Anda di halaman 1dari 12

LAMPIRAN

PERTANYAAN SAAT UJIAN POST-OPERASI

Apa kandungan dari pehacain?


Pada saat operasi digunakan pehachain sebagai anatesi lokal. Penambahan
anastesi secara lokal dipilih karena waktu pelaksanaan operasi yang telah
mencapai penutupan muskulus (penjahitan). Pehacain berisi Lidocain HCL 20 mg
dan Adrenalin 0,125 mg. Obat Pehachain digunakan sebagai vasokonstriktor yang
akan memperpanjang kerja obat anastesi karena pembuluh darah yang menyempit
dan juga memperkecil tingkat perdarahan. Obat ini diteteskan ketika akan
dilakukan penjahitan pada ruang abdomen dan penyuntikan pada muskulus.

Mengapa diberikan gentamicin pada luka?


Luka postoperasi ini merupakan luka bersih terkontaminasi (clean-
contaminated wound), yang merupakan luka bedah yang ditandai adanya
inflamasi dan adanya seroma yang keluar. Kontaminasi tidak selalu terjadi pada
luka ini, kemungkinan timbulkan infeksi luka 3-11%. Sehingga perlu diberikan
salep gentamicin sebagi antibiotik pemakaian luar. Salep ini digunakan sebagai
pencegahan terhadap kemungkinan infeksi dari daerah luka post operasi. Salep
gentamicine merupakan suatu antibiotika spektrum luas golongan aminoglikosida
yang efektif untuk menghambat bakteri penyebab infeksi kulit primer maupun
sekunder, sehingga infeksi dapat dihindari. Gentamicine bekerja menghambat
sintesis protein bakteri sehingga bersifat bakteriosid.

Mengapa dilakukan penggantian perban 2X sehari?


Luka operasi dilakukan penutupan dengan kassa untuk dreesing yang
berfungsi untuk menutup luka, menghindari dari kontaminasi dan pengontrolan
terhadap perdarahan yang kemungkinan terjadi. Tipe yang digunakan pada luka
post operasi adalah gauze dressing. Dressing yang digunakan bersifat steril dan
memiliki sifat yang menyerap untuk menghindari pertumbuhan bakteri.
Pergantian kassa pada luka post operasi dimaksudkan untuk kontrol kemungkinan
cairan yang keluar pada luka post operasi dan menghindari kontaminasi yang
terjadi. Pemilihan waktu 2 hari untuk pergantian kassa dimaksudkan agar
meminimalisir adanya kontaminasi akibat luka yang sering dibuka dan
menghindari adanya pergersekan yang terjadi sehingga dapat mempengaruhi
proses kesembuhan luka.

Gurito termasuk perban dari jenis apa?


Gurito digunakan untuk menahan abdomen dan meminimalisir adanya
pergerakan yang dapat mempengerahui kesembuhan luka. Gurito merupakan
bandaging dengan tipe circular. Bandage ini biasanya digunakan untuk kaki,
dada, dan bagian abdomen. Sebelum diberikan bandage gurito, diberikan kassa
kotak pada daerah luka post operasi sebagai dressing.

Mengapa salah satu drug of choice yang digunakan yaitu asam traneksamat?
Obat ini diberikan karena adanya perdarahan yang tampak pada hari ke 1
post operasi hingga hari 2 post operasi. Sehingga diberikan asam traneksamat
secara Oral. Asam traneksamat merupakan obat fibrionolitik yang menghambat
pemutusan benang fibrin. Sehingga dapat mencegah adanya perdarahan. Obat ini
bekerja dengan memblok ikatan plaminogen dan plasmin terhadap fibrin.

Apa yang dimaksud dengan syok hipovolemik?


Syok dikategorikan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebabnya, antara lain
syok hipovolemik yang diakibatkan oleh menurunnya volume intravaskular,
kardiogenik karena pompa jantung terganggu, obstruktif karena adanya hambatan
sirkulasi dan distributif karena adanya gangguan vasomotor. Syok hipovolemik
juga ditandai dengan berkurangnya volume intravaskular akibat perdarahan,
dehidrasi pada kasus diare, luka bakar, dan muntah sehingga distribusi oksigen
dan nutrisi ke jaringan terganggu. Dehidrasi dalam jumlah yang besar juga dapat
memicu kejadian syok yaitu dengan kehilangan cairan lebih dari 20% BB atau
kehilangan darah 20% EBV (Estimated Blood Volume) (Vincent dan De Backer
2013). Syok menyebabkan metabolisme yang awalnya aerobik menjadi anaerobik
dan menghasilkan asam laktat dan 2 ATP. Asidosis yang bertumpuk akan
menyebabkan metabolik asidosis sehingga akan merusak fungsi membran sel
yang berakhir dengan kematian sel tersebut.
Vincent JL, De Backer D. 2013. Circulatory shock. N Engl J Med. 369(18):1726-
1734.doi:10.1056/NEJMra1208943.

Mengapa amoxicillin injeksi diberikan 30 menit sebelum pemberian bius?


Berdasarkan Intas Pharmaceuticals Ltd, amoxicillin dalam bentuk injeksi
mencapai onset kerja dalam waktu 1,5-2 jam yang berarti obat akan bekerja saat
operasi berlangsung, sehingga obat diinjeksikan 30 menit sebelum pemberian obat
bius.
www.lybrate.com/medicine/intamox-d-injection

Bagaimana cara kerja dan efek samping asam traneksamat?


Proses pembekuan darah yaitu dimulai dari aktifasi protrombin menjadi thrombin.
Beberapa faktor seperti tromboplastin, kalsium, dan vitamin K berfungsi sebagai
aktifator perubah protrombin menjadi thrombin. Thrombin ini nantinya berfungsi
merubah fibrinogen menjadi fibrin yang berperan aktif dalam pembekuan darah
(Atkinson & Fortunato, 2003). Asam traneksamat merupakan obat antifibrinolisis
yang bekerja dengan menghambat lisis pada fibrin (Bishop, 2005). Efek samping
pemberian asam traneksamat berupa muntah dan diare, sehingga tidak boleh
diberikan ketika hewan belum sadar sepenuhnya setelah proses operasi yang
menyebabkan hewan tersedak.
Atkinson L, Fortunato N. Berry & Kohn’s Operating Room Technique, 10th ed.
USA:Mosby; 2003
Bishop, Yolande. 2005. The Veterinary Formulary 6th Ed. British: The British
Veterinary Association.

Mengapa digunakan Elizabeth collar setelah operasi?


Elizabeth collar merupakan salah satu alat yang bisa digunakan pada
anjing, berbentuk corong yang bisa membuat anjing tidak bisa menjilati luka. E
collar sangat penting untuk membantu mempercepat persembuhan luka. Saat
persembuhan luka secara alami anjing akan menjilat luka dan menggaruknya
karena sakit, gatal, dan tidak nyaman. Namun ini bisa membuat luka menjadi
lebih parah. Penggunaan E collar dapat membuat anjing tidak nyaman karena
tidak terbiasa, bahkan merasa terancam karena pandangannya yang terganggu.
Oleh karena itu perlu disesuaikan panjang corong, jenis bahan, agar tidak
mengganggu saat makan maupun aktivitas lainnya. Elizabeth collar ada yang
berbahan kaku, berbahan kain, ada yang inflatable (dapat dikembang-kempiskan
seperti balon).

Mengapa terbentuk seroma setelah operasi?


Seroma adalah akumulasi serum yang steril di lokasi terbatas dalam
jaringan. Perbedaan antara seroma dan abses adalah bahwa pada abses leukosit,
bakteri, dan produk pemecahan keduanya. Dengan kata lain, abses didefinisikan
sebagai infeksi. Sedangkan seroma adalah cairan serum yang telah terakumulasi
dalam ruang kosong/ dead space di jaringan. Seroma adalah hasil dari kerusakan
jaringan dan produk dari peradangan jaringan dan mekanisme pertahanan tubuh.
Seroma adalah respon normal tubuh. Tubuh bereaksi terhadap keberadaan ruang
kosong di dalam jaringan yang sebelumnya melekat pada sesuatu. Operasi
menghilangkan sebagian massa jaringan pada subkutan, merusak pembuluh darah
kapiler sehingga terjadi pelepasan serum ke daerah tersebut. Selain itu, tindakan
pembedahan menyebabkan adanya kerusakan jaringan yang memicu kematian sel
dan reaksi peradangan. Adanya peradangan, kematian sel, peningkatan
permeabilitas pembuluh darah akan menyebabkan cairan menumpuk di ruang
kosong yang terbentuk. Seroma akan berhenti jika terbentuk drainase alami, tidak
terjadi iritasi terus menerus, sirkulasi pembuluh darah ke area tersebut lancar dan
hewan dalam kondisi sehat.
Pencegahan yang dapat dilakukan adalah mencegah terbentuknya rongga
kosong/ dead space dengan menggunakan teknik diseksi tumpul dengan jari atau
alat bedah tumpul untuk merobek jaringan, alat yang tajam untuk memotong
jaringan sehingga jaringan tidak robek dan tidak menyebabkan vasokonstriksi
pembuluh darah kecil. Selain itu dapat dilakukan penggunaan klem, jahitan atau
kauter untuk menghentikan pendarahan kecil. Selain itu dapat pula dilakukan
pemberian tekanan pada situs bedah selama 3-5 hari setelah operasi untuk
mencegah akumulasi cairan. Tindakan yang dilakukan ketika seroma terbentuk
adalah mengeringkannya. Namun ketika cairannya hilang, rongga kosong dapat
terisi kembali. Seiring waktu, jaringan fibrotik pada akhirnya akan mengisi semua
ruang dan tubuh akan menyerap kembali cairan dengan sendirinya.
Meningkatkan sirkulasi ke area penyembuhan akan sering membantu
mengurangi pembengkakan. Cairan akan diserap kembali ke dalam aliran darah
lebih cepat dan peningkatan aliran darah akan membawa oksigen dan nutrisi ke
jaringan yang baru terbentuk. Panas adalah cara terbaik untuk meningkatkan
sirkulasi ke suatu daerah. Kompres handuk lembab, hangat, atau kasa ke area
yang bengkak selama 10-15 menit beberapa kali dapat diberikan untuk
mengurangi jumlah cairan yang menumpuk. Namun beberapa obat antiinflamasi
seperti Glukokortikoid dapat memperlambat penyembuhan jika digunakan dalam
dosis tinggi untuk jangka waktu yang lama. Seroma merupakan akumulasi cairan
yang sifatnya steril sehingga perawatan yang dilakukan harus bersifat aseptis
karena kumulasi cairan dapat menjadi media pertumbuhan bakteri. Jika seroma
tidak berhenti dan membutuhkan drainase atau pembuangan cairan berulang, perlu
dilakukan pemasangan drainase permanen yang memungkinkan cairan untuk
terus-menerus keluar sampai tubuh bisa
menyelesaikan proses penyembuhan sendiri. Drainase dapat berupa alat implan
buatan seperti sepotong tabung karet (Penrose drain), atau dapat dengan
sederhana seperti membuat bukaan di tepi seroma terendah, dan menjaga ini
terbuka dan bersih untuk memungkinkan drainase terus.

Mengapa salah satu drug of choice yang digunakan berupa infus RL?
Larutan Ringer Laktat merupakan salah satu cairan kristaloid yang banyak
digunakan dalam terapi cairan. Sebagai cairan kristaloid isotonik yang memiliki
komposisi elektrolit mirip dengan plasma, Ringer Laktat efektif digunakan
sebagai loading cairan saat induksi anastesi. Tujuan penggunaan preload ringer
laktat adalah untuk meningkatkan dan menstabilkan volume sirkulasi yang
menurun akibat vasodilatasi yang terjadi karena blok simpatis oleh anestesi spinal.
Cairan kristaloid merupakan larutan dengan air (aqueous) yang terdiri dari
molekul-molekul kecil yang dapat menembus membran kapiler dengan mudah.
Penggunaan kristaloid adalah dengan volume pemberian lebih besar, onset lebih
cepat, durasinya singkat, efek samping lebih sedikit dan harga lebih murah.
Mekanisme secara umum larutan kristaloid menembus membran kapiler
dari kompartemen intravaskuler ke kompartemen interstisial, kemudian
didistribusikan ke semua kompartemen ekstra vaskuler. Hanya 25% dari jumlah
pemberian awal yang tetap berada intravaskuler, sehingga penggunaannya
membutuhkan volume 3-4 kali dari volume plasma yang hilang. Bersifat isotonik,
maka efektif dalam mengisi sejumlah cairan kedalam pembuluh darah dengan
segera dan efektif untuk pasien yang membutuhkan cairan segera. Keunggulan
dari larutan Ringer Laktat adalah komposisi elektrolit dan konsentrasinya yang
sangat serupa dengan yang dikandung cairan ekstraseluler. Natrium merupakan
kation utama dari plasma darah dan menentukan tekanan osmotik. Klorida
merupakan anion utama di plasma darah. Kalium merupakan kation terpenting di
intraseluler dan berfungsi untuk konduksi saraf dan otot. Elektrolit-elektrolit ini
dibutuhkan untuk menggantikan kehilangan cairan pada dehidrasi dan syok
hipovolemik termasuk syok perdarahan.

Mengapa atropine sulfat diberikan secara sc?


Penyuntikan dilakukan ke dalam jaringan longgar di bawah kulit (dermis).
Penghantaran obat secara subkutan dilakukan jika pemberian obat secara oral
tidak dapat dilakukan. Onset yag ditimbulkan rute pemberian dengan cara ini
diharapkan lebih lambat jika dibandingkan dengan cara pemberian intravena dan
intramuskular. Pemberian atropine sulfat di SC diharapkan agar onset kerja lebih
lama.

Mengapa tipe simpul ikatan jahitan operasi tipe 2-1?


Simpul pertama dilakukan 2 kali lilitan selanjut nya simpul 1 kali lilitan dengan
arah/gerakan yang berbeda dengan sebelumnya. Dipakai jika regangan tinggi
Tipe simpul ekstremitas
Simpul jangkar alias cow hitch

Betadine atau povidone iodine?


Povidone iodine. Betadine merupakan merk dagang, Bahan aktif Betadine adalah
Povidon-iodin, yang merupakan zat antimikroba dengan spektrum paling luas
yang mampu membunuh bakteri, jamur, protozoa dan virus. Povidon-iodin secara
efektif mampu mengendalikan penyebaran infeksi topikal bagi penggunanya

Mengapa penjepitan ovarium menggunkan 2 klem dan uterus menggunakan


3 klem?
Lumen ovarium lebih kecil daripada lumen uterus dan pembuluh darah ovarium
lebih kecil daripada uterus

Mengapa luka diflushing dengan normal saline?


Normal saline (sodium chloride 0,9%) digunkan untuk berbagai indikasi seperti
irigasi steril dari rongga tubuh, jaringan atau luka, mencuci, membilas atau
merendam alat dan spesimen laboratorium. normal salin merupakan cairan
isotonik dan sebagai cairan irigasi fisiologis karena sifatnya yang kompatible
dengan jaringan dan organ hidup. sodium merupakan kation yang umum pada
cairan ekstra seluler, yang berfungsi dalam mengontrol distribusi air,
keseimbangan cairan, dan tekanan osmotik cairan tubuh. sodium juga dikaitakn
dengan klorida dan bikarbonat dalam pengaturan keseimbangan asam-basa cairan
tubuh. klorida merupakan anion ekstraseluler utama yang erat kaitannya dengan
metabolisme natrium, dan keseimbangan asam-basa tubuh tercermin oleh
perubahan konsentrasi klorida (Betlehem, 2016)

Pakan apa yang diberikan saat post-operasi dan berapa banyak kandungan
proteinnya?
A. Pedrgree kaleng 400gr : kandungan protein kasar 7%, lemak kasar 7% dan
serat maksimal 2%
B. Nature bridge Small Breed Adult Dog.: kandungan protein 24%, lemak
13%, fiber 5%, kelembaban 10.0%, kalsium 1.0%, abu 10%, lysine 0.8%,
phosphorus 0.8% dan chloride larut air 0.45%

Jelaskan jenis-jenis luka!


Berdasarkan penyebabnya, luka dibagi menjadi :
a. Erosi, Abrasi, Excoriasi :

Erosi (Luka hanya sampai stratum corneum), Abrasi ( Luka sampai


stratum spinosum) dan Excoriasi (Luka sampai stratum basale). Luka ini
merupakan kerusakan epitel permukaan akibat trauma gesek pada epidermis.

b. Kontusio :

Biasanya disebabkan oleh trauma tumpul atau ledakan. Dapat


mengakibatkan kerusakan jaringan yang luas. Pada awalnya, lapisan kulit di
atasnya bisa jadi intak, tapi pada akhirnya dapat

menjadi non-viable. Hematoma berukuran besar yang terletak di bawah kulit atau
atau di dalam otot dapat menetap. Sedangkan kontusio luas dapat mengakibatkan
infeksi dan compartment syndromes.

c. Laserasi :

Laserasi terjadi jika kekuatan trauma melebihi kekuatan regang jaringan. Laserasi
diklasifikasikan berdasarkan mekanisme terjadinya, yaitu :

a. Insisi : Luka sayatan, disebabkan oleh benda tajam. Kerusakan jaringan


sangat minimal. Contoh : luka tusuk, luka pembedahan, terkena pecahan
kaca.
b. Tension laceration : Disebabkan oleh trauma tumpul, biasanya karena
tangential force yang kekuatannya melebihi daya regang jaringan.
Akibatnya adalah terjadinya robekan kulit dengan tepi tidak teratur disertai
kontusio jaringan di sekitarnya. Contoh : laserasi kulit karena pukulan
tongkat dengan kekuatan tinggi.
c. Crush laceration atau compression laceration : Laserasi kulit terjadi karena
kulit tertekan di antara objek dan tulang di bawahnya. Laserasi tipe ini
biasanya berbentuk stellate dengan kerusakan sedang dari jaringan di
sekitarnya. Kejadian infeksi lebih tinggi.
d. Kombinasi dari mekanisme di atas.

Berdasarkan tingkat kontaminasi

a. Clean Wounds (Luka bersih), yaitu luka bedah takterinfeksi yang mana
tidak terjadi proses peradangan (inflamasi) dan infeksi pada sistem
pernafasan, pencernaan, genital dan urinari tidak terjadi. Luka bersih
biasanya menghasilkan luka yang tertutup. Kemungkinan terjadinya
infeksi luka sekitar 1% - 5%.
b. Clean-contamined Wounds (Luka bersih terkontaminasi), merupakan
luka pembedahan dimana saluran respirasi, pencernaan, genital atau
perkemihan dalam kondisi terkontrol, kontaminasi tidak selalu terjadi,
kemungkinan timbulnya infeksi luka adalah 3% - 11%.
c. Contamined Wounds (Luka terkontaminasi), termasuk luka terbuka,
fresh, luka akibat kecelakaan dan operasi dengan kerusakan besar
dengan teknik aseptik atau kontaminasi dari saluran cerna; pada
kategori ini juga termasuk insisi akut, inflamasi nonpurulen.
Kemungkinan infeksi luka 10% - 17%.
d. Dirty or Infected Wounds (Luka kotor atau infeksi), yaitu terdapatnya
mikroorganisme pada luka.
2. Berdasarkan waktu penyembuhan luka

a. Luka akut : yaitu luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep
penyembuhan yang telah disepakati.
b. Luka kronis yaitu luka yang mengalami kegagalan dalam proses
penyembuhan, dapat karena faktor eksogen dan endogen.

Berapa lama durasi kerja obat amoxicillin merk dagang ultramox?


2 hari

Jelaskan proses persembuhan luka!

Fase koagulasi

Fase inflamasi

Fase Proliferasi

Fase remodeling

Fase koagulasi ;

setelah luka, terjadi perdarahan pada daerah luka yang diikuti dengan aktivasi
kaskade pembekuan darah sehingga terbentuk klok hematoma. Proses ini diikuti
oleh proses selanjutnya yaitu fase inflamasi.

Fase inflamasi:

1. Dimulai saat terjadi luka, bertahan 2-3 hari


2. Diawali dengan vasokontriksi untuk mencapai hemostasis (efek epinefrin
dan tromboksan)
3. Thrombus terbentuk dan rangkaian pembentukan darah diaktifkan,
sehingga terjadi deposisi fibrin
4. Kepingdarah melepaskan platelet-derifat grow factor (PDGF) dan
transforming growth factor beta (TGF- β) yang menarik sel-sel inflamasi,
terutama makrofag
5. Setelah haemostasis tercapai, terjadi vasodilatasi dan permea bilitas
pembuluh darah meningkat
6. Jumlah beutrofil memuncak pada 24 jam dan membantu debridement
7. Monosit memasuki luka, menjadi makrofag dan jumlahnya memuncak
dalam 2-3 hari
8. Makrofag menghasilkan PDGF dan TGF- β, akan menarik fibroblast dan
merangsang pembentukan kolagen
Fase proliferasi:

1. Dimulai pada hari ketiga, setelah fibroblast datang dan bertahan higga
minggu ke tiga
2. Fibroblast : ditarik dan diaktifkan oleh PDGF dan TGF- β: memasuki luka
pada hari ke tiga, mencapai jumlah terbanyak pada hari ke tuju
3. Terjadi sintesis kolagen (terutama tipe III ), angiogenesis, dan epitelisasi
4. Jumlah kolagen total meningkat selama tiga minggu, hingga produksi dan
pemecahankolagen mencapai keseimbangan, yang menandai dimulainya
fase remodeling
5. Pada fase ini biasanya jahitan diangkat (bila digunakan benang yang tidak
diserap)
Fase remodeling:

1. Peningkatan produksi maupun penyerapan kolagen berlangsung 6 bulan


hingga 1 tahun, dapat lebih lama bila dekat sendi
2. Kolagen tipe I menggantikan kolgen tipe III sehingga mencapai
perbandingan 4:1 (seperti kulit normal dan parut matang)
3. Kekuatan luka meningkat sejalan dengan reorganisasi kolagen sepanjang
garis tegangan kulit, terjadi cross-link kolagen
4. Penurunan vaskularitas
5. fibroblast dan myofibroblast menyebabkan konraksi luka selama fase
remodeling (Sudjatmiko,2009)
Airiningrum, D. 2017. Buku Pedoman Keterampilan Klinis Manajemen Luka.
Laboratorium Keterampilan Klinis. Fakultas Kedokteran
Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Betlehem. 2016. SODIUM CHLORIDE FOR IRRIGATION- sodium chloride for


irrigation solution. Braun Medical Inc.

Sudjatmiko, G. 2009. Menjahit luka “supaya bekasnya susah dicari”. Sagung


Seto. Jakarta