Anda di halaman 1dari 8

BAB I

RINGKASAN ARTIKEL

Doula adalah nama salah satu jasa yang mana memberikan pengalaman ataupun

dukungan pada saat seorang ibu melahirkan dan postpartum. Doula juga merupakan

seorang pekerja masyarakat yang dibayar ataupun sukarelawan yang membantu

seorang ibu hamil yang biasanya berfokus untuk melayani wanita tanpa pasangan,

wanita yang pasangannya tidak dapat hadir pada saat proses persalinan, wanita dengan

kerentanan tambahan (seperti migrasi baru atau kekerasan dalam rumah tangga),atau

wanita yang terlibat dengan pelayanan sosial anak-anak. Pada saat proses persalinan

pemberian dukungan yang terus menerus dapat mengurangi intervensi dan

meningkatkan hasil kelahiran. Namun dalam prakteknya, sekitar 85% ibu melaporkan

belum pernah bertemu sebelumnta dengan bidan yang mereka selama persalinan dan

kelahiran. Sebanyak 21% ibu juga melaporkan bahwa mereka bisanyan kerap kali

ditinggalkan sendiri yang mana membuat para ibu merasa khawatir, sehingga

dibutuhkan pendampingan setelah melahirkan. Distiap negara, konsep pelayanan doula

ini sendiri telah menyebar, termasuk Australia, Swedia, Belanda, dan Inggris.

Diberbagai negara misalnya di Amerika Utara dan Australia, doula dapat diposisikan

sebagai penjaga persalinan normal seorang ibu serta memeiliki peran sebagai

pelindung kesejahteraan emosional dan fisik seorang ibu saat proses persalinan, selain

itu doula ini sendiri juga memberdayakan seorng ibu untuk membuat dan

mengartikulasikan pilihan sendiri.


Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian in

melakukan wawancara kepada ibu-ibu yang telah menerima dukungan sukarela dari

doula. Sampel dalam penelitian adalah enam belas ibu-ibu dan Sembilan belas doula.

Para ibu yang diambil dalam penelitian ini diambil dari berbagai macam latar belakang.

Wawancara yang dilakukan pada ibu-ibu pengguna jasa doula berkisar 25-75 menit

(median 41 menit). Topik pembahasan termasuka ialah pengalam mereka ketika

menggunakan layanan bersalin, saat lahir dan postnatal, serta dampak dari dukungan

doula. Serta dalam penelitian ini peneiliti juga melakukan wawancara dengan para

relawan doula yang berlangsung selama 37-99 menit (median 55 menit), dimana topik

yang dibahas adalah motivasi mereka menjadi doula, dukungan yang diterima serta

pengalaman bekerja dengan professional.

Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa doula berperan penting dalam

mebantu seorang ibu mengadapi proses persalinan, dimana hasil dari wawancara

bebrapa ibu mengatakan bahwa doula mampu memberikan dukungan secara fisik dan

emosional secara keseluruhan. Selain itu, doula juga berperan sebagai penghibur

seirang ibu dimana dapat menenangkan serta mampu meyakinkan seorang ibu dalam

mengatasi rasa takut, kecemasan dan rasa sakit yang diderita. Kehadiran doula ini

sendiri dapat dikatakan bukan hanya sebagai pelengkap tapi dihargai sebagai rekan

dalam usaha bersama untuk mendukung ibu dan pasanganya selama masa persalinan.

Doula juga dapat meningkatkan pengalaman kelahiran untuk kedua orang tua sehingga

dapat disimpulkan bahwa kehadiran doula sangat efektif sebagai pendamping seorang

ibu (Mcleish & et, 2018)


BAB II

PENDAHULUAN

BAB III

ANALISIS PUSTAKA

a. Definisi
Doula merupakan seorang profesional terlatih yang memberikan jasa
berupa pendampingan kepada calon ibu, baik saat menghadapi proses
persalinan juga setelah melahirkan dan pemulihan kondisi emosional dan fisik
setelah melahirkan. Bukti menunjukkan bahwa dukungan doula disediakan
sebelum lahir dan saat melahirkan mungkin baik bagi stres ibu yang lebih
rendah dan meningkatkan efikasi diri perempuan tentang kehamilan mereka
dan kemampuan untuk mengelola tenaga kerja. Selain itu, rasa hormat doula
untuk otonomi klien dan penekanan pada positif penetapan tujuan kunjungan
prenatal telah terbukti meningkatkan pemberdayaan dan kepercayaan diri
perempuan mengenai kemampuan mereka untuk mempengaruhi hasil dari
kehamilan mereka sendiri.
b. Manfaat dan kekurangan jasa doula
Manfaat:
1. Dukungan psikososial dari doula selama persalinan menipiskan stres ibu,
sehingga berkontribusi untuk hasil kelahiran yang lebih baik.
2. Bisa membantu meringankan beban emosional
3. Mengurangi rasa sakit dan keletihan yang sering menimpa ibu hamil dan
setelah melahirkan.
4. Calon ibu bisa menjalani persalinan yang relatif nyaman dan memuaskan.

Kekurangan:
1. Kurangnya informasi tentang layanan jasa doula
2. Biaya
3. Sebuah survei nasional menemukan bahwa wanita yang melahirkan ditutupi
oleh Medicaid hampir 50% lebih kecil kemungkinannya untuk mengetahui
tentang perawatan doula daripada wanita yang secara pribadi diasuransikan.
Akhirnya, dukungan doula tidak rutin ditutupi oleh asuransi kesehatan dan
dengan demikian berarti di luar banyak wanita berpenghasilan rendah.
c. Fungsi jasa doula
Jasa doula berfungsi untuk menyediakan dukungan emosional, fisik, dan
informasi untuk wanita selama kehamilan, persalinan, dan periode postpartum
segera, tetapi tidak memberikan perawatan klinis. Mendukung perempuan dan
keluarga dalam pengambilan keputusan saat melahirkan dan persiapan menjadi
orangtua adalah aspek sentral dari perawatan doula.
BAB IV

PEMBAHASAN

Doula adalah seseorang yang menyediakan dukungan fisik, emosional, dan informasi

untuk ibu bersalin sepanjang seluruh tenaga kerjanya. Doula juga ahli untuk

meningkatkan penurunan janin dan mengurangi ketidaknyamanan ibu. Hampir semua

doula profesional memiliki praktek mandiri (IP) di mana mereka melakukan 1-3

kunjungan prenatal dan 1 kunjungan postpartum, biasanya dengan durasi 2 jam. kata

doula adalah asal Yunani dan menunjukkan seorang wanita yang menyediakan

perawatan untuk wanita lain, selain itu ada juga yang menyebutkan bahwa doula itu

sendiri memililki arti sebagai hamba wanita. Doula ini sebdiri memiliki dua jenis yaitu,

doula kelahiran yang memberikan dukungan tersu menerus selama proses persalinan

dan pada periode postpartum segera (Wise, 2018). Pelayanan doula postpartum

menyediakan perawatan selama beberapa minggu setelah lahir, menghabiskan jumlah

variable waktu dengan keluarga baru dan membantu perawatan bayi baru lahir,

pekerjaan rumah tangga dan menyusui. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan

peneliti hasil yang didaptkan dari penggunaan jasa doula ini terhadap persalinan adalah

sangat brpengaruh atau efektif terhadap proses persalinan seorang ibu hal ini seperti

yang terdpat pada jurnal penelitian yang dilakukan oleh Tahereh Fathi Najafi, et al

(Najafi & et, 2017) dimana hasil dari penelitian ini kehadiran seorang pendamping

seperti suami, keluarga maupun doula selama persalinan memberikan hasil yang postif

dimana, hal ini dapat meningkatkan perawatan diri ibu mampu mengatasi nyeri
persalinan. Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Will

Chapple, et al, dimana dalam hasil penelitian ini penggunaan jasa doula mampu

meminimalisrkan biaya Di rumah sakit hanya profesional dukungan tenaga kerja doula

untuk semua pengiriman memiliki penghematan biaya (Chapple & Et, 2013). Selain

itu, bebrepa penelitian lain juga mendapatkan hasil positif terhadap penggunaan doula,

yaitu penelitian yang dilakukan oleh Thomas, M.P ; et, al mendapatkan hasil bahwa

jasa soula menjadi model yang menjanjikan untuk memberikan dukungan kepada

perempuan yang hidup di masyarakat dengan kesenjangan terus menerus, dan sekitar

95,9% ibu mengatakan mereka akan merekomendasikan program atau

menggunakannya dalam kehamilan masa depan, dan 94,3% mengatakan mereka

“sangat cocok” dengan doula mereka (Thomas & et, 2017), dan hasil penelitian yang

mendukung adalah penelitian yag dilakukan McLeish, J.yang mana dihasil

peenlitiannya juga menjelaskan bahwa doula mampu memberikan dukungan seorang

ibi secara fisik maupun emosional, serta mampu mendukung seorang ibu dalam

memberikan keputusan, serta sebagai penghibur dan memeberikan ketenangan pada

seorang ibu sesaat dan setalah melahirkan (Mcleish & et, 2018).

BAB V

PENUTUP

1. Kesimpulan
Hasil dari analisa penelitian terkait doula dapat disimpulkan bahwa,
penelitian mengarah terhadap tenaga profesional yang terlatih yang dapat
memberikan jasa berupa pendamping kepada calon ibu, baik saat menghadapi
proses persalinan juga setelah melahirkan dan pemulihan kondisi emosional
dan fisik setelah melahirkan. Wanita percaya bahwa kehadiran pendamping,
misalnya suami mereka, anggota keluarga, atau doula, selama persalinan
membantu mereka kesepakatan yang lebih baik dengan proses kerja, terutama
ketika mereka merasa kesepian. Penyedia layanan kesehatan diharapkan untuk
mempertimbangkan kebutuhan ibu dan mencoba untuk memberikan dukungan
menyeluruh bagi ibu-ibu selama nyeri persalinan.
2. Saran
1) Bagi Mahasiswa
Penulis berharap dengan makalah ini, semoga mahasiswa dapat mengerti
bagaimana menganalisa sebuah penelitian terkait dan dapat menemukan
fenomena dan yg rancu didalam hasil penelitian serta paham akan asuhan
keperawatan selama persalinan dan konsep dari penelitian terkait. Sehingga
dapat berfikir kritis dalam melakukan tindakan keperawatan.
2) Bagi Pasien
Perlunya peran keluarga terutama suami calon ibu untuk selalu
mendampingi setiap tindakan persalinan yang akan dilakukan.
3) Bagi Perawat
Pada pendekatan yang baik pada pasien terutama pada calon ibu, hendaknya
dilakukan sehari-hari agar terciptanya hubungan yang dekat agar pasien
merasa nyaman dan diperhatikan. Perlu adanya peningkatan kerjasama
yang baik antara perawat, pasien dan keluarga pasien. Menciptakan
motivasi dan bimbingan agar asuhan keperawatan dapat berjalan dengan
efektif dan sesuai dengan yang diharapkan.