Anda di halaman 1dari 10

Nama Penyakit

Gastrinoma
Definisi
Gastrinoma adalah tumor pankreas yang menghasilkan hormon gastrin dalam jumlah yang sangat besar, yang
akan merangsang lambung untuk mengeluarkan asam dan enzim-enzimnya, sehingga terjadi ulkus peptikum.

Penyebab
Kebanyakan penderita gastrinoma memiliki beberapa tumor lainnya yang berkelompok di dalam atau di dekat
pankreas. 50% kasus merupakan suatu keganasan.

Kadang-kadang gastrinoma merupakan bagian dari suatu kelainan bawaan, yaitu Neoplasia endokrin multipel.
Neoplasia ini merupakan tumor yang berasal dari sel-sel pada kelenjar endokrin yang berlainan, seperti sel-sel
yang menghasilkan insulin pada pankreas.

Gejala
Sekresi gastrin yang berlebihan menyebabkan gejala-gejala yang disebut Sindroma Zollinger-Ellison.
Gejalanya berupa nyeri perut ringan sampai berat sebagai akibat dari ulkus peptikum di lambung, usus dua belas
jari dan tempat lainnya di usus.

Bisa terjadi perforasi (perlubangan), perdarahan dan penyumbatan usus yang bisa berakibat fatal.
Tetapi 50% penderita mengalami gejala yang tidak lebih buruk dari penderita ulkus karena sebab yang lain.
Diare merupakan gejala awal pada 35-40% penderita lainnya.

Diagnosa
Dicurigai suatu gastrinoma jika seseorang menderita ulkus yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan
ulkus yang biasa.
Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui adanya kadar gastrin yang abnormal.
Pemeriksaan cairan lambung menunjukkan kadar asam yang sangat tinggi.

Lokasi tumor biasanya sulit ditentukan, karena tumor biasanya berukuran kecil dan jumlahnya banyak. Tetapi
bisa dilakukan pemeriksaan dengan CT scan, USG dan arteriografi, untuk mencoba mengetahui lokasinya.

Pengobatan
20% penderita tanpa neoplasia endokrin multipel, bisa sembuh dengan pembedahan.
Sebelum dilakukan pembedahan, penderita mendapatkan obat ulkus standar, seperti simetidin, ranitidin dan
famotidin, yang bisa meringankan gejala-gejalanya. Jika obat-obat tersebut tidak berhasil, bisa diberikan
omeprazol yang bisa mengurangi sekresi asam.

Jika pengobatan diatas gagal, mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk mengangkat lambung (gastrektomi
total).
Pembedahan ini tidak mengangkat tumornya, tetapi gastrin tidak akan menyerang lambung lagi, sehingga gejala-
gejalanya hilang.
Jika lambung diangkat, diberikan tambahan vitamin B12 dan kalsium per-oral (melalui mulut) setiap harinya,
dan suntikan vitamin B12 setiap bulan.
Jika tumor ganas sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain, obat anti kanker (kemoterapi) bisa membantu
mengurangi jumlah sel-sel tumor dan kadar gastrin dalam darah.

Pencegahan
Nama Penyakit
Gastritis
Definisi
Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung.

Penyebab
Lapisan lambung menahan iritasi dan biasanya tahan terhadap asam yana kuat.
Tetapi lapisan lambung dapat mengalami iritasi dan peradangan karena beberapa penyebab:
1. Gastritis bakterialis biasanya merupakan akibat dari infeksi oleh Helicobacter pylori (bakteri yang
tumbuh di dalam sel penghasil lendir di lapisan lambung).
Tidak ada bakteri lainnya yang dalam keadaan normal tumbuh di dalam lambung yang bersifat asam,
tetapi jika lambung tidak menghasilkan asam, berbagai bakteri bisa tumbuh di lambung. Bakteri ini bisa
menyebabkan gastritis menetap atau gastritis sementara.

2. Gastritis karena stres akut, merupakan jenis gastritis yang paling berat, yang disebabkan oleh
penyakit berat atau trauma (cedera) yang terjadi secara tiba-tiba.
Cederanya sendiri mungkin tidak mengenai lambung, seperti yang terjadi pada luka bakar yang luas
atau cederta yang menyebabkan perdarahan hebat.

3. Gastritis erosif kronis bisa merupakan akibat dari:


- bahan iritan seperti obat-obatan, terutama aspirin dan obat anti peradangan non-steroid lainnya
- penyakit Crohn
- infeksi virus dan bakteri.
Gastritis ini terjadi secara perlahan pada orang-orang yang sehat, bisa disertai dengan perdarahan atau
pembentukan ulkus (borok, luka terbuka).
Paling sering terjadi pada alkoholis.

4. Gastritis karena virus atau jamur bisa terjadi pada penderita penyakit menahun atau penderita yang
mengalami gangguan sistem kekebalan.

5. Gastritis eosinofilik bisa terjadi sebagai akibat dari reaksi alergi terhadap infestasi cacing gelang.
Eosinofil (sel darah putih) terkumpul di dinding lambung.

6. Gastritis atrofik terjadi jika antibodi menyerang lapisan lambung, sehingga lapisan lambung menjadi
sangat tipis dan kehilangan sebagian atau seluruh selnya yang menghasilkan asam dan enzim.
Keadaan ini biasanya terjadi pada usia lanjut.
Gastritis ini juga cenderung terjadi pada orang-orang yang sebagian lambungnya telah diangkat
(menjalani pembedahan gastrektomi parsial).
Gastritis atrofik bisa menyebabkan anemia pernisiosa karena mempengaruhi penyerapan vitamin B12
dari makanan.

7. Penyakit Ménétrier merupakan jenis gastritis yang penyebabnya tidak diketahui.


Dinding lambung menjadi tebal, lipatannya melebar, kelenjarnya membesar dan memiliki kista yang
terisi cairan.
Sekitar 10% penderita penyakit ini menderita kanker lambung.

8. Gastritis sel plasma merupakan gastritis yang penyebabnya tidak diketahui.


Sel plasma (salah satu jenis sel darah putih) terkumpul di dalam dinding lambung dan organ lainnya.

Gastritis juga bisa terjadi jika seseorang menelan bahan korosif atau menerima terapi penyinaran kadar tinggi.
Gejala
Gejalanya bermacam-macam, tergantung kepada jenis gastritisnya.
Biasanya penderita gastritis mengalami gangguan pencernaan (indigesti) dan rasa tidak nyaman di perut sebelah
ataas.

Pada gastritis karena stres akut, penyebabnya (misalnya penyakit berat, luka bakar atau cedera) biasanya
menutupi gejala-gejala lambung; tetapi perut sebelah atas terasa tidak enak.

Segera setelah cedera, timbul memar kecil di dalam lapisan lambung.


Dalam beberapa jam, memar ini bisa berubah menjadi ulkus.

Ulkus dan gastritis bisa menghilang bila penderita sembuh dengan cepat dari cederanya.
Bila penderita tetap sakit, ulkus bisa membesar dan mulai mengalami perdarahan, biasanya dalam waktu 2-5 hari
setelah terjadinya cedera.

Perdarahan menyebabkan tinja berwarna kehitaman seperti aspal, cairan lambung menjadi kemerahan dan jika
sangat berat, tekanan darah bisa turun.
Perdarahan bisa meluas dan berakibat fatal

Gejala dari gastritis erosif kronis berupa mual ringan dan nyeri di perut sebelah atas.
Tetapi banyak penderita (misalnya pemakai aspirin jangka panjang) tidak merasakan nyeri.

Penderita lainnya merasakan gejala yang mirip ulkus, yaitu nyeri ketika perut kosong.

Jika gastritis menyebabkan perdarahan dari ulkus lambung, gejalanya bisa berupa:
- tinja berwarna kehitaman seperti aspal (melena)
- muntah darah (hematemesis) atau makanan yang sebagian sudah dicerna, yang menyerupai endapan kopi.

Pada gastritis eosinofilik, nyeri perut dan muntah bisa disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan ujung
saluran lambung yang menuju ke usus dua belas jari.

Pada penyakit Méniére, gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri lambung.
Hilangnya nafsu makan, mual, muntah dan penurunan berat badan, lebih jarang terjadi.
Tidak pernah terjadi perdarahan lambung.
Penimbunan cairan dan pembengkakan jaringan (edema) bisa disebabkan karena hilangnya protein dari lapisan
lambung yang meradang. Protein yang hilang ini bercampur dengan isi lambung dan dibuang dari tubuh.

Pada gastritis sel plasma, nyeri perut dan muntah bisa terjadi bersamaan dengan timbulnya ruam di kulit dan
diare.

Gastritis akibat terapi penyinaran menyebabkan nyeri, mual dan heartburn (rasa hangat atau rasa terbakar di
belakang tulang dada), yang terjadi karena adanya peradangan dan kadang karena adanya tukak di lambung.
Tukak bisa menembus dinding lambung, sehingga isi lambung tumpah ke dalam rongga perut, menyebabkan
peritonitis (peradangan lapisan perut) dan nyeri yang luar biasa. Perut tampak kaku dan keadaan ini memerlukan
tindakan pembedahan darurat.
Kadang setelah terapi penyinaran, terbentuk jaringan parut yang menyebabkan menyempitnya saluran lambung
yang menuju ke usus dua belas jari, sehingga terjadi nyeri perut dan muntah.
Penyinaran bisa merusak lapisan pelindung lambung, sehingga bakteri bisa masuk ke dalam dinding lambung
dan menyebabkan nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba.

Diagnosa
Jika seseorang merasakan nyeri perut sebelah atas disertai mual atau heartburn, dokter akan menduganya
sebagai gastritis.
Jika gejalanya menetap, jarang diperlukan pemeriksaan dan pengobatan dimulai berdasarkan penyebab yang
mungkin.

Jika diagnosisnya belum meyakinkan, mungkin perlu dilakukan pemeriksaan lambung dengan endoskopi dan
biopsi (pengambilan contoh lapisan lambung untuk diperiksa dibawah mikroskop).

Jika gastritis berlanjut atau kambuh kembali, maka dicari penyebabnya, seperti infeksi, makanan, obat-obatan
atau kebiasaan minum penderita.

Gastritis karena bakteri bisa diketahui dari hasil pemeriksaan biopsi.


Penderita gastritis karena bakteri banyak yang membentuk antibodi terhadap bakteri penyebabnya, yang bisa
ditemukan dalam pemeriksaan darah.

Pengobatan
Jika penyebabnya adalah infeksi oleh Helicobacter pylori, maka diberikan bismuth, antibiotik (misalnya
amoksisilin dan klaritromisin) dan obat anti-tukak (omeprazol).

Penderita gastritis karena stres akut banyak yang mengalami penyembuhan setelah penyebabnya (penyakit berat,
cedera atau perdarahan) berhasil diatasi.
Tetapi sekitar 2% penderita gastritis karena stres akut mengalami perdarahan yang sering berakibat fatal.
Karena itu dilakukan pencegahan dengan memberikan antasid (untuk menetralkan asam lambung) dan obat anti-
ulkus yang kuat (untuk mengurangi atau menghentikan pembentukan asam lambung).

Perdarahan hebat karena gastritis akibat stres akut bisa diatasi dengan menutup sumber perdarahan pada tindakan
endoskopi.
Jika perdarahan berlanjut, mungkin seluruh lambung harus diangkat.

Gastritis erosif kronis bisa diobati dengan antasid.


Penderita sebaiknya menghindari obat tertentu (misalnya aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya)
dan makanan yang menyebabkan iritasi lambung.
Misoprostol mungkin bisa mengurangi resiko terbentuknya ulkus karena obat anti peradangan non-steroid.

Untuk meringankan penyumbatan di saluran keluar lambung pada gastritis eosinofilik, bisa diberikan
kortikosteroid atau dilakukan pembedahan.

Gastritis atrofik tidak dapat disembuhkan.


Sebagian besar penderita harus mendapatkan suntikan tambahan vitamin B12.

Penyakit Ménétrier bisa disembuhkan dengan mengangkat sebagian atau seluruh lambung.

Gastritis sel plasma bisa diobati dengan obat ulkus yang menghalangi pelepasan asam lambung.

Pencegahan
Nama Penyakit
Gastroenteritis
Definisi
Gastroenetritis adalah istilah umum untuk berbagai macam keadaan yang biasanya disebabkan oleh infeksi dan
menimbulkan gejala-gejala berupa hilangnya nafsu makan, mual, muntah, diare ringan sampai berat dan rasa
tidak enak di perut.

Elektrolit, terutama natrium dan kalium ikut hilang bersama dengan hilangnya cairan tubuh.
Terganggunya keseimbangan elektrolit dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi yang bisa berakibat fatal,
apalagi dalam keadaan sakit yang berat, baik pada orang tua maupun anak-anak.

Penyebab
Wabah diare pada bayi, anak-anak dan dewasa biasanya disebabkan oleh mikroorganisme yang menyebar
melalui air atau makanan yang sudah tercemar oleh tinja yang terinfeksi.
Infeksi juga bisa ditularkan dari orang ke orang, yaitu bila seorang penderita diare tidak mencuci tangannya
dengan bersih, setelah dia buang air besar.

Infeksi oleh bakteri Salmonella, bisa diperoleh karena menyentuh binatang melata (misalnya iguana atau kura-
kura) kemudian meamasukan tangannya ke dalam mulut.

Bakteri tertentu menghasilkan racun (toksin) yang menyebabkan sel-sel di dinding usus mengeluarkan air dan
elektrolit.
Salah satu racun menyebabkan diare cair yang merupakan salah satu gejala dari kolera.

Toksin yang diproduksi oleh Escherica coli (E.coli) menyebabkan traveller's diarrhea (diare yang dialami oleh
orang-orang yang mengadakan perjalanan ke luar kota/luar negeri) dan wabah diare di rumah sakit.

Beberapa bakteri, seperti strain dari E.coli, Campylobacter, Shigella dan Salmonella (termasuk yang
menyebabkan demam tifoid), menyusup ke dalam lapisan usus.
Mereka merusak sel-sel dibawahnya, menyebabkan tukak (luka terbuka, borok) kecil yang bisa mengalami
perdarahan dan menyebabkan keluarnya cairan yang mengandung protein, elektrolit dan air.

Selain bakteri, beberapa virus seperti virus Norwalk dan virus Coxsackie juga menyebabkan gastroenteritis.
Selama musim dingin, di negara-negara beriklim sedang, rotavirus menyebabkan kebanyakan kasus diare yang
serius pada bayi dan anak yang baru belajar berjalan.

Parasit usus tertentu, terutama Giardia lamblia, juga dapat menempel atau menyusup ke dalam lapisan usus dan
menyebabkan mual, muntah, diare dan tidak enak badan.
Penyakitnya disebut Giardiasis, lebih sering ditemukan di daerah beriklim dingin, seperti di Rocky Mountains,
Amerika Serikat bagian utara dan di Eropa utara.
Bila penyakit ini menetap, maka tubuh akan mengalami gangguan penyerapan makanan dan terjadilah sindroma
malabsorbsi.

Parasit usus lainnya, Cryptosporidium, menyebabkan diare cair yang kadang-kadang disertai dengan kram perut,
mual dan muntah.
Pada orang dengan kondisi kesehatan yang baik, penyakit ini biasanya ringan, tapi pada orang dengan gangguan
kekebalan tubuh, infeksi ini bisa berat dan berakibat fatal.
Giardia dan Cryptosporidium paling sering ditularkan melalui air yang tercemar.

Gastroenteritis juga bisa disebabkan oleh termakannya racun kimia dalam makanan laut, tumbuh-tumbuhan
(jamur dan kentang) atau makanan yang tercemar.

Intoleransi laktosa merupakan suatu keadaan dimana tubuh tidak mampu mencerna dan menyerap gula susu
(laktosa), juga bisa menyebabkan gastroenteritis.
Gejalanya sering timbul setelah minum susu dan kadang disalah-artikan sebagai alergi terhadap susu.
Menelan logam berat secara tidak sengaja (misalnya arsen, timah hitam, air raksa atau kadmium) di dalam air
atau makanan, bisa secara tiba-tiba menyebabkan mual, muntah dan diare.

Beberapa obat, termasuk antibiotik juga bisa menyebabkan kram perut dan diare.

Gejala
Jenis dan beratnya gejala tergantung dari jenis dan banyaknya mikroorganisme atau racun yang tertelan.
Gejalanya juga bervariasi tergantung dari daya tahan tubuh seseorang.

Gejala biasanya dimulai secara tiba-tiba, yaitu berupa kehilangan nafsu makan, mual atau muntah.
Bising usus meningkat (perut keroncongan), kram perut dan diare dengan atau tanpa darah dan lendir.

Terkumpulnya gas di dalam usus menyebabkan rasa sakit.


Penderita juga bisa mengalami demam, tidak enak badan dan kelelahan yang berlebihan.

Muntah dan diare yang hebat dapat mengakibatkan dehidrasi dan penurunan tekanan darah, sehingga terjadi
syok.
Keadaan ini juga menyebabkan tubuh kehilangan kalium, sehingga kadarnya dalam darah menurun
(hipokalemia).
Juga terjadi penurunan kadar natrium dalam darah (hiponatremia), terutama jika penderita menggantikan
kehilangan cairan dengan meminum larutan yang hanya mengandung atau bahkan tidak mengandung garam,
misalnya air putih dan teh.

Diagnosa
Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya, meskipun penyebabnya belum bisa ditentukan dari
gejalanya.
Kadang-kadang anggota keluarga lainnya atau rekan sekerjanya sebelumnya sudah menunjukkan gejala-gejala
yang sama. Atau penderita bisa mendapatkan penyakit ini karena cara memasak yang salah, makan makanan
yang tercemar (misalnya mayonaise yang disimpan terlalu lama dalam kulkas) atau makan makanan laut mentah.

Perlu juga ditanyakan apakah penderita baru mengadakan perjalanan keluar kota sebelumnya.

Jika gejalanya berat dan lebih dari 48 jam, maka dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap contoh tinja
untuk mencari adanya sel darah putih dan bakteri, virus atau parasit.
Pemeriksaan laboratorium dari muntahan, makanan atau darah, juga bisa membantu menemukan penyebabnya.

Bila gejalanya menetap selama beberapa hari, mungkin perlu dilakukan pemeriksaan kolonoskopi untuk
menemukan adanya kelainan tertentu, seperti kolitis ulserativa ataupun disentri amuba (amubiasis).

Pengobatan
Biasanya satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan adalah minum cairan yang cukup.
Pada penderita yang muntahpun, harus minum sedikit demi sedikit untuk mengatasi dehidrasi, yang selanjutnya
bisa membantu menghentikan muntahnya.
Jika muntah berlangsung terus dan terjadi dehidrasi berat, mungkin diperlukan infus cairan dan elektrolit.

Karena anak-anak lebih cepat jatuh ke dalam keadaan dehidrasi, mereka harus diberi larutan garam dan gula.
Cairan yang biasa digunakan seperti minuman bersoda, teh, minuman olahraga dan sari buah, tidak tepat
diberikan kepada anak-anak dengan diare.

Bila muntahnya hebat, bisa diberikan suntikan atau supositoria (obat yang dimasukkan melalui lubang dubur).

Jika gejalanya membaik, penderita secara bertahap mendapatkan makanan lunak seperti gandum, pisang, bubur
nasi, selai apel dan roti panggang.
Jika makanan tersebut tidak menghentikan diare setelah 12-24 jam dan bila tidak terdapat darah pada tinja,
berarti ada infeksi bakteri yang serius, dan diberikan obat-obat seperti difenoksilat, loperamid atau bismut
subsalisilat.
Karena antibiotik dapat menyebabkan diare dan merangsang pertumbuhan organisme yang resisten terhadap
antibiotik, maka antibiotik jarang digunakan meskipun diketahui penyebabnya adalah bakteri.
Antibiotik bisa digunakan, tetapi pada infeksi bakteri tertentu, yaitu Campylobacter, Shigella dan Vibrio
cholerae.

Pencegahan
Biasakan untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum makan maupun sesudah buang air besar.

Masaklah makanan dengan baik dan benar.


Nama Penyakit
Gastroenteritis Sebagai Efek Samping Dari Obat
Definisi
Rasa mual, muntah dan diare merupakan efek samping yang sering ditemukan pada beberapa obat.

Penyebab
Penyebab yang umum adalah :
- obat-obat antasid yang mengandung magnesium dalam jumlah besar
- antibiotik
- obat-obat anti kanker
- kolsikin (untuk gout)
- digitalis (untuk gagal jantung)
- obat pencahar.

Gejala
Penyalahgunaan obat pencahar, bisa menyebabkan kelemahan, muntah, diare, lemas, kehilangan elektrolit dan
kelainan lainnya.

Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan riwayat pemakaian obat yang sering menimbulkan efek samping
berupa gastroenteritis.

Pengobatan
Untuk menegetahui bahwa suatu obat dapat menyebebkan gastroenteritis adalah tidak mudah.

Pada kasus yang ringan, penderita dianjurkan untuk menghentikan pemakaian obat tersebut untuk sementara
waktu, kemudian nanti bisa dilanjutkan kembali.
Jika gejalanya hilang saat obatnya dihentikan dan kemudian muncul lagi saat obatnya diminum lagi,
kemungkinan penyebab dari gastroenteritis yang dialaminya adalah obat-obat tersebut.

Pada kasus gastroenteritis yang berat, penderita diminta untuk menghentikan sama sekali obatnya dan jangan
pernah mengkonsumsinya lagi.

Pencegahan
Nama Penyakit
Gatal Anus
Definisi
Gatal Anus (Pruritus ani) adalah rasa gatal yang timbul di sekitar anus.

Penyebab
Gatal di sekitar anus (pruritus ani) dapat disebabkan oleh :
1. Kelainan kulit, misalnya psoriasis dan dermatitis atopik
2. Reaksi alergi, misalnya dermatitis kontak yang disebabkan oleh bahan obat bius yang dioleskan di kulit,
berbagai jenis salep atau bahan kimia dalam sabun
3. Makanan tertentu seperti rempah-rempah, buah jeruk, kopi, bir dan kola, juga tablet vitamin C
4. Jasad renik seperti jamur dan bakteri
5. Infestasi parasit seperi cacing kremi dan skabies atau pedikulosis
6. Antibiotik, terutama tetrasiklin
7. Penyakit-penyakit, seperti kencing manis atau penyakit hati, kelainan anus (misalnya tanda di kulit atau
skin tags, kriptitis, pengeringan fistula) dan kanker (contohnya penyakit Bowen)
8. Tingkat kebersihan yang buruk, yang meninggalkan kotoran yang mengiritasi atau penggosokan dan
penggunaan sabun yang berlebihan
9. Kelembaban ataupun keringat yang berlebihan karena pemakaian stoking, baju dalam yang ketat
(terutama pakaian dalam yang bukan katun), kegemukan dan cuaca yang panas
10. Siklus kecemasan-gatal-kecemasan.

Penderita wasir luar yang besar bisa menderita gatal-gatal karena daerah ini kebersihannya sulit dijaga.

Gejala
Timbul gatal-gatal di daerah sekitar anus.

Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala.

Pengobatan
Setelah buang air besar, daerah anus sebaiknya dibersihkan dengan kain penyerap yang sebelumnya dilembabkan
dengan air hangat.
Pemberian bedak bayi yang terlalu sering dapat mengurangi kelembaban.

Bisa juga digunakan krim kortikosteroid, krim anti jamur (seperti mikonazol) atau suppositoria (obat yang
dimasukkan melalui dubur).

Makanan yang dapat menyebabkan gatal-gatal anus hendaknya dihindari.

Pakaian hendaknya longgar dan terbuat dari katun.

Jika keadaan tidak membaik dan dicurigai suatu kanker, bisa dilakukan pemeriksaan terhadap contoh jaringan
kulit.

Pencegahan
Nama Penyakit
Glukagonoma
Definisi
Glukagonoma merupakan tumor yang menghasilkan hormon glukagon, yang akan menaikkan kadar gula dalam
darah dan menyebabkan ruam kulit yang khas.

Sekitar 80% kasus merupakan keganasan. Tetapi mereka tumbuh lambat dan penderita banyak yang bertahan
hidup sampai 15 tahun setelah tumor terdiagnosis.
Gejalanya dimulai pada usia 50 tahun. 80% penderitanya adalah wanita.

Penyebab
Penyebabnya tidak diketahui.

Gejala
Kadar glukagon yang tinggi menyebabkan timbulnya gejala-gejala dari kencing manis (diabetes melitus).

Penderita mengalami penurunan berat badan.

90% penderita memiliki ruam kulit yang bersisik dan berwarna coklat-kemerahan (eritema nekrolitik migrans),
dimulai dari selangkangan lalu di daerah bokong, lengan bawah dan tungkai.
Lidah tampak licin, berkilau dan berwarna merah-oranye.
Kulit di sudut bibir juga tampak pecah-pecah.

Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksan darah (kadar hormon glukagon tinggi) dan
pemeriksaan angiografi serta pembedahan eksplorasi perut (untuk menentukan lokasi tumor).

Pemeriksaan darah menunjukkan anemia dan kadar lemak yang rendah.

Pengobatan
Pengangkatan tumor melalui pembedahan akan menghilangkan semua gejala.

Jika pengangkatan tumor tidak mungkin dilakukan atau jika tumor sudah menyebar, bisa diberikan obat anti
kanker yang akan mengurangi kadar glukagon dan meringankan gejala-gejalanya.

Oktreotid juga bisa menurunkan kadar glukagon, menghilangkan ruam kulit dan mengembalikan nafsu makan,
sehingga berat badan bisa kembali normal.

Salep yang mengandung seng, bisa dioleskan pada ruam kulit.


Kadang ruam kulit diobati dengan asam amino atau asam lemak yang diberikan secara intravena (melalui
pembuluh darah).

Pencegahan