Anda di halaman 1dari 16

ANALISIS EKONOMI KEBIJAKAN DANA DESA TERHADAP

KEMISKINAN DESA DI KABUPATEN TULUNGAGUNG


Intan Mala Sari
M. Faisal Abdullah
Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Malang
Email: intanmalasari5@gmail.com
Abstract
The purpose of this research is analysis of the difference rural poverty in district
tulungagung between on the 2015 and 2016 and analyze influence of fund village
and ADD against rural poverty in Tulungagung district. Analysis tools used twin
regression with the panel data to hypothesis testing with F test, t test, and
coefficient of determination (𝑅 2 ) at the error level 𝛼 = 5% . The result of analysis
regression panel data with the selected model is Fixed Effect Model that show
difference rural poverty in district tulungagung between on the 2015 and 2016,
variables used in the model are the village fund and ADD take effect on rural
poverty with the every score -4,52 for the village fund and -1,52 for ADD. While
the coefficient of determination (𝑅 2 ) is 0,99 or 99%, variable ability show village
fund and ADD explain rural poverty in the tulungagung district is 99%. And
influence of fund village and ADD against rural poverty is there any difference at
the every village in Tulungagung district.
Keywords: the fund village, ADD , rural poverty.

Abstrak
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perbedaan kemiskinan desa di
Kabupaten Tulungagung antara Tahun 2015 dengan 2016 dan untuk menganalisis
pengaruh Dana Desa dan ADD terhadap kemiskinan desa di Kabupaten
Tulungagung tahun 2015-2016. Alat analisis yang digunakan adalah regresi
berganda dengan data panel yang kemudian dilakukan pengujian hipotesis dengan
uji F, uji t, dan Koefisien Determinasi (𝑅 2 ) pada tingkat kesalahan 𝛼 = 5%. Hasil
analisis regresi data panel dengan model terpilih adalah Fixed Effect Model
menunjukkan bahwa terjadi perbedaan kemiskinan desa di Kabupaten
Tulungagung antara tahun 2015 dengan 2016, variabel yang digunakan dalam
model yaitu Dana Desa dan ADD berpengaruh terhadap kemiskinan desa dengan
nilai masing-masing −4,52 untuk Dana Desa dan −1,52 untuk ADD. Sedangkan
nilai koefisien determinasi (𝑅 2 ) adalah 0,99 atau 99%, ini menunjukkan bahwa
kemampuan variabel Dana Desa dan ADD dalam menjelaskan kemiskinan desa
adalah sebesar 99%.
Kata Kunci: Dana Desa, ADD, Kemiskinan Desa.

PENDAHULUAN hadirnya desentralisasi fiskal. Sistem


Konsekuensi logis lahirnya desentralisasi fiskal yang
konsep otonomi daerah adalah berlangsung dengan melibatkan desa
Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa………(Intan Mala Sari)

sebagai sasaran distribusinya (APBN) diperuntukkan bagi desa


melahirkan implikasi pada kebijakan ditransfer melalui Anggaran
transfer dana dari pemerintah pusat Pendapatan dan Belanja Daerah
dan pemerintah daerah kepada Kabupaten/Kota. Dana Desa (DD)
pemerintah desa. Dalam kerangka dimaksudkan sebagai bantuan
otonomi desa, segala bentuk urusan stimulan atau dana perangsang untuk
pemerintahan desa menjadi mendorong dalam membiayai
kewenangan desa, termasuk dalam program Pemerintah Desa. Data
hal pengelolaaan keuangan desa menunjukkan pada Tahun 2015
(Prasetyo, 2014). jumlah Dana Desa di Jawa Timur
Dalam rangka menciptakan adalah sebesar Rp1.161.076.912.591
landasan yang kuat dalam (Kementerian Keuangan RI, 2014).
melaksanakan pengelolaan keuangan Tujuan penggunaan Dana Desa di
desa, pemerintah dan DPR Republik dalamnya adalah untuk membiayai
Indonesia menerbitkan Undang- penyelenggaraan pemerintahan,
Undang Nomor 6 Tahun 2014 pelaksanaan pembangunan,
tentang Desa. Undang-Undang pembinaan kemasyarakatan dan
tersebut mencantumkan pengaturan pemberdayaan masyarakat. Dana
mengenai keuangan desa dan aset Desa diprioritaskan untuk
desa. pasal 72 ayat 1 huruf b pembangunan desa (Peraturan
menyebutkan bahwa pendapatan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014).
desa bersumber dari Anggaran Selain itu, sumber pendapatan desa
Pendapatan dan Belanja Negara. yang lain adalah Alokasi Dana Desa
Untuk memberikan pedoman lebih (ADD).
lanjut mengenai pendapatan desa, Alokasi Dana Desa (ADD)
pemerintah menerbitkan Peraturan merupakan dana yang dialokasikan
Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014. oleh pemerintah Kabupaten/Kota
Pendapatan desa yang dimaksud untuk desa yang bersumber dari
adalah Dana Desa (Abidin, 2015). bagian dana perimbangan keuangan
Dana Desa merupakan dana pusat dan daerah yang diterima oleh
yang bersumber dari Anggaran Kabupaten (Peraturan Pemerintah
Pendapatan dan Belanja Negara Nomor 72 Tahun 2005). Alokasi

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 35


Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa………(Intan Mala Sari)

Dana Desa (ADD) merupakan dana menggambarkan batas kemiskinan


yang cukup signifikan bagi Desa yang sebenarnya. Pasalnya, banyak
untuk menunjang program-program orang yang mungkin tidak tergolong
Desa. Salah satu tujuan dari Alokasi miskin dari segi pendapatan
Dana Desa (ADD) adalah dikategorikan sebagai miskin atas
pengentasan kemiskinan (Peraturan dasar kurangnya akses terhadap
Menteri Dalam Negeri Nomor 37 pelayanan dasar serta rendahnya
Tahun 2007). Akan tetapi seiring indikator-indikator pembangunan
dengan besarnya jumlah Dana Desa, manusia. Selain itu, perbedaan antar
masalah kemiskinan masih sulit daerah juga merupakan ciri
untuk diselesaikan (Abidin, 2015). kemiskinan, diantaranya tercermin
Masalah kemiskinan dengan adanya perbedaan antara
merupakan salah satu perosalan daerah perdesaan dan perkotaan.
mendasar yang menjadi pusat Kemiskinan lebih dominan terjadi di
perhatian pemerintah karena masyarakat perdesaan (Bank Dunia,
terbilang cukup sulit untuk 2000). Seperti halnya kemiskinan di
mengatasinya. Terkadang ada Kabupaten Tulungagung.
kalanya suatu kemiskinan harus Kabupaten Tulungagung
benar-benar terjadi karena adanya merupakan salah satu kabupaten di
suatu kondisi yang memaksa Provinsi Jawa Timur bagian selatan
seseorang untuk miskin misalnya dengan jumlah penduduk
krisis ekonomi, juga gaya hidup dan berdasarkan data profil daerah tahun
budaya yang justru mengakibatkan 2014 mencapai 1.021,19 juta jiwa.
masyarakat Indonesia itu menjadi Sedangkan jumlah penduduk miskin
miskin. Hal tersebut diperparah pada tahun 2014 adalah 89 ribu jiwa.
dengan banyaknya rumah tangga Adapun jumlah penduduk miskin
yang berada di sekitar garis terbanyak di daerah perdesaan
kemiskinan (Astuti, 2012). dengan jumlah 55,85 ribu jiwa atau
Garis kemiskinan didasarkan 62,76 persen dari seluruh penduduk
pada pendapatan mempertimbangkan miskin (Badan Pusat Statistik
pada dimensi kesejahteraan. Namun, Tulungagung, 2014).
ukuran ini justru tidak

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 36


Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa………(Intan Mala Sari)

Berdasarkan latar belakang METODE PENELITIAN


tersebut di atas, maka rumusan Lokasi penelitian dilakukan di
masalah yang diajukan dalam 127 desa di Kabupaten Tulungagung
penelitian ini adalah: pertama, dengan kriteria tertentu kepada Desa
bagaimanakah pengaruh Dana Desa yang terdapat penduduk miskin,
dan Alokasi Dana Desa (ADD) pernah menerima Dana Desa, dan
terhadap kemiskinan desa di desa tersebut memiliki laporan
Kabupaten Tulungagung tahun 2015- pertanggungjawaban. Jenis penelitian
2016. Kedua, apakah terdapat adalah penelitian yang besifat
perbedaan kemiskinan desa di explanatory yaitu penelitian yang
Kabupaten Tulungagung antara menjelaskan hubungan kausal
Tahun 2015 dengan 2016. variabel-variabel melalui pengujian
Sehingga tujuan dari penelitian ini hipotesis (Kuncoro, 2013).
adalah: pertama, untuk mengetahui Populasi yang digunakan
pengaruh Dana Desa dan Alokasi dalam penelitian ini adalah seluruh
Dana Desa (ADD) terhadap desa di Kabupaten Tulungagung,
kemiskinan desa di Kabupaten yang terdiri dari 257 desa.
Tulungagung tahun 2015-2016. Teknik penentuan sampel yang
Kedua, untuk mengetahui perbedaan digunakan adalah purposive
kemiskinan desa di Kabupaten sampling yaitu teknik penentuan
Tulungagung antara Tahun 2015 sampel dengan kriteria tertentu
dengan 2016. kepada Desa yang terdapat penduduk
Berdasarkan uraian di atas miskin, pernah menerima Dana
maka dapat diketahui bahwa Dana Desa, dan desa tersebut memiliki
Desa maupun ADD memiliki potensi laporan pertanggungjawaban.
besar untuk mengentaskan Populasi yang digunakan
kemiskinan, sehingga perlu untuk dalam penelitian ini adalah seluruh
segera dilakukan penelitian yang desa di Kabupaten Tulungagung,
berjudul “Analisis Ekonomi yang terdiri dari 257 desa. Teknik
Kebijakan Dana Desa Terhadap penentuan sampel yang digunakan
Kemisknan Desa di Kabupaten adalah purposive sampling yaitu
Tulungagung.” teknik penentuan sampel dengan

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 37


Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa………(Intan Mala Sari)

kriteria tertentu kepada Desa yang 𝑙𝑜𝑔𝑌 = 𝛽0 + 𝛽1 𝑙𝑜𝑔𝑋1 + 𝛽2 𝑙𝑜𝑔𝑋2 +


terdapat penduduk miskin, pernah 𝐷𝑖 + 𝑒…………………………..(1)
menerima Dana Desa, dan desa Dimana Y adalah
tersebut memiliki laporan Kemiskinan Desa, 𝛽0 adalah
pertanggungjawaban. Berdasarkan Konstanta/Intercept, 𝛽1 , 𝛽2 , 𝛽3 adalah
teknik dan kriteria pengambilan Koefisien Regresi Parsial, 𝑋1 adalah
sampel, sampel pada penelitian ini Dana Desa dan 𝑋2 adalah Alokasi
yaitu 127 desa di Kabupaten Dana Desa. dalam persamaan regresi
Tulungagung. juga dimasukkan variabel dummy
Variabel yang digunakan berupa tahun penelitian dengan
dalam penelitian ini adalah variabel tujuan untuk mengetahui ada
dependen yaitu kemiskinan desa tidaknya perubahan kemiskinan desa
yang diukur dengan jumlah pada 2015 dan 2016.
penduduk miskin, variabel Analisis data dilakukan
independen adalah Dana Desa (X1) dengan metode Common Effect,
dan Alokasi Dana Desa (X2). Fixed Effect, dan Random Effect, uji
Sedangkan jenis data adalah data kriteria model menggunakan uji LM
sekunder, yang diperoleh dari Badan Breush-Pagan, uji Chow, dan uji
Perencanaan Pembangunan Daerah Hausman. Uji statistik antara lain Uji
dan Dinas Pemberdayaan t, Uji F, dan R2 (koefisien
Masyarakat dan Pemerintahan Desa determinasi) untuk mengetahui
Kabupaten Tulungagung Tahun bagaimanakah pengaruh variabel
2015-2016 sebagai sumber data. bebas terhadap vaiabel terikat secara
Teknik pengumpulan data dengan simultan (serentak) maupun secara
melakukan dokumentasi. parsial (masing-masing variabel).
Teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini PEMBAHASAN
adalah analisis regresi dengan data Berikut adalah profil
panel yang bersifat statis dengan gambaran mengenai kemiskinan
model double log. Dengan desa, Dana Desa, dan Alokasi Dana
persamaan sebagai berikut: Desa (ADD) di Kabupaten
Tulungangung.

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 38


Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa………(Intan Mala Sari)

1. Kemiskinan Desa di Lima desa dengan kenaikan


Kabupaten Tulungagung kemiskinan desa tertinggi dijelaskan
Tahun 2015-2016 dalam Tabel 1.
Kemiskinan desa di Berdasarkan Tabel 1 diketahui
Kabupaten Tulungagung rata-rata bahwa jumlah kenaikan penduduk
mengalami kenaikan dari Tahun miskin terbesar berada di Desa Pakel
2015 ke 2016. Pada Tahun 2015 mengalami kenaikan kemiskinan
angka kemiskinan desa sebesar 1.080 desa sebesar 864 jiwa atau 209,60%,
jiwa, sedangkan Tahun 2016 yaitu pada Tahun 2015 yaitu sebesar
meningkat sebanyak 58 jiwa. 412 jiwa yang kemudian meningkat
Sehingga angka kemiskinan desa di Tahun 2016 menjadi 1.276 jiwa.
pada Tahun 2016 sebesar 1.137 jiwa.
Tabel 1. Kenaikan Kemiskinan Desa di Kabupaten Tulungagung
Tahun 2015-2016 (Jiwa)
Σ Penduduk
Δ
No Desa Miskin
2015 2016 Jumlah %
1 Pakel 412 1.276 864 209,60%
2 Sitoyobagus 455 953 498 109,43%
3 Pecuk 365 732 367 100,51%
4 Sumberagung 2.220 2.462 242 10,90%
5 Srikaton 1.930 2.149 219 32,72%
Sumber: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 2015-2016 (data
diolah)
Sedangkan Desa yang Jenglungharjo mengalami penurunan
menurun jumlah kemiskinan desa kemiskinan desa sebesar 507 jiwa
dijelaskan dalam Tabel 2. atau sebesar 25,25%, yaitu dengan
Berdasarkan Tabel 2 diketahui jumlah 2.007 jiwa pada Tahun 2015
bahwa jumlah penurunan kemiskinan kemudian menurun menjadi 1.500
desa terbesar berada di Desa jiwa pada Tahun 2016.
Tabel 2 Penurunan Kemiskinan Desa di Kabupaten Tulungagung
Tahun 2015-2016 (Jiwa)
Σ Penduduk
Δ
No Desa Miskin
2015 2016 Jumlah %
1 Jenglungharjo 2.007 1.500 -507 -25,25%

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 39


Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa………(Intan Mala Sari)

2 Wateskroyo 799 318 -481 -60,20%


3 Tanggulwelahan 1.206 787 -419 -34,78%
4 Tanggunggunung 1.623 1.213 -410 -25,25%
5 Pakisrejo 1.187 887 -300 -25,25%
6 Ngrejo 1.149 859 -290 -25,25%
7 Ngepoh 1.095 819 -276 -25,25%
8 Suwaluh 704 428 -276 -39,16%
9 Kresikan 1.085 811 -274 -25,25%
10 Gombang 1.227 1.034 -193 -15,70%
11 Tenggarejo 555 415 -140 -25,25%
12 Besole 2.356 2.319 -37 -1,56%
13 Kasreman 389 379 -10 -2,46%
Sumber: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 2015-2016 (data diolah)
Berdasarkan data dapat Jumlah Dana Desa (DD) di
diketahui bahwa Dana Desa dan Kabupaten Tulungagung pada Tahun
ADD efektif dan berhasil dalam 2015-2016 rata-rata mengalami
mengentaskan kemiskinan pada tiga kenikan sebesar Rp344.742.275.
belas desa tersebut. Desa dengan kenaikan Dana Desa
(DD) tertinggi dijelaskan dalam tabel
2. Dana Desa di Kabupaten
Tulungagung Tahun 2015- berikut.
2016
Tabel 3. Kenaikan Dana Desa Terbesar di Kabupaten Tulungagung Tahun
2015-2016 (Rupiah)
Dana Desa Δ
No Desa
2015 2016 Jumlah %
1 Ngrejo 276.471.383 670.525.000 394.053.617 142,53%
2 Ngunut 328.455.959 721.313.000 392.857.041 119,61%
3 Rejoagung 296.648.211 679.361.000 382.712.789 129,01%
4 Jenglungharjo 296.324.306 677.783.000 381.458.694 128,73%
5 Keboireng 272.881.494 649.151.000 376.269.506 137,89%
Sumber: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa 2015-2016
(data diolah)
Berdasarkan Tabel 3 276.471.383 pada tahun 2015
diketahui bahwa kenaikan Dana mengalami kenaikan sebesar
Desa terbesar antara Tahun 2015- 670.525.000 pada Tahun 2016.
2016 adalah Desa Ngrejo mengalami Sedangkan desa dengan
kenaikan sebesar 394.053.617 atau kenaikan Dana Desa (DD) terendah
sebesar 142,53%, yaitu sebesar dijelaskan dalam Tabel 4.

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 40


Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa………(Intan Mala Sari)

Tabel 4 . Kenaikan Dana Desa Terendah di Kabupaten Tulungagung


2015-2016 (Rupiah)

No Dana Desa Δ
Desa
2015 2016 Jumlah %
1 Sukoanyar 261.557.384 591.072.000 329.514.616 125,98%
2 Pecuk 261.726.789 591.230.000 329.503.211 125,90%
3 Samir 267.541.780 595.342.000 327.800.220 122,52%
4 Bukur 281.003.111 606.193.000 325.189.889 115,72%
5 Simo 337.556.600 605.297.000 267.740.400 79,32%
Sumber: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa 2015-
2016 (data diolah)
Berdasarkan tabel 4 dapat Dana Desa diukur berdasarkan
diketahui bahwa kenaikan Dana jumlah penduduk, luas wilayah,
Desa terbesar antara Tahun 2015- angka kemiskinan dan tingkat
2016 adalah berada di Desa Ngrejo kesulitan geografis.
mengalami kenaikan sebesar 3. Alokasi Dana Desa (ADD) di
394.053.617 atau sebesar 142,53%, Kabupaten Tulungagung
yaitu sebesar 276.471.383 pada tahun Tahun 2015-2016
2015 mengalami kenaikan sebesar Alokasi Dana Desa (ADD) di
670.525.000 pada Tahun 2016. Kabupaten rata-rata mengalami
Dana Desa (DD) pada Tahun kenaikan dari Tahun 2015 ke 2016
2015-2016 secara umum mengalami sebesar Rp249.774.725. Desa dengan
peningkatan rata-rata 79% sampai kenaikan Alokasi Dana Desa (ADD)
142%, hal tersebut dikarenakan pada tertinggi dijelaskan dalam tabel
kebijakan mengenai pengalokasian berikut.
Tabel 5. Kenaikan Alokasi Dana Desa (ADD) Tertinggi di Kabupaten
Tulungagung Tahun 2015-2016 (Rupiah)
ADD Δ
No Desa
2015 2016 Jumlah %
1 Kresikan 182.400.000 901.400.000 719.000.000 394,19%
2 Demuk 189.690.000 816.200.000 626.510.000 330,28%
3 Pakisrejo 186.360.000 812.800.000 626.440.000 336,15%
4 Pucanglaban 182.040.000 781.400.000 599.360.000 329,25%
5 Sumberdadap 173.000.000 696.000.000 523.000.000 302,31%
Sumber: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa 2015-
2016 (data diolah)

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 41


Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa………(Intan Mala Sari)

Berdasarkan Tabel 5 dapat Rp182.400.000 pada tahun 2015


diketahui bahwa kenaikan Alokasi menjadi Rp901.400.000 pada Tahun
Dana Desa terbesar antara Tahun 2016.
2015-2016 berturut-turut adalah Sedangkan desa dengan
Desa Kresikan mengalami kenaikan kenaikan Alokasi Dana Desa (ADD)
sebesar Rp719.000.000 atau sebesar terendah dijelaskan dalam tabel
394,19%, yaitu sebesar berikut.
Tabel 6. Kenaikan Alokasi Dana Desa (ADD) Terendah di Kabupaten
Tulungagung Tahun 2015-2016 (Rupiah)
ADD Δ
No Desa
2015 2016 Jumlah %
1 Samir 321.748.000 392.300.000 70.552.000 21,93%
2 Bukur 346.984.000 416.800.000 69.816.000 20,12%
3 Buntaran 405.020.000 455.000.000 49.980.000 12,34%
4 Mojoagung 358.712.000 402.700.000 43.988.000 12,26%
5 Gempolan 388.808.000 426.800.000 37.992.000 9,77%
Sumber: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa 2015-
2016 (data diolah)
Desa dengan kenaikan Alokasi Daerah Kabupaten Tulungagung
Dana Desa terendah adalah Desa pada Tahun 2016.
Samir dengan kenaikan sebesar Berdasarkan hasil regresi
Rp70.552.000 atau sebesar 21,93%, menggunakan program Eviews
yaitu sebesar Rp321.748.000 pada diketahui hasil estimasi
tahun 2015 mengalami kenaikan menggunakan Teknik Common
menjadi Rp392.300.000 pada Tahun Effect, Fixed Effect, dan Random
2016. Effect adalah sebagai berikut:
1. Model Common Effect
Alokasi Dana Desa (ADD)
untuk seluruh Desa di Kabupaten 𝑌 = −74,26 + 9,17𝑋1 −

Tulungagung rata-rata mengalami 0,025𝑋2 − 3,18𝐷𝑖 + 𝑒

peningkatan pada Tahun 2015 ke ………………………(2)

2016 antara 9% sampai dengan 2. Model Fixed Effect

394%. Hal tersebut dikarenakan 𝑌 = −8,40 − 0,57𝑋1 −

perubahan kebijakan Pemerintah 0,07𝑋2 + 0,24𝐷𝑖 + 𝑒……(3)


3. Model Random Effect

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 42


Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa………(Intan Mala Sari)

𝑌 = −29,42 + 3,88𝑋1 − mengetahui model terbaik yang akan


0,04𝑋2 − 1,32𝐷𝑖 + 𝑒……(4) digunakan dalam mengestimasi
Untuk memilih model panel pengaruh variabel.
mana yang sesuai paling sesuai untuk 1. Uji LM Breush−Pagan
Uji LM Breush-Pagan
digunakan dalam model, maka perlu
digunakan untuk menentukan model
dilakukan perbandingan antara
dengan metode Common Effect atau
model-model Common Effect, Fixed
Random Effect yang paling tepat
Effect, dan Random Effect dengan
digunakan dalam mengestimasi data
menggunakan Uji LM Breush-Pagan,
panel.
Uji Chow dan Uji Hausman untuk
Tabel 7. Hasil Uji LM Breush−Pagan
Test Hypothesis
Cross-section Time Both
Breusch-Pagan 107.3666 0.116427 107.4830
(0.0000) (0.7329) (0.0000)
Sumber: output regresi
Berdasarkan Uji Breusch – Ho. Dengan demikian, dapat
Pagan, diperoleh Prob. Breush – dikatakan bahwa model Random
Pagan sebesar = 0.0000. Nilai Effect Lebih sesuai digunakan
tersebut lebih kecil dari α = 0.05, daripada model Common Effect.
sehingga diputuskan untuk menolak 2. Uji Chow
Berdasarkan Uji Chow diperoleh kecil α = 0.05, sehingga diputuskan
Prob.F = 0.0000. Nilai tersebut lebih untuk menolak Ho. Dengan
demikian, dapat dikatakan bahwa digunakan daripada model Common
model Fixed Effect lebih tepat Effect
Tabel 8 : Hasil Uji Chow
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 2303.321089 (126,124) 0.0000
Sumber: output regresi
3. Uji Hausman pengujian Hausman test. Uji
Berdasarkan hasil estimasi Hausman dilakukan untuk memilih
model dengan metode Fixed Effect kesesuaian model menggunakan
dan Random Effect, maka dalam Fixed Effect atau Random Effect.
penelitian ini dilakukan dengan

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 43


Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa………(Intan Mala Sari)

Tabel 9 : Hasil Uji Hausman


Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section random 0.000000 3 0.0000
Sumber: output regresi
Berdasarkan uji Hausman, Variabel Dana Desa
diperoleh Prob. = 0.0000. Nilai berpengaruh negatif dan signifikan
tersebut lebih kecil dari α = 0.05, terhadap kemiskinan desa. Koefisien
sehingga diputuskan untuk menerima sebesar −0,57, memberikan indikasi
Ho. Dengan demikian, dapat jika setiap penambahan 1% Dana
dikatakan bahwa model Fixed Effect Desa, maka akan menurunkan
lebih tepat digunakan dari pada kemiskinan desa sebesar 0,57%.
model Random Effect. Dimana nilai tersebut sesuai dengan
Dari ketiga uji yang dilakukan, hipotesis bahwa jika Dana Desa naik
maka diambil kesimpulan bahwa maka akan menurunkan kemiskinan
model yang paling sesuai adalah desa.
model Fixed Effect. Variabel Alokasi Dana Desa
Dengan hasil Fixed Effect berpengaruh negatif dan signifikan
Model tersebut kemudian dilakukan terhadap kemiskinan desa. Koefisien
Uji t, Uji F, dan R-Square pada sebesar −0,07 ini memberikan
output Fixed Effect, berdasarkan indikasi jika setiap penambahan 1%
model persamaan untuk Fixed Effect Alokasi Dana Desa, maka akan
(persamaan 3). menurunkan kemiskinan desa
Kemiskinan desa di kabupaten sebesar 0,07 %. Dimana nilai
Tulungagung jika diasumsikan nilai tersebut sesuai dengan hipotesis
variabel Dana Desa, Alokasi Dana bahwa jika Alokasi Dana Desa naik
Desa dan dummy adalah nol maka akan menurunkan kemiskinan
ditentukan oleh besarnya nilai desa.
intercept (𝛽0 ). Nilai intercept pada Variabel dummy (Di)
model Fixed Effect adalah 8,40. Ini berpengaruh positif dan signifikan
berarti jika Dana Desa, Alokasi Dana terhadap kemiskinan desa. Koefisien
Desa dan dummy bernilai nol, maka sebesar 0,24, memberikan indikasi
akan meningkatkan kemiskinan desa bahwa jika variabel Dana Desa dan
sebesar 8,40%. Alokasi Dana Desa bernilai nol,

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 44


Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa………(Intan Mala Sari)

maka kemiskinan desa akan Tujuan dilakukan uji t dalam


mengalami peningkatan dari Tahun penelitian ini adalah untuk menguji
2015 ke 2016 sebesar 0,24 jiwa. secara parsial (sendiri-sendiri)
Dimana nilai tersebut sesuai dengan pengaruh variabel bebas yaitu Dana
hipotesis bahwa jika terjadi Desa (DD), Alokasi Dana Desa
perbedaan kemiskinan desa Tahun (ADD), jumlah penduduk dan
2015 dengan 2016. dummy terhadap variabel terikat
Berikut adalah hasil regresi yaitu kemiskinan desa. Hasil Uji t
menggunakan model Fixed Effect sebagai berikut:
diperoleh hasil Uji t, Uji F, dan R- a. Variabel Dana Desa (X1)
Squared sebagai berikut: Probabilitas t hitung variabel
1. Uji F Dana Desa = 0,0000 ≤ nilai
Uji F merupakan salah satu uji probabilitas α = 5% maka Ho ditolak
statistik yang digunakan untuk dan H1 diterima yang artinya variabel
melihat pengaruh semua variabel Dana Desa (DD) berpengaruh
secara bersama-sama yaitu variabel signifikan terhadap kemiskinan desa.
independen antara lain Dana Desa, b. Variabel Alokasi Dana Desa
Alokasi Dana Desa dan dummy (X2)
terhadap variabel dependen (variabel Probabilitas t hitung sebesar
terikat) yaitu kemiskinan desa di 0,0000 ≤ nilai probabilitas α = 5%
Kabupaten Tulungagung. maka Ho ditolak dan H1 diterima
Selanjutnya hasil dari uji secara yang artinya variabel Alokasi Dana
simultan (bersama-sama). Hasil uji Desa (ADD) berpengaruh signifikan
regresi dengan melihat probabilitas F terhadap kemiskinan desa.
statistik = 0.0000 ≤ nilai probabilitas c. Variabel Dummy (Di)
α = 5%, berarti H1 diterima yang Probabilitas t hitung sebesar
artinya seluruh variabel bebas yaitu 0,0000 ≤ nilai probabilitas α = 5%
Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa maka Ho ditolak dan H1 diterima
(ADD), jumlah penduduk dan yang artinya variabel dummy
dummy berpengaruh signifikan berpengaruh signifikan terhadap
terhadap kemiskinan desa. kemiskinan desa.
2. Uji t

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 45


Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa………(Intan Mala Sari)

Hasil Uji t menunjukkan terikat, secara keseluruhan dapat


bahwa tiga variabel bebas dilihat dari Tabel 10.
berpengaruh terhadap variabel
Tabel 10. Hasil Uji t pada Model Common Effect
Signifikasi
Variabel Koefisien Probabilitas Keterangan
(α=0.05%)

Dana Desa −0,5730 0,0000 0,05 Berpengaruh


ADD -0,0701 0,0000 0,05 Berpengaruh
Dummy 0,0246 0,0000 0,05 Berpengaruh
Sumber: hasil analisis data menggunakan program Eviews (diolah)
3. Pengujian Koefisien dilakukan dapat diketahui bahwa
Determinasi (R2)
sesuai dengan tujuan penelitian yaitu
2
Koefisien determinasi (R )
untuk menganalisis pengaruh Dana
pada umumnya digunakan untuk
Desa terhadap kemiskinan desa di
mengukur seberapa jauh kemampuan
Kabupaten Tulungagung tahun 2015-
model dalam menerangkan variasi
2016, serta untuk menganalisis
variabel dependen. Nilai koefisien
perbedaan kemiskinan desa di
determinasi adalah nol (0) dan (1).
Kabupaten Tulungagung antara
Hasil perhitungan pada tabel 4.6
Tahun 2015 dengan 2016 maka
menunjukkan nilai R-squared =
kesimpulan yang dapat diambil dari
0,9999 dengan demikian dapat
penelitian ini adalah bahwa hasil dari
diartikan bahwa total variasi
uji hipotesis menggunakan uji secara
kemiskinan desa di Kabupaten
parsial (Uji t) dan uji simultan (Uji
Tulungagung dapat dijelaskan oleh
F) menunjukkan bahwa variabel
variabel independen Dana Desa
Dana Desa berpengaruh signifikan
(DD), Alokasi Dana Desa (ADD)
terhadap kemiskinan desa di
dan dummy sebesar 99% sedangkan
Kabupaten Tulungagung pada Tahun
sisanya 1% dijelaskan oleh variabel
2015-2016 serta terjadi perbedaan
lain di luar model yang digunakan.
kemiskinan desa di Kabupaten
Tulungagung antara Tahun 2015
PENUTUP
dengan 2016.
Kesimpulan
Dana Desa dan ADD efektif
Berdasarkan hasil analisis data
dan berhasil dalam mengurangi
dan pembahasan yang telah

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 46


Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa………(Intan Mala Sari)

kemiskinan desa pada 13 desa di nilai koefisien determinasi (R2)


Kabupaten Tulungagung, yaitu Desa menunjukkan bahwa sebesar 0,99
Jengglungharjo, Wateskroyo, atau 99% variabel bebas yaitu Dana
Tanggulwelahan, Tanggunggunung, Desa dapat menjelaskan kemiskinan
Pakisrejo, Ngrejo, Ngepoh, Suwaluh, desa di Kabupaten Tulungagung.
Kresikan, Gombang, Tenggarejo, Sedangkan 0,01 atau 1% sisanya
Besole, dan Kasreman. Sedangkan dijelaskan oleh variabel lain yang
sisanya sebanyak 114 desa, Dana tidak diikutkan dalam penelitian ini.
Desa tidak efektif dalam mengurangi
DAFTAR PUSTAKA
kemiskinan desa, hal tersebut
dikarenakan penggunaan Dana Desa Abidin, Muhammad Zainul. 2015.
“Tinjauan atas Pelaksanaan
sebagian besar digunakan untuk Keuangan Desa dalam
pembangunan sarana dan prasarana Mendukung Kebijakan Dana
Desa”. Jurnal Ekonomi &
fisik perdesaan (84 persen), Kebijakan Publik. Vol. 6 No.
sementara penggunaan bagi 1, hlm 61-76.
pemberdayaan ekonomi masyarakat Adisasmita, Rahardjo. 2006.
masih terbilang kecil yaitu sebesar Membangun Desa Partisipatif.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
6,5 persen. Selain itu, kualitas sarana
dan prasarana yang dibangun masih Arsyad, L. 2004. Ekonomi
Pembangunan. Yogyakarta:
kurang baik karena minimnya Yayasan Keluarga Pahlawan
kemampuan teknis pengelola, baik Negara.

dari sisi perencanaan dan Astuti, P. B. 2012. Efektivitas dan


Pengaruh PNPM Mandiri
pengelolaannya.
Perdesaan, Alokasi Dana Desa,
Diketahui bahwa Dana Desa Pendapatan Asli Desa dan
Jumlah Penduduk Terhadap
berpengaruh negatif sebesar −4,52, Jumlah Keluarga Miskin di
Alokasi Dana Desa berpengaruh Kabupaten Kebumen Tahun
2009-2011. Jurnal
negatif sebesar −1,52 dan koefisien Admisnistrasi Publik, 19.
dummy berpengaruh −56,07,
Azwardi, & Suntoko. 2014.
menunjukkan bahwa terjadi Efektifitas Alokasi Dana Desa
(ADD) dan Kemiskinan di
perbedaan kemiskinan desa di
Provinsi Sumatera Selatan.
Kabupaten Tulungagung antara Jurnal Ekonomi
Pembangunan, 29-41.
Tahun 2015 dengan 2016. Dengan

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 47


Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa………(Intan Mala Sari)

Badan Perencanaan Pembangunan Haughton, Jonathan & Shahidur R.


Daerah. 2015. Khander. 2010. Pedoman tentang
Kemiskinan dan Ketimpangan.
_________________. 2016. Jakarta: Salemba Empat

Badan Pusat Statistik. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia


“Kemiskinan”. (KBBI).
http://www.bps.go.id
Kementerian Dalam Negeri. Buku
_________________. 2014. Statistik induk kode data wilayah 2013:
Keuangan Pemerintah Desa Permendagri Nomor 18/2013.
2013. Jakarta: Kementerian Dalam
Negeri. 2013.
Beratha, I Nyoman. 1982. Desa
Masyarakat Desa dan Khusaini, Mohammad. 2006.
Pembangunan Desa. Jakarta: Ekonomi Publik Desentralisasi
Ghalia Indonesia. Fiskal dan Pembangunan
Daerah. Malang: Badan
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Penerbit Fakultas Ekonomi
Desa. 2015. Universitas Brawijaya.
_________________. 2016. Kuncoro, M. 1997. Ekonomi
Pembangunan; Teori,
Dura, J. (2016). Pengaruh Masalah, dan Kebijakan.
Akuntabilitas Pengelolaan Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Keuangan Alokasi Dana Desa,
Kebijakan Desa, dan __________. 2013. Metode Riset
Kelembagaan Desa terhadap untuk Bisnis dan Ekonomi
Kesejahteraan Masyarakat. Edisi 4. Jakarta: Erlangga.
JIBEKA, 26-32.
Mustikawati. 2016. Partisipasi
Fuad, Noor, dkk. . 2014. Dasar- Masyarakat dalam
dasar Keuangan Publik. Pembangunan Infrastruktur
Jakarta: LPKAP-Badan Desa di Desa Rapak Lambur
Pendidikan dan Peatihan Kecamatan Tenggarong
Keuangan. Kabupaten Kutai Kartanegara.
Jurnal Ilmu Administrasi
Gujrati, Damodar N. & Dawn C. Negara. Vol. 4 No. 2, hlm
Porter. 2011. Dasar - dasar 2739-2752.
Ekonometrika : Edisi 5-Buku 1
Jakarta: Salemba Empat. Nuraini, I. 2013. Pengantar Ekonomi
Mikro. Malang: UMM Press.
_______________. 2012. Dasar -
dasar Ekonometrika : Edisi 5- Nurman. 2015. Strategi
Buku 2. Jakarta: Salemba Pembangunan Daerah. Jakarta:
Empat. Rajawali Pers.
Irawan, & Suparmoko. 2006. Peraturan Menteri Dalam Negeri
Ekonomi Pembangunan. Nomor 37 Tahun 2007 tentang
Yogyakarta: BPFE.

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 48


Analisis Ekonomi Kebijakan Dana Desa………(Intan Mala Sari)

Pedoman Pengelolaan Sajogyo. 1997. Kemiskinan dan


Keuangan Desa. kebutuhan Minum Pangan.
Bogor: Lembaga Penelitian
Peraturan Menteri Dalam Negeri Sosiologi Pedesaan.
Nomor 113 Tahun 2014
tentang Pengelolaan Keuangan Sari, Risya Novita, dkk. 2012.
Desa. Pengelolaan Dana Desa dalam
Perspektif Pemberdayaan
Peraturan Pemerintah Nomor 60 Masyarakat (Studi pada Kantor
tahun 2014 tentang Dana Desa Pemerintah Desa Ngasem,
yang Bersumber dari Anggaran Kecamatan Ngasem,
Pendapatan dan Belanja Kabupaten Kediri). Jurnal
Negara Administrasi Publik. Vol. 3
No. 11, hlm 1880-1885.
Prasetyo, Yudhi & Gregorius
Nasiansenus Masdjojo. 2014. Sujarweni, V. Wiratna. 2015.
Implementasi Kebijakan Akuntansi Desa Panduan Tata
Alokasi Dana Desa di 10 Desa Kelola Keuangan Desa.
Wilayah Kecamatan Rembang
Kabupaten Rembang. Jurnal Yogyakarta. Pustaka Baru Press
Administrasi Publik. Vol. 1 Yogyakarta
No. 6, hlm 302-319.
Todaro, M. P. 2000. Pembangunan
Putra, Chandra Kusuma, dkk. 2013. Ekonomi 1. Jakarta: Bumi
Pengelolaan Dana Desa dalam Aksara.
Pemberdayaan Masyarakat
Desa (Studi pada Desa Undang-Undang Republik Indonesia
Wonorejo Kecamatan Nomor 6 Tahun 2014 Tentang
Singosari Kabupaten Malang). Desa.
Jurnal Administrasi Publik.
Vol. 1 No. 6, hlm 1203-1212. Widjaja, HAW. 2003. Otonomi
Desa. Jakarta: Rajawali Pers
.

Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.15, No.01 Juni 2017 49