Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN


HARGA DIRI RENDAH

Hari/Tangal : Sabtu, 17 November 2018


Pukul : 08.00-8.30 WIB
Sasaran : Pengunjung Puskesmas Nanggalo Padang Ruang Pelayanan Puskesmas
Nanggalo Padang

A. Latar belakang
Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi sehat, emosional, psikologis, dan sosiologis yang
terlihat dari hubungan interpersonal yang memuaskan, perilaku dan koping yang efektif, konsep
diri yang positif dan kestabilan emosional. Kesehatan jiwa memiliki banyak komponen dan di
pengaruhi oleh berbagai faktor (Johnson, 1997).
Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu
tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart dan
Sudeen, 1998).
Harga diri adalah pandangan keseluruhan dari individu tenang dirinya sendiri. Penghargaan
diri juga kadang dinamakan martabat diri atau gambaran diri. Misalnya, anak dengan
penghargaan diri yang tinggi mungkin tidak hanya memandang dirinya sebagai seseorang, tetapi
juga sebagai seseorang yang baik.
Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti, dan rendah diri
berkepanjangan akibat evaluasi negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri.Harga
diri merupakan evaluasi diri negatif yang berkepanjangan/perasaan tentang diri atau kemampuan
diri (herdman,2012).
Harga diri rendah berkepanjangan termasuk kondisi tidak sehat mental karena dapat
menyebabkan berbagai masalah kesehatan lain, terutama kesehatan jiwa.
Dampak yang dapat ditimbulkan oleh pasien yang mengalami harga diri rendah adalah
kehilangan kontrol dirinya. Pasien akan mengalami panik dan perilakunya. Pada situasi ini
pasien dapat melakukan bunuh diri (suicide), membunuh orang lain (homicide),bahkan merusak
lingkungan Untuk memperkecil dampak yang ditimbulkan harga diri rendah, dibutuhkan
penanganan yang tepat.
Pada studi terbaru WHO di 14 negara menunjukaan bahwa pada negara-negara berkembang,
sekitar 76-85% kasus gangguan jiwa tergolong parah dan tidak dapat pengobatan apapun. Dari
150 juta populasi orang dewasa Indonesia, berdasarkan data Depertemen Kesehatan (Depkes),
ada 1,74 juta orang mengalami gangguan mental emosional. Sedangkan 4% dari jumlah tersebut
terlambat berobat. Sedangkan kunjungan Pukesmas tahun 2012 sebanyak 1.434.894 kunjungan,
terdiri dari 313.480 kunjungan baru dan 1.121.414 kunjungan lama, sementara yang mengalami
gangguan jiwa sebanyak 8.914 kunjungan, artinya 0.006% dari total kunjungan adalah dengan
gangguan kejiwaan.
Keluarga sebagai orang terdekat dengan klien merupakan sistem pendukung utama dalam
memberikan pelayanan langsung pada saat klien berada dirumah. Oleh karena itu,keluarga
memiliki peran penting didalam upaya merawat anggota keluarga dengan harga diri rendah.
Melihat fenomena diatas, maka keluarga perlu mempunyai pemahaman mengenai cara
perawatan anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwakhususnya harga diri rendah ini.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah perawat dapat melaksanakan penyuluhan guna
memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga.
Oleh karena itu dalam praktek Keperawatan Jiwa I, kami akan melakukan penyuluhan
mengenai peran keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan harga diri rendah
di Puskesmas Nanggalo Padang.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bagaimana cara merawat anggota
kelurga dengan harga diri rendah
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti proses penyuluhan diharapkanmasyarakat/keluarga mampu:
a. Menyebutkan pengertian harga diri rendah
b. Menyebutkan penyebab harga diri rendah
c. Menyebutkan tanda dan gejala harga diri rendah
d. Menyebutkan akibat lanjut dari harga diri rendah
e. Menyebutkan cara merawat anggota keluarga dengan harga diri rendah

C. PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Topik
Peran keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan harga diri rendah.
2. Sasaran dan Target
Sasaran : Pengunjung Puskesmas Nanggalo Padang
Target : Masyarakat/keluarga pengunjung Puskesmas Nanggaloyang mempunyai anggota
keluarga dengan harga diri rendah
3. Metode
 Ceramah
 Tanya jawab
 Diskusi
4. Media dan alat
Leaflet
5. Waktu dan Tempat
Hari/tanggal : Sabtu/30 Mei 2015
Waktu : 08.00 WIB s.d 08.30 WIB
Tempat : Ruang Pelayanan
6. Kegiatan

NO Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan


1. 5 menit
Pembukaan
 Memberi salam  Menjawab Salam
 Memperkenalkan anggota penyuluhan dan  Mendengarkan
pembimbing dan memperhatikan
 Menjelaskan kontrak, waktu, bahasa, topik dan  Mendengarkan dan
tujuan penyuluhan mengemukakakn pendapat
2. 20 menit Pelaksanaan
 Menggali pengetahuan  Mengemukakan pendapat
audience tentang pengertian HDR
 Memberi reinforcement positif(+)  Memperhatikan

 Menjelaskan pengertian HDR  Mendengarkan

 Menggali pengetahuan audience  Mengemukakan


tentang penyebab HDR M
 Memberi reinforcement positif(+) Memperhatikan

 Menjelaskan tentang penyebabHDR  Memperhatikan


 Menggali pengetahuan audience  Mengemukakan
tentang tanda dan gejala HDR
 Memberi reinforcement positif(+) M Memperhatikan
 Menjelaskan tanda dan gejala HDR  Mendengarkan
 Menggali pengetahuan audience tentang M Mengemukakan
akibat lanjut HDR
 cara merawat anggota keluarga dengan  Mendengarkan dan
HDR memperhatikan
 Memberi reinforcement positif (+)  Mendengarkan dan
 Menjelaskan tentang cara merawat keluarga Memperhatikan
HDR 


3. 5 menit Sesi Tanya Jawab
 Mempersilahkan audience untuk  Mengajukan pertanyaan
bertanya/menanggapi pertanyaan Mendengarkan dan
 Menjawab pertanyaan memperhatikan
4. 5 menit Penutup
  
 Menutup penyuluhan dan memberikan salam Menjawab salam

E. Kriteria Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
 Diharapkan jumlah peserta yang hadir sesuai dengan perencanaan (10 peserta)
 Diharapkan waktu dan tempat sesuai perencanaan
 Diharapkan tugas dan peran mahasiswa sesuai perencanaan
 Diharapkan media dan alat penyuluhan sesuai rencana
b. Evaluasi Proses
 Diharapkan moderator dapat membuka dan menutup acara dengan baik
 Diharapkan presenter dapat menguasai materi dengan baik
 Diharapkan fasilitator berperan aktif dalam berjalan nya penyuluhan
 Diharapkan peserta berperan aktif selama kegiatan
 Diharapkan peserta mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir
 Diharapkan peserta tidak ada yang meninggalkan tempat penyuluhan
c. Evaluasi Hasil
Diharapkan 80% Peserta mampu :
 Menyebutkan pengertian HDR dengan bahasanya sendiri dengan benar.
 Menyebutkan bagaimana proses terjadinya HDR dengan bahasanya sendiri dengan benar.
 Menyebutkan tanda dan gejala HDR dengan bahasanya sendiri dengan benar.
 Menjelaskan cara merawat anggota keluarga HDR dengan bahasanya sendiri dengan benar.
Lampiran Materi
1. Pengertian HDR
Harga diri rendah adalah perasaan tidah berharga, tidak berarti, dan rendah diri
berkepanjangan akibat evaluasi negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri.Harga diri
kronik merupakan evaluasi diri negatif yang berkepanjanga/perasaan tentang diri atau
kemampuan diri (herdman,2012)
Harga diri rendah muncul akibat dari penilaian internal individu maupun penilaian eksternal
yang negatif. Penilaian internal adalah penilaian yang berasal dari diri individu itu sendiri,
sedangkan penilaian eksternal merupakan penilaian dari luar dir individu (misal: lingkungan)
yang mempengaruhi penilaian individu tersebut.

2. Penyebab HDR
Harga diri dan konsep diri tidak bisa dipisahkan dari memandang diri sendiri.
Harga diri merupakan penilaian seseorang terhadap diri sendiri, baik bersidat
positif maupun negatif. Sementara konsep diri merupakan penilaian yang berasal
dari dalam diri sendiri.
Seseorang yang memilki harga diri rendah maka akan membatasi pergaulannya,
kurang percaya diri, kurang aktif, dan tidak bisa bertanggung jawab terhadap
dirinya sendiri.
Faktor yang menyebabkan seseorang mengalami harga diri rendah, yakni:
1.Pola Asuh Keluarga
Pola asuh yang diterapkan di keluarga sangat berpengaruh terhadap
bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri. Pola asuh yang permisif
cenderung kurang terkontrol sehingga seseorang menjadi tidak bisa membedakan
mana yang baik dan mana yang tidak bisa diterima masyarakat. Sebaliknya, pola
asuh otoriter kadang menyebabkan masalah maladaptif dalam menilai diri.
2.Tekanan/Trauma
Banyak faktor yang bisa menyebabkan timbulnya trauma, misalnya
kekerasan fisik, seksual, dan peristiwa lain yang bisa mengancam seseorang hingga
tidak bisa lepas dari bayang-bayang kejadian yang tidak menyenangkan tersebut.
3.Keadaan Fisik
Harga diri seseorang juga dipengaruhi oleh kondisi fisik. Kondisi fisik
yang mempunyai kekurangan atau cacat akan membuat seseorang merasa minder.
Akibatnya mereka cenderung menarik diri untuk menyembunyikan
kekurangannya.
4.Ketidakberfungsian Secara Sosial
Ketidakberfungsian secara sosial disini adalah tidak mampunya seorang
individu menempatkan dirinya dalam fungsi sosial. Misalnya seorang kepala
rumah tangga yang menganggur, akan merasa rendah diri dalam kehidupan
sosialnya
3. Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala HDR dapat di lihat dari ungkapan pasien yang menunjukan penilaian negatif
tentang dirinya dan di dukung dengan data hasil wawancara dan observasi.
a) Data subjektif
Pasien mengungkapan tentang :
1. Hal negatif diri sendiri atau orang lain
2. Perasaan tidak mampu
3. Pandangan hidup yang pesimis
4. Penolakan terhadap kemampuan diri

b) Data objektif
1. Penurunan produktifitas
2. Tidak berani menatap lawan bicara
3. Libik banyak menundukkan kepala saat berinteraksi
4. Bicara lambat dengan nada suara lemah

4. Akibat Lanjut HDR


Klien yang mengalami harga diri rendah bisa mengakibatkan gangguan interaksi sosial:
menarik diri, memicu munculnya perilaku kekerasan yang berisiko mencederai diri, orang lain
dan lingkungan. Isolasi social merupakan keadaan dimana individu dan kelompok mengalami
kebutuhan meningkat keterlibatan dengan orang lain tetapi tidak mampu untuk melakukan
kontak.
5. Cara Merawat Keluarga Dengan HDR
Tindakan keperawatan harga diri rendah dilakukan terhadap pasien dan keluarga (pelaku
rawat) saat melakukan pelayanan di puskesmas atau kunjungan rumah, perawat menemui
keluarga (pelaku rawat) terlebih dahulu sebelum menemui pasien. Bersama keluarga perawat
mengidentifikasi masalah yang di alami pasien dan keluarga. Tindakan keperawatan untuk
pasien dan keluarga dilakukan pada setiap pertemuan, minimal 4x pertemuan dan dilanjutkan
hingga pasien mampu mengatasi harga diri rendah dan keluarga mampu merawat harga diri
rendah.
a. Tindakan keperawatan untuk pasien HDR
Tujuan: pasien mampu:
1) Membina hubungan saling percaya
2) Mengidentifikasi kemmpuan dan aspek posistif yang dimiliki
3) Menilai kemampuan yang dapat digunakan
4) Menetapkan/memilih kegiatan yang sesuai kemampuan
5) Melatih kegiatan yang telah dipilih sesuai kemampuan
6) Merencanakan kegiatan yang telah dilatihnya

Tindakan keperawatan:
hubungan saling percaya, dengan cara:
a. Ucapkan salam setiap kali berintekrasi dengan pasien
b. Perkenalakan diri denan pasien: perkenalakan nama dan nama panggilan yang perawat
sukai, serta tanyakan nama dan nama panggilan pasien yang disukai.
c. Tanyakan peraaan dan keluhan pasien saat ini
d. Buat kontrak asuhan: apa ang perawata akan lakukan bersama pasien, berpa lama akan
dikerjakan, dan tempatnya di mana.
e. Jelaskan bahwa perawat akan merahasiakan informasi yang diperoleh untuk kepentingan
terapi.
f. Tunjukan sikap empati tehadap pasien.
g. Penuhi kebutuhan dasar pasien bila memungkinkan
2. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki pasien
Tindakan keperawatan keperawatan yang dilakukan adalah:
a. Identifikasi kemempuan melakukan kegiatan dan aspek positif pasien
b. Beri pujian yang realistik dan hindarkan memberikan penilaian yang negatif setiap kali bertemu
dengan pasien.
3. Membantu pasien dan menilai kemampuan yang dapat digunaan
Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah:
a. Bantu pasien menilai kegiatan yang dapat dilakukan saat ini (pilih dari daftar kegiatan):buat
daftar kegiatan yang dapat dilakukan saat ini.
b. Bantu pasien menyebutkan dan memberi penguatan terhadap kemampuan diri yang diungkapkan
pasien
4. Membantu pasien dapat memilih atau menetapkan kegiatan berdasarkan daftar kegiatan yang
dapat dilakukan
Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah:
a. Diskusikan kegiatan yang akan dipilih untuk dilatih saat pertemuan.
b. Bantu pasien memberikan alasan terhadap pilihan yang ia tetapkan.

5. Melatih kegiatan yang akan dipilih pasien sesuai kemampuan:


Tindakan keperawatan yang akan dilakukan adalah:
a. Latih kegiatan yang akan dilatih (alat dan cara melakukannya)
b. Bantu pasien memasukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan dua kali perhari.
c. Berikn dukungan dan pujian yang nyata setiap kemajuan yang diperlihatkan pasien.
6. Membantu pasien dapat merencanakan kegiatan sesuai kemampuannya dan menyusun rencana
kegiatan.
Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah :
a) Beri kesempatan pada pasien untuk mencoba kegiatan yang telah dilatih.
b) Beri pujian atas aktivitas atau kegiatan yang dapat dilakukan pasien setiap hari.
c) Tindakan kegiatan sesuai dengan tingkat toleransi dan perubahan setiap aktivitas
d) Susun daftar aktivitas yang sudah dilatihkan bersama pasien dan keluarga.
e) Beri kesempatan pasien untuk mengungkapkan persaannya setelah pelaksanaan kegiatan
f) Yakinkan bahwa keluarga mendukung setiap aktivitas yang dilakukan pasien

DAFTAR PUSTAKA

Keliat budi, ana. 2005. Peran serta keluarga dalam perawatan klien gangguan jiwa. EGC.
Modul keperawatan jiwa