Anda di halaman 1dari 32

Susiddhikara Mahā Tantra Sādhana Upāyika Patala

Vidya Yoga Siddhi Nāma Mahāyāna Sutra

1
Bab I
Kundalipariprccha (Pertanyaan Kundali)

Demikianlah telah kudengar, pada suatu waktu, Sri Bhagavān Vajradhara,


sang Vajrasattva, sang Mahāsattva, sang Mahāyāna, sang Diri Yang Besar
(mahātmaka), sang Cahaya Pemenang (jinaprabha), sang Cahaya Yang Besar
(mahāprabha), sang Kemurnian Yang Besar (mahāśuddha), sang Penguasa Yang
Besar (mahānātha), sang Raja Vajra (vajrarāja), Sang Vajra Yang Besar
(mahāvajra), sang Vajra, sang Semua Tathāgata (sarvatathāgata), sang Semangat
Yang Besar (mahāvīrya), sang Cara Bijaksana Yang Besar (mahopāya), sang Nafsu
Vajra (vajrarāga), sang Semua Kesenangan (sarvasaukhya), sang Kebahagiaan Yang
Besar (mahāsukha), sang Waktu Yang Besar (mahākāla), sang Pidato Vajra
(vajrabhāsa), sang Pidato Yang Besar (mahābhāsa), Yang Terbebas Dari
Penggandaan (nisprapañca), sang Huruf Besar (mahāksara), sang Huruf Yang Tidak
Bisa Diungkap (anaksara), sang Pembacaan Yang Besar (mahājāpa), sang Ucapan
Buddha (buddhavāca), sang Penyatuan Yang Besar (mahāsandhi), sang Segel Yang
Besar (mahāmudra), sang Pengikat Samaya Yang Besar (mahāsamayabandhaka),
sang Tinju Yang Besar (mahāmuste), sang Segel Yang Tertinggi (samudrāgrya),
sang Tinju Vajra (vajramuste), sang Permata Vajra (vajraratnā), sang
Samantabhadra, sang Vajrapāni, mengajarkan ritual Mahayana yang tiada
tandingan, pencapaian Siddhi yang tidak bisa digagalkan, penyelesaian Vidyaraja
yang menakjubkan.

Pada saat itu, sang Bodhisattva Vajra Krodha Kundalin menggabungkan kedua
telapak tangannya beranjali dan mensujudkan dirinya ke Kaki dari sang Bhagavan

2
Vajradhara, lalu bertanya : "Pada satu saat di masa lampau, saya mendengar dari
Anda, Bhagavān, ritual dan tatacara untuk Mandala dari semua Vidyaraja. Saya juga
mendengar tentang kebajikan dari kemanjuran ajaib dari para Vidyaraja dan para
pelayan Mereka. Demi kepentingan para makhluk di masa depan, Saya memohon
Anda, Bhagavān, jelaskanlah itu dengan terperinci. Melalui aturan apakah orang
membaca Mantra agar dengan cepat memperoleh keberhasilan? Walaupun huruf
dari Mantra itu adalah yang dari satu intisari, ritual yang diselesaikannya adalah
yang tidak terbatas jumlahnya."

Kemudian dia bertanya dalam syair-gatha berikut ini:

Apa ciri-ciri dari Mantra dan ciri-ciri dari Acarya?


Apa ciri-ciri dari keahliannya?
Jelaskanlah ciri-ciri dari temannya!
Tempat yang bagaimanakah yang unggul?
Di tempat manakah yang mudah untuk mencapai keberhasilan dengan cepat?
Apa ciri-ciri dari pengendalian?
Dan apa yang patut dan yang tidak patut untuk dilakukan?
Apa cara bijaksana dan tata cara untuk membaca Mantra?
Bunga yang bagaimanakah yang mendatangkan keberhasilan dengan mudah?
Bagaimanakah cara menggunakan wewangian?
Bagaimanakah cara membuat persembahan makanan?
Dupa yang bagaimanakah yang dibakar?
Apa ciri-ciri dari lampu yang menyala?
Apa itu Santika?
Apa itu Paustika?

3
Apa itu Abhicarika?
Apa jenis-jenis hal yang dicapai dari masing-masing tiga jenis ini?
Apa ciri-ciri dari keberhasilan di dalam tata cara yang lebih tinggi, yang
menengah, dan yang lebih rendah?
Melalui ritual apakah untuk melakukan pemanggilan?
Bagaimanakah cara melakukan penyembahan?
Bagaimanakah cara melindungi diri sendiri?
Apa cara lengkap untuk pembacaan?
Apa ciri-ciri dari pembacaan Mantra?
Bagaimanakah cara melaksanakan Abhiseka?
Apa ciri-ciri dari percobaan Mantra?
Bagaimanakah cara menerimanya?
Bagaimanakah huruf-huruf itu dilengkapkan?
Bagaimanakah cara meningkatkannya?
Bagaimanakah cara melaksanakan Homa?
Apa tata caranya dari ritualnya?
Apa perlengkapan yang digunakan untuk mendatangkan keberhasilan yang cepat?
Apa ciri-ciri dari menyelenggarakan obat-obatan?
Apa ciri-ciri dari menerima obat-obatan?
Apa cara untuk memurnikan obat-obatan?
Apa ukuran dan jumlah untuk obat-obatan?
Obat-obatan itu, penampilannya, saya memohon Anda, Bhagavān, yang berbelas
kasihan,
untuk menjelaskan masing-masing itu kepada saya dengan nyata!
Bagaimanakah cara melindungi perlengkapan untuk penyelenggaraannya?
Bagaimanakah cara membedakan pembagiannya?
Bagaimanakah cara menggunakan perlengkapan untuk penyelenggaraannya?
4
Tolong bentuklah untuk menjelaskan ciri-cirinya secara terpisah!
Bagaimanakah cara menyebabkan perlengkapan yang telah hilang menjadi
kembali?
Ketika dibahayakan, bagaimanakah cara mengembalikannya?
Apa ciri-ciri dari mengetahui para penghalang lebih dahulu?
Apa Mandala dari penyelenggaraan?
Apa Mandala untuk menyelesaikan perbuatan?
Apa Mandala Abhiseka?
Demi kepentingan para makhluk hidup, saya memohon Anda untuk
membabarkannya dengan terperinci,
untuk pertanyaan-pertanyaan ini, sesuai dengan apa yang penting.

5
Bab II
Mantralaksana (Ciri-ciri Mantra)

Kemudian sang Vajradhara, Yang terhiasi dengan pertanda baik (subhamanditam),


Yang layak disembah oleh semua Vidyādhara dan Bodhisattva yang berbelas kasih
besar, menyapa sang Mahāvīrya Vajra Krodha Kundalin dengan berkata : "Sangat
baik, sangat baik, Maha Krodha! Anda telah melakukan dengan sangat baik untuk
bertanya kepada Saya pertanyaan seperti itu. Dengarlah dengan konsentrasi dan
penuh perhatian pada Hukum tertinggi yang mulia ini. Penghasil Siddhi yang
menakjubkan (susiddhikara) ini memiliki lima jenis penghiasan (pancalamkara
dharma) : yang pertama disebut Semangat Yang Besar (mahāvīrya); yang kedua
disebut Raja Pengetahuan (vidyārāja); yang ketiga disebut Melenyapkan Rintangan
(avaranapraksina); yang keempat di sebut Menyelesaikan Semua Perbuatan Yang
Berani (sarvabhayakarmakrta); yang kelima disebut Melakukan Semua Mantra
(sarvamantravartayati); Susiddhi ini adalah demikian bahwa jika anda tidak berhasil
ketika menjalani Ritual Mantra yang lain, anda harus membaca Mantra dari Ajaran
ini, yang dalam hal ini anda akan memperoleh keberhasilan dengan cepat. Diantara
Tiga Keluarga (trikula: Buddha, Padma, Vajra), Ajaran ini adalah Rajanya. Ia juga
mampu menyelesaikan semua cara dari perbuatan, yaitu : perbuatan dari
perlindungan diri, mengikat perbatasan (menetapkan garis batas Mandala dalam
ritual Mantrayana), penarikan (akarsana), juga perbuatan dari penyembahan,
pertolongan, hukuman, pengajaran, dan semua Mantra menjadi berhasil."

"Selanjutnya, diantara Hrdaya Mantra, yang memiliki tiga huruf HUM adalah yang
juga mampu menyelesaikan semua perbuatan ritual seperti yang telah dijelaskan
tadi."

6
"Hrdaya Mantra dengan tiga huruf HUM adalah: OM KRODHANA HUM

JAH (OM Yang Murka HUM JAH)."

"NAMO RATNA -TRAYĀYA, NAMAHS CANDA - VAJRA-PĀNIYE - MAHĀ


-YAKSA - SENAPATĀYE, OM - SUSIDDHIYA SIDDHIYA - SĀDHAYA,
SUSIDDHI KARA – HŪM HŪM HŪM – PHAT PHAT PHAT (Menyembah
hormat kepada Tiga Permata, Terpujilah Vajrapani Yang Murka, Sang Jenderal
Besar Atas Para Yaksa, OM Jadilah Keberhasilan Yang Menakjubkan, Buatlah
Keberhasilan, Hasilkanlah Siddhi Yang Menakjubkan HUM HUM HUM PHAT
PHAT PHAT)."

"OM SRUTI SMRTI DHARANI HUM

HAH

(OM Dengarlah Penuh Perhatian DHARANI HUM HAH)."

Gunakan Hrdaya Mantra ini, sang Raja Tiga Huruf HUM, percikkan air untuk
membersihkan tubuh.

"Selanjutnya, ritual untuk Siddhi yang lebih tinggi, menengah, atau yang lebih
rendah adalah yang sama seperti yang telah dijelaskan di dalam Ajaran Sutra
lainnya. Dia yang menginginkan keberhasilan Siddhi harus memahami ritual Mantra

7
yang lebih tinggi, menengah, atau yang lebih rendah. Ajaran ini merangkul ritual
Mandala yang dilaksanakan di dalam seluruh Tiga Keluarga. Mantra dari Keluarga
Buddha (Buddha-kulāya-mantra) adalah untuk Pelenyapan Bencana (Śāntika);
Mantra dari keluarga Avalokiteśvara (Avalokiteśvara-kulāya-mantra) adalah untuk
Peningkatan Keuntungan (Paustika); Mantra dari Keluarga Vajra (Vajra-kulāya-
mantra) adalah untuk Penaklukkan (Abhicārika). Dari ketiak (kaksa) sampai hingga
puncak mahkota kepala (mukuta) adalah yang sesuai dengan tingkat yang tinggi
[dari Siddhi]; Dari pusar perut (nami) sampai hingga ke ketiak adalah yang sesuai
dengan tingkat yang menengah; Dari telapak kaki (pada) hingga sampai ke pusar
perut adalah yang sesuai dengan tingkat yang lebih rendah; Diantara Mantra, anda
juga harus membedakan tiga jenis pencapaian, dan tiga keluarga adalah masing-
masing dibagi menjadi tiga, ini, anda harus memahami sepenuhnya. Diantara Mantra
dari tiga keluarga, yang dari Vidyaraja adalah untuk pencapaian yang lebih tinggi.
Mantra dari para utusan (dhuta), pelayan laki-laki (ceta), pelayan perempuan (ceti)
dan seterusnya adalah untuk pencapaian yang lebih rendah. Mantra yang dibabarkan
oleh para Dewata lainnya adalah untuk pencapaian yang menengah. Ritual untuk
tiga jenis perbuatan yang pertama adalah ritual Śāntika, yang kedua adalah ritual
Paustika, yang ketiga adalah ritual Abhicārika. Semua ritual ini ditemukan di dalam
masing-masing dari tiga keluarga, anda harus sepenuhnya mengetahui bagaimana
membedakan tata cara mereka."

Didalam Keluarga Buddha, gunakanlah Mantra dari Ibu Buddha (Buddha-matrka-


mantra), yang bernama Buddhalocanā (mata Buddha), gunakan Mantranya untuk
Śāntika. Mantranya adalah

8
NAMO BHAGAVATE USNĪSĀYA OM – RURU SPHURU JVALA TISTA
SIDDHA LOCANI, SARVA ARTHA SĀDHANI – SVĀHĀ

(Menyembah hormat kepada sang Bhagavati Mahkota OM, mengaum ! bercahaya !


menyala ! menghuni ! Mata yang terang ! Mencapai semua tujuan ! SVAHA). Ini
dibaca tiga kali.

Didalam Keluarga Padma, gunakanlah Mantra dari Ibu Avalokiteśvara


(Avalokiteśvara-matrka-mantra), yang bernama Pāndaravāsinī (berjubah
putih), gunakan Mantranya untuk Śāntika. Mantra dari Ibu Avalokiteśvara adalah
: Darsanasparsanabhyavasravasmaranena ca syam aham sarvasattvanam
sarvavyadhicikitsaka, tadyatha : (Dengan melihat, menyentuh, mendengar, dan
mengingat, semoga saya menjadi penyembuh semua penyakit dari semua makhluk !
Yaitu : )

NAMO RATNA -TRAYĀYA OM – KATE VIKATE KAMKATE – KATA


VIKATE KAMKATE BHAGAVATI VIJAYE – SVĀHĀ. (Menyembah hormat
kepada Tiga Permata, OM KATE VIKATE KAMKATE - KATA VIKATE
KAMKATE, Bhagavati Yang Menang ! SVAHA). Ini dibaca tiga kali.

Didalam Keluarga Vajra, gunakanlah Mantra dari Ibu Vajradhāra (Vajradhāra-


mātrka-mantra), yang bernama Māmakī, gunakan Mantranya untuk Śāntika. Mantra
dari Ibu Vajra adalah :
9
NAMO RATNA -TRAYĀYA NAMAHŚ CANDA -VAJRA-PĀNIYE MAHĀ -
YAKSA -SENAPATĀYE NAMO LOKATHĀ ŚRĪYE NAMAH ŚANKARE
ŚĀNTI KARE – TRĪM TRĪM – KUŚINA GANDAYA DUTINĀM – SVĀHĀ.

NAMO RATNA -TRAYĀYA NAMAHŚ CANDA -VAJRA-PĀNIYE MAHĀ -


YAKSA -SENAPATĀYE, OM KULAMDHARI BANDHA BANDHA HUM
PHAT (Menyembah hormat kepada Tiga Permata, Terpujilah Vajrapani Yang
Murka, Sang Jenderal Besar Atas Para Yaksa, OM, Pemegang Keluarga ! Ikat, ikat
! HUM PHAT). Ini dibaca tiga kali.

Selanjutnya, didalam Keluarga Buddha, gunakanlah Mantra dari Vidyārāja, sang


Vidyārāja itu bernama Vijayosnisa (Mahkota Kemenangan), gunakan Mantranya
untuk Paustika. Mantra dari sang Vidyārāja adalah :

NAMO APRATIHATA USNĪSĀYA – SARVATRA APARĀJITĀYA – SAMAYA


SAMAYA – ŚĀNTI DADE – DHARMA-RĀJA BHASITE MAHĀ- MANIYE –
SARVA-ARTHA-SĀDHAYA – SVĀHĀ.

(Terpujilah Mahkota Yang Tidak Bisa Dihalangi, Yang Tidak Terkalahkan


Dimanapun, Sang Samayanya Samaya, Sang Pemberi Kedamaian, Sang Pembicara
Raja Dharma, Sang Permata Besar, Yang Mencapai semua tujuan ! SVAHA)

NAMAH SAMANTA BUDDHANAM, OM BHRUM NAMAH (Menyembah


hormat kepada semua Buddha! OM, BHRUM, Terpujilah !)

10
Didalam Keluarga Padma, gunakanlah Vidyārāja yang bernama Hayagriva (leher
kuda), gunakan Mantranya untuk Paustika. Mantra dari sang Vidyārāja adalah :

OM – AMRTA-UDBHAVA – NAMAH SVAHA (OM, Yang Lahir Dari Nektar,


Terpujilah ! SVAHA)

Didalam Keluarga Vajra, gunakanlah Vidyārāja yang bernama Sumbha, gunakan


Mantranya untuk Paustika. Mantra dari sang Vidyārāja adalah :

NAMO RATNA -TRAYĀYA NAMAHŚ CANDA-VAJRA-PĀNAYE OM –


SUMBHA NISUMBHA HŪM – GRHNA GRHNA HŪM – GRHNA APAYA
HŪM – ĀNAYA HOH – BHAGAVAM VIDYĀ-RĀJA HŪM PHAT NAMAH.

(Menyembah hormat kepada Tiga Permata, Terpujilah Vajrapani Yang Murka, OM


SUMBHA, NISUMBHA HUM, Tangkap ! Tangkap ! HUM ! Tangkap Dengan
Keras ! HUM ! Bawalah ! HOH ! Bhagavan Raja Pengetahuan HUM PHAT !
Terpujilah !).

NAMO RATNA -TRAYĀYA, NAMAHS CANDA - VAJRA-PĀNIYE - MAHĀ -


YAKSA - SENAPATĀYE, OM SUMBHA NISUMBHA HŪM – GRHNA
GRHNA HŪM – ĀNAYA HUM – BHAGAVAM VIDYĀ-RĀJA HŪM PHAT
NAMAH.

11
Lalu, didalam Keluarga Buddha, gunakanlah Mahā Krodha yang bernama Aparajita
(tidak terkalahkan), gunakan Mantranya untuk Abhicārika. Mantranya adalah :

OM – HULU HULU CANDARI MATANGI – SVĀHĀ

HUM PHAT VAK VAK CINA SICIK HUM PHAT

Didalam Keluarga Padma, Mahā Krodha bernama Sivāvaha, gunakan Mantranya


untuk Abhicārika. Mantranya adalah :

NAMO RATNA-TRAYĀYA, NAMO MAHĀ-ŚRĪYĀYE, OM– ŚAKTIYE


RĀMAYE – SAUME SIDDHI – SIDDHI SĀDHAYA – ŚIVE ŚIVE _ ŚIVAM ME_
ŚIVAṂ KARE – ABHAHA – SARVA-ARTHA-SĀDHANI – SVĀHĀ.
HUM PHAT HRIH HUM PHAT

Didalam Keluarga Vajra, Mahā Krodha bernama Kundalin (Amrtakundalin),


gunakan Mantranya untuk Abhicārika. Mantranya adalah :

NAMO RATNA-TRAYĀYA, NAMAHŚ CANDA MAHĀ-VAJRA-


12
KRODHĀYA, OM– HULU HULU – TISTA TISTA – BANDHA BANDHA –
HANA HANA – AMRTE HŪM PHAT.

(Menyembah hormat kepada Tiga Permata, Terpujilah Yang Murka, sang


Kemurkaan Vajra Yang Besar, OM, Hantam, hantam ! Menetaplah, menetaplah !
Ikat, ikat ! Bunuh, bunuh ! Yang abadi ! HUM PHAT !)

NAMO RATNA -TRAYĀYA, NAMAHS CANDA - VAJRA-PĀNIYE - MAHĀ -


YAKSA - SENAPATĀYE, OM AMRTA KUNDALI KHA KHA KHA KHA,
KHAHI KHAHI, TISTA TISTA, BANDHA BANDHA, HANA HANA, GARJA
VIGARJA, VISPHOTAYA SPHOTAYA, SARVAVIGHNAVINAYAKAN
MAHAGANAPATI JIVITANTAKARAYA HUM PHAT. (Menyembah hormat
kepada Tiga Permata, Terpujilah Vajrapani Yang Murka, Sang Jenderal Besar Atas
Para Yaksa, OM, sang Kundali yang abadi ! Telan, telan, telan, telan ! Telanlah,
telanlah ! Menetaplah, menetaplah ! Ikat, ikat ! Bunuh, bunuh ! Mengaum,
mengaumlah ! Belah berkeping-keping, belah semua rintangan ! sang Pelenyap
rintangan ! Dia yang membunuh penguasa besar ! HUM PHAT !)

Selanjutnya lagi, mungkin ada Mantra yang tidak termasuk Tiga Keluarga. Orang
membedakan tiga jenis dari perbuatan ritual - Śāntika dan seterusnya - sesuai dengan
kata dari Mantra. Jika Mantra memiliki kata 'Śanti Kuru (membuat keberuntungan)',
kata 'Susiddhi Kuru (membuat Siddhi yang menakjubkan)', kata 'Sama
(menghapus)', kata 'Prasama (murni)', kata 'Upasama (menghapus lebih jauh)', atau
kata 'Svaha (berseru)', Anda harus menyadari bahwa itu adalah Mantra untuk
Śāntika.

Jika ia memiliki kata 'Pusti (meningkatkan keuntungan)', kata 'Laksmin (pertanda

13
baik)', 'Dada (memberi)', atau 'Urja (kuat)', atau kata 'Bala (kekuatan)', 'Vrddhi
(meningkatkan)', 'Rupa (bentuk)', 'Medhā (kecerdasan)', 'Dhana (harta kekayaan)',
'Dhanya (gudang gandum)', 'Hiranya (emas)', 'Grama (desa)', 'Nagara (kota)', 'Rāstra
(wilayah)', 'Rājya (Penguasa)' atau 'Dada (menyumbang)', Anda harus menyadari
bahwa itu adalah Mantra untuk Paustika.

Jika ia memiliki kata 'Hum' atau kata 'Hana (bunuh)', 'Phat (patahkan)', 'Matha
(hancurkan)', 'Bhānja (remukkan)', 'Uccātaya (hukum)', 'Utsāhaya (tahan)', 'Sosaya
(keringkan)', 'Māraya (bunuh)', 'Khādaya (telan)', 'Kilaya (tusuk)', 'Chedaya (belah)',
'Bhasmi (jadikan debu)' atau 'Kuru (lakukan)', Anda harus menyadari bahwa itu
adalah Mantra untuk Abhicārika.

Selanjutnya, jika ada Mantra yang memiliki arti 'Belas-kasih' atau 'Kebaikan', Anda
harus menyadari bahwa itu untuk digunakan di dalam Śāntika; jika ada Mantra yang
memiliki arti 'Kekerasan' atau 'Kemurkaan', Anda harus menyadari bahwa itu untuk
digunakan di dalam Abhicārika; dan jika ada Mantra yang memiliki arti bukan
'Belas-kasih' maupun 'Kekerasan', Anda harus menyadari bahwa itu untuk digunakan
di dalam Paustika.

Lagi, jika ingin cepat menyelesaikan Śāntika, Anda harus menggunakan Mantra dari
Keluarga Buddha; jika ingin cepat menyelesaikan Paustika, Anda harus
menggunakan Mantra dari Keluarga Padma (Bunga Teratai : Avalokiteśvara); Dan
jika ingin cepat menyelesaikan Abhicārika, Anda harus menggunakan Mantra dari
Keluarga Vajra.

14
Selanjutnya, Sutra ini adalah yang mendalam dan yang menakjubkan, sama seperti
Devanya para deva, Ia adalah yang terbaik diantara Mantra yang terbaik. Jika Anda
tinggal berdiam dengan aturannya, tidak akan ada perbuatan yang tidak bisa Anda
selesaikan. Walaupun Sutra ini milik Vajra-kulā yang lebih rendah, karena dengan
menjunjung titah dari Buddha-Dharma, Ia menyelesaikan segala sesuatu. Ia juga
mampu menyelesaikan ritual dari dua kulā yang lebih tinggi. Itu adalah, sebagai
contoh, sama seperti Raja yang bertindak sesuai dengan titah; Aturannya adalah
yang sama dan harus dipahami sesuai dengan makna itu.

Jika ada Mantra yang, walaupun kata-katanya sedikit jumlahnya, memiliki kata
'OM ' di permulaan dan memiliki kata 'SVAHA ' di akhir, Anda harus
menyadari bahwa Mantra itu adalah yang mampu dengan cepat menyelesaikan ritual
Śāntika. Atau, jika ada Mantra yang memiliki kata 'HUM ' di permulaan dan
memiliki kata 'PHAT ' di akhir, atau memiliki huruf 'RBHU ', setiap Mantra
yang memiliki kata-kata ini dengan cepat mendatangkan keberhasilan di dalam ritual
Abhicārika. Atau, jika ada Mantra yang tanpa kata 'OM' di permulaan dan tanpa kata
'SVAHA' di akhir, atau tanpa kata 'HUM', tanpa kata 'PHAT', atau tanpa huruf
'RBHU', Anda harus menyadari bahwa Mantra itu adalah yang mampu dengan cepat
menyelesaikan ritual Paustika.

Selanjutnya, jika orang ingin menundukkan berbagai jenis Mara dan iblis āveśa, dia
harus menggunakan Mantra yang dijelaskan oleh para utusan (dhūta), pelayan laki-
laki (cetaka), dan seterusnya, karena dia akan cepat memperoleh keberhasilan. Lagi,
jika ada Mantra dari Keluarga (kula) yang lain, yang dikatakan mampu
menyelesaikan segala sesuatu, itu hanya mampu menyelesaikan apa yang diajarkan

15
untuk kula tertentu itu dan jangan menerapkannya pada kula yang lain. Lagi, ada
Sutra yang di dalamnya menyatakan bahwa Mantra tertentu di jelaskan dalam rangka
melenyapkan racun atau penyakit tetapi juga dapat melenyapkan penderitaan yang
lainnya; Anda harus menyadari bahwa [Mantra] itu cocok untuk semua
penggunaan.

Anda harus sepenuhnya kenal dengan kula [pemilik Mantra], harus sepenuhnya
terbiasa dengan keadaan dimana Mantra digunakan, juga harus mengetahui
kemanjuran Mantra, dan Anda harus sepenuhnya mengerti bagaimana
mempraktekkan ritual Mantra. Ciri-ciri Mantra dari ritual tertentu harus sesuai
dengan apa yang Anda cari, dan jika membaca para Mantra itu, maka Anda akan
mendapatkan keberhasilan.

16
BAB III
Acārya-laksana (ciri-ciri Acārya)

"Selanjutnya, Saya sekarang akan menjelaskan ciri-ciri dari seorang ācārya. Karena
semua Mantra diperoleh melalui Dia, ketahuilah bahwa seorang ācārya adalah
landasan yang sangat mendasar [dari semua praktek].

"Apa ciri-ciri-Nya? Anggota tubuh-Nya berbentuk bagus, Dia dihiasi dengan pahala
kebajikan; Sepenuhnya memahami persoalan duniawi dan yang melampaui duniawi;
Selalu tinggal berdiam menurut Dharma dan tidak melakukan apapun yang
bertentangan dengan Dharma; Diberkahi dengan belas kasih yang besar (Mahā
Karunā) dan mengasihani para makhluk hidup; Telah dilahirkan dan dibesarkan di
dalam keluarga yang mulia; Berdisiplin dalam sifat alaminya dan ramah; Semua
yang tinggal bersama dengan-Nya memperoleh kebahagiaan; Pandai, bijaksana, dan
tanpa rintangan di dalam kelancaran berbicara-Nya; Memiliki kesabaran dan tanpa
keangkuhan diri; Dia selalu menginginkan Mahāyāna dan memahami maknanya
yang halus; Memiliki keyakinan yang mendalam di dalam pintu gerbang menuju ke
rahasia; Bahkan jika hanya dengan pelanggaran yang kecil, Dia tetap akan dikuasai
ketakutan yang besar; Dia sepenuhnya lembut di dalam tindakan dari tubuh, ucapan
dan pikiran-Nya; Selalu senang membaca Sutra Mahāyāna dan tinggal berdiam
menurut ajaran Dharma itu; Tekun membaca Mantra dengan tanpa gangguan; Siddhi
yang Dia laksanakan semuanya berhasil dengan baik; Juga harus sepenuhnya
memahami bagaimana menggambar Mandala; Dia selalu dilengkapi dengan empat
cara penarikan (Catvāri-samgraha-vastūni : memberi (dana), ucapan yang ramah
(priya-vacana), perbuatan yang menguntungkan (artha-carya), dan kesamaan derajat

17
(samanarthata)); Karena Dia mencari yang tertinggi (Anuttarāh Samyaksambodhi),
tidak menginginkan tujuan-tujuan yang kecil; Dia selamanya terbebas dari
kekikiran; Dia sebelumnya telah memasuki Mahā Mandala dan menerima
Abhiseka; Lagi, kebajikan Dia telah dipuji oleh Gurunya [dengan kata-kata ini] :
'Anda bisa berangkat sekarang, telah terbukti diri Anda cocok dianugerahkan
Abhiseka dan menjadi Acārya', dan, setelah memperoleh pengesahan ini, Dia sudah
memenuhi syarat untuk membangun Mandala dengan tangannya sendiri sesuai
dengan tata cara dan juga memenuhi syarat untuk menganugerahkan Mantra kepada
murid. Jika Anda mengandalkan Orang seperti itu [sang Acārya], Mantra yang
diterima [dari-Nya] ]akan secara cepat mendatangkan keberhasilan. Dari hal ini,
Anda harus tidak memiliki keraguan apapun. Jika Anda membaca Mantra pada
kewenangan diri sendiri tanpa melalui guru (Upādhyāya) atau Acārya, Anda akan
mengerahkan diri dalam kesia-siaan dan tidak akan pernah memperoleh hasil
apapun."

"Kalau murid, ia harus memandang sang Acārya seperti Dia adalah sang Tiga
Permata (Ratna-trayāya) atau sang Bodhisattva dan seterusnya, karena Dia adalah
perlindungan (Śarana) yang mampu menganugerahkan [Dharma itu], dan untuk
semua hal yang baik, Dia adalah penyebab utamanya (Hetu). Kehidupan Anda yang
sekarang akan bahagia dan akan memperoleh hasilnya di kehidupan masa depan.
Dengan mengandalkan sang Acārya, itu tidak akan menjadi lama untuk memperoleh
Anuttarā-samyaksambodhi. Untuk alasan ini, Dia [Ācārye] adalah yang sebanding
dengan Buddha, dan oleh karena itu Anda menjadi murid-Nya. Jika, dalam melayani
sang Acārya, Anda tanpa lalai dan menerapkan diri sendiri dengan tanpa kesalahan,
maka Vidya-rāja dan Vidya-rājñī yang telah dianugerahkan kepada Anda akan
mendatangkan Siddhi. Untuk hal ini, tiada keraguan apapun."

18
BAB IV
Mantra yogin-laksana (ciri-ciri sang praktisi Mantra)

"Selanjutnya, Saya sekarang akan menjelaskan ciri-ciri cara dari praktek yang mana
Dia yang membaca Mantra dengan cepat memperoleh keberhasilan. Dia murni di
dalam tiga kegiatan [dari tubuh, ucapan, dan pikiran]; Pikirannya tidak bingung;
Dahulu kala, Dia telah dengan tidak terhalangi selalu mengolah kebijaksanaan
(Prajña); Mampu menyelenggarakan satu ritual (Eka-dharma), Dia menyelesaikan
semua cara dari hal-hal; Dia juga terbebas dari kekikiran; Kata-kata yang diucapkan-
Nya tanpa halangan; Dia tanpa rasa takut di dalam rombongan; Perbuatan-Nya
terselesaikan dengan cepat; Selalu mempraktekkan kesabaran (Kshānti); Terbebas
dari pujian; Tanpa penyakit apapun; Dia selalu mempraktekkan ucapan yang jujur;
Sepenuhnya memahami persoalan ritual; Berusia muda; Organ indera dan anggota
tubuh-Nya semuanya bagus; Selalu berkeyakinan pada Tiga Permata (Ratna-
trayāya); Dia mempraktekkan Sutra Kendaraan Besar yang agung (Arya-Mahāyāna-
Sūtra); Dan Dia tidak menyimpan pikiran tentang mundur dari pahala kebajikan
yang baik (Kuśala-guna) - Orang yang seperti itu akan cepat memperoleh
keberhasilan."

"Selalu menghormati Bodhisattva dan Mantra, dan membangkitkan belas kasih yang
besar kepada para makhluk hidup - Orang yang seperti itu akan cepat memperoleh
keberhasilan."

"Dia selalu menikmati keheningan yang tenang dan tidak menginginkan keramaian
orang banyak; Terus-menerus mempraktekkan ucapan yang benar dan secara batin

19
menerapkan dirinya sendiri pada menjaga kemurnian - Orang yang seperti itu akan
cepat memperoleh keberhasilan."

"Jika Dia mendengar kekuatan yang agung dan kekuasaan dari Vajradhāra
Bodhisatva, Dia akan saat mendengarnya, memiliki keyakinan yang sungguh dan
bergembira di dalam hatinya - Orang yang seperti itu akan cepat memperoleh
keberhasilan."

"Jika Orang yang memiliki nafsu keinginan yang sedikit dan yang mengetahui
kepuasan, membaca Mantra dan mengingat dengan tidak henti-hentinya siang dan
malam yang Dia cari, Orang yang seperti itu akan cepat memperoleh keberhasilan."

"Jika saat mendengar ritual Mantra untuk pertama kalinya, bulu rambutnya berdiri
semua dan hatinya menari bergembira, Orang yang seperti itu adalah bejana Dharma
untuk keberhasilan."

"Jika Orang, dirinya sendiri, melihat Siddhi di dalam mimpinya sama seperti yang
digambarkan di dalam Sutra, dan jika pikirannya mencintai keheningan yang tenang
dan Dia tidak tinggal berdiam bersama dengan orang lain, Orang yang seperti itu
akan cepat memperoleh keberhasilan."

"Lagi, jika Orang memuja Acārya sama seperti terhadap sang Buddha, Orang yang
seperti itu akan cepat memperoleh keberhasilan."

"Jika Orang yang telah membaca Mantra selama waktu yang panjang tanpa hasil

20
apapun, namun tidak meninggalkannya, melipatgandakan ikrar masa lalunya, dan
lebih lanjut meningkatkan usahanya hingga Dia berhasil, Orang yang seperti itu akan
cepat memperoleh keberhasilan."

BAB V
Pārsada-laksana (ciri-ciri Teman)

"Selanjutnya, Saya sekarang akan menjelaskan ciri-ciri dari rekannya. Dia dihiasi
dengan pahala kebaikan; Dilahirkan di keluarga mulia; Selalu menginginkan
Saddharma dan tidak melakukan apapun yang berlawanan dengan Dharma; Dia juga
memiliki keyakinan yang mendalam dan terbebas dari semua ketakutan; Tidak
mundur dari usahanya; Dengan penuh hormat mempraktekkan sang ajaran yang
patut dihormati; Dia selalu mempraktekkan ucapan yang penuh kebenaran; Organ
indera dan anggota tubuh-Nya semuanya bagus dan, Dia tidak memiliki penyakit
fisik; Dia tidak terlalu tinggi, tidak terlalu pendek, tidak terlalu gemuk, tidak terlalu
kurus, tidak terlalu gelap juga tidak terlalu terang, Dia terbebas dari semua cacat itu.
Orang yang seperti itu adalah rekan yang berkebajikan."

"Dia mampu menanggung penderitaan; Sepenuhnya mengerti Mantra, tata cara puja
Mandala, dan aturan-aturan lainnya; Selalu mengolah tingkah laku yang murni
(Brahma-caryā); Dia berhubungan dengan semua hal; Kata-kata yang diucapkan-
Nya lembut dan membuat orang ingin mendengar-Nya; Dia terbebas dari semua
kesombongan diri (Ātma-māna); Memiliki ingatan yang baik dan tidak melupakan
apapun; Dengan penuh hormat mempraktekkan setiap ajaran dan tidak berdalih;
Merupakan yang sangat terpelajar (Bahu-śrūta) dan yang bijaksana (Prajña);
Memiliki pikiran cinta kasih (Maitri-citta) dan tidak marah; Selalu berpikir untuk
21
member (Dāna); Sepenuhnya mengerti bagaimana membedakan Mantra dari
Vidyarāja; Dia selalu membacanya dan Mantra yang dibacanya adalah yang sama
seperti yang di praktekkan oleh Acārya; Dan, Dia juga berpengalaman dalam ritual
dari mengikat perbatasan (Sīmā-bandha), perlindungan tubuh (Kāya-pāla), dan
seterusnya; Jika Anda memperoleh Rekan yang seperti itu, akan cepat mencapai
keberhasilan."

"Dia memiliki disiplin-sila yang baik di dalam tiga kegiatan (dari tubuh, ucapan,
pikiran); Sebelumnya, Dia telah memasuki Mandala dibawah bimbingan Guru; Dia
telah berlindung di dalam ajaran Buddha (Buddha-śāsana) dan tidak mengolah
praktek Mara; Dia mengenal dengan baik tata cara yang diperlukan oleh Acārya dan
tidak menunggu perkataan petunjuk, tapi mengetahui waktu [yang tepat] untuk
apapun yang dicari dan bertindak dengan tepat; Orang yang terberkahi seperti itu
adalah Rekan yang unggul."

"Dia memiliki tubuh dan pikiran yang sehat, tanpa penderitaan batin, teguh dan
tegas, dan sampai akhir tidak memiliki pikiran untuk mundur. Jika Anda
memperoleh Rekan yang seperti itu, akan cepat mencapai keberhasilan."

"Dia tidak menimbulkan kemelekatan yang tamak terhadap keuntungan yang besar.
Orang yang terberkahi dengan kebajikan seperti itu digambarkan sebagai Rekan
yang unggul."

"Terhadap praktisi, pikiran-Nya juga tanpa ingin meninggalkan. Jika Anda ingin
menyelenggarakan berbagai jenis obat dan seterusnya, Dia akan bertindak sebagai
pembantu yang sangat kuat dan tidak akan meninggalkan aturan suci yang spontan.

22
Orang yang terberkahi dengan kebajikan seperti itu digambarkan sebagai Rekan
yang unggul."

"Dia tidak menginginkan apapun dari praktisi; Selama belum mencapai penyelesaian
dari Siddhi, Dia tidak akan pernah menyerah; Bahkan jika bertahun-tahun akan lewat
dengan tiada Siddhi, Dia tidak akan pernah menyimpan pikiran untuk menyerah;
Bahkan jika ada penderitaan yang besar dan kesulitan lainnya yang menyiksa tubuh
dan pikiran-Nya, Dia akan tetap tidak menyerah. Orang yang terberkahi dengan
kebajikan seperti itu digambarkan sebagai Rekan yang unggul."

"Jika Dia memiliki berbagai macam tingkah laku yang berbudi luhur seperti itu, Dia
akan cocok untuk menyelesaikan perbuatan yang tertinggi dan terunggul. Namun
bahkan jika Dia tanpa kebajikan itu dan hanya berpengalaman di dalam aturan untuk
keberhasilan dengan Mantra dan juga sepenuhnya memahami Mandala, memiliki
kebijaksanaan yang mulia dan cerdas beserta pahala kebaikan tambahan, dan sangat
mahir dalam membacanya [Mantra], Rekan yang seperti itu juga mampu
menyelesaikan perbuatan yang tertinggi dan terunggul."

"Dikarenakan oleh keinginannya untuk menyelesaikan perbuatan yang tertinggi dan


terunggul, Rekan yang berkebajikan ini akan menyelenggarakan bersama dengan
pembaca selama setengah bulan sekaligus Abhiseka, Homa, wewangian, bunga, dan
lampu di persiapkan menurut peristiwa, dan tata cara yang lainnya untuk
perlindungan dan pemilihan [tempat] : Dia harus membantu saat kebutuhan
muncul."

"Tidak hanya Dia membantu di dalam penyelenggaraan ritual itu, jika sang pembaca

23
membuat kelalaian, Rekan yang berkebajikan itu akan menegurnya dengan alasan
yang berdasarkan ajaran Sutra tentang akibatnya bahwa harus tanpa kelalaian, dan
Dia juga akan mengungkapkan kepadanya secara terperinci alasan untuk ini. Orang
yang terberkahi seperti itu adalah Rekan yang paling unggul."

"Jika pada saat pembacaan harian, atau ketika sedang menyelenggarakan perbuatan
[ritual], sang praktisi pada waktu tertentu melupakan sesuatu, Rekannya yang
berkebajikan akan membantunya untuk mengerjakannya sesuai yang dianggap
cocok dan membuat segala sesuatu dalam keadaan siap. Ketika [sang praktisi] ingin
menyelesaikan ritual obat, [sang Rekan] akan selalu memegang obat itu di tangan-
Nya atau menggunakan batang rumput untuk menggenggamnya. Walaupun tugas di
dalam ritual pembacaan mungkin banyak, [sang Rekan] tidak akan pernah lalai."

"Ketika sang praktisi ingin untuk menyelesaikan pembacaan, Rekannya akan berdiri
di sampingnya, memeriksa untuk mengetahui apakah sang praktisi telah lelah
membaca, atau khawatir bahwa dia mungkin telah lupa untuk menyelenggarakan
ritual untuk membubarkan para dewata, ritual untuk menempatkan tasbih (mālā),
atau beberapa ritual yang lainnya, dan jika Dia melihat dia melupakan sesuatu, Dia
akan membantunya untuk mengerjakannya."

"Sang Rekan itu harus selalu membaca dan memuja, dan perbuatan yang Dia
laksanakan menghasilkan pahala kebajikan, semuanya disalurkan kepada mereka
yang membaca Mantra, mengabulkan keinginan mereka. Jika petunjuk akan
diberikan, [sang praktisi] berbicara hanya dengan Rekan, sedangkan untuk
menyelesaikan perbuatan tertinggi, lebih dari satu Rekan adalah dibolehkan, [dalam
hal ini para Rekan itu] berbicara satu sama lain untuk memastikan bahwa tidak ada

24
ketidaksesuaian diantara Mereka. Makanan dari sang Rekan itu adalah sama dengan
yang dimiliki sang praktisi, dan makanan dari sang praktisi sesuai dengan aturan
yang telah ditentukan."

"Mereka yang terberkahi seperti itu cocok untuk menjadi Rekan untuk perbuatan
yang tertinggi dan terunggul. Pahala kebajikan dari Rekan yang ketiga adalah juga
sama seperti yang dijelaskan itu."

BAB VI
Āsthāna-varana (pemilihan tempat)

"Selanjutnya, Saya akan menjelaskan tempat untuk membaca Mantra dan untuk
keberhasilan. Di tempat manakah yang Anda huni agar bisa cepat memperoleh
keberhasilan? Tempat dimana sang Buddha mencapai Anuttarāh Samyaksambodhi
dan mengalahkan tentara dari empat Mara (catvāro-mārāh-sainya) adalah yang
terbaik, dan Anda akan cepat memperoleh keberhasilan."

"Karena tidak ada rintangan di tepi sungai Nairañjanā, Anda akan cepat memperoleh
Siddhi di tempat itu; Bahkan jika ada rombongan Māra disana, mereka tidak akan
bisa mengakibatkan gangguan apapun, dan diantara hal-hal yang Anda cari disana,
tiada yang tidak tercapai. Di tempat yang seperti itu, Anda akan cepat memperoleh
Siddhi."

"Sebagai kemungkinan yang lainnya, di tempat dimana sang Buddha memutar Roda

25
Dharma (Dharma-cakra-pravartana), atau di kota Kuśina, tempat Nirvāna sang
Buddha, atau di kota Kapila, dimana sang Buddha lahir. Keempat tempat itu adalah
yang terbaik, dan karena tiada rintangan yang mengganggu, Anda pasti memperoleh
keberhasilan di dalam tiga jenis Siddhi."

"Sebagai kemungkinan yang lainnya, di tempat-tempat yang unggul yang dikatakan


oleh para Buddha, atau di tempat-tempat yang unggul yang dikatakan oleh para
Bodhisattva, di tempat delapan stupa yang besar (asta-maha-sthana-caitya), atau di
gunung-gunung yang terkenal dengan banyak pohon, buah-buahan yang berlimpah,
dan mata air yang mengalir. Tempat-tempat seperti itu adalah yang dikatakan
sebagai tempat-tempat yang unggul."

"Atau, di dalam hutan (aranya) yang dengan banyak bunga dan buah, dengan air
yang mengalir, dan yang disukai oleh orang-orang. Tempat seperti itu adalah yang
dikatakan sebagai tempat yang unggul."

"Atau, mungkin ada aranya yang dengan banyak rusa yang tidak diburu oleh orang,
dan tanpa hewan buas pemangsa seperti beruang, harimau, dan serigala. Tempat
seperti itu adalah yang dikatakan sebagai tempat yang unggul."

"Atau, tempat yang tidak terlalu dingin maupun juga tidak terlalu panas, yang
disukai oleh orang-orang, dan yang menyenangkan pikiran mereka. Tempat seperti
itu adalah yang dikatakan sebagai tempat yang unggul."

"Atau, di samping gunung, di atas puncak gunung, di atas bukit yang sunyi, atau di

26
atas lereng gunung yang juga memiliki air. Tempat-tempat seperti itu adalah yang
dikatakan sebagai tempat-tempat yang unggul."

"Ada juga tempat yang unggul, dimana ada rerumputan hijau yang menutupi
permukaan tanah dan ada banyak pohon dan bunga, termasuk kayu pohon yang
cocok untuk pelaksanaan Homa. Tempat seperti itu adalah yang dikatakan sebagai
tempat yang unggul."

"Atau di depan Stupa yang mengabadikan Śārira, atau di tempat di dalam gunung
yang mengabadikan Śārira, atau disamping sungai [misal gangga], atau tempat
dimana ada aranya yang diperindah dengan berbagai macam pepohonan dan tidak
ada banyak orang, atau di pemakaman dimana asap tidak pernah berhenti, atau di
tepi sungai besar, atau disamping kolam besar, atau tempat dimana dahulu ada
banyak sapi, atau di kaki pohon besar yang sunyi dimana ada deva tinggal berdiam
dan yang selalu di dalam naungan, atau kuil tunggal dari banyak desa, atau
disamping lintasan jalan yang besar, atau disamping kolam dari Naga. Tempat-
tempat seperti itu adalah yang dikatakan sebagai tempat-tempat yang unggul."

"Atau, negeri-negeri yang dikunjungi oleh sang Buddha selama perjalanan-Nya. Di


dalam tempat-tempat seperti itu, Anda akan cepat memperoleh keberhasilan."

"Jika ada negara dimana empat kelompok pemuja (Bhiksu - Bhiksunī - Upāsaka -
Upāsikā) memiliki keyakinan yang dalam pada sang Tiga Permata (Buddha -
Dharma - Sangha) dan menjunjung tinggi Saddharma, di dalam tempat seperti itu
Anda akan cepat memperoleh keberhasilan."

27
"Lagi, jika ada negara yang dengan banyak orang baik yang semuanya diberkahi
dengan belas-kasih, di dalam tempat seperti itu Anda akan cepat memperoleh
keberhasilan."

"Ketika Anda memperoleh satu dari tempat-tempat yang sangat unggul ini, Anda
harus menyingkirkan sampah, pecahan, kerikil, dan benda-benda lainnya dari
permukaan tanah itu. Semua hal ini akan dijelaskan secara lengkap di bagian
Mandala."

"Dalam penyesuaian dengan ritual untuk Siddhi, Anda harus secara tepat
membedakan tempat untuk Tiga Keluarga (Buddha, Padma, Vajra), dan Anda juga
harus membedakan antara ritual Śāntika, Paustika, dan Abhicārika. Juga, untuk tiga
ritual ini, Anda juga harus membedakan antara pencapaian yang lebih tinggi, yang
menengah, dan yang lebih rendah."

"Di dalam tempat seperti itu, mengikuti apa yang tampak benar pada pikiran, maka
Anda harus mengoles [dengan gomayī ( kotoran/taik sapi )], memercik [dengan air
parfum], menyapu, dan menyelenggarakan berbagai macam perbuatan [ritual],
dimana setelah itu Anda akan cepat memperoleh keberhasilan di dalam ritual untuk
Siddhi."

Untuk ritual dengan gomayī dapat dipelajari dari dua link Sutra dibawah ini :
[1] suramgama-usnisa-sitatapatra-mahayana-suttram

[2] arya-maha-vairocana-abhisambodhi-vikurvit-adhisthana-vaipulya-sutrendraraja

28
BAB VII
Mematuhi Aturan (Niyamānugacchati)

"Selanjutnya, Saya akan menjelaskan secara terperinci aturan yang mengendalikan


pembacaan Mantra. Jika Anda tinggal berdiam melalui aturan ini, itu tidak akan lama
sebelum Anda memperoleh Siddhi."

"Jika orang yang bijaksana akan membaca Mantra, Dia pertama harus meninggalkan
kemarahan. Juga Dia tidak menghasilkan kemarahan terhadap para dewa yang jahat,
juga Dia tidak mempunyai kemarahan terhadap para pembaca Mantra dari golongan
yang lain. Dia harus tidak membeda-bedakan Mantra yang dikuasainya sehubungan
dengan pahala kebaikan dan aturannya. Dia harus memberikan perlindungan dalam
menghadapi orang-orang durjana jahat. Mengapa? Karena mereka bisa menghalangi
persoalan yang penting dan mencelakai Dia. Bahkan jika Dia melihat kesalahan pada
Acārya-nya, tiga kegiatannya (dari tubuh, ucapan, pikiran) tidak akan menghasilkan
sikap sombong, mulutnya tidak akan membicarakan berbagai jenis yang benar dan
yang salah, dan pikirannya tidak akan pernah memikirkan kesalahan-Nya (dari
Acārya-nya). Bahkan jika terdapat kesalahan, Dia tidak membicarakannya, dan
apalagi jika Dia mematuhi Dharma. Bahkan jika orang lain bermaksud jahat, Dia
tidak akan pernah membalas, juga tidak Dia mengikat vidyārāja melalui Mantra
sehari-harinya dan menyebabkan luka atau memberikan hukuman yang sengit, juga
tidak Dia menyelenggarakan ritual untuk mengalahkan musuh."

"Jika ada orang yang belum menerima Mantra dari Acārya, Anda harus tidak
memberikan kepadanya untuk dibaca, juga, orang yang tidak memiliki hormat untuk
29
Tiga Permata adalah Tīrthika. Jika ada orang yang telah menerima Mantra dari
Acārya namun telah mundur dari cita-cita aslinya, Anda juga harus tidak
memberikan kepadanya, juga tidak boleh Anda memberikan kepadanya Mudra,
Mantra, ritual kemanjuran, atau ritual yang biasa. Anda juga harus tidak memberikan
kepada mereka yang masih belum memasuki Mandala."

"Anda harus tidak melompati setiap makhluk hidup, baik yang berkaki dua ataupun
yang banyak kaki. Anda harus tidak melangkahi lambang di permukaan lantai, yaitu,
palu, roda (cakra), tongkat, tongkat raja, keong besar (sankha), vajra, dan seterusnya,
juga tidak melangkahi apa yang di tandai dengan tali. Anda harus tidak melangkahi
berbagai macam tanaman obat, akarnya, batangnya, daunnya, atau buahnya, juga
harus tidak membuangnya di tempat yang tidak bersih."

"Jika Anda ingin berhasil di dalam ritual Mantra, Anda harus patuh pada aturan dan
tidak menentang arti yang benar dari Mahāyāna. Jika Anda mendengar praktek
Bodhisattva yang mendalam, yang luar biasa, dan yang tidak terbayangkan, Anda
harus menimbulkan keyakinan yang sejati dan tidak menyimpan pikiran ragu
apapun. Orang yang melafalkan Mantra harus tidak mengadu kemanjurannya
dengan pelafal yang lain, juga harus tidak menyelenggarakan ritual penaklukkan
karena beberapa pelanggaran yang kecil."

"Orang yang menginginkan keberhasilan harus tidak bernyanyi atau bersenang-


senang, juga tidak berdandan atau memakai kalung karangan bunga demi menghias
diri. Lagi, jangan menari dimana-mana dan jangan bermain-main mengapung di
sungai. Dalam istilah, Anda harus tidak melakukan perbuatan biadab dengan tubuh.
Anda harus tidak melakukan perbuatan yang tidak baik dengan ucapan, seperti
ucapan bohong, ucapan dari pikiran kotor, yang memisahkan kerukunan, dan ucapan
30
menyerang dan caci maki; ketika jawaban dibutuhkan, jangan menggunakan terlalu
banyak kata, dan jangan pernah memuaskan diri di dalam pembicaraan yang tidak
berguna. Lagi, jangan tinggal berdiam bersama dengan tirthika atau berdebat dengan
mereka, jangan berbicara dengan candāla (orang tidak bermoral) dan yang sejenis
mereka, dan jangan berbicara dengan orang selain rekan Anda, selama pada saat
pembacaan, jangan berbicara bahkan kepada rekan Anda. Pada waktu selain dari saat
anda sedang melakukan pembacaan, jangan berbicara dengan rekan Anda jika tidak
diperlukan begitu."

"Lagi, jangan mengusap tubuh Anda dengan minyak, dan jangan makan lima
kepedasan (panca-parivyaya), bawang, bawang putih, lobak, wijen, dan cuka, jangan
makan akar tanaman, tepung beras, kue kacang, kacang polong yang dikukus, kue
wijen, atau kue lemak. Anda harus tidak memakan setiap makanan yang disukai oleh
Vināyaka, atau sisa dari persembahan, bubur yang terbuat dari wijen, nasi yang tidak
lengket, dan kacang, atau bubur susu. Jangan naik kereta atau pelana [binatang].
Anda harus tidak memakan makanan yang telah dilangkahi maupun makanan yang
telah disentuh. Semua perlengkapan menghias tubuh seperti kaca, bunga, bedak,
salep, payung jika tidak ada alasan maka jangan digunakan. Jangan mengusap
tangan bersamaan, juga jangan mengusap kaki bersamaan [saat bersih-bersih].
Jangan kencing atau berak di perairan atau di sekitar perairan [seperti sungai atau
laut]. Jangan mengambil makanan dari dalam tangan untuk dimakan, dan jangan
menggunakan piring logam untuk makan. Hidangkan makanan di atas daun tanpa
membalikkannya. Jangan tidur di tempat tidur yang besar atau kecil, dan jangan tidur
bersama dengan orang lain. Ketika hendak tidur, istirahatkan pikiran, buatlah
menjadi tenang dan murni, lalu pergilah tidur, pikirkan kebijaksanaan. Jangan tidur
dengan wajah tertutup [seperti menghadap ranjang atau tertutup selimut] dan jangan

31
tidur dengan wajah menghadap ke atas, tapi tidurlah seperti Raja Singa (Siṃha-rāja)
berbaring di sisi kanan [seperti gaya sang Buddha tidur/memasuki nirvana]. Saat
tidur, jangan tidur dengan mata terbuka. Setiap hari jangan makan kedua kali
lagi, juga jangan tidak makan. Jangan makan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Jika
ragu pada suatu makanan, jangan memakannya. Jangan melihat pada setiap bentuk
hiburan, di tempat perkumpulan orang banyak, atau perempuan."

32