Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIOLOGI DAN PENGUKURAN KERJA


POSTUR KERJA

Kelompok : A-7 Tgl. Praktikum 22 September


2016
Nama : Elisa Melati Nur A. Hari Praktikum Kamis
Citra Novi Yanti
Kelas : A Dikumpulkan 28 september
tgl 2016
Asisen : E-106 Yogyakarta, 26 September 2016
Kriteria Penilaian
Format Laporan :
Perhitungan :
Analisa dan :
Pembahasan
Kesimpulan :
TOTAL : (Helena Allaitsi M)

LABORATORIUM DESAIN KERJA DAN ERGONOMI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
2016
BAB I
POSTUR KERJA
1.1. Tujuan Praktikum
1. Mampu melakukan pengkuran kerja dan memahami postur kerja.
2. Mengetahui besar beban kerja pada saat melakukan kerja.
3. Mampu memahami dan mengaplikasikan metode menggunakan NBM
kuesioner, REBA, RULA, dan QEC untuk mengurangi resiko kerja.
4. Mampu memahami penggunaan software REBA, RULA, dan QEC
menggunakan ErgoFellow.
5. Mampu memberikan rekomendasi berdasar hasil analisa

1.2. Tugas Praktikum


1. Mengambil video dan gambar postur pekerja ketika melakukan
pengangkatan sesuai dengan prosedur dari masing-masing metode.
2. Melakukan pengambilan kuesioner NBM dan QEC untuk mengetahui
bagian tubuh mana yang sakit akibat pekerjaan pengangkutan.
3. Menentukan sudut pada foto tersebut sesuai ketentuan masing-masing
metode.
4. Melakukan pengolahan data kuesioner Nordic Body Map, metode
REBA, RULA, dan QEC.
5. Melakukan analisa kuesioner Nordic Body Map, metode REBA,
RULA, dan QEC.

1.3. Kajian Literatur

Tabel 1.1. Tabel kajian Literature dari jurnal internasional


No. Judul Metode Hasil Kesimpulan

PERBANDINGAN Keenam postur OWAS dan


OWAS, REBA kurang
DARI TIGA TEKNIK dinilai dengan sensitif
RULA
1. OBSERVASI UNTUK kategori tindakan terhadap stres
dan postural dari
MENILAI POSTURAL 3 oleh OWAS, RULA, dan
REBA
BEBAN INDUSTRI tetapi dengan OWAS dan
REBA tidak
No. Judul Metode Hasil Kesimpulan
tindakan tingkat menghiraukan
beban postural
2 oleh RULA.
untuk postur
Dibandingkan dibandingkan
dengan
dengan REBA,
RULA.
OWAS
tampaknya tidak
menghiraukan
tingkat risiko
yang terkait
dengan postur
kerja. Tingkat
kebetulan untuk
beban postural
dinilai antara
RULA dan
REBA
didistribusikan
dari 34,8% di
industri kimia,
untuk 55,8% di
industri jasa
rumah sakit
umum.
2. PENYELIDIKAN Reliabilitas antar RULA tidak
TENTANG penilai Aksi memiliki
Tingkat (AL) dan sensitivitas
KEANDALAN DARI Grand Score instrumen
RAPID UPPER LIMB (GS) adalah pengukuran
kedua mahasiswa klinis, tetapi
ASSESSMENT (RULA) RULA dan fisioterapi. itu tidak
SEBAGAI METODE AL dan GS skor pernah
yang lebih dimaksudkan
PENILAIAN DARI handal di untuk
ANAK KOMPUTASI senssion 2 digunakan
daripada di seperti itu.
POSTUR senssion 1 untuk RULA adalah
No. Judul Metode Hasil Kesimpulan
siswa dan alat skrining
fisioterapis yang
dalam semua digunakan
kasus untuk dalam
berbagai derajat. hubungannya
ICCs untuk dengan alat-
keandalan intra- alat lain dari
rater untuk penilaian
Action Level dan ergonomis,
Grand Score seperti
(GS) yang baik pengukuran
sebagian besar antropometri,
moderat. evaluasi
workstation
komputer dan
analisis
praktik kerja.
Rula
menunjukkan
kehandalan
intra-penilai
lebih tinggi
dari
reliabilitas
antar penilai
menyiratkan
bahwa
penilaian
serial akan
lebih
konsisten jika
dilakukan
oleh orang
yang sama.
3. Untuk postur QEC adalah
pergelangan metode baru
tangan / tangan, yang telah
METODE PRAKTIS kappa dikembangka
UNTUK PENILAIAN analisis n untuk
KERJA-RELATED ditemukan tidak praktisi untuk
MUSKULOSKELETA QEC sesuai karena menilai
L RISIKO variasi data paparan risiko
(QEC) rendah WMSDs.
antara kategori berdasarkan
dengan pada hasil tes
persentase yang
kesepakatan, diperoleh
sebagian besar sejauh ini, alat
No. Judul Metode Hasil Kesimpulan
item penilaian ini ditemukan
yang untuk menjadi
baik dekat sensitif
dengan atau di untuk menilai
atas 70%. perubahan
Menurut Baty et paparan
al, (1986), sebelum dan
kesepakatan setelah
antar-pengamat intervensi
dari 75% dapat ergonomis,
dianggap sebagai dan untuk
diterima. Studi perbandingan
ini menunjukkan eksposur baik
bahwa QEC antara dua
memiliki potensi atau lebih
untuk memenuhi pekerja
kebutuhan dasar melakukan
reliabilitas antar- tugas yang
pengamat untuk sama, atau
sebagian besar antara orang-
item orang
penilaiannya. melakukan
'Sistem skor' tugas yang
adalah, saat ini, berbeda.
sebagian besar
hipotetis,
yang
menganggap
interaksi /
kombinasi
faktor-faktor
risiko.

1.4. Output
1.4.1. Deskripsi
1. Operator 1

Nama : Tukiran
Umur : 51 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Berat Badan : 52 Kg
Tempat Penelitian : Pasar Pakem
Jenis Pekerjaan : Kuli angkut
2. Operator 2

Nama : Didik
Umur : 32 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Berat Badan : 69 Kg
Tempat Penelitian : Pasar Pakem
Jenis Pekerjaan : Kuli angkut

3. Operator 3

Nama : Fitri
Umur : 38 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Berat Badan : 57 Kg
Tempat Penelitian : Pasar Pakem
Jenis Pekerjaan : Kuli angkut

4. Operator 4

Nama : Muhammad Maysaroh


Umur : 50 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Berat Badan : 67 Kg
Tempat Penelitian : Pasar Pakem
Jenis Pekerjaan : Kuli angkut

5. Operator 5

Nama : Ros
Umur : 38 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Berat Badan : 43 Kg
Tempat Penelitian : Pasar Pakem
Jenis Pekerjaan : Kuli angkut

6. Operator 6

Nama : Sri Rahayu


Umur : 39 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Berat Badan : 43 Kg
Tempat Penelitian : Kantor PLN
Jenis Pekerjaan : Admin PLN
1.4.2. Tabel Hasil Pengumpulan Data Sudut Postur Kerja

Gambar 1.1
Tabel 1.2 Tabel hasil pengumpulan data sudut postur kerja operator
No. Pergerakan Besar Sudut
1. Leher 24º
2. Lengan atas 56º
3. Lengan bawah 41º
4. Pergelangan tangan 19º
5. Punggung 15º

1.4.3. Perhitungan Kuesioner Nordic Body Map


Tabel 1.3 Tabel rekapitulasi Kuesioner Nordic Body Map operator
Level of Complaints
A B C D
No. Location
Total

Total

Total

Total
%

0 Upper Neck/ Atas


5 100 0 0 0 0 0 0
Leher
Level of Complaints
A B C D
No. Location

Total

Total

Total

Total
%

%
0 Upper Neck/ Atas
5 100 0 0 0 0 0 0
Leher
1 Lower Neck/ Bawah
5 100 0 0 0 0 0 0
Leher
2 Left Shoulder/ Kiri
5 100 0 0 0 0 0 0
Bahu
3 Right shoulder/ kanan
5 100 0 0 0 0 0 0
bahu
4 Left upper arm/ kiri
3 60 2 40 0 0 0 0
atas lengan
5 Back/ punggung 2 40 3 60 0 0 0 0
6 Right upper arm/
3 60 2 40 0 0 0
kanan atas lengan
7 Waist/ pinggang 2 40 3 60 0 0 0 0
8 Buttock/pantat 5 100 0 0 0 0 0 0
9 Bottom/ bagian bawah
5 100 0 0 0 0 0 0
pantat
10 Left elbow/ kiri siku 5 100 0 0 0 0 0 0
11 Right elbow/ kanan
5 100 0 0 0 0 0 0
siku
12 Left lower arm/kiri
5 100 0 0 0 0 0 0
lengan bawah
13 Right lower arm/
5 100 0 0 0 0 0 0
kanan lengan bawah
14 Left wrist/
pergelangan tangan 5 100 0 0 0 0 0 0
kiri
Level of Complaints
A B C D
No. Location

Total

Total

Total

Total
%

%
0 Upper Neck/ Atas
5 100 0 0 0 0 0 0
Leher
15 Right wrist/
pergelangan tangan 5 100 0 0 0 0 0 0
kanan
16 Left hand/ tangan kiri 4 80 1 20 0 0 0 0
17 Right hand/ tangan
4 80 1 20 0 0 0 0
kanan
18 Left thigh/ paha kiri 5 100 0 0 0 0 0 0
19 Right thigh/ paha
5 100 0 0 0 0 0 0
kanan
20 Left knee/ lutut kiri 5 100 0 0 0 0 0 0
21 Right knee/ lutut
5 100 0 0 0 0 0 0
kanan
22 Left calf/ betis kiri 1 20 4 80 0 0 0 0
23 Right calf/ betis kanan 1 20 4 80 0 0 0 0
24 Left ankle/
3 60 2 40 0 0 0 0
pergelangan kaki kiri
25 Right ankle/
pergelangan kaki 3 60 2 40 0 0 0 0
kanan
26 Left foot/ kaki kiri 1 20 4 80 0 0 0 0
27 Right foot/ kaki kanan 1 20 4 80 0 0 0 0
1.4.4. Pengukuran Beban dan Postur kerja Menggunakan Software
ErgoFellow

1) Rapid Upper Limb Assessment (RULA)


1. Membuka aplikasi ErgoFellow
2. Klik pilihan Rapid Upper Limb Assessment (RULA)
3. Klik gambar yang sudutnya sesuai dengan pergerakan lengan
atas operator pada screen capture video

Gambar 1.2
4. Klik gambar yang sudutnya sesuai dengan pergerakan lengan
bawah operator pada screen capture video

Gambar 1.3
5. Klik gambar yang sudutnya sesuai dengan pergerakan
pergelangan tangan operator pada screen capture video

Gambar 1.4
6. Klik gambar yang sesuai dengan pergerakan pergelangan
tangan operator pada video

Gambar 1.5
7. Klik gambar yang sudutnya sesuai dengan pergerakan leher
operator pada screen capture video

Gambar 1.6
8. Klik gambar yang sudutnya sesuai dengan pergerakan
punggung operator pada screen capture video

Gambar 1.7
9. Klik gambar yang sesuai dengan pijakan kaki operator pada
screen capture video

Gambar 1.8
10. Klik pernyataan yang sesuai dengan pergerakan operator pada
video dan klik beban yang diterima operator

Gambar 1.9
11. Klik result untuk melihat score RULA

Gambar 1.10

2) Quick Exposure Check (QEC)


1. Membuka aplikasi ErgoFellow
2. Klik pilihan Quick Exposure Check (QEC)
3. Klik pilihan yang sesuai dengan penilain peneliti

Gambar 1.11
4. Klik pilihan yang sesuai dengan penilaian pekerja

Gambar 1.12
5. Klik result untuk mengetahui score masing-masing bagian
tubuh (punggung, bahu/lengan, pergelangan tangan dan leher)

Gambar 1.13
6. Membuat perhitungan exposure score QEC
Tabel 1.4 Tabel exposure score QEC
Exposure Score
Score Very
Low Moderate High
High
Punggung
8-15 16-22 23-29 29-42
(statis)
Punggung
10-20 21-30 31-40 41-56
(bergerak)
Bahu/Lengan 10-20 21-30 31-40 41-56
Pergelangan
10-20 21-30 31-40 41-56
tangan
Leher 4-6 8-10 12-14 16-18
7. Menghitung Exposure Level
𝑥
E(%) = . 100%
𝑥 𝑚𝑎𝑥
32+32+32+8
= . 100%
176
104
= . 100%
176
= 59%
8. Menentukan Action Level untuk mengetahui tindakan
selanjutnya yang harus dilakukan
Tabel 1.5 Tabel Action Level QEC
Total
Exposure Action
Level
< 40 % Aman
40 - 49 % Perlu penelitian lebih lanjut
Perlu penelitian lebih lanjut dan dilakukan
50 - 69 %
perubahan
≥70 % Dilakukan penelitian dan perubahan secepatnya
1.4.5. Analisa Kuesioner Nordic Body Map (NBM)

Berdasarkan hasil rekapitulasi kuesioner Nordic Body Map


(NBM) diatas, dapat dilihat bahwa keluhan sakit yang melebihi 50 %
adalah bagian punggung 60 %, pinggang 60%, betis 80% dan kaki
80%. Sehingga perlu adanya rekomendasi dan analisa lebih lanjut.
Menurut kami hal tersebut terjadi karena operator mengangkat beban
secara manual handling dan dengan cara yang salah. Dari ke-5 operator
yang menjadi responden kami tidak ada satupun yang cara mengangkat
bebannya benar, kebanyakan dari mereka masih salah dan butuh
panduan agar tidak terjadi Musculoskeletal disoders. Selain caranya
yang salah, dalam mengangkat beban operator tidak menggunakan
material handling tool yang dapat meringankan beban operator dalam
mengangkat beban.

1.4.6. Analisa Beban dan Postur Kerja

Berdasarkan hasil pengukuran beban dan postur kerja


menggunakan software ErgoFellow untuk metode Rapid Upper Limb
Assessment (RULA), operator yang kami teliti adalah seorang admin
PLN dan skor yang diperoleh adalah 7 itu artinya sangat beresiko dan
perlu perubahan mulai dari sekarang. Menurut kami hal tersebut terjadi
karena kursi yang dipakai operator terlalu tinggi sehingga ketika
memulai pekerjaannya operator memakai kursi kecil sebagai pijakan
kakinya. Tata letak sarana pendukung seperti CPU dan dokukmen-
dokumen yang diletakkan di bawah meja membuat operator merasa
kurang nyaman dan ruang geraknya menjadi terbatas serta letak
keyboard yang terlalu tinggi sejajar dengan komputer membuat
operator tidak nyaman pada saat mengetik. Ketika sedang mengetik
punggung operator terlalu membungkuk, hal tersebut dapat
menyebabkan musculoskeletal disorders pada bagian punggung apabila
dilakukan secara terus-menerus
Untuk metode Quick Exposure Check (QEC), operator yang
kami teliti adalah seorang kuli angkut yang sedang mengangkut beras
dan nilai akhir yang diperoleh adalah 59% itu artinya perlu penelitian
lebih lanjut dan perlu dilakukan perubahan. Dari hasil perhitungan
exposure score juga terlihat bahwa nilai untuk punggung berada pada
level very high yang berarti resiko terjadinya cidera sangat tinggi dan
berpotensi menyebabkan CTDs sehingga diperlukan rekomendasi pada
posisi kerja dan juga pada alat kerja yang digunakan oleh operator.
Sedangkan penilaian untuk bahu, pergelangan tangan dan leher berada
pada level high yang berarti resiko terjadinya cidera tinggi. Menurut
kami, hal tersebu terjadi karena sewaktu operator memegang beban,
tangan kiri berada pada posisi menopang beban sedangkan tangan
kanan berfungsi sebagai penyeimbang sehingga hampir semua berat
beban berada pada tangan kiri. Posisi punggung yang terlalu
membungkuk merupakan salah sau postur kerja yang salah. Pekerja
akan mengalami keluhan nyeri pada bagian punggung bagian bawah
apabila dilakukan secara terus-menerus.
1.4.7. Rekomendasi Postur Kerja pada Setiap Pekerja

Rekomendasi postur kerja yang baik dan benar untuk operator


dengan pekerjaan kuli angkut dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 1.14
Dari gambar tersebut sudah jelas bahwa cara yang dilakukan operator
salah yaitu mereka membungkuk ketika akan mengangkat beban.
Selain rekomendasi postur kerja, kami juga merekomendasikan kepada
operator untuk menggunakan material handling tool unuk meringankan
beban yang mereka angkut. Material handling tool yang kami
rekomendasikan dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 1.15
Gambar 1.16
Rekomendasi postur kerja yang baik dan bener untuk operator
dengan pekerjaan admin PLN dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 1.15
Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa cara mengetik operator salah,
tata letak alat bantu seperti keyboard, CPU dan dokumen-dokumen
juga salah. Selain merekomendasikan posur kerja yang benar kami juga
merekomendasikan untuk diakannya penjadwalan waktu istirahat agar
operaor tidak terlalu tegang dan rileks dalam melakukan pekerjaannya.
1.4.8. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang kami lakukan, dapat dibuat


kesimpulan sebagai berikut :
1. Dari hasil perhitungan menggunakan Quick Exposure Check
(QEC) didapatlah nilai Exposure Score sebesar 59% itu artinya
perlu penelitian lebih lanjut dan perlu dilakukan perubahan.
2. Dari hasil Nordic Body Map (NBM) dapat dilihat bahwa keluhan
sakit yang melebihi 50 % adalah bagian punggung, pinggang, betis
dan kaki sehingga perlu adanya rekomendasi dan analisa lebih
lanjut.
3. Dari hasil Rappid Upper Limb Assessment (RULA) skor yang
diperoleh adalah 7 itu artinya sangat beresiko dan perlu perubahan
mulai dari sekarang.
Lampiran :
1. Lembar Pengamatan Postur Kerja (QEC)
2. Lembar Pengamatan Kuesioner Nordic Body Map (NBM)