Anda di halaman 1dari 8

RESUME

PENGANTAR BISNIS
(Oleh : Tiara Ayu Pratama - 0118104009)

BAB 11 . FUNGSI KEUANGAN


- Manajemen keuangan : keseluruhan kegiatan yang berkaitan dengan perputaran uang, baik keuangan
pribadi, keuangan kelompok, maupun keuangan perusahaan.
- Tiga aktivitas utama manajemen keuangan :
1) Perolehan dana
2) Aktivitas penggunaan dana
3) Pengelolaan aktiva
- Ruang lingkup manajemen keuangan :
1) Keputusan pendanaan
2) Keputusan investasi
3) Keputusan pengelolaan aset
4) Keputusan dividen
- Tujuan manajemen keuangan :
1) Memaksimalkan keuntungan
2) Menjaga arus kas
3) Mempersiapkan struktur modal
4) Memaksimalkan pemanfaatan keuangan perusahaan
5) Mengoptimalkan kekayaan perusahaan
6) Meningkatkan efisiensi
7) Memastikan kelangsungan hidup perusahaan
8) Mengurangi resiko operasional
9) Mengurangi biaya modal
- Prinsip manajemen keuangan :
1) Konsistensi
2) Akuntabilitas
3) Transparansi
4) Kelangsungan hidup
5) Integritas
6) Pengelolaan
7) Standar akuntansi
- Fungsi manajemen keuangan
1) Perencanaan anggaran
2) Fungsi pengontrolan
3) Pemeriksaan anggaran
4) Pelaporan anggaran
- Manajemen biaya : sistem yang dirancang untuk menyediakan informasi baik bersifat keuangan
(pendapatan dan biaya) maupun non keuangan (kualitas dan produktivitas) bagi manajemen.
- Fungsi manajemen biaya :
1) Manajemen stratejik
2) Perencanaan dan pengambilan keputusan
3) Pengendalian manajemen dan operasional
4) Penyusunan laporan keuangan

BAB 12 . FUNGSI KEUANGAN


- Sistem keuangan : suatu system yang mengatur transfer dana antara pihak yang kelebihan dana
(sarver) dan pihak yang membutuhkan dana (borrower)agar tercapai alokasi dana yang efisien serta
menyediakan fasilitas keuangan termasuk sistem pembayaran yang diperlukan dalam pembiayaan
kegiatan bisnis.
- Jenis pembiayaan dala sistem keuangan :
1) Pembiayaan langsung : lender-server langsung berhubungan dengan borrower-spenders melalui
pasar keuangan.
2) Pembiayaan tidak langsung : hubungan antara pemilik dana dan yang membutuhkan dana
membutuhkan bantuan lembaga intermediaries keuangan.
- Prinsip sistem perbankan Indonesia Undang-undang Nomor 14 Tahun 1967 tentang pokok
Perbankan.
- Bank : keuangan yang usaha pokoknya adalah memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas
pembayaran dan peredaran uang.
- Lembaga Keuangan : semua badan yang melalui kegiatan-kegiatanya dibidang keuangan menarik
uang dari dan menyalurkannya ke dalam masyarakat.
- Lembaga Keuangan di Indonesia :
1) lembaga keuangan bank
2) lembaga keuangan bukan bank : asuransi, pegadaian, dana pensiun, reksa dana, dan bursa efek.
- Faktor-faktor meningkatnya lembaga keuangan :
1) Peningkatan pendapatan masyarakat.
2) Perkembangan teknologi dan industry
3) Kebutuhan variasi satuan nilai (denominasi) instrument keuangan yang besar.
4) Skala ekonomi
5) Kebutuhan jasa-jasa likiuditas dari unit usaha
6) Keuntungan jangka panjang pada lembaga keuangan (adanya spread)
7) Resiko lebih kecil karena ada prudential regulation
- Jenis Lembaga Perbankan menurut fungsinya :
1) Bank Sentral
2) Bank Umum
3) Bank Asing
- Bank Umum Undang-undang RI Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan yang telah diperbarui
dengan UU nomor 10 Tahun 1998
Bank umum adalah bank yang melakukan kegiatan usaha secara konvensional serta prinsip syariah
yang dalam kegiatannya menyediakan jasa lalu lintas pembayaran. Bank umum atau bank komersil
(commercial bank) berperan dalam menyediakan jasa lalu lintas pembayaran yang bersifat umum
(semua jasa perbankan yang ada) dan wilayah operasinya bisa di seluruh wilayah.
 Kegiatan utama Bank Umum:
1) Funding atau menghimpun dana dari masyarakat
a) Tabungan
b) Giro
c) Deposito
2) Pinjaman atau kredit (lending) dalam bentuk bunga dan biaya administrasi kepada penerima
kredit (debitur)
a) Kredit investasi
b) Kredit modal kerja
c) Kredit konsumsi
 Jasa-jasa bank : transfer (pengiriman uang), inkaso (collection), kliring (clearing), save deposit box
(penitipan uang), credit dan debit card, valuta asing (Bank Notes), bank garansi, referensi bank,
bank draft, Letter of Credit (L/C), Traveller’s Cheque, jual beli surat-surat berharga, payment point
seperti pembayaran pajak, telepon, air, listrik, Biaya Pembayaran Ibadah Haji (BPIH), transfer uang
kuliah dari nasabah kepada universitas, gaji/ pensiun/ honorarium, deviden, kupon,
bonus/hadiah, tantiem, dan lainnya. Bank bisa juga menjadi pinjaman emisi (underwriter),
Penjamin (guarantor), Wali amanat (trustee), Perantara perdagangan efek (pialang/broker).
 Bentuk- bentuk badan hukum : persero, perseroan daerah, koperasi dan perseroan terbatas.
- Perbankan Syariah UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah
Bank Syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau prinsip
hukum islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia seperti prinsip keadilan dan
keseimbangan ('adl wa tawazun), kemaslahatan (maslahah), universalisme (alamiyah), serta tidak
mengandung gharar, maysir, riba, zalim dan obyek yang haram. Selain itu, UU Perbankan Syariah juga
mengamanahkan bank syariah untuk menjalankan fungsi sosial dengan menjalankan fungsi seperti
lembaga baitul mal, yaitu menerima dana yang berasal dari zakat, infak, sedekah, hibah, atau dana
sosial lainnya dan menyalurkannya kepada pengelola wakaf (nazhir) sesuai kehendak pemberi wakaf
(wakif).
 Tujuan dan fungsi Perbankan Syariah:
1) Tujuan : menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan
keadilan, kebersamaan, dan pemerataan kesejahteraan rakyat.
2) Fungsi :
a) Bank Syariah dan UUS wajib menjalankan fungsi menghimpun dan menyalurkan dana
masyarakat.
b) Bank Syariah dan UUS dapat menjalankan fungsi sosial dalam bentuk lembaga baitul
mal, yaitu menerima dana yang berasal dari zakat, infak, sedekah, hibah, atau dana
sosial lainnya dan menyalurkannya kepada organisasi pengelola zakat.
c) Bank Syariah dan UUS dapat menghimpun dana sosial yang berasal dari wakaf uang dan
menyalurkannya kepada pengelola wakaf (nazhir) sesuai dengan kehendak pemberi
wakaf (wakif).
d) Pelaksanaan fungsi sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
 Struktur Perbankan Syariah :
1) Bank Umum Syariah : Bank Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu
lintas pembayaran
2) Unit Usaha Syariah (UUS) : unit kerja dari kantor pusat Bank Umum Konvensional yang
berfungsi sebagai kantor induk dari kantor atau unit yang melaksanakan kegiatan usaha
berdasarkan Prinsip Syariah, atau unit kerja di kantor cabang dari suatu Bank yang
berkedudukan di luar negeri yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang
berfungsi sebagai kantor induk dari kantor cabang pembantu syariah dan/atau unit Syariah.
3) Bank Pembiayaan Syariah : Bank Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa
dalam lalu lintas pembayaran
 Dewan Pengawas Syariah (DPS) dibentuk di Bank Syariah dan Bank Umum Konvensional yang
memiliki UUS maupun BPRS. Dewan Pengawas Syariah(DPS) diangkat oleh Rapat Umum
Pemegang Saham atas rekomendasi Majelis Ulama Indonesia.
1) Tugas dan tanggung jawab DPS
a) menilai dan memastikan pemenuhan Prinsip Syariah atas pedoman operasional dan
produk yang dikeluarkan Bank;
b) mengawasi proses pengembangan produk baru Bank;
c) meminta fatwa kepada Dewan Syariah Nasional untuk produk baru Bank yang belum
ada fatwanya;
d) melakukan review secara berkala atas pemenuhan prinsip syariah terhadap mekanisme
penghimpunan dana dan penyaluran dana serta pelayanan jasa bank; dan
e) meminta data dan informasi terkait dengan aspek syariah dari satuan kerja Bank dalam
rangka pelaksanaan tugasnya.
2) Syarat-syarat anggota DPS
a) Integritas
b) Kompetensi
c) Reputasi keuangan

BAB 13 . SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


- Sistem : sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan atau berhubungan dalam suatu proses
untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
- Ciri-ciri sistem :
1) Memiliki tujuan
2) Memiliki batas
3) Memiliki subsistem
4) Adanya Penginputan
5) Adanya proses
6) Adanya output
7) Adanya feedback
- Data : aliran fakta-fakta mentah yang menunjukkan peristiwa yang terjadi dalam organisasi dan
lingkungan fisik sebelum diorganisir dan ditata menjadi bentuk yang bisa difahami dan digunakan.
 Jenis data :
1) Sifat Data
a) Data Kuantitatif, yaitu data dalam bentuk angka atau bilangan.
b) Data kualitatif, yaitu data dalam bentuk pernyataan atau kategori.
2) Bentuk Data
a) Data fisik, yaitu data yang dapat dipegang olh pancaindera.
b) Data Logik, yaitu data yang tidak dapat dipegang, tetapi dapat dilihat.
3) Sumber Data
a) Data Internal, yaitu data yang diperoleh dari dalam organisasi.
b) Data Eksternal, yaitu data yang diperoleh dari luar organisasi.
4) Cara Memperoleh
a) Data Primer, yaitu data utama yang berhubungan dengan masalah.
b) Data Sekunder, yaitu data pendukung.
5) Cakupan Pengumpulan
a) Data Sensus, yaitu data yang diperoleh dari populasi.
b) Data Sampel, yaitu data yang diperoleh dari sampel.
6) Dinamika Data
a) Data Statis, yaitu data yang dalam jangka waktu lama tidak mengalami perubahan.
b) Data Dinamis, yaitu data yang dalam kurun waktu tertentu akan mengalami
perubahan.
7) Skala Pengukuran
a) Data Nominal, yaitu data yang diperoleh dengan cara kategorisasi atau klasifikasi.
b) Data Ordinal, yaitu data yang diperoleh dengan cara kategorisasi atau klasifikasi dan
terdapat hubungan di antara data-data tersebut.
c) Data Interval, yaitu data yang diperoleh dengan cara pengukuran yang sudah
diketahui jarak antara dua titik pada skala tersebut.
d) Data Rasio, yaitu data yang diperoleh dengan cara pengukuran yang jarak dua titik
pada skala sudah diketahui dan mempunyai titik nol yang absolut.
- Informasi : hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat. Berikut adalah beberapa
pengertian informasi menurut beberapa ahli.
 Tujuan informasi : menyiapkan informasi bagi kegiatan-kegiatan operasional dan dalam
pengambilan keputusan.
 Ciri-ciri informasi :
1) Akurat
2) Relevansi
3) Ketepanan waktu
4) Kelengkapan
 Manfaat informasi yang berkualitas :
1) Menambah pengetahuan
2) Mengurangi ketiakpastian pengguna informasi
3) Mengurangi risiko kegagalan
4) Mengurangi keanekaragaman yang tidak diperlukan
5) Memberi standar, aturan, ukuran, dan keputusan, untuk menentukan pencapaian sasaran
serta tujuan.
- Sistem informasi : kumpulan (integrasi) dari sub-sub sistem/ komponen baik fisik maupun non fisik
yang saling berhubungan dan bekerja sama satu sama lain secara harmonis untuk mengolah data
menjadi informasi yang memiliki arti dan manfaat.
- Sistem informasi manajemen : kumpulan/ group dari sub sistem/ komponen apapun, baik fisik
maupun non fisik yang saling berkaitan satu sama lain dan memiliki fungsi dalam hal pengevaluasian,
pengendalian dan perbaikan berkelanjutan
- Network Enterprise
1) Electronic Information Technologies : aplikasi sistem informasi, berdasarkan teknologi
telekomunikasi, yang menggunakan perlengkapan jaringan untuk menyampaikan informasi
dengan alat elektronik.
Contoh : mesin faks, voice mail, e-mail, electronic conference, groupware.
2) Data Communication Network : teknologi untuk membawa aliran data secara bolak-balik melalui
sistem telekomunikasi.
Contoh : internet, world wide web, browser, intranet, ekstranet, firewall.
- Ciri-ciri network enterprise :
1) Organisasi yang lebih ramping
2) Operasi yang semakin fleksibel
3) Meningkatnya kolaborasi
4) Meningkatnya kemandirian perusahaan dan tempat kerja
5) Perbaikan proses manajemen
- Jenis Sistem Informasi berdasarkan tingkat :
1) Transaction Processing System (TPS), aplikasi pemrosesan informasi untuk transaksi aktivitas
bisnis yang rutin, mencakup tahap-tahap pemrosesan yang telah disusun dengan baik.
2) Knowledge-level and Office Level, sistem pendukung untuk meningkatkan produktivitas para
karyawan maupun staf ahli (CAD & CAM).
3) Management Information System (MIS), sistem yang digunakan untuk mengubah data menjadi
informasi untuk digunakan dalam proses mengambil keputusan.
4) Decision Support System (DSS), sistem interaktif berbasis komputer yang menemukan dan
menyampaikan informasi yang diperlukan untuk mendukung proses pengambilan keputusan.
5) Executive Support System (ESS), aplikasi sistem informasi untuk referensi cepat yang khusus
dirancang untuk akses langsung para manajer tingkat atas.
6) Artificial Intellegence (AI), aplikasi sistem komputer yang meniru perilaku manusia dengan
melakukan tugas-tugas fisik, menggunakan proses berpikir, merasa, dan belajar (robotics).
7) Expert System (ES), bentuk dari artificial intelligence yang berusaha untuk meniru perilaku
seorang pakar dalam suatu bidang tertentu.
- Komponen Utama Sistem Informasi Modern
1) Hardware Komputer, terdiri dari komponen fisik dari suatu sistem informasi (Ex: CPU, server,
terminal, keyboard);
2) Jaringan, komputer betwork menghubungkan dua atau lebih komputer sehingga mereka dapat
berbagi informasi (Ex: LAN, WAN, intranet);
3) Perangkat Lunak Komputer, termasuk perangkat lunak sistem operasi, perangkat lunak utilitas,
perangkat lunak DBMS, perangkat lunak aplikasi, dan perangkat lunak firewall;
4) Database, adalah repositori besar data, berisi banyak file yang terhubung dan disimpan, data
dapat dengan mudah diakses, diambil, dan dimanipulasi;
5) Informasi, mengubah data menjadi informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan;
6) Orang, termasuk: Chief Information Officer (CIO), administrator basis data, pengembang sistem,
personel pemrosesan data, dan pengguna akhir.
- Peluang dan Risiko Teknologi Informasi
 Peluang Teknologi Informasi
1) Sistem ERP, sistem perangkat lunak modular yang memungkinkan organisasi untuk
mengintegrasikan proses bisnisnya menggunakan satu basis data operasi.
2) Sistem EDI, pertukaran dokumen bisnis komputer-ke-komputer dalam bentuk elektronik
antara organisasi dan mitra dagangnya
 Risiko Teknologi Informasi
1) Perangkat keras komputer rentan terhadap pemadaman listrik yang mengganggu
pemrosesan transaksi;
2) Jaringan mengirimkan informasi yang dapat dicegat dan dicuri atau disalahgunakan;
3) Perangkat lunak komputer yang diprogram tidak akurat dapat menghasilkan tidak valid,
tidak lengkap;
4) Database dapat diinfiltrasi untuk tujuan penyalahgunaan informasi;
5) Informasi yang tidak valid, tidak lengkap, atau tidak akurat dapat mengakibatkan keputusan
yang buruk;
6) Seseorang dapat melakukan tugas IT yang tidak kompatibel dan dengan demikian berada
dalam posisi untuk melakukan dan menyembunyikan kesalahan penipuan.