Anda di halaman 1dari 12

PRAKTIKUM PERPINDAHAN PANAS

PROGRAM STUDI DIII TEKNIK KONVERSI ENERGI


JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 150 menit Halaman :

I. REFERENSI
Frank Kreith, Raj M. Manglik. Mark S. Bohn. 2011. “Principles of Heat Transfer”
Seventh Edition. -: Cengage Learning, Inc.

II. TUJUAN
a. Mahasiswa dapat merangkai rangkaian untuk praktikum perpindahan panas
secara konduksi untuk bidang plat dan radial silinder.
b. Mahasiswa dapat mengamati perpindahan panas pada benda secara konduksi
pada bidang plat logam maupun silinder logam.
c. Mampu mengambil data-data untuk perhitungan konduksi.
d. Mampu mengolah data-data hasil praktikum dan menerapkan persamaan-
persamaan konduksi.

III. DASAR TEORI


Perpindahan panas merupakan suatu ilmu yang mempelajari perpindahan
energy yang disebabkan karena adanya perbedaan temperature antara benda atau
material. Dalam perpindahan panas, dapat juga meramalkan laju perpindahan
panas yang terjadi pada kondisi tertentu asalkan memenuhi syarat-syarat
terjadinya perpindahan panas.
Persamaan perpindahan panas yang paling mendasar adalah persamaan
kecepatan yang isinya menghubungkan kecepatan perpindahan panas diantara
dua system yang memiliki sifat –sifat termodinamika masing-masing dalam
system tersebut. Kolaborasi antara persamaan kecepatan, kesetimbangan
energi, dan persamaan keadaan termodinamik akan menghasilkan persamaan
yang dapat memberikan nilai untuk pengdistribusian temperature yang
terjadi dan kecepatan perpindahan panas. Jadi, secara teori perpindahan panas
dapat diartikan juga sebagai termodinamika dengan persamaan kecepatan yang
ditambahkan.
Perpindahan panas berdasarkan medium perpindahannya dapat dibedakan
menjadi tiga yaitu sebagai berikut:
a. Konduksi merupakan perpindahan panas yang memerlukan medium
perantara benda padat seperti logam.
b. Konveksi merupakan perpindahan panas melalui medium perantara fluida
baik fluida cair ataupun gas.
c. Radiasi merupakan perpindahan panas secara langsung melalui gelombang
elektromagnetik.
PRAKTIKUM PERPINDAHAN PANAS
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK KONVERSI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 150 menit Halaman :

Dalam praktikum ini yang akan dibahas seputar konduksi.


3.1. Konduksi
Konduksi adalah proses perpindahan kalor dimana panas mengalir dari
tempat yang suhunya tinggi ke tempat yang suhunya lebih rendah, tetapi medianya
tetap. Perpindahan kalor secara konduksi tidak hanya terjadi pada padatan saja tetapi
bisa juga terjadi pada cairan ataupun gas, hanya saja konduktivitas terbesar pada
padatan. Proses perpindahan kalor secara konduksi bila dilihat secara atomik
merupakan pertukaran energi kinetik antar molekul (atom), dimana partikel yang
energinya rendah dapat meningkat dengan menumbuk partikel dengan energi yang
lebih tinggi. Konduksi terjadi melalui getaran dan gerakan elektron
bebas.Berdasarkan perubahan suhu menurut waktu, konduksi dapat dibagi menjadi
dua, yaitu konduksi tunak dan konduksi tidak tunak.(Kreith, Frank. 1997).
Pada zat padat, energi kalor tersebut dipindahkan hanya akibat adanya vibrasi
dari atom-atom zat padat yang saling berdekatan. Hal ini disebabkan karena zat
padat merupakan zat dengan gaya intermolekular yang sangat kuat, sehingga atom-
atomnya tidak dapat bebas bergerak, oleh sebab itu perpindahan kalor hanya dapt
terjadi melalui proses vibrasi. Sedangkan proses konduksi pada fluida disebabkan
karena pengaruh secara langsung karena atom-atomnya dapat lebih bebas bergerak
dibandingkan dengan zat padat. Konduksi merupakan suatu proses perpindahan
kalor secara spontan tanpa disertai perpindahan partikel media karena adanya
perbedaan suhu, yaitu dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah. (J.P. Holman.
1997)
Konduksi atau hantaran kalor pada banyak materi dapat diilustrasikan
sebagai hasil tumbukan molekul-molekul. Sementara satu ujung benda dipanaskan,
maka molekul-molekul di tempat itu akan bergerak lebih cepat. Sementara itu,
tumbukan dengan molekul-molekul yang langsung berdekatan akan lebih lambat,
selanjutnya molekul-molekul tersebut akan mentransfer sebagian energi ke molekul-
molekul lain, sehingga lajunya akan bertambah. Molekul-molekul ini kemudian juga
akan mentransfer sebagian energi mereka kepada molekul-molekul lain yang ada
sepanjang benda tersebut. Sehingga energi gerak termal yang ditransfer oleh
tumbukan molekul akan terjadi sepanjang benda. Hal inilah yang dapat
mengakibatkan terjadinya fenomena yang kemudian kita kenal dengan istilah
konduksi.
Konduksi hanya akan terjadi jika adanya perbedaan suhu. Berdasarkan
eksperimen yang dilakukan, ternyata kecepatan hantaran kalor melalui benda
nilainya akan sebanding dengan perbedaan suhu antara ujung-ujungnya.
PRAKTIKUM PERPINDAHAN PANAS
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK KONVERSI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 150 menit Halaman :

Kecepatan hantaran kalor juga bergantung pada ukuran dan bentuk benda.
Untuk mengetahuinya secara kuantitatif konduksi dapat dibagi menjadi dua
berdasarkan berubah atau tidaknya suhu terhadap waktu, yaitu:
a. Konduksi tunak (steady) merupakan konduksi yang terjadi ketika suhu yang
dihantarkan tidak berubah atau distribusi suhu konstan terhadap waktu.
b. Konduksi tak tunak (unsteady) merupakan konduksi yang terjadi jika suhu
berubah terhadap waktu (Tim Penyusun. Buku Panduan Praktikum POT 1.
1989).
Aplikasi dari konduksi tunak ini misalnya pada proses insulasi. Di zaman
modern ini, sistim insulasi telah bayak digunakan dalam berbagai bidang. Salah satu
penerapan sistem insulasi yang dikenal ialah sistem insulasi perpipaan. Fluida yang
dialirkan dalam pipa memiliki kondisi yang perlu dipertahankan sehingga
membutuhkan sistem insulasi yang baik seperti pada sistem insulasi oven dan
kulkas. Oleh karena itu, maka perlu dipelajari dengan baik sistem perpipaan,
diantaranya yakni mengenai tebal kritis insulasi, tahanan kalor tergabung, dan
konduktivitas termal.
Pada perpindahan kalor konduksi tak-tunak, terjadi perubahan pada energi
internal. Contoh dari konduksi tak-tunak ialah proses pemanasan dan pendinginan
makanan. Pada proses ini terjadi aliran kalor yang tidak langsung setimbang secara
termal. Aplikasi dari hukum fourier ini membahas aliran kapasitas kalor tergabung,
aliran kalor transien pada benda semi-infinite, batasan-batasan konveksi, dan angka
biot, angka fourier, serta bagan heisler (Coulson & Richardson. 1996).
Besar fluks kalor yang berpindah berbanding lurus dengan gradien temperatur
pada benda tersebut. Dengan memasukkan konstanta kesetaraan yang disebut
konduktivitas termal, didapatkan persamaan yang disebut Hukum Fourier tentang
Konduksi Kalor.
Hukum Fourier adalah hukum dari konduksi panas yang menyatakan bahwa
kecepatan perpindahan kalor melalui sebuah material sebanding dengan gradien
negatif suhu ke area sudut kanannya. Hukum tersebut dapat dinyatakan sebagai
berikut:
dT
q = - k.A.
dx
PRAKTIKUM PERPINDAHAN PANAS
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK KONVERSI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 150 menit Halaman :

Keterangan:
q = energi panas atau laju perpindahan kalor konduksi (W)
A = luas cross section (m2 )
K = konduktivitas material (Wm-1 K-1 ) (konstanta proporsionalitas)
= gradien temperatur ke arah normal terhadap luas A
dT = suhu (K)
dx = jarak (m)
Konduktivitas termal (k) merupakan suatu konstanta yang dipengaruhi oleh
suhu yang nilainya akan bertambah jika suhu meningkat. Selain memiliki karakteristik
yang dipengaruhi oleh suhu, nilai k juga merupakan suatu besaran yang dapat
mengidentifikasi sifat penghantar suatu benda.
Bahan yang memiliki konduktivitas termal yang besar biasanya dikategorikan
sebagai penghantar panas yang baik dikenal dengan istilah konduktor, dan begitu pula
sebaliknya benda yang memiliki konduktivitas termal kecil adalah benda yang tidak
dapat menghantarkan panas disebut dengan istilah isolator. Umumnya, nilai k logam
lebih besar daripada nonlogam, dan k pada gas sangat kecil. Unit konduktivitas termal
biasanya dinyatakan dalam Watt/moC atau BTU/jam.ft.oF.
Pada zat padat, energi kalor dihantarkan dengan cara getaran kisi bahan. Selain
itu, menurut hukum Wiedemann-Franz, konduktivitas termal zat padat mengikuti
konduktivitas elektrik, dimana pergerakan elektron bebas yang terdapat pada kisi tidak
hanya menghasilkan arus elektrik tapi juga energi panas. Hal ini adalah salah satu
penyebab tingginya nilai konduktivitas termal beberapa jenis zat padat, terutama logam.
Untuk kebanyakan gas pada tekanan sedang konduktivitas termal merupakan fungsi
suhu. Pada gas ringan, seperti hidrogen dan helium memiliki konduktivitas termal yang
tinggi. Gas padat seperti xenon memiliki konduktivitas kecil, sedangkan sulfur
hexafluorida, yang berupa gas padat, memiliki konduktivitas termal yang tinggi
berdasar tingginya kapasitas panas gas ini (De Nevers, Noel. 1951).
Pada konduksi tunak, terjadi perpindahan energi dari bagian bersuhu tinggi ke
bagian bersuhu rendah, dimana suhu tidak berubah terhadap fungsi waktu.Berdasarkan
arah pergerakan laju perpindahan kalor, konduksi tunak dibagi atas konduksi tunak
dimensi satu dan konduksi tunak dimensi rangkap.Pada konduksi tak tunak, temperatur
merupakan fungsi dari waktu dan jarak. Atau dengan kata lain, perpindahan kalor
konduksi tunak terjadi jika suhu tidak berubah terhadap waktu dan konduksi tunak
terjadi jika suhunya berubah terhadap waktu, sehingga pada persamaan perpindahan
kalor konduksi tak tunak terdapat suku T / t . (Jhosep Georgio, 1999)
PRAKTIKUM PERPINDAHAN PANAS
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK KONVERSI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 150 menit Halaman :

Perpindahan panas konduksi yaitu perpindahan energi panas (kalor) tidak di


ikuti dengan zat perantaranya. Contohnya saat kita menaruh batang besi membara ke
batang besi lain yang dingin, kita tidak akan melihat besi membara itu bergerak
namun tiba-tiba besi yang semula dingin akan perlahan berubah terasa menjadi
panas. Contoh lainnya yakni satu logam panjang yang dipanaskan. Satu ujung logam
panjang yang di beri nama A dipanaskan maka beberapa saat kemudian ujung yang lain
(kita sebut ujung B) juga akan ikut panas. Pemanfaatan Konduksi lainnya dalam
kehidupan sehari-hari yang mudah kita temukan, misalnya saja saat memasak air maka
kalor berpindah dari api (kompor) menuju panci dan membuat air mendidih.
Aliran kalor ini bermula dari sisi benda yang memiliki suhu yang lebih tinggi
(T1) ke sisi (yang memiliki suhu yang lebih rendah (T 2). Karena adanya perbedaan suhu
(T1-T2), maka kalor akan mengalir dari sisi benda yang bersuhu tinggi menuju sisi
benda yang bersuhu rendah (arah aliran kalor ke kanan). Kemudian benda yang dilewati
kalor memiliki luas penampang (A) dan panjang (∆x). Berdasarkan percobaan yang
telah dilakukan oleh para ilmuwan, jumlah kalor yang dapat mengalir selama selang
waktu tertentu (Q/t) akan berbanding lurus dengan perbedaan suhu (T1–T2), luas
penampang (A), sifat suatu benda (k =konduktivitas termal) dan berbanding terbalik
dengan panjang benda. Secara matematis bisa ditulis sebagai berikut :
q kA( T 1−T 2)
=
t ∆x

Keterangan :
q = Kalor ( Kilokalori (kkal) atau Joule (J) )
t = Waktu (s)
q
= Laju aliran kalor ( kilokalori per sekon (kkal/s) atau Joule/sekon(J/s).
t
1 J/s = 1 watt)
A = Luas penampang benda (m2)
T1–T2 = Perbedaan suhu (K atau oC)
T1 = Temperatur tinggi (K atau oC)
T2 = Temperatur rendah (K atau oC)
∆x` = Jarak perpindahan panas / ketebalan benda (m)
PRAKTIKUM PERPINDAHAN PANAS
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK KONVERSI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 150 menit Halaman :

3.2. Perpindahan Panas Konduksi pada Silinder Berongga


Suatu silinder panjang berongga dengan jari-jari dalam ri, jari -jari luar ro
dan panjang L dialiri panas sebesar q. Suhu permukaan dalam Ti dan suhu
permukaan luar To.
PRAKTIKUM PERPINDAHAN PANAS
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK KONVERSI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 150 menit Halaman :

3.3. Perpindahan Panas Konduksi pada Dinding Lapis Rangkap Berbentuk


Silinder
Sebuah silinder yang suhu permukaannya relatif tinggi dapat diisolasi dengan
beberapa macam bahan yang disusun seri.

Analogi listrik:
PRAKTIKUM PERPINDAHAN PANAS
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK KONVERSI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 150 menit Halaman :

3.4. Konduksi pada Silinder Tunggal

(Gambar - Konduksi tunak pada silinder )


Tinjau sebuah dinding silinder radial di mana masing-masing permukaannya
bertemperatur T1 dan T2 , dimana T1 lebih besar dari T2, maka laju perpindahan panas
konduksi q adalah:

Untuk mendapatkan laju perpindahan panas, perhatikan silinder infestisimal


dengan jari-jari r dan tebal L. Luas permukaan pada silider infestisimal adalah:
PRAKTIKUM PERPINDAHAN PANAS
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK KONVERSI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 150 menit Halaman :

IV. PERALATAN DAN BAHAN


Peralatan dan bahan yang digunakan dalam pengujian ini disajikan
dalam tabel-1.

NO NAMA ALAT FOTO/GAMBAR KETERANGAN

1 Plat Benda kerja yang


digunakan sebagai
bahan praktikum.
2 Silinder Benda kerja yang
digunakan sebagai
bahan praktikum.
3 Kabel Kabel-kabel yang
digunakan untuk
membuat rangkaian
praktikum.
4 Joulemeter Instrument ukur yang
digunakan untuk
mengukur besarnya
kalor yang berpindah ke
benda kerja.
5 Thermocouple Instrumen ukur yang
digunakan untuk
mengukur temperature
benda kerja.
6 Power Supply DC Sebagai sumber listrik
yang digunakan dalam
rangkaian yang dibuat.

7 Perekat/Selotip Sebagai isolasi untuk


kabel-kabel yang
terbuka bagian
penghantarnya
PRAKTIKUM PERPINDAHAN PANAS
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK KONVERSI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 150 menit Halaman :

(Tabel-1: Peralatan praktikum konduksi yang digunakan)

V. LANGKAH KERJA PRAKTIKUM


1. Siapkan alat dan bahan (plat logam dan silinder logam) praktikum yang akan
digunakan dan juga siapkan tabel data praktikum sesuai dengan jobsheet yang
disediakan.
2. Kalibrasi dan setting peralatan praktikum yang akan digunakan.
3. Hubungkan Power Supply dengan Joulemeter.
4. Hubungkan Joulemeter dengan sumber listrik.
5. On kan Joulemeter .
6. Tekan power pada power supply.
7. Tekan start pada joulemeter.
PRAKTIKUM PERPINDAHAN PANAS
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK KONVERSI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 150 menit Halaman :

8. Set/pilih satuan joule pada joulemeter


9. Set voltage 20 volt (maksimum)
10. Ukur rugi daya dari power supply sebelum diberi beban
11. Nilai yang tertera/ terukur pada joulemeter sebagai pengurang daya total yang
terukur.
Qnet = Qtotal – Q rugi-rugi = q konduksi
Keterangan:
Qnet = Qkonduksi (J/s)
Qtotal = Qakhir pengukuran yang tertera pada display joulemeter (J/s)
Qrugi-rugi = Qpengukuran pada saat setting joulemeter (J/s)
12. Catat nilai rugi-rugi dari power suply.
5.1. Praktek Konduksi Bidang Plat
1. Setelah setting voltage, matikan power supply dan joulemeter.
2. Pasang kabel jumper (-) dan (+) pada power supply.
3. Jepit plat yang akan diukur pada bagian ujung kanan atau kiri pada satu sisi
jumper buaya (+) dan sisi lainnya dengan kabel jumper buaya (-).
4. Hubungkan sisi plat yang dijepit dengan digital meter (thermometer) sebagai
T1 dan sisi yang tidak dijepit sebagai T2.
5. Setelah langkah 1-4 siap, nyalakan Joulemeter dengan setting satuan joule.
6. Tekan power pada power supply.
7. Tekan start pada joule meter bersamaan dengan start stopwatch.
8. Setelah 60 detik, tekan stop pada joulemeter bersamaan tekan tombol digital
meter untuk T1 (catat nilainya) dan tekan ulang tombol untuk T2 (catat
nilainya)
9. Catat nilai panas yang tertera pada joulemeter dengan satuan joule.
10. Tekan tombol (sambil ditahan tombolnya) press to read time / PRT (sebagai
lamanya waktu waktu yang mengalirnya panas pada plat), catat nilainya.
11. Matikan (tekan tombol reset) pada joulemeter dan matikan (tekan tombol
power pada power supply)
12. Ulang pengukuran dengan waktu 75, 90, 105, 120, 135, 150, 165, 180.
Joule Meter Power supply Dc
Thermocouple

Plat Aluminums
PRAKTIKUM PERPINDAHAN PANAS
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK KONVERSI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 150 menit Halaman :

(Gambar Rangkaian Konduksi untuk Plat)


5.2. Praktek Konduksi Bidang Radial – Silinder
1. Langkah – langkah sama seperti pada bidang plat, kecuali langkah :
2. Untuk langkah 3. Tempelkan kabel jumper banana (+) disebelah dalam (diameter
dalam) pada suatu titikdan tempelkan kabel jumper banana (-) disebelah dalam
(diameter dalam) pada titik lainnya.
3. Untuk langkah 4. .Hubungkan sisi bagian dalam (diameter dalam) dengan digital
meter (thermometr) sebagai T1 dan sisi bagian luar sebagai T2.
Joule Meter Power supply Dc

Thermocoupl
e

Silinder Aluminum

(Gambar Rangkaian Kondusi pada Silinder)