Anda di halaman 1dari 4

METODE MENYELESAIKAN MASALAH DI

INDUSTRI

Dibuat Oleh:

Regif Eka Pambudi


4418215013

Teknik Industri
Universitas Pancasila
2018
METODE MENYELESAIKAN MASALAH DI INDUSTRI
A. Seven Tools
Seven tools atau yang biasa disebut Seven Quality Control Tools
merupakan salah satu metode untuk menjabarkan masalah – masalah
yang terdapat pada suatu system kerja, kemudian mencari penyebab dari
permasalahan tersebut, sehingga dapat diterapkan untuk pengendalian
kualitas (quality control). Yang termasuk dalam 7 tools diantaranya:
1. Check Shet
Check shet merupakan lembar pemeriksaan untuk memudahkan dan
menyederhanakan pencatatan data.
2. Histogram
Histogram menggambarkan bentuk distribusi karakteristik mutu yang
dihasilkan oleh data yang dikumpulkan melalui chech shet
3. Diagram Pareto
Diagram ini menggambarkan unsur karakteristik mutu yang paling
dominan dari unsut – unsur lainnya. Diagram pareto dapat digunakan
untuk mengetahui factor penyebab masalah yang memiliki frekuesi
paling tinggi
4. Diagram sebab akibat
Fishbone diagram digunakan untuk mencari semua penyebab dari
suatu permasalahan berdasarkan komponen – komponen yang
terkait pada sistem kerja tersebut.
5. Stratifikasi
Tool ini mengelompokan sekumpulan data yang mempunyai
karakteristik sama.
6. Diagram Tebar
Scatered diagram digunakan untuk menentukan korelasi antara
sebab dan akibat yang timbul dari suatu permasalahan.
7. Grafik dan Peta kendali
Tool ini digunakan untuk menetapkan batas – batas tindakan
pengambilan keputusan dalam pengendalian mutu secara statistic
B. Five Whys
Metode Five Whys digunakan untuk mencari sumber permasalahan.
Metode ini dilakukan dengan mengulang – ulang pertanyaan “mengapa”,
sampai ditemukan elemen dasar yang dapat diperbaiki. Masalah yang
dianalisis merupakan masalah yang diprioritaskan. Metode ini dapat
dipadukan dengan metode 5W1H

C. 5W1H
Metode ini berupa pertanyaan – pertanyaan yang meliputi
what,why,who,where,when dan How. Pertanyaan – pertanyaan ini
digunakan untuk memperoleh gambaran lebih jelas dan lengkap tentang
perbaikan suatu sistem kerja, Misalnya untuk perbaikan sistem kerja,
dijabarkan sebagai berikut;
 What : Apa yang perlu diperbaiki ?
 Why : Mengapa perbaikan diperlukan ?
 Who : Siapa yang harus melakukan perbaikan ?
 Where : Di mana perbaikan perlu dilakukan ?
 When : Kapan perbaikan perlu dilakukan ?
 How : Bagaimana perbaikan dilaksanakan ?

D. Metode Root Cause Analysis ( RCA )


Pada Dasarnya RCA bertujuan untuk mengidentifikasi asal usul
terjadinya masalah, Berikut langkah langkah RCA
1. Mendefinisikan masalah
- Masalah apa yang sedang terjadi saat ini
- Jelaskan Simpton (gejala) yang spesifik, yang menadakan adanya
masalah tersebut
2. Kumpulkan data
- Apakah anda memiliki bukti yang menyatakan bahawa masalah
memang benar ada
- Sudah berapa lama masalah tersebut ada
- Dampak apa yang dirasakan dengan adanya masalah tersebut
3. Identifikasi Penyebab yang mungkin
- Jabarkan urutan kejadian yang mengarah kepada masalah
- Pada kondisi seperti apa masalah tersebut terjadi
- Adakah masalah – masalah lain yang muncul sering/mengikuti
kemunculan masalah utama
4. Identifikasi akar masalah (Root Cause)
- Mengapa factor kausal tersebut ada
- Alasan apa yang benar –benar menjadi dasar kemunculan
masalah
5. Ajukan dan Implementasi Solusi
- Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah muncul
kembali
- Bagaimana solusi yang telah dirumuskan dapat dijalankan
- Siapa yang akan bertanggungjawab dalam implementasi solusi
- Adakah resiko yang harus ditanggung ketika solusi
diimplementasikan

E. Force Field Analysis


Adalah alat umum untuk melakukan analisis secara sistematis terhadap
factor – factor dalam masalah yang kompleks. Teknik ini membuat
kerangka masalah dalam bentuk factor – factor pendukung dan factor –
factor penghambat. Factor penghambat merupakan faktor yang tidak
diharapkan karena bersifat menghalangi atau menghambat usulan
perbaikan, sedangkan faktor pendukung bersifat positif yang diharapkan
dapat mempercepat atau memperlancar implementasi kegiatan atau
usulan perbaikan. Faktor – faktor tersebut dapat berupa orang, sumber
daya, pelaku, tradisi, regulasi, nilai, kebutuhan, keinginan, dan berbagai
faktor lainnya, pembangkitan atau investasi faktor – faktor tersebut dapat
dilakukan dengan metode curah pendapat ( Brainstorming ).