Anda di halaman 1dari 9

RESUME

PENGANTAR BISNIS
(Oleh : Tiara Ayu Pratama - 0118104009)

BAB 8 . PEMASARAN DAN BAURAN PEMASARAN


- Pemasaran : proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, serta
distribusi atas gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memenuhi
sasaran perseorangan dan organisasi.
- Barang : suatu produk fisik (berwujud, tangible) yang dapat diberikan pada seorang pembeli dan
melibatkan perpindahan kepemilikan dari penjual ke pelanggan
1) Barang konsumsi : produk-produk yang dibeli oleh konsumen untuk penggunaan pribadi
2) Barang industri : produk-produk yang dibeli oleh perusahaan untuk memproduksi produk lain
- Jasa : produk-produk yang tidak berwujud, seperti waktu, keahlian, atau beberapa aktivitas yang
dapat dibeli
- Gagasan : suatu alat memuaskan kebutuhan pelanggan lewat sarana-sarana produk dan keseluruhan
kelompok barang yang dihubungkan dengan hal menciptakan, menyerahkan dan akhirnya
mengkonsumsinya
- Pemasaran Relasional : strategi pemasaran yang menekankan pada hubungan yang terus berlanjut
dengan pelanggan dan pemasok
1) Lingkungan Politik dan Hukum : hubungan dunia bisnis dan pemerintah dalam bentuk regulasi
2) Lingkungan Sosial dan Budaya : kondisi masyarakat sekitar tempat organisasi beroperasi
3) Lingkungan Teknologi : teknologi yang digunakan untuk menciptakan produk
4) Lingkungan Ekonomi : sistem ekonomi yang berlaku di tempat organisasi beroperasi
5) Lingkungan Persaingan : persaingan dengan produk lain dalam meyakinkan pembeli
- Persiangan ekonomi berdasarkan tingkat substitusi produk (Kotler) :
1) Persaingan merk, menawarkan produk/jasa yang serupa, pelanggan yang sama, dan harga yang
sama misalnya indomie, sarimie, gaga mie, tapi tidak dengan lavonte atau misalnya Teh Botol
Sosro dan Fres Tea.
2) Persaingan industri, adalah persaingan dalam satu industri, tidak hanya satu produk saja.
Misalnya Teh Botol Sosro industrinya tidak hanya industri teh dalam botol, tetapi semua industri
minuman. Karena itu pesaingnya adalah juga Coca Cola, Aqua, dan lain-lain.
3) Persaingan bentuk, adalah persaingan yang memberikan jasa/manfaat yang sama misalnya
pesaing indomie adalah pengusaha makanan, roti, dan bubur instan atau contoh lain antara Teh
Botol Sosro dengan Susu Ultra, Yogurt, dan lain-lain.
4) Persaingan generik, persaingan umum untuk mendapatkan pembelian dari konsumen yang sama.
Contoh: indomie memandang pesaingnya adalah semua produk yang lekas habis, tetapi tidak
memandang komputer sebagai pesaingnya.
- Bauran pemasaran (marketing mix) : gabungan strategi produk, penetapan harga, promosi, dan
distribusi yang digunakan untuk memasarkan produk
1) Product (The Services) / Produk atau Jasa
Produk jasa merupakan produk yang dapat memberikan manfaat, memenuhi kebutuhan konsumen,
dan dapat memuaskan konsumen.
2) Price / Harga
Harga merupakan faktor utama penentu posisi dan harus diputuskan sesuai dengan pasar sasaran,
bauran ragam produk, dan pelayanan, serta persaingan.
3) Place / Lokasi Usaha
Tempat yang strategis memiliki peluang akses publik yang lebih baik, namun biaya sewa rental dari
tempat tersebut juga harus diperhitungkan sebagai konsekuensi dari kemudahan akses ke konsumen.
4) Promotion / Strategi Promosi
Informasi persuasif yang menarik tentang produk yang ditawarkan oleh penjual/produsen, baik secara
langsung maupun melalui pihak yang dapat mempengaruhi pembelian.
5) People / Sumber Daya Manusia (SDM)
Karya berkinerja tinggi akan menyebabkan konsumen puas dan loyal. Kemampuan knowledge
(pengetahuan) yang baik, akan menjadi kompetensi dasar dalam internal perusahaan dan pencitraan
yang baik di luar.
6) Process / Proses atau Aktivitas Bisnis
Layanan jasa ataupun kualitas produk sangat bergantung pada proses penyampaian jasa kepada
konsumen, seluruh operasional perusahaan harus dijalankan sesuai dengan sistem dan prosedur yang
terstandarisasi.
7) Physical Evidence / Bukti Fisik Perusahaan
Bangunan harus dapat menciptakan suasana dengan memperhatikan ambience (suasana) sehingga
memberikan pengalaman kepada pengunjung dan dapat memberikan nilai tambah bagi pengunjung.
- Segmentasi pasar : proses pengelompokkan target pelanggan menjadi kelompok-kelompok
segmentasi berbeda dengan faktor pengelompokkan tertentu. Pelanggan-pelanggan yang memiliki
karakteristik-karakteristik tertentu akan berada dalam satu kelompok.
1) Segmentasi Geografis : pembagian pasar menjadi berbagai unit geografis seperti negara, wilayah,
propinsi, kota, kabupaten, dsb.
2) Segmentasi Demografis : pembagian pasar menjadi kelompok berdasarkan variabel usia,
keluarga, jenis kelamin, bangsa, ras, agama, pendidikan, dsb.
3) Segmentasi Psikografis : pembagian pasar berdasarkan ukuran psikografis seperti jaringan VALS
4) Segmentasi Perilaku : pembagian pasar pembeli berdasarkan pengetahuan, sikap, penggunaan,
atau respon terhadap sebuah produk
- Menentukan Target Market, dalam menetapkan target market perusahaan dapat
mempertimbangkan lima pola, antara lain :
1) Single Segment Concentration : perusahaan dapat memilih satu segmen saja. Perusahaan lebih
bisa mencapai posisi yang kuat disatu segmen, dengan pengetahuan yang baik terhadap
kebutuhan segmen sehingga bisa diperoleh keuntungan. Namun, konsentrasi di satu segmen
mempunyai potensi resiko yang cukup besar, sehingga alasan inilah yang mendasari perusahaan
untuk memilih lebih dari satu segmen.
2) Selective Specialization : perusahaan menyeleksi beberapa segmen. Segmen yang dipilih mungkin
tidak saling berhubungan atau membentuk sinergi, tetapi masing – masing segmen menjanjikan
uang. Strategi ini lebih dipilih oleh perusahaan untuk menghindari kerugian, walaupun salah satu
segmennya tidak produktif, tetapi perusahaan tetap memperoleh pendapatan dari segmen yang
lain.
3) Product Specialization : perusahaan berkonsentrasi membuat produk khusus atau tertentu.
Melalui cara ini, perusahaan membangun reputasi yang kuat di produk yang spesifik. Namun
resikonya tetap ada, yaitu apabila terjadi kekurangan bahan untuk pembuatan produknya atau
keterlambatan melakukan perubahan teknologi.
4) Market Specialization : perusahaan berkonsentrasi melayani berbagai kebutuhan dalam
kelompok tertentu. Perusahaan memperoleh reputasi yang kuat dan menjadi channel untuk
semua produk baru yang dibutuhkan dan dipergunakan oleh kelompok tersebut. Resiko akan
kerugian akan timbul apabila kelompok tadi mengurangi pembelian atau kebutuhannya.
5) Full Market Coverage : perusahaan berusaha melayani semua kelompok dengan produk yang
dibutuhkan. Namun, hanya perusahaan besar yang bisa melakukannya. Untuk menciptakan
kepuasan konsumen, pemasar dapat melakukan diferensiasi dan menghasilkan lebih banyak
penjualan daripada tidak melakukan diferensiasi, namun diferensiasi dapat meningkatkan biaya
perusahaan. Secara umum, hal ini tetap akan bermanfaat khususnya apabila dikaitkan dengan
strategy profitability, namun demikian perusahaan sebaiknya berhati – hati agar tidak terjadi over
segmenting. Biaya yang diperkirakan adalah Product modification cost, manufacturing cost,
administrative cost, inventory cost, dan promotion cost.

BAB 9 . MANAJEMEN PRODUKSI


- Produksi : segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang dan
jasa.
1) Guna Dasar (Elementary Utility) : kegunaan benda karena benda itu merupakan bahan untuk
membuat benda lain. Contoh: Kayu diolah menjadi mebel, kapas diolah menjadi kain, minyak
bumi diolah menjadi premium .
2) Guna Bentuk (Form Utility) : kegunaan benda yang terjadi karena adanya perubahan bentuk pada
benda tersebut. Contoh: Pipa besi diubah bentuk menjadi sepeda, kayu diubah bentuk menjadi
meja kursi .
3) Guna Tempat (Place Utility) : kegunaan benda terjadi karena benda tersebut dipindahkan ke
tempat yang lebih membutuhkan. Untuk kegiatan ini peranan transportasi sangat penting.
Contoh: Pipa besi menjadi sepeda, kayu menjadi meja kursi, batu merah, pasir, semen, genting,
dan sebagainya menjadi gedung.
4) Guna Waktu (Time Utility) : kegunaan benda ini terjadi karena adanya waktu Contoh: Padi pada
saat panen kurang berguna, dan akan lebih berguna pada saat paceklik, Tabungan untuk hari tua,
obat-obatan pada waktu sakit, payung pada waktu hujan.
5) Guna Milik (Possesion Utility) : kegunaan benda ini terjadi setelah seseorang memiliki benda
tersebut. Contoh: Sepatu yang ada di toko kurang berguna tetapi setelah sepatu tersebut dibeli
dan dimiliki dapat digunakan untuk ke sekolah atau berolahraga.
- Fungsi Produksi : gambaran hubungan antara input dan output yang menunjukan berapa banyak
jumlah maksimum output yang dapat diproduksi apabila sejumlah input yang tertentu dipergunakan
pada proses produksi.
 Process (Proses) yaitu metode dan teknik yang digunakan untuk pengolahan bahan.
Proses produksi dapat diklasifiksikan berdasarkan :
a) Sifat Produksi, yaitu :
1) Proses produksi terus-menerus (continous of production)
2) Proses produksi terputus-putus (intermitten of production)
b) Teknis, yaitu :
1) Proses Ekstratif, mengambil kekayaan alam untuk memenuhi kebutuhan manusia
tanpa mengubah bentuknya. Co: perusahaan penangkapan ikan di laut.
2) Proses Pabrikasi, proses pengolahan bahan mentah menjadi beberapa macam barang
jadi dalam bentuk yang lain. Co: perusahaan mebel, tas.
3) Proses Analitik, proses ini memisahkan suatu bahan menjadi beberapa macam bahan
yang mirip dengan bentuk asli. Co: minyak bumi diproses menjadi bensin, solar, dan
kerosin.
4) Proses Sintetik, suatu proses pengkombinasian beberapa bahan ke dalam satu bentuk
produk dan produk akhir. Co: proses pembuatan obat, pengolahan baja.
5) Proses Perakitan, cara menggabungkan komponen-komponen sehingga menjadi
produk akhir. Co: perusahaan televisi, mobil, motorf.
6) Proses penciptaan Jasa – Jasa Administrasi. Co: lembaga konsultasi dalam bidang
administrasi keuangan
 Services (Jasa)
Merupakan aktifitas untuk menetapkan teknik-teknik sehingga proses dapat dipergunakan secara
efektif.
 Planning (Perencanaan)
Merupakan pedoman-pedoman dari kegiatan produksi untuk suatu dasar waktu tertentu.
 Control (Pengawasan)
Merupakan kegiatan yang bertujuan memastikan aktifitas dapat terlaksana sebagaimana
mestinya. Pengawasan berguna untuk membandingkan antara rencana dengan kenyataannya
sehingga penyimpangan-penyimpangan yang timbul dapat ditindaklanjuti.
- Manajemen produksi : kegiatan untuk mengatur atau mengelola agar dapat menciptakan dan
menambah nilai guna atau manfaat suatu barang atau jasa.
- Produktifitas : Merupakan sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil / output
(barang dan jasa yang diproduksi) dengan sumber daya yang digunakan / input.
- Luas produksi : jumlah atau volume produk yang dibuat oleh perusahaan dalam suatu periode
tertentu atau cakupan pelayanan / area yang diberikan oleh produsen.
 Bahan baku yang digunakan
 Produk yang dihasilkan
 Peralatan yang digunakan
 Jumlah tenaga kerja
 Jangkauan area pelayanan
 Dampak luas produksi yang terlalu besar :
1) Pemborosan didalam penggunaan biaya dan investasi
2) Memperbesar peluang kerusakan produk dan timbulnya biaya tambahan.
 Dampak luas produksi yang terlalu kecil :
1) Terlalu tingginya HPP (Harga Pokok Produksi)
2) Tidak terpenuhinya demand
- Penentuan Lokasi Produksi :
1) Kedekatan dengan pasar
2) Kedekatan dengan bahan baku
3) Kedekatan dengan sumber tenaga kerja
4) Sarana angkutan dan transportasi
5) Ketersediaan dengan modal untuk investasi
6) Konsumen, hukum, persaingan, dll.
- Tata Letak (Layout) Fasilitas Produksi : tata letak mesin dan peralatan lainnya yang digunakan dalam
proses produksi untuk mendapatkan kombinasi yang optimal antara fasilitas-fasilitas produksi.
1) Product / Line Layout : digunakan untuk kegiatan produksi yang bersifat kontinyu.
2) Process / Functional Layout : digunakan untuk kegiatan produksi yang bersifat terputus-putus dan
berdasarkan order.
3) Fixed Position Layout : igunakan untuk kegiatan produksi dimana perlengkapan dibawa menuju
lokasi produk akan dibuat.
4) Mixed / Hybrid Layout : digunakan pada kegiatan dimana terdapat kombinasi dari beberapa
kegiatan dan perlengkapan yang digunakan, serta terdapat fleksibilitas dan variabilitas aktifitas.
5) U-Form Layout : digunakan pada kegiatan dimana lokasi awal proses dan akhir proses berada pada
sisi yang sama.
- Tahap - Tahap Pengendalian Produksi :
1) Perencanaan : tahapan di mana para pengusaha merundingkan dengan baik mengenai produk
yang akan dihasilkan: apa yang akan dibuat, untuk siapa produk diberikan, dan berapa banyak
produk yang akan dikeluarkan.
2) Routing : suatu tahapan untuk menentukan alat dan bahan apa saja yang akan digunakan nantinya
untuk melakukan proses produksi.
3) Scheduling : suatu tahapan untuk menentukan kapan akan dimulai proses produksi.
4) Dispatching : suatu tahapan di mana terdapat surat perintah bagi para anggota untuk melakukan
kegiatan apa saja nanti dalam produksi.
5) Follow up : kegiatan untuk menghilangkan terjadinya penundaan/keterlambatan kerja dan
mendorong terkoordinasinya pelaksaan kerja.
- Jenis – Jenis Pengendalian Produksi :
1) Order Control : pengawasan yang dilakukan pada saat menerima pesanan.
2) Flow Control : pengawasan yang dilakukan dari awal proses hingga bahan mentah telah terproses
menjadi barang jadi.
- Maintenance/ Pemeliharaan Peralatan Produksi :
1) Pemeliharaan Preventif : kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan untuk mencegah
timbulnya kerusakan untuk menjamin kontinuitas produksi.
2) Pemeliharaan Korektif (Perbaikan / Reparasi) : kegiatan perbaikan yang dilakukan terhadap
kegagalan yang telah terjadi untuk meminimalisir (ataupun menghilangkan) resiko akibat
kegagalan.
- Pengendalian Kualitas (Quality Control) : pengelolaan proses produksi yang dirancang untuk
menghasilkan barang atau jasa yang memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan
produsen untuk memenuhi keinginan pelanggan
- Total Quality Management (TQM) : suatu sistem manajemen dimana semua
anggota organisasi atau karyawan perusahaan harus berpartisipasi aktif dalam melakukan
peningkatan proses, produk, layanan serta budaya dimana mereka bekerja sehingga
menghasilkan kualitas terbaik dalam Produk dan Layanan yang pada akhirnya dapat
mencapai tujuan kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction).
- Inventory Control (Pengendalian persediaan) : usaha yang dilakukan oleh suatu perusahaan
termasuk keputusan-keputusan yang diambil sehingga kebutuhan akan bahan untuk
keperluan proses produksi dapat terpenuhi secara optimal dengan resiko yang sekecil
mungkin.
- Pengertian persediaan :
1) Aktiva perusahaan yang dimaksudkan untuk dijual
2) Barang dalam proses produksi (WIP)
3) Bahan baku (Raw Materials)
- Jenis – Jenis Persediaan :
1) Batch Stock atau Lot Size Inventory : persediaan yang diadakan karena kita membeli atau
membuat bahan-bahan/ barang-barang dalam jumlah lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan
saat itu.
2) Fluctuation Stock : persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsumen
yang tidak dapat diramalkan.
3) Anticipation Stock : persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang
dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun dan untuk
menghadapi penggunaan atau penjualan/ permintaan meningkat.
- Biaya – biaya yang timbul akibat adanya persediaan :
1) Ordering Cost : biaya yang berkenaan dengan pemesanan barang atau bahan yang dilakukan oleh
perusahaan.
2) Inventory Carrying Cost : biaya yang dikeluarkan berkenaan dengan diadakannya persediaan atau
penyimpanan bahan.
3) Out of Stock Cost : biaya yang timbul sebagai akibat terjadinya persediaan yang lebih kecil dari
jumlah yang ditimbulkan.
4) Capacity Associated Cost : biaya-biaya yang terjadi karena adanya pembelian dan pengurangan
kapasitas atau jika terlalu banyak atau sedikit kapasitas yang digunakan pada suatu waktu
tertentu.
- Penentuan Jumlah Persediaan :
1) Periodic System : sistem pencatatan yang mencatat transaski mutasi pembelian ke dalam akun
pembelian yang merupakan akun sementara dan harus dilakukan pengecekan fisik terhadap
persediaan di akhir periode atau biasa disebut stock opname.
2) Perpetual System : sistem pencatatan perpetual ini akan membuat catatan setiap kali terjadi
mutasi persediaan seperti pembelian, penjualan atau retur pembelian.
- Metode Penilaian Persediaan :
1) FIFO (First In First Out) Method : Metode ini menerapkan bahwa persediaan dengan nilai
perolehan awal / pertama masu akan digunakan / dijual terlebih dahulu, jadi yang tersisa di
persediaan akhir dinilai dengan nilai perolehan persediaan yang terakhir dibeli (masuk)
2) Weighted Average Method : Metode rata-rata atau juga disebut metode average, metode ini
menyatakan bahwa nilai persediaan akhir akan menghailak amtara nilai persediaan dengan
metode FIFO.

BAB 10 . MANAJEMEN SDM, KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI


- Manajemen Sumber Daya Manusia : serangkaian aktivitas organisasi yang diarahkan ada usaha
untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan angkatan kerja yang efektif.
- Analisis pekerjaan : analisis sistematis terhadap pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi
1) Deskripsi pekerjaan (job description), evaluasi sistematis terhadap tugas-tugas, lingkungan kerja,
alat, bahan, dan perlengkapan yang berkaitan dengan kinerja pekerjaan.
2) Spesifikasi pekerjaan (job specification), penjabaran keterampilan dan kemampuan yang
dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan.
- Bagan penggantian (replacement chart) : daftar setiap posisi manajerial, siapa yang menduduki
jabatan tersebut, berapa lama orang tersebut akan bekerja sebelum pindah ketempat lain, dan siapa
yang saat ini memenuhi syarat sebagai penggantinya.
- Kepemimpinan : proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya
dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
- Karakteristik Pemimpin : menciptakan sesuatu yang baru (Innovates), asli dari pemimpin (An
original), mengembangkan (Develops), terkonsentrasi pada manusia (Focuses on people),
menghidupkan rasa percaya (Inspires trust), memiliki perspektif jangka panjang (Long range
perspective), ia menanyakan apa dan mengapa (Asks what and why), berpandangan sama pada
sesamanya (Eye on the horizon), memiliki keaslian (Originates), menentang kemapanan (Challenges
the status quo), mengakui tanggung jawab ada pada pemimpin (Own person), mengerjakan dengan
benar (Does the right thing).
- Kepemimpinan yang absolut (Philip Crosby) :
1) Clear Agenda, seorang pemimpin idealnya memiliki dua agenda; satu agenda bagi dirinya sendiri,
dan yang kedua adalah agenda bagi organisasinya. Tujuan dari agenda organisasi adalah untuk
menentukan kerangka kerja dari semu pekerjaan yang dilakukan sedangkan personal agenda
berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pimpinan pribadi sesuai dengan apa yang
memang sungguh-sungguh ia inginkan bagi dirinya sendiri dan hanya dia pribadi yang
mengetahui. Dalam hal ini agenda tersebut harus dapat diungkapkan dalam kalimat yang dapat
dengan jelas diterima dan tujuan yang ditentukan dapat diukur.
2) Personal Philosophy, seorang pemimpin hendaknya memiliki philosophi pelaksanaan yang
bersifat pragmatis dan dapat dipahami. Kerangka kerja dari pelaksanaan philosophi tersebut
diciptakan dari belajar, inovasi dan keputusan
3) Enduring Relationship, kehidupan organisasi pada dasarnya terdiri dari sejumlah transaksi dan
hubungan. Kunci untuk menjaga suatu hubungan adalah adanya penghargaan terhadap orang
lain, memandang orang lain dengan cara yang positif dan keinginan untuk bekerja sama. Orang
lain dalam hal ini tidak hanya terbatas pada anggota-anggota saja tetapi termasuk di dalamnya
adalah customers, peers, coworkers, maupun suppliers.
4) Worldly, mendunia (being ’worldly’) berkaitan dengan budaya lain, tekhnologi, dan pengumpulan
informasi. Hal ini berarti pula bagaimana pemimpin mampu memanfaatkan tekhnologi-
tekhnologi baru, memahami pasar global, penghargaan terhadap orang lain, budaya, kondisi dan
praktek-praktek bisnis yang berlangsung. Berarti pula mengetahui apa yang sedang terjadi dan
mengumpulkan informasi yang bersifat up-to-date.
- Motivasi (motif) : suatu kondisi yang mendorong atau menjadi sebab seseorang melakukan suatu
perbuatan atau kegiatan, yang berlangsung secara sadar.
1) Seberapa mendesaknya suatu kebutuhan
2) Anggapan bahwa tindakan akan memenuhi suatu kebutuhan
- Motivasi Kerja : suatu alasan yang mendorong karyawan untuk bekerja keras dengan memberikan
semua kemampuan dan ketrampilannya untuk mewujudkan tujuan perusahaan dan mencapai
produktivitas tinggi
1) Mendapatkan Gaji Bulanan
2) Mencapai Sasaran Karir
3) Berkarya
4) Mencari pengalaman
5) Beribadah