Anda di halaman 1dari 33

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN RAMBUT

Nama Anggota Kelompok :

1.Vina Dwi Retnoningrum

2.Patri Selvia Ad’ha

3.Puspita Damayanti

4.Asih Purwati

5. Hikmah Nurhayati

6.Susi Indriani

7.Aprilia Andina

8. Hilda Putri N

D-3 KEPERAWATAN 1 B

STIKES AL-IRSYAD CILACAP

TAHUN AJARAN 2013/2014


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemeliharaan kebersihan diri sangat menentukan status kesehatan, di mana
individu secara sadar dan atas inisiatif pribadi menjaga kesehatan dan mencegah
terjadinya penyakit. Upaya ini lebih menguntungkan bagi individu karena lebih hemat
biaya, tenaga dan waktu dalam mewujudkan kesejahteraan dan kesehatan. Upaya
pemeliharaan kebersihan diri mencakup tentang kebersihan rambut, mata, telinga,
gigi, mulut, kulit, kuku, serta kebersihan dalam berpakaian. Dalam upaya
pemeliharaan kebersihan diri ini, pengetahuan keluarga akan pentingnya kebersihan
diri tersebut sangat diperlukan. Karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain
yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (Notoatmodjo,1997).
Hardywinoto (2005) mengatakan yang dimaksud dengan kelompok lanjut
usia adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas. Adapun faktor-faktor
yang mempengaruhi aktivitas perawatan diri adalah: faktor yang ditentukan oleh
keadaan masa lalu, situasi lingkungan, lingkungan dimana kita tinggal serta faktor-
faktor pribadi (Steven et al,2002). Lansia perlu mendapatkan perhatian dengan
mengupayakan agar mereka tidak terlalu tergantung kepada orang lain dan mampu
mengurus diri sendiri (mandiri), menjaga kesehatan diri, yang tentunya merupakan
kewajiban dari keluarga dan lingkungannya (Siburia,2002). Sejalan dengan
kemunduran fisiknya lansia membutuhkan pertolongan dari keluarga untuk memenuhi
kebersihan diri.

B. Tujuan
1. Mengetahui perawatan rambut pasien
2. Mengetahui ASKEP pada pasien dengan gangguan personal hygine terutama bagi
perawata rambut
C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana askep pada pasien dengan gangguan personal hygine terutama pada
mulut dan rambut ?
2. Apa hal-hal yang harus di perhatikan dalam melakukan pengkajian pada pasien
yang mengalami gangguan personal hygine perawatan rambut ?
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian
Kebersihan diri adalah upaya individu dalam memelihara kebersihan diri
yang meliputi kebersihan rambut, gigi dan mulut, mata, telinga, kuku, kulit, dan
kebersihan dalam berpakaian dalam meningkatkan kesehatan yang optimal (Effendy,
1997).
Personal Hygiene adalah suatu tindakan memelihara kebersihan dan
kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Ukuran kebersihan atau
penampilan seseorang dalam pemenuhan kebutuhan Personal Hygiene berbeda pada
setiap orang sakit karena terjadi gangguan pemenuhan kebutuhan. Begitu pula pada
penderita pasca stroke yang mengalami hemiplegia ataupun hemiparesis. Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan personal hygiene pada
penderita pasca stroke. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan metode pendekatan
fenomenologis. Sampel penelitian sebanyak 4 orang diperoleh dengan teknik
purposive sample. Hasil penelitian dari 4 informan menunjukkan bahwa pengetahuan
informan mengenai personal hygiene sudah baik terbukti informan dapat
menyebutkan pengertian dan tujuan dari personal hygiene. Selain itu sebagian besar
pemenuhan kebutuhan personal hygiene dapat dilakukan secara mandiri kecuali untuk
perawatan kuku kaki dan tangan yang masih bergantung pada orang lain. Modifikasi
juga dilakukan oleh informan untuk mempermudah dalam memenuhi kebutuhan
personal hygiene. Dukungan serta bantuan keluarga masih sangat diperlukan oleh
penderita pasca stroke dalam pemenuhan kebutuhan personal hygiene walaupun
sebagian besar dari mereka sudah dapat melakukan sendiri secara mandiri. Perawat
dapat memberikan informasi-informasi tentang personal hygiene yang lebih baik
terkait dengan waktu atau frekuensi aktifitas, dan cara yang benar dalam melakukan
perawatan diri.
B. TUJUAN PERSONAL HYGIENE

Tujuan dari personal hygiene adalah (Tarwoto, 2004):

1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang

2. Memelihara kebersihan diri seseorang

3. Memperbaiki personal hygiene yang kurang


4. Mencegah penyakit

5. Menciptakan keindahan

6. Meningkatkan rasa percaya diri

C. MACAM-MACAM PERSONAL HYGIENE DAN MANFAATNYA


Pemeliharaan personal hygiene berarti tindakan memelihara kebersihan dan
kesehatan diri seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikisnya. Seseorang
dikatakanmemiliki personal hygiene baik apabila, orang tersebut dapat menjaga
kebersihan tubuhnya yang meliputi kebersihan kulit, gigi dan mulut, rambut, mata,
hidung, dan telinga, kaki dan kuku, genitalia, serta kebersihan dan kerapihan
pakaiannya.Menurut Potter dan Perry (2005) macam-macam personal hygiene dan
tujuannya adalah:
Perawatan rambut
Penampilan dan kesejahteraan seseorang seringkali tergantung dari cara
penampilan dan perasaan mengenai rambutnya. Penyakit atau ketidakmampuan
mencegah seseorang untuk memelihara perawatan rambut seharisehari. Menyikat,
menyisir dan bersampo adalah cara-cara dasar higienis perawatan rambut, distribusi
pola rambut dapat menjadi indikator status kesehatan umum, perubahan hormonal,
stress emosional maupun fisik, penuaan, infeksi dan penyakit tertentu atau obat obatan
dapat mempengaruhi karakteristik rambut. Rambut merupakan bagian dari tubuh yang
memiliki fungsi sebagai proteksi serta pengatur suhu, melalui rambut perubahan status
kesehatan diri dapat diidentifikasi. Penyakit atau ketidakmampuan menjadikan pasien
tidak dapat memelihara perawatan rambut sehari – hari. Pasien immobilisasi rambutnya
cenderung terlihat kusut. Menyikat, menyisir, dan bersampo merupakan
dasar higyene rambut untuk semua pasien. Pasien juga harus diizinkan bercukur bila
kondisi mengizinkan. Pasien yang mampu melakukan perawatan diri harus dimotivasi
untuk memelihara perawatan rambut sehari – hari. Sedangkan pada pasien yang
memiliki keterbatasan mobilisasi memerlukan bantuan perawat atau keluarga pasien
dalam melakukan higyene rambut. Tujuan perawatan rambut adalah pasien akan
memiliki rambut dan kulit kepala yang bersih dan sehat, pasien akan mencapai rasa
nyaman dan harga diri, dan pasien dapat berpartisifasi dalam melakukan praktik
perawatan rambut.
D. FAKTOR YANG DAPAT MEMPENGARUHI
1. Citra tubuh
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri.
Misalnya, karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap
kebersihannya.
2. Praktik sosial
Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan
akan terjadi perubahan pola Personal Hygiene.
3. Status sosioekonomi
Personal Hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi,
sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk
menyediakannya.
4. Pengetahuan
Pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang
baik dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya pada pasien penderita DM ia harus
menjaga kebersihan kakinya.
5. Budaya
Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan.
6. Kebiasaan seseorang
Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam
perawatan dirinya seperti penggunaan sabun, sampo, dan lain-lain.
7. Kondisi fisik
Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan
perlu bantuan untuk melakukannya.
Dampak yang sering timbul
1. Dampak Fisik
Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak
terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. Gangguan fisik yang sering
terjadi adalah gangguan integritas kulit, gangguan membrane mukosa mulut,
infeksi pada mata dan telinga, dan gangguan fisik pada kuku.
2. Dampak Psikososial
Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah
gangguan kebutuhan rasa nyaman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan
harga diri, aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial.
BAB III
PEMBAHASAN
Ny.E, 35 tahun dirawat di rumah sakit fatmawati, sejak 2 minggu yang lalu dengan
diagnosa medit DM dengan gangrene pada dorsal pedis. Dari hasil pengkajian didapatkan
data kesadaran kompos mentis, TD=120/90mmHg, suhu 36,5 c˚, RR=20x/ menit. Klien
mengeluh lemas, pusing, dan merasa sakit pada daerah kaki yang ada lukaserta tidak dapat
menggerakannya. Klien juga mengatakan belum mencuci rambut. Mandi dilakukan setiap
dua kali sehari dengan cara dilap tanpa menggunakan sabun dengan di bantu keluarga. Klien
mempunyai pemahaman dan keyakinan bahwa selama sakit tidak boleh mandi dan mencuci
rambut. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan data rambut klien kotor, lengket dan
berminyak. Kebutuhan aktivitas sehari – hari dibantu seluruhnya oleh anggota keluarga dan
perawat. Klien juga terpasang dowe kateter dan infuse RL tetes/ menit. Balutan luka diganti
setiap satu kali sehari dengan menggunakan prinsip steril. Nafsu makan klien baik dimana
klien mampu menghabiskan makanan yang telah disediakan dirumah sakit.

PENGKAJIAN KEPERAWATAN
(Personal Hygiene)

Tanggal Masuk : 25 Sepptember 2012


Jam Masuk : 09.00
Ruang/Kelas : Lt. IV/3
No.Kamar : 137
No.Register : 0809
A. Data Biografi
1. Nama Pasien : Ny.E
2. Tempat/tanggal lahir : Jakarta,10 desember 1977
3. Umur : 35
4. Jenis Kelamin : Perempuan
5. BB/TB : 55 Kg/158 cm
6. Status Perkawinan : Kawin
7. Agama : Islam
8. Suku Bangsa : Indonesia
9. Pendidikan : S1- Sekretaris
10. Pekerjaan : Sekretaris
11. Alamat Rumah : Jl.Bunga Raya No.21 Kebayoran
12. Alamat Kantor : Jl.Melati No.34 Pasar Rebo
13. Sumber Biaya : Suami
14. Nama Suami : Munajar
15. Pendidikan Suami : S1- Hukum
16. Pekerjaan : Pengacara
B. Riwayat Kesehatan
a. Tanggal mulai sakit : 25 September 2012
b. Riwayat penyakit sekarang : Klien datang ke rumah sakit dengan kondisi
terdapat luka pada daerah tungkai kaki kiri. Suami klien mengatakan luka
disebabkan karena terkena rantai sepeda motor ketika perjalanan berobat ke
dokter 1 bulan yang lalu. Klien mengatakan saat kejadian tersebut klien sama
sekali tidak merasakan sakit pada kakinya. karena luka dirasa tidaksembuh-
sembuh dan semakin melebar, kemudian klien dibawa ke RSUP Fatmawati
Jakarta
c. Diagnosa medis : DM dengan ganngrene pada dorsal pedis
dengan balutan luka harus diganti setiap 1x sehari dengan prinsip steril
d. Keluhan : Klien mengeluh lemas,pusing dan merasa sakit
pada daerah dorsal pedis yang ada luka serta tidak dapat menggerakannya dan
klien terlihat meringis
e. Cara masuk RS
1. Brankar : Klien masuk Rs dengan bantuan brankar
2. Kursi :-
3. Lain-lain :-

f. Alat bantu yang digunakan


1. Tongkat :-
2. Kacamata : -
3. Gigi palsu : -
4. Lain-lain : Oksigen 2 liter/manit, dower chateter dan infuse terpasang
sejak 3 desember sampai 13 desember 2011.

C. Pola Kebiasaan sehari-hari (sebelum sakit dan saat ini)


1. Pola Aktivitas
a) Di rumah : Melakukan aktivitas seperti biasa
b) Di RS : Dibantu seluruhnya oleh keluarga dan
Perawat
2. Pengkajian fisik yang berhubungan dengan aktivitas :
a) Kekuatan otot :-
b) Paralis :-
c) Terapi bedrest : bedres dengan posisi semi fowler
d) Lain-lain : DM dengan gangrene pada dorsal pedis, balutan luka
diganti sekali sehari menggunakan prinsip steril
D. Pola Nutrisi
Rumah RS
1. Frekuensi : 3x l hari
2. Jenis : nasi, lauk, dan sayur
nasi, -1auk, sayur, -buah, dan susu
3. Pemeriksaan fisik yang berhubungan dengan nutrisi:
a) Turgor kulit : elastis
b) Kelembaban mukosa mulut : lembab
c) Konjungtiva : anemis
d) Lain-lain :-
E. Pola Eliminasi
1. BAB
Rumah Rs
a) Frekuensi : I x sehari I x sehari
b) Cara : Mandiri dibantu di WC dan di tempat tidur
Menggunakan: ( ) Tissue
(√) Air
( ) Lain-lain
2. BAK
Rumah Rs
a) Frekuensi : 6-7x/hari 1600 cc/hari
b) Cara : Mandiri dibantu di WC dan di tempat tidur
Menggunakan: ( ) Tissue
(√) Air
( ) Lain-lain

F. Pola kebersihan
Rumah RS
1. Kebiasaan mandi : 2x sehari I x sehari
2. Mencuci rambut : lx 3hari l x 3hari
3. Membersihkan gigi dan mulut : I x sehari 1 x sehari
4. Mengganti pakaian : I x sehari 1 x sehari
5. Membersihkan kaki dan kuku : 1 x 2 minggu 1 x seminggu
6. Kebersihan kulit : Tidak teratur tidak teratur
7. Cara membersihkan : Sabun dilap dengan air
G. Keadaan Psikososial
1. Konsep diri
a) Gambaran diri : klien mengatakan malu karena pada kakinya ada luka
dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
b) Peran : klien mengatakan perannya sebagai wanita karier.
2. Suasana hati : terlihat cemas, gelisah dan sering melamun
3. Karakter : supel, ramah, dan lemah lembut
4. Perkembangan mental : sesuai dengan manusia
5. Daya konsentrasi : klien dapat menjawab pertanyaan dengan baik
6. Sosialisasi : bersosialisasi dengan keluarga dan pasien lain.
H. Riwayat Kesehatan Linkungan
1. Kebersihan
a) Rumah : klien mengatakan rumahnya setiap hari jarang disapu
b) lingkungan : klien mengatakan lingkungan sekitar kotor dan berisik
2. Polusi : klien mengatakan rumahnya dekat pabrik
3. Kemungkinan bahaya : dekat dengan jalan raya
I. Pemeriksaan Fisik
Rambut
a) Tekstur : kasar, kusam, dan berketombe
b) Warna : hitam
c) Kebersihan : rambut terlihat kotor
d) Distribusi : merata
e) Kulit kepala : kulit kepala kotor
f) Gatal : klien mengatakan kepala terasa gatal,
g) Kebersihan : klien mengatakan sudah 5 hari belum cuci rambut,
J. Kepercayaan Budaya
1. Kebiasaan : klien mengatakan jarang shalat 5 waktu
2. Pantangan : klien mengatakan tidak boleh mandi saat sakit
3. Pengetahuan : klien mengatakan tidak memehami tentang kebersihan diri
4. lain-lain :-
K. Lain-lain
Suami mengatakan klien
1. sering menggaruk pada bagian kaki
2. tidak dapat berjalan seperti biasa

Yogyakarta 25 September 2012


Yang mengkaji

(Ns. Amona Ratna S.Kep)


DATA FOKUS

Nama/Umur : Ny.E / 35 thn


Ruang / Kamar : Lt IV/ 3

Data Subjektif Data Objektif


Klien mengatakan : 1. Tercium bau mulut
1. Kulit kepalanya terasa gatal. 2. Rambut klien terlihat
2. Belum keramas selama 5 hari. kasar, kusam,berketombe, dan acak-acakan
3. Belum gosok gigi selam 2 hari. 3. Gigi klien terlihat kuning
4. Merasa tidak nyaman karena
4. Kuku terlihat kotor dan panjang
badannya lengket dan bau. 5. Badan klien tercium bau yang tidak sedap
5. belum memotong kuku selama 6.
3 kulit klien lengket dan kusam
minggu. 7. klien terlihat meringis
6. Klien mengatakan tidak boleh mandi 8. Terdapat luka didaerah dorsal
dan keramas selama sakit. pedisdengan diameter 9 cm kedalaman 3
7. Merasa nyeri pada bagian dorsal cm, bau gangren, kondisi luka setengah
pedis. kering, disekitar luka kulit terlihat pucat
8. Tidak dapat menggerakan kaki telapak coklat kehitaman
kaki 9. Konjungtiva anemis
Suami mengatakan: 10. terpasang dowe chateter dan infuse
1. Luka terjadi karena terkena rantai
11. TTV
sepeda motor ketika pergi berobat dan
TD : 120/90 mmHg
klien tidak merasakan sakit pada
N : 80 x/menit
kakinya.
Rr : 28x/menit
2. Luka tidak sembuh-sembuh selama 1 S : 36,5 C
bulan, semakin hari semakin parah dan
melebar
ANALISA DATA

Nama/Umur : Ny.E / 35 thn

No Data Masalah Etiologi Paraf


1 DS: Gangguan personal Kelemahan fisik
Klien mengatakan : hygiene: rambut, mulut,
1. Kulit kepalanya terasa gatal kulit, dan kuku
2. Sudah 3 hari belum
keramas
3. selama sakit tidak boleh
keramas
4. belum menggosok gigi
selama 3 hari
5. malu bicara dengan orang
lain karena bau mulut
6. malas gosok gigi karena
terpasang infus
7. belum mandi selama 3 hari
8. merasa malu bertemu
dengan orang lain karena bau
badan
9. belum memotong kuku
selama masuk RS
10. sudah terbiasa dengan kuku
panjang
DO :
1. Rambut klien terlihat acak-
acakan
2. Rambut klien Lengket dan
berminyak
3. Rambut klien kasar, kusam
dan berketombe
4. gigi terlihat kuning dan
kotor
5. tercium bau mulut
6. kulit lengket dan kusam
7. terlihat daki pada kulit
8. kuku klien panjang
9. terdapat kotoran pada ujung
kuku
10. terpasang dowe chateter
11. terpasang infus dan terdapat
balutan luka pada dorsal
pedis
DS:
Klien mengatakan
1. Merasa nyeri pada bagian
dorsal pedis.
2. Tidak dapat menggerakan
kaki telapak kaki
Suami mengatakan:
1. Luka terjadi karena terkena
rantai sepeda motor ketika
pergi berobat dan klien tidak
merasakan sakit pada
kakinya,
2. luka tidak sembuh-sembuh
selama 1 bulan, semakin hari
semakin parah dan melebar
DO:
1. Terdapat luka
didaerahdorsal pedis dengan
diameter 9 cm kedalaman 3
cm, bau gangren, kondisi luka
setengah kering, disekitar
luka kulit terlihat pucat coklat
kehitaman
2. klien terlihat meringis
3. Konjungtiva anemis
1. TTV
TD : 120/90 mmHg
N : 80 x/menit
Rr : 28x/menit
S : 36,5 C

2 Gangguan integritas kulit Terputusnya


kontinuitas
jaringan

Ruang / Kamar : Lt IV/ 3


DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nama/Umur : Ny.E / 35 thn


Ruang / Kamar : Lt IV/ 3

Tanggal Nama
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN
ditemukan teratasi jelas
1 Gangguan personal hygiene : 25 Sep 12 26 Sep 12
rambut,mulut,kulit
,kuku b.d keterbatasan fisik
2 Gangguan integritas kulit bd terputusnya 25 Sep 12 26 Sep 12
kontuinitas jaringan kulit

RENCANA KEPERAWATAN

Nama: Ny. E / 35 thn


Ruang Kamar: Lt. IV/ 3

DX Tujuan dan
TGL Rencana Tindakan Rasional
NO Kriteria Hasil
1 Tujuan: 1. kaji pola kebutuhan 1. Mengetahui data dasar
Setelah personal hygiene klien. dalam melakukan
dilakukan intervensi.
tindakan 2. Cuci rambut klien 2. Rambut klien bersih
keperawatan menggunakan shampo
selama 2 x 24 selama 1x 2 hari
jam. Personal 3. Sisir rambut klien
hygiene rambut,4. Bantu klien 3. Rambut klien rapi
mulut, kulit, dan menggosok gigi 4. Gigi klien bersih
kuku klien 5. Ajarkan klien cara 5. Mengurangi resiko
kembali menggosok gigi yang luka pada gusi
terpenuhi. benar
6. Bantu klien 6. Memberi rasa nyaman
KH: mengganti pakaian. pada klien
1. Rambut klien 7. Bantu klien dalam 7. Menghindari resiko
bersih menjaga kebersihan infeksi dan memberikan
2. Rambut klien badannya dengan cara kenyamanan bagi klien
wangi dan tidak memandikan klien 2x
lengket sehari. 8. Meningkatkan
3. Gigi klien 8. Berikan pendidikan pengetahuan dan
bersih kesehatan tentang membuat klien lebih
4. Mulut klien kebersihan diri pada kooperative.
wangi dan segar klien. 9. Melembabkan kulit
5. Kulit klien 9. Beri lotion pada kulit klien.
bersih. klien.
6. Klien mersakan10. Potong kuku klien 10. Kuku klien pendek
segar pada 1x/minggu
tubuhnya. 11. Sikat kuku klien bila 11. Membersihkan kotoran
7. Kulit tidak perlu pada ujung kuku
lengket
8. Kulit klien
lembab 1. Pengkajian yang tepat
9. Kuku klien terhadap luka dan
pendek 1. Kaji luas dan keadaan prosespenyembuhan
10. Kuku klien luka serta proses akan membantu dalam
bersih penyembuhan. menentukan
tindakanselanjutnya.

2. Menurunkan resiko
infeksi sehingga
membantu penyenbuhan
dan mencegah terjadinya
kontaminasi
2 2. Ganti balutan luka 3. Untuk mengetahui
secara asepti 1x sehari perubahan pada fungsi
lain
4. Merawat luka dapat
menjaga kontaminasi
luka

5. Antibiotik dapat
3. Kaji tanda vital. menbunuh kuman dan
bakteri

4. Lakukan perawatan 6. Meningkatkan aliran


Tujuan: luka secara darah ke otot dan tulang,
Setelah mencegah kontaktur,
dilakukan atropi otot dan
tindakan selama5. Kolaborasi pemberian mempertahankan
3 x 24 jam antibiotik: mobilitas sendi tulang.
integritas kulit metronidazole
kembali utuh. 7. Mempercepat
perbaikan jaringan
KH:
1. Kondisi luka
menunjukkan
adanya perbaikan
6. Dorongan gerak
jaringan dan ROM pasif pada daerah
adanya granulasi. yg sakit dan ROM aktif
2. Tidak adanya pada daerah yang tidak
pus pada luka sakit
3. Klen dapat
menggerakkan
kembali kakinya
7. Berikan klien
makanan TKTP sesuai
diit 2000 kal/hari
CATATAN KEPERAWATAN

Nama/Umur : Ny.E / 35 thn


Ruang / Kamar : Lt IV/ 3
Tanggal No Catatan Paraf
Pukul DX
26 Sep 12
06.00 11. Mengkaji pola kebutuhan personal hygiene klien
R: mengetahui data dasar dalam melakukan intervensi

09.30 12. Membantu membersihkan rambut dengan cara mencuci


rambut klien
R: rambut klien lebih bersih, tidak lengket,kulit rambut
bersih dan klien merasa lebih nyaman

11.00 13. Membantu klien mengganti pakaian


R: klien merasa lebih nyaman

09.45 14. Membantu menyisir rambut


R: rambut klien lebih rapi

07.30 15. Memandikan


R: klien merasa lebih nyaman dan bersih,kulit bersih

08.30 16. Membantu membersihkan mulut dengan menggosok gigi


klien
R: gigi klien terlihat lebih bersih dan klien merasa lebih
nyaman

17.00 17. Membantu klien dalam kebersihan mulut dengan cara dan
menggosok gigi klien
R: klien merasa lebih bersih dan nyaman

15.00 8. Menjelaskan pentingnya melakukan kebersihan diri


R: klien terlihat menyisir rambut sendiri

11.00 9. Membantu klien memotong kuku


R: kuku klien pendek dan bersih

14.00 10. Menganjurkan klien dalam ikut serta dalam perawatan diri
sesuai kemampuan
R: klien terlihat dapat menggosok gigi sendiri

12.00 11. Memberi lotion pada kulit klien


R:agar kulit klien tidak kusam

17.00 12. Membantu dan mengajarkan klien dalam membersihkan mulut


R: klien mau melakukannya

13. Membantu klien membersihkan badanya


18.00 R: klien mau melakukannya dan klien mengatakan merasa
lebih nyaman

14.10 14. Mengkaji luas dan keadaan luka serta proses penyembuhan.
R: Membantu dalam menentukan tindakan selanjutnya

15. Mengganti balutan luka secara steril


14.30 R: adanya granulasi, pus pada jaringan berkurang
16. Mengukur TTV
TD: 120/90mmHg
14.15 N: 80 x / menit
RR: 20 x menit
S: 36,5 ˚c
17. Melakukan perawatan luka
R: luka didaerah dorsal pedis
dengan diameter 9 cm kedalaman 3 cm, gangrene, kondisi luka
setengah kering, disekitar luka kulit terlihat pucat coklat
kehitaman
14.25
18. Mengkolaborasi pemberian antibiotik: metronidazole sesuai
indikasi.
R: adanya granulosa pada luka
19. Membantu klien melakukan gerak ROM pasif pada daerah yg
sakit dan ROM aktif pada daerah yang tidak sakit
R: klien mengatakan otot-otonya tidak kaku
16.45 20. Berikan klien makanan TKTP sesuai diit 2000 kal/hari
R: adanya perbaikan jaringan pada luka

08.00

07.30
CATATAN PERKEMBANGAN

Nama/Umur : Ny.E / 35 thn


Ruang / Kamar : Lt IV/ 3
Tanggal Pukul NO Evaluasi/Catatan SOAP Paraf
DX Nama jelas
16.00 1 S: 1. Klien mengatakan rambutnya lebih rapi
2. Klien mengatakan lebih nyaman dari sebelumnya
3. Klien mengatakan sudah tidak malu bicara
dengan orang lain
4. Klien mengatakan mulutnya terasa mulutnya lebih
segar
5. Klien mengatakan badannya terasa lebih segar
6. klien merasa lebih nyaman dengan kuku pendek
O: 1. Klien terlihat senang dan nyaman
2. Rambut bersih dan rapi
3. Gigi klien bersih
4. Mulut klien wangi
5. Kulit klien bersih
6. Rasa lengket dan bau badan klien berkurang
7. Badan klien terlihat lebih bersih
8. Kuku klien pendek
9. Kuku klien bersih

A: Tujuan teratasi masalah teratasi

P: pertahankan intervensi:
1. Anjurkan klien untuk selalu mandi 2x/hari,
2. menggosok gigi 3x/hari, keramas 1x2 hari,
3. potong kuku 1x/minggu

2 S:1. Klien terlihat meringis


2. Klien mengatakan sudah dapat menggerakan
kakinya.
18.00 3. Klien mengatakan masih merasakan nyeri

O: 1. Terdapat luka didaerah dorsal pedis


dengan diameter 9 cm kedalaman 3 cm, gangrene,
kondisi luka setengah kering, disekitar luka kulit
terlihat pucat coklat kehitaman
2. Bau ganggrene tidak tercium lagi
3. Adanya jaringan dan granulasi
4. Pus (nanah) pada jaringan berkurang
5. Adanya granulasi

A : Tujuan teratasi sebagaian, masalah belum


teratasi

P : Lanjutkan intervensi
1. Tingkatkan asupan TKTP sesuai dengan diit
2. Ganti balutan secara aseptik
3. Lakukan perawatan luka secara aseptik
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting
dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis
seseorang. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan
kebiasaan. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan, sosial,
keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat
perkembangan.
Memenuhi kebutuhan kebersihan diri pada lansia adalah suatu tindakan
perawatan sehari – hari yang harus diberikan kepada klien lanjut usia terutama yang
berhubungna dengan kebershan perorangan (Personal Hygiene), yaitu antara lain
kebersihan mulut dan gigi, kebersihan kulit dan badan, kebersihan kepala, rambut dan
kuku, serta kebersihan tempat tidur dan posisi tidur.
B. Saran
Bagi perawat
Perawat yang memberikan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Mellitus
harus memperhatikan apakah terjadi hipoglikemi atau hiperglikemi dan juga
memperhatikan personal hygiene klien.
Bagi mahasiswa
Mahasiswa yang sedang praktek, gunakan kesempatan ini sebaik mungkin
untuk serius ingin mengetahui sisi baik, buruk dari segi social dan juga dari segi
pendidikan keperawatan hingga lebih berpengalaman dalam bidang keperawatan.
DAFTAR PUSTAKA

http://arviwheq.blogspot.com/2012/04/makalah-personal-hygine.html

http://nursing-akun.blogspot.com/2011/10/askep-oral-hygiene.html

http://nyonyomamansuardana.blogspot.com/2012/02/buat-temen-yang-lagi-nyari-tugas.html

http://nonamenino.blogspot.com/2012/03/makalah-keperawatan-gerontik-personal.html

Anna Nur Hikmawati.2011 Modul Ketrampilan Dasar Dalam Keperawatan.SSG.Yogya

http://monaayu.blogspot.com/2012/09/makalah-dan-askep-personal-hygine.html
http://nindanurmalasari.blogspot.com/2012/02/mencuci-rambut.html
http://dianhusadasusanti.blogspot.com/p/artikel.html
SOP
MENCUCI RAMBUT

A. Pengertian
Menghilangkan kotoran pada rambut dan kulit kepala dengan menggunakan sabun
atau sampo kemudian di bilas dengan air bersih.
B. Tujuan
a. Memberikan perasaan senang dan segar kepada klien
b. Rambut tetap bersih, rapi, dan terpelihara
c. Merangsang peredaran darah di bawah kulit kepala
d. Membersihkan kutu dan/atau ketombe
C. Dilakukan
a. Jika rambut kotor
b. Pada klien yang akan menjalani operasi
c. Secara rutin lima hari sekali, jika keadaan klien memungkinkan
d. Setelah dipasang kap kutu
D. Indikasi
Pasien yang dalam keadaan bed rest total
E. Persiapan alat
1. Baki berisi:
a. Dua buah sisir
b. Dua buah handuk
c. Satu buah waslap
d. Sarung tangan bersih
e. Kapas dan tempatnya
f. Sabun/sampo
g. Alas (handuk/perlak)
h. Talang karet
i. Kom kecil (mangkok) serta kain kasa dan kapas dalam tempatnya 2-3 potong
j. Bengkok berisi larutan lisol 2-3%
k. Sarung tangan bersih
2. Celemek
3. Gayung
4. Ember berisi air bersih
5. Kain pel
6. Ember kosong
7. Ceret/termos berisi air panas
F. Prosedur pelaksanaan
1. Bawa alat kedekat klien
2. Jelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan
3. Cuci tangan
4. Pakai celemek
5. Pakai sarung tangan
6. Atur posisi tidur klien senyaman mungkin dengan kepala dekat sisi tempat tidur
7. Pasang perlak dan handuk di bawah tempat tidur klien
8. Letakkan ember yang dialasi kain pel di lantai, di bawah kepala klien
9. Pasang talang dan arahkan ke ember yang kosong
10. Tutup lubang telinga luar dengan kapas dan tutup mata klien dengan kasa
11. Tutup dada dengan handuk sampai ke leher
12. Sisir rambut kemudian siram dengan air hangat dengan menggunakan gayung
13. Gosok pangkal rambut dengan kain kasa yang telah di beri sampo kemudian urut
dengan ujung jari. Kasa kotor di buang ke bengkok
14. Bilas rambut sampai bersih kemudian keringkan
15. Angkat tutup telinga dan mata
16. Angkat talang, masukkan ke dalam ember, dan letakkan handuk dalam baki
17. Kembalikan klien pada posisi semula dengan cara mengangkat kepala dan alasnya
serta meletakkannya di atas bantal
18. Sisir rambut klien dengan sisir bersih dan biarkan kering atau keringkan dengan
alat pengering rambut lalu sisir sampai rapi
19. Rapikan klien
20. Lepas sarung tangan dan masukkan ke dalam bengkok
21. Lepaskan celemek dan masukkan ke dalam ember kosong
22. Bereskan dan bersihkan alat
23. Kembalikan alat ketempat semula
24. Cuci tangan
25. Dokumentasikan tindakan
Standar Operasional Prosedur Keperawatan (SOP) MENCUCI RAMBUT
MENCUCI RAMBUT
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
Mencuci rambut dan kulit kepala dengan mempergunakn
PENGERTIAN
shampoo
1. Membersihkan kulit kepala dan rambut
TUJUAN
2. Menghilangkan bau dan memberikan rasa nyaman

KEBIJAKAN1. Pasien yang rambutnya kotor


2. Pada pasien yang akan menjalani operasi besar

3. Setelah dipasang kap kutu

PETUGAS Perawat
1. Handuk 2 buah

2. Talang

3. Peniti

4. Kain pel

5. Baskom berisi air hangat

6. Gayung

7. Shampoo dalam tempatnya


PERALATAN
8. Sisir 2 buah

9. Kain kassa dan kapas

10 Ember kosong

11 Sarung tangan bersih

12 Bengkok berisi larutan desinfektan 2 – 3 %

13.Celemek untuk petugas

14 Alat pengering rambut


A. Tahap Pra Interaksi

1. Melakukan pengecekan program terapi

2. Mencuci tangan

3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar

B. Tahap Orientasi

1. Memberikan salam dan menyapa nama pasien

2. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan

3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien

C. Tahap Kerja

1. Menjaga privacy

2. Mengenakan sarung tangan dan celemek


PROSEDUR3. Mengganti selimut klien dengan selimut mandi
PELAKSANAAN
4. Mengatur posisi tidur pasien dengan kepala dipinggir
tempat tidur

5. Memasang handuk dibawah kepala

6. Memasang ember dialasi kain pel

7. Memasang talang dengan ujung berada didalam ember

8. Menutup dada dengan handuk sampai ke leher

9. Menyisir rambut

10 Menutup lubang telinga dengan kapas dan mata dengan


kain kassa/sapu tanganpasien

11.Menyiram dengan air hangat, menggosok (memijit-mijit)


kulit kepala dan rambut dengan shampoo

Membilas rambut dengan air hangat sampai bersih


13 Melepas kapas penutup lubang telinga dan kain kassa
penutup mata

14 Mengangkat talang, mengeringkan rambut dengan


handuk, kemudian dengan pengering

15 Menyisir rambut

16 Meletakkan kepala pada bantal yang telah dialasi handuk


kering

17 Merapikan pasien, ganti selimut mandi dengan selimut


tidur

D. Tahap Terminasi

1. Mengevaluasi hasil tindakan

2. Berpamitan dengan pasien

3. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula

4. Mencuci tangan

5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan