Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA KORBAN GIGITAN

HEWAN BERBISA

DI SUSUN OLEH :
AGUS MAULANA
TEUKU RIYADH MULTAZAM
MIRANDA KARMILA
HENDRI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN STIKES GETSEMPENA ACEH


UTARA LHOKSUKON TAHUN 2017/2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Topik : Penyakit Kulit

Sub topik : Penanggulangan penyakit Skabies

Sasaran : Masyarakat desa lueng bata, Kab. Aceh utara

Waktu : 20 Menit

Hari /Tanggal : Rabu 29 November 2018

Tempat : Meunasah Gampong


1. TUJUAN

a. Tujuan instruksional umum :

Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit diharapkan masyarakat mampu

memahami serta menjelaskan kembali tentang penyakit skabies.

b. Tujuan instruksional khusus :

Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit, masyarakat mampu :

1) Mendefinisikan pengertian penyakit skabies

2) Menyebutkan penyebab dan ciri-ciri penyakit skabies

3) Menjelaskan tentang cara penanggulangan(perawatan) penyakit skabies.

4) Menjelaskan tentang cara pencegahan penyakit skabies

5) Menjelaskan tentang tips dan anjuran penyakit kulit (skabies)

2. MATERI :

a. Pengertian penyakit skabies

b. Penyebab dan ciri-ciri penyakit skabies

c. Perawatan

d. Pencegahan

e. Tips dan Anjuran

3. METODE

a. Ceramah

b. Tanya jawab
c. Diskusi

4. MEDIA

a. Laptop

b. LCD

c. Leaflet

5. RENCANA EVALUASI

a. Sebutkan Pengertian skabies ?

b. Penyakit skabies disebabkan oleh apa ?

c. Sebutkan ciri-ciri dari penyakit skabies ?

d. Faktor-faktor apa saja yang dapat membantu penyebaran penyakit skabies?

e. Bagaimana cara penanganan penyakit skabies ?

f. Coba anda jelaskan bagaimana cara terbaik untuk mencegah penyakit skabies ?

SESUAIKAN

6. TABEL KEGIATAN :

Tahap Kegiatan
Waktu
Kegiatan Penyuluh Sasaran

 Membuka acara dengan  Menjawab salam

mengucapkan salam  Mendengarkan

kepada sasaran penyuluh

3 Menit Pembukaan  Menyampaikan topik dan menyampaikan topik

tujuan Penkes kepada dan tujuan

sasaran  Menyetujui

 Kontrak waktu untuk kesepakatan waktu


kesepakatan pelaksanaan pelaksanaan Penkes

Penkes dengan sasaran

 Mengkaji ulang  Menyampaikan

pengetahuan sasaran pengetahuannya tentang

tentang materi penyuluhan materi penyuluhan

 Menjelaskan materi  Mendengarkan

penyuluhan kepada penyuluh

sasaran dengan menyampaikan materi

menggunakan leaflet  Memperhatikan

 Mendemonstrasikan penyuluh selama

perawatan penyakit demonstrasi

7 Menit Kegiatan Inti scabies.  menanyakan hal – hal

 Memberikan kesempatan yang tidak dimengerti

kepada sasaran untuk dari materi penyuluhan

menanyakan hal – hal

yang belum dimengerti

dari materi yang

dijelaskan penyuluh

 Memberikan tips dan

anjuran tentang penyakit

kulit scabies.

 Memberikan pertanyaan  Menjawab pertanyaan


Evaluasi /
10 Menit kepada sasaran tentang yang diajukan penyuluh
Penutup
materi yang sudah
disampaikan penyuluh

 Menyimpulkan materi  Mendengarkan

penyuluhan yang telah penyampaian

disampaikan kepada kesimpulan

sasaran.

 Menutup acara dengan  Mendengarkan

mengucapkan salam serta penyuluh menutup

terimakasih kepada acara dan menjawab

sasaran salam
Materi penyuluhan

PENYAKIT KULIT ( SKABIES )

A. Pendahuluan

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestisasi dan sensitisasi terhadap

sarcoptes scabiei varian hominis dan produknya. Sinonim dari penyakit ini adalah kudis,

the itch, gudig, budukan, dan gatal agogo.

Penyakit scabies ini merupakan penyakit menular oleh kutu tuma gatal sarcoptes

scabei tersebut, kutu tersebut memasuki kulit stratum korneum, membentuk kanalikuli

atau terowongan lurus atau berkelok sepanjang 0,6 sampai 1,2 centimeter.

Akibatnya, penyakit ini menimbulkan rasa gatal yang panas dan edema yang

disebabkan oleh garukan. Kutu betina dan jantan berbeda. Kutu betina panjangnya 0,3

sampai 0,4 milimeter dengan empat pasang kaki, dua pasang di depan dengan ujung alat

penghisap dan sisanya di belakang berupa alat tajam. Sedangkan, untuk kutu jantan,

memiliki ukuran setengah dari betinanya. Dia akan mati setelah kawin. Bila kutu itu

membuat terowongan dalam kulit, tak pernah membuat jalur yang bercabang.

Penanganan skabies yang terutama adalah menjaga kebersihan untuk membasmi

skabies seperti mandi dengan sabun, sering ganti pakaian, cuci pakaian secara terpisah,

menjemur alat-alat tidur, handuk tidak boleh dipakai bersama.

Syarat obat yang ideal adalah efektif terhadap semua stadium tungau, tidak

menimbulkan iritasi dan toksik, tidak berbau atau kotor, tidak merusak atau mewarnai

pakaian, mudah diperoleh dan harganya murah.


B. Pengertian penyakit Skabies

Skabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Sarcopies Scabiei Varian

Homosis, yang penularannya terjadi secara kontak langsung.

C. Penyebab dan ciri-ciri skabies

Skabies ditularkan oleh kutu betina, melalui kontak fisik yang erat. Penularan melalui

pakaian dalam, handuk, seprei, tempat tidur dan perabot rumah. Jarang terjadi kutu dapat

hidup di luar kulit hanya 2-3 hari. Kutu ini dapat membuat lubang-lubang dibawah

permukaan kulit, biasanya disela-sela antara jari dan pergelangan tangan atau dibagian

depan siku dan sekitar alat-alat kelamin dan sangat gatal. Penderita maunya menggaruk-

garuk terus bintil-bintil itu setiap waktu, dan bila kuku jari cukup panjang maka kuku itu

dapat menyebabkan luka. Maka garukan dari kuku kotor tersebut akan menyebabkan

infeksi kulit, selanjutnya akan timbul gelembung-gelembung kecil seperti gudik atau

bisul.

Penyakit ini banyak dijumpai pada anak dan orang dewasa muda. Tetapi dapat

mengenai semua umur. Beberapa faktor yang dapat membantu penyebarannya adalah

kemiskinan, hygiene (kebersihan diri) yang jelek, demografi dan derajat sensitasi

individual.

D. Perawatan Scabies

Penanggulangannya :

Setiap orang di dalam keluarga harus diobati pada waktu yang sama, tiap-tiap orang

harus :

1) Membersihkan semua bagian tubuhnya dengan memakai sabun dan air hangat.

2) Pakailah baju bersih dan cucilah semua pakaian dengan bersih


3) Setelah satu minggu, ulangi pengobatan sekali lagi.

(CARI SOP PERAWATAN GATAL ATAU LUKA)

Pengobatannya :

Semua keluarga yang berkontak dengan penderita harus diobati termasuk pasangan

seksnya. Ada bermacam-macam pengobatan antiskabies :

1) Benzona Heksaklorida (lindane)

Tersedia dalam bentuk cairan atau lotion, tidak berbau dan tidak berwarna. Obat ini

membunuh kutu dan nimfa, Obat ini digunakan dengan cara menyapukan keseluruh

tubuh dari leher ke bawah dan setelah 12 jam s/d 24 jam dicuci bersih-bersih.

Pengobatan ini diulang selama 3 hari. Pengobatan diulang maksimum 2 kali dengan

interval 1 minggu.

2) Sulfar

Dalam bentuk paradiulunale, sulfur 10% secara aman dan efektof digunakan dalam

konsentrasi 2,5% dapat digunakan pada bayi. Obat ini digunakan pada malam hari

selama 3 malam.

3) Benzil Benzoat (Crotaminton)

Tersedia dalam bentuk krim atau lotion sebaiknya obat ini digunakan selama 24 jam,

kemudian digunakan lagi 1 minggu kemudian. Obat ini disapukan ke badan dari

leher ke bawah. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi. Bila digunakan

untuk bayi dan anak-anak harus ditambahkan air 2 s/d 3 bagian.

4) Monosulfiran

Tersedia dalam bentuk lotion, harus ditambah 2-3 bagian air dan digunakan setiap

hari selama 2-3 hari. Selama dan segera setelah pengobatan penderita tidak boleh

minum alkohol karna dapat menyebabkan keringat berlebihan dan takikardia.

5) Malation
Malathiom 0,5% dengan dasar air digunakan selama 24 jam pemberian berikutnya

diberikan beberapa hari kemudian.

6) Permerhrin

Dalam bentuk cream 5% sebagai dosis tunggal, penggunaannya selama 8-12 jam dan

kemudian dicuci bersih-bersih. Obat ini dilaporkan efektif untuk skabies.

E. Pencegahan

Jagalah badan tetap bersih dengan mandi setiap hari, selalu bergantilah dengan

pakaian bersih bila yang telah dipakai kotor. Gantilah pakaian tidur sesering mungkin.

Jagalah kuku tetap pendek dan bersih. Cara-cara pencegahan ini cukup sederhana dan

tidak sulit untuk melakukannya.

F. Tips dan Anjuran

1) Periksakan ke Puskesmas, dokter, dokter spesialis kulit atau Rumah sakit setempat

bila menjumpai penyakit ini untuk mendapatkan pengobatan.

2) Cuci semua baju dan alas tidur (sprei atau sejenisnya) dengan air panas.

3) Mandi teratur dengan sabun.

4) Apabila ada yang sakit Skabies (gudik), periksakan semua anggota keluarga yang

kontak dengan penderita. Jika ternyata menderita skabies, obati semuanya secara

serempak agar tidak terjadi penularan ulang.

5) Bagi para bapak/ibu-ibu yang mendapati anaknya sakit Skabies (gudik) hendaknya

menganjurkan kepada anaknya untuk berobat secara serempak di Puskesmas terdekat

atau poliklinik Kulit Rumah Sakit setempat.


Referensi

1. Leaflet

2. Dokumentasi