Anda di halaman 1dari 20

LAPORAK PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

PRAKTIKUM II
DASAR-DASAR TEKNIK MIKROBIOLOGI

Oleh.
Nirvia Aquino 16.1.200116
Ni Nengah Semiari 16.1.200112
I Gst Ayu Ari Candrawati 16.1.200118
I Gst Agung Ngurah Bagaskara. p 16.1.200119
KelasA1cFarmasiKlinis

1
JURUSAN FARMASI
PROGRAM STUDI FARMASI KLINIS
INSTITUT ILMU KESEHATAN MEDIKA PERSADA BALI
DENPASAR
2017
BAB I
PENDAHULUAN

I. TUJUAN PRAKTIKUM

1. Mempelajari cara pembuatan media dan syarat-syarat yang dibutuhkan


oleh suatu media untuk pertumbuhan mikroba
2. Mempelajari macam-macam teknik sterilisasi
3. Mempelajari cara-cara pemindahan mikroba secara aseptis
4. Mempelajari teknik-teknik isolasi penanaman mikroba
5. Mempelajari teknik pembuatan pulasan bakteri untuk
pengecatan/pewarnaan bakteri
6. Mengenal bermacam-macam mikroba di alam

II. DASAR TEORI

Untuk menumbuhkan mikroba dan mengembangbiakan mikroba,


diperlukan suatu substrat yang disebut dengan media. Sedangkan media itu sendiri
sebelum dipergunakan harus dalam keadaan steril, artinya tidak ditumbuhi oleh
mikroba lain yang tidak diharapkan. Susunan bahan, baik bentuk bahan alami
(seperti tauge, kentang, telur, daging, wortel, dan sebagainya) ataupun bahan
buatan (berbentuk senyawa kimia, organik, ataupun anorganik) yang dipergunakan
untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba dinamakan media
(Dwidjoseputro, 2005).
2
Medium pertumbuhan bakteri merupakan elemen penting dalam praktik
mikrobiologi yang harus Anda ketahui karena dengan menggunakan media
pertumbuhan maka dapat dipelajari aktivitas mikroba yang tumbuh di situ.
Aktivitas mikroba akan mengakibatkan perubahan pada media pertumbuhan yang
digunakan sehingga dapat dipelajari. Bahan-bahan media dapat berupa bahan-
bahan yang sudah jadi, bahan-bahan asli, atau bahan alami. Pada dasarnya bahan-
bahan untuk pembuatan media dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu
bahan dasar, nutrisi, dan bahan tambahan.
Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari
campuran zat-zat makanan atau nutrisi yang diperlukan oleh mikroorganisme
untuk pertumbuhannya. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi di dalam media
berupa molekul-molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel.
Dengan media, pertumbuhan dapat dilakukan dengan isolasi mikroorganisme
menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komposisi media pertumbuhannya.
Bahan dasar adalah air (H2O) sebagai pelarut dari agar-agar (rumput laut) dimana
agar-agar tersebut berfungsi sebagai pemadat media (Soni, Ahmad 2010: 8).

Medium dapat diklasifikasikan berdasar atas susunan kimia, konsistensi,


dan fungsinya. Klasifikasi medium berdasarkan susunan kimianya, yakni, medium
organik, yaitu medium yang tersusun dari bahan-bahan organik, medium
anorganik, yaitu medium yang tersusun dari bahan-bahan anorganik, medium
sintetik, yaitu medium yang sususan kimiawinya dapat diketahui dengan pasti, dan
medium non-sintetik, yaitu medium yang susunan kimiawinya dapat diketahui
dengan pasti (Dwidjoseputro, 2005).

Pembiakan mikroba dalam laboratorium memerlukan medium yang berisi zat hara
serta lingkungan pertumbuhan yang sesuai dengan mikroorganisme. Zat hara
dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhan, sistesis sel, keperluan energi
dalam metabolism, dan pergerakan. Lazimnya, medium biakan berisi air, sumber
energi, zat hara sebagai sumber karbon, nitrogen, sulfur, phospat, oksigen,
hidrogen, serta unsur-unsur sekelumit (trace element). Dalam bahan dasar, medium
dapat pula ditambahkan faktor pertumbuhan berupa asam amino, vitamin, dan
nukleotida (Waluyo 2007: 61). 3
Medium merupakan suatu bahan yang terdiri dari campuran nutrisi yang
dipakai untuk menumbuhkan mikroba. Selain untuk menumbuhkan mikroba,
medium dapat pula digunakan untuk isolasi, memperbanyak mikroba, pengujian
sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba. Media agar-agar merupakan
media yang sangat baik untuk memisahkan campuran mikroorganisme sehingga
masing-masing jenisnya menjadi terpisah-pisah. Teknik yang digunakan untuk
menumbuhkan mikroorganisme pada media agar memungkinkan tumbuh dengan
agak berjauhan dengan sesamanya juga memungkinkan selnya membentuk atau
membelah dan berhimpun untuk membentuk satu koloni. Sekelompok sel yang
dapat dilihat dengan mata biasa semua sel dalam koloni itu sama dianggap adalah
satu keturunan mikroorganisme bisa disebut berasal dari satu sel yang sama yang
disebut biakan murni(Dwidjoseputro, 2005 ).

Bahan yang diinokulasikan pada medium disebut inokulum. Dengan


menginokulasi medium agar nutrien (nutrient agar) dengan metode cawan gores
atau dengan metode cawan tuang, sel-sel mikroba itu akan terpisah sendiri-sendiri.
Jika dua sel pada inokulum asal terlalu berdekatan letaknya pada medium agar,
maka koloni yang terbentuk dari masing-masing sel dapat bercampur dengan
sesamanya, atau paling tidak bersentuhan, jadi massa sel dapat diamati dala
medium agar, bukanlah suatu biakan yang murni (Pelczar 2008: 86).Medium
manusia dapat berupa: medium cair, yang biasa digunakan adalah air kaldu.
medium kental, dahulu kala orang lazim menggunakan kentang yang dipoton
g-potong berupa silinder untuk medium-medium yang diperkaya dan medium
kering. Pekerjaan laboratorium sekarang ini banyak dipermudah dengan telah
adanya bermacam-macam medium yang tersedia dalam bentuk serba kering. Dan
yang terakhir adalah medium sintetik yang berupa ramuan-ramuan zat anorganik
yang tertentu, yang mengandung zat karbon dan nitrogen yang diperlukan oleh
mikroba untuk melakukan metabolisme (Dwidjoseputro 1991: 40).

Media setengah padat dibuat dengan bahan yang sama dengan media padat,
tetapi yang berbeda adalah komposisi agarnya. Media ini digunakan untuk melihat
4
gerak kuman secara mikroskopik. Pada media mati juga dikenal dengan adanya
media sintetis. Media sintesis merupakan media yang mempunyai kandungan dan
isi bahan yang telah diketahui secara terperinci. Media sintesis sering digunakan
untuk mempelajari sifat faali dan senyawa genetika mikroorganisme. Senyawa
anorganik dan senyawa organik yang ditambahkan kedalam media sintetis harus
murni. Dengan demikian, media sistetis harganya menjadi cukup mahal (Waluyo
2007: 63).
Selain amat bervariasi dalam persyaratan nutrisinya, mikroorganisme juga
menunjukkan respons yang berbeda-beda terhadap kondisi fisik di dalam
lingkungannya.Untuk keberjasilan kultivasi berbagai tipe bakteri, dibutuhkan satu
kombinasi nutrien serta lingkungan fisik yang sesuai. Perkembangbiakkan bakteri
dipengaruhi beberapa faktor, yaitu suhu, cahaya, pengeringan (kelembaban),
keasaman (pH), pengaruh O2 dari udara, pengaruh tekanan osmotik, pengaruh
mikroorganisme disekitarnya, pengaruh zat kimia (desinfektan terhadap
mikroba)(Pelczar, 2005).

Oleh karena itu, untuk tujuan isolasi identifikasi dan pembiakan mikroba di
laboratorium, maka media yang digunakan harus memenuhi persyaratan dalam hal
komposisi nutrisi, tidak mengandung senyawa antimikroba, memilki pH, kadar air,
dan tekanan osmose yang sesuai, selain itu media juga harus steril (Handayani,
2012).

5
BAB II
ALAT DAN BAHAN

I. Alat dan Bahan

1. MediadanCaraPembuatanMedia
1) Cawanpetri
2) Tabungreaksi
3) Batang pengaduk.
4) Pipet volume.
5) Erlenmeyer
6) Penangas air.
7) MediaNutrienAgar(NA) (Oxoid).
8) MediaNutrienBroth(NB)(Oxoid)
9) Aquades.
2. Teknik-TeknikPemindahanKulturMikroba
1) MediaNAmiringdalamtabungreaksi(hasilpercobaan1)
2) MediaNAtegakdalamtabungreaksi(hasilpercobaan1)
3) Media nutrien cair atau NB dalam tabung reaksi (hasil percobaan 1)
4) Jarumose
5) Jaruminokulasi
6) Kulturmurnibakteri
7) LampuBunsen
6
8) Vortexmixer
3. Teknik-teknikIsolasiatauPenanamanMikroba
A. SpreadPlate Method(CaraTebar)
1) Spreader/batangbengkok/batangDrigalsky
2) Pipetvolume,lampuBunsen
3) MediaNAdalamcawanpetri
4) Kulturmurnibakteri
5) Larutanpengencer(BPWatauNaClfisiologis0,9%)
B. PourPlateMethod(CaraTabur)
1) MediaNAdalamtabungreaksi(hasilpercobaan1)
2) Cawanpetristeril
3) Kulturmurnibakteri
4) Pipetvolume,lampuBunsen
C. StreakPlate Method(CaraGores)
1) MediaNAdalamcawanpetri
2) Kulturmurnibakteri
3) Jarumose
4) LampuBunsen

7
BAB III

SKEMA KERJA

I. MediadanCaraPembuatanMedia

Ditimbang media NA (Oxoid) dan NB(Oxoid)sesuaiprosedur.

Dibuat 50 ml media NAuntuksetiap kelompokkecilpraktikum


dan50mlmediaNBuntuksatu golonganpraktikum.

Ditimbangmediadilakukansecara
teliti,kemudianserbukmediadimasukkansecara hati-
hatikedalamerlenmeyer.

Ditambahkan aquadesdan diaduksampaimeratadenganbatang


pengaduk.

Dipanaskanhati-hatimenggunakan penangas/elemen pemanas


sampaimediatercampurhomogenditunjukkan denganwarnayangkuning
jernih (jangan sampai berbuih)

Sebelum Autoklaf

DituangmediaNAdenganvolume tertentumenggunakan
pipetvolume:5mlkedalamtabung reaksiuntuk NAmiring,10mlkedalam tabung
reaksiuntuk NAtegak,15mluntukNAdalam 8
cawanpetriuntuk percoba
Tutuptabungreaksidenganpenutup tabung (penutupanjanganterlalurapat!)an
4b(metodeisolasipourplate),sisanyauntukNA
dalamcawanpetriuntukpercobaan6(pengenalanmikroba dialam).

Ditutuptabungreaksidengan penutup tabung (penutupanjanganterlalurapat!).


Dituangkan NB ke dalam tabung reaksi untuk8kelompok praktikum
dalam1golongan.Masing- masing tabung reaksi@8ml.

Ditutuptabung reaksidengan
kapasataupenutuptabung(penutupanjanganterlalurapat!)

Disterilkanseluruhmediadalam tabung reaksitersebutdengan


menggunakanautoklafselama15menit, tekanan1 atm suhu
1210C

Setelah Autoklaf
Diletakkan media NA 10 ml dalamtabungreaksi
tegakpadaraktabungdanbiarkanmemadat,media NA5diinkubasikan
miringdanbiarkanmemadat.Media sisaNA tuangkan dalamcawan
petridanbiarkanmemadat untukpercobaan6:pengenalan mikrobadialam.Media
NA15mldibiarkansampaisuhu45-50oCuntukpercobaan4b.

Dibiarkandingin Media NBdalamtabungreaksi.Seluruh media NAdanNB


iniakandigunakanuntukpercobaanselanjutnya.

1. Teknik-TeknikPemindahanKulturMikroba

DisiapkanmediaNAdanNBhasilpercobaan1(mediaNA 27
miring,mediaNAtegakdanmediaNB/cair). Dilakukan pemindahan
kulturmikroba satupersatuuntukmasing-masing media

Longgarkankan tutup dari masing-masing tabung reaksi


yangberisimedia(jangandi lepaskan!).

Dipegang tabung reaksi yang mengandung kultur murni


bakteriditangankiri.
Dipegangjarumosepadatangan kanandan dibakar di
atasnyala lampu bunsen hingga kawat memijar, dilakukan
dari pangkal ke ujung jarum.

Dipegangosemenggunakanibujaridanjaritelunjuk, digunakan
jarikelingking untukmembuka tutuptabung reaksi(tutup
tabungreaksitetapdipegangsepertiposisisemula).

Dibakar muluttabungreaksi,masukkanjarumosedan diambil1


osebiakanbakteri.

Diambil tabung reaksi yang akan diinokulasi dengan tangan


kiri, dengan cara yang sama buka tutup tabung
reaksi,danbakar muluttabungreaksi.

Diinokulasikanbiakanbakteripadatabungreaksiinokulasi
dengancara goresanzigzagpadapermukaanNAmiring.

Dibakarmuluttabung reaksidantutuptabung reaksikembali,


kemudianbakarose.

28
Diberi label tanggal percobaan, nama bakteri, teknik
pemindahan dan nama kelompok.

Dilakukandengan cara yang sama untuk media nutrien


cair/NBmenggunakan jarumosedanmediaagartegak
secaratusukantegaklurus menggunakanjaruminokulasi.

Diinkubasikanselama 24 jam pada suhu kamar dan amati


pertumbuhannya.
2. Teknik-teknikIsolasiatauPenanamanMikroba
A. SpreadPlate Method(CaraTebar)

Dibuatpengenceran10-1 –10-6
darikulturmurnibakteri denganlarutanpengencer.

Diambil tabung reaksi yang mengandung


kultur murni bakteri, dibukadan
dibakarlehertabung.

Dipindahkan0,1ml kulturbakteri
secaraaseptiskepermukaan
mediaNAdalamcawanpetri.

Dibakarspreaderyangsebelumnyatelahdicelupka
ndalam alkohol,biarkandingin.

Ditebarkan/sebarkankulturbakteridengan
spreadersecara
29
meratadanbiarkansampaipermukaanagarmengerin
g

Setelahpermukaanagarmengering,selanjutnya
diinkubasisecaraterbalik
selama24jampadasuhukamardan diamati
pertumbuhannya.

Dibandingkan pertumbuhan dari tiap-tiap


pengenceran dan dibandingkan pertumbuhannya
denganhasilteknikspread platepadapercobaan2
B. PourPlateMethod(CaraTabur)

Dinginkanmedia NAdalamtabungreaksisampaisuhu±45 -500C

Dibukatutuptabungyangmengandungkulturmurni
bakteri, dan dibakarleherbotol.

Dipindahkan1mlkulturmurnibakterikedalamtabungreaksiyang
mengandungNA secaraaseptis.

Dibakarlehertabungdiatasbunsen,dandituangkanmediaNA
yang telahmengandungkulturmurnibakterikedalamcawanpetri.

Dioyangkan perlahan-lahan
untukmencampurkulturbakteri dengan NA
sampai homogen.
30
Diletakkan petri dalam
radiusmaksimal20cmdarisumberapi (zonasteril)

Setelahagarmemadatdiinkubasiterbalikpadasuhuk
amar selama24jam.Inkubasiterbalikdilakukan
setelahagar memadat.Amatipertumbuhannya.
C. StreakPlate Method(CaraGores)

Dipanaskan jarum ose hingga memijar di atas


bunsen, kemudian dinginkan.

Digunakan oseyangtelahdinginuntuk
menggorespadapermukaanmediaagardalamcawa
npetri.

Diambil 1 ose kultur murni bakteri dan


d i goreskan pada permukaan media
agardimulaipadasatuujung.

Disentuhkan Ose
padapermukaanmediaagardalamcawan
petri,sewaktumenggores
osedibiarkanmeluncurdiatas permukaanagar.

Dipijarkanoseterlebihdahuludanbiarkandingin,
Setiapkali menggoreskanose
untukkuadranberikutnya.

Diinkubasikan
secaraterbalikpadasuhukamarselama24jam.

31
Diamatipertumbuhannya.
BAB V

DATA PENGAMATAN

NO HASIL PENGAMATAN KETRANGAN


1. Media NA 10 ml Tampak Petumbuhan Bakteri,
karena menunjukan warna
yang keruh.

2. Media NA miring 5 ml Tampak Sedikit pertumbuhan


Bakteri secara menggumpal

3. Media NB Tampak garis pertumbuhan


bakteri yang tipis di dasar

32
4. Media NA sisa dalam cawan petri Tampak banyak pertumbuhan
bakteri yang menumpuk tetapi
agak menyebar
BAB VI

PEMBAHASAN

Pada pratikum ini, dilakukan pelaksanaan praktikum dilakukan dengan


aseptis. Teknik aseptis didefinisikan sebagai prosedur kerja yang meminimalisir
kontaminan mikroorganisme dan dapat mengurangi risiko paparan terhadap
petugas (Muchid, 2009). Teknik aseptis dilakukan sebelum, selama, dan sesudah
praktikum. Sebelum praktikum semua alat dan bahan telah dalam keadaan steril.
Sekitar meja praktikum telah dibersihkan dengan alkohol 70%, demikian pula
tangan telah dicuci terlebih dahulu dengan alkohol 70%. Selama praktikum baik
ketika melakukan penuangan medium atau transfer mikroba juga dilakukan secara
aseptis. Penuangan medium dan transfer mikroba dilakukan di dekat nyala api
bunsen, demikian pula ketika membuka dan menutup tabung reaksi atau cawan
pertri, mulut tabung reaksi dan cawan petri dilewatkan ke api terlebih dahulu. Pada
transfer mikroba khususnya, jarum tanam juga dibakar sampai membara terlebih
dahulu kemudian didinginkan dengan alkohol sebelum dan sesudah digunakan.
Kemiringan tabung reaksi saat melakukan transfer mikroba juga harus diperhatikan
karena mempengaruhi pemaparan medium oleh udara. Teknis aseptis sangat perlu
dilakukan di laboratorium untuk menghindari kontaminasi, dilakukan di
laboratorium untuk menghindari kontaminasi (Brock dkk, 1994).

Pada percobaan cara pembuatan media, media yang digunakan media


nutrien agar (NA) (oxoid) dan media nutrien broth (NB) (oxoid). Pembuatan 50 ml

33
NA dan NB membutuhkan 1,4 gram dan 0,4 gram. Serbuk media dimasukan ke
dalam erlenmeyer yang telah ditambahkan aquadest sampai merata. Panaskan
dengan hati-hati dengan menggunakan kompor atau elemen panas sampai media
tercampur homogen tujuan dipanaskan media adalah untuk mempercepat
melarutkan media. Media NA 5 ml ke dalam tabung reaksi untuk NA miring
membentuk sudut 300 , 10 ml ke dalam tabung reaksi untuk NA tegak, 15 ml untuk
NA dalam cawan petri sedangkan NB telah disediakan di laboratorium sehingga
media NB tidak perlu disterilkan berbeda dengan NA, seluruh media NA
disterilkan dengan autoklaf selama 15 menit, tekanan 1 atm suhu 121oC. Terjadi
kesalahan dalam mensterilkan alat dan bahan media. Pada suhu 121oC yang
seharusnya menunggu hingga 15 menit harus dimatikan mengingat keterbatasan
waktu pratikum. Setelah diautoklaf media NA 10 ml dalam tabung reaksi
diletakkan tegak pada rak tabung dan biarkan memadat. Media NA 5 ml
dimiringkan dan dibiarkan memadat. Media sisa NA dituangkan dalam cawan petri
dengan cara aseptis. Penuangan NA pada saat cawan petri dengan keadaan hangat
atau suam kuku. Jangan dilakukan pada sangat panas akan membuat cawan petri
bagian atas mengembun sehingga sulit menumbuhkan mikroba. Seluruh media NA
dan NB selanjutnya dilakukan percobaan.

Penuangan medium dilakukan dengan memindahkan medium ke dalam


cawan petri yang masing-masing telah disterilisasi menggunakan autoclave.
Autoclave adalah alat serupa pressure cooker yang dapat digunakan untuk
melakukan sterilisasi basah. Prinsip kerja autoclave adalah terjadinya koagulasi
lebih cepat dalam keadaan basah dibanding dengan keadaan kering. Sterilisasi
dengan Autoclave dapat membunuh mikroorganisme dengan cara mendenaturasi/
menkoagulasi protein pada enzim dan membran sel bakteri (Pratiwi, 2008) .
Penuangan medium dilakukan di dekat nyala api untuk menggurangi kemungkinan
terjadinya kontaminasi. Pada percobaan pemindahan kultur mikroba dilakukan
secara aseptis. Pemindahan kultur dilakukan satu persatu untuk masing-masing
media. Dilonggarkankan tutup dari masing-masing tabung reaksi
yangberisimediajangandi lepaskankarena akan membuat terkontaminasi. Di
Pegang tabung reaksi yang mengandung kultur murni bakteriditangankiri.

34
Dipegangjarumosepadatangan kanandanbakar di atasnyala lampu bunsen hingga
kawat memijar.Pemanasan jarumosedilakukandaripangkalkeujung sampaimemijar,
a sebelum digunakan kawatdidinginkan beberapasaat.
Dipegangosemenggunakanibujaridanjaritelunjuk,gunakan jarikelingking
untukmembuka tutuptabung reaksi. Ditutup
tabungreaksitetapdipegangsepertiposisisemula. Di bakar muluttabungreaksi
dengan tujuan mencegah kontaminasi mikroba,masukkanjarumosedanambil1
osebiakanbakteri. Dibakarkembalimuluttabungreaksidantutuptabungreaksi
kembali. Diambil tabung reaksi yang akan diinokulasi dengan tangan kiri, dengan
cara yang sama buka tutup tabung reaksi,danbakar muluttabungreaksi diatas nyala
api bunsen agar terhindar dari kontaminasi
mikroba.Diinokulasikanbiakanbakteripadatabungreaksiinokulasi dengancara
goresanzigzagpadapermukaanNAmiring. Dibakarmuluttabung
reaksidantutuptabung reaksikembali, kemudianbakarose.
Diberilabel:tanggalpercobaan, namabakteri,teknik pemindahandan namakelompok.
Dilakukan dengan cara yang sama untuk media nutrien cair/NBmenggunakan
jarumosedanmediaagartegak secaratusukantegaklurus
menggunakanjaruminokulasi. Pada NA sisa dalam petri dibuat garisan Streak Plate
Method secara goresan sinabung dengan tujuan mengisolasi koloni
mikrobapadacawanagarsehinggadidapatkan koloniterpisahdan merupakan
biakanmurni.Carainidasarnyaialahmenggoreskan suspensibahanyangmengandung
mikrobapadapermukaanmedium agaryang
sesuaipadacawanpetri.Setelahinkubasimakapadabekas goresanakantumbuhkoloni-
koloni terpisahyangmungkinberasal
dari1selmikroba,sehinggadapatdiisolasilebihlanjut.Penggoresanyangsempurnaakan
menghasilkan koloniyang terpisah.Bakteriyang
memilikiflagellaseringkalimembentukkoloni yangmenyebarterutamabiladigunakan
lempenganyangbasah. Untuk mencegah hal itu harus digunakan lempengan agar
yang keringpermukaannya. Selanjutnya diinkubasikanselama 24 jam pada suhu
kamar agar mikroba dapat hidup dalam media tersebut (Anonim, 2017). Pada
Pengamatan 2x24 jam, pada cawan petri menunjukan bahwa pertumbuhan bakteri
sudah banyak namun bentuk goresan di media sangat kacau ini disebabkan
35
keterbatasan waktu dan alat yang disediakan kurang sehingga menyita waktu yang
sangat banyak, sertapertumbuhanmikrobabesardanterlalumenumpuk. Pada media
NA miring terdapat beberapa masih tampak sedikit pertumbuhan bakteri. Hal ini
disebabkan bakteri yang ditanam merupakan bakteri aerob yang artinya
membutuhkan oksigen sedangkan penutup tabung direaksi dibungkus dengan
wrapping plastic dan kesalahan dapat juga terjadi pada pratikan yang kurang
aseptis sehingga bakteri tidak dapat tumbuh dalam media tersebut. Pada media
NB masih tampak sedikit pertumbuhan bakteri. Hal ini bisa disebabkan karena
kesalahan pratikkan yang tidak aseptis dalam bekerja dan mati listik pada alat
inkubator sehingga bisa menjadi faktor yang mampu membuat bakteri tidak dapat
hidup dalam media tersebut. Pertumbuhan bakteri dilihat secara mata telanjang
sehingga perlu dilakukan pemeriksaan secara mikroskopik untuk dapat melihat
pertumbuhan bakteri.

36
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2017. Panduan Pratikum Mikrobiologi. Bali: Institut Ilmu Kesehatan


Medika Persada Bali

Dwidjeseputro, D. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan, Jakarta.

Brock, D.T., M.T. Madigan, J.M. Martinko & J. Parker. 1994. Biology of
Microorganisms. Ed.7. Prentice Hall, New Jersey.

Handayani, dkk. 2012. Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Universitas Negeri


Jakarta. Jakarta

Muchid. 2009. Pedoman Dasar Teknik Aseptis 2. Jakarta: Ditjen Bina Kefarmasian
Alat dan Kesehatan Departemen Kesehatan RI.

Pelczar, Michael. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Universitas Indonesia, Jakarta

Pratiwi, S.U.T. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Erlangga

37
38