Anda di halaman 1dari 9

Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 7, No.

1, April 2018 67

KOMPETENSI PENGETAHUAN “METODE PEMBELAJARAN” SEBAGAI


KESIAPAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) MAHASISWA
PRODI PENDIDIKAN TATA BOGA

Nisa Solihat1, Ade Juwaedah2, Yulia Rahmawati3


Abstrak

Penelitian ini dilatar belakangi mahasiswa praktikan PPL belum memiliki kesiapan yang
memadaikhususnya dalam pemahaman metode pembelajaran yang akan diterapkan di kelas.
Materi metode pembelajaran pada penelitian ini dibatasi pada 10 macam metode
pembelajaran Tata Boga di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).Tujuan penelitian untuk
mengetahui aspek kemampuan pengetahuan mahasiswa terkait aspek dimensi pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif. Metode penelitian yang digunakan yaitu
metode deskriptif, populasi mahasiswa prodi Pendidikan Tata Boga angkatan 2014 yang
belum melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL), dengan sampel jenuh sejumlah
45 orang mahasiswa, teknik pengumpulan data menggunakan tes. Hasil penelitian
menunjukan aspek dimensi pengetahuan faktual mahasiswa pada kategori cukup dikuasai,
aspek dimensi pengetahuan konseptual mahasiswa pada kategori cukup dikuasai, aspek
dimensi pengetahuan prosedural mahasiswa pada kategori dikuasai dan aspek dimensi
pengetahuan metakognitif mahasiswa pada kategori dikuasai. Simpulan penelitian ini bahwa
kompetensi pengetahuan “Metode Pembelajaran” sebagai kesiapan Program Pengalaman
Lapangan (PPL) berada pada kategori cukup dikuasai dan dikuasai. Rekomendasi ditujukan
padamahasiswa PraktikanProgram Pengalaman Lapangan(PPL), agar lebih meningkatkan
kesiapan mengajar tentang pengetahuan, prinsip, langkah-langkah dan analisis penerapan
metode pembelajaran pada suatu pokok bahasan dengan bersungguh-sungguh saat
mengerjakan tugas penyusunan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dikarenakan
sangat terasa manfaatnya ketika pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL).

Kata kunci : Pengetahuan, Metode Pembelajaran, Program Pengalaman Lapangan

PENDAHULUAN dapat memperkuat kompetensi bagi


Kurikulum UPI mengharuskan calon guru adalah Program
mahasiswa menempuh serangkaian Pengalaman Lapangan (PPL).
mata kuliah yang berkaitan dengan Program Pengalaman Lapangan
pengembangan kualitas akademis dan merupakan salah satu mata kuliah
melatih kemampuan mengajar. Proses yang termasuk kelompok mata kuliah
pendidikan guru perlu dilakukan profesi pada program studi
secara terprogram dan sistematis. kependidikan yang bertujuan untuk
Dengan asumsi bahwa melalui kinerja mengembangkan profesi
guru yang berkualitas akan mampu kependidikan. Melalui PPL
melaksanakan proses belajar mengajar Kependidikan, para mahasiswa tidak
yang bermutu yang pada akhirnya hanya dituntut menggunakan
dapat menghasilkan lulusan handal pengetahuan yang diperoleh melalui
sebagai generasi penerus bangsa. perkuliahan, tetapi juga dituntut untuk
Pendidikan guru harus membekali mendapatkan pengalaman mengajar
lulusannya bukan hanya pada tataran secara langsung di lembaga
teoritis namun pada aplikasi rill di pendidikan. Pengalaman mengajar
lapangan. Salah satu program yang tersebut bertujuan untuk meningkatkan
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 7, No. 1, April 2018 68

sikap profesionalsme sehingga aspek dimensi pengetahuan


menjadikan calon pendidik yang metakognitif tentang analisis
berkualitas. penerapan metode pembelajaran.
Kompetensi kemampuan pada praktik Berdasarkan latar belakang tersebut,
PPL meliputi pengetahuan, penulis sebagai mahasiswa Program
keterampilan dan sikap. Salah satu Studi Pendidikan Tata Boga merasa
pengetahuan yang harus dikuasai oleh tertarik untuk melakukan penelitian
pratikan PPL adalah pengetahuan mengenai pengetahuan metode
tentang metode pembelajaran. pembelajaran sebagai kesiapan
Pembekalan teori yang berkaitan Program Pengalaman Lapangan
dengan kemampuan mengajar (PPL)mahasiswa Prodi Pendidikan
diberikan melalui serangkaian mata Tata Boga. Oleh karena itu penulis
kuliah diantaranya Belajar mengangkat judul penelitian
Pembelajaran Tata Boga yang “Pengetahuan “Metode Pembelajaran”
didalamnya membahas mengenai sebagai Kesiapan Program
metode pembelajaran. Keberhasilan Pengalaman Lapangan (PPL)
proses belajar mengajar di kelas sangat Mahasiswa Prodi Pendidikan Tata
dipengaruhi oleh penerapan metode Boga”.
pembelajaran yang tepat.
Permasalahan dalam penelitian ini
Hasil pengamatan, observasi yaitu “Bagaimana aspek kompetensi
pendahuluan dan studi di lapangan pengetahuan metode pembelajaran
yang telah penulis lakukan bulan sebagai kesiapan Program Pengalaman
Agustus sampai Desember tahun 2015, Lapangan (PPL)mahasiswa Prodi
pada saat penulis melaksanakan PPL Pendidikan Tata Boga?”. Rumusan
di SMK Pariwisata Telkom Bandung masalah ini dapat dijadikan judul
ditemukan beberapa masalah, pada penelitian, yaitu: “Kompetensi
umumnya mahasiswa praktikan PPL Pengetahuan “Metode Pembelajaran”
belum memiliki kesiapan yang sebagai Kesiapan Program
memadai terkait metode pembelajaran. Pengalaman Lapangan
Praktikan PPL belum bisa (PPL)Mahasiswa Prodi Pendidikan
membedakan metode pembelajaran Tata Boga”.
satu dengan yang lainnya, sehingga
berakibat pada kurangnya kemampuan Tujuan Penelitian
untuk memilih metode pembelajaran Memperoleh data hasil penelitian
yang akan diterapkan di kelas. terkait metode pembelajaran sebagai
Aspek ranah kemampuan kognitif kesiapan PPL meliputi aspek dimensi
berkaitan dengan pengetahuan metode pengetahuan: a) Faktual,
pembelajaran ditinjau dari aspek yaitutentangpengertian 10
dimensi pengetahuan karena berkaitan metodepembelajaran b) Konseptual,
dengan aspek dimensi pengetahuan yaitutentangprinsip 10
faktual tentang pengertian metode metodepembelajaran c) Prosedural,
pembelajaran, aspek dimensi yaitutentanglangkah-langkah
pengetahuan konseptual tentang 10metodepembelajaran dan d)
prinsip metode pembelajaran, aspek Metakognitif, yaitu tentang analisis
dimensi prosedural tentang langkah- penerapan 10 metode pembelajaran
langkah metode pembelajaran, dan
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 7, No. 1, April 2018 69

pada pokok bahasan pembelajaran tata Dimensipengetahuan (knowledge


boga. dimention) mempunyai empat
kategori diantaranya:

KAJIAN PUSTAKA 1) Pengetahuan faktual, mencakup


Belajar merupakan sebuah proses pengetahuan tentang terminologi
perubahan sebagai hasil pengalaman yaitu pengertian atau definisi, dan
dalam interaksi dengan lingkungan. pengetahuan tentang detail-detail
Keseluruhan tujuan pendidikan dibagi dan elemen-elemen yang spesifik
atas tiga kawasan (ranah) yaitu (1) yaitu pengetahuan tentang
ranah kognitif mencakup kemampuan peristiwa, lokasi, tanggal, orang,
intelektual, (2) ranah afektif mencakup sumber informasi dan lainnya
kemampuan-kemampuan emosional yang berdasar pada fakta.
dalam mengalami dan menghayati Pengetahuan faktual dalam
sesuatu hal, dan (3) ranah psikomotor penelitian ini dikaitkan dengan
yaitu kemampuan-kemampuan pengetahuan tentang terminologi,
motorik menggiatkan dan dimana responden dapat
mengkoordinasikan gerakan. menjelaskan pengertian metode
Keseluruhan tujuan-tujuan dari Bloom pembelajaran.
tersebut dikenal dengan istilah 2) Pengetahuan konseptual,
Taksonomi Bloom.Penelitian ini akan merupakan oengetahuan yang
dibatasi pada pengukuran pengetahuan lebih kompleks berbentuk
atau ranah kognitif. klasifikasi, kategori, prinsip dan
Taksonomi Bloom revisi digunakan generalisasi. Pengetahuan
pada Kurikulum 2013 yang berlaku di konseptual dalam penelitian ini
Indonesia saat ini. Menurut Anderson dikaitkan dengan pengetahuan
(2016, hlm. 6) “Taksonomi Blom tentang prinsip, dimana responden
hanya mempunyai satu dimensi, dapat memilih prinsip metode
sedangkan taksonomi revisi memiliki pembelajaran serta membedakan
dua dimensi. Dua dimensi itu adalah prinsip metode yang satu dengan
proses kognitif dan pengetahuan”. lainnya.
3) Pengetahuan prosedural, berupa
a. Dimensi Proses Perkembangan rangkaian langkah yang harus
Kognitif diikuti mencakup tentang
Dimensi proses keterampilan, alogaritme(urutan
perkembangankognitif (cognitive langkah-langkah logis pada
process dimention) disusun dari yang penyelesaian masalah yang
paling sederhana sampai yang paling disusun secara sistematis), teknik,
kompleks. Kategori-kategori dalam metoda dan teknik khusus dan
dimensi proses kognitif pengetahuan untuk melakukan
yaitu:mengingat (C), memahami (C2), prosedur yang tepat. Pengetahuan
mengaplikasikan (C3), menganalisis prosedural dalam penelitian ini
(C4), mengevaluasi (C5), dan dikaitkan dengan langkah-langkah
mencipta (C6). metode pembelajaran, dimana
responden dapat mengurutkan
b. Dimensi Pengetahuan
prosedur pelaksanaan
pembelajaran Tata Boga dengan
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 7, No. 1, April 2018 70

menggunakan metode Pembelajaran tata boga mengajarkan


pembelajaran tertentu. berbagai macam materi yang bersifat
4) Pengetahuan metakognitif, teori maupun praktek. Guru harus
mencakup pengetahuan strategis, menyajikan berbagai materi tersebut
yaitu strategi belajar dan berfikir dengan berbagai variasi metode
untuk memecahkan masalah. pembelajaran. Oleh karena itu, pada
Pengetahuan metakognitif pada penelitian ini penulis menambahkan
penelitian ini dikaitkan dengan metode pembelajaran pengembangan
kemampuan analisis responden dari metode pembelajaran dasar
terhadap pemilihan metode berdasarkan kajian dari beberapa
pembelajaran yang akan sumber yaitu metode role playing,
diterapkan pada suatu pokok metode eksperimen, metode resitasi,
bahasan tertentu dikaitakan metode kerja kelompok dan metode
dengan karya wisata.
Menurut Suryosubroto (2009,
hlm.140) “metode pembelajaran METODE PENELITIAN
adalah cara-cara pelaksanaan proses Metode penelitian yang digunakan
pengajaran, atau teknis sesuatu bahan adalah metode deskriptif. Populasi
pelajaran diberikan kepada murid- dalam penelitian ini adalah Mahasiswa
murid di sekolah”. Program Studi Pendidikan Tata Boga
Metode pembelajaran sangat banyak angkatan 2014 yang akan
macamnya, variasi metode melaksanakan Program Pengalaman
pembelajaran diperlukan untuk Lapangan (PPL) dengan jumlah
mengatasi kejenuhan peserta didik saat partisipan 45 orang mahasiswa.
proses belajar mengajar. Pada Teknik pengambilan sampel yang
penelitian ini penulis membatasi pada dilakukan adalah sampling jenuh
10 macam metode pembelajaran yang dimana semua anggota digunakan
berkaitan dan disesuaikan dengan sebagai sampel yaitu 45 orang
pembelajaran Tata Boga di Sekolah mahasiswa Prodi Pendidikan Tata
Menengah Kejuruan (SMK) sebagai Boga angkatan 2014.
tempat pelaksanaan Program
Instrumen yang digunakan yaitu tes,
Pengalaman Lapangan (PPL).
dalam bentuk soal pilihan ganda
Gintings (2008, hlm. 43) (nultiple choice) terkait pengetahuan
mengemukakan “ada beberapa macam faktual, konseptual prosedural dan
metode pembelajaran yang dapat metakognitif terkait metode
digunakan, tetapi ada sejumlah metode pembelajaran. Bentuk soal pilihan
pembelajaran yang mendasar, ganda (multiple choice) menggunakan
sedangkan selebihnya adalah 5 alternatif pilihan jawaban berjumlah
kombinasi atau modifikasi dari metode 40 butir soal skala yang digunakan
dasar tersebut. Metode dasar yang adalah skala Guttman dengan skor 0
dimaksud diantaranya metode untuk jawaban salah dan 1 untuk
ceramah, metode tanya jawab, metode jawaban benar. Data yang diperoleh,
diskusi, metode demonstrasi, dan kemudian ditafsirkan dengan
metode praktek”. menggunakan kriteria data yang
merujuk pada pendapat Riduwan
(2010, hlm. 15) sebagai berikut:
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 7, No. 1, April 2018 71

Tabel 1.1Penafsiran Data responden yang menjawab salah yaitu


Persentase Pengetahuan (46,5%). Tingginya presentase
jawaban salah dikarenakan mahasiswa
Persentase Kriteria banyak terkecoh oleh istilah istilah
Penguasaan
81% – 100% Sangat Dikuasai asing sehingga sulit membedakan
61% – 80% Dikuasai istilan metode satu dengan lainnya.
41% – 60% Cukup Dikuasai Kriteria cukup dikuasai menunjukkan
21% – 40% Kurang Dikuasai bahwa pengetahuan responden terkait
0% – 20% Tidak Dikuasai pengertian metode pembelajaran
masih harus ditingkatkan untuk
menambah variasi metode
TEMUAN DAN PEMBAHASAN pembelajaran yang digunakan di kelas.
Hasil pengolahan data rata-rata Pendapat Fauziyah (2014) menyatakan
presentase pengetahuan Metode “untuk memenuhi kualifikasi dan
Pembelajaran berkaitan dengan kompetensi guru, sebelumnya
aspek dimensi pengetahuan faktual, diperlukan persiapan dan usaha yang
konseptual, prosedural dan relevan”. Usaha yang dimaksudkan
metakognitif disajikan pada gambar dapat dikaitkan dengan usaha dalam
1.1 sampai 1.5 meningkatkan pengetahuan terkait
metode pembelajaran sebagai salah
satu persiapan melaksanakan Program
90
80 Pengalaman Lapangan (PPL).
70 Menurut pendapat Mulyasa (2008,
60 hlm. 107) “penggunaan metode yang
50
40 bervariasi akan sangat membantu
30 peserta didik dalam mencapai tujuan
f
20 pembelajaran”, sehingga calon
10 %
0 Praktikan PPL harus menguasai
metode pembelajaran untuk
resitasi
diskusi
demosntrasi

role playing
ceramah

praktek

kerja kelompok
eksperimen

karya wisata
tanya jawab

mempermudah peserta didik mencapai


tujuan pembelajaran dengan
berpartisipasi aktif saat pembelajaran
berlangsung. Sejalan dengan pendapat
Mardiyan (2012) bahwa “perubahan
Gambar 1.1 tingkat keaktifan siswa memberikan
Diagram Rekapitulasi Rata-Rata dampak positif terhadap proses
Presentase aspek Dimensi pembelajaran”. Calon Praktikan PPL
Pengetahuan Faktual harus lebih mendalami pengetahuan
metode pembelajaran lebih baik untuk
Gambar 1.1 merupakan rata-rata mencapai tujuan pembelajaran yang
persentase hasil pengolahan angket lebih baik pula.
pertanyaan nomor 1 sampai nomor 10
berkaitan dengan pengertian 10
macam metode pembelajaran.
Persentase jawaban benar responden
yaitu (53,5%) yang berada pada
kriteria cukup dikuasai, sedangkan
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 7, No. 1, April 2018 72

90 dilakukan meliputi fisik dan non-fisik.


80 Salah satunya adalah kesiapan
70 pengetahuan metode pembelajaran
60 sebagai kesiapan intelektual. Menurut
50
40
Nafiati (2015) “kecerdasan intelektual
30 merupakan jenis kecerdasan tentang
20 f bagaimana seseorang mengembangkan
10 % kemampuan untuk berpikir, mengolah
0 dan menguasai lingkungan secara baik
eksperimen dan…

eksperimen dan…
diskusi dan kerja…

praktek dan role…


resitasi dan kerja…
deminstrasi

diskusi
praktek
ceramah
tanya jawab

dan terarah”.

90
80
70
60
50
Gambar 1.2 40
Diagram Rekapitulasi Rata-Rata 30
20 f
Presentase aspek Dimensi
10 %
Pengetahuan Konseptual 0

resitasi
diskusi
demosntrasi
ceramah

praktek
role playing

kerja kelompok
eksperimen

karya wisata
tanya jawab

Gambar 1.2 merupakan rata-rata


persentase hasil pengolahan angket
pertanyaan nomor 11 sampai nomor
20 berkaitan dengan prinsip 10 macam
metode pembelajaran, terdiri dari lima
Gambar 1.3
nomor memilih prinsip lima metode
Diagram Rekapitulasi Rata-Rata
pembelajaran dan lima pertanyaan
Presentase aspek Dimensi
perbedaan prinsip satu dengan yang
Pengetahuan Prosedural
lain, persentase jawaban benar
responden yaitu (58,4%) yang berada Gambar 1.3 merupakan rata-rata
pada kriteria dikuasai, sedangkan persentase hasil pengolahan angket
responden yang menjawab salah yaitu pertanyaan nomor 21 sampai nomor
(41,6%). 30 berkaitan dengan langkah-langkah
Kriteria cukup dikuasai menunjukkan 10 macam metode pembelajaran.
bahwa pengetahuan responden terkait Persentase jawaban benar responden
prinsip metode pembelajaran namun yaitu (64,7%) yang berada pada
masih harus ditingkatkan untuk dapat kriteria sangat dikuasai, sedangkan
menerapkan metode pembelajaran responden yang menjawab salah yaitu
yang sesuai agar tercipta lingkungan (35,3%). Kriteria dikuasai
belajar yang kondusif. Menurut menunjukkan bahwa pengetahuan
penelitian Sidik (2013) “tingkat responden terkait langkah-langkah
kepuasan Guru Pamong terhadap metode pembelajaran sudah diketahui
proses PPL sebesar 25%”, calon dengan baik. Pengetahuan mengenai
praktikan PPL harus meningkatkan langkah-langkah metode pembelajaran
kesiapan agar dapat meningkatkan penting untuk diketahui praktikan PPL
angka kepuasan Guru Pamong untuk menciptakan susana belajar
terhadap proses PPL. Kesiapan yang yang kondusif dan sistematis, sejalan
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 7, No. 1, April 2018 73

dengan pendapat Mardiyan (2012) sedangkan responden yang menjawab


bahwa “metode mengajar yang baik salah yaitu (33,9%). Kriteria dikuasai
tidak hanya menciptakan suasana menunjukkan bahwa pengetahuan
belajar yang kondusif bagi siswa, responden terkait langkah-langkah
tetapi juga mempermudah siswa dalam metode pembelajaan sudah diketahuai.
memahami materi yang dipelajari”. Hal ini baik untuk mendukung
Kriteria dikuasai dipengaruhi oleh pendapat Surakhmad (1990, hlm. 96)
terbiasanya responden dalam bahwa “makin baik metode itu, makin
mengerjakan tugas merancang efektif pula pencapaian tujuan.
langkah-langkah pembelajaran yang Kriteria sudah dikuasai dapat
tertuang dalam Rancangan dipengaruhi oleh salah satu tugas
Perencanaan Pembelajaran (RPP). simulasi mengajar mata kuliah Belajar
Latihan membuat RPP didapatkan Pembelajaran Tata Boga dan juga
pada mata kuliah Belajar praktek Micro Teaching, dimana
Pembelajaran dan Telaah Kurikulum responden mendapatkan bimbingan
dan Perencanaan Pembelajaran Tata terkait metode pembelajaran yang
Boga sebagai kesiapan Program diterapkan pada pokok bahasan yang
Pengalaman Lapangan (PPL). akan disimulasikan dan diberikan
masukan secara intensif.
90 Sejalan dengan pendapat Dasmo
80 (2014) “kesiapan mahasiswa peserta
70
60 PPL akan dipengaruhi oleh peran dari
50 dosen pembimbing dan guru pamong.
40 Guru pamong dan dosen pembimbing
30 berperan dalam memberikan masukan,
20 f
10
arahan kepada mahasiswa untuk dapat
%
0 memperoleh pengalaman dan menjadi
tenaga pendidik yang profesional”.
resitasi
diskusi
demosntrasi

role playing
praktek

kerja kelompok
ceramah

eksperimen

karya wisata
tanya jawab

Adanya beberapa tugas yang


mendukung kesiapan praktikan PPL
terkait metode pembelajaran
merupakan salah satu peranan dosen
sebagai pembimbing PPL. Tugas
Gambar 1.4 simulasi mengajar dan pelaksanaan
Diagram Rekapitulasi Rata-Rata Micro Teaching sangat baik untuk
Presentase aspek Dimensi membantu mahasiswa calon Praktikan
Pengetahuan Metakognitif PPL dalam mempraktikkan metode
pembelajaran tidak hanya dalam
Gambar 1.4 merupakan rata-rata pembelajaran teori.
persentase hasil pengolahan angket Data rata-rata presentase pengetahuan
pertanyaan nomor 31 sampai nomor responden tentang metode
40 berkaitan dengan analisis pembelajaran berkaitan dengan aspek
penerapan 10 metode pembejaran pada dimensi faktual, konseptual,
pokok bahasan pembelajaran tata prosedural dan metakognitif
boga. Persentase jawaban benar merupakan hasil pengolahan angket
responden yaitu (66,1%) yang berada dari nomor 1 sampai 40. Berikut
pada kriteria sangat dikuasai, rekapitulasi rata-rata presentase aspek
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 7, No. 1, April 2018 74

dimensi pengetahuan fatual, metode pembelajaran yang tepat di


konseptual, prosedural dan kelas. Kompetensi ini harus dimiliki
metakognitif responden tentang responden terkait aspek dimensi
metode pembelajaran sebagai kesiapan pengetahuan faktual, konseptual,
Porgram Pengalaman Lapnagna prosedural dan metakognitif.
(PPL). Kesimpulan dalam penelitian ini
dikemukakan berdasarkan pada tujuan
penelitian, pengolahan data dan
penbahasan hasil penelitian.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu
70,0 Faktual
60,0 mahasiswa Prodi Pendidikan Tata
50,0 Boga angkatan 2014 pada aspek
Konseptual
40,0 dimensi pengetahuan faktual hasil
30,0 penelitan termasuk kedalam kategori
20,0 Prosedural
cukup dikuasai. Pada aspek dimensi
10,0 pengetahuan konseptual hasil
0,0 Metakogniti
f penelitan termasuk kedalam kategori
cukup dikuasai. Pada aspek dimensi
pengetahuan prosedural hasil penelitan
kedalam kategori dikuasai dan pada
aspek dimensi pengetahuan
Gambar 1.5
metakognitif hasil penelitan termasuk
Diagram Rekapitulasi Rata-Rata
kedalam kategori dikuasai.
Presentase aspek Dimensi
Berdasarkan hasil penelitian yaitu
Pengetahuan Faktual, Konseptual,
tentang aspek dimensi pengetahuan
Prosedural, dan Metakognitif
faktual, konseptual, prosedural dan
Gambar 1.5 menunjukan rekapitulasi metakognitif termasuk ke dalam
rata-rata presentase aspek dimensi kategori cukup dikuasai dan dikuasai
pengetahuan faktual yaitu 53,5% maka rekomendasi penulis pada
berada dalam kategori cukup dikuasai, penelitian ini diantaranya bagi
presentase aspek dimensi pengetahuan mahasiswa calon Praktikan Program
konseptual yaitu 58,4% berada dalam Pengalaman Lapangan (PPL), agar
kategori cukup dikuasai,presentase lebih mematangkan kesiapan mengajar
aspek dimensi pengetahuan prosedural khususnya terkait pengetahuan metode
yaitu 64,7% berada dalam kategori pembelajarantentang pengetahuan,
dikuasaidan presentase aspek dimensi prinsip, langkah-langkah dan analisis
pengetahuan metakognitif yaitu 66,1% penerapan metode pembelajaran pada
berada dalam kategori suatu pokok bahasan dengan
bersungguh-sungguh saat mengerjakan
SIMPULAN tugas penyusunan Rancangan
Metode pembelajaran adalah suatu Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
cara yang digunakan untuk dikarenakan sangat terasa manfaatnya
menyampaikan materi secara langsung ketika pelaksanaan Program
di kelas oleh guru kepada peserta Pengalaman Lapangan (PPL). Bagi
didik. Bagi calon praktikan PPL, Dosen sebagai Dosen Pembimbing
pengetahuan metode pembelajaran PPL, agar memberikan arahan
diperlukan agar dapat menerapkan sebelum pelaksanaan Program
Media Pendidikan, Gizi dan Kuliner. Vol. 7, No. 1, April 2018 75

Pengalaman Lapangan (PPL) dimulai, Siswa Dalam Pembelajaran


bagi peneliti selanjutnya, penelitian Akuntansi Materi Jurnal
terkait aspek dimensi pengetahuan Penyesuaian Pada Siswa Kelas
masih belum banyak dijumpai Xi Ips 3 Sma Negeri 3
sehingga dapat dijadikan referensi Bukittinggi Dengan Metode
untuk penelitian selanjutnya untuk Bermain Peran (Role Playing).
menyempurnakan penelitian penulis Pakar Pendidikan VOL. 10 No2.
yang masih terdapat banyak hlm. 151-162.
kekurangan.
Fauziyah, I. (2015). Analisis Kesiapan
Mahasiswa Program Studi
Pendidikan Bahasa Prancis
DAFTAR PUSTAKA Universitas Negeri Semarang
Anderson, L & Krathwohl, D. (2015). Dalam Melaksanakan Praktik
Pembelajaran, pengajaran dan Pengalaman Lapangan Tahun
asesmen. Yogyakarta: Pustaka 2014. (Skripsi). Semarang:
Pelajar Universitas Negeri Semarang.

Direktorat Pembinaan SMK. (2016). Nafiati, D.A. (2015). Faktor-Faktor


Pelatihan implementasi Yang Mempengaruhi Praktik
kurikulum 2013 Sekolah Pengalaman Lapangan (PPL)
Menengah Kejuruan. Jakarta: Mahasiswa Pendidikan Ekonomi
Kemendikbud Fakultas Keguruan Dan Ilmu
PendidikanUniversitas
Gintings, A. (2010). Esensi praktis Pancasakti Tegal. (Skripsi).
belajar dan pembelajaran. Tegal: Universitas Pacasakti
Bandung: Humaniora Tegal

Riduwan. (2010). Dasar-dasar Sidik, R.M. (2013). Efektivitas


Statistika. Bandung: Alfabeta Pelaksanaan Program
Pengalaman Lapangan Dalam
Sagala, S. (2013). Konsep dan makna
Memberikan Bekal Kompetensi
pembelajaran. Bandung:
Guru Pada Mahasiswa
Alfabeta
Pendidikan Akuntansi Fakultas
Suryosubroto. (2009). Proses belajar Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
mengajar di sekolah. Jakarta: Universitas Muhammadiyah
PT. Rineka Cipta Surakarta Tahun Angkatan
2009. (Skripsi). Surakarta:
Dasmono & Sumaryati, T. (2-14). Universitas Muhammadiyah
Peran guru pamong dan dosen Surakarta
pembimbing Terhadap
keberhasilan program
pengalaman lapangan (PPL)
mahasiswa. Jurnal Formatif 4
(1). Hlm. 56-64.

Mardiyan, R. (2012). Peningkatkan


Keaktifan Dan Hasil Belajar