Adanya tanaman penghijauan


i. Adanya area resapan air di pelataran parkir

6. Konstruksi

a. Atap

1. atap harus kuat, tidak bocor dan tidak menjadi tempat berkembangbiaknya binatang penular penyakit

2. kemiringan atap harus sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan terjadinya genangan air pada atap dan

3. ketinggian atap sesuai ketentuan yang berlaku

4. atap yg mempunyai ketinggian 10 m atau lebih harus dilengkapi dengan penangkal petir
b. Dinding
1. permukaan dinding harus bersih, tidak lembab dan berwarna terang

2. permukaan dinding yg selalu terkena percikan air harus terbuat dari bahan yg kuat dan kedap air

3. pertemuan lantai dengan dinding, serta pertemuan dua dindinglainnya harus berbentuk lengkung (conus)

c. Lantai

1. lantai terbuat dari bahan yg kedap air, permukaan rata, tidak licin, tidak retak dan mudah dibersihkan

2. lantai yg selalu terkena air, misalnya kamar mandi, tempat cuci dan sejenisnya harus mempunyai kemiringan ke arah saluran dan pemb

7. Tangga
a. Tinggi, lebar dan kemiringan anak tangga sesuai dengan ketentuan yang berlaku
b. Ada pegangan tangan di kanan dan kiri tangga

c. Terbuat dari bahan yg kyat dan tidak licin


d. Memiliki pencahayaan minimal 100 lux

8. Ventilasi

Ventilasi harus memenuhi syarat minimal 20 % dari luas lantai dan saling berhadapan (cross ventilation)

9. Pencahayaan

13

a.

b.

10. Pintu

Khusus untuk pintu los penjualan daging, ikan dan bahan makanan yang berbau tajam agar menggunakan pintu yg dapat membuka dan men
atau serangga lain masuk
khusus untuk jenis pestisida, berbahaya lainnya ditempatkan makanan dan bahan pangan
Intensitas pencahayaan setiap ruangan harus cukup untuk melakukan pekerjaan pengelolaan bahan makanan seca

Pencahayaan cukup terang dan dapat melihat barang dagangan dengan jelas minimal 100 lux
elolaan bahan makanan secara efektif dan kegiatan pembersihan makanan