Anda di halaman 1dari 9

Arya SriSaddharma Pundarika Nama Dharmaparyaya

Mahayana Suttram

Yang Suci Sutra Bunga Teratai Putih Dari Pintu Gerbang Dharma Mahayana
tentang pembabaran dua belas nidana dari hukum kesunyataan mulia

Samantabhadrotsahana Parivartah Dharmaparyaya


Suttram
BAB 26
NASEHAT SANG BODHISATTVA SAMANTABHADRA

1
Pada saat itu, Sang Bodhisattva Samanta Bhadra dengan kekuatan saktiNya
yang sempurna,agung dan tenar,dengan ditemani oleh para Bodhisattva yang
terkemuka,yang tak terbatas,tak terhingga, dan tak terhitung jumlahNya,datang dari
kawasan sebelah timur.Negeri-negeri yang Ia lalui semuanya bergoncangan,bunga-
bunga teratai berhias manikam bertaburan turun dan ratusan ribu koti jenis musik
teralunkan.Ia tiba di Gunung Grdhrakuta di dunia Saha ini dengan dikelilingi pula
oleh kelompok para deva,naga,yaksha,gandharva,asura,garuda,kinnara,ma
horaga,manusia,dan yang bukan manusia serta lain-lainnya yang seluruhnya
memperlihatkan kesaktian Mereka yang sempurna. Setelah merendahkan diri
dihadapan Sang Sakyamuni Buddha,kemudian Ia berarak mengitariNya kearah
kanan sebanyak 7 kali dan menyapa Sang Buddha seraya berkata:"Yang Maha
Agung! Kami yang berada didalam kawasan Sang Buddha Ratnatejobhyudgataraja
yang ketika mendengar dari jauh bahwa Hukum Sutta Bunga Teratai sedang
dikhotbahkan didalam dunia Saha ini,telah datang bersama ratusan ribu koti para
Bodhisattva untuk mendengar dan menerimaNya.Yang Maha Agung, berkenanlah
Engkau kiranya untuk mengkhotbahkanNya kepada Kami dan beritahukanlah pula
bagaimana jalannya agar para putera-puteri yang baik dapat memperoleh Hukum
Sutta Bunga Teratai ini sesudah kemokshaan Sang Tathagata nanti."

Sang Buddha menjawab Sang Bodhisattva Samanta Bhadra :"Seandainya terdapat


putera maupun puteri yang baik,yang melaksanakan keempat kewajiban,maka Ia
akan memperoleh Hukum Sutta Bunga Teratai ini sesudah kemokshaan Sang
Tathagata nanti. Pertama, Ia harus berada dibawah asuhan Para Buddha. Kedua, Ia
harus menanam akar-akar kebajikan. Ketiga, Ia harus menguasai tingkat konsentrasi
yang benar, dan keempat, Ia harus berusaha menyelamatkan para umat. Putera-puteri

2
yang baik,yang melaksanakan keempat kewajiban itu pastilah akan memperoleh
Sutta ini sesudah kemokshaan Sang Tathagata nanti."

Kemudian Sang Bodhisattva Samanta Bhadra berkata pada Sang Buddha:"Yang


Maha Agung! Didalam 500 tahun terakhir dari masa yang penuh kejahatan dan
keangkaraan nanti, siapapun juga yang menerima dan memelihara Sutta ini selalu
akan Aku jaga dan Aku lindungi, serta akan Aku musnahkan kecemasan hatinya dan
Aku tentramkan hati mereka sehingga tidak ada satupun godaan yang beroleh
peluang.Tidak juga mara ataupun anak-anak mara, tidak juga puteri-puteri mara
ataupun orang-orang mara, dan tidak juga pengikut-pengikut mara, tidak pula
yaksha,rakshasa,kumbhandas,pisacaka,kritya,putana, vetada dan pengganggu
manusia lainnya.Semuanya ini tidak akan mendapatkan kesempatan sedetikpun jua.
Dimanapun orang ini berjalan atau berdiri, sedang membaca atau menghafalkan
Sutta ini, Aku akan segera meniti seekor Raja Gajah putih bergading enam dan pergi
bersama sekelompok Para Bodhisattva Agung ke tempat itu serta menunjukkan diri
bahwa Aku akan menjaga dan melindunginya dengan menghibur hatinya dan dengan
cara itu pulalah Aku memelihara Hukum Sutta Bunga Teratai. Dimanapun juga
orang ini duduk merenungkan Sutta,maka dengan segera Aku akan meniti lagi Raja
Gajah putih itu dan menampakkan diri kepadanya.Seandainya Ia lupa meskipun
hanya sepatah kata ataupun seuntai syair dari Sutta Bunga Hukum ini, maka Aku
akan mengajarkanNya kepadanya,membaca dan menghafalkanNya bersamanya
serta membuat dia menguasaiNya kembali.Kemudian Ia yang menerima dan
memelihara,membaca dan menghafalkan Hukum Sutta Bunga Teratai ini akan
sangat bersuka-cita dan memperbaharui semangatnya ketika Ia melihatku. Dengan
melihatKu, ia akan memperoleh Perenungan dan Dharani yang disebut Dharani
tentang Perubahan, Dharani dari Ratusan Ribu Koti Perubahan, dan Dharani dari

3
Keahlian Ajaran Dharma. Dharani-Dharani seperti inilah yang akan Ia dapatkan.

"Yang Maha Agung! Seandainya didalam ujung masa yaitu didalam 500 tahun
terakhir dari masa yang penuh kedurhakaan dan keangkaraan nanti, para
bhiksu,bhiksuni,upasaka,dan upasika,para pencahari,penerima dan
pemelihara,pembaca dan penghafal serta penurun yang berhasrat menjalankan
Hukum Sutta Bunga Teratai ini,maka mereka harus dengan sepenuh hati
mencurahkan diri pada Sutta itu selama 3 minggu.Setelah 3 minggu itu terlaksana,
barulah Aku akan meniti Gajah Putih Bergading Enam dan bersama-sama dengan
ribuan Para Bodhisattva yang mengelilingiKu, muncul dihadapan orang-orang itu
dalam wujud yang semua orang akan memandangnya serta Aku akan berkhotbah
kepada mereka itu dengan memaparkan, memberi mereka petunjuk, menyelamatkan
dan membuat mereka semua bersukaria.Lebih-lebih lagi akan Aku berikan Dharani
kepada mereka.Dan dengan memperoleh Dharani ini, tidak ada satupun manusia
maupun yang bukan manusia yang dapat menyakitinya, serta tidak ada lagi seorang
wanitapun yang dapat menggodanya.Aku sendiri juga akan selalu melindunginya.
Berkenanlah Engkau, Yang Maha Agung, untuk mengizinkan Aku membacakan
Mantra Dharani ini."

Kemudian Ia mengucapkan Mantra Dharani itu dihadapan Sang Buddha,yakni:


"adande dandapati dandavartani dandakusale dandasudhari sudharapati
buddhapasyane sarvadharani avartani samvartani samghaparīksite samghanirghatani
dharmaparīksite sarvasattvarutakausalyanugate simhavikrīdite anuvarte vartani
vartali svaha."

4
"Yang Maha Agung! Jika terdapat Bodhisattva-Bodhisattva yang mendengar
Dharani-Dharani ini,maka Mereka akan sadar akan daya sakti dari Sang
Samantabhadra.Jika khotbah Sutta Bunga Hukum ini sedang berlangsung diseluruh
Jambudvipa dan disitu terdapat orang-orang yang menerima serta memeliharaNya,
maka biarlah Mereka berpikir demikian:"Ini semua karena Kekuatan Yang Agung
dari Sang Samantabhadra."Seandainya ada yang menerima serta
memelihara,membaca dan menghafalkanNya,mengingatNya dengan benar,
memahami maknaNya dan bertindak seperti apa yang telah dikhotbahkan, maka
ketahuilah bahwa orang-orang ini sedang melaksanakan perbuatan Sang
Samantabhadra dan telah menanam dengan dalam akar-akar kebajikan dibawah
naungan Ribuan Buddha yang tanpa hitungan jumlahNya dan kepala-kepala Mereka
akan dibelai dengan penuh kasih sayang oleh tangan-tangan Para Tathagata.Jika
orang-orang ini hanya menurunNya,maka Mereka akan terlahir didalam Surga
Tavatimsa ketika hidup Mereka berakhir nanti, dimana pada kesempatan itu 84 ribu
betari dengan mengalunkan dendang lagu akan datang untuk menyambutnya dan
Mereka dengan mengenakan Mahkota-Mahkota yang berhias 7 benda berharga akan
bergembira dan bersuka-cita ditengah-tengah betari-betari yang Anggun itu.Betapa
banyaknya orang-orang yang menerima, memelihara, membaca, dan
menghafalkanNya, mengingatNya dengan benar, memahami maknaNya serta
melaksanakanNya seperti apa yang telah dikhotbahkan!
Seandainya terdapat orang-orang yang menerima dan memelihara, membaca dan
menghafalkanNya serta memahami maknaNya, maka setelah hidup mereka
berakhir, tangan-tangan dari ribuan Para Buddha akan terulur sehingga Mereka tidak
akan merasa takut terjatuh dalam nasib yang buruk.Mereka akan langsung menuju
kearah Sang Bodhisattva Maitreya didalam Surga Tusita dimana Sang Boldhisattva
Maitreya yang memiliki 32 tanda itu sedang dikelilingi oleh sekelompok
Bodhisattva-Bodhisattva Agung dan Beliau memiliki pula ratusan pengikut
5
betari.Diantara Mereka itulah Orang-Orang tadi akan terlahir. Demikianlah pahala
dan karunia Mereka.Oleh karenanya, Para Orang Bijak harus dengan sepenuh hati
menurunNya atau membuat orang lain menurunNya, menerima dan memelihara,
membaca dan menghafalkanNya, mengingat-ingatNya dengan benar serta
melaksanakanNya seperti apa yang telah dikhotbahkan.Yang Maha Agung! Aku
akan menjaga dan melindungi Sutta ini dengan kekuatan saktiKu sehingga sesudah
kemokshaan Sang Tathagata nanti,Sutta ini akan tersebar luas tanpa henti-hentinya
didalam Jambudvipa."

Kemudian Sang Sakyamuni Buddha memujiNya dengan


bersabda:"Bagus,bagus,Sang Samantabhadra,bahwa engkau mampu melindungi dan
membantu Sutta ini serta membawa kebahagiaan dan ketentraman kepada para umat
dibanyak tempat.Engkau telah mencapai jasa-jasa yang tak terlukiskan lagi dan telah
mencapai kebajikan serta kasih sayang yang sangat begitu dalam.Semenjak dahulu
Engkau telah berusaha untuk mencapai Penerangan Agung dan telah mampu
membuat Prasetya Sakti untuk menjaga dan melindungi Sutta ini dan Aku dengan
Kekuatan SaktiKu, akan melindungi dan menjaga Mereka yang dapat menerima
serta memelihara nama dari Sang Bodhisattva Samantabhadra.
Wahai Samantabhadra! Jika terdapat Orang-Orang yang menerima dan memelihara,
membaca dan menghafalkan, mengingat-ingatNya dengan benar,melaksanakan
serta menurun Hukum Sutta Bunga Teratai ini,maka ketahuilah bahwa Orang-Orang
ini sedang berada dihadapan Sang Sakyamuni Buddha dan seakan-akan Mereka
sedang mendengarkan Sutta ini dari Mulut Sang Sakyamuni Buddha
sendiri.ketahuilah pula bahwa Mereka sedang memuliakan Sang Sakyamuni
Buddha. ketahuilah pula bahwa Sang Buddha itu sedang memuji Mereka"Bagus
Sekali".ketahuilah pula bahwa kepala Mereka sedang dibelai oleh Tangan -Tangan

6
Sang Sakyamuni Buddha. ketahuilah pula bahwa Mereka itu diselimuti Jubah Sang
Sakyamuni Buddha.

Orang-Orang seperti ini tidak lagi akan tertarik oleh kesenangan duniawi ataupun
senang akan kitab-kitab serta tulisan-tulisan yang kolot ataupun menyukai lagi
persahabatan akrab dengan orang-orang semacam itu maupun orang-orang angkara
lainnya, baik mereka para tukang jagal ataupun pengembala babi
hutan,domba,unggas,dan anjing, ataupun pemburu maupun orang-orang
bawahannya.Tetapi Orang semacam ini akan selalu Berpikiran Benar, Bertujuan
Benar serta Agung. Orang-Orang seperti itu tidak akan terhinggapi 3 racun ataupun
terhinggapi oleh rasa dengki,sombong,tinggi hati dan congkak. Mereka akan berpuas
hanya dengan beberapa keinginan saja dan mampu melaksanakan Titah-Titah Sang
Keluhuran Semesta.

Wahai Samantabhadra! Sesudah Kemokshaan Sang Tathagata, seandainya terdapat


Seseorang yang menerima dan memelihara, membaca dan menghafalkan Hukum
Sutta Bunga Teratai ini didalam 500 tahun yang terakhir nanti, maka Ia harus
berpikir begini:

"Orang ini akan segera menuju ke tingkat Kebijaksanaan untuk menghancur-


leburkan kelompok mara dan mencapai Penerangan Agung serta memutar Roda
Hukum, menabuh genderang, meniup nafiri Hukum dan mencurahkan hujan Hukum
serta akan duduk diatas Tathta Singa Hukum ditengah-tengah persidangan para deva
dan manusia."

7
Wahai Samantabhadra! Siapapun juga yang didalam masa-masa mendatang
menerima dan memelihara,membaca dan menghafalkan Sutta ini ,maka Mereka
tidak akan tergila-gila pada pakaian, perabot-perabot tidur, makanan dan minuman
serta segala benda-benda lainnya untuk penunjang hidup.Apapun yang Mereka
ingini akan selalu tercapai dan didalam kehidupannya sekarang ini Mereka akan
memperoleh karunia pahalaNya. Seandainya ada seseorang yang menghina dan
menfitnahnya dengan berkata:"Kalian hanyalah orang-orang gila yang melakukan
semuanya ini dengan sia-sia belaka tanpa sesuatupun yang dapat diperoleh."

Maka Hukuman bagi Kejahatan ini ialah kebutaan yang turun temurun.
Jika terdapat seseorang yang membuat persembahan dan memuliakan Mereka, maka
Ia akan memperoleh pahala yang dapat terlihat didalam dunia ini.Lagi, jika terdapat
seseorang melihat Mereka yang menerima dan memelihara Sutta ini, kemudian ia
memaklumkan salah dan dosa Mereka, maka benar ataupun salah, orang ini akan
terjangkiti penyakit lepra didalam masa hidupnya yang sekarang. Jika ia kurang ajar
terhadap Mereka, maka turun temurun giginya akan menjadi jarang dan hilang,
bibirnya buruk, hidungnya rata, tangan dan kakinya pengkor, matanya pedet,
tubuhnya berbau busuk dan terkotori dengan bopeng-bopeng yang menjijikkan serta
bernanah darah, bernapas berat dan pendek serta terjangkiti oleh penyakit-penyakit
mengerikan lainnya. Oleh karenanya Wahai Samanta Bhadra, jika terdapat
seseorang melihat Mereka yang menerima dan memelihara Sutta ini, maka Ia harus
berdiri dan menyapaNya dari kejauhan seakan-akan Ia sedang menghormati Sang
Buddha sendiri."

8
Pada saat bab tentang Pembesaran hati dari Sang Bodhisattva Samanta Bhadra
sedang dikhotbahkan, sejumlah Bodhisattva yang tak terhitung jumlahNya, yang
banyakNya seperti pasir Sungai Gangga, semuaNya telah mencapai Dharani dari
Ratusan Ribu Koti Perubahan dan Para Bodhisattva yang jumlahNya seperti atom-
atom dari jutaan dunia, semuaNya menjadi sempurna didalam jalan Agung dari Sang
Keluhuran Semesta.

Tatkala Sang Buddha selesai menkhotbahkan Sutta ini, Sang Samanta Bhadra
dengan Para Bodhisattva lainNya, Sang Sariputra dengan Para Sravaka lainNya,
serta seluruh Para deva,naga,manusia dan yang bukan manusia dan mahluk-mahluk
lainnya yang berada didalam Persidangan Agung itu, semuanya bersuka cita
bersama dan setelah mendapatkan ajaran-ajaran Sang Buddha itu, kemudian Mereka
membuat Penghormatan KepadaNya serta sesudahnya Mereka semua
mengundurkan diri.

Demikianlah Sutta Bunga Teratai Dari Kesaktian Hukum Kesunyataan Yang


Menakjubkan, Tentang Nasehat Sang Bodhisattva Samantabhadra, Bab 26.