Anda di halaman 1dari 370

Suramgama Usnisa Sitatapatra Mahayana Suttram

Di terjemahkan oleh Shramana Paramiti dari India ke China di jaman Dinasti Tang

Namo Bhagavate Aksobhya Tathagata Arhate SamyakSamBuddha


Namo Bhagavate Amitabha Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
Namo Bhagavate Amoghasiddhi Tathagata Arhate SamyakSamBuddha
Namo Bhagavate Ratnasambhava Tathagata Arhate SamyakSambuddha

1
Sang wujud Di Dalam wujud itu sendiri dari dalam Gudang Tathagata

Demikianlah telah Ku dengar. Pada suatu ketika, Sang Buddha tinggal di


dalam Vihara Jetavana, dekat Sravasti, bersama dengan 1250 Bhikkhu yang
merupakan Para Arhat yang telah menyeberangi arus perpindahan. Mereka
menjunjung tinggi Ajaran-Nya dengan tegas, dapat melompati semua alam
kehidupan perwujudan dan telah mencapai tingkah laku sikap terhormat yang patut
dicontoh, yang diselenggarakan dalam penghormatan agung di seluruh Negeri.
Mereka mengikuti Sang Buddha untuk memutar Roda Hukum dan telah memenuhi
syarat untuk meneruskan Dharma-Nya. Menjadi disiplin diri, Mereka menetapkan
contoh yang baik didalam tiga dunia dimana mereka muncul didalam perubahan
wujud tubuh yang tak terhitung jumlahnya untuk mengantarkan para mahluk hidup
dan untuk menyelamatkan generasi mendatang dari kekotoran batin. Mereka
dipimpin oleh Sang Bijaksana Sariputra, Maha Maudgalyayana, Maha Kausthila,
Purna Maitrayani Putra, Subhuti, dan Upanisad.

Ada juga yang tak terhitung jumlahnya Para Pratyeka Buddha yang sejak Mereka
telah menaklukkan kebiasaan lama mereka sudah tidak memiliki sesuatu yang lebih
untuk dipelajari, namun datang ke Vihara Sang Buddha bertekad untuk mencari
Kebenaran Pokok.

Sekarang, Pertapaan musim panas baru saja selesai ketika Para Bhikkhu mencabut
kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan dan ketika Para Bodhisattva dari
sepuluh penjuru bertekad untuk menghapus sisa-sisa keraguan dan kecurigaan
Mereka, dengan takjim penuh hormat menunggu Ajaran itu didalam pencarian
2
Mereka demi makna batin esoteriknya. Dan Jadi, Sang Tathagata mengatur tempat
duduk-Nya dan duduk bersila untuk mengumumkan Ajaran yang amat sangat
mendalam itu. Dharma yang demikian menyenangkan untuk memurnikan para
kelompok yang berkumpul tidak pernah terjadi sebelumnya dan suara merdu-Nya
yang sulit ada disepuluh penjuru. Dipimpin oleh Manjusri, sejumlah Para
Bodhisattva yang tak terhitung jumlahnya seperti butiran pasir di dalam sungai
Gangga telah datang ke Tempat Suci itu.

Sementara itu, Raja Prasenajit yang sedang menjaga peringatan kematian Ayahnya
dengan mempersembahkan makanan vegetarian kepada-Nya, datang secara pribadi
untuk mengundang Sang Tathagata kedalam Istana kerajaan untuk sebuah pesta
makanan lezat terbaik dan paling langka, yang Ia juga mengundang Para Bodhisattva
Agung didalam perkumpulan. Didalam kota, para ketua dan para pemuja juga
mempersembahkan makanan kepada golongan anggota dan dengan takjim penuh
hormat menunggu kedatangan Sang Buddha.

Kelemahan Ananda - Alasan untuk Khotbah ini

Diperintahkan oleh Sang Buddha, Manjusri membawa Para Bodhisattva dan Para
Arhat ke pesta kerajaan.Ananda, namun, belum juga kembali dari keterlibatan jauh,
dan sehingga tidak berada diantara yang diundang. Dia sedang pulang kembali ke
Vihara sendirian tanpa kepala biara atau Guru, dan dengan mangkuk di tangan pergi
mengumpulkan makanan dari pintu ke pintu di kota terdekat. Dia bermaksud untuk
memanggil pertama kali dermawan yang belum memberikan makanan kepada Para
Bhikkhu di hari itu, tanpa memperhatikan apakah atau tidak dia berbudi luhur, mulia,

3
atau orang yang terbuang. Didalam praktek kasih sayang semesta-Nya, Dia tidak
secara khusus memilih orang miskin sebagai penyokong-Nya. Dia ingin menolong
semua mahluk hidup memperoleh pahala yang tidak terhitung, karena Dia telah
melihat Sang Buddha menegur Subhuti dan Mahakasyapa yang meskipun menjadi
Arhat tidak dapat menyadari pikiran semesta saat mengumpulkan makanan. Dia
sungguh sangat mengagumi Ajaran-Nya yang telah menghilangkan semua keraguan
dan kecurigaan-Nya (Ananda) dalam hal ini.

Jadi ketika Dia mencapai gerbang kota, Dia berjalan dengan pelan menyesuaikan
sikap-Nya terhadap aturan-aturan disiplin. Ketika Dia pergi mengumpulkan
makanan, Dia datang ke rumah pelacur dimana Matangi (seorang wanita kasta
rendah) yang mewarisi. Dengan cara sihir kapila, menarik Dia dekat ke tubuh wanita
sensual di tikar, sehingga Dia berada di arah pelanggaran aturan dari kehidupan suci.
Tapi Sang Buddha menyadari semua ini dan setelah pesta kerajaan, Dia kembali ke
Vihara dengan sang raja, pangeran dan para ketua yang ingin mendengar tentang
Dharma penting. Dia lalu mengirimkan keluar dari puncak Kepala-Nya Cahaya yang
cemerlang dan yang banyak warna-warni keberhasilan didalam yang memunculkan
perwujudan Buddha duduk dengan bersila diatas ribuan daun bunga teratai. Sang
Buddha lalu mengulangi Mantra yang amat sukar dipahami dan memerintahkan
Manjusri menggunakannya untuk mengatasi sihir dan membawa Ananda dengan
Matangi ke Vihara.

Belajar meditasi semua sebagai kekosongan

Ketika Ananda melihat Sang Buddha, Dia mensujudkan tubuh-Nya dengan lemah

4
di Kaki-Nya (Kaki Sang Buddha), menangis dengan sedih dan berkata bahwa,
sejak waktu tanpa awal, meskipun Dia telah banyak mendengar tentang Dharma,
Dia masih tidak sanggup mendapatkan kekuatan yang amat sukar dipahami dari
jalan kebenaran Tao. Dengan sungguh-sungguh Dia meminta Sang Buddha untuk
mengajarkan awal pendahuluan jalan bijaksana yang membantu mendapatkan
sesuatu didalam latihan samatha (kesunyian dan mengistirahatkan pikiran yang
aktif), samapatti, dan dhyana yang menyebabkan penerangan sempurna semua
Buddha di dalam sepuluh penjuru.

Ada juga hadir sejumlah besar Para Bodhisattva seperti butiran pasir yang tak
terhitung di dalam sungai Gangga, dan Para Arhat dan PratyekaBuddha agung
yang telah datang ingin mendengar tentang Dharma itu. Mereka semua menunggu
dengan diam dan dengan penuh hormat demi Ajaran Suci itu.

Menghapus lima kumpulan dan delapan kesadaran untuk menampakkan


ketidaknyataan dari diri

Menyelidiki kedalam pikiran salah untuk menghapuskan dua kumpulan pertama


dan lima kesadaran pertama

Sang Buddha berkata kepada Ananda: 'Kamu dan Saya adalah kerabat dekat.'
Beritahukan kepada Saya apa yang Kamu lihat didalam perkumpulan ketika Kamu
membuat pikiran Kamu untuk memberikan semua perasaan duniawi dari kasih
sayang dan cinta (untuk mengikuti Saya)?

Ananda menjawab : 'Saya melihat 32 ciri-ciri yang sangat baik dan bentuk Tubuh
5
Buddha yang bersinar seperti Kristal. Saya berpikir bahwa semua ini tidak bisa
hasil dari keinginan dan cinta, untuk keinginan menciptakan kotoran busuk dan
berbau busuk seperti nanah dan darah yang bercampur aduk dan tidak dapat
menghasilkan kecemerlangan yang menakjubkan dari warna-warni Tubuh Emas-
Nya, dalam kekaguman itulah yang Saya mencukur Kepala Saya untuk mengikuti
Dia.'

Sang Buddha berkata : 'Ananda dan kalian semua harus tahu bahwa para mahluk
hidup, sejak waktu tanpa awal, telah dikenakan kelahiran dan kematian yang terus
menerus karena mereka tidak tahu pkiran benar permanen (tetap tidak berubah) yang
zatnya adalah oleh alami, murni dan cerah cemerlang. Mereka telah mengandalkan
pada pemikiran salah yang tidak nyata sehingga Roda Samsara (dunia kelhiran dan
kematian) berputar. Sekarang jika Anda ingin mempelajari Penerangan Bodhi
tertinggi yang tak tertandingi untuk menyadari sifat terang alami ini, Kamu harus
menjawab pertanyaan-pertanyaan Saya dengan jujur. Semua Buddha di dalam
sepuluh penjuru menginjak jalan yang sama untuk melarikan diri dari kelahiran dan
kematian karena Pikiran-Pikiran Jujur Mereka, dengan Pikiran Jujur yang sama dan
kemampuan bicara yang sama dari awal hingga selesai tanpa jejak kebengkokan.

Ananda, ketika Kamu mengembangkan Pikiran itu karena 32 ciri-ciri Buddha yang
sangat baik, beritahukan Saya apa yang terlihat dan mencintai Mereka.'

Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, cinta Saya datang dari penggunaan
pikiran Saya, mata Saya melihat dan pikiran Saya mengagumi Mereka, sehingga itu
ditetapkan pada melepaskan kelahiran dan kematian.'

6
Sang Buddha melanjutkan : 'Seperti yang baru saja Kamu katakan, cinta Kamu
disebabkan oleh pikiran dan mata Kamu tapi jika Kamu tidak tahu dimana pikiran
dan mata Kamu sebenarnya, Kamu tidak akan pernah mampu menghancurkan
angan-angan. Sebagai contoh, ketika negara itu dijajah oleh penjahat, sang Raja,
sebelum mengirim tentaranya untuk menghancurkan mereka, pertama-tama harus
tahu dimana mereka berada. Itu yang menyebabkan Kamu berpindah tanpa
gangguan, datang dari cela cacat didalam pikiran dan mata Kamu. Sekarang
beritahukan Saya dimana pikiran dan mata Kamu berada.'

Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, semua mahluk hidup terlahir dalam
dunia melalui sepuluh jenis kelahiran berpendapat bahwa pikiran yang mengetahui
ini ada didalam tubuh. Saat Saya melihat mata berwarna teratai biru dari Sang
Buddha, Saya melihat bahwa Mereka (Mata Sang Buddha) ada di Wajah-Nya (ada
di Wajah Sang Buddha). Oleh karena itu, pemahaman Saya bahwa mata Saya ada di
wajah Saya sementara pikiran saya yang mengetahui ada didalam tubuh Saya.'

Sang Buddha bertanya : 'Sekarang Kamu duduk didalam ruangan ini, dimana Kamu
melihat taman Jetavana?'

Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, ruangan besar ini ada didalam taman
Jetavana yang, oleh karena itu, diluar ruangan.'

Sang Buddha bertanya : 'Apa yang pertama Kamu lihat didalam ruangan ini?'

7
Ananda menjawab : 'Yang dimuliakan dunia, dalam ruangan ini, Saya pertama
melihat Sang Tathagata, lalu Perkumpulan, dan hanya ketika melihat luar Saya
melihat taman itu.'

Sang Buddha bertanya : 'Ketika Kamu melihat Taman itu, apa yang menyebabkan
Kamu untuk melakukannya?'

Ananda menjawab : 'Itu karena pintu dan jendela terbuka bahwa Saya, meskipun
duduk didalam ruangan ini, lihat taman itu diluar.'

Sang Buddha lalu membentangkan Lengan Emas Warna-Warni-Nya dan menyentuh


Kepala Ananda dengan Tangan-Nya, berkata : 'Ada sebuah samadhi (ketenangan
dalam yang terbebas dari semua perasaan luar yang merupakan pendahuluan
pencapaian Ke-Buddhaan.) yang bernama "Semua Yang Mencakup Surangama
(Yang tahan lama dan tidak dapat dihancurkan) ", sebuah pintu gerbang melalui yang
Semua Buddha didalam sepuluh penjuru capai ke Jalan Agung Yang Menakjubkan.
Ananda, dengarkan dengan penuh perhatian sekarang.'

Ananda mensujudkan diri-Nya di Kaki Sang Buddha dan berlutut untuk menerima
Pengajaran Suci.

Sang Buddha berkata : 'Jika Kamu benar bahwa, sambil duduk dalam ruangan ini,
Kamu melihat taman diluar melalui pintu dan jendela yang terbuka akan mungkin

8
bagi seseorang yang sedang duduk disini untuk hanya melihat hal-hal diluar tanpa
melihat Sang Buddha didalam.'

Ananda menjawab : 'Orang tidak dapat melihat hutan belukar kecil dan sungai diluar
tanpa melihat Sang Buddha disini.'

Sang Buddha berkata : 'Ananda, itu sama dengan Kamu (Jika pikiran Kamu tidak
tertipu) Maka akan menjadi jelas tentang semua ini. Namun, jika pikiran
berpengetahuan Kamu sungguh didalam tubuh Kamu, Kamu pertama harus jelas
tentang segala sesuatu di dalamnya. Kamu harus, oleh karena itu, melihat segala
sesuatu di dalam tubuh Kamu sebelum hal-hal diluar dari itu. Bahkan jika Kamu
tidak dapat melihat jantung, hati, limpa, dan perut Kamu, setidaknya Kamu harus
jelas tentang kuku dan rambut Kamu yang bertumbuh, tentang itu yang bergerak
sepanjang syaraf-syaraf Anda dan denyutan dari pembuluh darah Anda. Mengapa
Kamu tidak jelas tentang semua ini? Jika Kamu tidak melihat hal-hal yang di dalam,
bagaimana Kamu dapat melihat itu diluar? Oleh karena itu, pendapat Anda bahwa
pikiran berpengetahuan Kamu ada didalam tubuh Kamu adalah tak beralasan.'

Ananda membungkuk dan berkata : 'Setelah mendengar Suara Dharma Buddha,


Saya sekarang mengerti bahwa pikiran Saya adalah sungguh diluar dari tubuh Saya.
Misalnya, sebuah lampu harusnya menyala menerangi segala sesuatu didalam
ruangan sebelum halaman luar melalui pintu yang terbuka. Jika Saya tidak melihat
apa yang ada didalam tubuh Saya tapi melihat hal-hal diluarnya, ini seperti sebuah
lampu yang diletakkan diluar ruangan yang tidak dapat menerangi apa yang ada
didalamnya. Hal ini menjadi begitu jelas bahwa tidak mungkin diragukan lagi,
apakah Saya masih salah tentang apa yang Sang Buddha maksudkan?'

9
Sang Buddha berkata : 'Semua Bhikkhu yang mengikuti Saya ke Sravasti untuk
mengumpulkan makanan dan sekarang telah kembali ke taman Jetavana. Saya telah
mengambil makanan Saya, tapi sebagaimana seorang Bhikkhu masih sedang makan,
apakah semua himpunan masyarakat cukup makan?'

Ananda menjawab : 'Tidak, Yang dimuliakan dunia, meskipun Mereka Arhat,


Mereka tidak memiliki tubuh yang sama atau rentang kehidupan yang sama maka
bagaimana bisa seorang yang dengan makan menyebabkan semua yang lainnya
memuaskan rasa lapar mereka?'

Sang Buddha berkata : 'Jika pikiran berpengetahuan milik Kamu adalah diluar dari
tubuh Kamu, keduanya terpisah. Jadi ketika pikiran Kamu mengetahui sesuatu,
tubuh Kamu tidak seharusnya merasakannya dan ketika tubuh Kamu merasakan
sesuatu, pikiran Kamu seharusnya tidak menyadarinya. Sekarang saat Saya
memperlihatkan Tangan Saya kepada Kamu, ketika mata Kamu melihat-Nya
(Tangan Sang Buddha), apakah pikiran Anda memahami-Nya (memahami Tangan
Sang Buddha) ?'

Ananda menjawab : 'Ya, Yang dimuliakan dunia, pikiran Saya memahami-Nya.'

Sang Buddha berkata : 'Jika demikian, bagaimana bisa pikiran Kamu diluar dari
tubuh? Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa pikiran yang berpengetahuan dan
yang memahami milik kamu berada diluar tubuh Kamu adalah tak beralasan.'

10
Ananda berkata : 'Yang dimuliakan dunia, seperti yang Anda telah katakan, Jika
pikiran Saya tidak melihat apa yang ada didalam tubuh Saya, itu tidak ada
didalamnya, dan jika tubuh dan pikiran Saya saling mengenal, mereka tidak terpisah
dan pikiran Saya adalah, oleh karena itu, tidak diluar dari tubuh Saya. Sekarang
setelah berpikir tentang ini, Saya tahu dimana pikiran Saya berada.'

Sang Buddha bertanya : 'Dimana itu?'

Ananda menjawab : 'Karena pikiran berpengetahuan dari Saya tidak melihat apa
yang ada didalam tubuh Saya tetapi dapat melihat hal-hal diluar, Saya pikir itu
tersembunyi didalam organ indera perasaan Saya. Misalnya, Jika seseorang menutup
matanya dengan sebuah mangkok kristal, yang terakhir itu tidak menghalangi organ
indera perasaan ini, yang hanya mengikuti indera penglihatan untuk membedakan
semua hal yang terlihat. Jadi jika pikiran berpengetahuan Saya tidak melihat apa
yang ada didalam tubuh, itu karena itu ada didalam organ indera perasaan dan jika
itu melihat dengan jelas apa yang ada diluar tanpa terhalangi,
itu karena dia tersembunyi didalam organ tersebut.'

Sang Buddha bertanya : 'Seperti yang baru Kamu katakan, pikiran tersembunyi
dalam cara yang sama dengan mata yang tertutup oleh mangkok kristal : sekarang
ketika seorang menutup matanya demikian dan melihat gunung dan sungai, apakah
orang juga melihat mangkok itu?'

11
Ananda menjawab : 'Ya, Yang dimuliakan dunia, orang juga melihat mangkok itu.'

Sang Buddha berkata : 'Jika pikiran Kamu seperti mangkok Kristal itu, ketika Kamu
melihat gunung dan sungai, mengapa Kamu tidak melihat mata Kamu sendiri? Jika
Kamu tahu mereka seharusnya ada diluar dan tidak seharusnya mengikuti indera
penglihatan Kamu. Jika mereka tidak bisa dilihat, bagaimana bisa Kamu katakan
bahwa pikiran yang berpengetahuan ini tersembunyi di dalam organ indera perasaan,
seperti mata yang ditutupi mangkok kristal? Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa
pikiran berpengetahuan milik kamu berada tersembunyi didalam organ indera
perasaan adalah tak beralasan.'

Ananda bertanya : 'Yang dimuliakan dunia, Saya sekarang berpikir tentang isi perut
yang tersembunyi di dalam tubuh dan tentang lubang-lubang di atas permukaannya.
Oleh karena itu, dimana ada persembunyian disana ada kegelapan dan dimana ada
pembukaan disana ada cahaya. Karena Saya sekarang dihadapan Sang Buddha, Saya
membuka mata Saya dan melihat dengan jelas dan ini dinamakan penglihatan luar,
dan ketika Saya menutup mata, Saya hanya melihat kegelapan, dan ini dinamakan
penglihatan dalam. Apa yang Sang Buddha pikirkan tentang hal ini?'

Sang Buddha berkata : 'Ketika Kamu menutup mata Kamu dan melihat kegelapan,
apakah kegelapan ini berhadapan dengan mata Kamu atau tidak? Jika iya, itu adalah
didepan mereka, maka bagaimana bisa ini menjadi penglihatan dalam? Bahkan jika
sungguh ada penglihatan dalam seperti itu, ketika Kamu duduk di ruangan yang
gelap tanpa cahaya dari matahari, bulan, atau lampu, kegelapan ini harusnya juga
ada didalam isi perut Kamu. jika itu tidak berhadapan dengan mata Kamu,

12
bagaimana bisa ada penglihatan? Sekarang mari Kita lupakan yang Kamu sebut
penglihatan luar dan menganggap bahwa ada penglihatan dalam, maka ketika Kamu
menutup mata Kamu dan hanya melihat kegelapan, yang Kamu sebut melihat apa
yang ada di dalam tubuh Kamu, mengapa ketika Kamu membuka mata dan melihat
dengan jelas, Kamu tidak melihat wajah Kamu? Jika Kamu tidak, tidak ada
penglihatan dalam itu. Sekarang anggaplah bahwa Kamu dapat melihat wajah Kamu,
pikiran berpengetahuan dan organ penglihatan Kamu seharusnya ada didalam udara,
maka bagaimana bisa ada penglihatan dalam? Jika mereka berada di udara, mereka
seharusnya bukan milik tubuh Kamu, dan Sang Buddha yang sekarang melihat
wajah Kamu, seharusnya adalah tubuh Kamu juga. Jadi ketika mata Kamu melihat
sesuatu, tubuh Kamu seharusnya tidak memiliki perasaan lagi, Jika Kamu
bersikeras bahwa baik tubuh dan pikiran Kamu memiliki perasaan yang terpisah,
harusnya ada dua tanggapan terpisah dan kemudian tubuh Kamu harusnya menjadi
dua Buddha. Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa melihat kegelapan adalah
penglihatan dalam adalah tak beralasan.'

Ananda berkata : 'Saya selalu mendengar Sang Buddha saat sedang mengajar
biarawan, biarawati, dan umat pemuja laki-laki dan perempuan berkata : "Ketika
pikiran membangkitkan semua macam hal diciptakan, dan kemudian semua jenis
dari pikiran muncul." Saya sekarang berpikir bahwa zat dari pikiran Saya adalah
sifat alami dari pikiran yang muncul ketika itu bersatu dengan luar dan yang bukan
didalam atau bukan diluar atau bukan juga diantara.'

Sang Buddha berkata : 'Kamu baru saja mengatakan bahwa karena rangkaian
peristiwa yang dapat diamati (fenomena) tercipta, semua jenis dari pikiran muncul
ketika bersatu dengan mereka (bersatu dengan fenomena). Jadi pikiran ini tidak

13
memiliki zat dan tidak dapat bersatu dengan apapun. Jika itu yang tidak memiliki
zat dapat bersatu dengan luar, ini adalah persatuan dari dunia ke 19 dari indera
dengan fakta indera ke 7. Ini adalah omong kosong belaka. Jika pikiran memiliki
zat, ketika tangan Kamu menggenggam tubuh Kamu, apakah pikiran Kamu
merasakan (sentuhan) ini datang dari dalam atau luar? Jika dari dalam, Kamu
harusnya melihat apa yang ada didalam tubuh Kamu dan jika itu dari luar, kamu
harusnya melihat wajah Kamu.'

Ananda berkata : 'Itu adalah mata yang melihat dan pikiran yang mengetahui bukan
mata: mengatakan bahwa itu melihat adalah salah.'

Sang Buddha berkata : 'Jika mata dapat melihat, ketika Kamu berada didalam
ruangan, apakah Kamu melihat pintu itu (diluar)? Mereka yang telah meninggal dan
masih memiliki mata, seharusnya melihat benda-benda jika mereka masih melihat,
bagaimana bisa mereka mati? Ananda, jika pikiran berpengetahuan milik Kamu
memiliki zat, apakah zat tersebut tunggal atau bermacam-macam? Seperti itu ada
didalam tubuh Kamu, apakah itu menyebar ke setiap bagian dari itu atau tidak? Jika
itu adalah satu zat, ketika Kamu memegang anggota tubuh, semua empat harusnya
merasakan bahwa mereka dipegang. Jika demikian, tidak akan ada genggaman (di
setaip anggota tubuh tertentu). Jika ada, pendapat tentang zat tunggal tidak bertahan
baik. Jika itu adalah bermacam-macam zat harusnya ada banyak orang; maka zat
manakah milikmu jika itu menyebar ke setiap bagian dari tubuh Kamu, ini sama
seperti kasus genggaman sebelumnya. Jika itu tidak menyebar, maka ketika Kamu
menyentuh kepala Kamu dan kaki Kamu di saat yang bersamaan, sementara kepala
Kamu merasakan dipegang, Kaki kamu harusnya tidak, tapi ini tidak begitu. Oleh

14
karena itu, pendapat Kamu bahwa pikiran muncul dimana ada persatuan dengan luar
adalah tak beralasan.'

Ananda berkata : 'Yang dimuliakan dunia, Saya telah mendengar Sang Buddha
membicarakan kenyataan dengan Anak-Anak lain dari Raja Hukum (dalam kata
lain: Para Bodhisattva); Dia juga mengatakan bahwa pikiran adalah bukan didalam
juga bukan diluar. Saya sekarang menarik kesimpulan bahwa jika pikiran ada
didalam tubuh, ia (pikiran) tidak melihat apapun yang didalam, dan jika ia (pikiran)
ada diluar, mereka (tubuh dan pikiran) berdua berhenti saling merasakan.
Mengatakan bahwa ia ada didalam adalah salah sebab ia tidak mengetahui apapun
didalam tubuh. Mengatakan bahwa ia ada diluar juga salah karena tubuh dan pikiran
dapat saling merasakan,.Seperti mereka (tubuh dan pikiran) demikian dan karena
tidak ada yang terlihat didalam tubuh, pikiran harusnya berada diantara dua itu
(antara didalam dan diluar).'

Sang Buddha berkata : 'Jika pendapat Kamu tentang pikiran "berada diantara" adalah
benar, itu berarti sebuah posisi untuknya (untuk pikiran). Sekarang menurut
kesimpulan Kamu, dimanakah posisi menengah ini? Apakah maksud Kamu itu
adalah (dalam atau luar) tubuh? Jika ia ada di atas permukaan tubuh, ia tidak dapat
berada di pusat tengah, dan pendapat tentang pikiran berada di pusat tengah tidaklah
berbeda dengan pikiran didalam tubuh (yang ditolak sebelumnya). (Selain itu),
apakah posisinya nyata atau tidak? Jika tidak, ia tidak ada. Jika iya, ia tidak tetap.
Mengapa? Sebagai contoh, Jika sebuah tiang ditancapkan kedalam tanah untuk
menandai pusat tengah, ketika terlihat dari timur itu ada di barat dan ketika terlihat
dari selatan itu ada di utara. Seperti tiang ini yang hanya dapat mengakibatkan

15
kebingungan, jadi apakah (pemahaman kamu tentang) pikiran berada diantara benar-
benar kacau-balau?'

Ananda berkata : 'Posisi menengah yang saya sebutkan bukanlah dua ini. Seperti
Yang dimuliakan dunia telah katakan, mata dan bentuk adalah penyebab dari
gagasan muncul. Sementara mata dapat membedakan, bentuk tidak mengikuti
apapun dan gagasan terletak diantara mereka (mata dan bentuk); maka pikiran
muncul.'

Sang Buddha berkata : 'Jika pikiran terletak diantara organ indera dan data
keterangan indera, apakah ia termasuk keduanya atau tidak? Jika ia demikian, zatnya
dan apa yang ada diluar akan bercampur bersama-sama, dan karena pikiran
merasakan sementara objeknya (benda tujuannya) tidak, dua yang berlawanan akan
dibentuk; maka bagaimana bisa ada (posisi) menengah? Jika ia tidak inklusif, (yaitu
jika ia bebas tidak tergantung kepada organ indera dan data keterangan
indera), dengan menjadi bukan sebagai yang tahu (subjek) dan bukan juga sebagai
yang diketahui (objek), ia tidak memiliki zat, lalu apa itu menengah? Oleh karena
itu, pendapat Kamu bahwa ia berada diantara adalah tak beralasan.'

Ananda berkata : 'Yang dimuliakan dunia, sebelumnya ketika Saya melihat Sang
Buddha, dengan Empat Murid Utama-Nya, Maha-Maudgalyayana, Subhuti,
Purnamaitrayaniputra dan Sariputra, memutar Roda Hukum Kesunyataan, Dia selalu
bilang bahwa sifat alami dari pikiran yang mengetahui dan membedakan adalah
bukan didalam bukan diluar bukan juga diantara keduanya (bukan diantara luar dan
dalam), tidak ada dimanapun juga, tidak menempel pada apapun, karena itu
dinamakan pikiran. Apakah yang tidak menempel pada wujud disebut pikiran?'

16
Sang Buddha menjawab : 'Kamu baru saja berkata bahwa sifat alami dari pikiran
yang mengetahui dan membedakan tidak ada dimanapun juga. Sekarang dalam
dunia ini, segala sesuatu yang di udara, didalam air, dan di tanah, termasuk mereka
yang terbang dan berjalan, membuat seluruhnya ada. Oleh yang tidak menempel
(melekat) ke apapun, apakah maksud Kamu ia ada atau tidak? Jika ia tidak, itu hanya
rambut seekor kura-kura atau tanduk dari seekor kelinci, maka bagaimana bisa ada
tidak melekat? Jika tidak dapat dikatakan tidak ada bahwa yang tidak hanya tidak
ada dan bahwa yang harus memiliki posisi; maka bagaimana bisa tidak ada
kemelekatan? Oleh karena itu, pendapat Kamu bahwa yang tidak menempel pada
apapun adalah pikiran berpengetahuan adalah tak beralasan.'

Menyangkal pikiran salah untuk menghilangkan kumpulan ketiga


dan menampakkan ketidaknyataan dari kesadaran keenam

Kemudian Ananda bangkit dari tempat duduk-Nya, mengangkat jubah di sebelah


bahu kanan-Nya, berlutut dengan kaki kanan-Nya, dengan hormat merangkapkan
kedua telapak tangan-Nya dan berkata kepada Sang Buddha : 'Saya adalah Sepupu
termuda dari Tathagata dan karena Kasih-Sayang-Nya yang besar, Saya telah
diijinkan untuk menjadi Murid-Nya, tetapi Saya menyalahgunakan Kasih-Sayang-
Nya. Dan meskipun Saya telah mendengar banyak khotbah-Nya, Saya telah gagal
menghindari duniawi dan tidak mampu untuk mengatasi sihir yang merubah Diri-
Ku seluruhnya, menyebabkan Saya mengunjungi sebuah rumah tuna susila. Semua
ini karena Saya gagal mencapai kawasan nyata. Semoga Yang dimuliakan dunia
berbelas kasih secukupnya untuk mengajari Kami Jalan Samatha (Jalan kedamaian,

17
kekuatan untuk mengakhiri nafsu) demi kepentingan mereka yang sedikit
keyakinannya dan yang memiliki pikiran menyimpang.'

Setelah mengatakan ini, Dia mensujudkan Diri-Nya Sendiri dengan lutut, siku dan
kepala ke tanah. Lalu Dia berdiri dengan diam penuh hormat, dengan seluruh
Perkumpulan dengan bersemangat menunggu Ajaran itu.

Mengungkapkan Samadhi Terang

Dengan Kekuatan Buddha yang sukar dipahami, segala macam sinar dan cahaya,
secemerlang ratusan dan ribuan matahari, bersinar dari dahi-Nya, menerangi semua
tanah Buddha yang berguncang dengan enam cara. Sejumlah Dunia demikian, yang
tak dapat dihitung seperti debu, muncul secara bersamaan dan (melalui kekuatan
yang sama) bersatu menjadi satu dunia dimana masing-masing Para Bodhisattva
Agung, selama tinggal di wilayah-Nya sendiri, merangkapkan telapak tangan-Nya
untuk mendengarkan Dharma.

Asal dari Pembalikan

Sang Buddha berkata :'Sejak waktu tanpa awal, semua mahluk hidup telah
menimbulkan segala macam pembalikan disebabkan oleh benih karma (dari
ketidaktahuan) yang seperti semak belukar aksa. Inilah sebabnya mengapa para
pencari kebenaran gagal mencapai Pencerahan Tertinggi, tetapi hanya mencapai
(keadaan) Sravaka, Pratyeka-Buddha, bidaah, dewa dan mahluk halus.semata-mata

18
karena mereka tidak tahu dua Pembalikan dasar, sehingga berlatih secara salah
seperti mereka yang tidak bisa mendapatkan makanan dengan memasak pasir
meskipun berlalunya Kalpa (masa waktu antara penciptaan,kehancuran dan
penciptaan ulang dunia atau alam semesta) yang tak terhitung seperti debu. Apakah
kedua Pembalikan dasar ini? Ananda, yang pertama adalah akar dasar dari penyebab
kelahiran dan kematian, sejak waktu tanpa awal, dengan penggunaan salah dari
kemelekatan pikiran yang orang-orang keliru dengan sifat alami mereka, dan yang
kedua adalah kemelekatan mereka terhadap kondisi sebab akibat (yang menutupi)
pada dasarnya inti sari cerah dari kesadaran yang merupakan pada dasarnya zat
Pencerahan Nirvana yang murni dan bersih. Dengan demikian mereka mengabaikan
kecemerlangan kecerahan dasar dan sehingga berpindah melalui dunia kehidupaan
perwujudan tanpa menyadari kegagalan dari latihan (salah) mereka.

Pembalikan Sesungguhnya

Pikiran yang terbalik

Penyelidikan kedalam pikiran salah.

'Ananda, karena Kamu telah bertanya tentang pintu gerbang Samatha yang
digunakan untuk meloloskan diri dari kelahiran dan kematian, Saya harus bertanya
kepada Kamu sebuah pertanyaan,.'

Sang Buddha kemudian mengangkat lengan emas warna warni-Nya dan


membungkukan jari-jari-Nya, berkata: 'Ananda, apakah Kamu melihat ini?'

Ananda menjawab : 'Ya.'

19
Sang Buddha bertanya :'Apa yang Kamu lihat?'

Ananda menjawab : 'Saya melihat Sang Buddha mengangkat lengan-Nya dan


membungkukkan jari-jari-Nya.menunjukkan genggaman tangan bersinar yang silau
mempesona pikiran dan mata Saya.'

Sang Buddha bertanya :'Bagaimana Kamu melihat-Nya?'

Ananda menjawab : 'Saya dan semua yang ada disini menggunakan mata untuk
melihat-Nya.'

Sang Buddha bertanya :'Kamu mengatakan bahwa Saya menekuk jari-jari Saya
untuk menunjukkan sebuah genggaman tangan bersinar yang silau mempesona
pikiran dan mata Kamu, sekarang katakan kepada Saya, seperti Kamu melihat
genggaman tangan Saya, Pikiran apa itu yang mengetahui kecemerlangan itu?'

Ananda menjawab : 'Seperti Sang Tathagata bertanya tentang pikiran dan karena
Saya sedang menggunakan Saya sendiri mencari itu secara mendalam, Saya
menyimpulkan bahwa itu yang mencari adalah Pikiran Saya.'

Pikiran adalah tidak nyata.

Sang Buddha berkata :'Hey! Ananda, ini bukanlah pikiran Kamu.'

20
Ananda menatap dengan heran, merangkapkan kedua telapak tangan-Nya, bangkit
dari tempat duduk-Nya, dan bertanya : 'Jika ini bukan pikiran Saya, apa itu?'

Sang Buddha menjawab : 'Ananda, ini adalah pikiran salah Kamu yang muncul dari
objek wujud luar, menipu sifat alami sejati Kamu dan menyesatkan Kamu kedalam
kesalahan, sejak waktu tanpa awal, pencuri untuk Anak Kamu Sendiri, dengan
demikian kehilangan (penglihatan) bahwa yang pada dasarnya permanen tetap, oleh
karena itu lingkaran kelahiran dan kematian.'

Kesadaran keenam adalah kosong.

Ananda berkata: 'Saya adalah Sepupu Tercinta Yang Paling Muda dari Sang Buddha
yang memiliki pikiran begitu sangat mengagumi Dia bahwa Saya meninggalkan
rumah untuk melayani dan membuat persembahan kepada Sang Tathagata dan
kepada semua Para Buddha dan Para Guru Yang Tercerahkan didalam tanah yang
tak terhitung seperti butiran pasir didalam sungai Gangga. Jika Saya bertekad untuk
melakukan semua tugas Dharma yang sulit, itu karena Saya menggunakan pikiran
ini, dan bahkan Jika Saya sekarang menfitnah Dharma, menyebabkan kualitas Saya
yang unggul sangat baik menjadi melemah untuk selamanya, itu juga karena pikiran
ini. Jika itu bukan pikiran, Saya tidak akan memiliki pikiran dan akan menjadi
seperti bumi atau sebatang kayu untuk tiada apapun ada diluar apa yang Saya rasakan
dan ketahui. Mengapa Sang Buddha sekarang berkata bahwa itu bukanlah pikiran?
Ini menakuti Saya dan juga Perkumpulan ini dan tiada seorangpun dari Kami disini

21
dapat menghindar menjadi ragu-ragu dan curiga tentang itu. Akankah Kamu menjadi
sangat berbelas kasih untuk mencerahkan Kami ?'

Dari tempat duduk singa-Nya agar mengajari Ananda dan Perkumpulan itu sehingga
Mereka semuanya dapat mencapai 'Daya tahan Kesabaran dari Yang Tidak
Diciptakan (Anutpattika-dharmaksanti)', mengulurkan tangan-Nya untuk
menyentuh kepala Ananda, mengatakan : 'Sang Tathagata selalu mengatakan bahwa
semua fenomena adalah penjelmaan pikiran dan bahwa semua sebab dan akibat
termasuk (segala sesuatu dari) dunia hingga debunya, terbentuk (hanya) karena
pikiran. Ananda, jika Kita melihat semua dunia dan semua yang ada (benda-benda)
bahkan termasuk rumput dan daun, dan menyelidiki akar-akarnya, mereka semua
terbuat dari unsur zat dan memiliki kualitas, dan bahkan kekosongan yang hampa
memiliki nama dan penampilannya. lalu bagaimana bisa pikiran murni dan bersih
cerah mendalam yang (mendasari) sifat alami setiap pikiran (yang membeda-
bedakan) menjadi tanpa zat pokok miliknya sendiri? Jika Kamu memahami dengan
teguh pengetahuan yang berasal dari pembeda-bedaan Kamu antara merasakan dan
melihat sebagai pikiran sejati Kamu, itu harusnya memiliki sifat alami miliknya yang
bebas tidak tergantung kepada semua (data indera seperti) bentuk, bau, rasa dan
sentuhan.Seperti Kamu sekarang mendengar khotbah Saya pada Dharma itu, Kamu
membeda-bedakan karena Kamu mendengar suara Saya.'

Kesadaran ketujuh adalah tidak nyata.

Bahkan jika Kamu (berhasil dalam) mengakhiri semua penglihatan, pendengaran,


perasaan dan pengetahuan, dan juga mempertahankan ketenangan batin, bayangan
dari pembeda-bedaan hal wujud (Dharma milikmu) masih tetap. Saya tidak ingin

22
Kamu menganggap bahwa ini bukanlah pikiran, tapi Kamu harus memeriksanya
dengan cermat dan teliti itu yang terus memiliki sifat cerdas alami bahkan dalam
ketiadaan data indera adalah sungguh pikiran Kamu.(disisi lain) jika sifat cerdas
alami ini berhenti dengan data indera, ini hanyalah bayangan dari pembeda-bedaan
(milik Kamu) terhadap mereka, karena mereka tidak tetap permanen, dan ketika
mereka tidak ada lagi, demikian juga (yang dinamakan) pikiran ini, seperti rambut
seekor kura-kura dan tanduk seekor kelinci. Jika Dharmakaya milik Kamu bisa
begitu mudah berhenti menjadi, siapa yang akan kemudian berlatih dan mencapai
Daya tahan Kesabaran dari Yang Tidak Diciptakan?

Setelah mendengar ini, Ananda dan semua yang hadir benar-benar menjadi
bingung.

Menyangkal semua pembalikan.

Sang Buddha berkata :'Murid yang sedang berlatih, bahkan setelah mereka telah
memahami sembilan tingkat Dhyana berturut-turut, masih tidak bisa melangkah
keluar dari arus perpindahan dan juga gagal menjadi Arhat, karena mereka melekat
pada pikiran samsara (dunia dari kelahiran dan kematian) salah yang mereka
samakan dengan kenyataan. Inilah sebabnya, meskipun Kamu telah mendengar
banyak (dari Dharma Saya), Kamu telah gagal memenangkan Buah Suci itu.

23
Tanggapan yang terbalik

Setelah mendengar ini, Ananda, didalam, air mata pahit, bersujud dengan kepala,
lutut, dan siku-Nya ketanah, berlutut dan merangkapkan kedua telapak tangan-Nya,
dengan mengatakan : 'Setelah saya meninggalkan rumah untuk mengikuti Sang
Buddha, Saya hanya mengandalkan kekuatan-Nya yang amat sukar dipahami dan
selalu berpikir bahwa Saya bisa tanpa memerlukan latihan karena Dia akan
melimpahkan samadhi (Keadaan didalam yang tenang, bebas dari semua perasaan
luar.) diatas Saya.Saya tidak tahu bahwa Dia tidak dapat menjadi pengganti Saya
dan sehingga kehilangan (penglihatan) pikiran pokok Saya. Inilah sebabnya,
meskipun Saya mengikuti Perintah, pikiran Saya tidak bisa memasuki Tao (Sang
Jalan).Saya seperti seorang Anak miskin yang melarikan diri dari Ayah-Nya. Saya
hanya sadar sekarang bahwa, meskipun banyak mendengar (Dharma), jika Saya
tidak berlatih, Saya akan sia-sia seolah-olah Saya tidak mendengar-Nya, seperti
seorang laki-laki yang tidak bisa memuaskan rasa laparnya, dengan hanya berbicara
tentang makanan. Yang Dimuliakan Dunia, Saya tertangkap oleh dua rintangan
karena Saya tidak tahu sifat nyata alami dari pikiran tetap dan permanen. Semoga
Sang Tathagata cukup berbelas kasih penuh untuk mengungkapkan kepada Saya,
Pikiran yang cerah menakjubkan dan juga membuka mata Tao Saya.'

Sebuah Cahaya Terang untuk mengungkapkan kenyataan seseorang.

Kemudian Sang Tathagata, dari Sauvastika (Putaran Svastika dengan lengannya ke


arah kiri, Tanda di pusat dada Sang Buddha) di dada-Nya, memancarkan cahaya
24
indah berseri-seri yang menerangi tanah-tanah Buddha dalam sepuluh penjuru yang
jumlahnya tak terhitung seperti debu dan yang, setelah bersinar diatas kepala semua
Buddha dimana-mana, berbelok ke arah Ananda dan Perkumpulan itu. Sang Buddha
lalu berkata kepada Ananda : 'Saya sekarang mengibarkan bendera Dharma Agung
sehingga Kamu dan semua mahluk hidup dalam sepuluh penjuru dapat mewujudkan
pikiran murni dan cerah dari sifat alami Kamu yang halus dan mendalam serta
memenangkan mata yang murni dan jelas.'

Tanggapan kembali terhadap pikiran.

'Ananda, beberapa saat yang lalu Kamu mengatakan bahwa Kamu melihat
genggaman tangan Saya bersinar. katakan pada Saya, bagaimana kecerahannya
terjadi, apa yang menyebabkannya menjadi bentuk genggaman tangan dan dengan
apa Kamu melihatnya?'

Ananda menjawab : 'Tubuh Buddha berwarna emas adalah seperti bukit indah
berharga dan menunjukkan kemurnian dan kebersihan, sehingga genggaman tangan
bersinar. Itu benar-benar mata Saya yang melihat Dia membungkukan jari-jari dan
membentuk sebuah genggaman yang diperlihatkan untuk Kami semua.'

Sang Buddha berkata: "Sesungguhnya orang-orang bijak harus dibangunkan oleh


contoh dan persamaan (analogi). Ananda, jika Saya tidak memiliki tangan, Saya
tidak akan memiliki genggaman dan jika Kamu tidak memiliki mata, Kamu tidak
akan memiliki penglihatan. Apakah ada hubungan antara organ alat tubuh
penglihatan Kamu dan genggaman Saya?"

25
Ananda menjawab : 'Ya, Yang Dimuliakan Dunia. Jika Saya tidak memiliki mata,
Saya tidak akan memiliki penglihatan, jadi ada persamaan dasar antara organ alat
tubuh penglihatan dan genggaman Sang Buddha.'

Sang Buddha berkata: 'Penalaran Kamu tidak benar. Misalnya, seorang laki-laki
yang tidak memiliki tangan tidak memiliki genggaman, tapi seorang laki-laki tanpa
mata masih memiliki (kemampuan) penglihatannya. Ketika Kamu bertemu dengan
laki-laki yang buta dan bertanya kepadanya apa yang dilihatnya, dia akan
memberitahu Kamu tidak ada apapun tapi kegelapan yang ada dihadapannya. Oleh
karena itu, meskipun hal-hal mungkin ditutupi dari (kemampuan) penglihatan,
penglihatan terus berlanjut.'

Ananda berkata : 'Jika seorang laki-kali buta yang melihat tiada apapun tapi
kegelapan dihadapannya, bagaimana dapat ini disebut penglihatan?

Sang Buddha bertanya : 'Apakah ada perbedaan apa saja antara kegelapan yang
dilihat lelaki buta dihadapannya dan yang dilihat oleh lelaki yang tidak buta ketika
dia di dalam sebuah ruangan gelap?'

(Ananda menjawab) : 'Yang Dimuliakan Dunia, tidak ada perbedaan.'

Sang Buddha berkata: 'Ananda, ketika lelaki buta yang biasanya melihat hanya
kegelapan tiba-tiba sembuh memperoleh kembali penglihatannya dan melihat segala
sesuatu dengan jelas, Jika Kamu mengatakan bahwa itu adalah mata dia yang
melihat, lalu ketika seorang laki-laki yang melihat kegelapan didalam sebuah

26
ruangan gelap tiba-tiba menyalakan lampu yang memungkinkan dia untuk melihat
apa yang ada disana, Kamu akan mengatakan bahwa itu adalah lampu yang melihat.
Jika lampu dapat melihat sesuatu, dia seharusnya memiliki organ penglihatan dan
seharusnya tidak dinamakan sebuah lampu; Jika dia sungguh melihat, dia tidak
memiliki hubungan dengan Kamu. Oleh karena itu, Kamu seharusnya tahu bahwa
saat lampu dapat menampakkan wujud, penglihatan berasal dari mata tapi bukan dari
lampu. Demikian juga, saat mata Kamu dapat menampakkan wujud, sifat alami dari
penglihatan berasal dari pikiran tapi bukan dari mata.'

Orang-orang yang terbalik

Walaupun Ananda dan Perkumpulan telah mendengarkan Kata-Kata ini, Mereka


tinggal tanpa berkata apapun. Seperti Mereka tidak terbangunkan oleh Ajaran
itu, Mereka merangkapkan kedua telapak tangan Mereka bersama-sama dan
menunggu untuk pelajaran lebih lanjut dari Sang Buddha dengan akal pikiran
Mereka terpusat untuk mendengarkan itu.

Pandangan umat duniawi yang terbalik

Sang Buddha kemudian mengangkat tangan-Nya yang bersinar, menegakkan jari-


Nya untuk memberikan (lebih lanjut) pengajaran kepada Ananda dan perkumpulan
majelis dan bertanya: 'Setelah Saya mencapai Pencerahan (Bodhi), Saya pergi ke
taman Mrgadava di mana Saya memberitahukan ajnata-kaundinya dan kelompok dia
yang terdiri dari lima bhiksu begitu juga anda para bhiksu, bhiksuni dan umat, bahwa
semua makhluk hidup yang gagal mencapai Pencerahan dan gagal menjadi Arahat

27
karena mereka disesatkan oleh debu asing yang menciptakan angan-angan khayalan
dan tertekan kesukaran (dengan memasuki pikiran mereka). Apa yang pada saat itu
menyebabkan anda terbangun sehingga anda sekarang dapat memenangkan buah
suci?

Ajnata-kaundinya kemudian bangkit dari kursinya dan menjawab kepada sang


Buddha: 'Saya sekarang seorang yang lebih tua dalam perkumpulan majelis di mana
saya satu-satunya yang telah memperoleh seni menafsirkan karena saya telah
terbangun pada (arti dari) ungkapan: "debu asing", sehingga saya memenangkan
buah (suci) itu. Bhagavan, (debu asing) adalah seperti seorang tamu yang berhenti
di sebuah penginapan di mana ia melewati malam atau makan sesuatu dan kemudian
membungkus dan meneruskan perjalanannya karena ia tidak bisa tinggal lebih lama.
Adapun tuan rumah penginapan itu, ia tidak memiliki tempat manapun untuk pergi.
Kesimpulan saya adalah bahwa orang itu yang tidak tinggal menetap adalah tamu
dan orang yang tinggal menetap adalah tuan rumah. Oleh karena itu, suatu wujud
adalah "asing" ketika dia tidak tinggal menetap. Sekali lagi, saat ketika matahari
terbit di langit yang cerah dan cahayanya masuk (rumah) melalui tempat terbuka,
debu terlihat menari dalam sinar cahaya sedangkan ruang kosong tidak bergerak.
Saya menyimpulkan bahwa yang tetap adalah kekosongan dan yang bergerak adalah
debu. Oleh karena itu, suatu wujud adalah "Debu" ketika dia bergerak.'

Sang Buddha berkata: 'Benar.'

Pandangan umat Hinayana yang terbalik

Sang Buddha kemudian membungkukkan, menegakkan dan membungkukkan lagi

28
jari-jari-Nya dan bertanya kepada Ananda: 'Apa yang kamu lihat?'

Ananda menjawab: 'Saya melihat sang Buddha membuka dan menutup kepalan
tangan-Nya.?'

Sang Buddha bertanya: 'Anda mengatakan bahwa Anda melihat kepalan tangan Saya
membuka dan menutup, apakah itu kepalan tangan-Ku atau penglihatan Anda yang
dibuka dan ditutup?'

Ananda menjawab: 'Seperti kepalan tangan sang Buddha dibuka dan ditutup, Saya
melihat begitu dan bukan sifat alami dari penglihatan Saya melakukannya dengan
sendirinya.'

Sang Buddha bertanya: 'Yang mana yang bergerak dan yang tetap?'

Ananda menjawab: 'Tangan sang Buddha tidak tetap; seperti dengan sifat
penglihatan Saya yang sudah melampaui keadaan keheningan, itu tidak bisa
bergerak.'

Sang Buddha berkata: 'Benar.'

Kemudian sang Buddha mengirim keluar dari telapak Nya pancaran sinar cahaya ke
arah kanan Ananda, dan sang murid berbalik untuk melihat itu. Kemudian Dia
mengirim keluar sinar lain ke arah kiri Ananda dan sang murid berbalik untuk
melihat itu. Sang Buddha kemudian bertanya: 'Mengapa kepala Anda bergerak?'

29
Ananda menjawab: 'Saya melihat sang Buddha mengirim keluar pancaran sinar
cahaya ke arah kanan dan kiri Saya, Saya berpaling untuk melihatnya dan sehingga
kepala Saya bergerak.'

(Sang Buddha berkata : ) 'Ketika Anda berbelok ke arah kanan dan kiri untuk melihat
cahaya sang Buddha, apakah itu kepala Anda atau penglihatan Anda yang
bergerak?'

(Ananda menjawab : ) 'Bhagavan, itu adalah kepala Saya yang berpaling; seperti
dengan sifat penglihatan Saya yang sudah melampaui keadaan keheningan,
bagaimana bisa itu bergerak?'

Sang Buddha berkata: 'Benar.'

Sang Buddha kemudian menyatakan kepada perkumpulan majelis: 'Jadi setiap orang
duniawi mengetahui bahwa apa yang bergerak adalah debu. dan bahwa dia yang
tidak tinggal menetap adalah tamu. Anda telah melihat Ananda yang kepalanya
bergerak dengan sendirinya sedangkan penglihatan-nya tidak dapat bergerak. Anda
juga telah melihat kepalan tangan Saya yang terbuka dan tertutup dengan sendirinya
sedangkan penglihatan dia tidak meluas atau menguncup. Mengapa Anda masih
menganggap yang bergerak sebagai tubuh Anda dan lingkungan sekeliling, dan jadi,
dari awal sampai akhir, membebaskan pikiran Anda untuk naik dan turun tanpa
gangguan, dengan demikian kehilangan (penglihatan dari) sifat alami sejati Anda
dan puas terlibat dalam tindakan mundur belakang? Dengan kehilangan pikiran
(benar) dari sifat alami sejati Anda dan dengan keliru (ilusi) mempersamakan objek
untuk diri Anda, Anda membebaskan diri Anda sendiri untuk terjebak ke dalam roda
30
(dari samsara) dengan demikian memaksa diri Anda sendiri untuk melalui
perpindahan.'

Pandangan terbalik dari para bidah mengenai penghancuran

Setelah Ananda dan seluruh perkumpulan majelis telah mendengar perkataan sang
Buddha, tubuh dan pikiran mereka menjadi tenang dan tersusun. Mereka berpikir
bahwa, sejak waktu tanpa awal, mereka telah kehilangan (penglihatan dari) pikiran
mereka sendiri dengan secara salah melekat pada bayang-bayang kondisi sebab-
musabab yang berbeda milik mereka dan bahwa mereka telah hanya sekarang
terbangun terhadap semua ini, seperti bayi (lapar) yang belum mendapat susu selama
beberapa waktu dan tiba-tiba melihat ibunya yang penuh kasih sayang. Mereka
merangkapkan telapak tangan mereka bersama-sama mengucapkan terima kasih
kepada Sang Buddha dan berharap untuk mendengar ajaran-Nya pada tingkat ganda
dari kenyataan dan ketidaknyataan, ada dan tiada dan kematian dan keabadian dari
tubuh dan pikiran.

Kemudian Raja Prasenajit bangkit dan berkata kepada Sang Buddha: 'Sebelum saya
menerima pengajaran dari sang Buddha, saya bertemu (Kakuda) Katyayana dan
(Sanjaya) Vairatiputra yang keduanya mengatakan bahwa ketika tubuh mati,
pemusnahan itu disebut Nirvana. Meskipun saya sekarang telah bertemu Sang
Buddha, saya masih belum jelas tentang hal ini. Semua orang di sini yang masih
berada dalam arus perpindahan ingin tahu bagaimana untuk menyadari pikiran itu
dan membuktikan bahwa itu berada di luar kelahiran dan kematian.'

31
Sang Buddha berkata kepada Raja Prasenajit: 'Raja Agung, sekarang saya bertanya
kepada Anda tentang tubuh Anda yang dari daging dan darah: apakah itu bersifat
tetap dan tidak bisa dihancurkan seperti berlian, atau apakah itu berubah dan rusak
membusuk?'

(Sang Raja menjawab : ) 'Tubuhku akan membusuk dan pada akhirnya hancur.'

Sang Buddha bertanya: 'Raja Agung, Anda belumlah meninggal, bagaimana Anda
tahu bahwa tubuh Anda akan hancur?'

Sang Raja menjawab: 'Bhagavan, meskipun ketidakkekalan, perubahan dan


pembusukan tubuh saya belum mati, saya mengamati bahwa dia berubah dan rusak
tanpa jeda sesaatpun dan terikat untuk "pergi keluar" seperti api yang secara bertahap
membakar keluar dan akan dikurangi hingga tiada apapun.'

Sang Buddha bertanya: 'Ya, Raja Agung, Anda sudah tua sekarang tapi bagaimana
penampilan Anda dibandingkan dengan ketika Anda masih kecil?'

Sang Raja menjawab: 'Bhagavan, ketika saya masih kecil, kulit saya bersinar dan
ketika saya tumbuh dewasa, saya penuh semangat, tapi sekarang saya berusia lanjut
dan melemah, saya tumbuh tipis dan semangat saya memudar, rambut saya memutih
dan wajahku berkerut sehingga saya tahu saya tidak akan hidup lebih lama lagi, tidak
ada perbandingan antara sekarang dan ketika saya penuh semangat hidup.'

Sang Buddha berkata: 'Raja Agung, penampilan Anda tidak harus menurun.'

32
Sang Raja menjawab: 'Bhagavan, itu telah berubah sepanjang waktu terlalu kentara
bagi saya untuk menyadarinya. Dengan perubahan tetap dari musim, saya telah
menjadi apa yang saya sekarang. Kenapa? Karena ketika saya berusia dua puluh,
meskipun masih muda, saya sudah tampak lebih tua daripada ketika saya berusia
sepuluh tahun, sementara pada tiga puluh saya masih lebih tua. Karena saya sekarang
enam puluh dua, saya lebih tua dari pada lima puluh ketika saya masih lebih kuat.
Bhagavan, saya melihat perubahan tak terlihat di setiap dasawarsa (masa 10 tahun),
tapi ketika saya melihat ke dalamnya dengan dekat, (saya melihat bahwa) itu tidak
hanya terjadi tahunan, bulanan dan harian, tetapi dalam setiap saat dari berpikir. Itu
sebabnya saya tahu bahwa tubuh saya ditakdirkan untuk kehancuran akhir.'

Sang Buddha berkata: 'Raja Agung, Anda mengamati perubahan tanpa henti dan
tahu bahwa Anda akan mati, tetapi apakah Anda tahu bahwa ketika Anda
melakukannya, ada terdapat yang ada di dalam tubuh Anda dan tidak mati?'

Raja merangkapkan kedua telapak tangan (anjali) dan berkata: 'Aku benar-benar
tidak tahu.'

Sang Buddha melanjutkan: 'Sekarang Saya akan menunjukkan sifat alami diri yang
berada di luar kelahiran dan kematian. Raja Agung, berapa usia Anda ketika Anda
pertama kali melihat Gangga?'

Sang Raja menjawab: 'Ketika saya berusia tiga tahun, Ibu saya membawa saya untuk
menyembah deva Jiva. Waktu kami menyeberangi sungai, aku tahu itu adalah
Sungai Gangga.'

33
Sang Buddha bertanya: 'Raja Agung, seperti yang Anda katakan, Anda lebih tua
pada saat dua puluh dari pada sepuluh, dan sampai Anda enam puluh, seperti hari,
bulan dan tahun berganti satu sama lain, (tubuh) Anda berubah dalam setiap saat
ingatan. Ketika Anda melihat Gangga pada saat berusia tiga tahun, apakah air-nya
(sama seperti itu) ketika Anda masih berusia tiga belas?'

Sang Raja menjawab: 'Itu adalah sama ketika saya berumur tiga dan tiga belas, dan
masih sekarang bahwa saya berumur enam puluh dua.'

Sang Buddha berkata: 'Seperti sekarang Anda memperhatikan rambut putih dan
wajah berkerut Anda, pasti ada lebih banyak keriput daripada ketika Anda masih
anak kecil. Hari ini ketika Anda melihat Gangga, apakah Anda memperhatikan
bahwa penglihatan Anda adalah "tua" sekarang sementara itu masih "muda" setelah
itu?'

Sang Raja menjawab: 'Itu selalu sama, Bhagavan.'

Sang Buddha berkata: 'Raja Agung, meskipun wajah Anda berkerut, sifat alami dari
intisari ini dari penglihatan Anda adalah tidak. Oleh karena itu, apa yang keriput
berubah dan apa yang bebas dari keriput tidak berubah. Perubahan ini tunduk pada
kehancuran sedangkan yang tidak berubah secara asasi mendasar berada di luar
kelahiran dan kematian; bagaimana bisa itu tunduk pada kelahiran dan kematian?
Mengapa Anda membawa keluar ajaran salah dari Maskari Gosaliputra tentang
kehancuran total pada akhir kehidupan ini?'

34
Setelah mendengar ini, sang raja menyadari bahwa setelah kematian, akan ada hidup
kembali (tidak ada pemusnahan tapi) di perpindahan lainnya. Dia dan seluruh
perkumpulan majelis merasa senang dan menjadi bersemangat pada Pengajaran
yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.

Perilaku yang terbalik

Setelah mendengar ini, Ananda bangkit dari tempat duduknya, bersujud di hadapan
Buddha, merangkapkan dua telapak tangan (anjali) dan berlutut sambil berkata:.
'Bhagavan, jika kedua dari 'melihat' dan 'mendengar' berada di luar kelahiran dan
kematian, mengapa sang Buddha berkata bahwa kami telah kehilangan (penglihatan
dari) sifat alami Sejati kami dan oleh sebab itu bertindak secara terbalik? Akankah
Anda cukup penuh kasih untuk mencerahkan kami, sehingga membersihkan debu
yang mengotori batin kami?.'

Kemudian Sang Buddha menurunkan lengan-Nya yang bewarna emas dengan jari
menunjuk ke bawah dan bertanya kepada Ananda:. 'Seperti yang Anda lihat tangan
Saya, apakah itu berada dalam (posisi) yang benar atau terbalik?'

Ananda menjawab: 'Semua orang duniawi menganggap ini sebagai terbalik tapi saya
sendiri tidak tahu mana posisi yang benar atau terbalik '

35
Sang Buddha bertanya:. 'Jika mereka percaya bahwa itu terbalik, posisi mana yang
mereka anggap tegak lurus?'

Ananda menjawab:. 'Jika sang Buddha mengangkat tangan-Nya ke atas menunjuk


ke langit, maka itu akan jadi tegak lurus .'

Sang Buddha kemudian mengangkat tangan-Nya ke atas dan berkata:. 'Jika orang
duniawi sangat membeda-bedakan antara tangan tegak lurus dan terbalik, mereka
akan dengan cara yang sama membedakan antara tubuh Anda dan yang murni dan
bersih dari Dharmakaya (tubuh dharma) sang Buddha dan akan mengatakan bahwa
tubuh sang Tathàgata.benar-benar tercerahkan sedangkan tubuh Anda terbalik ke
bawah. Jika Anda melihat secara dekat ke dalam tubuh Anda dan tubuh Buddha, di
mana ini yang disebut pembalikan?'

Setelah mendengar ini, Ananda dan perkumpulan majelis itu bingung dan menatap
tajam pada Sang Buddha tanpa mengetahui apakah tubuh dan pikiran mereka benar-
benar terbalik.

Angan-angan khayalan dan Pencerahan adalah dari sumber yang sama

Sang Buddha tergerak oleh belas kasihan dan mengasihani Ananda dan perkumpulan
majelis, berkata dengan suara-Nya yang sekuat gelombang pasang samudera: 'Pria
yang baik, Saya selalu menyatakan bahwa Bentuk dan Pikiran dan semua penyebab
timbul dari sini, semua kondisi batin dan semua gejala kejadian sebab musabab

36
adalah melainkan penjelmaan wujud dari pikiran. Tubuh dan pikiran kamu adalah
hanya penampilan di dalam keindahan, kecerahan dan kemurnian Pikiran yang
sangat mendalam. Mengapa Anda menyimpang dari kealamian sifat mulia, cerah
dan halus dari Pikiran yang secara asasi mendasar tercerahkan dan sangat mengakui
angan-angan khayalan dalam Pencerahan?'

Kesuraman (Pikiran) menciptakan kekosongan (yang kusam pudar) dan keduanya,


di dalam kegelapan, bersatu dengan itu menjadi bentuk. Percampuran bentuk dengan
pikiran yang salah menyebabkan yang terakhir untuk mengambil bentuk tubuh,
diaduk oleh sebab-sebab yang terkumpul di dalam dan tertarik ke luar di luar.
Gangguan dalam batin tersebut secara keliru disamakan untuk sifat alami pikiran,
oleh karena itu pandangan salah dari pikiran itu menetap tinggal di dalam tubuh fisik
dan kegagalan untuk menyadari bahwa tubuh ini dan juga gunung-gunung diluar,
sungai, ruang dan bumi yang besar adalah melainkan gejala kejadian didalam Pikiran
Benar yang terang menakjubkan. Seperti seorang pria bodoh yang tidak
memperhatikan samudera laut besar tetapi menggenggam gelembung yang
mengambang dan menganggapnya sebagai seluruh tubuh air dalam hamparan
bentangannya yang sangat besar, Anda adalah dua kali lipat yang tertipu diantara
yang tertipu. Ini adalah yang sama persis dengan angan-angan yang sama seperti
ketika Saya menurunkan tangan Saya ke bawah, dan sehingga sang Tathagata
mengatakan bahwa Anda adalah orang-orang yang paling patut dikasihani.

Menyangkal tanggapan penglihatan yang salah untuk menghilangkan


kumpulan keempat dan mengungkapkan tidak adanya kesadaran ketujuh

37
Memusnahkan Ketidaknyataan
Tidak adanya tanggapan penglihatan yang berbeda
pandangan ananda yang salah

Ananda menangis terharu oleh cinta kasih sang Buddha dan Pengajaran yang
mendalam, merangkapkan dua telapak tangannya bersama dan berkata:

"Setelah mendengar Dharma sang Buddha yang indah, Saya telah menyadari bahwa
Pikiran yang terang menakjubkan pada dasarnya sempurna, sehingga Saya selalu
menghuni didalam dasar pikiran Saya. Tetapi jika kebangkitan Saya telah
dikarenakan khotbah sang Buddha, Saya telah (benar-benar) mengunakan, pikiran
sebab akibat Saya untuk mendengarnya dengan hormat, sehingga dengan hanya
menyadari pikiran itu. Saya tidak berani berpura-pura bahwa itu adalah Pikiran-
dasar yang pokok. Akankah Anda cukup penuh kasih untuk mencerahkan Saya
sehingga menghapus keraguan Saya (yang tersisa) agar Saya bisa kembali ke Jalan
Kebenaran Tertinggi?

Ketidaknyataan yang ditimbulkan oleh sebab-sebab angan-angan khayalan

Sang Buddha berkata:. Anda masih menggunakan pikiran Anda yang melekat untuk
mendengarkan Dharma, karena, bagaimanapun, Dharma ini juga adalah sebab
akibat, Anda gagal untuk menyadari sifat alami Dharma. Ini seperti orang yang
menunjuk jarinya ke bulan untuk memperlihatkan kepada orang lain yang harus
mengikuti arah jari untuk melihat bulan. Jika mereka melihat ke jari itu dan keliru

38
mempersamakan itu untuk bulan, mereka kehilangan (penglihatan dari) bulan dan
jari. Kenapa? Karena bulan yang terang itu sebenarnya yang ditunjuk, mereka
berdua kehilangan penglihatan dari jari dan gagal untuk membedakan antara
(keadaan) kecerahan dan kegelapan. Kenapa? Karena mereka keliru
mempersamakan jari itu untuk bulan yang terang itu dan tidak jelas tentang terang
dan gelap.

Demikian juga, jika Anda keliru mempersamakan (kepandaian) Anda yang


mendengar suara khotbah Saya untuk (pikiran benar) Anda, sifat alami cerdas
terakhir itu akan bebas berdiri sendiri terhadap suara yang dibedakan itu. Misalnya,
ketika seorang pejalan menghabiskan malam di sebuah rumah penginapan, ia
melakukannya selama satu waktu dan kemudian pergi meninggalkan, tidak tinggal
di sana selama-lamanya: untuk sang penjaga penginapan, ia tidak memiliki tempat
lain untuk pergi karena ia memiliki penginapan. Ini adalah sama dengan pikiran
Anda.

Ketidakbenaran dari alat indera dan kesadaran

Jika itu adalah Pikiran Benar Anda, dia tidak memiliki tempat untuk pergi. Lalu
mengapa dalam ketiadaan pembicaraan itu tidak memiliki sifat cerdas alami sendiri?
(Kepandaian) yang berbeda-beda ini tidak muncul hanya ketika Saya berbicara,
tetapi juga ketika Anda melihat penampilan Saya; itu tidak memiliki kecerdasan.
Sifat alami dari itu sendiri ketika tidak ada bentuk. (Itu bukanlah Pikiran Benar)
bahkan ketika Anda mencapai keadaan di mana semua perbedaan berhenti, keadaan
yang tiada bentuk maupun kekosongan, yang para bidah menyebutnya Kegelapan

39
Awal.

Semua gejala kejadian yang bisa dikembalikan ke penyebab adalah tidak


nyata

Jika itu yang tidak memiliki sifat cerdas alami sendiri berhenti berada dalam
ketiadaan kondisi sebab akibat, bagaimana bisa (yang disebut) sifat alami pikiran
Anda dapat menjadi tuan rumah (yang bebas berdiri sendiri) jika ia menghilang saat
kembali ke penyebab (angan-angan khayalannya)?

Meminjam Intisari Pokok Dari Tanggapan Penglihatan Untuk Menemukan


Sebab Akibat Luar

Ananda bertanya: 'Jika setiap keadaan pikiran saya dapat dikembalikan ke


penyebabnya, mengapa sang Buddha berbicara tentang Pikiran asli yang terang
menakjubkan yang tidak dapat dikembalikan ke mana pun? Akankah Anda cukup
penuh belas kasih untuk mencerahkan saya?'

Menyiapkan intisari pokok dari tanggapan penglihatan

Sang Buddha berkata: 'Seperti Anda melihat Saya sekarang, intisari pokok
penglihatan Anda aslinya jelas. Walaupun itu bukan Pikiran terang yang mendalam,
itu adalah seperti bulan kedua tetapi bukan merupakan pantulan bayangan dari bulan
40
(di air). Sekarang dengarkan dengan penuh perhatian penjelasan Saya tentang hal
yang tidak dapat kembali di mana pun.

Menemukan sebab akibat luar

'Ananda, pintu dan jendela ruangan ini terbuka lebar dan menghadap ke timur. Ada
cahaya saat matahari terbit di langit dan ada kegelapan di tengah malam ketika bulan
memudar atau disembunyikan oleh kabut atau awan. Penglihatan Anda leluasa tanpa
rintangan melalui pintu dan jendela terbuka namun terhambat di mana ada dinding
atau rumah. Dimana ada perbedaan, Anda merasakan (pengadukan) penyebab dan
kekosongan yang membosankan, Anda hanya melihat kekosongan. Suatu kondisi
tidak sadar, hasil dari luar yang membingungkan sedangkan sebaliknya 'keadaan
terbangun' mengarah pada tanggapan penglihatan yang jelas. Ananda, lihat sekarang
bagaimana Saya. mengembalikan masing-masing dari keadaan yang berubah ini ke
kondisi sebab akibat nya. Sebab akibat asli apakah ini? Ananda, dari kondisi-kondisi
yang berubah ini, cahaya dapat dikembalikan ke matahari. Kenapa? Karena tidak
ada cahaya tanpa matahari dan karena cahaya datang dari matahari, dia dapat
dikembalikan ke itu (yaitu, asal-usulnya). 'Kegelapan' dapat dikembalikan ke 'bulan
yang memudar'; 'kejelasan' ke 'pintu dan jendela yang terbuka', 'halangan' ke 'dinding
dan rumah', 'penyebab' ke 'pembedaan', 'kekosongan' ke 'kekosongan yang saling
berhubungan'; 'Luar yang membingungkan' ke 'ketidaksadaran' dan 'tanggapan
penglihatan yang jelas' kepada 'keadaan terbangun'. Tidak ada di dunia yang
melampaui kondisi ini. Sekarang ketika initsari pokok tanggapan penglihatan Anda
menghadapi delapan keadaan ini, di manakah hal itu dapat dikembalikan? Jika pada
kecerahan Anda tidak akan melihat kegelapan ketika tidak ada cahaya. Meskipun

41
keadaan-keadaan ini seperti cahaya, kegelapan, dan seterusnya, berbeda satu sama
lain, penglihatan Anda tetap tidak berubah.

Sifat alami dari tanggapan penglihatan

'Semua keadaan yang bisa dikembalikan ke penyebab luar adalah jelas bukan Anda,
tapi yang tidak dapat dikembalikan ke mana pun, jika itu bukan Anda, apakah itu?
Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa Pikiran Anda pada dasarnya adalah indah,
cerah dan murni dan bahwa dikarenakan oleh 'angan-angan khayalan' dan
'kebodohan' Anda, Anda telah melewatkan hal itu dan akhirnya terjerat pada roda
perpindahan, tenggelam dan mengambang di laut samsara. Inilah sebabnya mengapa
sang Tathagata mengatakan bahwa Anda adalah orang yang paling patut dikasihani.

Sifat alami dari tanggapan penglihatan (mendasar) adalah bukan intisari pokok dari
tanggapan penglihatan

Ananda bertanya: 'Sekarang saya mengerti bahwa sifat alami dari tanggapan
penglihatan tidak dapat dikembalikan kepada penyebab luar apapun tapi bagaimana
saya bisa tahu bahwa itu adalah Sifat Alami Sejati saya?'

Daya tampung dari tanggapan penglihatan

Sang Buddha berkata: 'Ananda, meskipun Anda belum mencapai keadaan


melampaui diluar arus perpindahan, Anda sekarang dapat menggunakan 'kekuatan
42
Buddha yang sangat sulit dipahami' untuk melihat 'Surga Dhyana pertama' tanpa
halangan, seperti Aniruddha yang melihat dunia ini (Jambudvipa) sejelas buah yang
dipegang tangannya sendiri. Para Bodhisattva dapat melihat ratusan dan ribuan
dunia. Para Buddha di sepuluh penjuru dapat melihat semua tanah Murni yang tidak
terhitung seperti debu. Bagi makhluk hidup, jangkauan penglihatan mereka (kadang-
kadang) terbatas jarak inci.'

Menemukan objek-objek sebab akibat

'Ānanda, seperti Anda dan Saya melihat istana yang dihuni oleh empat raja surgawi
dengan semua yang ada di dalam air, di tanah dan di udara, meskipun ada berbagai
macam wujud dan bentuk dalam terang dan gelap, mereka adalah melainkan
gangguan rintangan yang dihasilkan dari perbedaan Anda terhadap tujuan gejala
kejadian. Di sini Anda harus membedakan antara diri Anda sendiri dan objek-objek
yang diluar. Dari, apa yang Anda lihat, sekarang Saya menemukan apa yang diri
Anda sendiri dan mereka yang melainkan hanya gejala kejadian. Ananda, jika Anda
sepenuhnya memakai bidang penglihatan Anda, dari matahari dan bulan hingga
jarak tujuh gunung dengan semua macam cahaya, semua yang Anda lihat adalah
gejala kejadian yang bukan Anda. Ketika Anda (memperpendek jarak Anda), Anda
melihat awan yang sedang lewat berlalu dan burung yang sedang terbang, angin naik
dan debu, pohon, gunung, sungai, rumput, manusia dan binatang, mereka semuanya
adalah yang diluar dan bukan Anda.'

Intisari pokok dari tanggapan penglihatan

43
'Ananda, banyak berbagai macam hal, jauh dan dekat, ketika dilihat oleh intisari
pokok penglihatan Anda, muncul berbeda sementara sifat alami dari penglihatan
Anda adalah seragam. Intisari pokok yang cerah menakjubkan ini adalah benar-
benar sifat alami dari tanggapan penglihatan Anda.'

Intisari pokok dari tanggapan penglihatan yang keliru mempersamakan yang


diluar

Menyangkal kesalahpahaman ini

"Jika penglihatan adalah benda (objek), Anda seharusnya juga melihat penglihatan
Saya. Jika Anda dapat melakukannya mengapa ketika Saya tidak melihat suatu hal,
Anda tidak melihat 'tiada penglihatan Saya'? (Bahkan) jika Anda melakukannya itu
tidak akan menjadi nyata tetapi merupakan penglihatan salah Anda. Jika Anda tidak
melihat 'tiada penglihatan Saya', itu memahami bahwa penglihatan Anda dan Saya
adalah bukan benda. Jika demikian, mengapa penglihatan Anda tidak bisa menjadi
Anda? Sekali lagi, jika ketika Anda melihat sebuah benda Anda memegangnya
begitu saja, itu seharusnya juga melihat Anda; jika demikian, benda itu dan sifat
alami dari penglihatan akan berbaur dan Kamu, Aku dan Dunia akan berada dalam
kebingungan sepenuhnya.'

Tanggapan penglihatan yang benar

44
'Ānanda, ketika Anda melihat (benda), penglihatan ini adalah milik-Mu dan bukan
milik-Ku, dan sifat alaminya menembus kemana-mana; jika itu bukan Anda, apakah
itu? Mengapa Anda masih ragu tentang sifat alami sejati yang dimiliki Anda dan
meminta Saya untuk menegaskan bahwa itu tidak salah?'

Menghapus daya tampung Tanggapan Penglihatan untuk mengungkap


Pikiran Sejati

Daya tampung dari Penglihatan

Ananda bertanya: 'Bhagavan, jika saya adalah sifat alami dari penglihatan, mengapa
ketika sang Buddha dan saya melihat istana dari empat raja surgawi dan matahari
dan bulan, apakah penglihatan ini pertama terlebih dahulu menembus seluruh dunia
dan kemudian kembali ke Vihara ini, kemudian ke kuil-nya dan sekarang ke ruangan
ini beserta dengan atap-nya dan koridor-nya? Apakah penglihatan ini yang pertama
kali menjalar meliputi alam semesta sekarang kembali dan mengisi hanya ruangan
ini; apakah skala-nya yang sebelumnya tidak menyusut, atau dipotong oleh dinding
dari ruangan ini? Saya tidak tahu di mana "arti" dari semua ini benar-benar
"terletak"; Akankah Anda cukup penuh belas kasih untuk mencerahkan saya?'

Menghentikan daya tampung dari penglihatan

Sang Buddha menjawab: 'Ananda, segala sesuatu di dunia ini, baik besar atau kecil,

45
dalam atau luar, serta dalam kondisi-kondisi lain, adalah yang bersifat di luar; Anda
seharusnya tidak mengatakan bahwa penglihatan Anda mengembang dan menyusut.
Ambil contoh sebuah kotak persegi dalamnya yang dipandang sebagai mengandung
"persegi" udara. Sekarang, katakan pada-Ku, apakah udara itu terlihat sebagai
"Persegi" dalam kotak persegi itu, benar-benar persegi atau tidak? Jika demikian, itu
seharusnya tidak bulat ketika "dituangkan" ke dalam kotak bulat. Jika tidak, maka
seharusnya tidak ada 'persegi' udara dalam kotak persegi. Anda mengatakan bahwa
Anda tidak tahu di mana "arti" dari semua ini benar-benar "terletak," (Tapi) 'artinya'
begitu, di mana Anda ingin itu "diletakkan"? Ananda, jika Anda ingin, udara menjadi
tidak persegi atau bulat, buang saja kotak itu. Karena udara tidak memiliki tempat
letak, Anda tidak perlu lagi bersikeras menghapus tempat di mana itu "terletak". Jika,
seperti yang Anda katakan, ketika Anda memasuki ruangan ini, penglihatan Anda
menyusut kedalam batas lingkungan kecil, maka ketika Anda melihat matahari,
apakah Anda mengangkatnya ke atas untuk mencapai matahari yang ada di atas
langit? Jika dinding bisa memotong penglihatan Anda, dapatkah Anda mencegahnya
dari mengintip melalui lubang di dinding? Oleh karena itu, anggapan pendapat Anda
adalah salah.'

Mengungkap Kebenaran asli

'Semua makhluk hidup, dari waktu tanpa awal, telah mengabaikan diri mereka
sendiri dengan melekat pada benda-benda luar, sehingga dengan cara demikian
kehilangan dasar pokok pikiran mereka. Jadi mereka sedang dibalikkan oleh benda
dan menganggap ukuran besar dan kecil. Jika mereka bisa mengubah benda
seluruhnya, mereka akan menjadi seperti sang Tathagata, dan tubuh dan pikiran
mereka akan berada dalam keadaan sempurna bercahaya; dari tempat suci abadi
46
mereka, ujung dari masing-masing rambut mereka akan berisi semua tanah lapang
dalam sepuluh penjuru.'

Menghapus intisari pokok tanggapan penglihatan untuk melenyapkan


kumpulan kelima dan kesadaran kedelapan

Pemberantasan Kemelekatan Diri untuk Mengungkap Suatu Kenyataan

Ananda bertanya: 'Jika intisari pokok dari penglihatan ini adalah sifat alami yang
menakjubkan milik saya, yang terakhir harus mewujudkan di depanku. Jika
'penglihatan' adalah diri saya yang sebenarnya, lalu apakah tubuh dan pikiran saya?
Namun pada kenyataannya tubuh dan pikiran saya bisa membedakan (hal-hal),
sedangkan 'penglihatan' itu tidak dapat membedakan tubuh saya. Jika tanggapan
penglihatan adalah pikiran saya dan menyebabkan saya untuk melihat (hal-hal),
maka tanggapan penglihatan ini adalah diri saya sedangkan tubuh saya bukan, ini
adalah sama persis apa yang sebelumnya sang Buddha bantahkan (dengan alasan
bahwa) benda-benda seharusnya melihat saya. Apakah Anda cukup penuh belas
kasih untuk mencerahkan saya?'

Membasmi Kesalahpahaman Ananda terhadap Benda Menjadi dan Tidak


Menjadi Tanggapan Penglihatan

47
Kesalahpahaman pada benda menjadi tanggapan penglihatan

Sang Buddha menjawab: 'Ananda, gambaran pengartian Anda terhadap tanggapan


penglihatan berada di depan Anda adalah tidak benar karena jika itu demikian,
intisari pokok dari tanggapan penglihatan seharusnya memiliki posisi yang dapat
ditunjukkan. Ketika Anda duduk di taman Jetavana, anda melihat pohon-pohon dan
gunung-gunung serta ruangan ini, dengan matahari atau bulan diatas dan Sungai
Gangga di kejauhan. Seperti Anda sekarang, di depan kursi singa Saya,
menggerakkan tangan Anda untuk menunjuk ke sekeliling, seperti dedaunan gelap
dari hutan, matahari yang cerah, dinding yang menghalangi dan ruang yang terbuka
jelas serta rumput, tanaman dan benda yang sangat kecil, meskipun mereka berbeda
ukuran, masing-masing dari mereka dapat ditunjukkan. Jika
mereka adalah benar-benar penglihatan Anda yang terwujud di depan Anda, Anda
seharusnya mampu menunjukkan mana yang adalah penglihatan Anda.'

'Ananda, Anda seharusnya tahu bahwa jika kekosongan adalah penglihatan Anda,
karena itu sudah menjadi tanggapan penglihatan Anda, maka bagaimana itu bisa
kosong? Jika benda (yang diluar) adalah penglihatan anda dan sudah menjadi
tanggapan penglihatan Anda, bagaimana itu bisa yang diluar? Jadi, setelah
membedah segala sesuatu di depan Anda, temukan asas prinsip yang cerah dan
murni dari tanggapan penglihatan Anda dan tunjukkan hal itu (kepada Saya) untuk
membuktikan bahwa itu adalah jelas dan tak terbantahkan sama persis dengan yang
diluar.'

Ananda berkata: 'Dari ruangan ini, sekarang saya melihat Gangga di kejauhan,

48
matahari atau bulan berada diatas dan semua yang saya dapat tunjukkan dengan jari
saya dan melihat dengan mata saya, mereka semua adalah benda-benda (yang diluar)
tetapi tiada satupun dari mereka adalah tanggapan penglihatan saya. Bhagavan,
karena sang Buddha telah mengatakan, tidak hanya seorang pemula di dalam tahap
sravaka, seperti saya sendiri, yang masih berada di dalam arus perpindahan, tetapi
bahkan seorang Bodhisattva, tidak bisa membedah hal-hal dan menunjukkan intisari
pokok dari penglihatan yang memiliki sifat alami yang bebas terpisah dari gejala
kejadian.'

Sang Buddha berkata: 'Benar, benar.'

Kesalahpahaman Benda Tidak Menjadi Tanggapan Penglihatan

Sang Buddha berkata: 'Seperti yang telah Anda katakan, tidak ada "intisari pokok
dari penglihatan" dengan "sifat alami yang bebas tidak bergantung" pisah terlepas
dari "gejala kejadian". Sekarang jika tidak ada "tanggapan penglihatan" dalam hal
yang Anda tunjukkan, sekarang Saya bertanya lagi: waktu Anda dan sang Tathagata
duduk di taman Jetavana, ketika Anda melihat hutan dan semua yang diluar
termasuk matahari atau bulan, jika tidak ada intisari pokok dari penglihatan yang
dapat dipilih dari mereka, katakan pada-Ku mana yang bukan penglihatan?'

Ananda menjawab: 'Dari semua hal yang terlihat di taman Jetavana, saya tidak tahu
mana yang bukan penglihatan. Kenapa? Karena jika pohon-pohon adalah bukan
penglihatan, mengapa saya melihat mereka? Jika mereka adalah penglihatan,
mengapa mereka pohon? Jika kekosongan adalah bukan penglihatan, mengapa saya
melihatnya? Jika kekosongan adalah penglihatan, mengapa itu kosong? Saya juga

49
telah berpikir dengan hati-hati tentang semua ini dan sekarang menyimpulkan bahwa
masing-masing dari mereka adalah penglihatan."

Sang Buddha berkata: 'Benar, benar. "

Dalam pertemuan itu, semua orang yang belum mencapai tahap di luar penelitian,
sangat terkejut saat mendengar sang Buddha mengatakan ini. Mereka gagal untuk
memahami makna-Nya dan telah terganggu dan kehilangan keseimbangan. Sang
Buddha menyadari kebingungan dan kegelisahan mereka dan berbelas kasihan
kepada mereka, mengatakan: 'orang budiman, kata-kata dari Raja Hukum
Kesunyataan Agung adalah benar, sesuai dengan kenyataan dan tidak menipu atau
salah, tidak seperti orang-orang dari bidah yang khotbahnya sewenang-wenang dan
tanpa tujuan. Sekarang dengarlah dengan penuh perhatian, keyakinan Anda kepada
Saya tidak akan sia-sia .'

Setelah itu, Manjusri Bodhisattva, yang berbelas kasihan kepada empat Varga
(empat kelompok yang terdiri dari bhiksu,bhiksuni,upasaka, dan upasika), bangkit
dari tempat duduknya, bersujud di kaki sang Buddha, merangkapkan kedua telapak
tangan (anjali) dan berkata: 'Yang dimuliakan dunia (Bhagavan), orang-orang ini
tidak mengerti dua kali lipat pembukaan pemberitahuan sang Tathagata tentang
kenyataan dan ketidaknyataan dari intisari pokok dari tanggapan penglihatan dalam
"bentuk" dan "kekosongan". Mereka berpikir bahwa jika bentuk sebab akibat dan
kekosongan adalah penglihatan, harusnya ada tanda petunjuk dari itu, dan jika itu
tidak ada, harusnya tidak ada penglihatan. Mereka tidak memahami ajaran Anda dan,
oleh karena itu, terkejut dan bingung, tetapi mereka tidak seperti orang-orang yang
akarnya sembrono dan kurang cerdas. Semoga sang Tathagata cukup penuh belas
50
kasih untuk mencerahkan mereka (sehingga, bahwa mereka tahu) benda apa dan
intisari pokok dari tanggapan penglihatan ini adalah pada pokoknya dan bahwa ada
yang tidak "adalah" maupun "bukan" di antara itu. "

Sang Buddha mengumumkan kepada Manjusri dan perkumpulan majelis: 'Untuk


semua Tathagata dan para Bodhisattva dari sepuluh penjuru, tinggal berdiam dalam
keadaan samadhi, penglihatan dan penyebabnya (yang terjadi bersama-sama), serta
semua bentuk yang dapat dibayangkan, adalah seperti bunga di langit yang pada
pokoknya tidak ada. Penglihatan ini dan penyebabnya adalah pada dasarnya yang
mendalam, zat murni dan cerah dari Pencerahan, bagaimana bisa ada "adalah" dan
"bukan" di dalamnya? Manjusri, sekarang Saya bertanya ini kepada Anda; Anda
sudah Manjusri yang asli, bisakah ada Manjusri lain yang pertama "adalah" dan
kemudian "bukan"'?

Manjusri menjawab:'Tidak, Bhagavan, saya adalah Manjusri yang asli dan tidak
mungkin ada yang lain. Kenapa? Karena jika ada, maka akan ada dua Manjusri,
tetapi kehadiran saya di sini tidak berarti bahwa tidak ada Manjusri, dengan
pengertian (yang berubah-rubah) dari "adalah" dan "bukan" di antara.'

Sang Buddha berkata: 'Demikian juga penglihatan yang jelas ini serta obyek benda
(yang terlihat) dan kekosongan adalah pada pokoknya "sempurna, murni, pikiran
sejati yang indah, cerah, Bodhi tertinggi" secara salah dianggap sebagai "bentuk"
dan "kekosongan" serta "pendengaran" dan "penglihatan", seperti "bulan kedua"
dianggap dengan kesalahpahaman yang menyertai dari "bulan nyata" dan "tidak
nyata". Manjusri, hanya ada satu bulan nyata yang berada di luar kondisi dari
"adalah" dan "bukan". Oleh karena itu, jika Anda melihat penglihatan

51
dan objek benda itu dan menimbulkan semua jenis penciptaan (batin), ini adalah
pemikiran yang salah yang akan mencegah Anda keluar dari kondisi ganda ini dari
"adalah" dan "bukan". (Jika Anda melihat ke dalam mereka dengan cara) ini benar,
penting, indah, cerah, dan sifat alami yang tercerahkan, itu akan memungkinkan
Anda untuk menghindari kegandaan ini.'

Memusnahkan Gudang Kesadaran kedelapan (Alaya) pembuktian diri untuk


Mengungkapkan Satu Kenyataan

Pembedaan Ananda

Ananda berkata: 'Bhagavan, Raja Hukum Kesunyataan telah memberitakan sifat


pencerahan sebab akibat (Bodhi) yang selalu hadir di sepuluh penjuru dan yang
berada di luar dari kelahiran dan kematian; apakah hal ini berbeda dari gagasan
kedalaman yang awal, menurut ajaran kepercayaan Kapila dan bahwa Diri sejati
meresap meliputi dimana-mana menurut pertapa bidah (pertapa yang menyimpang
dari ajaran benar) yang menutupi kepala mereka dengan abu dan debu? Sang
Buddha, ketika berada di gunung Lanka, pernah berkata kepada Mahamati: "Pertapa
bidah selalu berbicara tentang keberadaan alami tetapi Aku memberitakan sebab dan
kondisi yang berada di luar dari tingkat yang mereka telah capai." Sekarang ketika
saya melihat ke dalam sifat alami dari Pencerahan ini, itu adalah ada diri, diatas
kelahiran dan kematian dan diluar dari semua kepalsuan dan pembalikan.
Tampaknya menjadi tiada sebab dan kondisi (Anda) maupun keberadaan alami
mereka. Maukah Anda mengajari kami sehingga kami tidak akan jatuh ke dalam
ajaran sesat, tetapi memenangkan sifat cerah indah tercerahkan dari Pikiran Benar.'

52
Memusnahkan Pembedaan Ananda

Membasmi diri seperti itu

Sang Buddha berkata: 'Saya secara bijaksana mengungkapkan kebenaran kepada


Anda, namun Anda tidak terbangun untuk itu tetapi keliru mempersamakan itu untuk
menjadi diri seperti itu. Ananda, jika itu adalah diri seperti itu, itu seharusnya
memperlihatkan dengan jelas bahwa zat pokoknya adalah diri. Sekarang melihat
kedalam penglihatan yang menakjubkan ini dan melihat apa yang diri itu sendiri;
apakah Anda mengartikan cahaya, kegelapan, kejelasan atau halangan itu adalah diri
itu sendiri? Ananda, jika cahaya adalah diri itu sendiri, Anda seharusnya tidak
melihat kegelapan dan jika kekosongan, Anda seharusnya tidak melihat halangan.
Jika kegelapan adalah diri itu sendiri, sifat alami dari penglihatan Anda seharusnya
tidak ada lagi ketika ada cahaya; jika demikian, mengapa Anda masih melihat
cahaya?'

Ananda berkata: 'Jika demikian, sifat alami dari penglihatan yang menakjubkan ini
adalah bukan diri seperti itu. Sekarang saya menebak bahwa itu diciptakan oleh
sebab dan kondisi tetapi aku masih belum jelas tentang hal itu. Saya berdoa
Tathagata mengajar saya bagaimana ini cocok sesuai dengan sifat penyebab dan
kondisi.'

Menghilangkan penyebab dan kondisi

Sang Buddha berkata: Anda sekarang berbicara tentang sebab dan kondisi Mari Saya
53
menanyakan kamu ini: Ketika Anda melihat sesuatu, sifat alami dari penglihatan
mewujud, apakah penglihatan ini ada karena cahaya, kegelapan, kejelasan atau
halangan? Ananda, jika itu ada karena cahaya, Anda seharusnya tidak melihat
kegelapan dan jika karena kegelapan, Anda seharusnya tidak melihat cahaya; itu
adalah sama dengan kejelasan dan halangan. Sekali lagi, apakah penglihatan ini di
dalam kondisi terang, gelap, jelas atau terhalang? Ananda, jika itu jelas, Anda
seharusnya tidak melihat halangan dan jika terhalangi Anda seharusnya tidak
melihat bahwa itu adalah jelas, itu adalah sama dengan cahaya dan kegelapan.

Mengungkap sifat dasar Bodhi

'Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa sifat dasar Bodhi adalah menakjubkan dan
cerah, menjadi tiada sebab maupun kondisi, tiada diri seperti itu maupun bukan diri
seperti itu, tiada ketidaknyataan maupun bukan ketidaknyataan, dan tiada kenyataan
maupun bukan kenyataan, untuk itu adalah di luar dari semua bentuk dan sama persis
dengan segala sesuatu (dharma). Bagaimana sekarang Anda dapat berpikir tentang
itu dan menggunakan istilah yang sembrono tak karuan dari dunia untuk
mengungkapkannya? Ini adalah seperti mencoba menangkap atau menyentuh
kekosongan dengan tangan Anda; Anda hanya akan melelahkan diri Anda sendiri,
untuk bagaimana Anda dapat menangkap kekosongan?'

Menyeka pasangka anggapan yang salah

Ananda bertanya: 'Bhagavan, jika sifat alami dari Pencerahan yang indah
menakjubkan memiliki tiada sebab maupun kondisi, mengapa sang Buddha selalu
mengatakan kepada para bhiksu tentang sifat alami dari penglihatan yang ada

54
dikarenakan oleh empat kondisi dari kekosongan, cahaya, pikiran dan mata; apa
artinya semua ini?'

Sang Buddha menjawab: 'Saya berbicara tentang sebab dan kondisi duniawi yang
tidak ada hubungannya dengan Kenyataan Tertinggi.'

Menghilangkan intisari pokok dari tanggapan penglihatan untuk


Mengungkapkan Pencerahan yg baru jadi

Memusnahkan Pembedaan Ananda

'Ananda, sekarang Saya menanyakan kepada Anda ini: 'Ketika seorang duniawi
mengatakan bahwa ia bisa melihat hal-hal, apa yang ia maksud dengan "melihat"
dan "tidak melihat"?

Ananda menjawab: 'Ketika seorang duniawi melihat bentuk-bentuk oleh cahaya


matahari, bulan dan lampu, ini disebut melihat tetapi dalam ketiadaan cahaya
tersebut, ia tidak dapat melihat (apapun).'

(Sang Buddha bertanya): 'Ananda, jika itu disebut "tidak melihat" ketika tidak ada
cahaya, dia seharusnya tidak melihat kegelapan. Jika dia melihat, hal ini karena tidak
ada cahaya; bagaimana maka dapat tidak ada penglihatan? Ananda, dalam
kegelapan, jika hal ini disebut tidak melihat hanya karena ia tidak melihat cahaya,
maka ketika ada cahaya, jika dia tidak melihat kegelapan, ini sekali lagi disebut
"tidak melihat"; dengan demikian tidak akan ada penglihatan didalam, kedua kasus.

55
Tapi didalam kedua keadaan yang saling menggantikan ini, sifat alami dari
penglihatan Anda tidak berhenti untuk sesaat. Oleh karena itu, (sesungguhnya) ada
penglihatan didua keadaan, jadi bagaimana bisa ada "tiada penglihatan"?

Mengungkap Bodhi yang baru jadi

'Oleh karena itu, Ananda, engkau harus tahu bahwa ketika Anda melihat cahaya,
penglihatan Anda tidak jelas, ketika Anda melihat kegelapan, penglihatan Anda
tidak tersembunyi; ketika Anda melihat kekosongan, itu tidak kosong, dan ketika
Anda melihat halangan, itu tidak terhalang. Setelah Anda telah memahami keempat
keadaan ini, Anda juga harus tahu bahwa ketika Anda (sepenuhnya mutlak) melihat
merasakan intisari pokok dari penglihatan, yang terlebih dahulu bukanlah yang
terakhir yang masih berbeda dari itu; bagaimana bisa penglihatan (salah) Anda
menjangkau penglihatan (sepenuhnya mutlak) itu?'

Bagaimana Anda bisa berbicara tentang sebab dan kondisi, dari diri yang ada seperti
itu dan dari (yang disebut) penyatuan? Kalian semua adalah bodoh dan pendengar
(sràvakà) berpikiran sempit dan tidak dapat memahami kenyataan yang murni dan
bersih. Sekarang Saya mengajar Anda (Kebenaran) kedalam yang harus Anda
perhatikan dengan teliti; jadi jangan biarkan kemalasan dan kelalaian menghalangi
jalan Anda menuju ke Bodhi yang sangat mendalam.'

Mengungkap ketidaknyataan dari dua alam untuk menampakkan tiada


keberadaan dari Dharma (benda-benda)
56
Ananda berkata kepada sang Buddha: 'Bhagavan, meskipun sang Buddha telah
mengajarkan kepada kami tentang sebab dan kondisi, keadaan diri seperti itu, dari
percampuran dan penyatuan dan dari tiada percampuran dan tiada penyatuan, pikiran
kami masih belum terbuka untuk pengajaran. Ketika kami mendengarkan petunjuk-
Nya yang lebih lanjut pada melihat yang bukan melihat, kami menjadi lebih terkecoh
dan bingung. Tolong penuh berbelaskasih yang cukup untuk membuka mata
kebijaksanaan kami untuk mencerahkan kami.' Setelah mengatakan ini, Dia
meneteskan air mata pahit, mensujudkan diri di kaki sang Buddha dan menunggu
ajaran suci itu.

Sang Buddha kasihan kepada Ananda dan perkumpulan majelis dan hendak
mengajarkan praktik mendalam dari Samadhi dari Dharani besar ketika Dia berkata
kepada Ananda: 'Meskipun Anda telah mencoba untuk menghafal (Dharma Saya),
Anda hanya memperluas pendengaran (dari pengetahuan) Anda dan masih tidak
terlalu jelas tentang wawasan pengertian yang mendalam kedalam ketentraman
bebas nafsu (samatha). Sekarang dengarkan dengan memperhatikan apa yang
sekarang saya beritahu Anda secara penuh (untuk kepentingan Anda) dan mereka
yang masih berada dalam arus perpindahan sehingga Anda dapat seluruhnya
memenangkan buah bodhi.

'Ananda, semua makhluk hidup tunduk pada perpindahan melalui berbagai dunia
dikarenakan oleh dua pembalikan, 'pandangan membeda-beda' dan 'pandangan
salah' yang, dimanapun itu terjadi, menyebabkan orang tertangkap dalam perputaran
roda samsara. Apa yang menyebabkan dua pandangan yang salah ini? Mereka adalah
karena karma perseorangan dan gabungan bersama milik mereka.

57
Karma Perseorangan

'Karma perseorangan apakah yang menyebabkan pandangan salah? Ananda, itu


adalah seperti orang yang, karena matanya meradang, melihat pada malam hari
lingkaran lima warna mengelilingi cahaya lampu. Apakah lingkaran ini adalah
warna dari api atau dari penglihatan-nya? Jika itu adalah warna api, mengapa hanya
pria dengan mata buruk yang melihatnya sementara yang lainnya tidak? Jika itu
adalah warna dari penglihatan-nya, karena penglihatan-nya sudah warna itu, apa
yang Anda sebut lingkaran itu? Selain itu, Ananda, jika lingkaran ini tidak
tergantung kepada lampu, orang itu seharusnya melihatnya ketika melihat di dekat
tirai, meja dan tikar; jika itu tergantung kepada penglihatan, itu seharusnya tidak
terlihat oleh mata, tapi mengapa orang dengan mata yang buruk melihatnya? Oleh
karena itu, Anda harus tahu bahwa warna ini diungkapkan oleh cahaya lampu dan
menjadi lingkaran ketika dilihat dengan penglihatan cacat; Kedua-duanya baik
lingkaran (bentuk) dan penglihatan (tanggapan penglihatan) adalah dikarenakan
oleh mata buruk, tapi bahwa yang mengenali penyakit ini adalah tidak sakit . Dengan
demikian Anda seharusnya tidak (membedakan dan) mengatakan bahwa itu adalah
lampu ataupun penglihatan, dengan gambaran ide yang lebih jauh dari itu menjadi
bukan lampu maupun bukan penglihatan. Hal ini seperti 'bulan kedua' yang bukan
bulan nyata maupun bukan bayangan nya. Kenapa? Karena penglihatan dari bulan
kedua ini adalah ciptaan khayalan ilusi. Jadi orang-orang bijak seharusnya tidak
mengatakan bahwa khayalan ilusi ini "Adalah" atau "Bukan" bentuk atau bahwa itu
58
ada berpisah dari melihat atau tidak melihat. Dengan cara yang sama bagaimana
Anda dapat membuktikan bahwa khayalan ilusi yang disebabkan oleh mata yang
buruk adalah (dikarenakan oleh) lampu atau penglihatan Anda? Masihkah kurang
dapat Anda menetapkan bahwa itu adalah (dikarenakan oleh) bukan lampu maupun
bukan penglihatan Anda.

Karma Bersama

Karma Bersama apakah yang menyebabkan pandangan salah? Ananda, alam


semesta Jambudvipa ini terdiri dari, di samping lautan besar maha samudera, 3.000
benua, dengan yang terbesar di pusat tengah, mengandung pada keseluruhannya,
dari timur ke barat, 2.300 negara dan benua kecil lainnya masing-masing terdiri dari
1, 2, 30, 40, 50 , 200, atau 300 negara. Ananda, di benua kecil di sana (mungkin)
hanya dua negara, salah satunya dihuni oleh orang-orang yang, sebagai akibat dari
karma jahat mereka, mungkin menyaksikan semua macam keadaan jahat, sedangkan
penduduk dari negara lain tidak melihat ataupun bahkan tidak mendengar nya.

'Ananda, mari kita bandingkan dua kondisi karma (pertama berurusan dengan
pandangan salah yang disebabkan oleh "karma perseorangan" yang mirip dengan
yang dengan "karma bersama"). Ananda, semua makhluk hidup yang karma
perseorangan mereka menyebabkan mereka untuk melihat secara salah, adalah
seperti orang yang karena matanya meradang, melihat putaran cahaya lampu
lingkaran yang tampaknya berada di luar sana di depannya, namun pada
kenyataannya ada karena penglihatannya terganggu, lingkaran ini tidak diciptakan
oleh bentuk . Namun (indera) penglihatan melalui mana ia menyadari masalah ini,
adalah bebas dari itu. Demikian pula jika Anda sekarang melihat gunung, sungai dan
59
negara dengan penduduknya, mereka semua diciptakan oleh gangguan dalam
penglihatan Anda sejak waktu tanpa awal. Meskipun penglihatan ini dan sebab-
musabab luar yang tampaknya (gejala kejadian) seperti di depan Anda, mereka
awalnya muncul dari (pokok) kesadaran Anda dari kecerahan (dari kenyataan) itu
yang mengarah kepada tanggapan penglihatan (salah) dari kepalsuan sebab-
musabab tujuan. Jadi kesadaran dan tanggapan penglihatan itu (menyebabkan)
penglihatan salah, tapi Pikiran benar yang cerah dari dasar Bodhi yang melihat
dengan jelas keadaan-keadaan sebab-musabab ini adalah bebas dari semua penyakit.
Bahwa yang menyadari kesadaran ini sebagai kesalahan cacat tidak akan jatuh
kedalam angan-angan khayalan. Ini adalah (apa yang saya maksud dengan benar)
penglihatan yang tidak (membeda-bedakan dan tentang apa yang Anda minta
penjelasan). Bagaimana ini dapat dipahami oleh penglihatan (yang membeda-
bedakan), pendengaran, perasaan dan pengetahuan Anda? Oleh karena itu,
penglihatan yang sebenarnya dari Anda yang melihat diri sendiri, Saya dan makhluk
hidup dari sepuluh jenis kelahiran adalah merupakan gangguan dari penglihatan
Anda dan tentu saja bukan apa yang disadari oleh penglihatan salah Anda. Untuk
sifat dasar intisari sejati dari tanggapan penglihatan adalah di luar dari semua
penyakit: karena itu tidak disebut "penglihatan".

Mengungkap Bodhi Dasar yang berdiri sendiri tidak bergantung untuk


menampakkan kemutlakan yang tidak terbelenggu (Bhutatathatà)

'Dia yang bisa menghindari campuran (angan-angan yang menyesatkan) dan


persatuan dan bukan campuran dan bukan persatuan dari penyebab yang terjadi
bersama-sama, akan mampu menghancurkan semua penyebab kelahiran dan
kematian, dengan demikian menyempurnakan sifat alami Pencerahan yang sukar

60
dipahami dan mewujudkan Bodhi dasar yang tetap permanen dari "Pikiran diri"
yang murni dan bersih.

Memusnahkan Semua Jejak Yang Salah untuk Memasuki "Yang Sukar


Dipahami dan Mendalam" untuk Mengungkapkan Bhutatathatà

'Ananda, meskipun Anda telah memahami sifat alami yang mendalam dan terang
dari Bodhi dasar baik "yang tidak bersifat sebab-musabab", maupun "yang tidak
bersyarat", maupun "yang bukan diri" yang seperti itu, Anda masih belum jelas
tentang isi pokok yang tercerahkan ini, baik yang bukan "campuran dan persatuan"
maupun yang bukan "bukan campuran dan bukan persatuan" dapat menciptakan.

'Ananda, Saya sekarang harus mengajukan pertanyaan kepada Anda. Karena Anda
masih berpendapat bahwa "semua pikiran yang salah" bercampur dan bersatu
dengan "sebab-sebab dan kondisi-kondisi", Anda berada dalam keragu-raguan dan
kekhawatiran tentang (pikiran dari) pikiran Bodhi yang timbul dari campuran dan
persatuan yang seperti itu. Jika demikian, apakah intisari pokok dari tanggapan
penglihatan Anda bercampur dengan cahaya atau kegelapan, dengan kejelasan jernih
atau gangguan halangan? Jika dia bercampur dengan cahaya, ketika yang terakhir
muncul dan Anda melihat nya, dimanakah dia bercampur dengan penglihatan Anda?
Karena penglihatan Anda jelas, di manakah Anda dapat menemukan campuran yang
seperti itu? Jika itu bukan penglihatan, mengapa Anda melihat cahaya? Jika itu
adalah penglihatan, bagaimanakah Anda dapat melihat "penglihatan sendiri"?
Karena penglihatan Anda melengkapi dengan sendirinya, bagaimanakah dia dapat
dicampur dengan cahaya? Karena cahaya melengkapi dengan sendirinya, di
manakah dia dapat memuat penglihatan Anda? Oleh karena itu, penglihatan dan

61
cahaya adalah berbeda, dan jika mereka bercampur, bahkan kata "Cahaya" akan
tidak ada lagi, dengan kata lain, campuran yang seperti itu akan menekan cahaya.
Oleh sebab itu, gagasan pengartian Anda tentang campuran dari penglihatan dengan
cahaya adalah salah, dan demikian juga dengan campuran dari penglihatan dengan
kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan.

'Sekali lagi, Ananda, apakah intisari pokok dari tanggapan penglihatan Anda bersatu
dengan cahaya, kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan? Jika dia
menyatu dengan cahaya, maka ketika cahaya menghilang dan digantikan oleh
kegelapan, penglihatan seharusnya tidak bersatu dengan yang terakhir, tapi kenapa
Anda masih melihat kegelapan? Ketika Anda melihat kegelapan, jika penglihatan
Anda tidak bersatu dengan nya, maka ketika dia menyatu dengan cahaya, Anda
seharusnya tidak akan melihat cahaya juga. Jika cahaya tidak terlihat, maka ketika
ada cahaya, apakah Anda tahu bahwa itu adalah cahaya dan bukan kegelapan?
Demikian juga, persatuan dari penglihatan dengan kegelapan, kejelasan jernih dan
gangguan halangan adalah sama-sama salah.'

Ananda bertanya: Bhagavan, saya berpikir lagi tentang isi pokok yang tercerahkan
ini, apakah dia tidak bercampur maupun tidak bersatu dengan sebab-musabab yang
diluar dan dengan pemikiran pikiran dan kecerdasan?

Sang Buddha menjawab: 'Sekarang Anda berbicara tentang tidak bercampur dan
tidak menyatu. Apakah Anda bermaksud bahwa intisari pokok dari penglihatan ini
tidak bercampur dengan cahaya, kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan
halangan? Jika demikian, maka ketika Anda melihat cahaya itu, seharusnya ada garis
pembatas antara penglihatan dan cahaya. Sekarang perhatikan dengan teliti (dan

62
beritahu Saya) di mana bidang cahaya dan bidang penglihatan Anda, dan di mana
batas-batas mereka: Ananda, jika Anda tidak melihat di mana cahaya, maka
penglihatan Anda tidak akan mencapai nya; jika demikian, Anda bahkan tidak akan
tahu di mana cahaya berada, dan bagaimana bisa ada garis pembatas? Ini adalah
sama dengan kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan.

'Sekali lagi, apakah Anda bermaksud bahwa intisari pokok dari penglihatan ini tidak
bercampur dengan cahaya, kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan? Jika
dia tidak bersatu dengan cahaya, maka baik penglihatan dan cahaya sama-sama
berada berlawanan, seperti telinga Anda dan cahaya yang bisa tidak pernah bertemu.
Jadi penglihatan Anda tidak akan melihat apa pun di mana ada cahaya; maka
bagaimana Anda dapat menyebabkan mereka baik untuk bersatu maupun tidak? Ini
adalah sama dengan kegelapan, kejelasan jernih dan gangguan halangan.

Langsung Menunjuk ke Satu Pikiran

'Ananda, Anda masih belum jelas tentang penampilan angan-angan khayalan dari
semua gejala kejadian yang lewat, yang hilang di mana pun mereka muncul. "Angan-
angan khayalan ini di dalam bentuk dari bentuk-bentuk" muncul dari (dasar sifat
alami mereka yang) isi pokok dari Bodhi yang indah. Begitu juga enam pintu masuk
(bagian tubuh), dua belas bidang "dvadasa-ayatana" (enam alat indera dan enam
benda tujuan) dan delapan belas bidang alam indera "astadasa-dhatu" yang secara
palsu muncul dari campuran dan penyatuan dari sebab dan kondisi dan yang secara
palsu menghilang ketika penyebab dan kondisi yang sama itu terputus. Mereka
adalah melainkan penciptaan dan kehancuran muncul dan menghilang didalam yang
tetap permanen, yang sangat terang indah, yang kekal abadi, semua cakupan dan
63
Bhutatathatà (mutlak sepenuhnya nyata) yang mendalam dari Tathagatagarbha
(kandungan sifat alami sejati yang tidak dapat dihancurkan dari Tathagata) dimana
tidak datang maupun tidak pergi, tiada angan-angan khayalan maupun tiada
pencerahan, dan tiada pula lahir maupun tiada mati dapat ditemukan.

Menyatukan Berjuta-juta Benda dengan Mutlak Sepenuhnya Nyata untuk


Mengungkapkan Ciri-Ciri "Gejala kejadian yang dapat dirasakan alat
indera" dengan "Benda didalam dirinya sendiri yang tidak dapat dirasakan"

Menyatukan Lima Kumpulan (=>Panca Skandha: terdiri dari Rupa (Bentuk


tubuh jasmani),Vinnana (Kesadaran),Sanna (Pencerapan),Sankhara (bentuk-
bentuk pikiran),Vedana (Perasaan))) keseluruhan

Kumpulan Pertama, Bentuk Tubuh Jasmani (Rupa Skandha)

'Ananda, mengapa Lima Kumpulan pada pokoknya sifat alami yang menakjubkan
dari KeMutlakan Sepenunya Nyata dari Tathagatagarbha? Ananda, misalnya, ketika
seorang pria melihat ke langit yang cerah dengan mata yang jelas, ia hanya melihat
kekosongan yang berisi tiada apapun. Jika tiba-tiba tanpa alasan yang jelas ia
menenangkan penglihatnya, itu akan terganggu dan dia akan melihat bunga-bunga
sedang menari dan benda-benda lain yang bergerak di langit. Ini adalah sama dengan
Rupa Skandha. Ananda, bunga-bunga yang sedang menari ini datang tidak dari
kekosongan maupun tidak dari matanya. Jika mereka datang dari kekosongan,
mereka akan kembali ke sana, jika benar-benar ada seperti kedatangan dan kepergian
dari bunga-bunga ini, kekosongan itu tidak akan kosong. Jika kekosongan itu benar-
benar tidak kosong (sebagai contoh jika itu bersifat padat), maka mereka tidak bisa
64
muncul dan lenyap di dalamnya. Ini adalah seperti tubuh (padat) Ananda yang tidak
memungkinkan Ananda (yang lain) untuk memasukinya. Jika bunga-bunga ini
berasal dari mata, mereka seharusnya bisa kembali ke mata, dan karena mereka
berasal dari (indera) penglihatan, mereka seharusnya dapat melihat (benda-benda).
Jadi demikian ketika mereka meninggalkan mata, mereka menjadi bunga-bunga di
langit dan ketika mereka kembali, mereka seharusnya melihat organ penglihatan.
Jika mereka tidak bisa melihat (benda-benda), maka ketika mereka pergi, mereka
seharusnya menutupi langit dan ketika mereka kembali, mereka seharusnya
menyelubungi mata; tetapi ketika orang itu melihat bunga-bunga ini, matanya tidak
terselubung. Lalu mengapa Anda menunggu sampai langit menjadi cerah (dari
bunga-bunga ini) untuk mengatakan bahwa mata Anda benar-benar jelas? Oleh
karena itu, Anda harus tahu bahwa Rupa Skandha adalah tidak nyata untuk itu
bukanlah sebab-musabab maupun bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan
sendirinya.

Kumpulan Kedua, Perasaan (Vedana Skandha)

'Ananda, ketika, misalnya, seorang pria dalam keadaan sehat dan tubuhnya berada
dalam kondisi baik, ia tidak merasakan apa-apa. Tapi jika tiba-tiba, tanpa alasan
apapun, ia menggosok/mengusap telapak tangannya bersama, ia merasakan
kekasaran, kehalusan, dingin dan kehangatan. Ini adalah sama dengan yang kedua,
Vedana Skandha. Ananda, perasaan ini berasal bukan dari kekosongan maupun
bukan dari telapak tangannya. Jika mereka berasal dari kekosongan, mengapa
mereka hanya dirasakan oleh telapak tangannya saja dan bukan oleh tubuhnya? Itu
Seharusnya tidak terserah pada kekosongan untuk memilih telapak tangannya untuk
merasakannya. Jika mereka berasal dari telapak tangannya, mereka seharusnya tidak

65
menunggu telapak tangan untuk dibawa bersama-sama untuk dirasakan. Apalagi,
jika mereka benar-benar berasal dari telapak tangannya dan dirasakan ketika yang
terakhir dibawa bersama-sama, ketika mereka terpisah, perasaan ini seharusnya
ulang masuk kembali ke telapak tangan, lengan, bahu, tulang dan sumsum yang
seharusnya juga merasakan mereka yang ulang masuk kembali. Mereka seharusnya
juga dirasakan oleh pikiran ketika datang dan keluar, seolah-olah sesuatu telah
pindah masuk dan keluar dari tubuh. Jika demikian, tidak ada kebutuhan untuk
mengusap dua telapak tangan bersama-sama untuk merasakan perasaan ini. Oleh
karena itu, Anda harus tahu bahwa Vedana Skandha adalah tidak nyata dan tidak
bersifat sebab-musabab maupun tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan
sendirinya.

Kumpulan Ketiga, Wawasan Tanggapan Pencerapan (samjñā/Sanna


Skandha)

'Ananda, jika seseorang berbicara tentang plum yang rasanya asam, mulut Anda
akan ber-air, dan jika Anda berpikir sedang berjalan di atas tebing yang menjorok
curam, Anda akan memiliki perasaan menggigil di telapak kaki Anda. Ini adalah
sama dengan yang ketiga Sanna Skandha. Ananda, pembicaraan tentang rasa asam
ini tidak berasal dari plum, juga tidak dia masuk ke mulut Anda. Jika dia berasal dari
plum, itu seharusnya dibicarakan oleh plum itu sendiri; lalu mengapa dia menunggu
seseorang untuk berbicara tentang hal itu? Jika dia masuk ke dalam mulut Anda, itu
seharusnya mulut Anda yang benar-benar berbicara tentang hal itu; lalu mengapa
dia menunggu sampai telinga Anda mendengarnya? Jika itu adalah telinga Anda
sendiri yang mendengarnya, mengapa tidak ada air yang keluar dari mereka? Ini
adalah sama dengan pikiran Anda (yang berjalan di atas) tebing menjorok curam.
66
Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa yang ketiga, Sanna Skandha tidak bersifat
sebab-musabab maupun tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.

Kumpulan Keempat, Bentuk-Bentuk Pikiran (Samskara/Sankhara Skandha)

'Ananda, kumpulan keempat Samskara Skandha adalah seperti air yang mengalir
didalam semburan arus deras tanpa henti dan dalam urutan yang baik selama musim
gugur. Ananda, aliran ini tidak berasal dari kekosongan juga bukan karena air; ini
adalah bukan air itu sendiri juga tidak ada terpisah dari kekosongan dan air. Jika dia
diciptakan oleh kekosongan, ruang angkasa yang tak terbatas akan menjadi aliran
yang tak henti-hentinya dari air dan seluruh dunia akan tenggelam. Jika itu adalah
karena air, maka itu seharusnya bukan air dan seharusnya memiliki bentuk dirinya
sendiri dan lokasi yang seharusnya jelas. Jika itu adalah air, maka air yang diam dan
jernih seharusnya bukan air. Jika dia ada terpisah dari kekosongan dan air, (ini adalah
tidak mungkin karena) ruang angkasa (adalah seluruhnya tak berujung dan) memiliki
(tiada apapun) di luar (nya) dan karena tidak ada aliran tanpa air. Oleh karena itu,
Anda harus tahu bahwa Kumpulan keempat Samskara Skandha adalah palsu dan
tidak bersifat sebab-musabab ataupun tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan
sendirinya.

Kumpulan Kelima, Kesadaran Perasaan (Vijnana/viññāṇa Skandha)

'Ananda, kumpulan kelima kesadaran perasaan (Vinana Skandha) adalah seperti


kekosongan didalam kendi kosong dengan dua lubang mulut. Jika seseorang
menutup kedua lubang mulut dan membawanya ke negara lain, kekosongan itu tidak
67
pergi dari satu tempat ke tempat lain. Jika kekosongan berasal dari suatu tempat,
tempat itu seharusnya kehilangan sebagian dari kekosongan nya, dan pada saat tiba
di tempat lain, ketika lubang mulut dibuka dan kendi nya terbalik, orang seharusnya
melihat kekosongan tercurahkan keluar dari itu. Oleh karena itu Anda harus tahu
bahwa kesadaran perasaan tidak nyata dan tidak bersifat sebab-musabab ataupun
tidak bersifat bersyarat atau tidak ada dengan sendirinya.'

Menggabungkan Enam Jalan Masuk


Jalan Masuk melalui Mata

'Sekali lagi, Ananda, mengapa Enam Jalan Masuk (dari angan-angan khayalan ilusi
ke dalam pikiran) secara pokok mendasar adalah sifat nyata sepenuhnya mutlak dari
Tathagatagarbha. Ananda, kemantapan dari penglihatan yang mengganggu
penglihatan, serta mata dan gangguan itu sendiri adalah melainkan kesusahan yang
timbul dari Bodhi. Karena penglihatan timbul diantara kedua keadaan dari cahaya
dan kegelapan, mereka dipindahkan ke dalam tanggapan penglihatan (dari alaya)
yang disebut (indera dari) penglihatan. Penglihatan ini tidak memiliki isi pokok yang
bebas berdiri sendiri yang ada terpisah dari dua keadaan dari terang dan gelap. Oleh
karena itu, Ananda, Anda harus tahu bahwa penglihatan ini berasal dari bukan
cahaya, ataupun bukan kegelapan dan dari bukan organ penglihatan ataupun bukan
kekosongan. Kenapa? Karena jika dia berasal dari cahaya, dia akan tidak ada lagi
saat kegelapan muncul dan tidak akan melihat yang belakangan/terakhir. Jika dia
datang dari kegelapan, dia akan tidak ada lagi ketika ada cahaya, dan tidak akan
melihat yang belakangan/terakhir. Jika dia berasal dari organ (dari penglihatan),
tidak akan ada (tujuan) terang dan gelap; maka intisari pokok yang demikian dari
tanggapan penglihatan akan memiliki tiada sifat alami sendiri. Jika dia berasal dari

68
kehampaan/kekosongan, ketika dia melihat merasakan kedua keadaan ini, dia juga
akan melihat organ penglihatan. Selain itu, kekosongan akan demikian melihat
segala sesuatu dari dirinya sendiri dan tidak ada hubungannya dengan jalan masuk
melalui mata Anda. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa jalan masuk melalui
mata adalah palsu dan adalah tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat atau
tidak ada dengan sendirinya.'

Jalan Masuk melalui Telinga

'Ananda, jika seseorang tiba-tiba menutup telinganya dengan dua jari, akan timbul
gangguan dalam organ indra nya dan dia akan mendengar suara didalam kepalanya.
(Ini, penutupan dari telinga itu) serta telinga dan gangguan yang dialami adalah
kesulitan yang berasal dari Bodhi. Karena pendengaran ini timbul diantara kedua
keadaan dari keheningan dan gerak, mereka ditarik ke dalam tangapan penglihatan
(dari alaya) yang disebut pendengaran. Pendengaran ini tidak memiliki isi pokok
yang bebas berdiri sendiri dari keheningan dan gerak. Ananda, Anda harus tahu
bahwa pendengaran ini berasal dari bukan keheningan, maupun
bukan gerak, atau dari bukan organ indra ataupun bukan kekosongan. Kenapa?
Karena jika dia datang/berasal dari keheningan tenang, dia seharusnya tidak ada lagi
ketika ada gerakan dan tidak akan mendengar yang belakangan/terakhir. Jika dia
berasal dari gerakan, dia seharusnya tidak ada lagi ketika ada keheningan dan tidak
akan mendengar yang belakangan/terakhir. Jika dia berasal dari organ indera, tidak
akan ada (tujuan) keheningan atau gerakan; maka indera penglihatan ini akan
memiliki tiada sifat alami sendiri. Jika dia berasal dari kekosongan, apa yang bisa
mendengar adalah (tentu) bukan kekosongan. Selain itu, kekosongan akan
mendengar dirinya sendiri dan akan tidak ada hubungannya dengan jalan masuk
69
yang melalui telinga Anda. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa jalan masuk
melalui telinga bukanlah bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun
bukan ada dengan sendirinya.'

Jalan Masuk melalui Hidung

'Ananda, jika seseorang tiba-tiba menahan nafasnya, lubang hidungnya akan terasa
tanpa perasaan. Karena perasaan dia ini, dia dapat membedakan kelancaran
(peredaran udara) dari gangguan halangan (sesak napas) dan kekosongan dari
kepenuhan dan dapat mencium bau harum dan bau busuk. Pengekangan napas ini
serta hidung dan perasaan nya merupakan kesusahan yang berasal dari Bodhi.
Karena perasaan timbul diantara kedua kondisi palsu dari kelancaran dan gangguan
halangan, perasaan ditarik ke dalam tangapan penglihatan (dari alaya) yang disebut
bau. Bau ini tidak memiliki isi pokok yang bebas berdiri sendiri dari kelancaran dan
gangguan halangan. Anda seharusnya tahu bahwa dia datang bukan dari kedua
keadaan maupun bukan dari hidung atau bukan kekosongan. Kenapa? Karena jika
dia berasal dari pembukaan kelancaran, dia akan tidak ada lagi ketika ada gangguan
halangan; tetapi mengapa dia merasakan yang belakangan/terakhir? Jika dia berasal
dari gangguan halangan, dia akan berhenti menjadi jelas, tetapi mengapa dia datang
ke dalam kontak dengan aroma dan bau? Jika dia berasal dari organ indera, tidak
akan ada (tujuan) pembukaan kelancaran dan gangguan halangan; maka indera dari
penciuman ini akan tidak memiliki sifat alami sendiri. Jika dia berasal dari
kekosongan, dia seharusnya mampu mencium hidung Anda sendiri; jika demikian,
kekosongan itu sendiri akan mencium bau dan akan tidak ada hubungannya dengan
jalan masuk melalui hidung. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa jalan masuk

70
itu bukanlah bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan
sendirinya.'

Jalan Masuk melalui Lidah

'Ananda, jika, misalnya, seseorang menjilati bibirnya lagi dan lagi, dia akan
mengalami kesusahan (dengan indera perasa nya); jika dia sakit dia akan mengalami
rasa pahit, dan jika dia sehat, (agak) manis. Dengan demikian pahit dan manisnya
mengungkapkan pengertian ini yang adalah selalu hambar tak berasa tanpa adanya
pengadukan (perasaan) dan yang bersama-sama dengan lidah dan masalah (yang
disebabkan oleh rasa) adalah melainkan angan-angan khayalan ilusi yang berasal
dari Bodhi. Angan-angan khayalan Ilusi ini disebabkan oleh kepalsuan yang diluar
(seperti) pahit dan manisnya dan ditarik ke dalam tangapan penglihatan (dari alaya)
yang disebut rasa. Rasa ini tidak memiliki isi pokok yang bebas berdiri sendiri yang
terlepas dari rasa (seperti) manis dan pahit, dan tanpa rasa. Ananda, Anda harus tahu
bahwa tanggapan penglihatan dari rasa ini datang tidak dari rasa (seperti) manis dan
pahit atau tidak dari hambar tak berasa, atau tidak dari organ indera atau tidak dari
kekosongan. Kenapa? Karena jika dia datang dari rasa manis dan pahit, dia akan
lenyap didalam keadaan hambar yang tak berasa; tetapi mengapa dia merasakan
yang belakangan/terakhir? Jika dia berasal dari hambar tak berasa, dia akan hilang
ketika berhubungan dengan rasa manis; tetapi kenapa dia masih merasa manis dan
merasa pahit? Jika dia berasal dari lidah, yang belakangan/terakhir awalnya
bukanlah berasa hambar atau bukan manis ataupun bukan pahit, maka kita tahu
bahwa 'organ rasa' tidak memiliki sifat alami sendiri. Jika dia berasal dari
kekosongan, yang belakangan/terakhir tidak menjadi mulut Anda, akan terasa
dengan sendirinya; maka apa hubungannya dia dengan jalan masuk lewat lidah
71
Anda? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa jalan masuk ini tidak nyata dan
adalah tidak bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan
sendirinya.'

Jalan Masuk melalui Tubuh

'Ananda, misalnya, ketika seseorang menyentuh tangannya yang hangat dengan satu
tangannya yang dingin, jika dingin melebihi kehangatan, tangan hangat akan
menjadi dingin dan jika kehangatan melebihi dingin, tangan dingin akan menjadi
hangat. Sentuhan ini terungkap saat dua tangan bertemu dan kemudian terpisah.
Kontak ini menyebabkan perasaan sentuhan yang bersama-sama dengan tubuhnya
dan pengalaman angan-angan khayalan ilusi, hanyalah kesusahan yang berasal dari
Bodhi. Masalah ini terjadi di mana ada dua kondisi palsu dari kontak dan pemisahan,
dan ditarik ke dalam tangapan penglihatan (dari alaya) yang disebut sentuhan.
Sentuhan ini tidak memiliki sifat alami yang tidak bergantung terpisah dari kontak
dan pemisahan dan dari kondisi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.
Ananda, Anda harus tahu bahwa tanggapan penglihatan dari sentuhan ini datang
bukan dari kontak atau bukan dari pemisahan, atau bukan dari kondisi yang
menyenangkan ataupun bukan dari yang tidak menyenangkan, atau bukan dari organ
indra ataupun bukan kekosongan. Kenapa? Karena jika dia berasal dari kontak, itu
seharusnya lenyap dalam keadaan pemisahan; tetapi mengapa dia merasakan yang
belakangan/terakhir? Ini adalah sama dengan kondisi yang menyenangkan dan tidak
menyenangkan. Jika dia berasal dari indera, dia akan bebas dari kontak dan
pemisahan dan dari kondisi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan; maka
tubuh Anda yang merasakan mereka tidak akan memiliki sifat alami sendiri. Jika dia
berasal dari kekosongan, yang belakangan/terakhir akan merasakan sentuhan dengan

72
sendirinya; maka apa hubungannya dia dengan jalan masuk melalui tubuh? Oleh
karena itu, Anda harus tahu bahwa jalan masuk ini adalah palsu dan tidak bersifat
sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.'

Jalan Masuk melalui Kecerdasan Akal Budi

'Ananda, ketika misalnya, seseorang kelelahan, dia tidur nyenyak, kemudian dia
terbangun dan ketika dia melihat benda-benda, dia ingat dan setelah satu waktu lupa
semua tentang mereka. Ini adalah kondisi terbalik dari lahir, tinggal, berubah dan
kematian yang terus ditarik ke dalam kecerdasan dalam batin; oleh karena itu organ
manas (kesadaran diri batin/jiwa), yang bersama-sama dengan kecerdasan akal budi
dan masalah (yang dialami) adalah penyakit yang timbul di Bodhi. Penyakit ini
berasal dari mengetahui dua kondisi palsu dari kelahiran dan kematian, tanggapan
penglihatan yang mencakup semua bahan keterangan didalam batin yang tidak dapat
dicapai dengan melihat. dan mendengar, oleh karena itu disebut "mengetahui".
Mengetahui ini tidak memiliki isi pokok sendiri terpisah dari keadaan bangun dan
keadaan tidur dan dari kondisi dari kelahiran dan kematian. Dengan demikian,
Ananda, Anda harus tahu bahwa "organ dari mengetahui" berasal bukan dari
keadaan terjaga dan bukan dari keadaan tidur, maupun bukan dari kondisi kelahiran
dan kematian, dan tidak dari indera maupun tidak dari kekosongan. Kenapa? Karena
jika dia berasal dari keadaan sadar terjaga/bangun, dia seharusnya tidak ada lagi
didalam keadaan tidur; lalu mengapa seseorang tidur? Jika dia berasal dari lahir, dia
seharusnya batal pada saat kematian; maka siapa yang akan mati? Jika dia datang
dari kematian, dia akan berhenti saat lahir; lalu siapa yang hidup? Jika dia berasal
dari indera, maka sementara tubuh mengalami dua keadaan dari bangun dan tidur,
"mengetahui" tidak memiliki sifat alam sendiri terpisah dari kedua keadaan ini dan

73
akan seperti bunga di langit. Jika dia berasal dari kekosongan, yang belakangan
terakhir akan tahu segalanya dan akan tidak ada hubungannya dengan jalan masuk
melalui kecerdasan akal budi Anda. Oleh karena itu, jalan masuk ini tidak bersifat
sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.'

Menggabungkan Dua Belas Ayatana (Enam Organ Indera & Enam Bahan
Keterangan Indera)
Mata & Rupa

Sekali lagi, Ananda, dua belas Ayatana pada pokok dasarnya (sama dengan) sifat
nyata sepenuhnya mutlak dari Tathagata garbha. Ananda, coba lihat ke hutan pohon
belukar dan sungai didalam taman Jetavana; Apakah bentuk itu yang menciptakan
penglihatan dari mata atau sebaliknya? Jika organ penglihatan menciptakan bentuk,
ketika Anda melihat kekosongan yang adalah bukan bentuk, bentuk akan lenyap,
yang berarti bahwa tidak ada yang akan ada. Kemudian jika bentuk tidak ada lagi,
apa yang dapat digunakan untuk mengungkapkan kekosongan? Itu adalah sama
dengan kekosongan. Jika bentuk menghasilkan penglihatan dari mata, ketika Anda
melihat kekosongan yang adalah tidak berbentuk, penglihatan Anda akan lenyap,
yang berarti bahwa tidak ada apapun yang akan ada, maka siapa yang membedakan
kekosongan dari bentuk? Oleh karena itu, Anda seharusnya tahu bahwa tidak
"penglihatan" ataupun tidak juga "bentuk" maupun tidak juga "kekosongan"
memiliki tempat kediaman yang dapat ditemukan, dan bahwa "bentuk" dan
"penglihatan" adalah palsu dan tidak bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat
ataupun bukan ada dengan sendirinya.'

74
Telinga & Bunyi

'Ananda, didalam taman Jetavana ketika Anda mendengar suara pukulan drum untuk
mengumumkan makan dan lonceng dibunyikan untuk memanggil para Bhiksu,
suara-suara menggantikan satu sama lain, apakah "mereka (suara-suara itu)" datang
ke telinga atau apakah telinga yang pergi ke mereka? Ananda, jika mereka datang
ke telinga, itu adalah seperti ketika Saya pergi ke Sravasti untuk berpindapatta
makanan dan saya tak hadir di taman Jetavana. Jika suara ini datang ke telinga
Ananda, Maudgalaputra dan Kasyapa seharusnya tidak akan mendengar mereka.
Lalu mengapa semua 1.250 Bhiksu, ketika Mereka mendengar lonceng, pergi
bersama-sama ke ruang makan? Jika telinga Anda pergi ke suara, itu adalah seperti
ketika Saya kembali ke taman Jetavana dan Saya tidak ada di Sravasti. Kemudian
ketika Anda mendengar drum itu, jika telinga Anda pergi ke itu, Anda seharusnya
tidak mendengar lonceng yang berdering pada saat yang sama itu, maupun suara
gajah, kuda, kerbau dan domba (didalam taman ini). Jika tidak ada yang demikian
"datang" dan "pergi", tidak akan ada pendengaran. Oleh karena itu, Anda harus tahu
bahwa baik "pendengaran" dan "suara" tidak memiliki lokasi yang dapat ditemukan
dan bahwa keduanya adalah palsu, karena tidak bersifat sebab-musabab atau bukan
bersyarat ataupun bukan ada dengan sendirinya.'

Hidung & Bau

75
'Ananda, coba cium/rasakan bau asap kayu cendana didalam alat pembakar ini.
Jumlah yang terbakar kecil tapi aromanya menyebar ke Sravasti dan lingkungan itu.
Apakah Anda berpikir bahwa wangi-wangian ini berasal dari kayu cendana, dari
hidung Anda, atau dari kekosongan? Ananda, jika dia berasal dari hidung Anda,
seharusnya dia dihasilkan oleh dan menyebar dari itu, tapi karena hidung Anda
bukan kayu cendana, bagaimana bisa wewangian ini ada disana? Jika Anda
mengatakan bahwa Anda mencium bau wangi-wangian, dia seharusnya dihirup ke
dalam hidung Anda, tapi karena dia memancar dari itu (seperti yang disebut
sebelumnya), adalah salah untuk mengatakan bahwa Anda mencium baunya. Jika
dia berasal dari kekosongan, yang belakangan/terakhir menjadi permanen abadi,
wewangian ini seharusnya begitu juga dan tidak akan ada kebutuhan untuk
membakar kayu cendana kering. Jika dia berasal dari kayu cendana, isi pokok
wanginya telah menjadi asap melalui pembakaran, dan jika hidung Anda merasakan
wewangian ini, hidung Anda seharusnya dipenuhi asap, ketika asap naik ke udara,
bagaimana hal itu dapat dirasakan di tempat yang jauh bahkan sebelum itu mencapai
mereka? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa bau, hidung dan penciuman tidak
memiliki lokasi tetap yang dapat ditemukan dan bahwa "penciuman" dan "bau"
adalah palsu yang tidak bersifat sebab-musabab atau bukan bersyarat ataupun bukan
ada dengan sendirinya.'

Lidah & Rasa

'Ananda, dua kali sehari Anda pergi keluar untuk berpindapatta makanan dan
kadang-kadang diberi mentega dan krim yang lezat-lezat. Apakah Anda berpikir
bahwa rasa ini berasal dari kekosongan, lidah atau makanan? Ananda, jika dia
76
berasal dari lidah Anda, yang belakangan/terakhir telah menjadi mentega, dan
karena Anda hanya memiliki satu lidah, bagaimana bisa Anda kemudian mencicipi
rasa madu? Jika Anda tidak, ini berarti bahwa rasa Anda tidak berubah, maka
bagaimana hal itu dapat disebut mencicipi rasa? Jika dia berubah dan karena lidah
Anda adalah satu isi pokok bagaimana lidah tunggal ini mengetahui berbagai rasa?
Jika dia berasal dari makanan, yang belakangan/terakhir tidak bisa mengetahui, lalu
bagaimana bisa dia merasakan sendiri? Dengan anggapan bahwa dia tahu dirinya
sendiri, dia dan makanan lainnya akan tidak ada hubungannya dengan pengecap rasa
Anda. Jika dia berasal dari kekosongan, ketika Anda "menggigit" udara seperti apa
rasanya? Dengan anggapan bahwa dia berasal dari kekosongan, ketika yang
belakangan/terakhir rasanya asin, seperti lidahmu asin, wajah Anda seharusnya
begitu juga, jika demikian semua orang akan seperti ikan di laut. Jika Anda asin,
Anda tidak akan tahu apa yang hambar/tawar. Jika Anda tidak tahu apa yang
hambar/tawar, dan tidak merasakan garam, Anda tidak akan memiliki rasa; lalu
bagaimana bisa ada rasa? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa baik "rasa"
maupun "lidah" ataupun "mencicipi" tidak memiliki lokasi yang dapat ditemukan
dan bahwa "mencicipi" dan "rasa" adalah palsu yang tidak bersifat sebab-musabab
atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'

Tubuh & Sentuhan

'Ananda, Anda terbiasa menggosok kepala Anda dengan tangan Anda setiap hari di
pagi hari. Apa yang Anda pikirkan? Ketika perasaan menggosok ini muncul, apakah
sentuhan itu? Apakah tangan atau kepala yang melakukan sentuhan? Jika
kemampuan untuk menyentuh ada di tangan Anda, maka kepala Anda (obyek
perasa) seharusnya tidak merasa bahwa dia sedang digosok, jika demikian

77
bagaimana bisa ada sentuhan? Jika itu adalah kepala Anda, tidak akan ada kebutuhan
untuk tangan Anda untuk menggosok nya, lalu bagaimana Anda dapat menyebutnya
menyentuh? Jika tangan dan kepala keduanya merupakan pelaku, maka Kamu,
Ananda, seharusnya memiliki dua tubuh. Jika dia berasal dari kontak hubungan
tangan Anda dengan kepala Anda, maka tangan Anda dan kepala Anda keduanya
seharusnya satu, dan satu benda tidak dapat kontak menghubungi diri sendiri. Jika
itu adalah dua (yaitu tangan dan kepala), dari manakah itu muncul, untuk "pelaku"
dan "perasa" berbeda? Tidak bisa ada "sentuhan" saat "kepala Anda" datang ke
dalam kontak hubungan dengan "kekosongan". Oleh karena itu, Anda harus tahu
bahwa baik "perasaan sentuhan" maupun "tubuh Anda" tidak memiliki lokasi yang
dapat ditemukan dan bahwa mereka adalah palsu, karena tidak bersifat sebab-
musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'

Kecerdasan Akal Budi & Dharma

'Ananda, dikarenakan oleh sebab-sebab yang baik, yang jahat dan yang netral,
kecerdasan (manas) Anda selalu menimbulkan dharma. Apakah dharma ini
diciptakan oleh pikiran atau apakah mereka ada terpisah dari itu dan memiliki tempat
mereka sendiri? Ananda, jika mereka adalah sama dengan pikiran, mereka tidak bisa
menjadi obyek sasaran tujuannya selama mereka bukan gejala kejadian sebab-
musaba nya; lalu bagaimana mereka dapat memiliki tempat (mereka sendiri)? Jika
mereka ada terpisah dari pikiran dan memiliki tempat mereka sendiri, apakah mereka
miliki (indera dari) mengetahui atau tidak? Jika mereka memilikinya, mereka adalah
hanya pikiran; tetapi karena mereka memiliki (indera dari) mengetahui dan berbeda
dari Anda, mereka seharusnya tidak menjadi dharma Anda, tetapi seharusnya
menjadi milik pikiran orang lain. Jika mereka memiliki (indera dari) mengetahui dan

78
adalah dharma Anda (pada saat yang sama) mereka hanya pikiran Anda; lalu
bagaimana bisa Anda memiliki pikiran yang lainnya serta milik Anda sendiri? Jika
mereka berbeda dari Anda dan tidak memiliki (indera dari) mengetahui, di manakah
mereka, karena mereka bukan (gejala kejadian seperti) "bentuk", "suara", "Bau" dan
"rasa", tidak juga "dingin" dan "kehangatan" karena "kontak hubungan" ataupun
"pemisahan", serta "kekosongan"? Karena mereka tidak dapat diperlihatkan baik
didalam "bentuk" maupun "kekosongan", tidak seharusnya ada di alam semesta lain
"kekosongan yang lain" diluar "kekosongan" itu. Dengan anggapan bahwa ada
kekosongan lain yang diluar, mereka tidak bisa menjadi gejala kejadian yang bersifat
sebab-musabab dari pikiran. Lalu di manakah mereka? Oleh karena itu, Anda harus
tahu bahwa baik dharma ataupun pikiran tidak memiliki lokasi yang dapat
ditemukan dan bahwa "kecerdasan akal budi" dan "dharma" keduanya adalah palsu,
yang tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan
sendirinya.'

Menggabungkan Delapan belas Bidang atau Alam dari Indera


Bidang dari Tanggapan Penglihatan Pengamatan

'Sekali lagi, Ananda, mengapa delapan belas bidang atau alam indera (sama dengan)
sifat nyata sepenuhnya mutlak (di dalam Tathagatagarbha)?

Ananda, karena Anda (sudah) tahu, mata dan bentuk adalah penyebab yang
memperanakkan tanggapan penglihatan pengamatan. Apakah tanggapan
penglihatan pengamatan ini diciptakan dan dipersyaratkan oleh mata atau oleh
bentuk? Ananda, jika dia diciptakan oleh mata, tanpa adanya bentuk dan
kekosongan, tidak akan ada yang untuk dibedakan; lalu apa gunanya tanggapan

79
penglihatan ini bahkan jika Anda memilikinya? Dalam hal ini apa yang Anda lihat
akan tidak biru, tidak kuning, tidak merah ataupun tidak putih; dimanakah kemudian
dapat Anda menunjukkan batasnya? Jika dia diciptakan oleh bentuk, ketika Anda
melihat kekosongan, yang berarti bahwa bentuk tidak ada, tanggapan penglihatan
Anda seharusnya lenyap, lantas mengapa Anda masih membedakan kekosongan?
Ketika bentuk berubah, Anda memperhatikannya tetapi tanggapan penglihatan Anda
tidak berubah; lalu dimana bisa batasnya menjadi? Jika tanggapan penglihatan
mengikuti perubahan bentuk untuk menjalani perubahannya sendiri, tidak akan ada
batas. Jika dia tidak berubah, dia seharusnya tetap abadi; lalu (karena dia diciptakan
oleh bentuk) dia seharusnya tidak merasakan kekosongan. Jika dia diciptakan oleh
kedua mata dan bentuk, kedua ini adalah terpisah ketika (Anda berpikir bahwa
mereka) disatukan dan bersatu (ketika Anda berpikir bahwa mereka) terpisah; jika
demikian, keduanya bercampur; lalu bagaimana bisa ada alam dari mata dan dari
bentuk? Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa kedua mata yang bersifat sebab-
musabab dan bentuk serta (yang disebut) "menciptakan tanggapan penglihatan"
tidaklah ada, dan bahwa mata, bentuk dan alam dari bentuk adalah tidak bersifat
sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'

Bidang dari Tanggapan Penglihatan Suara

'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, telinga dan suara merupakan penyebab yang
memperanakkan tanggapan penglihatan dari suara. Apakah tanggapan penglihatan
ini diciptakan dan dipersyaratkan oleh telinga atau suara? Jika dia diciptakan oleh
telinga, organ ini, dengan tidak adanya kedua gangguan dan ketenangan, tidak
memahami apapun dan adalah, oleh karena itu, tiada benda; jika dia tidak bisa
memahami, bagaimana dia bisa menciptakan tanggapan penglihatan?
80
Dengan menganggap bahwa pendengaran (melahirkan) tanggapan penglihatan oleh
telinga, karena tidak ada pendengaran yang terjadi dalam ketiadaan kedua gangguan
dan keheningan, bagaimana bisa telinga (yang adalah) bentuk bersatu dengan objek-
objek yang diluar untuk menghasilkan tanggapan penglihatan dan di mana bidang
yang belakangan/terakhir berada? Jika dia diciptakan oleh suara, yaitu jika dia
tergantung (semata-mata) pada suara, maka seharusnya tidak ada hubungannya
dengan pendengaran Anda. Tetapi jika pendengaran berhenti, tidak akan ada suara.
Sekarang anggaplah bahwa dia benar-benar diciptakan oleh suara dan bahwa suara
ada dikarenakan oleh pendengaran, maka pendengaran Anda dari suara seharusnya
dirasakan oleh telinga. Jika suara ini tidak dirasakan, tidak akan ada hubungannya
dengan bidang tanggapan penglihatan telinga. (Di sisi lain) jika dia terdengar, dia
sudah merupakan suara, dan karena dia adalah objek pendengaran, (dia tidak bisa
memahami apapun); Lalu siapa yang mengetahui tanggapan penglihatan? Jika tidak
ada "orang yang tahu" tersebut, Anda akan menjadi seperti rumput dan tanaman.
Tidak bisa terjadi pencampuran suara dan pendengaran untuk menciptakan di antara
mereka sebuah dunia menengah (dari tanggapan penglihatan oleh telinga) untuk
dunia tersebut tidak dapat berada di pusat, di organ dalam, atau di luar suara. Oleh
karena itu, tidak telinga maupun tidak juga suara ada sebagai penyebab, ataupun
tidak juga tanggapan penglihatan oleh telinga (sebagai akibat) dan telinga, suara dan
bidangnya adalah tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak
ada dengan sendirinya.'

Bidang dari Tanggapan Penglihatan Bau

'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, hidung dan bau adalah penyebab yang
81
melahirkan tanggapan penglihatan bau. Apakah tanggapan penglihatan ini
diciptakan dan dipersyaratkan oleh hidung atau bau? Jika demikian, Ananda, apakah
hidung ini? Apakah dia adalah bagian mengait dan berdaging dari wajah Anda
dengan yang Anda menghirup? Tetapi bagian dari daging ini termasuk milik tubuh
dan tanggapan penglihatan tubuh disebut sentuhan; Tubuh adalah bukan hidung dan
sentuhan adalah objek tujuannya. Jika hidung tidak dapat disebutkan namanya, di
manakah dia itu? Jika dia merasakan bau, di manakah tanggapan penglihatan itu
dalam pikiran Anda? Jika tanggapan penglihatan berasal dari bagian wajah, itu
adalah sentuhan dan tidak ada hubungannya dengan hidung. Jika dia berasal dari
kekosongan, dia seharusnya diketahui oleh yang belakangan/terakhir daripada
dirasakan oleh daging; jika demikian, kekosongan seharusnya Anda dan tubuh Anda
akan merasakan tiada apapun. Kemudian, tidak akan ada Ananda dimanapun pada
saat ini.'

'Jika bau adalah "yang mengetahui", dia seharusnya mengenal dirinya sendiri dan
akan tidak ada hubungannya dengan Anda. Jika bau yang baik dan buruk
menciptakan hidung Anda, mereka seharusnya tidak menghasilkan kayu cendana
dan berbau busuk herbal. Tanpa yang belakangan/terakhir, rasakan bau hidung Anda
sendiri dan lihat apakah wangi atau bau menusuk. Karena wangi tidak dapat berbau
busuk dan bau busuk tidak bisa menjadi wangi, jika Anda dapat merasakan bau
keduanya, Anda seharusnya memiliki dua hidung, dan sekarang karena Anda
bertanya kepada Saya tentang Dharma itu, seharusnya ada dua Ananda; lalu Ananda
yang manakah Anda? Jika hanya ada satu hidung dan jika wangi dan bau busuk
adalah bukan dua bau yang berbeda, mereka bisa menjadi keliru untuk satu sama
lain, yang membuktikan bahwa tidak ada yang ada; jika demikian dimanakah bidang
dari tanggapan penglihatan bau bisa dibuat? Jika dia diciptakan oleh bau dan jika

82
tanggapan penglihatan timbul karena bau, itu adalah seperti mata Anda yang dapat
melihat benda-benda, tapi tidak dirinya sendiri; jadi tanggapan penglihatan yang ada
karena bau seharusnya tidak mencium bau itu. Jika dia mencium bau itu, dia tidak
dapat diciptakan oleh bau, dan jika dia tidak, dia kehilangan tanggapan penglihatan
itu. Karena bau tidak tergantung pada tanggapan penglihatan, dia tidak memiliki
bidang. Jika tanggapan penglihatan tidak bisa mencium bau, bidangnya tidak bisa
dibuat atas dasar penciuman bau. Karena tidak ada tanggapan penglihatan yang
menengah (antara hidung dan bau), akan tidak ada (organ) yang didalam atau (benda
tujuan) yang diluar. Jadi tanggapan penglihatan bau adalah palsu. Oleh karena itu,
tidak hidung atau tidak juga bau, sebagai penyebab, maupun tidak juga bidang dari
tanggapan penglihatan bau, sebagai ciptaan itu, ada, sedangkan hidung, bau dan
bidangnya adalah tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak
ada dengan sendirinya.'

Bidang dari Tanggapan Penglihatan Rasa

'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, rasa asam di lidah adalah penyebab yang
memperanakkan tanggapan penglihatan oleh lidah. Apakah tanggapan penglihatan
ini diciptakan dan dipersyaratkan oleh lidah, atau oleh rasa?

'Ananda, jika dia diciptakan oleh lidah, maka tebu, plum hitam asam, asam pahit,
garam batu, tumbuhan liar beraroma, jahe dan cendana akan menjadi hambar tak
berasa. Rasakan lidah Anda sendiri dan lihat apakah manis atau pahit. Jika dia pahit,
siapakah pengecap rasa itu? Karena lidah tidak bisa merasakan dirinya sendiri, siapa

83
yang mengalami rasa itu? Jika dia tidak pahit, tidak ada rasa bisa datang dari dia.
Lalu bagaimana dia dapat dipersyaratkan?'

'Jika tanggapan penglihatan berasal dari rasa, itu akan menjadi rasa dia sendiri tetapi,
seperti lidah, dia tidak bisa merasakan dirinya sendiri. Lalu bagaimana dia bisa
membedakan berbagai macam rasa? Sekali lagi, karena ada banyak rasa yang tidak
dapat berasal dari satu sumber, seharusnya ada sebanyak tanggapan penglihatan
(yang sesuai). Jika hanya ada satu, dan jika dia diciptakan oleh rasa (yang berbeda),
maka semua rasa asin, rasa hambar tanpa rasa, rasa manis dan rasa pahit seharusnya
bersatu dan menjadi satu; maka tidak akan ada penglihatan. Jika demikian, tidak
akan ada tanggapan penglihatan (oleh lidah). Lalu bagaimana bisa lidah, rasa dan
tanggapan penglihatan dipersyaratkan? Kekosongan tidak dapat membuat pikiran
Anda melihat. Karena (organ) lidah dan (objek tujuan) rasa tidak dapat bersatu untuk
menciptakan (tanggapan penglihatan) yang menengah. di manakah bidang yang
belakangan/terakhir? Oleh karena itu, lidah dan rasa, sebagai penyebab, dan bidang
dari tanggapan penglihatan rasa, sebagai ciptaan mereka, tidak ada, sedangkan lidah,
rasa dan bidang dari tanggapan penglihatan mereka adalah tidak bersifat sebab-
musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'

Bidang dari Tanggapan Penglihatan Sentuhan

'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, tubuh dan sentuhan adalah penyebab yang
menciptakan tanggapan penglihatan dari sentuhan. Apakah ini diciptakan dan
dipersyaratkan oleh tubuh atau oleh sentuhan?'

84
'Ananda, jika dia diciptakan oleh tubuh, apa yang belakangan/terakhir rasakan ketika
tidak ada kontak hubungan atau pemisahan? Jika oleh sentuhan, tubuh Anda tidak
akan diperlukan; maka siapa yang bisa, tanpa tubuh, merasakan kontak hubungan
dan pemisahan? Ananda, "benda tujuan" tidak merasakan sentuhan, tetapi tubuh
mengetahui dan merasakan itu. Tanggapan penglihatan tubuh diungkapkan oleh
sentuhan dan sentuhan melalui tubuh. Oleh karena itu, tubuh dan sentuhan tidak
dapat dipisahkan tetapi mereka tidak sama sehingga pada awalnya mereka tidak
memiliki rumah tempat berdiam. Ketika sentuhan menghubungi tubuh, dia menjadi
tubuh dan ketika berhenti, dia menjadi kekosongan. Karena tidak ada hal-hal seperti
didalam (tubuh) dan diluar (sentuhan), bagaimana bisa ada perantara (tanggapan
penglihatan) di antara mereka? Lalu dimanakah bidang dari tanggapan penglihatan
tubuh? Oleh karena itu, tubuh dan sentuhan, sebagai penyebab, dan tanggapan
penglihatan tubuh, sebagai ciptaan mereka, tidak ada, dan ketiganya tidak bersifat
sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan sendirinya.'

Bidang dari Kesadaran Keenam

'Ananda, karena Anda (sudah) tahu, kecerdasan akal pikiran (manas) dan dharma
(ide gagasan pikiran) adalah penyebab yang menciptakan kesadaran keenam.
Apakah kesadaran ini diciptakan dan dipersyaratkan oleh kecerdasan akal pikiran,
atau Dharma?

'Ananda, jika kesadaran ini diciptakan oleh kecerdasan akal pikiran, yang
belakangan/terakhir (sebagai organ) seharusnya berisi dharma (sebagai objek/benda
tujuan) untuk mengungkapkan keberadaannya sendiri. Dengan tidak adanya dharma,
85
kecerdasan akal pikiran Anda (tidak ada dan) tidak dapat menciptakan sesuatupun;
bahkan jika dia menciptakan kesadaran, apa yang belakangan/terakhir gunakan jika
dia tidak dihadapkan dengan ide gagasan pikiran yang bersifat sebab-musabab
(dharma)? Selain itu, baik pikiran (yaitu kesadaran keenam) dan proses berpikir
Anda (misalnya kecerdasan akal pikiran) keduanya membedakan ide gagasan
pikiran dan benda-benda; apakah mereka sama, atau berbeda satu sama lain? Jika
sama, kesadaran hanyalah kecerdasan akal pikiran, lalu bagaimana dia dapat
diciptakan oleh kecerdasan akal pikiran? Jika berbeda, kesadaran akan menjadi
"tidak sadar"; Maka bagaimana bisa dia berasal dari kecerdasan akal pikiran? Jika
dia juga "Sadar" lalu (beritahu Saya) apa itu kecerdasan akal pikiran dan kesadaran.
Oleh karena itu mereka tidak juga sama ataupun tidak juga berbeda, maka
dimanakah bidang dari kesadaran?'

Jika kesadaran diciptakan oleh dharma, segala sesuatu dalam dunia tidak dapat
dipisahkan dari lima keterangan indera dari bentuk, suara, bau, rasa dan sentuhan,
yang secara jelas sesuai dengan organ-organ indera dan tidak terpengaruh oleh
kecerdasan akal pikiran. Jika kesadaran Anda tergantung pada dharma untuk
keberadaannya, perhatikan dengan teliti ke dalam dharma dan lihat seperti apa
mereka terlihat, untuk yang melampaui bentuk dan kekosongan, gerak dan
ketenangan diam, kejelasan dan gangguan halangan, persatuan dan pemisahan, dan
kelahiran dan kematian, di manakah dapat dharma ditemukan? Ketika dharma
muncul maka secara bersamaan dengan bentuk, kekosongan, semua dharma muncul,
dan ketika ada penghentian maka bentuk, kekosongan, semua dharma lenyap dengan
mereka. Karena tidak ada penyebab yang mengarah ke penciptaan mereka, apa saja
rupa dan gambaran bentuk dari dharma? Jika ini tidak ada, lalu apa yang
mempersyaratkan dharma? Oleh karena itu, kecerdasan dan dharma sebagai

86
penyebab, dan bidang dari kesadaran keenam, sebagai ciptaan mereka, tidak ada dan
mereka tidak bersifat sebab-musabab atau tidak bersyarat ataupun tidak ada dengan
sendirinya.'

Menggabungkan Tujuh Unsur kedalam yang Mutlak Sepenuhnya Nyata


untuk Mengungkapkan
Percampuran bebas dari Gejala Kejadian sebagaimana dia muncul & Benda
dalam dirinya sendiri

'Ananda berkata kepada sang Buddha: 'Bhagavan, Tathagata telah sering berbicara
tentang penyebab, kondisi dan keadaan dari diri yang seperti itu dan telah
mengajarkan Kami bahwa semua perubahan dan penjelmaan bentuk di dunia adalah
karena campuran dan gabungan dari empat unsur. Mengapa Dia sekarang
menghapus semua gagasan dari penyebab, kondisi dan keadaan dari diri yang seperti
itu? Saya tidak mengerti, akankah Dia cukup berbelas kasih untuk menjelaskan
secara penuh kepada semua makhluk hidup arti yang diluar dari semua pikiran
sesat?'

'Sang Buddha menjawab: Anda lelah, dan telah berusaha untuk meninggalkan,
ajaran Hinayana pada tahap Sravaka dan Pratyeka-buddha, dan jadi ingin mencari
Bodhi yang tak tertandingi. Saya akan, oleh karena itu mengajarkan Kebenaran
Agung. Mengapa Anda masih membatasi diri Anda sendiri dengan penalaran
sembrono tentang penyebab palsu dan kondisi? Meskipun Anda telah banyak
mendengarkan Saya, Anda adalah seperti Orang yang terbiasa untuk berbicara

87
tentang obat-obatan tetapi yang, ketika Dia melihat mereka tidak bisa memilih mana
dari mereka yang bagus. Inilah sebabnya mengapa Tathagata mengatakan bahwa
Anda benar-benar harus dikasihani. Dengarkan dengan perhatian pada apa yang
sekarang Saya beritahukan Anda, sehingga semua yang berlatih Mahayana di masa
depan dapat mencapai Kenyataan.'

'Ananda tetap diam, menunggu Ajaran suci.'

Menampakkan Perbedaan Yang Salah

'Ananda, seperti yang Anda katakan, ketika empat unsur bercampur dan bergabung
mereka menyebabkan semua jenis penjelmaan bentuk di dunia. Tetapi mereka tidak
bisa bercampur dan bersatu jika itu bertentangan dengan sifat alami mereka, seperti
kekosongan tidak bisa dengan bentuk. Di sisi lain, jika mereka demikian bercampur
dan bergabung, mereka adalah penjelmaan bentuk dan berutang keberadaan mereka
sepenuhnya untuk saling ketergantungan mereka; mereka dengan demikian tunduk
pada penciptaan dan kehancuran didalam penggantian warisan yang tak berujung,
seperti cincin api disebabkan ketika obor dilambaikan dalam putaran melingkar.'

Menunjuk ke Satu Sumber

'Ananda, ini adalah seperti air yang, setelah menjadi es, bisa berubah kembali
menjadi air.'

88
Petunjuk pengajaran pada Tujuh Unsur
[1] Unsur tanah bumi

'Lihatlah unsur tanah bumi yang berkisar dari ukuran tanah bumi besar hingga setitik
kecil debu. Belah titik ini yang hampir mendekati "tiada apapun" dan kurangi dia
hingga butir halus tertipis di perbatasan tertinggi dari bentuk. Kemudian belah dia
lagi dan dia menjadi kekosongan. Ananda, jika butir debu ini dapat dikurangi hingga
tiada apapun, Anda seharusnya tahu bahwa bentuk berasal dari kekosongan.'

'Sekarang Anda bertanya tentang perubahan bendai yang Anda hubungkan ke


pencampuran dan persatuan (dari empat unsur). Ambil, misalnya, butir debu ini yang
mendekati kekosongan, berapa banyak kekosongan yang harus dicampur dan
disatukan untuk menghasilkannya? Tapi itu tidak masuk akal untuk menganggap
bahwa hal ini dapat dilakukan dengan menyatukan butiran-butiran debu. Karena
butir debu dapat dibelah dan dikurangi hingga kosong, berapakah banyak (butiran
dari) bentuk harus menyatu bersama-sama untuk menciptakan kekosongan?
Persatuan dari bentuk (dengan bentuk) menghasilkan bentuk tetapi bukan
kekosongan, dan persatuan dari kekosongan (dengan kekosongan) menghasilkan
kekosongan tetapi bukan bentuk. Bentuk dapat dibelah tapi bagaimana bisa
kekosongan bersatu (dengan bentuk)?

89
'Anda tidak mengetahui bahwa di dalam Tathagatagarbha baik bentuk dan (lawan
sebaliknya) kekosongan keduanya timbul dari sifat alami diri dan adalah sama persis
dengan satu sama lain, dan bahwa unsur dari tanah bumi pada dasarnya murni dan
bersih, mencakup semua didalam alam Dharma dan berwujud nyata karena pikiran
dari makhluk hidup mengenal dan membedakan (antara benda-benda) sesuai dengan
hukum karma. Sifat bodoh duniawi yang salah ini menyebabkan, kondisi dan
keadaan diri seperti itu, karena kesadaran mereka membedakan dan memilih-milih
tanpa mereka ketahui bahwa bahasa yang mereka gunakan tidak memiliki arti yang
sebenarnya.

[2] Unsur api

'Ananda, api tidak memiliki diri, tetapi ada karena penyebab (yang diluar). Ketika
orang-orang di kota akan menyiapkan makanan mereka, mereka menggunakan
cermin dari logam yang mengkilap untuk memperoleh api dari matahari.

'Ananda, tentang (gagasan pikiran Anda dari) campuran dan persatuan, ambillah
perkumpulan kelompok ini dari Diri Saya Sendiri dan 1250 Bhiksu; meskipun
kelompok ini adalah satu, setiap anggota memiliki tubuhnya sendiri, suku dan nama,
seperti Sàriputra yang merupakan Brahmana, Uruvilva Kasyapa seorang suku
Kasyapa, dan Anda, Ananda, yang adalah dari suku Gautama.

'Ananda, jika api berasal dari campuran dan gabungan (dari unsur-unsur), ketika
seseorang memegang cermin untuk mendapatkan api dalam sinar matahari, apakah
api ini berasal dari cermin, benda yang mudah terbakar atau matahari? Ananda, jika
90
dia berasal dari matahari, dia bisa membakar benda yang mudah terbakar di tangan
Anda; jika demikian, semua hutan pohon akan hangus. Jika dia berasal dari cermin
dan kemudian menyalakan benda yang mudah terbakar, mengapa dia tidak
melelehkan cermin dan membakar tangan Anda? Tapi jika Anda bahkan tidak
merasakan panas itu, bagaimana bisa cermin itu meleleh? Jika dia berasal dari benda
yang mudah terbakar, mengapa yang belakangan/terakhir membutuhkan matahari
dan cermin untuk membuatnya terbakar? Lihatlah cermin yang dipegang oleh
tangan, matahari di atas langit dan benda yang mudah terbakar yang pada awalnya
berasal dari tanah; bagaimana api dapat melakukan perjalanan di tempat lain
sebelum datang ke sini? (Selain itu) matahari dan cermin adalah jarak yang sangat
panjang terpisah dan tidak dapat bercampur dan bersatu dengan satu sama lain. Pada
akhirnya api tidak dapat ada dengan sendirinya.

'Anda tidak menyadari bahwa di dalam Tathagatagarbha baik api dan (lawan
sebaliknya) kekosongan timbul dari sifat alami diri dan adalah sama persis satu sama
lain, dan bahwa unsur dari api pada dasarnya murni dan bersih, mencakup semua di
dalam alam Dharma dan berwujud nyata karena pikiran makhluk hidup mengenal
dan membedakan (antara benda-benda). Ananda, Anda seharusnya tahu bahwa api
dihasilkan dimanapun seseorang memegang cermin (di bawah matahari), dan bahwa
jika cermin diangkat di seluruh alam Dharma, api akan bermunculan di mana-mana
sesuai dengan hukum karma dan tidak di tempat arah yang ditentukan. Sifat bodoh
duniawi yang salah ini menyebabkan, kondisi dan keadaan diri seperti itu tanpa
menyadari bahwa itu adalah karena kesadaran mereka membedakan dan memilih-
milih dan bahwa bahasa yang mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.

[3] Unsur air

91
'Ananda, air tidaklah tetap secara alami selama dia baik mengalir atau tetap tenang.
Para penyihir besar di sravasti, seperti Kapila, Cakra, Padma, Hasta dan yang lainnya
mendapatkan intisari air untuk mencampur dengan obat-obatan mereka dengan
mengangkat bola kristal menghadap bulan purnama. Apakah air ini datang dari bola,
kekosongan ruang angkasa atau bulan? Ananda, jika dia berasal dari bulan yang
sangat jauh dia seharusnya melewati pohon-pohon di hutan sebelum mencapai bola
kristal untuk mengalir ke dalam mangkuk. Jika dia tidak mengalir melalui pohon-
pohon di hutan, ini menunjukkan bahwa dia tidak turun dari bulan. Jika dia berasal
dari bola kristal, dia seharusnya mengalir secara teratur tidak hanya saat bulan
purnama. Jika dia berasal dari kekosongan ruang angkasa yang tak terbatas, dia
seharusnya mengalir di mana-mana, menenggelamkan segala sesuatu antara bumi
dan langit; jika demikian, bagaimana bisa ada makhluk hidup berjalan di atas bumi,
terbang di udara dan berenang di air? Pikirkan semua ini lagi; bulan berada di langit,
bola kristal adalah di tangan orang itu dan mangkuk ada di depannya; 'Jadi darimana
air ini berasal untuk mengalir (ke dalam mangkuk)? Bulan dan bola kristal adalah
sangat jauh jarak terpisah dan tidak dapat bercampur dan bersatu dengan satu sama
lain. Ini adalah tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa air ini tidak datang dari
sumber manapun.

'Anda tidak tahu bahwa didalam Tathagatagarbha baik air dan (lawan sebaliknya)
kekosongan kedua-duanya timbul dari sifat alami diri dan adalah sama persis satu
sama lain, dan bahwa unsur dari air pada dasarnya murni dan bersih, mencakup
semua di dalam alam Dharma, dan berwujud nyata karena pikiran makhluk hidup
mengenal dan membedakan (antara benda-benda). Jadi air mengalir dimanapun bola
kristal yang digunakan untuk mengumpulkannya dan jika dia diangkat di seluruh

92
alam Dharma, dia akan mengalir di mana-mana sesuai dengan hukum karma dan
tidak di tempat atau arah tertentu. Sifat bodoh duniawi yang salah ini menyebabkan,
kondisi dan keadaan diri seperti itu tanpa menyadari bahwa itu adalah karena
kesadaran mereka membeda-bedakan dan memilih-milih dan bahwa bahasa yang
mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.

[4] Unsur angin

'Ananda, unsur dari angin tidak memiliki isi pokok dan baik bergerak atau diam.
Ketika Anda bergabung dengan sebuah pertemuan dan menyesuaikan jubahmu
tepinya (kadang-kadang) menyentuh orang disebelah Anda, mengacaukan udara
yang meniup wajahnya. Apakah angin ini datang dari ujung jubah Anda, dari
kekosongan atau dari wajah orang itu?'

'Ananda, jika dia berasal dari ujung jubahmu, yang belakangan/terakhir seharusnya
meninggalkan tubuh Anda (untuk menyentuh wajah orang itu). Saat Saya
memberitakan Dharma disini, jubah Saya tidak bergerak; di manakah Anda dapat
menemukan angin di dalamnya? Ia tidak memiliki tempat tersembunyi di mana
angin dapat disimpan.'

'Jika angin berasal dari kekosongan, mengapa dia tidak meniup (orang itu) saat
jubahmu diam tak bergerak? (Selain itu) "kekosongan" adalah permanen kekal tidak
berubah dan demikian juga seharusnya "angin"; kemudian tanpa angin tidak akan
ada kekosongan. Anda bisa merasakan saat angin berhenti meniup, tapi gejala

93
petunjuk apakah ketika kekosongan lenyap? Jika kekosongan dapat diciptakan dan
dilenyapkan, dia tidak bisat (benar-benar) adalah kekosongan, dan jika dia adalah,
bagaimana dia bisa menciptakan angin?'

'Jika angin berasal dari wajah tetangga Anda, dia seharusnya juga meniup Anda; lalu
mengapa jubahmu saat menyentuh terhadap dia tidak meniup Anda kembali?'

'Lihatlah ke semua ini dengan seksama. Jubah yang Anda sesuaikan adalah milikmu,
wajah yang tertiup adalah dari Bhiksu lain dan kekosongan tetap diam dan tidak
bergerak; lalu dari manakah angin itu berasal? Angin dan kekosongan berbeda dan
tidak bisa bercampur atau juga tidak bisa bersatu, sementara angin tidak bisa ada
dengan sendirinya tanpa penyebab. Anda tidak menyadari bahwa di dalam
Tathagatagarbha angin dan (lawan sebaliknya) kekosongan timbul dari sifat alami
diri dan adalah sama persis satu sama lain, dan bahwa unsur dari angin pada dasarnya
murni dan bersih, mencakup semua di dalam alam Dharma, dan berwujud nyata
karena pikiran makhluk hidup mengenal dan membedakan (antara benda-benda).
Jika, Ananda, Anda memindahkan jubah Anda, angin yang sedikit dibangkitkan.
Dan jika ada gerakan yang sama di seluruh alam Dharma, akan ada angin di seluruh
dunia sesuai dengan hukum karma dan tidak di tempat atau arah tertentu. Sifat bodoh
duniawi yang salah pada unsur angin menyebabkan, kondisi dan keadaan diri seperti
itu karena kesadaran mereka membeda-bedakan dan memilih-milih tanpa menyadari
bahwa bahasa yang mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.

[5] Unsur ruang

94
'Ananda, ruang adalah jauh dari sungai, orang-orang dari kasta yang berbeda, seperti
Ksatriya, Brahmana, Vaisya, Sudra, Bhāradvāja dan Candàla, yang datang untuk
tinggal di sana, menggali sumur untuk menemukan air. Setiap kaki dari tanah bumi
diganti dengan sebuah kaki dari ruang dan sepuluh kaki dari tanah bumi dengan
sepuluh kaki dari ruang, sehingga kedangkalan atau kedalaman dari setiap sumur
sesuai dengan jumlah tanah bumi yang diangkat. Apakah ruang ini berasal dari tanah
bumi, dari penggalian atau dari dirinya sendiri seperti itu?

'Ananda, jika ruang ada dari dirinya sendiri, mengapa sebelum penggalian itu dia
tidak tak terhalang oleh tanah bumi? Mengapa hanya ada tanah bumi tanpa ada ruang
apapun yang terlihat di sana?

'Jika ruang berasal dari tanah bumi, dia seharusnya terlihat masuk ke sumur ketika
tanah bumi sedang digali. Jika saja tanah bumi diangkat tanpa ruang memasuki
sumur, bagaimana ruang dapat berasal dari tanah bumi? Jika (tanah bumi) tidak
digali dan (ruang) tidak mengisi lubang, ruang dan tanah bumi kedua-duanya
seharusnya sama; maka mengapa tidak ruang digali dengan tanah bumi?

'Jika ruang berasal dari penggalian, ketika "yang lebih dahulu" dihasilkan oleh "yang
belakangan/terakhir", tidak ada tanah bumi yang seharusnya diangkat. Jika ruang
tidak berasal dari penggalian, mengapa ketika tanah bumi sedang digali, apakah
ruang terlihat dalam sumur?

'Pikirkan tentang semua ini dan lihat dimana ruang berasal dari ketika seseorang
menggunakan tangannya untuk menggali tanah untuk membuat sumur. Untuk

95
menggali dan ruang adalah tidak dalam golongan yang sama dan dapat tidak
bercampur ataupun tidak bersatu. Dan itu adalah tidak masuk akal untuk
menganggap bahwa ruang ada dari dirinya sendiri tanpa datang dari sebab apapun.
Jika ruang secara sempurna merangkul semua dan pada dasarnya tak bergerak, Anda
seharusnya tahu bahwa dia dan unsur-unsur dari tanah, air, api dan angin yang
bersama-sama disebut sebagai lima unsur, bercampur baur secara alami dan
hanyalah Tathagatagarbha yang tidak ditanggapi dan yang tak berujung.

Ananda, karena pikiran Anda tertipu dan Anda tetap tidak menyadari kenyataan (ciri
khas kepribadian dari) empat unsur di dalam Tathagatagarbha, Anda seharusnya
melihat kedalam ruang dan melihat apakah atau tidak dia datang atau pergi, atau
tidak datang ataupun tidak pergi. Anda tidak tahu bahwa dalam Tathagatagarbha
Bodhi dan (lawan sebaliknya) kekosongan timbul dari sifat alami diri dan adalah
sama persis satu sama lain, karena unsur dari ruang pada dasarnya murni dan bersih,
mencakup semua di dalam alam Dharma, dan berwujud nyata karena pikiran
makhluk hidup mengenal dan membedakan (antara benda-benda). Kesepuluh
penjuru, Ananda, adalah seperti lubang kosong yang diisi dengan ruang yang sesuai
dengan hukum karma tidak memiliki tempat atau arah tertentu.Sifat bodoh duniawi
yang salah ini menyebabkan, kondisi dan keadaan diri seperti itu tanpa menyadari
bahwa itu adalah karena kesadaran mereka membeda-bedakan dan memilih-milih
dan bahwa bahasa yang mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.

[6] Unsur Tanggapan Penglihatan

'Tanggapan penglihatan mengetahui tiada apapun oleh dirinya sendiri dan hanya
berwujud melalui bentuk dan kekosongan. Seperti Anda yang sekarang berada di

96
dalam taman Jetavana, Anda melihat cahaya di siang hari dan gelap gulita di malam
hari. Pada malam hari ada cahaya ketika bulan bersinar dan kegelapan ketika tidak
ada bulan. Terang dan gelap dibedakan oleh penglihatan, (tapi) apakah penglihatan
ini dari sifat alami yang sama seperti cahaya, kegelapan dan kekosongan atau tidak;
Apakah dia sama atau berbeda dari mereka?

'Ananda, jika "melihat/penglihatan" adalah sifat alami yang sama seperti cahaya,
kegelapan atau kekosongan; (kita datang ke hal ini )saat cahaya dan kegelapan
berganti, dan ketika ada satu yang lain menghilang, maka jika penglihatan adalah
satu dengan kegelapan, dia seharusnya lenyap ketika ada cahaya dan sebaliknya.
Ketika penglihatan menghilang dalam kedua kasus itu, mengapa terang dan gelap
masih terlihat? Karena mereka berbeda, maka bahwa penglihatan adalah di luar dari
penciptaan dan pemusnahan: jika demikian, bagaimana bisa penglihatan sama
dengan terang dan gelap?

Jika penglihatan tidak dari sifat alami yang sama seperti cahaya dan kegelapan,
cobalah untuk mencari tahu apa penglihatan ini terlihat seperti terpisah dari cahaya,
kegelapan dan kekosongan, tanpa yang ada bisa tiada penglihatan seperti rambut
kura-kura dan tanduk dari kelinci.

Karena cahaya, kegelapan dan kekosongan berbeda, di manakah penglihatan itu bisa
berada? Karena terang dan gelap adalah berlawanan, bagaimana bisa penglihatan
menyamakan dengan mereka? Jika tidak ada penglihatan tanpa cahaya, kegelapan
dan kekosongan, bagaimana dia bisa berbeda dari mereka?

'Jika Anda mencoba untuk memisahkan kekosongan dari penglihatan, Anda tidak
97
akan menemukan batas-batas mereka; jika demikian, mengapa mereka bukan hal
yang sama?

Ketika Anda melihat cahaya dan kegelapan, penglihatan Anda tidak berubah; lalu
mengapa dia tidak berbeda dari mereka?

'Jika Anda melihat secara dekat dan teliti ke dalam semua ini dan memeriksanya lagi
dan lagi, Anda akan menemukan cahaya itu berasal dari matahari, kegelapan dari
malam yang tanpa bulan, jarak dari ruang dan gangguan halangan dari tanah bumi,
jadi di manakah yang menurunkan/menperanakkan intisari pokok dari penglihatan
ini? Karena penglihatan bisa membedakan sedangkan kekosongan tidak bisa,
mereka tidak dapat bercampur ataupun tidak dapat bersatu. Dan Kita tidak bisa
mengatakan bahwa intisari pokok dari penglihatan ini datang entah dari mana.

'Anda seharusnya tahu bahwa tanggapan penglihatan oleh melihat dan mendengar
yang merembes meliputi semua dan pada dasarnya tidak berubah, dan ruang yang
tak bergerak yang tak terbatas, serta yang bergerak (seperti pasangan demikian)
unsur dari tanah, air, api dan angin semuanya yang disebut enam unsur, bercampur
baur dengan sifat alami dan adalah yang pada dasarnya Tathagatagarbha yang tidak
ditanggapi dan yang tak berujung.

Anda tergila-gila oleh sifat alami dan tidak mengerti bahwa "melihat", "mendengar",
"merasakan" dan "mengetahui" pada dasarnya berasal dari Tathagatagarbha. Anda
seharusnya menyelidiki kedalam mereka dan melihat apakah mereka berhubungan
dengan kelahiran dan kematian, jika mereka satu atau banyak, jika mereka tidak

98
berhubungan baik untuk kelahiran maupun kematian dan jika mereka bukanlah baik
satu ataupun banyak.

'Anda tidak tahu bahwa di dalam Tathagatagarbha sifat alami diri penglihatan pada
dasarnya adalah tanggapan penglihatan tercerahkan yang murni dan bersih,
mencakup semua di dalam alam Dharma, dan berwujud nyata karena pikiran
makhluk hidup mengenal dan membedakan (antara benda-benda). Seperti
penglihatan yang merembes meliputi seluruh alam Dharma, mendengar, mencium,
merasakan dan menyentuh serta kegiatan tubuh dan pikiran memiliki kebajikan
indah yang cerah dan seluruh semesta dunia sehingga tidak di tempat atau arah yang
tertentu. Mereka mewujudkan menurut hukum karma, tetapi kebodohan duniawi
berpikir secara salah bahwa mereka adalah bersifat sebab akibat, bersyarat dan
karena diri yang seperti itu. Dikarenakan oleh kesadaran mereka, mereka membeda-
bedakan dan memilih-milih dan tidak tahu bahwa bahasa mereka tidak memiliki arti
yang sebenarnya.

[7] Unsur kesadaran

'Ananda, kesadaran tidak memiliki asal usul dan adalah (khayalan ilusi) yang timbul
dari enam organ dan keterangan indera. Lihatlah, perkumpulan majelis suci ini dan
berbaliklah untuk melihat mereka yang hadir ini; mata Anda adalah seperti cermin
yang tidak dapat membedakan sementara kesadaran Anda mengenal pada gilirannya
kehadiran dari Manjusri, Purnamaitràyãniputra, Maudgalyayana, Subhuti, Sàriputra
(dan lainnya). Apakah kesadaran ini berasal dari tanggapan penglihatan, bentuk atau
kekosongan, atau apakah itu (muncul) secara tiba-tiba tanpa sebab?

99
'Ananda, jika kesadaran Anda berasal dari penglihatan (tanggapan penglihatan)
Anda, maka dalam ketiadaan cahaya, kegelapan, bentuk dan kekosongan, tidak akan
ada penglihatan, dan ketika tidak ada tanggapan penglihatan, bagaimana bisa dia
menciptakan kesadaran?

'Jika kesadaran Anda berasal dari bentuk yang bukan berasal dari tanggapan
penglihatan, maka, ketika cahaya dan kegelapan tidak terlihat, tidak ada baik bentuk
maupun kekosongan; maka bagaimana bisa "bentuk yang tidak ada" menciptakan
"kesadaran"?

'Jika kesadaran Anda berasal dari kekosongan yang bukan dari baik bentuk maupun
tanggapan penglihatan, ketiadaan dari tanggapan penglihatan berarti juga bahwa
penegasan kecerdasan yang menyatakan secara tidak langsung yang bukan
tanggapan penglihatan dari cahaya, kegelapan, bentuk dan kekosongan; dan tidak
adanya bentuk adalah akhir dari semua penyebab yang diluar, bagaimana, kemudian,
dapat melihat, mendengar, merasakan dan pengetahuan Anda terjadi? Jadi tanpa
bentuk dan tanggapan penglihatan, kesadaran yang berasal dari kekosongan sama
sekali tidak ada. (Di sisi lain), jika dia ada tanpa adanya objek sasaran, apa yang bisa
dia bedakan?

'Jika kesadaran Anda tiba-tiba muncul tanpa sebab apapun, mengapa dia tidak bisa
melihat bulan di siang hari?

'Sekarang lihatlah dari dekat dan teliti ke dalam semua ini; penglihatan (tanggapan
penglihatan) Anda tergantung pada biji mata Anda bertemu dengan obyek sasaran
100
yang diluar yang "adalah" ketika ada bentuk dan "bukan" ketika tidak ada bentuk.
Ini adalah empat penyebab (yaitu penglihatan, mata, bentuk dan kekosongan)
darimana kesadaran timbul, tetapi manakah salah satu dari mereka yang
menciptakan kesadaran? Karena kesadaran selalu bergerak (untuk membedakan),
sedangkan tanggapan penglihatan diam tak bergerak (untuk itu dia tidak
membedakan), mereka tidak dapat bercampur dan bersatu bersama. Pendengaran,
perasaan dan pengetahuan Anda berada dalam golongan yang sama (seperti
penglihatan Anda), tetapi kesadaran Anda masih harus memiliki sumber.

'Jika kesadaran ini berasal dari tiada apapun, Anda seharusnya tahu bahwa tanggapan
penglihatan (dengan cara) melihat, mendengar, merasakan dan mengetahui
menyebar di mana-mana dan tidak berasal dari sumber manapun. Lagi pula dengan
ruang, tanah bumi, air, api dan angin mereka disebut tujuh unsur, sifat alami yang
nyata dan (bebas) bercampur baur, tapi menjadi Tathagatagarbha yang tidak
ditanggapi dan yang tak berujung.

'Ananda, karena pikiran Anda tidak tenang, Anda tidak menyadari bahwa
penglihatan dan pendengaran yang membangkitkan kesadaran, datang secara pokok
mendasar dari Tathagatagarbha. Anda seharusnya melihat ke dalam kesadaran di
dalam Enam Pintu masuk dan lihat apakah mereka adalah sama atau berbeda, ada
atau tidak, atau bukan baik yang sama ataupun yang berbeda, dan bukan baik yang
ada ataupun yang tidak ada. Karena Anda tidak menyadari bahwa di dalam
Tathagatagarbha sifat alami kesadaran diri adalah dasar Pencerahan Bodhi yang
mencakup dan meliputi seluruh alam Dharma, adalah tidak (dapat ditemukan) di
tempat atau arah yang tertentu dan mewujudkan sesuai dengan hukum karma.
Kebodohan duniawi berpikir secara salah bahwa mereka adalah bersifat sebab

101
akibat, bersyarat dan karena diri yang seperti itu. Menurut cara kesadaran mereka
membeda-bedakan dan memilih-milih sementara mereka tidak tahu bahwa bahasa
yang mereka gunakan tidak memiliki arti yang sebenarnya.

Ananda Menyatakan Kepahaman Nya dalam Gatha

Setelah mendengarkan petunjuk yang mendalam dari sang Buddha, Ananda dan
persamuan majelis menyadari bahwa tubuh dan pikiran mereka kini bebas dari
segala hambatan. Setiap orang mengerti bahwa pikiran dirinya sendiri merembes
meliputi sepuluh penjuru ruang yang Dia lihat dengan jelas seperti daun yang
dipegang di tangannya sendiri, dan bahwa segala sesuatu adalah Pikiran dasar yang
menakjubkan dan cerah dari Bodhi. Sementara intisari pokok pikirannya mencakup
semua dan berisi sepuluh penjuru arah, Dia kembali menatap tubuhnya sendiri yang
diberikan kepadanya oleh orang tuanya, yang seperti setitik butir debu sedang
menari di kekosongan besar, terkadang terlihat dan terkadang tidak, dan seperti
gelembung busa naik dan jatuh tanpa tujuan di lautan yang jelas yang tak terbatas.
Setelah melihat semua ini dengan jelas, Mereka semua menyadari pikiran diri
mereka sendiri yang mendasar, mendalam, kekal permanen tidak berubah dan tidak
bisa dihancurkan, dan melakukan anjali dengan telapak tangan Mereka untuk
menghormat kepada sang Buddha (berterima kasih kepada-Nya) karena
(menunjukkan kepada mereka) apa yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

102
Setelah itu, Ananda memuji sang Buddha dalam "Ananda Suramgama Pranidana
Gatha" ("Syair Sumpah Ananda dalam Yang keras Tak Terhancurkan Kemajuan
Pahlawan Yang Gagah Berani") sebagai berikut:

"Dharani Yang indah dan Sukar Dimengerti,


Bhagavan Yang Tenang Tentram,
Raja Suramgama yang paling utama,
adalah unik didalam dunia.

Membubarkan pikiran-pikiran Saya yang terbalik


yang terkumpul melalui miliaran ribuan kalpa,
Sehingga Saya tidak perlu bertahan selama Asamkhyeya Kalpa
untuk mencapai tubuh Dharma (Dharma kaya).

Saya ingin sekarang untuk mencapai Buah hasil itu


dan menjadi mencapai SamyakSamBodhi menjadi Bhagavan,
yang kemudian kembali untuk menyelamatkan para makhluk
yang sebanyak butiran pasir di sungai Gangga.

Saya memberikan pikiran hati yang paling dalam ini untuk semua dunia Buddha
yang sebanyak butiran debu di semua alam semesta,
membalas kebaikan hati yang diberikan kepada Saya oleh para Buddha.

Dengan rendah hati Saya meminta kepada sang Bhagavan untuk


menyatakan sumpah Saya untuk kembali ke lima alam jahat yang keruh,
dan selama bahkan hanya satu makhluk yang belum menjadi Buddha,

103
Saya tidak akan masuk Nirvana.

Pahlawan Besar Agung dengan kekuatan besar, kebaikan yang besar dan kasih
sayang yang besar,
Tolong lebih lanjut cari dan hilangkan keraguan yang terhalus dari Saya,
menyebabkan Saya untuk cepat mencapai Anuttara SamyakSamBodhi,
dan duduk di Bodhi Mandala di dunia dari sepuluh penjuru.

Bahkan sifat sunyata (kekosongan) menjadi sepenuhnya mencair,


Pikiran Vajra ini tidak akan pernah goyah. "

Kemudian Purnamaitreyaniputra bangkit dari tempat dudukNya di tengah-tengah


perkumpulan majelis yang berjumlah besar, mengangkat jubah di bahu sebelah
kananNya, berlutut di lutut kananNya, dengan hormat merangkapkan kedua telapak
tangan-Nya, dan berkata kepada sang Buddha, "Yang paling berbudi luhur dan
menakjubkan sang Bhagawan demi para makhluk membabarkan secara terperinci
kebenaran utama dari Tathagata dengan kefasihan yang luar biasa . Bhagawan sering
mentunggalkan Saya sebagai yang paling utama di antara pembicara Dharma. Tapi
sekarang ketika Saya mendengar ucapan indah yang halus sang Tathagata pada
Dharma, Saya seperti orang tuli yang pada jarak lebih dari seratus langkah mencoba
untuk mendengar nyamuk, yang sebenarnya tidak bisa dilihat, apalagi mendengar.
Meskipun ungkapan jelas sang Buddha telah berhasil menghilangkan keraguan
Kami, Kami masih belum mengerti makna tertinggi yang bisa memungkinkan Kami
untuk naik di atas semua angan-angan khayalan. Mereka yang seperti Ananda,
meskipun tercerahkan, belum juga mengakhiri aliran keluar dari kebiasaan mereka.
Bagi Kami yang hadir di perkumpulan majelis yang telah mencapai tahap tiada aliran

104
arus keluar, meski telah mengakhiri aliran arus perpindahan keluar Kami, masih
bertanya-tanya tentang Dharma yang diucapkan oleh Tathagata hari ini.

"Bhagawan, jika semua organ indera duniawi, obyek tujuan indera , skandha ,
tempat, dan alam adalah Tathagatagarbha , mengapa , dalam pokok kemurnian itu,
pegunungan, sungai , bumi besar dan semua gejala kejadian yang berkondisi lainnya
tiba-tiba muncul , secara berputar berubah dan mengalir, berakhir , dan kemudian
mulai lagi?

"Selain itu, Tathagata mengatakan bahwa sifat alami dasar dari tanah bumi , air, api
, dan angin adalah sempurna menyatu , menyerap meliputi alam dharma
(dharmadhatu), dan hening tenang dan abadi. Bhagavan , jika sifat alami tanah bumi
adalah yang dapat ditembus meresap, bagaimana mungkin itu mengandung air? Jika
sifat alami dari air adalah meresap , api tidak akan muncul. Selanjutnya, bagaimana
Anda menjelaskan bahwa sifat alami api dan air dapat masing-masing menyerap
meliputi ruang kosong tanpa menggusur menggantikan satu sama lain? Bhagavan ,
sifat alami tanah bumi adalah padat; sifat alami kekosongan adalah hampa .
Bagaimana mereka berdua menyerap meliputi alam dharma ? Saya tidak tahu ajaran
ini bertujuan untuk apa. Saya hanya berharap sang Tathagata dengan belas kasih
akan menjelaskan untuk menghapus awan kebingungan yang melanda Kami semua
di perkumpulan majelis besar ini. "

Setelah mengatakan itu , Dia bersujud penuh dan dengan penuh hormat dan penuh
harap menunggu pengajaran yang tak tertandingi yang berwelas asih dari sang
Tathagata .

105
Bhagavan kemudian memberitahu Purna dan semua Arahat dalam perkumpulan
majelis yang telah mengakhiri aliran arus perpindahan samsara Mereka dan telah
mencapai tingkat yang melampaui penelitian , " Hari ini sang Tathagata akan
menjelaskan secara mendalam makna sejati yang paling tertinggi. Semoga Anda
didalam perkumpulan majelis yang para Pendengar atau Arahat yang bersifat alami
tetap, yang belum menyadari dua jenis kekosongan dan semua yang mengabdikan
diri untuk Kendaraan Terunggul mencapai ketenangan dari satu Kendaraan , aranya
yang benar sejati , tempat yang tepat untuk mengolah budidaya . Dengarkan dengan
penuh perhatian dan Saya akan menjelaskannya untuk Anda . "

Purna dan yang lainnya mendengarkan dengan tenang , menghormati ucapan sang
Buddha pada Dharma

.
Sang Buddha berkata , " Purna, Anda telah bertanya mengapa didalam kemurnian
yang pokok mendasar, 'pegunungan' , 'sungai' , dan 'tanah bumi yang besar' tiba-tiba
muncul. Tidakkah Anda sering mendengar sang Tathagata menjelaskan secara
terperinci pada cahaya indah dari sifat alami tercerahkan dan keajaiban terang dari
pencerahan yang pokok mendasar ? "

Purna mengatakan , " Ya , Bhagawan , Saya telah sering mendengar sang Buddha
menjelaskan secara terperinci pada hal itu. "

Sang Buddha berkata , " Kamu berbicara tentang pemahaman pencerahan , apakah
sifat alami itu memahami dan apakah itu yang disebut pencerahan? Atau apakah

106
pencerahan pada awalnya kurang pemahaman dan sehingga Anda berbicara tentang
pemahaman pencerahan ? "

Purna mengatakan , " Jika kurangnya pemahaman disebut pencerahan , maka tidak
akan ada pemahaman sama sekali. "

Sang Buddha berkata , " Jika tidak ada pemahaman sama sekali, maka mungkin tidak
ada pemahaman pencerahan . Jika pemahaman ditambahkan, maka itu bukan
pencerahan . Jika pemahaman tidak ditambahkan , maka tidak ada pemahaman . Tapi
kurangnya pemahaman atau ketidaktahuan bukanlah sifat alami terang jernih dari
pencerahan . Sifat alami dari pencerahan tentu termasuk pemahaman . Adalah
berlebihan untuk mengucapkan 'pemahaman pencerahan' . Pencerahan bukanlah
semacam pemahaman . Pemahaman mendirikan sebuah dunia objek tujuan . Setelah
alam objek tujuan sudah didirikan , keadaan subjek pokok palsu milik Anda muncul
.

"Di mana ada tiada kesamaan atau perbedaan, dengan tiba-tiba muncul perbedaan.
Apa yang berbeda dari perbedaan itu, menjadi kesamaan . Setelah persamaan dan
perbedaan saling muncul, dan karena mereka , apa yang tidak sama maupun yang
tidak berbeda diciptakan. Gejolak ini pada akhirnya menimbulkan kelelahan .
kelelahan berkepanjangan menghasilkan pencemaran. Gabungan dari ini didalam
kekeruhan suram menciptakan penderitaan sehubungan dengan 'pencemaran yang
melelahkan'. Dunia terjadi melalui kemunculan ini; tidak adanya kemunculan
menjadi kekosongan. Kekosongan adalah kesamaan; Dunia , perbedaan. Mereka
yang tidak memiliki baik perbedaan maupun kesamaan menjadi dharma yang
berkondisi/bersyarat.

107
"Pemahaman ditambahkan ke Pencerahan menciptakan cahaya yang berdiri di
pertentangan timbal balik dengan kegelapan dari kekosongan . Akibatnya , putaran
roda angin yang mendukung dunia terwujud . Ketegangan antara kekosongan dan
cahaya itu menciptakan gerakan. Yang palsu, cahaya yang teguh mengental kedalam
kepadatan yang menjadi logam. Kurangnya pemeliharaan pencerahan yang teguh
dan menyebabkan roda logam untuk mengamankan seluruh tanah . Keadaan
kegigihan yang tidak tercerahkan itu menciptakan logam, sedangkan gejolak cahaya
menyebabkan angin muncul . Gesekan antara angin dan logam menciptakan api ,
yang adalah bisa berubah didalam sifat alami . Logam menghasilkan uap
kelembaban , yang menyebabkan nyala lidah api naik dari api. Demikian roda air
yang meliputi semua alam di sepuluh penjuru terjadi. Api naik dan air turun , dan
gabungan menjadi teguh bertahan . Apa yang basah menjadi samudera dan lautan;
Apa yang kering menjadi benua dan pulau-pulau. Dikarenakan oleh itu , api sering
bangkit di lautan , dan di benua 'arus' dan 'sungai' sungguh mengalir. Ketika kekuatan
dari air lebih sedikit dari kekuatan api, pegunungan tinggi dihasilkan . Itulah
sebabnya batuan gunung mengeluarkan percikan api bila dipukul , dan menjadi cair
ketika meleleh . Ketika kekuatan tanah bumi lebih sedikit dari kekuatan air , hasilnya
adalah rumput dan pohon . Itulah sebabnya tumbuh-tumbuhan di hutan dan rawa-
rawa berubah menjadi abu ketika dibakar dan merembeskan air ketika dipelintir.
Hubungan timbal balik dari percabangan dua bagian yang palsu itu pada gilirannya
menciptakan unsur-unsur ini sebagai bibit dan dari sebab-sebab dan kondisi-kondisi
ini mendatangkan kelangsungan dari dunia .

"Selain itu , Purna, pemahaman palsu adalah tidak lain dari kesalahan dari
menambahkan Pemahaman pada Pencerahan . Setelah kepalsuan dari dunia objek

108
tujuan didapatkan, pemahaman subjek pokok tidak dapat melampaui itu .
Dikarenakan oleh itu, pendengaran tidak melampaui suara , dan penglihatan tidak
melampaui 'bentuk' , 'bau', 'rasa' , 'objek tujuan dari sentuhan' dan yang lain dari
enam kepalsuan dicapai. Dikarenakan oleh mereka, ada pembagian dalam
penglihatan , perasaan , pendengaran , dan pengetahuan. Karma yang serupa
mengikat makhluk bersama-sama, penyatuan dan pemisahan menyebabkan
perubahan mereka.

"'Penjelmaan wujud cahaya' disebabkan oleh 'pandangan keliru' dan 'kebodohan-


ketidaktahuan'. 'Pandangan persaingan' menghasilkan 'kebencian' . 'Pandangan yang
cocok' menciptakan 'cinta'. 'Aliran dari cinta' menjadi 'benih' ; Kandungan Janin
yang mungkin terpendam diperoleh dan kehamilan terjadi. Saat persetubuhan
hubungan intim berlangsung , makhluk dengan karma yang sama ditarik masuk. Dari
sebab-sebab dan kondisi-kondisi ini, 'kalaka' , 'arbuda' , dan 'tahapan janin lainnya'
berkembang. Mahluk yang 'lahir dari rahim , 'lahir dari telur' , 'lahir dari kelembaban'
, dan 'lahir dari penjelmaan' terjadi dalam menanggapi : yang lahir dari telur berasal
dari pikiran , yang lahir dari rahim adalah karena nafsu , yang lahir dari kelembaban
muncul dari penyatuan , dan yang dari penjelmaan terjadi melalui pemisahan. 'Nafsu'
, 'pikiran' , 'penyatuan', dan 'pemisahan' menyebabkan perubahan lebih lanjut , dan
pematangan dari karma tersebut menyebabkan seseorang naik atau tenggelam . Dari
sebab-sebab dan kondisi-kondisi tersebut mendatangkan kelangsungan dari makhluk
.

"Purna, pikiran dan cinta menjadi terikat bersama sehingga orang-orang saling
mencintai dan tidak sanggup untuk berpisah. Akibatnya , kelahiran berturut tanpa

109
henti dari orang tua, anak , dan cucu-cucu terjadi di dunia ini . Dan dasar untuk
semua itu adalah nafsu keinginan dan keserakahan.

"Keserakahan dan nafsu cinta memberi makan satu sama lain sampai keserakahan
menjadi tak terpuaskan . Hasil dari itu di dunia ini adalah kecenderungan hasrat
mahluk yang lahir dari telur , lahir dari rahim , lahir dari kelembaban , dan lahir dari
penjelmaan , untuk melahap satu sama lain sejauh bahwa kekuatan mereka
memungkinkan . Dasar untuk semua itu adalah pembunuhan dan keserakahan .

"Misalkan seseorang makan domba. Domba itu mati dan menjadi seseorang , Orang
itu mati dan menjadi domba , Hal yang sama berlaku di semua kelahiran di antara
sepuluh kategori. Melalui kematian setelah kematian dan kelahiran setelah kelahiran
, mereka memakan satu sama lain . Karma buruk seseorang terlahir dengan terus-
menerus lanjut pada lompatan dari masa depan . Dasar untuk semua itu adalah
mencuri dan keserakahan .

"'Kau berutang nyawa padaku; saya harus membayar hutang saya kepada anda . "
Dikarenakan oleh penyebab dan kondisi seperti itu kita melewati ratusan dari ribuan
kalpa didalam perputaran yang berkelanjutan dari kelahiran dan kematian. 'Anda
mencintai pikiran saya , saya memuja ketampanan Anda . ' .Dikarenakan oleh sebab
dan kondisi seperti itu kita melewati ratusan dari ribuan kalpa didalam saling
membelit yang berkelanjutan. Membunuh , mencuri , dan nafsu adalah akar-akar
dasar itu. Dari sebab dan kondisi tersebut memunculkan kelangsungan dari karma
dan hukuman setimpal.

"Purna, 'ketiga jenis kelangsungan terbalik' ini datang dari menambahkan

110
'pemahaman' ke 'pencerahan' . Kurangnya pemahaman menghasilkan 'kesadaran
dalam' yang menimbulkan 'gejala kejadian luar' . Keduanya lahir dari pandangan
salah . Dari kepalsuan ini 'pegunungan' , 'sungai', 'bumi besar', dan 'semua gejala
kejadian yang berkondisi' mengungkapkan diri dalam urutan penggantian yang
terjadi berulang-ulang dalam peprutaran yang tak berujung."

Purnamaitrayaniputra mengatakan , " Jika pencerahan yang indah, kesadaran yang


indah dari pencerahan yang mendasar, yang tidak lebih besar dari ataupun yang tidak
kurang dari pikiran Tathagata , tiba-tiba menumbuhkan gunung-gunung , sungai ,
dan bumi yang besar , dan semua gejala kejadian yang berkondisi , maka sekarang
bahwa sang Tathagata telah mencapai kekosongan indah dari pencerahan yang jelas
, akankah pegunungan, sungai , bumi yang besar, dan semua kebiasaan yang
berkondisi mengalir keluar muncul lagi ? "

Sang Buddha berkata kepada Purna, " Jika seseorang yang tinggal di sebuah desa
kebingungan tentang arah , keliru mempersamakan selatan untuk utara , apakah
kebingungan itu merupakan hasil dari kebingungan atau kesadaran?"

Purnamaitrayaniputra mengatakan , " kebingungan-nya akan merupakan bukan hasil


dari keduanya. Mengapa bukan ? Kebingungan pada dasarnya tidak berdasar , jadi
bagaimana bisa ada yang timbul karena itu? Dan kesadaran tidak menghasilkan
kebingungan , bagaimana mungkin kebingungan muncul dari itu ? "

Sang Buddha berkata , " Jika seseorang yang mengetahui arah menunjukkannya
kepada orang yang bingung itu , kemudian saat orang yang bingung itu menjadi

111
sadar , apakah Anda kira , Purna, bahwa dia bisa kehilangan kesadarannya pada arah
lagi di desa itu? "

" Tidak , Bhagawan . "

" Purna, para Tathagata dari sepuluh penjuru adalah cara yang sama . 'Kebingungan'
adalah 'tidak beralasan/tanpa dasar' dan pada akhirnya kosong didalam sifat alami .
Di masa lalu , pada dasarnya tidak ada kebingungan . Itu hanya tampak seolah-olah
ada kebingungan dan pencerahan . Ketika khayalan tentang kebingungan dan
pencerahan berakhir , pencerahan tidak akan menimbulkan kebingungan .
Anggaplah orang yang , karena gangguan penglihatan mata , melihat bunga-bunga
di angkasa . Setelah gangguan penglihatan mata telah dihapus , bunga-bunga di
angkasa menghilang . Ia buru-buru ke tempat di mana bunga-bunga itu menghilang
dan menunggu mereka untuk muncul kembali , Anda menganggap bahwa orang itu
adalah bodoh atau bijaksana ? "

Purna mengatakan , " Aslinya tidak ada bunga-bunga apapun di langit angkasa. Itu
adalah melalui penglihatan cacat bahwa mereka muncul dan menghilang . Untuk
melihat hilangnya bunga-bunga di angkasa sudah merupakan penyimpangan . Untuk
menunggu mereka untuk muncul kembali adalah kegilaan belaka . Mengapa repot-
repot untuk menentukan lebih lanjut jika orang tersebut adalah bodoh atau bijaksana
?"

Sang Buddha berkata , " Karena Anda menjelaskan seperti itu , mengapa Anda
menanyakan apakah kekosongan yang jelas dari pencerahan yang indah dapat sekali

112
lagi menimbulkan pegunungan, sungai , dan bumi yang besar ? Anggaplah sepotong
bijih besi yang mengandung emas dan logam lainnya yang tercampur bersama.
Setelah emas murni itu disuling/diekstrak, itu tidak akan pernah kembali menjadi
bijih besi lagi. Anggap kayu yang telah terbakar menjadi abu; itu tidak akan pernah
kembali menjadi kayu lagi. Bodhi dan Nirvana dari semua Buddha, para Tathagata
, adalah dengan cara yang sama.

" Purna, Anda juga menanyakan apakah sifat alami dari air dan api tidak akan
menghancurkan satu sama lain jika sifat alami dari tanah bumi , air, api , dan angin
seluruhnya sempurna menyatu dan merembes meliputi dharmadhatu , dan apakah
ruang angkasa dan bumi yang besar tidak akan cocok jika keduanya merembes
meliputi dharmadhatu .

" Purna, anggaplah ruang angkasa : isi pokoknya bukanlah berbagai macam gejala
kejadian , namun ia tidak mencegah semua gejala kejadian dari menjadi termasuk di
dalamnya. Bagaimana Kita tahu itu? Purna, ruang angkasa kosong adalah cerah pada
hari yang cerah , dan gelap ketika langit berawan. Itu bergerak ketika angin muncul
, itu segar ketika langit terang bersih. Itu keruh dan samar-samar berkabut ketika
cuaca buruk , itu menjadi tidak jelas ketika badai debu datang . itu memberikan
pantulan cerah di kolam air yang jernih . Apakah Anda pikir gejala kejadian yang
berkondisi ini menjadi ada di tempat yang berbeda ? Apakah mereka diciptakan dari
kondisi ini sendiri atau asal-usul mereka di ruang angkasa . Jika mereka muncul dari
kondisi ini , Purna, maka pada hari yang cerah , karena matahari cerah , semua dunia
dari sepuluh penjuruh arah seharusnya mengambil bentuk matahari . Lalu mengapa
, pada hari yang cerah kita melihat matahari bulat di langit ? Jika ruang angkasa
adalah cerah terang , ruang angkasa itu sendiri seharusnya bersinar . Lalu mengapa

113
, ketika ada penutupan oleh awan dan kabut , tidak ada cahaya jelas ? Anda
seharusnya tahu bahwa kecerahan adalah 'bukan matahari maupun bukan ruang
angkasa' ataupun 'tidak bukan ruang angkasa maupun tidak bukan matahari' .
Renungkanlah bagaimana gejala kejadian pada akhirnya palsu dan tidak dapat
diperiksa . Mereka seperti bunga yang dibayangkan didalam ruang angkasa yang
tidak bisa berbuah . Mengapa, lalu, menyelidiki bagaimana gejala kejadian tersebut
muncul dan menghilang ? Renungkanlah bagaimana sifat alami yang pada akhirnya
kebenaran dan semata-mata adalah kecerahan indah yang tercerahkan . Pikiran yang
indah terang tercerahkan itu awalnya adalah bukan air maupun bukan api . Mengapa,
lalu, bertanya tentang ketidakcocokan ?

" Yang benar-benar kecerahan indah yang tercerahkan adalah dengan cara yang
sama . Anda menyadari ruang angkasa, dan ruang angkasa muncul . Menyadari bumi
, air, api , dan angin , masing-masing akan muncul . Jika semua disadari , semua
akan muncul . Bagaimana mereka semua bisa muncul? Purna, anggap pantulan
cerminan matahari seperti yang muncul dalam satu tubuh air . Dua orang menatap
itu , keduanya pada waktu yang sama . Kemudian satu orang berjalan ke timur dan
yang lainnya berjalan ke barat . Setiap orang , masih melihat ke air akan melihat
matahari ikut serta bersamanya , satu ke timur , satu ke barat , sementara tampaknya
tidak ada arah yang tetap untuk pergerakan dari pantulan cerminan matahari . Jangan
berulang-ulang memukul pertanyaan dan bertanya, ' Jika ada satu matahari ,
bagaimana ia dapat mengikuti kedua orang ? Atau jika matahari ada ganda , mengapa
hanya satu muncul di langit ? " Ini hanya bergulir di kepalsuan , karena hal-hal
tersebut tidak dapat dibuktikan .

" Purna, Anda berpikir bahwa bentuk dan kekosongan mengatasi dan

114
menghancurkan satu sama lain didalam Tathagata-garbha (sifat alami yang tidak
terbatas dari sang Buddha) . Dengan Demikian Tathagata-garbha muncul kepada
Anda sebagai 'bentuk' dan 'kekosongan' di seluruh dharma-dhatu (dunia dari gejala
kejadian). Dan jadi, di dalamnya angin bergerak , kekosongan tetap , matahari cerah
, dan awan gelap . Alasan untuk ini terletak pada khayalan dari para makhluk yang
telah berpaling dari pencerahan dan bergabung dengan debu yang mencemarkan .
Dengan demikian, pencemaran yang melelahkan (klesa) terwujud dan gejala
kejadian duniawi ada.

" Berdasarkan pemahaman indah yang tidak berhenti menjadi maupun tidak muncul,
Saya bersatu dengan Tathagata-garbha . Jadi Tathagata-garbha adalah kecerahan
yang tercerahkan indah dan unik yang benar-benar sepenuhnya menerangi dharma-
dhatu . Itulah sebabnya , di dalamnya , satu adalah tak terbatas ; tak terbatas adalah
satu. Di dalam kecil muncul besar ; didalam besar muncul kecil. Tidak bergerak di
dalam Bodhimandala , namun meresap meliputi sepuluh penjuru arah , tubuh Saya
berisi sepuluh penjuru arah dan kekosongan yang tak berujung . Di ujung dari sehelai
rambut muncul tanah (Buddhaksetra) dari para Raja Permata . Duduk didalam setitik
debu , Saya memutar roda Dharma besar, mengakhiri debu yang mencemari, dan
bersatu dengan pencerahan , sehingga kebenaran yang demikian, sifat alami terang
tercerahkan yang ndah , datang muncul .

" Tathagata-garbha adalah pikiran pokok, indah dan sempurna. Itu adalah bukan
pikiran , atau bukan kekosongan , atau bukan tanah bumi , maupun bukan air, atau
bukan angin , atau bukan api. Itu bukan mata , maupun bukan telinga, hidung, lidah,
tubuh, ataupun pikiran. Itu adalah bukan bentuk , maupun bukan suara, bau, rasa,
115
benda tujuan sentuhan, ataupun dharma. Itu adalah bukan alam kesadaran mata ,
maupun lainnya , sampai dengan dan bukan termasuk alam kesadaran pikiran. Itu
adalah bukan pemahaman , atau bukan ketidaktahuan , atau bukan akhir dari
pemahaman ataupun ketidaktahuan , maupun bukan lainnya , sampai dengan dan
bukan termasuk usia tua dan kematian dan akhir dari usia tua dan kematian . Itu
adalah bukan penderitaan , atau bukan pengumpulan , atau bukan kepunahan , atau
bukan sang Jalan. Itu adalah bukan mengetahui ataupun bukan mencapai. Itu adalah
bukan Dana , atau bukan Sila , atau bukan Virya , atau bukan Kshanti , atau bukan
Dhyana , atau bukan Prajna , atau bukan Paramita , maupun bukan lainnya : Itu
adalah bukan Tathagata , maupun bukan Arahat , ataupun bukan Samyaksambodhi ,
atau bukan Parinirvana , atau bukan keabadian , atau bukan kebahagiaan , atau bukan
Diri Sejati , atau bukan Kemurnian.

" Oleh karena itu, itu adalah bukan yang biasa ataupun bukan yang sukar dipahami.
Karena Tathagata-garbha adalah keajaiban dari pemahaman pikiran utama, Itu
adalah pikiran; Itu adalah kekosongan; itu adalah tanah bumi; itu adalah air; itu
adalah angin; itu adalah api; itu adalah mata; itu adalah telinga; hidung , lidah ,
tubuh, dan pikiran. Itu adalah bentuk; itu adalah suara; bau , rasa , benda tujuan
sentuhan , dan dharma. Itu adalah alam kesadaran mata , dan seterusnya , sampai
dengan dan termasuk alam kesadaran pikiran . Itu adalah pemahaman dan
ketidaktahuan dan akhir dari pemahaman dan ketidaktahuan , dan seterusnya sampai
dengan usia tua dan kematian dan akhir dari usia tua dan kematian . Itu adalah
penderitaan; itu adalah pengumpulan; itu adalah kepunahan , dan itu adalah sang
Jalan. Itu adalah mengetahui dan mencapai. Itu adalah Dana; itu adalah Sila; Itu
adalah Virya; itu adalah Kshanti; itu adalah Dhyana; itu adalah Prajna; dan itu adalah
Paramita , dan seterusnya , sampai dengan dan termasuk Tathagata , Arahat ,

116
Samyaksambodhi , Parinirvana , keabadian , kebahagiaan , Diri Sejati , dan
Kemurnian .

" Itu adalah yang biasa ataupun bukan yang sukar dipahami. Karena Tathagata-
garbha adalah keajaiban dari pemahaman pikiran utama. Itu adalah terlepas dari ciri
khas dan peniadaan . Itu adalah ciri khas dan peniadaan .

" Bagaimana bisa makhluk di tiga alam dari kehidupan duniawi dan Sravaka dan
Pratyekabuddha yang tercerahkan pada kondisi di tingkat keberadaan yang sukar
dipahami dapat membuat pengandaian tentang Bodhi yang tak tertandingi dari
Tathagata dengan pikiran bahwa mereka tahu , atau memasuki pengetahuan dan
penglihatan dari Buddha melalui perantara dari bahasa duniawi ? Anggap kecapi ,
seruling , dan gitar . Meskipun mereka dapat membuat suara indah , tetapi jika tidak
ada jari-jari terampil untuk memainkan mereka , musik mereka tidak akan pernah
muncul. Anda dan semua makhluk adalah dengan cara yang sama . Yang berharga ,
pikiran benar sejati yang tercerahkan adalah sempurna dalam semua orang. Saya
menerapkan tekanan dan pengaruh samudera memancarkan cahaya; Anda
menggerakkan pikiran Anda , dan pencemaran yang melelahkan (klesa) tumbuh
bermunculan. Itu terjadi semua karena Anda tidak rajin mencari jalan yang
tercerahkan tak tertandingi , tetapi menyukai HInayana dan puas dengan sedikit
pencapaian."

Purna mengatakan, "Pikiran Saya dan Pikiran Benar Sejati Yang Murni dari sang
Tathagata adalah tidak berbeda dalam pencerahan berharga yang sempurna nya dan
pemahaman yang sepenuhnya lengkap nya. Tapi Saya telah lama diganggu dengan

117
pikiran palsu yang tidak berawal dan telah lama mengalami perputaran kelahiran
kembali. Namun saat ini pencapaian Saya di kendaraan bijaksana adalah bukan yang
terakhir. Bhagawan telah benar-benar sepenuhnya mengakhiri semua kepalsuan dan
mencapai kebenaran abadi yang indah. Saya memberanikan bertanya kepada
Tathagata mengapa semua makhluk ada di kepalsuan dan menyembunyikan
pemahaman indah mereka sendiri, sehingga mereka tetap tenggelam dalam banjir
ini? "

Sang Buddha berkata kepada Purna, "Meskipun Anda telah membuang keraguan,
Anda masih belum mengakhiri khayalan yang tersisa. Sekarang Saya akan menanyai
Anda tentang peristiwa duniawi. Apakah Anda mendengar tentang Yajnadatta dari
Shravasti yang pada dorongan hasrat yang mendadak suatu pagi memegang cermin
ke wajahnya dan jatuh cinta dengan kepala didalam cermin? Dia menatap mata dan
alis, tapi marah karena dia tidak bisa melihat wajahnya sendiri. Dia memutuskan dia
harus menjadi bidadari gunung atau sungai, kehilangan kendali, dan berlari dengan
gila disekitar. Apa menurut Anda? Mengapa orang ini ditetapkan pada penyebab gila
tanpa alasan? "

Purna mengatakan, "Orang itu gila. Tidak ada alasan lain."

Sang Buddha berkata, "Alasan apa yang dapat Anda berikan untuk mengatakan
bahwa kesempurnaan yang terang tercerahkan yang indah, keajaiban yang pada
pokoknya terang sempurna adalah palsu? Jika ada alasan, maka bagaimana Anda
mengartikan 'palsu'? Semua pikiran yang salah milik Anda sendiri pada gilirannya

118
menjadi penyebab untuk lebih. Dari kebingungan, Anda mengumpulkan
kebingungan melalui kalpa yang berulang kali; meskipun ajaran-ajaran dari sang
Buddha menyadari hal itu, Anda tidak bisa meniadakan khayalan itu. Dari penyebab
yang membingungkan seperti itu, penyebab kebingungan berlangsung sendiri
dengan terus menerus. Ketika seseorang menyadari bahwa kebingungan tidak
memiliki penyebab, kepalsuan itu menjadi tidak berdasar. Karena ia tidak pernah
muncul, mengapa Anda berharap untuk penghabisannya? Seseorang yang
memperoleh Bodhi adalah seperti orang yang terbangun untuk menceritakan
peristiwa dalam mimpi; karena pikirannya akan tetap terjaga dan jelas, mengapa dia
mau mempertahankan pada hal-hal di dalam mimpi?

"Ini adalah terutama berlaku untuk hal-hal yang tiada penyebab dan pada dasarnya
tidak ada, seperti keadaan Yajnadatta hari itu di kota. Apakah ada alasan mengapa
ia menjadi takut pada kepalanya dan pergi berlari di sekitar? Jika kegilaannya tiba-
tiba berhenti , dia masih tidak akan mendapatkan kepalanya kembali dari tempat lain
di luar; dan jadi sebelum kegilaannya berhenti, bagaimana mungkin kepalanya telah
hilang? Purna, kepalsuan adalah dengan cara yang sama. Bagaimana bisa ia ada?
Anda hanya perlu tidak mengikuti perbedaan tentang tiga jenis kelangsungan dunia,
makhluk, dan hukuman setimpal karma. Dengan memotong tiga kondisi itu,
penyebab tidak akan muncul. Kemudian kegilaan, seperti Yajnadatta, akan berhenti
dengan sendirinya. Setelah berhenti, Bodhi muncul. Yang tertinggi, yang murni,
pikiran yang terang pada awalnya menyebar meliputi dharma-dhatu. Ini bukan
sesuatu yang diperoleh dari orang lain. Mengapa, kemudian, bersusah-payah pada
pengolahan membuat diri sendiri melelahkan tulang berusaha untuk mendapatkan
pencapaian? Pertimbangkan seseorang yang memiliki cintamani (mutiara pengabul
keinginan) dijahit ke pakaiannya tetapi tidak mengetahuinya. Dilanda kemiskinan

119
dan compang-camping, ia menjelajah di sekitar mengemis untuk makanan dan selalu
berpindah. Meskipun ia memang miskin, cintamani itu tidak pernah hilang. Tiba-
tiba orang bijak menunjukkan mutiara itu: maka semua keinginannya terpenuhi, ia
memperoleh kekayaan besar, dan ia menyadari bahwa mutiara itu tidak datang dari
suatu tempat di luar. "

Kemudian dari antara perkumpulan majelis yang besar, Ananda bersujud di kaki
sang Buddha, berdiri dan berkata kepada sang Buddha, "Bhagawan baru saja
menjelaskan tentang karma pembunuhan, pencurian dan nafsu: ketika tiga kondisi
itu terpotong, tiga penyebab tidak timbul. Kemudian kegilaan, seperti Yajnadatta,
akan berhenti dengan sendirinya, dan setelah berhenti, Bodhi muncul. Itu bukan
sesuatu yang diperoleh dari orang lain. Mereka jelas adalah sebab dan kondisi;
mengapa, kemudian, apakah Tathagata tiba-tiba menolak sebab dan kondisi ?
Pencerahan Saya telah terjadi melalui sebab dan kondisi. Bhagawan, itu tidak hanya
benar bagi Mereka dari Kami yang masih muda dalam beberapa tahun, atau yang
Sravaka masih dalam proses pembelajaran. Mahamaudgalyayana, Sariputra, dan
Subhuti, dan lain-lain yang mengikuti Brahmana yang lebih tua, menjadi tercerahkan
dan memperoleh 'ketiadaan arus perpindahan keluar' setelah mendengar sang
Buddha menjelaskan secara terperinci pada sebab dan kondisi. Sekarang Anda
mengatakan bahwa Bodhi tidak berasal dari sebab dan kondisi. Itu akan membuat
'keberadaan sendiri yang spontan' yang Maskari Goshaliputra dan lainnya anjurkan
di Rajagriha adalah makna utama! Saya hanya berharap bahwa Anda Yang Maha
Baik akan menghilangkan kebingungan Saya. "

120
Sang Buddha berkata kepada Ananda, "Mari kita ambil kasus Yajnadatta di kota:
Jika penyebab dan kondisi dari kegilaannya berhenti, sifat alami yang tidak gila
secara 'spontan/terjadi tanpa diminta-minta' akan muncul. Semua prinsip dari
spontan dan sebab dan kondisi adalah tiada lebih dari itu.

"Ananda, kepala Yajnadatta itu tentu ada, itu adalah bagian alami dari dirinya. Tidak
pernah ada waktu ketika itu tidak. Mengapa, kemudian, dia tiba-tiba takut bahwa ia
tidak memiliki kepala dan mulai berlari di sekitar dengan gila ?

"Jika dia secara alami memiliki kepala dan menjadi gila karena sebab dan kondisi,
apakah tidak sama wajar baginya untuk kehilangan kepalanya karena sebab dan
kondisi? Pada dasarnya kepalanya tidak pernah hilang. Kegilaan dan ketakutan
muncul dari kepalsuan. Tidak pernah ada perubahan yang terjadi. Mengapa,
kemudian, memukul soal tentang sebab dan kondisi?

"Jika kegilaan menjadi keadaan alaminya, kegilaan dan ketakutan akan menjadi
yang pokok mendasar. Sebelum ia menjadi gila, lalu, di mana kegilaannya itu
tersembunyi?

"Jika kegilaan belum menjadi keadaan alaminya, dan kepalanya pada kenyataannya
tidak hilang, kenapa dia berlari di sekitar dalam keadaan dari kegilaan?

"Jika Anda menyadari bahwa Anda memiliki kepala dan mengakui kegilaan dari
pengejaran Anda, maka kedua dari 'yang spontan' dan 'sebab dan kondisi' menjadi
ajaran yang menganggur. Itulah sebabnya Saya mengatakan bahwa setelah Tiga

121
Kondisi berhenti menjadi, hati Bodhii muncul. Kemunculan dari hati Bodhi dan
akhir dari pikiran yang tunduk pada kemunculan dan penghentian sendiri
mengartikan 'muncul' dan 'berhenti'.

"Akhir dari 'muncul' dan 'berhenti' adalah Jalan yang mudah. Jika ada 'yang spontan'
maka jelas pemikiran dari yang spontan harus muncul dan pikiran yang tunduk pada
'kemunculan dan penghentian' berakhir: Tapi itu masih ada kasus dari 'timbul dan
berhenti'. Untuk menyebut ketiadaan dari spontan yang timbul dan berhenti akan
seperti mengatakan bahwa gabungan dari gejala kejadian duniawi yang membentuk
isi pokok zat tunggal bercampur dan bersatu secara alami, dan bahwa segala sesuatu
yang tidak bercampur dan bersatu adalah spontan secara alami. Spontan adalah tidak
alami, dan pencampuran dan penyatuan adalah tiada kualitas persatuan. Spontan dan
persatuan sama-sama harus ditinggalkan, dan 'keduanya dari peninggalan mereka
dan keberadaan mereka' berhenti menjadi. Dengan mencapai itu akan menjadi tiada
ajaran yang menganggur.

"Bodhi dan Nirvana masih begitu jauh bahwa Anda pasti harus melewati ribuan
kalpa dari kepahitan dan ketekunan sebelum Anda membudidayakannya dan
terjamin. Anda dapat menghafal dua belas pembagian Sutra yang diucapkan oleh
para Buddha dari sepuluh penjuru dan kemurnian, prinsip indah Mereka yang
sebanyak pasir di sungai Gangga, tapi itu hanya membantu teori ajaran menganggur
Anda. Meskipun Anda dapat membicarakan sebab dan kondisi dan yang spontan dan
memahami mereka dengan jelas sempurna, dan orang-orang menyebut Anda sebagai
orang yang terkemuka dalam belajar, masih, kalpa setelah kalpa yang Anda telah
habiskan menyerap diri dengan belajar, tidak membantu Anda menghindari masalah
dengan putri Matangi itu. Mengapa Anda harus menunggu Saya untuk menggunakan

122
Mantra suci Mahkota Buddha (Buddha Usnisa Mantra) untuk memadamkan api
nafsu dalam hati putri Matangi itu, menyebabkan dia untuk mencapai posisi seorang
Anagamin dan bergabung dengan kelompok yang bersemangat kuat dalam
persamuan Dharma Saya, mengeringkan sungai dari nafsu cinta dalam dirinya dan
membebaskan Anda ?

"Oleh Karena itu, Ananda, kemampuan Anda untuk secara pandai menguasai ajaran
mendalam yang indah dari sang Tathagata selama kalpa setelah kalpa ini tidaklah
sebagus sehari dari pembudidayaan ketiadaan arus perpindahan keluar yang
bertujuan menghentikan dua penderitaan duniawi dari cinta dan benci. Di dalam
putri Matangi itu, yang mantan pelacur, nafsu cinta dan keinginan dihilangkan oleh
kekuatan suci dari Mantra. Sekarang nama Dharma nya adalah Bhikshuni 'Sifat
Alami Diri'. Dia dan Ibunya Rahula, Yashodhara, keduanya menyadari penyebab
masa lalu mereka dan tahu bahwa selama beberapa kalpa mereka telah menanggung
penderitaan dari keserakahan dan nafsu cinta. Dikarenakan pikiran tunggal, mereka
menjadi meresap dengan pengolahan budidaya kebaikan dari ketiadaan arus
perpindahan keluar, mereka berdua terbebaskan dari belenggu mereka dan menerima
ramalan (Vyakarana) . Mengapa, kemudian, Anda menipu diri Anda sendiri dan
masih tetap terjebak dalam 'penglihatan' dan 'pendengaran' ? "

Ketika Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah besar mendengar ajaran
sang Buddha, keraguan dan khayalan Mereka dilenyapkan. Pikiran mereka
terbangunkan pada kenyataan tertinggi, Mereka mengalami kesenangan penerangan
pada tubuh dan pikiran, dan pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sekali lagi Ananda menangis, bersujud di kaki sang Buddha, berlutut,
merangkapkan telapak tangannya beranjali, dan berkata kepada sang Buddha, "Raja

123
yang tak tertandingi, maha besar, maha pengasih, yang murni, dan mulia telah
mengajar Saya dengan baik, sehingga, melalui berbagai sebab dan kondisi, jalan
bijaksana dan dorongan semangat ini, Kami semua yang tenggelam didalam lautan
penderitaan telah melarikan diri dari itu. Bhagawan, setelah mendengar penjelasan
Dharma itu, Saya tahu bahwa Tathagatagarbha, yang indah, yang tercerahkan,
pikiran yang terang, menyerap meliputi sepuluh penjuru arah dan berisi tanah dari
para Tathagata sepanjang sepuluh penjuru, semua kshetra yang murni dan yang
terhiasi dengan bagus dari Raja Yang Tercerahkan Indah. Sang Tathagata juga
mengingatkan bahwa pengetahuan adalah tidak bermanfaat dan tidak sebagus
mengolah budidaya. Jadi sekarang Saya seperti seorang pengembara yang tiba-tiba
bertemu seorang Raja Tuhan yang menganugerahkan kepadanya sebuah rumah yang
sangat bagus. Meskipun Ia telah memperoleh rumah yang besar, Ia harus masuk
melalui pintu. Saya hanya berharap sang Tathagata tidak akan menahan belas
kasihan yang besar dalam mengajari Kami di dalam perkumpulan majelis yang
tertutup oleh kegelapan, sehingga Kami dapat meninggalkan Kendaraan Kecil dan
mencapai pada akhirnya Nirvana sang Tathagata tanpa sisa, jalur mendasar dari
ketetapan penyelesaian. Semoga Dia memungkinkan Mereka yang masih belajar
'untuk mengetahui bagaimana menundukkan kebiasaan kuno dari mencari untuk
menyelewengkan kondisi untuk keuntungan seseorang', 'untuk memperoleh
Dharani', dan 'untuk masuk ke dalam pengetahuan dan penglihatan dari para
Buddha'. "

Setelah mengatakan ini, Ia bersujud penuh, dan bersama-sama dengan anggota


perkumpulan majelis, dengan satu pikiran tunggal menunggu ajaran welas asih dari
sang Buddha.

124
Bhagavan kemudian berbelas kasihan kepada para Pendengar Suara (Sravaka) dan
Mereka yang Tercerahkan pada Kondisi (PratyekaBuddha) di perkumpulan majelis
itu, semua orang yang masih belum pada kenyamanan dengan hati Bodhi. Belas
kasih-Nya juga diperluas 'untuk membantu makhluk di masa depan pada masa
berakhirnya Dharma setelah masuknya Buddha ke ketenangan Nirvana' untuk
membangkitkan hati Bodhi. Dia mengungkapkan jalan indah dari mengolah
budidaya Kendaraan yang tak tertandingi. Dia menyatakan kepada Ananda dan
perkumpulan majelis yang berjumlah besar, "Anda telah secara meyakinkan
membangkitkan hati Bodhi dan sehingga Anda tidak akan menjadi letih ketika (hati
Bodhi) itu datang ke Samadhi yang indah dari para Buddha, Tathagata. Anda harus
terlebih dahulu memahami dua kemutlakan tentang tekad awal untuk pencerahan.
Apa dua kemutlakan tentang tekad awal untuk pencerahan itu?

"Ananda, kemutlakan yang pertama adalah bahwa jika Anda ingin meninggalkan
posisi Sravaka dan mengolah Bodhisattvayana (Kendaraan Bodhisattva), dan untuk
memasuki pengetahuan dan penglihatan dari para Buddha, Anda harus hati-hati
mempertimbangkan apakah 'tekad pada penyebab dasar dan pencerahan dasar dari
buah hasil' adalah sama atau berbeda. Ananda, adalah mustahil sementara berada
pada penyebab dasar untuk mendasarkan pengolahan budidaya seseorang pada
pikiran yang tunduk kepada kemunculan dan perhentian ketika dalam pencarian
Buddhayana (Kendaraan Buddha) yang tiada kemunculan atau perhentian. Untuk
alasan ini, Anda harus menyadari bahwa semua campuran dharma (gejala kejadian)
milik dunia jasmani akan membusuk dan menghilang. Ananda, renungkan dunia itu:
campuran dharma apakah yang tidak akan habis? Tapi Saya belum pernah
mendengar tentang ruang angkasa kosong yang habis. Apakah ada orang yang

125
mendengar penghancuran kekosongan? Mengapa tidak? Ruang kosong bukanlah
suatu campuran dan tidak pernah dapat habis.

"Sementara Anda berada di dalam tubuh Anda, apa yang padat adalah dari tanah
bumi, apa yang lembab adalah dari air, apa yang hangat adalah dari api, dan apa
yang bergerak adalah dari angin. Dikarenakan oleh keempat ikatan belenggu ini,
pikiran Anda yang tenang dan sempurna, yang indah cemerlang tercerahkan terbagi
menjadi 'melihat', 'mendengar', 'merasa', dan 'mengetahui'. Dari awal sampai akhir
Anda muncul di dalam lima lapisan dari kekeruhan.

"Apa yang dimaksud dengan kekeruhan? Ananda, air yang murni, misalnya, adalah
pada pokoknya jelas dan bersih, sedangkan debu, kotoran, abu, lumpur, dan
sejenisnya, adalah zat padat. Yang demikian adalah sifat dari dua; Sifat alami mereka
adalah tidak cocok. Misalkan seseorang mengambil beberapa kotoran dan
melemparkannya ke dalam air murni. Kotoran itu kehilangan kepadatannya dan air
itu dirampas sifat jernih tembus pandangnya. Kesuraman yang dihasilkan itu disebut
kekeruhan. lima lapisan kekeruhan milik Anda adalah sama dengan itu.

"Ananda, Anda melihat ruang angkasa menyerap meliputi sepuluh penjuru arah.
Tidak ada pembagian antara ruang angkasa dan penglihatan. Dan namun ruang
angkasa dengan sendirinya tidak dapat mengenali zat nya sendiri, dan penglihatan
sendiri tidak memiliki apa-apa untuk menunjuk kesadaran. Tapi keduanya menjadi
dilibatkan dalam kepalsuan. Ini adalah lapisan pertama, yang disebut kekeruhan
waktu.

"Tubuh Anda muncul secara penuh, dengan empat unsur yang menyusun zat nya,

126
dan dari ini, 'melihat', 'mendengar', 'merasa', dan 'mengetahui' menjadi ditegaskan
dengan kuat. 'Air', 'api', 'angin', dan 'tanah bumi' berubah-rubah naik turun antara
'perasaan' dan 'pengetahuan' dan menjadi dilibatkan dalam kepalsuan. Ini adalah
lapisan kedua, yang disebut kekeruhan pandangan.

"Selanjutnya, fungsi dari 'ingatan, pembedaan, dan pemahaman ucapan dalam


pikiran Anda' membawa menjadi 'pengetahuan dan pandangan'. Dari luar mereka
muncul enam objek pencemaran. Berpisah dari obyek yang mencemarkan itu,
kesadaran akan tanpa sifat. Berpisah dari pengetahuan, objek itu tidak akan memiliki
sifat alami. Tapi mereka terjerat dalam kepalsuan. ini adalah lapisan ketiga, yang
disebut kekeruhan penderitaan.

"Dan jika siang dan malam tiada habisnya muncul dan berhenti seperti pengetahuan
dan pandangan Anda yang terus ingin menetap di dunia, sementara pola karma Anda
terus-menerus menggerakkan Anda ke berbagai macam tempat. Keterikatan ini
menjadi kepalsuan, yang merupakan lapisan keempat, yang disebut kekeruhan
makhluk hidup.

"Awalnya, 'penglihatan dan pendengaran Anda' adalah tidak dari sifat alami yang
berbeda, tapi banyak sekali benda-benda yang mencemarkan telah membaginya
menjadi perbedaan yang kasar. Sifat alami ini memiliki kesadaran bersama, tetapi
fungsi mereka berlawanan. Kesamaan dan perbedaan muncul dan mereka
kehilangan ciri khas mereka. Keterikatan ini menjadi kepalsuan, yang merupakan
lapisan kelima, yang disebut kekeruhan jangka hidup.

"Ananda, sekarang Anda ingin membuat 'penglihatan', pendengaran', 'perasaan', dan

127
'pengertian' Anda untuk kembali dan cocok dengan 'keabadian', 'kebahagiaan', 'diri
sejati yang sesungguhnya', dan 'kemurnian' sang Tathagata. Terlebih dahulu Anda
harus menentukan apa dasar dari kelahiran dan kematian dengan mengandalkan
yang sempurna, sifat alami hening tenang yang tidak muncul atau berhenti. Melalui
ketenangan ini, mempengaruhi kekosongan dan kepalsuan muncul dan berhenti
sehingga ditundukkan dan kembali ke sumber pencerahan Bodhi. Pencapaian dari
sumber pencerahan terang ini yang tiada muncul atau berhenti, adalah pikiran dari
penyebab dasar. Kemudian, Anda benar-benar sepenuhnya dapat mewujudkan
pengolahan budidaya dan pencapaian pada dasar dari buah hasil. Untuk melakukan
sebanyak itu adalah sama seperti memurnikan air berlumpur dengan
menempatkannya dalam wadah yang cukup, yang disimpan dengan benar-benar
sepenuhnya tetap dan tak bergerak. Pasir dan lumpur mengendap, dan air murni
muncul. itu disebut 'tahapan awal menundukkan penderitaan pencemaran yang tidak
kekal'.

"Penghapusan sepenuhnya pada lumpur dari air disebut 'pemutusan abadi pada
ketidaktahuan mendasar'. Ketika 'kejelasan' murni pada 'intisari pokoknya', maka
apa pun yang terjadi, tidak ada penderitaan. Semuanya sesuai dengan nilai-nilai
kebaikan murni dan indah dari Nirwana.

"Kemutlakkan kedua adalah bahwa jika Anda secara pasti ingin melahirkan tekad
untuk Bodhi dan menjadi sangat berani dan membaktikan diri dalam pengolahan
budidaya Anda pada Bodhisattvayana, Anda harus tegas meninggalkan semua gejala
kejadian yang berkondisi. Anda harus hati-hati mempertimbangkan asal dari
penderitaan: yang menciptakan dan yang mempertahankan 'penciptaan tanpa awal
dari karma' dan 'kelahiran kembali yang terus-menerus'. Ananda, jika dalam

128
pengolahan budidaya Anda pada Bodhi Anda tidak berhati-hati mempertimbangkan
asal dari penderitaan, Anda tidak dapat menyadari di mana letak yang terbalik dari
kekosongan dan kepalsuan organ indera dan benda tujuan indera ini. Jika Anda
bahkan tidak tahu lokasi mereka, bagaimana Anda bisa menundukkan mereka dan
mencapai tingkat dari sang Tathagata?

"Ananda, anggaplah seseorang yang ingin membuka simpul. Jika ia tidak bisa
melihat di mana simpul itu berada, bagaimana ia bisa melepaskannya? Tapi Saya
tidak pernah mendengar ada orang yang mengikat ruang angkasa kosong. Mengapa
tidak? Karena kekosongan tidak memiliki bentuk dari penampilan;.dan sehingga
tidak ada simpul untuk dilepaskan. Tapi sekarang mata, telinga, hidung, dan lidah,
serta tubuh dan pikiran Anda yang terlihat adalah seperti enam umpan pencuri yang
menjarah perhiasan permata rumah tangga Anda sendiri. Dan, dengan demikian, dari
waktu tanpa awal, karena 'para makhluk' dan 'dunia waktu dan ruang angkasa', telah
terikat bersama-sama, para makhluk tidak dapat melampaui dunia benda jasmani.

"Ananda, bagaimana Kita mengartikan makhluk dan dunia waktu dan ruang angkasa
'Waktu' mengarah pada berubah dan mengalir,. 'Ruang angkasa' mengacu pada
tempat. Anda harus tahu sekarang bahwa utara, timur, selatan, barat, timur laut, barat
laut, tenggara , barat daya, di atas dan di bawah ini adalah ruang angkasa. Masa lalu,
sekarang, dan masa depan adalah periode waktu. Ada sepuluh penjuru arah dalam
ruang angkasa dan tiga periode waktu. Semua makhluk terwujud dikarenakan oleh
hubungan timbal balik yang palsu. Tubuh mereka mengalami perubahan dan mereka
terjebak dalam gabungan waktu dan ruang angkasa dari dunia ini.

129
"Namun, meskipun ada sepuluh penjuru di ruang angkasa, yang dikenal di dunia
sebagai utara, selatan, timur, dan barat adalah satu-satunya yang dapat dengan jelas
ditentukan. atas dan bawah tidak memiliki posisi; yang menengah tidak memiliki
arah tertentu yang pasti. Ditetapkan secara jelas menjadi empat jumlahnya, mereka
kemudian digabungkan dengan tiga periode waktu. Tiga kali empat, atau, secara
bergantian, empat kali tiga membuat dua belas. Tingkatkan ini ke tempat ketiga; dari
puluhan melalui ratusan sampai ribuan. Kemanjuran terbesar yang mungkin dari
masing-masing enam organ adalah seribu dua ratus.

"Ananda, dengan demikian Anda dapat membuat nilai mereka. Pertimbangkan


bagaimana mata melihat kegelapan di belakang dan cahaya di depan. Depan itu
adalah benar-benar sepenuhnya terang; Belakang adalah benar-benar sepenuhnya
gelap. Dengan penglihatan sekeliling Anda disertakan, Anda dapat melihat paling
sekitar dua per tiga. Oleh karena itu, daya tampungnya dapat dinyatakan sebagai
kemanjuran yang tidak lengkap. Sepertiga dari kemanjurannya adalah tanpa
kebajikan. ketahuilah, bahwa mata memiliki kemanjuran hanya delapan ratus.

"Pertimbangkan bagaimana telinga mendengar di mana-mana di sepuluh penjuru,


tanpa kehilangan apapun. Mereka mendengar gerakan, apakah jauh atau dekat, dan
keheningan tanpa batas. Ketahuilah, bahwa organ pendengaran adalah lengkap
dengan kemanjuran dua ratus.

"Pertimbangkan bagaimana hidung mencium bau dengan masing-masing hirupan


dan hembusan dari napas. Itu adalah kekurangan pada pokok di antara menghirup
dan menghembuskan napas. Organ penciuman dapat dianggap menjadi kekurangan
oleh sepertiga. Ketahuilah, bahwa hidung memiliki kemanjuran hanya delapan ratus.

130
"Pertimbangkan bagaimana lidah bisa memberitakan keseluruhan kebijaksanaan
yang duniawi dan yang luar biasa. Meskipun bahasa berbagai macam sesuai dengan
daerah, prinsip dasar melampaui batas-batas apapun. Ketahuilah, bahwa organ lidah
adalah lengkap dengan kemanjuran seribu dua ratus.

"Pertimbangkan bagaimana tubuh menyadari sentuhan, menyatakannya sebagai


nyeri atau kesenangan. Ketika ia membuat 'hubungan', itu adalah menyadari benda
yang disentuh; ketika 'pemisahan', ia tidak memiliki pengetahuan sentuhan hal-hal
lain. 'Pemisahan' memiliki aspek tunggal dan 'Hubungan' memiliki aspek ganda.
Organ tubuh dapat dianggap sebagai kekurangan oleh sepertiga. Ketahuilah, bahwa
tubuh memiliki kemanjuran hanya delapan ratus.

"Pertimbangkan bagaimana pikiran secara diam mencakup semua dharma yang


duniawi dan yang diluar duniawi dari sepuluh penjuru dan tiga periode waktu.
Terlepas dari apakah itu bijaksana atau biasa, semuanya termasuk dalam
ketidakterbatasan nya. Ketahuilah, bahwa organ pikiran adalah lengkap dengan
kemanjuran seribu dua ratus.

"Ananda, sekarang Anda ingin melawan aliran arus dari nafsu keinginan yang
mengarah pada kelahiran dan kematian. Anda harus mengembalikan aliran arus dari
organ untuk mencapai keadaan yang tidak timbul atau yang berhenti. Anda harus
menyelidiki semua dari enam organ aktif untuk melihat mana yang bersatu, yang
berpisah, yang mendalam, yang dangkal, yang akan menembus secara sempurna,
dan yang tidak sempurna. Jika Anda dapat menyadari organ mana yang menembus
secara sempurna, Anda dapat kemudian membalikkan aliran arus dari keterlibatan
131
tanpa awal nya di dalam karma palsu dan mengikuti itu untuk menembus secara
sempurna. Perbedaan antara itu dan sebuah organ yang tidak sempurna adalah
seperti perbedaan antara se-hari dan se-kalpa. Sekarang Saya telah mengungkapkan
kepada Anda kemanjuran mendasar dari Keheningan tenang yang cerah sempurna
dari enam ini. Ini adalah nilai angka itu. Terserah Anda mau pilih yang mana untuk
masuk. Saya akan menjelaskan lebih untuk membantu kemajuan Anda didalam hal
itu.

"Para Tathagata dari sepuluh penjuru, mengolah budidaya melalui satu atau yang
lain dari delapan belas alam, mencapai yang sempurna, Bodhi yang tak tertandingi.
Bagi Mereka, salah satu dari delapan belas itu adalah umumnya memadai. Tapi Anda
berada pada tingkat yang rendah dan belum mampu menyempurnakan
kebijaksanaan yang nyaman di antara mereka. Oleh karena itu, Saya akan
memberikan penjelasan, sehingga Anda akan dapat masuk secara mendalam
kedalam pintu itu. Memasuki satu yang tanpa kepalsuan, dan enam organ indra akan
secara bersamaan menjadi murni.

Ananda berkata kepada sang Buddha, "Bhagawan, bagaimana Kita menentang arus,
masuk secara mendalam kedalam satu pintu, dan menyebabkan enam organ secara
bersamaan menjadi murni?"

Sang Buddha berkata kepada Ananda, "Anda telah memperoleh buah hasil dari
Pemasuk Arus (Shrotapana). Anda telah mengakhiri pandangan khayalan yang
makhluk hidup di tiga alam memiliki, tetapi Anda belum tahu bahwa organ-organ
Anda telah mengumpulkan kebiasaan yang tanpa awal. Pemutusan kebiasaan ini
harus dilakukan melalui mengolah budidaya. Termasuk berbagai macam seluk-

132
beluk dari kemunculan mereka, tinggal berdiam, berubah, dan berhenti.

"Anda sekarang harus merenungkan enam organ lebih lanjut: apakah mereka satu
atau enam? Ananda, jika Anda mengatakan mereka adalah satu, mengapa tidak bisa
'telinga' melihat? Mengapa tidak bisa 'mata' mendengar? Mengapa tidak bisa 'kepala'
berjalan? Mengapa tidak bisa 'kaki' berbicara? Jika enam organ adalah pasti enam,
maka seperti sekarang Saya menjelaskan yang halus ini, pintu Dharma yang indah
untuk Anda dalam perkumpulan majelis ini, yang mana dari enam organ Anda
sedang menerimanya? "

Ananda berkata, "Saya mendengar nya dengan telinga Saya."

Sang Buddha berkata, "telinga Anda mendengar sendiri? Apa, kemudian, apakah itu
ada hubungannya dengan tubuh dan mulut Anda? Namun Anda bertanya tentang
prinsip-prinsip itu dengan mulut Anda, dan tubuh Anda menampilkan pemujaan
penuh hormat. Oleh karena itu, Anda harus tahu bahwa jika mereka tidak satu, maka
mereka adalah enam. Dan jika mereka tidak enam, mereka harusnya satu. Tapi Anda
tidak bisa mengatakan bahwa organ-organ Anda adalah pada dasarnya satu dan
enam.

"Ananda, Anda harus tahu bahwa organ-organ ini juga bukanlah satu ataupun bukan
enam. Itu adalah dari yang terbalik dan tenggelam ke dalam keterlibatan di seluruh
waktu tanpa awal bahwa teori satu dan enam telah menjadi terbuat. Sebagai
Shrotapanna, Anda telah mengakhiri enam itu, namun Anda masih belum
menyelesaikan lebih jauh dengan satu itu.

133
"Itu adalah seperti mengisi kekosongan kedalam bejana-bejana yang bentuknya
berbeda dan kemudian mengatakan bahwa kekosongan adalah apapun bentuk bejana
itu. Dan kemudian, setelah menyingkirkan bejana-bejana itu, melihat pada
kekosongan dan mengatakan bahwa itu semua sama. Bagaimana kekosongan bisa
menjadi sama atau berbeda pada kesesuaian Anda? Apalagi bisakah Anda
menyebutnya 'Satu' atau 'tidak satu.' Anda harus memahami bahwa enam organ aktif
yang menerima adalah dengan cara yang sama.

"Penglihatan terjadi karena dua ciri sifat dari kegelapan dan cahaya dan pelekatan
mereka seperti melekat kuat pada kesunyian tenang didalam apa yang awalnya
adalah kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari 'penglihatan' mencerminkan
'bentuk' dan bergabung dengan bentuk untuk menjadi sebuah organ. Organ ini, yang
adalah pada awalnya empat unsur yang murni (tanah bumi,air,api,angin) , disebut
mata dan berbentuk seperti buah anggur. Dari empat obyek pemcemaran yang
'organ-organ indera yang terletak di kepala' mengejar, satu ini berlomba mencari
bentuk.

"Pendengaran terjadi karena dua gema dari gerakan dan keheningan dan pelekatan
mereka seperti melekat kuat pada kesunyian tenang didalam apa yang awalnya
adalah kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari 'pendengaran' mencerminkan
'suara' dan bergema dengan itu menjadi organ telinga. Campuran utama dari organ
telinga adalah empat unsur yang murni tersebut. Bagian itu yang Kita sebut 'telinga'
berbentuk seperti daun segar yang meringkuk. Dari empat obyek pemcemaran yang
organ-organ indera mengejar, satu ini dilepaskan pada suara.

134
"Pencium terjadi karena dua penampilan dari penembusan dan halangan dan
pelekatan mereka seperti melekat kuat pada kesunyian tenang didalam apa yang
awalnya adalah kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari 'penciuman'
mencerminkan 'aroma' dan memahami aroma untuk menjadi organ hidung.
Campuran utama dari organ hidung adalah empat unsur yang murni tersebut. Bagian
itu yang Kita sebut 'hidung' berbentuk seperti penyepit menggantung yang ganda.
Dari empat obyek pemcemaran yang organ-organ indera mengejar, satu ini
menyelidiki pada aroma.

"Pengecapan terjadi karena dua campuran dari rasa yang sama dan berbagai macam
rasa dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada kesunyian tenang didalam apa
yang awalnya adalah kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari 'pengecapani'
mencerminkan 'rasa' dan menjadi terjalin dengan rasa untuk menjadi organ lidah.
Campuran utama dari organ lidah adalah di dalam empat unsur yang murni tersebut.
Bagian itu yang Kita sebut 'lidah' berbentuk seperti bulan sabit. Dari empat obyek
pemcemaran yang organ-organ indera mengejar, satu ini mendambakan rasa.

"Perasaan terjadi karena dua pergesekan dari pemisahan dan persatuan, dan
pelekatan mereka seperti melekat kuat pada kesunyian tenang didalam apa yang
awalnya adalah kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari 'perasaan'
mencerminkan hubungan dan merampas hubungan untuk menjadi organ tubuh.
Campuran utama dari organ Tubuh adalah di dalam empat unsur yang murni
tersebut. Bagian itu yang Kita sebut 'tubuh' berbentuk seperti meja. Dari empat
obyek pemcemaran yang organ-organ indera mengejar, satu ini dipaksa oleh
hubungan.

135
"Pengetahuan terjadi karena dua kelanjutan yang terus dari penghasilan dan
kepunahan, dan pelekatan mereka seperti melekat kuat pada kesunyian tenang
didalam apa yang awalnya adalah kesempurnaan yang indah. Intisari pokok dari
'pengetahuan' mencerminkan 'dharma (=gejala kejadian)' dan mencengkeram
mereka untuk menjadi organ pikiran. Campuran utama dari organ pikiran adalah di
dalam empat unsur yang murni tersebut. Dari empat obyek pemcemaran yang organ-
organ indera mengejar, satu ini mengejar dharma (=gejala kejadian/fenomena).

"Ananda, karena 'pemahaman' ditambahkan ke 'pencerahan', enam organ indra


kehilangan intisari pokok mereka dan melekat pada kepalsuan, membatasi
kecerdasan mereka. Oleh karena itu, selain dari 'kegelapan' dan 'cahaya' tidak ada
zat isi pokok untuk penglihatan untuk Anda sekarang; Selain dari 'gerakan' dan
'keheningan tenang', pada dasarnya adalah tidak ada pembagian dari pendengaran;
tanpa 'penembusan' dan 'halangan', sifat alami dari 'penciuman' tidak muncul; tidak
adanya berbagai macam dan kesamaan rasa, 'pengecapan' tidak terjadi; tidak adanya
'pemisahan' dan 'persatuan', 'perasaan dari hubungan' adalah secara mendasar tidak
ada; tanpa 'kemunculan' dan 'perhentian', pengetahuan diletakkan untuk beristirahat.

"Anda hanya perlu tidak mengikuti dua belas ciri sifat yang berkondisi dari 'gerakan
dan keheningan', 'persatuan dan pemisahan', 'kesamaan rasa dan berbagai macam
rasa', 'penembusan dan halangan', 'penghasilan dan kepunahan', dan 'kecerahan dan
kegelapan'. Dengan demikian, ekstraklah/sulinglah satu organ, bebaskan ia dari
kemelekatan, dan tundukkan ia pada inti dalamnya. Setelah ditundukkan, ia akan
kembali ke kebenaran utama dan memancarkan kecemerlangan bawaan aslinya.
Ketika kecemerlangan itu memancar keluar, lima kemelekatan yang tersisa akan
terbebaskan untuk mencapai pembebasan total. "Jangan mengikuti 'pengetahuan'
dan 'penglihatan' yang dipengaruhi oleh objek benda dihadapan Anda. 'Pemahaman
136
sejati yang benar' tidak mengikuti dari organ indra. Namun bersarang di organ adalah
potensi kesanggupan untuk menemukan 'fungsi aktif yang saling timbal-balik' dari
enam organ. Ananda, tidakkah Anda tahu bahwa sekarang didalam perkumpulan
majelis Aniruddha adalah buta dan namun bisa melihat, sang naga Upananda adalah
tuli dan namun bisa mendengar, dewi sungai Gangga tidak memiliki hidung dan
namun mencium wewangian, Gavampati memiliki lidah yang tidak biasa dan namun
merasakan rasa, dan dewa Shunyata tidak memiliki tubuh dan namun menyadari
hubungan kontak/sentuhan? Dalam cahaya dari Tathagata, dewa Sunyata
(kekosongan) ini diterangi sementara sebagai intisari pokok yang sangat halus tanpa
zat isi pokok. Dengan cara yang sama, Mahakashyapa, yang juga didalam persamuan
ini, berdiam di 'Samadhi Nirvana (Pemusatan Pikiran Kepunahan)', setelah
memperoleh keheningan tenang dari tingkat Sravaka (Pendengar Suara). Dia telah
lama mengistirahatkan organ pikiran, namun Dia memiliki pengetahuan yang sangat
jelas yang tidak diperoleh dari proses berpikir.

"Ananda, jika Anda benar-benar sepenuhnya dapat mengekstrak semua organ Anda,
Anda akan bersinar dengan kecemerlangan batin. Kemudian benda tercemar yang
tidak kekal dan semua gejala kejadian yang berubah dari dunia jasmani akan menjadi
seperti es yang meleleh oleh cairan panas. Menanggapi pikiran Anda, perubahan
bentuk itu akan membawa pencerahan Bodhi yang tak tertandingi. Ananda,
anggaplah seorang yang memiliki penglihatan terbatas pada matanya. Jika Anda
tiba-tiba menyebabkan dia menutup matanya, dia akan melihat kegelapan di
depannya. Enam organ akan diselimuti kegelapan total. Dari kepala sampai kaki dia
akan mengalami hal itu. Jika orang itu menelusuri bentuk dari hal-hal yang ada diluar
dengan tangannya, maka meskipun dia tidak dapat melihat, dia bisa mengenali
seseorang dari kepala dan kaki. Pencerahan juga seperti itu. Jika cahaya adalah
kondisi yang diperlukan untuk melihat, maka kegelapan akan membawa ketiadaan
137
penglihatan. Namun untuk melihat tanpa cahaya akan berarti bahwa tidak ada
perwujudan kegelapan yang dapat mengaburkan penglihatan. Setelah organ dan
benda tiba-tiba mencair, bagaimana bisa kecemerlangan tercerahkan yang
menghasilkan menjadi tiada apapun selain 'sempurna' dan 'indah'? "

Ananda berkata kepada sang Buddha, "Bhagawan, karena sang Buddha telah
berkata, 'tekad untuk pencerahan pada penyebab dasar yang berusaha mencari
keabadian harus bersesuaian dengan dasar dari buah hasil. Bhagawan, dasar dari
buah hasil adalah Bodhi;. Nirvana : Kebenaran yang demikian; Sifat alami
KeBuddhaan, Kesadaran sempurna tanpa noda (Amala vijnana), KeKosongan
Tathagata-garbha, Kebijaksanaan Cermin Yang Besar Sempurna. Tapi meskipun itu
dipanggil dengan tujuh nama ini, itu adalah murni dan sempurna, isi pokok zat nya
adalah abadi, seperti Vajra raja, yang abadi dan tidak bisa dihancurkan. Jika
'penglihatan, pendengaran, dan sisanya' pada akhirnya 'tanpa isi pokok zat terpisah'
dari 'terang dan kegelapan, gerakan dan keheningan, dan penembusan dan halangan
dan sisanya' maka mereka akan seperti pikiran yang, selain objek tujuan dekat
indera, tidak ada sama sekali. Bagaimana mungkin penghapusan akhir seperti itu
menjadi penyebab dimana seseorang mengolah dengan harapan mendapatkan tujuh
kali lipat buah hasil abadi sang Tathagata ? Bhagawan, jika penglihatan adalah pada
akhirnya kosong terlepas dari terang dan kegelapan, sama seperti pikiran berhenti
dengan sendirinya didalam ketiadaan objek tujuan dekat indera. Kemudian
perbandingan Saya menjadi melingkar, dan tidak peduli seberapa hati-hati Saya
mencari, tampaknya tidak ada hal seperti itu sebagai pikiran Saya atau apa yang
berhubungan dengan itu. Hanya apakah yang harus digunakan untuk mencari
Pencerahan Bodhi yang tak tertandingi? Sang Tathagata sebelumnya mengarahkan
pada intisari pokok yang hening-tenang, yang sempurna dan abadi. Pertentangan
Nya yang sekarang menentang keyakinan dan digunakan untuk ajaran yang
138
menganggur. Bagaimana bisa kata-kata sang Tathagata menjadi benar dan
sesungguhnya? Saya hanya berharap sang Buddha akan membiarkan kasih sayang
yang besar turun dan mengajar Kami yang tidak mengerti dan yang memegang
dengan erat.

Sang Buddha berkata kepada Ananda, "Anda belajar dan banyak mendengar, tapi
Anda belum mengakhiri arus perpindahan keluar. Dalam pikiran Anda, Anda hanya
tahu penyebab dari yang menjadi terbalik. Tetapi ketika pembalikan yang
sesungguhnya menyatakan wujud, Anda benar-benar tidak bisa mengenalinya lagi.
Agar jangan sampai ketulusan dan keyakinan Anda tetap tidak mencukupi, Saya
akan mencoba untuk memanfaatkan kejadian biasa untuk menghilangkan keraguan
Anda. "

Kemudian sang Tathagata memerintahkan Rahula untuk memukul lonceng sekali,


dan Dia bertanya kepada Ananda, "Kamu dengar itu?" Ananda dan para anggota
majelis yang berjumlah besar semua berkata, "Kami mendengar itu." Lonceng itu
berhenti terdengar, dan sang Buddha kembali bertanya, "Kamu dengar itu
sekarang?" Ananda dan anggota majelis yang berjumlah besar semuanya berkata,
"Kami tidak mendengarnya." Kemudian Rahula memukul lonceng lagi. Sang
Buddha kembali bertanya, "Kamu dengar itu sekarang?" Ananda dan perkumpulan
majelis yang berjumlah besar kembali mengatakan, "Kami mendengarnya." Sang
Buddha bertanya kepada Ananda, "Apa yang Anda dengar, dan apa yang Anda tidak
dengar?" Ananda dan anggota majelis yang berjumlah besar semuanya berkata
kepada sang Buddha, "Ketika lonceng dibunyikan, Kami mendengar itu. Setelah
suara lonceng berhenti, sehingga bahkan gaungnya jauh memudar, Kami tidak
mendengarnya."

139
Sang Tathagata kembali memerintahkan Rahula untuk memukul lonceng, dan
betanya kepada Ananda, "Apakah ada suara sekarang?" Ananda dan anggota
perkumpulan majelis yang berjumlah besar semuanya berkata, "Ada suara." Setelah
waktu singkat suara itu berhenti, dan sang Buddha bertanya lagi, "Apakah ada suara
sekarang? ' Ananda dan anggota perkumpulan majelis yang berjumlah besar
menjawab, "Tidak ada suara." Setelah beberapa saat, Rahula kembali memukul
lonceng, dan sang Buddha bertanya lagi, "Apakah ada suara sekarang?" Ananda dan
anggota perkumpulan majelis yang berjumlah besar berkata bersama-sama, "Ada
suara. " Sang Buddha bertanya kepada Ananda," Apa yang dimaksud dengan 'suara',
dan apa yang dimaksud dengan 'tidak ada suara? " Semua orang dalam perkumpulan
majelis yang berjumlah besar termasuk Ananda menceritakan kepada Sang Buddha,
"Ketika lonceng dipukul ada suara. Begitu suara berhenti dan bahkan gema
memudar pergi, dikatakan tidak ada suara."

Sang Buddha berkata kepada Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah
besar, "Mengapa Kamu tidak sesuai dalam apa yang Anda katakan?" Anggota
perkumpulan majelis yang berjumlah besar dan Ananda kemudian bertanya kepada
sang Buddha, "Dalam hal apa yang telah Kami tidak sesuai?" Sang Buddha berkata,
"Ketika Saya bertanya apakah itu pendengaran Anda, Anda bilang itu pendengaran
Anda. Lalu, ketika Saya bertanya apakah itu suara, Anda bilang itu suara. Saya tidak
bisa memastikan dari jawaban Anda apakah itu adalah pendengaran atau apakah itu
adalah suara. Bagaimana Anda bisa tidak mengatakan bahwa tidak sesuai? Ananda,
ketika suara hilang tanpa gema, Anda mengatakan tidak ada pendengaran. Jika
benar-benar tidak ada pendengaran, sifat alami pendengaran akan jadi berhenti. Itu
akan seperti kayu mati. Jika kemudian lonceng dibunyikan lagi, bagaimana Kamu

140
tahu? Apa yang Anda ketahui berada di sana atau tidak berada di sana adalah objek
pemcemaran suara yang tampak muncul dan berhenti. Tapi bagaimana bisa sifat
alami pendengaran berada di sana atau tidak berada di sana? 'Dan jika pendengaran
adalah sungguh', seperti pendapat Anda, 'tidak ada disana', siapa yang akan tahu itu
tidak ada disana?

"Dan jadi, Ananda, suara yang Anda dengar adalah apa yang timbul dan berhenti.
Sifat alami pendengaran Anda tidak muncul dan berhenti berdasarkan pada timbul
dan berhentinya suara yang Anda dengar. Anda begitu terbalik sehingga Anda keliru
mempersamakan suara untuk pendengaran. Tidak heran Anda begitu bingung bahwa
Anda menganggap 'apa yang kekal' menjadi 'pembinasaan'. Pada akhirnya, Anda
tidak bisa mengatakan bahwa tidak ada 'sifat alami pendengaran' selain 'gerakan' dan
'keheningan', dari 'gangguan halangan' dan 'penembusan' dan sisanya.

" Anggaplah orang yang jatuh ke dalam tidur nyenyak ketika sambil tidur siang di
tempat tidurnya . Sementara ia sedang tidur , seseorang dalam rumah tangganya
mulai memukul pakaian atau menumbuk padi . Dalam mimpinya , orang itu
mendengar suara pemukulan dan penumbukan dan menganggapnya sebagai sesuatu
yang lain, mungkin sebagai pemukulan gendang atau bunyi lonceng . Dalam
mimpinya ia bertanya-tanya mengapa lonceng berbunyi seperti batu atau kayu .
Tiba-tiba ia terbangun dan segera mengenali suara penumbukan. Ia menceritakan
kepada para anggota keluarganya , " saya barusan mengalami mimpi di mana saya
salah mengira suara penumbukan sebagai suara gendang. Ananda , bagaimana orang
ini dalam keadaan mimpi mengingat 'keheningan' dan 'gerakan' , 'penembusan' dan
'gangguan halangan' ? Meskipun ia secara tubuh jasmani tertidur , sifat alami
pendengaran nya tidaklah tidak jelas .

141
" Bahkan ketika keberadaan tubuh jasmani Anda mencair dan kekuatan hidup Anda
berubah dan berkurang , bagaimana mungkin sifat alami itu mencair dan hilang dari
Anda ? Tetapi karena makhluk , dari waktu tanpa awal , telah mengejar bentuk dan
suara dan telah mengikuti pikiran mereka ketika pikiran mereka berputar dan
mengalir, mereka masih tidak tercerahkan dengan sifat alami kemurnian abadi yang
indah . mereka tidak selaras dengan apa yang abadi , tapi mengejar hal-hal yang
tunduk pada 'kemunculan' dan 'kelenyapan' . Itulah yang menyebabkan mereka
untuk dilahirkan lagi dan lagi , mengalir dan berputar dalam kekotoran . Tapi jika
mereka menolak 'kemunculan' dan 'kelenyapan' dan menjunjung tinggi 'kebenaran
abadi' , 'cahaya abadi' akan muncul , dan dengan itu , organ indera , objek tujuan
pencemaran dan kesadaran akan menghilang . Maka Anda harus menjaga jarak dari
kekotoran batin dari perwujudan pikiran dan keadaan nafsu dari kesadaran .
Kemudian Dharma-caksu (mata Dharma) Anda akan secara sesuai menjadi murni
dan cerah. Dan , bagaimana Anda dapat gagal untuk mencapai Pencerahan Bodhi
yang tak tertandingi ? "

Ananda berkata kepada sang Buddha , " Bhagawan , meskipun sang Tathagata telah
menjelaskan kemutlakan kedua ini , karena Saya sekarang menganggap seseorang
yang ingin membuka simpul , jika ia tidak dapat menemukan pusatnya , ia tidak akan
pernah menyebabkan simpul itu dibalikkan ke semula . Bhagavan , Saya dan semua
Pendengar lainnya dalam perkumpulan majelis yang berjumlah besar yang tidak
melampaui penelitian adalah dengan cara yang sama . Dari waktu tanpa awal Kami
telah disertai dalam kelahiran dan kematian oleh kegelapan batin ketidaktahuan .
Kami telah mendapatkan akar-akar yang baik dari pengetahuan dan dikatakan telah
meninggalkan kehidupan rumah tangga, namun bahkan Kami bertindak seperti

142
orang dengan penyakit malaria yang berulang-ulang . Saya hanya berharap , Yang
Maha Pengasih , bahwa Anda akan memberi belas kasihan pada Kami yang
tenggelam dan hanyut . Simpul apakah yang ada didalam tubuh dan pikiran Kami
dan bagaimana Kami melepaskan nya? Penjelasan Anda juga akan memungkinkan
makhluk di masa depan yang berada dalam penderitaan dan yang kesulitan untuk
menghindari perputaran kelahiran kembali dan menjaga mereka dari terjatuh ke tiga
alam keberadaan . "

Setelah mengatakan itu , Dia dan semua orang di seluruh perkumpulan majelis yang
berjumlah besar bersujud penuh. Dia menangis deras , dan dengan harapan tulus
menunggu petunjuk yang tak tertandingi dari sang Buddha , sang Tathagata.

Kemudian sang Bhagavan berbelas kasihan kepada Ananda dan mereka yang berada
didalam perkumpulan majelis dengan sesuatu yang tersisa untuk belajar , serta
kepada makhluk dari masa depan yang memiliki potensi untuk melampaui dunia dan
untuk mengembangkan wawasan . Dia mengusap mahkota kepala Ananda dengan
tanganNya yang bersinar dengan warna Jambunada ungu muda keemasan .

Seketika itu, semua Buddhaksetra dari sepuluh penjuru bergetar dalam enam cara .
Para Tathagata yang banyaknya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta ,
masing-masing tinggal berdiam di dunia masing-masing Mereka , memancarkan
sebuah cahaya yang berharga dari Mahkota Kepala Mereka . Pada satu saat yang
sama cahaya Mereka pergi dari negara Mereka Sendiri menuju ke Hutan Jetavana
dan Memberkati Mahkota dari Kepala Tathagata (Tathagata-usnisa). Semua dalam
perkumpulan majelis menerima manfaat baik yang belum pernah terjadi sebelumnya
. Kemudian Ananda dan semua orang dalam perkumpulan majelis yang berjumlah

143
besar mendengar para Tathagata yang banyaknya seperti butiran terkecil atom dari
alam semesta seluruh sepuluh penjuru arah berbicara kepada Ananda dengan mulut
yang berbeda tetapi dengan satu suara : "Bagus sekali, Ananda ! Anda ingin
mengakui ketidaktahuan bawaan halus milik Anda yang menyebabkan Anda
berputar pada roda . Asal dari 'simpul kelahiran dan kematian' adalah hanya enam
organ indera Anda dan tidak ada yang lain . Anda juga ingin memahami Bodhi yang
tak tertandingi , sehingga Anda dapat dengan cepat menyadari kebahagiaan ,
kebebasan , ketenangan, dan keabadian yang indah . Itu juga, adalah enam organ
indera Anda dan tidak ada yang lain . "

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Organ indera dan benda-benda objek tujuan
adalah sumber yang sama . 'Belenggu ikatan' dan 'pembebasan' mereka bukanlah hal
yang berbeda . Sifat alami dari kesadaran adalah kosong dan palsu, sama seperti
bunga di langit ruang angkasa. Ananda , kesadaran timbul dikarenakan oleh objek
tujuan yang tercemar . Gejala kejadian ada karena disebabkan oleh organ
indera.'Gejala kejadian' dan 'tanggapan penglihatan' adalah keduanya tanpa sifat
alami mereka sendiri . mereka saling mendukung sama seperti terjalinnya alang-
alang . Oleh karena itu , menciptakan 'pengetahuan' didalam 'tanggapan penglihatan
yang tercerahkan' adalah 'kegelapan batin ketidaktahuan' yang mendasar . Untuk
menjadi tiada 'tanggapan penglihatan' didalam 'tanggapan penglihatan yang
tercerahkan' adalah kemurnian yang sesungguhnya dari 'Nirvana' yang tiada aliran
arus keluar. Mengapa mencoba untuk menempatkan sesuatu yang lain didalam ini?
"

Kemudian sang Bhagavan , ingin menyatakan kembali artinya , berbicara Geya


gatha (Syair yang dinyanyikan) , mengatakan :

144
" Dalam sifat alami sejati , sesuatu yang berkondisi adalah kosong .

Kondisi yang muncul adalah seperti khayalan ilusi .

Sesuatu yang tidak berkondisi adalah tidak muncul atau tidak berhenti .

Tidak nyata adalah mereka , seperti bunga di langit ruang angkasa.

Untuk berbicara tentang kepalsuan adalah untuk mengungkapkan yang sebenarnya


.

Namun kedua 'yang palsu' dan 'yang benar' adalah 'kepalsuan mereka sendiri' .

Karena 'tak ada kebenaran' ataupun 'tidak ada ketidakbenaran' ,

Bagaimana mungkin ada 'pelihat' dan 'terlihat' ?

Antara kedua itu tidak ada 'sifat alami sesungguhnya' yang ada;

Jadi mereka disamakan dengan alang-alang yang melilit.

Ikatan simpul dan pembebasan mereka memiliki penyebab yang sama .

Jalan Orang bijak dan jalan orang-orang biasa adalah bukan dua .

Menganggap sifat alami dari yang saling terkait melilit :


145
Mereka tidak kosong ataupun tidak ada.

Kebingungan yang gelap hanyalah kebodohan ;

Membawanya ke cahaya adalah pembebasan .

Ikatan simpul harus dibuka berturut-turut ,

Ketika enam itu dilepaskan ,

Bahkan salah satu menjadi berhenti .

Pilihlah satu organ yang diinginkan untuk penembusan sempurna;

Masuki aliran arus itu dan capai pencerahan yang tepat .

Sangat halus , kesadaran Adana ,

Membuat pola kebiasaan yang mengalir di dalam semburan arus deras .

Khawatir Anda akan membingungkan kebenaran dengan apa yang bukan ,

Saya jarang memberitahu Anda semua ini .

Dengan pikiran Anda sendiri , Anda berpegang di pikiran Anda sendiri ;

146
Apa yang bukan khayalan menjadi khayalan ilusi .

Jangan berpegang dan tidak ada yang tidak akan menjadi khayalan ilusi .

Karena bahkan yang bukan khayalan ilusi tidak muncul ,

Bagaimana bisa dharma khayalan ditetapkan ?

Ini disebut bunga teratai yang indah menakjubkan,

Raja permata Vajra dari Pencerahan Bodhi.

Dalam Samapatti ini yang disamakan dengan khayalan ilusi ,

Melampaui ke tingkat di luar pembelajaran .

Abhidharma ini, tak tertandingi ,

Adalah jalan tunggal melalui gerbang Nirvana ,

Yang Diambil oleh para Bhagavan di sepuluh penjuru . "

Ketika Ananda dan perkumpulan majelis yang berjumlah besar mendengar yang
tiada tanding , ajaran penuh kasih dari Sang Buddha , Sang Tathagata , Syair Geya
yang serasi dan yang cemerlang dengan prinsip penembusan nya yang jelas dan yang
indah menakjubkan, hati dan mata Mereka menjadi terbuka , dan Mereka berseru

147
bahwa Dharma ini belum pernah terjadi sebelumnya .

Ananda merangkapkan dua telapak tanganNya beranjali , membungkuk , dan berkata


kepada sang Buddha , " Setelah mendengar yang tak terbatas , yang sangat baik,
ungkapan pernyataan yang benar dan sesungguhnya dari Dharma yang murni
didalam sifat alami dan abadi yang indah menakjubkan dari sang Buddha, Saya
masih belum mengerti urutan untuk melepaskan ikatan simpul itu sehingga ketika
enam itu terlepas , satu itu juga menghilang . Saya hanya berharap Anda akan
berbelas kasih , dan sekali lagi berbelas kasih dengan persamuan ini dan orang-orang
di masa depan , dengan menawarkan Kami penjelasan tentang Dharma untuk
mencuci dan membilas akar kekotoran batin yang mendalam milik Kami .

Kemudian , di atas takhta singa , sang Tathagata meluruskan jubah Nirvana Nya ,
mangatur ikat pinggang samghati Nya , memegang meja yang terhias dengan tujuh
permata mulia, mengulurkan tangan ke atas meja dan mengambil sebuah kain indah
yang diberikan kepadanya oleh dewa dari surga Suyama . Kemudian , saat
perkumpulan majelis menyaksikan , Dia mengikatnya menjadi ikatan simpul dan
menunjukkannya kepada Ananda , dengan bertanya , " Disebut apakah ini ? "
Ananda dan perkumpulan majelis yang besar menjawab bersama-sama , " Itu disebut
ikatan simpul . " Kemudian Sang Tathagata mengikat simpul lain dalam kain yang
indah itu dan bertanya kepada Ananda lagi , " Disebut apakah ini ? " Ananda dan
perkumpulan majelis yang besar sekali lagi menjawab bersama-sama , " Itu juga,
disebut ikatan simpul . " Dia melanjutkan pola ini sampai Dia mengikat enam simpul
di kain yang indah itu. Saat Dia membuat setiap simpul , Dia mengangkatnya ke
Ananda dan bertanya , " Disebut apakah ini? " Dan setiap kali Ananda dan

148
perkumpulan majelis yang besar menjawab Sang Buddha dengan cara yang sama :
" Itu disebut ikatan simpul . "

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Ketika Saya pertama kali mengikat kain
itu, Anda menyebutnya ikatan simpul . Karena kain yang indah itu pada dasarnya
adalah potongan tunggal bagaimana Anda bisa memberikan jawaban yang sama
untuk kedua dan ketiga kalinya ? " Ananda berkata kepada Sang Buddha , "
Bhagawan , kain yang indah ini adalah hanya satu bagian , tetapi cara Saya mengerti
, ketika sang Tathagata membuat satu ikatan , itu disebut sebuah simpul . Jika Dia
membuat seratus ikatan , mereka akan disebut seratus simpul . dan sekarang tepatnya
enam simpul - bukan lima atau tujuh telah terikat dalam kain itu, mengapa Sang
Tathagata hanya membolehkan Saya untuk berbicara dari satu simpul , bukan dari
dua atau tiga ? "

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Anda tahu bahwa kain berharga ini pada
dasarnya adalah satu potong , tapi ketika Saya membuat enam ikatan di dalamnya,
Anda mengatakan ia memiliki enam ikatan simpul. Hati-hati mempertimbangkan isi
pokok zat dari kain itu : Ia tetap tidak berubah kecuali untuk ikatan simpul di
dalamnya . " Apa yang Anda pikirkan ? Anda mengenali simpul pertama yang Saya
ikat sebagai nomor satu . Sekarang Saya siap untuk mengikat simpul keenam.
Apakah Anda juga menyebutnya nomor satu ? " " Tidak, Bhagawan . Jika ada enam
simpul , simpul keenam tidak pernah bisa disebut yang pertama . Bahkan jika Saya
menghabiskan semua kecerdasan dan kefasihan Saya dalam kehidupan demi
kehidupan , Saya bisa membalikkan urutan dari enam simpul ini .

Sang Buddha berkata , " Jadi demikian itu juga. Keenam simpul itu adalah tidak

149
sama. Pertimbangkan asal mereka : Mereka diciptakan dari satu kain dan diikat
dalam urutan tertentu. Ini akan menjadi mustahil untuk mengaduk urutan itu. Enam
organ indera Anda adalah juga seperti itu . Dari apa yang sama , 'perbedaan yang
mutlak' muncul. " Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Dengan anggapan Anda
tidak menginginkan enam simpul ini dan ingin hanya ada menjadi satu kain ,
bagaimana Anda bisa mencapai tujuan itu ? "

Ananda berkata , " Selama simpul ini tetap ada, perdebatan mengenai 'apa yang
mereka' dan 'apa yang bukan mereka' akan muncul . Keberadaan mereka akan
menyebabkan perbedaan seperti 'simpul ini tidak menjadi simpul itu' dan 'simpul itu
tidak menjadi satu ini' . Tetapi jika sang Tathagata melepaskan mereka semua
sekarang, sehingga tidak ada yang tersisa , maka tidak akan ada 'ini' atau ' itu'. "
Bahkan tidak akan ada menjadi apapun yang disebut 'satu' , berapa banyak yang
kurang 'enam' . "

Sang Buddha berkata , " Itu adalah juga apa yang terjadi ketika enam organ indera
terbebaskan : Bahkan satu itu hilang. Karena dari waktu tanpa awal pikiran dan sifat
alami Anda telah sakit dan terganggu , Anda telah menciptakan pengetahuan dan
pandangan yang palsu. Karena 'kepalsuan' yang terus timbul tanpa jeda , 'tanggapan
penglihatan' menjadi lelah dan 'kekotoran batin' muncul. Sama seperti bunga
berputar yang muncul ketika mata mulai lelah menatap , ini juga merupakan
gangguan yang muncul tanpa sebab didalam yang hening tenang , sifat dasar
kecerahan . Segala sesuatu di dunia - pegunungan , sungai , tanah bumi itu sendiri ,
serta kelahiran, kematian , dan Nirvana - adalah bunga-bunga ini yang muncul
dikarenakan oleh Kita sedang diputar terbalik oleh 'pikiran sakit' dan 'kelelahan' . "

150
Ananda berkata , " kelelahan ini adalah sama seperti simpul ini . Bagaimana Kami
melepaskan mereka? "

Sang Tathagata memegang kain yang bersimpul itu, menarik di ujung kiri nya , dan
bertanya kepada Ananda , " Apakah ini cara untuk melepaskan mereka? " " Bukan ,
Bhagawan . " Kemudian Sang Buddha menarik di ujung kanan nya dan kembali
bertanya kepada Ananda , " Apakah ini cara untuk melepaskan mereka? " " Bukan ,
Bhagawan . " Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Sekarang Saya telah menarik
kain itu ke kiri dan kanan dan masih belum mampu untuk mengembalikan simpul
itu . Cara apa yang Anda usulkan untuk melepas mereka? " Ananda berkata kepada
Sang Buddha , " Bhagawan , Anda harus melepaskan simpul dari pusat mereka.
Kemudian mereka akan jadi terlepas . " Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Jadi
demikianlah juga , jadi demikianlah juga . Jika Anda ingin melepaskan mereka ,
Anda harus melepaskan mereka dari pusat. Ananda , Buddha Dharma yang Saya
jelaskan muncul dari sebab dan kondisi . Tapi itu tidak berarti menggenggam pada
pencampuran dan penyatuan dari yang kasar , penampilan duniawi . Sang Tathagata
memahami semua yang duniawi dan dharma yang melampaui duniawi dan
mengetahui penyebab dasar mereka dan kondisi apa yang membawa mereka menjadi
ada . Ini adalah begitu juga sejauh yang Saya tahu berapa banyak tetesan air hujan
yang jatuh seperti banyak dunia yang jauh dari sini seperti adanya butiran debu di
sungai Gangga. Yang sama adalah berlaku dari segala hal yang dapat Anda lihat:
Mengapa 'pinus' lurus , mengapa 'semak berduri' bengkok , mengapa 'angsa' putih ,
mengapa 'gagak' hitam - Saya mengerti semua alasan ini. Oleh karena itu , Ananda ,
Anda dapat memilih manapun salah satu dari enam organ indra yang Anda inginkan.
Jika simpul dari organ indra dihapus , maka 'gejala kejadian yang mencemarkan'
menghilang dengan sendirinya dan semua 'kepalsuan' menjadi berhenti. Jika apa

151
yang tersisa adalah tidak benar , maka mana yang Anda harapkan untuk menemukan
kebenaran ? Ananda , sekarang Saya bertanya kepada Anda , bisakah enam simpul
kain yang indah itu dibuka secara serempak dan dilepaskan semuanya sekaligus ? "

" Tidak , Bhagawan . Karena simpul itu pada awalnya dibuat secara berurutan ,
sekarang mereka harus dibuka secara berurutan. Isi pokok zat dari enam simpul itu
adalah sama , tetapi mereka tidak dibuat secara serempak bersamaan , dan sekarang
ketika mereka dilepaskan , bagaimana mungkin mereka dibuka secara bersamaan ?
"

Sang Buddha berkata , " Melepaskan enam organ indra adalah dengan cara yang
sama . Ketika organ indera mulai akan dilepaskan , orang menyadari kekosongan
dari orang pada pertama sekali. Ketika 'sifat alami dari kekosongan' sepenuhnya
dipahami , maka orang dilepaskan dari 'dharma (catatan : 'd'harma = gejala kejadian,
'D'harma = ajaran sang Buddha)' . Sekali seseorang terbebaskan dari dharma , tiada
jenis dari kekosongan akan timbul . Itu disebut 'Kesabaran dengan Tanpa Pembuatan
yang para Bodhisattva capai melalui 'Samadhi =(Pemusatan Pikiran)'. "

Setelah menerima petunjuk ajaran sang Buddha , Ananda dan perkumpulan majelis
yang besar memperoleh kebijaksanaan dan kesadaran yang secara sempurna
menembus dan bebas dari keraguan dan khayalan . Semuanya pada waktu yang sama
, Mereka menempatkan telapak tangan Mereka beranjali , dan membungkuk di kaki
Sang Buddha . Ananda lalu berkata kepada Sang Buddha , "Hari ini badan dan
pikiran Kami diterangi , dan Kami bahagia terbebas dari gangguan halangan. Kami
telah memahami makna dari pengakhiran dari enam dan satu. Namun, Kami belum

152
berkembang ke yang mendasar, penembusan yang sempurna . Bhagawan , Kami
yang telah menyimpang dan menggeleparkan jalan Kami melalui kalpa setelah kalpa
, tanpa tempat tinggal dan sendirian , tidak tahu , Kami tidak pernah membayangkan
bahwa Kami bisa bertemu Sang Buddha dalam hubungan yang begitu dekat . Kami
seperti Bayi hilang yang tiba-tiba menemukan Ibu mereka yang penuh kasih sayang
. Jika karena pertemuan ini Kami menyadari sang Jalan , [ itu tidak akan sia-sia ] .
Jika Kami memperlakukan petunjuk tersembunyi ini dengan 'cara pemahaman dulu'
Kami, itu akan menjadi sama seolah Kami bahkan tidak mendengar nya . Kami
hanya berharap Yang Maha Pengasih akan memberikan kepada Kami 'yang
tersembunyi secara mendalam' sebagai petunjuk ajaran akhir dari Sang Tathagata .
" Setelah mengatakan ini Ananda bersujud , mundur , dan dengan diam menantikan
pengiriman yang sukar dipahami dari sang Buddha .

Kemudian sang Bhagavan berkata kepada semua orang didalam perkumpulan


majelis yang adalah para Bodhisattva besar dan para Arahat besar dengan arus
perpindahan keluar Mereka yang telah padam , " Kalian semua para Bodhisattva dan
para Arahat yang lahir dari dalam Dharma Saya dan yang telah mencapai tahap di
luar penelitian , sekarang Saya bertanya kepada Anda : Ketika Anda pertama kali
melahirkan tekad Anda dan menjadi tercerahkan pada delapan belas alam , yang
mana salah satunya dari ini yang membawa penembusan sempurna? Melalui jalan
bijaksana manakah Anda memasuki Samadhi ?

Kaundinya , dengan yang lainnya dari kelompok lima bhiksu pertama (Pancavaggiya
Bhiksu) , bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata
kepada Sang Buddha , " Ketika Saya berada di Taman Rusa Mrgadava dan Taman
Kukkuta (burung pegar), Saya mengamati sang Tathagata segera setelah pencapaian
153
Nya pada sang Jalan. Setelah mendengar suara Sang Buddha , Saya memahami
Empat Kesunyataan Mulia . Sang Buddha mempertanyakan Kami para Bhiksu .
Karena Saya 'yang pertama mengerti' , sang Tathagata menetapkan Saya dan
menamakan Saya 'Ajnata' . Suara -Nya yang indah adalah 'rahasia' dan 'meresap
kesemua' . Itu adalah melalui Suara bahwa Saya menjadi Arhat . Sang Buddha
bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu ,
'Suara' adalah 'Cara Utama' . "

Upanishad lalu bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan
berkata kepada Sang Buddha , " Saya juga melihat Sang Buddha ketika Dia pertama
kali menyelesaikan sang Jalan. Saya belajar untuk merenungkan ciri sifat dari
kekotoran sampai Saya menjadi membenci itu dan hingga memahami bahwa sifat
alami dari 'semua bentuk rupa' adalah tidak bersih. Tulang-tulang dan debu-debu
halus semuanya kembali ke kekosongan, dan sehingga kedua 'kekosongan' dan
'bentuk rupa' terselesaikan dengan baik . Dengan pencapaian ini , Saya mencapai
'Jalan di luar dari penelitian' . Para Tathagata menetapkan Saya dan menamakan
Saya 'Upanishad' . Objek tujuan dari bentuk menjadi berakhir , dan 'bentuk yang
indah menakjubkan (surupa)' adalah rahasia dan meresap kesemua. Dengan
demikian , itu adalah melalui ciri sifat dari bentuk rupa bahwa Saya menjadi seorang
Arhat . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah
ditetapkan untuk itu , 'Bentuk-bentuk rupa' adalah 'Cara Utama'. "

Pemuda yang murni, sang Bodhisattva yang bernama 'Gandha Pratimandita'


('Terhiasi oleh Keharuman Wewangian') , bangkit dari tempat dudukNya , bersujud
di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya mendengar sang
Tathagata mengajarkan Saya untuk merenungkan dengan penuh perhatian semua

154
gejala kejadian yang berkondisi. Saya kemudian meninggalkan Sang Buddha dan
tinggal berdiam dengan tenang di kediaman murni. Saya mengamati bahwa ketika
tempat tinggal para Bhiksu menyala pancangan dupa cendana , aroma wangi diam-
diam memasuki lubang hidung Saya, Saya merenungkan wewangian ini : itu tidak
datang dari kayu , itu tidak datang dari kekosongan , itu tidak datang dari asap , dan
itu tidak datang dari api . Tidak ada tempat ia berasal dan tidak ada tempat ia pergi.
Dikarenakan oleh itu , pikiran yang membeda-bedakan milik Saya menjadi terhalau
, dan Saya mencapai ketiadaan dari arus perpindahan keluar . Para Tathagata
menetapkan Saya dan memanggil Saya 'Gandha Pratimandita'. Aroma wewangian
pencemaran tiba-tiba menghilang , dan Aroma wewangian yang indah menakjubkan
adalah rahasia dan meresap kesemua. Itu adalah melalui penghiasan wewangian
bahwa Saya menjadi Arhat . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna
. Karena saya telah ditetapkan untuk itu , 'Terhiasi oleh Keharuman Wewangian'
adalah 'Cara Utama' . "

Dua Pangeran Dharma , Bhaisajya raja ( Raja Obat ) dan Bhaisajya samudgata (Obat
Unggul) , dan lima ratus Brahma deva dalam perkumpulan majelis bangkit dari kursi
Mereka , membungkuk di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha ,
Dari ribuan kalpa yang tanpa awal sampai sekarang , Kami telah menjadi
Penyembuh yang baik bagi dunia . Mulut Kami telah merasakan banyak tumbuhan ,
kayu , logam , dan batu dari dunia Saha , seratus delapan ribu rasa . Kami tahu secara
lengkap rasa pahit , asam, asin , hambar , manis , dan rasa pedas, dan sejenisnya ,
dalam semua campuran mereka dan perubahan yang melekat . Kami memiliki
pengetahuan yang mendalam tentang apakah mereka dingin atau panas , beracun
atau tidak beracun . Ketika melayani Sang Tathagata, Kami menjadi tahu bahwa sifat
alami dari rasa bukanlah kosong ataupun bukan ada , atau bukan tubuh atau bukan

155
pikiran , atau bukan terlepas dari tubuh atau pikiran . Kami menjadi tercerahkan
dengan membedakan antara rasa . Sang Tathagata menyegel dan menetapkan Kami
bersaudara dan menamakan Kami Bodhisattva Bhaisajyaraja dan
Bhaisajyasamudgata . Sekarang dalam perkumpulan majelis Kami Pangeran
Dharma yang telah naik ke tingkat Bodhisattva karena telah menjadi tercerahkan
dengan cara 'Rasa' . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna. Karena
Kami telah ditetapkan untuk itu , 'Penyebab dari rasa' adalah 'Cara Utama' . "

Bhadrapala dan enam belas raja tercerahkan yang adalah teman-temannya , bangkit
dari kursi Mereka , membungkuk di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang
Buddha : " Kami pertama kali mendengar Dharma dan meninggalkan kehidupan
rumah tangga mengikuti 'Buddha Bhisma Garjita Ghosa Svara Raja (Buddha Raja
Auman Suara Petir Agung)' , ketika waktu bagi Sangha untuk mandi , Saya
mengikuti kebiasaan dan memasuki pemandian. Tiba-tiba Saya terbangun dengan
kenyataan bahwa air tidak membasuh debu , juga tidak membersihkan tubuh . Dan
pada saat itu Saya menjadi penuh kedamaian dan mencapai keadaan dari menjadi
tiada apapun . Sampai hari ini , Saya tidak pernah melupakan pengalaman itu.
Setelah meninggalkan rumah dengan sang Buddha, Saya telah maju di luar
penelitian . Sang Buddha menamakan Saya 'Bhadrapala' . 'Sentuhan yang indah
menakjubkan' terungkap , dan Saya mencapai tingkat dari menjadi siswa sang
Buddha. Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah
ditetapkan untuk itu , 'Sentuhan' adalah 'Cara Utama'. "

Mahakashyapa, bersama dengan 'Bhikshuni Suvarna Jambunada Rasmiprabha


(Pancaran Cahaya Ungu Keemasan)' dan lain-lain bangkit dari tempat duduk Mereka
, membungkuk di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha : " Didalam
kalpa masa lalu di daerah ini , Saya mendekati sang Buddha yang bernama 'Candra
156
Surya Pradipa (Cahaya Matahari dan Bulan)' , yang kemudian berada di dunia. Saya
mendengar Dharma dari Dia dan mengolah budidaya dan belajar dengan Dia .
Setelah Sang Buddha itu memasuki keheningan tenang Parinirvana, Saya membuat
persembahan kepada Sharira Nya dan menyalakan lampu untuk melanjutkan cahaya
terang-Nya . Sang Bhikshuni Suvarnajambunadarasmiprabha menghiasi dengan
tinta emas pada gambar sang Buddha . Sejak saat itu , kehidupan setelah kehidupan
, tubuh Saya selalu sempurna dan telah bersinar dengan cahaya ungu keemasan .
Bhikshuni Suvarnajambunadarasmiprabha, dan lain-lain melengkapi rombongan
Saya, dan Kami semua melahirkan tekad untuk Bodhi di saat yang sama. Saya
merenungkan bahwa 'dunia enam objek indera' berubah dan membusuk , mereka
hanyalah keheningan kosong. Berdasarkan ini, Saya mengolah budidaya
'Keheningan tenang Nirvana'. Sekarang tubuh dan pikiran Saya dapat melewati
ratusan ribu kalpa seolah-olah mereka adalah hentakan jari . Berdasarkan
kekosongan dari dharma , Saya mencapai Arhat . Bhagawan mengatakan bahwa
Saya yang paling terkemuka didalam dhuta praktek pertapaan . Dharma yang indah
menakjubkan membawa Saya ke 'kebangkitan' dan 'pemahaman' , dan Saya
mengakhiri semua arus perpindahan keluar . Sang Buddha bertanya tentang
penembusan sempurna. Karena saya telah ditetapkan untuk itu , 'dharma' adalah
'Cara Utama'. "

Aniruddha bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan
berkata kepada Sang Buddha , " Ketika Saya pertama kali meninggalkan rumah ,
Saya suka tidur sepanjang waktu . Sang Tathagata memarahi Saya dan mengatakan
Saya tidak lebih baik daripada binatang . Ketika Saya mendengar teguran Sang
Buddha , Saya menangis dan mencela diri sendiri. Selama tujuh hari Saya tidak tidur
, dan Saya kehilangan penglihatan di kedua mata Saya . Bhagawan mengajarkan

157
Saya Vajra Samadhi dari penglihatan yang menyenangkan , yang menerangi dan
terang . Tanpa menggunakan mataKu , Saya bisa merenungkan sepuluh penjuru
dengan kejelasan yang benar dan tajam menembus, sama seperti jika saya sedang
melihat sepotong buah di telapak tanganKu . Para Tathagata menetapkan Saya
sebagai telah mencapai Arhat . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'Mengembalikan penglihatan
kembali ke sumbernya' adalah 'Cara Utama' . "

Kshudrapanthaka bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha ,


dan berkata kepada Sang Buddha : . " Saya kekurangan kemampuan untuk
menghafal dan tidak memiliki banyak kecerdasan bawaan. Ketika Saya pertama kali
bertemu Sang Buddha , Saya mendengar Dharma dan meninggalkan kehidupan
rumah tangga. Tapi , ketika Saya mencoba mengingat satu baris dari sebuah gatha
(syair) oleh sang Tathagata , Saya menghabiskan seratus hari mengingat bagian
pertama dan melupakan yang terakhir , atau mengingat yang terakhir dan melupakan
yang pertama . Sang Buddha mengasihani kebodohan Saya dan mengajari Saya
untuk tenang dan mengatur napas . Saya merenungkan napas Saya secara
sepenuhnya ke titik halus dimana yang 'timbul' , 'tinggal' , 'membusuk' , dan 'berhenti'
terjadi di setiap saat . PikiranKu tiba-tiba mencapai Ketiadaan Gangguan Halangan
yang luas , sampai arus perpindahan keluar Saya berakhir dan Saya mencapai Arhat
. Di bawah kursi sang Buddha Saya disegel dan ditetapkan sebagai yang di luar
penelitian . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya
telah ditetapkan untuk itu , 'Mengubah nafas kembali ke kekosongan' adalah 'Cara
Utama' . "
158
Gavampati bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan
berkata kepada Sang Buddha , "Saya menciptakan sebuah pelanggaran yang
mengakibatkan karma mulut didalam kalpa masa lalu . Saya menyinggung seorang
Bhiksu Shramana , dan dalam kehidupan setelah kehidupan Saya memiliki penyakit
mengunyah seperti sapi . Para Tathagata mengajarkan Saya 'Pintu Dharma Pikiran
Dasar dari Kemurnian Rasa Tunggal'. PikiranKu berakhir , Saya memasuki Samadhi
, dan belajar dengan merenungkan rasa - bagaimana mereka tidak memiliki isi pokok
zat dan bukan benda . Akibatnya pikiran Saya melampaui semua arus duniawi . Di
bagian dalam, tubuh dan pikiran Saya terbebaskan dan Di bagian luar, Saya
meninggalkan duniawi . Saya meninggalkan tiga alam keberadaan jauh di belakang
, seperti burung yang dilepaskan dari kandangnya . Saya terpisahkan dari kotoran
dan terhapuskan dari kekotoran batin, dan sehingga mata Dharma Saya menjadi
murni, dan Saya mencapai Arhat . Sang Tathagata secara pribadi menetapkan Saya
sebagai yang telah naik melampaui ketingkat di luar penelitian . Sang Buddha
bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu ,
'Mengembalikan rasa dan mengubah haluan kesadaran' adalah 'Cara Utama' . "

Pilindavatsa bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan
berkata kepada Sang Buddha : " Ketika Saya pertama kali memutuskan untuk
mengikuti Sang Buddha dan memasuki sang Jalan , Saya sering mendengar sang
Tathagata menjelaskan bagaimana tidak ada apapun didalam dunia ini yang
membawa kebahagiaan . Suatu Ketika saat Saya sedang berpindapatta di kota , Saya
merenungkan pintu Dharma ini dan tidak melihat duri beracun di jalan sampai itu
menusuk kaki Saya . PikiranKu menyadari rasa sakit tubuh yang kuat , tetapi
meskipun kesadaran Saya mengalami sakit , Saya juga sadar bahwa didalam hati
saya yang murni tiada sakit ataupun tiada kesadaran tentang itu . Saya juga berpikir
159
, ' Apakah mungkin bagi satu tubuh untuk memiliki dua kesadaran ? ' Setelah
merenungkan hal ini untuk sesaat , tubuh dan pikiran Saya tiba-tiba menjadi kosong.
Setelah dua puluh satu hari , arus perpindahan keluar Saya menghilang dan Saya
mencapai Arhat . Sang Buddha secara pribadi menetapkan Saya dan menegaskan
bahwa Saya telah mencapai tingkat di luar penelitian . Sang Buddha bertanya tentang
penembusan sempurna. Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'Memurnikan
kesadaran dan melupakan tubuh' adalah 'Cara Utama' . "

Subhuti bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata
kepada Sang Buddha , " Dari ribuan kalpa yang jauh sampai sekarang , pikiran Saya
telah terhalang . Saya mengingat banyak kehidupan masa lalu Saya seperti
banyaknya butiran pasir di sungai Gangga . Dari awal , dalam rahim ibu Saya , Saya
mengetahui 'kekosongan' dan 'keheningan tenang' , sejauh bahwa sepuluh penjuru
menjadi kosong dan Saya menyebabkan para makhluk menjadi ditetapkan dengan
sifat alami dari kekosongan . Setelah menerima pembukaan rahasia dari Sang
Tathagata bahwa sifat alami yang tercerahkan adalah kekosongan sejati yang
sesungguhnya dan bahwa sifat alami dari kekosongan adalah sempurna dan cerah ,
Saya mencapai Arhat . Saya tiba-tiba masuk ke lautan Tathagata dari yang
menakjubkan , kekosongan yang cerah. Pengetahuan dan Pandangan Saya menjadi
sama dengan sang Buddha . Saya ditetapkan sebagai yang melampaui di luar dari
penelitian . Didalam pembebasan dari sifat alami dari kekosongan, Saya tak
tertandingi . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Karena Saya
telah ditetapkan untuk itu , 'semua gejala kejadian masuk ke dalam kehampaan
sampai ketiadaan dan apa yang menjadi ketiadaan kedua-duanya menghilang .
Membalikkan dharma kembali ke kekosongan' adalah 'Cara Utama' . "

160
Sariputra bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan
berkata kepada Sang Buddha , " Dari ribuan kalpa yang jauh sampai sekarang ,
pikiran dan pandangan Saya telah murni . Dalam hal ini Saya telah mengalami
banyak kelahiran seperti banyaknya butiran pasir di sungai Gangga . Pada
pandangan sekejap Saya bisa memahami semua berbagai macam 'perubahan bentuk'
dan 'perubahan dari apa yang duniawi dan apa yang melampaui dunia' dengan tanpa
halangan apapun . Setelah Saya bertemu dengan Kasyapa bersaudara di jalan , dan
berjalan bersama Mereka . Mereka berbicara tentang sebab dan kondisi , dan Saya
terbangun ke yang tanpa batas dari pikiran Saya . Saya mengikuti Sang Buddha dan
meninggalkan kehidupan rumah tangga. Kesadaran penglihatan Saya menjadi cerah
dan sempurna, Saya memperoleh 'keberanian besar' dan menjadi Arhat . Sebagai
salah satu murid tua sang Buddha , Saya lahir dari mulut Sang Buddha , secara
perubahan bentuk terlahir dari Dharma . Sang Buddha bertanya tentang penembusan
sempurna . Karena Saya telah ditetapkan untuk itu , 'pikiran dan penglihatan
memancarkan cahaya dan cahaya memancarkan seluruh pengetahuan dan
penglihatan' adalah 'Cara Utama' . "

Samantabhadra ( 'Yang Patut Dihormati Semesta') Bodhisattva bangkit dari tempat


dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , "
Saya telah menjadi Pangeran Dharma dengan banyak Tathagata yang banyakNya
seperti butiran pasir di sungai Gangga . Para Tathagata dari sepuluh penjuru
memberitahu murid-murid Mereka yang memiliki akar dari Bodhisattva untuk
menumbuhkan perilaku 'yang patut dihormati semesta' , yang dinamakan kepada
Saya . Bhagawan , Saya menggunakan pikiran Saya untuk mendengarkan dan
membedakan pengetahuan dan pandangan dari para makhluk . Di daerah lain banyak

161
alam jauh yang jumlahnya seperti butiran pasir di sungai Gangga , untuk setiap
makhluk yang memutuskan untuk mempraktekkan perilaku Samantabhadra , Saya
langsung menaiki Gajah enam gading Saya dan menciptakan ratusan ribu
penggandaan tubuh yang pergi ke tempat-tempat itu . Meskipun rintangan mereka
mungkin begitu berat sehingga mereka tidak bisa melihat Saya , Saya diam-diam
menggosok usnisa kepala mereka , melindungi dan menghibur mereka , dan
membantu mereka berhasil. Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna .
Sebab dasar yang Saya bicarakan adalah 'mendengar dengan pikiran, membedakan
dengan nyaman , dan memancarkan cahaya' . ini adalah 'Cara Utama' . "

Sundarananda bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan
berkata kepada Sang Buddha , " Ketika Saya pertama kali meninggalkan rumah dan
mengikuti Sang Buddha masuk ke sang Jalan , Saya menerima ajaran lengkap , tapi
pikiran Saya selalu terlalu berhamburan berpencar saat Samadhi , dan Saya tidak
bisa mencapai keadaan dari 'tidak memiliki arus perpindahan keluar' . Bhagawan
mengajarkan Kaushthila dan Saya untuk merenungkan bintik putih di ujung hidung
Kami . Dari petama kali, Saya merenungkan dengan tekun saksama . Setelah tiga
minggu , Saya melihat bahwa ketika Saya menghirup dan menghembus , napas di
lubang hidung Saya tampak seperti asap . Di bagian dalam, tubuh dan pikiran Saya
menjadi terang, dan di bagian luar, Saya secara sempurna mengerti bahwa dunia
adalah seperti kristal , kosong dan murni . Penampakan berasap berangsur-angsur
menghilang , dan nafas di hidung Saya menjadi putih . Pikiran Saya terbuka dan arus
perpindahan keluar Saya berakhir . Setiap penghirupan dan penghembusan dari
nafas diubah menjadi cahaya yang menyinari sepuluh penjuru arah , dan Saya
mencapai Arhat . Bhagawan meramalkan bahwa di masa depan Saya akan
mendapatkan Bodhi . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . 'Saya

162
melakukannya dengan cara dari hilangnya nafas , sampai akhirnya napas
memancarkan cahaya dan cahaya itu benar-benar sepenuhnya memadamkan arus
perpindahan keluar Saya'. Itu adalah 'Cara Utama' . "

Purnamaitreyaniputra bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha


, dan berkata kepada Sang Buddha , " Selama ribuan kalpa yang luas Saya telah
memiliki kefasihan yang tanpa halangan . Ketika Saya membicarakan 'penderitaan'
dan 'kekosongan' Saya secara mendalam menembus kedalam 'kenyataan terakhir'.
Dengan cara yang sama , Saya merasa tidak takut ketika Saya memberikan yang
halus , ajaran yang indah menakjubkan untuk perkumpulan majelis mengenai pintu
Dharma rahasia dari banyaknya para Tathagata seperti butiran pasir di sungai
Gangga . Bhagawan mengetahui bahwa Saya memiliki kefasihan besar , dan ,
dengan menggunakan suaraNya untuk memutar roda Dharma , mengajarkan Saya
untuk menyebarkan Dharma . Saya mengikuti Sang Buddha untuk membantuNya
memutar roda Dharma . Saya mencapai Arhat karena Auman SingaNya itu .
Bhagavan menetapkan Saya sebagai yang paling utama dalam berbicara Dharma .
Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . 'Saya menggunakan suara
Dharma untuk menundukkan mara dan musuh dan mencairkan arus perpindahan
keluar Saya'. Itu adalah 'Cara Utama' . "

Upali bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata
kepada Sang Buddha , " Saya mengikuti sang Buddha secara pribadi ketika Dia
meninggalkan kota dan meninggalkan kehidupan rumah tangga. Saya mengamati
sang Tathagata bertahan enam tahun dari pertapaan yang rajin . Saya melihat sang
Tathagata menundukkan semua iblis , dan penganut jalan luar dan menjadi
terbebaskan dari semua arus perpindahan keluar yang berdasarkan nafsu keinginan

163
duniawi dan keserakahan . Saya mendasari diri Saya pada petunjuk ajaran sang
Buddha , mencakup tiga ribu sikap yang agung dan delapan puluh ribu aspek halus
sampai 'karma sifat alami dan karma pengekang' Saya menjadi murni. Tubuh dan
pikiran Saya menjadi hening tenang , dan Saya mencapai Arhat . Dalam
perkumpulan majelis sang Tathagata , Saya merekam peraturan yang mengatur
disiplin . Sang Buddha sendiri menetapkan pikiran Saya yang menjunjung tinggi
ajaran dan pengolahan budidaya asli Saya pada mereka . Saya dianggap sebagai
pemimpin dari perkumpulan majelis. Sang Buddha bertanya tentang penembusan
sempurna . 'Saya mendisiplinkan tubuh sampai mencapai kemudahan dan
kenyamanan . Lalu Saya mendisiplinkan pikiran sampai mencapai kejelasan
penembusan . Setelah itu , tubuh dan pikiran mengalami ketajaman yang kuat dan
penyerapan yang menyeluruh'. Itu adalah 'Cara Utama' . "

Mahamaudgalyayana bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha


, dan berkata kepada Sang Buddha , " Suatu saat ketika Saya sedang berada di jalan
melakukan pindapatta disekeliling , Saya bertemu tiga Kashyapa bersaudara -
Uruvilva , Gaya , dan Nadi yang mengumumkan kepada Saya prinsip yang
mendalam dari sang Tathagata pada penyebab dan kondisi . Saya segera melahirkan
tekad dan memperoleh pemahaman yang besar . Sang Tathagata menerima Saya ,
Saya secara spontan dibalut dalam kashaya (=jubah Buddha) dan rambut serta
jenggot tebal Saya jatuh dengan sendirinya . Saya menjelajahi sepuluh penjuru arah
, tidak memiliki hambatan penghalang . Penembusan batin Saya , yang dihargai
sebagai yang tak tertandingi , dan Saya mencapai Arhat . Tidak hanya sang
Bhagavan , tetapi para Tathagata dari sepuluh penjuru memuji kekuatan batin Saya
sebagai yang sangat jelas dan murni , penuh keahlian , dan tak kenal takut . Sang
Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . 'Dengan cara tak henti-hentinya
memperhatikan yang mendalam , cahaya terang dari pikiran Saya terungkap , seperti
164
air menjadi jernih ketika lumpur mengendap . Akhirnya pikiran Saya menjadi murni
dan berkilau' . Itu adalah 'Cara Utama' . "

Ucchushma ('Kepala Api') datang kehadapan sang Buddha , menutup telapak


tanganNya beranjali , menunduk di kaki Sang Buddha , dan berkata kepadaNya ,
"Saya masih ingat berapa banyak ribuan kalpa yang lalu Saya dipenuhi dengan nafsu
keserakahan yang berlebihan dan nafsu keinginan . Sang Buddha yang bernama
Sunyaraja ('Raja Kekosongan') berada di dunia , dan Dia mengatakan bahwa orang-
orang dengan terlalu banyak nafsu keinginan berubah menjadi amukan api yang
besar . Dia mengajarkan Saya untuk merenungkan 'kesejukan dan kehangatan' yang
ditemukan diseluruh tubuh Saya, kemudian 'cahaya batin suci' bersatu dalam diriKu
dan mengubah pikiran nafsu berlebihan Saya ke dalam 'api kebijaksanaan'. Setelah
itu , semua Buddha merujuk kepada Saya dengan nama 'Kepala Api' . Karena
kekuatan Agniprabha Samadhi ('Pemusatan Pikiran Cahaya Api'), Saya mencapai
Arhat . Saya melakukan Maha Pranidhana ('Sumpah Besar Agung') bahwa ketika
setiap Buddha menyelesaikan sang Jalan , Saya akan menjadi seorang Vira Ksatria
('Pejuang Kuat') dan sendiri menundukkan kebencian mara ' . Sang Buddha bertanya
tentang penembusan sempurna . 'Saya menggunakan perenungan yang penuh
perhatian pada efek dari panas dalam tubuh dan pikiran Saya' sampai itu menjadi tak
terhalang dan menembus dan semua arus perpindahan keluar Saya dimusnahkan .
Saya menghasilkan nyala lautan api kecemerlangan dan naik menuju pencerahan .
Itu adalah 'Cara Utama' . "

Dharanimdhara Bodhisattva ('Mahluk Bodhi Penjaga Bumi') bangkit dari tempat


dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , "
Saya ingat ketika Samantaprabha Tathagata ('Tathagata Cahaya Semesta') muncul

165
di dunia di masa lalu . Saya adalah seorang Bhiksu yang terus-menerus bekerja pada
meratakan jalan-jalan utama , pendaratan kapal , dan tempat-tempat yang berbahaya
di tanah , di mana kerusakan itu mungkin menghambat atau membahayakan kereta
kuda . Saya melakukan segalanya dari membangun jembatan untuk mengangkut
pasir . Sepanjang kemunculan para Buddha yang tak terbatas jumlahNya di dunia,
Saya rajin dalam kerja keras ini . Jika ada orang yang menunggu di dekat dinding
dan gerbang kota yang membutuhkan seseorang untuk membawa barang-barang
mereka , Saya akan membawa nya sampai ke tujuan mereka , mengatur segalanya ,
dan pergi tanpa mengambil imbalan apapun. Ketika Vipashyin Buddha muncul di
dunia , ada kelaparan luas . Saya akan membawa orang-orang di belakang pundak
Saya , dan tidak peduli seberapa jauh jarak itu, Saya akan menerima hanya satu koin
kecil . Jika ada sebuah gerobak sapi terjebak dalam lumpur , Saya akan
menggunakan kekuatan batin Saya untuk mendorong roda keluar dan mengatasi
kesulitan tersebut . Setelah raja meminta Sang Buddha untuk menghadiri pesta
vegetarian . pada saat itu , Saya melayani Sang Buddha dengan meratakan jalan bagi
Dia ketika Dia pergi . Vipashyin Tathagata menggosok Usnisa ('Mahkota Kepala')
Saya dan berkata , 'Anda harus meratakan dasar pikiran Anda , maka segala sesuatu
di dunia ini akan menjadi rata . ' Segera pikiran Saya terbuka dan Saya melihat
bagaimana unsur tanah bumi yang menyusun tubuh Saya sendiri adalah tidak
berbeda dari semua unsur tanah bumi yang membentuk dunia . Unsur-unsur dari
debu ini tidak bertentangan dengan sifat alami Kita , ke pokok yang bahkan tidak
pisau dari pedang bisa melukainya . Didalam sifat alami Dharma, Saya terbangun
pada kesabaran dengan tiada menghasilkan dharma ('gejala kejadian') dan mencapai
Arhat . PikiranKu telah kembali dan Saya sekarang telah masuk dalam jajaran para
Bodhisattva . Mendengar bahwa Tathagata memberitakan 'Bunga Teratai Yang
Indah Menakjubkan' , tingkat dari pengetahuan dan penglihatan Buddha , Saya telah
ditetapkan sebagai yang telah memahami dan seorang pemimpin didalam
166
perkumpulan majelis . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna .
Setelah perenungan penuh perhatian pada tubuh dan lingkungan , Saya melihat
bahwa kedua debu yang mencemarkan adalah persis sama . Pada dasarnya semuanya
adalah Tathagatagarbha , tapi kemudian muncul kepalsuan dan menciptakan debu
yang mencemarkan . Ketika debu yang mengotori batin itu dihilangkan ,
kebijaksanaan disempurnakan , dan orang menyelesaikan Jalan Yang tak tertandingi
. Itu adalah 'Cara Utama' . "

Sang Bodhisattva, Sang Pemuda Candraprabha ('Cahaya Bulan') bangkit dari tempat
dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , "
Saya ingat bahwa pada waktu yang telah lama berlalu, melampaui ribuan kalpa
sebanyak butiran pasir di sungai Gangga , ada seorang Buddha di dunia yang
bernama Varuna ('Tuhan Air') , yang mengajarkan semua Bodhisattva untuk
menumbuhkan perenungan air dan memasuki Samadhi . Saya merenungkan
bagaimana seluruh tubuh intisari pokok dari air tidak dalam pertentangan . Saya
mulai dengan lendir , dahak, air liur, sumsum , dan darah, dan pergi melalui urin dan
kotoran . Ketika itu diedarkan melalui tubuh Saya , sifat alami air tetap sama . Saya
melihat bahwa air di tubuh Saya sama sekali tidak berbeda dari yang di dunia luar ,
bahkan di negeri-negeri kerajaan dengan spanduk yang mengambang dengan semua
lautan dari perairan harum mereka . Pada waktu itu , ketika Saya pertama kali
berhasil dalam perenungan air , Saya hanya bisa melihat air. Saya masih belum bisa
melampaui tubuh fisik Saya . Saya adalah seorang Bhiksu kemudian , dan sekali
ketika Saya masih berada didalam dhyana beristirahat di kamar Saya , seorang murid
Saya mengintip di jendela dan hanya melihat air jernih yang mengisi seluruh ruangan
. Dia tidak melihat apapun yang lain lagi . Anak itu masih muda , dan tidak
mengetahui apapun yang lebih baik , ia mengambil ubin dan melemparkannya ke

167
dalam air . Itu memukul air dengan 'bunyi petikan '. Ia menatap disekitar dan
kemudian pergi meninggalkan . Ketika Saya keluar dari pemusatan pikiran , Saya
tiba-tiba menyadari rasa sakit di hati Saya , dan Saya merasa seperti Sariputra yang
pasti telah merasakan ketika Dia bertemu hantu yang kejam . Saya berpikir, ' Saya
sudah menjadi Arhat dan telah lama sejak meninggalkan kondisi yang membawa
pada penyakit . Mengapa Saya tiba-tiba memiliki rasa sakit ini dalam hati Saya ?
Apakah Saya akan kehilangan posisi dari 'tiada kemunduran' ? " Saat itu, anak muda
itu datang segera kepada Saya dan menceritakan apa yang terjadi . Saya cepat-cepat
berkata kepadanya , ' Bila Anda melihat air lagi , buka pintu , menyebrang ke dalam
air , dan angkat ubin itu. ' Anak itu patuh , jadi ketika Saya kembali memasuki
Samadhi , Ia kembali melihat air dan ubin itu juga, membuka pintu , dan
membawanya keluar . Ketika Saya keluar dari pemusatan pikiran , tubuh Saya telah
seperti yang sebelum itu. Saya berjumpa para Buddha yang tak terbatas dan
mengolah budidaya dengan cara itu sampai kedatangan Sang Tathagata Sagara-
varadhara-buddhi-vikridita-bhijna-raja ('Raja Penguasaan Penembusan Gunung dan
Laut') . Lalu Saya akhirnya tidak memiliki tubuh . Sifat alami Saya dan lautan dari
perairan wangi sepanjang sepuluh penjuru itu sama persis dengan Kekosongan Sejati
, tiada duanya atau tanpa perbedaan apapun . Sekarang Saya dengan Sang Tathagata
dan Saya dikenal sebagai Pemuda Murni , dan Saya telah bersama dengan
perkumpulan Bodhisattva . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna .
Melalui sifat alami dari air , Saya menembus ke aliran rasa tunggal, memperoleh
kesabaran dengan tiada menghasilkan dharma ('gejala kejadian') , dan mencapai
kesempurnaan Bodhi . Itu adalah 'Cara Utama' . "

Sang Pangeran Dharma, Bodhisattva Vaiduryaprabha ('Cahaya Permata Kristal')


bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada

168
Sang Buddha , " Saya masih bisa mengingat kembali melalui ribuan kalpa sebanyak
butiran pasir di sungai Gangga sampai waktu seorang Buddha yang bernama
Anantasvara ('Suara Tak Terbatas'), yang mengajarkan Bodhisattva bahwa
pencerahan mendasar adalah indah dan cerah . Dia mengajar Mereka untuk
merenungkan dunia ini dan semua badan fisik makhluk sebagai kondisi palsu yang
didorong oleh kekuatan angin . Pada saat itu , Saya merenungkan posisi dunia , dan
saya menperhatikan berlalunya waktu di dunia. Saya merenung pada pergerakan dan
ketenangan tubuh Saya, Saya mempertimbangkan kemunculan pikiran didalam
pikiran Saya. Tidak ada perbedaan diantara semua jenis pergerakan ini; mereka
semuanya sama. Saya kemudian mengerti bahwa sifat alami dari pergerakan tidak
datang dari manapun , juga tidak pergi ke manapun . Setiap unsur bahan tunggal
disepanjang sepuluh penjuru arah dan setiap makhluk yang tertipu adalah dari
kepalsuan kosong yang sama . Pada akhirnya makhluk di setiap dunia dari
Trisuhasramahasahasralokadhatu ('tiga ribu besar ribuan besar sistem dunia') yang
seperti begitu banyaknya nyamuk tinggal didalam wadah , berdengung sama yang
membosankan . Tertangkap didalam beberapa inci persegi , dengungan mereka
dibangun hingga lambat laun menjadi keras yang menjengkelkan . Tidak lama
setelah Saya berjumpa sang Buddha , Saya mencapai kesabaran dengan tiada
keberadaan makhluk dan tiada dharma . PikiranKu kemudian terbuka, dan Saya bisa
melihat Negeri dari sang Buddha yang tidak bergerak di timur . Saya menjadi
Pangeran Dharma dan melayani para Buddha dari sepuluh penjuru . Tubuh dan
pikiran Saya memancarkan cahaya yang membuat mereka benar-benar sepenuhnya
'jelas' dan 'tembus-pandang'. Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna.
Saya merenungkan kekuatan angin sebagai yang tiada apapun untuk diandalkan ,
terbangun dengan hati Bodhi dan memasuki Samadhi , menghubungkan dengan
yang tunggal , hati indah menajubkan yang dipancarkan oleh semua Buddha dari
sepuluh penjuru . Itu adalah 'Cara Utama' . "
169
Akasagarbha ( 'Gudang Kekosongan' ) Bodhisattva bangkit dari tempat dudukNya ,
bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Sang Tathagata
dan Saya mencapai tubuh yang tak terbatas ketika dengan Dipankara Buddha
('Buddha Pembawa Cahaya Lampu') . Pada waktu itu Saya memegang di tangan
Saya empat mutiara besar yang berharga , yang bersinar di Buddha-ksetra sebanyak
butiran terkecil atom dari alam semesta di sepuluh penjuru , mengubah wujudnya
menjadi kekosongan . Didalam pikiran Saya ada muncul yang besar , cermin yang
sempurna dan dari itu mengeluarkan sepuluh jenis dari yang halus , cahaya indah
menakjubkan yang berharga dicurahkan ke sepuluh penjuru arah ke batas terjauh
dari kekosongan . Semua wilayah kerajaan yang dihiasi dengan spanduk tercermin
dalam cermin ini dan melewati tubuh Saya. Hubungan timbal-balik ini benar-benar
tanpa hambatan , karena tubuh Saya seperti kekosongan . Karena pikiran Saya telah
menjadi benar-benar sepenuhnya sesuai , Saya bisa masuk dengan mudah sebanyak
negara yang seperti butiran terkecil atom dari alam semesta dan bisa melakukan
pekerjaan Buddha dalam skala luas. Saya mencapai kekuatan batin yang besar ini
dari merenungkan secara rinci bagaimana empat unsur tanpa ketergantungan
apapun; bagaimana kemunculan dan kelenyapan pikiran palsu tidak berbeda dari
kekosongan ; bagaimana semua Buddhaksetra pada dasarnya adalah sama. Setelah
Saya menyadari ciri khas ini , Saya memperoleh kesabaran dengan tidak adanya
makhluk dan tidak adanya dharma ('gejala kejadian'). Sang Buddha bertanya tentang
penembusan sempurna. Saya menggunakan perenungan ketidakterbatasan dari
kekosongan untuk memasuki Samadhi dan mencapai kekuatan yang luar biasa
menakjubkan dan kejelasan yang sempurna . Itu adalah 'Cara Utama' . "

Maitreya ('Cinta Kasih') Bodhisattva bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di


kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha , " Saya ingat ketika , sebanyak
170
ribuan kalpa yang lalu seperti butiran terkecil atom dari alam semesta , seorang
Buddha bernama Candra-surya-pradipa ('Cahaya matahari dan bulan') muncul di
dunia . Mengikuti Buddha itu Saya meninggalkan kehidupan rumah , namun Saya
sangat berbuat untuk ketenaran duniawi dan suka bergaul dengan orang dari
keluarga yang baik. Kemudian sang Bhagavan mengajari Saya untuk berlatih hanya
pada Kesadaran Pemusatan Pikiran , dan Saya memasuki Samadhi itu. Selama
banyak ribuan kalpa Saya telah menggunakan Samadhi itu ketika Saya melayani
banyak Buddha yang seperti butiran pasir di sungai Gangga . Pencarian Saya yang
demi nama dan ketenaran duniawi benar-benar berhenti sepenuhnya dan tidak
pernah timbul lagi. Ketika Dipankara Buddha muncul di dunia , Saya akhirnya
menyelesaikan yang tak tertandingi , yang indah sempurna Samadhi dari Kesadaran
.Saya meneruskan , sampai ke akhir dari ruang angkasa kosong , semua wilayah dari
Tathagata , apakah murni atau tercemar , ada atau tidak ada, adalah perubahan wujud
yang muncul dari pikiran Saya sendiri . Bhagawan , karena Saya memahami hanya
pada Kesadaran , yang tak terbatas para Tathagata mengalir keluar dari sifat alami
kesadaran ini. Sekarang Saya telah menerima Vyakarana ('Ramalan penetapan')
bahwa Saya yang akan berikutnya untuk mengambil tempat Sang Buddha . Sang
Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Saya sangat penuh semangat
merenungkan sepuluh penjuru sebagai yang berasal hanya dari kesadaran. Ketika
kesadaran sempurna dan cerah , Orang menyempurnakan kebijaksanaan yang
mengetahui Kenyataan Terakhir . Orang meninggalkan ketergantungan pada orang
lain dan kemelekatan pada perhitungan yang terus-menerus dan mencapai kesabaran
dengan ketiadaan makhluk dan ketiadaan dharma . Itu adalah 'Cara Utama' . "

Pangeran Dharma Mahastamaprapta ( 'Mencapai Kekuatan Besar' ) , bersama-sama


dengan lima puluh dua rekan Bodhisattva , bangkit dari kursi Mereka , membungkuk

171
di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha :

" Saya ingat ketika , sebanyak ribuan kalpa yang lalu seperti butiran pasir di Sungai
Gangga , ada Seorang Buddha yang bernama Amitabha ('Cahaya Tanpa Batas')
muncul di dunia . Selama kalpa yang sama , ada dua belas Tathagata berturut-turut ,
yang terakhir di antaraNya bernama candra-surya-tara-prabha('Cahaya Melampaui
Matahari dan Bulan') Buddha. Para Buddha itu mengajarkan Saya 'Buddha-smrti
Samadhi' ('Pemustan Pikiran Penuh Kesadaran Terhadap Buddha') : Misalkan ada
dua orang , satu di antaranya selalu ingat yang lain , sementara yang lain telah
sepenuhnya lupa tentang yang pertama. Bahkan jika dua orang ini bertemu atau
melihat satu sama lain, itu akan menjadi sama seperti tidak bertemu atau melihat
satu sama lain . Di sisi lain , jika dua orang mengembangkan ingatan yang kuat satu
sama lain , maka dalam kehidupan demi kehidupan , mereka akan bersama-sama
seperti obyek dan bayangannya , dan mereka tidak akan pernah dipisahkan . Para
Tathagata dari sepuluh penjuru dengan lembut penuh kesadaran terhadap makhluk
hidup seperti seorang ibu mengingat anaknya . Tapi jika anak kabur melarikan diri ,
apa gunanya kekhawatiran ibu ? Namun, jika anak ingat ibunya di cara yang sama
bahwa ibu mengingat anaknya , maka dalam kehidupan setelah kehidupan ibu dan
anak tidak akan pernah berjauhan . Jika makhluk hidup mengingat Buddha dan sadar
pada Buddha , mereka pasti akan melihat sang Buddha sekarang dan di masa depan
. menjadi dekat pada sang Buddha , bahkan tanpa bantuan jalan bijaksana , hati
mereka akan terbuka dengan sendirinya . Itu seperti orang yang , setelah wangi oleh
dupa , membawa wewangian itu di tubuhnya . Itu disebut perhiasan wewangian dan
cahaya . Pada dasar sebab-musabab , Saya menggunakan perenungan terhadap
Buddha untuk bersabar dengan tiada kemunculan dari kedua 'makhluk dan dharma
('gejala kejadian')' . Sekarang di dunia ini Saya mengumpulkan semua orang-orang
yang penuh kesadaran akan Buddha , dan Saya membawa mereka kembali ke Tanah
172
Suci . Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Saya akan memilih
tidak lain berkumpul di enam organ indera melalui kesadaran penuh yang murni
secara terus menerus pada Buddha untuk memperoleh Samadhi . Itu adalah 'Cara
Utama' . "

" Jika makhluk hidup mengingat Buddha dan sadar pada Buddha , mereka pasti akan
melihat sang Buddha sekarang dan di masa depan . Menjadi dekat dengan sang
Buddha , bahkan tanpa bantuan jalan bijaksana , mereka akan terbangun dengan
sendirinya . Ini adalah seperti seseorang yang setelah wangi oleh dupa , membawa
wewangian itu di tubuhnya . Itu disebut perhiasan wewangian dan cahaya . Pada
pokok sebab-musabab , melalui kebajikan dari perenungan penuh perhatian terhadap
Buddha , Saya telah mencapai 'Kesabaran Yang Tidak Diciptakan' . Sekarang di
dunia ini Saya mengumpulkan semua orang-orang yang penuh kesadaran akan
Buddha , dan Saya membawa mereka kembali ke Tanah Suci . Sang Buddha
bertanya tentang penembusan sempurna .Saya akan memilih tidak lain berkumpul di
enam organ indera melalui kesadaran penuh yang murni secara terus menerus pada
Buddha untuk memperoleh Samadhi . Itu adalah 'Cara Utama' . "

Kemudian Avalokitesvara ( 'Perenung Suara Dunia' ) Bodhisattva bangkit dari


tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan berkata kepada Sang Buddha
:

" Bhagawan , Saya ingat ketika , sebanyak ribuan kalpa yang lalu seperti butiran
pasir di sungai Gangga , ada seorang Buddha di dunia yang bernama Avalokitesvara
('Perenung Suara Dunia') . Saya membangkitkan hati Bodhi ketika dengan Buddha

173
itu, yang mengajarkan Saya untuk memasuki Samadhi melalui proses dari
mendengar dan memikirkan. "

" Awalnya, Saya masuk ke dalam aliran dari pendengaran dan melupakan tempat
masuk . Karena 'kedua tempat itu dan tempat masuk' adalah sunyi tenang , dua ciri
sifat dari pergerakan dan keheningan membatalkan satu sama lain dan tidak muncul.
Setelah itu , secara bertahap maju, 'pendengaran dan apa yang terdengar' keduanya
menghilang . Setelah pendengaran berakhir , tidak ada yang diandalkan, dan kedua
'kesadaran dan objek benda tujuannya' menjadi kosong . Ketika kekosongan dari
kesadaran akhirnya disempurnakan , 'kekosongan dan apa yang sedang dikosongkan'
kemudian juga menjadi berhenti . Dengan perginya 'kemunculan dan penghentian' ,
keheningan-tenang Nirvana terungkap . "

" Tiba-tiba Saya melampaui 'yang duniawi dan yang sukar dipahami' , dan kecerahan
yang sempurna menyebar luas menguasai seluruh sepuluh penjuru arah . Saya
memperoleh 'dua keadaan tertinggi' . Pertama, Saya menyatukan yang di atas dengan
'dasar pikiran indah menakjubkan yang tercerahkan dari semua Buddha dari sepuluh
penjuru' , dan memperoleh kekuatan kasih sayang yang sama dengan semua Buddha
, Tathagata . Kedua, Saya menyatukan yang di bawah ini dengan semua makhluk di
enam jalur , dan mendapatkan perhatian yang baik bagi semua makhluk hidup . "

" Bhagawan , karena Saya melayani dan membuat persembahan kepada


Avalokitesvara Tathagata , Saya menerima dari Tathagata itu sebuah pengiriman
dari Vajra Samadhi dari Semua mahluk menjadi seperti khayalan ilusi seperti
Seseorang 'Menjadi Terserap Dengan Pendengaran' dan 'Mengolah Budidaya
Pendengaran' . Karena Saya mendapatkan kekuatan kasih sayang yang sama dengan

174
semua Buddha, Tathagata , Saya mencapai tiga puluh dua tanggapan tubuh dan
memasuki semua wilayah . "

[1]" Bhagawan , jika Bodhisattva memasuki Samadhi dan berkembang maju dalam
pengolahan budidaya Mereka sampai Mereka mengakhiri arus perpindahan keluar
dan menampilkan kesempurnaan dari pemahaman unggul, Saya akan muncul dalam
tubuh seorang Buddha dan berbicara Dharma untuk Mereka , menyebabkan Mereka
untuk mencapai Pembebasan . "

[2]" Jika Mereka yang sedang belajar adalah hening tenang dan memiliki kejelasan
yang indah dan menampilkan kesempurnaan dari keindahan yang unggul, Saya akan
muncul dihadapan Mereka dalam tubuh seorang 'Pratyekabuddha yang tercerahkan
sendiri' dan berbicara Dharma untuk Mereka , menyebabkan Mereka untuk
mencapai Pembebasan . "

[3]" Jika Mereka yang sedang belajar telah memutuskan dua belas kondisi sebab-
musabab , dan , setelah memutuskan kondisi itu , mengungkapkan sifat alami
tertinggi , dan menampilkan kesempurnaan dari keindahan , Saya akan muncul
dihadapan Mereka dalam tubuh seorang 'Pratyekabuddha yang Tercerahkan dengan
Kondisi' dan berbicara Dharma untuk Mereka , menyebabkan Mereka untuk
mencapai Pembebasan . "

[4]" Jika Mereka yang sedang belajar telah mencapai kekosongan dari Empat
Kesunyataan Mulia , dan, melalui mengolah budidaya Jalan itu , bisa memasuki
keheningan-tenang dan menampilkan kesempurnaan sifat alami yang indah , Saya

175
akan muncul dihadapan Mereka dalam tubuh seorang Sravaka dan berbicara Dharma
untuk Mereka, menyebabkan Mereka untuk mencapai Pembebasan . "

[5]" Jika mahluk ingin memiliki pikiran yang jelas dan yang terbangun dan jadi tidak
memanjakan keinginan duniawi , yang ingin memurnikan tubuh mereka , Saya akan
muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Brahma-Raja dan berbicara Dharma
untuk mereka , menyebabkan mereka untuk mencapai Pembebasan . "

[6]" Jika mahluk ingin menjadi penguasa surga dan memimpin makhluk surga , Saya
akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang Shakra dan berbicara Dharma
untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[7]" Jika mahluk ingin mencapai penguasaan tubuh diri dan untuk menjelajah
seluruh sepuluh penjuru , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang
Isvara-deva ('Dewa dari Surga Penguasaan diri') dan berbicara Dharma untuk
mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[8]" Jika mahluk ingin mencapai penguasaan tubuh diri dan terbang melalui ruang
angkasa, Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang
Mahamahesvara-deva ('Dewa dari Surga Besar Penguasaan diri') dan berbicara
Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka .
"

[9]" Jika mahluk gemar memerintah hantu dan roh untuk menyelamatkan dan
melindungi bangsa mereka , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh

176
seorang Jenderal Besar Senapati dan berbicara Dharma untuk mereka ,
memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[10]" Jika mahluk ingin memerintah dunia untuk melindungi makhluk , Saya akan
muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang dari Caturmaharajika ('Empat Raja
Surga Langit') dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
mencapai keinginan mereka . "

[11]" Jika mahluk menikmati dilahirkan di istana surga dan memerintah hantu dan
roh , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang pangeran dari
kerajaan dari Empat Raja Surga Langit dan berbicara Dharma untuk mereka ,
memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[12]" Jika mahluk ingin menjadi raja manusia, Saya akan muncul dihadapan mereka
dalam tubuh seorang raja manusia dan berbicara Dharma untuk mereka ,
memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[13]" Jika mahluk menikmati menjadi kepala suku yang orang-orang dari seluruh
dunia menaruh hormat dan berserah , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam
tubuh seorang Grhapati ('Tetua yang dihormati') dan berbicara Dharma untuk
mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[14]" Jika mahluk senang dalam membahas kunggulan yang bermutu dan menjaga
diri mereka luhur dan murni, Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh

177
seorang Upasaka dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka
untuk mencapai keinginan mereka . "

[15]" Jika mahluk menikmati memerintah negara dan penanganan urusan negara ,
Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang pejabat dan berbicara
Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka .
"

[16]" Jika makhluk menyukai ramalan dan mantra-mantra dan ingin menjaga dan
melindungi diri mereka sendiri , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh
seorang Brahmana dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka
untuk mencapai keinginan mereka . "

[17]" Jika pria yang gemar belajar dan ingin meninggalkan kehidupan rumah dan
menjunjung tinggi ajaran dan aturan , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam
tubuh seorang Bhiksu dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka
untuk mencapai keinginan mereka . "

[18]" Jika wanita yang gemar belajar dan ingin meninggalkan kehidupan rumah dan
melakukan sila murni, Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang
Bhikshuni dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk
mencapai keinginan mereka . "

[19]" Jika pria senang dalam menegakkan lima sila , Saya akan muncul dihadapan

178
mereka dalam tubuh seorang Upasaka dan berbicara Dharma untuk mereka ,
memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka ."

[20]" Jika wanita ingin melakukan lima sila , Saya akan muncul dihadapan mereka
dalam tubuh seorang Upasika dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan
mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[21]" Jika wanita ingin mengatur urusan bagian dalam dari rumah tangga atau negara
, Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang ratu , putri bangsawan ,
atau pengajar putri istana dan berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan
mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[22]" Jika pemuda ingin tetap suci murni , Saya akan muncul dihadapan mereka
dalam tubuh seorang pemuda yang tidak kawin dan berbicara Dharma untuk mereka
, memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[23]" Jika gadis ingin tetap perawan dan tidak ingin menikah , Saya akan muncul
dihadapan mereka dalam tubuh seorang gadis perawan dan berbicara Dharma untuk
mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[24]" Jika makhluk surga ingin melarikan diri dari takdir surga mereka , saya akan
muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang dewa dan berbicara Dharma untuk
mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

179
[25]" Jika naga ingin menghentikan nasib mereka dari menjadi naga , Saya akan
muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang naga dan berbicara Dharma untuk
mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[26]" Jika yaksha ingin keluar dari nasib mereka saat ini, Saya akan muncul
dihadapan mereka dalam tubuh seorang yaksha dan berbicara Dharma untuk mereka
, memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[27]" Jika gandharva ingin dibebaskan dari nasib mereka , Saya akan muncul
dihadapan mereka dalam tubuh seorang gandharva dan berbicara Dharma untuk
mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[28]" Jika asura ingin dibebaskan dari nasib mereka , Saya akan muncul dihadapan
mereka dalam tubuh seorang asura dan berbicara Dharma untuk mereka ,
memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[29]" Jika kinnara ingin mengatasi nasib mereka , Saya akan muncul dihadapan
mereka dalam tubuh seorang kinnara dan berbicara Dharma untuk mereka ,
memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[30]" Jika mahoraga ingin dibebaskan dari nasib mereka , Saya akan muncul
dihadapan mereka dalam tubuh seorang mahoraga dan berbicara Dharma untuk
mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

180
[31]" Jika manusia menyukai menjadi manusia dan mengolah budidaya , Saya akan
muncul dihadapan mereka dalam tubuh seorang manusia dan berbicara Dharma
untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan mereka . "

[32]" Jika mahluk bukan manusia , baik yang dengan bentuk atau yang tanpa bentuk,
baik yang dengan pikiran atau yang tanpa pikiran , lama untuk dibebaskan dari nasib
mereka , Saya akan muncul dihadapan mereka dalam tubuh seperti mereka dan
berbicara Dharma untuk mereka , memungkinkan mereka untuk mencapai keinginan
mereka . "

" Ini disebut yang murni menakjubkan tiga puluh dua tanggapan tubuh yang masuk
ke dalam semua wilayah . Mereka datang menjadi ada melalui kekuatan indah
menakjubkan yang tanpa kesukaran dan penguasaan diri dari Samadhi dari 'Menjadi
Terserap Dengan Pendengaran' dan 'Mengolah Budidaya Pendengaran' . "

" Bhagawan , juga karena kekuatan indah menakjubkan yang tanpa kesukaran dari
Vajra Samadhi ini dari Menjadi Terserap Dengan Pendengaran' dan 'Mengolah
Budidaya Pendengaran, Saya memiliki belas kasihan yang baik untuk semua
makhluk di enam jalur sepanjang sepuluh penjuru dan tiga periode waktu .
Berdasarkan pencapaian tubuh dan batin Saya, Saya bisa menyebabkan makhluk
yang berjumpa tubuh Saya untuk menerima jasa kebajikan dari empat belas jenis
keberanian . "

" Pertama : Karena Saya tidak merenungkan suara mereka sendiri , melainkan

181
perenung , Saya dapat membolehkan makhluk di sepanjang sepuluh penjuru arah
yang menderita dan yang dalam kesusahan untuk mencapai pembebasan melalui
merenungkan suara mereka dari mengucapkan nama Saya .

" Kedua : . Karena Saya mampu membalikkan pengetahuan dan pandangan Saya
dalam hati , Saya bisa menjaga makhluk yang terjebak didalam api yang berkobar
dari terbakar "

" Ketiga : . Karena Saya mampu membalikkan perenungan Saya dan mendengarkan
dalam hati , Saya bisa menjaga makhluk yang menggelepar di dalam air dari
tenggelam "

" Keempat , Karena pikiran palsu Saya terputuskan dan pikiran Saya adalah tanpa
pikiran membunuh atau melukai , Saya bisa menjaga makhluk yang memasuki
wilayah hantu dari dibahayakan . "

" Kelima : Karena Saya meresap menembus dengan pendengaran dan telah
menyadari apa itu pendengaran , sehingga enam organ indera telah dilarutkan dan
kembali menjadi sama persis dengan pendengaran , Saya bisa menjaga makhluk dari
terluka , dengan menyebabkan pisau menjadi pecah berkeping-keping . Saya dapat
menyebabkan pedang-pedang menjadi tidak memiliki efek tidak lebih daripada jika
mereka mengiris ke dalam air , atau jika satu orang memukul cahaya. "

" Keenam : Karena pendengaran Saya telah menjadi menyerap menembus dan
kekuatan pokok Saya terang, cahaya menyebar meliputi Dharma-dhatu sehingga

182
sama sekali tidak ada kegelapan yang tersisa. Lalu Saya bisa menjaga makhluk aman
dari para yaksha, rakshasa , kumbhanda , pishacha , dan putana dengan
menyebabkan hantu itu untuk menjadi tidak dapat melihat mereka bahkan jika
mereka datang dekat dengan mereka. "

" Ketujuh : Karena 'sifat alami dari suara' telah benar-benar sepenuhnya larut
mencair dan melalui 'perenungan pendengaran Saya' telah kembali ke pendengaran
itu sendiri , meninggalkan keterlibatan dengan 'objek indera yang palsu dan kotor' ,
Saya bisa membebaskan makhluk dari kuncian 'ikatan papan hukuman dan belenggu'
"

" Kedelapan : Ketika 'suara' hilang dan 'pendengaran' disempurnakan , 'kekuatan


yang meresap kesemua dari belas kasih' muncul , dan Saya menjaga makhluk yang
bepergian di jalan yang berbahaya dari dirampok oleh perampok "

" Kesembilan : Ketika pendengaran meresap menembus , pemisahan dari 'objek yang
mengotori batin' terjadi sehingga 'bentuk' tidak lagi bertindak sebagai 'pencuri'.
Kemudian Saya dapat menyebabkan dengan keinginan kuat untuk meninggalkan
'keserakahan' dan 'nafsu keinginan' jauh di belakang. "

" Kesepuluh : . Ketika 'suara' adalah murni sehingga tidak ada 'objek yang mengotori
batin' , 'organ indera dan keadaan yang diluar' sempurna menyatu , dan tiada apapun
yang dicocokkan untuk yang lain. Kemudian Saya dapat menyebabkan makhluk
yang penuh kemarahan dan kebencian untuk berhenti menjadi penuh kebencian . "

" Kesebelas : . Ketika 'objek yang mengotori batin' telah hilang, cahaya berpilin, dan

183
dharma-dhatu dan tubuh dan pikiran adalah seperti kristal , tembus-pandang dan tak
terhalang. Lalu Saya bisa menyebabkan semua makhluk yang kecerdasannya gelap
dan kusam yang sifat alami mereka terhalang - semua 'atyantika ('kebodohan orang-
orang yang tidak percaya')' - untuk selamanya terbebas dari kebodohan dan
kegelapan batin. "

" Keduabelas : Ketika 'bentuk' menghilang dan kembali ke 'pendengaran' , maka


yang tak bergerak didalam 'Bodhimandala ('keadaan yang abadi dari pencerahan
Bodhi')' yang tak bergerak, Saya bisa melakukan perjalanan diantara makhluk-
makhluk tanpa mengganggu apa pun di dunia mereka. Saya bisa pergi melalui
sepuluh penjuru membuat persembahan kepada banyak para Buddha , Tathagata ,
yang seperti butiran terkecil atom dari alam semesta . Disamping setiap Buddha Saya
menjadi Pangeran Dharma , dan Saya bisa menyebabkan makhluk yang tidak punya
anak di seluruh dharma-dhatu yang ingin memiliki anak laki-laki untuk diberkati
dengan putra yang berjasa , berbudi luhur , dan bijaksana . "

" Ketiga belas: . Dengan penembusan sempurna pada enam organ-indra , 'cahaya dan
apa yang diterangi' adalah 'bukan dua'. Meliputi sepuluh arah , 'cermin besar yang
sempurna' berdiri di Tathagata-garbha yang kosong. Saya mewarisi 'rahasia pintu
Dharma' yang jumlahnya seperti para Tathagata yang jumlahNya seperti butiran
terkecil atom dari alam semesta diseluruh sepuluh penjuru arah , menerima mereka
(pimtu Dharma) tanpa kehilangan . Saya dapat menyebabkan makhluk yang tidak
punya anak di seluruh dharma-dhatu yang mencari anak perempuan untuk diberkati
dengan putri yang cantik, tegak , berbudi luhur , dan patuh dan yang setiap orang
menghargai dan menghormati . "

184
" Keempat belas : Dalam Trisuhasramahasahasralokadhatu dengan miliaran
matahari dan bulan , sebanyak para Pangeran Dharma seperti banyaknya butiran
pasir didalam enam puluh dua sungai Gangga muncul di dunia, mengolah Dharma ,
dan bertindak sebagai contoh teladan demi mengajar dan mengubah makhluk .
Mereka mengikuti makhluk dengan cara 'jalan bijaksana yang membantu' dan
'kebijaksanaan' , dengan cara yang berbeda untuk masing-masing . "

" Namun , karena Saya telah memperoleh penembusan sempurna pada organ indera
dan telah menemukan keajaiban dari 'pintu masuk telinga', setelah itu 'tubuh dan
pikiran Saya' secara halus dan secara ajaib termasuk semua dharma-dhatu , Saya
dapat menyebabkan makhluk yang menjunjung tinggi nama Saya untuk memperoleh
sebanyak pahala dan kebajikan yang akan diperoleh oleh orang yang menjunjung
tinggi nama-nama dari para Pangeran Dharma yang sebanyak pasir di enam puluh
dua sungai Gangga . Bhagawan , manfaat kebaikan satu nama Saya adalah sama
dengan yang banyak nama lain itu, karena dari pengolahan budidaya Saya, Saya
telah memperoleh penembusan yang benar dan sempurna. Ini disebut 'Empat Belas
Kekuatan Dari Anugerah Keberanian' ; dengan itu, Saya memberkati makhluk hidup
" .

" Selain itu , Bhagawan , karena Saya memperoleh penembusan sempurna dan
mengolah budidaya pada 'Jalan yang tak tertandingi' hingga pencapaian , Saya juga
diberkahi dengan 'Empat Kebajikan Indah Yang Tak Terbayangkan Dan Yang
Tanpa Kesukaran' . "

185
" Pertama : karena Saya mencapai keajaiban ajaib dari mendengar pikiran , 'intisari
pokok dari pikiran' terbebaskan dari 'organ dan keadaan dari pendengaran.' Oleh
karena itu , tidak ada perbedaan antara 'penglihatan', 'pendengaran' , 'perasaan' ,
'pengetahuan' , dan seterusnya. Pencerahan menjadi tunggal satu , perpaduan yang
sempurna , pencerahan yang murni dan berharga. Untuk alasan itu , Saya bisa
mewujudkan banyak penampilan yang indah dan dapat menyatakan 'yang tak
terbatas mantra suci rahasia' . Antara mereka , Saya mungkin muncul dengan satu
kepala , tiga kepala , lima kepala , tujuh kepala , sembilan kepala , sebelas kepala ,
dan seterusnya , termasuk seratus delapan kepala , seribu kepala , sepuluh ribu kepala
, atau delapan puluh empat ribu kepala vajra , dua lengan , empat lengan , enam
lengan , delapan lengan , sepuluh lengan, dua belas lengan , empat belas , enam belas
, delapan belas lengan , atau dua puluh lengan , dua puluh empat lengan, dan
seterusnya sampai mungkin ada seratus delapan lengan , seribu lengan , sepuluh ribu
lengan , atau delapan puluh empat ribu lengan mudra , dua mata , tiga mata , empat
mata , sembilan mata , dan seterusnya termasuk seratus delapan mata , seribu mata ,
sepuluh ribu mata , atau delapan puluh empat ribu mata yang murni dan berharga ,
kadang-kadang penuh kasih , kadang-kadang mengagumkan , kadang-kadang dalam
Samadhi , terkadang menampilkan kebijaksanaan untuk menyelamatkan dan
melindungi makhluk hidup sehingga mereka dapat mencapai 'penguasaan diri besar'
."

" Kedua : . Karena pendengaran dan pertimbangan Saya telah lolos dari enam obyek
yang mengotori batin , seperti suara melewati dinding, mereka tidak bisa lagi
dihalangi. Untuk alasan itu Saya memiliki kemampuan luar biasa untuk mewujudkan
bentuk setelah bentuk dan membacakan mantra pada mantra . Bentuk-bentuk dan

186
mantra ini menghilangkan kekhawatiran para makhluk hidup . Oleh karena itu ,
diseluruh sepuluh penjuru arah , di wilayah sebanyak butiran terkecil atom dari alam
semesta , Saya dikenal sebagai 'Orang yang menganugerahkan tanpa rasa takut' . "

" Ketiga : . Karena pengolahan budidaya Saya yang mendasar , yang indah ,
penembusan sempurna dan pemurnian organ indera , di mana saja Saya pergi di
dunia, Saya dapat membangkitkan makhluk untuk mempersembahkan kehidupan
dan barang berharga mereka untuk mencari belas kasih Saya "

" Keempat : . Karena Saya mendapatkan pikiran Buddha dan ditetapkan sebagai
yang telah mencapai tujuan akhir , Saya bisa membuat persembahan harta langka
kepada para Tathagata dari sepuluh penjuru dan kepada semua makhluk yang di
enam jalur diseluruh dharmadhatu. Jika makhluk mencari pasangan , mereka dapat
memperoleh pasangan. Jika mereka mencari anak-anak , mereka bisa punya anak.
Mencari Samadhi , mereka memperoleh Samadhi ; mencari umur panjang , mereka
mendapatkan umur panjang , dan seterusnya sejauh bahwa jika mereka mencari
Nirvana yang besar, mereka memperoleh Nirvana besar. "

" Sang Buddha bertanya tentang penembusan sempurna . Dari pintu gerbang telinga
, Saya memperoleh Samadhi yang sempurna dan menerangi yang memungkinkan
Saya untuk menanggapi dengan mudah pada pikiran makhluk ' . Dengan
memasukkan aliran arus kembali ke sifat alami dan memperoleh Samadhi , Saya
mencapai Bodhi . itu adalah 'Cara Utama' . "

" Bhagawan , Buddha itu, sang Tathagata , memuji Saya sebagai yang telah
memperoleh dengan baik 'Pintu Dharma dari Penembusan Sempurna' . Didalam
perkumpulan majelis yang besar Dia menganugerahkan 'Vyakarana (Ramalan
187
Penetapan Pencapaian pada Bodhi)' kepada Saya dan nama 'Avalokitesvara
(Perenung Suara Dunia)' . Karena penembusan dan pendengaran Saya menjadi
sempurna jelas diseluruh sepuluh penjuru arah , nama 'Avalokitesvara' meliputi
semua alam di sepuluh penjuru . "

Kemudian sang Bhagavan pada Tahta Singa Nya memancarkan secara serentak dari
lima ujung tubuh Nya sebuah pancaran cahaya yang bersinar jauh diseluruh sepuluh
penjuru untuk menyucikan 'Usnisa (mahkota)' dari banyak Tathagata dan Panggeran
Dharma Bodhisattva sebanyak butiran debu . Semua para Tathagata itu juga
memancarkan dari lima ujung tubuh Mereka pancaran cahaya yang jumlahnya
seperti butiran terkecil atom dari alam semesta dan yang datang dari berbagai arah
untuk menyucikan mahkota Buddha serta mahkota dari semua Bodhisattva agung
dan Arahat didalam persamuan. Hutan , pohon , kolam , dan telaga semua
mengumumkan suara Dharma . Cahaya bercampur dan silang-menyilang seperti
sutra jaring permata . Semua orang dalam persamuan majelis yang besar mengalami
kejadian ini yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mencapai Vajra Samadhi.
Kemudian surga langit menghujani ratusan bunga teratai yang berharga dari
beraneka gabungan warna biru , kuning, merah , dan putih . Semua ruang angkasa
di sepuluh penjuru berubah menjadi warna dari tujuh permata . Dunia Saha , tanah
bumi yang besar itu sendiri bersama dengan gunung dan sungai menghilang sama
sekali , dan semua yang bisa dilihat adalah wilayah yang banyaknya seperti butiran
terkecil atom dari alam semesta datang bersama sebagai satu wilayah . Pujian murni
dalam lagu dan nyanyian secara spontan terdengar di mana-mana dalam perayaan .

Kemudian Sang Tathagata berkata kepada Pangeran Dharma Manjusri , " Anda
sekarang harus merenungkan 'dua puluh lima Bodhisattwa besar dan Arahat ini yang
adalah di luar penelitian' . Masing-masing telah menjelaskan jalan bijaksana awal
188
dalam pencapaian nya pada sang Jalan . Semua mengatakan Mereka telah mengolah
budidaya untuk yang benar dan yang sesungguhnya penembusan sempurna .
Pengolahan budidaya Mereka adalah sama tanpa perbedaan 'lebih besar dan lebih
kecil' atau 'sebelumnya dan kemudian' . Sekarang Saya ingin untuk menyebabkan
Ananda menjadi tercerahkan , dan jadi Saya bertanya mana dari dua puluh lima
praktek yang tepat untuk organ indera Dia , dan yang akan menjadi , setelah
Parinirvana Saya, pintu bijaksana yang termudah bagi makhluk dunia ini untuk
masuk untuk mencapai kendaraan Bodhisattva dan mencari jalan yang tak
tertandingi . "

Sang Panggeran Dharma, Manjushri , menerima ajaran welas asih dari sang Buddha
, bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki Sang Buddha , dan , mendasarkan
diriNya pada keagungan dan kesucian sang Buddha, berbicara syair gatha kepada
Sang Buddha :

"Lautan pencerahan didalam sifat alaminya adalah sempurna dan jelas .

Sempurna Lengkap , Bodhi yang nyata adalah sumber keajaibannya .

Tapi ketika Kecerahan dasar bersinar sehingga objek benda muncul ,

Dengan adanya obyek , sifat alami kecemerlangan memudar .

Kebingungan tentang kepalsuan membawa kekosongan.

Mengandalkan kekosongan , dunia muncul.

189
Pikiran menetap , membentuk negara.

Kesadaran menjadi makhluk .

Kekosongan diciptakan dalam Pencerahan besar,

Adalah seperti gelembung tunggal didalam seluruh lautan .

Makhluk tunduk pada arus perpindahan keluar dan daratan seperti butiran debu
halus,

Semua muncul dari ruang angkasa kosong .

Sama seperti semburan gelembung , demikian juga , ruang angkasa tidak pernah
ada .

Berapa banyak yang kurang tiga keadaan dari mahluk !

Kembali ke sumber , sifat alami adalah bukan dua .

Banyak pintu masuk melalui Jalan Bijaksana ;

Sifat alami para bijaksana menembus mereka semua .

Apakah sesuai atau merugikan , semua situasi adalah Jalan Bijaksana .

190
Mereka yang awalnya memutuskan untuk memasuki Samadhi ,

Kemajuan lambat atau cepat sesuai dengan cara yang dipilih .

'Bentuk' adalah objek kekotoran batin yang diciptakan dari pikiran .

Mereka tidak dapat dilihat oleh intisari pokok dari pikiran .

Bagaimana bisa sesuatu yang tidak terlihat jelas

Digunakan untuk mendapatkan penembusan yang sempurna ?

Dalam suara , bahasa bercampur .

Tapi makna dalam kata , nama , ungkapan ,

Dalam sedemikian rupa sehingga tidak ada satu pun yang dapat memuat mereka
semua .

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Kesadaran bau datang melalui hubungan dengan mereka .

Terpisah dari mereka , Kita tidak tahu bahwa mereka ada .

Karena perasaan bau mereka adalah tidak terus-menerus tetap ,

191
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

'Rasa' adalah tidak kepada Kita secara mendasar oleh sifat alami .

Mereka hanya ada ketika ada sesuatu untuk dicicipi .

Karena perasaan ini tidak abadi ,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Sentuhan menjadi jelas hanya ketika sesuatu disentuh .

Tanpa sebuah objek tidak ada hubungan.

Karena hubungan dan pemisahan berubah-rubah ,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

dharma dikenal seperti debu yang mengotori dalam batin.

Diperhitungkan sebagai debu yang mengotori , mereka tentu adalah obyek tujuan
indera.

Keterlibatan subyek dan obyek tidak dapat meresap tembus;

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

192
Meskipun penglihatan itu sendiri adalah jernih dan menembus ,

Dengan jelas melihat di depan, ia tidak bisa melihat belakang .

Sungguh mencapai hanya setengah empat penjuru arah ,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Napas hidung menembus masuk dan keluar .

Tapi di antara jeda tidak ada udara .

Gangguan ini membuat itu tidak tetap .

Bagaimana bisa itu digunakan penembusan sempurna?

Lidah bukanlah organ tubuh tanpa fungsi ;

Rasa membentuk sumber dari perasanya .

Ketika rasa berakhir, ia tidak tahu apapun .

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Itu adalah sama untuk tubuh sebagai obyek tujuan sentuhan .

Keduanya tidak dapat dianggap sebagai kesadaran yang sempurna .


193
Dengan pembagian tak terlihat yang dijelaskan dan yang tak terbatas,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Pengetahuan batin adalah kumpulan banyaknya pertimbangan .

Apa yang ia lihat adalah tidak pernah pengetahuan yang mendalam .

Tidak dapat melampaui perenungan dan pemikiran ,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Kesadaran penglihatan menggabungkan tiga aspek .

Menyelidiki asalnya : ia tidak memiliki penampilan rupa.

Karena seluruh zat isi pokoknya adalah bisa berubah ,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Intisari dari pendengaran menembus sepuluh penjuru arah,

Bagi mereka yang telah mengembangkan penyebab besar,

Mereka yang dari tekad awal tidak bisa masuk dengan cara ini .

194
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Merenung pada hidung adalah cara sementara.

Itu hanya berfungsi untuk berkumpul dan menetap di pikiran .

Setelah menetap , pikiran hanya diam.

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Mereka dari 'pencapaian yang terlebih dahulu' dicerahi oleh

Berbicara Dharma melalui sarana bahasa ,

Tapi karena kata-kata dan ungkapan adalah tidak bebas dari arus perpindahan
keluar ,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Menahan diri dari pelanggaran hanyalah mengendalikan tubuh .

Untuk orang yang tidak memiliki tubuh , tidak ada yang ditahan .

Karena sumbernya adalah tidak meresap tembus kesemua,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

195
Penembusan batin didasarkan pada penyebab masa lalu .

Hubungan apa yang mereka punya dengan dharma yang berbeda-beda ?

Pemikiran yang berkondisi tidaklah terlepas dari hal-hal .

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Orang mungkin dapat merenungkan sifat tanah bumi ,

Tapi itu keras dan padat , tidak bisa ditembus .

Apapun yang dikondisikan bukanlah sifat alami yang bijaksana.

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari air ,

Tapi perenungan batin seperti ini tidaklah benar dan nyata .

Keadaan 'Tathata ('apa adanya')' bukanlah pandangan yang tercerahkan .

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari api ,

Tetapi mengakui kebencian bukanlah penolakan yang benar.


196
Jalan bijaksana ini tidak bisa menjadi satu untuk pemula .

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari angin ,

Tapi gerakan dan keheningan bukanlah yang tidak ganda .

Kegandaan tidak bisa membawa pencerahan tertinggi .

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari kekosongan .

Tetapi aspeknya adalah keruh dan kusam , tiada kesadaran .

Apapun yang 'tidak sadar' adalah berbeda dari Bodhi .

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Orang mungkin dapat merenungkan sifat alami dari kesadaran ;

Namun orang menganggap kesadaran yang tidak kekal .

Bahkan pemikiran pada itu adalah kosong dan palsu.

197
Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Semua kegiatan adalah tidak kekal ;

Demikian juga , kesadaran memiliki asalnya didalam kemunculan dan penghentian


.

Karena pada waktu tertentu faktor-faktor 'sebab pendorong dan akibat' berbeda ,

Bagaimana bisa itu digunakan untuk mencapai penembusan yang sempurna ?

Sekarang Saya memberitahukan sang Bhagavan ,

Sang Buddha yang muncul di dunia Saha :

Di negeri ini isi pokok zat sebenarnya dari pengajaran

Berada dalam 'mendengar suara' semata-mata .

Jika seseorang ingin mencapai Samadhi ,

'Mendengar' adalah cara terbaik untuk masuk .

Terlepas dari penderitaan , pembebasan ditemukan .

Alangkah baiknya adalah Dia Yang Merenungkan Suara Dunia !

198
Sepanjang kalpa yang banyak seperti pasir sungai Gangga .

Dia memasuki 'Buddhaksetra ('Wilayah Buddha')' yang sebanyak butiran debu


halus.

Mendapatkan kekuatan besar dari Penguasaan Diri ,

Dia menganugerahkan keberanian kepada makhluk hidup .

Indah adalah suara dari ' Avalokitesvara (Perenung Suara Dunia') ,

Sebuah suara murni , seperti auman samudera lautan.

Dia menyelamatkan dunia dan membawa kedamaian bagi semua di dalamnya .

Dia telah melampaui dunia, dan pencapaianNya adalah abadi .

Saya sekarang menilai, Tathagata ,

Apa yang Avalokitesvara baru saja jelaskan :

Pertimbangkan seseorang didalam tempat yang tenang , yang,

Ketika gendang dipukul diseluruh sepuluh penjuru arah,

Dapat mendengar sekaligus suara dari semua sepuluh lokasi .

199
Itu adalah kesempurnaan sejati yang sebenarnya .

Mata tidak bisa melihat melewati 'bentuk' yang padat .

Mulut dan hidung adalah kira-kira sama .

Tubuh menunjukkan kesadaran hanya melalui 'hubungan' .

Pikiran , kusut dalam pemikiran , tidak memiliki hubungan yang jelas .

Suara dapat didengar bahkan melewati dinding padat .

Telinga dapat mendengarkan hal-hal baik yang dekat maupun jauh .

Tak satu pun dari lima organ lainnya dapat menandingi ini .

Itu , kemudian, menembus secara benar dan nyata .

Sifat alami dari suara berpusat di gerakan dan keheningan .

Orang mendengar menurut apakah ada suara .

Dengan tidak ada suara , dikatakan tidak ada pendengaran .

Tapi ini tidak berarti bahwa sifat alami 'pendengaran' menghilang .

Dengan tidak adanya suara , sifat alami itu tidak berakhir ;


200
Juga tidak muncul di hadapan suara .

Seluruhnya melampaui kemunculan dan penghentian .

Itu adalah, maka , benar-benar abadi .

Selalu hadir , bahkan dalam mimpi berpikir ,

Itu tidak menghilang ketika 'kondisi dan pikiran' menghilang .

Menjadi Tercerahkan, 'perenungan ini' melampaui 'kesadaran pengertian' ,

Menjangkau melampaui baik tubuh maupun pikiran .

Sekarang , didalam dunia Saha , ajaran Suara

Telah diumumkan dan dipahami .

Namun makhluk bingung tentang sumber dari pendengaran.

Mereka mengikuti suara dan jadi berbalik dan mengalir .

Kekuatan Ananda untuk mengingat adalah luar biasa;

Namun Dia terjatuh menjadi korban alur yang menyimpang .

201
Bukankah dari menghiraukan suara yang Dia hampir kehilangan ?

Dengan mengembalikan aliran, orang akan di atas kepalsuan .

Ananda , dengarlah dengan penuh perhatian :

Saya mengandalkan kekuatan besar sang Buddha ,

Didalam menggambarkan kepada Anda sang 'Vajra-raja ('Raja Tubuh Buddha


Yang Tak Dapat Dihancurkan')' ,

Sebuah 'Samadhi Yang Tak Terbayangkan' yang adalah seperti khayalan ilusi .

Itu adalah 'Ibu sejati yang sesungguhnya' dari semua Buddha.

Anda mungkin mendengar Pintu Dharma rahasia

Dari para Buddha yang banyakNya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta
,

Tapi tanpa terlebih dahulu meninggalkan 'nafsu keinginan dan arus perpindahan
keluar',

Anda dapat mengumpulkan pengetahuan , dan masih melakukan kesalahan .

Anda memanfaatkan pengetahuan untuk menegakkan 'Buddhatva ('Keadaan dari


Penerangan Sempurna')' dari para Buddha .
202
Mengapa Anda tidak mencoba untuk mendengar pendengaran Anda sendiri ?

Mendengar tidak muncul secara spontan ;

Ia mendapat namanya karena suara .

Tapi ketika 'pendengaran' kembali dan bebas dari suara ,

Apa yang seseorang sebut itu yang dibebaskan ?

Begitu organ indera seseorang kembali ke sumbernya ,

Semua enam itu dibebaskan .

Penglihatan dan pendengaran adalah seperti khayalan ilusi yang menutupi .

Tiga alam , penglihatan pada bunga di ruang angkasa .

Ketika 'pendengaran' kembali , 'penutupan pada organ indera' menghilang .

'Debu kotor' roboh untuk memurnikan dan menyempurnakan 'wawasan yang


mendalam'.

Dengan kemurnian tertinggi , cahaya menembus .

Keheningan bersinar dan termasuk di dalamnya semua kekosongan.


203
Melihat dunia dari sudut pandang ini ,

Segala sesuatu yang terjadi adalah seperti mimpi .

Putri Matangi itu , juga merupakan bagian dari mimpi .

Siapa yang mampu , lalu , secara fisik menahan Anda ?

Pertimbangkan 'seorang pemain Dalang bayangan' di tempat kerja ,

Membuat boneka tampak senyata orang .

Meskipun orang melihat mereka bergerak bebas ,

Mereka benar-benar diatur oleh kumpulan tali .

Berhenti menjalankan kendali itu dan mereka menjadi diam.

Seluruh khayalan ilusi tidak pernah benar-benar ada .

Enam organ indra juga adalah demikian .

Pada awalnya ada satu intisari kecerahan .

Yang terbagi menjadi enam kali lipat gabungan.

204
Jika namun 'satu bagian' berhenti dan kembali ,

Semua enam fungsi akan berhenti juga .

Menanggapi pikiran , 'objek yang mengotori' lenyap ,

Menjadi murni dan kecerahan yang indah sempurna .

Jika ada sisa kekotoran , orang masih harus belajar .

Ketika kecerahan itu adalah yang tertinggi , orang menjadi Tathagata .

Ananda , dan semua orang dalam perkumpulan majelis yang besar ,

Perbaiki proses Anda untuk pendengaran .

Kembalikan pendengaran untuk mendengar sifat alami Anda sendiri

Sifat alami itu akan menjadi Jalan tertinggi .

Itulah arti 'penembusan sempurna' yang sesungguhnya .

Itu adalah pintu gerbang yang dimasuki oleh para Buddha sebanyak butiran debu .

Itulah satu jalan yang menuju ke Nirvana .

Para Tathagata masa lalu menyempurnakan cara ini .


205
Para Bodhisattva sekarang bergabung dengan kecerahan total ini .

Orang-orang dari masa depan yang belajar dan berlatih

Juga akan mengandalkan Dharma ini .

Melalui cara ini Saya, juga, telah ditetapkan .

Avalokitesvara Bodhisattva bukanlah yang satu-satunya .

Sang Buddha , sang Bhagavan ,

Bertanya kepada Saya Jalan Bijaksana yang mana ,

Akan menyelamatkan mereka yang di akhir kalpa

Yang berusaha untuk melarikan diri dari dunia fana keduniawian ,

Dan menyempurnakan pikiran dari Nirvana :

Cara terbaik adalah dengan 'Merenungkan Suara Dunia' .

Semua jenis lain dari 'Jalan Bijaksana'

Membutuhkan Keagungan dan Kesucian dari Sang Buddha .

206
Dalam beberapa kasus mereka membawa 'Kelebihan Melampaui' langsung ,

Tapi mereka bukanlah cara biasa yang lazim dari berlatih ,

Menyampaikan pada mereka yang berakar dangkal dan dalam sama-sama.

Saya tunduk kepada 'Tathagata ('Yang Telah Datang')' dan 'Tripitaka ('Tiga
Keranjang')'

Dan kepada Mereka 'Yang Tidak Terbayangkan' 'Yang Tanpa Arus Perpindahan
Keluar' ,

Mempercayai Mereka akan membantu mereka yang di masa depan ,

Sehingga tidak ada yang akan meragukan cara ini .

Itu adalah sebuah 'Jalan Bijaksana' yang mudah untuk dikuasai , sebuah pengajaran
yang sesuai untuk Ananda

Dan bagi mereka yang menggelepar di era akhir .

Mereka harus menggunakan organ telinga untuk mengolah budidaya

Sebuah penembusan sempurna yang melebihi semua orang lain

Itu adalah cara menuju ke pikiran yang benar sejati . "

207
Setelah itu, Ananda dan semua yang didalam persamuan perkumpulan majelis
yang besar mengalami 'Kejelasan Jernih Tubuh dan Pikiran' setelah menerima
Ajaran mendalam seperti itu. Mereka merenungkan Bodhi dan Parinirvana sang
Buddha seperti seseorang yang, setelah perjalanan jauh untuk tugas , mengetahui
bahwa dia berada di jalan pulang ke rumah , meskipun ia belum kembali
sepenuhnya . Sepanjang seluruh perkumpulan majelis , para dewa , naga , dan
semua mahluk asta-gatyah , mereka yang dari dua kendaraan yang belum di luar
penelitian , serta semua Bodhisattva dari tekad awal, yang banyakNya seperti pasir
di sepuluh sungai Gangga , menemukan pikiran mendasar Mereka dan , jauh
terhapuskan dari debu dan kekotoran , mencapai kemurnian 'mata Dharma' . Sang
'Bhikshuni Sifat Alami Diri' mencapai Arhat setelah mendengar Gatha ini , dan
makhluk yang tak terbatas jumlahnya membangkitkan yang tiada tanding , Hati
yang tiada bandingnya Anuttara Samyak Sambodhi.

( Empat Ajaran yang Jelas dan Pasti tentang Kemurnian )

Ananda meluruskan jubahNya dan kemudian , di tengah-tengah perkumpulan


majelis , menempatkan telapak tanganNya beranjali dan membungkuk . PikiranNya
Jelas sempurna, dan Dia merasakan campuran suka dan duka . NiatNya adalah untuk
memberi manfaat kebaikan kepada makhluk dari masa depan saat Dia memberi
hormat dan berkata kepada Sang Buddha , " Yang Sangat Welas Asih Bhagawan .
Saya sudah terbangun dan mencapai Pintu Dharma ini untuk menjadi seorang
Buddha , dan Saya dapat mengolahnya tanpa ada sedikit pun keraguan . Saya sudah
sering mendengar Tathagata berkata, ' Selamatkan orang lain terlebih dahulu ,
kemudian selamatkan diri Kamu sendiri. Itu adalah cita-cita dari seorang
Bodhisattva. Setelah Pencerahan Anda sendiri disempurnakan , maka Anda bisa

208
mencerahkan orang lain. Itulah cara Tathagata menanggapi dunia . " Meskipun Saya
belum diselamatkan , Saya bersumpah untuk menyelamatkan semua makhluk dari
jaman berakhirnya Dharma.

" Bhagawan , makhluk-makhluk itu berasal dari masa Sang Buddha , dan akan ada
banyak guru menyimpang yang mengemukakan ajaran mereka seperti banyaknya
butiran pasir di sungai Gangga . Saya ingin menyebabkan makhluk-makhluk itu
untuk mengumpulkan pikiran mereka dan memasuki Samadhi . Bagaimana Saya
bisa menyebabkan mereka untuk tinggal berdiam penuh damai di tempat sang Jalan
, jauh dari perbuatan iblis , dan menjadi tidak dapat diubah dalam tekad mereka
untuk Bodhi ? "

Pada saat itu, sang Bhagavan memuji Ananda di depan seluruh perkumpulan majelis
, mengatakan , "Bagus sekali ! Betapa baiknya adalah bahwa Anda bertanya
bagaimana untuk membangun tempat sang Jalan dan untuk menyelamatkan dan
melindungi makhluk yang tenggelam didalam rawa dari usia akhir . Dengarlah
dengan baik , sekarang, dan Saya akan memberitahu Anda . "

Ananda dan perkumpulan majelis yang besar menyetujui untuk menjunjung tinggi
Ajaran itu.

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Kamu selalu mendengar Saya menjelaskan
didalam Vinaya bahwa ada tiga aspek yang menentukan untuk pengolahan budidaya.
Itu adalah, 'mengumpulkan pikiran' merupakan 'Sila ('aturan disiplin')'. Dari Sila
datang 'Samadhi (Pemusatan Pikiran)' , dan dari Samadhi muncul 'Prajna

209
('kebijaksanaan')'. ini disebut 'Tiga Pelajaran Yang Tanpa Arus Perpindahan Keluar'.
"

" Ananda , mengapa Saya sebut 'mengumpulkan pikiran' adalah Sila ? Jika makhluk
yang di enam jalur dari setiap alam duniawi tidak memiliki nafsu seksual , mereka
tidak akan harus menjalani rangkaian penggantian terus-menerus dari kelahiran dan
kematian . Tujuan dasar Anda dalam mengolah budidaya Samadhi adalah untuk
melampaui kekotoran yang melelahkan . Tetapi jika Kamu tidak meninggalkan
nafsu seksual , Anda tidak akan bisa keluar dari debu itu. Walaupun orang mungkin
memiliki beberapa kebijaksanaan dan peristiwa dari 'Dhyana Samadhi ('Tingkat
Penyerapan Pemusatan Pikiran')' , jika mereka tidak memusnahkan nafsu seksual ,
mereka tentu masuk ke jalur ibils. Paling tinggi , mereka akan menjadi raja iblis ,
rata-rata , mereka akan menjadi anggota rombongan iblis , di tingkat terendah ,
mereka akan menjadi iblis perempuan. Iblis-iblis ini semuanya memiliki kelompok
murid mereka. Masing-masing mengatakan bahwa ia telah mencapai 'Jalan tak
tertandingi'. Setelah Parinirvana Saya, dijaman berakhirnya Dharma, gerombolan
iblis ini akan berlimpah , menyebar seperti api ketika mereka terang-terangan
melakukan keserakahan dan nafsu, sementara mengatakan menjadi 'penasehat
berpengetahuan yang baik'. Mereka akan menyebabkan makhluk jatuh ke dalam
jurang 'cinta dan pandangan' dan kehilangan Jalan ke Pencerahan Bodhi . "

" Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah budidaya Samadhi ,
mereka harus pertama-tama memotong pikiran nafsu seksual . Ini adalah ajaran
pertama yang jelas dan mutlak tentang Kemurnian yang diberikan oleh para
Tathagata , para Buddha dari masa lalu, para Bhagavan . Oleh karena itu , Ananda ,
jika para orang yang mengolah budidaya Dhyana Samadhi tidak memusnahkan
nafsu seksual , mereka adalah seperti orang yang memasak pasir berharap untuk
210
mendapatkan beras. Setelah ratusan ribu kalpa , itu masih akan hanya menjadi pasir
panas . Mengapa ? itu bukan beras untuk memulai , itu hanya pasir. Jika Anda
mencari 'buah hasil Buddha yang indah' dengan tubuh dari nafsu seksual , maka
bahkan jika Anda mencapai 'kebangkitan indah', itu masih didasarkan pada nafsu
seksual. Dengan nafsu seksual pada sumbernya , Anda akan berputar di tiga jalur
dan tidak bisa keluar . Jalan manakah yang akan Anda ambil untuk mengolah dan
ditetapkan untuk Nirvana sang Tathagata ? Anda harus memusnahkan nafsu seksual
yang adalah dalam dasar hakiki untuk tubuh dan pikiran , kemudian menyingkirkan
bahkan aspek dari pemusnahan . Pada saat itu Anda memiliki beberapa harapan
untuk mencapai Bodhi Sang Buddha . Apa yang Saya katakan di sini adalah ajaran
para Buddha . Setiap Penjelasan apapun yang bertentangan dengan itu adalah ajaran
Papiyan ( raja iblis ) ."

" Selanjutnya , Ananda , jika makhluk di enam jalur dari setiap alam duniawi tidak
punya pikiran membunuh, mereka tidak akan harus untuk menjalani rangkaian
penggantian terus-menerus dari kelahiran dan kematian . Tujuan dasar Anda dalam
mengolah budidaya Samadhi adalah untuk mengatasi kekotoran batin yang
melelahkan . Tapi jika Anda tidak meninggalkan pikiran Anda tentang membunuh ,
Anda tidak akan bisa keluar dari debu itu. Meskipun orang mungkin memiliki
beberapa kebijaksanaan dan peristiwa dari Dhyana Samadhi , mereka tentu
memasuki jalur dari roh jika mereka tidak berhenti membunuh. Paling tinggi ,
mereka akan menjadi hantu preta berkekuatan besar; rata-rata , mereka akan menjadi
yaksha terbang, pemimpin hantu , atau sejenisnya; pada tingkat terendah , mereka
akan menjadi para rakshasa yang melompati tanah bumi. Para hantu dan roh ini
semuanya memiliki pengikut mereka . Masing-masing mengatakan bahwa ia telah
mencapai Jalan tak tertandingi . Setelah Nirvana Saya, dijaman berakhirnya Dharma,

211
gerombolan hantu dan roh ini akan berlimpah , menyebar seperti api karena mereka
berpendapat bahwa makan daging akan membawa orang ke Jalan Bodhi . Ananda ,
Saya mengizinkan Bhiksu untuk makan lima jenis dari daging murni . Daging ini
sebenarnya adalah sebuah penjelmaan yang dilahirkan oleh kekuatan batin Saya. Itu
pada dasarnya tidak memiliki kekuatan hidup . Anda para Brahmana tinggal di cuaca
yang sangat panas dan lembab , dan demikian berpasir dan tanah berbatu , bahwa
sayuran tidak akan tumbuh , oleh karena itu, Saya harus membantu Anda dengan
kekuatan batin dan kasih sayang. Karena kebaikan murah hati dan kasih sayang ini,
daging tersebut ini menyesuaikan selera Anda. Setelah Nirvana Saya, bagaimana
bisa orang-orang yang makan 'daging dari makhluk' disebut murid Sakya ? Anda
harus tahu bahwa , bahkan jika para pemakan daging bisa masuk ke keadaan 'hati
terbuka' mirip dengan Samadhi , mereka semua adalah rakshasa besar. Ketika
ganjaran mereka berakhir , mereka terikat untuk tenggelam didalam laut pahit dari
kelahiran dan kematian . Mereka bukan murid Sang Buddha . Orang-orang seperti
ini membunuh dan memakan satu sama lain dalam siklus yang tidak pernah berakhir
. Bagaimana bisa orang-orang seperti itu melampaui Tiga alam ? "

" Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah budidaya Samadhi ,
mereka juga harus berhenti membunuh . Ini adalah ajaran kedua yang jelas dan
mutlak tentang Kemurnian yang diberikan oleh para Tathagata , para Buddha dari
masa lalu, para Bhagavan . Oleh karena itu , Ananda , jika para orang yang mengolah
budidaya Dhyana Samadhi tidak berhenti membunuh , mereka seperti orang yang
menutup telinganya dan berteriak dengan suara keras , berpikir bahwa tidak ada yang
mendengar dia .Dia mencoba untuk menutupi suara , tetapi hanya membuatnya lebih
besar . Bhiksu yang murni dan Bodhisattva yang murni yang berlatih 'Kemurnian'
bahkan tidak akan menginjak rumput di jalur , bahkan tidak akan mereka
menariknya dengan tangan mereka. Bagaimana orang bisa dengan kasih sayang
212
yang besar memakan daging dan darah dari makhluk? Para Bhiksu yang tidak
memakai sutra , sepatu bot kulit , bulu , atau yang dibawah , baik yang didatangkan
atau yang ditemukan di daerah setempat , dan yang tidak meminum susu, krim , atau
mentega , benar-benar bisa melampaui dunia ini . Ketika mereka telah membayar
kembali utang-utang masa lalu mereka , mereka tidak akan harus kembali masuk ke
'Tiga alam (Triloka)' . Mengapa tidak ? Ketika seseorang memakai sesuatu yang
diambil dari makhluk hidup , ia menciptakan hubungan dengan makhluk , seperti
ketika orang memakan seratus biji padi , kaki mereka tidak bisa meninggalkan tanah
bumi . Baik secara tubuh maupun secara batin, seseorang harus menghindari 'tubuh
dan oleh hasil dari makhluk' , dengan tidak memakai mereka atau memakan mereka,
Saya katakan bahwa orang tersebut memiliki Kebebasan Sejati . Apa yang Saya
katakan di sini adalah ajaran para Buddha . Setiap Penjelasan apapun yang
bertentangan dengan itu adalah ajaran Papiyan ( raja iblis ) ."

" Selanjutnya , Ananda , jika makhluk di enam jalur dari setiap alam duniawi tidak
punya pikiran mencuri , mereka tidak akan harus menjalani rangkaian penggantian
terus-menerus dari kelahiran dan kematian . Tujuan dasar Anda dalam mengolah
budidaya Samadhi adalah untuk mengatasi kekotoran batin yang melelahkan . Tapi
jika Anda tidak meninggalkan pikiran Anda tentang mencuri , Anda tidak akan bisa
keluar dari debu itu. Meskipun orang mungkin memiliki beberapa kebijaksanaan dan
peristiwa dari Dhyana Samadhi , mereka tentu memasuki jalur yang menyimpang
jika mereka tidak berhenti mencuri . Paling tinggi , mereka akan menjadi roh , rata-
rata , mereka akan menjadi hantu jahat, pada tingkat terendah , mereka akan menjadi
orang-orang yang menyimpang yang dikuasai oleh berbagai hantu. Gerombolan
yang menyimpang ini semuanya memiliki pengikut mereka. Masing-masing
mengatakan bahwa ia telah mencapai Jalan tak tertandingi . Setelah Nirvana Saya,
dijaman berakhirnya Dharma, gerombolan yang jahat dan menyimpang ini akan
213
berlimpah , menyebar seperti api karena mereka diam-diam menipu orang lain .
Menyebut diri mereka sendiri 'penasehat berpengetahuan yang baik', mereka
masing-masing akan mengatakan bahwa mereka telah mencapai Dharma tak
tertandingi . Menarik dan menipu orang-orang bodoh , atau menakuti orang-orang
keluar dari kecerdasan mereka , mereka mengganggu dan melempar limbah ke
rumah tangga di mana pun mereka pergi . "

" Saya mengajar para Bhiksu melakukan pindapata makanan mereka sesuai dimana
mereka berada , dalam rangka untuk membantu mereka meninggalkan keserakahan
dan mencapai Jalan Bodhi . Para Bhiksu tidak menyiapkan makanan mereka sendiri
, sehingga , pada akhir kehidupan ini dari keberadaan duniawi di tiga alam, Mereka
dapat menunjukkan dirinya sebagai 'Kembali Sekali Yang Pergi dan Tidak Kembali
'. Bagaimana pencuri bisa memakai jubahKu dan menjual Tathagata , mengatakan
bahwa segala macam karma yang diciptakan seseorang hanyalah Buddha - Dharma
? Mereka memfitnah para Bhiksu yang telah meninggalkan kehidupan rumah dan
mengambil ajaran lengkap , dengan mengatakan bahwa Mereka milik jalan
'Hinayana ( Jalan Kecil )' . Dengan cara ini , mereka membingungkan para makhluk
yang tak terhingga jumlahnya , menyebabkan mereka tersesat , sampai mereka jatuh
ke dalam neraka yang tidak terputus . "

" Setelah Nirvana Saya , Saya menegaskan bahwa para Bhiksu yang memiliki tekad
pasti untuk mengolah Samadhi , dan yang dihadapan gambar para Tathagata bisa
menyalakan sebuah lampu minyak di tubuh Mereka atau membakar jari , atau

214
membakar bahkan satu dupa pada tubuh mereka , akan , pada saat itu membayar
utang karma Mereka dari masa lalu tanpa awal. Mereka dapat berangkat dari dunia
dan akan selamanya bebas dari arus perpindahan keluar . Meskipun Mereka mungkin
tidak langsung memahami Pencerahan Yang Tak Tertandingi , Mereka akan sudah
tegas mengatur pikiran Mereka pada Dharma . Jika orang tidak mempraktekkan
salah satu tanda penolakan dari tubuh pada tingkat sebab-musabab , maka bahkan
jika orang menyadari 'yang tidak berkondisi' , orang masih harus datang kembali
sebagai orang untuk membayar utang masa lalu seseorang , persis seperti dulu yang
Saya harus alami ganjaran dari harus makan gandum yang dimaksudkan untuk kuda
."

" Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah Samadhi , mereka
juga harus berhenti mencuri . Ini adalah ajaran ketiga yang jelas dan mutlak tentang
'Kemurnian' yang diberikan oleh para Tathagata , para Buddha dari masa lalu, Sang
Bhagavan . Oleh karena itu , Ananda , jika para orang yang mengolah Dhyana
Samadhi tidak berhenti mencuri , mereka seperti orang yang menuangkan air ke
dalam cangkir bocor berharap untuk mengisinya . Dia mungkin berlanjut selama
banyak kalpa seperti banyaknya butiran terkecil atom dari alam semesta , namun ,
pada akhirnya , cangkir itu tetap tidak akan penuh. Jika para Bhiksu tidak
menyimpan jauh apa pun selain jubah dan mangkuk Mereka , jika Mereka
memberikan apa yang tersisa dari makanan persembahan mereka kepada makhluk
yang lapar , jika Mereka menaruh telapak tangan Mereka beranjali dan membuat
hormat kepada seluruh perkumpulan majelis yang besar; jika ketika orang memarahi
Mereka, Mereka dapat memperlakukannya sebagai pujian; jika Mereka dapat
mengorbankan seluruh tubuh dan pikiran Mereka , memberikan daging , tulang , dan
darah Mereka untuk makhluk hidup; dan jika Mereka tidak mengulangi ajaran yang

215
bukan terakhir dari Tathagata seolah-olah itu adalah penjelasan Mereka sendiri ,
menyesatkan mereka yang baru saja mulai belajar; maka para Buddha menyatakan
bahwa Mereka akan mencapai Samadhi Yang Benar Sejati. Apa yang Saya katakan
di sini adalah ajaran para Buddha . Setiap Penjelasan apapun yang bertentangan
dengan itu adalah ajaran Papiyan ( raja iblis ) ."

" Ananda , meskipun semua makhluk di enam jalur dari setiap alam duniawi
mungkin tidak 'membunuh, mencuri atau bernafsu birahi' baik secara tubuh maupun
pikiran , ketiga aspek perilaku mereka ini sehingga menjadi sempurna , jika mereka
mengatakan berbagai kebohongan besar , maka Samadhi yang mereka capai tidak
akan menjadi Murni . Mereka akan menjadi iblis dari cinta dan pandangan dan akan
kehilangan benih dari Tathagata . Mereka mengatakan bahwa mereka telah
mencapai apa yang mereka belum capai , dan bahwa mereka telah ditetapkan ketika
mereka belum ditetapkan . Mungkin mereka berusaha untuk menjadi 'yang paling
terkemuka di dunia' , 'orang-orang yang paling dihormati dan unggul' . Mereka
mengumumkan kepada para pendengar bahwa mereka telah mencapai hasil dari
Shrotaapanna , dari sebuah Sakridagamin , dari Anagamin , dari arhat , dari
kendaraan Pratyekabuddha, atau berbagai tingkat keBodhisattvaan hingga dan
termasuk Sepuluh Tingkat Bhumi , agar menyebabkan orang lain untuk
menghormati dan bertobat di depan mereka dan karena mereka serakah demi
persembahan . Para 'icchantika ('orang yang tidak percaya')' ini menghancurkan
benih-benih keBuddhaan sama pastinya seperti pohon hancur jika ditebang . Sang
Buddha meramalkan bahwa orang-orang demikian memotong akar kebaikan mereka
selamanya dan kehilangan pengetahuan dan penglihatan mereka . Terbenam di laut
dari Tiga Penderitaan , mereka tidak dapat mencapai Samadhi . "

216
"Saya memerintahkan bahwa setelah Nirvana Saya , para Bodhisattva dan Arahat
muncul dalam 'Tanggapan Tubuh' di jaman berakhirnya Dharma , dan mengambil
berbagai jelmaan Bentuk dalam rangka untuk menyelamatkan mereka yang didalam
perputaran kelahiran kembali . Mereka harus menjadi Sramana , orang awam
berjubah putih , raja , menteri atau pejabat , 'pemuda atau gadis' perawan , dan
seterusnya , bahkan pelacur , janda , pemboros , pencuri , tukang daging , atau
pedagang selundupan , menjadi saudara dari orang macam ini , memuji kendaraan
Buddha dan menyebabkan mereka untuk memasuki Samadhi dalam tubuh dan
pikiran. Tapi Mereka harus tidak pernah mengatakan diri Mereka sendiri , " Aku
benar-benar seorang Bodhisattva '; atau 'Aku benar-benar seorang Arhat', atau
membiarkan 'rahasia penyebab dari Buddha ' bocor keluar dengan berbicara santai
kepada mereka yang belum belajar , selain pada akhir hidup mereka dan kemudian
hanya untuk mereka yang mewarisi Ajaran. Jika tidak , bukankah orang-orang
demikian menipu dan membingungkan makhluk dan terlibat dalam pernyataan palsu
yang kotor ? "

" Ketika Anda mengajar orang-orang di dunia untuk mengolah Samadhi , mereka
juga harus menghentikan semua kebohongan. Ini adalah ajaran keempat yang jelas
dan mutlak tentang 'Kemurnian' yang diberikan oleh para Tathagata dan para
Buddha dari masa lalu , para Bhagavan . Oleh karena itu , Ananda , orang yang tidak
memutuskan kebohongan seperti orang yang mengukir sepotong kotoran manusia
untuk terlihat seperti Chandana , berharap untuk membuatnya harum . Dia mencoba
sesuatu yang mustahil . Saya mengajarkan para Bhiksu bahwa 'pikiran yang lurus
jujur' adalah 'Tempat sang Jalan ('Bodhimandala')' dan bahwa dalam semua aspek
latihan Mereka dari 'Empat Tingkah Laku Agung (='berjalan, berdiri, duduk dan
berbaring')' Mereka harus menghindari kepalsuan . Bagaimana mereka bisa

217
mengatakan telah menyebabkan diri mereka sendiri mencapai Dharma dari orang
yang unggul ? Itu akan seperti orang miskin yang secara palsu menyebut dirinya
seorang kaisar dan dengan demikian akan membawa hukuman mati diri sendiri .
Apalagi orang yang berusaha merebut gelar Dharmaraja . Ketika penyebab dasar
adalah tidak benar , akibat akan terputarbalik . Orang yang mencari Bodhi sang
Buddha dengan cara itu adalah seperti orang yang mencoba menggigit pusar sendiri
. Siapa yang bisa mungkin berhasil dalam hal itu ? "

"Jika pikiran para Bhiksu yang lurus seperti tali busur , dan Mereka adalah benar
dan nyata dalam segala sesuatu yang Mereka lakukan , maka Mereka dapat masuk
Samadhi dan tidak pernah terlibat dalam perbuatan iblis . Saya menetapkan bahwa
orang tersebut akan mencapai ' Pengetahuan tak tertandingi dan Pencerahan' dari
Bodhisattva . Apa yang Saya katakan di sini adalah ajaran para Buddha . Setiap
penjelasan bertentangan dengan itu adalah ajaran Papiyan ( raja iblis ) . "

" Ananda , Anda bertanya tentang 'mengumpulkan pikiran seseorang' , Saya


sekarang mulai menjelaskan cara yang indah dari mengolah budidaya untuk masuk
ke Samadhi dalam rangka untuk mencari 'Jalan Bodhisattva'. Pertama, orang harus
murni seperti 'embun beku berkilau' dalam menjaga 'empat aturan dari bertingkah
laku' . Orang harus menahan diri dari 'semua perilaku berlebihan' dan kemudian 'tiga
kejahatan dari pikiran dan empat dari mulut' tidak akan memiliki alasan untuk
muncul . Ananda , jika seseorang tidak mengabaikan empat hal ini , dan , lebih lanjut
, tidak mengejar bentuk, wewangian , selera , objek sentuhan , dan sejenisnya , maka
bagaimana bisa perbuatan iblis muncul?

" Jika orang-orang tidak dapat mengakhiri kebiasaan mereka dari masa lalu , Anda

218
harus mengajar mereka untuk secara pikiran tunggal melafalkan 'Mantra Suci
Cahaya Puncak Mahkota Buddha Yang Tiada Tanding' : Maha - Sitata - Patra Saya.
Itu adalah 'Tiada Seorangpun Bisa Melihat Tanda Di Atas Puncak Tertinggi
Mahkota dari Kepala Para Tathagata ' . Itu adalah mantra hati yang dinyatakan oleh
para 'Buddha dari Pikiran Tanpa Kondisi' yang terbit dari Mahkota dalam kobaran
cahaya dan duduk di atas Bunga Teratai Permata .

" Terlebih lagi, kehidupan masa lalu Anda dengan putri Matangi telah menciptakan
timbunan kalpa pada penyebab dan kondisi . Kebiasaan Anda dari 'kesukaan dan
nafsu cinta' kembali bukan hanya satu kehidupan , atau bahkan hanya satu kalpa .
Namun , segera setelah Saya menyatakan itu , dia dibebaskan selamanya dari cinta
di dalam hatinya dan mencapai Arhat. Bahkan pelacur itu , yang tidak punya niat
mengolah budidaya , secara tak terlihat dibantu oleh kekuatan batin itu dan secara
cepat ditetapkan ke posisi di luar penelitian , maka bagaimana dengan Anda para
Pendengar di perkumpulan majelis , yang mencari kendaraan yang tertinggi dan
bertekad untuk mewujudkan Kebuddhaan ? Bagi Anda itu seharusnya semudah
melemparkan debu ke dalam angin yang menguntungkan . Apa, kemudian, masalah
itu ?

" Mereka yang berada di usia akhir yang ingin duduk di 'Tempat sang Jalan' pertama
harus memegang ajaran sila murni dari Bhiksu. Untuk melakukannya , mereka harus
menemukan sebagai guru mereka Shramana yang paling terkemuka yang murni
dalam sila-sila. Jika mereka tidak menemukan anggota dari Sangha yang benar-
benar murni, maka itu benar-benar pasti bahwa sikap mereka dalam ajaran dan
aturan tidak bisa dicapai . Setelah menjaga ajaran sila dengan baik , mereka harus
mengenakan yang segar, pakaian yang bersih , menyalakan dupa di tempat di mana

219
mereka sendirian , dan mengucapkan mantra suci ini yang dituturkan oleh Hati
Buddha 108 kali . Setelah itu , mereka harus mengamankan perbatasan dan
mendirikan 'Bodhi-mandala ('Tempat sang Jalan')' .

" Kemudian mereka harus memohon para Tathagata yang tak tertandingi untuk
tinggal berdiam di dalam tanah wilayah mereka diseluruh sepuluh penjuru arah
untuk memancarkan cahaya kasih sayang yang besar yang menyucikan mahkota
kepala sang pengolah budidaya itu ' .

" Ananda , bila ada yang demikian murni para bhiksu , bhiksuni , atau dermawan
berjubah putih di jaman berakhirnya Dharma yang bisa menyingkirkan keserakahan
dan nafsu bahkan pada tingkat batin, mempertahankan ajaran sila murni Buddha,
dan di 'Tempat sang Jalan' membuat sumpah Bodhisattva dan bisa menyelam setelah
masuk dan keluar setiap kali , melanjutkan latihan dari 'sang Jalan' itu siang dan
malam selama tiga minggu tanpa tidur , Saya akan muncul dihadapan orang-orang
ini dalam bentuk tubuh fisik dan membelai mahkota kepala mereka untuk menghibur
mereka dan memungkinkan mereka untuk menjadi tercerahkan . "

Ananda berkata kepada Sang Buddha , " Bhagawan , diselimuti didalam yang tak
tertandingi , ajaran penuh kasih Sang Tathagata , pikiran Saya telah memperoleh
kebangkitan , dan Saya tahu bagaimana mengolah dan ditetapkan ke 'Jalan Yang Di
Luar Penelitian' . Tapi bagaimanakah cara mereka yang mengolahnya di akhir jaman
dan ingin membangun 'Tempat sang Jalan' , mengamankan perbatasan sesuai dengan
aturan kemurnian sang Buddha , sang Bhagawan ? "

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Jika ada orang-orang di jaman berakhirnya

220
Dharma yang ingin membangun 'Tempat sang Jalan' , mereka pertama kali harus
mencari sapi putih yang kuat di pegunungan bersalju , satu yang makan rumput
harum manis yang lebat dan subur dari pegunungan . Karena sapi tersebut juga
minum hanya air murni dari pegunungan bersalju , kotorannya akan sangat baik .
Mereka bisa mengambil kotoran sapi itu, mencampurnya dengan Chandana , dan
menyebarnya meliputi tanah dengan itu . Jika tidak dari pegunungan bersalju,
kotoran sapi itu akan bau dan tidak dapat digunakan untuk mengolesi di tanah .
Dalam kasus itu, pilih tempat yang rata , gali kebawah lima meter atau lebih , dan
gunakan tanah kuning itu. campur itu dengan 'dupa Chandana' , ' dupa tenggelam
dalam air ' , 'dupa bunga melati' , 'dupa terus menyerap' , 'dupa bunga tulip' , 'dupa
adonan putih' , 'dupa kayu hijau' , 'dupa gundukan wangi' , 'dupa pinus manis' , dan
'dupa berbentuk lidah ayam' . Giling sepuluh bahan ini sampai menjadi bubuk halus
, buat adonan , dan oleskan itu di atas dasar mimbar . Daerah itu harus enam belas
kaki lebarnya dan berbentuk segi delapan . "

" Di tengah-tengah mimbar itu , tempatkan bunga teratai yang terbuat dari emas ,
perak, tembaga , atau kayu . Di tengah bunga itu tempatkan sebuah mangkuk yang
terisi penuh dengan air embun yang dikumpulkan dalam bulan candra kedelapan.
Apungkan limpahan dari kelopak bunga diatas air. Aturlah delapan cermin
melingkar pada jarak yang terukur disekitar bunga dan mangkuk itu. Diluar cermin-
cermin itu, tempatkan 16 bunga teratai dan 16 anglo dupa , sehingga dupa pembakar
dihiasi dan diatur diantara bunga-bunga itu. Bakar hanya 'dupa tenggelam dalam air'
, nyalakan itu dengan bara -api, bukan api-terbuka . "

" Tempatkan susu sapi putih dalam enam belas bejana , bersama dengan kue yang
dibuat dengan jenis yang sama dari susu , gula pasir , minyak kue , bubur susu,

221
turushka , jahe manis , mentega , dan madu yang disaring . Enam belas ini diatur di
sekitar luar dari enam belas bunga itu sebagai persembahan kepada para Buddha dan
para Bodhisattva yang agung . "

" Pada setiap waktu makan dan pada tengah malam , siapkan setengah pin 'madu'
dan tiga persepuluh liter pin 'mentega' . Atur pedupaan kecil di depan mimbar .
Rebus cairan harum dari dupa turushka dan gunakan itu untuk membersihkan batu
bara . Nyalakan mereka sehingga menyemburkan api keluar , dan lempar mentega
dan madu ke dalam pedupaan yang menyala itu . Biarkan itu terbakar sampai asap
menghilang , dan persembahkan itu kepada para Buddha dan para Bodhisattva . "

" Gantung bendera dan karangan bunga pada empat dinding luar dan didalam
ruangan di mana mimbar itu berada , atur gambar dari para Tathagata dan para
Bodhisattva dari sepuluh penjuru pada empat dinding . "

" Di tempat yang paling terkemuka , tampilkan gambar dari Vairocana Buddha ,
Shakyamuni Buddha, Maitreya Bodhisattva , Akshobhya Buddha , Amitabha
Buddha , dan semua perubahan wujud yang megah dari 'Avalokitesvara Bodhisattva
('Perenung Suara Dunia') ' . Untuk kiri dan kanan , tempatkan Vajragarbha
Bodhisattva . Disamping Mereka tampilkan Shakra dan Brahma , Ucchushma , dan
Dirgha biru , serta Kundalin dan Bhrukuti dan keempat Raja Langit , dengan
Vinayaka ke kiri dan kanan pintu . "

" Kemudian gantung delapan cermin di ruang di sekitar mimbar sehingga mereka
justru berlawan arah cermin pada mimbar. Hal ini akan memungkinkan pencerminan
didalam mereka untuk meresap jauh . "
222
" Selama tujuh hari pertama , menunduklah secara tulus kepada nama-nama para
Tathagata dari sepuluh penjuru arah , para Bodhisattva besar, dan nama-nama para
Arahat . Sepanjang enam periode siang dan malam , terus melafalkan mantra itu
sambil mengelilingi mimbar . Latihlah sang Jalan dengan pikiran yang tulus ,
bacalah mantra itu seratus delapan kali dalam setiap sesi . "

" Selama minggu kedua , buatlah sumpah seorang Bodhisattva dengan niat teguh
tanpa henti . Dalam Vinaya Saya, Saya sudah mengajarkan tentang sumpah. "

" Selama minggu ketiga , pertahankan 'Buddha Usnisa Sitatapatra Mantra' selama
dua belas jam pada satu waktu dengan maksud tunggal, dan pada hari ketujuh, para
Tathagata dari sepuluh penjuru akan muncul secara bersamaan. Cahaya Mereka akan
saling memantulkan didalam cermin , menerangi seluruh wilayah itu, dan Mereka
akan membelai mahkota kepala para pengolah budidaya itu " .

" Mengolah Samadhi seperti ini didalam Bodhimandala ini , bahkan di jaman
berakhirnya Dharma orang dapat belajar dan berlatih sampai tubuh dan pikiran orang
semurni dan sejelas Vaidurya. Ananda , jika salah satu dari para Ahli pengirim ajaran
sila Bhiksu atau salah satu dari sepuluh Bhiksu dalam perkumpulan majelis yang
sama adalah tidak murni , 'Tempat sang Jalan (Bodhimandala)' seperti yang
digambarkan tidak akan berhasil . "

" Setelah tiga minggu , duduk tegak dan tetap tenang selama seratus hari . Mereka
dengan akar yang tajam tidak akan bangkit dari kursi mereka dan akan menjadi para
Shrotapanna . Meskipun tubuh dan pikiran mereka belum mencapai buah hasil akhir

223
dari orang bijaksana , mereka tahu pasti , melampaui pertanyaan , bahwa mereka
akhirnya akan mencapai Kebuddhaan . Anda telah bertanya bagaimana 'Tempat sang
Jalan (Bodhimandala)' didirikan . Itulah cara nya itu dilakukan . "

Ananda bersujud di Kaki sang Buddha dan berkata , " Setelah Saya meninggalkan
kehidupan rumah , Saya mengandalkan kasih sayang sang Buddha . Karena Saya
mencari pengetahuan , Saya masih belum ditetapkan pada 'yang tidak berkondisi' .
Ketika Saya menghadapi 'Mantra surga Brahma itu' , Saya ditangkap oleh mantra
yang menyimpang itu; meskipun pikiran Saya sadar , Saya tidak punya kekuatan
untuk membebaskan diri Saya sendiri. Saya harus mengandalkan Manjushri
Bodhisattva untuk membebaskan Saya. Meskipun Saya diberkati oleh mantra suci
Sang Tathagata dari Mahkota Buddha dan tanpa terasa menerima Kekuatannya ,
Saya masih belum mendengarnya sendiri . Saya hanya berharap bahwa Yang Maha
Pengasih akan memberitakannya lagi untuk dengan kebaikan hati menyelamatkan
semua pengolah budidaya didalam perkumpulan majelis ini dan orang-orang dari
masa depan yang didalam jalur kelahiran kembali , sehingga mereka dapat menjadi
terbebaskan dalam tubuh dan pikiran dengan mengandalkan suara rahasia sang
Buddha . "

Pada saat itu , semua orang didalam persamuan membungkuk sebagai satu dan
berdiri menunggu untuk mendengar ungkapan rahasia Tathagata . Pada saat itu,
ratusan cahaya suci memancar keluar dari gundukan daging ( Usnisa ) di ubun-ubun
kepala sang Bhagawan . Seribu daun bunga teratai berharga kemudian memancar
keluar dari tengah-tengah sinar itu. Diatas bunga-bunga berharga itu duduk seorang
Nirmana Tathagata (Tathagata yang diciptakan secara ajaib) . Dari mahkota
kepalaNya sepuluh sinar cahaya terpancar keluar , masing-masing sinar tersusun dari

224
ratusan sinar garbha . Dalam masing-masing sinar yang berkilauan itu , ada sebanyak
pasir dari 10 sungai Gangga para 'Vajra-Guhya-pada -deva (Dewa Jejak Rahasia
Vajra)' masing-masing memegang tinggi-tinggi sebuah gunung dan memegang palu
, menghuni seluruh alam semesta .

Perkumpulan majelis yang besar itu, menatap ke atas, merasa kagum dengan penuh
takut dan mencari perlindungan yang baik dari sang Buddha. Dengan pikiran tunggal
Mereka mendengarkan Mantra suci yang diumumkan oleh sang Tathagata didalam
pancaran terang sinar mulia dari 'Tiada Seorangpun Bisa Melihat Tanda Di Atas
Puncak Tertinggi Buddha Usnisa Siraskata :

SARVA TATHAGATA USNISA SITATAPATRA NAMAPARAJITA MAHA


PRATYANGIRA MAHA VIDYA RAJNI NAMA DHARANI

NAMO SARVA TATHAGATA SUGATAYA ARHATE SAMYAK-


SAMBUDDHAYA.
NAMO SARVA TATHAGATA KOTI USHNISHA.
NAMAH SARVA BUDDHA BODHISATTVEBHYAH.
NAMO SAPTANAM SAMYAK-SAMBUDDHA KOTINAM,
SA-SRAVAKA SAM-GHANAM.
NAMO LOKE ARHANTANAM.
NAMO SROTAPANNANAM.
NAMO SAKRIDAGAMINAM.
NAMO ANAGAMINAM.
NAMO LOKE SAMYAG-GATANAM SAMYAK-PRATIPANNANAM.
NAMO RATNA-TRAYAYA.
225
NAMO BHAGAVATE DRIDHA-SURA SENA PRA-HARANA RAJAYA
TATHAGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE AMITABHAYA TATHAGATAYA ARHATE
SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE AKSHOBHYAYA TATHAGATAYA ARHATE
SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE BHAISHAJYA-GURU-VAIDURYA-PRABHA-
RAJAYA TATHAGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE SAMPUSHPITA SALENDRA RAJAYA
TATHAGATAYA ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE SAKYAMUNAYE TATHAGATAYA ARHATE
SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE RATNA KUSUMA KETU RAJAYA TATHAGATAYA
ARHATE SAMYAK-SAMBUDDHAYA.
NAMO BHAGAVATE TATHAGATA KULAYA.
NAMO BHAGAVATE PADMA KULAYA.
NAMO BHAGAVATE VAJRA KULAYA.
NAMO BHAGAVATE MANI KULAYA.
NAMO BHAGAVATE GAJA KULAYA.
NAMO DEVARSHINAM.
NAMO SIDDHA VIDYA-DHARANAM.
NAMO SIDDHA VIDYA–DHARA RISHINAM,
SUPANU-GRAHA SAMARTHANAM.
NAMO BRAHMANE.
NAMO INDRAYA.
NAMO RUDRAYA UMA-PATI SAHEYAYA.
NAMO NARAYANAYA LAKSHMI SAHEYAYA PANCA MAHA-MUDRA
226
NAMAS-KRITAYA.
NAMO MAHAKALAYA TRIPURA-NAGARA VIDRAVANA KARAYA
ADHI-MUKTIKA SMASANA VASINI MATRI-GANA NAMAS-KRITAYA.
EBHYO NAMAS-KRITVA IMAM BHAGAVANTAH
TATHAGATOSHNISHAM SITATAPATRAM.
NAMO APARAJITAM PRATY-ANGIRAM.
SARVA DEVA NAMAS-KRITAM.
SARVA DEVEBHYAH PUJITAM.
SARVA DEVESA PARIPALITAM.
SARVA BHUTA GRAHA NIGRAHA-KARIN.
PARA VIDYA CHEDANA-KARIN.
DUR-DANTANAM SATTVANAM DAMAKAM DUSHTANAM
NIVARANIN.
AKALA-MRITYU PRA-SAMANA-KARIN.
SARVA BANDHANA MOKSHANA-KARIN.
SARVA DUSHTA DUH-SVAPNA NIVARANIN.
CATURASITINAM GRAHA SAHASRANAM VIDHVAMSANA-KARIN.
ASHTA-VIMSATINAM NAKSHATRANAM PRASADANA-KARIN.
ASHTANAM MAHA GRAHANAM VIDHVAMSANA-KARIN.
SARVA SATRU NIVARANIN.
GHORAM DUH-SVAPNANAM CA NASANIN.
VISHA SASTRA AGNI UDAKA UT-TARANIN.
APARAJITA GHORA, MAHA-BALA CANDAM, MAHA-DIPTAM, MAHA-
TEJAM, MAHA-SVETAM JVARA, MAHA-BALA-SRIYA-
PANDARAVASINI, ARYA-TARA BHRI-KUTIM CED VA VIJAYA VAJRA
MALITI, VI-SRUTAM PADMAKSHAN, VAJRA-JIHVA CAH MALA CED VA
APARAJITAM, VAJRA-DANDI VISALA CA SANTA VAIDEHA PUJITAH,
227
SAUMI RUPA, MAHA SVETAM, ARYA-TARA, MAHA-BALA APARAJITA,
VAJRA SAMKALA CED VAH VAJRA KAUMARIH KULAM-DHARI,
VAJRA HASTA CA MAHA VIDYA TATHA KANCANAH MALIKAH,
KUSUMBHA RATNA CED VA VAIROCANA KUTA-STHOSHNISHA, VI-
JRIMBHA MANA CA VAJRA KANAKA PRABHA LOCANAH, VAJRA-
TUNDI CA SVETA CA KAMALAKSHA,SASI-PRABHA, ITY-ADI MUDRA
GANAH, SARVE RAKSHAM KURVANTU MAMASYA.

OM, RISHI-GANA PRA-SASTA TATHAGATOSHNISHA SITATAPATRAM.


HUM BHRUM JAMBHANA.
HUM BHRUM STAMBHANA.
HUM BHRUM MOHANA.
HUM BHRUM MATHANA.
HUM BHRUM PARA VIDYA SAM-BHAKSHANA-KARA.
HUM BHRUM SARVA DUSHTANAM STAMBHANA-KARA.
HUM BHRUM SARVA YAKSHA RAKSHASA GRAHANAM
VIDHVAMSANA-KARA.
HUM BHRUM CATURASITINAM GRAHA SAHASRANAM VINASANA-
KARA.
HUM BHRUM ASHTA-VIMSATINAM NAKSHATRANAM PRA-SADANA-
KARA.
HUM BHRUM ASHTANAM MAHA GRAHANAM VIDHVAMSANA-KARA.
RAKSHA RAKSHA MAM.
BHAGAVAN TATHAGATOSHNISHA, MAHA PRATY-ANGIRE, MAHA
SAHASRA-BHUJE, SAHASRA-SIRSHAI, KOTI SATA SAHASRA-NETRE,
ABHEDYA JVALITA NATANAKA, MAHA VAJRA-DHARA TRIBHUVANA
228
MANDALA, OM, SVASTI BHAVATU MAMA, RAJA-BHAYA, CORA-
BHAYA,
AGNI-BHAYA, UDAKA-BHAYA, VISHA-BHAYA, SASTRA-BHAYA,
PARACAKRA-BHAYA, DUR-BHIKSHA-BHAYA, ASANI-BHAYA,
AKALA-MRITYU-BHAYA, DHARANI-BHUMI-KAMPA-BHAYA, ULKA-
PATA-BHAYA, RAJA-DANDA-BHAYA, NAGA-BHAYA, VIDYUT-BHAYA,
SUPARNIN-BHAYA, DEVA-GRAHA, NAGA-GRAHA, YAKSHA-GRAHA,
GANDHARVA-GRAHA, ASURA-GRAHA, GARUDA-GRAHA,
KIMNARA-GRAHA, MAHORAGA-GRAHA, RAKSHASA-GRAHA, PRETA-
GRAHA, PISACA-GRAHA, BHUTA-GRAHA, PUTANA-GRAHA,
KATAPUTANA-GRAHA, KUMBHANDA-GRAHA, SKANDA-GRAHA,
UNMADA-GRAHA, CHAYA-GRAHA, APA-SMARA-GRAHA, DAKA-
DAKINI-GRAHA, REVATI-GRAHA, OJAHARINYA, GARBHAHARINYA,
JATAHARINYA, JIVITAHARINYA, RUDHIRAHARINYA, VASAHARINYA,
MAMSAHARINYA, MEDHAHARINYA, MAJJAHARINYA,
VANTAHARINYA, ASUCYAHARINYA, CITTAHARINYA, TESHAM
SARVESHAM SARVA GRAHANAM.

VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI PARI-VRAJAKA KRITAM.


VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI DAKA DAKINI KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI MAHA-PASUPATI RUDRA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI TATTVA GARUDA SAHEYA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI MAHA-KALA MATRI-GANA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI KAPALIKA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI JAYAKARA-MADHUKARA
SARVARTHA-SADHANA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI CATUR-BHAGINI KRITAM.
229
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI BHRINGI-RITI NANDIKESVARA
GANAPATI SAHEYA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI NAGNA SRAMANA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI ARHANTA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI VITA-RAGA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI BRAHMA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI RUDRA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI NARAYANA KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI VAJRA-PANI GUHYAKADHIPATI
KRITAM.
VIDYAM CHIDAYAMI KILAYAMI RAKSHA RAKSHA MAM.

BHAGAVAN SITATAPATRA NAMO ‘STUTE.


ASITA NARAKAH PRABHA SPHUTA VI-KAS SITATAPATREH, JVARA
JVARA, DAKA DAKA, VI-DAKA VI-DAKA, DARA DARA, VI-DARA VI-
DARA,
CHIDA-CHIDA, BHIDA BHIDA, HUM HUM PHAT PHAT SVAHA.
HEHE PHAT.
AMOGHAYA PHAT.
APRATIHATAYA PHAT.
VARA-PRADAYA PHAT.
ASURA VIDARAKAYA PHAT.
SARVA DEVEBHYAH PHAT.
SARVA NAGEBHYAH PHAT.
SARVA YAKSHEBHYAH PHAT.
SARVA GANDHARVEBHYAH PHAT.
SARVA ASUREBHYAH PHAT.
230
SARVA GARUDEBHYAH PHAT.
SARVA KIMNAREBHYAH PHAT.
SARVA MAHORAGEBHYAH PHAT.
SARVA RAKSHASEBHYAH PHAT.
SARVA BHUTEBHYAH PHAT.
SARVA PISACEBHYAH PHAT.
SARVA KUMBHANDEBHYAH PHAT.
SARVA PUTANEBHYAH PHAT.
SARVA KATAPUTANEBHYAH PHAT.
SARVA AUSHTRAKEBHYAH PHAT.
SARVA DUR-LANGHITEBHYAH PHAT.
SARVA DUSH-PREKSHITEBHYAH PHAT.
SARVA JVAREBHYAH PHAT.
SARVA KRITYA KARMANI KAKHORDEBHYAH PHAT.
SARVA APA-SMAREBHYAH PHAT.
SARVA SRAMANEBHYAH PHAT.
SARVA TIRTHIKEBHYAH PHAT.
SARVA UNMADEBHYAH PHAT.
SARVA VIDYA ACHARYEBHYAH PHAT.
JAYAKARA-MADHUKARA SARVATHA-SADHAKEBHYO VIDYA
ACHARYEBHYAH PHAT.
CATUR-BHAGHINIBHYAH PHAT.
VAJRA KAUMARI KULAM-DHARI VIDYARAJEBHYAH PHAT.
MAHA PRATY-ANGIREBHYAH PHAT.
VAJRA SAMKALAYA PRATY-ANGIRA RAJAYA PHAT.
MAHAKALAYA MATRI-GANA NAMAS-KRITAYA PHAT.
INDRAYA PHAT.
231
BRAHMANAYA PHAT.
RUDRAYA PHAT.
VISHNUYA PHAT.
VAISNAVIYE PHAT.
BRAHMIYE PHAT.
VARAHIYE PHAT.
AGNIYE PHAT.
MAHA-KALIYE PHAT.
RAUDRIYE PHAT.
KALA-DANDIYE PHAT.
AINDRIYE PHAT.
MATRIYE PHAT.
CAMUNDIYE PHAT.
KALA-RATRIYE PHAT.
KAPALIYE PHAT.
ADHI-MUKTIKA SMASANA VASINIYE PHAT.

YE KE-CID SATTVA MAMA, DUSHTA-CITTA, PAPA-CITTA, RAUDRA-


CITTA, VI-DVE-SHA-CITTA, AMITRA-CITTA, UT-PADAYANTI,
KILAYANTI, MANTRAYANTI, JAPANTI, CYUT HANTI. OJAHARA,
GARBHAHARA, RUDHIRAHARA, MAMSAHARA, MEDHAHARA,
MAJJAHARA, VASAHARA, JATAHARA, JIVITAHARA, BALYAHARA,
MALYAHARA, GANDHAHARA, PUSHPAHARA, PHALAHARA,
SASYAHARA. PAPA-CITTA, DUSHTA-CITTA, RAUDRA-CITTA, DEVA-
GRAHA, NAGA-GRAHA, YAKSHA-GRAHA, GANDHARVA-GRAHA,
ASURA-GRAHA, GARUDA-GRAHA, KIMNARA-GRAHA, MAHORAGA-
GRAHA, RAKSHASA-GRAHA, PRETA-GRAHA, PISACA-GRAHA, BHUTA-
232
GRAHA, PUTANA-GRAHA, KATAPUTANA-GRAHA,
KUMBHANDA-GRAHA, SKANDA-GRAHA, UNMADA-GRAHA, CHAYA-
GRAHA, APA-SMARA-GRAHA. DAKA-DAKINI-GRAHA, REVATI-
GRAHA,
JAMIKA-GRAHA, SAKUNI-GRAHA, MATRI-NANDI-GRAHA, MUSHTIKA-
GRAHA, KANTHAPANINI-GRAHA, MISHIKA-MAHISHAKA-GRAHA,
MRIGARAJA-GRAHA, MATRIKA-GRAHA, KAMINI-GRAHA, MUKHA-
MANDIKA-GRAHA, LAMBA-GRAHA. JVARA EKAHIKA, DVAITIYAKA,
TRAITIYAKA, CATURTHAKA, NITYA-JVARA, VISHAMA-JVARA,
VATIKA, PAITTIKA, SLAISHMIKA, SAM-NIPATIKA, SARVA JVARA,
SIRO’RTI, ARDHAVABHEDAKA, AROCAKA, AKSHI ROGAM, MUKHA
ROGAM, HARDA ROGAM, GHRANA SULAM, KARNA SULAM, DANTA
SULAM, HRIDAYA SULAM,
MARMAN SULAM, PARSVA SULAM, PRISHTHA SULAM, UDARA
SULAM, KATI SULAM, VASTI SULAM, URU SULAM, NAKHA SULAM,
HASTA SULAM, PADA SULAM, SARVA ANGA-PRATYANGA SULAM;
BHUTA, VETADA, DAKA DAKINI, JVARA, DADRU, KANDU, KITIBHA,
LUTA, VAISARPA,
LOHA-LINGA; SASTRA SAM-GARA, VISHA YOGA, AGNI UDAKA, MARA
VAIRA KANTARA, AKALA-MRITYU; TRY-AMBUKA, TRAI-LATA,
VRISCIKA, SARPA, NAKULA, SIMHA, VYAGHRA, RIKSHA, TARAKSHA,
CAMARA, JIVITA BHITE TESHAM SARVESHAM, MAHA SITATAPATRA,
MAHA VAJROSHNISHA, MAHA PRATY-ANGIRAM, YAVAT DVADASA
YOJANA ABHY-ANTARENA SIMA BANDHAM KAROMI.
DISA BANDHAM KAROMI. PARA VIDYA BANDHAM KAROMI.
TEJO BANDHAM KAROMI.
HASTA BANDHAM KAROMI.
233
PADA BANDHAM KAROMI.
SARVA ANGA-PRATYANGA BANDHAM KAROMI.
TADYATHA, OM ANALE ANALE, VISADA VISADA, BANDHA BANDHA,
BANDHANI BANDHANI, VIRA VAJRA-PANI PHAT,
HUM BHRUM PHAT SVAHA.
NAMO SARVA TATHAGATA SUGATAYA ARHATE SAMYAK-
SAMBUDDHAYA, SIDHYANTU MANTRA-PADA SVAHA.

" Ananda , itu adalah dari kelompok cahaya ini di atas Mahkota Kepala Buddha,
Mantra Rahasia itu , Sitata - Patra , dengan keindahannya , himpunan ungkapan
indah , yang semua Buddha dari sepuluh penjuru datang keluar. Karena para
Tathagata dari sepuluh penjuru arah menggunakan mantra hati ini , Mereka
mencapai Yang tak tertandingi , Yang tepat , dan Pengetahuan Yang Meresap ke
semua dan Pencerahan. " Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru menggunakan
Mantra hati ini, Mereka menundukkan semua iblis dan mengendalikan semua
penganut diluar Jalan . "

" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru memanfaatkan diri Mereka Sendiri
dari Mantra hati ini , Mereka duduk di atas bunga teratai permata dan menanggapi
seluruh negara yang banyaknya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta . "

" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru mewujudkan Mantra hati ini, Mereka
memutar roda Dharma yang besar didalam dunia yang banyaknya seperti butiran
terkecil atom dari alam semesta . "

234
" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru memegang Mantra hati ini, Mereka
Mampu untuk pergi ke seluruh sepuluh penjuru untuk membelai mahkota kepala
para makhluk dan memberikan ramalan vyakarana kepada mereka . Siapapun di
sepuluh penjuru yang belum mencapai tingkat buah hasil orang bijaksana , bisa
menerima ramalan vyakarana dari para Buddha ini . "

" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru berdasarkan dalam Mantra hati ini,
Mereka bisa pergi ke seluruh sepuluh penjuru untuk menyelamatkan para makhluk
dari penderitaan yang dialami di neraka sebagai hantu kelaparan , sebagai hewan ,
atau dengan menjadi buta, tuli , atau bisu , serta dari penderitaan bersama dengan
mereka yang membenci , penderitaan dari berpisah dari yang mereka cintai ,
penderitaan dari tidak mendapatkan apa yang berusaha dicari , dan penderitaan dari
amukan api dari lima skandha . Mereka secara bersamaan dapat membebaskan
makhluk dari kedua 'kecelakaan besar dan kecil.' Dalam menanggapi pembacaan
mereka , bahaya yang melibatkan penjahat , tentara , hukum , atau penjara; bahaya
yang melibatkan angin, api , dan air , dan bahaya kelaparan , kehausan , atau
kemiskinan semuanya dibasmi " .

" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru sesuai dengan Mantra hati ini, Mereka
dapat menjadi para Penasehat yang baik dan bijaksana di seluruh sepuluh penjuru
arah . Tinggal berdiam didalam 'Empat Tingkah Laku Agung', Mereka membuat
persembahan yang benar-benar tepat . Dalam perkumpulan majelis sebanyak para
Tathagata yang seperti butiran pasir di sungai Gangga , Mereka dianggap sebagai
para Pangeran Dharma besar. "
235
" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru melaksanakan Mantra hati ini, Mereka
bisa berkumpul dan mengajar saudara-saudara Mereka di sepuluh penjuru dan
menjaga orang-orang Hinayana dari menjadi takut ketika mereka mendengar gudang
harta rahasia ini . "

" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru melafalkan Mantra hati ini, Mereka
mencapai Pencerahan tak tertandingi sambil duduk di bawah pohon Bodhi , dan
memasuki Parinirvana . "

" Karena para Tathagata dari sepuluh penjuru mengirimkan Mantra hati ini, Setelah
Nirvana Mereka , mereka yang telah mewariskan Buddhadharma itu dapat
menempati dan mendukung nya untuk gelar utama . Menjadi teliti dan murni dalam
ajaran dan aturan sila , mereka dapat mencapai Kemurnian total . "

" Jika Saya harus menjelaskan kelompok dari cahaya di atas Mahkota Kepala
Buddha Mantra Sitata-Patra dari pagi sampai malam tanpa henti, tanpa pernah
mengulangi setiap suku kata atau ungkapan , Saya bisa terus berlangsung hingga
sebanyak ribuan kalpa seperti banyaknya butiran pasir di sungai Gangga dan masih
tidak pernah selesai . Saya juga akan memberitahu Anda bahwa mantra ini juga
dinamakan 'Tathagata Usnisa (Mahkota Tathagata)'. Kecuali kalau Anda
mempertahankan Mantra ini , semua dari Anda yang dengan sesuatu yang tersisa
untuk belajar yang masih belum mengakhiri perputaran kelahiran kembali dan masih
belum membawa keluar tekad tulus memutuskan untuk menjadi Arahat , akan
menemukan kemustahilan untuk duduk di 'Tempat sang Jalan' dan jauh dihapuskan
dalam tubuh dan pikiran dari semua perbuatan iblis . "
236
" Ananda , biarkan setiap makhluk dari negara manapun dalam dunia manapun
menyalin Mantra ini secara tertulis pada bahan asli daerahnya , seperti kulit kayu
putih yang halus , pattra , kertas polos biasa , atau kain katun putih , dan
menyimpannya didalam wadah kantong berisi dupa. Jika orang itu memakai kantong
tersebut di tubuhnya , atau jika dia menyimpan salinan Mantra itu di rumahnya ,
maka Anda harus tahu bahkan jika dia memahaminya begitu sedikit bahwa dia tidak
bisa melafalkan mantra dari ingatan , dia tidak akan dilukai oleh racun apapun
selama seluruh hidupnya . "

" Ananda , sekarang Saya akan memberitahu Anda lebih lanjut tentang bagaimana
Mantra ini dapat menyelamatkan dan melindungi dunia , membantu orang-orang
mendapatkan keberanian besar , dan membawa ke pencapaian kebijaksanaan yang
melampaui makhluk hidup ' . Anda harus tahu bahwa, setelah Parinirvana Saya , jika
ada makhluk hidup di jaman berakhirnya Dharma yang bisa melafalkan Mantra itu
sendiri atau mengajar orang lain untuk membacanya , orang tersebut yang membaca
dan menjunjung tinggi nya tidak akan terbakar oleh api , tidak akan tenggelam oleh
air , dan tidak akan dilukai oleh racun ringan atau kuat . "

"Hal-hal lain yang seperti itu tidak akan terjadi pada mereka juga , termasuk tidak
dirasuki oleh naga , dewa , hantu , roh , kelompok mahluk aneh , hantu iblis , atau
mantra jahat . Pikiran Orang-orang ini akan mencapai penerimaan yang tepat ,
sehingga sihir apapun; setiap sihir yang melumpuhkan; setiap racun yang terbuat
dari rerumputan , emas, perak , setiap tanaman, pohon , serangga , atau ular; dan
setiap jenis dari jenis yang tak terhitung jumlahnya dari uap beracun akan berubah
menjadi embun manis ketika berhadapan atau tertelan . Tiada bintang yang jahat ,

237
maupun hantu atau roh yang menaruh kedengkian dalam hati dan yang meracuni
orang lain dapat mengerjakan kejahatan nya pada orang-orang ini . Vinayaka serta
semua raja hantu jahat dan para pengiring mereka akan dipimpin oleh kebaikan yang
mendalam untuk selalu menjaga dan melindungi Mereka . "

" Ananda , Anda harus tahu bahwa delapan puluh empat ribu nayuta dari pasir sungai
Gangga dari berkoti-koti dari para 'Vajragarbharaja Bodhisattva (Bodhisattva Raja
Gudang harta Vajra)' dan keturunan Mereka , masing-masing dengan jumlah besar
Vajra dalam rombongan pengiring Mereka , sesungguhnya hadir , siang dan malam
, pada Mantra ini .

" Jika mahluk, yang pikirannya terpencar-pencar dan yang tidak memiliki Samadhi,
mengingat dan melafalkan Mantra itu , para Vajraraja akan selalu mengelilingi
orang-orang baik seperti itu. Itu bahkan lebih benar untuk mereka yang secara
meyakinkan tuntas pada Bodhi . Semua Vajra-garbha-raja Bodhisattva akan
memperhatikan mereka secara penuh perhatian dan diam-diam mempercepat
pembukaan kesadaran batin mereka . Ketika tanggapan itu terjadi, orang-orang itu
akan mampu untuk mengingat peristiwa sebanyak ribuan kalpa seperti butiran pasir
dalam delapan puluh empat ribu sungai Gangga , mengetahui semuanya tanpa
'keraguan atau khayalan' . Dari kalpa Itu seterusnya , melalui setiap kehidupan
sampai waktu mereka mengambil tubuh terakhir, mereka tidak akan lahir di mana
ada Yaksha , Rakshasa , Putana , kataputana , kumbhanda , Pishacha dan seterusnya;
di mana ada jenis apapun dari hantu kelaparan , atau sedang memiliki atau tiada
bentuk apapun , memiliki atau tiada pemikiran , atau di tempat lain yang seperti
tempat kejahatan tersebut. "

238
" Jika orang-orang yang baik ini membaca, melafalkan , memperbanyak, atau
menulis Mantra itu , Jika mereka membawanya atau menyimpannya , atau jika
mereka membuat persembahan untuk nya , kemudian melalui kalpa setelah kalpa
mereka tidak akan menjadi 'miskin atau rendahan' , atau tidak akan juga mereka
terlahir di tempat-tempat yang tidak menyenangkan . Jika makhluk-makhluk ini
tidak pernah melakukan perbuatan apapun yang menghasilkan berkah , para
Tathagata dari sepuluh penjuru akan melimpahkan pahala dan kebajikan Mereka
Sendiri pada orang-orang ini . karena itu, diseluruh Asamkhyeya dari yang tak dapat
dilukiskan , jumlah yang tak terkatakan dari kalpa-kalpa, seperti banyaknya butiran
pasir didalam sungai Gangga , mereka selalu akan terlahir di tempat-tempat di mana
terdapat para Buddha . Pahala dan kebajikan yang tak terbatas milik mereka akan
tiga kali lipat , seperti kumpulan buah amala , karena Mereka tinggal di tempat yang
sama , menjadi terserap bersama dengan pengolahan budidaya , dan tidak pernah
berpisah dari para Buddha . "

" Oleh karena itu , Mantra itu dapat menyebabkan mereka yang telah melanggar
aturan sila untuk mendapatkan kembali kemurnian dari sumber aturan sila. Itu dapat
menyebabkan mereka yang belum menerima aturan ajaran sila untuk menerima nya.
Itu dapat menyebabkan mereka yang tidak kuat untuk menjadi kuat . Mantra ini
dapat menyebabkan mereka yang tidak memiliki kebijaksanaan untuk mendapatkan
kebijaksanaan . Itu dapat menyebabkan mereka yang tidak murni untuk dengan cepat
menjadi murni. Itu dapat menyebabkan mereka yang bukan vegetarian untuk
menjadi vegetarian. "

" Ananda , jika orang-orang baik yang menjunjung tinggi Mantra ini melanggar

239
aturan-aturan sila murni sebelum menerima nya , kesalahan mereka yang banyak
yang ditimbulkan oleh pelanggaran tersebut , apakah besar atau kecil , bisa dibasmi
secara bersamaan setelah mereka menjunjung Mantra itu . Bahkan Jika mereka
minum minuman keras atau makan lima jenis dari tanaman pedas dan berbagai hal
yang tidak murni lainnya di masa lalu , para Buddha , Bodhisattva , Vajradeva , dewa
, yang abadi , hantu , dan roh tidak akan menahannya terhadap mereka . Jika mereka
tidak bersih dan memakai yang compang-camping , pakaian tua untuk melaksanakan
latihan sendirian didalam suatu tempat oleh mereka sendiri , mereka bisa menjadi
sama-sama murni . Bahkan Jika mereka tidak membuat mimbar , tidak memasuki
'Tempat sang Jalan' , dan tidak berlatih Jalan itu, namun melafalkan dan menjunjung
tinggi Mantra ini , jasa pahala dan kebajikan mereka masih bisa sama persis dengan
yang berasal dari memasuki mimbar itu dan berlatih Jalan itu. Jika mereka telah
melakukan lima perbuatan jahat , pelanggaran serius yang menuntut ganjaran yang
berselang-seling , atau jika mereka adalah para bhiksu atau bhiksuni yang telah
melanggar empat parajika atau delapan parajika , setelah mereka melafalkan Mantra
ini, bahkan karma yang demikian berat itu bisa dibuang setelah mereka melafalkan
Mantra ini , seperti bukit pasir yang tersebar didalam badai , sehingga tidak ada
sebutir dari nya yang tinggal bersisa . "

" Ananda , jika para makhluk yang tidak pernah bertobat dan memperbaiki setiap
pelanggaran yang mengganggu , apakah berat atau ringan , yang mereka telah
lakukan diseluruh kalpa masa lalu yang tak terbatas yang tak terhitung jumlahnya ,
sampai dengan dan termasuk mereka yang di seluruh kehidupan ini , namun bisa
membaca , melafalkan , memperbanyak, atau menulis Mantra ini atau memakainya
pada tubuh mereka atau menempatkannya di rumah mereka atau di kebun rumah
mereka , maka semua timbunan karma itu akan mencair seperti salju didalam air

240
panas . Tak lama, mereka Akan mendapatkan 'Kebangkitan Bodhi pada Kesabaran
dengan Ketiadaan Kedua-dua dari makhluk dan dharma . "

" Selain itu , Ananda , jika wanita yang tidak punya anak dan ingin hamil bisa secara
sungguh-sungguh menghafal dan melafalkan Mantra ini , atau membawa Mantra
Sitata - Patra ini pada tubuh mereka , mereka bisa melahirkan anak laki-laki atau
perempuan yang diberkahi dengan berkah , kebajikan , dan kebijaksanaan. "

" Mereka yang mencari umur panjang akan mendapatkan umur panjang . Mereka
yang berusaha untuk cepat menyempurnakan pahala mereka akan segera mampu
untuk melakukannya . Hal yang sama berlaku untuk mereka yang mencari sesuatu
mengenai tubuh , hidup , penampilan , atau kekuatan mereka. Pada akhir kehidupan
mereka , mereka akan mendapatkan kelahiran kembali yang mereka harapkan dalam
dimanapun dari wilayah dari sepuluh penjuru yang mereka inginkan. Tentu mereka
tidak akan lahir di tempat-tempat yang kurang baik diberkahi , atau sebagai orang-
orang bawahan , apalagi akan mereka terlahir kembali didalam beberapa bentuk
yang aneh . "

" Ananda , jika ada bencana kelaparan di suatu negara , provinsi , atau desa , atau
jika mungkin ada tentara , perampok , penjajah , perang , atau jenis lain dari ancaman
bahaya setempat , maka dengan menuliskan Mantra suci ini dan menempatkan nya
pada keempat pintu gerbang kota , atau pada chaitya atau pada dhvaja , dengan
memerintahkan seluruh rakyat negara itu untuk menghormati Mantra itu, membuat
persembahan untuk nya , memujanya dan dengan pikiran tunggal penuh memberikan
persembahan untuk nya; dengan memerintahkan semua warga negara untuk
memakainya pada tubuh mereka atau untuk menempatkannya di rumah mereka , dan
maka semua bencana dan malapetaka tersebut akan benar-benar hilang . "
241
" Ananda , didalam masing-masing dan setiap negara dimana orang-orang sesuai
dengan Mantra ini , para naga surgawi menjadi senang , angin dan hujan menjadi
bermusim , lima jenis panen tanaman menjadi berlimpah , dan orang-orang merasa
damai dan bahagia . Itu juga bisa menahan semua bintang jahat yang mungkin
muncul di salah satu arah dan mengubah diri mereka sendiri dengan cara aneh yang
luar biasa . Bencana dan penghalang tidak akan timbul . Orang-orang tidak akan mati
dengan kebetulan atau tiba-tiba , tidak pula mereka akan terikat oleh belenggu ,
papan hukuman , atau kunci . Siang and malam mereka akan menjadi damai , dan
tidak ada mimpi buruk yang akan mengganggu tidur mereka . "

" Ananda , dunia Saha ini memiliki delapan puluh empat ribu bintang jahat yang bisa
berubah dan berkemungkinan besar menghancurkan. Dua puluh delapan bintang
kejahatan besar adalah para pemimpin , dan delapan bintang kejahatan besar lainnya
adalah para penguasa . Mereka mengambil berbagai bentuk, dan ketika mereka
muncul di dunia mereka membawa bencana dan bencana yang tak terduga turun
pada para makhluk . Namun ke mana pun Mantra ini disimpan, mereka semua akan
dibasmi . Sebuah perbatasan akan terjamin keamanan sejauh dua belas yojana di
sekitar, dan tidak bencana jahat atau kemalangan akan pernah melanggar batas
atasnya . "

" Oleh karena itu , sang Tathagata menyatakan Mantra ini menjadi satu yang akan
melindungi semua pengolah budidaya dari masa depan yang baru saja mulai belajar,
sehingga mereka bisa memasuki Samadhi , menjadi damai dalam tubuh dan pikiran
, dan mencapai keheningan tenang yang besar. Apalagi akan iblis apapun , hantu ,
atau roh , atau musuh , bencana , atau kemalangan yang seharusnya dari kehidupan

242
lampau yang mencapai kembali ke waktu yang tak berawal , atau karma lama atau
utang masa lalu datang untuk menyusahkan dan menyakiti mereka . "

"Tentang Anda dan semua orang di perkumpulan majelis yang masih sedang belajar
, dan tentang pengolah budidaya dari masa depan yang mengandalkan mimbar Saya
dan mempertahankan aturan sila sesuai dengan Dharma; yang menerima aturan sila
dari para anggota murni dari Sangha; dan yang mempertahankan Mantra - hati ini
tanpa menimbulkan keraguan : jika orang baik seperti ini tidak memahami pikiran
mereka didalam seluruh tubuh itu , maka para Tathagata dari sepuluh penjuru telah
berbohong " !

Ketika Dia menyelesaikan penjelasan ini , ratusan dari ribuan yang tak terukur dari
para ksatriya kekuatan Vajra dalam perkumpulan majelis datang kehadapan sang
Buddha , menempatkan telapak tangan Mereka bersama-sama beranjali ,
membungkuk , dan berkata kepada sang Buddha , " Dengan pikiran yang tulus Kami
akan melindungi orang-orang yang mengolah budidaya Bodhi di Jalan ini , menurut
apa yang sang Buddha telah katakan . "

Kemudian Brahma-raja , Shakra-deva , dan Catur-maha-rajika semuanya datang


kehadapan sang Buddha , memberi hormat bersama-sama , dan berkata kepada sang
Buddha , "Kalau memang ada orang baik yang mengolah budidaya dan belajar di
Jalan ini , kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk dengan sungguh-
sungguh melindungi mereka dan menyebabkan segala sesuatu menjadi seperti yang
mereka akan harapkan di seluruh kehidupan mereka . "

Selain itu para jenderal besar yaksha , rakshasa-raja , putana-raja , kumbhanda-raja


243
, pishacha raja , vinayaka , raja-raja besar hantu, dan semua panglima hantu datang
kehadapan sang Buddha , menempatkan telapak mereka bersama-sama beranjali ,
dan memberi hormat . " Kami Juga telah bersumpah untuk melindungi orang-orang
ini dan menyebabkan tekad mereka pada Bodhi menjadi segera disempurnakan . "

Selanjutnya , yang tak terukur jumlahnya dari dewa matahari dan dewa bulan , raja
penguasa hujan , raja penguasa awan , raja guntur , raja petir yang mengawasi
diseluruh tahun , dan semua rombongan pengiring dari para bintang yang juga ada
didalam persamuan membungkuk di kaki sang Buddha dan berkata kepada sang
Buddha , " Kami Juga melindungi semua pengolah budidaya, sehingga 'Bodhi-
mandala' mereka penuh kedamaian dan mereka bisa mencapai 'Keberanian' . "

Selain itu , yang tak terukur jumlahnya dari roh gunung , roh laut , dan semua yang
dari tanah bumi yang banyak sekali makhluk dan kesatuan dari air , tanah , dan udara
- serta raja angin - dan dewa-dewa dari surga tanpa bentuk , datang kehadapan sang
Tathagata , Kepala mereka menunduk , dan berkata kepada sang Buddha , " Kami
akan melindungi para pengolah budidaya ini juga sampai mereka mencapai Bodhi
dan tidak akan pernah membiarkan setiap iblis memiliki cara mereka dengan mereka
."

Kemudian para Vajragarbharaja Bodhisattva didalam perkumpulan majelis yang


besar , jumlahNya sebanyak delapan puluh empat ribu nayuta koti dari butiran pasir
di sungai Gangga , bangkit dari tempat duduk Mereka , membungkuk di kaki sang
Buddha , dan berkata kepada sang Buddha , " Bhagawan , sifat alami dari perbuatan
Kami didalam pengolahan budidaya adalah seperti itu, meskipun Kami sudah lama
sejak mencapai Bodhi , Kami tidak menggenggam Nirwana , tapi selalu menemani

244
mereka yang mempertahankan Mantra ini , menyelamatkan dan melindungi mereka
yang dalam usia akhir yang mengolah Samadhi secara benar . Bhagawan , orang
yang seperti ini, yang mengolah pikiran mereka dan mencari pemusatan pikiran
konsentrasi yang tepat , apakah di 'Tempat sang Jalan' atau berjalan di sekitar , dan
bahkan orang-orang tersebut yang dengan 'pikiran yang tersebar' berkeliaran dan
menghibur diri mereka sendiri di desa-desa , akan disempurnakan dan dilindungi
oleh Kami dan rombongan pengikut Kami. Meskipun para raja iblis dan para 'dewa
kenyamanan besar' akan berusaha untuk mendapatkan mereka , mereka tidak akan
pernah mampu untuk melakukannya . Para hantu yang lebih kecil harus tinggal
berdiam di jarak sepuluh yojana 'dari orang-orang baik ini, kecuali bagi para
makhluk yang telah bertekad bahwa mereka Ingin mengolah budidaya dhyana ."

" Bhagawan , jika iblis jahat tersebut atau pengiring mereka ingin menyakiti atau
mengganggu orang-orang baik ini, Kami akan menghancurkan kepala mereka jadi
berkeping-keping dengan palu Vajra Kami . Kami akan selalu membantu orang-
orang ini untuk mencapai itu."

Kemudian Ananda bangkit dari tempat dudukNya , bersujud di kaki sang Buddha ,
dan berkata kepada sang Buddha , " Sekarang Kami yang membosankan dan yang
lambat , yang gemar pada pengetahuan tetapi tidak berusaha untuk menghentikan
arus perpindahan keluar dari pikiran Kami , telah menerima ajaran yang penuh kasih
dari sang Buddha dan telah mencapai cara yang tepat untuk menjadi dimasukkan
dengan pengolahan budidaya , Kami mengalami sukacita didalam tubuh dan pikiran
dan mendapatkan manfaat yang luar biasa . Bhagawan , bagi orang yang mengolah
budidaya di Jalan ini dan ditetapkan sebagai yang telah mencapai Samadhi sang
Buddha , tapi yang belum mencapai Nirwana , apa yang dimaksud dengan tingkat

245
Kebijaksanaan yang kering ? Apa empat puluh empat pikiran itu ? Apa urutan yang
orang mengolah untuk mencapai tujuannya ? Tempat apa yang harus orang capai
untuk dikatakan Telah Memasuki bhumi ? Dan apa yang dimaksud dengan
Bodhisattva dari Pencerahan Yang Sama? "

Setelah mengatakan ini , Dia membuat sujud penuh, dan kemudian perkumpulan
majelis yang besar dengan pikiran tunggal menunggu bunyi dari suara yang welas
asih dari sang Buddha ketika mereka menatap tanpa berkedip dengan kekaguman
yang penuh hormat.

Pada waktu itu sang Bhagavan memuji Ananda , mengatakan , "Bagus sekali, bagus
sekali , Bahwa demi seluruh perkumpulan majelis yang besar dan para makhluk
diusia akhir yang mengolah Samadhi dan mencari Mahayana , Anda bertanya untuk
memiliki jalur yang tepat tak tertandingi dari mengolah budidaya yang membawa
orang dari tingkat orang biasa hingga ke parinirvana akhir untuk dijelaskan dan
diungkapkan . Dengarkan dengan penuh perhatian, dan Saya akan berbicara tentang
hal itu untuk Anda . "

Ananda dan semua orang dalam persamuan menempatkan telapak tangan mereka
bersama-sama beranjali , membersihkan pikiran mereka , dan diam-diam menunggu
untuk menerima pengajaran .

Sang Buddha berkata , " Ananda , Anda harus tahu bahwa sifat alami yang indah
menakjubkan itu adalah sempurna dan cerah , terlepas dari semua nama dan sifat .
Pada dasarnya tidak ada dunia , dan juga tidak ada makhluk . Dikarenakan oleh

246
kepalsuan , maka 'gejala kejadian' menjadi ada . Karena gejala kejadian menjadi
ada , mereka juga berhenti menjadi. Bahkan istilah ' menjadi ada' dan ' berhenti
menjadi ' adalah palsu. Ketika kepalsuan itu berhenti menjadi , Itu dikenal sebagai
'kebenaran'. Inilah yang disebut Bodhi tak tertandingi dari Tathagata dan Nirvana
besar : Nama-nama ini merujuk pada dua jenis dari pembalikan . Ananda , sekarang
Anda ingin mengolah Samadhi yang sesungguhnya dan tiba secara langsung di
Parinirvana sang Tathagata . Pertama, Anda Harus mengenali dua penyebab terbalik
dari makhluk hidup dan dunia . Ketiadaan kemunculan 'terbalik' adalah Samadhi
yang sesungguhnya dari Tathagata.

" Ananda , apa yang dimaksud dengan 'terbalik' dari para makhluk ? Ananda , 'sifat
alami Kita' memberikan pikiran dengan pemahaman karena sifat alami itu sendiri
adalah kesempurnaan dari pemahaman . Dengan menambahkan pemahaman , 'sifat
alami lainnya' datang menjadi ada , dan dari sifat alami yang palsu itu, penglihatan
muncul . Dari 'ketiadaan yang mutlak' datang 'keberadaan akhir' . Semua yang 'ada'
terjadi di jalan Itu .

Penyebab itu bukanlah penyebab sebenarnya . Subyek pelaku yang


beketergantungan pada penampilan obyek adalah pada dasarnya tidak berdasar. Jadi
demikian , yang sangat dasar bagi keberadaan dunia dan makhluk adalah pada
dasarnya tidak dapat diandalkan

" Kebingungan tentang 'dasar seseorang', pemahaman yang sempurna menghasilkan


kemunculan dari kepalsuan . Kepalsuan itu sendiri adalah tanpa zat , itu bukanlah
sesuatu yang dapat diandalkan . Orang mungkin ingin kembali kepada kebenaran ,
tapi keinginan untuk kebenaran itu sudah menjadi kepalsuan . Sifat alami yang sejati
247
dari 'Tathata' yang sejati bukanlah suatu kebenaran yang orang dapat mencari untuk
kembali . Dengan demikian orang kehilangan tanda itu . 'Apa yang pada dasarnya
tidak muncul' , 'apa yang pada dasarnya tidak tinggal', 'apa yang pada dasarnya bukan
pikiran' , dan 'apa yang pada dasarnya bukan dharma' datang menjadi ada secara
bergantian. Ketika mereka muncul lebih dan lebih dengan kuat , mereka membentuk
kecenderungan untuk menciptakan karma . 'Karma yang sama' mendirikan
rangsangan yang saling timbal-balik . Dikarenakan oleh karma yang dihasilkan
demikian itu , ada pembuatan yang saling timbal-balik dan kepunahan yang saling
timbal-balik . Itulah sebab untuk keterbalikan dari para makhluk .

" Ananda , apakah keterbalikan dari dunia? 'Semua yang ada dan berkaitan dengan
keberadaan' secara palsu muncul di golongan dan bagian . Dunia didasarkan pada
itu, tetapi penyebab ini bukanlah penyebab sebenarnya . Segala sesuatu yang
tergantung tidak ada yang adalah tergantung , dan jadi ia bergeser dan meluncur tak
henti-hentinya . Dikarenakan oleh ini, dunia dari tiga periode waktu dan empat
penjuru arah datang menjadi ada . Penyatuan dan hubungan saling timbal-balik
mereka menyebabkan perubahan yang menghasilkan dua belas kategori makhluk .

" Itulah sebabnya , di dunia ini , gerakan menghasilkan suara , suara menghasilkan
bentuk, bentuk menghasilkan bau , bau menghasilkan hubungan , hubungan
menghasilkan rasa , dan rasa menghasilkan kesadaran 'dharma (=gejala kejadian)'.
Pikiran acak yang palsu yang dihasilkan dari enam itu yang menciptakan karma ,
dan ini terus bergulir menjadi penyebab dari dua belas kategori yang berbeda . Dan
jadi , di dunia, suara , bau, rasa , hubungan, dan sejenisnya , masing-masing berubah
sepanjang dua belas kategori untuk membuat satu putaran lengkap .

248
" Berdasarkan pada proses yang terus bergulir itu yang melibatkan gejala kejadian
yang terbalik , 'mereka yang lahir dari telur' , 'mereka yang lahir dari rahim' , 'mereka
yang lahir dari kelembaban' , dan 'mereka yang lahir dari perubahan wujud';
'makhluk dengan bentuk' , 'mereka yang tanpa bentuk' , 'orang-orang dengan
pemikiran' , dan 'mereka yang tanpa pikiran'; 'makhluk yang tidak sepenuhnya
diberkahi dengan bentuk' , 'mereka yang tidak sepenuhnya tanpa bentuk' , 'mereka
yang tidak sepenuhnya diberkahi dengan pikiran' , dan 'mereka yang tidak
sepenuhnya tanpa pikiran' menjadi ada di dunia ini .

" Ananda , melalui proses yang terus menerus dari kepalsuan , keadaan yang terbalik
dari 'gerakan' terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'tenaga' untuk menjadi delapan
puluh empat ribu macam dari pikiran acak yang tidak terbang keatas ataupun tidak
menyelam ke bawah. Dari telur itu menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah
sebagai ikan , burung , amfibi , dan reptil , sehingga jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari kekotoran (klesa) , keadaan yang terbalik
dari 'hasrat keinginan' terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'perangsangan' untuk
menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak yang tidak tegak ataupun
tidak mendatar. Dari janin itu didalam rahim menjadi ada dan berpindah ke seluruh
wilayah sebagai manusia , hewan , naga , dan yang abadi sampai jenis mereka
berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari kemelekatan (upadana) , keadaan yang
terbalik dari 'kecendrungan kehendak' terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan
'kehangatan' menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak yang
bimbang dan terbalik . Dari mahluk hidup itu didalam kelembaban menjadi ada dan

249
berpindah ke seluruh wilayah sebagai 'serangga dan mahluk tanpa tulang belakang'
yang merangkak , sampai jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari perubahan , keadaan yang terbalik dari
'pinjaman' terjadi di dunia ini . Berdasarkan pada yang terbalik , itu menyatu dengan
'hubungan' menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari yang
baru dan lama . Dari itu, mahluk hidup yang menjalani perubahan bentuk menjadi
ada dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai bentuk-bentuk dari mahluk
metamorfosis yang terbang dan merangkak, sampai jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari pengekangan , keadaan yang terbalik dari
'gangguan halangan' terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'kemelekatan' menjadi
delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari kemurnian dan
kecemerlangan . Dari kelompok mahluk hidup itu yang memiliki bentuk menjadi
ada dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai makhluk yang baik dan buruk , sampai
jenis mereka berlimpah.

" Melalui proses yang terus menerus dari penghancuran dan pembubaran , keadaan
yang terbalik dari 'angan-angan khayalan' terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan
'kegelapan' menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari
ketidakjelasan dan yang bersembunyi . Dari itu, kelompok mahluk hidup yang tidak
memiliki bentuk menjadi ada dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai mahluk
yang kosong , yang tersebar , yang termusnahkan , dan yang terendam air sampai
jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari angan-angan khayalan ilusi , keadaan yang
250
terbalik dari 'bayangan' terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'ingatan' menjadi
delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak yang tersembunyi dan terikat .
Dari itu, kelompok mahluk hidup yang diberkahi dengan pikiran , menjadi ada dan
berpindah ke seluruh wilayah sebagai roh , hantu , dan makhluk terpencil , sampai
jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari kekusaman dan kelambatan, keadaan yang
terbalik dari 'kebodohan' terjadi di dunia ini . Itu menyatu dengan 'ketegaran' menjadi
delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak yang kering dan dilemahkan .
Dari itu, kelompok mahluk hidup yang tidak memiliki pikiran , menjadi ada dan
berpindah ke seluruh wilayah seperti kekuatan hidup dan semangat mereka berubah
menjadi tanah, kayu , logam , atau batu , sampai jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari pengaruh timbal-balik yang saling
merugikan, keadaan yang terbalik dari 'tiruan' terjadi di dunia ini . Itu menyatu
dengan 'kekotoran' menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari
yang sesuai dan mengandalkan . Dari itu, kelompok mahluk hidup yang tidak benar-
benar diberkahi dengan bentuk , mengambil bentuk janin dan berpindah ke seluruh
wilayah sampai jenis mereka berlimpah, sebagai ikan ubur-ubur yang mengunakan
yang kecil untuk mata dan sejenisnya .

" Melalui proses yang terus menerus dari saling tarik , keadaan yang terbalik dari
'sifat alami' terjadi di dunia ini . Itu bersatu dengan mantra menjadi delapan puluh
empat ribu macam dari pikiran acak dari pembalasan dan memanggil . Dari itu,
kelompok mahluk hidup yang tidak benar-benar tiada bentuk menjadi makhluk tanpa

251
bentuk dan berpindah ke seluruh wilayah sebagai makhluk tersembunyi dari mantra
dan jampi , sampai jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari persatuan palsu, keadaan yang terbalik dari
'pelanggaran' terjadi di dunia ini . Itu bersatu dengan pembentukan yang tidak serupa
menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari pertukaran yang
timbal balik . kelompok mahluk hidup yang tidak benar-benar diberkahi dengan
pikiran , menjadi diberkahi dengan pikiran dan berpindah ke seluruh wilayah dalam
bentuk seperti itu sebagai tawon yang mengubah makhluk yang berbeda menjadi
jenis nya sendiri dan sejenisnya , sampai jenis mereka berlimpah .

" Melalui proses yang terus menerus dari permusuhan dan merugikan, keadaan yang
terbalik dari 'pembunuhan' terjadi di dunia ini . Itu bersatu dengan benda yang aneh
menjadi delapan puluh empat ribu macam dari pikiran acak dari melahap ayah dan
ibu seseorang. Dari itu, kelompok mahluk hidup yang tidak benar-benar tiada pikiran
menjadi makhluk yang tidak memiliki pikiran dan berpindah ke seluruh wilayah,
sampai jenis mereka berlimpah dalam bentuk sebagai 'burung hantu' yang
menetaskan anak muda nya dari gumpalan kotoran lumpur , dan 'burung cermin
pecah', yang menetaskan buah beracun untuk membuat anaknya kemudian anak
muda itu masing-masing memakan orang tua itu dan sejenisnya , sampai jenis
mereka berlimpah . ini adalah dua belas kategori dari makhluk . "

" Ananda , masing-masing dari kategori makhluk ini dipenuhi dengan dua belas
macam keadaan yang terbalik , sama seperti menekan mata seseorang menghasilkan
berbagai gambar yang seperti bunga. Dengan pembalikan dari kesempurnaan yang
indah menakjubkan, pemahaman murni dari 'pikiran yang benar' menjadi dipenuhi

252
dengan pikiran yang palsu dan acak . Sekarang , ketika Anda mengolah budidaya
menuju penetapan ke Samadhi dari sang Buddha , Anda akan melalui tiga tingkat
yang bertahap untuk menyingkirkan penyebab dasar dari pikiran-pikiran yang acak
ini . Mereka bekerja hanya dalam cara bahwa air panas dicampur dengan abu dupa
membersihkan bejana yang telah menampung madu beracun . Setelah itu , bejana
tersebut dapat digunakan untuk menyimpan embun manis.

" Apa tiga tingkat yang bertahap itu? Yang pertama adalah untuk memperbaiki
kebiasaan seseorang dengan menyingkirkan penyebab yang membantu ; yang kedua
adalah untuk benar-benar mengolah budidaya untuk memotong inti sari dari karma
pelanggaran ; yang ketiga adalah untuk meningkatkan semangat seseorang untuk
mencegah perwujudan karma .
" Apa itu penyebab yang membantu? Ananda , dua belas kategori dari makhluk
hidup di dunia ini tidak secara lengkap dalam diri mereka sendiri , tetapi tergantung
pada empat jenis dari makan; Yaitu, makan melalui porsi , makan melalui hubungan
, makan melalui pikiran , dan makan melalui kesadaran . Oleh karena itu , sang
Buddha mengatakan bahwa semua makhluk harus makan untuk hidup .

" Ananda , semua makhluk bisa hidup jika mereka makan apa yang segar , dan
mereka akan mati jika mereka menerima racun . Makhluk yang mencari Samadhi
harus menahan diri dari memakan lima tumbuhan pedas menyengat dari dunia ini .
Jika kelima ini dimakan termasak , mereka meningkatkan gairah seksual seseorang
; jika mereka dimakan mentah , mereka meningkatkan kemarahan seseorang.Oleh
karena itu, bahkan jika orang di dunia ini yang makan tanaman yang pedas
menyengat dapat menjelaskan dua belas pembagian dari kitab Sutra , para dewa dan
yang abadi dari sepuluh penjuru arah akan tinggal jauh dari mereka karena mereka
berbau begitu buruk . Namun, setelah mereka makan benda-benda ini, para hantu
253
kelaparan akan melayang-layang dekat di sekitar dan mencium bibir mereka .
Menjadi selalu di dalam kehadiran hantu , berkat dan kebajikan mereka akan larut
seperti hari-hari berlalu , dan mereka akan mengalami sedikit manfaat. Orang yang
makan tanaman pedas menyengat dan juga mengolah Samadhi tidak akan dilindungi
oleh para Bodhisattva , dewa , yang abadi , atau roh dari sepuluh penjuru , sehingga
raja-raja iblis yang sangat kuat , mampu melakukan apa yang mereka harap , akan
muncul dalam tubuh seorang Buddha dan berbicara Dharma untuk mereka , mencela
ajaran sila dan memuji nafsu, kemarahan , dan kebodohan . Ketika hidup mereka
berakhir, orang-orang ini akan bergabung dengan rombongan raja iblis. Ketika
mereka menghabiskan berkat mereka sebagai iblis , mereka akan jatuh ke dalam
neraka yang tidak berselang-selang. Ananda , mereka yang mengolah budidaya
untuk Bodhi harus tidak memakan lima tanaman pedas menyengat . ini adalah yang
pertama dari tingkat yang bertahap dari pengolahan budidaya .

" Apa itu intisari dari pelanggaran karma ? Ananda , makhluk yang ingin memasuki
Samadhi harus terlebih dahulu secara tegas menegakkan ajaran sila murni . Mereka
harus memusnahkan hasrat seksual selamanya , tidak mengambil anggur atau daging
, dan memakan yang dimasak daripada makanan mentah . Ananda , jika pengolah
budidaya tidak memotong hasrat seksual dan membunuh , akan mustahil bagi
mereka untuk melampaui Tiga alam. Anda harus menganggap hasrat seksual sebagai
ular berbisa atau penjahat yang marah. Pertama, berpegang pada 'Empat atau
Delapan Parajika dari Sravaka' untuk mengendalikan kegiatan tubuh fisik Anda;
kemudian mengolah budidaya 'peraturan murni dari Bodhisattva' untuk
mengendalikan kegiatan batin Anda. Saat sila berhasil ditegakkan , seseorang tidak
akan menciptakan karma yang mengarah ke saling kelahiran kembali dan saling
membunuh di dunia ini. Jika seseorang tidak mencuri , seseorang tidak akan
berhutang , dan seseorang tidak akan harus membayar kembali utang-utang masa
254
lalu di dunia ini . Jika orang-orang yang murni dengan cara ini mengolah budidaya
Samadhi , mereka secara alami akan dapat merenungkan sejauh mana dunia dari
sepuluh penjuru dengan tubuh fisik yang diberikan orang tua mereka ; tanpa
memerlukan mata Surgawi , mereka akan melihat para Buddha berbicara Dharma
dan menerima secara pribadi ajaran bijaksana ini. Mendapatkan penembusan batin
yang besar , mereka akan menjelajah melalui sepuluh penjuru arah , mendapatkan
kejelasan mengenai kehidupan masa lalu , dan tidak akan menemui kesulitan dan
bahaya .ini adalah yang kedua dari tingkat yang bertahap dari pengolahan budidaya
.

" Apa itu perwujudan dari karma ? Ananda , orang-orang seperti ini , yang murni
dan yang menjunjung tinggi sila , tidak memiliki pikiran keserakahan dan hasrat
seksual , sehingga mereka tidak menjadi berfoya-foya didalam mengejar enam objek
indera luar yang kotor tercemar . karena mereka tidak mengejar nya , mereka
berbalik ke sumber mereka sendiri . Tanpa kondisi dari obyek yang kotor , tidak ada
apapun bagi organ indera untuk mencocokkan diri dengan nya , dan sehingga mereka
membalikkan aliran arus mereka , menjadi satu kesatuan , dan tidak lagi terbatas
pada enam fungsi tersendiri . Semua wilayah dari sepuluh penjuru kemudian menjadi
jelas cemerlang dan murni seperti bulan tergantung didalam kristal . Tubuh dan
pikiran mereka penuh bahagia saat mereka mengalami kesetaraan dari
kesempurnaan yang indah menakjubkan, dan mereka mencapai kedamaian yang
besar. Kesempurnaan rahasia dan keajaiban murni dari semua Tathagata muncul
dihadapan mereka . Orang-orang ini kemudian mendapatkan Kesabaran dengan
ketiadaan dari makhluk dan dharma . Mereka kemudian secara bertahap mengolah
sesuai dengan latihan-latihan mereka , sampai mereka berada dengan aman di posisi
yang bijaksana. ini adalah yang ketiga dari tingkat yang bertahap dari pengolahan
budidaya .
255
" Ananda , nafsu cinta dan hasrat birahi orang-orang yang baik ini layu dan kering ,
organ indera dan obyek indera tidak lagi saling terhubung, sehingga sisa kebiasaan
tidak terus muncul . Dengan menyadari bahwa kemelekatan pikiran adalah palsu ,
mereka hanya menggunakan kebijaksanaan. Kebijaksanaan itu bersinar diseluruh
sepuluh penjuru arah , dan kebijaksanaan awal ini disebut Tahap dari kebijaksanaan
kering . Meskipun kebiasaan dari nafsu keinginan pada awalnya kering , mereka
masih belum bergabung dengan air Dharma yang mengalir dari para Tathagata .

" Kemudian , dengan pikiran ini berpusat di tengah , mereka memasuki aliran arus
dimana 'kesempurnaan yang indah menakjubkan' mengungkapkan dirinya . Dari
kebenaran kesempurnaan yang indah menakjubkan itu, di sana berulang kali muncul
keajaiban dari kebenaran . Mereka selalu tinggal berdiam didalam keajaiban dari
keyakinan, sampai semua pikiran yang salah benar-benar sepenuhnya dihapuskan
dan Jalan Tengah adalah total benar . Ini disebut 'Pikiran yang Berada didalam
Keyakinan' .

" Ketika 'keyakinan yang benar' dimengerti dengan jelas , maka penembusan yang
sempurna adalah total, dan tiga aspek dari skandha , tempat , dan alam adalah tidak
lagi penghalang . Maka semua kebiasaan mereka sepanjang ribuan kalpa yang tak
terhitung di masa lalu dan masa depan , selama di mana mereka meninggalkan tubuh
dan menerima tubuh , muncul kepada mereka sekarang pada saat ini . Orang-orang
yang baik ini dapat mengingat semuanya dan tidak melupakan apapun . Ini disebut
'Pikiran yang Berada didalam Kesadaran Penuh Perhatian' .

" Ketika kesempurnaan yang indah menakjubkan benar-benar sepenuhnya benar,

256
kebenaran sifat pokok itu menghasilkan perubahan wujud . Mereka melampaui
kebiasaan yang tanpa awal untuk mencapai satu kecerahan pokok . Hanya
mengandalkan kecerahan pokok ini , mereka maju berkembang menuju ke
kemurnian sejati . Ini disebut 'Pikiran dari Semangat' .

" Intisari pokok dari pikiran mengungkapkan dirinya sendiri sebagai kebijaksanaan
total; ini disebut 'Pikiran yang Berada didalam Kebijaksanaan' .

" Ketika kebijaksanaan dan kecerahan dipertahankan dengan teguh , kesunyian yang
mendalam meliputi dimanapun. Tahap di mana keagungan dari keheningan ini
menjadi tetap dan kuat disebut 'Pikiran yang Berada didalam Samadhi' .

" Cahaya dari Samadhi memancarkan Kecerahan . Bila intisari pokok dari kecerahan
masuk sangat dalam , mereka hanya maju dan tidak pernah mundur . Ini disebut
'Pikiran yang Avaivartika (Tanpa Kemunduran Tak Dapat Diubah)' .

" Ketika kemajuan dari pikiran mereka diamankan , dan mereka mempertahankan
pikiran mereka dan melindungi nya tanpa kehilangan ; mereka terhubung dengan
nafas kehidupan dari para Tathagata dari sepuluh penjuru . Ini disebut 'Pikiran yang
Melindungi Dharma' .

" Dengan melindungi cahaya dari pencerahan mereka, mereka dapat menggunakan
kekuatan yang indah menakjubkan untuk kembali ke cahaya Buddha dari belas kasih
dan kembali untuk berdiri teguh dengan Buddha . Hal ini seperti dua cermin yang
terletak menghadap satu sama lain , sehingga diantara mereka gambar yang indah

257
saling mencerminkan dan masuk ke dalam satu demi satu lapisan. ini disebut 'Pikiran
yang Membuat Pemindahan' .

" Dengan rahasia yang saling mempengaruhi dari cahaya ini , mereka memperoleh
kekuatan abadi Buddha dan kemurnian yang indah tak tertandingi . Tinggal berdiam
didalam yang tidak berkondisi , mereka mengetahui tidak ada kerugian atau
pemborosan. Ini disebut 'Pikiran yang Berada didalam Ajaran Sila' .

" Tinggal berdiam di dalam ajaran sila dengan penguasaan diri , mereka bisa
menjelajah ke seluruh sepuluh penjuru arah , ke manapun mereka inginkan . Ini
disebut 'Pikiran yang Berada didalam Sumpah' .

" Ananda , orang-orang yang baik itu menggunakan jalan bijaksana yang tepat untuk
mendatangkan sepuluh pikiran itu . Intisari pokok dari pikiran ini menjadi
mempesona , dan sepuluh fungsi mereka terhubung ke titik dari pikiran tunggal . Itu
disebut 'Tempat Tinggal dari Mendatangkan Ketetapan' .

" Penemuan yang dibuat oleh pikiran itu adalah seperti kristal murni didalam di mana
dapat dilihat emas murni . Berdasarkan pada pikiran yang indah menakjubkan
sebelumnya itu , mereka melangkah ke tingkat ini disebut 'Tempat Tinggal dari
Pokok Peraturan' .

" Ketika pikiran pada pokok itu terhubung dengan kebijaksanaan, keduanya menjadi
terang dan luas menyeluruh . Melintasi sepuluh penjuru tanpa halangan maka disebut
'Tempat Tinggal dari Pengolahan Budidaya' .

258
" Ketika perilaku mereka adalah sama seperti Buddha dan mereka terhubung dengan
semangat Buddha , maka , seperti tubuh diantara skandha mencari ayah dan ibu ,
mereka menembus kegelapan dengan komunikasi yang tersembunyi dan memasuki
keturunan dari sang Tathagata . Itu disebut 'Tempat Tinggal dari Kelahiran Mulia' .

" Karena mereka naik di rahim sang Jalan , mereka adalah pewaris Pencerahan
seperti janin dewasa telah mengembangkan semua ciri manusia. Itu disebut 'Tempat
Tinggal yang Diberkahi dengan Keterampilan didalam Upaya'.

" Penampilan tubuh fisik mereka menjadi tubuh dari para Buddha dan pikiran
mereka juga sama. Itu disebut 'Tinggal berdiam didalam Pikiran Yang Tepat' .

" Bersatu didalam tubuh dan pikiran , mereka tumbuh dan dewasa di hari demi hari
. Itu disebut 'Tinggal berdiam didalam Avaivartika' .

" Dengan penampilan yang berkhasiat dari sepuluh tubuh , yang secara bersamaan
disempurnakan , mereka Tinggal berdiam sebagai Pemuda Yang Murni .

" Benar-benar sepenuhnya dikembangkan , mereka meninggalkan rahim dan


menjadi anak-anak dari sang Buddha . Itu adalah 'Tinggal berdiam sebagai Pangeran
Dharma'. Mencapai sepenuhnya kedewasaan , mereka seperti seorang pangeran
terpilih dari seorang raja yang kuat yang menyerahkan urusan negara . Pada akhirnya
sang putra sulung dari Raja Ksatria akan di urapi upacara suci pada Mahkota kepala
. Itu disebut 'Tinggal berdiam didalam Pengurapan Upacara Suci Mahkota kepala'.

259
" Ananda , setelah orang-orang yang baik ini telah menjadi putra sang Buddha ,
mereka dilengkapi dengan yang tanpa batas banyaknya kebajikan yang indah
menakjubkan dari para Tathagata , dan mereka akan menuruti dan selaras dengan
makhluk disepanjang sepuluh penjuru . Itu disebut 'Perilaku dari Kebahagiaan' .

" Menjadi secara baik mampu menolong semua makhluk disebut 'Perilaku dari
Memberi Manfaat' .

" Mencerahkan diri mereka sendiri dan mencerahkan orang lain tanpa melahirkan
perlawanan apapun disebut 'Perilaku Bebas Kemarahan' .

" Kemudian mereka menjalani kelahiran dalam berbagai bentuk terus menerus
hingga batas dari masa depan . Berlatih yang 'sama rata' diseluruh tiga periode waktu
dan meresap meliputi sepuluh penjuru disebut 'Perilaku Berlanjut Tanpa Akhir' .

" Ketika semuanya sama sesuai , orang tidak pernah membuat kesalahan di antara
berbagai pintu Dharma . Itu disebut 'Dia Melakukan Kebebasan dari Kebingungan
terperdaya' .

" Kemudian didalam apa yang sama serupa , banyak sekali perbedaan muncul.
Namun didalam penampilan yang berbeda , ciri khas dapat dirasakan .Itulah yang
disebut 'Perilaku dari Perwujudan Bermanfaat' .

" Itu terus berlanjut sampai mencakup semua partikel debu yang mengisi ruang
angkasa kosong seluruh sepuluh penjuru arah . Dalam setiap dan sebutir debu ada
muncul dunia-dunia di sepuluh penjuru . Namun penampilan dari butir-butir debu
260
dan penampilan dari dunia-dunia tidak mengganggu satu sama lain . Itu disebut
Perilaku dari Tiada Kemelekatan .

" Segala sesuatu yang muncul dihadapan seseorang menjadi Paramita yang paling
terkemuka . Itu disebut 'Perilaku dari Pemujaan' .

" Dengan perpaduan sempurna seperti ini, seseorang bisa memperagakan diri
menurut semua Buddha dari sepuluh penjuru . Itu disebut 'Perilaku Berdasarkan pada
Dharma Yang Bermanfaat' .

" Ketika setiap dan salah satu dari mereka menjadi murni dan tanpa arus perpindahan
keluar , mereka bergabung menjadi suatu kebenaran tunggal , yang tidak berkondisi
, itu merupakan intisari pokok dari sifat alami . Itu disebut 'Perilaku dari Kenyataan'
.

" Ananda , ketika orang-orang baik ini yang penuh dengan penembusan batin telah
melakukan pekerjaan Buddha dan benar-benar murni total dan sepenuhnya benar ,
mereka dapat tetap jauh dari rintangan dan bencana . Kemudian mereka
menyeberangkan makhluk tanpa terikat pada ide gagasan menyeberangkan mereka
. Mereka mengarahkan pikiran yang tak berkondisi menuju jalan Nirvana . itu
disebut 'Pemindahan dari Menyelamatkan dan Melindungi Makhluk Hidup ,
sementara Terlepas dari Penampilan dari Mahluk Hidup' .

" Menghancurkan apa yang harus dihancurkan dan yang bersisa dihapus jauh dari
apa yang harus ditinggalkan disebut 'Pemindahan dari Yang Tak Dapat Dihancurkan'
.
261
" Pencerahan Yang Mendasar adalah sungguh mendalam, pencerahan yang pada
tingkat dengan pencerahan Buddha . Itu disebut 'Pemindahan dari Kesamaan dengan
Semua Buddha' .

" Ketika kebenaran mutlak ditemukan , tingkat nya seperti tingkat dari para Buddha
. Itu disebut 'Pemindahan dari Mencapai semua Tempat' .

" Dunia-dunia dan para Tathagata termasuk satu sama lain tanpa halangan apapun .
Itu disebut 'Pemindahan dari Harta dari Pahala dan Kebajikan Yang Tak Akan Surut'
.

" Karena tingkat mereka adalah seperti Buddha , masing-masing dan setiap sebab
yang mereka buat pada tingkat itu adalah murni . Berdasarkan pada penyebaran
penyebab tersebut , mereka langsung turun ke jalan menuju Nirvana . Itu disebut
'Pemindahan dari Akar Yang Baik dari Mengikuti Apa Yang Pada Dasarnya Sama
serupa '.

" Ketika 'akar sejati' ditetapkan , maka semua makhluk di sepuluh penjuru adalah
sifat alami saya sendiri . Tidak seorang pun hilang , saat sifat alami ini berhasil
disempurnakan . Itu disebut 'Pemindahan dari Mengikuti Perenungan Yang Tidak
Memihak dari Semua Makhluk .

" Menjadi sama dengan semua dharma namun terlepas dari semua gejala kejadian ,
mereka tidak melekat ke salah satu ciri khas maupun pemisahan. Itu disebut

262
'Pemindahan dari Penampilan Tathata Yang Sejati.

" Itu yang demikian benar-benar diperoleh , dan tidak ada halangan diseluruh
sepuluh penjuru . Itu disebut 'Pemindahan dari Pembebasan Yang Tidak Terkekang'
.

" Ketika kebajikan dari sifat alami secara sempurna terwujud , batas-batas dari
"dharmadhatu (alam dharma)" dihancurkan . Itu disebut 'Pemindahan
Ketidakterbatasan dari dharmadhatu' .

" Ananda , ketika orang-orang yang baik ini telah sepenuhnya memurnikan empat
puluh satu pikiran ini, mereka selanjutnya mencapai 'Empat Jenis dari Praktek
Membantu Yang Indah Sempurna' .

" Pencerahan dari Buddha hanya akan menjadi fungsi dari pikiran mereka sendiri .
Itu adalah di ambang kemunculan tetapi belum muncul , dan sehingga itu dapat
dibandingkan dengan titik sebelum kayu terbakar ketika dibor untuk menghasilkan
api . Itu disebut 'Tingkat dari Panas' .

" Mereka melanjutkan dengan pikiran mereka sendiri untuk melangkah dimana para
Buddha melangkah, seakan mengandalkan namun tidak. Hal ini seolah-olah mereka
sedang mendaki sebuah gunung yang tinggi , ke titik di mana tubuh mereka di ruang
angkasa tapi tetap ada halangan sedikit di bawah mereka . Itu disebut 'Tingkat dari
Puncak'.

" Ketika pikiran dan Buddha adalah dua dan belum sama , mereka telah dengan baik
263
memperoleh Jalan Tengah . Mereka adalah seperti seseorang yang menahan sesuatu
ketika itu tampaknya mustahil untuk baik terus dipertahankan ataupun
membiarkannya pergi . Itu disebut 'Tingkat dari Kesabaran' .

" Ketika 'angka dan batas' menghilang, tidak ada sebutan seperti 'Jalan Tengah' atau
seperti 'Kebingungan' dan 'Pencerahan' yang dibuat . Itu disebut 'Tingkat dari
Menjadi Yang Pertama di Dunia' .

" Ananda , orang-orang yang baik ini telah berhasil menembus ke Maha Bodhi .
Pencerahan mereka capai melalui Tathagata. Mereka telah memahami keadaan dari
KeBuddhaan. Itu disebut 'Tingkat dari Kebahagiaan'.

" Perbedaan-perbedaan masuk ke dalam ciri khas , bahkan 'gagasan dari ciri khas'
menghilang. Itu disebut 'Tingkat dari Meninggalkan Kotoran' .

" Pada titik dari kemurnian yang tertinggi , kecerahan datang . Itulah yang disebut
'Tingkat dari Cahaya Yang Memancar' .

" Ketika Kecerahan menjadi Pokok , Pencerahan penuh . Itulah yang disebut 'Tingkat
dari Kebijaksanaan Yang Menyala' .

" Tidak ada 'ciri khas atau perbedaan' dapat dicapai . Itu disebut 'Tingkat dari Tak
Terkalahkan' . "

264
" Dengan tathata sejati yang tidak berkondisi , sifat alami bersih tak bernoda , dan
Kecerahan terungkap . Itu disebut 'Tingkat dari Perwujudan' .

" Datang ke batas terjauh dari Tathata sejati disebut 'Tingkat dari Perjalanan Jauh' .

" Pikiran tunggal dari Tathata sejati disebut 'Tingkat dari Ketenangan' .

" Melahirkan fungsi Tathata sejati disebut 'Tingkat dari Kebijaksanaan Yang Baik' .

" Ananda , semua Bodhisattva yang melampaui titik ini telah menyelesaikan
pengolahan budidaya Mereka dan telah menyempurnakan pahala dan kebajikan
Mereka , sehingga tingkat ini disebut 'Tingkat dari Pengolahan Budidaya' .

" Kemudian awan yang indah dari kasih sayang melayang diatas Lautan Nirvana .
Itu disebut 'Tingkat dari Awan Dharma'.

" Para Tathagata melawan aliran arus seperti para Bodhisattva demikian mencapai
titik ini melalui penyesuaian dengan latihan. Pencerahan Mereka akan bertemu para
Buddha; Oleh karena itu disebut 'Pencerahan Yang Setara' .

" Ananda , pencerahan yang meliputi 'Pikiran Kebijaksanaan Kering' sampai puncak
dari 'Pencerahan Yang Setara' adalah kebangkitan didalam 'Pikiran Vajra' . Itu
merupakan Tingkat dari Kebijaksanaan Awal Yang Kering . Jadi ada total dua belas
tingkat tunggal dan tingkat yang dikelompokkan . Akhirnya mereka mencapai
Pencerahan yang indah menakjubkan dan mencapai Jalan yang tak tertandingi . Pada
265
semua tingkat ini mereka menggunakan perenungan Vajra dari sepuluh persamaan
yang sangat mendalam untuk cara di mana hal-hal adalah seperti ilusi . Didalam
'Shamatha ('Tinggal berdiam pada Ketenangan Yang Damai')' mereka menggunakan
'Vipashyana ('pengartian yang mendalam ke sifat alami sejati dari kenyataan')' dari
Tathagata untuk mengolahnya secara murni , untuk ditetapkan pada nya , dan secara
bertahap memasukinya lebih dan lebih dalam . Ananda , karena mereka menerapkan
tiga cara dari kemajuan disepanjang keseluruhan dari nya , mereka juga mampu
mencapai lima puluh lima tahap dari Jalan Bodhi Yang Sejati. Cara Perenungan ini
disebut 'Perenungan Yang Tepat'. Perenungan yang selain ini disebut perenungan
yang menyimpang ."

Kemudian Pangeran Dharma Manjusri bangkit dari tempat dudukNya , dan di


tengah-tengah majelis Dia membungkuk di Kaki sang Buddha dan berkata kepada
sang Buddha , " Apa nama Sutra ini dan bagaimana seharusnya Kami dan semua
makhluk menjunjung tinggi nya ? "

Sang Buddha berkata kepada Manjusri , " Sutra ini disebut 'Maha Buddha Usnisa
Sitata Patra Anuttara Vara Mudra Vimala Visada Dasa Disani Tathagata Sagara
Caksu Namah Suttram' ('Mahkota Besar Buddha, Payung Putih , Segel Mulia Yang
Tak Tertandingi dan Murni , Terang , Mata Yang Seperti Samudera dari para
Tathagata dari Sepuluh Penjuru Arah'). "

" Itu juga disebut 'Penyebab untuk Menyelamatkan Sanak Saudara , Penyelamatan
Ananda dan Bhikshuni Sifat Alami Diri, dan Pencapaian dari Hati Bodhi dan Tempat
Masuk kedalam Lautan dari Pengetahuan Yang Dapat Menembus'. "

266
" Itu juga disebut 'Penyebab Rahasia Tathagata dari Pengolahan Budidaya Yang
Membawa Penetapan Ke Makna Yang Lengkap'. "

" Itu juga disebut 'Cara Besar Yang Luas, Raja Bunga Teratai Yang Indah
Menakjubkan , Mantra Dharani Yang Merupakan Ibu Dari Semua Buddha Dari
Sepuluh Penjuru'. "

" Itu juga disebut Suramgama Yang Paling Utama, Bagian dan Ungkapan Untuk
Urapan Upacara Suci Mahkota Kepala, dan Latihan Yang Banyak Sekali Dari
Semua Bodhisattva . "

" Jadi demikianlah seharusnya Anda dengan hormat menjunjung tinggi nya. "

( Dalam Penjelasan Mendalam Tentang Penyebab Dan Ganjaran )

Setelah itu dikatakan , Ananda dan semua yang didalam perkumpulan majelis yang
besar langsung segera mendapat ajaran sang Tathagata dalam Mudra Rahasia ,
makna dari Sitata Patra , dan mendengar nama-nama ini untuk arti lengkap dari Sutra
ini . Mereka tiba-tiba tercerahkan pada Dhyana , maju dalam pengolahan budidaya
Mereka ke Posisi Yang Bijaksana , dan meningkatkan pemahaman Mereka tentang
Prinsip Yang Indah Menakjubkan . Pikiran Mereka terfokus dan tenang .

Ananda memotong dan membuang enam bagian dari penderitaan halus dalam
pengolahan budidaya nya pada pikiran didalam Tiga Dunia . Dia bangkit dari tempat

267
dudukNya , bersujud di Kaki sang Buddha , menempatkan telapak tanganNya
beranjali secara hormat , dan berkata kepada sang Buddha , "Bhagawan Yang Agung
, Perkasa dan Berbudi Luhur , yang dengan suara penuh kasih sayang tidak mengenal
batas , telah dengan baik mengajarkan para makhluk mengenai penyelaman yang
sangat halus mereka didalam angan-angan khayalan dan telah menyebabkan Saya
pada hari ini untuk menjadi bahagia didalam tubuh dan pikiran dan memperoleh
manfaat yang sangat besar . Bhagawan , jika Kecerahan yang indah menakjubkan
dari pikiran yang benar-benar murni dan indah ini adalah pada dasarnya menyebar
meliputi semua , dan lalu segala sesuatu di tanah bumi besar, termasuk rumput dan
pohon-pohon , cacing menggeliat dan bentuk kecil dari kehidupan adalah awalnya
Tathata Yang Sejati dan adalah mereka sendiri perwujudan sejati Tathagata dari
keBuddhaan . Karena perwujudan para Buddha adalah benar dan nyata, bagaimana
bisa ada juga neraka , hantu kelaparan , binatang , asura , manusia , dewa , dan jalur
lain dari kelahiran kembali ? Bhagawan , apakah jalur ini ada secara alami dari diri
mereka sendiri , atau mereka diciptakan oleh kepalsuan dan kebiasaan dari para
makhluk ?

" Bhagawan , sang Bhikshuni Sugandha Vara Padma('Harum Teratai Berharga') ,


sebagai contoh , menerima Sila Bodhisattva dan kemudian terlibat dalam keinginan
penuh nafsu , dengan ceroboh mengatakan bahwa tindakan seksual tidak melibatkan
membunuh atau mencuri dan itu tidak membawa ganjaran karma . Tapi setelah
mengatakan itu , organ perempuannya tertangkap api , dan kemudian api yang
mengamuk itu menyebar ke sepanjang semua sendi nya saat dia jatuh ke dalam hidup
neraka yang tidak terputus-putus. Dan ada Raja Kristal Yang Perkasa dan Bhiksu
SuNaksatra ('Bintang Yang Baik'). Kristal memusnahkan suku Gautama dan
SuNaksatra sembarangan mengatakan bahwa semua dharma adalah kosong. Mereka

268
berdua tenggelam dalam hidup neraka yang tidak terputus-putus. Apakah neraka ini
tempat tetap, atau apakah mereka muncul secara spontan ? Apakah bahwa setiap diri
mengalami apa pun jenis karma yang dia ciptakan ? Saya hanya berharap sang
Buddha akan berbelas kasih dan mengajar Kami yang tidak mengerti hal ini .
Semoga Dia menyebabkan semua makhluk yang menjunjung tinggi sila untuk
menerima ajaran yang pasti dengan rasa hormat bergembira setelah mendengar hal
itu dan berhati-hati untuk tidak melanggarnya . "

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Pertanyaan yang alangkah bagus ! Anda
ingin menjaga semua makhluk hidup dari mengambil pandangan yang menyimpang
. Anda harus mendengarkan dengan penuh perhatian dan sekarang Saya akan
menjelaskan hal ini untuk Anda . "

" Sebenarnya , Ananda , semua makhluk adalah secara mendasar benar dan murni ,
tetapi dikarenakan oleh pandangan palsu mereka, mereka menimbulkan kepalsuan
dari kebiasaan , yang terbagi menjadi aspek dalam dan aspek luar . "

" Ananda , 'Aspek Dalam' mengacu pada apa yang terjadi di dalam makhluk hidup .
Dikarenakan oleh cinta dan kekotoran , mereka menghasilkan kepalsuan dari emosi
. Ketika emosi ini berkumpul tanpa berhenti , mereka bisa menciptakan cairan cinta
. Itulah sebabnya mulut makhluk hidup berair ketika mereka berpikir tentang
makanan lezat. Ketika mereka berpikir tentang orang yang meninggal , baik dengan
kesukaan atau dengan kemarahan, air mata akan mengalir dari mata mereka . Ketika
mereka serakah untuk kekayaan , aliran arus nafsu akan tentu saja melalui hati
mereka dan kulit mereka akan menjadi berkilau . Ketika pikiran mereka memikirkan
perilaku penuh nafsu , pengeluaran yang spontan akan datang dari organ laki-laki
269
atau perempuan . Ananda , meskipun jenis-jenis cinta berbeda , aliran arus dan
pembentukan mereka adalah sama . Dengan kelembaban ini , seseorang tidak bisa
naik , tetapi secara alami akan jatuh . Ini disebut 'Aspek Dalam' . "

" Ananda , 'Aspek Luar' mengacu pada apa yang terjadi di luar makhluk hidup .
Karena hasrat keinginan dan kerinduan , mereka menimbulkan angan-angan
khayalan . Ketika angan-angan khayalan ini terus ada tanpa berhenti , mereka dapat
menciptakan tenaga semangat . Itulah sebabnya ketika makhluk hidup menjunjung
tinggi sila didalam pikiran mereka , tubuh mereka akan menjadi ringan dan terasa
ringan dan jelas . Ketika mereka menjunjung tinggi segel mantra didalam pikiran
mereka , mereka akan menguasai pandangan yang gagah dan tegas . Ketika mereka
memiliki keinginan didalam pikiran mereka untuk dilahirkan di surga , dalam mimpi
mereka, mereka akan memiliki pikiran terbang dan naik ke atas . Ketika mereka
menghargai Buddhaksetra didalam pikiran mereka , maka alam bijaksana akan
muncul dalam penglihatan yang berkilauan , dan mereka akan melayani penasehat
yang baik dan bijaksana dengan sedikit pemikiran untuk kehidupan mereka sendiri .
Ananda , meskipun pemikiran beraneka-ragam , ringan dan semangat adalah sama .
Dengan terbang dan kenaikan , seseorang tidak akan tenggelam , tetapi secara alami
akan menjadi melampaui . Ini disebut 'Aspek Luar' . "

" Ananda , semua makhluk di dunia ini terjebak dalam kelanjutan terus-menerus dari
kelahiran dan kematian. Kelahiran terjadi dikarenakan oleh kecenderungan
kebiasaan mereka; Kematian diakibatkan arus dan perubahan. Ketika mereka berada
di ambang kematian , namun ketika kehangatan akhir belum meninggalkan tubuh
mereka , semua kebaikan dan kejahatan yang telah mereka lakukan dalam kehidupan
itu secara tiba-tiba dan secara sekaligus mewujud nyata. Mereka mengalami

270
pembauran dari dua kebiasaan ; kebencian terhadap kematian dan daya tarik untuk
hidup " .

" Diberkahi hanya dengan pikiran , mereka akan terbang dan tentunya dapat terlahir
kembali di surga . Jika terbang kedalam hati , dengan berkat dan kebijaksanaan ,
serta sumpah yang murni , maka hati mereka secara spontan akan terbuka dan
mereka akan melihat para Buddha dari sepuluh penjuru arah dan semua tanah suci
Mereka dan mereka akan terlahir kembali di manapun yang mereka inginkan . "

" Ketika mereka memiliki lebih banyak pikiran daripada nafsu emosi , mereka tidak
cukup halus dan sehingga mereka menjadi yang abadi terbang, raja-raja hantu besar
yang perkasa , para yaksha yang menjelajah ruang angkasa, atau para rakshasa
penjelajah darat yang berkeliaran di Surga dari Empat Raja Chaturmaharajika ,
bepergian kemana yang mereka ingin tanpa halangan . Diantara mereka mungkin
ada beberapa dengan sumpah yang baik dan baik hati yang akan melindungi dan
menjunjung tinggi Dharma Saya. Mungkin mereka melindungi ajaran sila murni
dengan mengikuti dan mendukung mereka yang memegang ajaran sila . Mungkin
mereka melindungi mantra suci dengan mengikuti dan mendukung mereka yang
memegang mantra . Mungkin mereka melindungi mereka yang berlatih Dhyana
Samadhi sehingga mereka dapat mengolah Dharma - Ksanti ( kesabaran ). Makhluk-
makhluk ini akan dekat dengan Sang Tathagata di bawah tempat dudukNya . "

" Ketika pikiran dan nafsu emosi mereka dari perbandingan bagian yang sama ,
mereka tidak terbang ataupun tidak jatuh , tetapi terlahir di alam manusia , di mana
kecerahan dari pikiran mengarah ke kecerdasan dan kegelapan dari nafsu emosi
menyebabkan kebodohan . "

271
" Ketika mereka memiliki lebih banyak nafsu emosi daripada pikiran , mereka
memasuki alam binatang. Dengan nafsu emosi yang lebih berat , mereka menjadi
binatang berbulu; dengan nafsu emosi yang lebih ringan , mereka menjadi makhluk
bersayap . "

" Ketika mereka memiliki perbandingan tujuh nafsu emosi dan tiga pikiran , mereka
jatuh di bawah roda air dan berbatasan dengan roda api , di mana mereka mengalami
kekuatan penuh kobaran api yang mengamuk . Dalam tubuh hantu kelaparan (Preta)
, mereka terus-menerus dibakar sampai kering . Bahkan air menyakiti mereka , dan
mereka tidak makan atau minum selama ratusan ribu kalpa . "

" Ketika mereka memiliki perbandingan sembilan nafsu emosi dan satu pikiran ,
mereka jatuh melalui roda api sampai tubuh mereka memasuki daerah di mana angin
dan api saling berpengaruh. Dengan nafsu emosi yang lebih ringan mereka terlahir
didalam neraka yang berselang sebentar ; Dengan nafsu emosi yang lebih berat
mereka terlahir didalam neraka yang tidak berselang-selang . Ketika mereka
memiliki seluruhnya nafsu emosi , mereka tenggelam ke dalam neraka Avici . Jika
didalam pikiran mereka, mereka menfitnah Mahayana , mencela ajaran murni sang
Buddha , secara tidak masuk akal berbicara Dharma , serakah demi persembahan
dari umat yang berkeyakinan , sembarangan menerima hormat dari orang lain ,
melakukan lima perbuatan jahat dan sepuluh kesalahan berat , maka mereka lebih
lanjut terlahir di neraka Avici sepanjang sepuluh penjuru arah . Meskipun orang
menerima ganjaran yang ditimbulkan oleh diri sendiri yang sesuai dengan karma
jahat yang orang telah ciptakan , sekelompok dapat mengalami yang sama , dan ada
tempat-tempat tertentu di mana itu terjadi . "

272
" Ananda , semuanya berasal dari tanggapan karma yang para makhluk hidup sendiri
memanggil . Mereka menciptakan sepuluh penyebab kebiasaan dan menjalani enam
ganjaran yang saling mempengaruhi . Apa sepuluh penyebab itu ? Ananda , yang
pertama terdiri kebiasaan dari hubungan seksual penuh nafsu yang menimbulkan
saling menggosok . ketika menggosok ini terus berlanjut tanpa berhenti , akan
menghidupkan amukan api yang luar biasa , seperti kehangatan yang timbul diantara
tangan seseorang ketika ia menggosok nya bersama-sama . Karena dua kebiasaan ini
mengatur saling terbakar, ada muncul ranjang besi , tiang tembaga , dan pengalaman
seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu para Tathagata dari sepuluh penjuru
memandang 'tindakan hawa nafsu' dan memberi nya nama 'api keinginan' . Para
Bodhisattva menghindari 'keinginan' seperti itu adalah lubang berapi-api . "

" Yang kedua terdiri dari kebiasaan maksud jahat yang serakah , yang menimbulkan
penghisapan . Ketika penghisapan ini terus berlanjut tanpa berhenti , menghasilkan
es yang sangat dingin dan padat di mana pembekuan terjadi , seperti perasaan dingin
yang dialami ketika seseorang menarik nafas dalam hembusan angin melalui
mulutnya. Karena dua kebiasaan ini bentrok bersama-sama , ada muncul neraka
dingin seperti mengigil , merintih dan gemetar , bunga teratai biru, merah , dan putih;
dan pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu para Tathagata dari
sepuluh penjuru memandang 'pencarian yang terlalu berlebihan' dan memberi nya
nama 'air keserakahan ' . Para Bodhisattva menghindari 'keserakahan' seperti itu
adalah lautan wabah penyakit . "

" Yang ketiga terdiri dari kebiasaan sombong dan mengakibatkan gesekan
perselisihan yang menimbulkan saling mengancam. Ketika itu melaju cepat tanpa

273
berhenti , itu menghasilkan arus deras dan jeram yang menciptakan gelombang air
yang kacau , seperti air yang dihasilkan ketika seseorang terus menerus mengerjakan
lidahnya dalam upaya untuk merasakan rasa. Karena dua kebiasaan ini mendorong
satu sama lain , ada muncul sungai darah , sungai abu , pasir terbakar , laut beracun
, tembaga cair yang dipaksa masuk ke tenggorokan seseorang , dan pengalaman
seperti demikian yang lainnya . Oleh karena itu, para Tathagata dari sepuluh penjuru
memandang 'kepuasan diri' dan memberi nya nama 'minum air kebodohan . ' Para
Bodhisattva menghindari 'kesombongan' seperti itu adalah banjir besar . "

" Yang keempat terdiri dari kebiasaan benci yang menimbulkan saling menantang.
Ketika pembangkangan ini mengikat orang tanpa berhenti , hati seseorang menjadi
begitu panas sehingga terbakar , dan uap cair berubah menjadi logam . Dari itu
dihasilkan gunung pisau , gada besi, pohon pedang , roda pedang, kapak dan tombak
, dan galah dan gergaji . Itu adalah seperti ketika seseorang melabuhkan dendam dan
keinginan untuk membunuh bergelora muncul . Karena dua kebiasaan ini bentrok
dengan satu sama lain , ada muncul pengebirian dan mencincang , pemenggalan dan
pemotongan , mengikir dan menancap , mencambuk dan memukul , dan pengalaman
seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para Tathagata dari sepuluh penjuru
memandang 'kebencian' dan memberi nya nama ' pisau tajam dan pedang.' Para
Bodhisattva menghindari 'kebencian' seperti itu adalah pembantaian . "

" Yang kelima terdiri dari kebiasaan penipuan dan keterlibatan menyesatkan yang
menimbulkan saling tipu daya . Ketika tipu-muslihat tersebut terus berlanjut tanpa
berhenti , itu menghasilkan tali untuk mencekik dan kayu untuk memenjarakan . Itu
adalah seperti bagaimana rumput dan pohon tumbuh di sawah . Karena dua
kebiasaan itu mengabadikan satu sama lain , ada muncul borgol dan belenggu , papan

274
belengggu dan kunci , cambuk dan gada , tongkat dan pentungan , dan pengalaman
seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para Tathagata dari sepuluh penjuru
memandang 'penipuan' dan memberi nya nama sebagai ' penjahat berbahaya . ' Para
Bodhisattva kuatir 'penipuan' seperti itu adalah serigala buas . "

" Yang Keenam terdiri dari kebiasaan berbohong digabungkan dengan penipuan
terus-menerus yang menimbulkan saling curang menipu . Ketika tuduhan palsu
berlanjut terus tanpa berhenti , seseorang menjadi mahir pada kecurangan . Dari ini
ada muncul kotoran menjijikkan seperti debu, tinja dan urin . Itu adalah seperti
mengaburkan penglihatan seseorang ketika debu diaduk oleh angin . Karena dua
kebiasaan ini menambah satu sama lain , ada muncul merosot terbenam dan
tenggelam , melontar dan melempar , terbang dan jatuh , mengambang dan
menenggelamkan , dan pengalaman seperti demikian yang lainnya . Oleh karena itu,
para Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'kebohongan' dan memberi nya
nama 'perampokan dan pembunuhan.' Para Bodhisattva menganggap kebohongan
seperti itu adalah menginjak ular berbisa . "

" Yang Ketujuh terdiri dari kebiasaan permusuhan dan saling curiga , yang
menimbulkan keluhan. Dari ini ada muncul pengalaman dilempari oleh batu terbang
atau kerikil , dipenjarakan di sebuah kotak , gerobak , atau guci besar; dan dijerat
dan dipukul . Itu adalah seperti orang yang berbahaya yang melabuhkan sifat jahat
dalam pikirannya . Karena dua kebiasaan ini menelan satu sama lain, ada muncul
melontar , melempar , menangkap , memukul , dan membentur , dan pengalaman
seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para Tathagata dari sepuluh penjuru
memandang 'dendam permusuhan' dan memberi nya nama 'hantu yang sesat dan

275
berbahaya.' Para Bodhisattva menganggap dendam permusuhan seperti itu adalah
minum anggur beracun. "

" Yang Kedelapan terdiri dari kebiasaan menyatakan pandangan salah, seperti yang
dari satkayadrishti , larangan , menggenggam , dan wawasan yang menyimpang
lainnya dan karma yang terlibat didalam ini, yang hasil dari pertentangan dan
perlawanan . Dari ini ada muncul pejabat pengadilan dan wakil yang memegang
dokumen , yang orang bertemu seolah mereka adalah orang-orang yang datang dan
pergi di jalan . Karena dua kebiasaan ini mempengaruhi satu sama lain , ada muncul
pertanyaan resmi, pertanyaan berumpan , pengujian , pemeriksaan, pemeriksaan
umum , pembongkaran , para pemuda yang merekam baik dan jahat , membawa
buku catatan alasan dan dasar pemikiran para pelanggar , dan pengalaman seperti
demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para Tathagata dari sepuluh penjuru
memandang 'pandangan jahat' dan menamakan nya ' jurang dari pandangan . ' Para
Bodhisattva menganggap memiliki pandangan yang palsu dan satu sisi seperti itu
adalah berdiri di tepi jurang yang curam yang penuh racun . "

" Yang Kesembilan terdiri dari kebiasaan ketidakadilan yang berasal dari menghasut
tuduhan palsu dan menfitnah . Dari itu dihasilkan menghancurkan diantara
pegunungan, menghancurkan diantara batuan , batu penggiling , batu penggilas ,
membajak , dan menggiling . Itu adalah seperti seorang penjahat tukang fitnah yang
terlibat dalam menganiaya orang-orang baik dengan tidak adil . Karena dua
kebiasaan ini bergabung dengan barisan , ada muncul menekan dan mendorong ,
memukul dengan gada dan pemaksaan, meremas dan menyiksa , memberatkan dan
mengadu , dan pengalaman seperti demikian yang lainnya. Oleh karena itu, para
Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'tuduhan yang berbahaya' dan

276
menamakan nya ' harimau berbahaya . ' Para Bodhisattva menganggap
ketidakadilan seperti itu adalah ledakan petir . "

"Yang Kesepuluh terdiri dari kebiasaan proses perkara peradilan dan perdebatan-
perdebatan yang saling menimbulkan 'menutupi'. Dari itu dihasilkan 'cermin yang
memantulkan' dan 'lampu yang bersinar' , memperlihatkan seseorang, sama seperti
jika seseorang berada di bawah sinar matahari langsung dan tidak punya cara untuk
menyembunyikan bayangan diri. Karena kedua kebiasaan ini bertengkar bolak-balik
, ada muncul teman-teman jahat , cermin karma , mutiara yang berapi-api , paparan
karma masa lalu , pemeriksaan , dan pengalaman seperti demikian yang lainnya.
Oleh karena itu , semua Tathagata dari sepuluh penjuru memandang 'menutupi' dan
menamakan nya sebagai ' penjahat tersembunyi. ' Para Bodhisattva menganggap
menutupi seperti Mereka akan harus membawa gunung di atas kepala Mereka saat
berjalan di atas laut . "

" Apakah enam ganjaran itu ? Ananda , semua makhluk hidup menciptakan karma
melalui enam kesadaran mereka. Ganjaran-ganjaran jahat yang mereka datangkan
pada diri mereka sendiri berasal dari enam organ indera. "

" Apakah enam ganjaran jahat yang timbul dari enam organ indera itu ? Yang
pertama adalah ganjaran dari melihat , yang membawa hasil kejahatan . Karma dari
'penglihatan' berbaur , sehingga pada saat kematian orang pertama melihat
kebakaran mengamuk yang mengisi sepuluh penjuru arah . Kesadaran batin
seseorang yang meninggal mulai terbang, tapi kemudian jatuh . Naik pada gumpalan
asap , ia memasuki neraka yang tidak berselang terputus-putus . Ada , dua jenis
gejala kejadian dapat terjadi . Yang pertama adalah tanggapan penglihatan yang jelas
277
, di mana seseorang melihat segala macam hal-hal jahat . Ini menyebabkan seseorang
mengalami ketakutan yang tak terbatas . Kedua adalah tanggapan penglihatan yang
terhalangi tidak jelas , yang merupakan keheningan tanpa penglihatan . Ini
menyebabkan seseorang mengalami kengerian yang tak terbatas . Ketika api yang
berasal dari penglihatan membakar indera pendengaran , ia menjadi kuali dari air
mendidih dan tembaga cair . Ketika ia membakar pernafasan , ia menjadi asap hitam
dan asap ungu . Ketika ia membakar indera perasa , ia menjadi butir terik panas dan
bubur besi cair . Ketika ia membakar indera sentuhan , ia menjadi bara putih panas
dan arang yang membara . Ketika ia membakar pikiran , ia menjadi percikan api
yang menghujani di mana-mana dan cambuk dan mengobarkan seluruh bidang ruang
angkasa. "

" Yang kedua adalah ganjaran dari pendengaran , yang membawa hasil kejahatan .
Karma dari 'pendengaran' berbaur , dan dengan demikian pada saat kematian orang
pertama melihat gelombang raksasa yang menenggelamkan seluruh dunia .
Kesadaran batin seseorang yang meninggal jatuh ke dalam air dan menaiki arus ke
dalam neraka yang tidak berselang-selang . Ada , dua jenis gejala kejadian dapat
terjadi . Salah satunya adalah pendengaran terbuka , di mana ia mendengar segala
macam kebisingan dan intisari jiwanya menjadi bingung . Yang lainnya adalah
pendengaran tertutup , di mana ada keheningan tanpa pendengaran , dan jiwanya
tenggelam kedalam keadaan lupa . Ketika gelombang dari pendengaran mengalir ke
pendengaran , itu menjadi caci-maki dan pemeriksaan. Ketika itu mengalir ke
penglihatan , itu menjadi guntur dan menderu dan uap jahat beracun . Ketika itu
mengalir ke pernafasan , itu menjadi hujan dan kabut meresap meliputi dengan
mahluk beracun yang sepenuhnya mengisi tubuh . Ketika itu mengalir kedalam
indera perasa , itu menjadi nanah dan darah dan segala macam kotoran. Ketika itu

278
mengalir kedalam indera sentuhan , itu menjadi hewan dan hantu , dan kotoran dan
urin . Ketika itu mengalir ke dalam pikiran , itu menjadi petir dan hujan es yang
memorak-porandakan hati dan jiwa . "

" Yang ketiga adalah ganjaran dari penciuman bau , yang membawa hasil kejahatan
. Karma dari 'penciuman bau' berbaur, dan dengan demikian pada saat kematian
orang pertama melihat uap beracun yang menembus udara dekat dan jauh .
Kesadaran batin seseorang yang meninggal melompat keluar dari tanah bumi dan
memasuki neraka yang tidak berselang-selang . Ada , dua jenis gejala kejadian dapat
terjadi . Salah satunya adalah penciuman bau yang meresap tembus , di mana
seseorang sepenuhnya diresapi dengan uap jahat dan pikiran seseorang menjadi
tertekan . Yang lainnya adalah penciuman bau yang terhalang , di mana napas
seseorang terpotong dan tidak ada jalan lintasan , dan seseorang tergeletak tercekik
dan sesak nafas di tanah . Ketika uap berbau menyerang nafas , itu menjadi
pemeriksaan ulang dan penyiksaan . Ketika itu menyerang penglihatan , itu menjadi
api dan obor . Ketika itu menyerang pendengaran , itu menjadi merosot dan
tenggelam , logam cair dan cairan mendidih. Ketika itu menyerang indera perasa ,
itu menjadi makanan busuk atau tengik . Ketika itu menyerang indera sentuhan , itu
menjadi tindakan merobek dan memukuli hingga menjadi bubur . Itu juga menjadi
gunung besar dari daging yang memiliki ratusan dan ribuan mata dan yang dihisap
dan dimakan oleh banyaknya cacing. Ketika itu menyerang pikiran , itu menjadi abu
, udara berbisa , dan pasir terbang dan kerikil yang memotong tubuh menjadi koyak
."

" Yang keempat adalah ganjaran dari mencicipi rasa , yang membawa hasil kejahatan
. Karma dari 'mencicipi rasa' berbaur , dan dengan demikian pada saat kematian

279
orang pertama melihat jaring besi terbakar dengan amukan api yang menutupi
meliputi di seluruh dunia . Kesadaran batin seseorang yang meninggal melewati
turun melalui jaring yang menggantung ini , dan tergantung terbalik memasuki
neraka yang tidak berselang-selang . Ada , dua jenis gejala kejadian dapat terjadi .
Salah satunya adalah udara penghisap yang mengental menjadi es sehingga
membekukan daging tubuhnya sampai semburan itu terbuka . Yang lainnya adalah
ledakan meludah udara yang memuntahkan keluar api berkobar yang memanggang
tulang dan sumsum sampai kering . Ketika mencicipi rasa melewati indera perasa ,
itu menjadi apa yang harus diakui dan apa yang harus dijalani . Ketika itu melewati
penglihatan , itu menjadi logam dan batu yang terbakar . Ketika itu melewati
pendengaran , itu menjadi senjata tajam dan pisau . Ketika itu melewati indera
penciuman bau, itu menjadi kandang besi besar yang mengurung seluruh wilayah .
Ketika itu melewati indra peraba , itu menjadi busur dan panah , busur silang , dan
anak panah . Ketika itu melewati pikiran , itu menjadi potongan besi cair terbang
yang menghujan turun dari luar angkasa. "

" Yang kelima adalah ganjaran dari sentuhan , yang membawa hasil kejahatan .
Karma dari 'sentuhan' berbaur , dan dengan demikian pada saat kematian orang
pertama melihat gunung besar mendekati pada satu dari empat sisi , tanpa
meninggalkan jalan untuk melarikan diri . Kesadaran batin seseorang yang
meninggal kemudian melihat sebuah kota besi yang besar . Ular api dan anjing api ,
serigala , singa , penjaga penjara berkepala sapi, dan rakshasa berkepala kuda
mengacungkan tombak dan lembing secara paksa menarik dia ke kota besi menuju
neraka yang tidak berselang-selang . Ada , dua jenis gejala kejadian mungkin terjadi
. Salah satunya adalah sentuhan yang terlibat datang bersama-sama , di mana gunung
datang bersama-sama untuk menekan tubuhnya sampai daging , tulang , dan darah

280
nya sepenuhnya terpencar. Yang lainnya adalah sentuhan yang melibatkan
pemisahan , di mana pisau dan pedang menyerang tubuh , merobek jantung dan hati
menjadi irisan . Ketika sentuhan ini melewati perasaan sentuhan , itu menjadi
bertabrakan , memukul , menusuk , dan menembus. Ketika itu melewati penglihatan
, itu menjadi terbakar dan hangus . Ketika itu melewati pendengaran , orang
mendengar suara di jalan menuju neraka , di gerbang menuju neraka , dan di
pengadilan kesengsaraan. Ketika itu melewati indera penciuman , itu menjadi
menangkap , menjerat , memeriksa , dan mengikat . Ketika itu melewati indera
perasa , itu menjadi membajak , mencubit , memotong , dan memutus . Ketika itu
melewati pikiran , itu menjadi jatuh , terbang , penggorengan , dan panas mendidih
."

"Yang Keenam adalah ganjaran dari pikiran , yang membawa hasil kejahatan .
Karma 'pikiran' berbaur , dan dengan demikian pada saat kematian orang pertama
melihat angin busuk yang menghancurkan wilayah . Kesadaran batin seseorang yang
meninggal terhembus ke ruang angkasa , dan kemudian , secara berpilin jatuh ke
bawah , ia mengendarai angin yang langsung menuju ke neraka yang tidak
berselang-selang. Ada , dua jenis gejala kejadian dapat terjadi . Salah satunya adalah
kebingungan yang sangat, yang menyebabkan ia menjadi panik dan berlarian
disekitar tak henti-hentinya . Yang lainnya adalah bukan kebingungan , melainkan
kesadaran teliti yang menyebabkannya menderita pada pemanggangan dan
pembakaran yang tak berujung, rasa sakit yang hebat yang sulit untuk ditanggung .
Ketika pikiran yang menyimpang ini bergabung dengan pikiran , itu menjadi daerah
dan tempat. Ketika itu bergabung dengan penglihatan , itu menjadi pemeriksaan dan
kesaksian . Ketika itu bergabung dengan pendengaran , itu menjadi batu besar yang
menghancurkan , es dan salju , kotoran dan kabut . Ketika itu bergabung dengan

281
penciuman bau , itu menjadi kereta besar yang berapi-api , perahu yang berapi-api ,
dan penjara yang berapi-api . Ketika itu bergabung dengan mencicipi rasa , itu
menjadi panggilan keras, meratap , menangis dan menyesal . Ketika itu bergabung
dengan sentuhan , itu menjadi perasaan besar dan kecil , di mana sepuluh ribu
kelahiran dan sepuluh ribu kematian dialami setiap hari, dan berbaring dengan wajah
seseorang pada tanah . "

" Ananda , ini disebut sepuluh penyebab dan enam ganjaran dari neraka , yang
semuanya diciptakan oleh kebingungan dan kepalsuan dari para makhluk hidup . "

" Jika para makhluk hidup menciptakan karma jahat ini secara serentak bersamaan ,
mereka memasuki neraka Avici dan mengalami penderitaan yang tak terbatas ,
melewati kalpa yang tak terbatas . "

" Jika masing-masing dari enam organ indera menciptakan nya dan jika apa yang
dilakukan meliputi setiap keadaan dan setiap indera , maka orang itu akan memasuki
delapan neraka yang tidak berselang-selang. "

" Jika tiga karma dari tubuh , mulut , dan pikiran melakukan tindakan membunuh,
mencuri , dan hawa nafsu , orang itu akan memasuki delapan belas neraka yang lebih
kecil . "

" Jika tiga karma itu tidak semua yang terlibat , dan ada mungkin hanya satu
perbuatan dari pembunuhan dan salah satu dari mencuri , maka orang itu harus
memasuki neraka tiga puluh enam yang lebih kecil. "

282
" Jika organ indra penglihatan saja yang melakukan hanya satu karma pelanggaran ,
maka orang itu harus memasuki seratus delapan neraka yang lebih kecil. "

" Dikarenakan oleh itu , makhluk hidup yang melakukan hal-hal tertentu
menciptakan karma tertentu , dan jadi di dunia mereka memasuki neraka bersama ,
yang timbul dari pikiran palsu yang salah dan yang semula tidak ada sama sekali . "

" Dan kemudian , Ananda , setelah makhluk hidup yang telah memfitnah dan
melanggar sila , melanggar sila Bodhisattva , memfitnah Nirvana Buddha , dan
menciptakan berbagai jenis lain dari karma , melewati banyak kalpa dari dibakar di
neraka , mereka akhirnya selesai membayar untuk kejahatan mereka dan terlahir
kembali sebagai hantu . "

" Jika serakah pada obyek benda adalah penyebab asli yang membuat orang
melakukan pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia
akan mengambil bentuk ketika dia bertemu obyek benda dan akan menjadi hantu
yang aneh . "

" Jika itu adalah kegemaran mengumbar nafsu yang membuat orang melakukan
pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan
mengambil bentuk ketika dia bertemu angin dan akan menjadi hantu kekeringan . "

283
" Jika itu adalah kegemaran mengumbar penipuan yang membuat orang melakukan
pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan
mengambil bentuk ketika dia bertemu hewan dan akan menjadi hantu hewan . "

" Jika itu adalah kebencian yang membuat orang melakukan pelanggaran, maka ,
setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia
bertemu cacing dan serangga , dan akan menjadi hantu beracun yang berbahaya . "

" Jika itu adalah menyimpan dendam yang membuat orang melakukan pelanggaran,
maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk
ketika dia bertemu proses kemerosotan dan akan menjadi hantu wabah penyakit . "

Om Namah Sarvajnaya. Namah Saptakoti Buddha Karasuniya Dharaneh


Namo Bhagawan Wipasyin Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Sikhin Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Wiswabhu Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Krakuchanda Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Kanaka Muni Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Kasyapa Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Namo Bhagawan Sakyamuni Tathagatasya Arhate Samyaksambuddhasyah
Rewa Rewate Guha Guhate Dharanite Niharate Wirnite Maha gate chelingate Swaha

Namo Ratna-trayaya. Namas canda wajrapanaye maha-yaksa senapataye.


Om, Su-sidhya sidhya sadhaya, su-siddhi-kara hum hum hum phat phat phat.

Om Namah Suramgama Samadhe Bhagawan Sitatapatra Namo Stute

284
Om Anale Anale Wisada Wisada, Bandha Bandha Bandhani Bandhani,
Wira Wajrapani Phat, Hum Bhrum Phat Swaha.
Namo Sarwa Tathagata Sugataya Arhate Samyak-Sambuddhaya
Siddhyantu Mantrapadaya Swaha.

Om Nisumbha Wajra Hum Phat


Om Amidewa Si

" Jika itu adalah kesombongan yang membuat orang melakukan pelanggaran, maka
, setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia
bertemu gas dan akan menjadi hantu kelaparan . "

" Jika itu adalah ketidakadilan kepada orang lain yang membuat orang melakukan
pelanggaran, maka setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan mengambil
bentuk ketika dia bertemu kegelapan dan akan menjadi hantu kelumpuhan . "

" Jika itu adalah kemelekatan pada pandangan salah yang membuat orang melakukan
pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan
mengambil bentuk ketika dia bertemu energi intisari dan akan menjadi hantu naiad.
"

" Jika itu adalah tipu muslihat yang membuat orang melakukan pelanggaran, maka ,
setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan mengambil bentuk ketika dia
bertemu kecerahan dan akan menjadi hantu pelayan . "

285
" Jika itu adalah perbuatan membentuk perselisihan yang membuat orang melakukan
pelanggaran, maka , setelah dia selesai membayar kejahatannya , dia akan
mengambil bentuk ketika dia bertemu orang dan akan menjadi hantu utusan
penyampai pesan . "

" Ananda , kejatuhan orang tersebut adalah sepenuhnya dikarenakan oleh tingkat
hawa nafsu dari kegunaan. Ketika api karma nya telah membakar habis, dia akan
bangkit untuk dilahirkan kembali sebagai hantu . Ini disebabkan oleh karma dia
sendiri dari pikiran yang salah . Jika dia terbangun ke Bodhi , maka di dalam
kecerahan sempurna yang indah adalah tiada apapun. "

" Selain itu , Ananda , ketika karmanya sebagai hantu berakhir dan akibat dari nafsu
emosi dan pikiran nya berakhir , dia datang ke dunia untuk menemui pengutang nya
dan menyelesaikan perhitungan dengan mereka . Dia lahir sebagai binatang untuk
membayar utang-utangnya dari kehidupan masa lalu . "

" Ganjaran dari hantu yang aneh dari obyek benda selesai ketika objek itu
dihancurkan dan ia terlahir kembali di dunia, biasanya sebagai jenis burung hantu .
"

" Ganjaran dari hantu kekeringan dari angin selesai ketika angin reda , dan ia terlahir
kembali di dunia, biasanya sebagai jenis makhluk aneh yang memberikan ramalan
kesialan yang tidak menguntungkan . "

286
" Ganjaran dari hantu hewan dari binatang selesai ketika hewan mati , dan ia terlahir
kembali di dunia, biasanya sebagai jenis rubah . "

" Ganjaran dari hantu beracun yang berbahaya dalam bentuk cacing dan serangga
selesai ketika racun habis , dan ia terlahir kembali di dunia, biasanya sebagai jenis
makhluk berbisa . "

" Ganjaran dari hantu wabah penyakit yang ditemukan di kemerosotan selesai ketika
kemerosotan selesai , dan ia terlahir kembali di dunia, biasanya sebagai jenis cacing
pita . "

" Ganjaran dari hantu yang mengambil bentuk dalam gas selesai ketika gas
menghilang , dan kemudian ia terlahir kembali di dunia , biasanya sebagai jenis
hewan yang digunakan untuk makanan . "

" Ganjaran dari hantu kegelapan selesai ketika kegelapan berakhir , dan kemudian ia
terlahir kembali di dunia , biasanya sebagai jenis hewan yang digunakan untuk
pakaian atau pelayanan . "

" Ganjaran dari hantu yang bersatu dengan energi selesai ketika persatuan itu larut ,
dan ia kemudian terlahir kembali di dunia , biasanya sebagai jenis makhluk yang
berpindah tempat . "

" Ganjaran dari hantu kecerahan dan kecerdasan selesai ketika kecerahan
287
menghilang , dan ia kemudian terlahir kembali di dunia , biasanya sebagai jenis
makhluk yang berkhasiat . "

" Ganjaran dari hantu yang bergantung pada seseorang selesai ketika seseorang itu
meninggal , dan ia kemudian terlahir kembali di dunia , biasanya sebagai suatu jenis
hewan peliharaan rumah tangga . "

" Ananda , semua ini adalah dikarenakan oleh habis terbakar karma didalam
pembayaran untuk utang-utangnya dari kehidupan masa lalu . Kelahiran kembali
sebagai binatang itu juga disebabkan oleh karma nya sendiri yang palsu dan kosong.
Jika dia terbangun ke Bodhi , maka pada dasarnya sama sekali tiada dari kondisi
palsu ini akan ada . Anda menyebutkan Bhikshuni Sugandha Vara Padma, Raja
Kristal , dan Bhiksu SuNaksatra . karma jahat seperti demikian milik mereka
diciptakan oleh mereka sendiri . Itu tidak jatuh dari surga langit atau tidak juga naik
dari tanah bumi , ataupun tidak juga itu ditimpakan beban pada mereka oleh
beberapa orang. Kepalsuan mereka sendiri membawanya menjadi ada , dan sehingga
mereka sendiri harus menjalani nya. Dalam Hati Bodhi , itu adalah kosong dan palsu
- kepaduan dari pikiran palsu. "

" Selain itu , Ananda , jika saat membayar hutang masa lalunya dengan menjalani
kelahiran kembali sebagai binatang , makhluk hidup seperti demikian itu membayar
kembali lebih dari dia berhutang , dia kemudian akan terlahir kembali sebagai
manusia untuk memperbaiki kelebihan itu. Jika pengutang adalah orang yang
dengan kekuatan , berkat , dan kebajikan , maka dia dapat membayar apa yang ia
kumpulkan lebih tanpa harus kehilangan bentuk manusia . Tetapi jika dia tidak

288
memiliki berkah , maka dia akan terlahir kembali sebagai binatang untuk membayar
yang belum lunas . "

" Ananda , jika utang melibatkan uang , barang-barang material , atau tenaga kerja,
kemudian setelah itu dibayar , utang diselesaikan . Tetapi jika dalam proses
pembayaran kehidupan makhluk lain diambil atau daging mereka dimakan , maka
itu akan memulai putaran siklus saling melahap dan pemotongan yang akan
mengirim orang yang berhutang dan pengutang ke atas dan ke bawah tanpa henti
selama banyaknya kalpa seperti butiran terkecil atom alam semesta . Tidak ada cara
untuk menghentikan itu , kecuali melalui 'Shamatha (kedamaian penghentian pikiran
yang mengembara dan kekuatan mengakhiri nafsu)' atau melalui datangnya sang
Buddha ke dunia . "

" Anda harus tahu bahwa ketika burung hantu dan jenis mereka telah membayar
kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk asli mereka dan
dilahirkan sebagai orang-orang bandel yang keras kepala. "

" Ketika makhluk-mahluk sial yang tidak beruntung telah membayar kembali utang
mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai
orang aneh yang tidak normal . "

" Ketika rubah telah membayar kembali utang mereka , mereka mendapatkan
kembali bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai orang yang bodoh . "

" Ketika makhluk-mahluk dari golongan yang berbisa telah membayar kembali

289
utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk asli mereka dan dilahirkan
sebagai orang-orang jahat . "

" Ketika cacing pita dan jenis yang seperti mereka telah membayar kembali utang
mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk asli mereka dan dilahirkan sebagai
orang rendahan . "

" Ketika jenis mahluk yang dimakan telah membayar kembali utang mereka , mereka
mendapatkan kembali bentuk asli mereka dan terlahir kembali sebagai orang-orang
yang lemah . "

" Ketika makhluk yang digunakan untuk pakaian atau pelayanan telah membayar
kembali utang mereka , mereka mendapatkan kembali bentuk aslinya dan terlahir
kembali sebagai orang yang melakukan kerja paksa. "

" Ketika makhluk yang berpindah tempat telah membayar kembali utang mereka ,
mereka mendapatkan kembali bentuk aslinya dan terlahir kembali sebagai orang
sastra . "

" Ketika makhluk yang berkhasiat telah membayar kembali utang mereka , mereka
mendapatkan kembali bentuk aslinya dan terlahir kembali sebagai orang-orang
cerdas. "

" Ketika hewan peliharaan rumah tangga telah membayar kembali utang mereka ,

290
mereka mendapatkan kembali bentuk aslinya dan terlahir kembali sebagai orang-
orang pintar yang berpengalaman duniawi. "

" Ananda , ini semua adalah makhluk yang telah selesai membayar kembali utang
masa lampau dan dilahirkan kembali di alam manusia . Mereka terlibat dalam skema
tanpa awal dari karma dan angan-angan khayalan dan menghabiskan hidup mereka
membunuh dan dibunuh oleh satu sama lain . Mereka tidak dapat untuk menemui
Tathagata atau mendengarkan Dharma sandaran . Mereka hanya tinggal di dalam
debu yang melelahkan , melewati putaran siklus berulang . Orang-orang seperti itu
benar-benar bisa disebut menyedihkan . "

"Selain itu , Ananda , ada orang yang tidak bergantung pada Pencerahan Bodhi yang
tepat untuk menumbuhkan Samadhi , tapi menumbuhkan dalam beberapa cara
khusus yang didasarkan pada pemikiran mereka yang salah. Memegang gagasan
mengabadikan tubuh fisik mereka , mereka berkeliaran di pegunungan dan hutan di
tempat-tempat orang tidak pergi dan menjadi Sepuluh Jenis Abadi (Rsi) . "

" Ananda , beberapa makhluk hidup ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam
membuat diri mereka kuat dengan makanan yang disiapkan khusus . Ketika mereka
telah menyempurnakan cara makan ini , mereka dikenal sebagai Rsi yang bepergian
di tanah bumi . "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri
mereka kuat melalui penggunaan rumput dan tumbuhan ramuan . Ketika mereka

291
telah menyempurnakan cara mengambil tumbuhan ramuan ini, mereka dikenal
sebagai Rsi yang terbang. "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri
mereka kuat melalui penggunaan logam dan batu . Ketika mereka telah
menyempurnakan cara perubahan wujud , mereka dikenal sebagai Rsi yang
menjelajah . "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri
mereka kuat melalui gerakan dan keheningan . Ketika mereka telah
menyempurnakan energi dan intisari mereka , mereka dikenal sebagai Rsi yang
bepergian di ruang angkasa . "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri
mereka kuat dengan menggunakan aliran air liur . Ketika mereka telah
menyempurnakan kebaikan dari kelembaban ini , mereka dikenal sebagai Rsi yang
bepergian di surga . "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri
mereka kuat dengan intisari matahari dan bulan . Ketika mereka telah
menyempurnakan penghirupan intisari ini , mereka dikenal sebagai Rsi yang
menembus semua . "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri

292
mereka kuat melalui mantra dan ajaran sila . Ketika mereka telah menyempurnakan
keterampilan ini , mereka dikenal sebagai Rsi dari sang Jalan . "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri
mereka kuat melalui penggunaan proses berpikir . Ketika mereka telah
menyempurnakan pikiran dan ingatan , mereka dikenal sebagai Rsi yang menyinari
"

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri
mereka kuat melalui persatuan dalam. Ketika mereka telah menyempurnakan
tanggapan itu , mereka dikenal sebagai Rsi intisari. "

" Beberapa makhluk ini dengan ketetapan yang tak kunjung padam membuat diri
mereka kuat melalui perubahan wujud . Ketika mereka telah menyempurnakan
kebangkitan mereka , mereka dikenal sebagai Rsi dari tingkat tertinggi . "

" Ananda , ini adalah semua orang yang melebur pikiran mereka tetapi tidak
mengolah budidaya Pencerahan Bodhi yang tepat . Mereka mendapatkan beberapa
prinsip khusus dari hidup dan dapat hidup selama ribuan atau puluhan ribu tahun .
Mereka mengundurkan diri jauh ke pegunungan atau ke pulau-pulau di laut dan
memisahkan diri dari alam manusia . Namun, mereka masih bagian dari roda yang
berputar , karena mereka mengalir dan berputar sesuai dengan pikiran mereka yang
salah dan tidak menumbuhkan Samadhi . Ketika pahala mereka selesai , mereka
masih harus kembali dan masuk ke berbagai takdir . "

293
" Ananda , ada banyak orang di dunia yang tidak mencari apa yang abadi dan yang
belum bisa meninggalkan cinta yang ada diantara dirinya dan istri-istri mereka .
Tetapi mereka tidak memiliki minat dalam perbuatan buruk seksual dan jadi
kemurnian mereka berkembang dan cahaya mereka terungkap . Ketika hidup mereka
berakhir , mereka terlahir di Surga dari Empat Raja (Catur-Maha-Rajika-Kayika) di
sebelah matahari dan bulan . "

" Mereka yang cinta seksual untuk istri mereka adalah sedikit, tapi yang belum
memperoleh kemurnian lengkap ketika tinggal dalam kesendirian , melampaui
cahaya matahari dan bulan pada akhir hidup mereka , dan berada di puncak dunia
manusia . Orang-orang seperti itu terlahir di Surga Dewa Tiga Puluh Tiga
(Trayastrimsha) . "

" Mereka yang menjadi sementara terlibat ketika mereka bertemu dengan nafsu
keinginan tetapi yang tidak menghuni pada itu ketika itu selesai , dan yang,
sementara di alam manusia , kurang aktif dan lebih hening tenang, tinggal berdiam
di akhir hidup mereka di dalam cahaya dan kekosongan dimana pancaran cahaya
matahari dan bulan tidak mencapai . Makhluk-makhluk ini memiliki cahaya mereka
sendiri , dan mereka lahir di Surga Suyama (Tanpa Perkelahian) . "

" Mereka yang hening tenang sepanjang waktu , tetapi yang belum mampu menahan
ketika dirangsang oleh hubungan , naik pada akhir hidup mereka ke tempat yang
sangat halus dan ringan , mereka tidak akan ditarik ke dalam alam yang lebih rendah.
Kehancuran dari alam manusia dan alam dewa dan tiga bencana pada akhir kalpa

294
tidak akan mencapai mereka, karena mereka terlahir di Surga Tushita (Penuh
Kegembiraan) . "

" Mereka yang tidak memiliki nafsu keinginan , tapi yang akan terlibat di dalamnya
demi pasangan mereka , meskipun bagi mereka pengalaman itu adalah hambar tak
berasa seperti mengunyah lilin , dilahirkan pada akhir hidup mereka di tempat yang
melampaui sukar dipahami dari perubahan wujud . Mereka lahir di Surga Nirmana-
rataya ( Kebahagiaan oleh Perubahan Wujud ) . "

" Mereka yang tidak memiliki pikiran duniawi saat melakukan apa yang orang
duniawi lakukan , yang jernih dan di luar dari kegiatan seperti itu saat terlibat di
dalamnya , mampu pada akhir hidup mereka sepenuhnya melampaui keadaan
dimana perubahan wujud mungkin ada atau tidak ada. Mereka lahir di Surga Para-
nirmita -vasa -vartin ( Kesenangan dari Perubahan Wujud Lainnya ) . "

" Ananda , meskipun para makhluk didalam enam surga ini telah secara tubuh fisik
melampaui nafsu keinginan , jejak dari itu masih tetap dalam pikiran mereka .
Tingkat keberadaan sejauh yang dibahas dikenal sebagai Alam dari Nafsu keinginan
(Kama-dhatu) . "

" Ananda , semua orang di dunia yang mengolah hati mereka , tetapi tidak membantu
diri mereka sendiri pada Dhyana dan sehingga tidak memiliki kebijaksanaan , hanya
bisa mengendalikan tubuh mereka agar tidak terlibat dalam gairah nafsu seksual .
Apakah berjalan atau duduk , atau di dalam pikiran mereka , mereka sama sekali
tidak memiliki itu . Karena mereka tidak menimbulkan cinta yang mencemarkan ,
295
mereka tidak tetap berada didalam Kama-dhatu . Orang-orang ini , dalam
menanggapi pikiran mereka , mengambil tubuh makhluk Brahma . Makhluk tersebut
berada di Surga Brahma-kayika (Perkumpulan Majelis Brahma) . "

" Dalam mereka yang hatinya pada nafsu keinginan telah disingkirkan , pikiran yang
terpisah dari nafsu keinginan mewujud nyata . Mereka senang dalam mengikuti
ajaran sila . Berlatih kebajikan Brahma setiap saat , makhluk seperti itu berada di
Surga Brahma-purohita (Menteri Brahma) . "

" Mereka yang tubuh dan pikiran nya yang luar biasa sempurna , dan yang sikap
tingkah-laku mulianya tidak sedikit pun kekurangan , yang murni dalam sila dan
memiliki pemahaman yang menyeluruh dari itu juga. Memerintah banyak Brahma
sebagai Maha-Brahma-deva-raja , makhluk tersebut adalah di dalam Surga Maha
Brahma (Brahma besar) . "

" Ananda , mereka yang mengalir ke tiga tingkat yang unggul ini tidak akan ditindas
oleh bermacam-macam penderitaan . Meskipun mereka belum mengembangkan
Samadhi yang tepat, pikiran mereka murni ke titik bahwa semua arus terhenti . Ini
disebut Dhyana Pertama . "

" Ananda , mereka yang melebihi di luar Surga-surga Brahma memerintah para
makhluk Brahma , demi tingkah-laku Brahma mereka disempurnakan . Dengan
pikiran mereka yang hening-tenang dan tak bergerak , mereka memancarkan cahaya
dalam keheningan yang mendalam . Makhluk-mahluk tersebut berada di Surga
Parīttābha (Cahaya terbatas yang lebih kecil) . "

296
" Mereka yang cahayanya menerangi satu sama lain dalam kilauan sinar menyala
yang tak berujung di seluruh alam dari sepuluh penjuru sehingga segala sesuatu
menjadi seperti kristal . Makhluk-mahluk tersebut berada di Surga Apramānābha
(Cahaya yang tak terbatas). "

" Mereka yang mempertahankan cahaya hingga kesempurnaan mencapai zat isi
pokok dari ajaran . Menciptakan dan mengubah wujud kemurnian menjadi
tanggapan-tanggapan dan fungsi-fungsi yang tak ada habisnya , makhluk-mahluk
tersebut berada di dalam Surga Ābhāsvara (Cahaya Suara). "

" Ananda , mereka yang mengalir ke tiga tingkat yang unggul ini tidak akan tertindas
oleh kekhawatiran atau kekesalan . Meskipun mereka belum mengembangkan
Samadhi yang tepat, pikiran mereka murni ke titik bahwa mereka telah menaklukkan
arus keluar mereka yang kasar . Ini disebut Dhyana Kedua . "

" Ananda , para makhluk surgawi untuk siapa yang kesempurnaan cahayanya telah
menjadi suara dan yang lebih lanjut membuka keluar suara itu untuk
mengungkapkan keajaiban nya yang tiba di tingkat yang lebih kuat dari latihan .
Sesampainya di kebahagiaan dari kepunahan yang hening tenang , makhluk tersebut
berada di Surga Parīttaśubha (Kemurnian yang lebih kecil) . "

"Mereka di dalam yang 'keadaan kemurnian dikosongkan' mengalami ketidak-


terbatasan dari cahaya yang ringan-menyenangkan dalam tubuh dan pikiran mereka
, dan mereka mencapai kebahagiaan dari keheningan Nirvana . Makhluk tersebut
berada di Surga Apramānaśubha (Kemurnian yang tanpa batas) . "

297
"Mereka yang dunia , tubuh , dan pikiran semuanya murni sempurna telah mencapai
kebajikan dari kemurnian , dan mereka menganggap hal ini menjadi tempat tinggal
yang lebih unggul di mana mereka dapat kembali ke kebahagiaan dari keheningan
Nirvana . Makhluk tersebut berada dalam Surga Śubhakritsna (Kemurnian total yang
menembus) . "

" Ananda , mereka yang mengalir ke tiga tingkat yang unggul ini akan dipenuhi
dengan pemenuhan besar . Tubuh dan pikiran mereka adalah damai , dan mereka
mendapatkan kebahagiaan yang tak terbatas. Meskipun mereka belum memperoleh
Samadhi yang asli , sukacita dalam keheningan-tenang dari pikiran mereka adalah
total . Ini disebut Dhyana Ketiga . "

" Selain itu , Ananda , para makhluk surga yang 'tubuh dan pikiran nya tidak
tertindas' mengakhiri penyebab penderitaan dan menyadari bahwa kebahagiaan
adalah tidak kekal - bahwa cepat atau lambat itu akan berakhir. Mereka secara tegas
menolak kedua 'pikiran dari penderitaan dan pikiran dari kebahagiaan' . Penderitaan
kasar mereka dilenyapkan , dan berkat yang murni muncul . Makhluk tersebut berada
di Surga Punyaprasava (Kelahiran dari berkat kebajikan) . "

" Mereka yang 'penolakan terhadap pikiran-pikiran ini disempurnakan' mendapatkan


kemurnian dari pemahaman yang lebih unggul . Dalam berkat-berkat yang tidak
terhalang ini, mereka memperoleh pemenuhan indah menakjubkan yang meluas
hingga ke batas-batas dari masa depan . Makhluk tersebut berada di dalam Surga
Anabhraka (Kesenangan Terberkati). "

298
" Ananda , dari surga itu ada dua cara untuk pergi . Mereka yang memperpanjang
pemikiran sebelumnya menjadi cahaya murni yang tak terbatas , dan yang
menyempurnakan berkat dan kebajikan mereka , mengolah budidaya dan ditetapkan
ke salah satu dari tempat tinggal tersebut . Makhluk tersebut berada di dalam Surga
Brhatphala (Buah yang banyak berlimpah-limpah) . "

" Mereka yang memperpanjang pemikiran sebelumnya menjadi tidak suka pada
kedua 'penderitaan dan kebahagiaan' tak henti-hentinya meningkatkan penolakan
mereka sampai mereka menyempurnakan jalan dari penolakan. Tubuh dan pikiran
mereka akan menjadi punah; Pikiran mereka akan menjadi seperti abu mati. Selama
lima ratus kalpa para makhluk ini akan mengabadikan penyebab untuk penghasilan
dan kepunahan , menjadi tidak mampu mengungkap sifat alami yang tidak
dihasilkan ataupun tidak dipadamkan. Selama separuh pertama dari kalpa ini mereka
akan menjalani kepunahan; selama separuh kedua mereka akan mengalami
penghasilan. Makhluk tersebut berada di Surga Asamjñasattva (Tanpa pikiran). "

" Ananda , mereka yang mengalir ke empat tingkat yang unggul ini tidak akan
terpengaruh oleh penderitaan atau kebahagiaan di dunia manapun . Meskipun ini
adalah bukan 'yang tanpa kondisi dari Tingkat Sejati dari Yang Tidak Bergerak' ,
karena mereka masih memiliki pikiran untuk mendapatkan sesuatu , pemberdayaan
fungsi mereka adalah tetap cukup maju . Ini disebut Dhyana Keempat . "

" Melampaui di luar ini, Ananda , ada Kelima Surga dari Yang Tidak Kembali . Bagi
mereka yang telah benar-benar sepenuhnya memotong habis sembilan kategori dari
kebiasaan di alam yang lebih rendah , tiada penderitaan maupun tiada kebahagiaan

299
yang ada, dan tidak ada kemunduran ke tingkat yang lebih rendah . Semua yang
pikirannya telah mencapai penolakan ini tinggal menetap didalam Surga-surga ini
bersama-sama . "

" Ananda , mereka yang telah mengakhiri penderitaan dan kebahagiaan dan yang
tidak terlibat dalam pertentangan diantara pikiran-pikiran tersebut adalah berada di
Surga Avriha (Tiada Penderitaan) . "

" Ketika pikiran dan keadaan-keadaan terpisah , bahkan pikiran dari menyelidiki
keterlibatan itu dihilangkan . Makhluk tersebut berada di Surga Atapa (Tanpa Panas)
."

" Mereka yang penglihatannya luar biasa sempurna dan jelas , melihat alam dari
sepuluh penjuru yang bebas dari penampilan tercemar dan tanpa semua kotoran dan
pencemaran . Makhluk tersebut berada di Surga Sudarśana (Penglihatan Jelas Yang
Baik) . "

" Mereka yang intisari pokok dari penglihatannya telah diwujudkan mampu
mengubah wujud sesuka hati tanpa halangan . Makhluk tersebut berada di Surga
Sudraśa (Perubahan Wujud Indah Yang Baik) . "

" Mereka yang secara mendalam memahami prinsip utama dan sifat alami dari rupa
bentuk mencapai perbatasan dari kekosongan . Makhluk tersebut berada di Surga
Akanistha ('Sama dalam peringkat' ='Kediaman Murni Yang Halus'= 'Surga tertinggi
dari Rupadhatu') .

300
" Ananda , mereka yang berada didalam Empat Dhyana itu, dan bahkan para Raja
Dewa yang berada pada empat tingkat itu, hanya bisa memberikan penghormatan
mereka melalui setelah mendengar para Makhluk di Surga dari Yang Tidak Kembali
, mereka tidak dapat mengenal Mereka ataupun tidak dapat melihat Mereka , sama
seperti orang awam biasa di dunia tidak bisa melihat tempat-tempat di mana Arahat
tinggal di dalam Bodhimandala yang jauh kedalam hutan-belantara dan gunung-
gunung . "

" Ananda , didalam delapan belas Surga ini adalah mereka yang tetap sunyi bertapa
menyendiri dan tidak terlibat , tetapi yang belum berhasil menyingkirkan rupa
bentuk mereka . Surga ini disebut Rupadhatu . "

" Selain itu , Ananda , dari puncak ini dari Rupa-dhatu ada juga dua jalan . Mereka
'yang bersungguh-sungguh pada penolakan' telah mendatangkan kebijaksanaan.
Cahaya kebijaksanaan mereka menjadi sempurna dan menembus , sehingga mereka
dapat melampaui alam samsara yang tercemar , mencapai kesucian Arhat , dan
memasuki Bodhisattvayana (Kendaraan Bodhisattva) . Mereka disebut 'Maha
Arahat' yang telah menghadapkan pikiran Mereka kepada Mahàyàna (Kendaraan
Besar = Kendaraan Agung) . "

" Mereka yang tinggal berdiam di dalam pikiran dari penolakan dan yang berhasil
dalam pembuangan dan penolakan , menyadari bahwa tubuh mereka adalah
penghambat . Jika mereka kemudian melenyapkan hambatan dan masuk ke dalam
kekosongan , mereka berada di pangkalan Ākāśānantyāyatana (Kekosongan ruang
angkasa yang tidak terbatas) . "
301
" Bagi mereka yang telah memusnahkan semua hambatan , tidak ada halangan
ataupun tidak ada kepunahan . Lalu yang masih ada hanya kesadaran alaya (gudang
kesadaran) dan setengah dari fungsi halus dari mano-vijnana (kesadaran pikiran) .
Makhluk-makhluk ini berada di pangkalan Vijñānānantyāyatana (Kesadaran Tanpa
Batas) . "

" Mereka 'yang telah menyingkirkan dengan kekosongan dan bentuk' membasmi
pikiran yang sadar juga. Didalam keheningan-tenang yang luas dari sepuluh penjuru
tiada tempat sama sekali untuk pergi . Makhluk-makhluk ini berada di pangkalan
Ākimcanyāyatana (Tiada Apapun) . "

" Sifat alami dari kesadaran adalah tak bergerak , namun dalam kepunahan mereka
secara mendalam menyelidiki itu , mencoba untuk mengakhiri apa yang tak ada
habisnya . Jadi, seolah-olah itu ada dan namun tidak ada , seolah-olah itu berakhir
namun belum berakhir . Para makhluk itu berada di pangkalan
Naivasamjñānāsamjñāyatana (Tiada pikiran maupun tiada yang bukan pikiran) . "

" Makhluk-makhluk ini yang mengolah budidaya jalan bijaksana dari Surga dari
Yang Tidak Kembali dengan menggali secara mendalam ke dalam kekosongan tanpa
memahami prinsip kekosongan dikenal sebagai Arahat pudar membosankan
(Anàgàmin dari KeArhatan) yang tidak mengubah pikiran Mereka untuk menghadap
ke Mahàyàna. Sama seperti mereka yang di Surga Tanpa Pikiran dan Surga-surga
diluar lainnya yang secara mendalam menyelidiki kekosongan tanpa mengetahui
untuk memperbaiki , para makhluk ini adalah bodoh dan tersesat didalam ( surga

302
dengan ) arus keluar . Mereka oleh karena itu akan memasuki siklus perputaran
kelahiran kembali lagi . "

" Ananda , para makhluk di semua surga ini adalah makhluk awam biasa yang
menerima buah dari karma penghargaan mereka. Begitu hadiah mereka habis ,
mereka harus satu kali lagi memasuki kelahiran kembali . Para devaràja penguasa
dari surga-surga ini, bagaimanapun , adalah semua Bodhisattva yang menjelajah
didalam Samadhi . Mereka secara bertahap berkembang maju dalam latihan Mereka
dan membuat pemindahan dengan cara yang dibudidayakan oleh semua orang bijak
."

" Ananda , ini adalah Empat Surga dari Kekosongan , di mana tubuh dan pikiran dari
penduduknya dipadamkan . Konsentrasi muncul , dan mereka terbebas dari
pembalasan karma rupa-bentuk . Kelompok terakhir ini disebut Arupa-dhatu (Alam
tanpa rupa-bentuk) . "

" Para makhluk itu didalam keseluruhan mereka belum memahami 'pikiran terang
tercerahkan yang indah menakjubkan' . Pegumpulan mereka pada kepalsuan
membawa menjadi ada keberadaan palsu di Triloka (Tiga Alam). Dalam hal ini
mereka secara palsu mengikutinya dan menjadi tenggelam didalam tujuh nasib .
Sebagai pudgala , mereka berkumpul bersama dengan jenis mereka sendiri . "

" Selanjutnya , Ananda , ada empat kategori Asura di Triloka . "

" Mereka yang berada di jalan hantu yang , melalui kekuatan mereka melindungi

303
Dharma , bisa menaiki penembusan batin mereka untuk masuk ke dalam kekosongan
adalah para asura yang terlahir dari telur , mereka adalah milik dari takdir nasib hantu
."

" Mereka 'yang telah jatuh dalam kebajikannya yang berkurang dan telah
diberhentikan dari surga' tinggal berdiam di tempat-tempat didekat matahari dan
bulan . Mereka adalah para asura yang terlahir dari rahim dan milik dari takdir nasib
manusia . "

" Ada para raja asura yang menjunjung tinggi dunia dengan kekuatan penembusan
dan keberanian . Mereka mampu bersaing dengan Brahma-raja, Shakra-deva , dan
Catur-Maha-rajika. Para asura ini terwujud menjadi ada melalui perubahan wujud
dan milik dari takdir nasib dewa . "

" Ananda , ada hal lain , kategori yang lebih bawah dari para asura. Mereka terlahir
di tengah laut yang besar dan hidup di gua-gua bawah laut. Selama siang hari mereka
berkeliaran didalam kekosongan ; Pada malam hari mereka kembali ke alam berair.
Para asura ini terwujud menjadi ada dikarenakan oleh kelembaban dan milik dari
takdir nasib hewan . "

" Ananda , sehingga ketika tujuh nasib dari para penghuni neraka , preta (hantu
kelaparan) , hewan, manusia , rsi (jenis mahluk yang berlatih keabadian) , dewa ,
dan asura diselidiki secara terperinci , mereka semua ditemukan keruh dan terlibat
dalam keberadaan yang berkondisi . Kelahiran mereka berasal dari pikiran palsu.
karma yang menyusul berikutnya milik mereka berasal dari pikiran-pikiran yang

304
palsu. Didalam kesempurnaan yang indah menakjubkan dari pikiran pokok
mendasar yaitu tanpa melakukan apapun, mereka seperti bunga aneh di ruang
angkasa, karena pada dasarnya tidak ada yang ditempel , mereka sepenuhnya sia-sia
dan palsu , dan mereka tidak memiliki sumber atau awal . "

" Ananda , para makhluk hidup ini , yang tidak mengenali pikiran yang pokok
mendasar , semuanya mengalami kelahiran kembali selama kalpa-kalpa yang tak
terbatas . Mereka tidak mencapai kemurnian yang benar sejati, karena mereka terus
terlibat dalam pembunuhan, pencurian , dan nafsu , atau karena mereka melawan
nya dan terlahir sesuai dengan mereka yang tidak membunuh , tidak mencuri , dan
tiada nafsu . Jika tiga karma ini hadir di dalam mereka , mereka terlahir di antara
pasukan hantu . Jika mereka terbebas dari ketiga karma ini , mereka terlahir dalam
takdir nasib dewa . Gejolak tidak tetap yang terus-menerus diantara ada dan
ketiadaan dari karma-karma ini menimbulkan perputaran siklus kelahiran kembali .
"

" Bagi mereka yang mampu melahirkan Samadhi , 'baik kehadiran maupun tidak
adanya dari karma-karma ini' ada didalam keheningan abadi itu , bahkan
ketidakberadaan mereka diselesaikan. Sejak ketiadaan dari membunuh , mencuri ,
dan nafsu adalah tidak ada, bagaimana bisa ada keterlibatan yang benar-benar
didalam perbuatan dari pembunuhan , pencurian dan nafsu ? "

" Ananda , mereka yang tidak memotong habis tiga karma itu masing-masing
memiliki andil pribadi mereka sendiri . Karena masing-masing memiliki andil
pribadi , andil pribadi menjadi terkumpul , membuat bagian-bagian bersama. Mereka
tidak tanpa sumber yang tetap, karena mereka muncul dari kepalsuan . Oleh karena
mereka muncul dari kepalsuan , mereka pada dasarnya tanpa sebab , dan dengan
305
demikian mereka tidak bisa dilacak dengan tepat . "

" Anda harus memperingatkan para pengolah budidaya bahwa mereka harus
menyingkirkan tiga angan-angan khayalan ini jika mereka ingin menumbuhkan
Bodhi . Jika mereka tidak mengakhiri tiga angan-angan khayalan ini , maka bahkan
penembusan batin yang mereka mungkin capai hanyalah keduniawian , fungsi yang
berkondisi . Jika mereka tidak memadamkan kebiasaan ini, mereka akan jatuh ke
dalam jalan iblis. Meskipun mereka ingin mengusir kepalsuan , bahkan mereka
menjadi berlipat-ganda menipu. Sang Tathagata mengatakan bahwa makhluk
tersebut adalah menyedihkan. Anda telah menciptakan kepalsuan ini sendiri; itu
bukanlah kesalahan dari Bodhi . Penjelasan yang seperti ini adalah ucapan yang tepat
. Setiap penjelasan yang lain adalah ucapan dari raja iblis mara . "

Pada saat itu , sang Tathagata sedang bersiap-siap untuk meninggalkan kursi Dharma
. Dari Simhasana (tahta singa) , Dia mengulurkan tanganNya dan meletakkanNya di
atas meja kecil yang terbuat dari tujuh permata yang berharga . Tapi kemudian , Dia
membalikkan tubuhNya , yang merupakan warna dari ungu gunung emas , dan
bersandar kembali , berkata kepada semua orang dalam persamuan majelis dan
Ananda , "Bagi Anda yang banyak untuk Belajar , Anda para Pratyekabuddha yang
Tercerahkan oleh Kondisi , dan Anda para Sravaka (pendengar suara) sekarang telah
mengalihkan pikiran Anda untuk mengejar pencapaian Bodhi tertinggi ; yang tak
tertandingi , pencerahan yang indah menakjubkan. Saya telah mengajarkan Anda
cara yang benar dari mengolah budidaya. Anda masih tidak menyadari peristiwa
halus iblis mara yang dapat terjadi ketika Anda mengembangkan Shamatha -
Vipashyana; Jika Anda tidak dapat mengenali keadaan iblis ketika ia muncul , itu
adalah karena pembersihan pikiran Anda belum tepat. Anda kemudian akan ditelan
oleh pandangan yang menyimpang. Anda mungkin diganggu oleh iblis dari skandha
306
anda sendiri atau iblis dari surga. Atau Anda mungkin dikuasai oleh hantu atau roh
, atau Anda mungkin menghadapi hantu gunung. Jika pikiran Anda tidak jelas , Anda
akan keliru mempersamakan pencuri untuk anak Anda sendiri . Hal ini juga
memungkinkan untuk merasa puas setelah pencapaian yang kecil , seperti Bhikshu
yang tidak terpelajar yang mencapai Dhyana Keempat dan mengklaim bahwa ia
telah mencapai kebijaksanaan . Ketika pahala surgawi nya berakhir dan tanda-tanda
kerusakan muncul , dia memfitnah kesucian Arhat sebagai yang tunduk pada
kelahiran dan kematian , dan dengan demikian dia jatuh ke dalam neraka Avichi .
Anda harus memperhatikan . sekarang Saya akan menjelaskan hal ini secara
terperinci untuk Anda.

Ananda berdiri dan , dengan yang lainnya didalam persamuan majelis yang masih
memiliki lebih banyak untuk belajar , membungkuk dengan penuh sukacita. Mereka
mendiamkan diri Mereka sendiri untuk mendengarkan Ajaran welas asih itu.

( Iblis skandha dari lima puluh Jenis )

Sang Buddha memberitahu kepada Ananda dan seluruh persamuan majelis , " Anda
harus tahu bahwa dua belas jenis makhluk hidup di dunia dari arus keluar ini
diberkahi dengan yang sangat terang , pencerahan mendasar - yang tercerahkan , isi
pokok zat yang sempurna dari pikiran yang tidak berbeda dengan milik para Buddha
dari sepuluh penjuru . Karena kesalahan dari pikiran yang palsu dan kebingungan
tentang kebenaran , kegilaan birahi muncul dan membuat kebingungan Anda
semuanya meresap menjalar . Akibatnya , kekosongan muncul . Dunia-dunia
menjadi terwujud ketika kebingungan itu terus-menerus tak henti-hentinya berubah
bentuk . Oleh karena itu , wlayah-wilayah yang tidak tanpa arus keluar , yang
307
banyaknya seperti butiran terkecil atom dari alam semesta di seluruh sepuluh
penjuru , semuanya diciptakan sebagai hasil dari kebingungan , kekusaman , dan
pikiran palsu . "

" Anda harus tahu bahwa ruang angkasa yang tercipta dalam hati Anda adalah seperti
sebuah gumpalan awan yang menitik langit yang luas . Berapa banyak yang lebih
kecil harus semua dunia terjadi dalam ruang angkasa itu ! Jika bahkan satu orang di
antara kamu menemukan kebenaran dan kembali ke sumbernya , maka semua ruang
angkasa di sepuluh penjuru dilenyapkan . Bagaimana mungkin dunia-dunia dalam
ruang angkasa gagal untuk dihancurkan juga? "

" Ketika Anda mengolah Dhyana dan mencapai Samadhi , pikiran Anda
menyeuaikan dengan pikiran para Bodhisattva dan Arahat besar dari sepuluh penjuru
yang bebas dari arus keluar , dan Anda tinggal berdiam di dalam keadaan dari
kemurnian yang mendalam . Semua raja iblis , hantu dan roh , dan para dewa biasa
melihat runtuhnya istana mereka tanpa alasan yang jelas . Gempa mengguncang ,
dan semua makhluk di dalam air , di darat , dan di udara , tanpa kecuali , ketakutan
. Namun orang-orang awam biasa yang tenggelam dalam kebingungan yang suram
tetap tidak menyadari perubahan-perubahan ini. Semua makhluk ini memiliki lima
jenis kekuatan batin; mereka masih kekurangan penghapusan pada arus keluar
karena mereka masih melekat pada kesukaan duniawi. Bagaimana mungkin mereka
membiarkan Anda untuk menghancurkan istana mereka? Itulah mengapa para hantu
, roh , iblis langit , mahluk halus , dan yaksha datang untuk mengganggu Anda ketika
Anda berada didalam Samadhi . "

" Meskipun para iblis ini memiliki kebencian yang luar biasa , mereka berada dalam
308
cengkeraman nafsu duniawi mereka , sementara Anda berada dalam pencerahan
yang indah menakjubkan . Mereka tidak bisa mempengaruhi Anda lebih dari sebuah
angin yang bertiup dapat mempengaruhi cahaya atau pisau dapat memotong melalui
air . Anda seperti air yang mendidih , sedangkan iblis itu seperti es padat yang , di
hadapan panas , segera mencair . Karena mereka mengandalkan hanya pada
kekuatan batin , mereka hanya seperti tamu . Mereka bisa berhasil dalam kehancuran
mereka melalui pikiran Anda , yang merupakan tuan rumah dari lima skandha . Jika
tuan rumah menjadi bingung , para tamu akan dapat melakukan apa yang mereka
harap . Ketika Anda berada didalam Dhyana , terbangun , menyadari , dan bebas dari
angan-angan khayalan , perbuatan iblis mereka tidak dapat melakukan apa pun pada
Anda . Ketika skandha larut , Anda memasuki cahaya . Semua gerombolan orang
yang menyimpang itu tergantung pada energi kegelapan . Karena cahaya dapat
merusak kegelapan , mereka akan hancur jika mereka datang di dekat Anda .
Bagaimana mereka bisa berani berlama-lama dan mencoba untuk mengganggu
Dhyana - Samadhi Anda ? "

" Jika Anda tidak jelas dan tidak sadar , tetapi dibingungkan dengan Skandha , maka
Anda , Ananda , pasti akan menjadi salah satu dari iblis mara . Anda akan berubah
menjadi makhluk iblis. Perjumpaan Anda dengan putri Matangi adalah peristiwa
kecil . Dia melemparkan mantra pada Anda untuk membuat Anda melanggar sila-
sila moral sang Buddha . Namun, di antara delapan puluh ribu cara dari perilaku ,
Anda melanggar hanya satu ajaran sila. Karena pikiran Anda adalah murni , semua
tidak hilang . Itu akan menjadi upaya untuk menghancurkan pencerahan berharga
milik Anda . Kalau itu berhasil , Anda akan menjadi seperti keluarga dari seorang
atasan pejabat pemerintah yang tiba-tiba diasingkan ; keluarganya melarat

309
mengembara , kehilangan dan sendirian , tanpa ada seorangpun yang kasihan atau
menyelamatkan mereka. "

" Ananda , Anda harus tahu bahwa sebagai seorang pengolah budidaya yang duduk
di Bodhimanda , Dia menyingkirkan dengan semua pikiran menghilang . Ketika
pikirannya berakhir , tidak akan ada apapun di pikirannya . Keadaan dari kejelasan
murni ini akan tetap sama apakah dalam gerakan ataupun keheningan tenang yang
diam , dalam ingatan ataupun kelupaan . Ketika Dia tinggal berdiam di tempat ini
dan memasuki Samadhi , Dia seperti orang dengan penglihatan yang jelas yang
menemukan dirinya didalam kegelapan total . Meskipun sifat alaminya adalah
kemurnian yang mengagumkan , pikirannya belum diterangi . Ini adalah wilayah
dari 'Rupa Skandha' . Jika matanya menjadi jelas , Dia akan kemudian mengalami
sepuluh penjuru sebagai hamparan terbuka , dan kegelapan akan hilang . Ini adalah
akhir dari 'Rupa Skandha' . Dia kemudian akan mampu melampaui kekeruhan waktu
. Merenungkan penyebab dari Rupa Skandha , orang melihat bahwa pikiran palsu
dari kepadatan adalah sumbernya . "

" Ananda , pada saat ini , saat orang itu sungguh-sungguh menyelidiki kecerahan
yang menakjubkan , empat unsur tidak akan lagi berfungsi bersama-sama , dan
segera tubuh akan mampu mengatasi penghalang . Keadaan ini disebut ' kecerahan
murni bergabung menyatu kedalam lingkungan ' . Ini adalah keadaan sementara
dalam perjalanan dari pengolahan budidaya dan tidak menunjukkan kebijaksanaan .
Jika dia tidak berpikir dia telah menjadi seorang yang bijaksana , maka ini akan
menjadi keadaan yang baik . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia
akan rentan terhadap pengaruh iblis . "

310
" Selanjutnya, Ananda , saat orang menggunakan pikirannya untuk bersungguh-
sungguh menyelidiki cahaya yang indah menakjubkan itu , cahaya itu akan meliputi
tubuhnya . Tiba-tiba dia akan mampu mencabut cacing usus dari tubuhnya sendiri ,
namun tubuhnya akan tetap utuh dan tidak terluka . Keadaan ini disebut ' cahaya
murni bergelombang melalui tubuh fisik seseorang ' . Ini adalah keadaan sementara
dalam proses latihan yang kuat bersemangat , dan tidak menunjukkan kebijaksanaan
. Jika dia tidak berpikir ia telah menjadi seorang yang bijaksana , maka ini akan
menjadi keadaan yang baik . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan
rentan terhadap pengaruh iblis ' . "

" Selanjutnya, saat orang menggunakan pikirannya untuk bersungguh-sungguh


menyelidiki di dalam dan di luar , tubuh fisik nya dan batin jiwa nya , kecerdasan,
hasrat kemauan, intisari pokok , dan semangat nya akan dapat berinteraksi satu sama
lain tanpa mempengaruhi tubuhnya . Mereka akan bergiliran sebagai tuan rumah dan
tamu . Lalu dia tiba-tiba dapat mendengar suara Dharma yang diucapkan di ruang
angkasa, atau mungkin dia akan mendengar kebenaran esoteris vajrayana yang
diucapkan secara serentak di seluruh sepuluh penjuru . Keadaan ini disebut ' intisari
pokok dan jiwa bergantian memisah dan menyatu , dan penanaman benih yang baik
' . Ini adalah kondisi sementara dan tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak
berpikir ia telah menjadi seorang yang bijaksana , maka ini akan menjadi keadaan
yang baik . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap
pengaruh iblis . "

" Selanjutnya , ketika pikiran seseorang menjadi jelas , membuka selubung , cerah,
dan menembus , sebuah cahaya dari dalam akan bersinar dan mengubah segala

311
sesuatu dalam sepuluh penjuru arah menjadi bewarna Suvarna Jambunada (warna
ungu keemasan) . Semua berbagai jenis dari para makhluk akan berubah wujud
menjadi para Tathagata . Tiba-tiba dia akan melihat Vairocana Buddha duduk di atas
mimbar cahaya surga , dikelilingi oleh ribuan Buddha yang secara bersamaan
muncul pada bunga teratai di seratus juta wilayah . Keadaan ini disebut ' pikiran dan
jiwa yang ditanamkan dengan kesadaran batin ' . Ketika dia telah menyelidiki ke
pokok dari kejelasan , cahaya terang dari pikirannya akan menyinari semua dunia .
Ini adalah keadaan sementara dan tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak
berpikir ia telah menjadi seorang bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik .
Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap pengaruh
iblis ' . "

" Selanjutnya, saat orang menggunakan pikirannya untuk bersungguh-sungguh


menyelidiki cahaya yang indah menakjubkan itu , dia akan merenungkan tanpa jeda
, menahan dan menundukkan pikirannya sehingga tidak pergi ke perbedaan besar .
Tiba-tiba ruang angkasa di sepuluh penjuru dapat menjadi warna dari tujuh permata
mulia atau warna dari seratus permata yang berharga , yang sekaligus meliputi
kemana-mana tanpa menghambat satu sama lain . Biru , kuning, merah , dan putih
masing-masing akan jelas terlihat . Keadaan ini disebut 'mencoba terlalu keras untuk
menundukkan pikiran ' . Ini adalah keadaan sementara dan tidak menunjukkan
kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah menjadi seorang bijak , maka ini akan
menjadi keadaan yang baik . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia
akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "

" Selanjutnya, saat orang menggunakan pikirannya untuk menyelidiki dengan


ketajaman yang jelas sampai cahaya murni tidak lagi berpencar , dia akan tiba-tiba

312
dapat melihat berbagai benda di ruangan gelap di malam hari , seolah-olah itu hanya
siang hari . Namun benda-benda yang sudah ada di ruangan gelap itu tidak
menghilang . Keadaan ini disebut ' membersihkan pikiran dan memurnikan
penglihatan sampai orang mampu melihat di dalam gelap ' . Ini adalah keadaan
sementara dan tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir dia telah
menjadi bijak , maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tetapi jika dia
menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "

" Selanjutnya, ketika pikirannya benar-benar sepenuhnya menyatu dengan


kekosongan , empat anggota tubuhnya akan tiba-tiba menjadi seperti rumput atau
kayu , tanpa perasaan bahkan ketika dibakar oleh api atau dipotong dengan pisau .
Pembakaran oleh api tidak akan membuat anggota tubuhnya panas , dan bahkan
ketika dagingnya dipotong , itu akan menjadi seperti kayu yang dipangkas . Keadaan
ini disebut ' penggabungan keadaan-keadaan luar dan campuran dari empat unsur
menjadi zat yang sama seragam' . Ini adalah keadaan sementara dan tidak
menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir dia telah menjadi seorang bijak
, maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak
, maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "

" Selanjutnya, ketika pikirannya menyelesaikan kemurnian yang demikian bahwa


keahliannya dalam memurnikan pikiran telah mencapai yang tertinggi, dia akan tiba-
tiba melihat tanah bumi , gunung-gunung , dan sungai-sungai di sepuluh penjuru
berubah menjadi Tanah Buddha (Buddha-ksetra) yang penuh dengan tujuh permata
berharga , cahayanya bersinar di mana-mana . Dia juga akan melihat para Buddha ,
Tathagata , sebanyak pasir sungai Gangga , mengisi semua ruang . Dia juga akan
melihat paviliun-paviliun dan istana-istana yang megah dan indah . Dia akan melihat

313
neraka-neraka di bawah ini dan istana-istana surga langit di atas , semua tanpa
halangan . Keadaan ini disebut ' perubahan bentuk secara bertahap dari pikiran yang
terkonsentrasi dari suka and tidak suka ' . Ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika
dia tidak berpikir ia telah menjadi seorang bijak , maka ini akan menjadi keadaan
yang baik . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka dia akan rentan terhadap
pengaruh iblis ' . "

" Selanjutnya, ketika orang menggunakan pikirannya untuk menyelidiki apa yang
mendalam dan yang jauh , dia akan tiba-tiba dapat melihat tempat-tempat yang jauh
di tengah malam . Dia akan melihat pasar kota dan masyarakat juga , jalan-jalan dan
lorong-lorong , dan kerabat dan teman-teman , dan dia mungkin mendengar
percakapan mereka . Keadaan ini disebut ' Setelah ditekan secara sepenuhnya ,
pikiran terbang keluar dan melihat banyak hal yang telah ditutup dari pandangan ' .
Ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir ia telah menjadi bijak
, maka ini akan menjadi keadaan yang baik . Tetapi jika dia menganggap dirinya
bijak , maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "

" Selanjutnya, ketika orang menggunakan pikirannya untuk menyelidiki ke titik


sepenuhnya , dia mungkin melihat penasehat yang baik dan bijaksana yang tubuhnya
mengalami perubahan . Dalam selang waktu yang singkat , berbagai perubahan akan
terjadi yang tidak dapat dijelaskan . Keadaan ini disebut ' memiliki pikiran yang
tidak benar yang dimiliki oleh mahluk halus gunung atau iblis surga , dan tanpa
alasan berbicara Dharma yang mengandung kebenaran menakjubkan ' . Ini tidak
menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia tidak berpikir dia telah menjadi seorang bijak
, maka kegiatan iblis mara akan reda menghilang . Tapi jika dia menganggap dirinya
bijak , maka dia akan rentan terhadap pengaruh iblis ' . "

314
" Ananda , seluruh sepuluh dari keadaan-keadaan itu dapat terjadi di Dhyana saat
upaya batin seseorang berinteraksi dengan bentuk Rupa Skandha . Makhluk hidup
yang kusam dan bingung tidak menilai diri mereka sendiri . Menghadapi situasi
seperti itu , dalam kebingungan mereka, mereka gagal untuk mengenali nya dan
mengatakan bahwa mereka telah menjadi orang bijak , sehingga mengucapkan
kebohongan besar . Mereka akan jatuh ke dalam neraka-neraka tanpa belas kasihan.
Didalam jaman berakhirnya Dharma , setelah Nirvana Sang Tathagata , kalian semua
harus mengandalkan dan mengumumkan Ajaran ini . Jangan biarkan iblis dari surga
memiliki cara mereka . Berikan perlindungan sehingga semuanya dapat menyadari
Jalan yang tak tertandingi . "

" Ananda , ketika orang baik yang mengolah budidaya Samadhi dan Shamatha telah
mengakhiri 'Rupa Skandha' , dia bisa melihat pikiran semua Buddha seolah-olah
melihat gambar yang tercermin dalam cermin yang terang . Dia tampaknya telah
memperoleh sesuatu , tapi dia tidak dapat menggunakannya . Dalam hal ini dia
menyerupai orang lumpuh . Tangan dan kaki-nya utuh , penglihatan dan
pendengarannya tidak terputar-balik , namun pikirannya telah berada di bawah
pengaruh yang menyimpang , sehingga dia tidak bisa bergerak . Ini adalah wilayah
dari 'Vedana Skandha' . Begitu masalah kelumpuhan mereda , pikirannya bisa
kemudian meninggalkan tubuhnya dan melihat kembali ke wajahnya . Itu dapat pergi
atau menetap sesukanya tanpa ada hambatan lebih lanjut . Ini adalah akhir dari
Vedana Skandha. Orang ini bisa kemudian melampaui kekeruhan pandangan .
Merenungkan penyebab Vedana Skandha , orang melihat pikiran palsu dari
kejelasan khayalan ilusi itu adalah sumbernya . "

315
" Ananda , dalam situasi ini orang yang baik itu mengalami cahaya yang terang .
Perasaan muncul dalam pikirannya sebagai hasil dari tekanan didalam yang
berlebihan . Pada saat ini , dia tiba-tiba merasakan kesedihan yang tak terbatas bahwa
dia memandang bahkan nyamuk dan lalat sebagai anak-anak kecil yang baru lahir .
Dia diliputi dengan rasa kasihan dan semburan air mata tanpa menyadarinya. Ini
disebut ' mencoba terlalu keras untuk menekan pikiran dalam proses mengolah
budidaya . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak
menunjukkan kebijaksanaan . Jika dia menyadari itu dan tetap tidak bingung , maka
setelah satu waktu itu akan menghilang . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak ,
maka iblis kesedihan akan memasuki pikirannya . kemudian , segera setelah dia
melihat seseorang , dia akan merasa sedih dan menangis sejadi-jadinya. Tanpa
Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Lebih lanjut , Ananda , dalam keadaan Samadhi ini, orang baik itu melihat
penghancuran Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha . Pada saat itu dia
memiliki penglihatan luhur dan diliputi dengan rasa syukur terima-kasih . Dalam
situasi ini , dia tiba-tiba memperlihatkan keberanian yang luar biasa . Pikirannya
berani dan tajam . Dia menetapkan untuk sama sebanding semua Buddha dan
mengatakan dia dapat melampaui tiga Asamkhyeya dari kalpa dalam satu pikiran
tunggal . Ini disebut ' terlalu cemas untuk unggul dalam mengolah budidaya ' . Jika
dia mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan
kebijaksanaan . Jika dia menyadari itu dan tetap tidak bingung , maka setelah satu
waktu itu akan menghilang . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis
kegilaan akan memasuki pikirannya . Begitu dia melihat seseorang , dia akan
membual tentang dirinya sendiri . Dia akan menjadi luar biasa angkuh , sampai-

316
sampai dia tidak mengenal Buddha di atasnya dan tidak ada orang di bawahnya .
Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini, orang baik itu melihat penghancuran
Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Dengan tiada pencapaian yang baru
yang segera di depannya , dan juga kehilangan status dulunya, kekuatan
kebijaksanaan nya melemah , dan dia memasuki jalan buntu di mana dia melihat
tiada apapun untuk mengharap . Tiba-tiba perasaan kesamaan membosankan yang
luar biasa dan kehausan muncul dalam pikirannya . Setiap saat dia terpaku dalam
kenangan yang tidak bubar. Dia mempersamakan ini untuk tanda dari ketekunan dan
semangat . Ini disebut ' mengolah pikiran , tetapi kehilangan diri sendiri karena
kurangnya kebijaksanaan ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan .
Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . tetapi jika dia menganggap
dirinya bijak , maka iblis ingatan akan memasuki pikirannya . Siang dan malam itu
akan terus menahan pikirannya tergantung di satu tempat . Tanpa Samadhi yang
tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu melihat penghancuran
Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Kebijaksanaannya menjadi lebih
kuat dari Samadhi nya , dan dia secara keliru menjadi terburu nafsu yang tak sabar .
Menghargai keagungan dari sifat alami nya , dia membayangkan bahwa dia adalah
Nishyanda ( Tubuh Buddha Yang Murni dan Penuh ) dan beristirahat merasa puas
dengan pencapaian kecil -nya . Ini disebut ' menerapkan pikiran , tetapi menyimpang
dari pemeriksaan yang tetap dan menjadi sibuk dengan ide-ide dan pendapat-
pendapat ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak
menunjukkan Kebijaksanaan . Tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis

317
rendah yang mudah puas akan memasuki pikirannya . Begitu dia melihat seseorang
, dia akan mengumumkan , "saya telah menyadari kebenaran mutlak yang tak
tertandingi ." Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini, orang baik itu melihat penghancuran
Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Dia belum memperoleh hasil
apapun , dan keadaan pikirannya yang sebelumnya sudah menghilang . Meneliti dua
perbedaan besar itu , dia merasa bahwa dia berada dalam bahaya besar . Tiba-tiba
dia menjadi sangat bingung , seolah-olah dia sedang duduk di ranjang besi panas ,
atau seolah-olah dia telah menelan racun . Dia tidak memiliki keinginan untuk terus
hidup , dan dia selalu meminta orang untuk mengambil nyawanya sehingga dia dapat
dilepaskan lebih cepat . Ini disebut , ' mengolah budidaya , tetapi kehilangan jalan
bijaksana ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak
menunjukkan kebijaksanaan. tapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis
kesedihan yang tak hilang-hilang akan memasuki pikirannya . Dia mungkin
mengambil pisau dan pedang dan memotong tubuhnya sendiri , dengan senang hati
menyerahkan hidupnya . Atau yang lain, didorong oleh kecemasan yang terus-
menerus , dia bisa lari kedalam hutan belantara dan tidak mau melihat orang-orang
. Tanpa Samadhi yang tepat, dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu melihat penghancuran
Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Saat dia berdiam dalam kemurnian
ini , pikirannya hening-tenang dan santai . Tiba-tiba perasaan sukacita yang tak
terbatas muncul dalam dirinya . Ada kebahagiaan tersebut dalam pikirannya yang
dia tidak bisa menahannya. Ini disebut , ' mengalami keringanan dan kemudahan ,
tetapi tidak memiliki kebijaksanaan untuk mengendalikan itu' . Jika dia mengerti ,

318
maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan .
Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis yang suka kebahagiaan akan
memasuki pikirannya . Begitu dia melihat seseorang , dia akan tertawa . Dia akan
bernyanyi dan menari di jalanan . Dia akan mengatakan bahwa dia telah mencapai
pembebasan yang tak terhalang . Tanpa Samadhi yang tepat, dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu melihat penghancuran
Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Dia bilang dia sudah puas . Tiba-
tiba , perasaan tidak masuk akal , kepuasan diri yang sangat kuat mungkin timbul
dalam dirinya . Mungkin termasuk kebanggaan , terlalu bangga , kebanggaan yang
angkuh , kebanggaan yang terlalu kuat , dan kebanggaan berdasarkan keadaan yang
rendah , semuanya terjadi sekaligus. Dalam benaknya , dia bahkan memandang
rendah pada para Tathagata dari sepuluh penjuru , berapa banyak lebih lagi pada
posisi yang lebih rendah dari para Sravaka dan Pratyekabuddha yang tercerahkan
oleh kondisi . Ini disebut ' melihat diri sendiri sebagai yang tertinggi , tapi tiada
kebijaksanaan untuk menyelamatkan diri sendiri ' . Jika dia mengerti , maka tidak
ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan. Tetapi jika dia
menganggap dirinya bijak , maka iblis kesombongan yang sangat kuat akan
memasuki pikirannya . Dia tidak akan menunduk pada stupa atau di dalam kuil-kuil
. Dia akan menghancurkan Sutra dan patung gambar Buddha . Dia akan mengatakan
kepada 'Danapati (penyokong)' , " Ini adalah emas , perunggu , tanah liat , atau kayu
. Sutra hanyalah daun atau kain . Tubuh daging adalah apa yang nyata dan kekal ,
tetapi anda tidak menghormati itu , melainkan anda menghormati tanah liat dan kayu
. Itu benar-benar tidak masuk akal . " Mereka yang memiliki keyakinan yang
mendalam dalam dirinya akan mengikuti dia untuk menghancurkan dan mengubur
Sutra dan patung gambar Buddha dalam tanah . Dia akan menyesatkan makhluk

319
hidup sehingga mereka jatuh ke dalam neraka-neraka tanpa belas kasihan. Tanpa
Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini , orang baik itu melihat penghancuran
Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Didalam pemahaman nya yang
halus , dia terbangun sepenuhnya pada prinsip-prinsip yang halus . Semuanya sesuai
dengan keinginannya . Dia bisa tiba-tiba mengalami keringanan yang tak terbatas
dan kemudahan dalam pikirannya . Dia mungkin mengatakan bahwa dia telah
menjadi seorang bijak dan mencapai penguasaan diri yang besar . Ini disebut '
mencapai keringanan dan kejelasan karena kebijaksanaan' . Jika dia mengerti , maka
tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Tapi jika
dia menganggap dirinya bijak , maka iblis yang suka keringanan dan kejelasan akan
memasuki pikirannya . Menegaskan bahwa dia sudah puas , dia tidak akan berusaha
untuk membuat kemajuan lebih lanjut . Untuk sebagian besar , sang pengolah
budidaya itu akan menjadi seperti Bhikshu yang tidak terpelajar . Dia akan
menyesatkan makhluk hidup sehingga mereka akan jatuh ke dalam neraka Avichi .
Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya dalam keadaan dari Samadhi ini, orang baik itu melihat penghancuran
Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Didalam kebangkitan yang jelas itu
, dia mengalami kejelasan palsu. Didalam itu , tiba-tiba dia mungkin akan mengarah
ke pandangan kepunahan kekal , menyangkal sebab dan akibat , dan menganggap
segala sesuatu sebagai kekosongan . Pikiran pada kekosongan sangat menguasai
sehingga dia menjadi percaya bahwa ada kepunahan abadi setelah kematian . Ini
disebut ' keadaan batin dari Samadhi melarutkan sehingga seseorang kehilangan
penglihatan dari apa yang benar ' . Jika dia mengerti , maka tidak ada kesalahan .

320
Pengalaman ini tidak menunjukkan kebijaksanaan . Tetapi jika dia menganggap
dirinya bijak , maka iblis kekosongan akan memasuki pikirannya . Dia akan
memfitnah penyelenggaraan ajaran sila , menyebutnya sebagai " Dharma Hinayana
. " Dia akan berkata , " karena para Bodhisattva telah terbangun pada kekosongan ,
apa lagi yang ada untuk dipertahankan atau dilanggar ? " Orang ini , di hadapan para
Danapati nya yang setia , akan sering minum anggur , makan daging , dan terlibat
dalam nafsu tunasusila . Kekuatan iblis akan terus menjaga para pengikutnya untuk
tidak meragukan atau mencela dia . Setelah mahluk halus itu telah menguasai dia
untuk waktu yang lama , dia dapat memakan kotoran dan kencing , atau daging dan
anggur , menegaskan bahwa semua hal-hal seperti itu adalah kosong . Dia akan
melanggar ajaran sila moral sang Buddha dan menyesatkan orang untuk melakukan
pelanggaran . Tanpa Samadhi yang tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Selanjutnya, dalam keadaan Samadhi ini, orang baik itu melihat penghancuran
Rupa Skandha dan memahami Vedana Skandha. Dia menikmati keadaan dari
kejelasan yang palsu , dan itu secara sangat mendalam memasuki pikirannya dan
tulang-tulangnya . Cinta yang tak ada batasnya tiba-tiba mungkin juga keluar dari
pikirannya . Ketika cinta itu menjadi sangat hebat sekali , dia menjadi gila dengan
keserakahan dan nafsu birahi . Ini disebut ' ketika keadaan menyenangkan dari
Samadhi memasuki pikiran seseorang , kurang kebijaksanaan untuk mengendalikan
diri sendiri dan secara keliru terlibat dalam perilaku penuh nafsu birahi ' . Jika dia
mengerti , maka tidak ada kesalahan . Pengalaman ini tidak menunjukkan
kebijaksanaan . Tetapi jika dia menganggap dirinya bijak , maka iblis nafsu
keinginan akan memasuki pikirannya . Dia akan menjadi penganjur nafsu ,
menyebutnya Jalan untuk Bodhi . Dia akan mengajarkan para pengikut awamnya
untuk secara tanpa pandang bulu terlibat dalam tindakan nafsu , menyebut orang-
orang yang melakukan tindakan nafsu sebagai ahli waris Dharma nya . Kekuatan
321
iblis dan mahluk halus di akhir jaman akan memungkinkan dia untuk menarik
pengikut biasa, orang-orang naif berjumlah seratus , dua ratus , lima atau enam ratus
, atau sebanyak seribu atau sepuluh ribu . Ketika iblis itu menjadi bosan , dia akan
meninggalkan tubuh orang tersebut . Setelah karisma orang itu hilang , dia akan
menerima hukuman dari hukum . Dia akan menyesatkan makhluk hidup , sehingga
mereka jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan. Tanpa Samadhi
yang tepat , dia pasti akan jatuh . "

" Ananda , sepuluh keadaan-keadaan ini dapat terjadi didalam Dhyana saat usaha
batin seseorang berinteraksi dengan Vedana Skandha . Makhluk hidup yang kusam
dan bingung tidak menilai diri mereka sendiri . Menghadapi situasi seperti itu , di
dalam kebingungan mereka, mereka gagal untuk mengenali nya dan mengatakan
bahwa mereka telah menjadi Bijak , sehingga mengucapkan kebohongan besar .
Mereka akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan . Dalam jaman
berakhirnya Dharma , setelah Nirvana Saya, kalian semua harus menyampaikan
ajaran-ajaran sang Tathagata , sehingga semua makhluk hidup dapat terbangkitkan
pada maknanya . Jangan biarkan iblis-iblis dari surga memiliki cara mereka .
Berikanlah perlindungan sehingga semuanya dapat menyadari jalan yang tak
tertandingi . "

" Ananda , ketika orang baik yang mengolah Samadhi itu telah mengakhiri Vedana
Skandha , meskipun dia belum mencapai pelenyapan arus keluar , pikirannya dapat
meninggalkan tubuhnya seperti cara burung lolos dari sangkar. Dari dalam tubuh
biasa nya , dia sudah memiliki potensi untuk naik melalui enam puluh tingkat
kebijaksanaan Bodhisattva . Dia mencapai ' tubuh yang dihasilkan oleh niat ' dan
bisa menjelajah dengan bebas tanpa halangan . Anggaplah, misalnya , seseorang

322
sedang berbicara dalam tidurnya . Meskipun dia tidak tahu dia sedang melakukannya
, kata-katanya jelas , dan suara dan perubahan nada suara nya semuanya dalam
urutan , sehingga mereka yang sadar dapat memahami apa yang dia katakan . Ini
adalah wilayah dari Samskāra Skandha . Jika dia mengakhiri pikiran kacaunya dan
membebaskan dirinya dari berpikir berlebihan , itu adalah seolah-olah dia telah
menghapus kekotoran dari yang tercerahkan , pikiran yang memahami . Maka orang
benar-benar jelas tentang kelahiran dan kematian dari semua kategori makhluk dari
awal sampai akhir . Ini adalah akhir dari Samskāra Skandha . Orang kemudian dapat
melampaui kekeruhan penderitaan . Merenungkan penyebab Samskāra Skandha ,
orang melihat bahwa pikiran palsu yang saling berhubungan adalah sumbernya . "

" Ananda , di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi
kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , Orang yang baik ini tidak
terganggu oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami
kesempurnaan , konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat
mendambakan kecerahan nya yang sempurna , sehingga dia menajamkan pikiran
nya yang terkonsentrasi saat dia secara rakus berusaha mencari demi kepintaran dan
keterampilan . Pada saat itu iblis dari surga merebut kesempatan itu yang telah
ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara
untuk membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini , tidak menyadari bahwa dia
dikuasai iblis , mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia
datang untuk melihat orang yang baik itu yang mencari kepandaian dan keterampilan
, ia mengatur tempat duduk dan berbicara Dharma . Dalam sekejap , ia mungkin
muncul sebagai seorang Bhikshu , memungkinkan orang itu untuk melihat ia seperti
itu , atau ia mungkin muncul sebagai Shakra , sebagai seorang wanita, atau sebagai
Bhikshuni ; atau tubuhnya dapat memancarkan cahaya saat ia tidur di ruangan yang
gelap. Orang yang baik itu terpedaya dan tertipu dengan berpikir bahwa yang lainnya
323
adalah seorang Bodhisattva . Dia mempercayai ajaran-ajaran orang lain itu dan
pikirannya terpengaruh . Dia melanggar aturan-aturan moral sang Buddha dan diam-
diam menuruti keinginan serakah nya . Orang lain itu gemar berbicara tentang
bencana , peristiwa menguntungkan , dan perubahan yang tidak biasa . Dia mungkin
mengatakan bahwa Tathagata telah muncul di dunia di tempat tertentu . Dia mungkin
berbicara tentang bencana kebakaran atau perang , sehingga menakuti orang-orang
menjadi menyia-nyiakan kekayaan keluarga mereka tanpa alasan . Ini adalah hantu
aneh yang di usia tua nya telah menjadi iblis . Ia mengganggu dan membingungkan
orang-orang yang baik . Tapi ketika ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan
tubuh orang lain itu . Kemudian kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat
masalah dengan hukum . Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak
terjebak dalam siklus perpindahan . Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda
akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan . "

" Selanjutnya , Ananda , di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan
yang terjadi kemudian setelah Vedana Skandha menghilang, orang yang baik ini
tidak terganggu oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami
kesempurnaan , konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat
mendambakan untuk berkeliaran , sehingga dia membiarkan pikiran halus nya
terbang keluar saat dia secara rakus berusaha mencari demi petualangan . Pada saat
itu iblis dari surga merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai
orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk membabarkan Sutra dan
Dharma . Orang ini , tidak menyadari bahwa dia dikuasai iblis , mengaku dia telah
mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang
baik itu yang berusaha untuk berkeliaran , ia mengatur tempat duduk dan berbicara
Dharma . Tubuh-Nya sendiri tidak mengubah penampilannya , tetapi mereka yang

324
sedang mendengarkan Dharma tiba-tiba melihat diri mereka sendiri duduk diatas
teratai permata dan seluruh tubuh mereka berubah menjadi gugusan cahaya ungu
yang keemasan . Setiap orang di antara para pendengar mengalami keadaan itu dan
merasa dia telah memperoleh sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya . Orang
yang baik itu terpedaya dan tertipu dengan berpikir bahwa yang lainnya adalah
seorang Bodhisattva. Nafsu dan kelalaian merusak pikirannya. Dia melanggar
aturan-aturan moral sang Buddha dan diam-diam menuruti keinginan serakah nya .
Orang lain itu gemar mengatakan bahwa para Buddha sedang muncul di dunia. Ia
menegaskan bahwa di tempat tertentu orang tertentu sebenarnya adalah tubuh
perubahan wujud dari seorang Buddha tertentu . Atau ia mengatakan bahwa orang
tertentu seperti-dan-demikian adalah seorang Bodhisattva yang telah datang untuk
mengajarkan manusia . Orang-orang yang menyaksikan ini dipenuhi dengan
kekaguman . Pandangan menyimpang mereka berkembang biak , dan kebijaksanaan
dari wahana mereka menjadi hancur .Ini adalah hantu kekeringan yang di usia tua
nya telah menjadi iblis . Ia mengganggu dan membingungkan orang-orang yang baik
. Tapi ketika ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu.
Kemudian kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat masalah dengan hukum .
Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus
perpindahan . Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam
neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan . "

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi
kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu
oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami kesempurnaan ,
konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan
kesatuan rohani , sehingga dia menjernihkan pikirannya yang terkonsentrasi saat dia

325
secara rakus berusaha mencari demi persatuan . Pada saat itu iblis dari surga merebut
kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain dan
menggunakan dia sebagai juru bicara untuk membabarkan Sutra dan Dharma . Orang
ini , tidak menyadari bahwa dia benar-benar dikuasai iblis, mengaku dia telah
mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang
baik itu yang berusaha mencari persatuan , ia mengatur tempat duduk dan berbicara
Dharma . 'Tubuh-nya sendiri maupun tubuh orang-orang yang mendengarkan
Dharma' tidak mengalami perubahan wujud luar apapun . Tapi dia membuat pikiran
para pendengar menjadi ' tercerahkan ' sebelum mereka mendengarkan Dharma ,
sehingga mereka mengalami perubahan dalam setiap pikiran . Mereka mungkin
memiliki pengetahuan tentang kehidupan masa lalu , atau pengetahuan tentang
pikiran orang lain ' . Mereka mungkin melihat neraka atau mengetahui semua
peristiwa yang baik dan yang jahat di alam manusia . Mereka mungkin berbicara
syair gatha atau secara spontan melafalkan Sutra . Setiap orang bergembira dan
merasa dia telah memperoleh sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya . Orang
yang baik itu terpedaya dan tertipu dengan berpikir bahwa yang lainnya adalah
seorang Bodhisattva . Pikirannya menjadi terjerat dalam cinta. Dia melanggar
aturan-aturan moral sang Buddha dan diam-diam menuruti keinginan serakah nya.
Dia gemar mengatakan bahwa ada Buddha yang lebih besar dan Buddha yang lebih
kecil , Buddha sebelumnya dan Buddha sesudahnya; . bahwa di antara Mereka ada
Buddha asli dan Buddha palsu; Buddha laki-laki dan Buddha perempuan; dan bahwa
hal yang sama juga terjadi pada Bodhisattva. Ketika orang-orang menyaksikan ini ,
tekad awal mereka dicuci pergi jauh , dan mereka dengan mudah dibawa pergi jauh
dengan pemahaman mereka yang salah. Ini adalah hantu hewan yang di usia tua nya
telah menjadi iblis . Ia mengganggu dan membingungkan orang yang baik itu . Tapi
ketika ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu .
Kemudian kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat masalah dengan hukum .
326
Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus
perpindahan . Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam
neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan . "

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi
kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu
oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami kesempurnaan ,
konsentrasi yang cerah. Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan untuk
mengetahui asal-usul dari benda , sehingga dia secara mendalam menyelidiki sifat
alami dari benda-benda fisik dan perubahan nya dari awal sampai akhir . Dia
memperkuat ketajaman pikirannya saat dia secara rakus berusaha mencari untuk
menganalisa benda-benda . Pada saat itu iblis dari surga merebut kesempatan itu
yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain dan menggunakan dia sebagai
juru bicara untuk membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini , tidak menyadari
bahwa dia dikuasai iblis , mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi
. Ketika ia datang untuk melihat orang yang baik itu yang berusaha untuk
mengetahui sumber dari benda-benda , ia mengatur tempat duduk dan berbicara
Dharma . Tubuhnya memiliki kualitas batin yang mengagumkan yang menundukkan
sang pencari itu . Dia membuat pikiran dari orang-orang yang berkumpul di samping
tempat duduknya secara spontan tunduk , bahkan sebelum mereka telah mendengar
Dharma . Dia berkata kepada semua orang-orang bahwa Nirvana , Bodhi , dan
Dharmakāya sang Buddha ada di hadapan mereka dalam bentuk tubuh fisiknya
sendiri . Dia mengatakan , " Memperanakan keturunan yang berturut-turut dari ayah
dan anak dari generasi ke generasi adalah itu sendiri 'Dharmakāya (tubuh Dharma
sang Buddha yang tak terbayangkan)' , yang adalah kekal permanen dan tidak pernah
berakhir . Apa yang Anda lihat sekarang adalah seluruh 'Buddhaksetra (wilayah

327
tanah suci Buddha)' . Tidak ada tempat tinggal murni yang lainnya atau ciri-ciri
istimewa keemasan . " Orang-orang itu percaya dan menerima kata-katanya ,
melupakan tekad awal mereka . Mereka mempersembahkan kehidupan mereka ,
merasa mereka telah memperoleh sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya .
Mereka semua tertipu dan bingung dengan berpikir dia adalah seorang Bodhisattva
. Ketika mereka mengejar ide-idenya , mereka melanggar aturan-aturan moral sang
Buddha dan diam-diam memanjakan keinginan serakah mereka. Ia gemar
mengatakan bahwa mata , telinga , hidung , dan lidah adalah Tanah Suci itu , dan
bahwa organ-organ laki-laki dan perempuan adalah tempat yang sesungguhnya dari
Bodhi dan Nirvana . Orang-orang bodoh percaya kata-kata kotor ini . Ini adalah
hantu beracun atau hantu mimpi buruk yang jahat yang didalam usia tua nya telah
menjadi iblis . Ia mengganggu dan membingungkan orang yang baik itu . Tapi ketika
ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu . Kemudian
kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat masalah dengan hukum . Anda harus
menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan . Jika
Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang
tanpa belas-kasihan . "

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi
kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu
oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami kesempurnaan ,
konsentrasi yang cerah. Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan
'pengungkapan/pemberitahuan' dari jauh , sehingga dia menuangkan semua
kekuatannya ke dalam penyelidikan yang sangat bersemangat ini saat dia secara
rakus berusaha mencari untuk tanggapan batin yang tak terlihat . Pada saat itu iblis
dari surga merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai orang

328
lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk membabarkan Sutra dan
Dharma . Orang ini , sama sekali tidak menyadari bahwa dia dikuasai iblis , mengaku
dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat
orang yang baik itu yang berusaha mencari pemberitahuan , ia mengatur tempat
duduk dan berbicara Dharma . Dia secara singkat muncul dihadapan para
pendengarnya dalam tubuh yang terlihat berumur seratus atau seribu tahun . Mereka
mengalami cinta yang tercemar untuk dia dan tidak bisa berpisah dengan dia .
Mereka secara pribadi bertindak sebagai pembantunya , tanpa kenal lelah membuat
Empat Jenis Persembahan kepadanya . Setiap anggota dari perkumpulan majelis
percaya bahwa orang ini adalah mantan guru-nya , penasehat asli-nya yang baik dan
bijaksana . Mereka membangkitkan cinta untuk Dharma nya dan seakan terpaku
menempel , merasa mereka telah memperoleh sesuatu yang belum pernah terjadi
sebelumnya . Orang yang baik itu terpedaya dan tertipu dengan berpikir yang lainnya
adalah seorang Bodhisattva . Tertarik dengan pemikiran yang lain , ia
menghancurkan ajaran sila moral sang Buddha dan diam-diam menuruti keinginan
serakah nya . Ia gemar mengatakan , " dalam kehidupan masa lalu , dalam penitisan
tertentu , saya menyelamatkan orang tertentu yang saat itu adalah istri saya ( atau
kekasih saya , atau saudara saya ) . Sekarang saya telah datang untuk menyelamatkan
anda lagi . Kami akan tinggal bersama-sama dan pergi ke dunia lain untuk membuat
persembahan kepada Buddha tertentu . " Atau dia mungkin berkata , " Ada Surga
Kecemerlangan Besar dimana Buddha sekarang tinggal berdiam . Ini adalah tempat
peristirahatan dari semua Tathagata . " Orang bodoh percaya ocehannya dan
kehilangan tekad asli mereka . Ini adalah hantu wabah penyakit yang di usia tua nya
telah menjadi iblis . Ia mengganggu dan membingungkan orang yang baik itu . Tapi
ketika ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu .
Kemudian kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat masalah dengan hukum .
Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus
329
perpindahan . Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam
neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan . "

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi
kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu
oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami kesempurnaan ,
konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan
penyerapan Dhyana yang dalam, sehingga dia menahan diri dengan ketekunan yang
penuh semangat dan suka tinggal berdiam di tempat-tempat terpencil saat dia secara
rakus berusaha mencari untuk kedamaian dan kecukupan . Pada saat itu iblis dari
surga merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain
dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk membabarkan Sutra dan Dharma .
Orang ini , sama sekali tidak menyadari bahwa dia dikuasai iblis , mengaku dia telah
mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang
baik itu yang berusaha mencari pengetahuan , ia mengatur tempat duduk dan
berbicara Dharma . Dia menyebabkan semua para pendengarnya untuk berpikir
mereka tahu karma mereka dari masa lalu . Atau dia mungkin mengatakan kepada
seseorang di sana , " kamu belum mati , tapi kamu telah menjadi hewan . " Lalu dia
memerintahkan orang lain untuk menginjak 'ekor' orang pertama , dan tiba-tiba
orang pertama itu tidak bisa berdiri . Pada saat itu , semua yang didalam
perkumpulan majelis mencurahkan hati mereka dalam hormat dan kekaguman
kepadanya . Jika seseorang memiliki pikiran , iblis itu menemukannya segera . Ia
mendirikan praktek pertapaan kuat yang melewati ajaran sila moral sang Buddha .
Ia memfitnah para Bhiksu , mencaci-maki perkumpulan muridnya , dan
membongkar urusan orang tanpa takut pengejekan atau penolakan . Ia gemar
meramalkan bencana dan peristiwa yang menguntungkan , dan ketika itu terjadi dia

330
tidak salah sedikit pun . Ini adalah hantu dengan kekuatan besar yang di usia tua nya
telah menjadi iblis . Ia mengganggu dan membingungkan orang yang baik itu . Tapi
ketika ia bosan melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu .
Kemudian kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat masalah dengan hukum .
Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus
perpindahan . Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam
neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan. "

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi
kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu
oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami kesempurnaan ,
konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan lebih
banyak pengetahuan dan pemahaman , sehingga dia secara rajin bekerja keras
memeriksa dan menyelidiki saat dia secara rakus berusaha mencari untuk
mengetahui kehidupan lampau . Pada saat itu iblis dari surga merebut kesempatan
itu yang telah ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain dan menggunakan dia
sebagai juru bicara untuk membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini, tidak
menyadari bahwa dia dikuasai iblis , mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak
tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat orang yang baik itu yang berusaha
mencari pengasingan , ia mengatur tempat duduk dan berbicara Dharma . Ada
didalam perkumpulan majelis Dharma , secara misterius , orang itu mungkin
mendapatkan mutiara berharga yang sangat besar . Iblis itu kadang-kadang bisa
berubah menjadi binatang yang memegang mutiara di mulutnya , atau perhiasan lain
, papan catatan bambu , catatan angka penghitungan , jimat , surat dan benda-benda
yang tidak biasa lainnya . Iblis itu pertama-tama memberikan nya kepada orang itu,
dan setelah itu menguasai dia . Atau dia mungkin menipu para pendengarnya dengan

331
cara mengubur barang-barang berharga itu di bawah tanah dan kemudian
mengatakan bahwa " mutiara cahaya bulan " sedang menerangi tempat . Oleh sebab
itu para pendengar merasa mereka telah memperoleh sesuatu yang unik. Dia
mungkin hanya makan tumbuh-tumbuhan obat dan tidak menyantap makanan yang
siap . Atau dia mungkin hanya makan satu biji wijen dan satu biji gandum sehari dan
masih terlihat kuat . Itu karena dia ditopang oleh kekuatan iblis . Ia memfitnah para
Bhiksu dan mencaci-maki perkumpulan muridnya tanpa takut pengejekan atau
penolakan . Ia suka berbicara tentang harta karun di lokasi lain , atau dari tempat-
tempat terpencil dan tersembunyi di mana para orang bijak dan yang patut dihormati
dari sepuluh penjuru tinggal berdiam . Mereka yang mengikutinya sering melihat
orang-orang yang aneh dan tidak biasa . Ini adalah hantu atau mahluk halus dari
hutan pegunungan , tanah bumi , kota , sungai , dan gunung-gunung yang di usia tua
nya telah menjadi iblis . Orang yang dikuasainya itu mungkin menganjurkan
persetubuhan bebas dengan siapa saja dan melanggar ajaran sila sang Buddha . Ia
mungkin secara diam-diam menikmati lima nafsu keinginan dengan para
pengikutnya . Atau ia mungkin tampak kuat , hanya memakan tanaman liar .
Perilakunya adalah tidak menentu , dan ia mengganggu dan membingungkan orang
yang baik itu . Tapi ketika iblis itu bosan , ia akan meninggalkan tubuh orang lain
itu . Kemudian kedua-dua murid dan guru itu akan mendapat masalah dengan
hukum. Anda harus menyadari hal ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus
perpindahan . Jika Anda bingung dan tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam
neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan. "

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi
kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu
oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami kesempurnaan ,

332
konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan
kekuatan batin dan segala macam perubahan wujud , sehingga dia menyelidiki
sumber dari perubahan wujud saat dia secara rakus berusaha mencari untuk kekuatan
batin . Pada saat itu iblis dari surga merebut kesempatan itu yang telah ditunggu .
Jiwanya menguasai orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk
membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini , benar-benar tidak menyadari bahwa
dia dikuasai iblis , juga mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi .
Ketika ia datang untuk melihat orang yang baik itu yang berusaha mencari kekuatan
batin , ia mengatur tempat duduk dan berbicara Dharma . Orang yang kesurupan itu
bisa memegang api di tangannya dan , menangkap sebagian dari itu , menempatkan
api di atas kepala masing-masing para pendengar didalam empat kali lipat
perkumpulan majelis . Api itu yang di atas kepala mereka adalah beberapa kaki ,
namun mereka tidak panas dan tidak ada seorangpun yang terbakar . Atau dia
mungkin berjalan di atas air seolah-olah di atas tanah kering. Atau dia dapat duduk
tanpa bergerak di udara . Atau dia mungkin masuk ke dalam botol atau tinggal
didalam tas . Atau dia dapat melewati kaca jendela dan dinding tanpa halangan .
Hanya ketika diserang oleh senjata dia merasa gelisah. Dia menyatakan dirinya
sebagai Buddha , dan mengenakan pakaian dari orang awam , dia menerima hormat
menunduk dari para Bhiksu . Ia memfitnah meditasi Dhyana dan peraturan sila
moral. Ia mencaci-maki murid-muridnya dan membongkar urusan orang tanpa takut
diejek atau penolakan . Ia sering berbicara tentang kekuatan batin dan penguasaan
diri , dan ia dapat menyebabkan orang untuk melihat penglihatan 'tanah suci Buddha
(Buddha-ksetra)' tetapi itu tidak nyata dan timbul hanya dari kekuatan hantu itu
untuk menipu orang . Ia memuji kegemaran mengumbar nafsu dan tidak
menyalahkan perilaku cabul . Ia menggunakan cara yang senonoh untuk
mengirimkan Dharma -nya. Ini adalah mahluk halus alam yang sangat kuat : mahluk
halus gunung, mahluk halus laut, mahluk halus angin , mahluk halus sungai ,
333
mahluk halus tanah bumi , atau mahluk halus rumput dan pohon yang telah
berkembang selama waktu yang panjang. Ia mungkin adalah naga-asura; atau rsi
yang telah dilahirkan kembali sebagai asura, atau rsi lagi yang , setelah mencapai
akhir waktu yang ditentukan , yang seharusnya telah mati , tapi tubuhnya tidak
membusuk dan dimiliki oleh asura yang lain . Didalam usia tua nya ia telah menjadi
iblis . Ia mengganggu dan membingungkan orang yang baik itu . Tapi ketika ia bosan
melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu . Kemudian kedua-dua
murid dan guru akan mendapat masalah dengan hukum. Anda harus menyadari hal
ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan. Jika Anda bingung dan
tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan.
"

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi
kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu
oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami kesempurnaan ,
konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan untuk
memasuki penghentian , sehingga dia menyelidiki sifat alami dari perubahan wujud
saat dia secara rakus berusaha mencari untuk kekosongan yang mendalam . Pada
saat itu iblis dari surga merebut kesempatan itu yang telah ditunggu . Jiwanya
menguasai orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara untuk membabarkan
Sutra dan Dharma . Orang ini , tidak menyadari bahwa dia kerasukan iblis , mengaku
dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika ia datang untuk melihat
orang yang baik itu yang berusaha mencari kekosongan , ia mengatur tempat duduk
dan berbicara Dharma . Di tengah perkumpulan majelis yang besar , bentuk tubuh
fisiknya tiba-tiba menghilang , dan tidak seorang pun didalam perkumpulan majelis
bisa melihatnya . Lalu entah dari mana , ia tiba-tiba muncul kembali . Ia bisa muncul
dan menghilang sesuka hati , atau ia bisa membuat tubuhnya tembus transparan
334
seperti kristal . Dari tangan dan kakinya ia melepaskan wangi aroma cendana , atau
kotoran dan kencing nya mungkin manis seperti gula batu tebal . Ia memfitnah ajaran
sila dan menghina mereka yang telah meninggalkan kehidupan rumah . Dia sering
mengatakan bahwa tidak ada sebab dan tidak ada akibat , bahwa setelah kita mati ,
kita pergi untuk selamanya , bahwa tidak ada kehidupan setelah kematian , dan
bahwa tidak ada orang biasa dan tidak ada orang bijaksana . Meskipun ia telah
memperoleh keadaan keheningan yang kosong , ia diam-diam memanjakan nafsu
keinginan serakah nya . Mereka yang menyerah pada nafsu nya juga memelihara
pandangan-pandangan kekosongan nya dan menyangkal sebab dan akibat . Ini
adalah intisari pokok yang telah dibuat selama gerhana matahari atau bulan . Setelah
jatuh pada emas , batu giok , jamur langka , kuda bertanduk , burung api , kura-kura
, atau bangau , intisari pokok itu memberkahi nya dengan kehidupan , sehingga tidak
mati selama ribuan atau puluhan ribu tahun dan akhirnya menjadi mahluk halus. Ia
kemudian terlahir kedalam wilayah ini dan di usia tua nya telah menjadi iblis . Ia
mengganggu dan membingungkan orang yang baik itu . Tapi ketika ia bosan
melakukannya , ia akan meninggalkan tubuh orang lain itu . Kemudian kedua-dua
murid dan guru akan mendapat masalah dengan hukum. Anda harus menyadari hal
ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan. Jika Anda bingung dan
tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan.
"

" Selanjutnya, di dalam kejelasan yang tanpa hambatan dan keheranan yang terjadi
kemudian setelah Vedana Skandha menghilang , orang yang baik ini tidak terganggu
oleh kondisi batin apapun yang menyimpang dan mengalami kesempurnaan ,
konsentrasi yang cerah . Didalam Samadhi , pikirannya sangat mendambakan umur
panjang , sehingga dia bekerja keras menyelidiki kehalusannya saat dia secara rakus
berusaha mencari untuk keabadian . Dia ingin menyingkirkan kelahiran dan
335
kematian dari tubuh , dan tiba-tiba dia berharap untuk mengakhiri kelahiran dan
kematian dari pikiran juga, sehingga dia dapat tinggal berdiam selamanya didalam
rupa bentuk halus . Pada saat itu iblis dari surga merebut kesempatan itu yang telah
ditunggu . Jiwanya menguasai orang lain dan menggunakan dia sebagai juru bicara
untuk membabarkan Sutra dan Dharma . Orang ini , tidak menyadari bahwa dia
kerasukan iblis , mengaku dia telah mencapai Nirvana yang tak tertandingi . Ketika
ia datang untuk melihat orang yang baik itu yang berusaha mencari umur panjang ,
ia mengatur tempat duduk dan berbicara Dharma . Ia gemar mengatakan bahwa ia
bisa pergi ke berbagai tempat dan kembali tanpa halangan , mungkin melakukan
perjalanan sepuluh ribu mil dan kembali dalam sekejap mata. Ia juga dapat
membawa benda-benda kembali dari mana pun ia pergi . Atau ia mungkin
memberitahu seseorang untuk berjalan dari satu ujung ruangan ke yang lain , jarak
hanya beberapa langkah . Kemudian bahkan jika orang itu berjalan cepat selama
bertahun-tahun , ia tidak bisa mencapai dinding . Oleh karena itu orang-orang
percaya pada orang yang kerasukan iblis itu, dan secara keliru mempersamakan dia
sebagai Buddha . Ia sering mengatakan , " Semua makhluk hidup di sepuluh penjuru
adalah anak-anak saya . Saya melahirkan semua Buddha . Saya menciptakan dunia.
Sayalah Buddha asli . Saya menciptakan dunia ini secara alami , bukan karena
mengolah budidaya . Ini mungkin adalah 'Chamunda (mahluk halus perempuan yang
pencemburu)' yang dikirim dari rombongan iblis di 'Surga Isvara (Surga Penguasa
Kedaulatan)' , atau 'Pishacha (mahluk halus pemakan daya hidup)' yang berusia
muda dari 'Surga Caturmaharajika (Surga Empat Raja Besar)' yang belum
melahirkan tekad . Ia mengambil keuntungan dari kejelasan bercahaya milik orang
itu dan memakan intisari pokok dan kekuatan nya . Atau mungkin tanpa harus
bergantung pada seorang guru , sang pengolah budidaya secara pribadi melihat
makhluk yang mengatakan kepadanya , " Saya seorang mahluk halus Vajra yang
telah datang untuk memberikan kamu kehidupan yang panjang . " Atau makhluk itu
336
merubah wujud dirinya sendiri menjadi wanita cantik dan melibatkan dia dalam
kegilaan nafsu birahi , sehingga dalam setahun daya hidupnya menjadi habis . Dia
berbicara pada dirinya sendiri , dan kepada siapa pun yang mendengarkan dia
terdengar seperti asura. Orang-orang disekitarnya tidak menyadari apa yang sedang
terjadi . Dalam kebanyakan kasus orang itu akan mendapat masalah dengan hukum
. Tapi sebelum dia dihukum , dia akan mati karena kehabisan . Iblis itu mengganggu
dan membingungkan orang itu hingga menuju kematian . Anda harus menyadari hal
ini sebelumnya dan tidak terjebak dalam siklus perpindahan. Jika Anda bingung dan
tidak mengerti , Anda akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan.
"

" Ananda , Anda harus tahu bahwa di dalam jaman berakhirnya Dharma , sepuluh
jenis dari iblis ini dapat meninggalkan kehidupan rumah untuk mengolah budidaya
sang Jalan dalam Dharma Saya. Mereka mungkin merasuki orang lain , atau mereka
mungkin menampakkan diri dalam berbagai bentuk . Mereka semuanya akan
mengaku bahwa mereka telah mencapai 'Pengetahuan yang tepat dan menembus'
dan 'Kesadaran' . Mereka memuji nafsu dan melanggar ajaran sila moral sang
Buddha . Para guru iblis jahat dan para murid iblis itu yang Saya baru saja bahas
mengirimkan ajaran mereka melalui kegiatan cabul. Mahluk halus
yang menyimpang itu mengambil alih pikiran para pengolah budidaya , dan setelah
sedikitnya sembilan kehidupan atau sebanyak seratus turunan generasi , mereka
mengubah para pengolah budidaya yang benar seluruhnya menjadi pengikut iblis .
Ketika hidup mereka berakhir , mereka terikat untuk berakhir sebagai salah satu dari
gerombolan iblis . Mereka akan kehilangan pengetahuan yang tepat dan yang
menembus milik mereka dan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-
kasihan. "

337
" Anda belum perlu memasuki Nirvana . Meskipun Anda menyelesaikan pencapaian
Anda ke tingkat yang melampaui diluar penelitian , terus bertahanlah pada sumpah
Anda untuk memasuki jaman berakhirnya Dharma. Hasilkanlah kasih sayang yang
besar untuk menyelamatkan dan mengambil seluruh makhluk hidup yang memiliki
pikiran yang tepat dan keyakinan yang mendalam. Jangan biarkan mereka menjadi
dikuasai iblis . Bantulah mereka bahkan untuk mencapai pengetahuan dan
pandangan yang tepat . Saya telah membawa kamu keluar dari kelahiran dan
kematian . Dengan memuliakan kata-kata sang Buddha , Anda akan membalas
kebaikan sang Buddha . "

" Ananda , seluruh sepuluh dari keadaan-keadaan ini dapat terjadi didalam Dhyana
saat upaya batin seseorang berinteraksi dengan 'Samjñā Skandha (Kumpulan ketiga
- Pencerapan Pikiran)'. Makhluk hidup yang kusam dan bingung tidak memeriksa
diri mereka sendiri. Menghadapi situasi seperti itu , di dalam kebingungan mereka,
mereka gagal untuk mengenalinya dan mengatakan bahwa mereka telah menjadi
orang bijak , sehingga mengucapkan kebohongan besar . Mereka akan jatuh ke
dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan. Didalam jaman berakhirnya Dharma
, setelah Nirvana Saya, Kalian semua harus menyampaikan ajaran-ajaran sang
Tathagata , sehingga semua makhluk hidup dapat membangkitkan maknanya .
Jangan biarkan iblis dari surga memiliki cara mereka . Berikanlah perlindungan
sehingga semuanya dapat mencapai jalan yang tak tertandingi . "

" Ananda , ketika orang baik itu yang mengolah budidaya Samadhi telah mengakhiri
Samjna Skandha, dia biasanya terbebas dari 'bermimpi dan pikiran menghayal' ,
sehingga dia tetap sama baik dalam bangun ataupun tidur . Pikirannya sadar , jelas,
338
kosong . dan tenang , seperti langit tak berawan , tiada kesan rasa kasar. Dia
merenungkan segala sesuatu di dunia - semua gunung , sungai , dan wilayah yang
luas - sebagai cerminan dalam cermin yang terang , muncul tanpa kemelekatan dan
menghilang tanpa jejak ; Mereka hanya diterima dan dicerminkan. Dia
menyingkirkan dengan semua kebiasaan lamanya , dan hanya kebenaran pokok yang
tetap tinggal. Dari titik ini , saat asal dari penghasilan dan penghancuran
diungkapkan , dia akan benar-benar melihat semua dua belas kategori dari makhluk
hidup di sepuluh penjuru. Meskipun dia belum memahami sumber dari kehidupan
diri mereka masing-masing , dia akan melihat bahwa mereka berbagi dasar umum
dari kehidupan, yang muncul sebagai 'khayalan pembayangan udara (fatamorgana)'
- berkilauan dan bergejolak naik-turun - dan merupakan yang terakhir, titik yang
sangat penting dari indera khayalan ilusi dan objek tujuan indera. Ini adalah wilayah
dari bentuk-bentuk Skandha ."

" Setelah sifat alami mendasar dari gejolak naik-turun yang berkilauan ini kembali
ke kejelasan aslinya , kebiasaannya akan berhenti , seperti gelombang ombak mereda
menjadi jelas , air yang tenang. Ini adalah akhir dari bentuk-bentuk Skandha . Orang
ini kemudian akan dapat mengatasi kekeruhan dari makhluk hidup . Merenungkan
penyebab bentuk-bentuk Skandha , orang melihat bahwa pikiran palsu yang halus
dan yang tersembunyi adalah sumbernya ."

" Ananda , Anda harus tahu bahwa ketika orang baik seperti itu telah memperoleh
pengetahuan yang tepat dalam praktek Shamatha nya , pikirannya tak bergerak , jelas
, dan tepat, dan itu tidak bisa diganggu oleh sepuluh jenis iblis dari surga . Dia
sekarang mampu dengan penuh perhatian dan sepenuhnya menyelidiki asal-usul
semua kategori dari makhluk . Saat asal dari masing-masing kategori menjadi jelas

339
, dia bisa merenungkan sumber dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu ,
dan meresap . Tapi jika dia mulai menebak tentang sumber yang meresap itu , dia
bisa jatuh ke dalam kesalahan dengan dua ajaran yang mendalilkan ketiadaan dari
penyebab .

" ( 1 ) Pertama , mungkin orang ini melihat tidak ada penyebab untuk asal usul dari
kehidupan . Mengapa ? Karena sejak dia telah benar-benar menghancurkan cara
kerja dari penghasilan , dia bisa , dengan cara dari delapan ratus pahala manfaat dari
organ mata , melihat semua makhluk hidup didalam aliran pusaran dari karma
selama delapan puluh ribu kalpa , mati di satu tempat dan terlahir kembali di tempat
lain saat mereka menjalani perpindahan . Tapi dia tidak bisa melihat melampaui
delapan puluh ribu kalpa. Oleh karena itu , dia menyimpulkan bahwa untuk delapan
puluh ribu kalpa terakhir para makhluk hidup di sepuluh penjuru dari sini dan dunia
lain telah datang menjadi ada tanpa sebab . Dikarenakan oleh tebakan ini , dia akan
kehilangan pengetahuan yang tepat dan meresap , jatuh kedalam pandangan luar ,
dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi .

" ( 2 ) Kedua , mungkin orang ini melihat tidak ada penyebab untuk akhir dari
kehidupan. Dan mengapa? Karena sejak dia melihat asal usul kehidupan , dia
percaya bahwa orang selalu terlahir sebagai orang dan burung selalu terlahir sebagai
burung ; bahwa gagak telah selalu bewarna hitam dan angsa telah selalu bewarna
putih; bahwa manusia dan dewa-dewa telah selalu berdiri tegak dan hewan telah
selalu berjalan dengan empat kaki; bahwa keputihan yang tidak berasal dari dicuci
dan kehitaman tidak datang dari dicelup pewarna; dan bahwa telah belum pernah
ada ataupun akan ada perubahan apapun selama delapan puluh ribu kalpa. Dia
mengatakan : " Seperti sekarang saya memeriksa sampai akhir hidup ini, saya

340
menemukan hal yang sama berlaku . Bahkan , saya belum pernah melihat Bodhi ,
jadi bagaimana bisa ada hal seperti itu sebagai pencapaian Bodhi ? Anda sekarang
harus menyadari bahwa tidak ada penyebab bagi keberadaan dari setiap gejala
kejadian apapun . " Karena tebakan ini , dia akan kehilangan pengetahuan yang tepat
dan meresap , jatuh kedalam pandangan luar, dan menjadi bingung tentang sifat
alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang pertama, dimana seseorang mendalilkan
ketiadaan dari penyebab .

" Ananda , dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah tak
bergerak , jelas, dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar
dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber
dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan . Tetapi jika dia
mulai menebak tentang keteguhan meresap nya , dia bisa jatuh ke dalam kesalahan
dengan empat ajaran dari keabadian yang meresap .

" ( 1 ) Pertama , saat orang ini benar-benar menyelidiki pikiran dan keadaan nya ,
dia dapat menyimpulkan bahwa keduanya tanpa sebab . Melalui pengolahan
budidayanya , dia tahu bahwa dalam dua puluh ribu kalpa , saat makhluk hidup di
sepuluh penjuru menjalani putaran tak berujung dari penghasilan dan kehancuran ,
mereka tidak pernah dimusnahkan . Oleh karena itu , dia menebak bahwa pikiran
dan keadaannya adalah kekal abadi .

" ( 2 ) Kedua , saat orang ini benar-benar menyelidiki sumber dari empat unsur , dia
mungkin menyimpulkan bahwa mereka adalah kekal abadi didalam sifat alami .
Melalui pengolahan budidaya nya , dia tahu bahwa dalam empat puluh ribu kalpa ,
saat makhluk hidup di sepuluh penjuru menjalani penghasilan dan kehancuran , zat
341
mereka ada secara kekal abadi dan tidak pernah dimusnahkan . Oleh karena itu , dia
menebak bahwa situasi ini adalah kekal abadi.

" ( 3 ) Ketiga , saat orang ini benar-benar menyelidiki indera keenam, manas , dan
kesadaran yang menangkap dan menerima , dia menyimpulkan bahwa asal-usul dari
pikiran , kecerdasan , dan kesadaran adalah kekal abadi . Melalui pengolahan
budidaya nya , dia tahu bahwa dalam delapan puluh ribu kalpa , saat semua makhluk
hidup di sepuluh penjuru berputar dalam perpindahan , asal ini tidak pernah hancur
dan ada secara kekal abadi . Menyelidiki asal yang tak dapat dihancurkan ini , dia
menebak bahwa itu adalah kekal abadi .

" ( 4 ) Keempat , sejak orang ini telah mengakhiri sumber dari pikiran , tidak ada
lagi alasan bagi mereka untuk muncul. Didalam keadaan mengalir , menghentikan ,
dan memutar , pikiran yang berpikir -- yang merupakan penyebab dari penghasilan
dan penghancuran -- sekarang telah berhenti selamanya , dan sehingga dia secara
alami berpikir bahwa ini adalah keadaan dari tiada penghasilan dan tiada
kehancuran. Sebagai hasil dari penalaran seperti itu, dia menebak bahwa keadaan ini
adalah kekal abadi .

" Dikarenakan oleh tebakan keabadian ini , dia akan kehilangan pengetahuan yang
tepat dan meresap , jatuh kedalam pandangan luar , dan menjadi bingung tentang
sifat alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang kedua , di mana seseorang mendalilkan
peresapan dari keabadiaan ."

" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah kuat,

342
tak bergerak , dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar
dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber
dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan . Tetapi jika dia
mulai menebak tentang diri dan orang lain , dia bisa jatuh ke dalam kesalahan dengan
ajaran dari 'ketidakkekalan sebagian' dan 'keabadian sebagian' berdasarkan empat
pandangan terbalik .

" ( 1 ) Pertama , saat orang ini merenungkan pikiran yang sangat terang yang meresap
meliputi sepuluh penjuru , dia menyimpulkan bahwa keadaan ini dari keheningan-
tenang yang mendalam adalah batin diri yang tertinggi . Kemudian dia menebak , "
Batin diri saya , yang terselesaikan , cerah , dan tak bergerak , meresap meliputi
sepuluh penjuru . Semua makhluk hidup berada didalam pikiran saya , dan di sana
mereka lahir dan mati dengan sendirinya . Oleh karena itu , pikiran saya adalah kekal
abadi , sementara mereka yang mengalami kelahiran dan kematian ada benar-benar
ketidakabadian . "

" ( 2 ) Kedua , daripada merenungkan pikirannya sendiri , orang ini merenungkan


didalam sepuluh penjuru dunia-dunia yang sebanyak butiran pasir Sungai Gangga '
. Dia menganggap sebagai yang akhirnya tidak kekal dunia-dunia yang berada di
dalam kalpa dari pembusukan , dan sebagai yang akhirnya kekal dunia-dunia yang
tidak didalam kalpa dari pembusukan .

" ( 3 ) Ketiga , orang ini secara teliti memeriksa pikirannya sendiri dan menemukan
nya menjadi halus dan misterius , seperti butiran halus dari debu yang berterbangan
berputar-putar di sepuluh penjuru , tidak berubah didalam sifat alami . Namun dapat
menyebabkan tubuhnya untuk dihasilkan dan kemudian dihancurkan . Dia
343
menganggap bahwa sifat alami yang tidak bisa dihancurkan sebagai sifat alami nya
yang hakiki kekal abadi , dan bahwa yang mengalami kelahiran dan kematian dan
mengalir keluar dari dia sebagai yang tidak kekal abadi .

" ( 4 ) Keempat , mengetahui bahwa Samjñā Skandha telah berakhir dan melihat
aliran dari bentuk-bentuk Skandha , orang ini menebak bahwa aliran yang terus-
menerus dari bentuk-bentuk Skandha adalah kekal abadi , dan bahwa Rupa Skandha
, Vedana Skandha , dan Samjna Skandha yang telah berakhir adalah tidak kekal
abadi .

" Dikarenakan oleh tebakan-tebakan ini tentang ketidakabadian dan keabadian , dia
akan jatuh kedalam pandangan luar dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi
. Ini adalah ajaran luar yang ketiga , di mana seseorang mendalilkan keabadian
sebagian .

" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya, pikiran orang yang baik itu adalah kuat,
tak bergerak , dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar
dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber
dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan . Tetapi jika dia
mulai menebak tentang pembuatan dari perbedaan tertentu , dia bisa jatuh ke dalam
kesalahan dengan empat ajaran keterbatasan .

" ( 1 ) Pertama , orang ini menebak bahwa asal dari kehidupan mengalir dan fungsi-
fungsi yang tak henti-hentinya . Dia menilai bahwa masa lalu dan masa depan adalah
terbatas dan bahwa kelangsungan dari pikiran adalah tak terbatas .

344
" ( 2 ) Kedua , saat orang ini merenungkan jarak waktu dari delapan puluh ribu kalpa
, dia bisa melihat para makhluk hidup; tetapi yang terdahulu lebih awal dari delapan
puluh ribu kalpa adalah masa waktu dari keheningan-tenang di mana dia tidak bisa
mendengar atau melihat apa-apa. Dia menganggap sebagai yang tak terbatas 'masa
waktu itu' yang dimana tidak ada yang terdengar atau terlihat , dan sebagai yang
terbatas 'jarak waktu itu' yang di mana para makhluk hidup terlihat ada.

" ( 3 ) Ketiga , orang ini menebak bahwa 'pengetahuan yang meresap' milik dirinya
sendiri adalah tak terbatas dan bahwa semua orang lain muncul didalam
kesadarannya . Namun , karena dia sendiri belum pernah melihat-merasakan sifat
alami dari kesadaran-kesadaran mereka , dia berkata mereka belum memperoleh
pikiran yang tak terbatas , tetapi hanya memiliki satu yang terbatas .

" ( 4 ) Keempat , orang ini benar-benar menyelidiki bentuk-bentuk Skandha ke titik


yang itu menjadi kosong . Berdasarkan pada apa yang dia lihat , dalam pikirannya
dia menebak bahwa setiap dan segala makhluk hidup , di dalam tubuh yang diberikan
milik mereka , adalah setengah hidup dan setengah mati . Dari sini dia
menyimpulkan bahwa segala sesuatu didalam dunia ini adalah setengah terbatas dan
setengah tak terbatas .

" Dikarenakan oleh tebakan-tebakan ini tentang yang terbatas dan yang tidak terbatas
, dia akan jatuh kedalam pandangan luar dan menjadi bingung tentang sifat alami
Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang keempat , di mana seseorang mendalilkan
keterbatasan .

345
" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah kuat,
tak bergerak , dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar
dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber
dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan . Tetapi jika dia
mulai menebak tentang apa yang dia tahu dan lihat , dia bisa jatuh ke dalam
kesalahan dengan empat penyimpangan , ajaran-ajaran palsu , yang adalah total
tebakan berdasarkan pada cara berpikir yang menyesatkan dari keabadian .

" ( 1 ) Pertama , orang ini merenungkan sumber dari perubahan wujud . Melihat
gerakan dan aliran , dia mengatakan ada perubahan . Melihat kelanjutan yang terus-
menerus , dia mengatakan ada keteguhan tetap . Dimana dia bisa melihat sesuatu ,
dia mengatakan ada penghasilan . Dimana dia tidak bisa melihat apa-apa , dia
mengatakan ada penghancuran . Dia mengatakan bahwa 'kelanjutan terus-menerus
yang tak terputus dari penyebab' meningkat dan bahwa 'jeda didalam kelanjutan
terus-menerus' menurun . Dia mengatakan bahwa munculnya segala sesuatu adalah
keberadaan dan bahwa lenyapnya segala sesuatu adalah ketiadaan. Cahaya dari akal
alasan menunjukkan bahwa penerapan pikirannya telah menyebabkan pandangan
yang tidak tetap konsisten . Jika seseorang datang untuk mencari Dharma , bertanya
tentang maknanya , dia menjawab , " saya hidup dan mati , ada dan tidak ada ,
meningkat dan menurun . " Dia selalu berbicara dengan cara yang membingungkan
, menyebabkan orang itu untuk melupakan apa yang akan ia katakan .

" ( 2 ) Kedua , orang ini dengan penuh perhatian merenungkan pikirannya dan
menemukan bahwa segala sesuatu adalah tidak ada. Dia memiliki pencapaian
kesadaran berdasarkan pada ketiadaan . Ketika ada orang datang untuk
menanyakannya pertanyaan , dia menjawab dengan hanya satu kata . Dia hanya
mengatakan " tidak . " Selain dari mengatakan " tidak , " dia tidak berbicara .
346
" ( 3 ) Ketiga , orang ini dengan penuh perhatian merenungkan pikirannya dan
menemukan bahwa segala sesuatu adalah ada. Dia memiliki pencapaian kesadaran
berdasarkan pada keberadaan . Ketika ada orang datang untuk menanyakannya
pertanyaan , dia menjawab dengan hanya satu kata . Dia hanya mengatakan " ya . "
Selain dari mengatakan "ya , " dia tidak berbicara .

" ( 4 ) Keempat , orang ini melihat keberadaan dan ketiadaan . Mengalami


percabangan ini , pikirannya menjadi bingung . Ketika ada orang datang untuk
mengajukan pertanyaan, dia mengatakan kepada mereka , " Keberadaan juga
ketiadaan . Tetapi didalam ketiadaan tidak ada keberadaan . " Ini semua adalah cara
berpikir yang menyesatkan dan tidak berdiri di bawah pemeriksaan yang teliti .

" Dikarenakan oleh tebakan-tebakan ini, yang adalah cara berpikir menyesatkan
yang kosong , dia akan jatuh kedalam pandangan luar dan menjadi bingung tentang
sifat alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang kelima , di mana seseorang
mendalilkan empat penyimpangan , ajaran-ajaran palsu yang adalah total tebakan
berdasarkan pada cara berpikir yang menyesatkan dari keabadian .

" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah kuat,
tak bergerak , dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar
dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber
dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan. Tetapi jika dia
mulai menebak tentang aliran arus yang tak berujung , dia bisa jatuh ke dalam
kesalahan dengan gagasan ide yang membingungkan bahwa 'bentuk-bentuk rupa'
ada setelah kematian. Dia mungkin sangat mengenali dengan tubuhnya dan

347
mengatakan bahwa bentuk rupa adalah dirinya sendiri ; atau dia mungkin
menganggap dirinya sebagai yang sempurna meliputi seluruh dunia dan mengatakan
bahwa dia mengandung bentuk rupa; atau dia mungkin menganggap semua kondisi
luar sebagai yang bergantung pada dirinya sendiri dan mengatakan bahwa bentuk
rupa adalah milik dia; atau dia mungkin bertekad bahwa dia mengandalkan pada
kelangsungan bentuk-bentuk Skandha dan mengatakan bahwa dia berada didalam
bentuk rupa. Didalam semua tebakan-tebakan ini, dia mengatakan bahwa 'bentuk
rupa' ada setelah kematian . Mempertimbangkan bolak-balik dengan cara ini , dia
datang dengan enam belas kasus dari keberadaan dari bentuk . Lalu dia mungkin
menebak bahwa penderitaan adalah selalu penderitaan , dan Bodhi adalah selalu
Bodhi, dan dua itu ada secara berdampingan tanpa bertentangan satu sama lain ."

" Karena tebakan-tebakan ini tentang apa yang ada setelah kematian , dia akan jatuh
kedalam pandangan luar dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi . Ini adalah
ajaran luar yang keenam , yang mendalilkan ajaran-ajaran yang membingungkan
tentang keberadaan 'bentuk rupa' setelah kematian didalam alam dari Panca Skandha
."

" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah kuat,
tak bergerak , dan tepat, dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar
dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber
dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan. Tetapi jika dia
mulai menebak tentang Rupa Skandha , Vedana Skandha , dan Sanjna Skandha ,
yang telah sepenuhnya berakhir , dia bisa jatuh ke dalam kesalahan dengan ide
gagasan yang membingungkan bahwa 'bentuk rupa' tidak ada setelah kematian .

" Melihat bahwa wujud rupa nya menghilang , bentuk tubuh fisik dia nampaknya
348
tanpa penyebab. Saat dia merenungkan ketiadaan pikiran , tidak ada pada pikirannya
yang bisa menjadi melekat . Mengetahui bahwa perasaannya menghilang , dia tidak
memiliki keterlibatan lebih lanjut apapun. Skandha itu telah lenyap . Meskipun
masih ada beberapa yang datang menjadi ada , tidak ada perasaan atau pikiran , dan
dia menyimpulkan bahwa dia adalah seperti rumput atau kayu . Karena kualitas-
kualitas itu tidak ada pada saat ini , bagaimana bisa ada keberadaan dari 'bentuk rupa'
setelah kematian? Dikarenakan oleh pemeriksaan nya dan perbandingan nya , dia
memutuskan bahwa setelah kematian tidak ada keberadaan . Memperluas ide
gagasan itu , dia datang dengan delapan kasus dari ketiadaan dari bentuk rupa . Dari
itu, dia mungkin menebak bahwa 'Nirvana' dan 'sebab' dan 'akibat' semuanya adalah
kosong , bahwa mereka hanyalah nama-nama belaka yang pada akhirnya tidak ada .
Dikarenakan oleh tebakan-tebakan itu bahwa 'bentuk-bentuk rupa' tidak ada setelah
kematian , dia akan jatuh kedalam pandangan luar dan menjadi bingung tentang sifat
alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang ketujuh , yang mendalilkan ajaran-ajaran
yang membingungkan dari ketiadaan dari bentuk rupa setelah kematian didalam
alam dari Panca Skandha ."

" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah kuat,
tak bergerak , dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar
dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber
dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan. Dalam keadaan
ini dimana bentuk-bentuk Skandha tetap tinggal , tetapi Vedana Skandha dan Sanjna
Skandha menghilang , jika dia mulai menebak bahwa ada keberadaan dan
ketidakberadaan , demikian bertentangan dengan dirinya sendiri, dia bisa jatuh ke
dalam kesalahan dengan ajaran membingungkan yang menyangkal keberadaan dan
ketidakberadaan setelah kematian . Mengenai 'Rupa (bentuk)' , 'Vedana (perasaan)'

349
, dan 'Samjna (tanggapan pemikiran)' , dia melihat bahwa keberadaan tidak benar-
benar ada. Dalam aliran bentuk-bentuk Skandha , dia melihat bahwa
'ketidakberadaan' tidak benar-benar 'ketidakberadaan' . Mengingat bolak-balik
dengan cara ini , dia benar-benar menyelidiki alam skandha ini dan memperoleh
delapan kali lipat penolakan dari bentuk rupa. Tidak peduli Skandha apapun yang
disebutkan , dia mengatakan bahwa setelah kematian, itu tidak 'ada' maupun tidak
'tidak-ada'. Selanjutnya , karena dia menebak bahwa semua 'bentuk-bentuk formasi'
adalah berubah dalam sifat alami , suatu "wawasan" yang berkedip dalam pikirannya
, membawanya untuk memperoleh penolakan dari kedua-dua 'keberadaan' dan
'ketidakberadaan' . Dia tidak bisa menentukan apa yang tidak nyata dan apa yang
nyata . Dikarenakan oleh tebakan-tebakan ini yang menolak 'keberadaan' dan
'ketidakberadaan' setelah kematian , masa depan adalah keruh padanya dan dia tidak
bisa mengatakan apa-apa tentang hal itu . Oleh karena itu , dia akan jatuh kedalam
pandangan luar dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi . Ini adalah ajaran
luar yang kedelapan , yang mendalilkan ajaran-ajaran yang membingungkan yang
menolak 'keberadaan' dan 'ketidakberadaan' didalam alam dari Panca Skandha ."

" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah kuat,
tak bergerak , dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar
dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber
dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan. Tetapi jika dia
mulai menebak bahwa tidak ada 'keberadaan' setelah kematian , dia bisa jatuh ke
dalam kesalahan dengan tujuh ajaran dari berhentinya keberadaan. Dia mungkin
menebak bahwa tubuh akan tidak ada lagi; atau bahwa ketika 'nafsu keinginan' telah
berakhir , ada berhentinya keberadaan; atau bahwa setelah penderitaan telah berakhir
, ada berhentinya keberadaan; atau ketika kebahagiaan mencapai titik akhir , ada
berhentinya keberadaan; atau ketika penolakan mencapai titik akhir , ada
350
berhentinya keberadaan. Mempertimbangkan bolak-balik dengan cara ini , dia
secara mendalam menyelidiki batas dari tujuh tempat itu dan melihat bahwa mereka
telah 'berhenti menjadi' dan tidak akan ada lagi . Dikarenakan oleh tebakan-tebakan
ini bahwa keberadaan berhenti setelah kematian , dia akan jatuh kedalam pandangan
luar dan menjadi bingung tentang sifat alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang
kesembilan , yang mendalilkan ajaran-ajaran yang membingungkan dari berhentinya
'keberadaan' setelah kematian didalam alam dari Panca Skandha ."

" Selanjutnya, dalam praktek Samadhi nya , pikiran orang yang baik itu adalah kuat,
tak bergerak , dan tepat dan tidak bisa lagi diganggu oleh iblis . Dia benar-benar
dapat menyelidiki asal-usul semua kategori dari makhluk dan merenungkan sumber
dari gejolak naik-turun yang halus , cepat berlalu , dan tetap konstan. Tetapi jika dia
mulai menebak tentang keberadaan setelah kematian , dia bisa jatuh ke dalam
kesalahan dengan lima ajaran Nirvana. Dia mungkin menganggap 'Surga dari alam
nafsu keinginan' perlindungan sejati , karena dia merenungkan kecerahan yang luas
dan merindukan untuk itu; atau dia mungkin berlindung di Dhyana pertama , karena
disana sifat alaminya bebas dari kekhawatiran; atau dia mungkin berlindung di
Dhyana kedua , karena disana pikirannya bebas dari penderitaan , atau dia mungkin
berlindung di Dhyana ketiga , karena dia bersukacita dalam kegembiraannya yang
tertinggi; atau dia mungkin berlindung di Dhyana keempat , beralasan bahwa
penderitaan dan kebahagiaan keduanya berakhir di sana dan bahwa dia tidak akan
lagi mengalami perpindahan. Surga-surga ini tunduk pada arus keluar , tetapi dalam
kebingungannya dia berpikir bahwa mereka tidak berkondisi; dan dia mengambil
lima keadaan dari keheningan-tenang menjadi tempat perlindungan dari kemurnian
tertinggi. Mempertimbangkan bolak-balik dengan cara ini , dia memutuskan bahwa
lima keadaan ini adalah terakhir. Dikarenakan oleh tebakan-tebakan ini tentang lima
jenis dari Nirvana langsung , dia akan jatuh kedalam pandangan luar dan menjadi
351
bingung tentang sifat alami Bodhi . Ini adalah ajaran luar yang kesepuluh , yang
mendalilkan ajaran-ajaran yang membingungkan dari lima jenis Nirvana langsung
didalam alam dari Panca Skandha ."

" Ananda , seluruh sepuluh dari penjelasan yang gila ini dapat terjadi didalam
Dhyana saat upaya batin seseorang berinteraksi dengan bentuk-bentuk Skandha .
Itulah mengapa " wawasan pengetahuan yang dalam" muncul. Makhluk hidup yang
kusam dan bingung tidak menilai diri mereka sendiri . Menghadapi situasi seperti
itu , mereka keliru mempersamakan kebingungan mereka untuk memahami dan
mengatakan bahwa mereka telah menjadi orang bijak , sehingga mengucapkan
kebohongan yang besar . Mereka akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa
belas-kasihan. Setelah Nirvana Saya, kalian semua harus menyampaikan ajaran-
ajaran sang Tathagata , mengirimkan dan mengungkapkannya kepada mereka yang
berada di zaman berakhirnya Dharma , sehingga para makhluk hidup di mana-mana
bisa terbangkitkan pada Kebenaran ini . Jangan biarkan iblis muncul dalam pikiran
mereka dan menyebabkan mereka untuk melakukan pelanggaran berat . Berikanlah
perlindungan sehingga pandangan yang menyimpang akan termusnahkan . Ajarkan
mereka untuk terbangkitkan pada prinsip-prinsip sejati dalam tubuh dan pikiran ,
sehingga mereka tidak menyimpang dari 'Jalan yang tak tertandingi' . Jangan biarkan
mereka mengingini dan berpuas dengan pencapaian yang kecil . Anda harus menjadi
Raja Pencerahan Yang Besar dan mengabdi sebagai Panduan dari Kemurnian ."

" Ananda , ketika orang yang baik itu , di dalam mengolah budidaya Samadhi , telah
mengakhiri bentuk-bentuk Skandha , gejolak naik-turun yang halus, cepat berlalu -
yang dalam, yang tak terlihat , sumber yang sangat penting dan landasan umum dari
mana semua kehidupan didalam dunia muncul - adalah tiba-tiba dilenyapkan . Di

352
dalam jaringan yang terendam hukuman Karma dari Pudgala , gema karma
terganggu . Ada baru saja mau menjadi penyinaran cahaya besar di langit Nirvana .
Itu adalah seperti menatap arah timur saat suara kokokan terakhir dari ayam jantan
untuk melihat cahaya terang fajar yang sudah sedang muncul. Enam indera adalah
kosong dan hening-tenang; tidak ada perlombaan lebih lanjut. Di dalam dan di luar
ada Kecerahan yang mendalam. Dia masuk tanpa memasuki. Dengan memahami
keaslian sumber kehidupan dari dua belas kategori makhluk di seluruh sepuluh
penjuru arah, dia bisa merenungkan sumber itu tanpa ditarik ke salah satu kategori
itu . Dia sudah menjadi sama persis dengan alam-alam dari sepuluh penjuru. Cahaya
terang itu tidak pudar , dan apa yang tidak jelas dan tersembunyi menjadi terungkap
. Ini adalah wilayah dari Vijnana Skandha .

" Jika dia sudah menjadi sama persis dengan kumpulan isyarat , dia mungkin
melenyapkan kepribadian dari enam gerbang dan berhasil dalam menyatukan dan
membuka mereka . Penglihatan dan pendengaran menjadi tersambung sehingga
mereka berfungsi secara bergantian dan murni . Dunia dari sepuluh penjuru dan
tubuh nya sendiri dan pikiran nya adalah terang dan tembus pandang seperi Vaidurya
. Ini adalah akhir dari Vijnana Skandha . Orang ini kemudian dapat melampaui
kekeruhan masa hidup . Merenungkan penyebab dari Vijnana Skandha , Kita melihat
bahwa 'penolakan keberadaan' dan 'penolakan ketiadaan' kedua-duanya adalah tidak
nyata , dan bahwa pikiran palsu yang terbalik adalah sumbernya ."

" Ananda , Anda harus tahu bahwa orang yang baik itu telah benar-benar melihat
bentuk-bentuk Skandha sebagai kekosongan , dan dia harus mengembalikan
kesadaran ke sumbernya . Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi
dia belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang

353
terakhir . Dia dapat menyebabkan organ indera sendiri dari tubuhnya untuk bersatu
dan terbuka. Dia juga memiliki kesadaran yang menembus-meresap dari semua
kategori dari makhluk di sepuluh penjuru . Karena kesadaran nya adalah menembus-
meresap , dia bisa masuk ke sumber yang sempurna . Tapi jika dia menganggap apa
yang dia sedang kembalikan sebagai penyebab dari yang tetap permanen sejati dan
mengartikan ini sebagai keadaan yang tertinggi , dia akan jatuh ke dalam kesalahan
dari mempertahankan penyebab itu . Kapila Sankhyan , dengan ajaran tentang
kembali ke kebenaran dari yang tidak nyata ini , akan menjadi temannya. Bingung
tentang Bodhi dari para Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan
pemahamannya ."

" Ini adalah keadaan yang pertama , di mana dia menciptakan tempat yang untuk
kembali , didasarkan pada ide-gagasan bahwa ada sesuatu untuk dicapai . Dia
menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya
pada Kota dari Nirvana , sehingga menabur benih ajaran luar."

" Selanjutnya , Ananda , orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-
bentuk Skandha sebagai kekosongan . Dia telah mengakhiri penghasilan dan
kehancuran , tapi dia belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari
keheningan-tenang yang terakhir . Dia mungkin menganggap bahwa apa yang dia
sedang kembalikan sebagai tubuhnya sendiri dan melihat semua makhluk hidup
dalam dua belas kategori di seluruh ruang angkasa sebagai yang mengalir keluar dari
tubuhnya . Jika dia mengartikan ini sebagai keadaan yang tertinggi , dia akan jatuh
ke dalam kesalahan mempertahankan bahwa dia memiliki kemampuan yang dia
tidak benar-benar miliki . Mahesvara , yang menyatakan wujud tubuh nya yang tak

354
terbatas , akan menjadi temannya . Bingung tentang Bodhi dari para Buddha , dia
akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya ."

" Ini adalah keadaan yang kedua , di mana dia menciptakan kemampuan tertentu
yang didasarkan pada ide-gagasan bahwa dia memiliki kemampuan seperti itu . Dia
menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya
pada Kota dari Nirvana , sehingga menabur benih untuk dilahirkan didalam 'Surga
Kebanggaan Besar' dimana 'diri' dianggap yang meresap-meliputi semua dan yang
sempurna ."

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha
sebagai kekosongan . Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia
belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang
terakhir. Jika dia menganggap apa yang sedang dia kembalikan sebagai tempat
berlindung , dia akan menduga bahwa tubuh dan pikirannya muncul dari sana , dan
bahwa segala sesuatu di sepuluh penjuru dari ruang agkasa muncul dari sana juga .
Dia akan menjelaskan bahwa tempat itu dari mana segala sesuatu muncul keluar
adalah tubuh yang benar-benar kekal permanen , yang tidak tunduk pada penghasilan
dan kehancuran . Sementara masih didalam penghasilan dan kehancuran , dia terlalu
awal menganggap bahwa dia tinggal di dalam keabadian . karena dia tertipu tentang
'Tiada penghasilan' , dia juga bingung tentang penghasilan dan kehancuran . Dia
tenggelam dalam kebingungan . Jika dia mengartikan ini sebagai keadaan yang
tertinggi , dia akan jatuh ke dalam kesalahan menganggap apa yang tidak kekal
permanen menjadi yang kekal permanen . Dia akan menebak bahwa 'Dewa
Kedaulatan ( Isvara deva )' adalah temannya . Bingung tentang Bodhi dari para
Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya ."

355
" Ini adalah keadaan yang ketiga , di mana dia membuat tebakan palsu yang
didasarkan pada ide-gagasan bahwa ada tempat berlindung. Dia menyimpang jauh
dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya pada Kota dari
Nirvana , sehingga menabur benih pandangan yang menyimpang dari kesempurnaan
."

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha
sebagai kekosongan . Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia
belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang
terakhir. Berdasarkan pada idenya bahwa ada kesadaran semesta, dia merumuskan
teori bahwa semua tanaman dan pohon di sepuluh penjuru adalah kesadaran, tidak
berbeda dari manusia . Dia menegaskan bahwa tanaman dan pohon bisa menjadi
orang , dan bahwa ketika orang-orang meninggal mereka kembali menjadi tanaman
dan pohon di sepuluh penjuru . Jika dia menganggap ide-gagasan ini dari yang tak
terbatas, kesadaran semesta menjadi yang tertinggi , dia akan jatuh ke dalam
kesalahan mempertahankan bahwa apa yang tidak menyadari memiliki kesadaran .
Vasishtha dan Sainika , yang mempertahankan ide-gagasan dari kesadaran yang luas
meliputi banyak hal , akan menjadi teman-temannya . Bingung tentang Bodhi dari
para Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya ."

" Ini adalah keadaan yang keempat , di mana dia menciptakan pengartian keliru yang
didasarkan pada gagasan bahwa ada kesadaran semesta. Dia menyimpang jauh dari
penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya pada Kota dari
Nirvana, sehingga menabur benih pandangan yang menyimpang dari kesadaran ."

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha
356
sebagai kekosongan . Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia
belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang
terakhir. Jika dia telah mencapai kepandaian yg beraneka ragam dalam perpaduan
yang sempurna dan fungsi yang bisa dipertukarkan dari organ indera , dia mungkin
menebak bahwa segala sesuatu muncul dari perubahan wujud yang sempurna ini.
Dia kemudian mencari cahaya dari api , merasa senang dalam kemurnian dari air ,
mencintai putaran arus angin , dan merenungkan penjelmaan dari tanah bumi . Dia
memuja dan melayani mereka semua . Dia menganggap unsur-unsur duniawi
menjadi penyebab yang mendasar dan menganggap mereka menjadi kekal abadi .
Dia kemudian akan jatuh ke dalam kesalahan menganggap apa yang bukan
penghasilan menjadi penghasilan . Kashyapa dan Brahmana yang berusaha untuk
melampaui kelahiran dan kematian dengan rajin melayani api dan menyembah air
akan menjadi teman-temannya . Bingung tentang Bodhi dari para Buddha , dia akan
kehilangan pengetahuan dan pemahamannya."

" Ini adalah keadaan yang kelima , di mana dia dengan bingung mengejar unsur-
unsur itu , menciptakan penyebab palsu yang mengarah ke cita-cita palsu
berdasarkan pada tebakan tentang kemelekatannya untuk menyembah. Dia
menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya
pada Kota dari Nirvana, sehingga menabur benih pandangan yang menyimpang dari
perubahan wujud."

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha
sebagai kekosongan . Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia
belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang terakhir
. Dia mungkin menebak bahwa ada kekosongan didalam kecerahan yang sempurna

357
, dan berdasarkan pada itu dia menyangkal 'perubahan wujud yang banyak sekali',
menganggap 'penghentian abadi mereka' sebagai perlindungan dia. Jika dia
mengartikan ini sebagai keadaan yang tertinggi , dia akan jatuh ke dalam kesalahan
menganggap apa yang bukan perlindungan untuk menjadi tempat berlindung.
Mereka yang tinggal berdiam di dalam Shunyata di 'Surga dari Bukan Pikiran
ataupun Tidak Bukan Pikiran' akan menjadi teman-temannya . Bingung tentang
Bodhi dari para Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya."

" Ini adalah keadaan yang keenam , di mana dia menyadari keadaan kekosongan
yang didasarkan pada ide-gagasan kekosongan di dalam kecerahan yang sempurna .
Dia menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan
punggungnya pada Kota dari Nirvana, sehingga menabur benih pandangan dari
pembinasaan ."

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha
sebagai kekosongan . Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia
belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang
terakhir. Di dalam keadaan dari kekal-permanen yang sempurna , dia mungkin
memperkuat tubuhnya , berharap untuk hidup dalam waktu yang lama di dalam
kondisi yang halus dan yang sempurna tanpa kematian. Jika dia mengartikan ini
sebagai keadaan yang tertinggi , dia akan jatuh ke dalam kesalahan karena serakah
untuk sesuatu yang tak bisa dicapai . Asita dan mereka yang mencari umur panjang
akan menjadi teman-temannya . Bingung tentang Bodhi dari para Buddha , dia akan
kehilangan pengetahuan dan pemahamannya .

" Ini adalah keadaan yang ketujuh , di mana dia menciptakan penyebab palsu dari
358
memperkuat dan bercita-cita untuk keberadaan duniawi yang kekal permanen ,
berdasarkan pada kemelekatannya dengan sumber kehidupan. Dia menyimpang jauh
dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan punggungnya pada Kota dari
Nirvana, sehingga menabur benih untuk pikiran palsu dari memperpanjang hidup .

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha
sebagai kekosongan. Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia
belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang
terakhir. Saat dia merenungkan perhubungan dari semua kehidupan , dia ingin
mempertahankan kesenangan duniawi dan takut itu akan berakhir . Terperangkap
dalam pikiran ini , dia akan , dengan kekuatan perubahan wujud, duduk sendiri di
sebuah istana bunga teratai, membayangkan dalam pikirannya kelimpahan tujuh
benda berharga , meningkatkan pengiringnya dari wanita cantik , dan menikmati
pikirannya . Jika dia mengartikan ini sebagai keadaan yang tertinggi , dia akan jatuh
ke dalam kesalahan menganggap apa yang bukan kebenaran sebagai kebenaran .
Vignakara akan menjadi temannya . Bingung tentang Bodhi dari para Buddha , dia
akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya."

" Ini adalah keadaan yang kedelapan , di mana dia mendirikan hasil dari terlibat di
dalam kesenangan duniawi , berdasarkan pada penyebab dari pikirannya nya yang
menyimpang. Dia menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan
mengarahkan punggungnya pada Kota dari Nirvana, sehingga menabur benih untuk
menjadi iblis dari surga."

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha
sebagai kekosongan. Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia

359
belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang terakhir
. Dalam pemahaman nya pada kehidupan , dia membedakan yang halus dan yang
kasar dan menentukan yang benar dan yang salah . Tapi dia hanya mencari
tanggapan dalam saling pembayaran dari sebab dan akibat , dan dia mengarahkan
punggungnya pada Jalan Kemurnian . Dalam praktek dari melihat penderitaan ,
menghilangkan pengumpulan , mencapai penghentian , dan mengolah budidaya sang
Jalan , dia tinggal berdiam didalam penghentian dan berhenti di sana , tidak membuat
kemajuan yang lebih lanjut . Jika dia mengartikan ini sebagai keadaan yang tertinggi
, dia akan jatuh dan tetap menjadi Sravaka. Sangha yang tidak terpelajar dan mereka
yang terlalu besar kebanggaan akan menjadi teman-temannya . Bingung tentang
Bodhi dari para Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan pemahamannya ."

" Ini adalah keadaan yang kesembilan , di mana dia bercita-cita menuju hasil
penghentian , berdasarkan pada menyempurnakan pikiran yang mencari tanggapan
. Dia menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan mengarahkan
punggungnya pada Kota dari Nirvana, sehingga menabur benih untuk menjadi
terjerat di dalam kekosongan ."

" Selanjutnya, orang yang baik itu telah benar-benar melihat bentuk-bentuk Skandha
sebagai kekosongan. Dia telah mengakhiri penghasilan dan kehancuran , tapi dia
belum menyempurnakan keajaiban yang halus dari keheningan-tenang yang
terakhir. Dalam penyatuan sempurna , yang murni , pencerahan yang terang itu , saat
dia menyelidiki keajaiban yang mendalam , dia mungkin menganggapnya menjadi
Nirvana dan gagal untuk membuat kemajuan lebih lanjut . Jika dia mengartikan ini
sebagai keadaan yang tertinggi , dia akan jatuh dan tetap menjadi PratyekaBuddha .
Mereka yang tercerahkan oleh kondisi dan mereka yang tercerahkan sendiri yang

360
tidak mengubah pikiran mereka untuk ke Mahayana akan menjadi teman-temannya
. Bingung tentang Bodhi dari para Buddha , dia akan kehilangan pengetahuan dan
pemahamannya ."

" Ini adalah keadaan yang kesepuluh , di mana dia menyadari hasil dari kecerahan
yang mendalam yang berdasarkan pada menyatukan pikiran dengan pencerahan
sempurna . Dia menyimpang jauh dari penembusan yang sempurna dan
mengarahkan punggungnya pada Kota dari Nirvana, sehingga menabur benih karena
tidak bisa melampaui kemelekatan menuju kecerahan dari pencerahan sempurna ."

" Ananda , sepuluh keadaan dari Dhyana ini adalah disebabkan oleh penjelasan
tebakan yang gila sepanjang jalan . Mengandalkan pada mereka , sang pengolah
budidaya menjadi bingung dan mengaku telah mencapai kesadaran lengkap sebelum
benar-benar telah mencapainya . Semua keadaan-keadaan ini adalah hasil dari
interaksi antara Vijnana Skandha dan upaya batinnya. Makhluk hidup yang kusam
dan bingung tidak menilai diri mereka sendiri. Menghadapi situasi seperti itu ,
pikiran mereka dibingungkan dengan kesukaan masing-masing dan kebiasaan masa
lalu , sehingga mereka berhenti untuk beristirahat di dalam apa yang mereka anggap
menjadi perlindungan utama . Mereka mengaku telah sepenuhnya mencapai Bodhi
yang tak tertandingi, sehingga mengucapkan kebohongan besar . Setelah
pembalasan karma mereka sebagai pengikut ajaran luar dan iblis yang menyimpang
berakhir , mereka akan jatuh ke dalam neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan . Para
Sravaka dan para PratyekaBuddha itu tidak bisa membuat kemajuan lebih lanjut . "

" Kalian semua harus menghargai tekad untuk mempertahankan Jalan Tathagata .
Setelah Nirvana Saya, sebarkan 'Dharmaparyaya (Pintu Dharma)' ini kepada mereka
yang berada didalam jaman berakhirnya Dharma , sebabkan seluruh makhluk hidup
361
untuk terbangkitkan pada maknanya. Jangan biarkan 'iblis pandangan' menyebabkan
mereka untuk menciptakan pelanggaran berat mereka sendiri dan jatuh. Lindungi ,
berikan kenyamanan, dan penuh kasih selamatkan mereka dan hilangkan kondisi
jahat. Aktifkan mereka untuk memasuki pengetahuan dan pemahaman para Buddha
dengan tubuh dan pikiran sehingga dari awal sampai pencapaian akhir mereka tidak
pernah tersesat. Itu adalah dengan mengandalkan Dharmaparyaya ini bahwa para
Tathagata dari masa lalu, yang sebanyak atom dari alam semesta dalam banyak kalpa
sebanyak butiran pasir sungai Gangga, telah menyebabkan hati Mereka terbuka dan
mencapai Jalan Yang Tak tertandingi. "

" Ketika Vijnana Skandha berakhir , organ indra Anda saat ini akan berfungsi
bergantian. Di dalam fungsi yang bergantian itu , Anda akan mampu memasuki
Kebijaksanaan Vajra kering milik Bodhisattva. Di dalam pikiran Anda yang
sempurna , terang , murni , akan ada perubahan wujud. Ini akan seperti Vaidurya
murni yang berisi bulan berharga , dan dengan cara itu Anda akan melampaui
Sepuluh Keyakinan , Sepuluh Tempat Kediaman, Sepuluh Latihan , Sepuluh
Pemindahan, Empat Latihan Tambahan , Sepuluh Tingkat Bhumi (Dasabhumi) yang
seperti Vajra dari Latihan Bodhisattva , dan Kecerahan Sempurna dari Pencerahan
yang sama. Anda akan memasuki laut Tathagata dari perhiasan yang menakjubkan ,
menyempurnakan pengolahan Bodhi , dan kembali ke keadaan dari tanpa
pencapaian . "

" Ini adalah keadaan Iblis Mara yang halus bahwa semua Bhagavan Buddha, dari
masa lalu , melihat dengan kejelasan tercerahkan milik Mereka ketika berada
didalam keadaan dari Shamatha-vipashyana . Jika Anda 'bisa mengenali keadaan
iblis Mara ketika ia muncul' dan 'membasuh kotoran dalam pikiran Anda' , Anda

362
tidak akan jatuh ke dalam kesalahan dengan pandangan menyimpang . Para Iblis
Skandha akan menghilang lambat laun, dan para iblis dari surga akan dilenyapkan.
Para hantu yang perkasa dan mahluk halus akan kehilangan kecerdasan mereka dan
melarikan diri. Dan para mahluk halus dari sungai dan bukit akan tidak berani
menunjukkan diri mereka lagi . Anda akan langsung tiba di Bodhi tanpa kelelahan
sedikitpun , maju berkembang dari posisi yang lebih rendah ke Nirvana yang besar
tanpa menjadi bingung atau putus-asa . "

" Jika ada makhluk hidup di zaman berakhirnya Dharma yang bergembira di dalam
mengolah budidaya Samadhi , tetapi yang bodoh dan kusam , yang gagal mengenali
pentingnya Dhyana , atau yang belum mendengar Dharma yang dibicarakan , Anda
harus peduli agar jangan sampai mereka terjebak di dalam cara-cara yang
menyimpang . Anda harus dengan pikiran tunggal menasihati mereka untuk
menegakkan Mantra Dharani Puncak sang Buddha . Jika mereka tidak bisa
membacanya dari ingatan , mereka harus menulisnya dan meletakkannya didalam
ruangan meditasi Dhyana atau memakaikan pada orang-orang mereka. Maka tidak
ada iblis yang akan bisa mengganggu mereka . "

" Anda harus menghormati 'pola pikir akhir dari pengolahan budidaya yang utama
ini' dan 'kemajuan oleh para Tathagata di sepuluh penjuru'. "

Ananda kemudian bangkit dari tempat duduk Nya . Setelah mendengar ajaran sang
Buddha , Dia membungkuk dan dengan hormat menegakkan itu, mengingat setiap
kata dan tidak melupakan apapun . Kemudian sekali lagi di dalam perkumpulan
majelis yang besar Dia berbicara kepada sang Buddha , " Sang Buddha telah
memberitahukan kepada Kami bahwa dalam perwujudan dari Panca Skandha , ada
363
lima macam dari kepalsuan yang berasal dari pikiran yang berpikir milik Kami
sendiri . Kami belum pernah diberkati dengan ajaran yang demikian halus dan indah
seperti yang Tathagata kini telah berikan. Selanjutnya, apakah kelima Skandha
dilenyapkan semua pada waktu yang sama , atau mereka dipadamkan secara
berurutan ? Apa batas-batas dari lima lapisan ini ? Kami hanya berharap Tathagata ,
dari kasih sayang yang besar , akan menjelaskan hal ini dalam rangka untuk
memurnikan mata dan menerangi pikiran dari orang-orang di dalam perkumpulan
majelis yang besar, dan dalam rangka untuk menjadi mata pembimbing bagi
makhluk hidup dari masa depan . "

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Intisari penting , kebenaran, kecerahan yang
indah menakjubkan dan kemurnian sempurna dari pencerahan dasar tidak menerima
kelahiran dan kematian , maupun kekotoran duniawi , atau bahkan ruang angkasa
kosong itu sendiri . Semua ini ditimbulkan karena pikiran yang palsu . Sumber dari
pencerahan dasar, yang adalah sangat terang , benar, dan murni , secara palsu
menimbulkan dunia material , seperti Yajnadatta menjadi bingung tentang kepalanya
ketika ia melihat bayangannya sendiri . Kepalsuan pada dasarnya tidak memiliki
penyebab , tetapi di dalam pikiran yang salah , Anda mendirikan sebab dan kondisi
. Tetapi mereka yang bingung tentang 'prinsip dari sebab dan kondisi' menyebutnya
spontanitas. Bahkan ruang angkasa kosong adalah ciptaan ilusi . Berapa banyak yang
lebih juga penyebab dan kondisi dan spontanitas , yang adalah hanya tebakan yang
dibuat oleh pikiran palsu dari makhluk hidup."

" Ananda , jika Anda merasakan kemunculan dari kepalsuan , Anda dapat berbicara
tentang penyebab dan kondisi dari kepalsuan itu. Tetapi jika kepalsuan tidak
memiliki sumber , Anda harus mengatakan bahwa penyebab dan kondisi dari

364
kepalsuan itu pada dasarnya tidak memiliki sumber. Berapa banyak lagi kasus ini
bagi mereka yang gagal untuk memahami hal ini dan menganjurkan spontanitas.
Oleh karena itu, Tathagata telah menjelaskan kepada Anda bahwa penyebab
mendasar dari semua Panca Skandha adalah pikiran yang palsu. "

" Penyebab awal tubuh Anda adalah pikiran pada bagian dari orang tua Anda . Tapi
jika Anda tidak menghibur setiap pemikiran dalam pikiran Anda sendiri, Anda tidak
akan pernah dilahirkan . Ini adalah dengan cara dari pikiran bahwa kehidupan
diabadikan . Seperti yang sudah Saya katakan sebelumnya, ketika Anda memanggil
ke pikiran 'rasa cuka' , mulut Anda berair . ketika Anda berpikir sedang berjalan di
sepanjang tebing jurang yang curam , telapak kaki Anda menyengat. Karena tebing
itu tidak ada dan tidak ada cuka apapun, bagaimana bisa mulut Anda berair saat
hanya menyebutkan cuka , jika itu bukan kasus bahwa tubuh Anda berasal dari
kepalsuan, oleh karena itu , Anda harus tahu bahwa 'tubuh fisik (rupakaya)' Anda
disebabkan oleh jenis pertama dari pikiran palsu , yang ditandai dengan kepadatan.
"

" Seperti dijelaskan sebelumnya , hanya berpikir tentang sebuah tempat yang tinggi
memang bisa menyebabkan tubuh Anda untuk tersengat dan merasa sakit .
Dikarenakan oleh penyebab itu, perasaan timbul dan mempengaruhi tubuh fisik
Anda , sehingga saat ini Anda mengejar perasaan yang menguntungkan dan ditolak
oleh perasaan yang berlawanan. Dua jenis dari perasaan ini yang memaksa Anda
adalah yang dihasilkan oleh jenis kedua dari pikiran yang palsu, yang ditandai
dengan kejelasan yang menyesatkan. "

" Setelah pikiran anda muncul , itu dapat mengendalikan tubuh Anda . Karena tubuh

365
Anda tidak sama dengan pikiran Anda , namun , mengapa bahwa tubuh Anda
mengikuti pikiran Anda dan terlibat dalam setiap jenis dari memahami objek tujuan
? Sebuah pikiran muncul dan tubuh menangkap dalam menanggapi pikiran itu .
Ketika Anda terjaga , pikiran Anda berpikir . Ketika Anda tidur , Anda bermimpi .
Jadi pemikiran Anda diaduk untuk melihat situasi palsu . Ini adalah jenis ketiga dari
pikiran yang palsu , yang ditandai dengan saling keterkaitan . "

" Proses perubahan wujud tidak pernah berhenti; mereka berkembang melalui
perubahan yang halus: kuku menjadi panjang , rambut Anda tumbuh , kekuatan
melemah , dan kulit Anda menjadi keriput. Siang dan malam proses itu berlanjut ,
namun Anda tidak pernah menyadari mereka. Jika hal-hal ini bukan bagian dari
Anda, Ananda , lalu mengapa tubuh Anda terus berubah? Dan jika mereka benar-
benar bagian dari Anda, maka mengapa Anda tidak menyadarinya ? Bentuk-bentuk
Skandha Anda terus berlanjut dalam pikiran demi pikiran tanpa berhenti .Ini adalah
jenis keempat dari pikiran yang palsu, yang dicirikan sebagai yang halus dan
tersembunyi."

" Akhirnya, jika keadaan yang murni , terang, jelas , dan yang tidak bergerak milik
Anda bersifat kekal-permanen , maka seharusnya tidak ada penglihatan ,
pendengaran , kesadaran atau pengetahuan dalam tubuh Anda . Jika itu adalah asli
murni dan benar, itu seharusnya tidak mengandung kebiasaan dan kepalsuan.
Bagaimana itu terjadi, kemudian, bahwa setelah melihat beberapa hal yang tidak
biasa di masa lalu , Anda akhirnya melupakannya dari waktu ke waktu , sampai tidak
ada ingatan ataupun kelupaan dari itu bersisa; tetapi kemudian , setelah tiba-tiba
melihat hal yang tidak biasa itu lagi , Anda mengingatnya dengan jelas dari
sebelumnya tanpa satu perincian yang diabaikan ? Bagaimana Anda bisa

366
memperhitungkan penyerapan yang terjadi di dalam pikiran setelah berpikir dalam
kesadaran yang murni , jelas, dan tak bergerak ini? Ananda , Anda harus tahu bahwa
keadaan dari kejelasan ini adalah tidak nyata . Itu adalah seperti air yang mengalir
cepat yang muncul diam-tenang diatas permukaan . Dikarenakan oleh kecepatan nya
yang sangat cepat , Anda tidak bisa melihat aliran itu , tapi itu tidak berarti itu tidak
mengalir . Jika ini bukanlah sumber dari pikiran , maka bagaimana seseorang dapat
tunduk pada kebiasaan palsu ? Jika Anda tidak membuka dan menyatukan enam
indrera Anda sehingga mereka berfungsi bergantian , pikiran yang palsu ini tidak
akan pernah berhenti. Itulah mengapa penglihatan , pendengaran , kesadaran , dan
pengetahuan Anda saat ini dirangkai bersama-sama oleh kebiasaan yang halus ,
sehingga dalam kejelasan yang mendalam , 'keberadaan' dan 'tiada keberadaan'
keduanya adalah ilusi. Ini adalah jenis kelima dari keterbalikan , pikiran teliti yang
halus . "

" Ananda, 'Panca Skandha dari penerimaan ini' berkembang dengan lima macam
pikiran yang palsu. Anda juga ingin tahu kedalaman dan ruang lingkup dari masing-
masing alam. Bentuk rupa dan kekosongan adalah perbatasan dari 'Rupa (bentuk)'.
Hubungan dan pemisahan adalah perbatasan dari 'Vedana (perasaan)'. Mengingat
dan melupakan adalah perbatasan dari 'Sanjna (pikiran/pencerapan)'. Penghancuran
dan penghasilan adalah perbatasan dari 'Samskara (bentuk-bentuk pikiran)'.
'Kemurnian yang mendalam' masuk untuk bersatu dengan kemurnian yang
mendalam milik perbatasan dari Vijnana (kesadaran). "

" Pada sumber mereka , Panca Skandha ini muncul di dalam lapisan . Kemunculan
mereka adalah dikarenakan oleh kesadaran . Penghentian mereka dimulai dengan
pelenyapan bentuk . Anda mungkin memiliki kebangkitan yang mendadak pada

367
prinsip itu, pada titik mana mereka semua secara bersamaan lenyap. Namun dalam
hal khusus, mereka dilenyapkan tidak sekaligus , tetapi secara berurutan . Saya telah
memperlihatkan kepada Anda simpul yang diikat didalam kain Karpasa. Apa yang
Anda tidak mengerti , yang menyebabkan Anda untuk bertanya tentang hal itu lagi
?"

" Anda harus mendapatkan pemahaman teliti yang menyeluruh tentang asal-usul
pikiran yang palsu ini dan kemudian mengirimkan pemahaman Anda kepada para
pengolah budidaya di jaman berakhirnya Dharma. Biarkan mereka mengenali
kepalsuan ini dan secara alami menimbulkan penolakan yang mendalam untuk itu .
Biarkan mereka mengetahui Nirvana sehingga mereka tidak akan berlama-lama
didalam Triloka . "

" Ananda , seandainya ada orang yang mempersembahkan jumlah besar tujuh benda
berharga yang mengisi ruang angkasa di dalam sepuluh penjuru untuk para Buddha
yang sebanyak butiran atom alam semesta , dengan penuh perhatian melayani dan
membuat persembahan kepada Mereka tanpa membiarkan sejenak waktu pergi
dengan sia-sia. Apakah Anda berpikir orang ini akan menuai banyak berkat dari
membuat persembahan semacam itu kepada para Buddha ? "

Ananda menjawab , " Karena ruang angkasa adalah yang tak terbatas , benda-benda
yang berharga itu akan tak terbatas . Di masa lalu , seseorang memberi kepada sang
Buddha tujuh koin dan akibatnya terlahir kembali sebagai Raja Cakravartin dalam
kehidupan berikutnya. Adapun orang ini yang kini mengisi semua ruang angkasa

368
dan semua Buddha-ksetra (Wilayah Buddha) dengan persembahan benda-benda
berharga yang tidak dapat diperhitungkan melalui kalpa yang tak berujung ,
bagaimana bisa ada batas untuk berkat-berkat dia ? "

Sang Buddha berkata kepada Ananda , " Semua Buddha , Tathagata , mengucapkan
kata-kata yang tidak palsu . Mungkin ada orang lain yang telah secara pribadi
melakukan Empat Pelanggaran Besar dan Sepuluh Parajika sehingga , dalam sekejap
, dia harus melewati neraka Avichi di dalam dunia ini dan dunia lain , sampai dia
telah melewati semua neraka-neraka yang tanpa belas-kasihan di sepuluh penjuru
tanpa terkecuali . Dan namun , jika dia bisa menjelaskan Dharmaparyaya (Pintu
Dharma) ini untuk bahkan hanya spasi dari pemikiran kepada mereka yang berada
di dalam jaman berakhirnya Dharma yang belum mempelajarinya , 'rintangan dia
dari pelanggaran' akan dimusnahkan dalam menanggapi pikiran itu , dan semua
neraka di mana dia menjalani penderitaan akan menjadi wilayah kedamaian dan
kebahagiaan . Berkat yang akan dia dapatkan akan melampaui 'itu yang dari orang
yang disebutkan sebelumnya' oleh ratusan dari ribuan dari jutaan dari miliaran kali ,
memang dengan begitu banyaknya bahwa tidak ada perhitungan atau persamaan
yang bisa mengungkapkannya . Ananda , jika makhluk hidup mampu membacakan
Sutra ini dan menjunjung Mantra ini , Saya tidak bisa membayangkan didalam kalpa
yang tak berujung betapa besar keuntungan itu akan menjadi. Mengandalkan pada
Ajaran yang telah Saya katakan . Mengolah sesuai dengan itu , dan Anda akan
langsung mencapai Bodhi tanpa menghadapi karma iblis mara. "

Ketika sang Buddha selesai mengucapkan Sutra ini, para Bhiksu , Bhikshuni ,
Upasaka , Upasika , dan semua Dewa , Manusia , dan Asura di dunia ini , serta semua
Bodhisattva , Sravaka , PratyekaBuddha , Rsi , dan pemuda murni dari arah lain ,

369
dan hantu dan mahluk halus perkasa dari tekad awal, semuanya merasa gembira ,
memberi hormat , dan menarik diri.

370